Akhir pekan lalu, wabup menyambangi pasar ini bersama suaminya, Yusuf Ismail. Ia mencari sarapan, berbelanja sembari memantau aktifitas jual beli produk UMKM. Beberapa olahan ia bawa pulang. Seperti ikan asap dan gethuk.
Pasar yang berada di Kelurahan Karangboyo, Cepu, ini, menyediakan beragam kuliner. Ada nasi pecel, garang asem, gado-gado, hingga mainan anak-anak pun ada. Selain kudapan tradisional, di sini pengunjung juga dimanjakan dengan tari barong.
Ardy Afandi, salah satu penggagas Pasar Krempyeng Rejo mengatakan, konsep tempat ini digarap bersama Karang Taruna Bhakti Muda Mandiri. Yang sudah berdiri pada 9 Januari lalu. Bukanya, tiap Minggu.
Ia mengaku adanya penambahan pedagang dari hari ke hari. Awal beroperasi, pasar ini diisi sekitar 30 pedagang. Sekarang sudah bertambah dua kali lipat. ”Sekarang setelah tiga bulan mencapai 60 pedagang lebih. Semua pedagang warga Desa Karangboyo," katanya.
Wisata kuliner ini, buka mulai sekitar pukul 05.30 sampai 10.00. Saat Ramadan mendatang, rencana akan dibuka menjelang buka puasa. Melihat ini, tentu saja wabup memberikan apresiasi. Bagi dia, pasar merupakan wujud kebangkitan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid-19. Dengan ditandai pertumbuhan UMKM di Desa Karangboyo dan sekitarnya.
”Yang penting tetap prokes dan jaga kebersihan lingkungan setelah berjualan. Kami bersama Pak Bupati siap mendukung adanya Pasar Krempyeng Rejo ini. Semoga ini menjadi contoh untuk kelurahan dan desa lain," katanya.
Ia berharap, melalui pasar semacam ini bisa memberikan semangat untuk mencintai produk lokal. ”Ayo kita borong bersama. Ayo kita beli produk lokal. Produk asli Kabupaten Blora," ajaknya. (vah/lin) Editor : Abdul Rokhim