Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi, S.Sos.
Penguat Ketahanan Wilayah dan Sinergi Pembangunan Teritorial TNI di Daerah
JEPARA – Penguatan ketahanan wilayah tak hanya dilakukan melalui kegiatan pertahanan. Di Kabupaten Jepara, peran tersebut juga diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.
Kiprah tersebut mengantarkan Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara Letkol Arm. Ranna Hidfitriyadi, S.Sos., menerima Radar Kudus Award 2026 kategori Penguat Ketahanan Wilayah dan Sinergi Pembangunan Teritorial TNI di Daerah.
Penghargaan diterima Lettu Inf. Devi Norma J.T., S.T., Pasi Intel Kodim 0719/Jepara, mewakili Dandim. Piala dan piagam diserahkan Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi dalam malam penganugerahan Radar Kudus Award 2026 di Kudus, Jumat (7/8).
Gotong Royong Bangun Infrastruktur Desa
Di bawah kepemimpinan Ranna, Kodim 0719/Jepara menjalankan berbagai program pembangunan teritorial dengan melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.
Salah satunya melalui TMMD Sengkuyung Tahap III 2026 di Desa Kedungleper, Kecamatan Bangsri. Program yang berlangsung 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 tersebut mengerjakan pembangunan jalan usaha tani sepanjang 953 meter serta rehabilitasi tiga rumah tidak layak huni (RTLH).
Dari total pembangunan jalan tersebut, sepanjang 253 meter dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah, sedangkan 700 meter lainnya melalui APBD Kabupaten Jepara. Infrastruktur tersebut diharapkan memperlancar akses warga sekaligus mendukung aktivitas pertanian.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga dilaksanakan melalui TMMD Sengkuyung Tahap I di Desa Balong, Kecamatan Kembang, dan Tahap II di Desa Gelang, Kecamatan Keling.
Program TMMD tidak hanya menyasar pembangunan fisik. Berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat turut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian warga.
Persiapan Yonif TP 457 Satria Kalinyamat
Penguatan ketahanan wilayah juga dilakukan melalui pengawalan persiapan pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 457/Satria Kalinyamat.
Kodim 0719/Jepara terlibat dalam koordinasi lintas sektor, survei lokasi, hingga persiapan akses dan fasilitas pendukung. Lahan yang direncanakan untuk pembangunan markas berada di kawasan hutan Perhutani dengan luas sekitar 90,70 hektare di Desa Jerukwangi, Kecamatan Bangsri.
Marshalling Area (MA) di Bumi Perkemahan Pakisaji juga menjadi bagian dari rangkaian persiapan. Di lokasi tersebut, Kodim menggelar doa bersama pembentukan Yonif TP 457/Satria Kalinyamat pada 29 Juni 2026 bersama unsur Forkopimda dan masyarakat.
Sementara itu, sebanyak 375 prajurit Yon TP 457/Satria Kalinyamat menjalani pemusatan di Bumi Perkemahan Suwawal Timur sebagai bagian dari persiapan tugas, termasuk dukungan terhadap pembangunan markas.
Karya Bakti hingga Rehabilitasi Panti Asuhan
Kedekatan TNI dengan masyarakat juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan karya bakti.
Kodim 0719/Jepara melaksanakan rehabilitasi Panti Asuhan Al-Ikhlas di Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Karya bakti juga dilakukan di Sungai Gayam, Desa Sukosono, Kecamatan Kedung. Kegiatan melibatkan jajaran Kodim bersama masyarakat untuk membantu penanganan infrastruktur lingkungan sekaligus memperlancar aktivitas warga.
Kiprah serupa diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Garuda Kedung Rebo, Mlonggo. Infrastruktur tersebut dikerjakan melalui gotong royong TNI dan masyarakat untuk membuka akses sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa tugas teritorial Kodim tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan. Pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, kegiatan sosial, hingga dukungan terhadap pembentukan satuan teritorial menjadi bagian dari kerja bersama di lapangan.
Perkuat Kedekatan TNI dan Masyarakat
Selain pembangunan fisik, Kodim 0719/Jepara juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan olahraga.
Kegiatan Ksatria Run dan Ksatria Fun Bike menjadi ruang interaksi antara TNI dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, hubungan yang telah terbangun tidak hanya berlangsung dalam konteks pembangunan, tetapi juga melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ranna mengatakan penghargaan Radar Kudus Award 2026 menjadi apresiasi terhadap kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pembangunan teritorial di Jepara.
“Ketahanan wilayah tidak bisa dibangun sendiri. Dibutuhkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan sekaligus ketahanan wilayah dapat berjalan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap kegiatan teritorial diarahkan agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah.
“Kami ingin memastikan setiap kegiatan teritorial memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat terus kami bangun,” kata Ranna. (war)
Editor : Admin