Berkali-kali pemuda kampungnya datang ke rumahnya hendak PDKT (pendekatan) ke bunga desa itu. Bahkan, tak jarang mengajukan diri sebagai pendamping hidupnya. Namun, para pemuda itu, selalu pulang dengan tangan hampa. Semua tawaran mereka ditolak.
”Saya sudah punya pujaan hati, Mas. Saya sedang menunggunya," ungkap Bunga kepada tiap pemuda yang datang ke rumahnya.
Ya, Bunga sudah dijanjikan untuk dinikahi Budi (bukan nama sebenarnya). Kekasih hatinya yang sudah membersamainya sejak SMA. Saat ini, perempuan beruntung itu, tengah merantau di Ibu Kota. Kediamannya tetangga desa dengan Bunga.
Sudah hampir tiga tahun mereka tak berjumpa. Rupanya, tingkah laku Budi di perantauan tak layak ditiru. Ia sering sekali pergi ke diskotik dan membawa pulang perempuan. One night stand. Ia ajak ke kosannya dan bergumul ria di sana.
Kabar itu pun sampai di telinga Bunga. Ia rela berangkat ke Ibu Kota menemui pacarnya itu. Namun sayang, sesampainya di sana, ia tak ditemui sama sekali oleh kekasihnya itu. Budi kabur.
Bunga lantas terlunta-lunta di Ibu Kota. Hidupnya tak tentu arah. Ia mencoba kehidupan malam di sana. Kian tak tentu arah dirinya. Hidupnya ia habiskan di gemerlap malam Ibu Kota dan menanggalkan harkatnya sebagai perempuan desa yang lugu. (rom/lin) Editor : Ali Mustofa