Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ditinggal Melaut Suami, Istri Tak Tahan Lagi

Ahmad Za'iimul Chanief • Jumat, 21 Juli 2023 | 17:52 WIB
Ditinggal Melaut Suami, Istri Tak Tahan Lagi
Ditinggal Melaut Suami, Istri Tak Tahan Lagi

SURTI (nama samaran) menjadi istri seorang pelaut. Suaminya, Parno (bukan nama sebenarnya), bekerja sebagai salah satu kru mesin di kapal pesiar.

Saat menikah, keduanya mengaku sudah siap dengan konsekuensi yang akan diterima. Baik sebagai pelaut ataupun istri pelaut.

Saat awal pernikahan, keduanya membuat perjanjian yang disepakati bersama. Salah satu poin utamanya, sang suami yang bekerja sebagai pelaut tak boleh ”jajan”. Sedangkan istrinya juga tak boleh selingkuh.

Perjanjian itu, tak menjadi masalah bagi Parno. Karena pengalaman tiga tahun menjadi pelaut, dia bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan tak pernah ”jajan”.

Namun bagi Surti, sebenarnya dia merasa keberatan. Sebab, dia mengalami kecanduan hubungan intim yang sulit dikendalikan. Namun, jatah uang bulanan dari suami yang cukup besar membuatnya menyepakati itu.

”Pada saat itu, saya berpikir bahwa gaji yang besar itu bisa menahan hawa nafsu saya," ungkap Surti.

Namun, apa yang dipikirkan Surti ternyata tak bisa bertahan lama. Parno yang pulang hanya tiga kali dalam setahun membuatnya tak tahan untuk tetap menjaga komitmen perjanjian bersama suaminya itu.

Terlebih, dia tinggal di rumah sendirian. Tetangga yang mengirimkan air galon ke rumahnya merupakan sosok yang lebih muda dan terlihat perkasa.

”Toni (nama ganti tukang galon tetangga Surti) sering ke rumah untuk mengantar dan mengganti air galon. Suatu waktu, Toni datang dengan telanjang dada. Tergoda lah saya dan mengajaknya ke kamar. Ternyata dia juga mau. Akhirnya ya terjadi deh," cerita Surti mengakui kesalahannya.

Karena merasa sungkan dengan sang suami, Surti mengakui hal itu kepada Parno. Suaminya pun langsung menceraikan Surti.

Parno yang sudah berkomitmen dengan perjanjian yang didaulat saat awal menikah itu, memilih untuk menenangkan diri terlebih dulu. Sedangkan Surti lebih memilih Toni yang bisa selalu ada, meski dengan penghasilan seadanya.

”Kebutuhan nafkah batin ternyata lebih utama bagi saya," selorohnya. (cha/lin)

Editor : Ali Mustofa
#selingkuh #hubungan intim #ambyar #nafkah batin