Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rumah Pelaku Utama Arisan Online di Blora Kosong, Resto Dijarah

Ali Mustofa • Sabtu, 21 Agustus 2021 | 20:11 WIB
TUTUP: Resto milik pelaku arisan online di Kecamatan Cepu yang sempat dijarah korban arisan. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
TUTUP: Resto milik pelaku arisan online di Kecamatan Cepu yang sempat dijarah korban arisan. (SUBEKAN/RADAR KUDUS)
BLORA  Rumah N alias Lala, pelaku utama investasi bodong berupa arisan online asal Desa/Kecamatan Sambong kosong. Pintu gerbangnya terkunci. Kondisi itu sudah tiga hari terakhir. Rumah itu beberapa waktu lalu sempat digeruduk para korban. Namun mereka tak mendapatkan hasil apa-apa. Bahkan, resto pelaku juga dijarah.

Korban arisan bodong ada ratusan orang. Kerugian seluruh korban mencapai Rp 55 miliar. Besaran antarkorban bervariatif. Mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Kamis (19/8) lalu, mereka juga menggeruduk rumah Dila, salah satu member sekaligus pengepul arisan online di Desa Doplang, Jati, Blora. Dila sendiri ikut pada Lala sebagai agen atau atasannya yang berada di Kecamatan Sambong.

Lala juga memiliki rumah di RT 4/RW 9, Desa Lorong Nglajo, Cepu. Namun sekarang sudah sepi ditinggal kabur. Rumah itu, dibeli pelaku sekitar satu tahun lalu. Selanjutnya disewakan. Baru ditempati lagi sekitar dua bulan lalu.

Selain rumahnya kosong, kedai atau resto milik pelaku juga terkunci rapat. Informasinya, beberapa waktu lalu resto itu juga menjadi sasaran para korban arisan bodong itu. Barang-barang berharga yang ada di dalamnya dijarah korban. Di antaranya meja dan sofa. Masih tersisa beberapa barang elektronik, seperti AC.

”Kemarin banyak orang ke sini (resto milik korban, Red). Mereka (korban arisan bodong, Red) mengambil barang-barang yang ada di dalam resto,” ucap salah satu warga sekitar resto yang enggan disebutkan namanya.

Dia mengaku, resto itu memiliki 14 karyawan. Mereka dibagi dua sif. Siang ada tujuh karyawan dan malam tujuh orang. ”Restonya selalu ramai pembeli. Tapi, ini sudah tutup tiga hari,” ujarnya.

Dia menambahkan, resto itu dibuka sekitar lima bulan lalu. Lala sering meninjau. ”Terakhir (Lala) meninjau dengan mengendarai kendaraan baru,” jelasnya. Lala sendiri dikenal warga sebagai sosok pendiam. Alias tidak banyak cakap.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin siang, sejumlah personel polisi terlihat di resto milik pelaku arisan gbodon itu. Mereka mengambil gambar dan berjaga beberapa saat. Setelah itu pergi dan menuju rumah pribadi pelaku di RT 4/RW 9, Desa Lorong Nglajo, Cepu. Sama seperti sebelumnya. Polisi tersebut mengambil gambar rumah lantas pergi. Sempat ngobrol dengan warga sekitar sebentar.

Mbah Nan, tetangga pelaku mengaku, rumah yang ada di RT 4/RW 9, Desa Lorong Nglajo itu, sempat didatangi para korban arisan bodong. Bahkan sampai malam hari. Korbannya ada dari Blora sendiri, Grobogan, hingga Bojonegoro. Namun, pelaku sudah tidak ada di rumah.

”Saat (pelaku) menempati rumah itu (di RT 4/RW 9, Desa Lorong Nglajo, Red) tidak lapor RT,” imbuhnya. Editor : Ali Mustofa
#investasi bodong #blora #resto #arisan online