Hal itu membuat rumah tangga mereka menuju ambang kehancuran. Bahkan pasangan Sri dengan Joko, bukan nama sebenarnya, ingin pisah ranjang. Masalahnya perihal ekonomi.
Joko merupakan seorang buruh dengan status kontrak di sebuah perusahaan. Gajinya hanya sebatas UMR. Ia harus benar-benar bisa menata pengeluaran keuangannya.
Baik digunakan untuk nafkah, kebutuhan hidup, maupun untuk hal lain. Penghasilan itu dirasa sangat istri tidak cukup. Sri selalu menuntut Joko terhadap hal yang tidak-tidak.
Salah satu contohnya, ingin makan di restoran atau shoping ke mall. Hal itu dirasa Sri sangat perlu, karena untuk healing merupakan masalah yang ada.
Sesekali Joko menuruti permintaan istrinyai itu. Tapi itu malah menyengsarakan Joko. Finansialnya mengempis dan ia harus hutang ke sana ke mari.
Semenjak tidak dituruti lagi suaminya, Sri cari jalan lain. Ia bermain serong dengan pria lain.
Setelah bermain serong akhirnya semua permintaannya terkabulkan. Sri mendapatkan rumah dan mobil mewah. Namun kenikmatan itu hanya mampu bertahan dua bulan saja. Sri langsung ditinggal pergi oleh selingkuhannya.
Sri juga digugat cerai oleh suaminya. Alamakkk… Sudah jatuh tertimpa tangga. (gal) Editor : Ali Mustofa