alexametrics
25 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Bubrah karena LDR

HUBUNGAN jarak jauh atau long distance relationship (LDR) memang banyak cobaan dan godaan. Seperti tergoda bisa gandeng cewek sana-sini. Gaban (bukan nama sebenarnya) terpaksa dituntut cerai istrinya Astuti (nama samaran), karena main cewek lain.

Sudah lima tahun hubungan rumah tangga Gaban dan Astuti berjalan. Mereka menjalani hubungan percintaan seperti di sinetron. Tetap bertahan meski LDR-an.

Sebulan sekali Galih pulang menengok istrinya yang berada di kampung halamanan. Sesekali, Astuti diajak main ke kota tempat kerjanya.


”Kerja saya jauh dari istri. Bisa 12 jam perjalanan. Karena itu, tiap sebulan sekali pulang menengok istri dan anak. Kadang juga saya ajak main ke kota. Itung-itung refreshing,” kata Gaban.

Istrinya pun awalnya tak mempermasalahkan Galih bekerja di luar daerah. Karena memang cari kerja di desa susah. ”Demi menafkahi keluarga kan. Gajinya juga besar kalau di kota. Tiap pekan sekali kirim uang Rp 2 juta ke saya,” papar Astuti.

Akan tetapi, lama-lama Astuti merasa waswas dengan suaminya. Soalnya, hubungannya dengan Gaban LDR. ”Berjalan tiga tahun, Gaban sudah susah dihubungi. Pulang ke rumah dua bulan sekali. Jadi curiga saya,” katanya.

Berjalan hampir lima tahun rumah tangganya, akhirnya Astuti dikejutkan kabar suaminya dari temannya. Katanya, Gaban ternyata di sana juga punya keluarga. Anaknya malah baru lahir. ”Saya cari temannya Gaban di medsos (media sosial). Terus saya chat. Kata temannya, di sana dia bersama keluarganya. Anak pertamanya baru lahir. Malah tahunya, keluarganya di sana,” kata teman Gaban saat dihubungi Astuti.

Baca Juga :  Merasa Gak Betah, Memilih Pisah

Astuti sontak lemas dan menangis. Tak tahunya Gaban ternyata punya istri dan anak di sana. ”Saya syok menerima pesan itu. Besoknya, saya nekat pergi menyusul Gaban sendirian. Saya naik bus hampir 13 jam perjalanan,” ujarnya.

Setelah sampai, dia menemui temannya Gaban yang sebelumnya sudah janjian. Lalu, dia diantar ke rumah suaminya. ”Sampai di sana saya teriak-teriak. Saya pukulin Gaban sambil menangis. ” ujarnya.

Emosinya pun tak terbendung. Astuti langsung meminta cerai. Tanpa bicara baik-baik. ”Setelah mukul Gaban, saya langsung minta cerai. Itu di depan istri barunya,” tegasnya.

Setelah itu, Astuti langsung pulang dan mengurus percerainnya. Sebab, dia merasa malu dengan diri sendiri. Apalagi keluarganya. Bingung mau bilang apa. ”Saya naik bus pulang ke rumah sambil menangis. Dilihat penumpang lain ya malu. Tapi, air mata tak bisa saya tahan. Bingung juga bilang ke keluarga di rumah,” imbuhnya. (adr/lin)

HUBUNGAN jarak jauh atau long distance relationship (LDR) memang banyak cobaan dan godaan. Seperti tergoda bisa gandeng cewek sana-sini. Gaban (bukan nama sebenarnya) terpaksa dituntut cerai istrinya Astuti (nama samaran), karena main cewek lain.

Sudah lima tahun hubungan rumah tangga Gaban dan Astuti berjalan. Mereka menjalani hubungan percintaan seperti di sinetron. Tetap bertahan meski LDR-an.

Sebulan sekali Galih pulang menengok istrinya yang berada di kampung halamanan. Sesekali, Astuti diajak main ke kota tempat kerjanya.

”Kerja saya jauh dari istri. Bisa 12 jam perjalanan. Karena itu, tiap sebulan sekali pulang menengok istri dan anak. Kadang juga saya ajak main ke kota. Itung-itung refreshing,” kata Gaban.

Istrinya pun awalnya tak mempermasalahkan Galih bekerja di luar daerah. Karena memang cari kerja di desa susah. ”Demi menafkahi keluarga kan. Gajinya juga besar kalau di kota. Tiap pekan sekali kirim uang Rp 2 juta ke saya,” papar Astuti.

Akan tetapi, lama-lama Astuti merasa waswas dengan suaminya. Soalnya, hubungannya dengan Gaban LDR. ”Berjalan tiga tahun, Gaban sudah susah dihubungi. Pulang ke rumah dua bulan sekali. Jadi curiga saya,” katanya.

Berjalan hampir lima tahun rumah tangganya, akhirnya Astuti dikejutkan kabar suaminya dari temannya. Katanya, Gaban ternyata di sana juga punya keluarga. Anaknya malah baru lahir. ”Saya cari temannya Gaban di medsos (media sosial). Terus saya chat. Kata temannya, di sana dia bersama keluarganya. Anak pertamanya baru lahir. Malah tahunya, keluarganya di sana,” kata teman Gaban saat dihubungi Astuti.

Baca Juga :  Tinggal Selangkah, malah Tak Bisa Move On

Astuti sontak lemas dan menangis. Tak tahunya Gaban ternyata punya istri dan anak di sana. ”Saya syok menerima pesan itu. Besoknya, saya nekat pergi menyusul Gaban sendirian. Saya naik bus hampir 13 jam perjalanan,” ujarnya.

Setelah sampai, dia menemui temannya Gaban yang sebelumnya sudah janjian. Lalu, dia diantar ke rumah suaminya. ”Sampai di sana saya teriak-teriak. Saya pukulin Gaban sambil menangis. ” ujarnya.

Emosinya pun tak terbendung. Astuti langsung meminta cerai. Tanpa bicara baik-baik. ”Setelah mukul Gaban, saya langsung minta cerai. Itu di depan istri barunya,” tegasnya.

Setelah itu, Astuti langsung pulang dan mengurus percerainnya. Sebab, dia merasa malu dengan diri sendiri. Apalagi keluarganya. Bingung mau bilang apa. ”Saya naik bus pulang ke rumah sambil menangis. Dilihat penumpang lain ya malu. Tapi, air mata tak bisa saya tahan. Bingung juga bilang ke keluarga di rumah,” imbuhnya. (adr/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/