alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Merasa Gak Betah, Memilih Pisah

KASPO (bukan nama sebenarnya) kini harus menyendiri lagi. Setelah gagal membina rumah tangga dua kali. Mantan istrinya tak betah karena sikap yang terlalu posesif.

Ceritanya, Kaspo sudah bercerai dengan istri pertamanya. Ia pun berniat mencari pendamping lagi. Untuk menyudahi masa dudanya. Hingga ia pun bertemu dengan sosok Jumi (bukan nama sebenarnya). Seorang janda dengan anak satu.

Saat itu Jumi sedang sendiri. Sebab, anaknya yang sudah beranjak dewasa itu pergi merantau ke luar kota.


Singkat cerita, Kaspo pun mulai menjalin hubungan dengan si Jumi. Sebelum menikah, ketika masa penjajakan, hubungan keduanya masih biasa saja. Layaknya orang saling mengenal. Jumi juga mengenalkan sosok Kaspo kepada keluarga besarnya. Mayoritas menerima. Termasuk anaknya yang berada di perantauan sana. Oke-oke saja. Manut.

Baca Juga :  Istri Diembat Sahabat Sendiri

Sampailah mereka menikah yang digelar dengan sederhana. Awal-awal pernikahan, masih nampak normal. Kaspo masih bersosialisasi dengan tetangga. Sampai berapa bulan kemudian, sifatnya berubah.

Kaspo menjadi posesif dengan istrinya. Jumi merasa dikekang. Kemana-mana tak boleh. Jangankan kumpul dengan tetangga, ke rumah saudara pun kesulitan. Hingga, Jumi pun merasa tak betah. “Capek gini terus,” ujarnya.

Dan, mereka pun berpisah. Desas desus yang beredar, Kaspo juga berperilaku demikian dengan istri pertamanya.

Setelah bercerai dengan Kaspo, Jumi pun memilih hidup sendiri. Bersama anaknya yang sudah pulang dan menikah. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

KASPO (bukan nama sebenarnya) kini harus menyendiri lagi. Setelah gagal membina rumah tangga dua kali. Mantan istrinya tak betah karena sikap yang terlalu posesif.

Ceritanya, Kaspo sudah bercerai dengan istri pertamanya. Ia pun berniat mencari pendamping lagi. Untuk menyudahi masa dudanya. Hingga ia pun bertemu dengan sosok Jumi (bukan nama sebenarnya). Seorang janda dengan anak satu.

Saat itu Jumi sedang sendiri. Sebab, anaknya yang sudah beranjak dewasa itu pergi merantau ke luar kota.

Singkat cerita, Kaspo pun mulai menjalin hubungan dengan si Jumi. Sebelum menikah, ketika masa penjajakan, hubungan keduanya masih biasa saja. Layaknya orang saling mengenal. Jumi juga mengenalkan sosok Kaspo kepada keluarga besarnya. Mayoritas menerima. Termasuk anaknya yang berada di perantauan sana. Oke-oke saja. Manut.

Baca Juga :  Cewek Jepang Lebih Menawan

Sampailah mereka menikah yang digelar dengan sederhana. Awal-awal pernikahan, masih nampak normal. Kaspo masih bersosialisasi dengan tetangga. Sampai berapa bulan kemudian, sifatnya berubah.

Kaspo menjadi posesif dengan istrinya. Jumi merasa dikekang. Kemana-mana tak boleh. Jangankan kumpul dengan tetangga, ke rumah saudara pun kesulitan. Hingga, Jumi pun merasa tak betah. “Capek gini terus,” ujarnya.

Dan, mereka pun berpisah. Desas desus yang beredar, Kaspo juga berperilaku demikian dengan istri pertamanya.

Setelah bercerai dengan Kaspo, Jumi pun memilih hidup sendiri. Bersama anaknya yang sudah pulang dan menikah. (zen)






Reporter: Vachry Rizaldi Luthfipambudi

Most Read

Artikel Terbaru

/