KOMITMEN Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul dengan menghadirkan Penanganan Stroke Terintegrasi (PaSTi).
Sebuah sistem pelayanan komprehensif yang mengintegrasikan seluruh proses penanganan pasien stroke.
Mulai dari sebelum tiba di rumah sakit, selama perawatan di rumah sakit, hingga sesudah pulang dari rumah sakit membuahkan hasil manis.
Dengan layanan, hari ini memperoleh penghargaan Radar Kudus Award sebagai Rumah Sakit Unggulan dengan Layanan Stroke Terintegrasi se-Muria Raya.
Stroke merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia.
Dalam penanganan stroke, setiap menit sangat berharga karena jutaan sel otak dapat mengalami kerusakan permanen apabila aliran darah tidak segera dipulihkan.
Oleh sebab itu, kecepatan, koordinasi dan ketepatan penanganan menjadi faktor utama dalam meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kecacatan pasien stroke.
Direktur Utama Rumah Sakit Mardi Rahayu dr. Pujianto, menyampaikan bahwa penanganan Stroke Terintegrasi (PaSTi) sejalan dengan transformasi layanan rujukan oleh Kementerian Kesehatan yang memfokuskan empat kelompok Penyakit tidak Menular (PTM) katastropik sebagai prioritas nasional.
Diantaranya penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU), PaSTi juga merupakan bagian upaya rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien stroke.
”Stroke adalah kondisi medis yang membutuhkan penanganan sesegera mungkin. Angka kejadian stroke di RS Mardi Rahayu terus meningkat dalam lima tahun terakhir,” jelasnya.
Ditambahkan, dengan pelayanan yang terintegrasi, RS Mardi Rahayu ingin memastikan setiap pasien mendapatkan akses terhadap diagnosis yang cepat, terapi yang tepat dan rehabilitasi yang berkesinambungan sehingga memiliki peluang pemulihan lebih baik.
”Setiap menit adalah harapan. Penanganan stroke terintegrasi bukan sekedar mempercepat pelayanan, tetapi menyelamatkan fungsi otak, mengurangi kecacatan dan mengembalikan kualitas hidup pasien,” kata dr. Pujianto.
Penanganan stroke terintegrasi menunjukkan komitmen budaya kerja yang mengutamakan kecepatan, ketepatan, kolaborasi, dan keselamatan pasien. (san/him)
Editor : Ali Mustofa