Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Blora Tempati Peringkat Kedua Terbesar Kebakaran Hutan dan Lahan se-Jateng, Ternyata Ini Penyebabnya!

Eko Santoso • Jumat, 25 Agustus 2023 | 22:03 WIB
PERSIAPKAN DIRI HADAPI BENCANA: AKBP Agus Puryadi (tiga dari kanan) mengecek alat-alat milik BPBD Blora saat gelar pasukan dan alat di halaman Mapolres Blora kemarin.
PERSIAPKAN DIRI HADAPI BENCANA: AKBP Agus Puryadi (tiga dari kanan) mengecek alat-alat milik BPBD Blora saat gelar pasukan dan alat di halaman Mapolres Blora kemarin.

 

 

BLORA – Tingkat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Blora menempati peringkat kedua se-Jawa Tengah (Jateng). Kondisi tersebut menjadi perhatian banyak pihak. Di antaranya dengan melakukan antisipasi.

Dalam rangka mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, digelar apel kesiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Mantab! Kades di Blora Ini Bangun Masjid Rp 5 Miliar Pakai Uang Pribadi

Baca Juga: IPK Tembus 3.95, Anak Penjual Daun Jati asal Banjarejo Blora Jadi Wisudawati Terbaik Universitas YPPI Rembang

Apel dilakukan polres yang bersinergi dengan TNI, BPBD, Satpol PP, dan pemerintah daerah. Dilaksanakan di halaman depan Mapolres Blora kemarin.

Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian khusus Presiden Republik Indonesia dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Ia menyampaikan, dari total luas wilayah Kabupaten Blora yang mencapai 1.956 km², 46,66 persen di antaranya merupakan area hutan. Lantaran hampir separo wilayah Blora merupakan hutan, kondisi itulah yang turut menjadi penyumbang tingginya angka kebakaran.

Baca Juga: Gegara Tak Ngantor Berbulan-bulan, Kades Nglebur Blora Akhirnya Diberhentikan

Baca Juga: Gegara Tak Ngantor Berbulan-bulan, Kades Nglebur Blora Akhirnya Diberhentikan

”Data dari Polda Jateng, Blora menduduki peringkat kedua dengan tingkat kebakaran tertinggi," jelasnya.

Tingginya angka kebakaran itu, hanya lebih baik dari Kabupaten Brebes. Kebakaran diakibatkan pemilik lahan tebu dan jagung yang sengaja membakar sisa sampah tanaman, sekaligus dijadikan pupuk bagi tanaman selanjutnya.

”Mari antisipasi kebakaran dengan sosialisasi kepada masyarakat atau para petani, supaya pembakaran sisa tanaman dapat diawasi, agar tidak menyebar dan merambat ke mana-mana," pesannya. (tos/lin)

Editor : Ali Mustofa
#kebakaran #petani #kemarau #blora #hutan