alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Kakean Utang, Bojo Ngajak Bubaran

RUDI mumet, sang istri pergi dari rumah selama seminggu terakhir. Memilih balik ke orang tua. Nekat minta cerai. Itu bukan tanpa sebab. Yuli tak tahan dengan kelakuan suami.

Suaminya memang kalem, tak pernah bermain kasar. Tetapi kelakuannya membuat kepala Yuli pening. Sebab kerap pulang malam. Berlama-lamaan di warung. Tak sekedar jajan, tapi kedanan dengan judi, togel.

Alih-alih pulang bawa uang, Rudi justru kerap pulang dengan cerita kekalahan. Sempat menang sekali dua kali. Namun dominan kalah.


Tapi itu tak membuatnya jera. Saat kalah, lelaki berbadan kekar itu tak segan-segan kembali mencoba peruntungan. Utang sana-sini.

Alhasil, utangan menumpuk. Beberapa perabotan rumah seperti bangku dan almari terpaksa dijual. Untuk menutup utang yang kadung menggunung.

Hampir tiap hari ada saja yang menagih ke rumah. Yuli pusing, dia yang tak tahu apa-apa kerap kena marah oleh para penagih. Bahkan tak jarang dicaci maki.

Baca Juga :  Gila Gegara Cinta

Sementara Rudi kerapkali menghindar kala penagih datang. Dia loncat dari warung satu ke warung lain untuk menghindari penagih. Sembari mengajak teman berjudi. Atau kadang memilih memasang nomor, alias capjikia.

Melihat tingkah suami yang dirasa tak ada obat itu Yuli pun gemas. Sempat dia marah-marah ke Rudi. Memberikan toleransi waktu bagi suami untuk berubah. Bahkan Yuli sampai rela menjual emas kawin dari Rudi untuk membantu membayar hutang. Meski jumlahnya terbatas.

Sayang saran sang istri itu tak digubris. Mirisnya Rudi malah marah. Sempat berkata kasar ke istrinya itu.

Yuli pun pantang arah. Dia pasrah. Kesabarannya hilang. Merasa suaminya tak bisa berubah. Akhirnya dia memilih kembali ke orang tua. Sembari meninggalkan pesan kepada suaminya itu untuk dicerai. (zen)






Reporter: Eko Santoso

RUDI mumet, sang istri pergi dari rumah selama seminggu terakhir. Memilih balik ke orang tua. Nekat minta cerai. Itu bukan tanpa sebab. Yuli tak tahan dengan kelakuan suami.

Suaminya memang kalem, tak pernah bermain kasar. Tetapi kelakuannya membuat kepala Yuli pening. Sebab kerap pulang malam. Berlama-lamaan di warung. Tak sekedar jajan, tapi kedanan dengan judi, togel.

Alih-alih pulang bawa uang, Rudi justru kerap pulang dengan cerita kekalahan. Sempat menang sekali dua kali. Namun dominan kalah.

Tapi itu tak membuatnya jera. Saat kalah, lelaki berbadan kekar itu tak segan-segan kembali mencoba peruntungan. Utang sana-sini.

Alhasil, utangan menumpuk. Beberapa perabotan rumah seperti bangku dan almari terpaksa dijual. Untuk menutup utang yang kadung menggunung.

Hampir tiap hari ada saja yang menagih ke rumah. Yuli pusing, dia yang tak tahu apa-apa kerap kena marah oleh para penagih. Bahkan tak jarang dicaci maki.

Baca Juga :  Akibat Pilah-Pilih Calon Suami

Sementara Rudi kerapkali menghindar kala penagih datang. Dia loncat dari warung satu ke warung lain untuk menghindari penagih. Sembari mengajak teman berjudi. Atau kadang memilih memasang nomor, alias capjikia.

Melihat tingkah suami yang dirasa tak ada obat itu Yuli pun gemas. Sempat dia marah-marah ke Rudi. Memberikan toleransi waktu bagi suami untuk berubah. Bahkan Yuli sampai rela menjual emas kawin dari Rudi untuk membantu membayar hutang. Meski jumlahnya terbatas.

Sayang saran sang istri itu tak digubris. Mirisnya Rudi malah marah. Sempat berkata kasar ke istrinya itu.

Yuli pun pantang arah. Dia pasrah. Kesabarannya hilang. Merasa suaminya tak bisa berubah. Akhirnya dia memilih kembali ke orang tua. Sembari meninggalkan pesan kepada suaminya itu untuk dicerai. (zen)






Reporter: Eko Santoso

Most Read

Artikel Terbaru

/