GROBOGAN – Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Sugihmanik di Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 20 ribu tenaga kerja.
Kehadiran kawasan peruntukan industri tersebut diharapkan menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Grobogan.
Dengan capaian tersebut, PT ALIB dianugerahkan Radar Kudus Award 2026 sebagai Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Daerah melaui Transformasi Kawasan Industri.
Direktur Utama PT Azam Laksana Intan Buana (PT ALIB), Didik Prawoto, mengatakan pengembangan KPI Sugihmanik terus dilakukan untuk menciptakan kawasan industri yang mampu menarik minat investor.
Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung ketersediaan lahan serta akses yang memadai.
"Pengembangan kawasan industri tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga bagaimana menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat," ujarnya.
Saat ini, KPI Sugihmanik mencatat perkiraan realisasi investasi mencapai Rp 6,34 triliun.
Dari total kawasan yang ada, sekitar 40 hektare lahan telah dimanfaatkan untuk kegiatan investasi.
Sedikitnya ada empat perusahaan yang telah berinvestasi di kawasan tersebut, yakni PT Harmoni Cahaya Indonesia, PT Winga Garment Indonesia, PT Viridi Group Manufaktur, dan PT Saiteng Travel Goods.
Didik menjelaskan, PT ALIB sebagai pengembang kawasan terus menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain normalisasi sungai, pembangunan dan peningkatan akses jalan, serta penataan sistem drainase di kawasan industri.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas industri sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi calon investor.
Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan kawasan industri juga diyakini mampu memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sektor perdagangan, transportasi, logistik, jasa, hingga usaha mikro diperkirakan akan ikut berkembang seiring meningkatnya aktivitas industri di kawasan tersebut.
"Kami berharap pengembangan KPI Sugihmanik dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Grobogan secara berkelanjutan," pungkasnya.(int)
Editor : Admin