JUMI dan Rudi (keduanya nama samaran) sudah bersama selama lima tahun.
Mereka kali pertama bertemu di sebuah acara kampus. Sejak saat itu, mereka tak terpisahkan.
Rudi, pria tampan, cerdas, dan selalu tahu bagaimana membuat Jumi tertawa.
Sementara Jumi, dengan kecantikan dan sifat lembutnya, selalu membuat Rudi merasa bahagia. Mereka berdua ibaratnya pasangan yang sempurna.
Namun, di balik kebahagiaan yang terlihat, ada sebuah rahasia gelap yang dipendam Rudi.
Sejak beberapa bulan setelah mereka menikah, Rudi mulai terjerat dalam permainan togel.
Awalnya hanya iseng, tapi lama kelamaan Rudi merasa hal itu satu-satunya cara untuk mendapatkan uang cepat, sehingga memperbaiki keuangan keluarga yang semakin menekan.
Jumi yang sangat mempercayai Rudi, tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia selalu menganggap Rudi sebagai sosok yang bertanggung jawab dan penuh cinta.
Namun, saat Rudi mulai melupakan beberapa janji mereka dan menjadi lebih sering keluar malam tanpa memberi penjelasan, Jumi mulai merasakan ada yang salah.
Suatu malam, Jumi memutuskan untuk mengikuti Rudi setelah ia keluar dari rumah.
Ia menyusup ke dalam mobil Rudi dan mengikuti hingga sampai di sebuah tempat perjudian.
Jumi terkejut melihat Rudi sedang duduk di meja togel bersama beberapa orang lain. Hatinya terasa hancur. Ia tidak bisa percaya apa yang dilihatnya.
Pulang ke rumah, Jumi menunggu Rudi dengan perasaan campur aduk. Saat Rudi pulang, Jumi langsung menghadapkan dirinya pada kenyataan yang menyakitkan.
”Rudi, apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah memberitahuku tentang ini?" tanya Jumi dengan suara bergetar.
Rudi terdiam. Wajahnya berubah pucat. Ia tahu saat itu, Jumi sudah mengetahui segalanya. ”Aku... Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya," kata Rudi pelan.
”Aku memang suka bermain togel, Jumi. Itu salahku. Tapi, aku selalu berusaha untuk tidak membuatmu tahu. Aku tidak ingin kehilanganmu," ujarnya.
Jumi menatapnya tajam, air matanya mulai jatuh.
”Kau berbohong padaku, Rudi. Kau sudah terlalu jauh terjerumus dalam kebiasaan itu. Aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu lagi," ujar Jumi dengan suara penuh perasaan.
Rudi mendekat, berusaha memeluk Jumi, tapi Jumi menghindar.
”Jumi, aku janji akan berubah. Aku akan berhenti. Tolong, jangan tinggalkan aku," katanya dengan nada penuh penyesalan.
Namun bagi Jumi, itu sudah terlalu terlambat. Ia sudah merasa dikhianati.
Bukan hanya oleh kebiasaan Rudi yang buruk, tapi juga oleh ketidakjujuran yang menggerogoti hubungan mereka.
”Aku butuh seseorang yang bisa aku percaya, Rudi. Jika cinta kita dibangun di atas kebohongan dan kebiasaan burukmu, aku tidak bisa bertahan," tegas Jumi.
Dengan langkah berat, Jumi meninggalkan Rudi.
Rudi mencoba mengejar, tapi Jumi sudah tidak bisa lagi melihat masa depan bersama pria yang pernah ia cintai itu.
Cinta mereka kandas karena sebuah kebiasaan yang merusak semuanya. (tos/lin)
Editor : Ali Mustofa