NASIB Jono (nama samaran) harus berpisah dengan Maya (bukan nama sebenarnya).
Istrinya itu kepincut teman kantornya sendiri. Kisah ini bisa menjadi pelajaran.
Punya istri itu seharusnya dipantau. Jangan dibiarkan “keluyuran” sendiri.
Memang Jono sudah terlanjur percaya. Namun kepercayaannya itu di khianati Maya.
“Aku padahal sudah percaya. Tapi kok gini,” katanya.
Ternyata Jono dikhianati. Maya, kedapatan selingkuh dengan teman kerjanya.
“Sudah ramai itu. Saya tahu dari temen saya,” paparnya.
Memang Jono jarang pulang rumah. Dia kerja di luar kota. Sepekan hanya sesekali saja balik rumah.
“Paling seminggu sekali-dua kali pulang. Saya kerja di luar kota,” ucapnya.
Hal itu yang membuat Jono yakin akan alasan dia diselingkuhi. Tak ada alasan lain yang terlintas difikirannya.
“Ya karena itu. Mungkin,” jelasnya.
Karena kecewa, Jono tak banyak bicara. Tak mempertanyakan nasib rumah tangganya itu kepada Maya.
“Ngapain lagi. Sudah gitu. Harga diri,” katanya.
Rumah tangga yang dibangun 5-6 tahunan itu terancam tutup buku. Jono sudah membulatkan tekad untuk bercerai.
“Saya baru ngurus. Sudah keterlaluan ini,” tandasnya.
Teman-teman Jono juga berpendapat demikian. Bahwa wanita kalau sudah selingkuh itu obatnya sulit ditemukan.
“Teman-teman juga bilang gitu. Harga diri. Terus obatnya susah,” tegasnya. (adr/war)
Editor : Ali Mustofa