SUDAH jatuh ketimpa tangga. Mungkin itu ungkapan yang pas disematkan untuk Karno. Hidupnya saat ini berantakan. Pontang panting ke sana kemari.
Kerja serabutan demi menghasilkan uang. Maklum, utangnya menggunung.
Namun di saat seperti itu, justru istri yang dicintainya pergi meninggalkannya.
Istrinya tak kuat harus ikut menanggung beban Karno. Sebagai perempuan, ia lelah ikut pontang-panting melunasi hutang suaminya.
Akhirnya ia pun memutuskan pergi dan menerima pinangan seorang duda kaya yang juga tetangganya.
Maklum, istrinya masih awet muda dan belum punya anak. Sehingga rawan jadi rayuan lelaki gombal.
Akibatnya, hidup Karno kian terlantar. Makan kadang-kadang. Lebih banyak waktunya ia habiskan melamun.
”Kejiwaannya sedikit terguncang,” ungkap salah satu tetangganya.
Namun, hutang-hutang yang menggunung itu tak lepas dari tingkah lakunya yang kebanyakan tingkah pula.
Saat masih punya harta melimpah, uangnya ia hambur-hampurkan untuk main judi slot yang tengah ngetren. Setiap ada uang, ia depositkan.
Namun sayang, deposit yang dipasangnya tak kunjung berbuah. Justru hutangnya kian menumpuk.
Pasalnya, saking penasarannya, ia rela pinjam uang ke sana kemari untuk pasang deposit.
Namun karena saking menggunungnya hutangnya, ia ditolak tiap kali hendak pinjam uang. Harta-hartanya pun banyak yang jadi jaminan.
Termasuk rumah petaknya. Akibatnya, setelah terancam jiwanya, iapun terancam tak punya tempat tinggal. (rom/him)
Editor : Ali Mustofa