Prof. Darsono Gerakkan UMK Jadi Mitra Strategis dalam Mendorong Kemajuan Daerah

Ali Mustofa • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:44 WIB
SAPA MAHASISWA: Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. (tengah) menerima karangan bunga dari mahasiswi saat meninjau stan mahasiswa pada peringatan HUT ke-46 UMK.
SAPA MAHASISWA: Rektor UMK Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. (tengah) menerima karangan bunga dari mahasiswi saat meninjau stan mahasiswa pada peringatan HUT ke-46 UMK.

PERGURUAN tinggi memiliki posisi strategis dalam perjalanan pembangunan sebuah daerah.

Tidak hanya sebagai tempat mencetak generasi terdidik, kampus juga menjadi ruang lahirnya ga gasan, inovasi, riset, dan solusi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Perspektif itulah yang men jadi salah satu semangat kepemimpinan Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si.

Kepemimpinan yang dibangun tidak berhenti pada penguatan internal perguruan tinggi, tetapi diarahkan agar UMK semakin hadir dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

Prof. Darsono meyakini, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Untuk itu, kampus perlu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan berbagai lembaga lainnya.

“Perguruan tinggi harus mampu membaca kebutuhan masyarakat dan daerah. Kampus harus menjadi sumber pengetahuan, inovasi, dan solusi yang bisa dirasakan manfaatnya,” ungkap Prof. Darsono.

Bagi UMK, keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bagian dari pengabdian.

Pendidikan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi, sekaligus memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial dan kebutuhan pembangunan.

Melalui penguatan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, UMK terus berupaya membangun ekosistem akademik yang memiliki relevansi dengan perkembangan daerah.

Hal tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Berbagai pengetahuan dan hasil kajian dari lingkungan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menjadi dokumen akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan program yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Prof. Darsono juga menempatkan kolaborasi sebagai kekuatan penting dalam membangun kemajuan daerah.

Menurutnya, kompleksitas persoalan pembangunan tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Kemajuan daerah adalah kerja bersama. Perguruan tinggi memiliki peran untuk memberikan perspektif akademik, inovasi, dan sumber daya manusia. Pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan, sementara masyarakat serta dunia usaha memiliki kekuatan di lapangan. Ketika semuanya bersinergi, dampaknya akan lebih besar,” jelasnya.

Kepemimpinan semacam ini, menempatkan rektor bukan hanya sebagai pengelola institusi, tetapi juga sebagai penghubung antara kekuatan akademik dengan kebutuhan pembangunan.

Kampus diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, tantangan pendidikan tinggi ke depan juga semakin besar. Perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, transformasi digital, dan kebutuhan kompetensi baru menuntut perguruan tinggi untuk terus berinovasi.

Prof. Darsono mendorong agar UMK terus membangun budaya akademik yang adaptif dan inovatif.

Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali pengetahuan teoritis, tetapi juga harus memiliki pengalaman, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

“Mahasiswa adalah aset masa depan daerah dan bangsa. Tugas kita adalah mempersiapkan mereka, agar mampu menjadi generasi yang kompeten, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.

Semangat tersebut, menjadikan pembangunan pendidikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Semakin berkualitas sumber daya manusia yang dihasilkan perguruan tinggi, semakin besar pula peluang daerah untuk berkembang dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Prof. Darsono, UMK terus memperkuat komitmen tersebut: menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sumber solusi, dan menjadikan kampus sebagai salah satu penggerak kemajuan daerah.

“Kepemimpinan yang berdampak bukan tentang seberapa besar kewenangan yang dimiliki, melainkan seberapa besar perubahan positif yang mampu diwujudkan,” imbuhnya. (san/lin)

Editor : Ali Mustofa
prof darsono pergurian tinggi rektor umk pembangunan daerah universitas muria kudus