Radar Kudus JawaPos.com | All RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/all http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | All RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/all id Fri, 19 Apr 2019 11:22:57 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Mbak Rerie Melenggang, Harijanto Arbi Tumbang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132666/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang_m_132666.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang_m_132666.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132666/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang

Di daerah pilihan (dapil) Jawa Tengah 2 diwarnai caleg DPR RI yang datang dari entertainment, olahragawan, hingga sosok berpengaruh.]]>

KUDUS - Di daerah pilihan (dapil) Jateng 2 diwarnai caleg DPR RI yang datang dari entertainment, olahragawan, dan sosok berpengaruh. Meliputi Harijanto Arbi, Tamara Geraldine, Dina Lorenza Audria, dan Lestari Moerdijat. Bagaiman nasib mereka?

Harijanto Arbi dipastikan tak bisa menduduki kursi parlemen. Berdasarkan keterangan dari tim sukses (timses) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), berapapun suara yang diperoleh mantan pebulu tangkis legendaris ini, tetap tak akan lolos ke Senayan. Sebab, PSI secara nasional tak lolos 4 persen parliamentary threshold (PT).

Timses PSI Kudus Merie Qiki mengatakan, secara nasional PSI hanya mendapatkan dua persen. Maka, semua caleg DPR RI meski dapat ratusan ribu suara atau berapapun suaranya, tidak akan ada yang lolos di berbagai tingkatan. ”Kami hanya bisa mengatakan terima kasih banyak kepada semua orang dan pihak-pihak yang sudah mendukung Harijanto Arbi. Satu suara mereka sangat berarti. Namun memang kami harus tunduk kepada aturan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyak yang mempertanyakan kenapa tidak bisa lolos, padahal peluangnya besar juga. Namun itulah aturan. Kebanyakan pendukung juga memang tidak mengetahui aturan baru terkait ketentuan 4 persen itu.

Terkait berapa jumlah pasti suara yang diperoleh Harijanto Arbi, pihaknya masih menunggu rekapitulasi di tingkat kecamatan. Menurut jadwal akan dilaksanakan hari ini (19/4) dan Sabtu (20/4). ”Jadi belum tahu berapa dapatnya. Tapi, berapapun perolehan suara Harijanto Arbi, kami masih bisa bangga mengatakan bahwa kami melakukan proses pemilu tanpa politik uang. Sesuatu yang juga menjadi ”lawan” berat kami dalam berdemokrasi,” ungkapnya.

Sedangkan Tamara Geraldine, hingga kemarin tim pemenangan caleg DPR RI PDI P ini, belum bisa berkata banyak terkait hasil perolehan suara. Sebab, tim pemenangan caleg PDI P Dapil Jateng 2 nomor urut 5 itu, mengaku belum menerima rekap data perhitungan dari tim lapangan.

Hal ini disampaikan Julie Sinuhaji, manajer kampanye Tamara Gelardine. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin, ia mengaku masih belum mengetahui hasil perolehan caleg yang juga sorang artis itu. ” Kami belum ada laporan resmi,” katanya singkat.

Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC Pro-Jokowi Kabupaten Kudus Achmad. Hingga sore kemarin, laporan suara untuk caleg DPR RI dari PDI P belum diterima. Sehingga ia pun belum bisa memberikan keterangan panjang.

Dikatakan, apapun hasilnya nanti, Tamara Geraldine akan tetap menerima hasil yang didapatkan. Caleg yang juga memiliki target untuk bertemu 500 orang setiap hari pada masa kampanye itu, memang memiliki misi untuk terpilih. Namun, misi Tamara yang paling utama menyukseskan terpilihnya pasangan Jokowi-Amin sebagai presiden periode 2019-2024.

Hingga saat ini, pihaknya tetap optimistis Tamara bisa menang. Namun, ketika nanti memang hasilnya tak sesuai harapan pun akan diterima dengan lapang dada.

Optimistis juga diusung kubu caleg DPR RI Dina Lorenza Audria. Bahkan, pemeran sosok Bulan di sinetron Gerhana ini, diklaim berada di atas angin oleh beberapa timses dan anggota Partai Demokrat atas beberapa rivalnya di partai yang sama. Selain menyandang sosok publik figur, secara hitung-hitungan kasar, Dina diklaim berada di urutan teratas antarsesama rival di Demokrat.

Ketua DPC Demokrat Edy Kurniawan memaparkan, Dina Lorenza meraih 150.000 suara di Kudus. Meski begitu, jumlah itu belum bisa dikatakan hasil akhir. Sebab, perolehan suara itu masih dihitung. ”Kalau hitungan kasar di Kudus Dina dapat 150.000 suara, tapi itu belum fix. Kalau Jepara dan Demak belum tahu. Satu-satu lah,” terangnya.

Terkait perolehan suara di Jepara dan Demak untuk Dina Lorenza belum diketahui. Sebab, tim dan anggota partai masih fokus mencari hitungan suara di Kudus. Namun, perolehan suara di Kudus sudah dapat dibilang banyak. Edy optimistis Dina dapat lolos dan duduk di kursi DPR RI.

Terpisah, Sekjen DPC Demokrat Kudus Mardijanto mengaku belum mengetahui perolehan suara. Sebab, dirinya dan tim masih mencari data perhitungan suara. ”Belum tahu soalnya masih dihitung. Tapi optimistis lolos,” ujarnya. Sebelumnya Mardijanto mengungkapkan potensi lumbung suara terbanyak bagi Dina Lorenza ada di Jepara.

Sedangkan sosok berpengaruh Lestari Moerdijat, hasil rekap internal penghitungan sementara oleh tim pemenangan caleg nomor urut 1 Partai Nasdem ini, belum selesai. Namun tim sudah klaim Lestari Moerdijat lolos ke Senayan. Suara yang diperoleh di wilayah Kudus mencapai 60 ribu.

Salah satu tim pemenangan, Iwan menjelaskan, pihaknya masih melakukan rekap dari tiga daerah. Dengan melihat perhitungan sementara, pihaknya sudah berani memastikan lolos ke Senayan. Suara di Jepara dan Demak belum masuk secara keseluruhan. ”Penghitungan kami lakukan di Demak. Lewat sistem yang kami gunakan sudah menghitung peluangnya,” katanya.

Dari hasil rekap sementara, ia mengaku caleg yang akrab disapa Mbak Rerie ini, menempati urutan perolehan suara terbanyak kedua di Demak. Sedangkan di daerah pemilihan Jepara, Kudus, dan Demak secara keseluruhan masuk tiga besar caleg dengan perolehan suara terbanyak. Namun, pihaknya enggan merinci jumlah suara yang didapat. ”Yang pasti di Kudus 60 ribu lebih. Kami masih menunggu rekap seluruh TPS. Belum bisa menyampaikan berapa angka pastinya,” tuturnya.

Perolehan suara tersebut, menurutnya berkat program yang ditawarkan Mbak Rerie selama dua tahun terkahir. Sebelum pelaksanaan pemilu dia sudah aktif kegiatan sosial di masyarakat. ”Jauh sebelum pemilu beliau sudah dikenal masyarakat. Bahkan, kedekatan itu sudah muncul sebelum belaau berniat nyaleg,” katanya.

Berbagai kegiatan yang diinisiasi Mbak Rerie di antaranya pengobatan gratis, pelatihan keterampilan perempuan, penyediaan ambulans gratis, penanaman pohon, hingga deteksi dini kanker. ”Keterpilihan Mbak Rerie dikarenakan masyarakat sudah cerdas, mana caleg yang benar-benar mengerti aspirasi mereka. Selama ini akses kesehatan butuh sentuhan tambahan. Begitu juga dengan pemberdayaan perempuan,” tandasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 11:22:57 +0700
<![CDATA[Tingkat Partisipasi Pemilih Pilpres di Pati Tertinggi Ke-2 Se-Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132663/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng_m_132663.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng_m_132663.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132663/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng

Komisioner KPU Kabupaten Pati Supriyanto menyambut baik hasil hitung cepat versi Sekda jateng. Di mana partisipasi pemilihan presiden menempati urutan kedua.]]>

PATI – Komisioner KPU Kabupaten Pati Supriyanto menyambut baik hasil hitung cepat versi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Di mana partisipasi pemilihan presiden di Kabupaten Pati menempati urutan kedua tertinggi, setelah Banyumas yang mencapai 100 persen.

Data dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah tersebut, menunjukkan partisipasi masyarakat Bumi Mina Tani dalam pilpres tahun ini mencapai 99,49 persen. ”Ya bagus kalau memang partisipasinya tinggi. Namun, kami tak bisa banyak berkomentar karena data tersebut bukan kami yang mengeluarkan. Data kami sendiri baru dihitung per hari ini (kemarin, Red),” kata Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Akan tetapi, pihaknya mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini. Baik dari pemilihan legislatif ataupun pemilihan presiden. Menurutnya, masyarakat khususnya di Kabupaten Pati tingkat kedewasaan politik dan demokrasinya sudah meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya.

”Yang kami lihat dari segi kedewasaan juga kesadaran dalam menyukseskan hajatan demokrasi ini cukup meningkat,” terang Supri saat mengawasi entri data salinan C1 ke website KPU di Hotel New Merdeka kemarin.

Supri mengungkapkan, target partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun sendiri 78 persen. ”Targetnya 78 persen. Itu secara nasional, juga untuk Kabupaten Pati,” imbuhnya.

Jika melihat partisipasi yang mencapai 99 persen tersebut, tentunya hal itu menjadi kesuksesan tersendiri bagi KPU Kabupaten Pati sebagai penyelenggara pemilihan umum 2019 ini. ”Namun sekali lagi kami tak bisa berkomentar banyak soal angka partisipasi yang muncul itu. Karena bukan dari kami datanya,” kata Supri.

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 11:10:59 +0700
<![CDATA[Gara-gara Salah Prosedur, Ketua KPPS Ini Diganti, Coblosan Diulang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132661/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang_m_132661.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang_m_132661.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132661/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang

Di Jepara akan digelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan pada Sabtu (20/4) mendatang. Hal ini lantaran terjadi kesalahan prosedur.]]>

JEPARA - Di Jepara akan digelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan pada Sabtu (20/4) mendatang. Hal ini lantaran terjadi kesalahan prosedur administrasi dalam penggantian ketua Kelompok Penyelenggara Pemilu (KPPS). Ini berimplikasi pada status tidak sahnya surat suara.

Kejadian bermula saat pemilih mencoblos di TPS tersebut sampai dengan pukul 13.00. Dari daftar pemilih tetap ada 261 pemilih dan yang hadir mencoblos ada 212 pemilih. Namun, menjelang waktu pemungutan suara berakhir, ada laporan dari masyarakat bahwa pihak yang menyelenggarakan pemungutan suara di TPS 16 itu bukan ketua KPPS yang sesuai di surat keputusan (SK). Sesuai SK, ketua KPPS atas nama Heru Setyawan. Namun saat penyelenggaraan, posisi itu digantikan Sukardi, ayah kandung Heru Setyawan. Proses penggantian itu tak melalui proses penggantian antarwaktu (PAW) PPS tingkat desa.

Sukardi bahkan sudah menandatangani formulir C-6 pemberitahuan pemungutan suara yang dibagikan ke pemilih. Juga ke seluruh surat suara yang dicoblos pemilih. Komisioner KPU Kabupaten Jepara Muhammadun mengatakan, laporan pertama dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti PPK dan panwas kecamatan lalu diteruskan ke KPU dan bawaslu kabupaten. ”KPU kemudian meminta untuk tidak melanjutkan tahapan ke proses penghitungan suara,” katanya.

KPU juga berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Jepara. Dalam rapat yang dipimpin Ketua KPU Subchan Zuhri bersama Muhammadun dengan Bawaslu yang dihadiri dua komisioner Arifin dan Abd Kalim. Diketahui Sukardi menggantikan anaknya lantaran anaknya hari itu di Kupang dan tak bisa pulang. ”Awalnya diinfokan Bawaslu Rabu sore akan membahasnya dalam pleno. Hasilnya akan disampaikan pukul 18.00. Namun sampai waktunya, KPU belum menerima saran maupun rekomendasi dari bawaslu terkait pemungutan suara di TPS 16 Welahan tersebut,” jelasnya.

Karena ingin segera memperjelas status tersebut, sekaligus menjaga dan mengembalikan akuntabilitas dan profesionalitas penyelenggaraan, KPU Jepara dengan melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Welahan dan usulan KPPS berkonsultasi dengan KPU provinsi. ”Berikutnya pukul 19.15 menyusul surat rekomendasi dari Panwas Kecamatan Welahan yang isinya merekomendasikan PSU. Di antaranya mendasarkan pada Pasal 372 ayat 2 huruf c, bahwa PSU di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas TPS terbukti terdapat keadaan di mana petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara sehingga surat suara menjadi tidak sah,” ujarnya.

Di sisi lain, ketentuan pada Pasal 54 ayat 1,2 dan 3, surat suara untuk pemilu, baik pilpres, maupun pileg DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta DPD dinyatakan sah apabila ditandatangani ketua KPPS.

”Surat suara yang sudah dicoblos belum dihitung dan dengan pengawalan polisi langsung diangkut ke KPU Jepara untuk dimusnahkan dengan dibakar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko mengatakan, melalui Panwaslu Kecamatan Welahan pihaknya sudah merekomendasikan PSU pada 20April. Rekomendasi ini dengan pertimbangan petugas yang menjadi ketua KPPS 16 Desa Welahan saat hari H coblosan adalah orang yang tak berhak menandatangani surat suara. ”Dia tidak memiliki SK ketua KPPS. Bahkan tidak terdaftar sebagai anggota KPPS. Sehingga surat suara yang ditandatangani menjadi tidak sah,” tuturnya.

Dia menilai, SDM KPPS selaku penyelenggara teknis yang masih kurang memiliki kompetensi. Sehingga banyak KPPS tidak memahami regulasi secara komprehensif. Disinggung mengenai pelanggaran lainnya, Sujiantoko menambahkan, pelanggaran yang signifikan tidak ditemukan.”Sementara hanya kasus di Welahan itu,” imbuhnya.

Di Pati, penghitungan surat suara ulang terjadi di TPS 7 Desa Margomulyo, Tayu, kemarin. Penghitungan ulang ini, terjadi karena pada penghitungan utama terjadi penghitungan double. Untuk mencegah terjadi konflik antara parpol dan terjadi penggelembungan suara, maka penghitungan ulang dilakukan.

Berdasarkan penghitungan kemarin pukul 10.00, petugas KPPS pada TPS 7 Desa Margomulyo, Tayu, selesai menghitung satu kotak surat suara. Masih ada dua kotak yang harus dihitung ulang. Ketiga kotak suara yang dihitung ulang yakni kotak suara pemilihan DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

Petugas yang menghitung ulang masih tampak lelah. Mereka baru selesai melakukan penghitungan surat suara utama pukul 02.00 dan meninggalkan TPS pukul 03.00. Banyaknya surat suara dan rumitnya peraturan membuat petugas berhati-hati. Meski demikian, masih terjadi keluputan.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Margomulyo Nur H mengatakan, penghitungan suara terlebih dahulu dilakukan untuk pemilihan presiden dan pemilihan DPD. Kedua surat suara itu tak ada dualisme antara calon dan parpol pengusung. Setelah dimulai penghitungan surat suara untuk DPR/DPRD, ada dualisme antara calon dan parpol.

”Nah, dari situ persoalan dimulai. Ada salah satu usulan petugas untuk menghitung suara parpol dan caleg menjadi dua suara. Suara parpol dan calon dihitung berbeda-beda. Sedianya, suara caleg dan parpol menjadi satu suara saja. Namun itu ada suara caleg dan ada suara parpol,” ungkapnya.

Sehingga pada penghitungan akhir suara terjadi penggelembungan. Dari DPT di TPS 7 sekitar 250 orang dan yang hadir di TPS hanya 181 orang. Tapi, pada akhir penghitungan menggelembung menjadi 244 suara setiap satu pemilihan caleg dikalikan tiga surat suara 732 suara. Sedianya suara sesuai DPT hadir 181 dikalikan tiga surat suara caleg yakni 543 saja.

”Setelah selesai penghitungan, para saksi melaporkan hasil suara ke setiap parpol. Dari parpol langsung melakukan konfirmasi ke KPPS dan meminta ada penghitungan ulang. Jika tidak, bisa terjadi masalah,” lanjutnya.

Ketua Bawaslu Pati Ahmadi mengaku, kesalahan hanya ada pada surat suara caleg. Untuk pemilihan presiden dan DPD aman. Sehingga pihaknya berkoordinasi dengan KPU untuk mendampingi penghitungan ulang. ”Sudah selesai dilakukan penghitungan ulang. Semoga saja bisa lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi,” imbuhnya.

Sementara di Rembang, bawaslu mencatat berbagai temuan permasalahan. Hasil rekap, tersebar di beberapa kecamatan. Mulai surat suara kurang, pengawas tak boleh masuk, hingga nama ganda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto menyampaikan, ada beberapa temuan permasalahan dalam pencoblosan Rabu (17/4) lalu. Namun, bawaslu mengklaim permasalahan yang sudah diinventarisasi masih batas wajar. ”Contohnya logistik berupa surat suara kurang. Saat komunikasi dengan KPU penyebabnya human error,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (18/4).

Di antaranya di Kecamatan Bulu ada kekurangan 48 surat suara pilpres di TPS 03 Desa Sendangmulyo. Hal ini dimungkinkan petugas kelelahan saat menyusun. Hal ini dianggap tak ada unsur kesengajaan. ”Kita bentuk grup dengan KPU. Ketika ada kekurangan surat, pihak KPU langsung memerintahkan jajarannya untuk segera dipenuhi,” terangnya.

Menurutnya, surat suara diketahui kurang setelah dilakukan penghitungan. Lalu dilakukan pengecekan logistik dan dihitung sesuai daftar pemilih tetap (DPT). Dari situlah disarankan kegiatan jalan terus sambil jararan PPS dan PPK memenuhi kekurangan.

Di Kota Garam juga ditemukan saksi tak diperkenankan masuk. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Kragan dan Pamotan. ”Penyebabnya telat masuk. Kemudian ditindaklanjuti panwascam. Ternyata ada teman-teman KPPS memang ada yang belum paham,” jelasnya. Setelah dijelaskan SE KPU-Bawaslu RI di poin 26 akhirnya clear.

Selain itu, ada surat suara yang tertukar masuk kotak suara. Seperti surat suara pilpres masuk di kotak suara caleg. Selain itu, ada pemilih yang tanda tangan di-dengkul. Memang ada pemilih yang tidak mau repot, sehingga diwakilkan tanda tangan.

Bawaslu Grobogan juga menerima berbagai laporan kejadian di sejumlah TPS. Kordiv Penindakan Bawaslu Grobogan Desi Ari Hartanta mengatakan, berbagai laporan didapatkan bawaslu. Utamanya mengenai permasalahan teknis seperti ditemukan kekurangan surat suara, pemilih salah TPS, dan pemilih yang kurang paham prosedur pengurusan administrasi pindah memilih.

”Kami mendapatkan laporan jika ada logistik yang kurang, selang beberapa hari sebelum pencoblosan memang KPU sempat kebanjiran. Sehingga beberapa logistik sempat terlambat dikirim ke kecamatan. Memang sempat membuat kewalahan petugas,” ujarnya.

Selain itu, ada pemilih yang salah masuk TPS. Kejadian itu ada di Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan. Solusinya, petugas TPS membuat berita acara dan menghapus nama pemilih di TPS yang seharusnya ia datangi. Sehingga pemilih tak bisa melakukan pencoblosan di dua TPS.

Di Blora, bawaslu juga mencatat berbagai temuan saat pencoblosan, meski tak menimbulkan masalah besar. Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan pemilu di Kota Sate lancar dan aman. Meski begitu, memang ada beberapa catatan terkait pesta demokrasi kemarin. Mulai dari kekurangan surat suara dibeberapa TPS serta kotak suara yang tak disegel.

Dia menambahkan, pihaknya memang telah memetakan ada 161 TPS dari total 2.950 TPS yang masuk kategori rawan. Namun, saat pemilu ini tingkat kerawanannya berkurang menjadi hanya satu lokasi. Yaitu di Kecamatan Ngawen. Namun berhasil dikomunikasikan dan berjalan dengan baik. ”Sempat ada among tamu (pengondisian di TPS). Namun berhasil dicegah,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 10:38:12 +0700
<![CDATA[Hitung Suara hingga Subuh, Petugas KPPS Lupa Makan Sampai Tertidur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132659/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur_m_132659.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur_m_132659.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132659/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur

Kerja penyelenggara Pemilu 2019 kali ini cukup berat. Salah satunya karena pemungutan suara dilakukan untuk memilih lima posisi berbeda sekaligus.]]>

JEPARA – Kerja penyelenggara Pemilu 2019 kali ini cukup berat. Salah satunya karena pemungutan suara dilakukan untuk memilih lima posisi berbeda sekaligus. Hal ini salah satunya dirasakan panitia pemungutan suara (PPS). Para petugas harus melayani pemilih memberikan suaranya dan melakukan penghitungan hingga dini hari.

Beberapa TPS juga petugasnya harus bekerja hampir 24 jam. Padahal waktu istirahatnya sudah diminimalkan hanya untuk salat. Bahkan, di beberapa TPS petugasnya tak sempat makan malam, lantaran mengejar waktu agar penghitungan surat suara bisa segera tuntas. Penghitungan suara sendiri, dimulai dari pilpres, DPD, caleg DPR RI, caleg DPRD provinsi, caleg DPRD kabupaten.

Petugas di TPS 7 Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara, Lia mengatakan, penghitungan suara di TPS nya berlangsung hingga pukul 23.00. ”Tak sampai dini hari seperti yang lainnya,” katanya.

Dia mengaku, kunci bisa cepat yakni saling bagi tugas, sehingga semua bisa sama-sama jalan dan tidak harus menunggu penghitungan selesai. ”Misalnya saya bagian menulis perolehan suara di papan, dua petugas lain nyicil nulis salinan C1. Ada juga yang bantu ketua buka surat suara dan melipat kembali. Jadi bisa cepat selesei,” ungkapnya.

Avin, petugas di TPS 20 Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, mengatakan, penghitungan di TPS-nya termasuk cepat. Dipungkasi pukul 01.30. Hal ini lantaran saat penghitungan suara untuk DPRD baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun RI petugas tak menyebutkan partai dan nama calon secara lengkap. ”Itu untuk menghemat waktu. Jadi hanya disebut nomor partainya dan nomor calegnya. Penyebutan satu sampai 100, setelah itu dicek jumlah totalnya,” katanya.

Dia melanjutkan, petugas PPS juga dibantu linmas untuk membacakan surat suara menggunakan mikrofon dan disaksikan tujuh saksi dan satu pengawas TPS. ”Yang buka kertas tetap petugas PPS. Dua petugas PPS menyalin data-data dan surat suara. Setelah penyebutan langsung dibendel,” ujarnya. Agar cepat selesai, petugas PPS di TPS-nya juga meminimalkan istirahat. ”Istirahat cuma 10 menit untuk salat dan makan,” terangnya.

Berbeda dengan dua TPS sebelunya, petugas KPPS di TPS 4 Desa Blimbingrejo Novita Harnaningrum mengatakan, penghitungan surat suara di TPS-nya berlangsung hingga dini hari. ”Pukul 03.00 baru setor ke balai desa,” ungkapnya. ”Yang membuat lama, membuat laporannya. Formulirnya terlalu banyak. Salinan C1 ada yang nulis sampai 14 bendel. Saya dari pukul 07.00 sampai 03.00 menulis terus,” tuturnya.

Dia menyampaikan, paling lama saat penghitungan caleg, baik tingkat kabupaten hingga DPR RI. ”Partainya banyak. Calonnya juga banyak. Penghitungannya jadi lebih rumit dan harus benar-benar teliti,” urainya.

Dia melanjutkan, padahal petugas PPS sudah meminimalkan waktu istirahat. ”Istirahat saat Salat Zuhur dan Maghrib. Malam sampai tak makan, makanan untuk petugas KPPS tak tersentuh sama sekali. Masih utuh hingga selesei,” ujarnya.

Selesei bertugas di TPS, dia mengaku sangat kelelahan. Esok harinya tak bisa bekerja sebagaimana biasanya. ”Pagi ini (kemarin, Red) saya izin kerja. Badan tidak kuat,” imbuhnya.

Di Kudus, penghitungan suara bahkan ada yang hingga pukul 03.00. Seperti yang terjadi di Peruamahan Kudus Permai, Bae. Yakni di TPS 24. Hal ini dilatarbelakangi beberapa petugas dan KPPS yang sudah berusia lanjut.

Menurut KPPS TPS 22 Kudus Permai Tunjung Eko Wibowo, kendala penghitungan suara di antaranya banyaknya jumlah pemilih dengan rentang usia lanjut. Selain itu, faktor bingungnya pemilih dalam menentukan pilihannya. ”Satu TPS diisi 240 pemilih,” ujarnya. ”Petugas pengaman TPS sempat mengeluh lamanya proses ini. Mereka mengeluhkan tak ada uang lembur,” imbuhnya.

Di Desa Menawan, Gebog, proses perhitungan suara selesai Rabu pukul 21.00. Namun, petugas baru bisa memfotokopi berita acara kemarin pukul 06.00. Sebab, fotokopi dilakukan di Kecamatan Bae dan mesinya sempat macet.

Proses penghitunga suara hingga subuh juga terjadi di Pati. Salah satu PPS di Pati Muhni mengaku bingung dalam menghadapai surat suara. Dia sudah nerveous terlebih dahulu menghadapi kertas yang begitu banyak. Satu kertas harus dikumpulkan sesuai jenisnya. Belum lagi membedakan kertas yang berhologram dan tidak. ”Kebetulan saya baru kali pertama menjadi petugas PPS. Penghitungan suara saja selesai pukul 02.00. Menjelang subuh baru selesai semuanya,” keluhnya.

Berdasarkan pantauan pemungutan suara di salah satu TPS Wedarijaska, satu pemilih membutuhkan sekitar 5 menit berada di bilik suara. Selain kebingungan memilih nama-nama caleg yang begitu banyak, warga juga kesulitan melipat kertas suara yang lebar.

Salah satu warga, Suwaningsih mengaku ke TPS ditemani putrinya. Sebab, kawatir kebingungan ketika di bilik suara. Apalagi ia tak bisa baca tulis. ”Punya jagoan caleg. Paham orangnya, tapi tidak bisa membaca namanya. Makanya itu saya hanya mengingat-ingat partai dan nomor caleg,” imbuhnya.

Lamanya proses pemungutan suara hingga menyebabkan salah satu petugas tertidur di TPS. Hal ini terjadi di TPS 01, Desa Polandak, Pancur. Salah satu PPS Shofi Ahmad Husnan mengaku, pencoblosan sendiri relatif mudah. Namun proses penghitungan dan rekap suara yang lama. ”Untuk penghitungan suara ada selisih. Ini karena ada yang memasukan surat suara ke kotak suara,” ungkapnya.

Untuk penghitungan rata-rata mulai pukul 23.00-24.00. Lamanya dalam hal administrasinya bisa memakan waktu sampai pukul 03.00. ”Kalau kita pulang sampai menjelang subuh. Itupun ada separo desa di Kecamatan Pancur yang belum mengirimkan rekap penghitungan suara ke kecamatan. Jadi, kalau satu TPS belum rampung berpengaruh ke yang lain,” paparnya.

Disinggung ada petugas yang mengeluh capek hingga tertidur itu dirasa manusiawi. Mungkin kurang terbiasa melekan. Namun tetap tanggung jawab.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto mengaku, rata-rata proses pemugutan suara berakhir pukul 02.00 sampai 03.00. Paling lamanya karena melengkapi administrasi. ”Kalau ada keluhan kecapekan atau tertidur di TPS itu wajar. Namun mereka harus tanggung jawab,” katanya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 10:23:09 +0700
<![CDATA[Bawaslu Identifikasi Empat Pelaku Penyebar Money Politics]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132645/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics_m_132645.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics_m_132645.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132645/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabaputen Kudus melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi kasus money politics yang terjadi di Desa Temulus, Mejobo, Kudus.]]>

KUDUS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabaputen Kudus melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi kasus money politics yang terjadi di Desa Temulus, Mejobo, Kudus, pada Senin malam (15/4). Pemeriksaan itu dilakukan di kantor Bawaslu Kudus kemarin.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, keempat saksi yang diperiksa merupakan satu orang penyalur, satu orang koordinator lapangan, dan dua warga penerima uang. ”Keempat saksi itu berinisial SG, NS, dan dua warga penerima uang,” ungkapnya.

Minan mengungkapkan, SG merupakan salah seorang saudara caleg tersebut. Di sini peran SG tak membantu secara maksimal. Dia hanya memberikan bantuan pemikiran. Dia meminta masyarakat Desa Temulus memberikan doa restu kepada caleg yang bersangkutan. ”Tetapi dalam klarifikasi hari ini (kemarin, Red) SG tak mengakui bahwa ia yang memberikan uang,” ungkapnya.

Selain memanggil SG, bawaslu juga memanggil NS. Dia merupakan koordinator lapangan yang memberikan politik uang. Minan juga memanggil dan meminta keterangan dua orang warga yang menerima uang.

Minan akan memanggil caleg Dapil IV (Mejobo,Undaan, Bae) yang timsesnya tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) money politics besok. Juga memanggil warga penerima uang.

Setelah selesai diklarifikasi semuanya, bawaslu beserta penegakan hukum terpatu (gakkumdu) menggelar pembahasan yang kedua. Nantinya akan terpenuhi unsur tindakan pidana atau tidak. ”Apabila terpenuhi, nanti saya serahkan ke polisi dan penyidik. Namun penyidik itu bagian dari gakkumdu,” paparnya.

Sebelumnya, bawaslu beserta gakkumdu berhasil meringkus kedua pelaku penyebar politik uang. Pelaku berinisial AS dan AH diringkus pada Senin (15/4). Dari tangan pelaku bawaslu berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang Rp 9,4 juta. (gal)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 08:46:04 +0700
<![CDATA[Kali Pertama Ikut, Seleksi dari 151 Peserta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132643/kali-pertama-ikut-seleksi-dari-151-peserta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/kali-pertama-ikut-seleksi-dari-151-peserta_m_132643.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/kali-pertama-ikut-seleksi-dari-151-peserta_m_132643.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132643/kali-pertama-ikut-seleksi-dari-151-peserta

Mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Cairo, Mesir, menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN).]]>

Mahasiswa asal Indonesia yang menimba ilmu di Cairo, Mesir, menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN). Ini merupakan pengalaman kali pertamanya. Demi tanah air tercinta, dia ikut mengawal pemilu di negeri orang.

 INDAH SUSANTI, Kudus

 JARAK ruang dan waktu antara Indonesia dengan Cairo, Mesir, tak menghalangi komunikasi lewat chattingan Whasapp dengan salah satu mahasiswa asal Indonesia yang lagu menimba ilmu di Cairo, Mesir, Mahfud Washim. Dia menyempatkan berbagi pengalaman dan cerita saat menjadi petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPS LN).

Saat berkomunikasi waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi waktu Cairo dan di Indonesia menunjukkan pukul 11.00. Mahfud -panggilan akrabnya- saat itu sedang menuju perjalanan ke Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk mengikuti perhitungan suara.

”Pencoblosan di sini (Cairo, Red) sudah berlangsung Sabtu (13/4) lalu. Sekarang (kemarin, Red) serentak pemilihan umum (pemilu) yang berada di luar negeri perhitungan. Dimulai pukul 09.00 waktu Cairo,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, di tempat pemungutan suara yang ia bertugas, ada 495 daftar pemilih tetap (DPT). Tetapi yang datang ke TPS berjumlah 412 pemilih. Kemudian, ada tiga daftar pemilih tambahan (DPTB) dan ada lima daftar pemilih khusus (DPK).

Mahfud sendiri mengeyam pendidikan di Cairo sejak 2012. Mulai lulus dari MAN 2 Kudus. Kemudian mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi di Universitas Al Azhar. Saat ini ia tercatat menjadi mahasiswa S2 jurusan Tafsir Wa Ulumul Quran.

Waktu pemilu lima tahun lalu, tepatnya 2014 Mahdfud belum tertarik ikut seleski KPPS LN. Namun untuk tahun ini, tiba-tiba ingin menjadi petugas KPPS untuk ikut merasakan pesta demokrasi Indonesia.

”Ya lima tahun lalu saya juga nyoblos. Tapi tidak mendalam seperti menjadi petugas KPPS. Ternyata warga Indonesia yang tingal di negeri orang juga antusias memilih presiden demi kelangsungan rakyat Indonesia,” tandasnya.

Dia bercerita, ditetapkan sebagai KPPS LN per Maret dan sudah mulai bekerja mengurusi segala macam keperluan pemilu. Termasuk surat suara yang sudah dikirim ke KBRI Cairo.

Untuk pemilihan di luar negeri hanya memilih presiden dan calon legislatif (caleg) DPR RI. Mahfud pada saat pencoblosan mulai bekerja dari pukul 08.00 sampai pukul 18.00. Kemudian ada perpanjangan waktu satu jam dan berakhir sampai pukul 19.00 waktu Cairo.

Mahfud terkesan kali pertama menjadi KPPS LN. Sebab, melayani orang dengan berbagai latar belakang. Ada yang mahasiswa, tenaga kerja Indonesia (TKI), maupun local staf KBRI Cairo.

”Menjadi KPPS LN ada seleksi. Tapi cuma administrasi. Mulai dari ada 151 orang, lalu diseleksi menjadi 130 orang. Lalu yang dipilih 81 orang. Alhammdulillah saya lolos,” terangnya.

Mahfud menambahkan, 81 orang itu KPPS LN bertugas di 15 TPS, kotak suara keliling (KSK), dan pos. ”Khusus KSK beredar di Kota Alexandria, Port Said, Manufia, Mansoura dan Ismailia,” ujarnya.

Dia menambahkan, untuk gaji menjadi KPPS LN lumayan besar dan bisa digunakan biaya kuliah dan sebagainya. Tapi, bukan itu yang menjadi tujuan utama, tetapi mengabdi pada Indonesia.

Mahfud merupakan warga dari RT 9/RW 1, Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus. Laki-laki kelahiran 1994 ini, pulang ke Indonesia pada saat Puasa dan Lebaran tahun lalu. Dia memang berkeinginan bisa melanjutkan studinya di Cairo. Orang tuanya pun sangat mendukung.

”Perjuangan seleksi masuk Univeristas Al Azhar sangat berat. Persaingan sangat ketat dengan ribuan orang. Saat ini saya tinggal di Building 7/5, Thoha Dinary Street, District 7th, Nasr City, Cairo,” imbuhnya. (*)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 08:37:18 +0700
<![CDATA[Membangun Peradaban Buku di Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132519/membangun-peradaban-buku-di-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/membangun-peradaban-buku-di-sekolah_m_132519.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/membangun-peradaban-buku-di-sekolah_m_132519.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132519/membangun-peradaban-buku-di-sekolah

PEMERINTAH telah menerbitkan peraturan nomor 23 Tahun 2015, Kemendikbud mewajibkan tiap siswanya membaca buku 15 menit sebelum dimulai jam pelajaran.]]>

PEMERINTAH telah menerbitkan peraturan nomor 23 Tahun 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan tiap siswanya membaca buku 15 menit sebelum dimulai jam pelajaran. Program ini yang kerap disebut dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Jenis buku yang dibaca siswa bebas.Dengan syarat mengandung muatan budi pekerti, sebagai contoh adalah buku dongeng.

Pelaksanaan GLS ini, sekolah  harus memiliki perpustakaan secara mandiri yang memenuhi standard. Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, minimal 144 meter persegi atau setara dengan dua ruang kelas dan dapat  menampung 36 siswa.

Dalam sistem pendidikan modern, baik di negara maju maupun di negara berkembang, perpustakaan memegang peranan penting. Para ahli pendidikan berpendapat, perpustakaan menjadi jantung dari pendidikan (the heart of educational program).

Kini masyarakat memeroleh informasi banyak menggunakan perangkat visual seperti media televisi, radio, internet, dan smartphone. Kuatnya budaya tutur menjadikan makin kokohnya budaya mencari dan mendapatkan informasi secara cepat dan instan dari radio, televisi dan smartphone.

Budaya menonton televisi telah melemahkan budaya baca masyarakat. Televisi melemahkan daya analisis dalam ranah kognitif penontonnya, karena otak dimanjakan dengan informasi yang sifatnya instan. Perpustakaan hingga kini belum dianggap faktor penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Para siswa belum menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi mereka.

Minimnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap perpustakaaan, berawal dari persepsi siswa yang tak menempatkan perpustakaan  di relung hatinya. Ekspresi dari ketidakcintaan  terhadap perpustakaan tercermin dari minimnya anggaran dan fasilitas untuk perpustakaan sebagai learning center.  Keberadaan perpustakaan di sekolah sampai sekarang masih di maknai sebagai kelengkapan sebuah sekolah saja.

Seringkali fasilitas penunjang seperti ruang baca yang nyaman dan kondusif relatif minim perawatan. Ketidaknyamanan jadi kendala pengunjung malas berlama-lama di perpustakaan.

Dengan kebijakan jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) yang dicanangkan pemerintah tahun 2007 bekerjasama dengan provider internet, maka internet menjadi idola dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Internet pun menjadi penghubung dunia maya antar institusi dalam program jardiknas pemerintah. Agaknya inilah yang lebih di tekankan dalam program Jardiknas Pemerintah, yaitu menghubungkan antar institusi pendidikan  dengan dunia luar dengan akses informasi yang lebih luas.

Namun demikian, bukan berarti internet masuk sekolah meniadakan perpustakaan sekolah. Keduanya harus kompak dalam memberikan informasi terkini. Internet di sekolah tak mungkin dibawa pulang siswa. Tapi buku perpustakaan dapat dibawa pulang oleh siswa.

Internet tergantung pada listrik, akses telekomunikasi, dan kemampuan ekonomi. Sedangkan buku koleksi perpustakaan hanya tergantung pada niatan dari perpustakaan untuk memperbaiki pelayanan dan peminjam.

Perpustakaan zaman sekarang harus profesional pelayanannya. Hingga mampu menarik minat baca siswa atau para pengunjung lainnya. Persoalan minat baca harus mendapat perhatian besar dari orangtua, guru, dan sekolah. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 14:46:29 +0700
<![CDATA[Tak Kunjung Ditempati, Shelter PGOT di Purwodadi Mangkrak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132517/tak-kunjung-ditempati-shelter-pgot-di-purwodadi-mangkrak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/tak-kunjung-ditempati-shelter-pgot-di-purwodadi-mangkrak_m_132517.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/tak-kunjung-ditempati-shelter-pgot-di-purwodadi-mangkrak_m_132517.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132517/tak-kunjung-ditempati-shelter-pgot-di-purwodadi-mangkrak

Pembangunan tahap pertama shelter khusus Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantas (PGOT) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan MH Thamrin.]]>

PURWODADI - Pembangunan tahap pertama shelter khusus Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantas (PGOT) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Jalan MH Thamrin Kelurahan Danyang, Kecamatan Purwodadi milik Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan rampung telah rampung setahun lalu. Namun, hingga kini gedung senilai Rp 1,3 miliar tersebut, tak kunjung ditempati, sehingga mangkrak.

Kasi Kesejahteraan Sosial Anak dan Lanjut Usia Dinsos Grobogan Jasmari mengatakan, pendirian shelter dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yang dikerjakan sejak Juli lalu, pada 29 Oktober rampung dikerjakan.

Tahap pertama menggunakan anggaran Rp 1,389 miliar dari ABPD. Dipakai untuk pematangan tanah dan talud. Kemudian pembangunan gedung A lantai 1 dan B. Gedung tersebut merupakan unit pengelolaan dan gedung pendataan. “Tahun ini kami mengusulkan anggaran namun belumtapi tak dapat. Sehingga gedung mangkrak karena tak ada pekerjaan selama setahun. Kami sudah mengusulkan pengerjaan tahun depan, kemungkinan di dapat pada akhir tahun depan. Sehingga akan mangkrak cukup lama,” keluhnya.

Pada pengusulan tahap kedua, Dinsos mengusulkan sekitar Rp 2 miliar untuk pendirian ruang isolasi dan dapur. ”Harusnya tahun lalu yang diutamakan pendirian isolasi. Sehingga gedung bisa dipakai. Kalau yang sudah berdiri ini kan gedung pendataan atau kantor, namun belum ada sarana dan prasarana hingga saluran airnya. Sehingga belum bisa di tempati,” paparnya.

Rencananya pada tahap kedua nanti akan didirikan ruang isolasi, dapur dan perampungan gedung A lantai 2, pembangunan gedung C, finishing area, hingga pagar keliling gedung.

”Kami berharap pembangunan shelter ini segera rampung. Mengingat kami selalu kualahan membawa PGOT maupun ODGJ yang kami temukan di jalan. Lansia yang telantar pun kami harus membawa ke luar daerah, tak jarang mereka sudah penuh,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 14:30:55 +0700
<![CDATA[Demi Pengamanan TPS, Koramil dan Polsek Lewati Jalan Berlumpur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132516/demi-pengamanan-tps-koramil-dan-polsek-lewati-jalan-berlumpur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/demi-pengamanan-tps-koramil-dan-polsek-lewati-jalan-berlumpur_m_132516.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/demi-pengamanan-tps-koramil-dan-polsek-lewati-jalan-berlumpur_m_132516.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132516/demi-pengamanan-tps-koramil-dan-polsek-lewati-jalan-berlumpur

Babinsa Jambangan Koramil 09/Gundih bersama Bhabinkamtibmas Polsek Geyer rela menempuh medan berat untuk menjaga pelaksanaan pengamanan pemilu.]]>

GEYER - Babinsa Jambangan Koramil 09/Gundih bersama Bhabinkamtibmas Polsek Geyer rela menempuh medan berat untuk menjaga pelaksanaan pengamanan pemilu. Hal tersebut dilakukan demi menjalankan tugas negara

Para petugas melewati medan tersebut dengan menggunakan sepeda motor. Mereka melintasi jalur yang licin dan sempat membuat Babinsa harus dibantu warga karena hampir terperosok.

”Kami patroli keliling untuk mengecek kesiapan 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Desa Jambangan ini. Medan di sini cukup sulit, karena gang kecil masih banyak yang tanah dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Itu pun harus dibantu dorong. Kalau kami jalan kaki, tentu akan menghabiskan waktu,” ujar Babinsa Jambangan Koramil 09/Gundih Koptu Agus Nurcahyo.

Medan yang paling berat saat petugas menuju TPS 21di Dusun Nduro. Sekiranya petugas harus menempuh jarak 1,5 kilometer untuk bisa menuju lokasi. Jalan pun becek dan masih tanah. Terlebih selepas hujan, sehingga petugas cukup sulit melalui medan tersebut.

“Ini menjadi jalan satu-satunya. Medan berat tidak menjadi rintangan bagi kami, demi terselenggaranya Pemilu yang aman, sejuk dan damai,” katanya.

Meski lokasi TPS berada di pelosok dan akses susah, lanjut dia, tak menuyurutkan antusias warga untuk berbondong-bondong datang ke TPS. Karena kesadaran warga di daerah tersebut untuk menyalurkan hak pilihnya cukup tinggi.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 14:26:10 +0700
<![CDATA[Epson PLQ-30, Passbook Printer dengan Ragam Fungsi  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132511/epson-plq-30-passbook-printer-dengan-ragam-fungsi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/epson-plq-30-passbook-printer-dengan-ragam-fungsi_m_132511.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/epson-plq-30-passbook-printer-dengan-ragam-fungsi_m_132511.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132511/epson-plq-30-passbook-printer-dengan-ragam-fungsi

Sebagai salah satu produsen printer terbesar di Indonesia, Epson kembali menghadirkan produk terbarunya yakni, Epson PLQ-30 sebagai solusi cetak passbook.]]>

JAKARTA - Sebagai salah satu produsen printer terbesar di Indonesia, Epson kembali menghadirkan produk terbarunya yakni, Epson PLQ-30 sebagai solusi cetak passbook yang didesain untuk kemudahan integrasi dan optimasi. Epson PLQ-30 ini, dirancang agar mampu menangani passbook dengan ketebalan mencapai 2.6 mm.

Marketing Division Head Epson Indonesia, Riswin Li mengatakan, dengan hadirnya, printer passbook seri PLQ-30 yang fleksibel dan serbaguna, pengguna dipastikan dapat meningkatkan produktivitas layanan dan efisiensi operasional, dengan tetap mempertahankan TCO yang rendah.

"Epson hadir dengan berbagai solusi cetak, salah satunya yaitu passbook printer. Dengan semakin ragamnya permintaan pasar, kami hadirkan beberapa rentang produk passbook printer ini" kata Riswin di Jakarta.

Riswin menambahkan, Passbook Printer ini dapat dihubungkan melalui USB maupun jaringan nirkabel. Dengan kecepatan mencapai 520cps dan dilengkapi dengan fitur penyelaras otomatis serta pengaturan jarak otomatis membuat pekerjaan menjaid lebih cepat dan bebas masalah.

"Epson PLQ-30 series sesuai dengan infrastruktur TI yang ada dengan kemampuan sama dengan kompetitor yang serupa. Printer dilengkapi dengan antarmuka Paralel, Serial, dan USB yang dapat dengan mudah mengintegrasikan printer ke dalam sistem yang ada," imbuhnya.

Salah satu keunggulan utama dari seri PLQ-30, lanjut Riswin, adalah kemampuan untuk mencetak pada berbagai media yang digunakan di lembaga keuangan dan departemen pemerintah. Ini termasuk buku tabungan dengan ketebalan hingga 2,6mm, slip perbankan, visa, formulir, kwitansi, tiket, dan berbagai dokumen resmi lainnya.

Selain itu, Epson PLQ-30 juga cocok untuk dipakai korporasi-korporasi untuk mencetak giro dan cek karena mempunyai fitur auto skew, sehingga dapat menghindari hasil cetak yang lari (tidak pas pada template), walaupun kertas giro atau cek ditempatkan di sisi kiri maupun di sisi kanan dan tengah printer.

"Dengan desain yang ringkas, printer ini dapat dengan mudah diletakkan pada tempat dengan ukuran yang terbatas. Printer dot-matrix dengan 24 pin ini selain dapat digunakan oleh perbankan, kini turut juga digunakan untuk buku nikah pada Lembaga KUA (Kantor Urusan Agama)," jelasnya.

Menurut Riswin, Epson PLQ-30 juga mudah dirawat dengan kemampuan perawatan yang ramah pengguna seperti prosedur penggantian pita yang aman dan sederhana yang mengurangi kebutuhan akan dukungan TI yang mahal dan memakan waktu.

"Nikmati operasi bebas rewel dengan fitur otomatis pintar untuk pencetakan yang konsisten dan bebas masalah. Terlebih, dengan masa pakai pita hingga 10 juta karakter, pita pada seri printer PLQ-30 lebih tahan lama daripada printer konvensional," pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 14:09:03 +0700
<![CDATA[Capres 01 Menang di Semua Wilayah Eks Karesidenan Pati dan Grobogan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132507/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan_m_132507.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan_m_132507.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132507/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan

Data yang masuk ke meja redaksi Jawa Pos Radar Kudus pasangan calon presiden dan wakil presiden jokowi-amin memenangi di seluruh wilayah eks Karesidenan Pati.]]>

KUDUS - Data yang masuk ke meja redaksi Jawa Pos Radar Kudus pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Amin Ma’ruf memenangi di seluruh wilayah eks Karesidenan Pati dan Grobogan. Total perolehan suara daerah itu capres dan cawapres pasangan Jokowi-Amin memperoleh suara 2.019.833 dan Prabowo-Sandi 403.095 suara.

Perolehan Kabupaten Kudus Capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh suara 211.920 suara, sementara Prabowo-Sandi mendapat 66.898 suara. Kabupaten Jepara Jokowi-Amin 172.335 suara dan Prabowo-Sandi 34.822 suara. Kabupaten Pati Jokowi-Amin 584.902 suara dan Prabowo-Sandi 97.662. Kabupaten Blora Jokowi-Amin 407.799 suara dan Prabowo-Sandi 95.748 suara. Kabupaten Grobogan Jokowi-Amin 642.877 sementara Prabowo-Sandi 107.965 suara.

Hasil wawancara para ketua DPRD di eks Karesidenan Pati dan Grobogan meyakini akan tetap terpilih. Mereka tetap yakin tetap menduduki sebagai pimpinan dewan di daerahnya masing-masing.

Menarik, perolehan suara calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Sandi menang di tempat pemungutan suara (TPS) Bupati Kudus. Di TPS 04 di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus Prabowo-Sandi memperoleh 89 suara dari total suara 165 suara.

Kemenangan Prabowo-Sandi di TPS Bupati Kudus itu satu-satunya yang menang dibandingkan TPS para bupati lainnya di eks Karesidenan Pati dan Grobogan. Di luar TPS Bupati Kudus, hasil hitungan TPS para bupati di Karesidenan Pati dan Grobogan, Jokowi tetap menang.

Kegiatan para bupati di Karesidenan Pati dan Grobogan usai nyoblos sama. Semuanya lakukan monitoring ke TPS di daerah masing-masing. Semuanya berharap pemungutan suara lancar. Mereka sepakat melarang kepada timses yang capresnya menang tak boleh pestas.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil datang menggunakan hak suaranya bersama keluarganya. Mengenakan baju senada berwarna putih, mereka tampak sunringah menyapa masyarakat dan masuk ke TPS. Seperti warga lainnya, Tamzil dan keluarganya pun sempat ngantre menunggu giliran mencoblos.

Dalam kesempatan tersebut, ia dan keluarganya hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden dan DPD. Sebab KTP-nya bukan domisili di sana. Usai mencoblos, ia pun mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk tidak golput.

Terkait partisipasi pemilih masyarakat Kudus, Tamzil optimis bisa mencapai 90 persen. Sebab, sejauh pengamatannya, banyak warga antusias menyemarakkan pesta demokrasi kali ini.

”Saya lihat animo masyarakat tinggi,” ujarnya saat ditemui usai mencoblos kemarin.

Tamzil juga berpesan kepada panitia pelaksana Pemilu, mulai dari KPU hingga petugas di TPS agar tetap menjaga kesehatan dan istirahat. Mengingat ada lima surat suara yang harus dipilih. Sehingga proses pemungutan suara juga akan berlangsung lebih lama dari pemilu sebelumnya.

“Mengingat nanti penghitungan suara bisa saja sampai malam,” jelasnya.

Sementara terkait kondusivitas, hingga pelaksanaan pagi ini, Tamzil menyatakan belum ada gangguan yang terjadi. Hanya, Tamzil tetap berpesan pada para masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga kondusifitas Kudus. Terutama setelah hasil pemilu 2019 telah keluar.

“Masyarakat sudah sama-sama dewasa dalam menyikapi hal ini,” jelasnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono tegas melarang para tim sukses baik calon legislatif (caleg) maupun caalon presiden (capres) untuk melakukan konvoi pemenangan. Hal ini dilakuakan untuk menghindari gesekan antara tim penduung. Selain itu juga untuk menjaga agar situasi pada hari H pelaksanaan pemilu tetap kondusif.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi melakukan pencoblosan pada Pemilu 2019 kemarin di TPS 3 Bangsri. Marzuqi biasanya melakukan pencoblosan di Kelurahan Panggang, Jepara. Namun pemilu kali ini mencoblos di Desa Bangsri. Pasalnya, Marzuqi melaksanakan agenda monitoring TPS di wilayah Jepara kota sampai Jepara bagian utara. Mulai Mlonggo, Bangsri, hingga Keling.

Usai memberikan hak suara, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melaksanakan monitoring pemungutan suara bersama Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Bupati Grobogan Sri Sumarni datang ke TPS pukul 08.00 WIB. Dia datang ke TPS didampingi ajudan di TPS 21 yang berada di Jalan Kauman Kidul, gang Ulama Kelurahan/Kecamatan Purwodadi. Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan mengenakan kemeja berwarna putih.

Usai menggunakan hak pilihnya. Bupati bersama Forkopinda lakukan pemantauan tiga TPS di tiga Kecamatan. Yaitu di Desa Ngeluk, TPS 02 , Kecamatan Penawangan , Desa Bugel, TPS  05, Kecamatan Godong dan Kantor Kecamatan Gubug TPS 20. Saat pemantauan Bupati juga langsung bersinggungan dengan warga masyarakat dan panitia pemungutan suara.

”Hasil dari pemantauan untuk seluruh Pemilu di Kabupaten Grobogan berjalan lancar, aman dan damai,” kata Bupati.

Sementara Bupati Pati Haryanto terlihat mendatangi TPS 14 untuk memberikan suara sekitar pukul 09.00 kemarin. Ia mengenakan kemeja panjang warna putih dengan bawahan hitam. Begitu juga dengan Ibu Musus Haryanto dan kedua anaknya, Tresya Okta Vera (Vera) dan Harani Putri Diszawanti (Disza).

Kedatangan orang nomor satu ini praktis menyita perhatian masyarakat yang kebetulan ada di lokasi saat bupatinya wong Pati itu nyoblos. Usai menggunakan hak suara Haryanto menjadi objek foto sejumlah warga. Ia bersama istri dan kedua anaknya memperlihatkan jari bertinta tanda sudah nyoblos.

”Proses pemungutan suara di TPS 14 relatif lancer. Dan lebih penting lagi kondisi juga aman dan kondusif hingga proses penghitungan berakhir,” ujar Kepala Desa Raci, Batangan, Mamik.

Ia mengharapkan, pada tahapan berikutnya, kondisi di desanya kondusif.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 13:59:27 +0700
<![CDATA[Alasan KPU Rembang Bakar Ribuan Surat Suara Tak Terpakai Pemilu 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132496/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019_m_132496.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019_m_132496.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132496/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019

KPU Rembang memusnahkan sebanyak 8.331 surat suara tak terpakai untuk Pemilu 2019. Ribuan surat suara itu baru dibakar Selasa (16/4) malam sekitar pukul 21.00.]]>

KOTA - KPU Rembang memusnahkan sebanyak 8.331 surat suara tak terpakai untuk Pemilu 2019. Ribuan surat suara itu baru dibakar Selasa (16/4) malam sekitar pukul 21.00 setelah surat suara di seluruh TPS di Kota Garam didistribusikan. 

Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi menyatakan, ribuan surat suara itu dimusnahkan untuk memastikan tidak ada kecurangan kelebihan surat suara. Sehingga, iklim demokrasi bisa tetap terjaga kualitasnya.

”Dipastikan dulu, khawatir ada yang kurang kalau dibakar siang tadi,” terang Iqbal saat ditanya mengapa baru dibakar pada malam hari.

Dalam prosesi pemusnahan itu, turut disaksikan Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso dan jajarannya,  Bawaslu Rembang, Satpol PP Rembang, serta staf ahli dari Pemprov Jateng. Pemusnahan hingga tuntas berlangsung hingga sekitar pukul 23.00.

Dengan dimusnahkannya surat suara sisa, maka apabila terjadi permasalahan di lapangan, akan ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada. Sebab, komisi juga sudah menyiapkan surat suara cadangan 2,5 persen di tiap TPS.

KPU Rembang sebelumnya juga telah mendata pemilih dari luar daerah yang akan menyalurkan hak pilihnya di Kota Garam. Selain itu, penyelenggara pemilu juga telah mengantisipasi adanya pemilih khusus pada hari pelaksanaan.

Adapun surat suara yang dibakar meliputi surat suara rusak dan baik untuk seluruh kontestan Pemilu. Yakni baik untuk capres-cawapres, caleg DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Rembang.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:40:12 +0700
<![CDATA[Gema Kartini Bakal Dimeriahkan Tari Orek-Orek 500 Siswi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132492/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi_m_132492.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi_m_132492.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132492/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi

Tari orek-orek khas Rembang yang diikuti 500 siswi bakal turut memerihkan peringatan Hari RA Kartini. Sesuai jadwal tari akan dibawakan sebelum kirab.]]>

KOTA –  Tari orek-orek khas Rembang yang diikuti 500 siswi bakal turut memerihkan peringatan Hari RA Kartini di Kota Garam. Sesuai jadwal tari akan dibawakan sebelum kirab pataka bendera panji-panji kata mutiara RA Kartini akan menempuh jarak sekitar 22 km mulai Museum RA Kartini hingga makan Kartini, Bulu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dwi Purwanto menyampaikan persiapan telah dilaksanakan mulai Kamis (18/4) dengan agenda gladi bersih. Mereka diantarnya, pasukan pembawa kirab, 40 putri domas siswa SMA Kartini dan keluarga besar Permadani.

”Untuk tanggal 18 April gladi bersih kirab. Tanggal 19 April malam ada prosesi mengeluarkan Pataka dari dalam museum di tengah pendopo,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/4).

Nantinya prosesi kirab akan diisi cokekan, mocopat dan lain-lain. Setelah itu Pataka siap untuk di kirab tanggal 20 April malam hari. “Kegiatan ini terintegrasi kegiatan fam trip, selain akan dihadiri 20  wisatawan mancananegara,” ujarnya.

Sesuai rencana pihaknya akan didukung Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Terutama, terkait kunjungan wisatawan ke lokasi destinasi wisata. Antara lain, ada di Lasem, TRP Kartini dan prosesi kirab pataka.”Untuk Rembang ada Fam Trip sendiri. Kita hadirkan 50 buyer yang didominasi dari wilayah Jawa Timur,” terangnya.

Pihaknya berharap gema Kartini dipastikan beda. Seiring inovasi yang sebelumnya di usung launching aplikasi berbasis android. Kini ditindaklanjuti action-nya. Selain itu, masih banyak kegiatan yang bakal diusung hingga akhir April.

” Ada tari kolosal, untuk mengangkat tari khas Rembang yakni orek-orek yang melibatkan 500 siswi,” paparnya.

Selain itu, ada lomba lukis dan mewarnai. Hal ini diperuntukan anak-anak TK. Tentu dengan tema yang diusung Kartini. Dengan target peserta mencapai 1.000 peserta. “Ini untuk menyemarakkan rangkaian gema Kartini,” ujarnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:13:53 +0700
<![CDATA[Inspektorat Selidiki Tujuh  Dugaan Penyelewengan Dana Desa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132491/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa_m_132491.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa_m_132491.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132491/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa

Di sepanjang 2018 lalu, Inspektorat menangani sejumlah laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di beberapa desa di Rembang. Mayoritas mengenai kualitas bahan.]]>

KOTA – Di sepanjang 2018 lalu, Inspektorat menangani sejumlah laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di beberapa desa di Rembang. Mayoritas mengenai kualitas bahan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab desa.

Kepala Dinpermades Rembang Sulistiyono mengungkapkan, sejumlah aduan dari masyarakat sudah ditindaklanjuti. Namun, ada beberapa aduan tersebut yang dilaporkan ke Bupati Rembang untuk kemudian ditindaklanjuti Inspektorat Rembang.

”Yang ditindaklanjuti Inspektorat di antaranya untuk Desa Manggar, Labuhan, Sarangmeduro, Megal, Bangunrejo, Segoromulyo, dan Sudo,” terang Sulistiyono belum lama ini.

Selain kasus yang ditindaklanjuti oleh Inspektorat, Sulis menyebut juga ada beberapa laporan yang langsung ditangani pihaknya. Namun, untuk kasus yang terdapat dugaan kerugian akan langsung dilaporkan ke Bupati untuk ditindaklanjuti oleh Inspektorat.

Meski demikian, Sulis enggan menyebut aduan apa saja yang langsung ditangani olehnya, tanpa melibatkan Inspektorat atau pihak yang ditunjuk Bupati. Dia hanya menerangkan bahwasanya untuk saat ini pihaknya terus melakukan pembinaan yang bersifat pencegahan dan pendampingan.

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam keterangannya pada Selasa (16/4) lalu menyebut selalu hati-hati dalam melihat aduan yang ada. Apalagi, pelapor atau pengadu yang ada kapasitasnya dianggap tidak memadai.

”Kita tidak bisa menangani satu per satu. Kita sudah ada salurannya. Kalau ada, kita lihat di Inspektorat. Kalau sifatnya hanya kelalaian, masih dilihat dulu. Tapi kalau memang dari awal ada niat jahat, akan dipertimbangkan (untuk diproses lebih lanjut),” paparnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:08:26 +0700
<![CDATA[Nyoblos Lima Kertas Surat Suara, Mbah Moen Butuh Waktu Tujuh Menit]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132487/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit_m_132487.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit_m_132487.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132487/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit

Ketua Majelis Syuro PPP KH Maimoen Zubair menyalurkan hak suaranya di TPS 05 Sarang, Rembang. Sementara Gus Mus menyalurkan hak suara di TPS 01 Leteh, Rembang.]]>

REMBANG - Ketua Majelis Syuro PPP KH Maimoen Zubair menyalurkan hak suaranya di TPS 05 Sarang, Rembang. Sementara tokoh kharismatik lainnya Gus Mus menyalurkan hak suaranya di TPS 01 Leteh, Rembang. Mbah Moen mencoblos membutuhkan waktu sekitar lima menit. Dibandingkan dengan pemilih lainnya lebih lama. Ini lantaran factor usia. Juga yang dicoblos sebanyak lima kertas suara.

Mbah Moen-sapaan akrab dari KH Maimoen Zubair- didampingi istrinya Hj. Heni Maryan Syafa’ati kemarin. Mbah Moen ditemani putranya yang juga Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Gus Yasin-sapaan akrab Taj Yasin Maimoen-didampingi istrinya.

Tokoh yang akrab disapa Mbah Moen itu tiba di TPS sekitar pukul 10.30. Dia mengendarai mobil golf yang disetir Gus Yasin-sapaan Taj Yasin. Sebelum turun, Mbah Moen sempat mengenakan kacamata hitam. 
Mbah Moen membawa tongkat. Ia dituntun Gus Yasin menuju TPS. Sejumlah warga serta petugas KPPS pun satu per satu menyalami dan mencium tangan Mbah Moen.

SALURKAN SUARA: Gus Mus saat melakukan memasukkan surat suara di TPS 01 Leteh, Rembang, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Kiai berusia 90 tahun itu menandatangani sendiri form daftar hadir sebelum menunggu giliran. Karena TPS sepi, tak lama kemudian, Mbah Moen dan rombongan pun dipanggil untuk mencoblos.

Saat di bilik suara, Mbah Moen tampak butuh waktu lebih lama dibanding yang lain. Usai mencoblos, Mbah Moen pun memberikan keterangan kepada pers. 

Dalam keterangan kepada pers kemarin, Mbah Moen menegaskan memilih pemimpin hukumnya wajib. Meskipun ada yang pilihannya salah, namun setidaknya sudah berusaha memilih yang terbaik.

"Ya harus kewajiban pimpinan adalah adil dan jujur. Adil itu dalam hukum, jujur itu artinya jangan menyeleweng," terang pengasuh Ponpes Al Anwar itu.

Lebih lanjut, Mbah Moen menyebut dalam memilih pemimpin haruslah yang jujur dan adil.
"Memilih yang baik, jujur, adil, itu wajib dalam memilih pimpinan. Itu wajib. Tidak ada pimpinan kosong, itu dosa. Jadi siapapun itu kewajiban, mari kita milih yang terbaik, itu hukumnya wajib," tambah Mbah Moen yang juga tampak mengenakan jam tangan itu.

Sementara itu, Gus Yasin dalam kesempatan itu menyatakan apresiasinya kepada masyarakat, khusunya TPS 05 tempat dia menyalurkan suaranya. Sebab, hingga sekitar pukul 11.00 saat dirinya dan rombongan selesai nyoblos, jumlah pemilih yang sudah menyalurkan haknya mencapai 80 persen.

"Ini jam 11.00, dan pemilihnya di TPS 05 Desa Karangmangu sudah mencapai 190 dari 220 pemilih. Harus kita apresiasi. Apalagi, untuk masyarakat Rembang sendiri, ditargetkan bisa mencapai 80 persen," terangnya.

Usai memberikan keterangan, Mbah Moen dan Gus Yasin beserta rombongan pun langsung meninggalkan lokasi dengan mobil golf. Mbah Moen dan Gus Yasin di depan, istri Mbah Moen dan istri Gus Yasin di belakang dan menghadap ke belakang.

Tokoh kharismatik lainnya KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyalurkan hak suaranya di Pemilu 2019 pukul 10.00 kemarin.  Gus Mus mencoblos di TPS 01 Leteh. Dia didampingi anak dan cucunya.

Sejam sebelumnya sekitar pukul 09.00 Hj Muchsinah Cholil istri almarhumah Kyai Cholil Bisri juga mencoblos. Dia menggunakan kursi roda. Hj Muchsinah mencoblos di TPS 02 berhadapan TPS 01 tempat Gus Mus mencoblos.

Selang satu jam atau pukul 10.00 Gus Mus menyalurkan suara. Dua anak dan mantunya mendampinginya. Masing-masing Wahyu Salvana, Raabiatul Bisyriyah Sybt, Rizal Wijaya, dan Almas Mustofa. Mereka jalan kaki ke TPS.

Gus Mus usai mencoblos kepada Jawa Pos Radar Kudus mengajak semua saling menghormati dan menerima keputusan hasil Pemilu 2019. Setelah Pemilu masyarakat kembali rutinitas normal.

”Namanya demokrasi yang dipilih harus diterima. Jadi kita bisa berdebat, sebelum menjadi sebuah putusan. Kalau sudah di dok (putuskan, Red) tidak ada (debat) lagi,” kata Gus Mus usai mencoblos kemarin.

Menurutnya siapapun calonnya yang terpilih dan sudah dilantik menjadi presiden bukan lagi Capres. Karena itu kalau sudah diputuskan atau dilantik capres terpilih itu jadi milik bersama. ”Kalau masih grundel berarti kurang belajar demokrasi,” jelasnya.

Mudah-mudahan rakyat Indonesia lebih matang berdemokrasi. Karena sudah berkali-jali setiap lima tahun sekali. Tidak ada kaget lagi atau rasa tidak enak. Ibaratnya seperti main bola, kalau kalah pasti ada rasa kecewa.

”Mudah-mudahnya bisa lerem. Ketika kita bisa menyadari, semua adalah bangsa Indonesia dan siapapun yang menang Indonesia,” doanya.

Terkait tasyakuran, ia mengungkapkan bukan kemenangan calon presiden tertentu. Namun kemenangan bangsa Indonesia. Sehingga siapapun yang menang tidak perlu lagi tunjukan euphoria. Bahkan tasyakuran tidak perlu diperlihatkan secara terbuka.

”Mudah-mudahan jadi aman pasca Pemilu 2019. Ketika saling menghormati dengan satu pihak dan lainnya,” harapnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:43:10 +0700
<![CDATA[Para Ketua DPRD Tetap Optimistis Terpilih Lagi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132484/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi_m_132484.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi_m_132484.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132484/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi

Pemilu tahun 2019 Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni kembali mencalonkan dirinya kembali. Caleg DPRD Kabupaten Dapil III itu tak pindah TPS.]]>

KUDUS - Pemilu tahun 2019 Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni kembali mencalonkan dirinya kembali. Caleg DPRD Kabupaten Dapil III (Jekulo, Dawe) itu tak pindah TPS. Yusuf menggunakan hak pilihnya di TPS 10. Tepatnya di SD 4 Ngembal Kulon, Jati, Kudus.

Persiapan menyambut pemilu sudah terasa di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Kudus yang berambut klismis itu sejak Selasa malam (16/03). Yusuf yang tinggal di Desa Ngembal Kulon RT 7/3, Jati, Kudus, tengah menggelar doa bersama.

Kegiatan Doa bersama itu berlangsung dari pukul 19.00. Yusuf berserta timsesnya berdoa kepada Tuhan, agar  diberikan kelancaran saat esok hari (17 April Red). Dia dan puluhan timsesnya melantunkan Shalawat Jibril. Yusuf begitu fokus dan khusuk ketika mengikitu prosesi itu. Mereka membacakan Shalawat itu sebanyak 15 ribu kali. Kegiatan doa bersama itu berlangsung hingga pukul 21.00.

Keesokan harinya pada pukul 08.00, Yusuf tengah bersiap memberikan suara. Ia tak pindah TPS. Pria berkacamata itu memberikan suara untuk caleg DPRD Kabupaten Dapil I (Kota dan Jati).

Yusuf mengungkapkan, sejak lima tahun lalu, dia beserta istrinya Reni Kusbandari tak pindah TPS di Dapil III. Yusuf ingin memberikan suaranya kepada rekan-rekanya separtai. Bahwasanya suara satu orang dari kader sangatlah berpengaruh bagi rekannya maupun partainya.

“Saya sudah kehilangan dua suara saya (Yusuf dan Istri, Red). Tapi tak masalah, yang terpenting saya memberikan suara saya kepadarekan-rekan di Dapil I, ” katanya.

Yusuf mengatakan, pemetaan suara di Dapil III hampir rata. Dia menegaskan, di Kecamatan Jekulo dan Dawe merupakan lumbung suaranya. Dia menyebut dari 31 Dapil ada desa tertentu yang menjadi lumbung suaranya. Ketika ditanya terkait target suara, Yusuf belum bisa memastikan. Pasalnya tiap tahun tolak ukur kecamaan berubah-ubah.

“Kalau lima tahun lalu suara saya paling banyak di Dawe ada sekitar tiga ribuan. Sedangkan untuk di Jekulo sedikit. InsyaAllah tahun ini menang,” ungkapnya.

Berbeda dengan Ketua DPRD Jepara Junarso. Pagi kemarin di rumahnya terlihat sepi. Tidak ada tim pemenangan maupaun relawan yang ada di rumah tersebut. Sedangkan Junarso hanya duduk santai di ruang tamu. Pukul 09.00 baru keluar rumah bersama istri mengendarai sepeda matic menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sosok yang juga calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memakai atasan putih. Sedangakn istrinya, Sri Utami juga memakai pakaian putih. Sambil berboncengan keduanya menuju TPS 1 Desa Watuaji, Keling. Jaraknya hanya 40 meter dari rumah Junarso.

Sesampainya di TPS, keduanya menyapa warga sekitar yang juga ikut antre. Sekitar 30 menit antre, giliran Junarso dan istri dipanggil petugas untuk melakukan pencoblosan di bilik suara. Usai mencoblos, saat keluar dari TPS juga menyempatkan bertinteraksi dengan warga.

Disinggung mengenai target perolehan suara caleg, ia menargetkan ada dua caleg dari PDIP yang lolos di daerah pemilihan 3, Jepara. Meliputi wilayah Donorojo, Keling, dan Kembang. “Kalau target pribadi sekitar 10.000 suara. Modal kami kinerja selama 4,5 tahun ini. Masyarakat sudah pandai menilai. Setiap turun ke bawah mereka tahu siapa yang pantas mewakili,” imbuhnya.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto optimistis bisa mendapatkan kursi DPRD. Hal itu, karena dirinya masih dipercaya warga di dapilnya Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Tanggungharjo.

Pria yang akrab sapa Agus juga ikut menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di TPS nomor 6 di Desa Kwaron, Kecamatan Gubug, Grobogan. Dia datang bersama istri dan anaknya memakai kemeja putih. Dia datang ke TPS pukul 09.00 WIB.

Saat berada di TPS dirinya juga bersama pendukungnya datang bersama.  Usai mencoblos dirinya langsung pulang ke rumahnya di kampung Megosari RT 1/RW 3, Desa Kwaron. Ketika sampai di rumah, sudah ada belasan tim sukses, keluarga, dan tengga berkumpul di ruang teras depan dan ruang tamu.

Mereka juga datang dan pergi silih berganti untuk memberikan laporan tentang hasil pencoblosan di lapangan. Ada beberapa warga dari beberapa Desa di Kecamatan Gubug, Tegowanu dan Kedungjat. Beberapa kali juga dirinya sibuk membalas whatsapp dan telepon dari ponselnya.

”Tadi saya sudah menyalurkan hak pilih di TPS bersama istri dan anak perempuan saya. Dari pantauan di lapangan saya optimistis bisa terpilih lagi. Targetnya bisa mendapatkan 10 ribu suara,” kata dia. (gal)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:22:42 +0700
<![CDATA[Nekat Unggah Video di Bilik Suara, Pemuda Ini Disemprit Bawaslu  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132483/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu_m_132483.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu_m_132483.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132483/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu

Seorang pemuda berinisial AP disemprit Bawaslu Kudus lantaran mengunggah video di dalam bilik suara. Video tersebut diunggah pada status Whatsapp miliknya.]]>

KUDUS - Seorang pemuda berinisial AP disemprit Bawaslu Kudus lantaran mengunggah video di dalam bilik suara. Video tersebut diunggah pada status Whatsapp miliknya. Dalam video yang berdurasi 25 detik itu, ia memberikan keterangan tentang cara mencoblos yang baik dan benar.

Tak hanya menunjukkan ketika ia mencoblos surat suara pilpres, ia juga sempat mengganjalnya dengan sandal gunung berwarna hitam. Dalam video itu, tertulis jelas jika surat suara pilres itu diperuntukkan TPS 05 di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus.

Mengetahui hal ini, Bawaslu Kudus gerak cepat. Tak lama selang video tersebut diunggah, tim Bawaslu Kudus langsung mendatangi rumah pemuda tersebut. Teguran kepada pengunggah video pun diberikan. Menurut keterangan, Ketua Bawaslu Kudus Wahibul Minan, pemuda tersebut mengaku tidak mengetahui jika hal yang dilakukannya dilarang. ”Tadi kami langsung ke lokasi, kami berikan teguran kepada yang bersangkutan,” katanya.

Selain perintah untuk menghapus video yang telah diunggah itu, Bawaslu Kudus juga meminta yang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan. Tak ada sanksi hukum yang diberikan oleh bawaslu kepada pemuda tersebut.

Minan menjelaskan, dalam Pasal 35 Huruf M pada PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tertulis jelas tentang Larangan Menggunakan Telepon Genggam dan/atau Alat Perekam Gambar Lainnya di Bilik Suara. Ketentuan sanksinya tidak diatur dalam PKPU begitu pula di UU Nomor 7 Tahun 2017.

”Yang diatur di Pasal 500 UU Nomor 7 Tahun 2017 hanya subjek hukum bagi pendamping pemilih yang dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih yang didampinginya,” jelasnya.

Dalam pasal tersebut, berbunyi setiap orang yang membantu pemilih yang dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih kepada orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 12 juta.

Saat dikonfirmasi, pemuda tersebut membenarkan jika dirinya membuat dan sempat mengunggah video saat mencoblos di dalam bilik suara. Namun, ketika didatangi bawaslu ia secara suka rela langsung menghapus video tersebut. Ia pun menyesal dan meminta maaf kepada Bawaslu dan masyarakat Kudus.

”Itu karena bodohnya saya tidak mengetahui kalau itu dilarang undang-undang,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:08:55 +0700
<![CDATA[Unik, Desain TPS Ini Tampilkan Konsep Layar Tancap dan Wedding]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132480/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding_m_132480.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding_m_132480.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132480/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding

Berbagai cara dilakukan untuk menarik masyarakat untuk menyalurkan suara dalam Pemilu 2019. Mulai setting TPS hingga petugas berpakaian unik.]]>

KUDUS - Berbagai cara dilakukan untuk menarik masyarakat untuk menyalurkan suara dalam Pemilu 2019. Mulai setting TPS hingga petugas berpakaian unik. Di Rembang, ada TPS yang dilengkapi layar tancap. Film yang ditampilkan berupa kesenian daerah.

Potret ini terlihat di TPS 06 Desa Kabongan Kidul, Rembang. Di TPS ini ada caleg dari Partai Nasdem nomor urut 1 Supriyadi Eko Pratomo. TPS ini selain di-setting dengan layar besar untuk tontonan warga, juga dibuat konsep wedding.

Bahkan H-1 layar tancap sudah diputar berupa penayangan wayangan. Tujuannya, memberikan spirit panitia yang lembur menata TPS. Sekaligus memberikan hiburan bagi warga sekitar untuk jagong bareng. Begitupun dalam penghitungan suara. Layar tancap memutar ketoprak.

Caleg Partai Nasdem Supriyadi Eko Pratomo mengaku, di TPS ini ada 238 daftar pemilih tetap (DPT). ”Tingkat kehadiran kira-kira 80 persen atau 180-190 pemilih,” ungkapnya.

Terkait layar tancap tujuannya untuk hiburan. Sebab, warga sekitar suka ngumpul bareng. Hal ini tidak hanya dilakukan saat moment pemilu, namun saat warga punya gawe. Biasanya warga ada yang meminta diputarkan film di layar tancap. ”Kepala Desa Kabongan Kidul Rokhani mendukung,” ujarnya.

Konsep wedding juga diusung di TPS 13 Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Pati. Petugas KPPS bahkan rela iuran menggunakan kocek pribadi menyewa dekor untuk mendesain TPS seperti pelaminan. Di pintu masuk TPS dipenuhi bunga-bunga. Sedangkan di dalamnya ada dipenuhi warga antre untuk mencoblos.

Mereka duduk di kursi mengantre untuk menunggu namanya disebutkan petugas dan masuk ke bilik suara. Uniknya, empat bilik suara itu berada di tengah-tengah hiasan dekor resepsi pernikahan. Keempat bilik dikelilingi hiasan bunga-bunga yang didominasi berwarna putih.

Di sela-sela pemungutan suara, sesekali ada remaja berswafoto dengan teman-temannya. Sebagian untuk koleksi pribadi dan di-upload di media sosial untuk mengikuti lomba selfie di TPS.

Ketua KPPS TPS 13 Moh. Syarofunnaim mengatakan, konsep TPS yang dihiasi dekor resepsi pengantin itu sengaja dibuat untuk menarik masyarakat untuk nyoblos. ”Kami mendesain TPS semaksimal ini supaya pemilih mau datang. Sebenarnya partisipasi masyarakat di sini tinggi. Tapi supaya partisipasi meningkat lagi, dibuatlah konsep ini,” katanya.

Tak hanya TPS yang unik, pemilih juga ada yang kreatif. Sulikan Sableh, warga Desa Mlati Lor, Kota, Kudus, salah satunya. Pria yang merupakan anggota komunitas sepeda Onto-Onto Tok (OOT) ini, datang ke TPS di SD 2 Mlati Lor dengan berpakaian ala prajurit perang. Seragam coklat muda dipadu kupluk yang warnanya sama. Ditambah untaian kalung peluru dan senapan laras panjang.

Bukannya ngeri. Para pengunjung TPS malah banyak yang tersenyum melihatnya. ”Ayo datang ke TPS. Jangan golput,” ujarnya sambil menatap kamera ponsel depannya untuk membuat vlog.

Selain itu, sepeda ontelnya juga diberi dekorasi khas pemilu. Seperti MMT bertuliskan ”nyoblos yes, golput no”. ”Biar berharap bisa mengajak warga tidak golput,” ujarnya. (vah)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:35:56 +0700
<![CDATA[Jelang Nyoblos, Warga Penganut Sedulur Sikep Gelar Tirakatan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132478/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan_m_132478.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan_m_132478.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132478/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan

Ratusan warga penganut ajaran Sedulur Sikep atau Samin di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora, berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara.]]>

BLORA - Ratusan warga penganut ajaran Sedulur Sikep atau Samin di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora, berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) kemarin. Salah satunya sesepuh sedulur sikep Mbah Lasiyo.

Dia berangkat dari kediamannya sekitar pukul 11.08. Berboncengan dengan istrinya, Waini. Selan dia ada juga beberapa warga lain. Juga naik sepeda motor langsung menuju TPS 004 Desa Klopoduwur.

Sampai di TPS mereka langsung menyerahkan surat undangan. Petugas pun mempersilakan menunggu antrean. Mbah Lasiyo mulai masuk bilik suara dan mencoblos sekitar pukul 11.28. Cukup cepat, meski ada lima surat suara dengan ukuran besar. Hanya butuh waktu 20 menit atau berakhir nyoblos pada 11.48. Usai nyoblos, Mbah Lasiyo menyempatkan diri berbincang bersama awak media.

Mbah Lasyio mengaku, dalam satu RT di Desa Klopoduwur ada 65-an KK Sedulue Sikep. Satu KK bisa tiga hingga empat orang. Saat nyoblos memang tak bareng semua. Sebab harus ke sawah untuk angon sapi.

Terkait pilihan, dia mengaku yang sudah dikenal. ”(milih) Pak Jokowi. Kangge DPR pundi seng kecandak (Buat DPR siapa saja yang bisa). Siapa mawon (siapa saja), kalau presiden pilih Jokowi,” ucapnya.

Menurutnya, sebelum pencoblosan, malam selasa kemarin, dia bersama puluhan Sedulur Sikep juga melakukan ritual di petilasan. Tujuannya untuk mendoakan pemimpin Indonesia. ”Tadi malam (kemarin malam, Red) tidak tidur. Tirakatan mendoakan supaya jadi. Mulai dari 09.00 hingga jam 02.00. Semoga semua baik. Supoyo ayem tentrem (Supaya bahagia dan tenteram),” ucapnya.

Dia menjelaskan, peserta tirakatan tak hanya dari Desa Klopoduwur. Namun juga dari Kecamatan Banjar, Karangtalun, Blora, dan Randublatung. Jumlahnya hampir mencapai 23 Sedulur Sikep.

Mbah Lasyio  berharap, siapapun pemimpin yang jadi diharapkan bisa peduli kepada rakyat. ”Kedah merduli duluripun lan anak putu sedoyo. Lan nyukani wawasan engkang sae. Mboten milih siji lan sijine. Kedah didaku sedoyo (Harus peduli duluripun dan anak cucu semua. Dan memberi wawasan yang baik. Tidak pilih satu dan satunya. Harus diakui semua),” harapnya.

Ketua KPU Blora Muhammad Hamdun mengaku, tak memiliki data pasti jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang berasal dari penganut ajaran Samin. Sebab, mereka tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, jumlah DPT penganut ajaran Samin diperkirakan di masing-masing daerah dalam satu TPS sekitar 200-300 pemilih. ”Secara umum warga Samin sudah terbuka dengan segala macam proses administrasi. Mereka sudah memiliki KTP yang digunakan menjadi sarat menjadi pemilih,” imbuhnya.

Sementara itu, calon presiden (capres) fiktif Nurhadi turut berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi kemarin. Tak banyak aktivitas yang dilakukan sosok yang sempat nge-hits berpasangan dengan cawapres Aldo ini. Dia nyoblos di TPS 15 di SD 1 Golantepus, Mejobo, Kudus.

Nurhadi datang ke TPS bersama istrinya, Ratmi dan dua anaknya, Nurhuda dan Najya. Ia tampak santai mengendarai motor Honda Astrea miliknya. Tak ada perlakuan spesial yang diberikan kepadanya. Nurhadi pun sempat menunggu sekitar 10 menit. Saat itu, pria yang berkumis ini, memilih memakai kaos putih bertulisakan ”Kontrol Komunitas Angka 10 (Kontrol)”.

Usai nyoblos, Nurhadi memilih untuk menyelupkan tinta di jari tengah tangan kanannya. Usai bertemu sejumlah awak media, ia memilih untuk langsung pulang. Kembali menjalankan rutinitasnya sebagai tukang pijat. ”Sebagai warga negara yang baik, saya menggunakan hak saya untuk nyoblos. Setelah itu ya kembali mijit seperti biasa,” katanya.

Terkait kaos bertuliskan ”Kontrol” dimaksudkan hidup ini harus terkontrol. Baik mengontrol diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan alasan mencelupkan jari tengahnya, ia bertutur, hal tersebut sebagai pembeda dari warga lain. Sebab, sebagai seorang capres ia tetap harus berbeda. ”Presiden kan harus istimewa,” katanya sambil tertawa dan memperlihatkan jari tengahnya dan tertawa lebar di depan TPS 15.

Sebagai warga negara yang taat sekaligus menjadi calon presiden meskipun fiktif, ia mengaku memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat agar tidak golput. Karena itu, ia pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu. Dengan harapan negara bisa semakin baik. ”Harapan saya, siapapun pemimpin yang jadi semoga bisa kerja sebaik-baiknya. Tanpa ada kecurangan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:19:26 +0700
<![CDATA[Meski Punya Keterbatasan, Penyandang Disibiltas Ini Semangat Nyoblos]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132476/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos_m_132476.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos_m_132476.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132476/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos

Muhammad Arif sudah tampak sudah siap di beranda rumah flat (rusunawa), di Desa Bakalan Krapyak, Kota, Kudus, sekitar pukul 07.00 kemarin. Raut mukanya segar.]]>

KUDUS - Muhammad Arif sudah tampak sudah siap di beranda rumah flat (rusunawa), di Desa Bakalan Krapyak, Kota, Kudus, sekitar pukul 07.00 kemarin. Raut mukanya segar. Ia habis mandi. Terkadang ia keluar masuk dari rumahnya. Mungkin sedang berkomunikasi dengan istrinya. Dari gerak-geriknya, Arif sudah terbiasa mobile menggunakan kursi roda. Lincah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. laki-laki yang kesehariannya berjualan koran di Gang 4 Kudus ini, mulai bergegas menuju TPS tempat ia memilih. Lokasinya di Desa Krandon, Kota, Kudus. Kira-kira tiga kilometer. Ia tancap putar kursi roda menuju sepeda motornya.

Sepeda motor yang didapatkannya sejak 2016 itu, sudah di desain khusus memiliki tiga roda. Motor matik hitam bantuan dari komunitas Gerakan Bersedekah dan Bebas Riba Group (Gebbrag). Komunitas antiriba asal Kudus. Jok motor dihilangkan, diberi ruang untuk kursi roda. Sementara di sampingnya disediakan tempat untuk penumpang.

TETAP ANTUSIAS: Muhammad Arif yang berprofesi menjadi loper koran memasukkan surat suara ke kotak suara di TPS 03 di MA NU Banat Kudus kemarin. (MUHAMMAD ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Diputarnya katrol yang ada di sebelah kanan motornya. Perlahan motor tadi menurunkan jalan naik dari papan besi yang berada di belakang. Arif naik menanjak. Langsung saja ditancapkan gas motornya. Lajunya cukup kencang. Kira-kira 60 km per jam. Ia menyempatkan mampir ke agen koran Kudus Agency, timur Menara Kudus. Kesehariannya memang sebagai loper koran.

”Sendirian Rif, mau nyoblos dulu atau keliling?,” tanya penjaga agen koran itu sambil memberikan beberapa koran dan majalah. ”Nyoblos dulu,” sahut Arif. ”Pilih 01 apa 02?,” timpal penjaga agen koran. ”Pilih yang baik,” jawab Arif sambil tersenyum. Pria kelahiran 23 Maret 1986 ini kembali putar gas menuju TPS tempat dia memilih. Sampai di TPS banyak orang yang menyapanya. Mulai tentara, polisi, warga, hingga tukang parkir. Lokasinya di TPS 03 yang berada di MA NU Banat Kudus.

”Gak sama istri Rif,” tanya salah satu petugas KPPS. ”Istri saya masih ikut dapil Jepara,” sahutnya. Ia pun langsung menuju bilik suara. Sepertinya tidak ada kendala. Lima menit kemudian sudah selesai menggunakan hak pilihnya. Ini bukan kali pertama ia nyoblos. Sebelumnya ia sudah pernah ikut pemilu pilkada. Alasannya ikut menyemarakkan pesta demokrasi adalah untuk menyuarakan aspirasi.

Siapapun pemimpin yang jadi kelak, ia berharap agar komunitas difabel lebih diperhatikan. Arif juga sudah menentukan pilihan sebelumnya. Pilihannya murni dari hati nurani. Meskipun beberapa oknum mencoba merayunya dengan serangan fajar. ”Saya terang-terangan. Saya bilang (kepada pemberi serangan fajar, Red) ini (amplop, Red) saya terima. Tapi saya tidak mau nyoblos (caleg yang memberi amplop), karena saya sudah punya pilihan sendiri,” tegasnya. ”Saya inginnya DPR itu Dewan Pejuang Rakyat. Bukan Dewan Pemakan Rakyat,” imbuhnya. Oknum-oknum itu pun langsung putar badan, tak jadi memberikan amplop.

Selesai mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta, ia langsung keluar. Selama keluar banyak orang yang menyapanya. Arif pun menanggapi dengan ramah. Aktifitasnya dilanjutkan berkeliling mengantarkan koran ke pelanggan-pelanggan.

Selain Arif, penyandang disabilitas lain juga antusias nyoblos. Termasuk penyandang tuna netra di TPS 09 di SD 2 Mlati Lor, Kota, Kudus. Ada 21 tuna netra ikut memberikan suara mereka. Sekitar pukul 11.00, mereka berbondong-bondong menuju TPS bersama pendamping.

Sampai di TPS, mereka menuju bilik dengan pendamping. Perlahan tapi pasti, secara bergantian mereka mencoblos. Apabila tak didampingi, mereka juga masih bisa mencoblos dengan menggunakan bantuan template braile yang diletakkan di atas surat suara.

Kabidin, salah satu penyandang tuna netra mengaku tak ada kesulitan saat nyoblos. ”Tidak kesulitan. Tadi juga didampingi waktu pencoblosan,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Musjoko, penyandang tuna netra lain. Ia juga didampingi saat nyoblos. ”Harapan saya pemimpin yang adil dan jujur. Agar rakyatnya yang membutuhkan bisa terbantu,” ungkapnya.

Umar Yunansi, ketua TPS 09 Desa Mlati Lor mengatakan, pemilih tuna netra di TPS ini ada 21 orang. ”Kalau orangnya ada 48 (tuna netra, Red). Tapi yang meminta A5 21. Mereka ada yang tak nyoblos DPRD kabupaten, karena bukan asli Kudus,” katanya.

Penyandang disabilitas di Blora juga tak mau ketinggalan menggunakan hak pilihnya. Salah satunya Kandar, wakil komunitas Difabel Blora Mustika (DBM). Dia bersama sang istri datang ke TPS untuk nyoblos.

Sebelum berangkat, dia terlebih dahulu bersih-bersih dan mencukur kumis serta jenggotnya di belakang rumah. Tepatnya lokasi pembuatan batik difabel miliknya. Selanjutnya, nyeruput kopi sabil bincang-bincang bersama wartawan Jawa Pos Radar Kudus yang siap datang bersama ke TPS tempat pencoblosan. Juga menunggu istrinya mandi.

Kandar mengaku, pilihannya kepada capres yang sudah jelas memberikan perhatian besar kepada para penyandang disabilitas. Dia berharap, ke depan penyandang disabilitas bisa diperhatikan lebih baik lagi.

Sekitar pukul 08.38, Kandar dan istri berangkat ke TPS 02 di SMPN 3 Blora, Desa Kamolan, Kota Blora. Jalan kaki. Sekitar dua menit. Pukul 08.50 dia dipanggil petugas dan mengambil surat suara dan mencoblos di bilik suara. Dalam bilik, dia membutuhkan waktu sekitar sembilan menit. Maklum dia harus menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

Kesulitan dihadapi saat hendak memasukkan surat suara hasil pencoblosan. Sebab, penempatan kotak suara memang agak tinggi dibanding TPS lainnya. ”Ketinggian, Mas. Seharusnya tak setinggi itu. Lebih rendah,” keluhnya. Dia mengaku, saat mencoblos juga ada kesulitan. Sebab kertas berukuran besar. Apalagi dia tidak memiliki kedua tangan.

Selanjutnya, Kandar menyelupkan bagian ujung tangannya ke dalam tinta. Sebab tak punya jari. Kemudian pulang.

Sementara itu, puluhan warga yang sedang menjalani rehabilitasi jiwa dan gangguan mental di Jalma Sehat Kudus kecewa. Sebab, tak bisa iku berpartisipasi dalam pemilu. Dari 40 warga yang dirasa mampu untuk menyalurkan hak suaranya itu, hanya satu yang menerima undangan C6 dari KPU.

Hal ini disampaikan Heru Sutiyono, ketua Yayasan Jalma Sehat. Dia mengatakan, satu pasien yang bisa menyalurkan hak suaranya itu bernama Mustian, 40. Pagi kemarin, Mustian masih mengikuti kegiatan di yayasan seperti warga lain. Ia mencoblos di TPS dekat tempat tinggalnya Desa/Kecamatan Bae, Kudus. Dia dijemput keluarganya.

Dikatakan, saat ini ada 46 warga yang sedang menjalani rehabilitasi jiwa dan gangguan mental di Jalma Sehat. Dari jumlah tersebut, ada 40 warga yang memiliki hak untuk memilih. Secara kondisi kejiwaan, ke-40 orang itu sudah bisa untuk mengikuti pemilu. ”Sudah normal. Beberapa kali saya melakukan diskusi dengan mereka. Hampir semuanya berkeinginan nyoblos,” tuturnya.

Pihaknya memang tak pernah didatangi KPU, baik terkait pendataan maupun sosialisasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Dalam Pasal 4 ayat 3  Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tertulis pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) Huruf b, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. ”Kalau kami diminta untuk menyiapkan itu (surat keterangan dokter, Red) bisa. Tapi kami tidak diberi tahu,” imbuhnya. (vah)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:08:54 +0700
<![CDATA[Bagi-bagi Uang ke Warga, Dua Oknum Timses Caleg DPRD Ini Kena OTT]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132317/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott_m_132317.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott_m_132317.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132317/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott

Jelang pesta demokrasi serentak, di Kudus diwarnai dengan dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu). Bawaslu dan Tim Gakkumdu melakukan OTT.]]>

KUDUS – Jelang pesta demokrasi serentak, di Kudus diwarnai dengan dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu). Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus dan Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dua orang yang bagi-bagi uang. Mereka berinisial AS dan AH.

Mereka diduga melakukan money politics kemarin malam (15/4) sekitar pukul 21.30 di RT 5/RW 4 dan RT 7/RW 1, Desa Temulus, Mejobo.

AS, 46, didapati beserta barang bukti berupa uang pecahan Rp 100 ribu. Dengan total Rp 4,6 juta. Selain itu, juga ada barang bukti kartu nama salah satu nama caleg DPRD Kabupaten Kudus dari dapil 4 (Mejobo, Bae, Undaan) sejumlah 198 amplop.

”Semua barang bukti tersebut sudah berada di dalam tas yang dibawa oleh AS,” kata Muh Wahibul Minan, ketua Bawaslu Kudus.

Sementara itu, AH, 50, telah didapati barang bukti uang pecahan Rp 100 ribu dengan jumlah Rp 5 juta. Ditemukan juga barang bukti daftar nama calon pemilih dan calon penerima uang. AH mengaku belum sempat membagikan. Namun uang yang dikasih dari caleg tersebut, sudah berada di dalam tas yang dipakainya.

Dari hasil investigasi, AS dan AH melakukan dugaan praktik politik uang atas instruksi dari salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus. Total barang bukti yang diamankan sejumlah Rp 9,4 juta. Dari dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam satu desa.

”Pengakuan dari AS, dia sudah membagikan kepada 20 orang sekitar desa tersebut (Desa Temulus, Red) masing-masing Rp 20 ribu. Ada yang Rp 25 ribu per orang. Teknisnya satu keluarga ada tiga orang, empat orang itu dikasih Rp 100 ribu. Namun tidak ada uang pecahan dan tidak menggunakan amplop,” ujarnya.

AS dan AH terjerat Pasal 523 Ayat 2 Junto Pasal 278 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dengan sanksi pidana penjara maksimal empat tahun dan maksimal denda Rp 48 juta.

Selanjutnya perkara ini akan dinaikkan ke tahap klarifikasi. Tahap ini, akan dilaksanakan mulai 18 April. Maksimal batas waktu klarifikasi ini sampai 14 hari. Terhitung hari kerja.

”Kami panggil (caleg yang bersangkutan). Jadi, nanti yang akan kami lakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan, AH dan AS. Kemudian orang-orang yang telah menerima amplop. Termasuk kepada caleg yang bersangkutan,” katanya.

Setelah tahap klarifikasi, apabila nanti benar terbukti akan dibahas di Gakkumdu dalam pembahasan kedua. Kemudian akan dilakukan pelimpahan pada penyidik.

”Imbauan kami kepada peserta pemilu agar demokrasi lima tahun sekali ini, jangan dicederai dengan praktik-praktik seperti ini (money politics, Red),” tegasnya.

Demi mendapatkan informasi yang lebih lanjut, Jawa Pos Radar Kudus mencoba menghubungi nomor telepon petugas yang melakukan OTT. Namun nomor telepon petugas tersebut tak bisa dihubungi.

Di Jepara, bawaslu mendapatkan laporan dugaan dua kasus money politics. Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan, sejak Senin (15/4) pihaknya juga melakukan patroli pengawasan hari tenang bersama dengan jajaran sampai tingkat bawah. ”Sampai sekarang (sore kemarin, Red) ada dua laporan,” katanya.

Dia merinci, laporan pertama di Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, yang dikabarkan ada pembagian amplop. Laporan kedua, ada informasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, ada pembagian sembako. Kedua laporan itu, baru dilakukan investigasi kebenarannya. ”Karena laporan hanya melalui telepon dan tak menyebutkan identitas,” ujarnya.

Meski begitu, aksi menggaet pemilih dengan cara tidak benar masih terus terjadi. Tak hanya bentuk uang, juga ada yang memberi sembako. Layaknya kegiatan santunan, sembako-sembako itu diantar para tim sukses ke rumah-rumah warga. Isinya beras, minyak goreng, dan dua bungkus mi instan.

Hal ini ditemukan di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, kemarin dari salah satu caleg tingkat kabupaten. ”Kalau di sini ada yang kasih uang, ada juga yang kasih sembako,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dia menambahkan, uang dan sembako itu berasal dari caleg yang berbeda. Tapi keduanya merupakan caleg DPRD kabupaten. ”Partainya juga beda,” ungkapnya.

Di Rembang, bawaslu juga mulai mengendus money politics. Sayangnya identitas maupun daerah masih dirahasiakan. Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto saat dikonfirmasi mengamini adanya temuan indikasi politik uang itu. Informasi ini disampaikan salah satu panwascam melalui grup media sosial miliknya.

”Benar, Senin malam saya dikabari teman panwascam yang melapor adanya indikasi money politics. Panwascam itu, Selasa kami panggil untuk menanyakan kronologinya,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Selain dugaan money politics, bawaslu sebelumnya juga menyoroti netralitas aparatur sipil negara (ASN). Saat ini pihaknya sudah rampung menghubungi dua saksi. Kini masih ada satu saksi untuk memperkuat laporan oknum ASN. Kalau sudah makin menguat terlapor dipanggil.

Soal money politics ada yang unik di Grobogan. Di salah satu perumahan Kota Purwodadi, ada salah satu tim caleg mengedarkan amplop berisi uang Rp 20 ribu. Namun, serangan fajar itu ditolak warga. Sebab nominalnya kecil. Warga membandingkan sebelumnya sudah ada caleg yang memberikan Rp 50 ribu. ”Tadi pagi ada yang ngasih Rp 20 ribu. Lalu ditolak karena nominal kecil. Akhirnya tak jadi disebar,” kata Siti, warga Purwodadi.

Selain fenomena amplop dikembalikan. Jual beli pemberian besaran nilai amplop untuk juga dilakukan. Tak hanya caleg dalam satu partai tetapi juga caleg anter partai.

Beberapa warga yang menolak pemberian serangan fajar itu, karena sudah mempunyai pilihan. ”Maaf saya tak bisa menerima, sudah punya pilihan lain. Saya takut mengecewakan jika tidak memilih, karena isi amplopnya lebih banyak. Alihkan yang lain saja,” kata Anto, warga Purwodadi. (vah/gal)

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 07:02:27 +0700
<![CDATA[Kebanjiran, Sejumlah TPS di Pati Terpaksa Dipindahkan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132315/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan_m_132315.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan_m_132315.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132315/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan

Beberapa wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir kemarin. Banjir yang menggenggenangi beberapa desa membuat tempat pemungutan suara (TPS) ikut terendam.]]>

PATI – Beberapa wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir kemarin. Banjir yang  menggenggenangi beberapa desa membuat tempat pemungutan suara (TPS) ikut terendam. TPS harus dibongkar dan dipindah, seperti di Desa Sunggingwarno, Kecamatan Gabus.

Seperti pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, Desa Sunggingwarno, Gabus, yang menjadi langganan banjir sudah kebanjiran sejak Senin (15/4) dini hari. Air mulai masuk permukiman dan menggenangi sawah. Banjir tak kunjung surut. Bahkan, ketinggian air naik. Air merendam jalan dan rumah sekitar 30-50 sentimeter. Sehingga TPS yang sudah dipasang harus dipindah.

Seperti di RT 5/RW 3, Desa Sunggingwarno, Kecamatan Gabus. TPS di daerah itu telah dipasang sejak Senin (15/4) siang dan malamnya mulai terendam air. Air yang menggenangi sekitar TPS tersebut, belum tinggi sehingga belum dibongkar. Karena air tak kunjung surut, akhirnya kemarin siang tenda TPS terpaksa dibongkar.

TARIK PEMILIH: PPS Pohlandak membikin TPS bertema literasi untuk menarik pemilih selain mencoblos juga membaca. (PPS DESA POHLANDAK FOR RADAR KUDUS)

TPS akan dipindah di halaman rumah warga yang tidak jauh dari lokasi awal. Sementara itu, satu TPS lainnya di RT 3/RW 2, Desa Sunggingwarno, tak dipindah meski terendam air. Namun, pemungutan suara dilakukan di dalam rumah di dekat TPS. Warga yang mengikuti proses pemungutan suara masih bisa mencoblos.

”Ada dua TPS yang terendam air di Desa Sunggingwarno, Gabus. Satu TPS sudah dibongkar dan dipindah di lokasi terdekat yang tidak kebanjiran. Sedangkan satu TPS lainnya yang terendam air tidak dibongkar. Proses pemungutan suara dilakukan di rumah warga dekat TPS yang tidak terendam. Semoga banjirnya surut,” tutur salah satu perangkat Desa Sunggingwarno, Ruli.

Selain desa itu, banjir juga terjadi di Desa Mintobasuki, Gabus. Ada satu TPS di RT 1/RW 2 yang terendam air. Pihak desa menggeser sedikit TPS yang terendam air di depan rumah warga yang tidak kebanjiran. Untuk TPS lain di desa setempat masih aman.

”Di Desa Mintobasuki, Gabus, hanya ada satu TPS yang terendam di daerah yang dekat dengan sungai Silugonggo. Meskipun digeser, namun beberapa warga yang akan mecoblos di TPS tetap melewati banjir karena jarak dari rumah ke TPS masih terendam banjir,” ujar salah satu perangkat Desa Mintobasuki, Budi.

Selain Kecamatan Gabus, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Kayen, Jakenan, Juwana, Trangkil, dan Tayu. Banjir terjadi setelah daerah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini logistik pemilu sudah didistribusikan di setiap desa. Pihak desa akan mendistribusikan ke TPS menjelang pemungutan suara.

Lain halnya di Rembang, berbagai upaya dilakukan penyelenggara pemilu untuk menarik minat pemilih agar menyalurkan suaranya. Salah satunya yang dilakukan panitia pemungutan suara (PPS) di TPS 1 Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur.

Untuk menarik minat pemilih sekaligus minat membaca, mereka berinisiatif membuat TPS bertema literasi. Ratusan buku beserta sejumlah rak disiapkan panitia di ruang tunggu untuk mengisi waktu. Selain untuk mengusir kejenuhan, diharapkan dengan membaca buku para pemilih juga timbul kesadaran akan pentingnya membaca.

Berbagai tema buku dapat ditemui di rak-rak tersebut. Ada buku cerita, buku khusus untuk anak-anak yang bergambar, majalah, serta buku-buku umum. Ratusan buku itu diambil dari perpustakaan desa serta dari panitia yang memiliki buku di rumah.

”Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Jumlah surat suaranya banyak. Jadi, untuk menghindari kejenuhan, disiapkan buku,” tutur Shofi Ahmad Husnan, PPS Desa Pohlandak kemarin.

Shofi menambahkan, minat baca di desa tersebut sama seperti desa-desa lain. Karena itulah, dengan hadirnya TPS literasi itu, diharapkan minat baca buku masyarakat semakin baik. ”Minatnya sekarang membaca media sosial. Lha, ini agar membaca buku juga,” tambahnya.

Selain menyiapkan buku, para panitia juga akan mengenakan pakaian dengan setelan batik tulis. Sebab, hal itu menjadi ciri khas pakaian warga Pancur dan Lasem. Apalagi beberapa hari lagi peringatan kelahiran RA Kartini.

Sementara itu, KPU Rembang hingga kemarin sore memastikan seluruh logistik telah dikirimkan ke PPS masing-masing desa. Komisioner KPU Rembang Maskutin menyebut tak ada kendala berarti dalam proses pengiriman logistik. ”Sudah terdistribusi ke semua PPS,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:52:23 +0700
<![CDATA[Tutup Road Show, Gubernur Jateng Bagikan Bantuan di Kudus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132313/tutup-road-show-gubernur-jateng-bagikan-bantuan-di-kudus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/tutup-road-show-gubernur-jateng-bagikan-bantuan-di-kudus_m_132313.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/tutup-road-show-gubernur-jateng-bagikan-bantuan-di-kudus_m_132313.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132313/tutup-road-show-gubernur-jateng-bagikan-bantuan-di-kudus

Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam membagikan bantuan sampai di Kabupaten Kudus kemarin. Kudus merupakan penutup dari rangkaian kunjungannya.]]>

KUDUS – Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam membagikan bantuan sampai di Kabupaten Kudus kemarin. Ia mengatakan, Kudus merupakan penutup dari rangkaian kunjungannya. Kunjungan ini merupakan rangkaian panjang dari 35 kabupaten kota. Di Kota Kretek ia memberikan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) dan bantuan intensif kepada 8.000 guru madrasah dan guru ngaji.

”Saya tutup di Kudus. Jadi, seluruh kegiatan yang kami lakukan untuk menyerahkan seluruh bantuan termasuk menjelaskan untuk apa porsi-porsi yang ada. Terus kami juga merespon apa yang selalu selama saya menjelang kunjungan ini lapor ke saya,” kata Ganjar.

Seperti laporan di bidang kesehatan, pendidikan, dan rumah tak layak huni. ”Hari ini (kemarin, Red) kami serahkan semuanya. Sekaligus ngecek persiapan untuk pemilu besok (hari ini, Red). Alhamdulillah sudah siap. Mudah-mudahan lancar,” katanya saat ditemui seusai acara di Pendapa Kabupaten Kudus.

Titik-titik kunjungan Ganjar di Kudus di antaranya di Desa Glagahwaru, Undaan; Pondok Pesantren Assa’idiyah, Mejobo; dan Desa Perambatan Kidul, Kaliwugu. Dalam kunjungannya itu, ia menyerahkan bantuan RTLH dan menyerahkan bantuan intensif guru keagamaan.

Kemudian kegitannya dilanjutkan ke Pendapa Kabupaten Kudus sekitar pukul 17.00. Tujuannya, untuk bersilaturahim dengan perorangan atau lembaga penerima bantuan.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil mengatakan, terkait kegiatan gubernur untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat dari pemerintah provinsi ini, pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkan bantuan dengan baik. ”Tadi di lapangan secara langsung menyerahkan (bantuan) RTLH di dua titik. Kemudian bantuan untuk guru ngaji dan madrasah jumlahnya 8.000 orang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ada banyak varian bantuan yang diserahakan. Seperti bantuan desa, guru, dan insfrastruktur. (vah)

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:37:08 +0700
<![CDATA[Diduga Korslet, Pengepakan Pabrik Garuda Food Membara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132312/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara_m_132312.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara_m_132312.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132312/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara

Musibah kebakaran terjadi di area pabrik Garuda Food di Jalan Raya Pati-Juwana kemarin siang. Api berasal dari ruang pengepakan yang diduga akibat korsleting.]]>

PATI – Musibah kebakaran terjadi di area pabrik Garuda Food di Jalan Raya Pati-Juwana kemarin siang. Api berasal dari ruang pengepakan yang diduga akibat korsleting.

Salah seorang karyawan yang tak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan, kejadian itu diduga akibat adanya sebuah instalasi yang meledak. Kemudian menyambar ke ruang pengepakan. Seorang karyawan lain menyebut ada korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.

Dua jam lebih saat Jawa Pos Radar Kudus memantau lokasi kebakaran, api masih saja terus membara. Asap hitam pekat membubung tinggi. Beberapa mobil pemadam kebakaran (damkar) berusaha memadamkan api. Mobil pemadam dari Sabhara Polres Pati serta mobil tangki air dari PMI dan BPBD juga dikerahkan untuk memadamkan api.

PADAMKAN API: Mobil damkar dari Sabhara Polres Pati turut terjun memadamkan api. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Puluhan karyawan serta beberapa warga yang melihat kejadian tersebut, sempat panik dan histeris. Lantaran api yang berada dekat dengan tabung gas besar. Api diperkirakan menyambar bagian-bagian lain di area pabrik tersebut. Satu mobil damkar bahkan sampai terjebak di lokasi kebakaran.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly mengungkapkan, hingga kemarin sore penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti. ”Nanti akan diterjunkan tim labfor untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk mengetahui kejelasan penyebab kejadian tersebut. Namun, ada informasi awal dugaannya karena ada alat pendeteksi logam yang mengalami korslet. Tapi lebih jelasnya nanti diuji tim labfor,” jelas kapolres kepada Jawa Pos Radar Kudus usai meninjau pemadaman api.

Untuk korban dan kerugian, kata kapolres juga belum diketahui pasti. ”Yang jelas ada kerugian materil. Kalau korban belum diketahui pasti,” imbuh kapolres. Sayang pihak dari Garuda Food belum bisa dimintai keterangan. Wartawan belum diperkenankan saat masuk area kantor pabrik.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:33:28 +0700
<![CDATA[Gelar Sebulan Siang-Malam, Tetap Tampil meski Sepi atau Hujan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132311/gelar-sebulan-siang-malam-tetap-tampil-meski-sepi-atau-hujan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/gelar-sebulan-siang-malam-tetap-tampil-meski-sepi-atau-hujan_m_132311.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/gelar-sebulan-siang-malam-tetap-tampil-meski-sepi-atau-hujan_m_132311.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132311/gelar-sebulan-siang-malam-tetap-tampil-meski-sepi-atau-hujan

Perayaan ulang tahun Kongco Hian Thian Siang Tee dimeriahkan pertunjukan wayang potehi selama sebulan penuh. Grup wayang ini bernama Lima Merpati.]]>

Perayaan ulang tahun Kongco Hian Thian Siang Tee dimeriahkan pertunjukan wayang potehi selama sebulan penuh. Grup wayang yang kental dengan budaya Tiongkok ini, dihadirkan dari Surabaya bernama Lima Merpati. Mereka tetap main siang-malam. Meskipun sepi atau ramai. Hujan atau terang.

VACHRI RINALDY LUTFIPAMBUDI, Jepara

LIMA merpati sudah mempersiapkan diri di panggung wayang potehi yang berukuran sekitar empat kali tiga meter itu. Selamet, Pardi, Budi, dan Wanto sudah berada di posisi masing-masing. Selamet sudah duduk di belakang siap dengan alat musik sio pwa dan sio loonya. Sementara Budi dan Wanto duduk mempersiapkan wayang-wayang potehinya. Tokoh-tokoh yang hendak diperankan duah menyarungi tangan mereka.

Pardi, dalang sedang membacakan tema cerita yang akan dilakukan. Meskipun katanya saat itu sedang kurang sehat, suaranya masih jelas terdengar. Wayang potehi memang berbeda dengan wayang Jawa. Jika wayang Jawa hanya digerakkan satu dalang, wayang potehi lebih dari dua dalang. Budi dan Wanto hanya bertugas sebagai dalang. Tetapi mereka tidak berbicara. Yang bertugas membacakan cerita adalah Pardi.

Sementara Selamet fokus memainkan musik. Sebetulnya masih ada satu personel. Ian namanya, tetapi saat itu ia sedang pulang kampung ke Surabaya. Selamet mulai memainkan sio pwa, alat musik seperti simbal drum kecil dan sio loo, alat musik pukul bundar jika dimainkan bunyinya seperti lonceng sekolah. Pardi mulai masuk di cerita, Budi dan Wanto memainkan wayangnya.

”Kami main di sini (klenteng Hok Tek Bio, Welahan, Red) setiap tahun. Kami juga pernah main di luar Jawa. Di Prancis juga pernah,” kata Selamet di sela-sela tugasnya sebagai pengiring musik.

Meskipun digelar dengan apik, penonton di sekitar kelenteng tergolong sepi. Hanya ada beberpa warga. Tetapi mereka tetap bermain. Bahkan, tanpa penonton sekalipun.

”Tujuannya ini ditanggap kan untuk dewanya. Ada yang nonton atau gak ada yang nonton tetap main. Kalau dulu sebelum ada televisi ya penuh (penonton, Red),” kata personel grub asal Surabaya ini. Teng... teng... teng... bunyi sio loo-nya di tengah perbincangan dengan Jawa Pos Radar Kudus. Sepertinya Selamet sudah hafal kapan saja ia harus memainkan senjatanya itu.

Kini alunan musik lebih melow. Dawai erl hu dan toa loo yang dimainkan Selamet dan Pardi cukup menyayat. Wajar saja, kedua alat musik gesek itu bersuara mirip biola. Budi dan Wanto masih memainkan wayang mereka.

”Wayang potehi ini biasanya dimainkan saat ulang tahun kelenteng, cap go meh, dan imlek,” imbuhnya seusai memainkan nada yang sendu tadi. Selamet mengatakan, sehari main, ia dan timnya mendapatkan honor sekitar Rp. 800 ribu. Hasil itu dibagi dengan persentase yang berbeda. Termasuk honor untuk promotornya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00. Mereka harus turun panggung. Sesi pertama sudah sukses ditampilkan. Kini, mereka harus kembali beristirahat menyimpan tenaga untuk tampil waktu malam. Sekitar pukul 19.30. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:28:08 +0700
<![CDATA[BPJS Kesehatan Pati Bayarkan Rp 103 Miliar kepada Faskes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132309/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes_m_1555553724_132309.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes_m_1555553724_132309.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132309/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati telah membayar rumah sakit di daerah wilayahnya sebesar Rp 103 miliar pada April ini. Pembayaran ini lebih cepat kepada faskes]]>

KOTA – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati telah membayar rumah sakit di daerah wilayahnya sebesar Rp 103 miliar pada April ini. Pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan lebih cepat kepada faskes tersebut supaya faskes memberikan pelayanan baik dan peserta BPJS merasa nyaman.

Kepala BPJS Kesehatan KC Pati Surmiyati menuturkan, pembayaran yang dilakukan kepada faskes lanjutan dan primer khusus April ini mencapai Rp 103 miliar. Pembayaran menggunakan sistem first in first out. Pembayaran dilakukan sesuai kecepatan rumah sakit menagih ke BPJS. Semakin cepat menagih, semakin cepat dibayarkan.

“Pembayaran itu untuk 242 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 35 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan. Di Pati, paling banyak di RS Keluarga Sehat Pati dan RSUD Soewondo,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Surmiyati berharap, dengan pembayaran hutan klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada faskes, supaya pihak faskes bisa melakukan kewajibannya sesuai regulasi yang ada. Dirinya meminta rumah sakit semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien JKN-KIS.

“Kalau rumah sakit memberikan pelayanan optimal, pastinya pasien nyaman. Sehingga bisa tak ada keluhan dari pasien lagi. Selain itu, kami telah berkoordinasi dan meminta faskes dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Sehingga peserta yang dilayani menggunakan program JKN bisa merasakan manfaat. Bahkan sebanyak 800 ribu peserta atau 40 persen memanfaatkan BPJS di tingkat lanjutan,” paparnya.

Selain telah membayarkan rumah sakit, pihaknya juga mendorong peserta untuk rutin melakukan pembayaran. Terutama iuran peserta pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri. Sebab saat ini tunggakan peserta PBJS sebanyak 65 ribu dan total iuran tertunggak Rp 31 miliar pada April ini.

“Peserta mandiri yang rutin membayar hanya 72 persen. Ada 28 persen atau 65 ribu peserta tidak membayar sehingga menunggak Rp 31 miliar. Tunggakan ini disebabkan karena peserta tidak tahu. Untuk itu, kami berupaya mempermudah akses pembayaran dengan menggandeng kader JKN,” katanya.

Di Pati, ada 10 kader JKN, sedangkan di Rembang ada lima kader, dan Blora ada lima kader yang disebar di seluruh kecamatan untuk mendatangi para peserta supaya rutin membayar BPJS. Kader JKN ini bisa memudahkan akses peserta mandiri yang menunggak untuk membayar.

“Kader JKN untuk mengingatkan iuran peserta dan menerima pembayaran iuran. Terlebih yang sudah menunggak selama lima bulan. Ini tentunya memudahkan peserta karena tidak harus ke kantor pos, dan lainnya. Sejak ada kader ini animo masyarakat membayar meningkat. Dalam sebulan saja kader JKN bisa menagih Rp 180 juta dari pasien yang menunggak,” lanjutnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 05:33:09 +0700
<![CDATA[Jelang Ramadan, Satlantas Evaluasi Titik Rawan dan Petakan Blackspot]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132170/jelang-ramadan-satlantas-evaluasi-titik-rawan-dan-petakan-blackspot https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/jelang-ramadan-satlantas-evaluasi-titik-rawan-dan-petakan-blackspot_m_132170.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/jelang-ramadan-satlantas-evaluasi-titik-rawan-dan-petakan-blackspot_m_132170.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132170/jelang-ramadan-satlantas-evaluasi-titik-rawan-dan-petakan-blackspot

Mendekati Ramadan, Unit Dikyasa Sat Lantas Polres Grobogan mulai melakukan pemetaan dan evaluasi titik rawan laka. Lantaran ada sejumlah jalan rawan laka.]]>

PURWODADI – Mendekati Ramadan, Unit Dikyasa Sat Lantas Polres Grobogan mulai melakukan pemetaan dan evaluasi titik rawan laka. Lantaran di Kabupaten Grobogan ini terdapat sejumlah jalan yang merupakan daerah rawan laka tersebut.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP I Putu Krisna Purnama melalui Kanit Dikyasa Iptu Umbarwati mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk bisa mengurangi angka kecelakaan. Terutama mengetahui blackspot, black site dan black area. Setelah itu pihkanya akan menambah sejumlah rambu lalu lintas di lokasi tersebut.

Sebelum melakukan peninjauan lokasi, guna mengetahui penyebab dan langkah tindak lanjut. Dilakukan rapat koordinasi (rakor) dengan berbagai instansi terkait untuk memetakan sejumlah titik.

Sedikitnya ada loma titik yang menjadi daerah lawan laka. Diantaranya di sepanjang jalan Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan. Kemudian di sepanjang jalan Kecamatan Gabus, dan pom bensin Sukorejo Desa Krangganharjo, Kecamatan Toroh.

”Rata-rata lokasinya memiliki jalan lurus halus dengan bahu jalan rendah. Juga kurangnya penerangan pada malam hari. Selain itu, belum adanya marka jalan dan lampu penerangan,” imbuhnya.

Setelah meninjau lokasi, ke depan usaha yang dilakukan untuk menghilangkan black spot akan dilakukan instansi terkait tersebut. ”Ke depan akan memperketat razia. Terlebih pelajar yang masih mendominasi angka kecelakaan. Sehingga akan memperketat dalam pemeriksaan kendaraan. Kemudian meminta sekolah-sekolah menyediakan bus sekolah,” paparnya.

Sedangkan dari Dishub diminta menyediakan perlengkapan keselamatan jalan di sejumlah titik tersebut. Seperti lampu peringatan, rambu-rambu lalu lintas, serta marka jalan. ”Harapannya saat Ramadan nanti, angka laka bisa turun. Sehingga masyarakat menikmati mudik dengan lancar,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 15:13:54 +0700
<![CDATA[Gara-gara Drainase Tersumbat, KBM di Purwodadi Tersendat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132168/gara-gara-drainase-tersumbat-kbm-di-purwodadi-tersendat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/gara-gara-drainase-tersumbat-kbm-di-purwodadi-tersendat_m_132168.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/gara-gara-drainase-tersumbat-kbm-di-purwodadi-tersendat_m_132168.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132168/gara-gara-drainase-tersumbat-kbm-di-purwodadi-tersendat

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang berada di sepanjang Jalan Diponegoro Purwodadi sempat tersendat. Lantaran, air masuk ke sekolah.]]>

PURWODADI – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah sekolah yang berada di sepanjang Jalan Diponegoro Purwodadi sempat tersendat. Lantaran, sejak Senin (15/4) dini hari sekitar pukul 00.30 air masuk ke sekolah dan menggenangi ruangan hingga siang.

Banjir terjadi diduga disebabkan drainase arah Jalan Diponegoro penuh dan mampet, sehingga air tak bisa mengalir. Bahkan, malah meluap hingga menggenangi sekolah.

”Banjir tertinggi dan bertahan lama baru kali ini terjadi. Biasanya setiap curah hujan tinggi halaman sekolah memang sering banjir tapi hanya sebentar surut. Banjir kali ini termasuk yang paling besar, pun lama surutnya,” ungkap Kepala MAN 1 Grobogan Suprapto.

Saat di pantau di lokasi, ada empat ruang kelas X dan empat ruang kelas XI yang terendam genangan air. Ketinggian mencapai 10 sentimeter. Meski sempat membuat KBM tersendat, siswa pun langsung di pindahkan ke ruang kelas XII yang saat ini kosong.

”Kebetulan kelas XII kosong, karena sudah selesai ujian, sehingga bisa dipakai untuk KBM kelas X dan XII yang kelasnya terendam. Jadi proses KBM bisa kembali normal,” ungkapnya.

Selain di MAN 1 Grobogan, banjir cukup tinggi juga menggenangi jalan samping MAN 1 Grobogan dan SMKN 1 Purwodadi menuju SMA Pancasila. Ketinggian air mencapai 30 meter, sehingga aktivitas siswa mau pun guru untuk bisa sampai ke SMA Pancasila tersendat.

Menurut Kepala MAN 1 Grobogan, kerapnya terjadi banjir di sepanjang jalan tersebut disebabkan pengaturan drainase yang kurang sempurna. Drainase mampet menyebabkan aliran air tak bisa mengalir sebagaimana mestinya.

”Saya baru berkoordinasi dengan kepala SMKN 1 Purwodadi untuk mengatasi permasalahan ini. Sebab, kalau setiap hujan sekolah banjir maka aktivitas KBM bisa lumpuh. Anak-anak tidak nyaman untuk belajar di sekolah,” ungkapnya.

Pihaknya berharap agar dinas terkait segera mengambil tindakan agar banjir serupa tidak terjadi lagi. ”Rencana ke depan, kami akan segera mungkin menghadap ke pemkab Grobogan untuk meminta solusi. Selama ini memang belum mengajukan surat secara resmi, namun kami akan segera mengadu soal ini,” ungkapaya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 15:08:55 +0700
<![CDATA[Amankan TPS, Polres Grobogan Terjunkan 738 Personel]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132167/amankan-tps-polres-grobogan-terjunkan-738-personel https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/amankan-tps-polres-grobogan-terjunkan-738-personel_m_1555452589_132167.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/amankan-tps-polres-grobogan-terjunkan-738-personel_m_1555452589_132167.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132167/amankan-tps-polres-grobogan-terjunkan-738-personel

Apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan TPS Pemilu 2019 tingkat Polres Grobogan dipimpin oleh Kapolres AKBP Choiron El Atiq SH SIK MH di Mapolres.]]>

 PURWODADI – Apel pergeseran pasukan dalam rangka pengamanan TPS Pemilu 2019 tingkat Polres Grobogan dipimpin oleh Kapolres AKBP Choiron El Atiq SH SIK MH di halaman Mapolres kemarin. Apel tersebut personel Polres Grobogan yang ditugaskan pengamanan di TPS.

Dalam amanatnya Kapolres Grobogan AKBP Choiron mengingatkan kembali, pengamanan TPS ini merupakan rangkaian dari kegiatan kita mengamankan pemilu tahun 2019. Sebagai suatu pesta demokrasi yang diselenggarakan untuk memilih pimpinan nasional maupun perwakilan legislatif.

”Beberapa langkah telah kami yang dilakukan secara struktural, sistematis dalam rangka melaksanakan pengamanan ini. TNI dan Polri akan bersinergi,” kata Kapolres.

Lanjutnya lagi, langkah-langkah yang bersifat nasional maupun lokal termasuk tingkat Polres telah dilaksanakan. Mulai dari cipta kondisi dan memberikan tindakan ataupun langkah-langkah preventif. Misalanya himbauan, pendekatan, dan penggalangan masyarakat mampu berpartisipasi menyukseskan pemilu tahun 2019 ini berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.

”Itu semua dilakukan agar pelaksanaan pengamanan Pemilu dapat berjalan dengan lancar dan hari pelaksanakan pengecekan kesiapan pasukan pengamanan dan akan digeser kepada titik tempat pelaksanaan,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, tempat yang paling penting dan krusial dalam pelaksanaan pemilu tahun 2019 yaitu tempat pemungutan suara sekaligus penghitungan suara. Sebab  tiga hari sebelum pemungutan suara, logistik akan digeser di TPS. Maka semua personel harus bergeser untuk mengamankan logistik tersebut sekaligus nanti melihat berorientasi pada tempat pemungutan suara di TPS.

”Kita melibatkan 738  personel, dalam pengamanan Pemilu 2019 ini. Semuanya akan ditempatkan untuk melakukan kegiatan di tempat-tempat pemilu yang sudah diatur dengan sistem pengamanan secara teknis,” terang dia.

Pengamanan di TPS agar bertanggung jawab terhadap tugasnya dan memastikan semua logistik Pemilu dalam keadaan lengkap. Pada saat pengamanan Pemilu nanti agar dapat memperlihatkan sikap netralitas sebagai anggota Polri yang tidak memihak. Serta bersikap professional dan jaga etika sehingga dapat menciptakan iklim yang menyejukkan dan membawa kedamaian.

”Tetap semangat dan jaga kesehatan, demi kelancaran dan keamanan pada pesta demokrasi untuk menentukan nasib bangsa Indonesia lima tahun ke depan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 15:02:43 +0700
<![CDATA[Hampir Sebulan Hilang, Balita Asal Sarang Belum Ditemukan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132162/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan_m_132162.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan_m_132162.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132162/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan

Mata Zaenab berkaca-kaca saat Kepala Desa, Temperak Kecamatan Sarang, Nur Safi menceritakan kronologi hilangnya bocah dua tahun bernama Alfi.]]>

SARANG – Mata Zaenab berkaca-kaca saat Kepala Desa, Temperak Kecamatan Sarang, Nur Safi menceritakan kronologi hilangnya bocah dua tahun bernama Alfi kepada Asisten II Setda Rembang Abdullah Zawawi, Senin (15/4). Zaenab adalah kakek Alfi, yang 16 hari yang lalu, tepatnya pada Minggu (31/3) lalu meninggalkan cucunya itu hanya 10 menit, sebelum akhirnya hilang rimbanya hingga kini.

Pihak keluarga dengan dibantu masyarakat, Pemdes Temperak, Polsek Temperak, sudah terus berusaha mencari keberadaan anak kedua dari pasangan Sunari dan Siti Khoifah itu. Namun, hingga kemarin, hasilnya masih nihil.

Kades Temperak, Nur Safi menceritakan, pihak keluarga juga telah melakukan pencarian hingga Surabaya, bahkan Lumajang Jawa Timur. Sebab, ada kabar terdapat anak-anak dua atau tiga tahunan menjadi pengemis. Namun, setelah dua hari pencarian, hasilnya juga nihil.

”Setiap habis Isya’ keluarga juga selalu mengadakan sholawatan nariyahan di rumah,” kata Kades.

Pihak keluarga sebelumnya sebelumnya menduga Alfi diculik. Sebab, ada kalung emas melingkar di lehernya. Namun, sejauh usaha pencarian kepolisian serta dibantu kelompok intel pun, hasilnya nihil.

Pencarian di sekitar rumah pun masih terus dilakukan mulai dari semak-semak, sumur, rumah warga, hingga rumah-rumah atau gedung kosong yang ada di sekitar kediaman keluarga korban. Namun, tetap tak ada hasil.

Kemarin, pihak keluarga mencari Alfi dengan cara yang tak biasa (klenik, red), untuk ketiga kalinya. Upaya spiritual itu pada akhirnya berkesimpulan bahwa Alfi masih hidup, namun disembunyikan oleh makhluk gaib. Pihak keluarga pun diminta menyiapkan persyaratan berupa ekor kuda putih dan menyan untuk bisa melihat Alfi dengan mata telanjang.

Adapun Abdullah Zawawi mewakili Pemkab Rembang dalam silaturrahmi ke kediaman korban kemarin yakni untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Selain itu, juga menyatakan terus mendukung setiap upaya pencarian.

”Kedatangan kami ke mari untuk mengetahui secara pasti kronologi secara pasti. Juga turut prihatin dengan belum ditemukannya anak kita semua, Alfi,” ungkap dia.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:44:02 +0700
<![CDATA[Dua Kecamatan di Rembang Ini Masuk Daerah Rawan Gesekan Pemilu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132160/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu_m_132160.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu_m_132160.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132160/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu

Apel pasukan pengamanan TPS digelar di halaman Polres Rembang, Senin (15/4). Ada 2.171 TPS yang bakal diamankan dengan pemetaan dua kecamatan masuk daerah rawan]]>

KOTA – Apel pasukan pengamanan TPS digelar di halaman Polres Rembang, Senin (15/4). Total ada 2.171 TPS yang bakal diamankan dengan pemetaan dua kecamatan masuk daerah rawan, yakni Sarang dan Lasem.

Dari unsur pemerintah siapkan 6.000 lebih Linmas. Tiap-tiap TPS ada dua personel, desa tiga personel sedangkan tiap kecamatan ada enam personel. Nantinya mereka bakal membantu keamanan dari Polri.

”Koordinasi antara Linmas, Polri dan TNI harus di intensifkan. Sehingga kalau ada persoalan dapat segera terselesaikan,” dorongan Bupati Abdul Hafidz usai mengikuti apel pergeseran pasukan.

Disinggung soal kendala Bupati beberkan saat ini belum ada. Pelaksanaan pesta demokrasi juga belum dilakukan. Namun yang pasti soal logistik sudah clear. Jadi secara prinsip tinggal pelaksanaan dua hari ke depan atau tepatnya 17 April.

Demikian antisipasi tetap dilakukan. Barangkali ada kemungkinan-kemungkinan yang dipersoalkan dari pihak-pihak tertentu. Nantinya petugas yang harus tampil, untuk menjawab secara tegas tanpa condong di salah satu partai politik.

”Kuncinya hanya disitu. Kalau petugas clear, tidak memihak salah satu Parpol ataupun Capres tidak akan ada kendala,” ujarnya.

Bupati menyatakan masyarakat sudah sadar, terbiasa dan tidak mempersoalkan. Namun arus dari luar yang kerap mengganggu. Kalau semua personel saling bersinergi, optimistis tidak ada persoalan dalam pelaksanaan.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso menyampaikan pendistribusian logistik sejak hari Minggu dan Senin kemarin masih berlangsung. Bahkan, sudah ada di Panitia Pemungutan Suara (PPS), namun masih juga ada di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

”Petugas Polsek kami libatkan. Pak Kapolsek bertanggung jawab dari PPK ke PPS. Kemudian H-1 melengkapi logistik kotak suara TPS kami lakukan pantuan bersama petugas yang sudah ada,” terangnya.

Khusus personel Polres Rembang ada 550 personel. Atau setara 85 persen kekuatan. Sisanya digunakan patrol skala besar. Sekaligus pasukan pemukul, bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan dibantu TNI. “Kami Dibantu BKO 25 dari Brimob dan 25 Polda,” katanya.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Andi Budi Sulistyanto menyampaikan dalam Pileg dan Pilpres Kodim 0720/Rembang siapkan 261 orang. 161 orang langsung aktion di lapangan, 100 orang stan by di Kodim. “Atas permintaan Polres kami siap bergerak kapan pun di butuhkan,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:40:10 +0700
<![CDATA[Apes! Coba Kabur dari Rutan, Tahanan Ini Malah Digagalkan Emak-Emak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132156/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak_m_132156.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak_m_132156.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132156/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak

Seorang tahanan Rutan Kelas II B Rembang mencoba kabur siang kemarin. Namun, usaha kabur sang tahanan gagal setelah aksinya kepergok emak-emak.]]>

KOTA – Seorang tahanan Rutan Kelas II B Rembang mencoba kabur siang kemarin. Namun, usaha kabur sang tahanan gagal setelah aksinya kepergok emak-emak yang tinggal sekitar rutan.

Pertama kali aksi tahanan itu diketahui oleh Ayu, warga yang tinggal tepat di sebelah rutan. Yakni saat tahanan membuka genteng di rumah makan samping rutan tersebut. Mengetahui aksi pelaku mencurigakan, Ayu pun bertanya. Namun, tanpa menjawab, sang tahanan justru kabur.

”Orangnya buka genteng. Terus saya bilang, Mas, nanti jatuh. Malah kayak orang ketakutan. Tengok ke selatan nggak bisa, ke utara nggak bisa. Terus naik, jatuh, malah lari. Terus dikejar,” paparnya yang merupakan karyawan rumah makan.

Setelah ketahuan warga, sang tahanan itu pun lari ke jalan raya. Sial, sudah ada teriakan dari warga dalam Rutan yang membuat aksi sang tahanan diketahui petugas. Seorang penjaga parkir Rutan pun langsung mengejar bersama petugas lain.

Ayu menyebut, dari dalam Rutan juga sempat terdengar tembakan. Namun, dia tak mengetahui lebih jauh maksud tembakan itu.

Sementara itu, seorang penjaga parkir Rutan Kelas II B Rembang, Sodiqin menyebut hanya melakukan pengejaran saja, setelah ada petugas yang mengejar tahanan.

”Saya ikut lari mengejar saja. Tidak tahu kronologinya seperti apa,” aku dia.

Sementara itu, pihak Rutan Kelas II B Rembang menolak memberikan keterangan apa pun. Koran ini sudah berusaha meminta konfirmasi, namun tak ada pernyataan. Tahanan yang mencoba kabur itu pun belum diketahui identitasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:25:15 +0700
<![CDATA[Asal Punya Rekom Dokter, ODGJ Bisa Ikut Nyoblos Pemilu, Ini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132150/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya_m_132150.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya_m_132150.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132150/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya

Pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya berdasarkan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2018 masuk daftar pemilih. Namun, ada beberapa ketentuan membolehkan.]]>

KUDUS - Pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya berdasarkan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2018 masuk daftar pemilih. Namun, ada beberapa ketentuan yang memperbolehkan mereka nyoblos. Di antaranya kondisi jiwanya stabil dan paham pemilu. Kemudian disertakan bukti keterangan dokter yang merawat.

Namun, ketentuan tersebut belum ada sosialisasi ke tempat rehabilitasi orang gangguan jiwa. Seperti yang disampaikan Bambang, pengelola panti rehabilitasi Jalma Sehat. Pihaknya sampai sekarang belum ada orang yang datang menyampaikan kriteria orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

”Saya mendengar informasi tersebut, tapi hingga sekarang belum ada yang sosialisasi pencoblosan di Jalma Sehat. Kalau tahun lalu orang yang kami rawat tidak ada yang nyoblos. Ini ada info terbaru tapi belum tahu kejelasannya,” ungkapnya.

Berbeda dengan rumah sakit yang yang memiliki bangsal jiwa. Di situ sudah ada sosialisasi dan penjelasan dari KPU. Direktur RSDU dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar menmbenarkan ada ODGJ yang masuk daftar pemilih. Tapi dengan kriteria tertentu.

”Hanya untuk gangguan tertentu. Pasien yang dirawat pada ruangan bangsal jiwa di RSUD tetap tidak bisa nyoblos. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang keliling ke rumah sakit untuk mendatangi pasien untuk nyoblos, kecuali ruangan bangsal jiwa yang tidak memilih,” terangnya.

Di Jepara, pasien dengan gangguan jiwa tak ada yang mendapat rekomendasi atau masuk daftar pemilih. Direktur RSUD RA Kartini Dwi Susilowati melalui Bidang Humas Karnoto mengatakan, pasien gangguan jiwa yang dirawat di Ruang Seruni RSUD RA Kartini tak ada yang direkomendasikan oleh dokter jiwa untuk ikut mencoblos.

Berbeda dangan di Rembang. Setidaknya ada 181 pemilih dari kalangan disabilitas tunagrahita atau ODGJ yang bisa menyalurkan hak pilihnya pada 17 April besok. Jumlah itu sekitar 19 persen dari jumlah total ODGJ.

Komisioner KPU Rembang Maskutin menyebutkan, jumlah ODGJ tersebut mereka yang sudah mendapat rekomendasi dari dokter. Mereka pun akan mendapat pendampingan dari pihak keluarga saat mencoblos. ”Pemilih itu nanti didampingi keluarganya. Nanti mengisi form C3," paparnya kemarin. Pihaknya memastikan seluruh kelompok disabilitas sudah menerima sosialisasi. Tugas pendamping hanya mendampingi, tidak mencobloskan.

Sementara itu, Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang Nurdin Fahrudin mengungkapkan, pihaknya tak memiliki pasien ODGJ yang rawat inap. RSUD membuka layanan jiwa setiap hari Selasa dan Kamis. ”Logikanya pada saat pencoblosan tidak ada yang di RS. Karena coblosan hari Rabu," ungkapnya.

Di Grobogan, terutama di Ruang Rosella RSUD dr R Soedjati yang menampung ODGJ belum menerima sosialisasi. Dokter kejiwaan RSUD dr R Soedjati dr Tarno menuturkan, ODGJ seharusnya memiliki hak yang sama dengan warga negara lain. Dari 25 jumlah pasien yang berada di Ruang Rosella saat ini hampir seluruhnya masuk kategori bisa memilih. Hanya enam pasien yang per kemarin dikategorikan tidak bisa memilih.

”Keadaan pasien bisa berubah-ubah setiap waktu. Saat ini memang ada 19 pasien yang dikategorikan bisa memilih. Namun, mereka belum tentu dapat nyoblos nantinya. Karena harus kondisinya stabil dan tenang. Sedangkan enam pasien lain, ada yang baru datang bahkan ada yang sedang dirawat intensif. Jadi, kondisinya masih bingung dan tak memungkinkan menggunakan hak pilih,” jelasnya.

Menurutnya, penetapan kapasitas ODGJ untuk menggunakan hak pilihnya tidak didasarkan pada diagnosis maupun gejalanya. Melainkan didasarkan pada kapasitasnya untuk memahami tujuan pemilu, alasan berpartisipasi, dan pemilihan calon. Sehingga pihaknya juga tak akan mengeluarkan surat rekomendasi kesehatan. ”Kalau misal nantinya mereka bisa memilih. Kemungkinan fasilitas akan disediakan dari KPU. Biasanya akan ada TPS keliling,” tambahnya.

Komisioner KPU Grobogan bagian Perencanaan Data dan Informasi Muhammad Machruz menuturkan, hari ini petugas KPU baru akan melakukan pendataan di Ruang Rosella RSUD. ”Kalau di Panti Sonorumekso kami sudah melakukan pendataan beberapa waktu lalu. Hasilnya memang nihil, karena mereka hanya sebentar berada di panti. Sedangkan, untuk pasien ODGJ di RSUD rencananya H-3 akan didata. Setelah mendapatkan rekomendasi dokter, kemungkinan kami akan dibuka TPS keliling di sana. Jadi petugas keliling ke bangsal-bangsal, termasuk di Ruang Rosella,” ujarnya.

ODGJ di Kabupaten Blora bisa dipastikan tak akan ada yang mencoblos di RSUD dr R Soetijono Blora. Sebab, dari 80-100 orang, semuanya berstatus rawat jalan. Selain itu, jadwal pelayanan untuk ODGJ hanya sepekan sekali pada Sabtu. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Soetijono Blora Jamil Mukhlisin mengaku, pasien ODGJ rawat inap tak ada.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:15:06 +0700
<![CDATA[Minta Dukungan Warga, Caleg Bagi-bagi Suvenir hingga Jurus Tangis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132143/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis_m_132143.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis_m_132143.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132143/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis

Sejumlah upaya ditempuh calon legislatif (caleg) agar mendapatkan suara dalam Pemilu 2019. Tak hanya bagi-bagi amplop berisi uang. Namun ada yang berupa suvenir]]>

REMBANG – Sejumlah upaya ditempuh calon legislatif (caleg) agar mendapatkan suara dalam Pemilu 2019. Tak hanya bagi-bagi amplop berisi uang. Namun ada yang berupa suvenir, makanan, jurus tangis. Pemberian uang pun ada yang sistem paketan. Jadi, satu amplop untuk caleg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR Republik Indonesia (RI) alias pusat.

Di antara caleg yang bagi-bagi suvenir ada di Rembang. Uniknya, masyarakat ada yang menolak. Ada juga yang terpaksa diterima sebab ditangisi.

Pembagian suvenir ini, seperti di Kecamatan Lasem. Suvenirnya berupa mug dari caleg provinsi dan RI. Suvenir tersebut diselipi stiker untuk mencoblos sesuai arahan dalam gambar.

Suvenir mulai dibagikan saat hari tenang Minggu (14/4) lalu. Begitupun dengan bagi-bagi amplop ada yang lebih awal, Jumat (12/4) lalu. Namun rata-rata Sabtu dan Minggu. Di Kota Garam rata-rata yang memberikan dari caleg kabupaten.

KST, 40, warga yang berdomisili di Kecamatan Rembang Kota menerima amplop pada Sabtu (13/4) lalu. Jika ditotal keluarganya mendapat Rp 500 ribu. Tapi ia tak menerima amplop itu. Dia mengaku, walaupun yang menyerahkan masih kerabat, alasannya suap dengan skala kecil dapat berpotensi nantinya mereka korupsi. ”Keluarga saya menolak (pemberian money politics). Tidak tahu untuk tetangga,” akunya.

Hal lain diutarakan YNI, warga yang sama-sama tinggal di Rembang Kota. Dia Minggu sore didatangi tetangga yang juga suami caleg DPR kabupaten. Dia meminta dukungan untuk memilih istrinya pada 17 April mendatang.

Selain itu dengan jurus menangisi dirinya menyodorkan dua amplop. Isinya satu amplop Rp 50 ribu gabungan caleg DPR RI yang kebetulan satu partai. ”Saya ingin mengembalikan, tapi suami caleg itu bilang untuk beli teh dan kopi. Kami serba pekewoh, karena dengan tetangga sendiri. Ditangisi juga,” katanya.

Lain halnya dengan pria 35 tahun yang denggan dikorankan namanya yang merupakan koordinator timses salah satu caleg. Dia mengaku di Kecamatan Kaliori dan Sumber sudah menyebar amplop. Untuk yang caleg DPRD kabupaten rata-rata Rp 50 ribu. Namun bagi warga tertentu bisa dua hingga tiga lipat.

Sedagkan dari caleg DPR RI jumlahnya variatif. Paling kecil Rp 20 ribu paling besar Rp 50 ribu. Namun penyebarannya khusus untuk kerabat dan tetangga. Sementara untuk capres hingga kemarin belum ada yang memberikan.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang Totok Suparyanto saat dimintai komentar reaksi tentang bagi-bagi amplop, dirinya belum mengantongi data valid. Kami belum bisa membuat justifikasi suatu perbuatan itu money politics. ”Penyelenggara pemilu sudah semaksimal mungkin melakukan pencegahan. Sukses tidaknya melawan money politics juga bergantung dari masyarakat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Sementara di Kabupaten Jepara, jika hari sebelumnya banyak ditemukan aksi bagi-bagi uang di daerah pemilihan (dapil) 4 (Kecamatan Mayong, Welahan, dan Nalumsari), kemarin bagi-bagi uang juga mulai banyak ditemukan di dapil 1 (Kecamatan Jepara, Tahunan, Kedung, dan Karimunjawa).

Tak sebagaimana di dapil 4, bagi-bagi uang di dapil 1 ada yang dilakukan dengan sistem paket. Yakni untuk DPRD tingkat kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI dijadikan satu dalam amplop. Uang yang dibagikan mencapai Rp 100 ribu per orang.

Salah satu warga Desa/Kecamatan Tahunan yang tak mau disebut namanya mengatakan, pagi kemarin dia mendapatkan amplop dari salah satu tim sukses caleg. ”Diberi uang Rp 100 ribu diminta nyoblos tiga orang. Yakni DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia melanjutkan, tiga caleg yang disebut itu berasal dari partai yang berbeda. ”Untuk DPRD kabupaten dan DPR RI dari partai yang sama. Namun untuk DPRD provinsi partainya berbeda,” tuturnya.

Tak hanya mendapatkan amplop sepaket itu, dia juga mengaku mendapatkan amplop dari caleg DPRD kabupaten lain. ”Kalau orang-orang biasa dikasih Rp 20 ribu. Tapi kalau masih saudara katanya diberi isi Rp 50 ribu,” tuturnya.

Di Desa Kerso, Kecamatan Kedung, aksi bagi-bagi uang juga sudah mulai banyak dilakukan. Salah satu warga mengatakan, dia mendapatkan amplop dari caleg DPRD kabupaten pagi kemarin. ”Dari caleg nomor urut 1 salah satu partai yang cukup populer. Nilainya Rp 50 ribu,” katanya.

Menanggapi banyaknya aksi bagi-bagi uang jelang pemungutan suara, Ketua Bawaslu Sujiantoko mengatakan, sampai kemarin laporan masuk maupun temuan terkait money politics belum ada. ”Di hari tenang ini, kita gencarkan patroli pengawasan penuh waktu. Dengan harapan sebagai langkah pencegahan,” ungkapnya. ”Kami beserta Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) mulai standby 24 jam. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran yang masuk. Termasuk politik uang,” imbuhnya.

Di Kudus, mendekati hari H pencoblosan, penyebaran amplop di masyarakat semakin marak. Kemarin malam hingga siang masih terus terjadi ”serangan” itu. Di antaranya yang diterima BN, warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Dia mengaku, didatangi salah seorang timses caleg DPRD kabupaten di rumahnya. Dia diberi amplop berisi uang Rp 50 ribu. Di rumahnya mendapat lima amplop. ”Anggota keluarga memang ada lima yang nyoblos. Jadi, totalnya Rp 250 ribu. Kemungkinan menjelang hari lebih H banyak amplop lagi,” katanya.

Hal senada diungkapkan DS, warga Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. Dia diberi amplop berisikan uang Rp 30 ribu dari caleg DPRD kabupaten. Saat membagikan amplo itu, timses sudah mengantongi data pemilih. ”Pembagiannya Selasa malam setelah maghrib,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, masyarakat yang mendapati penyebaran politik uang diharapkan melapor ke bawaslu kabupaten maupun tingkat desa. Dia akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Sampai saat ini pihaknya telah melakukan patroli hingga tingkat desa. Hanya, belum mendapati temuan dan aduan dari masyarakat.

Minan menambahkan, jika ada temuan pelanggaran politik uang, pihaknya akan memastikan ada sanksi pidana. Sanksi itu diatur diatur dalam Pasal 5 Nomor 23 Undang-Undang 2017. Yang menyatakan, kampanye saat masa tenang dikenakan sanksi pidana empat tahun. Kemudian untuk denda dikenakan Rp 48 juta. Sedangkan pelanggaran yang terjadi di hari H, siapapun orang yang membagikan politik uang dikenakan pidana satu tahun dan denda Rp 12 juta.

Selain uang, di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, ada caleg kabupaten yang membagikan makanan. Layaknya orang mantu. Namun, pembagiannya tak merata. Hanya di sekitar rumah caleg tersebut.

Berbeda halnya di Pati. Warga yang memilih mencoblos caleg yang memberikan uang tersebut dan tidak menerima uang dari caleg lain. Berdasarkan pantauan kemarin, di Kecamatan Wedarijaksa masih ada pembagian uang kepada warga. Uang diberikan timses yang merupakan keluarga caleg. Satu caleg memberikan uang Rp 20-30 ribu. 

Salah satu warga Wedarijaksa WS, 55, mengaku menerima uang tersebut. ”Menerima uang berarti harus memilih caleg yang memberikan uang itu. Saya tak ingin menerima uang dari caleg lain. Baik caleg kabupaten, provinsi, maupun DPR RI. Namun belum ada dari capres (calon presiden). Meski tak ada (capres) yang memberi uang saya pasti akan memilih, karena punya jagoan,” imbuhnya.

Sedangkan di Grobogan, serangan fajar sudah hampir merata dilakukan caleg DPRD kabupaten. Sedangkan caleg dari DPRD provinsi dan DPR RI hanya di sejumlah kecamatan. EA, warga Kota Purwodadi mengaku, keluarganya sudah mendapatkan tiga amplop dari tiga caleg. ”Dari caleg DPRD kabupaten berisi Rp 50 ribu, caleg DPRD provinsi Rp 20 ribu, dan caleg DPR RI Rp 20 ribu. Dari caleg DPRD kabupaten sudah H-3 lalu, Mas. Kalau caleg provinsi dan caleg DPR RI baru hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Hal sama juga diungkapkan AE warga Kecamatan Klambu. Dia bersama warga lain dijanjikan mendapatkan uang amplop atau serangan fajar sebelum pencoblosan berlangsung. ”Kemarin (Minggu, Red) ada tim sukses dari celag DPRD Grobogan, provinsi, dan DPR RI mendata. Tetapi belum mendapatkan hingga sekarang (kemarin, Red),” katanya.

Menurutnya hingga sekarang warga masih menunggu serangan fajar. Sebab, ada tim sukses yang sudah menjanjikan. Apalagi sudah ada pendataan. ”Informasinya, dari dapil lain ada yang dikasih Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, sampai Rp 50 ribu,” terangnya.

Agung warga Pengkol, Kecamatan Penawangan, juga mengaku belum mendapatkan serangan fajar. Dia bersama keluarga dan tetangganya masih menunggu jika ada serangan fajar atau pembagian amplop. ”Kalau diberi tetap diterima. Masalah nyoblosnya nanti terserah kami,” tandasnya.

Anggota Bawaslu Grobogan Agus Purnama mengaku, hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya serangan fajar. Jika ada warga yang melaporkan, pihaknya akan menindaklajuti. Sebab, serangan fajar melanggar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. ”Kami dengan senang hati menerima laporan masyarakat. Jika ditemukan barang bukti, akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Bawaslu Kabupaten Blora juga menyatakan belum bisa mengendus money politics. Padahal marak terjadi. Sebaliknya, bawaslu meminta kalau ada data bisa diserahkan ke bawaslu. Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan. Dari jumlah 3.413 personel yang dimiliki belum ada yang melaporkan adanya praktik terlarang tersebut.

Lulus mengaku, tidak ada rencana bagi personel bawaslu untuk stanby di rumah paslon maupun tim sukses. ”Upaya pencegahan itu ada, yaitu selalu koordinasi. Kemudian berjejaring dengan masyarakat dan lainnya untuk mengumpulkan informasi,” terangnya.

Hingga kemarin, pihaknya megaku baru ada informasi sedikit sekali. Belum bisa gamblang. Baru lihat dari media sosial berupa foto. ”Baru minta yang nge-share dan belum ada tanggapan,” tegasnya.

Warga Kecamatan Jepon mengaku yang tak mau disebut namanya mengaku, Sabtu lalu sudah ada sembako dari caleg. Untuk uangnya belum ada. Diperkirakan tadi malam. ”Kemarin beras 2 kg dan minyak setengah liter,” ucapnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:04:26 +0700
<![CDATA[Mbak Rerie: Ratu Kalinyamat Sosok Perempuan Inklusif Kosmopolitan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132140/mbak-rerie-ratu-kalinyamat-sosok-perempuan-inklusif-kosmopolitan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/mbak-rerie-ratu-kalinyamat-sosok-perempuan-inklusif-kosmopolitan_m_132140.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/mbak-rerie-ratu-kalinyamat-sosok-perempuan-inklusif-kosmopolitan_m_132140.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132140/mbak-rerie-ratu-kalinyamat-sosok-perempuan-inklusif-kosmopolitan

Sosok Ratu Kalinyamat diperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional. Dari bukti yang dikumpulkan Yayasan Dharma Bakti Lestari, kisah Ratu Kalinyamat bukan mitos]]>

JAKARTA – Sosok Ratu Kalinyamat diperjuangkan untuk menjadi pahlawan nasional. Dari bukti yang dikumpulkan Yayasan Dharma Bakti Lestari, kisah Ratu Kalinyamat bukan mitos. Melainkan catatan sejarah yang memiliki sosok perempuan inklusif kosmopolitan.

Pembina Yayasan DBL Lestari Moerdijat sudah membentuk tim peneliti dan penulis naskah akademik dengan mempelajari literasi dan sumber-sumber asli. Gunanya untuk menepis anggapan bahwa Ratu Kalinyamat adalah mitos tentang ratu visioner tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya Jumat (12/4) lalu, perempuan yang biasa disapa Mbak Rerie ini menyatakan, berdasarkan catatan sejarah yang ditulis bangsa Portugis menunjukkan bahwa Ratu Kalinyamat disebut sebagai Rainha de Jepara (Ratu Jepara). Di catatan itu memang ada. Jadi, bukan mitos dan bukan pula milik komunitas tertentu.

Pada dasarnya mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan. Mitos kerap disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal untuk membentuk model sifat-sifat tertentu. Juga sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Menurut Mbak Rerie, kehadiran Ratu Kalinyamat bukan milik komunitas Jepara saja, karena Ratu Kalinyamat merupakan sosok perempuan yang inklusif sekaligus kosmopolitan. Sebagai perempuan yang inklusif, menurut dia, Ratu Kalinyamat menempatkan dirinya ke dalam cara pandang orang lain atau kelompok lain dalam melihat dunia. Ratu Kalinyamat berusaha menggunakan sudut pandang orang lain atau kelompok lain dalam memahami masalah.

Hal inilah yang mendasari Ratu Kalinyamat membantu Sultan Johor dan Sultan Aceh menjaga kedaulatan lalu lintas perdagangan Nusantara dan antarpulau.

Sedangkan semangat kosmopolitan yang dimiliki Ratu Kalinyamat identik dengan keterbukaan, merangkul semua golongan, kepentingan, dan wacana setiap zaman. Kemampuannya dibuktikan dengan membangun armada maritim yang tak hanya berasal dari masyarakat Jepara, tetapi juga dari masyarakat Demak, Cirebon, dan Banten. Mereka juga berasal dari berbagai golongan.

”Kepentingan untuk memiliki jalur pelayaran dan perdagangan yang aman dan berdaulat menjadi cita-cita bersama antara Ratu Kalinyamat dengan Sultan Aceh dan Johor,” ujar Mbak Rerie.

Dia menilai, kepahlawanan Ratu Kalinyamat dapat diangkat secara nasional demi kepentingan bangsa Indonesia yang juga inklusif dan kosmopolitan. ”Hanya orang-orang tertentu yang mampu menjadi wacana setiap masyarakat Indonesia. Salah seorang itu adalah Ratu Kalinyamat,” katanya.

Lestari juga mengatakan, sisi kepahlawanan Ratu Kalinyamat dapat menjadikan masyarakat terlibat dalam pembangunan Indonesia secara aktif, kreatif, sekaligus holistik.

Malah, menurut dia, yang paling penting dari kepahlawanan Ratu Kalinyamat adalah dapat menjadi figur yang seharusnya menjadi panutan untuk membantu masyarakat. Terutama generasi muda, khususnya perempuan. Selain itu, mengeksplorasi identitas dirinya, sehingga kalangan muda dapat mengembangkan personal value yang positif.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 13:50:33 +0700
<![CDATA[Wujudkan Mimpi Warga Tak Mampu, Jadi Program Rutin Tiap Tahun]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132138/wujudkan-mimpi-warga-tak-mampu-jadi-program-rutin-tiap-tahun https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/wujudkan-mimpi-warga-tak-mampu-jadi-program-rutin-tiap-tahun_m_132138.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/wujudkan-mimpi-warga-tak-mampu-jadi-program-rutin-tiap-tahun_m_132138.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132138/wujudkan-mimpi-warga-tak-mampu-jadi-program-rutin-tiap-tahun

Bantuan progam bedah rumah tidak layak huni (RTLH) PT Semen Gresik mewujudkan cita-citanya nelayan kurang mampu untuk memiliki rumah layak huni.]]>

Bantuan progam bedah rumah tidak layak huni (RTLH) PT Semen Gresik mewujudkan cita-citanya nelayan kurang mampu untuk memiliki rumah layak huni. Program serupa akan terus digenjot rutin tiap tahun, guna menyukseskan program pemerintah untuk menekan angka kemiskinan di Kota Garam.

ALI MAHMUDI, Rembang

 KESEHARIAN yang dijalani empat keluarga nelayan Desa Sarang Meduro, Kecamatan Sarang, Rembang memang cukup memprihatinkan. Mereka keluarga Muhammad Nur Soleh-Siti Asmara; Mukminin-Sarmini; Bahrul Ulum-Siti Mahfudzah; dan Marzuki sebagai penerima progam bedah rumah PT Semen Gresik.

Apalagi, saat cuaca buruk, mereka tak bisa melaut hingga berbulan-bulan. Tak jarang, mereka harus menjual barang-barang berharga yang mereka miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Kondisi ini diungkapkan Siti Mahfudzah saat ditemui baru-baru ini. Siti pun sangat bersyukur dan mengapresiasi upaya Semen Gresik yang telah membangun rumahnya. Baginya, membangun rumah adalah cita-citanya yang belum bisa direalisasikan sejak awal menikah beberapa tahun lalu. Ia bahkan hendak mengubur impian ini. Sebab, kehidupan keluarganya sangat pas-pasan.

Penghasilan yang diperoleh suaminya Bahrul Ulum dari hasil miyang (melaut) habis untuk menutupi kebutuhan harian. Terkadang malah kurang, sehingga harus ditutup dengan pinjaman. Bahkan, pernah juga terpaksa menjual barang berharga yang ada di rumahnya, agar dapur tetap mengebul.

Dalam sebulan, Bahrul Ulum pergi melaut selama dua kali. Sekali berangkat, waktunya berkisar antara sembilan sampai 10 hari, karena lokasinya bisa hingga luar Pulau Jawa. Bahrul Ulum membawa uang saku Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu untuk membeli berbagai kebutuhan selama berhari-hari di laut. Namun, saat pulang hasil yang diperoleh tak menentu. Jika mujur bisa meraup hingga Rp 750 ribu hingga Rp1 juta. Namun jika tangkapan sepi, hanya diberi Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu oleh juragan pemilik kapal.

”Hasil dari miyang hanya cukup untuk makan. Bagaimana mau membangun rumah kalau penghasilan seperti itu. Makanya saya sangat berterima kasih kepada Semen Gresik,” kata Siti Mahfudzah.

Kondisi serupa juga dialami Sarmini. Upah yang diperoleh dari juragan pemilik kapal tempat suaminya, Mukminin bekerja tak menentu. Untung saja, selama miyang Mukminin masih mau mencari penghasilan tambahan. Caranya, saat kapal lego jangkar, suaminya mencari ikan sendiri dengan memancing secara manual. Ikan hasil pancingan itu yang digunakan untuk menambal kebutuhan keluarganya.

”Ini pun hasilnya juga sama tak menentu. Kalau beruntung ikan pancingan sendiri itu bisa dijual hingga ratusan ribu rupiah,” ucapnya.

Agar perekonomian keluarga tetap stabil, Siti Asmara mengaku terpaksa bekerja serabutan. Mulai dari menjadi pembantu rumah tangga hingga jualan minuman kemasan. Meski tak seberapa, namun hasil dari kerja serabutan itu cukup bisa menopang kebutuhan hidup keluarganya.

”Mau bagaimana lagi, penghasilan suami (Muhammad Nur Soleh, Red) memang pas-pasan. Untung saja ada progam sekolah gratis pemerintah jadi anak-anak masih bisa sekolah,” terangnya.

Potret kemiskinan di Kota Garam bisa dilihat di buku Rancangan Akhir Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang tahun 2016-2021. Jika dibanding daerah lain di Jawa Tengah, indeks kedalaman kemiskinan Kabupaten Rembang menempati urutan ke-4 dari bawah setelah Brebes, Wonosobo, dan Pemalang.

Meskipun begitu, tingkat kemiskinan di Kabupaten Rembang selama kurun waktu 2013-2018 menunjukkan tren menurun. Pada 2013, jumlah penduduk miskin Kabupaten Rembang sebanyak 128.000 jiwa (20,97 persen). Namun tahun lalu, angkanya turun menjadi 97.440 jiwa (15,41 persen).

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi mengatakan, jajarannya berkomitmen membantu progam penurunan kemiskinan kawasan sekitar perusahaan. Salah satu upaya yang dilakukan melalui progam pembangunan RTLH bagi warga kurang mampu. Sejak 2016 hingga 2018 sudah ada 43 RTLH yang dibangun.

Tahun ini, ada 16 RTLH yang dijadwalkan dibangun lagi dengan dana corporate social responsibility (CSR) PT Semen Gresik. Rinciannya, empat unit diperuntukkan khusus bagi warga Desa Sarang Meduro, Kecamatan Sarang, Rembang. Dan 12 unit jatah warga enam desa sekitar perusahaan. Ada yang masuk wilayah Blora, namun mayoritas kawasan Kabupaten Rembang.

Rata-rata, anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan tiap unit RTLH sekitar Rp 47 juta. Namun, ada juga yang anggarannya mencapai Rp 59 juta. Praktis jika ditotal anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan puluhan RTLH tersebut mencapai miliaran rupiah.

”Ini salah satu bentuk nyata komitmen membantu warga kurang mampu. Selain progam RTLH kita juga beberapa kegiatan lain yang muaranya juga sejalan dengan progam pemerintah untuk menekan angka kemiskinan,” jelas Kuswandi.

Dia menambahkan, seiring rampungnya proses pembangunan empat unit RTLH di Desa Sarang Meduro, Kecamatan Sarang, maka akan segera dilakukan serah terima kepada warga penerima bantuan. Rencananya, proses serah terima itu akan digelar akhir April ini. Wakil Gubernur (Wagub) Gubernur Jateng Taj Yasin, Bupati Rembang H Abdul Hafidz dan jajarannya, serta Direksi PT Semen Gresik dijadwalkan hadir dalam acara serah terima.

”Progam pembangunan RTLH akan kita garap tiap tahun. Semoga lebih banyak lagi warga kurang mampu yang terbantu dengan progam ini,” harap Kuswandi. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 13:41:59 +0700
<![CDATA[Mensos RI: 93,2 Persen Keluarga Nyatakan Puas terhadap PKH]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132137/mensos-ri-932-persen-keluarga-nyatakan-puas-terhadap-pkh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/mensos-ri-932-persen-keluarga-nyatakan-puas-terhadap-pkh_m_132137.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/mensos-ri-932-persen-keluarga-nyatakan-puas-terhadap-pkh_m_132137.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132137/mensos-ri-932-persen-keluarga-nyatakan-puas-terhadap-pkh

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan sebesar 93,2 persen KPM Program Keluarga Harapan menyatakan puas terhadap program bansos.]]>

Jakarta - Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan sebesar 93,2 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menyatakan puas terhadap program bansos yang bertujuan menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Ia menjelaskan berdasarkan survei independen MicroSave Consulting Indonesia dalam kerangka kerjasama antara Kementerian Sosial RI dan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF) menunjukkan 93 persen puas terhadap keteraturan penerimaan dana bansos PKH ke dalam rekening, 92 persen puas terhadap respon Contact Center PKH dalam menanggapi aduan, 94 persen puas terhadap pendampingan oleh Pendamping PKH, 93 persen puas terhadap kemudahan menjangkau lokasi pencairan bansos, dan 94 persen menyatakan puas terhadap kemudahan bertransaksi di lokasi pencairan bansos. 

"Sebanyak 86 persen KPM mengetahui bahwa bansos ini merupakan program prioritas pemerintah pusat. Mereka juga dapat menjelaskan dengan baik pemanfaatan bantuan sosial sebagaimana yang disyaratkan pemerintah," tutur Menteri.

Hal ini tampak pada hasil survei dimana sebanyak 74 persen responden menggunakan dana bansos PKH untuk pembelian peralatan sekolah, 67 persen untuk biaya sekolah, 58 persen untuk biaya transportasi ke sekolah, 54 persen untuk membeli makanan tambahan, 42 persen biaya ekstrakurikuler sekolah, dan 33 persen untuk biaya masuk sekolah di tahun ajaran baru.

Capaian yang positif juga tampak pada metode penyaluran bansos secara non tunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebanyak 77 persen KPM menggunakan KKS untuk berbagai transaksi perbankan dan 23 persen menggunakan untuk tarik tunai bansos PKH.

"Bagi 86 persen KPM PKH, rekening KKS adalah rekening pertama mereka, dan 23 persen KPM PKH memanfaatkan rekening KKS untuk transaksi keuangan mereka yang mana memberikan kontribusi signifikan terhadap Inklusi Keuangan,” terangnya.

Mensos melanjutkan dari survei ditemukan bahwa sebanyak 18 persen KPM PKH tidak melakukan pencairan dana sekaligus. Hal ini menunjukkan perilaku menabung dan upaya mendorong keuangan inklusif untuk rakyat miskin telah menunjukkan hasil positif.

Survei tersebut, lanjutnya, juga menunjukkan bahwa 98 persen KPM lebih memilih metode penyaluran non tunai melalui KKS dibandingkan dengan cara sebelumnya melalui kantor pos. Melalui KKS, penerima PKH lebih melek transaksi bank melalui ATM, mereka juga tidak mengeluarkan biaya pencairan, sehingga menerima dana bansos utuh.

"Sekitar 64 persen pencairan dana PKH dilakukan penerima manfaat melalui ATM bank dibandingkan Agen Bank sebesar 14 persen dan e-Warong sebanyak 2,4 persen," tutur Mensos.

Di bidang kesehatan, 92 persen KPM mengakses rumah sakit/puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan, 48 persen KPM menggunakan KB, sementara hanya 26 persen Non KPM PKH yang menggunakan KB.

Di bidang pendidikan 78 persen anak-anak KPM PKH hadir di sekolah secara reguler dan 10 persen anak-anak KPM PKH berprestasi di bidang akademik 5 persen, olah raga 4 persen, seni budaya 1 persen.

Dari sisi pendampingan, sebanyak 79 persen KPM PKH telah mendapatkan sesi Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) secara regular setiap bulannya.

Dampak bansos pada pengeluaran bulanan keluarga menunjukkan total pengeluaran bulanan KPM PKH 3,8 persen lebih tinggi dari non-KPM PKH. Pengeluaran bulanan non-makanan KPM PKH cenderung lebih tinggi 11,8 persen dari non-KPM PKH. Hal ini menunjukkan bahwa program PKH secara tidak langsung membantu meningkatkan pendapatan KPM yang tercermin dari tingkat pengeluaran rumah tangga.

Dampak terhadap hasil terkait perilaku kesehatan yakni 12,1 persen KPM PKH cenderung pergi ke layanan kesehatan pemerintah untuk berbagai masalah kesehatan dan menggunakan fasilitas Keluarga Berencana (KB) 8,4 persen lebih banyak daripada penerima manfaat non-PKH.

Demikian pula, Lansia yang menerima PKH 8,8 persen lebih mungkin datang ke fasilitas kesehatan daripada non penerima manfaat

Studi dilakukan di 15 provinsi dan mencakup 28 kota/kabupaten di Indonesia. Untuk keperluan analisis data, survei dibagi di tiga wilayah bagian yakni Wilayah Barat (meliputi Sumatera Barat dan Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur), Wilayah Tengah (meliputi seluruh pulau Jawa), dan Wilayah Timur (meliputi Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, NTT dan Papua).

Jumlah responden adalah 2.903 dengan 1.466 KPM PKH dan 1.437 dari kontrol group (non-KPM PKH), serta ditambah 25 In-depth interview. Kontrol grup adalah kelompok non penerima sebagai perbandingan untuk kelompok penerima PKH. Data KPM PKH dan non-KPM PKH diambil dari Basis Data Terpadu (BDT) yang berada pada 11--20 percentil.

Mensos mengatakan hasil survei ini bersifat independen dan dapat berlangsung berkat dukungan dari BMGF dan mitra kerjanya di Indonesia yakni MicroSave Consulting (MSC) dan difasilitasi Inke Maris & Associates (IMA).

BMGF adalah Yayasan amal Bill dan Melinda Gates, yang merupakan yayasan pribadi dengan kantor pusat di Seatlle, AS, yang mencurahkan perhatiannya pada upaya pengentasan kemiskinan di banyak negara di Afrika, Asia, Amerika Latin.

"Kami sangat mengapresiasi bantuan ini guna mengevaluasi pelaksanaan PKH kedepannya agar semakin baik dalam penyaluran dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat. Ujungnya adalah angka kemiskinan dapat terus menurun di akhir tahun 2019,” harap Menteri Agus. (sonny)

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 13:31:14 +0700
<![CDATA[Launching Beauty Studio, Ulfisinta Tawarkan Banyak Promo Menarik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132088/launching-beauty-studio-ulfisinta-tawarkan-banyak-promo-menarik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/launching-beauty-studio-ulfisinta-tawarkan-banyak-promo-menarik_m_132088.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/launching-beauty-studio-ulfisinta-tawarkan-banyak-promo-menarik_m_132088.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132088/launching-beauty-studio-ulfisinta-tawarkan-banyak-promo-menarik

Makeup artist kenamaan Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta menggelar launching beauty studionya pada Sabtu (13/4/2019), di Jalan Kyai Telingsing No. 65 Kudus.]]>

KOTA – Makeup artist kenamaan Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta menggelar launching beauty studionya pada Sabtu (13/4/2019). Studio baru tersebut berada di Jalan Kyai Telingsing No. 65 Kudus. Ada banyak promo menarik yang diberikan kepada para konsumen. Mulai dari potongan harga, hingga voucher perawatan kecantikan.

Owner Ulfisinta Beauty Studio Ulfi Nihayatuzzahro Ardiani Yasinta mengatakan, promo tersebut diberikan sebagai wujud syukur atas suksesnya launching ini. Promo tersebut meliputi voucher potongan perawatan kecantikan di Larissa Aesthetic Center sebesar 10 persen. Ada juga cashback bagi konsumen yang booking paket wedding di bulan ini.

Hadirnya Beauty Studio Ulfisinta di Kudus ini memudahkan layanan kepada masyarakat Kudus atas jasa Ulfisinta Professional Makeup Artist. Jadi ketika mereka ingin fitting dan konsultasi bisa lebih mudah.

Kualitas Ulfisinta Professional Makeup Artist tak perlu diragukan lagi. Sebab Ulfisinta kiprahnya dalam MUA sendiri sudah sejak 2014. Sudah banyak klien yang ditangani dengan baik. Namun sejak 2018 ia bersama keluarga kecilnya tinggal di Kudus. Akhirnya ia pun bertekad untuk mengembangkan bisnisnya di Kota Kretek ini.

”Saya sudah mulai jadi MUA sejak 2014. Saat itu saya lebih sering melayani di Semarang, karena saya tinggal di sana. Namun saya juga sering menerima job luar kota. Seperti Jogja, Solo, Pekalongan, Pemalang, hingga Surabaya,” jelasnya.

Dalam launching itu, tak hanya brand Ulfisinta Professional Makeup Artist saja yang akan mengisi beauty studio ini. Ada dua brand lain yang turut mengisi, yakni Hulya dan Alfairus Tours.

Hulya merupakan butik dari Ulfisinta, terdapat koleksi-koleksi gamis dan baju muslimah yang berkualitas. Sedangkan Alfairus Tours merupakan haji dan umroh resmi dari Kemenag dan terdaftar di IATA dan AMPHURI.

”Semua brand  yang ada di sini memprioritaskan kualitas dan kenyamanan konsumen,” tambah suami Ulfisinta yang juga menjadi pengelola Alfairus Tours Muhammad Husni Tamrin.

Dalam acara launching pada Sabtu (13/4/2019) itu, 70 sahabat Ulfisinta diundang untuk memeriahkan acara. Mereka merupakan selebgram dari Jepara, Demak, dan Semarang. Selain pemotongan pita, juga dilaksanakan talk show dan pembagian doorprize.

”Dengan kehadiran Ulfisinta Beauty Studio di Kudus, kami harap bisa memudahkan masyarakat untuk mencari pelayanan dan produk yang berkualitas. Baik untuk makeup, fashion muslim, hingga layanan haji dan umroh,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 08:44:41 +0700
<![CDATA[Lestarikan Wayang Kulit, Wabup Jepara Apresiasi Pepadi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131974/lestarikan-wayang-kulit-wabup-jepara-apresiasi-pepadi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/lestarikan-wayang-kulit-wabup-jepara-apresiasi-pepadi_m_131974.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/lestarikan-wayang-kulit-wabup-jepara-apresiasi-pepadi_m_131974.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131974/lestarikan-wayang-kulit-wabup-jepara-apresiasi-pepadi

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlangsung di Alun-alun II Jepara, SabtuSabtu (13/4) malam. Kegiatan tersebut dimeriahkan dalang Ki Nuryanto.]]>

KOTA - Pagelaran wayang kulit semalam suntuk berlangsung di Alun-alun II Jepara, SabtuSabtu (13/4) malam. Kegiatan tersebut dimeriahkan dalang Ki Nuryanto dengan lakon Babare Jagad Raya.

Selain Pagelaran wayang ini diawali dengan pelantikan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kabupaten Jepara periode 2019-2024. Pada periode ini, Pepadi diketuai oleh Hendroyono. Pelantikan pengurus Pepadi Kabupaten Jepara itu sendiri dilakukan oleh perwakilan Pepadi Provinsi Jawa Tengah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza mengatakan, pagelaran wayang semalam suntuk ini merupakan rangkaian dari Hari Jadi ke 470 Kabupaten Jepara. Tujuannya tak lain untuk melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Jepara.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi yang hadir secara langsung mengapresiasi kegiatan pelestarian budaya atau seni dari pulau Jawa tersebut. Apalagi, wayang kulit yang masuk dalam kesenian tradisional ini jarang digelar di masyarakat.

Dia mengatakan, wayang merupakan salah satu warisan yang harus dilestarikan. Pemkab Jepara sendiri memberikan dukungan penuh untuk pelestarian wayang. Di antaranya dengan mengadakan pagelaran wayang secara rutin di wilayah Kabupaten Jepara. "Dalam satu tahun ada beberapa kali pagelaran wayang," katanya.

Andi juga mengapresiasi putra-putri daerah yang pada kesempatan tersebut dapat menampilkan seni wayang yang tidak kalah bagusnya dengan kelompok wayang lainnya.

Tak hanya itu, Andi juga mengucapkan selamat pada anggota Pepadi Jepara yang baru saja dilantik. "Harapannya melalui Pepadi ini, seni tradisional wayang bisa terus dilestarikan. Tak hanya itu harapannya ke depan juga semakin banyak inovasi dalam pagelaran wayang agar wayang bisa kembali populer di semua kalangan. Biasanya wayang digemari oleh orang tua, jika ada inovasi maka kesenian wayang juga bisa dinikmati oleh generasi muda," imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 15:57:01 +0700
<![CDATA[Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan KKN, Unisnu Jepara Undang Kades]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131972/evaluasi-pelaksanaan-kegiatan-kkn-unisnu-jepara-undang-kades https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/evaluasi-pelaksanaan-kegiatan-kkn-unisnu-jepara-undang-kades_m_131972.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/evaluasi-pelaksanaan-kegiatan-kkn-unisnu-jepara-undang-kades_m_131972.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131972/evaluasi-pelaksanaan-kegiatan-kkn-unisnu-jepara-undang-kades

Penguatan Kerjasama Unisnu Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat digelar di Gedung Pasca Sarjana Unisnu.]]>

TAHUNAN – Penguatan Kerjasama Unisnu Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat digelar di Gedung Pasca Sarjana Unisnu Jepara pada Jum’at (5/4) lalu. Kegiatan diikuti 40 kepala desa se-Kabupaten Jepara yang tahun kemarin ditempati kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Sekretaris Pusat KKN Unisnu Khoirul Muslimin mengatakan, kegiatan ini bertujuan merekatkan hubungan Unisnu dengan pemerintah desa. Kegiatan tersebut dalam rangka  melaksanakan pemberdayaan KKN berdasarkan kebutuhan masyarakat, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN.

Dia menambahkan, pertemuan para kepala desa dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Unisnu Jepara untuk penyelaraskan program-program masyarakat dengan Unisnu. Dengan adanya sinergitas pembangunan, sehingga program-program KKN bisa bermanfaat untuk masyarakat desa.

“Saya berharap dengan adanya sinergitas ini, program-program KKN bisa dirasakan oleh masyarakat desa dan ada tindak lanjut program KKN pada tahap berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unisnu Purwo Adi Wibowo menuturkan, kegiatan sudah direncanakan dari tahun 2016 untuk mengundang para kepala desa yang ditempati KKN. Hal ini untuk menyampaikan keuntungan dan persoalan ketika para mahasiswa melakukan pengabdian di desa. Sehingga pihaknya bisa meningkatkan pelayanan masyarakat dalam melakukan pengabdian mahasiswa di desa.

Hadir sebagai narasumber Kabag Pemdes Setda Jepara, Eriza Yulianto menyampaikan peran perguruan tinggi, pemerintah dan pengusaha sangat penting dalam membangun desa. Tiga komponen masyarakat ini memilik peran masing-masing. Bila ketiganya akan bersinergi maka akan terwujud kemandirian desa.

Ketua Panitia KKN Tahun 2019 Hadi Ismanto memaparkan program-program KKN baik yang bersifat kelompok maupun individu hasil observasi sebelum penempatan peserta KKN di desa. Salah satu program yang sudah direalisasikan mahasiswa selama pengabdian yaitu festival kopi Tempur, festival dolanan anak Karanganyar Welahan, reboisasi dan penyerahan bibit tanaman, pengembangan Wisata (Taman Rolet, Taman Jrakah, Pantai Beringin, Gubug Orbit, pelatihan E-commerce, packaging dan labelisasi, branding produk baru dan pemasaran, pelatihan IT perangkat desa, pelatihan pembukuan UMKM.

Salah satu peserta, Kepala Desa Suwawal Timur Aziz Nur Rohman mengungkapkan, pengabadian mahasiswa di desa sangat dibutuhkan masyarakat desa. Karena dengan kehadiran mahasiswa banyak memberikan kontribusi dalam membangun desa. Hal itu karena background pendidikan mahasiswa beragam sehingga banyak masalah yang bisa teratasi dengan kahadiran mahasiswa.

Wakil Rektor II Hendro Martojo mengatakan, akademisi yang dalam ini adalah perguruan tinggi selaku center of knowledge,  dapat menjadi agen pelaksana terkait kegiatan pelatihan seperti pemasaran online, membimbing menyusunan anggaran, tata ruang desa, inkubasi bisnis, maupun  pendampingan usaha.

”Perguruan tinggi juga dapat menjadi agen peningkatan sumber daya manusia, dan juga menjadi agen diseminasi desain label produk makanan dan pengembangan UMKM desa,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 15:52:16 +0700
<![CDATA[Bawa Tujuh Gram Sabu dari Lapas, Pengedar Narkoba Ini Dibekuk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131971/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi_m_131971.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi_m_131971.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131971/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi

Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Sabu seberat 7,98 gram itu dibawa pelaku dari Lapas Kedungpane.]]>

PURWODADI – Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Sabu seberat 7,98 gram itu dibawa pelaku dari Lapas Kedungpane, untuk diedarkan di Grobogan.

Dua pelaku itu terdiri dari Suroso, warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dan Tedi Durant, warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan warga masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba.

Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dan mengamankan dua tersangka di tempat berbeda. Tersangka Suroso diamankan lebih dulu saat berada di depan bengkel di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat digeledah, polisi menemukan tiga paket sabu-sabu dalam plastik klip kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.

Dari tersangka Suroso, dikembangkan lagi ada tersangka lain pengedar sabu-sabu. Yaitu Tedi yang baru saja mendapatkan barang dari Suroso. Kemudian, polisi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Tedi saat melintas di depan SPBU Ayodya, Kelurahan Kuripan.

”Dari tangan tedi, kami berhasil menemukan satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.  Total sabu-sabu yang kita amankan sekitar 7,98 gram. Rinciannya, sebanyak 6,94 gram didapat dari pelaku Suroso dan 1,04 gram dari pelaku Tedi,” kata AKBP Choiron.

Sementara itu, Suroso mengakui bahwa bahwa sabu-sabu yang dibawa adalah pesanan dari orang Purwodadi. Setiap pengantaran satu pesanan dirinya mendapatkan upah Rp 350 ribu. ”Sabu-sabu ini saya dapat dari Lapas Kedungpane Semarang. Saya mendapatkan mendapatkan tugas hanya mengantar saja. Saya kenal orang dalam Lapas karena dulu saya pernah disana,” terang Suroso.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 15:31:57 +0700
<![CDATA[KPU: Kekurangan Lima Ribu Surat Suara Dikirim Hari Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131962/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini_m_131962.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini_m_131962.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131962/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini

Logistik untuk Pemilu 2019 yang masih kurang sebanyak 5.000 ribu surat suara akhirnya terpenuhi, Sabtu (13/4) lalu. Hingga kemarin masih dilakukan pengepakan.]]>

KOTA – Logistik untuk Pemilu 2019 yang masih kurang sebanyak 5.000 ribu surat suara akhirnya terpenuhi, Sabtu (13/4) lalu. Hingga kemarin masih dilakukan pengepakan. Rencananya, Senin (15/4) (hari ini) bakal dirikim ke kecamatan tujuan.

”Hari ini (kemarin) baru pengepakan. Kalau nggak malam ini ya besok pagi (hari ini) kami droping sisanya,” paparnya kemarin.

Sebagaimana diketahui, setelah dipastikan logistik masih kurang, KPU Rembang akhirnya mengambil sendiri kekurangan logistik ke Jakarta. Sebab, dikhawatirkan pengiriman terlambat mengingat coblosan tinggal beberapa hari.

Berdasarkan catatan Bawaslu Rembang, ada lebih dari 5 ribu surat suara yang kurang. Yakni terdiri dari suarat suara untuk Pilpres; caleg DPRD kabupaten dan, DPRD provinsi.  

Sementara itu, jumlah pemilih pindah TPS juga bertambah hingga ratusan menyusul ditambahnya waktu pengurusan pindah pemilih. Berdasarkan data KPU Rembang, jumlah pemilih yang mengurus form A5 pun totalnya mencapai ribuan.

Rinciannya, 966 pemilih yang masuk atau akan memilih di Rembang, serta 1.681 pemilih asal Rembang yang akan memilih di luar Rembang. Apabila ditotal, maka jumlahnya mencapai 2.647 pemilih. Jumlah itu naik dari sebelumnya menyusul tambahan tiga pekan yang telah ditetapkan KPU.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:17:07 +0700
<![CDATA[Genjot Partisipasi Pemilu, KPU Gandeng Artis Dangdut Rena KDI]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131958/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi_m_131958.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi_m_131958.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131958/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi

Panggung hiburan sosialisasi pemilihan umum 2019 kembali digelar KPU Rembang. Kali ini, lokasinya di objek wisata Pantai Karangjahe, Rembang.]]>

KOTA – Panggung hiburan sosialisasi pemilihan umum 2019 kembali digelar KPU Rembang. Kali ini, lokasinya di objek wisata Pantai Karangjahe, Rembang. Kegiatan untuk mendongkrak partisipasi pemilih tersebut dimeriahkan oleh artis dangdut Rena KDI.

Rena yang mengenakan setelah hitam langsung menghangatkan penonton dengan lagu banyu langit. Setidaknya lebih dari 30 menit artis dangdut asal Jawa Timur menghibur wisatawan. Selain menyanyikan lagu anyar, biduan nasional ini menyosialisasikan gerakan sadar pemilu.

Rena mengajak masyarakat berbondong-bondong datang di TPS. Ia tidak ingin nanti tanggal 17 April mendatang masyarakat pemilih golput. Makanya ia mengharapkan semua menyalurkan suara.

”Semoga tidak ada golput. Semoga semua menyumbangkan suara, jujur dalam hati dan apapun hasil pemilu dapat menerima dengan baik,” harapan Rena disela-sela sosialisasi yang digandeng KPU Rembang.

Sementara itu ketua KPU Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menyampaikan panggung hiburan dengan bintang tamu Rena KDI merupakan bagian sosialisasi ke masyarakat. Khususnya di objek-objek wisata yang memiliki kunjungan wisatawan banyak.

”Kami sasar pengunjung wisatawan agar mereka menyalurkan suaranya pada hari Rabu tanggal 17 April mendatang,” ujarnya.

Pihaknya berharap kehadiran Rena KDI mampu menjadi motivasi dan magnit dalam sosialisasi pemilihan umum 2019. Selain itu, persiapan teknis pengiriman logistik. Sebelumnya sudah di distribusi kotak suara di semua PPK tingkat kecamatan.

Saat ini teman-teman PPK sudah mendistribusikan logistik ke desa-desa. Pihaknya menargetkan hari Selasa sudah turun di TPS masing-masing. “Totalnya ada lima di tiap TPS, Rembang sebanyak 2.171 TPS. Begitupun surat suara. Sebelumnya ada susulan dikarenakan beberapa waktu lalu ada penggantian yang rusak. Sehingga harus disusulkan. Dengan total surat suara hampir 2,5 juta dengan rata-rata hampir 500 ribuan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:07:30 +0700
<![CDATA[Quick Count Boleh Salah, Tidak Boleh Berbohong]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131957/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong_m_131957.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong_m_131957.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131957/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong

PERHELATAN politik nasional lima tahunan tinggal menghitung hari. Dua hari lagi tepatnya Rabu (17/4) masyarakat Indonesia sudah berhak menggunakan hak pilihnya.]]>

PERHELATAN politik nasional lima tahunan tinggal menghitung hari. Dua hari lagi tepatnya Rabu (17/4) masyarakat Indonesia yang sudah berhak menggunakan hak pilihannya akan melakukan pemilihan anggota legislatif serta Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu 2019 ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif dilakukan secara serentak.

Berbicara mengenai penghitungan cepat (quick count), masih jelas diingatan kita akan kontroversi quick count yang terjadi  saat Pilpres 9 Juli 2014. Dari 11 lembaga survei (yang tercatat di KPU, red) independen yang melakukan hitung cepat suara, 7 lembaga diantaranya menyatakan pasangan Jokowi-JK menang, sedangkan 4 lembaga menyatakan pasangan Prabowo-Hatta menang. Masyarakat dibuat bingung oleh hasil yang dirilis lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU saat itu.

Bulan Maret 2019, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan telah merilis 33 nama Lembaga Survei yang telah terverifikasi yang nantinya memiliki kewenangan untuk melakukan dan menampilkan quick count Pilpres 2019.

Pada detik-detik terakhir pada masa tenang Pilpres 2019, semarak lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas masing-masing pasangan calon (paslon). Lembaga survei yang mau dibeli oleh salah satu tim sukses pemenangan dengan berbagai cara akan berusaha menggiring opini masyarakat sehingga mau memilih paslon jagoannya. Apakah lembaga survei maupun peneliti akan mengobral harga diri dan profesionalismenya? Apakah quick count Pilpres 2019 akan mengalami kontroversi dan kegaduhan kembali?. Harapan kita tentu tidak ingin kondisi tersebut terulang kembali.

Kredibilitas lembaga survei, peneliti dan statistisi sempat tercoreng pada masa itu (pemilu 2014, red) karena hasil quick count dan analisis elektabilitas dapat diorder sesuai rupiah yang digelontorkan konsumennya untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kondisi ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip-prinsip keilmuan statistik. Jadi, haruslah diingat bahwa quick count bukanlah hasil resmi sehingga tidak dapat disikapi sebagai hasil resmi, namun masyarakat berhak mengetahui dan masyarakat dengan kesadaran penuh bahwa hasil yang resmi dan berlaku adalah hasil yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai dengan jadwal yang ditentukan, namun banyak masyarakat yang menunggu hasil quick count tersebut begitu pemungutan suara selesai dilakukan.

Mengenai quick count, salah satu prinsip dasar statistik adalah menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi (hasil Pilpres KPU) melalui pendekatan karakteristik sampel (hasil Pilpres quick count). Beberapa literatur mengungkapkan sumber data yang baik sangatlah diperlukan sebagai pondasi dalam setiap pengambilan kesimpulan/keputusan. Agar kesimpulan/keputusan yang diambil tepat bagi masyarakat, maka data yang digunakan haruslah data yang baik dan bukan data hasil kebohongan.

Namun, bagaimana kita mengatakan bahwa hasil quick count Pilpres 2019 dapat  menduga dengan baik (mendekati kebenaran) hitungan Pilpres official KPU?  Maka data sampel yang digunakan sebagai bahan dasar quick count haruslah data yang baik, bukan data bohong sesuai orderan kelompok tertentu.

Berbicara data hasil pilpres mana yang lebih akurat antara quick count dan real count, maka kita harus mengetahui filosofi asal data dari kedua metode tersebut.

Dalam ilmu statistik, metode quick count yang mengambil sebagian data dari populasi untuk menyimpulkan data populasi disebut survei. Inti dari survei adalah ukuran sampel dan teknik pengambilan sampel. Sehingga pertanyaannya adalah apakah jumlah TPS yang diambil oleh lembaga survei sudah memenuhi syarat? Apakah TPS yang menjadi sampel sudah tersebar secara proporsional keseluruhan wilayah Indonesia?. Perlu diketahui bahwa suatu survei memiliki tingkat kesalahan yang terdiri dari sampling error (kesalahan yang berkaitan dengan pengambilan sampel)  dan non sampling error (lebih condong kepada kesalahan manusia dalam menginput data). Untuk real count atau istilah statistik adalah data sesungguhnya. Metode ini juga mempunyai tingkat kesalahan namun hanya bersumber dari non sampling error.

Perlu diketahui bahwa syarat-syarat data (quick count) yang baik adalah 1). Objektif artinya data (quick count) harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (data sampel harus sesuai hasil TPS/Tempat Pemungutan Suara). 2) Representatif artinya data yang diamati harus mampu mewakili objek populasi di TPS yang kita amati. 3). Sampling Error yang kecil maksudnya adalah metode yang digunakan memiliki tingkat kesalahan yang kecil. Semakin kecil nilai sampling errornya, maka akan semakin baik estimasi data yang dihasilkan. 4). Up to date artinya data yang digunakan harus sesuai dengan waktu penelitian. 5). Relevan maksudnya data yang digunakan harus memiliki keterkaitan dengan objek populasi yang akan diteliti. Syarat nomor 1,2, dan 3 disebut juga sebagai syarat data yang reliable (dapat diandalkan), sedangkan syarat nomor 4 dan 5 lebih menunjukkan manfaat atau kegunaan data tersebut. Data sampel quick count yang baik akan mampu menghasilkan kesimpulan penaksiran yang baik terhadap hasil penghitungan suara Pilpres yang resmi oleh KPU.

Ada slogan statistisi yang menyatakan ‘statistik itu boleh salah tapi tidak boleh berbohong’. Slogan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kredibilitas lembaga survei, peneliti dan statistisi. Jadi, apakah empat hasil quick count lembaga survei tersebut “salah” ataukah “berbohong”?. Bila hasil tersebut keliru akibat sebuah kesalahan data, maka dalam koridor slogan masih bias dimaklumi karena maknanya dilakukan secara tidak sengaja dan dapat diperbaiki untuk menghasilkan kesimpulan atau opini yang benar. Sedangkan bila hasil tersebut keliru akibat suatu kebohongan maka dengan tindakan tersebut tidak dapat dimaklumi karena secara sengaja telah memberikan kesimpulan atau opini yang salah.

Begitu bermanfaatnya data dan statistik, maka seluruh masyarakat diharapkan mulai sadar statistik dengan memberikan data yang benar (objektif), bukan memberikan data dari kebohongan. Bagaimana dengan kredibilitas survei elektabilitas saat ini? Dan, bagaimana pula ramainya quick count Pilpres 17 April 2019? Mari kita akan catat kembali sejarah mereka dalam menjaga harga diri dan profesionalisme dari lembaga survei dan peneliti yang ada saat ini.

Objektivitas lembaga yang melakukan survei dan penghitungan cepat (quick count) haruslah independen dan tidak dimaksudkan untuk menguntungkan salah satu paslon pemilu sehingga lembaga survei yang mengumumkan hasil survei dan penghitungan cepat (quick count) harus tetap bertanggung jawab, baik secara ilmiah maupun secara hukum. Jadi tidak ada kebohongan kepada publik. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:02:36 +0700
<![CDATA[Tarik Wisatawan, Disbudpar Kudus Bikin Acara Pasar Kretek]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131948/tarik-wisatawan-disbudpar-kudus-bikin-acara-pasar-kretek https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/tarik-wisatawan-disbudpar-kudus-bikin-acara-pasar-kretek_m_131948.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/tarik-wisatawan-disbudpar-kudus-bikin-acara-pasar-kretek_m_131948.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131948/tarik-wisatawan-disbudpar-kudus-bikin-acara-pasar-kretek

Dinas Kebudayaan dan Pariwisati (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pasar Kretek. Penjual pasar Kretek ini menjajakan jajanan khas kota Kretek.]]>

JATI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisati (Disbudpar) Kabupaten Kudus menggelar kegiatan pasar Kretek. Penjual pasar Kretek ini menjajakan jajanan khas kota Kretek. Selain mengingatkan kembali makanan tempo dulu, kegiatan ini juga untuk menarik wisatawan datang ke museum Kretek. Tiga jam dilaksanakan, makanan ludes terjual.

Suasana tempo dulu tampak memasuki area Museum Kretek kemarin. Pedagang menjajakan aneka makanan. Di antaranya, Sego Jangkrik, Nasi Mbededeg, Nasi Kinco. Ada pula Sego Uyah Asem, Keong Koplo, lalu ada Intip Ketan. Serta ada pula Bakso Horog-horog. Kemudian ada juga jajanan pasar. Yakni, Klepon, Getuk Labu Jipang, Kue Lumpur Ndeso dan Getuk Waluh. Untuk minumannya tersedia, Kopi Muria, Wedang Seco, Bir Plethok. Lalu Dawet Kuno, Kunir Asem. Kemudian ada pula Wedang Alang-alang dan Teh Tubruk. Total ada kurang lebih ada 25 jenis makanan yang dijual di sana.

Makanan ini disajikan dengan besek, bambu, daun jati, dan daun pisang. Lalu gelas dan piring untuk menyajikan makanan terbuat dari tanah liat. Tak hanya itu, penjual jajanan tempo dulu juga mengenakan kebaya.

Siti khotimah salah seorang penjual minuman tradisional bir Plethok mengatakan, dagangannya baru buka sekitar 30 menit ludes diborong pembeli. Pada saat itu hanya membawa 10 botol dan menjual 30 gelas saja. Ia menjual perbotol bir pletok dengan harga Rp 15 ribu. Sedangkan satu gelasnya ia hargai Rp lima ribu. ”Acara semacam ini sangat bagus, bisa mengenalkan produk saya kepada masyarakat yang datang,” ungkapnya.

Sementara itu, Zainal, warga Getas Pejaten mengatakan, mengapresiasi acara itu. Selain untuk edukasi juga bisa meningkatkan penghasilan warga sekitar. Dia juga berharap ke depan  menu jajanan tradisional bisa bertambah lebih banyak. Serta penataan lokasi juga perlu ditingkatkan. ”Harganya standar. Makanan dan minuman tergolong unik dan jarang dijumpai,” katanya.

Kepala Museum Kretek Mutrikah mengatakan, kegiatan Pasar Kretek tersebut diadakan dengan menjalin hubungan bersama desa wisata di sekitaran museum. Serta menggandeng komunitas Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPMI). Yang diketuai oleh Istri Wabup HM Hartomo, yakni Mawar Hartopo. Kegiatan itu dibagi menjadi dua. Yakni menjual makanan tradisional dan modern.

            ”Seharusnya ini diresmikan pada tanggal 21 April, bertepatan dengan hari Kartini. Kami ingin menunjukan semangat IPMI, yang anggotanya didominasi oleh ibu-ibu. Mari tunjukan Kartini Kudus mampu berkarya, ” katanya.

Tika berharap, kegiatan ini bisa dijadikan solusi masyarakat yang tak bisa menikmati car free day. Pasalnya acara diselenggarakan pada pukul 08.00 hingga sebelum zuhur. Masyarakat bisa menikmati jajanan tempo dulu.

Sementara itu, Ketua IPMI Mawar Hartopo yang hadir dalam acara Pasar Kretek, menyatakan, sangat mengapresiasi kegiatan semacam itu. Uji coba menggelar Pasar Kretek berjalan sdengan lancar. Serta mampu menyedot animo masyarakat yang hadir. ”Meskipun baru uji coba jajanan baru setengah jam ludes habis. Akan kami evaluasi, guna meningkatkan potensi itu, ”

Mawar Hartopo juga berkesampatan mencicipi makanan tempo dulu di kawasan Museum Kretek. Ia mencoba minuman tradisional Wedang Seco. Minuman itu terbuat dari bahan rempah-remah. Serta kegunaannya untuk kesehatan tubuh. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 12:39:54 +0700
<![CDATA[Tak Ada Lapak UMKM, Jumlah Pedagang Dandangan Menyusut]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131943/tak-ada-lapak-umkm-jumlah-pedagang-dandangan-menyusut https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/tak-ada-lapak-umkm-jumlah-pedagang-dandangan-menyusut_m_131943.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/tak-ada-lapak-umkm-jumlah-pedagang-dandangan-menyusut_m_131943.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131943/tak-ada-lapak-umkm-jumlah-pedagang-dandangan-menyusut

Dua pekan lagi tradisi dandangan akan kembali digelar. Tahun ini, konsep dandangan tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja jumlah lapak bekurang]]>

KOTA – Dua pekan lagi tradisi dandangan akan kembali digelar. Tahun ini, konsep dandangan tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja jumlah lapak bekurang. Jika sebelumnya lapak yang disediakan mencapai 400-an, kini hanya disediakan 230 lapak.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Sudiharti melalui Kabid Pedagang Kaki Lima (PKL) Sofyan Duhri. Pengurangan ini merupakan dampak dari tidak disediakannya lapak untuk UMKM. ”Tahun ini tidak ada karena anggarannya juga tidak ada,” ujarnya.

Selain karena alasan itu, Sofyan juga mengungkapkan ada lokasi yang tidak lagi digunakan sebagai lokasi dandangan. Jalan Pemuda yang tahun lalu digunakan sebagai lokasi perluasan dandangan sekarang tidak digunakan. Pertimbangannya karena sepi pengunjung. ”Setelah kami evaluasi, ternyata memang tidak efektif. Kasihan pedagang kalau sepi,” imbuhnya.

Tahun ini lokasi yang digunakan sebagai lokasi dandangan meliputi Jalan Sunan Kudus, Jalan Madureksan, Jalan Kiai Telingsing, Jalan Pangeran Puger, jalan Wahid Hasyim, jalan KHA. Dahlan, jalan Ramelan, jalan Menara dan Jalan Kudus–Jepara.

Berkurangnya jumlah lapak yang disediakan, pihaknya berharap masyarakat bisa semakin nyaman. Selain itu juga agar ketersediaan kantong parkir bisa lebih luas. Sehingga nantinya tak ada masyarakat yang nekat membawa sepeda motornya masuk dalam kawasan dandangan yang steril dari kendaraan.

Sofyan menyebut, dari 230 lapak yang disediakan sudah diserbu pedagang. Sampai sekarang sekitar 60 persen lapak sudah terisi. Ketika nanti permintaan melonjak, pedagang akan ditempatkan di Jalan Ramelan. ”Jalan Ramelan nanti digunakan untuk menampung luberan pedagang,” katanya.

Terkait tarif retribusi lapak, ia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pemakaian Kekayaan Daerah. Dimana setiap meternya ditarif Rp 2 ribu per hari. Tarif ini belum termasuk retribusi sampah dan biaya sewa listrik. Berdasarkan Perbub Nomor 12 Tahun 2010 tentang Retribusi Sampah, tarif setiap meter persegi sebesar Rp 60.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 12:23:02 +0700
<![CDATA[Sambut Hari Kartini, Remaja Masjid Agung Gelar Festival Seni Islami]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131939/sambut-hari-kartini-remaja-masjid-agung-gelar-festival-seni-islami https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/sambut-hari-kartini-remaja-masjid-agung-gelar-festival-seni-islami_m_131939.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/sambut-hari-kartini-remaja-masjid-agung-gelar-festival-seni-islami_m_131939.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131939/sambut-hari-kartini-remaja-masjid-agung-gelar-festival-seni-islami

Dalam rangka menyambut hari Kartini dan menambah kunjangan ke masjid, remaja Masjid Agung Kudus menggelar Festival Seni Islami Putri kemarin.]]>

KOTA – Dalam rangka menyambut hari Kartini dan menambah kunjangan ke masjid, remaja Masjid Agung Kudus menggelar Festival Seni Islami Putri kemarin. Kegiatan bertempat di Masjid Agung Kudus ini diikuti seluruh masjid dan musala se- Kabupaten Kudus.

Kegiatan itu diikuti oleh sembilan grup rebana. Satu grupnya terdiri dari 12 hingga 15 orang. Sedangkan untuk Dai 20 orang. Lalu untuk MTQ ada 20 orang.

Alifia Pusfita salah sorang anggota grup rebana El Luna mengatakan, timnya menyiapkan latihan hanya tiga hari saja. Pada waktu tampil ia membawakan dua lagu. Jamalu dan Ustazi. Timnya mengikuti kegiatan ini untuk memeriahkan acara saja. ”Saya niatnya hanya menyiarkan islam. Jika bersAlawat orang bisa cinta kepada Nabi Muhammad,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Panitia Festival Islami Putri, Futuhal Hidayah, menngungkapkan, Tujuan dari kegiatan itu, yakni membumikan tilawah. Rebana sebagai seni untuk membangkitkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus menyebarkan agama islam. ”Visi kami agar remaja bisa memakmurkan masjid di seluruh Kabupaten Kudus. Serta kegiatan ini diharapkan mengkikis paham radikal,” ungkapnya.

Puncak dari acara ini akan diselenggarakan pada 22 April 2019. Yang bertempat di aula Masjid Agung Kudus. Puncak kegiatan itu akan melakukan seminar keperempuanan. Seminar itu akan membahas penanganan kanker bagi remaja dan pramenopause. Untuk pembicaranya akan mendatangkan dokter spesialis.

Sedangkan untuk remaja putra akan digelar bulan syaban. Juga ada akan menggelar tabuh bedug dhandang. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 12:06:05 +0700
<![CDATA[Asyiknya Ikut Smasa Euforia, Ada Speech Contest hingga Story Telling]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131935/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling_m_131935.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling_m_131935.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131935/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling

SMA 1 Kudus kembali memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ajang bahasa Inggris. Ajang itu bertajuk Smasa Euforia.]]>

KOTASMA 1 Kudus kembali memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ajang bahasa Inggris. Ajang itu bertajuk Smasa Euforia. Ajang ini merupakan rangkaian dari English Competition, Smasa Cup, dan Music Festival kemarin (14/4) English Competition adalah agenda pembuka dari ajang Smasa Euforia.

Ada lima lomba English Competition yang digelar oleh SMAN 1 Kudus. Meliputi debate, news report, speech contest, story telling, spelling bee. English Competition ini diikuti 14 sekolah dengan jumlah 73 peserta. Lomba English Competition ini sebenarnya boleh diikuti seluruh sekolah se-Jawa Tengah, hanya saja di ajang kali ini didominasi sekolah dari Kudus.

Peserta lomba debate SMA sekolah boleh mengirimkan dua tim. Satu tim terdiri dari tiga peserta. Sekolah yang mengikuti lomba debate yakni SMA 2 kudus (dua tim), SMA 1 Jekulo (dua tim), MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (dua tim), dan SMK Wisudha Karya (dua tim).

BERCERITA: Peserta story telling sedang bercerita di depan juri dalam acara Samasa Euforia (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Pada lomba debate itu, peserta kedua dari tim SMA 2 Kudus mengambil topik ”This house believes that the school must ban food vendors outside the school area”. Satu tim itu terdiri dari affirmative (setuju dengan topik), negative (kontra dengan topik), dan third speaker (bertugas menyampaikan kesimpulan). Masing-masing menyampaikan pendapatnya.

Peserta ketiga juga berasal dari SMA 2 Kudus yang mengangkat topik ”This house believes that zonation system for school registration should be banned”. Sementara peserta keempat asal MA Yanbu’ul Qur’an mendapatkan topik ”This house would allow the substraction of SNMPTN from 50% to 40%”. Pada lomba debate, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, juara II diraih SMK Wisudha Karya, dan juara II SMA 2 Kudus tim B.

Pembina MTs dan MA Yanbu’ul Qur’an Adjie Joyo Kerto mengatakan sudah menyiapkan anak didiknya sejak sebulan lalu. ”Kami sudah latihan intensif selama sebulan sehari dua kali selama satu minggu,”terangnya.

News Reporter SMA juga tidak kalah seru. Sebab, peminatnya juga banyak. Terlebih News reporter SMA baru ada dilombakan di tahun ini. Ketua English Competition Tsabita Alia Fahmi mengatakan tahun lalu belum ada News Reporter. ”Di tahun ini kami tambahkan News report, kalau tahun lalu belum ada,” tandasnya.

Juri News Reporter Mutohhar mengatakan, ada tiga aspek yang harus dimiliki peserta yang ikut lomba. ”Peserta harus menguasai isi berita, pelafalan (pronounciation), dan penyampaian di depan juri,” tandasnya.

Pada lomba News reporter SMA, MAN 2 Kudus memborong dua gelar, yakni juara I dan II. Sementara juara III diraih MA Mualimat Kudus. Di lomba speech contest, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, diikuti MAN 2 Kudus dan SMA 1 Pecangaan. Sedangkan di lomba spelling bee juara I diraih oleh MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an dan diperingkat dua dan tiga didominasi MAN 2 kudus. Sedangkan untuk spelling bee SMP juara I diraih SMP 1 Kudus diikuti MTS 2 Kudus dan SMP IT AL-Islam tim A.

Ketua Smasa Euforia Geri Putra Radhityo mengatakan ajang ini sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi bahasa Inggris. ”Dengan adanya ajang ini semoga dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berkompetisi bahasa inggris,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 11:48:59 +0700
<![CDATA[Satu Keluarga Bisa Peroleh Rp 250 Ribu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131929/satu-keluarga-bisa-peroleh-rp-250-ribu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/satu-keluarga-bisa-peroleh-rp-250-ribu_m_131929.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/satu-keluarga-bisa-peroleh-rp-250-ribu_m_131929.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131929/satu-keluarga-bisa-peroleh-rp-250-ribu

Masa tenang mulai kemarin hingga hari pencoblosan ternyata muncul serangan fajar atau money politics. Itu terjadi di seluruh Karesidenan Pati.]]>

Masa tenang mulai kemarin hingga hari pencoblosan ternyata muncul serangan fajar atau money politics. Itu terjadi di seluruh Karesidenan Pati (Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora) dan Kabupaten Grobogan. Mulai dari caleg DPRD kabupaten, provinsi, dan RI. Nominal berbeda dari Rp 25 ribu sampai Rp 50 ribu. Sementara serangan fajar dari sabet (pembagi uang, Red) capres belum ditemukan.

Tiga hari jelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu serentak 2019 aksi bagi-bagi uang mulai dilakukan kemarin. Di beberapa desa ada yang mendapatkan amplop dari beberapa calon sekaligus. Beberapa wawancara dari warga yang ditemui, satu warga dapat tiga amplop berbeda. Dua amplop dari caleg DPRD kabupaten dan satu caleg DPR RI.

Salah satunya di Desa Teluk Wetan, Welahan, Jepara. Dalam satu keluarga mereka mendapatkan amplop dari beberapa calon legislatif tingkat kabupaten. Ada pula yang mendapatkan amplop dari calon legislatif DPR RI.

Salah satu warga Desa Teluk Wetan tak mau disebut namanya mengatakan, dalam satu keluarga mereka mendapatkan amplop dari tiga sumber berbeda. "Dua dari caleg DPRD kabupaten dan satu dari caleg DPR RI," katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Dia melanjutkan, di lingkungannya rata-rata ada tiga caleg DPRD kabupaten yang sudah menyebarkan amplop. Nilainya berkisar antara Rp 30 hingga Rp 50 ribu. "Ada yang Rp 30 ribu, ada juga yang Rp 50 ribu," terangnya.

Sementara untuk caleg DPR RI jumlahnya lebih sedikit. Sampai kemarin, hanya ada satu amplop dari caleg DPR RI yang diterimanya. Itupun nilainya lebih kecil dibandingkan dengan dengan caleg-caleg DPRD kabupaten. "Yang caleg DPR RI ada satu. Uang yang dibagikan Rp 25 ribu per orang," tuturnya.

Untuk pembagiannya sendiri, langsung dilakukan ke rumah-rumah. "Mulai Sabtu hingga Minggu (13-14/4). Setiap keluarga diberi sejumlah orang yang berhak mencoblos. Dibagi amplop dan contoh surat suara yang berisikan nama caleg yang bagi-bagi uang itu," ungkapnya.

Tak hanya di Teluk Wetan, aksi bagi-bagi amplop jelang pencoblosan juga dilakukan di Desa/Kecamatan Mayong. Di Desa tersebut, beberapa warganya telah menerima amplop dari salah satu caleg DPRD kabupaten. Nilainya cukup banyak yakni Rp 50 ribu per orangnya.

Salah satu warga Desa Mayong yang mendapatkan amplop tersebut mengatakan, di keluarganya ada lima orang yang sudah memiliki hak suara. "Masing-masing dapat Rp 50 ribu. Jadi satu keluarga total Rp 250 ribu," katanya.

Untuk pembagiannya sendiri, dia mengatakan, dilakukan kemarin. "Tiba-tiba ada orang yang kasih amplop ke rumah," jelasnya.

Untuk amplop yang diterimanya, dia menjelaskan, hanya berisi uang. "Tidak ada surat suaranya. Cuma uang Rp 50 ribu itu. Tapi yang membagikan berpesan nanti kami diminta memilih caleg yang titip yang tersebut," imbuhnya.

Hal sama juga terjadi di Kabupaten Grobogan. Di kabupaten itu mulai ada serangan fajar atau penyebaran amplop berisi uang kepada pemilih. Nilainya bervariasi. Tergantung dari daerah dan caleg yang membagikan.

Sanudin warga Kecamatan Purwodadi mengaku sudah mendapatkan serangan fajar Rp 50 ribu. Dia bersama istri dan anaknya telah didata dari tim sukses untuk memilih salah satu caleg.

”Dulu dijanjikan tiga hari sebelum nyoblos dapat Rp 50 ribu. Hari ini (kemarin Red) sudah dibagikan,” kata dia.

Menurutnya uang amplop sebagai uang panjer atau pengikat. Sebab, banyak caleg dari tim sukses ingin mengajak dengan memberikan amplop yang telah diberikan. Di mana dirinya juga mendata dari keluarga dan tetangga yang dapat.

”Semua sudah terdata. Jadi kalau yang tidak terdata tidak dapat. Ini kan pesta demokrasi sah sah saja menerima,” ujar dia.

Hal sama juga diungkapkan Rini. Ibu rumah tangga ini mendapatkan uang amplop dari suaminya yang telah didata oleh salah satu tim sukses. Meski demikian, dirinya senang karena dapat uang  untuk dibelikan jajan belanja.

”Lumayan dapat Rp 50 ribu. Bisa buat belanja. Ini baru calon DPRD kabupaten. Calon dari DPR RI dan calon presiden belum dapat,” ujarnya.

Terpisah, salah satu tim sukses yang tidak mau disebutkan namanya. Mengaku dirinya hanya bertugas untuk mendata dan menyerahkan hasil dari pembagian amplop di daerah. Hal itu, karena sudah ada kesepakatan antara caleg dengan warga setempat.

”Dari caleg bilang kalau daerah kota amplopnya Rp 50 ribu karena banyak yang kasih. Kalau didesa rata-rata ada Rp 25 ribu sampai Rp 35 ribu. Nanti jelang pencoblosan atau hari ada lagi,” tandasnya.

Di Kabupaten Rembang ditemukan satu caleg terlacak melakukan dugaan politik uang. Dia dari caleg DPRD Rembang untuk dapil Pancur-Lasem. Isi amplop dari caleg DPRD kabupaten itu sebesar Rp 50 ribu. Dalam amplop juga tertera gambar petunjuk mencoblos caleg nomor urut di surat suara dalam bentuk kartu saku. 

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto menyebut hingga kemarin belum menemukan adanya politik uang. Untuk penindakannya, pihaknya menyatakan harus ada petunjuk awal yang jelas.

”Menindak itu ya manakala petunjuk awalnya jelas. Tidak bisa kami berspekulasi, orang bawa amplop tahu-tahu kita permasalahkan,” paparnya.

Di Kabupaten Kudus Jawa Pos Radar Kudus menelusuri serangan fajar. Salah seorang berinisal RZ warga Desa Mlati Lor, Kudus, menerima sejumlah uang sebesar Rp 20 ribu. Uang tersebut diberikan oleh salah seorang tim sukses caleg DPR RI.

RZ mengungkapkan uang tersebut diberikan Sabtu (13/04) malam. Tim sukses caleg tersebut mengantarkan langsung ke rumah RZ. Sebelumnya RZ mengungkapkan, tim sukses sudah mengantongi data pemilih di desa tersebut.

“Tim sukses datang langsung ke rumah saya. Dia meminta saya memilih caleg tersebut. Yang dibagikan hanya uang saja tanpa stiker,” ungkapnya.

Namun berbeda yang dialami oleh DS warga Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu, Kudus. Dia tak menerima amplop dari calon manapun. Entah itu dari DPRD hingga Capres. “Saya tak menerima apapun sampai saat ini. Biasanya menjelang hari H pencoblosan ada,” katanya.

Hal serupa diungkap oleh CW warga Desa Barongan, Kudus. Serta NL warga Desa Jati Kulon, Jati, Kudus, mereka berdua mengungkapkan tak menerima sepersenpun uang dari caleg maupun Presiden.

Di Kabupaten Blora sudah ada yang nyebar serangan fajar. Besarannya bervariasi. Ada yang Rp 30 ribu ada yang sampai Rp 70 ribu. Selain uang, kabarnya ada juga yang nyebar sembako. Beras misalnya.

Salah satu calon legislatif yang tak mau disebutkan namanya mengaku pembagian amplop merupakan rahasia masing-masing calon. “Rahasia to yow. Iki yow pokoe santai aku mas, ndak kemrumsung (gelisah),” jelasnya.

Sementara itu, warga lainnya di Kabupaten Blora mengaku sudah mendapat amplop dari salah satu calon. Namun dia enggan menyebutkan dari mana dan besarannya. “Ngapuntene mboten saget nyebar ngoteniku (mohon maaf, tidak bisa menyebarkan info (pemberian uang, Red). Rahasia. Mejaga amanah lebih berharga dari harga diri kulo om,” terangnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 11:18:21 +0700
<![CDATA[Jelang Pemilu 2019, Ini Alasan Warga Tetap Terima Amplop]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131928/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop_m_131928.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop_m_131928.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131928/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop

Di Kabupaten Pati pembagian amplop sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu atau Sabtu (13/4). Mulai dari caleg tingkat pusat sampai daerah tingkat I dan II.]]>

PATI - Di Kabupaten Pati pembagian amplop sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu atau Sabtu (13/4). Mulai dari caleg tingkat pusat sampai daerah tingkat I dan II. Triknya sama saja. Mengais simpati pemilih dengan membagi amplop berisi uang. Pembagian amplop disertai dengan stiker. Yang menunjukkan si penerima harus mencoblos nama serta nomor yang dibagikan itu.

FZ, 23, salah satu penerima amplop yang berdomisili di Kecamatan Gabus mengaku, menerima amplop sejak Sabtu lalu. Dia menerima dari tiga orang caleg. Jika ditotal Rp 70 ribu. Dia tak mengiyakan atau tiak akan menyoblos caleg itu. Alasan karena pilihan itu rahasia.

”Dari caleg kabupaten dapat Rp 50 ribu. Dari provinsi dan pusat masing-masing Rp 10 ribu. Semuanya dari satu partai,” katanya sambil menunjukkan foto amplop beserta uang dan stiker caleg yang bersangkutan.

Ditanya soal nanti dicoblos atau tidak, pihaknya mengaku belum tentu. ”Memilih kan soal hak pribadi dan sangat rahasia. Saat menyerahkan amplop, timsesnya juga berpesan hanya untuk jajan,” imbuhnya sambil terkekeh.

H-3 coblosan, belum banyak ditemukan serangan amplop caleg. Namun, diprediksi saat menjelang coblosan atau di H-1 serangan amplop bakal lebih marak lagi. ”Saya sendiri belum dapat. Mungkin di saat-saat mepet coblosan nanti ada. Tetangga saya kabarnya sudah ada yang dapat. Ada dua caleg DPR RI yang sudah membagi amplopan. Nilainya Rp 20 ribuan,” kata Tono warga Kecamatan Juwana.

Untuk pasangan calon presiden dari beberapa narasumber mengaku belum mendapatkan. ”Kalau tahun lalu memang tidak ada. Hanya dari para caleg. Per caleg dulu saya dapat Rp 30 ribu. Biasanya memang hanya dapat satu untuk satu dapil. Tidak bisa dapat dobel seperti pemilihan kepala desa,” terang Tono.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 11:07:48 +0700
<![CDATA[Peserta Pemilu Tak Mau Nyopot, Akhirnya Bawaslu Tertibkan Ribuan APK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131925/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk_m_131925.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk_m_131925.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131925/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk

Bawaslu Kabupaten Grobogan menertibkan APK secara serentak di 19 kecamatan kemarin. Penertiban APK tersebut karena sudah memasuki hari tenang.]]>

PURWODADI – Bawaslu Kabupaten Grobogan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) secara serentak di 19 kecamatan kemarin. Penertiban APK tersebut karena sudah memasuki hari tenang tiga hari mulai kemarin hingga Selasa (14-16/1).

Panwaslu Kecamatan Purwodadi menertibkan APK di beberapa titik. APK diambil tidak hanya dari banner ukuran kecil, tapi juga banner ukuran besar. Setiap petugas Bawaslu langsung mengambil dan mengangkutnya ke atas truk.

Panwaslu kecamatan bersama dengan anggota Polri dan TNI menyisir jalan raya maupun jalan kampung. Mencopoti APK. Dari penertiban tersebut, banyak APK yang belum dilepas oleh peserta Pemilu. Setiap peserta Pemilu diberi kesempatan untuk melepas sendiri APK yang telah terpasang hingga pukul 24.00 kemarin malam.

”Hingga tadi malam (kemarin malam Red) dari partai politik dan caleg belum ada yang lakukan penurunan sendiri,”  kata Ketua Panwaslu Kota Purwodadi M Chabibullah.

Dikatakan, penertiban dilaksanakan di seluruh Panwaslu di masing-masing kecamatan. Sesuai dari arahan dari Bawaslu Kabupaten Grobogan. Target penertiban dilaksanakan hingga H-1 Pemilu 17 April.

”Harapannya di hari tenang seluruh Kabupaten Grobogan terbebas dari APK selama masa tenang ini. Seluruh APK yang telah ditertibkan akan diamankan di kantor Panwaslu masing-masing kecamatan,” terang dia.

Ketua Bawaslu Grobogan Nita Fitri Witanti mengatakan, selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta Pemilu. Waktu tiga hari masa tenang akan ditertibkan semua APK di jalan dan di tempat umum. ”Jika melanggar, sanksi yang diberikan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta,” tandasnya.

Di Kabupaten Kudus, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus sibuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK). Mereka menertibkan banner, baliho, bendera, spanduk, poster, dari caleg maupun capres.

Kegiatan pembersihan APK itu dilakukan oleh empat regu. Satu regunya berjumlah 15 orang. Penertiban itu dilaksanankan secara gabungan. Baik dari Satpol PP, Kepolisian, Bawaslu, Panwas, panitia pengawas desa (PPD), dan pengawas pemungutan tempat suara (PTPS).

Para petugas menyisir menggunakan truk dan mobil patroli. Mereka menyisir di semua titik Kota Kudus. Seperti halnya APK yang beradi di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jati, Kudus, petugas memanjat menurunkan baliho dari salah satu Caleg.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, titik penertiban APK dilaksanakan di seluruh Kabupaten Kudus. Minan menargetkan pembersihan dilakukan selama dua hari kedepan. Maksimal tanggal 16 April.

“Hal ini dilaksanankan sesuai amanat Undang-Undang 2017 bahwasanya H-3 pemilu (hari tenang Red) semua wilayah harus bersih dari APK, “ Katanya.

Dia mengatakan, penertiban tersebut dilakukan berlaku untuk APK yang melanggar. Sekaligus APK yang terpasang. Meskipun APK itu berbayar atau tidak baik di tempat pribadi dan di jalan umum akan dilakukan penertiban.

Dari total keseluruhan Minan, melangsir tak bisa menyebutkan jumlahnya, pada masa tenang ini. Sedangkan data pembersihan sebelum masa tenang, Bawaslu Kabupaten Kudus berhasil menertibkan 10 ribu APK. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 10:39:25 +0700
<![CDATA[Sudah Tak BAB di Laut, Tidur Bebas dari Genangan Air]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131921/sudah-tak-bab-di-laut-tidur-bebas-dari-genangan-air https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/sudah-tak-bab-di-laut-tidur-bebas-dari-genangan-air_m_131921.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/sudah-tak-bab-di-laut-tidur-bebas-dari-genangan-air_m_131921.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131921/sudah-tak-bab-di-laut-tidur-bebas-dari-genangan-air

Kontribusi nyata PT Semen Gresik pada program bedah rumah tak layak huni (RTLH) tak berhenti untuk warga ring satu. Kini program serupa juga dirasakan nelayan.]]>

Kontribusi nyata PT Semen Gresik pada program bedah rumah tak layak huni (RTLH) tak berhenti untuk warga ring satu. Kini program serupa juga dirasakan sejumlah nelayan tak mampu di Desa Sarang Meduro, Kecamatan Sarang, Rembang. Bantuan tersebut membuat nelayan lebih tenang saat melaut, lantaran rumah mereka sudah layak huni.   

ALI MAHMUDI, Rembang

SENYUM mengembang terlihat di wajah pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Nur Soleh- Siti Asmara. Sebab sebentar lagi mereka sudah bisa kembali menempati rumahnya yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai kawasan Desa Sarang Meduro, Kecamatan Sarang. Dan yang menggembirakan keluarga ini adalah kini rumahnya terlihat lebih mentereng, kokoh, sehat dan layak huni.

KUAT: Rumah warga Rembang yang dibantu pembangunannya dari PT. Semen Gresik (DOK. RADAR KUDUS)

Kebahagiaan serupa juga dirasakan tiga keluarga yang tinggal di kawasan RT 2, RW 1, Desa Sarang Meduro. Yakni pasutri Mukminin - Sarmini;  Bahrul Ulum – Siti Mahfudzah dan Marzuki, seorang duda tua yang baru saja ditinggal mati istrinya. Marzuki hidup di rumah tak layak huni bersama anaknya yang bernama Eliana.

Keempat keluarga yang rumahnya berdekatan ini merupakan penerima bantuan progam pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) PT Semen Gresik. Proses pembangunan memakan waktu sebulan, mulai dari 15 Maret hingga pertengahan April ini.

“Alhamdulillah. Rumah saya yang sebelumnya dari kayu glugu dan berdinding bambu kini sudah jadi bagus. Terima kasih Semen Gresik,” kata Siti Asmara.

Sebelumnya, lantai rumah empat keluarga ini hanya tanah, namun kini sudah diplester bahkan ada yang dikeramik. Urusan buang air besar (BAB), mereka juga tak perlu lagi ke tepi pantai, karena sudah ada kamar mandi plus toilet di rumah barunya.

Siti Asmara juga mengaku kini tak lagi risau saat hujan mengguyur kawasan tempat tinggalnya. Padahal sebelumnya, air hujan kerap menerobos melalui celah-celah genteng rumah lamanya. Tak hanya itu, genangan air seiring mampetnya selokan juga kerap masuk ke dalam rumah hingga atas mata kaki bahkan lutut orang dewasa. Bagian bawah tumpukan kasur yang dipakai tidur anggota keluarganya juga sering terendam genangan air banjir tersebut.

“Tiap hujan kondisinya seperti itu. Bisa dibayangkan repotnya jika hujannya malam hari dan suami sedang miyang (melaut) selama beberapa hari.Karena berat, kasur di atas lantai tanah beralas tikar itu akhirnya saya biarkan dan tidak saya jemur di luar. Akhirnya lama kelamaan baunya badeg,” ujarnya.

Kondisi serupa juga dialami keluarga Mukminin-Sarmini;  Bahrul Ulum – Siti Mahfudzah dan Marzuki. Bahkan rumah Marzuki paling memprihatinkan. Posisi rumah lamanya sudah miring dan nyaris roboh. Tetangganya bahkan khawatir jika hujan deras disertai angin kencang, rumah lansia itu benar-benar rata dengan tanah. Padahal di dalam rumah ada anak Marzuki, Eliana yang masih duduk di bangku kelas VII SMP/Sederajat.

“Eliana sering sendirian di rumah karena Pak Marzuki miyang sebulan dua kali. Sekali miyang bisa sampai 10 hari,” ucap adik Marzuki, Musyarofah (50).

Usai dibangun, kondisi rumah empat keluarga ini memang berbeda. Bagian atap dari baja ringan dan dinding dari rumah terbuat dari bata interlock yang merupakan material building produk turunan Semen Indonesia Grup.

Fasilitas di dalam rumah tergolong komplit. Mulai dari kamar tidur, ruang tamu hingga kamar mandi. Selain itu, konsep pembangunan juga mengacu rumah sehat dan layak huni. Ventilasi udara dan pencahayaan diatur sedemikian rupa sehingga penghuninya nyaman tinggal di rumah tersebut.

Bata interlock memiliki sejumlah keunggulan dibanding produk sejenis. Rumah berbahan bata interlock lebih tahan goncangan gempa. Sebab bata ini mirip dengan lego sehingga ada bagian yang saling mengunci dan menguatkan.

Bata interlock juga lebih ekonomis. Sebab pemasangan meminimalisir semen dan pasir. Bata interlock ini juga menghemat waktu pembangunan sebuah bangunan. Biasanya untuk membangun rumah tipe 21, hanya butuh waktu 15–20 hari, mulai dari fondasi hingga benar-benar siap huni.

“Mestinya pembangunan empat rumah warga Sarang ini juga sama. Namun karena ada ritual sedekah laut warga setempat akhirnya pekerja libur beberapa hari. Selain itu, ada juga kendala cuaca,” jelas Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Kuswandi.

Anggaran yang dikucurkan PT Semen Gresik untuk pembangunan empat RTLH ini mencapai Rp 211 juta. Luas bangunan yang dibangun menyesuaikan dengan luasan tanah milik masing-masing penerima bantuan. Ada yang luasnya 6,5 meter x 8,8 meter seperti luasan tanah milik Marzuki, namun ada yang 6,5 meter x 6,2 meter menyesuaikan lahan milik pasutri Bahrul Ulum – Siti Mahfudzah.

“Semoga rumah yang kita bangun ini membuat hidup para penerima lebih berkualitas. Mereka bisa tinggal lebih nyaman bersama anggota keluarganya,” tandas Kuswandi. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 10:13:50 +0700
<![CDATA[KPU: Distribusi Logistik Pemilu 2019 untuk Pulau-Pulau Kecil Tuntas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131919/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas_m_131919.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas_m_131919.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131919/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas

Pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke wilayah Kepulauan Karimunjawa sudah dilakukan. Pagi kemarin pengiriman logistik diteruskan ke pulau-pulau kecil.]]>

JEPARA - Pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke wilayah Kepulauan Karimunjawa sudah dilakukan. Pagi kemarin pengiriman logistik diteruskan ke pulau-pulau kecil di wilayah tersebut yakni Pulau Parang dan Pulau Nyamuk.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Muhammadun. Muhammadun mengatakan, sebagaimana pemilihan umum sebelumnya pengiriman logistik ke wilayah terluar dari Kabupaten Jepara itu memang dilakukan lebih awal dibandingkan pengiriman logistik di wilayah lain yang baru akan dilakukan pada 12 April. Hal ini untuk mengantisipasi cuaca buruk yang menghambat pengiriman logistik ke wilayah tersebut.

Muhammadun menyatakan, dari KPU Kabupaten ke PPK Karimunjawa dikirim pagi kemarin tepatnya pukul 07.00 WIB menggunakan kendaraan PT POS dan menyeberang menggunakan Kapal Siginjai dari Dermaga Pantai Kartini Jepara. ”Untuk muat kotak suara ke armada PT Pos dilakukan Selasa (9/4) siang dilanjutkan masuk ke kapal Selasa malam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Muhammadun melanjutkan, perjalanan diperkirakan selama 5 jam dan dijadwalkan tiba di Karimunjawa pukul 12.00 WIB. "Setelah tiba disimpan di kantor Kecamatan Karimunjawa," ujarnya.

Mengenai logistik yang dikirim, dia menjelaskan, ada total 173 kotak. Yakni 160 kotak TPS dan 13 kotak PPK. Selain itu, dikirim 128 buah bilik yang akan didistribukan ke 32 TPS di seluruh wilayah Kepulauan Karimunjawa. "Ada 5 bilik untuk masing-masing TPS," ungkapnya.

Setelah sampai di Karimunjawa, dia menjelaskan, akan dilanjutkan dengan pendistribusian ke pulau-pulau kecil. Dari Karimunjawa ke Pulau Parang dan Pulau Nyamuk dijadwalkan pada 14 April, dari Kecamatan Karimunjawa ke Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan pada 15 April serta dari Karimunjawa ke Pulau Genting pada 16 April pagi.

Disinggung mengenai jumlah pemilih di wilayah tersebut, Muhammadun menuturkan, total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 6.929 pemilih. Jumlah tersebut tersebar di Desa Karimunjawa sebanyak 3.446 pemilih, Desa Kemujan sebanyak 2.248 pemilih, Desa Nyamuk sebanyak 415 pemilih serta di Desa Parang ada sebanyak 820 pemilih. “Di Pulau Genting ada satu TPS dengan 216 pemilih, itu masuk Desa Karimunjawa,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 10:07:02 +0700
<![CDATA[Pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional Libatkan Pakar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131916/pengusulan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional-libatkan-pakar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/pengusulan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional-libatkan-pakar_m_131916.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/pengusulan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional-libatkan-pakar_m_131916.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131916/pengusulan-ratu-kalinyamat-sebagai-pahlawan-nasional-libatkan-pakar

Dalam penyusunan naskah akademik, dasar pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, juga akan dilibatkan sejumlah pakar di Perguruan Tinggi Negeri.]]>

JEPARA – Dalam penyusunan naskah akademik, dasar pengusulan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional, juga akan dilibatkan sejumlah pakar di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Hal ini disampaikan, Ketua Tim Yayasan Dharma Bakti Lestari Edi Hidayat. Selain para pakar akademik, juga dilibatkan para tokoh yang mempunyai referensi dan keterkaitan dengan Ratu Kalinyamat.

Dikatakan Edi, naskah akademik ini sangat penting. Karena akan menjadi dasar untuk melengkapi administrasi. Yang terdiri dari daftar riwayat hidup, uraian perjuangan, rekomendasi dari bupati atau gubernur dan biografi Ratu Kalinyamat. ”Naskah akademik ini disusun dengan melibatkan para penulis dan peneliti dari Undip, UGM, UIN Sunan Kalijaga dan dari Universitas Indonesia (UI),” kata dia.

Selain itu, nasakah akademik juga akan dilengkapi pakar pertahanan dari Universitas Pertahanan dan peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Masyarakat Jepara dari berbagai kalangan juga memberikan banyak data tambahan dalam melengkapi naskah akademik agar lebih berbobot secara ilmiah dan faktual,” ujarnya.

Pembina Yayasan DBL Lestari Moerdijat menambahkan, naskah akademik ini nantinya sebelum diajukan akan dibahas secara terbuka melalui forum diskusi baik di tingkat lokal di Jepara maupun di Jakarta dalam waktu dekat. Sebenarnya dari proses usulan pertama pada 2007 dan usulan kedua tahun 2009, syarat yang disampaikan hanya kurang sedikit saja. Dari informasi yang ada, hanya kurang dalam hal pembuktian mengenai keberadaan Ratu Kalinyamat dan kapan dia berperang melawan Portugis.

Pada pengajuan usulan yang saat ini kembali dirintis, tinggal dilengkapi saja. Tim sendiri dalam hal ini sudah mendapatkan beberapa bukti literatur mengenai eksistensi Ratu Kalinyamat. Dari perpustakaan di Portugal, ada enam buku yang menyebutkan kiprah Ratu Kalinyamat pada masanya.

Usulan ini disampaikan Pemkab Jepara ke Gubernur Jawa Tengah, melalui Dinas Sosial Provinsi Jateng. Selanjutnya, usulan tersebut dikaji oleh tim provinsi untuk mengulas secara detail, apakah usulan tersebut layak disampaikan ke pemerintah pusat atau tidak. Jika dari Provinsi Jawa Tengah menyatakan sudah siap, maka usulan tersebut akan dilanjutkan ke Presiden RI melalui Kementerian Sosial. Di tingkat nasional, ada tim pengkaji lagi yang akan melakukan kajian mengenai usulan ini. “Saya berharap setelah dilakukan perbaikan naskah akademik yang sebelumnya sudah dibuat, ajuan gelar pahlawan nasional ini bisa segera diberikan untuk Ratu Kalinyamat. Karena memang beliau layak mendapatkannya,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 09:40:19 +0700
<![CDATA[Golput No, Demi Masa Depan Bangsa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131766/golput-no-demi-masa-depan-bangsa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/golput-no-demi-masa-depan-bangsa_m_1555291744_131766.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/golput-no-demi-masa-depan-bangsa_m_1555291744_131766.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131766/golput-no-demi-masa-depan-bangsa

PEMILIHAN Umum (Pemilu) bukanlah pilihan mudah. Sebab, akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Warga negara harus pandai memilah dan memilih.]]>
PEMILIHAN Umum (Pemilu) bukanlah pilihan mudah. Sebab, akan menentukan masa depan Indonesia lima tahun ke depan. Warga negara harus pandai memilah dan memilih calon yang didukung. Satu suara akan menentukan nasib lndonesia ke depan.

Tahun ini dikenal tahun politik. Sebab, bulan ini akan digelar pemilu serentak. Meliputi pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Tepatnya digelar Rabu, 17 April mendatang. Pileg sendiri, untuk memilih anggota DPRD kabupatan/kota, provinsi, dan RI.

Sebagai warga negara yang baik, harus memberikan suaranya dengan datang ke TPS. Selain itu, siapapun yang terpilih nantinya, diharapkan menjadikan Indonesia semakin jaya, aman, damai, dan toleran, sehingga tercipta kerukunan.

Tak terkecuali anak milineal yang tahun ini menjadi pemilih pemula. Mereka ikut serta dalam menentukan nasib bangsa Indonesia. Pemilih yang tergolong ini, merupakan yang berusia di bawah 20 tahun atau yang sudah menikah di bawah 18 tahun.

Tim Pena Muda tertarik untuk mengulik pengetahuan mereka tentang pemilu serentak ini. Untuk itu, sejumlah pemilih pemuda dijadikan narasumber yang dipilih random.

TAK MAU GOLPUT: Sifa Istiqomah, menunjukkan spesimen surat suara yang akan digunakan untuk pemilu serentak Rabu, 17 April mendatang. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Di antaranya siswa kelas 12. Salah satunya Muhammad Syarifudin, siswa jurusan Desain Komunikasi Visual SMK Raden Umar Said (RUS). Dia mengaku masih susah menentukan pilihan. ”Banyak isu yang beredar mengakibatkan ketidakyakinan saya untuk memilih siapa nantinya (saat pencoblosan)," katanya. Namun, siswa berkelahiran 27 Agustus 2001 ini, bakal nyoblos di TPS terdekat dengan harapan ikut menentukan kemajuan Indonesia ke depan melalui pemilu.

Masih belum dapat ”jago” saat pemilu juga dirasakan pelajar lain, Jelita Salsabila, siswi Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak SMK RUS. ”Sebenarnya masih bingung memilih siapa. Namun, saya menilai pilpres tahun ini lebih sengit. Ini terlihat dari kampanye yang diadakan,” jelasnya.

Dia sudah mengetahui yang diunggulan kedua pasangan calon (paslon) capres-cawapres. Siswi kelahiran 21 juli 2001 ini, menilai paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengutamakan infrastruktur, ekonomi, dan menggunakan sejumlah kartu. Sedangkan paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lebih menonjolkan pertahanan dan menaikkan gaji buruh.

Antusiasme dengan pemilu juga ditunjukkan pemilih pemula yang berstatus alumni SMK. Salah satunya Rizka Dimas A. Dia berpendapat bahwa golput tidak bagus. Untuk itu, dia nantinya akan nyoblos di TPS Besito. Harapan pria lulusan 2018 ini, semoga apa yang dijanjikan para calon dapat diwujudkan. ”Semoga janji-janji para calon bukan cuma PHP kalau sudah jadi nanti," harapnya.

SAMBUT PEMILU: Beni Ashar, salah satu pemilih pemula melakukan simulasi memasukkan surat suara ke kotak suara. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Beralih ke sekolah lain, Fina Izzatul Muna, siswi SMA NU Hasyim Asy’ari Kudus mengaku tak menyia-nyiakan kesempatan perdananya untuk nyoblos. ”Saya berharap pemilu ini berlangsung lancar dan damai. Sehingga benar-benar membawa kebaikan bangsa ke depan,” ujar siswi yang tinggal di Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, ini.

Sementara itu, Atika Khilma Asnawi, siswi MA NU Mu’allimat Kudus juga berharap pemilu berlangsung Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia (Luber) serta jujur dan adil (Jurdil). ”Saya akan ikut nyoblos. Tapi untuk siapa pilihan saya, rahasia dong,” ujar siswi yang beralamat di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus, ini.

Hal lain diungkapkan Richo Cahyaning P, siswa SMK NU Ma’arif. Menurutnya pemilu tahun ini sangat berbeda. Sebab, dilakukan secara serentak. Ia sangat antusias menyambut pemilu ini. Pada kesempatan pemilu tahun ini, dia akan menyampaikan hak pilihnya.

Siswa SMK NU Ma’arif Kudus lain, Irfan Nor Rohmad, akan mengikuti pemilu karena sudah memasuki usia diperbolehkan nyoblos. ”Saya sudah bisa berpartisipasi dalam memilih calon pemimpin yang baik dan kelak akan mewujudkan negara yang lebih maju,” imbuhnya. (ayuk, anam, diki, sari, mia, ni'mah, aslihah, yakub, arzaq, lisoh, safina)

Rubrik ini adalah karya jurnalistik para penerima Beasiswa Anak Asuh - Sumbangsih Sosial Djarum Foundation. Diterbitkan atas kerja sama Radar Kudus, Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (FLKSA) Kabupaten Kudus dan Djarum Foundation. Para penerima beasiswa adalah anak asuh panti asuhan di Kudus yang mendapatkan beasiswa pendidikan penuh di SMK Binaan Djarum Foundation.

 

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 10:06:25 +0700
<![CDATA[TKD Kudus Yakin Targetkan Raih 70 Persen Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131761/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara_m_1555209460_131761.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara_m_1555209460_131761.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131761/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara

Peraihan suara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Kota Kretek ditargetkan 70 persen. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Mustofa.]]>

KUDUS - Peraihan suara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Kota Kretek ditargetkan 70 persen. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Mustofa saat ditemui usai kampanye yang digelar di Lapangan Tanjungkarang, Jati, Kudus kemarin.

”Saya rasa untuk kemanangan Pak Jokowi Ma’ruf-Amin menurut lembaga survei baik di internal partai maupun di luar (partai,Red) Kabupaten Kudus ini sudah hampir 70 persen,” ujarnya.

Ia optimis di akhir waktu kampanye ini seluruh komponen sudah berjalan baik. Mantan Bupati Kudus ini juga optimistis Jokowi-Amin akan menang.

”Suara kami raih dengan sungguh-sungguh. Bagaimana masyarakat betul-betul akan mampu mendulang angka ini dengan baik,” imbuhnya.

Kegiatan bertajuk “Kudus Bersatu Wujudkan Indonesia Maju” dihadiri elemen relawan dan sipatisan pasangan calon presiden dan wakil presiden 01. Seperti Sedulur Jokowi, Relawan Jokowi Bersatu, dan simpatisan lainnya.

Upaya dalam mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang menyenangkan juga menjadi salah satu tujuan. Serta mengajak masyarakat aktif terlibat dalam pesta demokrasi dengan gembira.

”Harapannya masyarakat tidak ragu untuk mencoblos 01,” kata Mahesa Anggni, ketua panitia.

Acara siang ini juga bakal berlangsung meriah. Berbagai pagelaran kesenian turut meramakan. Seperti barongan, becak, dan rebana. Ada juga drama treatikal sang satu, sang penyatu bangsa. 

Imbauan senantiasa menjaga persatuan juga disampaikan Asrofi Masito, ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PC NU) Kudus. Menjaga Kebhinekaan dan menangkal kelompok-kelompok intoleran ia tekankan di akhir orasinya.

”NKRI harus harga mati. Pancasila yang kita sepakati bersama menjadi dasar negara,” ungkapnya. Dalam ikrar  kemenangan yang dibacakan oleh Mustofa juga mengajak menjaga persatuan.

”Kami berikrar untuk menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” katanya. (vah

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:35:41 +0700
<![CDATA[Pelayanan Penerbitan SIM di Rembang Libur Empat Hari, Ini Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131760/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya_m_1555209801_131760.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya_m_1555209801_131760.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131760/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya

Pelayanan penerbitan SIM di Rembang libur selama empat hari. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Rabu-Sabtu (17-20/4). Bagi pemegang SIM dalam masa rentang.]]>

REMBANG – Pelayanan penerbitan SIM di Rembang libur selama empat hari. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Rabu-Sabtu (17-20/4). Bagi pemegang SIM dalam masa rentang Pilpres dan Pileg dapat mengurus dalam masa tenggang.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas AKP Roy Irawan. Menurutnya dasar yang digunakan ST Kapolri Nomor: ST/ 1081/IV/ YAN.1.1./2019, tanggal 11 April 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019.

”Kami beritahukan kepada pemohon SIM. Bahwa pelayanan penerbitan SIM libur pada Rabu-Sabtu (17-20/4),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Pemegang SIM yang masa berlakunya habis, lanjut Roy, maka tetap bisa diperpanjang. Dengan masa tenggang di tanggal berikutnya. Masa tenggang diberlakukan selama sepakan mulai Senin-Sabtu (22-27/4). Begitupun sebaliknya, kalau di atas tanggal yang sudah ditentukan  diberlakukan proses penerbitan baru sesuai ketentuan.

”Bagi pemegang yang masa berlakunya berakhir di 17-20 April tidak melakukan perpanjangan sampai 27 April atau masa tenggang diberlakukan proses penerbitan baru,” terangnya.

Praktis ketika penerbitan baru, lanjutnya, pemohon ikuti prosedural. Mulai kesehatan, ujian teori, maupun praktik untuk mengantongi SIM. Kebijakan ini dikatakan mulai disosialisasikan kepada khalayak masyarakat.

Roy menyampaikan pelayanan SIM dari sisi material semua tercukupi. Baik blangko stok baru maupun perpanjangan. Sehingga dipastikan tidak ada kendala kedepan.

”Untuk saat ini yang mendominasi permintaan SIM C. Karena banyak pengguna kendaraan roda dua di seluruh kabupaten,” jelasnya.

Pemohon SIM A hanya lima pemohon. Untuk pemohonan baru harus di kantor Satlantas setempat.

Ditambahkan Roy, khusus difabel Satlantas Rembang memfasilitasi. Dengan SIM yang dikeuarkan jenisnya D. Di kota garam sendiri sudah dilayani. Hingga saat ini kisarannya sudah mencapai 30-an orang.

Biasanya mereka datang secara berkelompok. Bisa lima orang maupun diatasnya. Lalu sama-sama dilakukan pengujian sesuai kendaraanya. Katakanlah cacat dibagian kaki kendaraan dapat dimodifikasi.

”Termasuk tangan diamputasi mereka tetap dapat kendarai motor. Tentunya disesuaikan tingkat kecacatan,” tutupnya. 

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:29:49 +0700
<![CDATA[Imam Suroso Naik Becak ke Lokasi Kampanye Akbar Relawan Jokowi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131759/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi_m_1555209097_131759.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi_m_1555209097_131759.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131759/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi

Puluhan becak konvoi dari Alun-alun Simpanglima ke Lapangan Margorejo atau belakang Plaza Pragolo lokasi kampanye akbar Relawan Jokowi siang kemarin.]]>

PATI – Puluhan becak konvoi dari Alun-alun Simpanglima ke Lapangan Margorejo atau belakang Plaza Pragolo lokasi kampanye akbar Relawan Jokowi siang kemarin.

Puluhan ribu warga tumpah ruah di arena kampanye. Bahkan di Jalan Panglima Sudirman depan RS KSH sampai terjadi penumpukan kendaraan. Ribuan sepeda motor memadati jalanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh. Di antaranya anggota DPR RI Imam Suroso. Dalam kesempatan orasinya tersebut, Imam Suroso mengajak warga kembali memilih Jokowi sebagai presiden. Imam Suroso tak lain kader asli PDI Perjuangan itu membeberkan sederet prestasi Jokowi sebagai pemimpin. Mulai tingkat daerah sampai nasional.

”Memimpin Indonesia, negeri yang besar ini tak mudah. Bukan orang sembarangan. Harus yang menguasai persoalan. Dan itu ada diri Jokowi,” kata Imam Suroso.

Jokowi, lanjut Imam Suroso, telah terbukti mampu memimpin baik di Solo saat menjabat walikota, menjadi gubernur Jakarta, dan terakhir menjadi Presiden Republik Indonesia. ”Ke mana-mana saat saya kunjungan kerja ke luar negeri, banyak yang memberikan kesaksian kepemimpinan Pak Jokowi sangat baik. Layak untuk melanjutkan lagi. Indonesia di bawah pimpinan Pak Jokowi sangat disegani luar negeri,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, di kampanye akbar penutup ini rasanya sangat optimistis. Terbukti banyaknya warga hadir. Bahkan sampai meluber ke depan Plaza Pragolo. ”Ini artinya Jokowi dicintai rakyat. Mereka masih ingin dipimpin Jokowi. Jadi 17 April nanti jangan sampai salah pilih,” tegasnya.

Sementara itu, berbeda dengan Tim Kampanye Daerah (TKD), para relawan Jokowi bahkan mematok perolehan suara sampai 80 persen di Kabupaten Pati dalam orasinya di kampanye akbar kemarin. Selain alasan historis Pati sebagai kandang banteng. Keberhasilan kepemimpinan Jokowi selama satu periode dinilai menjadi alasan realistis target perolehan suara tersebut.

Seperti diketahui, kemenangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dipatok 78 persen di Bumi Mina Tani. Target itu lebih tinggi dari kemenangan Jokowi di pilpres 2014 silam yang mencapai 73 persen.

”Ya kami di Kabupaten Pati mematok target kemenangan 78 persen. Hal itu melihat dari capaian di tahun 2014, dimana Jokowi berhasil memeroleh 73 persen suara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Ali Badrudin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:25:21 +0700
<![CDATA[Pasar Edukasi, Koin Kayu untuk Belajar Ekonomi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131758/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi_m_1555209614_131758.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi_m_1555209614_131758.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131758/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi

Mata uang rupiah seolah tak laku di Bazar SMP 5 Kudus kemarin. Bagaimana tidak. Seluruh transaksi jual beli menggunakan koin berbahan kayu dibentuk lingkaran.]]>

KUDUS - Mata uang rupiah seolah tak laku di Bazar SMP 5 Kudus kemarin. Bagaimana tidak. Seluruh transaksi jual beli menggunakan koin berbahan kayu yang dibentuk menjadi lingkaran berdiameter sekitar lima sentimeter.

Bukan mutlak tidak laku, uang rupiah ditukarkan dengan koin kayu itu. Satu koin kayu dihargai Rp 2 ribu. Dengan uang kayu itu lah penjual dan pembeli baru bisa bertransaksi di bazar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) SMPN 5 Kudus ini.

Kepala Sekolah mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengedukasi para siswa agar mengetahui proses perputaran uang dan prinsip-prinsip ekonomi. ”Letak edukasinya ada di prosesnya. Mereka (para siswa, Red) merancang program mereka terlebih dahulu, mau jualan apa saja. Kemudian juga promosinya. Bagaimana cara merayu (pembeli, Red),” katanya.

Masing-masing anak membeli 10 ribu dan mendapat lima koin. Jika koin tersebut sisa masih bisa diuangkan. Dari kegiatan ini diharapkan para siswa memahami tentang pertukaran mata uang. Rochim mengibaratkan dalam kegiatan kemarin para siswa berada di negara yang berbeda.

”Kalau membawa berapapun banyak uang pasti tidak laku. Caranya harus ditukarkan dengan uang yang berlaku di sini. Makannya saya katakan mata uang yang berlaku hari ini adalah mata uang kalita (koin kayu, Red),” imbuhnya.

Tak cukup jual beli. Setelah kegiatan ini, para siswa akan diminta membuat laporan keuangan. Mereka juga akan mengkalkulasi modal, dan hasil penjualan. Selain bazar edukasi ini, acara kemarin juga dimeriahkan berbagai kegiatan pentas seni.

Seperti wayang kulit, karawitan, dan tari tradisional. Kedepan pihaknya berencana membuat pasar edukasi serupa. Dengan melibatkan wali murid. (vah)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:22:17 +0700
<![CDATA[Saatnya Nikmati Promo Sehari Penuh di STS Toko Larees Jaya Electronics]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131757/saatnya-nikmati-promo-sehari-penuh-di-sts-toko-larees-jaya-electronics https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/saatnya-nikmati-promo-sehari-penuh-di-sts-toko-larees-jaya-electronics_m_1555208779_131757.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/saatnya-nikmati-promo-sehari-penuh-di-sts-toko-larees-jaya-electronics_m_1555208779_131757.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131757/saatnya-nikmati-promo-sehari-penuh-di-sts-toko-larees-jaya-electronics

Komitmen Sharp dalam memanjakan konsumen semakin nyata. Dalam peresmian Sharp Tomodachi Store (STS) di toko Larees Jaya Electronics Indonesia, Kudus, kemarin.]]>

KUDUS - Komitmen Sharp dalam memanjakan konsumen semakin nyata. Dalam peresmian Sharp Tomodachi Store (STS) di toko Larees Jaya Electronics Indonesia, Kudus, kemarin. Konsumen bisa menikmati promo belanja sehari penuh. Setiap pembelian LED TV 24 inc ke atas, AC J-Tech Inventer, lemari es dua pintu, dan mesin cuci top dan front loading, konsumen bisa langsung membawa pulang hadiah.

Assitant General Manager Marketing Communication PT. Sharp Electronics Indonesia (SEID) Cabang Semarang Agus Soewadji mengatakan, bagi konsumen yang kelewatan promo kemarin masih ada program Sharp Lovers’ Day hingga 30 April. Ada hadiah berwisata bersama keluarga pemenang. Info ini dapat diakses melalui www.id.sharp/lovers-day.

Konsumen juga memiliki akses informasi yang mudah mengenai produk dan promo terbaru dari Sharp Indonesia. Seperti aktivitas demo produk agar konsumen terbantu dalam memahami kinerja produk.

Peresmian STS ini sebagai bentuk apresiasi terhadap dealer-dealer yang mendukung dan memberikan performa terbaik dalam menyukseskan Sharp. Konsep toko juga terkesan modern. Berbagai barang elektronik seperti televisi, kulkas, dan mesin cuci juga terkesan elegan.

”Semoga konsumen semakin betah berbelanja. Dan yang terpenting, mereka selalu mempercayakan larees Jaya Electronics untuk mencari produk-produk Sharp,” kata Agus Soewadjie.

Diharapkan atmosfer toko yang ramah dan nyaman semakin kental. Sesuai dengan konsep STS yang diserap dari bahasa Jepang Tomodachi yang berarti persahabatan.

Toko ekslusif yang didesain minimalis dan modern ini menjamin jajaran produk yang lengkap dan beragam. Bahkan produk-produk premium yang sukar ditemui, STS dapat menjamin kelengkapan tersebut.

”Kami berterima kasih kepada Sharp atas apresiasinya. Kami yakin konsumen pun akan nyaman berbelanja produk Sharp di sini. Semoga Sharp semakin jaya di Kudus dan sekitarnya,” ujar Markus Budi Wijaya, owner toko Larees Jaya Electronics Indonesia. (vah)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 01:54:01 +0700
<![CDATA[Sukses Menjawab Pertanyaan Bupati, Anak PAUD Ini Dapat Hadiah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131756/sukses-menjawab-pertanyaan-bupati-anak-paud-ini-dapat-hadiah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/sukses-menjawab-pertanyaan-bupati-anak-paud-ini-dapat-hadiah_m_1555207427_131756.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/sukses-menjawab-pertanyaan-bupati-anak-paud-ini-dapat-hadiah_m_1555207427_131756.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131756/sukses-menjawab-pertanyaan-bupati-anak-paud-ini-dapat-hadiah

PAUD Harapan Bangsa, Jetis Kapuan, Jati, Kudus genap berusai delapan tahun kemarin. PAUD berdiri 13 April 2011 ini mengundang Bupati Kudus M Tamzil sebagai tamu]]>

KUDUS - PAUD Harapan Bangsa, Jetis Kapuan, Jati, Kudus genap berusai delapan tahun kemarin. PAUD berdiri 13 April 2011 ini mengundang Bupati Kudus M Tamzil beserta istri Rina Budi Ariyani sebagai tamu. Itu spesial memperingati sewindu berdirinya PAUD. Tamzil di acara itu sempat memberikan pertanyaan ke siswa. Kemudian memberikan hadiah.

Acara yang digelar pukul 08.00 kemarin itu memberikan suguhan drum band yang dimainkan oleh anak-anak PAUD Harapan Bangsa. Itu sebagai bentuk penyambutan kepada Bupati Kudus M Tamzil bersama sang istri. Saat bupati beserta istri dan rombongan tiba di area PAUD, anak-anak mulai menambuh drum. Ada pula suguhan barongan. Antusiasme anak-anak beserta orang tua dan guru menyambut kedatangan bupati dan istri sangat tampak.

Satu demi satu anak-anak menyalami bupati beserta istri. Tak terkecuali guru dan orang tua murid. Bahkan ada pula yang meminta foto. Sesampainya di tempat acara, bupati dan istri disuguhkan tarian Kretek yang ditampilkan dua orang alumni PAUD Harapan Bangsa. Selepas itu, pemilik Yayasan PAUD harapan Bangsa Rajimah turut memberikan sambutan. Menurutnya, kegiatan harlah semacam ini adalah kegiatan yang positif.

Kepala Sekolah PAUD Harapan bangsa Ely Suparytinah ingin mengajak anak bermain sambil belajar di acara Harlah ini. ”Kami ajak anak untuk bermain juga. Karena kalau belajar terus anak menjadi bosan,” terangnya.

Bupati M Tamzil juga memberikan sambutan di acara itu. Orang nomor satu di Kudus itu mengucapkan selamat untuk Harlah PAUD Harapan Bangsa yang kedelapan. ”Selamat untuk PAUD Harapan Bangsa yang genap berusia sewindu,” terang M Tamzil.

Pada kesempatan itu pula, bupati berinteraksi dengan memberikan pertanyaan kepada anak-anak sekaligus memberikan hadiah. Beberapa pertanyaan diajukan oleh M Tamzil sembari bergurau dengan anak-anak. Seperti bertanya soal nama hingga mengajak bernyanyi dan bertanya bunyi do'a sebelum makan.

Sementara itu, Rina Budi Ariyani, istri dari Bupati Kudus M Tamzil menyambut baik kegiatan ini. ”Kegiatan seperti ini terbilang positif dan bagus bagi anak-anak usia dini,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 01:49:09 +0700
<![CDATA[Untuk Menarik Pengunjung, Disperindag Tambah Fasilitas Pusat Kuliner ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131755/untuk-menarik-pengunjung-disperindag-tambah-fasilitas-pusat-kuliner https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/untuk-menarik-pengunjung-disperindag-tambah-fasilitas-pusat-kuliner_m_1555207834_131755.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/untuk-menarik-pengunjung-disperindag-tambah-fasilitas-pusat-kuliner_m_1555207834_131755.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131755/untuk-menarik-pengunjung-disperindag-tambah-fasilitas-pusat-kuliner

Setelah di tempati pedagang sejak awal tahun ini, pusat kuliner di eks stasiun lama Jalan Banyuono, Grobogan, terus dilakukan penambahan sarana dan prasarana.]]>

GROBOGAN - Setelah di tempati pedagang sejak awal tahun ini, pusat kuliner di eks stasiun lama Jalan Banyuono, Grobogan, terus dilakukan penambahan sarana dan prasarana. Tahun ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Grobogan menambah berbagai fasilitas. Agar menarik masyarakat berkunjung ke lokasi tersebut.

Kepala Disperindag Grobogan Karsono mengungkapkan, pusat kuliner yang berdiri di lahan milik PT KAI (Kerita Api Indonesia) memiliki luas 6.041 meter persegi itu dibangun sebanyak 70 shelter. Pembangunan itu menggunakan anggaran sebesar Rp 4,070 miliar.

Dana tersebut untuk rabat beton halaman, gedung bank mitra, IPAL, dan shelter. Tahun ini mendapatkan dana tambahan untuk menambah sarana sekitar Rp 615 juta. Dana itu untuk pembangunan musala, panggung hiburan, foodcourt, tempat pusat oleh-oleh khusus Grobogan, hingga tempat bermain anak.

Menurutnya, rencananya tahun ini mulai dikerjakan. Pendirian fasilitas tersebut dinilai penting. Mengingat untuk menarik pengunjung.

”Selama ini sudah ada beberapa komunitas atau pun kelompok tertentu mengadakan acara di sana. Tapi fasilitas yang kami beri belum lengkap, maka adanya panggung hiburan ini diharapkan bisa mengaktifkan pusat kuliner. Sehingga ada banyak acara yang tersaji di sana,” ungkapnya.

Diungkapkan, lahan milik PT KAI yang dipakai untuk pusat kuliner ini dikenakan biaya sewa sekitar Rp 246 juta per tahun. Biaya tersebut akan dibebankan pada pedagang yang menyewa kios. ”Kalau dihitung, pedagang harus bayar sewa 3,5 juta per tahun atau 300 ribu per bulannya,” jelasnya.

Menurutnya, sistem sewa diterapkan karena dinas dituntut menyumbang pemasukan ke daerah setelah menyewa lahan dari PT KAI. Keharusan adanya pemasukan itu berdasarkan saran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Setiap uang APBD yang digunakan untuk komersial harus kembali,” jelasnya.

Selain pusat kuliner di eks stasiun lama, Disperindag juga akan mendirikan pusat kuliner di taman hijau kota dan di eks terminal lama. Kedua titik itu akan didirikan dan di tempati per akhir tahun ini.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 01:46:32 +0700
<![CDATA[Munculkan Alat Tangkap Ikan yang Tak Merugikan Nelayan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131754/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan_m_1555206715_131754.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan_m_1555206715_131754.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131754/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan

Persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, salah satu alat tangkap ikan yang dilarang.]]>

PATI - Persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional yang menjadi salah satu alat menangkap ikan yang dilarang digunakan menurut Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan. Kebijakan pelarangan penggunaan cantrang itu tercantum di dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets, yang sudah berlaku seak beberapa waktu lalu.

“Potensi perikanan tangkap dari kaum nelayan di Pati dan Rembang, khususnya daerah Juwana, itu sebenarnya besar. Tetapi, sekarang ada kondisi yang melanda nelayan. Ketika saya masuk ke wilayah nelayan, ternyata mereka menyampaikan, sejak dilarang menggunakan cantrang, mereka memang menjadi tiarap. Sebab, para nelayan di sana itu kebanyakan bergabung dengan nelayan-nelayan lain yang menggunakan kapal-kapal yang ternasuk jenis cantrang. Sejak ada kebijakan pemerintah yang melarang kapal-kapal jenis cantrang itu untuk menangkap ikan, pendapatan mereka menjadi turun drastis karena memang alat itulah andalan mereka,” kata jelas Bambang Haryanto.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu mengakui, pelarangan penggunaan cantrang itu memberi dampak cukup besar bagi nelayan. Hal itu mereka sampaikan kepada Bambang ketika Mantan Panglima Divisi Infanteri 2/Kostraditu bertandang ke kampung nelayan, baru-baru ini. Bambang pun berpendapat, perlu ada solusi tentang pengganti cantrang jika memang alat tangkapikan itu dilarang. Sehingga, para nelayan tetap bisa mencari ikan dengan baik. Sebab, jika hal itu dilarang, hasil tangkapan nelayan itu berkurang banyak sekali. Sedangkan pendapatan nelayan yang kecil-kecil itu sebelumnyapun sudah terbatas.

“Mereka menyampaikan kepada kami memang seperti itu. Kami belum bisa menjawab keluhan mereka, tetapi kami katakan, nanti akan kita carikan solusi terbaik jika kami duduk di lembaga legislatif. Tetapi memang ke depan perlu ada solusi soal penangkapan ikan oleh nelayan-nelayan tradisonal itu, terutama berkaitan dengan peraturantentang jenis kapalnya, sistem perizinannya, atau alat tangkapnya,” ujarnya.

Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1984 berasal dari kecabangan Infanteri tersebut berpendapat, jika sekarang penggunaan cantrang dilarang seharusnya ada solusi alternatif agar nelayan tetap dapat mencari nafkah dengan baik dan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Misalnya, batasi penggunaan alat menangkap ikan yang sejenis cantrang tetapi tak perlu melarangnya. Atau perbaiki tekniknya, agar ikan-ikan kecil di perairan tertentu tidak ikut terjaring. Cukup ikan-ikan besar saja yang terjaring.

“Yang saya pelajari, sistem cantrang itu dilarang karena ternyata ketika nelayan menggunakan cantrang, ikan-ikan kecil akan ikut terjaring sementara ikan-ikan kecil itu merupakan bibit-bibit ikan yang nantinya berpotensi untuk menjadi ikan besar. Artinya, penggunaan cantrang itu berpotensi merusak ekosistem. Sebab, dengan terjaringnya ikan-ikan kecil, akan berpengaruh terhadap produktivitas ikan itu sendiri. Yang kedua, hal itu akan berpotensi merusak karang-karang laut. Menurut saya, nanti perlu ada standarisasi mengenai alat tangkap ikan. Alatnya yang harus diatur dan distandarisasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menilai, perlu pengembangan armada kapal ikan nasional yang berukuran di atas 50 GT dengan alat tangkap yang efisien dan ramah lingkungan. Hal itu perlu untuk memanfaatkan sumber-sumber daya ikan yang ada di wilayah-wilayah laut yang selama ini menjadi tempat pencurian ikan (illegal fishing) oleh nelayan-nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia. Nelayan tradisional yang sebagian besar masih miskin juga harus ditingkatkan kapasitas dan etos kerjanya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 01:34:33 +0700
<![CDATA[Kapolres: Penghitungan Suara Pemilu Serentak Bisa sampai Tengah Malam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131740/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam_m_1555206396_131740.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam_m_1555206396_131740.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131740/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam

Pemilu serentak pada Rabu (17/4) mendatang membutuhkan kerja ekstra bagi petugasnya sendiri maupun dari petugas keamanan. Pemilu sebelumnya paling lama selesai]]>

KUDUS – Pemilu serentak pada Rabu (17/4) mendatang membutuhkan kerja ekstra bagi petugasnya sendiri maupun dari petugas keamanan. Pemilu sebelumnya paling lama selesai penghitungan suara malam, namun nantinya kemungkinan selesai hingga tengah malam. Bahkan hingga subuh.

Hal ini karena surat suaranya ada lima. Meliputi surat suara untuk pemilihan presiden, DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers Polres Kudus dengan penyelenggara pemilu di Mapolres Kudus kemarin. Untuk mengamankan hajat akbar ini, Polres Kudus menyiapkan 546 personel. Mereka akan bertugas mengawal mulai dari pengamanan distribusi surat suara hingga proses penghitungan.

”Kami akan mengamankan secara maksimal. Petugas akan standby hingga perhitungan selesai. Kemungkinan sampai menjelang subuh,” terengnya.

Distribusi surat suara pada tujuh kecamatan sudah dilaksanakan mulai siang kemarin. Pengamanan langsung dan melekat dilakukan masing-masing polsek dengan sistem jemput ke gudang langsung penyimpanan. Pengamanan juga dilakukan di gudang logistik di masing-masing kecamatan.

Polres Kudus bertekad untuk membuat pemilu serentak tahun ini, agar bisa berjalan aman dan lancar. Bahkan, untuk memacu semangat bhabinkamtibmas yang bertanggung jawab atas keamanan di tempat pemungutan suara (TPS), pihaknya menjanjikan hadiah umrah. Hadiah beribadah ke Tanah Suci ini, berlaku kepada semua bhabinkamtibmas yang kehadiran pemilih di TPS wilayahnya mencapai 100 persen.

Kapolres Kudus AKBP Saptono saat ditemui kemarin mengatakan, pihaknya memang sengaja memberikan penghargaan ini agar bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Kudus lebih bersemangat menjalankan tugasnya. ”Ini berlaku untuk semua bhabinkamtibmas di Kudus,” ujarnya.

Ketika kehadiran tidak bisa mencapai 100 persen, Saptono masih memberikan kesempatan para bhabinkamtibmas untuk mendapatan hadiah. Mereka juga dijanjikan untuk mendapatkan handphone Samsung. ”Kalau hadirnya 90 persen masih bisa dapat hadiah HP Samsung,” imbuhnya.

Ia berpesan, dalam seminggu ke depan seluruh jajaran kepolisian diharapkan dapat fokus untuk mengamankan jalannya pemilu. Terkait persiapan pengamanan jelang 17 April nanti, pihaknya mengaku sudah matang.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 00:08:34 +0700
<![CDATA[Ciptakan Aplikasi untuk Bantu Penyandang Disleksia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131738/ciptakan-aplikasi-untuk-bantu-penyandang-disleksia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/ciptakan-aplikasi-untuk-bantu-penyandang-disleksia_m_1555200004_131738.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/ciptakan-aplikasi-untuk-bantu-penyandang-disleksia_m_1555200004_131738.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131738/ciptakan-aplikasi-untuk-bantu-penyandang-disleksia

Dua siswa SMAN 1 Kudus M Najmi Hafiy dan Mufikh Kas Y baru saja pulang dari Hongkong mengikuti lomba teknologi internasional. Mereka terpilih menjadi finalis.]]>

Dua siswa SMAN 1 Kudus M Najmi Hafiy dan Mufikh Kas Y baru saja pulang dari Hongkong mengikuti lomba teknologi internasional. Mereka terpilih menjadi finalis berkat karyanya berupa aplikasi game untuk terapi penyandang disleksia. Game itu diberi nama Dyslexia Game-App (DGA).

 INDAH SUSANTI, Kudus

DUA siswa SMAN 1 Kudus M Najmi Hafiy dan Mufikh Kas Y menunjukkan game sambil menerangkan cara memainkannya. Game tersebut bukan sekadar untuk bermain, tetapi ada manfaat di balik beberapa macam permainannya. Secara keseluruhan dikhususkan untuk terapi penyandang disleksia (mengalami kesulitan membaca, mengalami hambatan mengeja, menulis, dan beberapa aspek bahasa yang lain).

Selain berguna bagi penyandang disleksia, game ini juga mengantarkan dua siswa tersebut mengikuti lomba teknologi internasional di Hongkong baru-baru ini. Pada lomba bertajuk Hongkong New Generation Cultural Association Center ini, mereka berhasil tembus menjadi finalis.

M Najmi Hafiy menjelaskan, game ini dinamakan Dyslesxia Game-APP (DGA). Sebelum lanjut bercerita bisa sampai ke Hongkong, Najmi mengatakan, sebenarnya game ini pernah ikut lomba dan ada empat siswa dalam satu tim.

”Game tersebut sebelumnya ikut lomba Online Science Project Competition (OSPC) pada Sabtu (26/1) lalu. Saat itu, kami mendapat medali emas. Kemudian yang juara melaju ikut lomba di Global Students Innovation Challenge (GSIC) di Australia Senin (26/8) hingga Kamis (29/8) mendatang. Yang berangkat kami berempat,” terangnya. Dua teman lainnya, Diki Fakhiral dan Dimas Naufal.

Sementara untuk lomba Teknologi Hongkong New Generation Cultural Association Center, dia menceritakan, awalnya dari mengirimkan proposal penelitian. Mereka mengajukan DGA yang sudah melalui beberapa penyempurnaan.

”Tapi even yang di Hongkong satu tim hanya untuk dua siswa. Kami berangkat Selasa (26/3) hingga Selasa (2/4) lalu. Untuk lomba kali ini, kami disediakan stan dan presentasi di hadapan dewan juri. Di lomba ini tidak ada juaranya. Semua peserta lomba dapat trofi,” jelasnya.

Najmi mengatakan, pengiriman proposal bersaing dengan 5.000 peserta dari 400 sekolah di dunia. Kemudian diseleksi menjadi 20 negara. Tahap akhir diambil 10 negara. Indonesia yang menjadi perwakilan dari Kudus. Masuk untuk mengikuti lomba teknologi di Hongkong.

Sementara itu, Mufikh menambahi penjelasan dari Najmi yang menerangkan. Nantinya di Agustus yang akan diikutkan lomba menggunakan aplikasi yang sama, tapi lebih disempurnakan lagi dari sebelum-sebelumnya.

Mufikh menjelaskan, cara memainkan aplikasi game untuk penyandang disleksia tersebut. Di antaranya ada tiga yang dimasukkan didalam permainan yakni membedakan huruf, menentukan posisi, dan sulit membedakan benda.

Di dalam game tersebut, sembari ditunjukkan permainannya. Ada tiga bagian, yang pertama Ball-Ball at Corner (BBC) cara bermain memasukkan bola di dalam lubang, ini fungsinya untuk menentukan posisi.

Kemudian, Lettering Alphabet Pattern for Dsulexian (LAPPD) yakni berupa gambar dan tulisan. Mufikh menjelaskan, penyandang disleksia ini tahu jenis bendanya, tapi kalau diaplikasikan ke tulisan mereka kesulitan.

Selanjutnya Raise Your Hand. Yakni membedakan kanan dan kiri, di dalam game ada gambar memerintahkan mengangkat tangan kiri, maka yang memainkan mengikuti perintah mengangkat tangan kiri atau kanan. Kalau benar lanjut ke permainan berikutnya. Kalau salah harus mengulang.

”Kami menciptakan game DGA karena merasa terketuk hati untuk membantu terapi penyandang disleksia dengan cara yang sederhana, menarik, dan ringan. Kami menciptakan alat tersebut sebelumnya dengan melakukan survei selama empat bulan di sekolah khusus disleksia di Desa Krandon, Kota, Kudus,” ungkapnya.

Dia menambahkan, mengumpulkan data dan berkonsultasi dengan pakar disleksia yang ada disekolah tersebut. Melalui uji coba sekitar 10 kali baru akhirnya menjadi aplikasi yang bermanfaat. Selain itu, mengantarkan timnya mendapatkan medali emas dan undangan lomba teknologi di Hongkong. (*)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 00:04:37 +0700
<![CDATA[Abdul Aziz Komitmen Perjuangkan Reaktifasi Rel Semarang-Rembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131737/abdul-aziz-komitmen-perjuangkan-reaktifasi-rel-semarang-rembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/abdul-aziz-komitmen-perjuangkan-reaktifasi-rel-semarang-rembang_m_1555200820_131737.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/abdul-aziz-komitmen-perjuangkan-reaktifasi-rel-semarang-rembang_m_1555200820_131737.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131737/abdul-aziz-komitmen-perjuangkan-reaktifasi-rel-semarang-rembang

Anggota Komisi D DPRD Jateng Abdul Aziz berkomitmen kuat untuk memperjuangkan reaktifasi rel kereta api di Jateng. Salah satunya jalur Semarang-Rembang.]]>

SEMARANG – Anggota Komisi D DPRD Jateng Abdul Aziz berkomitmen kuat untuk memperjuangkan reaktifasi rel kereta api di Jawa Tengah (Jateng). Salah satunya jalur Semarang-Rembang yang selama ini sudah tidak berfungsi lagi. Langkah tersebut sebagai uapaya mempercepat koneksi antardaerah sekaligus mengurangi angka kemacetan di Jateng.

Komitmen tersebut sebagai upaya untuk mendukung kebijakan presiden bahwa conectivity dan daya saing infrastruktur sangat penting. Reaktivasi jalur rel kereta api menjadi solusi sebagai transportasi masal yang lebih efisien dan biaya lebih murah. ”Justru kami melihat, pilihan conectivity di situ lebih tepat berbasis sosial budaya dan lingkungan, dan itu adalah kereta api," katanya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD ini mengatakan, di Jateng sudah banyak jalur rel kereta api yang tak dipakai. Aktivasi jalur kereta Semarang-Jogjakarta-Banyumas harus segera dibangun sebagai penyangga jalur rel sisi utara (Semarang-Tegal-Banyumas) yang padat. Sementara jalur Semarang-Kudus-Rembang-Bojonegoro akan menjadi penyangga jalur rel tengah (Semarang-Purwodadi-Bojonegoro) jika proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ingin segera diwujudkan. ”Dengan begitu, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya yang masuk Jateng dimungkinkan dengan tidak perlu membangun trek baru lagi. Cukup menggunakan double track yang ada," ujarnya.

Kang Aziz dengan tegas juga menolak pembangunan tol Bawen-Jogjakarta. Karena secara geografis, jalan tol ruas Bawen-Jogjakarta, ekuivalen dengan jalan tol ruas Solo-Jogjakarta yang masih dalam proses pembangunan. Selain itu, jalur yang akan dilewati jalan tol masuk dalam area rawan gempa bumi. Banyak struktur lempung di jalur tersebut. "Dan yang utama, pembangunan jalan tol akan mengorbankan sekitar 350 hektare lahan basah di Jateng. Penolakan ini juga mempertimbangkan eksploitasi jutaan kubik material untuk pembangunan jalan di kawasan tersebut," tambahnya. (fth)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 00:01:20 +0700
<![CDATA[Pasien Katarak Manfaatkan Ambulans Gratis Sahabat Lestari Berobat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131734/pasien-katarak-manfaatkan-ambulans-gratis-sahabat-lestari-berobat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pasien-katarak-manfaatkan-ambulans-gratis-sahabat-lestari-berobat_m_1555201301_131734.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pasien-katarak-manfaatkan-ambulans-gratis-sahabat-lestari-berobat_m_1555201301_131734.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131734/pasien-katarak-manfaatkan-ambulans-gratis-sahabat-lestari-berobat

Ambulans gratis Sahabat Lestari mengantar pasien katarak ke RSI Sultan Agung Semarang (8/4) lalu. Lantaran, Soni harus menjalani operasi pada matanya.]]>

JEPARA – Ambulans gratis Sahabat Lestari mengantar pasien katarak ke RSI Sultan Agung Semarang (8/4) lalu. Soni Hidayat, 42, diantar ke RSI Sultan Agung Semarang lantaran harus menjalani operasi pada matanya.

Warga RT 1/RW 1, Desa Bugel, Kecamatan Kedung, Jepara, ini menderita katarak. Sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, Soni melakukan pemeriksaan di RSI Kudus. Selanjutnya Soni dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang.

Soni pergi ke RSI Sultan Agung menggunakan armada ambulans gratis Sahabat Lestari. Dia juga berterima kasih karena sudah diberi kemudahan transportasi.

”Alhamdulillah saya bisa menikmati fasilitas ambulans gratis Sahabat Lestari. Jadi, saya bisa menghemat pengeluaran dan bisa saya gunakan untuk keperluan lain. Terima kasih Ibu Lestari Moerdijat yang menyediakan fasilitas ambulans gratis,” ujar Soni.

Sehari-hari Soni bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Kalinyamatan. Sedangkan istrinya membuka warung di rumahnya. Beruntung, Soni memiliki kartu jaminan kesehatan bantuan dari pemerintah. Sehingga memudahkannya dalam mendapatkan pengobatan.

Sebelumnya, Soni juga pernah mengalami sakit ginjal yang mengharuskan dirinya menjalani pengobatan selama tiga bulan. Setelah sembuh, Soni harus kembali berobat lantaran penyakit kataraknya semakin parah dan harus segera dioperasi.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 23:57:39 +0700
<![CDATA[Syiar Lewat Hobi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131732/syiar-lewat-hobi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/syiar-lewat-hobi_m_1555199533_131732.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/syiar-lewat-hobi_m_1555199533_131732.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131732/syiar-lewat-hobi

DI usianya yang masih belia, Syatta Imtiyaaz Thuvaila sudah memiliki sedugang aktivitas. Selain sebagai pelajar kelas VI di SD NU Nawa Kartika Kudus.]]>

DI usianya yang masih belia, Syatta Imtiyaaz Thuvaila sudah memiliki segudang aktivitas. Selain sebagai pelajar kelas VI di SD NU Nawa Kartika Kudus, Syatta -sapaan akrabnya- juga sering tampil di panggung-panggung hiburan. Mulai dari menyanyi, bermain musik, hingga bertausiyah.

Gadis kelahiran Kudus, 24 Mei 2007 ini, mengatakan, kepiawaiannya menyanyi ini merupakan hobinya sejak kecil. Sejak masih taman kanak-kanak (TK), Syatta mengaku sudah memiliki ketertarikan dengan dunia tarik suara. Ia pun mendalaminya dengan ikut les musik. ”Dari dulu memang saya suka menyanyi,” kata gadis berkulit putih ini.

Anak pasangan Muhammad Hilmy dan Nujumul Laily ini, mengaku bisa menguasai berbagai genre musik. Meski begitu, ia mengaku lebih sering membawakan lagu bertema religi saat tampil. Hal ini dipilihnya karena ia ingin bersyiar. ”Sama-sama menyanyi, sekalian bawakan nyanyian yang mengandung pesan baik,” ungkapnya.

Saat ini, ia sedang gandrung dengan grup musik Sabyan Gambus. Lagu-lagu dari grup musik yang digawangi Khoirunnissa alias Nisa Sabyan itu, hampir semua dikuasainya. Anak keempat dari lima bersaudara ini, juga lihai bermain biola. Tak jarang ia pun mengolaborasikan hobinya menyanyi dengan bermain biola.

Bakat Syatta ternyata tak hanya pandai bernyanyi dan memainkan biola. Gadis yang pernah berkolaborasi dengan grup musik Debu ini, juga pandai bertausiyah. ”Saya sering ikut ibu dan kakak saat tausiyah. Dari situ saya juga akhirnya tertarik untuk melakukan hal yang sama,” kata gadis yang bercita-cita sebagai desainer itu.

Meskipun aktivitas Syatta terbilang padat, namun ia cukup pandai mengatur waktu. Sekolah tetap menjadi prioritasnya. Hal ini terbukti selama ini ia tetap memiliki prestasi di bidang akademik. Hingga saat ini sejumlah kejuaraan berhasil ditaklukannya. Di antaranya juara pidato nasional di Aceh, juara I pidato tingkat provinsi, juara I baca puisi se-Kabupaten Kudus, juara II loba story telling se-Karesidenan Pati, juara II lomba solo song se-Karesidenan Pati, dan juara I MTQ tingkat kecamatan.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 23:55:22 +0700
<![CDATA[Wagub Jateng Salurkan Bantuan Bagi 9.762 Guru Ngaji, Ini Nominalnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131731/wagub-jateng-salurkan-bantuan-bagi-9762-guru-ngaji-ini-nominalnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/wagub-jateng-salurkan-bantuan-bagi-9762-guru-ngaji-ini-nominalnya_m_1555200493_131731.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/wagub-jateng-salurkan-bantuan-bagi-9762-guru-ngaji-ini-nominalnya_m_1555200493_131731.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131731/wagub-jateng-salurkan-bantuan-bagi-9762-guru-ngaji-ini-nominalnya

Rona bahagia terpancar dari wajah Suyatmi. Warga Purwodadi yang telah mengabdikan diri sebagai guru TPQ NU Nglejok sejak 1988 silam itu, terima bantuan intensif]]>

GROBOGAN – Rona bahagia terpancar dari wajah Suyatmi. Warga Kecamatan Purwodadi yang telah mengabdikan diri sebagai guru TPQ NU Nglejok sejak 1988 silam itu, baru saja menerima bantuan insentif guru keagamaan atau guru ngaji dari Pemprov Jateng. Bantuan ini diserahkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlotut Tholibin, Ngrebo, Kedungrejo, Grobogan, (13/4) lalu.

”Saya senang sekali teman-teman guru ustaz/ustazah mendapat bantuan semua. Mudah-mudahan ke depan terus mendapat bantuan insentif itu dan barokah untuk kita semua," ujarnya dengan senyum semringah saat menghadiri acara silaturahmi wakil gubernur Jawa Tengah dengan ustaz/ustazah Kabupaten Grobogan 2019. Sumiyati merupakan salah seorang dari 9.762 orang guru ngaji di Kabupaten Grobogan yang mendapat insentif tersebut tahun ini.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Nur Abadi menjelaskan, tahun ini tercatat ada 171.131 guru ngaji di Jateng yang mendapatkan insentif. Pada 2020 jumlahnya bertambah menjadi 200.000 orang yang akan menerima bantuan itu. Khusus di Kabupaten Grobogan, penambahan jumlah penerima juga ada. ”Untuk Kabupaten Grobogan yang semula hanya 9.762 orang guru keagamaan menjadi 11.726 ustaz/ustazah," katanya.

Wagub Taj Yasin menjelaskan, bantuan insentif itu diberikan kepada guru madrasah diniyah (madin), TPQ, dan ustaz/ustazah sebagai wujud apresiasi atas perjuangan mereka mengajarkan ilmu agama dan mendidik karakter anak bangsa. Anggaran Rp 205,35 miliar dialokasikan oleh Pemprov Jateng untuk memberikan bantuan kepada 171.131 orang guru ngaji se-Jateng tahun ini. ”Insya Allah per tiga bulan ditransfer wonten rekening panjenengan masing-masing," jelasnya.

Gus Yasin -sapaan akrab wagub- menjelaskan, dirinya diberi amanah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mengawal pendataan guru ngaji secara valid. Sebab, program ini salah satu pelaksanaan janji kampanye pasangan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

Putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu berpendapat, keberadaan guru ngaji ibarat benteng bagi generasi muda. Melalui pendidikan budi pekerti luhur yang diberikan, generasi muda siap menghadapi ancaman radikalisme, terorisme, maraknya ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah yang marak terjadi belakangan ini.

”Meniko tali asih kagem guru ustaz/ustazah amargi panjenengan sampun ngajaraken kawula lan (ini tali asih untuk karena anda telah mengajarkan kami dan) putra-putri Indonesia bahwa pendidikan karakter niku (itu) sangat penting. Amargi (sebab) Indonesia sakmenika taksih (saat ini masih) perang. Mboten kaliyan (bukan dengan) penjajah, nanging kaliyan (tapi dengan) fitnah, hoax, radikalisme, lan (dan) terorisme," ujarnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jateng itu menambahkan, selain bantuan insentif untuk guru ngaji, pada kesempatan itu juga diberikan apresiasi kepada para santri yang mampu menghafal Alquran. Ada pula program ekonomi pesantren (ekotren) agar pondok-pondok pesantren dapat mengembangkan jiwa wirausaha santri sekaligus menumbuhkan ekonomi di lingkungan ponpes. (lhr)

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 23:51:51 +0700
<![CDATA[Peringati Isra Mikraj, KH Anwar Zahid Ajak Regenerasi Ukir Sejarah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131730/peringati-isra-mikraj-kh-anwar-zahid-ajak-regenerasi-ukir-sejarah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/peringati-isra-mikraj-kh-anwar-zahid-ajak-regenerasi-ukir-sejarah_m_1555223716_131730.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/peringati-isra-mikraj-kh-anwar-zahid-ajak-regenerasi-ukir-sejarah_m_1555223716_131730.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131730/peringati-isra-mikraj-kh-anwar-zahid-ajak-regenerasi-ukir-sejarah

Mubarokfood menggelar pengajian Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di aula Mubarokfood kemarin. Pengajian itu menghadirkan KH Anwar Zahid.]]>

KUDUS – Mubarokfood menggelar pengajian Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di aula Mubarokfood kemarin. Pengajian itu menghadirkan ulama ternama asal Kabupaten Bojonegoro KH Anwar Zahid. Dalam tausiyahnya, kiai yang terkenal dengan Qulhu ae Lek ini, berpesan agar meneladani sosok Rasulullah. Juga mengajak menjadi manusia yang memberikan perubahan ke depan.

Pengajian yang dimulai pukul 10.00 ini dihadiri ratusan karyawan Mubarokfood. Tak hanya itu, juga turut mengundang puluhan warga binaan Rutan Kelas II B Kudus. Para tamu undangan yang tak kebagian tempat di aula, rela duduk di lantai bawah. Mereka menyaksikan lewat layar proyektor yang disediakan oleh panitia.

Sebelum acara dimulai, Syatta Imtiyaaz Thuvaila turut menghibur para hadirin yang hadir. Putri pasangan HM Hilmy (Dirut Mubarokfood) dan Hj Nujumullaily itu, menyanyikan dua lagu. Yaitu Din Assalam dan Ya Jamallu. Tak hanya Syatta, karyawan Mubarokfood turut andil memeriahkan acara. Mereka unjuk gigi dengan menampilkan rebana.

HADIR PENGAJIAN: Warga binaan Rutan Kelas II B Kudus turut hadir di pengajian ini. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KH Anwar Zaid dalam tausiyahnya berpesan, peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tak hanya diperingati setahun sekali. Namun harusnya diperingati setiap hari. Bahwasanya itu bentuk kecintaan dan ingat kepada Rasulullah. Sebab, Isra Mikraj merupakan turunnya wahyu perintah salat lima waktu. ”Ketika menjalankan salat kita sering melakukannya begitu cepat. Paling dua menit. Sedangkan ibu-ibu dandan bisa berjam-jam. Bagaimana itu (salat, Red) memperbaiki jiwa kalian. Salat harus khuyuk. Jangan tergesa-gesa,” pesannya.

Kiai yang terkenal pintar melucu ini juga mengingatkan untuk senantiasa meneladani sifat Rasulullah. Jika meneladani hal tersebut, manusia akan sukses di dunia maupun akhirat.

Proses regenarasi juga diungkapkannya. Regenerasi yang baik akan mengukir sejarah ke depan. Salah satu penghambat membentuk generasi unggul adalah penggunaan smartphone secara berlebihan.

”Seperti halnya yang diterapkan Mubarokfood. Produknya sudah menembus pasar luar negeri. Itu adalah bentuk regenerasi yang baik,” katanya.

Terpisah, Direktur Utama Mubarokfood HM Hilmy mengatakan, momentum Isra Mikraj dimanfaat untuk membangun karakter sesuai pesan-pesan Nabi Muhammad SAW dan syariat Islam. Hal itu diharapkan menjadi pesan spiritual bagi keluarga dan karyawan Mubarokfood serta masyarakat yang turut hadir.

Hilmy juga berharap, warga binaan yang hadir bisa menjadi lebih baik. Bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dia juga berharap, SDM yang berkualitas bisa bermunculan sesuai visi misi Mubarokfood. Melalui kegiatan bernuasa religi. ”Kami ikhtiyari dengan kegiatan-kegiatan yang bernuansa religi, seperti pengajian, ” katanya.

Setelah memberikan tausiyah, KH Anwar Zahid mengunjungi ke museum Jenang Kudus. Beliau melihat koleksi museum di lantai II. Selanjutnya beliau mengisi pengajian di Masjid Agung Kudus pada pukul 15.00.

Pengajian Isra Mikraj di Masjid Agung Kudus dihadiri ribuan warga. Warga memadati halaman Masjid Agung Kudus hingga keluar masjid. Pengajian itu juga dihadiri Bupati Kudus M Tamzil, Kapolres Kudus AKBP Saptono, dan Dirut Mubarokfood.

Kepala Yayasan Masjid Agung Kudus Noor Badri mengatakan, pengajian Isra Mikraj ini rutin digelar. Sebab, acara semacam ini sebagai pendorong keimanan dan ketaqwaan masyarakat Kudus. Sehingga mampu mengarah pada Islam yang rahmatan lil alamin.

Dia menambahkan, menjelang puasa Masjid Agung akan menyelenggarakan beragram kegiatan. Di antaranya, pentas puisi islami dan seminar tentang perempuan. ”Dengan adanya kegiatan itu, kami berharap bisa memakmurkan masjid," katanya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 23:48:43 +0700
<![CDATA[3 Atlet Sepak Takraw Jepara Tembus Pelatnas untuk SEA Games Filipina]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131650/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina_m_131650.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina_m_131650.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131650/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina

Kabupaten Jepara tetap menjadi salah satu tumpuan tim nasional sepak takraw. Tiga atlet asal Kota Ukir saat ini menjadi bagian dari pelatnas sepak takraw.]]>

  JEPARA – Kabupaten Jepara tetap menjadi salah satu tumpuan tim nasional sepak takraw. Tiga atlet asal Kota Ukir saat ini menjadi bagian dari pelatnas sepak takraw yang dipersiapkan menuju SEA Games Filipina 2019.

”Tuan rumah Filipina tidak terlalu bagus di sepak takraw. Hanya dua nomor yang dipertandingkan. Regu dan hoop. Masing-masing untuk kategori putra dan putri,” kata Ketua Harian Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Jawa Tengah Musthakim.

Dengan jumlah itu, pelatnas sepak takraw hanya dihuni 12 atlet. Masing-masing enam putra dan enam putri. Pelatnas sudah mulai dilakukan sekitar dua pekan lalu di Sukabumi, Jawa Barat.

”Timnas sepak takraw biasanya menempatkan atlet untuk bermain di beberapa nomor. Tidak difokuskan hanya di satu nomor seperti Thailand. Makanya Indonesia tidak butuh banyak pemain,” terang Musthakim.

Ketiga atlet sepak takraw Jepara yang dipanggil ke pelatnas terdiri dari Viktoria Eka Prasetya (putra), Dini Mitasari (Putri), dan Evana Rahmawati (putri). Pada Asian Games Indonesia 2018 lalu, Viktor mempersembahkan medali perak dan perunggu untuk Indonesia. Sementara Dini Mitasari meraih medali perunggu.

 ”Sedangkan Evana Rahmawati adalah muka baru di timnas sepak takraw,” tambah Musthakim.

Dari prestasi di cabang sepak takraw, Viktor dan kawan-kawan merajut masa depan cerah. Viktor baru saja diterima sebagai Calon Pegawa Negeri Sipil (CPNS) dan menjadi staf di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Sementara Dini Mitasari sudah menjadi anggota TNI yang berdinas di Kodam IV/Diponegoro. Sedangkan Evana Rahmawati adalah anggota Polres Jepara. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 14:56:01 +0700
<![CDATA[Tak Miliki Jamban, Enam Kecamatan Ini Dapat Bantuan Dinkes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131636/tak-miliki-jamban-enam-kecamatan-ini-dapat-bantuan-dinkes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/tak-miliki-jamban-enam-kecamatan-ini-dapat-bantuan-dinkes_m_1555141241_131636.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/tak-miliki-jamban-enam-kecamatan-ini-dapat-bantuan-dinkes_m_1555141241_131636.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131636/tak-miliki-jamban-enam-kecamatan-ini-dapat-bantuan-dinkes

Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan terus menargetkan peningkatan kualitas jamban. Sebab, sampai saat ini masyarakat masih ada yang memakai akses sanitasi dasar.]]>

PURWODADI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan terus menargetkan peningkatan kualitas jamban. Sebab, sampai saat ini masyarakat masih ada yang memakai akses sanitasi dasar berupa jamban cemplung, kendati demikian, Grobogan dinyatakan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) sejak 2016 silam.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Kasi Kesehatan Lingkungan Jati Yuswaningsih mengatakan, peningkatan kualitas jamban penting dilakukan. Sebab masih banyak masyarakat yang memakai jamban semi permanen maupun sharing, yakni numpang ke tetangga.

”Maka, mulai tahun ini kami mengusulkan bantuan hibah air limbah melalui APBN untuk Jamban Sehat Permanen (JSP). Tahun ini pembangunan di enam kecamatan, yakni di Kecamatan Tawangharjo, Wirosari, Geyer, Toroh, Brati, dan Purwodadi,” jelasnya.

Nantinya, hibah yang diberikan berupa fisik. Karena baru 13 desa di enam kecamatan yang tahun ini mendapatkan bantuan. Tahun depan, pihaknya akan mengusulkan kembali. Sehingga peningkatan kualitas bisa segera terselesaikan.

”Tahun ini target secara umum untuk peningkatan kualitas akes layak mencapai 98 persen dengan akses dasar 2 persen. Namun, tahun ini baru bisa mencapai 65,44 persen,” jelasnya.

Menurutnya, suksesnya Bebas BABS utamanya harus didukung dengan perubahan perilaku dari masyarakat sendiri. Utamanya melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

”Kami ingin merubah perilaku masyarakat dalam peningakatan akses sanitasi layak ini. Terpenting bisa berubah mindset agar tak kembali BABS ke bantaran sungai. Serta menggunakan akses semi permanen. Karena dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Dengan adanya program ini dinilai efektif, karena meningkatkan kebersihan dan pola hidup sehat bagi masyarakat. “Sangat penting dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Karena jamban merupakan suatu tempat pembuangan kotoran yang dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya berharap ke depan secara bertahap pembuatan JSP warga ini akan tuntas, sehingga tidak adanya warga yang mandi cuci kakus (MCK) menggunakan semi permanen mau pun sharing dengan tetangga. Sehingga menjadikan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat meningkat.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 14:39:12 +0700
<![CDATA[Rusak dan Tertutup Akar, DPUR Rehab Trotoar di Jalan MT Haryono]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131630/rusak-dan-tertutup-akar-dpur-rehab-trotoar-di-jalan-mt-haryono https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/rusak-dan-tertutup-akar-dpur-rehab-trotoar-di-jalan-mt-haryono_m_131630.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/rusak-dan-tertutup-akar-dpur-rehab-trotoar-di-jalan-mt-haryono_m_131630.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131630/rusak-dan-tertutup-akar-dpur-rehab-trotoar-di-jalan-mt-haryono

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan tahun ini kembali melakukan penataan kota dengan memperbaiki beberapa titik trotoar.]]>

PURWODADI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Grobogan tahun ini kembali melakukan penataan kota dengan memperbaiki beberapa titik trotoar. Salah satunya di Jalan MT Haryono. Trotoar di sepanjang jalan tersebut rusak dan dipenuhi akar pohon.

Kabid Pembangunan Peningakatan Jalan dan Jembatan DPUPR Grobogan Erry Subagyo mengatakan, di sepanjang Jalan MT Haryono banyak pepohonan hingga membentuk banyak akar. Adanya akar itu tentu akan mengganggu perbaikan trotoar.

”Sepanjang jalan tersebut memang cukup rindang. Sebelum diperbaiki, cabang pohon akan dipangkas. Kemudian sebagian akar akan dibuang karena mengganggu pengerjaan,” jelasnya.

Selain di MT Haryono dengan anggaran senilai Rp 2 miliar, perbaikan trotoar juga dilakukan di sepanjang Jalan R Suprapto senilai Rp 5 miliar dan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Masjid Agung Baitul Makmur alun-alun Rp 400 juta dan Jalan Gatot Subroto Rp 500 juta.

Perbaikan trotoar di Jalan R Suprapto merupakan lanjutan pengerjaan di tahun lalu. Tahun lalu pengerjaan sampai perempatan traffic light Diskominfo. Rencananya, tahun ini melanjutkan sampai traffic light RS Panti Rahayu (Yakkum).

”Tapi khusus di depan RS Yakkum kemungkinan belum bisa diperbaiki. Mengingat di RS tersebut sedang ada pembangunan sehingga jalan masuk masih untuk lalu lalang kendaraan proyek. Kami masih koordinasi dengan RS tersebut,” paparnya.

Saat ini telah memasuki persiapan penandatanganan kontrak DED, serta memasuki SPK atau pencanangan teknis.

”Ketiga titik itu memasuki proses perencanaan teknis. Rencananya bulan ini sudah bisa dilelangkan. Karena target pekerjaan rampung sekitar November nanti,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk desain akan berbeda di setiap titiknya. Meski begitu tak jauh berbeda dari sebelumnya (Red, sepanjang Jalan R Suprapto) yang telah dibangun tahun lalu.

”Kami masih meminta masukan ke beberapa tokoh. Mungkin menggunakan paving decoratif. Jika penataan sebelumnya sudah tersedia bangku-bangku di setiap sudut. Tahap kali ini belum bisa, namun tergantung ketersediaan anggaran,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 14:23:34 +0700
<![CDATA[Akui Ada Kekurangan, Akhirnya KPU Ambil Logistik Sendiri ke Jakarta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131607/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta_m_131607.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta_m_131607.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131607/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta

KPU Rembang mengakui masih ada kekurangan logistik untuk Pemilu yang akan digelar beberapa hari lagi. Kemarin, KPU menyebut langsung jemput logistik di Jakarta.]]>

KOTA – KPU Rembang mengakui masih ada kekurangan logistik untuk Pemilu 2019 yang akan digelar beberapa hari lagi. Kemarin, Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi menyebut pihaknya langsung menjemput logistik di Jakarta dengan didampingi pihak kepolisian.

”Langsung kami jemput ke Jakarta agar tidak telat. Besok (hari ini, red) sudah sampai di Rembang,” kata dia kemarin.

Iqbal menyatakan, karena tidak banyak atau hanya 15 boks saja, pihaknya pun hanya mengirim satu mobil saja untuk menjemput kekurangan logistik tersebut. Hanya saja, Iqbal tak menyebut jumlah pasti surat suara yang masih kurang.

Pihaknya pun optimis, kekurangan logistik itu bisa datang tepat waktu dan pengiriman ke masing-masing PPK (Panitia Pengawas Kecamatan) bisa tepat waktu. Dan, tak mengganggu proses Pemilu 2019.

Terpisah, Anggota Bawaslu Rembang Maftuhin menyebut secara terperinci jumlah kekurangan surat suara untuk Kota Garam. Jumlahnya pun, disebutnya mencapai lebih 5000 surat suara.

”Perkembangan sampai hari ini (kemarin) hasil pengawasan masih ada beberapa yang kurang. Yaitu untuk Pilpres 2000-an, DPRD Provinsi 1000-an,” paparnya.

Selain itu, kekurangan surat suara juga untuk DPRD Rembang Dapil I sebanyak 500-an, Dapil II sebanyak 200-an, dan Dapil III sebanyak 2000-an.

Sementara itu, kemarin Bawaslu Rembang juga menggelar apel siaga bagi ratusan pengawas Pemilu 2019. Digelar di depan Kantor Bawaslu Rembang di Jalan Gatot Subroto, apel diikuti oleh 551 orang pengawas. Apel mengambil tema “Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada Masa Tenang”.

Para pengawas itu terdiri dari Bawaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Desa, serta sebagian Penawas TPS yang ada di Kota Garam. Totok Suparyanto Ketua Bawaslu Rembang dalam kesempatan itu membacakan sambutan tertulis yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Dalam sambutannya, Abhan meminta seluruh anak bangsa yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya. Dengan pertama kalinya digelar pemilu serentak itu pun menjadi pengalaman tersendiri.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 13:35:03 +0700
<![CDATA[Seleksi Gala Siswa Indonesia Diramaikan 14 Tim Bola]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131606/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola_m_131606.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola_m_131606.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131606/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat kabupaten mulai digelar kemarin hingga Senin (15/4) nanti. Sebanyak 14 tim siswa mengikuti pertandingan tersebut.]]>

KOTA – Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat kabupaten mulai digelar kemarin hingga Senin (15/4) nanti. Sebanyak 14 tim siswa mengikuti pertandingan tersebut di Stadion Joyokusumo untuk diseleksi di tingkat provinsi hingga nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati Sariyono melalui Kasi SMP Sugiharto menuturkan, kompetisi gala siswa sepak bola Pati dimulai kemarin. Ada 14 tim sepak bola muda Pati yang mengikuti seleksi itu. Nantinya setelah diseleksi, dari tim pemandu bakat akan memilih siswa mana yang layak maju ke tingkat selanjutnya.

“Meski mendapatkan juara, namun tak otomatis lolos di seleksi berikutnya. Ada tim pemandu bakat dari kabupaten mempunyai kriteria tersendiri mana yang layak maju ke tingkat provinsi. Tim itu benar-benar mengamati setiap detil siswa yang ikut seleksi GSI di Pati,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tim pemandu bakat akan menyeleksi setiap tim yang memiliki anggota yang mumpuni. Menurutnya, GSI itu program dari Kemendikbud untuk mencari bibit-bibit muda yang unggul di dunia persepakbolaan. Seleksinya mulai dari tingkat bawah kabupaten hingga nasional. Yang lolos hingga nasional berarti sudah sesuai seleksi ketat.

“Ini supaya bibit-bibit muda sepak bola terus tumbuh makanya harus ada pembinaan sejak dini. Pemerintah ingin mendapatkan pemain-pemain sepak bola potensial di Indonesia di masa yang akan datang” jelasnya.

Ia menambahkan, di Bumi Mina Tani banyak bibit muda sepak bola yang potensional. Olahraga itu cukup digemari kalangan muda hingga dewasa. Pemkab sangat mendukung GSI karena bisa meningkatkan bakat siswa di bidang tersebut.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 13:26:43 +0700
<![CDATA[Prabowo-Sandi Targetkan Suara 50 Persen di Rembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131600/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang_m_131600.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang_m_131600.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131600/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang

Kampanye akbar capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung Haji Rembang kemarin dihadiri berbagai simpatisan dan kader partai pengusung.]]>

REMBANG - Kampanye akbar capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung Haji Rembang kemarin dihadiri berbagai simpatisan dan kader partai pengusung. Pada kesempatan tersebut, mereka menargetkan mampu meraup 50 persen suara pada Pemilu tanggal 17 April di Kota Garam.

Dewan Pengarah Koppassandi Ahfas Hamid Baidhowi mengungkapkan, untuk memastikan perolehan suara paslon capres-cawapres 02 mampu mendulang suara sesuai target, pihaknya memberikan motivasi lebih kepada para relawan. ”Selain kampanye. Kami berikan motivasi kepada para relawan,” ungkap pengasuh Ponpes Al Wahdah tersebut.

TAK MAU KETINGGALAN: Kaum ibu pendukung Prabowo-Sandi tak mau ketinggalan ikut kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gedung Haji Rembang (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Dalam agenda kampanye kemarin ribuan relawan yang hadir tak henti-hentinya menyerukan nama Prabowo dan Sandi ketika orator berseru. Gema takbir juga berkumandang di sepanjang kampanye yang diikuti oleh masa dari seluruh komponen 14 kecamatan di Rembang tersebut.

Mengenai target, pria yang akrab dipanggil Gus Affas itu optimis bisa meraih 50 persen suara sah di Kota Garam. Target itu dinilai realistis mengingat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Rembang terhadap Prabowo-Sandi sangat kuat. Jauh dibanding saat Pemilu 2014 lalu.

Selain dihadiri oleh partai pendukung, kampanye akbar kemarin juga turut dihadiri oleh Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Junudu Robbika Rembang. Puluhan pemuda dari partai PPP itu turut mengikuti kampanye sejak awal hingga akhir.

Dengan dukungan yang jauh lebih besar dibanding Pemilu 2019 itu pun relawan optimis akan ada perubahan kepemimpinan. Pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menang.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:52:52 +0700
<![CDATA[Ingin Perubahan, Menangkan Capres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131597/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi_m_131597.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi_m_131597.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131597/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi

Sekitar 2.500 orang memadati kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gedung Haji Rembang.]]>
REMBANG - Sekitar 2.500 orang memadati kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gedung Haji Rembang, Jumat siang (12/4). Pada kesempatan tersebut, simpatisan bertekad melakukan perubahan dengan cara memenangkan capres nomor urut 02 pada Pemilu tanggal 17 April mendatang.

Hadir dalam kampanye terakhir tersebut. Diantaranya Komando Pemenangan Ulama Prabowo-Sandi (Kopassandi), Komunitas Prabowo-Sandi (PAS), jajaran pengurus partai pengusung dan sejumlah tokoh-tokoh agama dari 14 Kecamatan di Kota Garam.

Sejumlah pentolan partai Gerindra mulai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Rembang, Agung Sukardiono, sang putra seperti, Heri Kurniawan (Caleg DPR Provinsi) dan Bhayu Indra Setiawan (Caleg DPR RI) serta struktural partai hingga sayap partai Gerindra turut membaur bersama relawan.

Tak ketinggalan para kiai seperti, KH. Najih Maemoen, Bib Hasim, KH. Faiz, KH. Ahmad Ahfas Baedlowi serta sejumlah Ulama lokal Rembang juga turut hadir.  

Kegiatan kampanye diawali berkumpul di posko Pemenangan Prabowo-Sandi Jalan Pantura, untuk Kecamatan Rembang. Sementara masa dari timur seperti Kecamatan Sarang, Sedan, Sale, dan Pancur berkumpul di Pamotan. Kemudian mereka bergabung dengan masa dari Lasem untuk konvoi dami menuju gedung Haji Rembang.

”Kami ingin memberikan warna. Bahwa politik ini damai dan nyaman, khususnya bagi semua golongan,” ungkap Ketua Badan Pemenangan Daerah, Prabowo-Sandi Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto.

BANGUN OPTIMISTIS: Ketua Badan Pemenangan Daerah, Prabowo-Sandi, Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto (empat dari kanan) bersama para Kiai dan tokoh masyarakat memberikan motivasi dan rasa optimistis pada simpatisan pendukung pada kampanye akbar di Gedung Haji Rembang, Jumat (12/4). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Wiwin yang juga caleg DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Gerindra nomor urut 2 mengajak simpatisan bersama-sama berjalan beriringan dan berorasi damai. ”Kampanye hari Jumat kami harapkan membawa berkah untuk kemenangan Prabowo-Sandi,” ungkapnya.

Wiwin memastikan masa yang hadir tanpa bayaran. Artinya, yang hadir benar-benar kerelaan, untuk adanya perubahan untuk Indonesia. Pihaknya optimistis Kota Garam mampu satu suara untuk memenangkan Prabowo-Sandi dengan target suara 50-60 persen. Termasuk, Provinsi Jateng.

“Untuk mewujudkan ini semua relawan bekerja secara optimal. Kepedulian teman-teman masyarakat ingin adanya perubahan pemerintahan. Adanya semangat perubahan inilah yang menjadikan kita satu berkumpul,” tegasnya. 

KONVOI BERSAMA: Ketua DPC Partai Gerindra, Kabupaten Rembang, Agung Sukardiono bersama Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto saat konvoi dalam kampanye akbar di gedung haji, Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:30:39 +0700
<![CDATA[Bawaslu Masih Dalami Laporan Politik Uang Oknum Caleg DPRD dari PKS]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131596/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555135776_131596.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555135776_131596.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131596/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks

Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu. Hal itu dilakukan apakah masuk tindak pidana pemilu.]]>

KOTA – Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah tindakan yang dilaporkan itu masuknya pada tindak pidana pemilu, atau tindak pidana umum. Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Ahmadi kemarin.

”Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan bawaslu sedang mendalami laporan tersebut. Pendalaman itu kaitannya memang untuk melanjutkan kasus yang dilaporkan warga tersebut. Kalau masuknya tindak pidana pemilu itu bagian kami (Red, bawaslu) jika di luar pemilu itu nanti kewenangannya kepolisian,” terang Ahmadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, laporan yang disampaikan warga tersebut sudah teregister, atau sudah lengkap dan terdaftar sebagai laporan. Karena unsur-unsur pelaporannya sudah terpenuhi. Mulai dari pelapor, terlapor, barang bukti, dan juga saksi, dan lainnya.

”Setelah pendalaman ini, kami akan kordinasikan nantinya terkait untuk pemanggilan-pemanggilan baik terlapor atau saksi, untuk menindak lanjuti laporan tersebut lebih dalam lagi,” imbuhnya.

Terkait waktu pemanggilan, lanjut Ahmadi, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab harus mendalami laporan sekaligus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak lainnya di sentra gakkumdu.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang warga bernama Kholisoh pada Jumat (5/4) melaporkan seorang caleg PKS yang diduga membagikan amplop saat kegiatan arisan ibu-ibu di Desa Payang Kecamatan Kota. Oknum caleg tidak berada di tempat. Laporan ditujukan ke bawaslu. Kejadian itu sendiri pada Kamis (4/4) sore.

Hanya ada relawan atau tim sukses yang membagikan. Tak hanya membagikan amplop berisi uang tunai pecahan Rp 50 ribuan, tim sukses caleg tersebut juga menyumpah setiap penerima supaya 17 April nanti mencoblos caleg yang bersangkutan. Hingga saat ini oknum caleg yang bersangkutan belum bisa ditemui. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:05:31 +0700
<![CDATA[Koramil 10/Dukuhseti Gembleng Fisik Anggota Saka Kartika Brojoseti]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131594/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti_m_1555136465_131594.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti_m_1555136465_131594.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131594/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti

Koramil 10/Dukuhseti melakukan pengemblengan fisik kepada anak pramuka yang tergabung dalam Saka Kartika Brojoseti di halaman kantor kecamatan setempat.]]>

DUKUHSETI – Koramil 10/Dukuhseti melakukan pengemblengan fisik kepada anak pramuka yang tergabung dalam Saka Kartika Brojoseti di halaman kantor kecamatan setempat. Latihan itu diharapkan mampu membentuk karakter patriotik.

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan melalui Komandan Koramil 10/Dukuhseti Kapten Inf Hadi Saputro mengungkapkan, kegiatan pembinaan fisik tersebut sudah rutin dilakukan.  Latihan fisik yang diberikan berupa kegiatan baris-berbaris, sit up, push up, dan juga gerakan-gerakan fisik lainnya.

”Ini merupakan bekal kepada anak-anak, seperti anak pramuka ini, sehingga mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Misalnya tawuran, minum-minuman keras, dan tindakan yang tidak terpuji lainnya yang bias merugikan diri sendiri dan masyarakat lainnya,” jelas Danramil Hadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Penggemblengan fisik ini dipimpin Batiwanmil Pelda Nurkhamid. ”Pendidikan karakter juga penting ditanamkan, terutama dalam menghadapi tantangan kedepan. Khususnya di bidang informasi,” imbuh Danramil.

Pihaknya berharap, dengan adanya karakter yang baik, maka semangat cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia tidak akan surut. Sehingga akan mampu mewujudkan ketahanan nasional yang kuat. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:44:45 +0700
<![CDATA[Perwakilan Organisasi Wanita Antusias Bacakan Isi Surat RA Kartini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131591/perwakilan-organisasi-wanita-antusias-bacakan-isi-surat-ra-kartini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/perwakilan-organisasi-wanita-antusias-bacakan-isi-surat-ra-kartini_m_1555130914_131591.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/perwakilan-organisasi-wanita-antusias-bacakan-isi-surat-ra-kartini_m_1555130914_131591.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131591/perwakilan-organisasi-wanita-antusias-bacakan-isi-surat-ra-kartini

Puluhan perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Jepara tampil dalam lomba membaca surat RA Kartini kemarin. Beragam ekspresi saat membaca surat Kartini.]]>

KOTA – Puluhan perwakilan organisasi wanita di Kabupaten Jepara tampil dalam lomba membaca surat RA Kartini kemarin. Beragam ekspresi saat membaca surat Kartini ditampilkan, mulai dari membaca dengan nada sendu hingga menggebu-gebu.

Para peserta tampak antusias. Selain mempersiapkan diri membaca para peserta juga menyiapkan penampilan mereka sebaik mungkin. Mereka berdandan dengan menggunakan busana yang menarik perhatian seperti kebaya dan lainnya.

Seorang peserta lomba, Lhera mengatakan, dia mewakili Harpi Melati Kabupaten Jepara. ”Baru kali pertama ikut lomba ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lhera melanjutkan, dia membacakan salah satu surat RA Kartini pada sahabatnya Estella Zeehandelaar. Surat itu menceritakan kegelisahan dari RA Kartini akan masa depannya. Dia ingin menjadi sosok yang benar-benar memberi manfaat bagi sesama.

Mengenai surat yang dibacanya, Lhera menyampaikan, dia tak bisa memilih sendiri melainkan diacak dari panitia. ”Diacak satu hari sebelum lomba,” ujarnya yang tampil dengan busana kebaya hitam dengan bawahan lurik.

Sementara itu panitia kegiatan Kabid PPPA pada Dinas DP3A2KB Kabupaten Jepara, Mukaim mengatakan, ada tiga surat yang disiapkan panitia dalam lomba tersebut. ”Melalui lomba tersebut, peserta tidak sekadar membaca surat Kartini tapi bisa memahami dan menghayati apa yang disampaikan Kartini. Harapannya ide atau gagasan RA Kartini juga bisa diteruskan oleh perempuan pada generasi saat ini,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:34:26 +0700
<![CDATA[Cari Solusi Terbaik Atasi Masalah Nelayan Tradisional]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131589/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional_m_131589.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional_m_131589.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131589/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional

DUA minggu terakhir, persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional]]>

DUA minggu terakhir, persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional yang menjadi salah satu alat menangkap ikan yang dilarang digunakan menurut Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan. Kebijakan pelarangan penggunaan cantrang itu tercantum di dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets, yang sudah berlaku seak beberapa waktu lalu.

“Potensi perikanan tangkap dari kaum nelayan di Pati dan Rembang, khususnya daerah Juwana, itu sebenarnya besar. Tetapi, sekarang ada kondisi yang melanda nelayan. Ketika saya masuk ke wilayah nelayan, ternyata mereka menyampaikan, sejak dilarang menggunakan cantrang, mereka memang menjadi tiarap. Sebab, para nelayan di sana itu kebanyakan bergabung dengan nelayan-nelayan lain yang menggunakan kapal-kapal yang ternasuk jenis cantrang. Sejak ada kebijakan pemerintah yang melarang kapal-kapal jenis cantrang itu untuk menangkap ikan, pendapatan mereka menjadi turun drastis karena memang alat itulah andalan mereka,” kata Calon Anggota Legislatif dari Daerah Pemillihan (Dapil) Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, Blora), Bambang Haryanto.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu mengakui, pelarangan penggunaan cantrang itu memberi dampak cukup besar bagi nelayan. Hal itu mereka sampaikan kepada Bambang ketika MantanPanglima Divisi Infanteri 2/Kostraditu bertandang ke kampung nelayan, baru-baru ini. Bambang pun berpendapat, perlu ada solusi tentang pengganti cantrang jika memang alat tangkap ikan itu dilarang. Sehingga, para nelayan tetap bisa mencari ikan dengan baik. Sebab, jika hal itu dilarang, hasil tangkapan nelayan itu berkurang banyak sekali. Sedangkan pendapatan nelayan yang kecil-kecil itu sebelumnya pun sudah terbatas.

“Mereka menyampaikan kepada kami memang seperti itu. Kami belum bisa menjawab keluhan mereka, tetapi kami katakan, nanti akan kita carikan solusi terbaik jika kami duduk di lembaga legislatif. Tetapi memang ke depan perlu ada solusi soal penangkapan ikan oleh nelayan-nelayan tradisonal itu, terutama berkaitan dengan peraturan tentang jenis kapalnya, sistem perizinannya, atau alat tangkapnya,” ujarnya.

 

Standarisasi Alatnya

Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1984 yang berasal dari kecabangan Infanteri tersebut berpendapat, jika sekarang memang penggunaan cantrang dilarang, seharusnya ada solusi alternatif agar nelayan tetap dapat mencari nafkah dengan baik dan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Misalnya, batasi penggunaan alat menangkap ikan yang sejenis cantrang tetapi tak perlu melarangnya. Atau perbaiki tekniknya, agar ikan-ikan kecil yang berada di perairan tertentu tidak ikut terjaring.Cukup ikan-ikan besar saja yang terjaring.

“Yang saya pelajari, sistem cantrang itu dilarang karena ternyata ketika nelayan menggunakan cantrang, ikan-ikan kecil akan ikut terjaring sementara ikan-ikan kecil itu merupakan bibit-bibit ikan yang nantinya berpotensi untuk menjadi ikan besar. Artinya, penggunaan cantrang itu berpotensi merusak ekosistem. Sebab, dengan terjaringnya ikan-ikan kecil, akan berpengaruh terhadap produktivitas ikan itu sendiri. Yang kedua, hal itu akan berpotensi merusak karang-karang laut. Menurut saya, nanti perlu ada standarisasi mengenai alat tangkap ikan. Alatnya yang harus diatur dan distandarisasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menilai, perlu pengembangan arnada kapal ikan nasional yang berukuran di atas 50 GT dengan alat tangkap yang efisien dan ramah lingkungan. Hal itu perlu untuk memanfaatkan sumber-sumber daya ikan yang ada di wilayah-wilayah laut yang selama ini menjadi tempat pencurian ikan (illegal fishing) oleh nelayan-nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia. Nelayan tradisional yang sebagian besar masih miskin juga harus ditingkatkan kapasitas dan etos kerjanya.

 

Kemiskinan Problema Utama

Bambang menegaskan, ketika ia menyanggupi untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif dalam Pemilu 2019 ini, ia berniat untuk memajukan daerah-daerah di Indonesia, terutama daerah asal dia, yaitu Pati, Jawa Tengah. Sebab, ia menyebut, sangat paham bagaimana sulitnya kehidupan masyarakat bawah yang hidup di bawah garis kemiskinan, karena ia sendiri berasal dari masyarakat seperti itu. Bahkan, ia menyebut, ketika masih menjalani pendidikan di Akademi Militer Nasional, ia tak berani ke kantin karena khawatir tak mampu membayar lantaran merasa tak banyak punya uang.

Karena itu, Bambang menegaskan, jika terpilih menjadi Anggota DPR, ia akan memperjuangkan pembuatan regulasi yang berkaitan tentang masalah kemajuan daerah pedesaan. Khususnya peningkatan ekonomi, komunikasi, dan teknologi di pedesaan.

“Selama masa sosialisasi dan kampanye, saya lebih banyak masuk ke wilayah perdesaan. Mengapa? Orang desa itu murni. Sama dengan tentara, jika mengatakan ‘A’ artinya ‘A’. Begitulah orang desa. Ketika masuk ke sana, saya menerima respon masyarakat sangat positif. Saya datang sendiri dan menjelaskan sendiri maksud saya mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI,” katanya.

Bambang berkomitmen, akan mengabdikan diri demi kepentingan rakyat banyak dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Buat dia, menjadi politisi di lembaga legislatif merupakan ladang pengabdian selanjutnya, setelah selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai tentara. Di ladang pengabdian yang baru ini pun ia berkomitmen akan total berjuang.

“Kondisi ekonomi yang berkaitan dengan rakyat kecil akan saya perjuangkan. Program-program pembangunan yang bersifat pemberdayaan kondisi di pedesaan itu harus saya perjuangkan. Misalnya, kami akan perjuangkan peningkatan dana desa dan pembangunan-pembangunan yang menunjang perbaikan di sektor pertanian di pedesaan. Juga sistem distribusi dan transportasi serta pasar kita, khususnya di perdesaan, dan kualitas hidup terkait pendidikan serta masalah-masalah yang menyangkut kesehatan. Ini hal-hal yang akan saya perjuangkan untuk dibuat regulasinya,” ujarnya.

 

Dari Keluarga Miskin

Bambang mengenang, masa kecilnya dilalui di tiga desa di Pati, Jawa Tengah. Sebab, ketika itu ibunya tidak memiliki rumah sendiri. Jadi, mereka mengontrak rumah dan ketika masa kontraknya habis, mereka harus pindah ke rumah kontrakan yang lain. Bambang kecil melihat, bagaimana ibunya berjuang menghidupi sembilan anaknya yang masih kecil. Sebab, uang pensiun janda yang ibunya terima tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bersepuluh, sedangkan sang ibu saat itu tak punya penghasilan tetap. Ayah Bambang dulunya adalah seorang Anggota Polisi. Ia berdinas di Kesatuan Brimob. Pangkat terakhirnya adalah Pembantu Letnan Satu. Dari ayahnya itu pula ia mendapatkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesungguhan dalam berjuang.

“Ayah saya selalu mengatakan, orang tua hanya mendidik, membina, dan mengarahkan anak-anak. Tetapi tentang berhasil atau gagalnya anak-anaknya itu tergantung dirinya sendiri. Oleh karena itu, perlu bekal untuk berhasil. Apa bekalnya? Yang pertama adalah kualitas diri. Jangan sampai cacat, karena kualitas diri pribadi itu adalah modal. Yang kedua adalah ilmu pengetahuan. Tetapi kualitas diri pribadi dan ilmu saja tidak cukup. Harus disertai perjuangan. Dan perjuangan itu memiliki lima aspek. Satu, berkorban waktu. Dua, berkorban pikiran. Tiga, berkorban tenaga. Empat, berkorban perasaan. Dan lima, ketika kita sudah berhasil, kita harus mau mengorbankan materi dalam bentuk sedekah dan lain-lain. Berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Nasihat ayah saya itulah yang memotivasi saya untuk menjadi seorang fighter,” kisahnya.

Bambang berkisah, ayahnya sebagai Anggota Brimob ketika itu sering bertugas operasi. Ketika sedang menjalani salah satu tugas operasi di Kalimantan, yaitu Operasi Paraku, ia terkena tembak. Luka tembaknya sempat sembuh, tetapi meninggalkan sakit di tubuhnya sehingga enam tahun kemudian ia meninggal dunia saat sedang dinas di Lampung.

Ketika itu, tahun 1974, Bambang masih duduk di bangku kelas dua SMP. Saat itu, ia melihat, betapa pun sulitnya hidup mereka, ibunya sangat perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya. Sebab, sang ibu sangat yakin, pendidikan yang baik akan menjadi bekal yang cukup bagi anak-anaknya dalam menempuh hidup di masa depan. Selain itu, semangat juang sang ibu juga begitu menginspirasi anak-anaknya. Terutama Bambang.

“Melihat perjuangan ibu, saya termotivasi untuk menjadi pejuang juga. Saya bertekad, jika orang lain dapat belajar dua jam sehari, saya akan belajar lima jam sehari. Dan saya harus berprestasi karena kalau tidak, maka saya tidak akan menjadi apa-apa. Sejak itu, saya terus belajar dan berjuang. Alhamdulillah, di sekolah saya mendapat ranking yang bagus dan diterima di Akabri. Lalu saya lulus murni dengan prestasi. Begitu pula selama berkarir sebagai tentara, saya cukup punya prestasi hingga akhirnya pensiun sebagai jenderal berbintang dua,” kisahnya.

Bambang menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA di Lampung. Di Lampung, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan untuk membiayai sekolah dan hidup sehari-hari. Misalnya,ia pernah menjadi tenaga penyebar pamflet promosi film bioskop, kondektur angkot, pengumpul cengkeh di sebuah kebun di Lampung, dan lain-lain. Semua pengalaman itu membuat ia sangat menghargai arti kesungguhan dan perjuangan untuk meraih keberhasilan.

Usai lulus SMA Negeri 1 Lampung, ia mendaftar ke Akabri dan diterima. Lulus Akabri tahun 1984, ia Kemudian melanjutkan pendidikan di Seskoad dan berhasil lulus pada 1997 sebagai lulusan terbaik. Selanjutnya, Bambang melanjutkan pendidikan ke Lemhannas dan lulus ditahun 2012. Selama karir militernya, ia sempat memangku sejumlah jabatan penting. Di antaranya Asops Kasdam II/Sriwijaya (2007), Dirbindik Seskoad, Pamen Denma Mabesad (Untuk Dik Lemhannas TA 2012), Dirtap Sembelneg Debid Taplai Bangsa Lemhannas RI (2012), Danrem 174/Anim Ti Waninggap (2013), Pangdivif 2/Kostrad (2014), dan Staf Khusus Kasad (2015).

*) Penulis adalah Calon Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan).

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:28:13 +0700
<![CDATA[Di Kirab kebangsaan, Ganjar Orasi Persatuan, Marzuqi Pimpin Salawat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131588/di-kirab-kebangsaan-ganjar-orasi-persatuan-marzuqi-pimpin-salawat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/di-kirab-kebangsaan-ganjar-orasi-persatuan-marzuqi-pimpin-salawat_m_1555131390_131588.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/di-kirab-kebangsaan-ganjar-orasi-persatuan-marzuqi-pimpin-salawat_m_1555131390_131588.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131588/di-kirab-kebangsaan-ganjar-orasi-persatuan-marzuqi-pimpin-salawat

Kirab dan tausiyah kebangsaan yang digelar di Jepara kemarin berlangsung semarak. Meski batal dihadiri Habib Lutfi, namun terlihat hadir Gubernur Jateng.]]>

KOTA – Kirab dan tausiyah kebangsaan yang digelar di Jepara kemarin berlangsung semarak. Meski batal dihadiri Habib Lutfi bin Yahya, namun terlihat hadir Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan wakilnya Taj Yasin.

Kirab tumpeng kebangsaan mulai Pendapa Kabupaten Jepara hingga Stadion Gelora Bumi Kartini. Dalam kirab itu, ada tumpeng berwarna merah dan putih yang diarak. Ada pula peserta arak-arakan yang mengenakan berbagai busana daerah serta pasukan pembawa bendera merah putih. Kirab ini juga diikuti para pelajar dari berbagai tingkatan di Jepara.

Setibanya di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), acara berlanjut dengan pemotongan tumpeng Ganjar Pranowo. Ganjar juga sempat menyampaikan pesan untuk menjaga kesatuan NKRI. Acara diakhiri dengan shalawat bersama Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi.

Pada kesempatan itu, Ganjar Pranowo mengapresiasi warga Jepara yang menginisiasi kegiatan tersebut. ”Melalui kegiatan ini semua bersama-sama membangun kebersamaan, mengemukakan persatuan dan nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Ganjar menilai, kegiatan semacam ini diperlukan. ”Kita tentu merindukan suasana seperti ini di antara isu-isu politik yang membuat banyak hati tak nyaman. Di sini perbedaan bisa bersatu,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Maskur Zaenuri menyatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari sikap keprihatinan atas situasi yang berkembang menjelang pemilu. Pihaknya ingin mengajak agar perbedaan pilihan yang terlalu tajam tak berlarut-larut terjadi. “Kami berharap, kesadaran nilai-nilai kebangsaan lebih penting dari sekadar pilihan berbeda bisa dikedepankan,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:18:55 +0700
<![CDATA[TNI Bantu 22 Kloset bagi Warga Tak Mampu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131586/tni-bantu-22-kloset-bagi-warga-tak-mampu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/tni-bantu-22-kloset-bagi-warga-tak-mampu_m_1555130086_131586.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/tni-bantu-22-kloset-bagi-warga-tak-mampu_m_1555130086_131586.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131586/tni-bantu-22-kloset-bagi-warga-tak-mampu

Sebanyak 22 kloset dibagikan kepada warga di Desa Gelang, Keling Selasa (9/4) lalu. Pembagian dilakukan jajaran Koramil Keling. Babinsa juga ikut memasangnya.]]>

KELING – Sebanyak 22 kloset dibagikan kepada warga di Desa Gelang, Keling Selasa (9/4) lalu. Pembagian dilakukan jajaran Koramil Keling. Selain memberi bantuan kloset, Babinsa Serma Rosyidin juga ikut memasang kloset bagi penerima bantuan.

Tanpa canggung, Serma Rosyidin mengaduk semen dan pasir di belakang rumah warga RT 4 RW 2 Dukuh Watu Bengkah Desa Gelang, Keling, Tumijan. Usai mengaduk material, kloset dipasang di lokasi yang dikehendaki penerima bantuan. Dalam waktu sejam, kloset sudah terpasang.

Tumijan dan keluarga tak lagi buang air besar semarangan. Pasalnya jambanisasi program Koramil Keling sudah bisa dimanfaatkan. ”Sekarang tidak lagi pakai jamban di kebun. Sudah dibantu sanitasi jambannya lebih sehat. Terimakasih TNI,” kata Tumijan.

Komandan Kodim (Dandim) 0719/Jepara Letkol (Czi) Fachrudi Hidayat menjelaskan, jambanisasi tersebut merupakan program Karya Bakti TNI Semester 1 tahun 2019. Bantuan kepada warga untuk mendukung pemerintah mewujudkan masyarakat yang sehat.

Dengan jamban jongkok yang representatif, mampu mencegah bakteri yang menyebabkan penyakit tertentu. “Masih ada warga yang memiliki kemampuan finansial terbatas. Sehingga belum memiliki jamban yang sehat. Harapannya bisa memberi manfaat bagi keluarga yang menerima bantuan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:12:15 +0700
<![CDATA[Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj Ajak Warga Gunakan Hak Pilih di Pemilu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131585/ketua-pbnu-kh-said-aqil-siradj-ajak-warga-gunakan-hak-pilih-di-pemilu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ketua-pbnu-kh-said-aqil-siradj-ajak-warga-gunakan-hak-pilih-di-pemilu_m_131585.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ketua-pbnu-kh-said-aqil-siradj-ajak-warga-gunakan-hak-pilih-di-pemilu_m_131585.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131585/ketua-pbnu-kh-said-aqil-siradj-ajak-warga-gunakan-hak-pilih-di-pemilu

Ketua PBNU KH Said Aqil Sirodj mengajak semua warga Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.]]>

PURWODADI – Ketua PBNU KH Said Aqil Sirodj mengajak semua warga Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Hal itu, diungkapkan oleh usai acara Tabligh Akbar Polres Bersalawat, di lapangan Mapolres setempat Kamis (11/04) malam.

”Bagi seluruh Bangsa Indonesia bagi yang punya hak pilih mari sukseskan Pemilu. Jangan ada yang tidak andil dalam Pemilu. Kesempatan lima tahun sekali. Kepercayaan kepada partai politik yang kita pilih dan calon presiden yang kita percayai. Golput bukan pilihan yang benar. Pilih capres sesuai hati nurani. Pilih wakil rakyat sesuai hati nurani,” kata Said Aqil Siradj.

Dalam kesempatan itu,  tentang nasionalisme dan agama harus bersatu dan tidak dapat dipisahkan. Untuk itu perlu untuk saling bergandengan tangan agar tidak terjadi perpecahan di dalam negeri.

”Jangan mudah mengatakan bid'ah atau mengkafirkan orang lain belum tentu apa yg mereka kerjakan itu salah dan juga belum tentu yang kita kerjakan itu benar, untuk itu perlu mempererat ukhuwah islamiyah supaya tetap terjaga kerukunan dalam umat beragama,” ujarnya.

Ditambahkan, tidak boleh ada permusuhan karena beda agama, mazhab, atau beda keyakinan.  Kecuali bagi mereka yang melanggar hukum.

Sementara itu, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan menjelang pelaksanaan Pemilu tahun 2019.

”Diharapkan dapat tercipta situasi yang aman, damai dan sejuk di seluruh wilayah hukum Polres Grobogan. Baik sebelum, pada saat dan pasca Pilpres dan Pileg 2019,” ujar AKBP Choiron.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:06:09 +0700
<![CDATA[Resahkan Warga, Karaoke Bariyo Dipaksa Tutup]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131581/resahkan-warga-karaoke-bariyo-dipaksa-tutup https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/resahkan-warga-karaoke-bariyo-dipaksa-tutup_m_131581.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/resahkan-warga-karaoke-bariyo-dipaksa-tutup_m_131581.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131581/resahkan-warga-karaoke-bariyo-dipaksa-tutup

Ratusan warga Desa Getasrejo, Grobogan mendatangi kafe karaoke Bariyo di Jalan Purwodadi-Pati Kamis malam (11/4), karena telah meresahkan warga.]]>

GROBOGAN – Ratusan warga Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan mendatangi kafe karaoke Bariyo di Jalan Purwodadi-Pati Kamis malam (11/4). Mereka mendatangi karaoke tersebut karena telah meresahkan warga lingkungan sekitar.

Saat didatangi warga, kafe karaoke sudah ditutup pemiliknya. Diduga informasi kedatangan warga telah bocor. Sehingga warga saat datang, karaoke dalam keadaan tutup. Kedatangan warga ini karena setelah 4 bulan warga menunggu tindakan aparat pemerintah Kabupaten Grobogan untuk menutup kafe karaoke Bariyo.

Ketua RT 5 Dusun Sanggrahan, Desa Getasrejo, Sarjono mengatakan, kedatangan ratusan warga ke tempat karaoke lakukan penutupan sendiri karena tempat hiburan tersebut berada di tengah pemukiman warga. Keberadaan itu, sangat mengganggu kenyamanan warga dan berdekatan dengan tempat ibadah.

”Warga sudah lama mengingatkan agar tempat hiburan ditutup. Sudah empat bulan agar karaoke Bariyo ditutup. Tetapi sampai sekarang belum ada tindakan,” kata Sarjono.

Protes warga yang dilakukan, kata Sarjono yakni memberikan surat protes untuk segera menutup kafe karaoke kepada Satpol PP, Bupati, DPMTSP, Disporabudpar dan Camat.

”Karena surat dari RT dan RW tidak ada tanggapan. Maka mendatangi langsung dengan menutup kafe karaoke sebagai ungkapan protes. Biar tidak beroperasi lagi,” ujarnya.

Hal sama juga diungkapkan Mutholib Ketua RT 6 Dusun Sanggrahan mengaku merasa tidak nyaman dengan kehadiran tempat hiburan karaoke Bariyo. Warga kemudian melakukan aksi protes kepada pemerintah Kabupaten Grobogan yang lamban dan membiarkan kafe karaoke di tengah warga masih terus beroperasi.

”Kami mendatangi karaoke Bariyo sebagai aksi protes tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah,” terang dia. Sementara itu, dalam aksi mendatangi kafe karaoke mendapatkan pengamanan ketat dari aparat Polres Grobogan dan TNI serta Satpol PP Grobogan.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:57:10 +0700
<![CDATA[Antisipasi Servis Serang dari Lawan, Tim Voli Pantai Kudus Lakukan Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131578/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini_m_1555141867_131578.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini_m_1555141867_131578.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131578/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini

KUDUS – Tim voli pantai Kudus tengah fokus memperbanyak latihan penerimaan bola dari proses serangan lawan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi servis serang dar]]>

KUDUS – Tim voli pantai Kudus tengah fokus memperbanyak latihan penerimaan bola dari proses serangan lawan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi servis serang dari lawan. Sebab, servis serang ini di Popda tahun lalu sering diperagakan oleh lawan.

Penerapannya, dengan cara menerima servis-servis serang selama sesi latihan. Nantinya baik blocker atau defender memiliki tugas yang sama untuk membendung servis serangan ini.

Servis serangan dari lawan ini biasanya bakal mengincar pemain yang dirasa lemah dan langsung dicecar. Oleh karena itu, baik blocker atau defender harus sama-sama siap untuk menghadapi tekanan lawan dari servis serang ini.

Ketua Pengkab Voli Pantai Kudus Achsin Rois mengatakan, anak asuhnya sudah siap untuk meladeni serangan lawan dengan gaya main yang mengutamakan servis serang. ”Saya rasa anak-anak sudah siap untuk mengantisipasi servis serangan dari lawan di Popda Jateng nanti,” terang Rois.

Soal seberapa efektif serangan lawan ini tergantung dari kualitas servis lawan itu sendiri. Sementara soal lawan mana yang biasanya menggunakan gaya bermain servis serang, Rois belum mengetahui. Pasalnya, peta kekuatan lawan tahun lalu dengan tahun ini relatif berubah. Meski demikian, peta kekuatan lawa yang belum diketahui itu tak akan menjadi soal bagi anak asuhnya.

”Tidak masalah. Anak-anak sudah siap. Target tetap sama. Untuk putri juara I seperti tahun lalu, sedangkan putra bisa masuk final. Karena putra tahun lalu dapat perunggu,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:47:47 +0700
<![CDATA[Pansus I DPRD Grobogan Bahas Raperda Pembangunan Kepariwisataan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131577/pansus-i-dprd-grobogan-bahas-raperda-pembangunan-kepariwisataan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pansus-i-dprd-grobogan-bahas-raperda-pembangunan-kepariwisataan_m_131577.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pansus-i-dprd-grobogan-bahas-raperda-pembangunan-kepariwisataan_m_131577.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131577/pansus-i-dprd-grobogan-bahas-raperda-pembangunan-kepariwisataan

Pansus I DPRD Grobogan membahas tentang Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Grobogan bersama OPD terkait pada 5 dan 8 April lalu.]]>

GROBOGAN – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Grobogan membahas tentang Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Grobogan bersama OPD terkait pada 5 dan 8 April lalu. Pembahasan untuk raperda tersebut sudah hampir selesai setiap pasal Raperda yang dibuat.

Ketua Pansus I DPRD Grobogan Nur Ali Mursidi mengatakan, pembahasan Raperda tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten Grobogan telah hampir selesai. Pembahasan secara teknis untuk Raperda telah dibahas dengan OPD terkait.

”Prosesnya hampir selesai. Raperda ini memberikan jaminan dan peraturan pengelolaan Pariwisata di Kabupaten Grobogan,” kata Nur Ali Mursidi.

Setelah pembahasan selesai, Pansus akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten/Kota yang telah menerapkan raperda tersebut. Hal itu, dilakukan sebagai pembanding dan belajar untuk pengelolaan pariwisata  di Kabupaten Grobogan yang beraneka ragam. Seperti wisata religi seperti  makam Ki Ageng Selo, makam Ki Ageng Tarub, dan makam Ki Ageng Getas Pendowo. Mereka adalah makam pendiri-pendiri raja-raja di Jawa.

Selain itu, juga ada wisata alam. Diantaranya wisata lumpur Bledug Kuwu, Goa Lawa, Goa Macan, air terjung Gulingan, air tejun Widuri dan wisata Purbakala di Desa Banjarejo, Gabus. Tidak hanya wisata alam, Kabupaten Grobogan juga mempunyai banyak wisata yang dikelola BUMDes yang sekarang digeliatkan.

”Rencana Kunker usulan ke Kabupaten Tuban. Harapanya bisa diaplikasikan dan menjadi rujukan untuk wisata,” terang dia.

Nur Ali Mursidi menambahkan, adanya Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Grobogan bisa menjadikan acuan dalam menerapkan, menginventarisir, dan acuan dalam pengelolaan wisata di Kabupaten Grobogan. Hasil dari Raperda bisa menjadikan semangat pengembangan pariwisata di Grobogan bisa meningkat.

”Pembahasan ini akan kami terus kita genjot. Agar penyelesaiannya untuk Raperda bisa cepat selesai dan disahkan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:47:46 +0700
<![CDATA[Ini Perlunya Pekerja Ikuti Bimtek dan Pelatihan Konstruksi Bangunan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131571/ini-perlunya-pekerja-ikuti-bimtek-dan-pelatihan-konstruksi-bangunan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ini-perlunya-pekerja-ikuti-bimtek-dan-pelatihan-konstruksi-bangunan_m_131571.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ini-perlunya-pekerja-ikuti-bimtek-dan-pelatihan-konstruksi-bangunan_m_131571.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131571/ini-perlunya-pekerja-ikuti-bimtek-dan-pelatihan-konstruksi-bangunan

Puluhan pekerja dari berbagai CV mengikuti bimtek dan pelatihan konstruksi bangunan. Para pekerja peserta pelatihan itu nantinya bisa ikut mengerjakan proyek.]]>

KOTAPuluhan pekerja dari berbagai CV mengikuti bimbingan teknis (bimtek) dan pelatihan konstruksi bangunan. Para pekerja peserta pelatihan itu nantinya bisa ikut mengerjakan proyek dari pemerintah karena dinyatakan sudah kompeten.

Kabag Administrasi pembangunan Setda Blora Pitoyo mengungkapkan, bimtek seperti ini dilaksanakan sekali dalam setahun. Tujuannya untuk memberikan pembekalan dan melatih para pekerja agar benar-benar paham serta memiliki kapasitas yang mumpuni dalam bidang konstruksi bangunan.

Sehingga setelah pelatihan, mereka akan mendapatkan sertifikat sebagai bentuk keahliannya. ”Sertifikat ini nantinya bisa digunakan untuk mengikuti lelang proyek. Sebab ini merupakan salah satu syaratnya. Yaitu tenaga yang sudah kompeten,” imbuhnya.

Dalam pelatihan itu, para peserta diminta langsung mempraktikkan mendirikan bangunan mulai dari nol. Yaitu membuat pondasi bangunan. Para peserta juga langsung mengikuti dan melaksanakan instruksi dari instruktur. Praktiknya, peserta memanfaatkan lahan di belakang Kantor Bupati Blora.

Dia menambahkan, setiap kali pelatihan biasanya ada 30 orang. Meski begitu kontraktor biasanya juga mengadakan kerja sama dan pelatihan dengan pihak ketiga secara mandiri. ”Kalau ini dibiayai oleh APBD. Gratis. Namun terbatas orangnya,” terangnya.

Pitoyo mengaku, tidak semua peserta yang ikut bisa lulus. Berdasarkan pengalaman, pernah yang gagal dan tidak lulus. Sebab, peserta tidak menguasai dan tak kompeten dalam bidang ini. ”Ada wawancara, praktik, dan pengujian dari tim ahli,” ucapnya di sela-sela praktik. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:22:57 +0700
<![CDATA[UNBK SMP di Blora Diikuti 12.874 Siswa dan 145 Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131569/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah_m_1555126730_131569.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah_m_1555126730_131569.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131569/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP tinggal sepekan lagi. UNBK tersebut rencananya diikuti oleh 12.874 siswa, baik dari SMP maupun MTs.]]>

KOTAPelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tinggal sepekan lagi. UNBK tersebut rencananya diikuti oleh 12.874 siswa, baik dari SMP maupun MTs.

UNBK tingkat SMP digelar pada 22 hingga 24 April mendatang. Untuk itu, Disdik terus melakukan berbagai persiapan agar bisa menyukseskan UNBK tersebut. Mulai dari rakor dengan Kemenag, kepala SMP/MTs, dan operator ujian  SMP/MTs se-Kabupaten Blora, hingga pendalaman materi essensial bagi guru mapel UN SMP dan MTs.

Selain itu, pembekalan proktor dan teknisi UNBK jenjang SMP/MTs. Simulasi UNBK SMP/MTs, penyusunan soal try out, koordinasi dengan Telkom dan PLN, DPUPR juga dilaksanakan. Untuk memastikan, tak ada listrik padam ketika pelaksanaan UNBK.

”Semuanya sudah kami persiapkan dengan matang. Ini masih terus berjuang untuk menyukseskan UNBK yang tinggal meghitung hari,” terang Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sugiyanto kemarin.

Berdasarkan data dari Disdik Kabupaten Blora, ada 12.874 siswa dari 145 sekolah yang bakal mengikuti UNBK tahun ini. Rinciannya, 8.628 siswa berasal dari SMP negeri. Kemudian, 1.201 siswa dari SMP swasta. Lalu, 197 siswa MTs negeri dan 1.848 siswa MTs swasta.

”Ada empat pelajaran saat UNBK nanti. Yaitu bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA,” jelasnya

Dia menambahkan, bantuan komputer bagi sekolah-sekolah swasta maupun negeri juga sudah didistribusikan. Totalnya mencapai 800-an unit. Dia berharap, pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan dengan lancar dan hasil yang memuaskan. Apalagi sudah dipersiapkan sejak dini. ”Memang tidak bisa sama. Harus adil dan merata,” jelasnya.

 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:17:25 +0700
<![CDATA[Teknis Ujian Nasional Tersangka Begal Belum Jelas, Ini Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131568/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya_m_131568.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya_m_131568.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131568/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya

Teknis pelaksanaan ujian nasional (Unas) tersangka begal di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di timur Taman Oasis yang berinisial MZ belum ada kejelasan.]]>

KOTA – Teknis pelaksanaan ujian nasional (Unas) tersangka begal di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di timur Taman Oasis yang berinisial MZ belum ada kejelasan. Berdasarkan informasi, tersangka yang tercatat sebagai siswa kelas IX salah satu MTs swasta di Kudus akan menjalankan Unas di Mapolres Kudus. Sedangkan tersangka lain berinisial NB memang tidak dapat mengikuti ujian karena selama dua bulan membolos.

Sebelumnya, terjadi tindak pidana curas yang dilakukan tujuh remaja pada Selasa (2/3) lalu. Mereka melakukan pembegalan sekaligus mencuri motor korbannya di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis. Korban maupun tujuh tersangka ini rupanya masih berusia di bawah umur. Salah satu diantara tersangka yang berinisial MZ rencananya akan menjalankan Unas. Namun teknis pelaksanaannya hingga kini belum jelas. 

Namun, ada beberapa rencana ujian. Salah satunya MZ bisa mengikuti Unas dengan cara paper atau ujian kertas. Berhubung seluruh MTs sudah berbasis komputer, maka MZ dimasukkan kategori sekolah luar biasa (SLB).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo melalui Kabid Dikdas Suharto mengatakan, masih melakukan koordinasi dengan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP. ”Kami belum tahu seperti apa teknisnya. Namun kami tentu akan membicarakannya lebih lanjut dengan Kepala Dinas sekaligus MKKS. Jadi, kami belum bisa jawab sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi melalui Kasi Pendidikan Madrasah Suhadi menerima info kalau ada dua siswa MTs terlibat begal dari grup pengawas.

”Saya langsung menemui kepala sekolah yang bersangkutan. Dan, ternyata keduanya kelas IX yang harus menjalani ujian nasional (Unas), tetapi dengan berbagai pertimbangan yang diperbolehkan ikut ujian hanya satu siswa yakni MZ, karena siswa satunya yang diketahui berinisial MB tidak diperkenankan ikut ujian karena tidak terpenuhi syarat-syarat ikut ujian, ulangan harian dan sebagainya sering tidak mengikuti,” tandasnya.

Suhadi mengatakan, sekolah menjadi rumah kedua mendidik anak. Namun, yang paling utama adalah keluarga. Berdasarkan informasi yang didapat, kedua siswa tersebut berada di lingkungan keluarga yang tidak utuh dan kurang perhatian.

”Kami mengimbau untuk memantau anak didik, tapi kalau sudah berada di luar sekolah memang sudah menjadi tanggung jawab keluarga. Jadi, harus ada kerja sama yang baik antara sekolah dengan orang tua,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:09:13 +0700
<![CDATA[Pasar Kliwon Bakal Manjakan Pengunjung dengan Penambahan Fasilitas AC]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131565/pasar-kliwon-bakal-manjakan-pengunjung-dengan-penambahan-fasilitas-ac https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pasar-kliwon-bakal-manjakan-pengunjung-dengan-penambahan-fasilitas-ac_m_131565.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pasar-kliwon-bakal-manjakan-pengunjung-dengan-penambahan-fasilitas-ac_m_131565.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131565/pasar-kliwon-bakal-manjakan-pengunjung-dengan-penambahan-fasilitas-ac

Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas di sejumlah pasar tradisional. Salah satunya pasar Kliwon.]]>

KOTA – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas di sejumlah pasar tradisional. Salah satunya pasar Kliwon. Setelah adanya eskalator, kini pasar yang mendapat penghargaan sebagai pasar ramah difabel itu akan ditambah AC.

Wacana ini disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti kemarin. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk semakin memanjakan pengunjung. Sehingga kenyamanan mereka saat berada di Pasar Kliwon terjamin. ”Rencananya kami akan aplikasikan secara bertahap. Mulai dari blok A dulu,” katanya.

Pengadaan mesin pendingin ruangan itu akan dianggarkan dalam APBD. Terkait biaya listriknya, nanti akan dibebankan kepada para pedagang. Hal ini diakuinya telah dikomunikasikan kepada para pedagang. Mereka pun menyambutnya dengan positif.

Terkait anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan hal ini memang tidak sedikit. Namun hal itu tetap akan diupayakan. Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pematangan konsep. Dalam rinciannya, setiap 15 meter pemasangan membutuhkan dana sekitar Rp 134 juta.

”Kami belum bisa merealisasikannya. Sebab belum ada anggarannya. Nanti akan kami anggarakan dalam anggaran perubahan. Semoga bisa terealisasi tahun ini,” jelasnya.

Sudiharti berpesan, ketika rencana ini terealisasi, pihaknya berharap baik pedagang dan pengunjung dapat bersifat kooperatif. Artinya, mereka harus ikut menjaga dan merawat fasilitas yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. ”Kami harap semua bisa ikut bertanggung jawab agar bisa awet,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 09:42:38 +0700
<![CDATA[Pakai Jurus Bantu Warga hingga Bagikan Buku Antihoax]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131557/pakai-jurus-bantu-warga-hingga-bagikan-buku-antihoax https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pakai-jurus-bantu-warga-hingga-bagikan-buku-antihoax_m_131557.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/pakai-jurus-bantu-warga-hingga-bagikan-buku-antihoax_m_131557.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131557/pakai-jurus-bantu-warga-hingga-bagikan-buku-antihoax

Dunia politik saat ini dipenuhi dengan orang-orang dari kalangan entertainment dan atlet. Beberapa daerah pemilihan (dapil), termasuk Jateng 2.]]>

Dunia politik saat ini dipenuhi dengan orang-orang dari kalangan entertainment dan atlet. Beberapa daerah pemilihan (dapil), termasuk Jateng 2 (Kudus, Jepara, Demak) ada dua caleg artis, Tamara Geraldine dan Dina Lorenza Audria serta legenda atlet bulu tangkis Harijanto Arbi.

 

HARIJANTO Arbi menjadi juara dunia bulu tangkis pada 1995. Kemudian meraih gelar pemain bulu tangkis putra terbaik dunia versi Badminton World Federation (BWF). Prestasi lainnya, menjuarai All England 1993 dan 1994, Jepang Terbuka 1993 dan 1995, serta Hongkong Terbuka 1994 dan 1995. Hari- sapaan akrabnya- juga dipercaya untuk memperkuat tim Indonesia yang memenangkan Piala Thomas 1994, 1996, 1998, dan 2000.

Itulah catatan suksesnya di dunia tepok bulu. Usai gantung raket, dia menggeluti usaha peralatan olahraga. Kini, dia mencoba masuk ke ”dunia lain,” dunia politik.

Dia mengatakan, keputusannya untuk berkecimpung ke dunia politik karena ingin memperjuangkan nasib-nasib para atlet yang sudah purna. Sebab, perhatian pemerintah masih kurang kepada mereka. Padahal sudah mengharumkan nama Indonesia sampai tingkat dunia.

”Saya ingin memperjuangkan kesejahteraan atlet dan mantan atlet. Misalnya Ellyas Pical yang dulu dielu-elukan, tetapi sekarang nasibnya kurang beruntung. Banyak Ellyas-Ellyas lain di luar sana yang mengharumkan nama Indonesia, tetapi setelah pensiun tidak sejahtera,” ungkap caleg nomor urut 1 DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dapil Jateng 2 ini.

Dia juga bercerita awal niatnya terjun ke dunia politik sempat tidak diizinkan ibunya. Tapi, setelah dia menjelaskan, akhirnya restu orang tua mengalir padanya hingga sekarang selalu mendukung kegiatannya.

”Ibu saya itu takut kalau saya ditangkap KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Namun, setelah saya jelaskan kalau saya gabung di partai yang platformnya antikorupsi (PSI), akhirnya beliau mengerti,” terangnya.

Dia mengatakan, memilih Dapil Jateng 2 yang di dalamnya ada Kabupaten Kudus, karena tanah kelahirannya dan sudah menyatu di hatinya. Selain Kudus, daerah pemilihannya adalah Jepara dan Demak. Namun, menurutnya yang menjadi lumbung suara sudah pasti di Kudus. ”Semua diharapkan bisa menjadi sumber suara. Karena dua daerah lain juga penting," tegasnya.

Hari melakukan pendekatan ke masyarakat dengan kegiatan-kegiatan bakti sosial dan blusukan ala Presiden Joko Widodo (Jokowi), sehingga mengetahui keadaan langsung masyarakat. Selain ingin berjuang untuk atlet, dia juga akan memperjuangkan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.

”Karena itu banyak kegiatan sosial yang kami laksanakan. Misalnya operasi bibir sumbing, operasi katarak, dan lain-lain. Ternyata semua dibutuhkan masyarakat. Saya senang sekali bisa membantu,” imbuhnya.

Sementara dari sosok entertainment, di antaranya Tamara Geraldine. Dia menjadi caleg DPR RI dari PDI Perjuangan nomor urut 5 Dapil Jateng 2. Sejak memutuskan diri sebagai caleg, dia ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat.

Tamara dikenal sebagai presenter yang telah memandu banyak acara. Terutama acara olahraga yang memang menjadi kelebihannya. Di antaranya, presenter Italian League, Bundesliga, Champion Cup, Euro Cup, dan World Cup 2004. Dia juga pernah menjadi presenter acara gosip bersama Edwin, Go Show; Game Zone; Ari Wibowo Cari Pembantu; dan Pernik.

Keberhasilannya menjadi presenter dibuktikan dengan diraihnya penghargaan untuk kategori Best Female Sport Presenter untuk Panasonic Award. Tak tanggung-tanggung, hingga lima kali berturut-turut. Pada 2000 hingga 2004.

Selain cuap-cuap, Tamara juga pintar menulis. Bukunya yang sudah terbit, kumpulan 12 cerpen yang berjudul Kamu Sadar dan Saya Punya Alasan untuk Selingkuh Kan Sayang? (2003). Selain itu, bersama fotografer Darwis Triadi, dia membuat buku biografi untuk sahabatnya, Yuni Shara - 35 Cangkir Kopi (2007).

Sementara saat mulai terjun ke dunia politik, sejak September 2018 ia bertekad untuk menemui setidaknya 500 orang setiap harinya. Selain untuk menggalang dukungan suara pada 17 April nanti, juga menyosialisasikan pemilu cerdas.

Dia mengaku, tekadnya ini bukan sekadar keinginan belaka. Bersama tim suksesnya, mantan artis itu setiap hari berkeliling dari desa-desa di dapilnya. ”Kalau target saya harus bertemu minimal 500 orang. Hingga tanggal 7 April sebelum saya kembali ke Jakarta. Saya sudah bisa bertemu dan mencerdaskan 22 ribu masyarakat di Kudus, Jepara, dan Demak,” ujarnya.

Sosialisasi yang dilakukannya ini, bertujuan untuk membuat masyarakat agar bisa melek pemilu. Dalam setiap kehadirannya, ia selalu memberikan penjelasan detail terkait bahaya hoax hingga menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak golput. Dalam setiap sosialisasinya ia selalu membagikan buku berjudul Tim Anti Hoax Jokowi. Buku saku itu, digunakan untuk menepis kabar hoax tentang Jokowi. Buku ini juga berisi panduan kartu suara.

Tak hanya itu, ia juga berulang kali berpesan kepada masyarakat agar tidak memilih pemimpin yang tidak bersih alias korupsi. ”Jangan mau pilih pemimpin yang bermain money politics. Ketika tetap memilih orang-orang seperti itu, sama halnya dengan mengizinkan koruptor melenggang di kursi parlemen. Nanti akan merugikan masyarakat sendiri,” katanya.

Tak hanya itu, Tamara juga berusaha membuka mata pemilih agar tak salah menentukan pilihan. Menurutnya, caleg yang layak dipilih merupakan pemimpin yang mau turun menyapa rakyat. Tak hanya saat kampanye, tapi juga ketika sudah menjabat.

Sosialisasi ini dirasa perlu dilakukannya. Tujuannya untuk terjun ke politik, salah satunya untuk membuat masyarakat cerdas menjalankan perannya dalam pemilu April mendatang. ”Setidaknya saya bisa menggagalkan nenek-nenek untuk golput. Saya yakinkan bahwa memilih siapapun tak ada sangkut pautnya dengan halal haram,” jelasnya.

Ketika nanti terpilih sebagai DPR RI, Tamara mengaku akan konsen di bidang kesehatan dan pendididkan. Perjuangannya dengan memberikan penyuluhan tentang narkoba di seluruh Indonesia sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir. Hal ini pula yang membuat partai menempatkan Tamara di Kudus yang menjadi kota nomor III dengan pengguna narkoba terbesar di Indonesia. Sedangkan Jepara berstatus gawat narkoba dan Demak yang masih belum memiliki nomor dan berharap tak akan pernah kebagian nomor.

”Suatu saat saya pengen ada rumah besar di tiap kota di Indonesia untuk semua pelajar bersih tanpa narkoba. Pelajar dapat berekspresi dan bereksplorasi. Nanti pemerintah yang fasilitasi sampai ke pelosok negeri. Jika saya tidak mampu membuat Indonesia bersih narkoba, saya perkuat generasinya” tuturnya.

Satu lagi sosok caleg yang membuat ”bening” surat suara pemilihan DPR RI di Dapil Jateng 2, Dina Lorenza Audria. Sebelum masuk ke percaturan politik, perempuan yang kini berkerudung ini, moncer lewat sinetron Gerhana dengen perannya sebagai Bulan, pacar Gerhana (pemeran utama). Selain itu, sinetron lain yang dibintangi di antaranya Buce Li, Kodrat, Putri yang Terbuang, Soleha, dan Tukang Bubur Naik Haji The Series. Dia juga pernah menjadi presenter acara Hot Shot.

Akhir-akhir ini, wajahnya sering nampang di pinggir-pinggir jalan berwujud baner. Ya, dia mencoba peruntungan menjadi caleg nomor urut 1 lewat Partai Demokrat di Dapil Jateng 2. Semangat yang diusung fokus program memperjuangkan perempuan agar memiliki peranan yang tak kalah dengan laki-laki.

Menurut Sekjen DPC Partai Demokrat Kudus Mardijanto, Dina Lorenza terbilang mumpuni sebagai seorang caleg. Nama besar sebagai publik figur juga digadang-gadang menjadi poin lebih. ”Dina Lorenza bisa dikatakan punya potensi, punya nama besar, dan sudah matang,” terangnya.

Disinggung soal program, Dina akan condong ke beberapa program milik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Di antaranya biaya listrik murah dan harga bahan bakar minyak (BBM) turun.

Sejauh ini sosialisasi terus digencarkan caleg kelahiran Jakarta, 22 Mei 1975 itu. Utamanya di Jepara. Usut punya usut, wilayah Jepara dirasa sebagai lumbung suara paling utama. Sebab, Jepara yang mayoritas masyarakatnya diklaim suka dengan caleg berlatar belakang publik figur.

Sementara Kudus menempati posisi kedua potensi suara. Ditargetkan meraup 30.000 suara. Sebab, Kudus diklaim sudah lebih maju dan kurang begitu tertarik dengan caleg berlatar belakang artis. Sementara di posisi ketiga ada Demak.

Untuk merealisasikan hal itu, DPC Partai Demokrat Kudus bahu-membahu dan berkolaborasi dengan caleg DPRD Jateng dan kabupaten agar Dina Lorenza dapat mengisi slot DPR-RI periode 2018-2024.

Terpisah, Dina Lorenza mengatakan, dirinya selama menjalani sosialisasi memang dilakukan secara go show. ”Agenda biasanya sebatas muter-muter untuk sosialisasi. Tapi itu kami lakukan secara go show,” terangnya.

Sebelumya Dina pernah berkunjung ke Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jateng olahraga di aula SMP 1 Muhammadiyah Kudus beberapa waktu lalu. (vga)

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 09:13:31 +0700
<![CDATA[Partai Demokrat Fasilitasi Nelayan Perahu Mesin di Pantai Bondo]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131551/partai-demokrat-fasilitasi-nelayan-perahu-mesin-di-pantai-bondo https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-demokrat-fasilitasi-nelayan-perahu-mesin-di-pantai-bondo_m_131551.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-demokrat-fasilitasi-nelayan-perahu-mesin-di-pantai-bondo_m_131551.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131551/partai-demokrat-fasilitasi-nelayan-perahu-mesin-di-pantai-bondo

Jajaran pengurus Partai Demokrat menemui masyarakat nelayan di Pantai Desa Bondo, Bangsri. Sebuah kapal mesin nelayan milik Partai Demokrat diserahkan nelayan.]]>

JEPARA – Jajaran pengurus Partai Demokrat menemui masyarakat nelayan di Pantai Desa Bondo, Bangsri, kemarin. Sebuah kapal mesin nelayan milik Partai Demokrat diserahkan kepada perwakilan nelayan untuk bisa dimanfaatkan melaut. Secara simbolis penyerahan diberikan kepada salah satu relawan militan Partai Demokrat, Usman, 64.

Usman sebelumnya menggunakan rakit yang terbuat dari potongan kayu. Setiap hari ia melaut dengan menggunakan pancing tangan. Uniknya, di rakit miliknya terdapat bendera Partai Demokrat. Ia mengaku sebagai pengagum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat. Hingga akhir tahun lalu, salah satu kader bertemu Usman di tengah laut.

Lalu dihubungkan kepada SBY, bahwa di Jepara ada militan Partai Demokrat. ”Lewat sambungan telepon saya berbicara langsung kepada beliau (SBY, Red). Saya sampaikan minta bantuan kapal nelayan supaya bisa melaut. Selama ini saya pakai rakit seadanya,” kata Usman.

Sekretariat Fraksi Partai Demokrat DPR RI Didik Mukrianto didampingi Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Jepara M. Latifun hadir pada acara silaturrahmi dengan nelayan tersebut. Hadir pula, tokoh-tokoh partai seperti Hendro Martojo dan Helmy Turmudzi.

Sekretariat Fraksi Partai Demokrat DPR RI Didik Mukrianto mengatakan, tekad dan kenekatan seperti itu semata-mata untuk dapat meneruskan kehidupan yang masih amat sulit di negeri ini. Hingga akhirnya ia meneruskan melaut menggunakan rakitnya.

”Beliau Pak Usman jadi inspirasi bagi kita. Keteguhannya dalam menyukupi kebutuhan keluarga patut dicontoh. Apalagi beliau simpatisan Partai Demokrat yang militan. Semoga kapal nelayan milik partai ini bisa dimanfaatkan Pak Usman dan nelayan lain untuk melaut,” katanya.

Sementara itu, M. Latifun menambahkan, Partai Demokrat mengapresiasi kecintaan Usman terhadap SBY dan Partai Demokrat. Hal ini membuktikan Partai Demokrat masih menjadi harapan besar rakyat termasuk nelayan dalam memperjuangkan nasib mereka. ”Masyarakat rindu masa pemerintahan SBY. Harapannya melalui perwakilan di legislatif bisa melanjutkan kebijakan yang memihak kepada masyarakat,” terangnya.

Terpisah, Usman bercerita mengenai bendera Partai Demokrat yang ada di rakitnya. Bendera itu ia dapat dari temannya. Usman menjelaskan, begitu kagumnya ia kepada SBY dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ”Sing ora iso dilalekke seko Pak SBY iku wibawane,” jelasnya saat mengenang SBY saat menjabat sebagai Presiden RI ke-6.

Ia pun mengungkapkan begitu kagum dan begitu mengidolakan sosok SBY. Karena keterbatasan ekonomi, memaksanya hingga melaut dengan rakit yang ia dayung dengan tangannya sendiri. Karena ia tak mampu membuat atau membeli perahu bermesin.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:57:08 +0700
<![CDATA[Partai Nasdem Jateng Kirim 22 Armada Kampanye Capres 01 ke SUGBK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131548/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk_m_131548.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk_m_131548.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131548/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk

Partai Nasdem turut memeriahkan kampanye Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01 Jokowi-Amin di SUGBK jakarta.]]>

SEMARANG – Partai Nasdem turut memeriahkan kampanye Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01 Jokowi-Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Yakni dengan mengirimkan 22 armada kampanye dari Partai Nasdem Jawa Tengah (Jateng).

Hal ini diungkapkan Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso kemarin. Pihaknya menyiapkan armada kampanye yang diberangkatkan menuju SUGBK. Armada wilayah Jateng Selatan kumpul di Semarang. Kemudian bersama-sama dengan armada yang dari Brebes. ”Sedangkan yang dari Jakarta nanti ketemu langsung di SUGBK,” jelasnya.

Sementara itu, berbagai daerah di Jawa Tengah yang datang, di antaranya dari Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Boyolali.

Menurutnya, sebagai salah satu partai pengusung Jokowi-Amin, Partai Nasdem mempunyai tanggung jawab dalam menyukseskan dan memeriahkan acara kampanye akbar yang akan digelar hari ini. ”Nasdem sebagai salah satu partai pengusung siap bertanggung jawab dalam menyukseskan acara akbar ini. Apapun akan kita lakukan agar acara berjalan lancar,” imbuhnya.

Ketua DPW Garda Pemuda Nasdem Jateng Dandan Febri Herdiana menambahkan, tujuan Partai Nasdem mengikuti kampanye akbar adalah untuk mendukung dan memeriahkan acara kampanye Capres-Cawapres 01 Jokowi-Amin di SUGBK, Senayan, Jakarta. ”Kampanye Jokowi-Amin ini diperkirakan dihadiri ratusan ribu relawan dan simpatisan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:46:13 +0700
<![CDATA[Temukan Bapak-Bapak Stroke, Gubernur Ganjar: Saiki Gowo Rumah Sakit!]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131541/temukan-bapak-bapak-stroke-gubernur-ganjar-saiki-gowo-rumah-sakit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/temukan-bapak-bapak-stroke-gubernur-ganjar-saiki-gowo-rumah-sakit_m_131541.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/temukan-bapak-bapak-stroke-gubernur-ganjar-saiki-gowo-rumah-sakit_m_131541.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131541/temukan-bapak-bapak-stroke-gubernur-ganjar-saiki-gowo-rumah-sakit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di RT 17/RW 4, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara.]]>

JEPARA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) di RT 17/RW 4, Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara. Saat memberikan bantuan itu, Ganjar tidak sengaja menemukan seorang bapak-bapak bernama Muhtar, 65, yang terkena stroke. Namun, belum dibawa ke rumah sakit karena terkendala biaya. Padahal, Muhtar sudah menderita stroke sejak empat bulan lalu.

Seketika itu, Ganjar langsung memerintahkan agar pihak keluarga membawa Muhtar ke rumah sakit. Tanpa pikir panjang, Ganjar langsung meminta ajudannya untuk mencarikan ambulans terdekat dan membawa Muhtar berobat ke rumah sakit. ”Ayo saiki gowo ning rumah sakit (ayo sekarang bawa ke rumah sakit). Masalah biaya dipikir belakangan. Sudah punya Kartu Indonesia Sehat (KIS) kan?" tegasnya.

Awalnya, Ganjar datang ke salah satu rumah warga Batealit, Ali Maftukhin. Di rumah itu, Ganjar ingin memberikan bantuan renovasi RTLH kepada Ali, karena rumahnya belum layak huni. Selain memberikan bantuan RTLH, kedatangan Ganjar ke rumah Ali juga ingin menengok anak Ali, Sara Asyka Larasati yang menderita jantung bocor. Asyka yang baru berusia 14 bulan itu, harus dioperasi.

PEKA DENGAN RAKYAT KECIL: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengawal Muhtar yang menderita stroke. Muhtar berangkat berobat ke rumah sakit dengan dibopong anaknya. (HUMAS SETDA PROVINSI JATENG FOR RADAR KUDUS)

Setelah memberikan bantuan RTLH dan hendak melanjutkan perjalanan, Ganjar diserbu warga untuk bersalaman dan berfoto bersama. Saat itu, tak sengaja ada salah satu warga yang mengatakan jika orang tua Ali Maftukhin juga sedang sakit parah. ”Itu bapaknya juga sakit, Pak. Kena stroke. Sudah empat bulan, tapi belum diperiksa ke rumah sakit," lapor warga.

Mendengar itu, Ganjar langsung masuk ke dalam rumah Muhtar yang berdempetan dengan rumah Ali. Di dalam rumah itu, Ganjar melihat Muhtar yang tergeletak di ranjang karena tidak bisa berjalan. ”Mas iki bapake sampean (Mas ini bapak sampean). Wis saiki digendong, gowo rumah sakit (sekarang gendong bapaknya, bawa ke rumah sakit). Gowo KTP sama KK-nya, biar didampingi dari bidan desa," kata Ganjar.

Ganjar meminta warga untuk saling memperhatikan keluarga dan tetangga. Jika ada yang sakit, warga diminta untuk saling membantu pengobatan ke rumah sakit. ”Nah, ini kebetulan ketahuan. Mudah-mudahan segera ditangani, cepat sembuh, dan semoga ini menjadi Jumat Berkah bagi keluarga Pak Ali ini. Ndilalah ini ambulans sudah siap, puskesmas sudah siap, dokternya juga sudah siap. Jadi benar-benar berkah," ucap Ganjar diamini warga dengan kompak.

Tak lupa, Ganjar berpesan kepada Ali untuk merawat orang tuanya itu. Hal itu merupakan kewajiban anak, karena dahulu saat kecil juga dirawat dengan baik. ”Saya titip pesan, dulu cilikane sampeyan digendong karo bapakmu-ibumu (dulu kecilmu sering digendong oleh bapak ibumu). Saiki gantian bapake sing digendong (sekarang gantian bapaknya digendong). Tolong diurusi ya, gantian saiki ngurusi bapake nganti sehat (gantian sekarang mengurusi orang tua sampai sehat)," pesan Ganjar.

Langsung saja Ali menggendong bapaknya masuk ke dalam ambulans. Didampingi keluarga dan beberapa warga, Ali membawa Muhtar menuju ke rumah sakit. ”Memang sakit sudah lama, sudah empat bulan kena stroke. Itu sudah tidak bisa jalan, tapi belum dibawa ke rumah sakit," kata Nanik Arifatun Asikoh, 33, keponakan Muhtar.

Nanik mengatakan, Muhtar belum dibawa ke rumah sakit karena terkendala biaya. Meskipun sudah memiliki KIS, namun keluarga menganggap pengobatan membutuhkan biaya besar. ”Senang sekali ini tadi langsung dikawal Pak Ganjar untuk berobat. Semoga paman saya bisa sembuh dan kembali sehat, bisa berjalan," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan bantuan dua RTLH kepada warga Jepara. Bantuan pertama diberikan kepada keluarga Endi Ribowo di Desa Ngabul. Bantuan RTLH kedua diberikan kepada Ali Maftukhin.

Sebelumnya, Ganjar menyerahkan Bantuan Gubernur Tahun 2019 untuk perseorangan/lembaga penerima bantuan se-Kabupaten Jepara Tahun 2018 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Jepara. Bantuan yang diserahkan antara lain untuk peningkatan jalan, penataan objek wisata, beasiswa, rehab RTLH, hingga bantuan keuangan pada 239 desa.

Pada rangkaian roadshow ini, Ganjar juga menyerahkan insentif pada guru ngaji di Jepara. Sebanyak 11.758 orang guru ngaji menerima insentif yang diserahkan di Ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang.

Sebelumnya, penyerahan insentif sudah dilakukan di sejumlah daerah oleh Ganjar dan Wagub Taj Yasin. Antara lain di Kota Semarang, Kota dan Kabupaten Magelang, Purworejo, Banyumas, Banjarnegara, Kendal, Batang, dan Tegal. Pemberian insentif merupakan pelaksanaan janji kampanye Ganjar dan Taj Yasin.

Ganjar menyampaikan pemberian insentif merupakan bentuk dukungan dari Pemprov Jateng, agar para guru ngaji makin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi bangsa. ”Ini hanya ucapan terima kasih. Semoga memberi bermanfaat," ucap Ganjar. (lhr)

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:33:57 +0700
<![CDATA[Donny Priambodo Bantu Rehabilitasi Sarana Pendidikan dan Tempat Ibadah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131537/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah_m_131537.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah_m_131537.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131537/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah

Pembangunan yang merata baik fisik maupun nonfisik sudah menjadi misi anggota DPR RI Donny Imam Priambodo. Khususnya untuk masyarakat di daerah pilihan (dapil).]]>

PATI – Pembangunan yang merata baik fisik maupun nonfisik sudah menjadi misi anggota DPR RI Donny Imam Priambodo. Khususnya untuk masyarakat di daerah pilihan (dapil) Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan ini, kerap membawa berbagai program rehabilitasi sarana pendidikan dan tempat ibadah di dapilnya.

Komisi XI berdasarkan tugasnya memang tak bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Namun, caleg Partai Nasdem Dapil Jateng 3 nomor urut 9 ini, mengunjungi masjid, musala, dan sekolah sudah menjadi aktivitas rutin ketika menyambangi dapilnya.

Donny menyadari bahwa masa depan sebuah daerah terletak dari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Yakni dengan memadukan keunggulan intelektual, iman, dan takwa. Sejauh ini telah banyak alokasi dana yang berhasil digelontorkan untuk kepentingan rehabilitasi sarana pendidikan dan rumah ibadah di dapilnya.

Beberapa lembaga yang telah mendapatkan alokasi dana tersebut, di antaranya SMK Arrido di Desa Ngagel, Pati; Musala Riyadhul Muttaqin di Desa Tlogorejo, Grobogan; SD IT Miftahul Falah di Desa Margoyoso, Pati; dan TK Islam Rahmatul Ummah Desa Kembang, Pati. Kemudian, TPQ Baitul Rohim Desa Ngemplak Kidul, Pati; MI Tarbiyatul Islam, Desa Wedusan, Pati; dan lainnya.

Donny mengatakan, pemberian bantuan rehabilitasi sarana pendidikan dan ibadah merupakan wujud tanggung jawab dirinya di dapilnya. Khususnya dalam hal pendidikan dan kegamaan. ”Ini sudah menjadi tugas dari DPR RI sebagai wakil rakyat memperjuangkan aspirasi untuk pendidikan dan keagamaan,” katanya.

Keberhasilan dalam memperjuangkan kucuran dana rehabilitasi sarana pendidikan dan keagamaan di dapilnya merupakan bagian rasa terima kasih kepada masyarakat di dapilnya. Sebab, telah memberikan kepercayaan kepadanya yang duduk di kursi DPR RI. Untuk itulah, dirinya merasa berkewajiban untuk memenuhi segala aspirasi masyarakat di dapilnya. Meski berbeda dengan tugas pokok fungsinya di Komisi XI.

”Saya juga berharap, kedepannya bisa tetap silaturrahim antara masyarakat. Harapannya saya sebagai anggota DPR RI semakin baik di masa mendatang,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:23:27 +0700
<![CDATA[Bupati Kudus: Lagi Darurat? Tinggal Tekan 112, Beres Deh!]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131417/bupati-kudus-lagi-darurat-tinggal-tekan-112-beres-deh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bupati-kudus-lagi-darurat-tinggal-tekan-112-beres-deh_m_131417.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bupati-kudus-lagi-darurat-tinggal-tekan-112-beres-deh_m_131417.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131417/bupati-kudus-lagi-darurat-tinggal-tekan-112-beres-deh

Bupati Kudus M Tamzil terus melakukan peningkatan pelayanan masyarakat. Kemarin, Tamzil me-launching Unit Siaga Gawat Darurat dan Bencana 112 atau U-Garuda 112]]>

KOTA  Bupati Kudus M Tamzil terus melakukan peningkatan pelayanan masyarakat. Kemarin, Tamzil me-launching Unit Siaga Gawat Darurat dan Bencana 112 atau U-Garuda 112. Ini nomor tunggal panggilan siaga darurat untuk semua penanganan. Mulai dari bencana alam, kecelakaan, kebakaran, gangguan keamanan, kedaruratan medis, kegawatdaruratan lainnya.

Tamzil secara resmi meluncurkan U-Garuda 112 di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus. Pada peresmian itu turut hadir Ketua Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kudus Rina Budhy Ariani, perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, jajaran Forkopimda, camat, para OPD dan elemen masyarakat.

Dia mengatakan, layanan darurat itu sangat dibutuhkah oleh masyarakat Kudus. Selain cepat juga memudahkan warga menyelesaikan permasalahannya. Tamzil menambahkan, dengan menekan tombol 112 masyarakat akan cepat terlayani. Pasalnya layanan itu terkoneksi langsung dengan polisi, damkar, tenaga kesehatan, dan Basarnas.

”Ketika ada keluarga yang terkena stroke akan cepat terlayani. Kurang dari 10 menit akan ada pertolongan pertama. Bahkan jika ada anak kurang gizi juga bisa menghubungi nomor ini,” katanya.

Dia mengimbau kepada warga agar tidak menyalahgunakan nomor ini. Jika tidka dalam kondisi darurat tidak usah menghubungi nomor ini, apalagi untuk main-main. ”Tolong ya ini dibedakan kalau 112 ini hanya untuk darurat. Misalnya mau melahirkan. Tapi jangan mengadu cari jodoh. Meskipun belum punya jodoh juga darurat,” katanya. Warga pun tertawa mendengar candaannya.

Dia mengatakan, nantinya operator call center segera tanggap dalam menjawab panggilan. Pasalnya akan sia-sia saja ketika layanan ini sudah beroperasi nantinya. Tamzil menambahkan akan dilakukan pelatihan untuk meningkatkan SDM terkait layanan U-Garuda 112 itu.

MONITORING: Bupati Kudus M Tamzil dan Ketua PKK Kudus Rina Budhy Ariani sedang motinor pantauan lalu lintas. (KOMINFO FOR RADAR KUDUS)

Penggunaan layanan 112 ini  cukup mudah. Hanya tinggal memencet 112, kemudian melakukan panggilan. Jika dianggap darurat masyarakat bisa memencet angka 1. Setelah ada jawaban, masyarakat tinggal mengadu kepada operator. Nantinya akan ada petugas dari kecamatan terdekat dari lokasi, yang sigap melayani. Hingga saat ini baru ada tiga operator seluler yang bisa menggunakan layanan 112 ini. Satu diantaranya masih dalam upaya penyempurnaan jaringan. ”Nantinya akan ada petugas yang datang ke rumah jenengan. Misalnya ada bencana nanti BPBD yang datang. Ada pencurian, maka pak Polisi yang datang,” tuturnya.

Selain melaunching U-Garuda 112, Tamzil juga memberikan kartu indonesia sehat (KIS) kepada warga yang belum ikut menjadi peserta BPJS sekitar 40 ribu warga. Semua Hal ini untuk menuju Universal Health Coverage (UHC) di Kudus. ”Sesuai laporan sudah ada UHC sebanyak 96 persen di Kudus. Ini patut diapresiasi,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggara Pos dan Informatika Kemenkominfo RI yang diwakili Kasi Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi Khusus Agung Setyo Utomo mengatakan, Kudus sudah menjadi kota yang 34 dari 514 kabupaten kota yang telah menggunakan layanan 112. Sedangkan di Jawa Tengah Kudus jadi ke empat yang menggunakan layanan ini.

 ”Dengan satu nomor akan mempermudah masyarakat menghafal. Bahkan layanan ini gratis ketika masyarakat melakukan panggilan,” katanya. (gal)

CEK KESIAPAN: Bupati Kudus M Tamzil mengecek kesiapan petugas U-Garuda 112. (DONNY SETYAWAN /RADAR KUDUS)
]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 15:30:56 +0700
<![CDATA[Petakan Titik Rawan Bencana, Ini yang Dilakukan Babinsa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131415/petakan-titik-rawan-bencana-ini-yang-dilakukan-babinsa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/petakan-titik-rawan-bencana-ini-yang-dilakukan-babinsa_m_131415.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/petakan-titik-rawan-bencana-ini-yang-dilakukan-babinsa_m_131415.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131415/petakan-titik-rawan-bencana-ini-yang-dilakukan-babinsa

Guna mengantisipasi terjadinya bencana, Babinsa Koramil 17/Kradenan memutakhirkan peta lokasi rawan bencana di Desa Crewek, Kecamatan Kradenan.]]>

GROBOGAN – Guna mengantisipasi terjadinya bencana, Babinsa Koramil 17/Kradenan memutakhirkan peta lokasi rawan bencana di Desa Crewek, Kecamatan Kradenan. Itu diperlukan untuk menentukan langkah-langkah penanggulangan jika terjadi bencana.

Babinsa memantau wilayah binaannya yang rawan tanah longsor di RT 6 RW 5 Dusun Mojoroto, Desa Crewek, Kecamatan Kradenan. Babinsa memiliki kewajiban menguasai kondisi geografi di wilayahnya, untuk memetakan daerahnya yang terhadap bencana. Sehingga lebih waspada terhadap situasi yang berkembang. Terlebih saat intensitas hujan tinggi.

”Kami memiliki kebijakan untuk memutakhirkan informasi pada lokasi-lokasi bencana secara real time, untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan. Tindakan yang diambil sebagai penanggulangan sementara dengan cara bersama-sama. Diantaranya membantu membuatkan tanggul dari bambu yang di anyam untuk menghambat longsor,” kata Sertu Ali Sodikin.

Diungkapkan, bencana tanah lonsor sewaktu-waktu dapat terjadi. Sebab itu, Babinsa harus siap dan tanggap untuk menghadapinya.  Melalui koordinasi dengan semua unsur terkait, mengingat tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Sehingga perlu adanya antisipasi sejak dini terhadap potensi terjadinya bencana tanah longsor.

”Lokasi ini sebelumnya sudah rawan longsor. Sudah mendekati rumah warga. Maka harus dipantau jika ada perkembangan longsor. Serta persiapan yang dilakukan warga jika bahaya tersebut mengancam nyawa mereka,” paparnya.

Sedangkan di tempat terpisah, Danramil 17/Kradenan Kapten Inf Sukardi mengatakan, dengan intensitas hujan yang tinggi, khusus di wilayah Kecamatan Kradenan berpotensi terjadinya tanah longsor. Babinsa diperintahkan untuk terus mewaspadai dan dipantau setiap hari, terlebih saat hujan turun secara terus menerus dengan intensitas tinggi .

”Hal ini kami lakukan tidak menitik beratkan pada penanganan pasca bencana, tetapi lebih pada proses antisipasi dan pengurangan risiko bencana untuk masyarakat,” katanya. 

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 15:14:54 +0700
<![CDATA[Dinkes Sebut Kasus Demam Berdarah di Grobogan Turun Drastis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131414/dinkes-sebut-kasus-demam-berdarah-di-grobogan-turun-drastis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/dinkes-sebut-kasus-demam-berdarah-di-grobogan-turun-drastis_m_131414.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/dinkes-sebut-kasus-demam-berdarah-di-grobogan-turun-drastis_m_131414.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131414/dinkes-sebut-kasus-demam-berdarah-di-grobogan-turun-drastis

Kasus DBD sempat tinggi di awal tahun ini. Memasuki Maret lalu, kasus DBD mulai menurun. Namun, Dinkes memetakan hampir seluruh kecamatan ini endemis DBD.]]>

GROBOGAN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) sempat tinggi di awal tahun ini. Memasuki Maret lalu, kasus DBD mulai menurun. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan memetakan hampir seluruh kecamatan di kabupaten ini endemis DBD.

Kepala Dinkes Grobogan Slamet Widodo melalui Pengelola Program Penyakit Menular Gunawan Cahyo mengatakan, Januari hingga Maret merupakan fase waspada. Tingginya kasus pada Januari lalu disebabkan intensitas hujan yang tak terlalu tinggi. Sehingga banyak endapan dan tempat untuk nyamuk berkembang biak.

”Per Maret hingga April ini kan intensitas hujan tinggi. Hujan hampir setiap hari, melalui intensitas tinggi ini membuat air mengalir. Maka akan jarang menemukan air yang mengendap, sehingga tidak bisa dipakai untuk nyamuk berkembang biak,” paparnya.

Januari lalu ada 230 kasus dan satu balita meninggal dunia karena terkena DBD. Kemudian, Februari sempat naik menjadi 244 kasus dan pada Maret menurun menjadi 30 kasus DBD.

Diungkapkan, hampir semua kecamatan di Kabupaten Grobogan merupakan endemis DBD. Penetapan daerah endemis dihitung dari adanya kasus berturut-turut selama tiga tahun. Diungkapkan, hampir semua daerah memiliki kasus DBD setiap tahunnya.

”Paling banyak kasus terjadi kasus di Kecamatan Gabus, Kradenan, Wirosari, dan Purwodadi. Keempat daerah ini termasuk paling endemis DBD. Namun pada dasarnya semua daerah endemis, maka kami waspada ke seluruh daerah,” ujarnya.

Meski begitu, Dinkes mengajak petugas di setiap puskesmas untuk bisa waspada dan bergerak ke hulu. Utamanya dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Pihaknya mulai menggencarkan Gerakan Satu Rumah Satu Jemantik (GSRSJ) yang pilot project-nya di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung dan Desa Pojok, Kecamatan Godong.

”Yang harus dibasmi adalah telur dan jentiknya. Karena telur bisa bertahan hingga satu tahun. Setelah musim penghujan dan adanya banyak genangan maka telur tersebut baru akan menetas. Inilah yang harus dibasmi. Kami mulai mengurangi fogging, karena hanya membuat nyamuk resisten,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 15:08:15 +0700
<![CDATA[Simak Nih! Nasib Pencuri Kotak Amal Masjid saat Tertangkap Warga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131412/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga_m_131412.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga_m_131412.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131412/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga

Pemuda bernama Heri Sugiarto nekat mencuri kotak amal di masjid. Ironisnya, aksi itu tak hanya sekali dilakukan. Pria itu sudah enam kali mencuri kotak amal.]]>

PURWODADI – Pemuda bernama Heri Sugiarto nekat mencuri kotak amal di masjid. Ironisnya, aksi itu tak hanya sekali dilakukan. Pria berusia 26 tahun itu sudah enam kali mencuri kotak amal di masjid.

Biasanya, tersangka menjalankan aksinya dini hari. Dalam menjalankan aksinya, tersangka pura-pura istirahat dan tiduran di masjid sambil mengawasi keadaan sekitar. Tersangka kemudian mematikan lampu masjid agar tidak terlihat. Selanjutnya mengeluarkan tang untuk mencungkil kotak amal.

Aksi pencurian yang terakhir dilakukan di Masjid Baitus Solihin pada Senin (25/3). Namun, aksi tersebut diketahui oleh seorang warga dan diteriaki maling. Warga pun menangkap tersangka dan menjadi sasaran amukan. Selanjutnya baru diserahkan ke Polsek Toroh.

Tersangka Heri Sugiarto mengaku mencuri kotak amal di masjid sudah enam kali. Di masjid yang berbeda-beda. Yaitu di masjid Desa Sukorejo, Danyang, Simpang Lima Purwodadi, dan Toroh. Cara mengambilnya dengan mencongkel kotak amal, kemudian mengambil uangya.

Dia mengaku mengambil uang di kotak amal karena motif ekonomi. Dirinya mencuri saat keadaan di masjid sepi dan lengah. Kotak amal yang diambil biasanya berada di luar masjid. Jika kotak amal kecil, pelaku biasanya membawa kabur juga kotak itu. ”Paling banyak uangnya ada Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta. Uangya saya buat makan sehari-hari,” kata dia.

Kapolres AKBP Choiron El Atiq mengimbau agar pihak masjid meningkatkan pengamanan dengan memasang kamera CCTV dan meletakkan kotak amal di dalam masjid. Sehingga tidak mudah diambil oleh orang yang tak bertanggung jawab. ”Tersangka kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 14:59:16 +0700