alexametrics
25.3 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Dikira Perkasa, Ternyata Suka Sesama

LASTRI (nama samaran) sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan suaminya, Karjo (bukan nama sebenarnya). Setelah setahun menikah, dirinya menelan rasa malu. Bagaiamana tidak? Suaminya ternyata ”mbelok”. Suka dengan sejenis. Jeruk makan jeruk. Akhirnya dia memutuskan mengajukan gugatan cerai.

Lastri tak begitu menahu soal latar belakang Karjo. Sebab, dia kenal saat kuliah. Rumahnya pun tak satu kota. ”Ya tidak tahu. Kakak tingkat saat kuliah. Pacaran cuman empat bulan. Lalu menikah,” kata Lastri.

Walaupun wajah Karjo ini glowing, Lastri pun menganggapnya biasa saja. Sudah umum di kalangan mahasiswa. ”Soalnya tren kan. Kebanyakan laki-laki juga banyak yang perawatan,” ujarnya.


Memang Karjo ini dikenal sebagai laki-laki sosialita. Eksis di media sosial (medsos). Gayanya pun kekinian. Bawa handbag dan memakai kalung emas.

”Sempat dibilangin temen, modelnya Karjo itu aneh. Tak seperti laki-laki pada umumnya. Tapi, menurutku ya cowok gaul zaman sekarang kebanyakan seperti itu,” ujarnya.

Akhirnya, kecurigaan temannya itu terjawab, setelah mereka menikah hampir setahun. Lastri mendapat informasi kalau suaminya kencan dengan laki-laki di salah satu mal.

”Awalnya tidak percaya. Saya kira ya ngobrol soal bisnis. Biasa kan omongan orang kadang sok ngawur,” tegasnya.

Omongan teman terus-menerus menjadikan rasa penasaran Lastri memuncak. Dia bersama temannya itu membuntuti Karjo saat bertemu orang yang disangkanya Lastri klien.

”Penasaran lah. Hampir tiap hari dapat informasi seperti itu (Karjo ketemu klien, Red). Akhirnya saat Karjo izin ke cafe, aku coba buntutin,” katanya.

Baca Juga :  Suami Kegatelan, Istri Pilih Kabur

Prasangkanya ternyata benar. Mobil suaminya berhenti di salah satu karaokean di kotanya. Itu pun berdua bersama teman laki-lakinya.

”Saya tanya ke kasir: Cowok yang tadi masuk di room ada berapa? Aku udah janjian, tapi handphone (HP)-ku mati,” tanyanya kepada kasir karaokean itu.

Selang 10 menitan, akhirnya dia menengok ke kaca pintu ruang karaoke suaminya. Bikin kaget. Suaminya goyang-goyang sambil minum alkohol. ”Mau saya dobrak, tapi dilarang temanku. Tapi aku udah emosi. Pintu aku dobrak, ternyata mereka di dalam malah berpelukan dan pangku-pangkuan,” ungkapnya.

Ujaran kebencian pun terlontar di mulut Lastri. Ngomel sana ngomel sini. Tak henti-henti mengumpat kepada suaminya itu. ”Saya marah-marahi mereka. Saya pukul. Tampar. Lempar sepatu. Kemudian saya suruh pulang,” ucapnya.

Sampai di rumah pun Karjo masih diumpat istrinya. Minta pisah rumah, pisah ranjang. Hingga akhirnya gugatan perceraian tak terelakkan. ”Mau gimana lagi. Punya suami nggak waras dan bikin malu,” keluhnya.

Akhirnya, Lastri memutuskan untuk bercerai. Berbagai putusan pengadilan pun sudah terlewati. ”Saya ini hamil tiga bulan. Suami tak berpikir bagaimana rasanya. Malah seperti itu. Mau gimana lagi. Malunya sampai ke keluarga besar saya,” keluhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

LASTRI (nama samaran) sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan suaminya, Karjo (bukan nama sebenarnya). Setelah setahun menikah, dirinya menelan rasa malu. Bagaiamana tidak? Suaminya ternyata ”mbelok”. Suka dengan sejenis. Jeruk makan jeruk. Akhirnya dia memutuskan mengajukan gugatan cerai.

Lastri tak begitu menahu soal latar belakang Karjo. Sebab, dia kenal saat kuliah. Rumahnya pun tak satu kota. ”Ya tidak tahu. Kakak tingkat saat kuliah. Pacaran cuman empat bulan. Lalu menikah,” kata Lastri.

Walaupun wajah Karjo ini glowing, Lastri pun menganggapnya biasa saja. Sudah umum di kalangan mahasiswa. ”Soalnya tren kan. Kebanyakan laki-laki juga banyak yang perawatan,” ujarnya.

Memang Karjo ini dikenal sebagai laki-laki sosialita. Eksis di media sosial (medsos). Gayanya pun kekinian. Bawa handbag dan memakai kalung emas.

”Sempat dibilangin temen, modelnya Karjo itu aneh. Tak seperti laki-laki pada umumnya. Tapi, menurutku ya cowok gaul zaman sekarang kebanyakan seperti itu,” ujarnya.

Akhirnya, kecurigaan temannya itu terjawab, setelah mereka menikah hampir setahun. Lastri mendapat informasi kalau suaminya kencan dengan laki-laki di salah satu mal.

”Awalnya tidak percaya. Saya kira ya ngobrol soal bisnis. Biasa kan omongan orang kadang sok ngawur,” tegasnya.

Omongan teman terus-menerus menjadikan rasa penasaran Lastri memuncak. Dia bersama temannya itu membuntuti Karjo saat bertemu orang yang disangkanya Lastri klien.

”Penasaran lah. Hampir tiap hari dapat informasi seperti itu (Karjo ketemu klien, Red). Akhirnya saat Karjo izin ke cafe, aku coba buntutin,” katanya.

Baca Juga :  Batal Tunangan Gegara Kalah Saingan

Prasangkanya ternyata benar. Mobil suaminya berhenti di salah satu karaokean di kotanya. Itu pun berdua bersama teman laki-lakinya.

”Saya tanya ke kasir: Cowok yang tadi masuk di room ada berapa? Aku udah janjian, tapi handphone (HP)-ku mati,” tanyanya kepada kasir karaokean itu.

Selang 10 menitan, akhirnya dia menengok ke kaca pintu ruang karaoke suaminya. Bikin kaget. Suaminya goyang-goyang sambil minum alkohol. ”Mau saya dobrak, tapi dilarang temanku. Tapi aku udah emosi. Pintu aku dobrak, ternyata mereka di dalam malah berpelukan dan pangku-pangkuan,” ungkapnya.

Ujaran kebencian pun terlontar di mulut Lastri. Ngomel sana ngomel sini. Tak henti-henti mengumpat kepada suaminya itu. ”Saya marah-marahi mereka. Saya pukul. Tampar. Lempar sepatu. Kemudian saya suruh pulang,” ucapnya.

Sampai di rumah pun Karjo masih diumpat istrinya. Minta pisah rumah, pisah ranjang. Hingga akhirnya gugatan perceraian tak terelakkan. ”Mau gimana lagi. Punya suami nggak waras dan bikin malu,” keluhnya.

Akhirnya, Lastri memutuskan untuk bercerai. Berbagai putusan pengadilan pun sudah terlewati. ”Saya ini hamil tiga bulan. Suami tak berpikir bagaimana rasanya. Malah seperti itu. Mau gimana lagi. Malunya sampai ke keluarga besar saya,” keluhnya. (lin)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/