Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Kuat Ragat Nuruti Gengsi

Ali Mustofa • Senin, 26 Desember 2022 | 22:00 WIB
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
MAHENDRA ADITYA/RADAR KUDUS
KEHIDUPAN rumah tangga memang pelik. Jika tak bijak dan tak kuat dalam menghadapi ujian, risikonya adalah bahtera rumah tangga hancur berkeping-keping sebelum sampai ke pulau bahagia. Itulah nasib apes yang dialami Yono (bukan nama sebenarnya).

Karena dirinya tak mampu menuruti gengsi istrinya, dia akhirnya disuruh minggat (keluar dari rumah) oleh istrinya sebut saja namanya Yuni. Sebenarnya Yono bukan sosok kepala keluarga yang miskin. Dia punya penghasilan tetap. Sebagai seorang pegawai kantoran.

Namun karena gaya hidup Yuni yang sosialita. Uang bulanan yang diberikan Yono selalu ludes dalam waktu kurang dari sepekan. Yuni sering nongkrong di kafe-kafe bersama teman arisannya. Beli skincare terbaru dan juga sibuk mengejar handphone (hp) keluaran terbaru.

"Itu semua karena gengsi, malu kalau tidak bisa mengimbangi teman-teman," begitu kata Yuni kepada Yono.

Yono sebenarnya sudah sabar dan berusaha keras menuruti setiap kemauan istrinya itu. Beli hp iPhone, tas, jalan-jalan, ikut arisan sana sini. Dan banyak lagi pengeluaran - pengeluaran lain yang sangat boros dan tidak penting-penting amat.

Pada akhirnya Yono menyerah. Dia mengajak istrinya untuk hidup sederhana. Sesuai kemampuan dan kondisi dompet. Tapi dasar sudah bebal. Yuni justru marah besar dan meminta Yono pergi dari rumahnya.

Yuni merasa sangat penting untuk mengimbangi kehidupan teman-temannya itu. Yuni mau kawin lagi dengan orang kaya supaya gengsinya terpenuhi. Dia sudah tak sudi dengan Yono yang tidak bisa lagi menuruti gengsinya.

"Ya lebih baik begini. Lama-lama bisa mati berdiri kalau nuruti gengsi," kata Yono. (aua/zen) Editor : Ali Mustofa
#nongkrong di kafe #ambyar #gaya hidup sosialita #nuruti gengsi