Baru-baru ini, pusat oleh-oleh itu telah di-launching Bupati Blora Arief Rohman. Lokasinya di foodcourt selatan alun-alun.
Bupati Blora Arief mengatakan, ide membuka pusat oleh-oleh khas Blora muncul saat Ramadan kemarin dilaksanakan bazar UMKM. Untuk menyambut pemudik, digelarlah pusat oleh-oleh ini. Isinya, diantaranya ada sambel pecel, walang goreng, egg roll, bagelen, aneka keripik hingga batik serta seni kriya.
"Diharapkan ketika kembali ke tempat masing-masing, bisa membawa oleh-oleh dari Blora," katanya.
Bupati Arief meminta agar pelaku UMKM bisa terus mengisi dan menitipkan produk di pusat oleh-oleh. Kepada BUMD yang memiliki binaan UMKM juga diminta untuk mengisi pusat oleh-oleh. "Dengan adanya pusat oleh-oleh ini, diharapkan bisa ikut membantu hasil UMKM Blora, UKM Blora naik kelas," imbuhnya.
Arief menyampaikan, agar sektor pariwisata dan UMKM bisa menyiapkan diri sebaik mungkin dalam rangka menyambut pemudik yang datang ke Blora. Ia juga berpesan kepada warung-warung agar tidak membanderol harga yang tak wajar.
”Warung-warung ini jangan sampai harganya dinaikkan tidak wajar, tolong nanti diberikan imbauan khususnya kuliner-kuliner yang menjadi rujukan," paparnya.
Ketua Dekranasda Blora Ainia Shalichah mengatakan, pusat oleh-oleh khas Blora akan dibuka selama sebulan. Pusat oleh-oleh ini di-launching kemarin (1/5)."Kami mendekat di pusat kota dengan harapan bisa terjangkau dengan mudah," ujarnya. (vah/him) Editor : Abdul Rokhim