Perkaranya Parno hampir setiap hari mancing. Pulang kerja, mancing. Sampai di rumah menjelang tengah malam. Waktu hari libur pun Parno masih mancing. Bahkan bisa seharian Parno pergi mancing ke rawa. Begitu terus keseharian Parno.
Parno berkilah karena saat ini sedang musim banjir banyak ikan yang bisa dipancing. Hal itu sekaligus memuaskan hobinya mancing yang semakin menjadi - jadi akhir-akhir ini.
Saat diprotes istrinya, Parno tetap cuek-cuek saja. Dia semakin asyik mancing. Berpindah-pindah tempat bersama teman-temannya. Parno tak mempedulikan nasihat istrinya.
Karena sudah gerah, Parni (bukan nama sebenarnya) langsung minggat dari rumah bersama anaknya. Karena sudah dinasehati berkali-kali Parno tetap over dengan hobi mancingnya itu.
"Sebel, kebangetan dia. Kayak tidak punya keluarga aja. Mancing sampai seharian. Ini saya tinggal pergi saja dari rumah," kata Parni.
Parno yang menyadari istrinya benar-benar marah serius lantas mengejar istrinya ke rumah mertuanya. Dia langsung sadar karena selama ini sudah banyak menelantarkan keluarganya. Dan lebih memilih mancing setiap hari dari pada mencurahkan kasih sayang kepada istri dan anaknya.
"Janji nanti akan lebih dikontrol lagi, tidak mancing setiap hari seperti ini. Khilaf ini karena ikan lagi banyak di rawa-rawa jadi betah mancing," sesal Parno. (aua/zen) Editor : Ali Mustofa