alexametrics
26.3 C
Kudus
Saturday, May 14, 2022

Gila Gegara Cinta

TERLALU mencintai sesuatu hingga berlebihan itu tak baik. Bagi hati maupun pikiran. Karena bisa membuat luka yang sulit diobati.

Salah satu contohnya terjadi pada Parjan (nama samaran). Pemuda yang rencananya menikah akhir tahun lalu itu, saat ini hidupnya penuh tekanan. Ia depresi. Gara-gara pernikahannya gagal.

Penyebabnya, kekasih hatinya kabur sehari sebelum pernikahan dilangsungkan. Padahal, saat itu undangan telah disebar, katering telah dipesan, begitu pula dekorasi pelaminan telah dipasang.


Usut punya usut, kekasih Parjan saat itu telah berbadan dua. Hasil hubungannya dengan pria idaman lain. Parjan yang tahu itu sulit ikhlas. Ia memikirkan kejadian yang menimpanya itu setiap saat. Hingga menjadi trauma berkepanjangan bagi dirinya. Depresi hebat pun mulai menghampiri dirinya.

Baca Juga :  Suami Kasar, Istri Minta Cerai

Saat ini, ia banyak menangis dan melamun. ”Ini sudah sering kami obatkan ke orang pintar. Semoga dia bisa sembuh,” ungkap Wati (nama ganti) ibunda Parjan.

Ia pun turut sedih anaknya depresi hebat gegara cinta. Ia pun berpesan agar setiap orang mencintai sesuatu dengan sewajarnya saja. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

TERLALU mencintai sesuatu hingga berlebihan itu tak baik. Bagi hati maupun pikiran. Karena bisa membuat luka yang sulit diobati.

Salah satu contohnya terjadi pada Parjan (nama samaran). Pemuda yang rencananya menikah akhir tahun lalu itu, saat ini hidupnya penuh tekanan. Ia depresi. Gara-gara pernikahannya gagal.

Penyebabnya, kekasih hatinya kabur sehari sebelum pernikahan dilangsungkan. Padahal, saat itu undangan telah disebar, katering telah dipesan, begitu pula dekorasi pelaminan telah dipasang.

Usut punya usut, kekasih Parjan saat itu telah berbadan dua. Hasil hubungannya dengan pria idaman lain. Parjan yang tahu itu sulit ikhlas. Ia memikirkan kejadian yang menimpanya itu setiap saat. Hingga menjadi trauma berkepanjangan bagi dirinya. Depresi hebat pun mulai menghampiri dirinya.

Baca Juga :  Dicinta (Hanya) Kala Muda

Saat ini, ia banyak menangis dan melamun. ”Ini sudah sering kami obatkan ke orang pintar. Semoga dia bisa sembuh,” ungkap Wati (nama ganti) ibunda Parjan.

Ia pun turut sedih anaknya depresi hebat gegara cinta. Ia pun berpesan agar setiap orang mencintai sesuatu dengan sewajarnya saja. (lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/