Sudah lima tahun dia bekerja di Jepang. Jono mencium gelagat mencurigakan dari istrinya tak lama setelah ia pulang dari Jepang.
”Istri sering keluar dan bilang ke pasar. Itu terjadi kurang lebih tiga pekan sejak saya pulang,” kata Jono.
Dia menanyai istrinya soal kecurigaannya itu. Akhirnya Lastri mengaku. ”Punya hubungan dengan anggota Polri. Padahal itu masih kerabat jauh,” jelasnya.
Ternyata, Perselingkuhan sudah berjalan 1,5 tahun. Akhirnya, Jono mendatangi rumah orang tua oknum Polri yang masih satu desa dengannya.
”Jam empat pagi saya bertemu adik, ayah, dan ibu oknum itu. Saya tanya apakah tahu hubungan dengan istriku,” terangnya.
Dirinya bersama keluarga dugaan selingkuhan istrinya itu memeriksanya almari oknum itu. Alhasil, ditemukan flashdisk.
”Ternyata isinya ada video asusila. Malah jadi bukti bahwa oknum itu melakukan tindakan asusila, ia masih mengenakan pakaian dinas Polri,” katanya.
Awal mula terjadinya perselingkuhan, Oknum Polri itu pinjam uang Rp 1 juta pada istrinya. Tak berselang lama, uang itu dikembalikan. Tapi istri Jono digiring ke hotel di daerah Tayu.
”Bilangnya mau bayar di situ. Begitu di kamar hotel, pintu dikunci dari dalam, disimpan kuncinya. Sehingga istri tidak bisa keluar dari kamar, akhirnya di situ istri saya dipaksa berhubungan badan,” paparnya. (zen) Editor : Ali Mustofa