BLORA – Nasib nahas menimpa rumah Jariman, Sutarji dan Puryono pada Jum’at (8/9) dini hari.
Tiga rumah di Desa Wotbakah, Japah hangus terbakar.
Penyebabnya dipicu ledakan lampu bohlam di rumah Warso.
Pecahnya lampu bohlam dan disusul kobaran api bermula dari rumah Jariman RT.005 RW.002 sekitar pukul 00.45.
Saat itu, Warso yang ingin beristirahat mendengan suara letusan bohlam lampu dari ruang tempat sholat.
Lantai, dinding kayu dan mukena sudah terbakar.
“Saya berusaha memadamkan api dengan air dan alat bantu secukupnya," katanya.
"Karena sudah membesar saya teriak minta tolong,” ucapnya.
Karena dinding yang terbuat dari kayu, menyebabkan kobaran api semakin membesar dan sulit dipadamkan.
Bahkan, api merambat ke rumah Sutarji dan Puryono.
Sebab, jarak rumah mereka hanya satu meter.
Salah satu warga kemudian melaporkan ke Kades Wotbakah.
Kades kemudian menghubungi petugas Polsek Japah dan Damkar Ngawen.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Hendi Purnomo mengatakan, sudah mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran.
Pihaknya juga mengerahkan dua mobil suplai air.
Terdiri dari 16 personil yang berangkat.
Saat proses pemadaman terdapat beberapa kendala.
“Jalan rusak, jauhnya sumber air dari lokasi kebakaran dan peralatan pemadam yang kurang perbaikan.
Pemadaman diselesaikan dalam waktu 150 menit.
Beruntung stidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.
Untuk kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 340 juta.
"Ada tiga rumah yang terbakar,” jelasnya. (ari)
Editor : Ali Mustofa