Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tekan Inflasi, Pemkab Blora Berikan Bantuan Sembako Kepada Ratusan Pedagang

Abdul Rokhim • Kamis, 15 September 2022 | 16:27 WIB
Illustrasi sembako. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
Illustrasi sembako. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
BLORA – Demi menekan inflasi akibat kenaikan harga BBM, salah satu solusi yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora ialah dengan memberi sembako kepada para pedagang. Totalnya sekitar 500 pedagang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Wisnu Bambang Wijanarko mengatakan, bantuan sembako kepada pedagang dikhususkan untuk pedagang kaki lima (PKL). ”Nanti akan diadakan bantuan sembako kepada pedagang. Khususnya pedagang PKL. Tingkatnya kabupaten," ungkapnya.

Pemberian sembako itu, dengan maksud ada peningkatan modal setelah berkurang akibat kenaikan harga beberapa jenis BBM. Bantuan itu dianggarkan dari dana hasil pengalokasian 2 persen dari dana transfer pusat sebagai solusi untuk menekan dampak kenaikan harga BBM. ”Kami droping bantuan itu, agar para pedagang menambahkan kekuatan ekonominya," jelasnya.

Untuk targetnya, dia menyebut akan memberikan bantuan bahan pokok itu kepada 500-an pedagang se-Kabupaten Blora. Rencananya akan dibagikan mulai Oktober mendatang. ”Kalau bulan ini sudah tidak cukup. Jadi, mulai bulan depan," jelasnya.

Sembako tersebut akan disalurkan dalam tiga bulan terakhir tahun ini. Mengenai besarannya, Wisnu masih belum bisa menyebutkan angka pastinya. Sebab, belum ada kepastian dan masih dalam pembahasan. ”Nanti menghadapi hari jadi atau setelah pelaksanaan dalam menghadapi nataru (Natal dan Tahun Baru). Karena biasanya kebutuhan pokok harga naik," imbuhnya.

Sementara itu, kemarin, dua orang keluarga penerima manfaat (KPM) menerima uang Rp 500 ribu di rumah. Uang tersebut merupakan gabungan dari bantuan langsung tunai untuk pengalihan subsidi BBM (BLT BBM) untuk September dan Oktober Rp 300 ribu serta untuk BPNT September Rp 200 ribu.

Hak bagi kedua orang itu, diantarkan secara langsung petugas tim dari Kantor Pos Kecamatan Jati, karena keduanya kesulitan untuk datang menuju tempat penyerahan bantuan. Jadi, petugas mengantarkan ke masing-masing rumah yang berada di Desa Doplang, Jati. ”Kriteria yang diutamakan untuk di antar sampai rumah adalah KPM yang sakit, lansia, dan difabel," ungkap Kepala Kantor Pos Blora Windha Saktiana.

Program tersebut memang sudah direncanakan Kantor Pos Blora. Apabila ada permintaan untuk mengantarkan langsung ke rumah KPM, pihaknya bersedia. Dengan catatan sesuai kriteria yang telah disebutkan sebelumnya.

Mengenai mekanismenya, bisa dilakukan pada saat proses pencairan uang sesuai dengan jadwal per masing-masing komunitas atau setelah penyerahan sesuai jadwal telah selesai dilaksanakan.

"Nanti tergantung masing-masing kecamatan. Bisa langsung ke lokasi saat jadwal penyerahan. Bisa juga setelah jadwal selesai semua baru diantarkan (ke rumah KPM sesuai kriteria, Red)," terangnya. (cha/lin) Editor : Abdul Rokhim
#bantuan tunai #blora #pemkab blora #bantuan sembako blora