DUA bulan jelang pernikahan, kabar tak sedap menimpa Juminten (nama samaran). Subekin (bukan nama sebenarnya) memutus hubungannya dengan Juminten, karena tertarik perempuan lain.
Kisah percintaan yang sudah dibangun delapan tahun sejak kuliah itu gulung tikar. Ia harus merasakan pil pahit perpisahan, setelah menjalani hubungan asmara cukup lama. Lamanya menjalin hubungan asmara tak menjamin.
”Padahal dua bulan lagi nikah. Tapi diputusin begitu saja. Alasannya, suka dengan perempuan lain,” jelas Juminten.
Setelah beberapa tahun berpacaran, mereka bertunangan. ”Komitmen sudah dibangun,” kata Juminten. ”Padahal Subekin sudah komitmen mau nikahin aku. Sudah bilang ke ayah dan ibu juga. Tapi kok malah gitu,” sambungnya.
Sebelum rencana pernikahannya bubar, biaya ratusan juta pun telah dikeluarkan. Itu demi persiapan pernikahan mereka. ”Sudah habis Rp 100 juta lebih buat sewa hotel. Katering makanan, kue, hingga gaun pernikahan. Tapi malah diputusin sepihak. Ngakunya suka perempuan lain. Aneh kan,” kata Juminten.
Perempuan berusia 28 tahunan ini, merasa sakit dan kecewa. Karena impian bahagia mengikat janji suci harus ia relakan pergi.
”Aku memutuskan untuk membatalkan pernikahan setelah dicampakkan. Merasa patah hati, bingung, dan kecewa dengan tujuan hidup,” katanya.
Gagalnya pernikahan ini, membuatnya tak bisa melupakan kekesalannya. Kata dia, kalau bisa ini momen sekali dalam seumur hidup. ”Kok ya batal. Nggak tahu alasan pastinya. Sampai sekarang pun saya masih bingung mikirnya,” ujarnya kesal.
Sampai sekarang penyesalan itu menghantuinya. Gigi berbehel Subekin di sela senyumannya itu pun tak pernah pergi dari ingatannya.
”Kesal dan cinta masih campur aduk. Aku terkurung di sana (kenangan, Red). Bahkan hingga sekarang masih terngiang-ngiang,” imbuhnya. (lin)