BLORA – Tingkat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Blora menempati peringkat kedua se-Jawa Tengah (Jateng). Kondisi tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Di antaranya dengan melakukan antisipasi.
Dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, digelar apel kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Mantab! Kades di Blora Ini Bangun Masjid Rp 5 Miliar Pakai Uang Pribadi
Baca Juga: IPK Tembus 3.95, Anak Penjual Daun Jati asal Banjarejo Blora Jadi Wisudawati Terbaik Universitas YPPI Rembang
Apel dilakukan polres yang bersinergi dengan TNI, BPBD, Satpol PP, dan pemerintah daerah. Dilaksanakan di halaman depan Mapolres Blora kemarin.
Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian khusus Presiden Republik Indonesia dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.
Ia menyampaikan, dari total luas wilayah Kabupaten Blora yang mencapai 1.956 km², 46,66 persen di antaranya merupakan area hutan. Lantaran hampir separo wilayah Blora merupakan hutan, kondisi itulah yang turut menjadi penyumbang tingginya angka kebakaran.
Baca Juga: Gegara Tak Ngantor Berbulan-bulan, Kades Nglebur Blora Akhirnya Diberhentikan
Baca Juga: Gegara Tak Ngantor Berbulan-bulan, Kades Nglebur Blora Akhirnya Diberhentikan
”Data dari Polda Jateng, Blora menduduki peringkat kedua dengan tingkat kebakaran tertinggi," jelasnya.
Tingginya angka kebakaran itu, hanya lebih baik dari Kabupaten Brebes. Kebakaran diakibatkan pemilik lahan tebu dan jagung yang sengaja membakar sisa sampah tanaman, sekaligus dijadikan pupuk bagi tanaman selanjutnya.
”Mari antisipasi kebakaran dengan sosialisasi kepada masyarakat atau para petani, supaya pembakaran sisa tanaman dapat diawasi, agar tidak menyebar dan merambat ke mana-mana," pesannya. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa