Kawit dilakukan dengan menyiapkan nasi, beberapa lauk bumbu seperti mie dan tempe goreng, serta dilengkapi dengan dua ingkung (ayam utuh) bakar. Kemudian dibacakan doa oleh tokoh agama sekitar, dewan syuro PKB Blora, serta salah satu perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) yakni dari PAC Jepon.
Ketua DPC PKB Kabupaten Blora Abdul Hakim mengaku, kegiatan itu dilakukan dalam rangka uri-uri budaya Jawa. "Sebagai orang Jawa, kami (DPC PKB Blora, Red) tidak meningalkan adat Jawa. Kami melakukannya sesuai syariat, adat orang NU, adat orang Jawa," jelasnya.
Dia juga mengatakan kawit dilakukan untuk berdoa kepada Allah, agar semuanya diberi keselamatan oleh Allah. "Semoga Allah memberi keselamatan, baik kepada yang membangun maupun yang menggunakan nantinya," imbuhnya.
Hakim juga menjelaskan PKB Blora hingga saat ini masih belum memiliki gedung pertemuan. Sedangkan kegiatan di partai sudah semakin padat. Selain itu, badan otonom di partai ini dianggap sudah banyak dan mereka juga aktif berkegiatan. Sehingga pembangunan pendapa dianggap perlu untuk segera dibangun.
Dia menambahkan, pendapa yang akan dibangun ini nantinya akan menjadi rumah rakyat. "Pendapa ini, selain untuk kegiatan partai, juga bisa digunakan untuk masyarakat berkegiatan. Mulai Ansor, Muslimat, Fatayat, bahkan masyarakat sekitar pun boleh memakainya, yang penting konfirmasi," jelasnya.
Dia berharap, dengan adanya aula pertemuan baru. Konsolidasi partai dapat terjalin secara efektif, efisien, lancar, serta meningkatkan semangat kepartaian. "Kalau mau nongkrong juga biar lebih nyaman," ujarnya sambil tersenyum. (cha/him) Editor : Abdul Rokhim