Seringkali, ia pergi ke luar kota. Tujuan perginya seringkali menyambangi makam dan majelis ilmu. Padahal kondisi ekonomi keluarga sedang gonjang-ganjing.
Ramos seringkali tidak memberikan nafkah bagi anak dan istrinya. Bisa dikatakan, Ramos telah menelantarkan istri dan anaknya. Istrinya pun sering ngomel dan memaki Ramos.
Pekerjaan yang serabutan malah di tinggal begitu saja. Ia lebih memilih khusyu beribadah.
Ramos juga dinasehati rekannya melihat perbuatannya itu. Ia sudah memiliki tanggung jawab kepada anak dan istrinya. Jangan menelantarkan keluarganya dengan dalih fokus ibadah. Itu merupakan perbuatan yang kurang tepat.
Celakanya, peringatan itu tak digubris Ramos. Beberapa waktu kemudian, istri Ramos menggugat cerai suaminya itu. Buah hati hasil dari pernikahan pun menjadi korban. Ini kebalikan ungkapan Jawa bapa polah, anak kepradah. (gal/him) Editor : Ali Mustofa