KEPEMIMPINAN perguruan tinggi tidak lagi cukup diukur dari keberhasilan mengelola institusi pendidikan.
Lebih dari itu, seorang pemimpin perguruan tinggi dituntut mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, mendorong kemajuan daerah, serta menjadikan kampus sebagai bagian penting dari solusi atas berbagai tantangan Pembangunan.
Semangat tersebut, tercermin dalam kepemimpinan Rektor Universitas Muria Kudus (UMK) Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. Di bawah kepemimpinannya, UMK terus didorong untuk tidak hanya menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pembangunan daerah.
Atas desikasinya terhadap dunia pendidikan di perguruan tinggi, Prof. Darsono meraih penghargaan Radar Kudus Award sebagai Rektor Inspiratif Penggerak Kemajuan Daerah dan Pendidikan.
Kepemimpinan Prof. Darsono menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama untuk membangun sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
Perguruan tinggi diarahkan untuk semakin dekat dengan persoalan Masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat memberikan manfaat secara langsung.
“Perguruan tinggi harus hadir di tengah masyarakat. Ilmu pengetahuan yang dikembang kan di kampus harus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Prof. Darsono.
Pandangan tersebut, menjadi landasan dalam mendorong berbagai penguatan di lingkung an UMK.
Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga perluasan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dunia industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Prof. Darsono mengatakan, kemajuan perguruan tinggi dan kemajuan daerah merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.
Kampus memiliki sumber daya intelektual, inovasi, dan generasi muda yang dapat menjadi kekuatan strategis bagi pembangunan daerah.
Untuk itu, UMK terus diarahkan untuk mengambil peran aktif dalam ekosistem pembangunan.
Kolaborasi menjadi kata kunci, agar berbagai potensi yang dimiliki perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat.
“UMK harus menjadi bagian dari gerak kemajuan daerah. Kampus tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus membangun sinergi dengan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh elemen yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah,” ungkapnya.
Selama periode kepemimpinannya yang berorientasi pada dampak tersebut, juga tercermin dari upaya membangun budaya akademik yang semakin inovatif dan responsif terhadap perubahan.
Tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi, memperkuat daya saing, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai akademik dan kemanusiaan
Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja yang dinamis, perguruan tinggi dituntut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
“Ukuran keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya apa yang terjadi di dalam kampus, tetapi juga seberapa besar dampak yang dapat diberikan kepada masyarakat dan daerah,” tegasnya.
Prof. Darsono sekaligus menegaskan posisi UMK sebagai bagian dari kekuatan intelektual daerah.
Dengan terus memperkuat kualitas pendidikan, inovasi, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat, UMK diharapkan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kudus dan kawasan sekitarnya. (san/lin)
Editor : Ali Mustofa