Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Temukan Sumber Air, Warga Blora Kini Tak Perlu Lagi Berjalan 7 Km

Ali Mustofa • Kamis, 7 Oktober 2021 | 02:51 WIB
BERHASIL: Tim alumni SMAN 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air saat mencari sumber air bersih di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Jati, Blora, kemarin. (CANDRA FOR RADAR KUDUS)
BERHASIL: Tim alumni SMAN 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air saat mencari sumber air bersih di Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Jati, Blora, kemarin. (CANDRA FOR RADAR KUDUS)
BLORA - Warga Dukuh Alasmalang, Desa Pengkoljagong, Jati, Blora, akhirnya bisa tersenyum bahagia. Sebab setelah dilakukan pengeboran sedalam 120 meter, ditemukan sumber air. Warga tak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal itu berkat misi pencarian sumber air yang diinisiasi alumni SMAN 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air. ”Alhamdulillah setelah dilakukan pengeboran ditemukan sumber air,” terang Febrian Chandra alumni SMAN 1 Blora.

Chandra menjelaskan pencarian sumber air ini sempat terhenti di kedalaman 80 meter. Sebab sudah diketemukan sumber air. Namun setelah diuji, kapasitas debit airnya kecil. Tidak sampai 30 menit air sudah habis.

Setelah berdiskusi, akhirnya diputuskan memperdalam pengeboran hingga di titik 120 meter. ”Dalam pencarian sumber air ini kami tidak asal mengebor. Namun sebelumnya telah dilakukan survei pemetaan secara geolistrik,” jelasnya.

Terpisah, alumni SMAN 1 Blora Ardian Putera mengatakan pemilihan lokasi di dukuh Alasmalang karena selama bertahun-tahun masalah kekeringan dialami warga. ”Kami alumni SMAN 1 Blora angkatan 2006 bersama tim sedekah air memberikan perhatian khusus agar beancana tahunan ini terselesaikan,” ungkapnya.

Kepala Desa Pengkoljagong Sugiyono mengatakan kekeringan dan kesulitan air bersih adalah bencana tahunan yang harus dihadapi warga dukuh Alasmalang. Sebab untuk mencari sumber air warga harus berjalan sejauh 7 Kilometer di dalam hutan.

“Itupun terkadang jika sudah sampai ke lokasi warga tidak kebagian air. Sebab sumber air di dalam hutan itu juga diperebutkan oleh warga di beberapa dukuh lainnya,”  terangnya.

Alternatif lain untuk mencari sumber air bersih warga harus membeli air yang diantarkan truk. ”Harganya Rp 300 ribu sekali antar. Itu yang diantar air dengan kapasitas debit 2000 liter. Biasanya kalau ditempat lain beli air kapasitasnya 5.000 liter. Karena jalan menuju lokasi jelek, maka untuk sampai ke lokasi hanya berani mengatar 2.000 liter. Takut ambles dan terguling,” tuturnya. (zen) Editor : Ali Mustofa
#pengeboran #blora #sumber air