Baca Juga : Menang Kasasi, Kejari Blora Akhirnya Tangkap Pelaku Penimbunan Kayu Ilegal, Ini Sosoknya
Beberapa waktu setelah tiba, petugas kesehatan hewan dari Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora memeriksa kesehatan sapi yang dikirim dari Kabupaten Semarang itu.
Kabid Kesehatan Hewan DP4 Blora Tejo Yuwono mengatakan, pemeriksaan itu sebagai langkah awal pihaknya untuk memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih. Atau disebut sebagai tindakan Ante Mortem.
"Tadi sudah dicek oleh dokter Alhamdulillah sehat, mulai dari tampak luar, termasuk lubang lubang alami, mulut gigi sudah powel semua, artinya umurnya sudah 2,5 tahun lebih atau tiga tahun ke atas," ucap Tejo sesaat setelah pemeriksaan selesai dilakukan.
Tejo yang merupakan seorang dokter hewan tersebut menjelaskan, sapi yang baru sampai di lokasi itu wajib diberikan makan dan minum seperti biasa. Juga ditempatkan pada lokasi yang membuat sapi tetap merasa nyaman.
Namun, sekitar 8 jam sebelum disembelih, pihak takmir masjid tidak diperkenankan untuk memberi makan kepada hewan tersebut. Langkah itu disarankan untuk mempermudah pembersihan di organ-organ pencernaan pada sapi.
"Manajemen takmir saya titip pesan sebelum sapi dipotong minimal 8 sampai 12 jam dipuasakan, dalam arti cuman dikasih minum," terangnya.
Selain itu, treatment puasa pada sapi itu menurutnya juga bagian dari kesejahteraan hewan. Selain puasa, sapi yang datang harus diperlakukan secara nyaman agar tidak merasa ketakutan atau bahkan stres.
"Diharapkan dengan seperti itu daging yang dihasilkan akan maksimal, karena bagaimanapun kondisi pemeriksaan ante mortem, itu sudah bagus. Pas sudah dipotong perlakuannya juga pengaruh, jadi jangan sampai hewan itu stres, dijegal dengan kasar, dan sebagainya," kata dia.
Sapi tersebut direncanakan disembelih pada Kamis (29/6) seusai pelaksanaan ibadah Salat Idul Adha di Masjid Roudhotul Jannah, Dukuh Gumiring, Desa Sidomulyo. Bupati Blora Arief Rohman dijadwalkan akan hadir di lokasi tersebut. (cha/khim)
Editor : Abdul Rokhim