SETIAP hubungan dalam ranjang tentu tiap orang pilih nyaman dan enak. Bak jaran kepang, Warti (nama samaran) tak kuat main di ranjang karena kerap kena cambuk.
Perempuan berusia 29 tahun itu tak mau lagi meladeni kebutuhan biologis suaminya Tio (bukan nama sebenarnya). Dia menyerah lantaran kerap kena baku hantam dari suaminya itu.
"Tak kuat lagi jika saya karna tersiksa di ranjang. Badan saya merah-merah," paparnya.
Ternyata suaminya itu dalam pengaruh alkohol saat berpacu dalam ranjang. Sehingga birahinya tak terkontrol.
"Saya dicekik, dipukul, ditampar. Pernah juga bawa pecut," tukasnya.
Warti tak bisa menolak permintaan suaminya itu ketika mau ke ranjang. Selain paksaan, juga beresiko kena pukul.
"Saya takut kalau marah-marah ketika saya tolak. Nanti tetangga dengar malu," tuturnya.
Hampir tiap hari Tio ini minum minuman keras ketika mau “bercinta”. Mungkin biar bisa tahan lama dan bisa bringas saat main.
Hal itu yang dialami Warti ketika indehoi dengan Tio. Model bercinta suaminya itu terkesan bringas atau liar. "Saya kerap dicekik. Pernah juga diikat," katanya.
Kelakuan suaminya itu baru-baru ini terjadi. Sekitar 4-5 bulanan. Sebelumnya, mainnya juga tak seperti itu.
Warti tak menahu kenapa imajinasi suaminya semakin liar. Dia menduga gara-gara nonton film biru atau bisikan dari temannya.
"Sekitar empat bulanan ini menjadi liar. Ada masalah apa sebenarnya sama Tio? Saya tak tahu," imbuhnya.
Selama itu Warti menahan siksaan saat berhubungan dengan suaminya. Dia akhirnya pilih menyerah dan menyelamatkan diri dari imajinasi liar suaminya itu.
"Saya bilang jangan seperti itu. Jangan mabuk lagi. Malah saya digampar. Akhirnya saya dan dua anakku saya ajak pergi dari rumah," lanjutnya.
Warti sudah angkat tangan dengan kelakuan suaminya. Setelah kabur dari rumah, dia putuskan melayangkan surat gugatan cerai kepada Tio.
"Ini masih diproses. Suaminya saya tak mau pisah. Janjinya mau berubah. Tapi sepertinya hanya omong kosong," pungkasnya. (adr/zen)
Editor : Ali Mustofa