alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Ketagihan Hiburan Malam, Rumah Tangga Gulung Tikar

RUMAH tangga yang dibangun Santoso (nama samaran) selama 10 tahun ini terpaksa gulung tikar. Istrinya Romlah (bukan nama sebenarnya) sudah tak tahan lagi dengan pola hidup suaminya. Sering main ke klub malam, karaokean, dan tempat hiburan malam lainnya.

Hubungan mereka hampir tak pernah cocok. Sebelum kawin, Romlah sudah tahu dan menerima kelakuan sang suami. Sering main ke diskotik di salah satu kota di Panturan. Sudah seperti gaya hidup.

”Ketemunya kan juga di sana. Saya terima kenakalan suami saya. Tapi ada batasnya,” kata Romlah.


Tetapi, belakangan ini Santosa kebablasan. Bawa wanita lain ke rumahnya. Mereka mabuk kepayang.

Saat ditanyai istrinya, Santosa mengatakan kasian temannya yang sudah teler itu. Masak iya. Mau ditinggal begitu saja.

Sayangnya Romlah sontak emosi. Terlebih setiap pulang malam itu suaminya terus membawa para wanita tak jelas itu.

Baca Juga :  Batal Nikah Gegara Kepergok Selingkuh

”Ngomongnya gitu. Tapi kan gak dibawa pulang juga kali. Karena emosi, aku pergi. Menginap di sahabatku,” jelasnya.

Kejadian seperti itu berulang kali terjadi. Bahkan sampai berjalan hampir dua bulanan. Bahkan, salah satu wanita yang dibawa Santosa itu mengaku hamil. Mengandung anak Santosa.

Kesabaran Romlah pun berada diujung tombak. Wanita yang dibawa suaminya itu dimaki-makinya. Santosa pun tak luput dari itu. Cekcok pun tak terhindarkan.

”Mereka berdua aku marahin. Wanita itu aku jambak. Santosa aku pukulin. Kalau mau seperti ini terus mau jadi apa,” ujarnya.

Keesokan harinya, Romlah mengajukan gugatan cerai. Dia sudah tak sanggup seperti ini terus. Kesabarannya sudah habis. ”Gimana nggak habis kesabaranku. Kalau bawa pulang wanita paling cekcok. Lha ini sampai hamil. Sudah kelewatan batas,” kesalnya. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

RUMAH tangga yang dibangun Santoso (nama samaran) selama 10 tahun ini terpaksa gulung tikar. Istrinya Romlah (bukan nama sebenarnya) sudah tak tahan lagi dengan pola hidup suaminya. Sering main ke klub malam, karaokean, dan tempat hiburan malam lainnya.

Hubungan mereka hampir tak pernah cocok. Sebelum kawin, Romlah sudah tahu dan menerima kelakuan sang suami. Sering main ke diskotik di salah satu kota di Panturan. Sudah seperti gaya hidup.

”Ketemunya kan juga di sana. Saya terima kenakalan suami saya. Tapi ada batasnya,” kata Romlah.

Tetapi, belakangan ini Santosa kebablasan. Bawa wanita lain ke rumahnya. Mereka mabuk kepayang.

Saat ditanyai istrinya, Santosa mengatakan kasian temannya yang sudah teler itu. Masak iya. Mau ditinggal begitu saja.

Sayangnya Romlah sontak emosi. Terlebih setiap pulang malam itu suaminya terus membawa para wanita tak jelas itu.

Baca Juga :  Kakean Utang, Bojo Ngajak Bubaran

”Ngomongnya gitu. Tapi kan gak dibawa pulang juga kali. Karena emosi, aku pergi. Menginap di sahabatku,” jelasnya.

Kejadian seperti itu berulang kali terjadi. Bahkan sampai berjalan hampir dua bulanan. Bahkan, salah satu wanita yang dibawa Santosa itu mengaku hamil. Mengandung anak Santosa.

Kesabaran Romlah pun berada diujung tombak. Wanita yang dibawa suaminya itu dimaki-makinya. Santosa pun tak luput dari itu. Cekcok pun tak terhindarkan.

”Mereka berdua aku marahin. Wanita itu aku jambak. Santosa aku pukulin. Kalau mau seperti ini terus mau jadi apa,” ujarnya.

Keesokan harinya, Romlah mengajukan gugatan cerai. Dia sudah tak sanggup seperti ini terus. Kesabarannya sudah habis. ”Gimana nggak habis kesabaranku. Kalau bawa pulang wanita paling cekcok. Lha ini sampai hamil. Sudah kelewatan batas,” kesalnya. (zen)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/