Jam operasional di MPP dimulai dari pukul 08.00 hingga pukul 14.00. Di ruang utama pelayanan, terdapat 34 kursi tunggu berbentuk balok berwarna merah atau hijau. Kursi itu disusun menjadi dua blok dengan dua deret per masing-masing bloknya. Blok timur ada 18 kursi tunggu. Sisanya berada di blok barat.
Dari pantauan di lapangan, mayoritas pengunjung menghadap ke loket Dindukcapil yang berada di ujung timur deretan utara blok timur. Loket bernomor 15 itu memiliki empat meja pelayanan. Tiga meja untuk umum dan satu meja dikhususkan untuk disabilitas. Pada pukul 11.20, Sudah ada 32 orang yang sudah dilayani dinas tersebut.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada waktu tersebut sudah melayani delapan pengunjung. Selain kedua dinas itu, loket pelayanan sepi pengunjung.
Riko, salah satu pengunjung MPP mengaku mendapatkan nomor antrean Y44 pada pukul 10.30. Kode nomor antrian itu memiliki arti, loket yang dituju adalah huruf Y atau loket 15, loket pelayanan Dindukcapil. Angka 44 berarti dia mendapatkan antrean di nomor 44 di Dindukcapil itu.
Dia datang untuk mengurus legalisasi akta kelahiran di loket Dindukcapil.
”Akta saya masih versi lama. Jadi masih harus legalisir, kalau yang sudah ada barcode, nggak perlu legalisir lagi,” ujarnya.
Dia mengaku mengurus itu untuk melengkapi berkas untuk pendaftaran Polri. Menurutnya, pelayanan di MPP lebih cepat dan lebih nyaman. ”Namun lebih jauh bagi saya,” kata pria asal Kunduran ini.
Ika Ferdiana, petugas dari BPPKAD mengaku loket yang dia jaga jarang ada pengunjung. Rerata hanya satu hingga tiga pelayanan saja di tiap harinya.
”Mungkin masih kurang sosialisasi. Jadi masyarakat kebanyakan masih ke kantor kami (Kantor BPPKAD, Red) meskipun rumahnya dekat sini (MPP Blora, Red),” ujarnya saat ditanyai wartawan koran ini. (cha/zen) Editor : Abdul Rokhim