Radar Kudus JawaPos.com | Sportainment RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/83/sportainment http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Sportainment RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/83/sportainment id Sat, 13 Apr 2019 14:56:01 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[3 Atlet Sepak Takraw Jepara Tembus Pelatnas untuk SEA Games Filipina]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131650/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina_m_131650.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina_m_131650.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131650/3-atlet-sepak-takraw-jepara-tembus-pelatnas-untuk-sea-games-filipina

Kabupaten Jepara tetap menjadi salah satu tumpuan tim nasional sepak takraw. Tiga atlet asal Kota Ukir saat ini menjadi bagian dari pelatnas sepak takraw.]]>

  JEPARA – Kabupaten Jepara tetap menjadi salah satu tumpuan tim nasional sepak takraw. Tiga atlet asal Kota Ukir saat ini menjadi bagian dari pelatnas sepak takraw yang dipersiapkan menuju SEA Games Filipina 2019.

”Tuan rumah Filipina tidak terlalu bagus di sepak takraw. Hanya dua nomor yang dipertandingkan. Regu dan hoop. Masing-masing untuk kategori putra dan putri,” kata Ketua Harian Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Jawa Tengah Musthakim.

Dengan jumlah itu, pelatnas sepak takraw hanya dihuni 12 atlet. Masing-masing enam putra dan enam putri. Pelatnas sudah mulai dilakukan sekitar dua pekan lalu di Sukabumi, Jawa Barat.

”Timnas sepak takraw biasanya menempatkan atlet untuk bermain di beberapa nomor. Tidak difokuskan hanya di satu nomor seperti Thailand. Makanya Indonesia tidak butuh banyak pemain,” terang Musthakim.

Ketiga atlet sepak takraw Jepara yang dipanggil ke pelatnas terdiri dari Viktoria Eka Prasetya (putra), Dini Mitasari (Putri), dan Evana Rahmawati (putri). Pada Asian Games Indonesia 2018 lalu, Viktor mempersembahkan medali perak dan perunggu untuk Indonesia. Sementara Dini Mitasari meraih medali perunggu.

 ”Sedangkan Evana Rahmawati adalah muka baru di timnas sepak takraw,” tambah Musthakim.

Dari prestasi di cabang sepak takraw, Viktor dan kawan-kawan merajut masa depan cerah. Viktor baru saja diterima sebagai Calon Pegawa Negeri Sipil (CPNS) dan menjadi staf di Kementerian Pemuda dan Olahraga RI. Sementara Dini Mitasari sudah menjadi anggota TNI yang berdinas di Kodam IV/Diponegoro. Sedangkan Evana Rahmawati adalah anggota Polres Jepara. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 14:56:01 +0700
<![CDATA[Seleksi Gala Siswa Indonesia Diramaikan 14 Tim Bola]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131606/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola_m_131606.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola_m_131606.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131606/seleksi-gala-siswa-indonesia-diramaikan-14-tim-bola

Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat kabupaten mulai digelar kemarin hingga Senin (15/4) nanti. Sebanyak 14 tim siswa mengikuti pertandingan tersebut.]]>

KOTA – Kompetisi Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat kabupaten mulai digelar kemarin hingga Senin (15/4) nanti. Sebanyak 14 tim siswa mengikuti pertandingan tersebut di Stadion Joyokusumo untuk diseleksi di tingkat provinsi hingga nasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati Sariyono melalui Kasi SMP Sugiharto menuturkan, kompetisi gala siswa sepak bola Pati dimulai kemarin. Ada 14 tim sepak bola muda Pati yang mengikuti seleksi itu. Nantinya setelah diseleksi, dari tim pemandu bakat akan memilih siswa mana yang layak maju ke tingkat selanjutnya.

“Meski mendapatkan juara, namun tak otomatis lolos di seleksi berikutnya. Ada tim pemandu bakat dari kabupaten mempunyai kriteria tersendiri mana yang layak maju ke tingkat provinsi. Tim itu benar-benar mengamati setiap detil siswa yang ikut seleksi GSI di Pati,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tim pemandu bakat akan menyeleksi setiap tim yang memiliki anggota yang mumpuni. Menurutnya, GSI itu program dari Kemendikbud untuk mencari bibit-bibit muda yang unggul di dunia persepakbolaan. Seleksinya mulai dari tingkat bawah kabupaten hingga nasional. Yang lolos hingga nasional berarti sudah sesuai seleksi ketat.

“Ini supaya bibit-bibit muda sepak bola terus tumbuh makanya harus ada pembinaan sejak dini. Pemerintah ingin mendapatkan pemain-pemain sepak bola potensial di Indonesia di masa yang akan datang” jelasnya.

Ia menambahkan, di Bumi Mina Tani banyak bibit muda sepak bola yang potensional. Olahraga itu cukup digemari kalangan muda hingga dewasa. Pemkab sangat mendukung GSI karena bisa meningkatkan bakat siswa di bidang tersebut.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 13:26:43 +0700
<![CDATA[Antisipasi Servis Serang dari Lawan, Tim Voli Pantai Kudus Lakukan Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131578/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini_m_1555141867_131578.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini_m_1555141867_131578.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131578/antisipasi-servis-serang-dari-lawan-tim-voli-pantai-kudus-lakukan-ini

KUDUS – Tim voli pantai Kudus tengah fokus memperbanyak latihan penerimaan bola dari proses serangan lawan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi servis serang dar]]>

KUDUS – Tim voli pantai Kudus tengah fokus memperbanyak latihan penerimaan bola dari proses serangan lawan. Itu dilakukan untuk mengantisipasi servis serang dari lawan. Sebab, servis serang ini di Popda tahun lalu sering diperagakan oleh lawan.

Penerapannya, dengan cara menerima servis-servis serang selama sesi latihan. Nantinya baik blocker atau defender memiliki tugas yang sama untuk membendung servis serangan ini.

Servis serangan dari lawan ini biasanya bakal mengincar pemain yang dirasa lemah dan langsung dicecar. Oleh karena itu, baik blocker atau defender harus sama-sama siap untuk menghadapi tekanan lawan dari servis serang ini.

Ketua Pengkab Voli Pantai Kudus Achsin Rois mengatakan, anak asuhnya sudah siap untuk meladeni serangan lawan dengan gaya main yang mengutamakan servis serang. ”Saya rasa anak-anak sudah siap untuk mengantisipasi servis serangan dari lawan di Popda Jateng nanti,” terang Rois.

Soal seberapa efektif serangan lawan ini tergantung dari kualitas servis lawan itu sendiri. Sementara soal lawan mana yang biasanya menggunakan gaya bermain servis serang, Rois belum mengetahui. Pasalnya, peta kekuatan lawan tahun lalu dengan tahun ini relatif berubah. Meski demikian, peta kekuatan lawa yang belum diketahui itu tak akan menjadi soal bagi anak asuhnya.

”Tidak masalah. Anak-anak sudah siap. Target tetap sama. Untuk putri juara I seperti tahun lalu, sedangkan putra bisa masuk final. Karena putra tahun lalu dapat perunggu,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:47:47 +0700
<![CDATA[Jelang Pembentukan Tim, Persiku Intensifkan Pemahaman Taktik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131359/jelang-pembentukan-tim-persiku-intensifkan-pemahaman-taktik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/jelang-pembentukan-tim-persiku-intensifkan-pemahaman-taktik_m_131359.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/jelang-pembentukan-tim-persiku-intensifkan-pemahaman-taktik_m_131359.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131359/jelang-pembentukan-tim-persiku-intensifkan-pemahaman-taktik

Skuad Persiku Kudus sudah masuk ke pemahaman taktik. Program pemahaman taktik yang sudah diberikan lebih intensif dan tinggal diperhalus.]]>

KUDUS – Skuad Persiku Kudus sudah masuk ke pemahaman taktik. Program pemahaman taktik yang sudah diberikan lebih intensif dan tinggal diperhalus. Bukan tanpa alasan, karena sebentar lagi tim akan terbentuk.

Pemahaman taktik yang diperhalus itu, lebih ke skema 4-2-3-1. Nantinya anak asuh Subangkit ini, akan digenjot bagaimana cara kerja formasi tersebut. Meliputi kekompakan dan komunikasi antarpemain. Misalnya untuk pemain tengah harus tahu apa yang diinginkan oleh pemain depan. Hal tersebut dirasa penting. Sebab, pilar Persiku saat ini sudah berlatih bersama-sama dengan durasi yang cukup lama.

”Anak-anak sudah cukup lama berkumpul. Jadi, harus saling memahami satu sama lain,” terang Subangkit. Selain soal pemahaman taktik, juga masih mengasah teamwork. Sebab, kekompakan antar pemain dirasa penting bagi sebuah tim.

Meski begitu, Subangkit enggan disebut anak asuhnya sudah berkumpul selama empat bulan. Hal ini dikarenakan pada Januari hingga Februari lalu, pihaknya masih fokus mencari pemain. Sementara pembentukan pemain baru terfokus di akhir Februari.

Pelatih asal Pasuruan, Jawa Timur, itu masih akan mencari beberapa pos yang diyakini perlu ditambal. Beberapa di antaranya satu kiper, satu bek kiri, dan dua gelandang. Pekerjaan rumah lainnya, seperti latihan fisik dan mental masih perlu dibenahi juga.

Pelatih berlisensi A AFC itu berharap, anak asuhnya cepat memahami apa yang diinstruksikannya. ”Anak-anak harus cepat paham. Apalagi kami sudah terus berikan drill soal teamwork di setiap sesi latihan,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 10:23:10 +0700
<![CDATA[Atlet Tenis Kudus Menanti Kiprah Srikandi Muda]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131171/atlet-tenis-kudus-menanti-kiprah-srikandi-muda https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/atlet-tenis-kudus-menanti-kiprah-srikandi-muda_m_1554965768_131171.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/atlet-tenis-kudus-menanti-kiprah-srikandi-muda_m_1554965768_131171.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131171/atlet-tenis-kudus-menanti-kiprah-srikandi-muda

Satu atlet tenis junior asal Kudus, Kholisa Siti Maisaroh masuk Timnas Tenis usia 14 tahun. Dirinya bersama dua atlet lain akan terjun di ITF World Junior.]]>

KUDUS - Satu atlet tenis junior asal Kudus, Kholisa Siti Maisaroh berhasil masuk Timnas Tenis kategori usia 14 tahun. Dirinya bersama dua atlet lain akan terjun di ITF World Junior Tennis Camp 2019 Asia Oceania Final di Kuala Lumpur, Malaysia 8-15 April.

Sebelumnya, Kholisa Siti Maisaroh dilepas oleh Dandim Kudus Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo Selasa (2/4). Eko Yuni Suharno, bendahara Pengkab Persatuan Lown Tenis Indonesia (Pelti) Kudus mengatakan tidak ada persiapan khusus jelang turun di International Tennis Federation (ITF) World Junior Tennis Camp 2019 Asia Oceania Final. ”Persiapan seperti biasa sebatas latihan rutin,”terangnya.

Kholisa Siti Maisaroh bersama dua atlet lainnya akan membela Timnas Tenis KU-14 tahun. Seleksi berawal dari peringkat satu hingga sepuluh nasional kategori U-14 tahun. Peringkat satu dihuni oleh Sekar Winda (Cilacap). Sementara Kholisa Siti Maisaroh (Kudus) berada di peringkat kedua. Sedangkan peringkat tiga diisi Nazwa atlet asal Jawa Barat.

Ketiganya akan mewakili Indonesia dan bersaing bersama negara-negara Asia Oceania lainnya. Meski begitu, Suharno belum mengetahui Kholisa akan bermain single atau double. Sebab, hal itu lebih ke ranah pelatih. Meski begitu, Kholisa pernah meraih peringkat delapan di even ini. Yakni saat kategori U-12 tahun pada 2017 lalu.

Disinggung soal lawan ketat berasal dari Malaysia dan Thailand. Sebab, beberapa atlet tenis dari kedua negara tersebut memiliki jam terbang tinggi dan sering mengikuti even Internasional.

Suharno berharap Kholisa dapat mengharumkan nama Indonesia dan Kudus. ”Saya berharap Kholisa mampu tampil maksimal serta mengharumkan nama Indonesia dan Kudus. Semoga menginspirasi atlet-atlet tenis Kudus lainnya,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 11:53:10 +0700
<![CDATA[Pelatih Persiku Terus Matangkan Tiga Bomber Pra-Kontrak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131168/pelatih-persiku-terus-matangkan-tiga-bomber-pra-kontrak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pelatih-persiku-terus-matangkan-tiga-bomber-pra-kontrak_m_1554966615_131168.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pelatih-persiku-terus-matangkan-tiga-bomber-pra-kontrak_m_1554966615_131168.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131168/pelatih-persiku-terus-matangkan-tiga-bomber-pra-kontrak

Kerangka tim Persiku Kudus hampir terbentuk. Tinggal mencari satu slot kiper, satu bek kiri, dan dua gelandang. Tiga bomber Persiku pra kontrak diasah skillnya.]]>

KUDUS – Kerangka tim Persiku Kudus hampir terbentuk. Tinggal mencari satu slot kiper, satu bek kiri, dan dua gelandang. Selain itu, tiga bomber Persiku yang sudah pra kontrak terus diasah kemampuannya.

Persiku Kudus saat ini sudah diisi tiga bomber. Mereka adalah Wahab, M Irman, dan Afrizal. Ketiganya memiliki tipikal penyerang murni. Meski berperan sebagai penyerang murni, Subangkit mengamini ketiga penyerangnya itu rajin bergerak dan memiliki insting mencetak gol. ”Ketiganya dinamis. Memiliki naluri mencetak gol. Meski begitu ketajaman ketiganya masih terus kami asah,”terangnya.

Subangkit membeberkan alasan dirinya tertarik dengan ketiga bomber tersebut. Mereka memiliki kemampuan yang cukup bagus sebagai seorang ujung tombak. Mulai dari skill olah bola hingga naluri mencetak gol.

Meski begitu, Subangkit enggan terlalu memuji kemampuan anak asuhnya. Pasalnya, ketiga juru gedor itu masih perlu diasah ketajamannya. Hal ini cukup beralasan, karena secara statistik pundi-pundi gol yang hadir dari kubu Macan Muria berasal dari lini kedua. Yakni lewat wing, second striker, dan servis bola-bola mati.

Untuk mempertajam ketiga bomber itu, Subangkit terus menggenjot program shooting dan finishing. ”Kami akan terus berlatih shooting dan finishing,” tandas Subangkit. Soal siapa nantinya yang akan masuk sebagai penyerang tunggal dengan skema 4-2-3-1 Subangkit ingin agar ketiganya bersaing untuk mendapatkan slot penyerang inti.

Disinggung soal kerangka tim yang hampir terbentuk, Subangkit masih akan mencari satu kiper, dua gelandang, dan satu bek kiri. Apabila slot tersebut sudah terbentuk, maka Persiku sudah dapat dikatakan sebagai sebuah tim. Sementara kebutuhan slot penyerang bisa bertambah satu slot lagi atau tetap menggunakan jasa ketiga penyerang yang sudah pra kontrak. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 11:38:47 +0700
<![CDATA[Matikan Lawan, Tim Voli Pantai Maksimalkan Program Latihan Spike]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131163/matikan-lawan-tim-voli-pantai-maksimalkan-program-latihan-spike https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/matikan-lawan-tim-voli-pantai-maksimalkan-program-latihan-spike_m_1554966110_131163.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/matikan-lawan-tim-voli-pantai-maksimalkan-program-latihan-spike_m_1554966110_131163.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131163/matikan-lawan-tim-voli-pantai-maksimalkan-program-latihan-spike

Tim voli pantai Kudus akan memaksimalkan program latihan spike. Hal itu untuk mendulang poin di Popda Provinsi Jawa Tengah bulan ini.]]>

KUDUS – Tim voli pantai Kudus akan memaksimalkan program latihan spike. Hal itu untuk mendulang poin di Popda Provinsi Jawa Tengah bulan ini. Program spike dirasa efektif untuk mematikan lawan dan mengumpulkan poin.

Program latihan spike ini bahkan telah jauh-jauh hari dilatih menjelang pra pertandingan. Yakni melalui drill materi spike untuk meraih poin. Sebab, praktiknya tidak bisa sekali spike langsung dapat mematikan lawan. Perlu beberapa kali pengulangan spike. Agar poin demi poin dapat diraih.

Program penunjang spike juga terus digenjot. Di antaranya menambah daya power spike, daya loncat, dan daya speed. Bentuk latihan di lapangan dilakukan Didik dengan cara melempar bola ke beberapa atlet. Nantinya, atlet menyelesaikannya dengan cara spike. Baik itu open spike, medium spike, dan quick spike.

Ada beberapa teknik. Misalnya untuk open spike dengan bola yang relatif tinggi, sedang, atau bahkan pendek. Tujuannya agar anak asuhnya terbiasa melakukan jangkauan tinggi. Sementara untuk medium spike dilakukan dengan bola-bola semi. Untuk quick spike digunakan pada saat kondisi angin sedang kencang. Program spike atau menyerang biasanya dilatih setiap Senin. Namun, mendekati pra pertandingan dilatih setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Spike memang menjadi prioritas utama tim voli pantai Kudus SMA untuk meraih poin. Sebab, kalau hanya mengandalkan servis menyerang terkadang kurang efektif karena lebih mudah dipatahkan lawan. Sementara spike lebih efektif.

Meski terbilang efektif, spike juga bergantung pada kualitas umpan. Hal ini disampaikan oleh pelatih voli pantai Kudus Didik Maryadi. ”Kalau umpan yang diberikan bagus, kami akan instruksikan anak untuk menyerang dengan spike keras,” terangnya. Sementara untuk situasi bola lambat tergantung kondisi di lapangan.

Soal siapa yang bertugas melakukan spike, kedua posisi di permainan voli pantai seperti blocker dan defender boleh melakukannya. Didik menambahkan, anak asuhnya sudah dapat memahami program latihan spike yang diinstruksikannya. Anak asuhnya bahkan menambah porsi latihan sendiri untuk program spike ini.

Semua program telah diberikan oleh Didik, meliputi servis, defense, blocker, spike dan beberapa program lainnya. Dirinya berharap anak-anaknya dapat tampil maksimal. ”Semoga anak-anak dapat bermain all-out di Popda Jateng nanti,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 11:17:30 +0700
<![CDATA[Jelang Popda, Atlet Voli Pantai Simulasi Game di Cuaca Panas dan Hujan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130868/jelang-popda-atlet-voli-pantai-simulasi-game-di-cuaca-panas-dan-hujan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jelang-popda-atlet-voli-pantai-simulasi-game-di-cuaca-panas-dan-hujan_m_1554885077_130868.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jelang-popda-atlet-voli-pantai-simulasi-game-di-cuaca-panas-dan-hujan_m_1554885077_130868.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130868/jelang-popda-atlet-voli-pantai-simulasi-game-di-cuaca-panas-dan-hujan

Popda Provinsi Jawa Tengah tinggal menghitung hari. Atlet voli pantai SMA asal Kudus terus mengasah keterampilan dengan memperbanyak materi game.]]>

KUDUS – Popda Provinsi Jawa Tengah tinggal menghitung hari. Atlet voli pantai SMA asal Kudus terus mengasah keterampilan dengan memperbanyak materi game, sekaligus beradaptasi dengan cuaca agar terbiasa saat bertanding.

Penyesuaian itu dicoba dengan berlatih diberbagai waktu. Pagi, siang atau sore. Latihan sudah pernah dicoba pada pukul 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00, dan 16.00. Termasuk saat cuaca panas dan hujan. Nantinya akan konsisten dicoba hingga beberapa hari menjelang turun di Popda Jateng.

Pelatih voli pantai Didik Maryadi mengaku perlu melakukan hal tersebut agar atlet terbiasa. ”Perlu kami coba semua latihan di waktu-waktu itu agar anak terbiasa dengan segala cuaca,” terang Pelatih Voli Pantai Kudus Didik Maryadi.

Didik menambahkan, anak asuhnya sudah dapat melakukan apa yang diinstruksikannya. Baik saat cuaca panas maupun hujan. Akan tetapi, situasi latihan atau pertandingan akan terasa sulit saat cuaca sedang hujan.

Pasalnya, saat kondisi sedang hujan bola menjadi licin. Lapangan menjadi basah dan mata atlet menjadi terganggu akibat guyuran hujan. Selain mengkondisikan dengan cuaca, anak asuh Didik Maryadi juga melakoni beragam game setiap harinya. Termasuk mempertebal reaksi bola depan. Pun dengan program jog speed yang masih terus digenjot.

Disinggung soal performa anak asuhnya, Didik sudah puas dengan performa anak asuhnya. Dirinya berpesan agar beberapa atletnya dapat menjaga stabilitas performa. Untuk menunjang itu, atlet diberi materi fitness setiap Senin dan Kamis. Didukung pula dengan pemenuhan gizi seperti protein nabati dan hewani.

Nantinya pelaksanaan technical meeting Popda Jateng cabang olahraga voli pantai akan digelar pada 22 April  2019 mendatang. Kemungkinan pertandingan akan digelar pada 23 hingga 25 April 2019.

Untuk atlet voli pantai putri SMA akan menurunkan Novana (blocker) dan Salsabila (defender) dengan target mempertahankan juara 1. Sementara atlet voli pantai putra SMA yang akan turun adalah Ferio (defender) dan Asyrof (blocker) yang ditarget masuk babak final. (vga) 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:13:18 +0700
<![CDATA[Subangkit: Komposisi Pemain Persiku Kudus Nyaris 100 Persen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130867/subangkit-komposisi-pemain-persiku-kudus-nyaris-100-persen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/subangkit-komposisi-pemain-persiku-kudus-nyaris-100-persen_m_1554885758_130867.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/subangkit-komposisi-pemain-persiku-kudus-nyaris-100-persen_m_1554885758_130867.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130867/subangkit-komposisi-pemain-persiku-kudus-nyaris-100-persen

Kerangka tim Persiku Kudus yang awalnya 60 persen kini telah berangsur mendekati 100 persen. Saat ini, skuad Macan Muria telah diisi oleh 21 pemain.]]>

KUDUS – Kerangka tim Persiku Kudus yang awalnya 60 persen kini telah berangsur mendekati 100 persen. Saat ini, skuad Macan Muria telah diisi oleh 21 pemain. Nantinya, skuad total akan berisi 26 hingga 30 pemain.

Program mengasah keterampilan dari segi teknik dan pemahaman taktik terus digenjot. Keterampilan dan pemahaman taktik itu lebih ke arah tugas pemain di masing-masing posisinya. Misalnya midfielder harus kreatif, wing harus memiliki crossing yang bagus, striker harus bagus dalam hal finishing.

Saat ini skuad Macan Muria telah diisi 21 pemain. Nantinya Persiku akan diisi 26 hingga 30 pemain. Kerangka tim yang mulai terlihat ini dirasa oleh Pelatih Persiku Subangkit telah ada peningkatan. Terlebih saat ini sudah semakin dekat dengan jadwal kompetisi Liga 3 Zona Jawa Tengah yang akan digelar pada Juli mendatang.

Target terdekat, Subangkit ingin anak asuhnya dapat lolos dari Zona Jateng terlebih dahulu. Untuk menuju ke Zona Regional. ”Targetnya satu-satu lah. Yang penting kita lolos ke regional dulu, nanti baru ke nasional terus ke Liga 2,” tandasnya.

Sistem kompetisi berdasarkan grup dengan format home dan away. Pelatih berlisensi A AFC itu mengaku siap menyambut kompetisi musim depan. Oleh karena itu, beriringan dengan kerangka tim yang sedikit lagi terbentuk, keterampilan dan pemahaman taktik terus diasah. Harapannya skuad Persiku nantinya tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh antara pemain inti dengan pemain pengganti.

Guna memperdalam skuadnya, saat ini Subangkit juga masih mencari pemain lagi untuk beberapa posisi. Diantaranya satu penjaga gawang, dua pemain tengah, dan satu bek kiri. Subangkit berharap target tersebut dapat tercapai.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:08:30 +0700
<![CDATA[Jateng Open Jadi Jembatan Menuju PON]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130866/jateng-open-jadi-jembatan-menuju-pon https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jateng-open-jadi-jembatan-menuju-pon_m_1554884800_130866.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jateng-open-jadi-jembatan-menuju-pon_m_1554884800_130866.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130866/jateng-open-jadi-jembatan-menuju-pon

Dua perunggu diraih atlet atletik di Jatim Open lalu. Namun, limit Pekan Olahraga Nasional (PON) belum mampu dicapai atlet atletik Kudus.]]>

KUDUS – Dua perunggu diraih atlet atletik di Jatim Open lalu. Namun, limit Pekan Olahraga Nasional (PON) belum mampu dicapai atlet atletik Kudus. Alhasil, para atlet harus betul-betul memanfaatkan even serupa untuk mencapai limit PON. Salah satunya pada Jateng Open mendatang.

Evaluasi yang digelar oleh PASI Kudus salah satunya adalah peningkatan program secara menyeluruh agar atlet mampu meraih limit PON. Limit PON yang dimaksud salah satunya untuk cabang olahraga lempar lembing adalah 59 meter. Sementara di Jatim Open lalu, atlet lempar lembing putra Kudus, Rismanto hanya meraih 57 meter.

Ketua Harian Pengkab PASI Kudus Firdaus mengatakan tidak ada evaluasi khusus dari Jatim Open. ”Evaluasi seperti biasanya. Memang anak-anak di Jatim Open belum masuk limit PON. Tapi masih banyak even kualifikasi PON lainnya seperti Jateng Open,” terang Firdaus.

Menurutnya tidak masalah gagal di Jatim Open karena belum meraih limit PON. Sebab, masih ada beberapa even lagi seperti Jateng Open, Jabar Open, Kejuaraan Nasiona,l dan beberapa even lainnya. Menariknya, anak asuh Firdaus cukup meraih satu kali limit PON agar dapat bermain di PON 2020 dari sekian kualifikasi yang akan dijalani.

Pada Juli nanti, atlet atletik Kudus akan turun di Jateng Open yang akan digelar di Semarang. Jumlahnya ada empat. Yakni Rismanto (lempar lembing putra), Sholidin (lari 1500 meter putra dan 3000 meter staple chase), Ranto (lari 3000 meter putra staple cheese dan lari 10.000 meter), dan Irfa (lompat jangkit)

Dirinya kembali berharap agar atlet dapat lolos limit PON. Tak ada lawan yang dinilai berat. Menurutnya, lawan bagi atlet atletik merupakan diri atlet itu sendiri. ”Soal target masih sama, bisa lolos limit PON,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:00:54 +0700
<![CDATA[Lengkapi Skuad Musim Ini, Persipa Pati Berburu Pemain Incaran]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130864/lengkapi-skuad-musim-ini-persipa-pati-berburu-pemain-incaran https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/lengkapi-skuad-musim-ini-persipa-pati-berburu-pemain-incaran_m_1554885510_130864.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/lengkapi-skuad-musim-ini-persipa-pati-berburu-pemain-incaran_m_1554885510_130864.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130864/lengkapi-skuad-musim-ini-persipa-pati-berburu-pemain-incaran

Persipa Pati terus melakukan seleksi pemain. Seleksi panggilan itu rencananya akan digelar hingga 15 April mendatang. Difokuskan untuk mencari pemain incaran]]>

PATI – Persipa Pati terus melakukan seleksi pemain. Seleksi panggilan itu rencananya akan digelar hingga 15 April mendatang. Seleksi yang digelar lebih difokuskan kepada pemain incaran dari Liga 2 dan Liga 3.

Rencananya, pemain incaran ini akan melengkapi skuad yang sudah teken kontrak. Sejauh ini sudah ada 15 pemain yang siap berseragam Laskar Saridin. Nantinya, Persipa akan dihuni oleh 25 pemain. Terdiri dari tiga kiper, empat stopper, lima wing back, enam gelandang, empat wing, dan tiga penyerang.

Pelatih Persipa Dwi Ariyanto menilai peserta seleksi sudah dapat memahami apa yang diinstruksikannya selama proses seleksi. ”Sejauh ini peserta seleksi sudah bisa dibilang memahami apa yang saya inginkan,” terang Dwi.

Meski begitu, Dwi belum dapat membeberkan kelebihan dan kekurangan pemain seleksi. Pasalnya, terlalu dini untuk menilai pemain di masa seleksi. Dwi menambahkan, dirinya bukan mencari pemain yang hanya bagus melainkan yang dapat bermain secara tim.

Disinggung soal kriteria yang dicari, Dwi ingin peserta seleksi memahami beberapa aspek. Meliputi aspek komunikasi, skill individu, fisik, strategi, dan mental. Persipa Pati saat ini masih mencari beberapa slot pemain di posisi satu penjaga gawang, satu wing back, dua stopper, dua stopper, satu wing, dua gelandang, dan satu penyerang.

Perihal kuota pemain, untuk sementara ini pemain lokal yang sudah teken kontrak ada enam orang. Sedangkan pemain dari luar Pati yang telah menjalin kerja sama dengan Laskar Saridin ada sembilan pemain.

Ke-15 pemain yang telah menjalin kerjasama yaitu Bimo Vivaldi (kiper), Fikron Afriyanto (bek tengah), Frengki Nurdiantoro (bek tengah), Wahyu Nugroho Aji (bek kanan), Teddy Sutendy (bek kiri), Faturahman Zaki (gelandang bertahan), Moh Farik Arfian (sayap kiri), Eko Priyono (sayap kiri), Agus Wuryadi (sayap kanan), Ikris W Yahmin (penyerang). Adit Wafa (gelandang serang), Iqbal (wing back kiri), Fendy (penyerang), Diky (gelandang), dan Dimas Fani (kiper).

 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:53:56 +0700
<![CDATA[Regulasi Liga 3 Jelas, Saatnya Persijap Tancap Gas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130689/regulasi-liga-3-jelas-saatnya-persijap-tancap-gas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/regulasi-liga-3-jelas-saatnya-persijap-tancap-gas_m_130689.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/regulasi-liga-3-jelas-saatnya-persijap-tancap-gas_m_130689.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130689/regulasi-liga-3-jelas-saatnya-persijap-tancap-gas

Regulasi Liga 3 telah dirilis oleh PSSI. Format Liga juga telah dibagi. Mulai dari putaran provinsi, putaran regional, dan putaran nasional 32 besar.]]>

JEPARA – Regulasi Liga 3 telah dirilis oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Format Liga juga telah dibagi. Mulai dari putaran provinsi, putaran regional, dan putaran nasional 32 besar.

Putaran nasional 32 besar terdiri dari enam klub. Itu dari hasil kompetisi pra putaran Nasional antara 16 klub. Yang terdiri dari enam klub degradasi Liga 2 2018 dan 10 klub Liga 3 putaran nasional 2018. Kemudian 26 klub hasil kompetisi putaran provinsi dan putaran regional. Untuk kompetisi pra putaran nasional, diantara 16 klub harus memenuhi syarat jumlah bertanding minimal 12 pertandingan.

Beberapa klub bahkan sudah berbenah jauh-jauh hari sebelum regulasi Liga 3 dirilis. Diantaranya Persijap Jepara, Persiku Kudus, dan Persipa Pati. Persijap Jepara sejauh ini sudah mempersiapkan deretan pemain muda. Bahkan selepas laga Persijap melawan Badak Lampung ada pemain yang telah dicoret.

Meski begitu, hingga berita ini ditulis, pihak Persijap belum melakukan kontrak pemain. Sebab pada Mei mendatang, Laskar Kalinyamat baru akan fokus mengadakan Training Camp (TC). ”Akhir Mei akan kami putuskan siapa yang layak masuk skuad,” terang Presiden Klub Persijap Esti Puji Lestari.

Nantinya Persijap akan menggunakan 23 pemain. Disinggung sejauh mana kesiapan skuadnya, Esti mengatakan sudah siap. ”Kami sudah siap mau memulai dari nasional ataupun regional. Yang penting regulasinya jelas,” terang Esti.

Persijap sendiri akan memulai kompetisi dari Pra Putaran Nasional mulai Juli hingga Oktober dengan sistem grup setengah kompetisi. Menurut Esti, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi Persijap meski tidak dipungkirinya persiapan semacam ini terbilang mepet. ”Kami harus bergegas karena regulasinya baru keluar,” tandasnya.

Disinggung soal target, Esti ingin Persijap lolos ke Liga 2. Orang nomor 1 di kubu Laskar Kalinyamat itu ingin semua berkomitmen. ”Semua harus berkomitmen mulai dari manajer, pemain, suporter, dan aspek-aspek lainnya,”harapnya.

Sementara itu, Persipa masih terus melakukan seleksi hingga 15 April mendatang. Seleksi ini lebih kearah seleksi panggilan dengan target pemain jadi. Baik dari Liga 3 dan Liga 2. ”Kami masih terus melakukan seleksi untuk pemain yang kami incar,”tandasnya.

Sedangkan Persiku saat ini telah melakukan pra kontrak kepada 12 pemain untuk mengarungi kompetisi liga 3 putaran regional. Proses seleksi di skuad Macan Muria sendiri hingga kini masih berlangsung. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 13:23:23 +0700
<![CDATA[Atlet Voli Pantai Pertajam Reaksi Antisipasi Bola Tipuan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130687/atlet-voli-pantai-pertajam-reaksi-antisipasi-bola-tipuan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/atlet-voli-pantai-pertajam-reaksi-antisipasi-bola-tipuan_m_130687.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/atlet-voli-pantai-pertajam-reaksi-antisipasi-bola-tipuan_m_130687.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130687/atlet-voli-pantai-pertajam-reaksi-antisipasi-bola-tipuan

Program latihan mengasah bola depan terus dicoba atlet voli pantai putra dan putri. Program ini sebagai antisipasi untuk menghadapi serangan tipuan lawan.]]>

KUDUS – Program latihan mengasah bola depan terus dicoba atlet voli pantai putra dan putri. Program ini sebagai antisipasi untuk menghadapi serangan tipuan lawan yang dilakukan di atas net.

Untuk mengatasi serangan semacam itu, atlet voli pantai putra dan putri SMA melatih kecepatan reaksi. Selain itu, atlet juga diberi materi drilling guna mengatasi bola-bola depan. Tujuannya agar mereka terbiasa ketika ada serangan bola-bola depan berupa tipuan atau plesing.

Program drilling itu dilakukan setiap Rabu dan Jumat. Latihan tersebut perlu diasah. Sebab, bagi atlet voli pantai yang masih SMA mengantisipasi serangan tipuan terbilang sulit. Ketua Voli Pantai Kudus Rois Achsin mengatakan, perlu adanya pembiasaan bagi atlet. ”Untuk anak-anak seusia SMA memang terbilang sulit untuk mengatasi bola-bola tipuan,” terang Rois.

Pemberian program latihan antisipasi bola tipuan biasanya juga diselingi dengan program latihan yang sudah disusun setiap Rabu dan Jumat. Ditambah juga dengan program evaluasi bagi tiap-tiap atlet.

Mengatasi bola-bola tipuan adalah tugas semua pemain. Baik itu blocker atau defender. Tergantung serangan lawan mengarah ke siapa. Meski terbilang sulit, program antisipasi bola-bola depan ini sudah rutin diberikan kepada atlet voli pantai. Jadi program antisipasi bola tipuan ini bukanlah program khusus menjelang Popda Provinsi Jawa Tengah.

Program khusus justru ada pada program daya tahan yang diubah menjadi program jog speed. Jog speed yakni program jogging tetapi diikuti dengan tiupan peluit. Saat atlet mendengar tiupan peluit, mereka harus sprint. Program tersebut bertujuan agar atlet memiliki kecepatan saat bertanding. Hanya, waktunya dikurangi. Dari yang berdurasi satu jam menjadi 15 menit.

Program latihan perlu diasah terus. Sebab, kekuatan peserta saat ini terbilang merata. Berkaca pada Popda Provinsi Jawa Tengah untuk voli pantai SMP, daerah-daerah yang awalnya belum terlihat mulai menunjukkan tajinya. Sebut saja Karanganyar, Banyumas, Batang, Pekalongan, dan Magelang. Daerah langganan empat besar seperti Wonogiri putri dan Grobogan putra dan putri justru terlempar dari empat besar. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 13:16:26 +0700
<![CDATA[Tembus Timnas, Atlet Petanque Kudus Training Camp ke Perancis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130684/tembus-timnas-atlet-petanque-kudus-training-camp-ke-perancis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/tembus-timnas-atlet-petanque-kudus-training-camp-ke-perancis_m_130684.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/tembus-timnas-atlet-petanque-kudus-training-camp-ke-perancis_m_130684.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130684/tembus-timnas-atlet-petanque-kudus-training-camp-ke-perancis

Satu atlet petanque Kudus berhasil lolos seleksi Timnas senior. Proses seleksi dijalani sejak 28 Maret sampai 30 Maret 2019 di lapangan petanque UNJ.]]>

KUDUS – Satu atlet petanque Kudus berhasil lolos seleksi Timnas senior. Proses seleksi dijalani sejak 28 Maret sampai 30 Maret 2019 di lapangan petanque Universitas Negeri Jakarta. Sepuluh atlet terpilih akan diberangkatkan ke Perancis untuk Training Camp (TC).

Satu atlet petanque Kudus Soimah menjalani seleksi selama tiga hari. Seleksi hari pertama meliputi penilaian pointing dan shooting. Hari kedua dan ketiga meliputi single game. Total peserta 50 terdiri dari 25 atlet putra dan 25 atlet putri diseleksi hingga terpilih 10 atlet. Lima putra dan lima putri yang nantinya diberangkatkan untuk TC selama 15 hari. Di Perancis, rencananya ke-10 atlet ini akan mengikuti beberapa turnamen.

Pelatih Petanque Kudus Tomi Tri Setiawan mengatakan, yang ikut seleksi Timnas adalah atlet pilihan. ”Atlet yang ditunjuk mengikuti seleksi Timnas berdasarkan kesepakatan dari Pengurus Besar Petanque Indonesia,” terang Tomi.

Menurut Tomi, Soimah terbilang atlet potensial. Deretan prestasi yang pernah diraih Somiah yakni juara II Double Woman MDKS di Malaysia, juara II Double Mix Petanque International Marathon di Medan, juara I Double Mix Kejurnas Mahasiswa di Aceh, juara I Double Woman Kejurnas di Bali, dan mendapat dua medali emas di Porprov Jawa Tengah.

Tomi bersyukur anak asuhnya dapat lolos skuad Timnas Petanque. Ke depannya, Tomi inginagar jejak Soimah dapat diikuti oleh rekan-rekannya. ”Semoga bisa diikuti oleh rekan-rekan atlet dan adik-adiknya. Karena dengan berlatih sungguh-sungguh prestasi akan mengikuti. Tiada hasil yang mengkhianati proses,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 13:03:34 +0700
<![CDATA[Pemain Unggulan Kejurkab Bulutangkis Pati Open Kuasai Podium Juara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130057/pemain-unggulan-kejurkab-bulutangkis-pati-open-kuasai-podium-juara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/pemain-unggulan-kejurkab-bulutangkis-pati-open-kuasai-podium-juara_m_1554527522_130057.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/pemain-unggulan-kejurkab-bulutangkis-pati-open-kuasai-podium-juara_m_1554527522_130057.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130057/pemain-unggulan-kejurkab-bulutangkis-pati-open-kuasai-podium-juara

Babak final Kejurkab Bulutangkis Pati Open 2019 berlangsung kemarin. Babak final tersebut sekaligus menutup kejuaraan pembinaan atlet bulutangkis muda Pati.]]>

MARGOREJO – Babak final Kejurkab Bulutangkis Pati Open 2019 berlangsung kemarin. Babak final tersebut sekaligus menutup kejuaraan pembinaan atlet bulutangkis muda Bumi Mina itu. Meski unggulan masih mendominasi, namun dari segi teknik permainan mengalami peningkatan.

Final berlangsung sejak Jumat siang hingga petang hari. GOR PB Rahmat ramai dipadati penonton yang menyaksikan pertandingan puncak tersebut.

Ketua PBSI Pati H Pusiran melalui referee, Munif Wahyudi mengungkapkan, untuk kejuaraan yang digelar tahun ini memang masih didominasi muka-muka lama sebagai pemenangnya. Unggulan pertama dan kedua bertemu di babak final.

”Masih didominasi muka lama. Memang latihan di klub sangat berbeda. Mereka yang menang memang banyak yang aktif latihan di klub masing-masing ini menunjukkan latihan yang terukur sangat berpengaruh bagi atlet,” papar Munif Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Namun, dari segi teknik bermain, lanjut Munif, ada banyak peningkatan di banding tahun lalu. Selain itu di kejuaraan tahun ini juga ada beberapa klub pendatang baru yang ikut mewarnai kejuaraan ini. Seperti PB Satri Tama dan ada dua lagi klub baru dari Juwana yang turut serta.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati Sigit Hartoko melalui Kabid Olahraga Kardi mengungkapkan, di kejuaraan memang fokusnya untuk pembinaan atlet muda. ”Kami memang sedang konsentrasi untuk pembinaan atlet bulutangkis usia dini. Salah satu bentuknya melalui kejuaraan seperti ini,” jelas Kardi.

Lebih lanjut, kedepan pembinaan klub harus lebih ditingkatkan. Utamanya dalam pembinaan usia dini. ”Kedepan kami harapkan melalui kejuaraan-kejuaraan yang ada bulutangkis Pati bisa semakin maju. Paling tidak bisa menyaingi Kudus yang memang masih dominan di olahraga tepok bulu tersebut,” paparnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 10:30:08 +0700
<![CDATA[Perdelapan Final Bulutangkis Pati Open Diwarnai Partai Rubber Game]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129546/perdelapan-final-bulutangkis-pati-open-diwarnai-partai-rubber-game https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/perdelapan-final-bulutangkis-pati-open-diwarnai-partai-rubber-game_m_129546.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/perdelapan-final-bulutangkis-pati-open-diwarnai-partai-rubber-game_m_129546.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129546/perdelapan-final-bulutangkis-pati-open-diwarnai-partai-rubber-game

Hari libur tak menyurutkan ajang Kejurkab Bulutangkis Pati Open 2019 di GOR PB Rahmat kemarin. Memasuki hari kedua, beberapa pertandingan masuk perdelapan final]]>

MARGOREJO – Hari libur tak menyurutkan ajang Kejurkab Bulutangkis Pati Open 2019 di GOR PB Rahmat kemarin. Memasuki hari kedua, beberapa pertandingan sudah masuk babak perdelapan final. Sejumlah partai bahkan harus diselesaikan melalui rubber game.

Pertandingan yang ketat itu tersaji diantaranya di nomor anak baik putra dan putri. Seperti pertandingan yang mempertemukan antara Dimas Ady dari PB Rahmat melawan Refaya Tegar dari PB Mandiri yang berakhir dengan kemenangan Dimas Ady.

Di set pertama bahkan Fefaya sempat memukul pebulutangkis tuan rumah dengan skor 21-19. Namun di set kedua Dimas Ady berhasil memukul balik Refaya dengan skor lumayan telak 21-9. Di set penentuan, pertandingan berjalan lebih ketat. Dimas Ady berhasil keluar sebagai pemenang usai menyudahi perlawanan sengit Refaya, 21-19.

Di nomor anak putra lainnya juga menyuguhkan pertandingan yang menarik. Dimas dari PB Rahmat harus berjibaku menyudahi perlawanan sengit dari Azka Sabili dari SD Alasdowo 2. Di set pertama Azka bahkan sudah mencuri kemenangan yang dramatis setelah melalui skor deuce 25-23.

Sayang di set kedua, Azka tak mampu tampil perkasa lagi. Sehingga di set kedua harus merelakan kemenangan untuk Dimas dengan skor 21 – 9, dan di set penentuan Dimas kembali tampil apik hingga membuat Azka harus menyerah 21 – 17.

Partai tunggal anak putri juga menyuguhkan pertandingan ketat hingga rubber game. Adalah pertandingan antara Eunike Felycia dari PB Rajawali melawan Sukma Salsa dari PB Walet. Sukma yang kehilangan kemenangan di set pertama, akhirnya bisa membalikkan keadaan dan memenangi pertandingan tersebut. Di set pertama Sukma kalah 21 – 17, kemudian di set kedua dan ketiga Sukma berhasil menyabet kemenangan dengan skor 21 – 10, dan 21 – 17.

Ketua PBSI Kabupaten Pati H Pusiran melalui referee Munif  Wahyudi mengungkapkan, di hari kedua jalannya pertandingan Pati Open 2019 ini memang cukup menarik. ”Ada beberapa pertandingan sampai rubber game. Pertandingannya lumayan ketat,” kata Munif kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Munif menyebut, dari pertandingan-pertandingan yang tersaji tersebut memperlihatkan adanya progres yang baik dalam pembinaan olahraga tepok bulu ini di Pati. ”Dari segi kualitas juga bagus. Sepertinya ini para pelatih memberikan tambahan porsi latihan kepada anak asuhnya. Yang saya lihat kekuatan dari masing-masing pemain banyak yang berimbang,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 11:51:32 +0700
<![CDATA[Raih Medali Perunggu, Atlet Petanque Kudus Mampu Imbangi Senior Jatim]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129371/raih-medali-perunggu-atlet-petanque-kudus-mampu-imbangi-senior-jatim https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/raih-medali-perunggu-atlet-petanque-kudus-mampu-imbangi-senior-jatim_m_129371.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/raih-medali-perunggu-atlet-petanque-kudus-mampu-imbangi-senior-jatim_m_129371.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129371/raih-medali-perunggu-atlet-petanque-kudus-mampu-imbangi-senior-jatim

Satu medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet Petanque Kudus di ajang Oabong Double Open Championship 2019. Hasil itu sesuai dengan target dari Pengkab FOPI]]>

KUDUS – Satu medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet Petanque Kudus di ajang Oabong Double Open Championship 2019. Hasil itu sesuai dengan target dari Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (Pengkab FOPI) Kudus. Mereka dinilai mampu mengimbangi atlet-atlet senior, terutama dari Jawa Timur.

Ada enam atlet yang yang turun di even Oabong Double Open Championship 2019. Terdiri dari lima atlet putri dan satu atlet putra. Yani Soimah, Arum, Ana, Evi, Novi, dan Ahmad Rosada. Keenam atlet itu didampingi oleh dua pelatih petanque Kudus, yakni Danang Septa Friawan dan Tomi Tri Setiawan

Pelatih Petanque Kudus Tomi Tri Setiawan mengatakan, pihaknya hanya menargetkan satu medali. Penampilan keenam atlet itu terbilang meningkat dari even sebelumnya, Cimahi Open. Terlebih di even Oabong Double Open Championship 2019 ini didominasi atlet senior.

Dirinya juga memuji penampilan anak asuhnya yang mampu mengimbangi permainan rival-rival senior. ”Anak-anak ada peningkatan. Mereka masih usia pelajar tapi dapat mengimbangi permainan atlet-atlet senior,” jelasnya.

Tomi menambahkan, anak asuhnya sudah bisa menerapkan apa yang telah diinstruksikannya. Disinggung soal lawan berat, berasal dari Jawa Timur (Jatim). Karena dari segi jumlah terbilang banyak, yakni delapan atlet. Namun, Kudus mampu mengatasi perlawanan Jatim dengan menyapu bersih tiga kali kemenangan. Yakni di babak penyisihan, di babak 32 besar, dan di babak delapan besar.

Usai even Oabong Double Open Championship 2019, atelet petanque Kudus masih belum memiliki agenda. Terdekat, salah satu atlet petanque Kudus, Soimah akan mengikuti seleksi Timnas Petanque senior di Jakarta. Ke depannya, Tomi berharap anak asuhnya dapat lolos seleksi Pra-PON 2020. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 14:42:12 +0700
<![CDATA[Antisipasi Rubber Game, Atlet Voli Pantai Jalani Program Fitness]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129368/antisipasi-rubber-game-atlet-voli-pantai-jalani-program-fitness https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/antisipasi-rubber-game-atlet-voli-pantai-jalani-program-fitness_m_129368.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/antisipasi-rubber-game-atlet-voli-pantai-jalani-program-fitness_m_129368.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129368/antisipasi-rubber-game-atlet-voli-pantai-jalani-program-fitness

Kurang dari sebulan jelang Popda Jawa Tengah, ada perubahan latihan fisik bagi atlet voli pantai Kudus. Kali ini yang jadi prioritas adalah teknik dan kecepatan]]>

KUDUS – Kurang dari sebulan jelang Popda Jawa Tengah, ada perubahan latihan fisik bagi atlet voli pantai Kudus. Masih sama-sama fitness. Namun, kali ini yang jadi prioritas adalah teknik dan kecepatan. Itu, untuk mengantisipasi permainan tiga set atau rubber game.

Program yang masih berlanjut yakni program fitness yang dilangsungkan selama dua jam. Untuk program ini sebagai daya ledak bagi atlet saat bertanding. Tak hanya itu, program latihan fitness ini memiliki manfaat sebagai cadangan tenaga bagi atlet, jika terjadi rubber game (permainan tiga set). Tujuannya agar atlet tidak kehabisan tenaga saat bermain tiga set.

Program fitness merupakan jangka panjang yang sudah terprogram jauh-jauh hari sebelum Popda Provinsi Jawa Tengah. Sebab, program fitnes apabila dilakukan saat mendekati Popda  Jawa Tengah justru tidak efektif.

Pelatih voli pantai Kudus Didik Maryadi mengatakan, ada sedikit perubahan di program fitness saat sudah mendekati Popda Provinsi Jawa Tengah. ”Jika sebelumnya fitness berfokus pada beban yang lebih berat, jelang Popda Jawa Tengah diganti fitnes yang program dengan teknik kecepatan,” terangnya.

Sementara itu, program endurance yang biasanya sebagai program jangka panjang, khusus mendekati Popda Provinsi Jawa Tengah dihilangkan. Program ini diganti dengan jog speed, yakni jogging dengan frekuensi cepat selama satu jam.

Tak hanya fitness dan jog speed, anak asuh Didik juga berlatih pola menyerang. Program latihan ini fokus soal pemantapan spike. Tujuannya untuk menyerang lawan dan memperoleh poin. Didik berharap anak asuhnya mampu bermain maksimal saat terjun di Popda Jawa Tengah.

Sementara itu, pelatih voli pantai lainnya Ahmadi mengatakan anak asuhnya sudah bagus dalam mengikuti program latihan yang diberikan dirinya dan Didik. Hanya, untuk pemahaman materi reaksi bola-bola depan masih perlu dibenahi. ”Anak-anak sudah bagus, saya berharap baik atlet putra dan putri dapat masuk final,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 14:36:57 +0700
<![CDATA[Ratusan Pelajar Berebut Juara di O2SN Pati 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129366/ratusan-pelajar-berebut-juara-di-o2sn-pati-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/ratusan-pelajar-berebut-juara-di-o2sn-pati-2019_m_129366.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/ratusan-pelajar-berebut-juara-di-o2sn-pati-2019_m_129366.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129366/ratusan-pelajar-berebut-juara-di-o2sn-pati-2019

Olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) Pati 2019 diselenggarakan pekan ini. Ratusan pelajar Pati merebutkan juara beberapa cabang olahraga.]]>

PATI Olimpiade olahraga siswa nasional (O2SN) Pati 2019 diselenggarakan pekan ini. Ratusan pelajar Pati merebutkan juara beberapa cabang olahraga, untuk selanjutnya mewakili Bumi Mina Tani pada O2SN tingkat provinsi hingga nasional.

Salah satu panitia O2SN Pati Teguh Sudadi mengatakan, antusiasme pelajar untuk berkompetisi pada O2SN sangat luar biasa. Ini bisa dilihat dari jumlah peserta yang mengikutinya. Bahkan untuk lomba voli saja diikuti 21 tim. Yang terdiri dari 19 tim putra dan 12 tim putri. Belum peserta lainnya di setiap perlombaan.

Olimpiade tersebut juga sebagai media untuk kompetisi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Dengan mengikuti olimpiade, siswa bisa mengukur pengetahuan serta meningkatkan bakat dan minat. Selain itu, sekolah juga menjadi berprestasi apabila siswanya mendapatkan juara.

”Pada O2SN 2019 ini siswa memperebutkan juara olahraga di bidang voli, renang, atletik, karate, pencaksilat, catur, hingga tenis meja. Pelaksanaannya mulai 1 April hingga sepekan ke depan. Setelah itu, jaura di setiap bidang akan melaju di ajang yang sama tingkat provinsi,” tutur Didik kemarin.

Ia mengatakan, prestasi pelajar Pati di ajang O2SN ini sangat baik. Bahkan atlet Pati menjadi lumbung yang kerap menyuplai provinsi di ajang yang lebih tinggi. Meski demikian, Pemkab Pati terus membina atlet pelajar Pati supaya tak kalah dengan daerah lain yang melakukan hal sama membina para atlet.

”Perhatian pemkab terhadap para atlet pada kompetisi olahraga sangat baik. Karena bagaimanapun, dukungan dan pembinaan kepada atlet pelajar akan menentukan dan melahirkan atlet berbakat dari Pati,” imbuh Kepala SMPN 1 Winong Pati ini.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 14:28:56 +0700
<![CDATA[Kantongi Sertifikat Kelayakan, Jepara Jadi Tuan rumah Kejuaraan Renang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129364/kantongi-sertifikat-kelayakan-jepara-jadi-tuan-rumah-kejuaraan-renang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/kantongi-sertifikat-kelayakan-jepara-jadi-tuan-rumah-kejuaraan-renang_m_129364.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/kantongi-sertifikat-kelayakan-jepara-jadi-tuan-rumah-kejuaraan-renang_m_129364.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129364/kantongi-sertifikat-kelayakan-jepara-jadi-tuan-rumah-kejuaraan-renang

Jepara Olympic Pool di kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara pasca mengantongi sertifikat kelayakan dari lembaga sertifikasi dan verifikasi.]]>

KOTA – Jepara Olympic Pool di kawasan Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara pasca mengantongi sertifikat kelayakan dari lembaga sertifikasi dan verifikasi belum lama ini. Kelayakan vanue renang tersebut untuk menyambut “Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III Tahun 2019”pada pekan ketiga Juli mendatang.

Venue renang ini dinyatakan Ketua Umum Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh Indonesia (Ketum-PC-PRSI) Kabupaten Jepara Ashar Ekanto sudah cukup ramah untuk atlet serta penonton. Meski begitu, pihaknya akan terus melakukan berbagai pembenahan dan peningkatan, baik sarana dan prasarana penunjang lainnya. “Kolam renang sudah kemarin itu disertifikasi dari Sucofindo dan layak untuk dipenyelenggaraan,” ujar Ashar Ekanto.

Ketua Panitia Pelaksana Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III Tahun 2019 Arif Darmawan mengatakan, sedikitnya 500 atlet renang yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di Jateng akan mengikuti kegiatan ini. Bahkan perenang daerah yang pernah bertarung di level nasional.

Peserta nantinya berkompetisi di enam Kelompok Umur (KU) yang akan dipertandingkan. Mulai kelompok umur 9 tahun ke bawah hingga atlet senior. Format pertandingan di Krapda Jawa Tengah Bupati Cup III Tahun 2019 ini akan disesuaikan dengan format yang biasa dilakukan pada Krapda Jateng sebelumnya. “Hampir semua perwakilan kabupaten/kota di Jateng ikut. Jepara dipastikan ramai kunjungan pada saat ajang ini digelar,” ujar Arif.

Sekitar 60 atlet Jepara yang akan bertanding di kejuaraan renang paling bergengsi di Jateng ini sudah dipersiapkan jauh hari. Diharapkan atlet Bumi Kartini mampu memanfaatkan momentum sebagai tuan rumah dan sekaligus untuk menjadi juara di rumah sendiri. Dua atlet renang Jepara yang sedang mengikuti pemusatan latihan, dan seleksi tingkat daerah untuk persiapan PON 2021 dipastikan ikut serta dalam Krapda kali ini. “Kami mengharapkan disamping sukses penyelenggaraan juga sukses prestasi dari atlet-atlet renang kami,” imbuhnya.

Selain ajang kejuaraan, di lokasi sekitar kolam renang juga direncanakan akan dipamerkan beragam produk unggulan Kabupaten Jepara. Potensi pariwisata dan kearifan lokal pun, siap disuguhkan kepada para peserta. Baik dari para atlet, pelatih, hingga sporter.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengapresiasi dan responsif sekali dengan kegiatan Krapda yang juga berbasis pariwisata ini. Terlebih sektor pariwisata memiliki dampak berantai terhadap sektor lain. Ia miminta seluruhnya dapat terlibat dalam menyukseskan gelaran ini. Mulai dari pihak pemerintah baik dinas/instansi, dunia usaha, perbankan, hingga masyarakat. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 14:13:25 +0700
<![CDATA[Persaingan Ketat Bulutangkis Pati Open Warnai Nomor Dini Putra]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129342/persaingan-ketat-bulutangkis-pati-open-warnai-nomor-dini-putra https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/persaingan-ketat-bulutangkis-pati-open-warnai-nomor-dini-putra_m_129342.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/persaingan-ketat-bulutangkis-pati-open-warnai-nomor-dini-putra_m_129342.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129342/persaingan-ketat-bulutangkis-pati-open-warnai-nomor-dini-putra

Kejuaraan kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Pati Open 2019 resmi digelar kemarin di GOR PB Rahmat. Ratusan peserta langsung tancap gas untuk mengikuti kejuaraan.]]>

MARGOREJO – Kejuaraan kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis Pati Open 2019 resmi digelar kemarin di GOR PB Rahmat. Ratusan peserta langsung tancap gas untuk mengikuti kejuaraan dalam rangka pembinaan atlet bulutangkis.

Tiga lapangan tersedia untuk menggelar pertandingan. Tribun penonton banyak terisi penonton. Utamanya pelatih dan pendukung atlet sendiri. Pada hari pertama, pertandingan menarik disuguhkan atlet-atlet cilik ini. Seperti pertarungan di nomor tunggal dini putra. Meskipun pertandingan berakhir dengan straight game. Namun jalannya pertandingan cukup menarik. Seperti yang tersaji antara Guruh Damar dari PB Sena yang berhadapan dengan Kukuh Dwi dari PB Satria Tama, yang berkesudahan untuk kemenangan Guruh Damar, 21-10, dan 21-18.

Pertandingan lain di nomor dini putra juga menarik. Wildan dari PB Rahmat Tayu harus berjuang untuk mengandaskan perlawanan Alvino Aqsha dari PB Mandiri Tayu. Di set pertama, Alvino Aqsha bahkan harus memaksakan deuce 22-20, sementara di set kedua Wildan akhirnya bisa memastikan kemenangan dengan skor 21-12.

Pertandingan lain juga tak kalah menarik. Meskipun kalah, Realfies Deandra dari PB Rajawali memberikan perlawanan sengit terhadap Angga Dwi dari PB Sena. Pertandingan berkahir untuk kemenangan Angga Dwi dengan skor 21-19, dan 21-16.

Pembukaan kejuaraan itu sendiri dilakukan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Sigit Hartoko. Dalam kesempatan itu, pihaknya berharap bisa mengasahkan kemampuan bulutangkis anak-anak sekaligus memunculkan atlet-atlet baru bagi Kabupaten Pati.

”Ya ini merupakan sistem yang bagus untuk menjaring altet-atlet bulutangkis Kabupaten Pati. Melalui pembinaan yang terstruktur dengan ditopang kejuaraan seperti ini kami yakin kedepan olahraga bulutangkis di Kabupaten Pati bisa berbicara lebih banyak lagi di even-even besar. Misalnya porprov,” terang Sigit.

Ia menyampaikan, kejuaraan-kejuaraan seperti itu bakal terus dilaksanakan. Mengingat kejuaraan itu sangat penting bagi pembibitan atlet. ”Saat ini kualitas pebulutangkis kita sudah bagus dari segi kualitas. Melihat Kudus sebagai barometer olahraga tepok bulu ini, Pati sudah sedikit mampu mengimbangi. Kalau ada pembinaan terus kami yakin akan semakin bagus,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 11:50:45 +0700
<![CDATA[Gondol Dua Perunggu, Atlet Atletik Belum Cukup Tembus Kualifikasi PON]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129165/gondol-dua-perunggu-atlet-atletik-belum-cukup-tembus-kualifikasi-pon https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/gondol-dua-perunggu-atlet-atletik-belum-cukup-tembus-kualifikasi-pon_m_129165.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/gondol-dua-perunggu-atlet-atletik-belum-cukup-tembus-kualifikasi-pon_m_129165.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129165/gondol-dua-perunggu-atlet-atletik-belum-cukup-tembus-kualifikasi-pon

Dua medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet atletik Kudus di ajang Jatim Open yang berlangsung pada 26 sampai 30 Maret 2019 lalu.]]>

KUDUS – Dua medali perunggu berhasil dibawa pulang atlet atletik Kudus di ajang Jatim Open yang berlangsung pada 26 sampai 30 Maret 2019 lalu. Meski begitu, atlet atletik Kudus belum masuk limit kategori Pekan Olahraga Nasional (PON).

Sebelumnya, Kudus menurunkan tiga atlet di ajang Jatim Open ini. Mereka adalah Rismanto (lempar lembing putra), Ranto (3000 meter stapple chase), dan Solidin (lari 1500 meter putra). Sementara dua medali perunggu itu hadir lewat Rismanto dan Ranto.

Meski berhasil membawa medali perunggu ke Kota Kretek. Meski demikian, kedua atlet atletik Kudus itu belum berhasil mencapai limit yang ditentukan untuk masuk PON. Belum tercapainya target limit PON dikarenakan minimnya persiapan turun di Jatim Open. ”Anak-anak sudah bagus meski belum maksimal karena persiapan yang terbilang mepet,” terang Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kudus Firdaus.

Terpisah, atlet lari 1.500 meter putra Solidin juga mengatakan hal serupa. Dirinya hanya memiliki persiapan selama 12 hari =. ”Persiapan saya terbilang mepet karena hanya 12 hari. Tetapi saya berhasil masuk final. Kalau Mas Ranto lebih mepet lagi karena hanya persiapan tujuh hari,” ungkapnya.

Firdaus menambahkan, ketiga atlet yang turun di Jatim Open ini sudah termasuk atlet terbaik. Hanya, persiapan yang kurang matang membuat situasi belum berpihak kepada kontigen Kudus. Terlebih beberapa daerah lain juga mengirimkan atlet terbaik karena memang yang dikejar adalah masuk PON 2020. Beberapa lawan yang terbukti menyulitkan yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Tengah.

Meski hasil atlet atletik belum mencapai limit PON, hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, kedepannya masih ada beberapa jadwal kualifikasi PON 2020. Diantaranya Jateng Open, Jabar Open, Kejuaraan Nasional, dan beberapa even lainnya.

Ke depannya, ketiga atlet atetik Kudus inilah yang kembali akan turun di beberapa even kualifikasi PON 2020. Sebab, ketiganya sudah dirasa paling layak. Firdaus berharap anak asuhnya dapat masuk skuad PON 2020.

”Untuk Rismanto dan Ranto PON 2020 adalah yang terakhir bagi keduanya. Sementara Solidin masih bisa ikut lagi setelah PON 2020,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 13:54:20 +0700
<![CDATA[Lima Atlet Tembus Tim Sofbol Jateng, Ini Nama-namanya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129161/lima-atlet-tembus-tim-sofbol-jateng-ini-nama-namanya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/lima-atlet-tembus-tim-sofbol-jateng-ini-nama-namanya_m_129161.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/lima-atlet-tembus-tim-sofbol-jateng-ini-nama-namanya_m_129161.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129161/lima-atlet-tembus-tim-sofbol-jateng-ini-nama-namanya

Sebanyak lima atlet sofbol Kudus berhasil lolos seleksi Pra-PON. Kelimanya akan bergabung bersama atlet sofbol lainnya untuk memperkuat tim sofbol Jawa Tengah.]]>

KUDUS – Sebanyak lima atlet sofbol Kudus berhasil lolos seleksi Pra-PON. Kelimanya akan bergabung bersama atlet sofbol lainnya untuk memperkuat tim sofbol Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020.

Proses panjang telah dilewati kelima atlet sofbol asal Kudus itu. Memulai seleksi Pra-PON tahap awal sejak Februari lalu, kelimanya dihadapkan pada beragam tes. Mulai dari tes permainan, pemahaman posisi di permainan sofbol, teknik, dan fisik yang diselenggarakan secara bertahap di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Kelima atlet Kudus yang lolos seleksi yakni Rischa Wahyuningsih, Afra Anggita, Ayu Nur Hidayah, Setyowati, dan Graciela. Kelimanya akan bergabung bersama daerah lain seperti Semarang (loloskan sembilan atlet), Surakarta (loloskan dua atlet), dan Pekalongan (loloskan empat atlet). Total skuad sofbol Jawa Tengah ada 20 atlet.

Ketua Harian Pengkab Perbasasi Kudus Imam Santosa mengatakan, anak-anak tersebut terbilang potensial. ”Anak-anak usianya masih muda. Untuk Rischa sudah pernah ikut turnamen sofbol. Kemudian Afra juga masih muda sudah ikut seleksi Pra-PON,” jelas Imam.

Imam mengaku bangga kelima atletnya mampu masuk tim PON Jawa Tengah. Dirinya menambahkan kesuksesan itu berkat kerja sama semua pihak. ”Kesuksesan ini menjadi keberhasilan semua pihak mulai dari atlet, pelatih, serta dukungan orang tua atlet,” sambungnya.

Sementara itu, Rischa mengaku senang karena berhasil lolos seleksi dan menjadi bagian dari tim sofbol Jawa Tengah. ”Awalnya tidak percaya bisa lolos. Karena persaingannya ketat banget,” terang perempuan yang beroposisi sebagai second base ini. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 13:46:55 +0700
<![CDATA[Hari Ini Kejurkab Bulutangkis Pati Open 2019 Dimulai]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129139/hari-ini-kejurkab-bulutangkis-pati-open-2019-dimulai https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/hari-ini-kejurkab-bulutangkis-pati-open-2019-dimulai_m_129139.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/hari-ini-kejurkab-bulutangkis-pati-open-2019-dimulai_m_129139.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129139/hari-ini-kejurkab-bulutangkis-pati-open-2019-dimulai

Para pebulutangkis muda bakal adu tangkas bermain bulutangkis hari ini di GOR PB Rahmat. Mereka bakal bertarung untuk menjadi yang terbaik di ajang Pati Open.]]>

 PATI – Para pebulutangkis muda bakal adu tangkas bermain bulutangkis hari ini di GOR PB Rahmat. Mereka bakal bertarung untuk menjadi yang terbaik di ajang Pati Open 2019. Total ratusan peserta bakal ambil bagian di kejuaraan ini.

Dalam kejuaraan ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Mulai dari pra dini putra putri, dini putra putri, anak putra putri, pemula putra putri, dan remaja putra putri. Semuanya mempertandingkan tunggal pemain.

GALI POTENSI: Pertandingan menarik kejuaraan bulutangkis usia muda tahun lalu. Hari ini aksi seru permainan tepok bulu bakal tersaji di GOR PB Rahmat. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati Sigit Hartoko melalui Kasi Pembinaan Prestasi Edy Siswanto mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar sebagai ajang pembinaan bagi para atlet bulutangkis. Terutama untuk atlet dari pra dini sampai remaja dan dewasa.

”Kejuaraan ini sekaligus untuk mengidentifikasikan bibit-bibit terpendam yang ada di daerah. Sehingga nanti bisa direkrut untuk kemudian dibina secara berjenjang dan berkelanjutan. Semua dalam rangka mendukung peningkatan prestasi bulutangkis di Bumi Mina Tani,” terang Edy kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Pertandingan mulai digelar hari ini hingga Jumat, 5 April yang akan memanggungkan partai final. Sementara pembukaan dimulai pukul 09.00. Ratusan pebulutangkis dipastikan bakal meramaikan kejuaraan kali ini.

Total sudah ada 198 peserta yang terdaftar. Belum termasuk yang dewasa. Di nomor dewasa dipertandingan mulai kelas madya, utama, dan veteran. Di nomor ini dipertandingkan permainan ganda.

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 11:49:43 +0700
<![CDATA[Blusukan di Grobogan, Indra Sjafri Bagi Tips Latih Bola Anak-Anak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128865/blusukan-di-grobogan-indra-sjafri-bagi-tips-latih-bola-anak-anak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/blusukan-di-grobogan-indra-sjafri-bagi-tips-latih-bola-anak-anak_m_128865.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/blusukan-di-grobogan-indra-sjafri-bagi-tips-latih-bola-anak-anak_m_128865.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128865/blusukan-di-grobogan-indra-sjafri-bagi-tips-latih-bola-anak-anak

Pelatih Timnas U-23 Indra Sjafri berbagi pengalaman selama karir kepelatihannya, dari tingkat bawah sampai menjadi pelatih nasional.]]>

GROBOGAN – Pelatih Timnas U-23 Indra Sjafri berbagi pengalaman selama karir kepelatihannya, dari tingkat bawah sampai menjadi pelatih nasional. Di Kota Swieke, pria berkumis itu memberi tips melatih sepak bola untuk anak-anak.

Pria yang pernah melatih beberapa klub Liga 1 ini mengungkapkan, menjadi pelatih sepak bola harus tahu kondisi pemain. Salah satunya adalah pemain yang masih usia anak-anak. Maka konsep yang dilakukan dengan gembira dan tidak menjadikan anak tertekan. Karena sepak bola anak adalah bermain. Sehingga ada perbedaan cara melatih dengan pemain sudah berusia dewasa.

”Melatih sepak bola anak-anak itu seperti bermain. Jadikan anak-anak memegang bola satu –satu. Jangan sampai anak keliling lapangan lima kali. Itu tidak benar. Berikan mereka bola agar bisa mengasah skill,” kata Indra Sjafri dalam seminar panduan kepelatihan sepak bola anak di hotel Grand Master Purwodadi, Sabtu (30/3).

Dalam kesempatan tersebut, dirinya membeberkan cara pelatihan untuk usia anak. Yaitu dibagi dengan menjadi beberapa tingkatan usia sesuai dengan karakter anak. Seperti usia 6-12 tahun, dan 13-15 tahun. Menurutnya, anak harus diberikan support untuk menjadi pemain sepak bola dan diberikan waktu penuh. Sehingga jangan dipaksakan dengan pekerjaan lainnya.

”Kalau dia (anak-anak, Red) ditakdirkan jadi pemain sepak bola, jangan dipaksakan kerjaan lain. Sepak bola bisa angkat ekonomi daerah dan ekonomi bangsa. Kalau sepak bola dikelola dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya pemain sepak bola sekarang lebih profesional. Mereka mendapatkan gaji mulai dari Rp 50 juta sampai ratusan juta. Meski demikian, pelatih sepak bola juga harus sabar dan fokus menghadapi pemain.

”Saya bisa membentuk tim hebat ini karena saya blusukan dari Sabang ke Merauke dari 2012 sampai sekarang. Tanpa digaji saya ikhlas.  Saya niat bismillah, Tuhan saya ingin merubah sepak bola Indonesia,” ujarnya.

Indra menandaskan, pada permainan sepak usia usia dini, seharusnya jangan terlalu diarahkan pada prestasi. Sepak bola harus jadi kebanggaan dari anak dan mereka senang terlebih dahulu. Sebab, kemampuan pada anak, termasuk sepak bola memerlukan tahapan yang matang dengan porsi yang bertahap dan ada tujuan jelas. Salah satunya, ada perkembangan fisik dan mental yang sejalan dengan hak anak untuk tumbuh juga wajib diperhatikan.

”Jadi pelatih harus bisa jadi teladan bagi anak asuhnya. Hal-hal seperti ini hendaknya diperhatikan. Agar anak bisa mengetahui kebiasaan dari pelatih itu,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Sri Sumarni menyatakan, sejauh ini, ada beberapa pemain sepak bola hebat dari Grobogan yang pernah main di timnas. Seperti Tugiyo dan kiper Ravi Murdianto.  Dia memberikan apresiasi atas prestasi U-22 yang dilatih Indra Syafri yang berhasil menjadi juara.

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 10:21:46 +0700
<![CDATA[Persiku Junior Tambah Dua Pemain Lagi untuk Pertahanan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127458/persiku-junior-tambah-dua-pemain-lagi-untuk-pertahanan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/persiku-junior-tambah-dua-pemain-lagi-untuk-pertahanan_m_127458.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/persiku-junior-tambah-dua-pemain-lagi-untuk-pertahanan_m_127458.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127458/persiku-junior-tambah-dua-pemain-lagi-untuk-pertahanan

Skuad Persiku junior telah ditentukan kemarin. Sebanyak 25 pemain telah masuk ke dalam skuad Macan Muria muda. Pelatih masih akan mencari dua pemain lagi.]]>

KUDUS – Skuad Persiku junior telah ditentukan kemarin. Sebanyak 25 pemain telah masuk ke dalam skuad Macan Muria muda. Meski sudah bertajuk tahap akhir, skuad itu belum final. Sebab, pelatih masih akan mencari dua pemain lagi.

Dua pemain yang akan dicari yakni satu pemain di posisi wing back kiri dan satu pemain di posisi stopper. Seleksi tahap akhir itu diisi dengan game. Pemain yang tidak dapat memenuhi ekspektasi pelatih langsung dicoret.

Skuad Macan Muria ini sudah bisa dibilang paten. Namun, pihak pelatih masih akan mencari dua pemain lagi di lini belakang. Sebab, dua posisi itu masih dirasa perlu dibenahi lagi. Sementara untuk kerja sama tim sudah semakin membaik.

Pemain yang sudah ada saat ini dirasa telah memenuhi syarat yang ditentukan pelatih. Baik dari segi skill individu, kerjasama tim, dan pemahaman strategi. Namun, Pelatih Persiku junior Bagong Harmadi menilai masih ada berbagai aspek yang harus dibenahi di skuadnya.

Selain itu, belum adanya jadwal latihan yang kontinyu membuat anak asuh Bege – sapaan akrabnya kurang optimal dalam menjalankan arahannya di lapangan. Hingga skuad akhir terbentuk, Persiku junior sudah tiga pekan lebih tak menggelar sesi latihan. Situasi seperti ini tentu tidak berdampak bagus bagi anak asuhnya.

Sebanyak 25 pemain yang lolos tahap akhir ini terdiri dari tiga kiper, sembilan bek, sembilan gelandang, dan empat penyerang. Rencananya anak asuh Bagong Harmadi akan menggelar sesi latihan perdana sebagai sebuah tim mulai Selasa (26/3) di lapangan Karang Malang, Gebog, Kudus. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 15:16:12 +0700
<![CDATA[Pemanasan Atlet Lokal dan Luar Kota Jelang Adu Skill Memanah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125196/pemanasan-atlet-lokal-dan-luar-kota-jelang-adu-skill-memanah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/pemanasan-atlet-lokal-dan-luar-kota-jelang-adu-skill-memanah_m_125196.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/pemanasan-atlet-lokal-dan-luar-kota-jelang-adu-skill-memanah_m_125196.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125196/pemanasan-atlet-lokal-dan-luar-kota-jelang-adu-skill-memanah

Puluhan atlet panahan dari berbagai kota berkumpul di lapangan SMPN 2 Pati. Mereka menggelar latihan bersama sebagai ajang pemanasan atlet panahan.]]>

PATI – Puluhan atlet panahan dari berbagai kota berkumpul di lapangan SMPN 2 Pati. Mereka menggelar latihan bersama. Latihan bersama itu dipersiapkan sebagai ajang pemanasan atlet panahan, sekaligus pemanasan bagi klub panahan Cendekia Archery Team (CAT) Pati untuk menggelar even kejuaraan di Bumi Mina Tani.

Huda, ketua Cendekia Archery Team (CAT) Pati mengungkapkan, latihan bersama itu digelar untuk meningkatkan kemampuan atlet dalam bertanding. Sekaligus memberikan pengalaman bagi klub dalam menggelar suatu even, meskipun baru sebatas latihan bersama. Namun dengan standar kejuaraan resmi panahan.

Ada sekitar 75 atlet yang turut serta dalam latihan bersama. Mereka datang dari Pati, Jepara, Kudus, Boyolali, Sukoharjo, bahkan dari Semarang. Termasuk dari Balai Pelatihan Olahraga Jawa Tengah. Semua kelas baik usia dini, pra dini, semua dipertandingkan dalam kegiatan latihan bersama itu. Selain itu, panitia juga menggelar semua jenis pertandingan seperti horsebow dan lainnya.

”Kegiatan latihan bersama ini juga menjadi evaluasi kami sebagai klub. Bagaimana perkembangan anak-anak yang berlatih di klub kami ini. Selain itu juga sebagai pengenalan bagi para orang tua yang memiliki anak atlet panahan ini. Bagaimana dalam lomba,” jelas Huda.

Lebih jelasnya, lanjut Huda melalui kegiatan latihan bersama itu sekaligus untuk kembali memasyarakatkan olahraga panahan di Kabupaten Pati. Sebab, selama ini panahan identik dengan olahraga mahal.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Mar 2019 10:27:59 +0700
<![CDATA[Ada Drama di Tapa Utama dalam Kejurkab Muria Cup XIV]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122488/ada-drama-di-tapa-utama-dalam-kejurkab-muria-cup-xiv https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/ada-drama-di-tapa-utama-dalam-kejurkab-muria-cup-xiv_m_122488.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/ada-drama-di-tapa-utama-dalam-kejurkab-muria-cup-xiv_m_122488.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122488/ada-drama-di-tapa-utama-dalam-kejurkab-muria-cup-xiv

Pertandingan bulutangkis di nomor kemampuan Tapa Utama berlangsung kemarin. Kali ini mempertemukan Dimas Putra Maulana dengan Iqbal Wahyu Listyan.]]>

BAE Pertandingan bulutangkis di nomor kemampuan Tapa Utama berlangsung kemarin. Kali ini mempertemukan Dimas Putra Maulana dengan Iqbal Wahyu Listyan. Drama berupa rally-rally panjang dan adu net menjadi warna pertandingan ini.

Pada babak pertama, Dimas mengawali poin pertama lewat pembacaan kok yang bagus. Poin demi poin didapatkannya secara beruntun. Tak ayal, Dimas memimpin jauh meninggalkan Iqbal 6-2. Tak mau malu, Iqbal mencoba membalas lewat pukulan smash yang berhasil berbuah poin hingga kembali menyamakan skor 6-6. Namun, Dimas kembali menjauh 6-11. Di jeda turun minum, kedua pelatih memberikan arahan serius kepada anak asuhnya.

Game berlanjut. Usai jeda minum, Iqbal masih belum meraih poin. Sebab, pukulannya kerap mengenai net. Alhasil poin justru bertambah bagi Dimas. Kedua pemain tampaknya ingin menyudahi game lebih cepat. Sebab, keduanya saling smash dan tak jarang memperagakan drop shot. Suasana menjadi seru lewat tepuk tangan penonton yang membuat pertandingan menjadi lebih ramai.

Skor terus bertambah. Kedua pemain saling menyusul. Terutama saat poin imbang 14-14. Keduanya tampak bermain agresif. Keduanya saling ngotot hingga skor 19-19. Set pertama berkesudahan dengan skor 21-19 untuk kemenangan Dimas Putra Maulana.

Saat turun minum, kedua pelatih tampak serius memberikan arahan kepada anak asuhnya. Hal ini terlihat dari gerakan tangan dari kedua pelatih dan obrolan pelatih kepada anak asuhnya.

Jatuh bangun kedua atlet sering diperagakan di pertandingan Tapa Utama itu. Dimas mencoba mengganti kok. Di set kedua ini, rally-rally panjang juga diperagakan kedua pebulutangkis cilik ini. Pertandingan berjalan semakin seru. Teriakan penonton dan tepuk tangan kedua pelatih menjadi apresiasi atas permainan yang disuguhkan keduanya. Babak kedua berkesudahan dengan skor 21-14 untuk kemenangan Dimas Putra Maulana.

Pelatih Dimas Putra Maulana Puji mengapresiasi anak asuhnya. ”Saya bangga. Namun, Dimas mainnya masih kurang ngotot. Pertandingan selanjutnya harus lebih agresif dan saya akan evaluasi permainan netting-nya,” terangnya.

Sementara itu, Dimas Putra Maulana saat diwawancara oleh wartawan Jawa Pos Radar Kudus mengaku senang. ”Usaha saya selama ini tidak sia-sia. Namun saya harus berlatih lebih keras agar hasilnya jauh lebih baik,” ujarnya singkat. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 01 Mar 2019 13:51:44 +0700
<![CDATA[Esti Puji Lestari: Beli Persijap, Malah Suami Tak Bisa Main]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122425/esti-puji-lestari-beli-persijap-malah-suami-tak-bisa-main https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/esti-puji-lestari-beli-persijap-malah-suami-tak-bisa-main_m_122425.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/esti-puji-lestari-beli-persijap-malah-suami-tak-bisa-main_m_122425.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122425/esti-puji-lestari-beli-persijap-malah-suami-tak-bisa-main

Koper merah ditarik Esti Puji Lestari. Masuk ke aula mes Persijap di Jalan Ki Mangunsarkoro, Nomor 17, Kelurahan Panggang, Kota, Jepara.]]>

JEPARA - Koper merah ditarik Esti Puji Lestari. Masuk ke aula mes Persijap di Jalan Ki Mangunsarkoro, Nomor 17, Kelurahan Panggang, Kota, Jepara. Disambut oleh juru masak di mes itu. Keduanya pelukan dan cium pipi. Seperti kawan yang sudah lama tak bertemu.

Esti memang jarang ke Jepara. Apalagi sejak suaminya, Carlos Raul Sciucatti tak bermain di Persijap. Dulu, Esti memang domisili di Jepara. Mengontrak rumah. Selama kurang lebih dua tahun. Namun, ketika mau memperpanjang kontrak, pemilik rumah tak mau. Akhirnya, dia putuskan untuk domisili di Jakarta. Kalau ada urusan penting, dia baru ke Kota Ukir dan menginap di hotel. ”Toh saya juga sudah jarang ke Jepara. Kalau ada rumah di Jepara juga jadi jarang merawatnya,” ungkapnya.

Sang suami pula yang jadi faktor Esti masuk ke dunia sepak bola. Esti dan Carlos menikah pada 2014 lalu. Mereka kenalan di salah satu kedai Starbucks Coffe di Jakarta. Saat itu untuk urusan bisnis. Esti Awalnya mau bertemu lima menit saja. Begitu ngobrol dengan Carlos, dia merasa cocok. Akhirnya obrolan yang semula hanya direncanakan lima menit, berubah jadi lima jam.

Esti menemukan hal berbeda di diri Carlos. Yang jarang sekali ditemukan pada pemain sepak bola, terutama pemain asing. Yang biasanya identik dengan hidup mewah. Kehidupan yang glamor. Di mata Esti, Carlos itu sederhana. Apa adanya. Itulah yang akhirnya memikat hatinya. Bahkan, untuk urusan mengatur keuangan, Carlos lebih jago ketimbang Esti. Padahal, Esti yang punya latar belakang pebisnis.

Semua pendapatan yang didapat Carlos diserahkan ke Esti. Bahkan, gaji dari bertanding di level tarkam yang besarnya hanya Rp 500 ribu pun dia serahkan ke Esti. Uang itu ditaruh di samping tempat tidur. Paginya ketika Esti bangun, bertanya ke Carlos itu uang apa. Ternyata itu hasil Carlos bermain tarkam.

”Langsung saya cium Carlos. Lalu Carlos bilang, kalau saya dapat Rp 500 juta kamu cium saya 10 kali,” jelas Esti sambil tertawa.

Perempuan asli Sukabumi, Jawa Barat, itu juga sangat berperan dalam karir sepak bola Carlos. Dia yang jadi manajer Carlos ketika main di beberapa klub di Indonesia. Mengurus kontrak Carlos. Pun ketika sang suami ada masalah. Entah itu soal gaji ataupun Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Esti yang turun langsung mengurusnya. Termasuk melobi manajemen klub.

Mulai membela Persijap pada 2008, Carlos sempat berpindah klub, seperti ke Persela Lamongan, Persidafon Dafonsoro, PSLS Lhoksumawe, dan Mitra Kukar. Carlos akhirnya kembali lagi ke Persijap pada 2014. Pemain asal Argentina itu sempat ragu. Karena masuk di tengah musim dan kondisi Persijap berada di jurang degradasi Liga 2.

Esti yang meyakinkan Carlos untuk kembali lagi berkostum Persijap. Justru dengan kondisi yang nyaris degradasi itulah, Esti meminta Carlos untuk membantu. Agar Persijap tetap berada di Liga 2. Entah apapun hasilnya, yang penting usaha dahulu. Meskipun akhirnya Persijap harus terdegradasi juga ke Liga 3.

Niat menyelamatkan kapal yang nyaris tenggelam, Esti akhirnya memutuskan membeli saham Persijap 20 persen. Dari pemilik saham mayoritas M Said Basalamah. Dengan perhitungan bisnis yang sangat matang. Seperti uji kelayakan. Semua dokumen dicek oleh Esti. Saat itu, Persijap memang punya utang miliaran rupiah. Kondisi keuangan sudah jelas minus. Aset juga tidak ada, karena statusnya milik Pemkab Jepara.

”Saya beli Persijap memang untuk suami saya. Supaya bisa main bola dengan jujur. Suporternya juga banyak. Suporter bilang saya cari untung. Memang ini bisnis, untung itu juga untuk gaji pemain,” ujarnya.

Esti mengakui dirinya memang nekat dan terlalu percaya diri saat membeli tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu. Meskipun secara hitung-hitungan bisnis sudah matang, ada faktor lain yang tak diperhitungkan. Terutama dari internal Persijap sendiri. Seperti orang-orang yang tak punya integritas. Ada oknum manajemen dan pemain Persijap yang saat itu terlibat match setting. Informasi itu didapat dari pelatih Persijap saat itu berinisial IS.

Perjuangan Esti menyelamatkan Persijap semakin berat. Ketika saat itu PSSI dibekukan. Persijap berlaga di Indonesian Soccer Championship (ISC) B. Apesnya, regulasi saat itu tak memperbolehkan ada pemain asing di ISC B. ”Saya sedih. Sudah beli saham, tapi suami saya tidak bisa main,” ungkapnya.

Akhirnya, Carlos memutuskan mengambil kursus kepelatihan. Dorongan Esti ke Carlos agar ikut kursus kepelatihan bukannya tanpa alasan. Dari pengalamannya mengikuti Carlos dari satu klub ke klub lain, tak mudah menggantungkan masa depan sebagai pemain sepak bola di Indonesia.

Carlos pun sempat menjadi pelatih Persijap. Ketika Persijap tak lagi menjalin kerja sama dengan pelatih Fernando Sales. Meskipun hanya untuk menghabiskan sisa musim Liga 3 2017. Sebelum akhirnya Persijap mengontrak dengan Patrick Ghigani sebagai pelatih. Sedangkan Carlos merapat ke salah satu klub di Tiongkok.

]]>
Ali Mustofa Fri, 01 Mar 2019 09:47:41 +0700
<![CDATA[Catat Match Setting sejak Tiga Tahun Lalu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122422/catat-match-setting-sejak-tiga-tahun-lalu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/catat-match-setting-sejak-tiga-tahun-lalu_m_122422.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/catat-match-setting-sejak-tiga-tahun-lalu_m_122422.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122422/catat-match-setting-sejak-tiga-tahun-lalu

Sepak bola Indonesia sedang dihadapkan permasalahan match setting. Dari kasus ini, jumlah tersangka yang ditetapkan oleh Satgas Anti-Mafia Bola terus bertambah.]]>

Sepak bola Indonesia sedang dihadapkan permasalahan match setting. Dari kasus ini, jumlah tersangka yang ditetapkan oleh Satgas Anti-Mafia Bola terus bertambah. Di antara yang getol menyuarakan perlawanan terhadap match setting yakni Esti Puji Lestari, Presiden Persijap Jepara. Berikut laporan wartawan Radar Kudus Vega Ma’arijil Ula dan Kholid Hazmi yang memiliki kesempatan wawancara dengan Esti.

DITEMUI di kantornya yang berlokasi di Jalan Ki Mangunsarkoro, Nomor 17, Kelurahan Panggang, Kota, Jepara, Esti Puji Lestari menyambut baik kedatangan wartawan Jawa Pos Radar Kudus. Esti menceritakan soal match setting yang beberapa hari terakhir masih menjadi perbincangan hangat publik.

Berawal dari inisiatifnya menulis data-data soal match setting di 2017, tak disangka data-data yang dia tulis manual di sebuah buku dapat bermanfaat hari ini. Meski tidak dapat dijadikan bukti kuat, setidaknya tulisan istri Carlos Raul Sciucatti itu, dapat memberikan pencerahan kepada Satuan Petugas (Satgas) Anti-Mafia Bola dalam bertugas membongkar kasus match setting.

Orang nomor 1 di Persijap Jepara itu, mengaku sudah getol untuk membongkar match setting jauh-jauh hari sebelum ramai dibicarakan seperti saat ini. Bahkan, Esti juga pernah menanyai pemain Persijap satu per satu soal match setting. Itu dilakukannya tiga tahun lalu.

”Tiga tahun lalu saya pernah menanyai beberapa pemain saya apakah pernah terlibat dengan match setting atau tidak. Saya masih ingat itu saya lakukan di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara,” terangnya.

Esti juga menceritakan, salah satu modus match setting itu, berasal dari manajer yang menawarkan ke beberapa pemain. Biasanya pemain yang berposisi sebagai penyerang akan diminta untuk tidak mencetak gol. Sedangkan untuk pemain belakang, biasanya diminta untuk membiarkan penyerang lawan mencetak gol dengan mudah.

Tak ketinggalan, ibu tiga anak ini juga menceritakan soal modus match setting yang biasanya terjadi di Jepara. Biasanya oknum masuk ke hotel tempat pemain menginap untuk diberi uang. Termasuk skor akhir pertandingan yang sudah dibicarakan. Yang lebih mengerikan lagi, kalau perjudiannya sudah lebih besar. Modus match setting dilakukan lebih detail mulai dari menit ke berapa pemain harus dikartu dan menit keberapa pemain harus mencetak gol.

Terkait pemain yang didatangi ke hotel oleh tamu ataupun mafia, sebenarnya hal tersebut tidak diperbolehkan. Hal ini juga pernah dialami sendiri oleh suami Esti. Perempuan kelahiran Sukabumi, 27 Maret 1980 ini, didatangi tamu tak dikenal sebelum pertandingan. Tak mau mengambil risiko, Esti mengimbau suaminya agar tidak menemui oknum tamu tersebut.

”Jangankan orang lain, saya saja mau menemui suami ke hotel memilih aman. Jadi saya temui setelah bertanding,” ujarnya. Kejadian serupa juga pernah terjadi pada pemain klub di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dipecat usai bertemu dengan orang di hotel walaupun orang tersebut belum tentu oknum match setting.

Soal match setting yang telah dilaporkannya, Esti menyampaikan, Satgas Anti-Mafia Bola bekerja profesional dan tidak terburu-buru. Sebab, satgas tidak mau gegabah jika tidak ada bukti yang kuat. Itu tidak masalah bagi Esti. Baginya, yang terpenting satgas tahu kalau di pesepakbolaan Indonesia benar-benar terjadi match setting. Jadi, satgas bisa bersinergi dengan PSSI. Karena selama ini saat pihak kepolisian akan megusut soal mafia bola di tanah air selalu dikaitkan dengan statuta PSSI.

Apa yang dilakukan oleh Esti tentu seperti dua mata uang. Ada yang mendukung dan ada yang tidak berkenan. Mereka yang kurang suka dengan sikap vokal Esti, biasanya menyerangnya secara personal. Yakni soal pencemaran nama baik dengan cara mengklaim Esti tidak pernah membayar gaji pemain.

”Saya ingin membuat buku yang membahas buku soal match setting ini. Agar orang tahu mengatur sepak bola di Indonesia ini bukan ke arah negosiasi, tetapi lebih ke nego-nego sanderan. Yakni kong-kalikong kalau tidak sejalan akan dihabisi satu-satu,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 01 Mar 2019 09:25:38 +0700
<![CDATA[Duel Sengit Kejurkab Muria Cup di Madya Utama]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122292/duel-sengit-kejurkab-muria-cup-di-madya-utama https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/duel-sengit-kejurkab-muria-cup-di-madya-utama_m_122292.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/duel-sengit-kejurkab-muria-cup-di-madya-utama_m_122292.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122292/duel-sengit-kejurkab-muria-cup-di-madya-utama

Pertandingan Kejurkab Muria Cup kembali menyajikan laga seru. Kali ini hadir dikelompok kemampuan Madya Utama. Di laga ini mempertemukan Ozil Artha-Hifni Bika.]]>

KOTA Pertandingan Kejurkab Muria Cup kembali menyajikan laga seru. Kali ini hadir dikelompok kemampuan Madya Utama. Di laga ini mempertemukan antara Ozil Artha Alkashxam melawan Muhammad Hifni Bika Nashif. Pertandingan berjalan seru. Sebab, terdapat rally-rally panjang yang dihiasi dengan insiden lepasnya sepatu.

Babak pertama, pertandingan berjalan seru. Kedua pemain yang usianya masih terbilang anak-anak dengan postur tubuh yang mungil membuat keduanya seakan tidak sabar ingin segera menang. Sebab, di menit-menit awal set pertama, keduanya langsung memperagakan pukulan smash.

Pada babak pertama Ozil yang berasal dari Teratai Mejobo Badminton Club Kudus tampak lebih dominan. Sementara Hifni yang berasal dari PB Ngudi Berkah Bae Kudus kerap melakukan kesalahan saat mengembalikan kok. Pukulan smash masih menjadi senjata kedua pemain seakan ingin menyelesaikan pertandingan lebih cepat. Tidak ingin tertinggal jauh, Hifni mencoba mengejar. Dari perolehan poin sementara 16-4 berhasil dikejar olehnya hingga 16-10. Akan tetapi, permainan yang lebih tenang dari Ozil menutup babak pertama dengan skor 21-12 untuk kemenangan Ozil.

Saat jeda turun minum, kedua pelatih tampak memberikan arahan bagi kedua pemain. Hal ini tampak dari gerakan tangan kedua pelatih yang seakan memberikan instruksi kepada anak asuhnya masing-masing.

Memasuki set kedua, poin pertama didapat oleh Ozil. Poin berasal dari pengembalian kok yang tidak sempurna oleh Hifni akibat terkena net. Tak ingin malu, Hifni juga mengejar melalui poin perdananya usai melakukan pembacaan kok yang cermat hasil smash Ozil yang keluar dari area lapangan.

Jika babak pertama penonton lebih sering disajikan deretan smash. Sedangkan babak kedua ini pebulutangkis bermain net dan penempatan bola. Hasilnya permainan tampak lebih seru. Tak jarang penonton berteriak untuk memberikan dukungan. Rally-rally panjang juga terjadi. Bahkan insiden lepas sepatu yang dialami oleh Hifni saat akan mengembalikan kok usai beradu rally membuat pertandingan menjadi menarik. Sebab, beberapa penonton tampak tertawa.

Stamina tampaknya menjadi problema bagi Hifni. Sebab, usai melakukan smash dan rally panjang, pengembalian kok-nya kerap tidak sempurna dan menyentuh net. Bahkan skor terpaut jauh. Sementara Ozil terus menambah poin. Babak kedua ini Ozil unggul 21-5.     

Pelatih Ozil, Agus Murdianto mengaku, senang dengan kemenangan ini. Namun dia masih belum puas. ”Penampilan Ozil masih kurang sempurna. Mungkin kondisi badan yang kurang sehat. Akan ada evaluasi lagi. Supaya kakinya lebih lincah,” terangnya. Dengan hasil ini, Ozil akan bersua dengan Muhammad Ihsan Ramadhan di babak quarter final. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 15:07:26 +0700
<![CDATA[SMA NU Al-Ma’ruf Sapu Bersih Dua Babak di Final Porsema]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121942/sma-nu-al-maruf-sapu-bersih-dua-babak-di-final-porsema https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/sma-nu-al-maruf-sapu-bersih-dua-babak-di-final-porsema_m_121942.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/sma-nu-al-maruf-sapu-bersih-dua-babak-di-final-porsema_m_121942.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121942/sma-nu-al-maruf-sapu-bersih-dua-babak-di-final-porsema

Laga final tak sepadan tersaji dalam laga bertajuk Porsema cabang olahraga bola voli putra. Final itu mempertemukan SMA NU Al-Ma’ruf melawan SMK NU Ma’arif.]]>

KUDUS – Laga final tak sepadan tersaji dalam laga bertajuk Pekan Olahraga dan Seni Ma׳arif (Porsema) cabang olahraga bola voli putra. Final itu mempertemukan antara SMA NU Al-Ma’ruf melawan SMK NU Ma’arif di lapangan bola voli SMK NU Ma’arif.

Bertanding di hadapan suporternya sendiri, SMK NU Ma’arif justru direpotkan oleh permainan tim tamu SMA NU Al-Ma’ruf. Di set pertama, SMA NU Al-Ma’ruf mendominasi laga dengan menyerang sejak awal. Tim tamu memang bermain lebih tenang. Dari segi postur, tim tamu juga lebih tinggi.

Pada set pertama itu, spiker SMA NU Al-Ma’ruf nomor sembilan kerap kali melakukan smash yang berbuah poin. Set pertama berakhir untuk keunggulan SMA NU Al-Ma’ruf dengan skor 25-13.

Di set kedua, suasana semakin memanas. Kedua suporter mendekat ke lapangan voli. Tak mau dipermalukan, SMK NU Ma’arif mencoba menyerang. Tiga poin didapat oleh tim tuan rumah. Namun, SMA NU Al-Ma’ruf juga mencoba bangkit dengan melakukan serangan lewat spiker dan blocker yang sempurna menahan serangan sehingga poin berbalik untuk tuan rumah. Set kedua berakhir untuk keunggulan SMA NU Al-Ma’ruf dengan skor 25-14. Tim tamu akhirnya memenangkan laga final dengan dua set.

Pelatih SMA NU Al-Ma’ruf Mohadi meski menang dengan dua set langsung, dia mengakui pertandingan berlangsung tidak imbang. ”Kami juga akan evaluasi lagi untuk kerjasama dan komunikasi,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan pelatih SMK NU Ma’arif Ruhartoyo. Meski laga terlihat tak imbang, anak asuhnya sudah berusaha mengimbangi permainan tim lawan. ”Kami perlu latihan lagi,” pungkasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Feb 2019 10:24:33 +0700
<![CDATA[Taklukkan PSIS Semarang, Persatu Tuban Kampiun Trofeo Pesantenan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121941/taklukkan-psis-semarang-persatu-tuban-kampiun-trofeo-pesantenan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/taklukkan-psis-semarang-persatu-tuban-kampiun-trofeo-pesantenan_m_121941.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/taklukkan-psis-semarang-persatu-tuban-kampiun-trofeo-pesantenan_m_121941.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121941/taklukkan-psis-semarang-persatu-tuban-kampiun-trofeo-pesantenan

Trofeo Pesantenan sukses digelar kemarin. Persatu Tuban keluar sebagai juara, setelah menaklukan tuan rumah Persipa 2-0 di pertandingan pertama.]]>

PATI – Trofeo Pesantenan sukses digelar kemarin. Persatu Tuban keluar sebagai juara, setelah menaklukan tuan rumah Persipa 2-0 di pertandingan pertama. Lalu memastikan gelar juara di pertandingan kedua dengan memecundangi PSIS Semarang 1-0 di pengujung laga.

Pertandingan dimulai pukul 14.00, tiap kesebelasan masing-masing bermain selama 1x45 menit. Tuan rumah bermain terlebih dahulu melawan Persatu. Kesebelasan yang baru saja promosi ke Liga 2 itu mampu mengatasi Laskar Saridin melalui gol dari Danu Rosadi di menit ke 28, dan Syahrur Ramadani di menit ke-38.

Di pertandingan kedua, Persatu kembali mendapat kemenangan. PSIS yang turun dengan banyak pemain lapis itu harus kebobolan di menit-menit terakhir pertandingan. Gol didapat dari kapten kesebelasan Danu Rosadi di menit ke-45. Gol bermula dari kesalahan pemain belakang PSIS yang memainkan bola di wilayahnya sendiri. Nahas bola dapat direbut pemain Persatu. Dua kemenangan memastikan Laskar Ronggolawe itu menjadi kampiun Trofeo Pesantenan.

Sementara di pertandingan terakhir, Persipa sempat membuat kejutan. Di menit ke-14, Ikris pemain asal Papua berhasil mengoyak gawang PSIS yang dijaga Jandia Eka Putra. Namun, keunggulan tuan rumah tak berlangsung lama.

Di menit ke 18, Septian David Maulana berhasil menyamakan kedudukan. Bintang timnas di Asian Games 2018 lalu itu tampil menjadi pembeda di pertandingan tersebut. Satu-satunya pemain asing PSIS yang hadir, Ibrahim Conteh berhasil menyelamatkan nama besar Mahesa Jenar. Di menit ke 43, pemain asal Sierra Leone ini berhasil membuat anak asuh Jafri Sastra unggul 2 – 1.

Direktur PSIS Semarang Joni Kurnianto mengungkapkan, baginya hal itu tak masalah untuk timnya. Mengingat laga ini hanya ajang pemanasan. ”Pelatih punya rencana sendiri. Mungkin ini untuk mencari kerangka tim ke depan guna mematangkan skuad menyongsong turnamen resmi,” terangnya.

Akan tetapi, yang terpenting hal itu menjadi ajang pemanasan bagi para pemain. Sekaligus memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain Persipa untuk memantapkan mental bertanding.

Ketua Umum Persipa Saiful Arifin mengapresiasi berlangsungnya turnamen yang diinisiasi oleh kelompok suporter Patifosi ini. ”Kalah menang tidak masalah. Yang terpenting ini menjadi bagian dari uji coba yang baik. Ada kesempatan bertanding denga klub yang levelnya di atas Persipa, ini tentu menjadi pengalaman bertanding yang bagus untuk anak-anak,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Feb 2019 10:16:08 +0700
<![CDATA[Hari Ini Kejurkab Muria Cup XIV Gelar Kelas Utama Open]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121771/hari-ini-kejurkab-muria-cup-xiv-gelar-kelas-utama-open https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/hari-ini-kejurkab-muria-cup-xiv-gelar-kelas-utama-open_m_121771.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/hari-ini-kejurkab-muria-cup-xiv-gelar-kelas-utama-open_m_121771.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121771/hari-ini-kejurkab-muria-cup-xiv-gelar-kelas-utama-open

Kejuaraan bulutangkis Djarum Foundation Kejurkab Muria Cup XIV Tahun 2019 berlangsung mulai hari ini. Pada tahun ini Djarum Foundation gelar Kelas Utama open.]]>

KOTA – Kejuaraan bulutangkis Djarum Foundation Kejurkab Muria Cup XIV Tahun 2019 berlangsung mulai hari ini. Pada tahun ini Djarum Foundation menggelar Kelas Utama Open yang diikuti pemain dari berbagai daerah di luar Kabupaten Kudus. Kejuaraan tingkat kabupaten atau Kejurkab ini sendiri, akan diselenggarakan selama 5 hari. Tepatnya pada 26 Februari – 2 Maret 2019 di GOR Djarum Kaliputu, Kudus.
Ketua Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Kudus Eddy Prayitno mengatakan, semua atlet daerah luar Kudus tersebut tidak dibatasi wilayah. “Kalau di kelompok utama, semua pemain dari kota manapun saja boleh mengikuti kejuaraan. Bebas. Namanya saja open, jadi siapapun (sesuai tingkat usia) bisa ikut,” paparnya kemarin.
Kelas Utama merupakan tingkat tertinggi dari kejurkab bulutangkis Muria Cup Ke-14. Diikuti pemain dengan kemampuan mahir. Beberapa daerah yang bakal mengikuti kejuaraan, antara lain Semarang, Jogjakarta, Purwokerto. Juga Jember, Tulunggagung, hingga Surabaya. 
Menurut Eddy, untuk kelas utama, jalannya pertandingan bakal ketat dan sulit diprediksikan. Sebab, persaingan diikuti para pemain handal klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) tuan rumah dan juga pemain tamu yang menempati unggulan di kotanya masing-masing.
“Bisa dikatakan, di pertandingan utama itu bakal ramai (perebutan juara). Di tingkat utama kan banyak kelompoknya (yang dimainkan). Di pertandingan tunggal saja dari usia dini sampai remaja. Tahun lalu yang juara kelas utama ada PB Efran Kudus, PB Master Badminton Kudus, PB Djarum, dan PB Rahmat Pati,” paparnya.
Selain kelas utama, kejuaraan rutin digelar setiap tahun ini juga akan memainkan laga kelas dasar dan madya. Namun di kelas tersebut, hanya dikhususkan bagi pemain yang bernaung di bawah PBSI Kabupaten Kudus, atau pemain lokal kabupaten kudus. Di kelas ini, tidak hanya diikuti pemain dari klub pembinaan bulutangkis saja, namun juga pemain yang diturunkan dari sekolah.
Eddy berharap, para pemain kabupaten Kudus bisa bersaing dengan klub-klub luar kota dalam Djarum Foundation Kejurkab Muria Cup XIV Tahun 2019. “Klub-klub Kabupaten Kudus bisa tampil gemilang di kelas utama. Mampu unjuk diri. Paling tidak harapannya bisa mendominasi hasil (juara) utama,” pungkasnya. (fiq)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 14:11:18 +0700
<![CDATA[Ribut Gara-Gara Tekel, Laga Final Popda Sepak Bola Sempat Terhenti]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121469/ribut-gara-gara-tekel-laga-final-popda-sepak-bola-sempat-terhenti https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/ribut-gara-gara-tekel-laga-final-popda-sepak-bola-sempat-terhenti_m_121469.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/ribut-gara-gara-tekel-laga-final-popda-sepak-bola-sempat-terhenti_m_121469.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121469/ribut-gara-gara-tekel-laga-final-popda-sepak-bola-sempat-terhenti

Lima kartu kuning keluar dari kantong wasit dalam laga final Popda sepak bola Jumat (22/2) kemarin. Pertandingan sempat diwarnai insiden perkelahian antarpemain]]>

KUDUS – Lima kartu kuning keluar dari kantong wasit dalam laga final Popda sepak bola Jumat (22/2) kemarin. Pertandingan sempat diwarnai insiden perkelahian antarpemain yang bertanding. Yakni SMA NU Al Ma’ruf dan SMA Muhammadiyah. Hasilnya, SMA NU Al Ma’ruf berhasil menjadi juara usai menang tipis 1-0.

Kedua tim yang beradu kekuatan di final diklaim sebagai tim yang sama-sama kuat. Sebab, masing-masing skuad memiliki amunisi terbaiknya. SMA NU Al-Ma’ruf dihuni tujuh pilar Persiku junior. Sementara SMA Muhammadiyah Kudus dihuni pemain-pemain diklat HW.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, kedua kubu sudah saling serang. SMA NU Al-Ma’ruf memulai menyerang lebih dulu lewat pemain nomor punggung 13, Zola yang menyisir dari sisi kanan. Namun, masih dapat diantisipasi lini belakang SMA Muhammadiyah Kudus.

Tak mau terus ditekan, SMA Muhammadiyah Kudus mencoba bangkit. Namun serangan yang dilancarkan masih terhenti di lini tengah lapangan. Di menit ke-19 SMA Muhammadiyah Kudus menyerang lewat pemain nomor punggung 10, M Akmal, tetapi masih dapat diantisipasi oleh pemain SMA Muhammadiyah Kudus nomor punggung 4, Aldi.

Di menit ke-26, solo run pemain SMA NU Al-Ma’ruf nomor punggung 3, Apriliano Fajar berhasil menusuk hingga ke kotak penalti SMA Muhammadiyah Kudus. Umpan terukurnya berhasil dimanfaatkan oleh rekan satu timnya, Zola. Skor berubah 1-0 untuk keunggulan sementara kesebelasan SMA NU Al-Ma’ruf. Skor bertahan hingga turun minum.

Tempo pertandingan di babak kedua semakin memanas. Puncaknya pada menit ke-55. Saat salah satu pemain SMA Muhammadiyah ditekel oleh pemain SMA NU Al Ma’ruf. Pemain yang bersangkutan tak terima. Begitu pula dengan pemain SMA Muhammadiyah lainnya. Mereka mengajak duel pemain SMA NU Al Ma’ruf.

Wasit Imam Handoko yang memimpin langsung berusaha melereai. Dibantu oleh aparat keamanan yang saat itu bertugas. Pertandingan sempat terhenti sekitar lima menit. Wasit akhirnya memberi kartu kuning kepada pemain SMA NU Al Ma’ruf bernama Titan yang menekel. Dalam laga kemarin, total lima kartu kuning keluar dari kantong wasit.

Pertandingan dilanjutkan usai kericuhan mereda. Di sisa waktu, tak ada gol yang terjadi. Alhasil, SMA NU Al Ma’ruf berhasil menang dalam laga final Popda sepak bola. Sekaligus mewakili Kudus pada Popda tingkat eks Karesidenan Pati.

Pelatih SMA NU Al-Ma’ruf Sarwo Widono mengatakan, anak asuhnya sudah bermain maksimal. ”Persiapan ke eks Karesidenan akan berlatih daya tahan, fisik, teknik, dan game,” terangnya.

Sementara pelatih SMA Muhammadiyah Uphy Hi Azis mengatakan, anak asuhnya sudah mencoba bermain maksimal. ”Kualitas tim sudah bagus. Kami akan evaluasi soal mental,” pungkasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:47:23 +0700
<![CDATA[Babak Delapan Besar Popda Voli SMA Berakhir dengan Rubber Game]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121467/babak-delapan-besar-popda-voli-sma-berakhir-dengan-rubber-game https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/babak-delapan-besar-popda-voli-sma-berakhir-dengan-rubber-game_m_121467.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/babak-delapan-besar-popda-voli-sma-berakhir-dengan-rubber-game_m_121467.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121467/babak-delapan-besar-popda-voli-sma-berakhir-dengan-rubber-game

Babak delapan besar Popda Voli SMA berlangsung kemarin. Laga antara SMA 1 Jekulo menghadapi MA NU Hasyim Asyari 2 berlangsung ketat.]]>

KUDUS – Babak delapan besar Popda Voli SMA berlangsung kemarin. Laga antara SMA 1 Jekulo menghadapi MA NU Hasyim Asyari 2 berlangsung ketat. Bahkan laga tersebut harus diselesaikan hingga babak rubber game.

Laga berlangsung sengit. Sebab, secara bergantian baik tim SMA 1 Jekulo dan MA NU Hasyim Asyari 2 saling menambah poin. Hanya, pada set pertama SMA 1 Jekulo lebih banyak melakukan smash yang berbuah poin. Sementara kesalahan melakukan blok lebih sering dilakukan oleh MA NU Hasyim Asyari 2. Set pertama berakhir dengan skor 29-27 untuk kemenangan SMA 1 Jekulo.

Pada set kedua, MA NU Hasyim Asyari 2 mencoba bangkit. Tampil menyerang lewat smash mematikan. Menariknya pada set kedua, blocker dari tim Hasyim Asyari tampil lebih baik. Alhasil, smash yang dilontarkan SMA 1 Jekulo yang pada set pertama terbilang efektif, tak terjadi lagi pada set kedua. MA NU Hasyim Asyari 2 unggul dengan skor 25-12.

Berlanjut ke set ketiga, MA NU Hasyim Asyari tetap bermain konsisten seperti yang ditampilkan pada set kedua. Tak tanggung-tanggung, pada rubber game ini menjadi milik MA NU Hasyim Asyari 2 dengan skor yang cukup jauh 15-8. Alhasil MA NU Hasyim Asyari melaju ke babak semifinal.

Sementara pada pertandingan lainnya antara SMK 3 Kudus melawan SMA Al-Ma’ruf  berhasil dimenangkan oleh SMA Al-Ma’ruf dua set langsung. Pertandingan yang tampak timpang itu berakhir dengan skor 15-25 dan 25-13.

Pelatih voli SMA Al-Ma’ruf, Mohadi mengatakan pertandingan kurang berimbang. ”Kami lebih mendominasi laga ini. Tetapi tetap ada evaluasi soal pertahanan dalam hal melakukan blok. Targetnya juara,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:35:11 +0700
<![CDATA[Persijap Ditantang Mutiara Hitam di Laga Persahabatan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121465/persijap-ditantang-mutiara-hitam-di-laga-persahabatan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/persijap-ditantang-mutiara-hitam-di-laga-persahabatan_m_121465.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/persijap-ditantang-mutiara-hitam-di-laga-persahabatan_m_121465.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121465/persijap-ditantang-mutiara-hitam-di-laga-persahabatan

Persijap Jepara mendapat tantangan dari Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu tertarik berduel dalam laga persahabatan.]]>

KUDUS – Persijap Jepara mendapat tantangan dari Persipura Jayapura. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu tertarik berduel dalam laga persahabatan. Sebagai salah satu persiapan menghadapi kompetisi dan turnamen pra musim.

Berawal dari pertemuan di konggres PSSI yang berlangsung di Bali beberapa waktu lalu, manajemen Persipura tertarik untuk beruji coba. Sebab, meski berada di Liga 3, Persijap dirasa memiliki penataan klub yang baik dan punya animo suporter yang tinggi. Selain itu, daya tarik Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) membuat Persipura ingin datang ke Jepara.

Selebihnya, alasan sebagai laga pemanasan jelang bergulirnya Piala Presiden membuat Persipura ingin beradu kekuatan dengan Persijap. Sebab, penyelenggaraan Piala Presiden yang dijalani oleh Persipura berlangsung di Magelang. Laga persahabatan itu rencananya digelar pada 2 Maret 2019.

Presiden Klub Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengaku, tim Laskar Kalinyamat belum terbentuk. Oleh karena itu, Persijap akan memainkan pemain-pemain musim lalu. Meskipun kontrak mereka sudah habis. Sekaligus, jadi ajang seleksi pemain.

Tak hanya pemain, Esti juga menyampaikan belum ada pelatih di Kubu Persijap. Namun, hal itu diakuinya tidak menjadi masalah. Sebab, Persijap akan menggunakan caretaker. Soal siapa yang akan menjadi caretaker, Esti enggan menyebutkan.

Rencananya, hari ini (25/2) skuad Persijap yang dihuni 20 pemain akan melakukan latihan. ”Targetnya mampu mengimbangi permainan Persipura dan semoga masyarakat Jepara terhibur,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:26:59 +0700
<![CDATA[Seleksi Pemain, Eks PSIR Kembali Merapat ke Persiku]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120940/seleksi-pemain-eks-psir-kembali-merapat-ke-persiku https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/seleksi-pemain-eks-psir-kembali-merapat-ke-persiku_m_120940.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/seleksi-pemain-eks-psir-kembali-merapat-ke-persiku_m_120940.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120940/seleksi-pemain-eks-psir-kembali-merapat-ke-persiku

Wajah baru pemain seleksi di Persiku Kudus bertambah kemarin. Ada empat pemain lagi yang ikut seleksi. Mereka berasal dari klub-klub Liga 2 dan Liga 3.]]>

 KUDUS – Wajah baru pemain seleksi di Persiku Kudus bertambah kemarin. Ada empat pemain lagi yang ikut seleksi. Mereka berasal dari klub-klub Liga 2 dan Liga 3 seperti PSIR Rembang dan PSGC Ciamis.

Pemain yang datang berjumlah empat. Mereka adalah Abdul Muiz yang berposisi sebagai stopper eks PSIR Rembang. Di posisi gelandang, ada Wildan dan Shoiron sebagai winger eks pemain Kepri 797. Terakhir, ada Rian yang beroposisi sebagai kiper eks PSGC Ciamis.

Sebelumnya, mantan pemain PSIR Rembang juga sudah pernah mengikuti seleksi di Persiku. Yakni, Sholikul Islam dan Adit Wafa. Untuk Adit, saat ini memang sudah tak ikut latihan. Sedangkan Sholikul yang berposisi sebagai striker kembali dapat panggilan untuk bergabung latihan dengan Persiku lagi.

Abdul Muiz mengaku datang untuk mengikuti seleksi setelah dihubungi oleh Pelatih Persiku Subangkit. ”Saya datang beberapa waktu lalu setelah dihubungi oleh Coach Subangkit. Harapan saya bisa lolos seleksi,” terangnya.

Pelatih Persiku Kudus Subangkit mengatakan, pemain seleksi yang datang sudah disesuaikan dengan kebutuhan tim. Soal pemain incaran di PSIS Semarang, Borneo FC, dan Barito Putera memang belum ada. Namun, dia tetap berusaha menjalin komunikasi dengan rekan sesama pelatih untuk mencari pemain.

”Ya saya tertarik memanggil mereka ikut seleksi karena kebutuhan tim. Saya juga masih cari penyerang juga,” pungkasnya.

Persiku juga sudah menggelar uji coba dengan Universitas Semarang (USM). Macan Muria menang telak 4-1. Gol-gol yang dihasilkan tercipta dari serangan open play. Meski puas, Subangkit masih menemukan beberapa catatan untuk evaluasi.

Evaluasi meliputi beberapa aspek. Meliputi komunikasi, pressing, back pass, strategi menyerang, bertahan, transisi, dan setiap lini. Oleh karenanya, sebelum memulai latihan, beberapa pemain berbaris dan mendapatkan instruksi satu per satu dari Subangkit. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 11:24:27 +0700
<![CDATA[Tak Ada Unggulan dan Kuda Hitam di Popda Atletik Tingkat SD]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120937/tak-ada-unggulan-dan-kuda-hitam-di-popda-atletik-tingkat-sd https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/tak-ada-unggulan-dan-kuda-hitam-di-popda-atletik-tingkat-sd_m_120937.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/tak-ada-unggulan-dan-kuda-hitam-di-popda-atletik-tingkat-sd_m_120937.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120937/tak-ada-unggulan-dan-kuda-hitam-di-popda-atletik-tingkat-sd

Persaingan atlet di Popda cabang olahraga atletik tingkat SD terbilang merata. Tak ada peserta dari sekolah tertentu yang menjadi unggulan.]]>

KUDUS – Persaingan atlet di Popda cabang olahraga atletik tingkat SD terbilang merata. Tak ada peserta dari sekolah tertentu yang menjadi unggulan. Karena, mayoritas mereka baru ikut Popda tahun ini.

Sebanyak 108 atlet yang bertanding adalah atlet pilihan yang sudah diseleksi dari tiap-tiap sekolah untuk mewakili UPT masing-masing. Dengan rincian enam putra dan enam putri. Atlet yang berprestasi di ajang ini nantinya akan diajak untuk bergabung dengan beberapa klub di Kudus

Nomor yang dilombakan yakni lompat jauh putra-putri, lari 80 meter putra-putri, tolak peluru putra-putri, dan estafet 5x80 meter putra-putri. Soal unggulan dan kuda hitam untuk Popda atletik tahun ini diklaim tidak ada. Sebab peta kekuatan antar atlet terbilang merata. Karena atlet SD masih terbilang baru.

”Merata tapi yang langganan medali itu dari Gebog, Dawe, Bae, Jati, dan Kota. Kalau bisa PASI dan Disdikpora mengadakan even atletik setiap empat bulan sekali,” terang Firdaus, ketua Panitia Popda Atletik SD.

Popda tahun ini lebih difokuskan untuk mencari bibit potensial di bidang atletik. Sehingga lebih diarahkan ke pembinaan. Karena targetnya untuk jangka panjang. Oleh karenanya, atlet yang berprestasi di bidang atletik ini akan di arahkan untuk bergabung ke salah satu klub dari lima klub yang ada di kota Kudus. Terutama atlet dari UPT Gebog dan Dawe yang dirasa potensial. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 11:12:55 +0700
<![CDATA[Dua Eks PSCS Cilacap Merapat ke Persiku Kudus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/12/118971/dua-eks-pscs-cilacap-merapat-ke-persiku-kudus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/12/dua-eks-pscs-cilacap-merapat-ke-persiku-kudus_m_118971.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/12/dua-eks-pscs-cilacap-merapat-ke-persiku-kudus_m_118971.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/12/118971/dua-eks-pscs-cilacap-merapat-ke-persiku-kudus

Tiga pemain yang pernah memperkuat klub Liga 3 merapat ke seleksi Persiku Kudus. Dua diantaranya, mantan stopper PSCS Cilacap. Satunya mantan bek Persegres.]]>

KUDUS – Tiga pemain yang pernah memperkuat klub Liga 3 merapat ke seleksi Persiku Kudus. Dua diantaranya, mantan stopper PSCS Cilacap. Sedangkan satu lainnya bekas bek kanan Persegres Gresik.

Ketiganya bernama Muhammad Arif dan Fajar (eks stopper PSCS Cilacap), serta Wendi Ramadian (bek kanan-Persegres). Mereka merupakan rekomendasi dari rekan Subangkit yang juga berprofesi sebagai pelatih.

Ditemui Jawa Pos Radar Kudus di Stadion Wergu Wetan, ketiganya tampak sedang melakukan pemanasan. Muhammad Arif yang saat itu mengenakan kostum biru-biru khas PSCS Cilacap mengatakan, dirinya mendapat kabar seleksi dari rekan Subangkit.

”Ada teman coach Subangkit yang menelepon saya dan diminta untuk datang ke Kudus untuk mengikuti seleksi Persiku. Harapannya bisa lolos seleksi,” terangnya.

Sementara itu, Wendi yang datang dari Persegres Gresik mendapatkan informasi seleksi Persiku melalui seorang agen. ”Saya dapat informasi dari agen Bejo Sultoni. Tentu saya berharap agar dapat memperkuat Persiku dan membawa Persiku naik kasta,” jelasnya.

Jumlah pemain seleksi dari luar Kudus tampaknya akan terus bertambah. Sebab, Subangkit masih terus mencari beberapa pemain melalui rekan-rekan pelatih. Utamanya, pemain yang punya jam terbang tinggi. Baik di Liga 3 maupun Liga 2. ”Untuk yang baru datang ini saya harap cepat beradaptasi dan memberikan penampilan terbaiknya,” sambungnya.

Tidak dipungkiri pula oleh pelatih asal Pasuruan itu, pihaknya juga mencari pemain dari Liga 1 dengan rentang usia U-19, U-23, hingga pemain cadangan dengan usia yang masih muda. Namun, Subangkit tetap akan mempertimbangkan lagi apabila jadi merekrut pemain dari Liga 1. ”Bisa juga dari Liga 1, tapi pemainnya mau tidak dari Liga 1 ke Liga 3. Kan itu juga harus dipertimbangkan,” pungkasnya.

Sementara untuk pemain asli Kudus, Subangkit mengatakan masih perlu proses. Ada beberapa yang sudah bagus. Ada juga yang masih perlu waktu lagi. Usai mencari stopper dan bek, Subangkit rencananya akan mencari midfielder lagi. Pasalnya, Kurniawan, mantan pemain Timnas U-12 yang sebelumnya juga ikut seleksi merupakan kelahiran 1996 dan sudah terbilang senior.

Ke depan, Subangkit belum dapat menghitung berapa banyak lagi pemain yang akan dicarinya untuk mengikuti seleksi. Sebab, waktu yang dimiliki Persiku masih terbilang lama. Kick-off Liga 3 Zona Jateng diperkirakan pada Juni mendatang. Namun, Pelatih berlisensi A AFC itu berharap dapat mengumpulkan pemain yang sudah pasti sebelum Maret, agar Training Camp (TC) berjalan lebih efektif. ”Kalau bisa sebelum TC sudah dapat pemain yang pas,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Feb 2019 11:27:30 +0700
<![CDATA[Terkendala Cuaca Buruk, Latihan Aeromodeling Pakai Simulator]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/12/118970/terkendala-cuaca-buruk-latihan-aeromodeling-pakai-simulator https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/12/terkendala-cuaca-buruk-latihan-aeromodeling-pakai-simulator_m_118970.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/12/terkendala-cuaca-buruk-latihan-aeromodeling-pakai-simulator_m_118970.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/12/118970/terkendala-cuaca-buruk-latihan-aeromodeling-pakai-simulator

Kondisi cuaca yang tak stabil di Kudus beberapa hari terakhir membuat atlet aeromodeling menghentikan sementara latihan outdoor. Namun, mereka tetap latihan.]]>

KUDUS – Kondisi cuaca yang tak stabil di Kudus beberapa hari terakhir membuat atlet aeromodeling menghentikan sementara latihan outdoor. Namun, mereka tetap latihan di dalam ruangan menggunakan simulator.

Latihan indoor yang dimaksud yakni atlet berlatih menggunakan media phoenix. Sebuah aplikasi untuk berlatih menerbangkan pesawat aeromodeling. Aplikasi ini hampir mirip dengan aslinya dan dapat dilakukan di dalam rumah. Dapat pula diautur sirkuit dan kecepatan anginnya.

Sejauh ini ada empat hingga lima atlet yang berlatih menggunakan phoenix di kediaman atlet masing-masing. Ketua Pengkab Aeromodeling Kudus Yudo Sutrisno mengatakan, saat kondisi hujan dan angin kencang tidak dapat latihan.

”Tidak boleh latihan kalau kondisi angin kurang bersahabat. Karena ini aeromodeling jadi tergantung cuaca. Selain itu, lapangan Undaan yang biasa untuk latihan juga sedang basah dan banjir,” terangnya.

Aplikasi Phoenix ini juga digunakan sebagai media latihan juga oleh kontingen lain. ”Bukan cuma kami saja, karena memang aplikasi ini digunakan saat cuaca di luar sedang tidak bersahabat,” sambungnya.

Meski cukup membantu, aplikasi phoenix tentu memiliki dua sisi. Kelebihannya yakni dapat digunakan kapanpun. Kemudian meminimalisasi rusaknya pesawat karena terjatuh dan tidak memerlukan biaya transport saat akan berlatih. Kekurangannya, saat akan mengatur pesawat engine sedikit berbeda. Sedangkan untuk pengaturan pesawat elektrik sama seperti aslinya.

Selain lapangan Undaan, ada beberapa opsi tempat latihan. Diantaranya, area barat Pasar Wergu atau di Green Valley, Tanjungrejo, Jekulo. Memang, untuk lapangan aeromodeling luasnya minimal tiga kali lapangan sepak bola dan tidak ada penghalangnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Feb 2019 11:21:18 +0700
<![CDATA[Performa Belum Menjanjikan, Persiku Jr Bongkar Pasang Lini Belakang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/07/118104/performa-belum-menjanjikan-persiku-jr-bongkar-pasang-lini-belakang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/07/performa-belum-menjanjikan-persiku-jr-bongkar-pasang-lini-belakang_m_118104.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/07/performa-belum-menjanjikan-persiku-jr-bongkar-pasang-lini-belakang_m_118104.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/07/118104/performa-belum-menjanjikan-persiku-jr-bongkar-pasang-lini-belakang

Lini belakang Persiku junior masih clean sheet dari dua uji coba yang telah dijalani. Meski begitu, nada ketidakpuasan masih tampak dari raut wajah pelatih.]]>

KUDUS – Lini belakang Persiku junior masih clean sheet dari dua uji coba yang telah dijalani. Meski begitu, nada ketidakpuasan masih tampak dari raut wajah pelatih bek Arizal Wahyu. Performa anak asuhnya belum tertata jelas.

Tidak tertatanya performa anak asuhnya terlihat dari performa yang masih belum memenuhi kriteria sebagai seorang bek. Namun tidak dipungkiri pula, ada pos tertentu yang sudah dirasa klop. Pos tersebut adalah bek tengah. Yang akan diisi oleh Titan dan Aldi. Sementara untuk bek kanan dan bek kiri masih belum berpenghuni.

Hal tersebut diamini oleh asisten pelatih Arizal Wahyu yang memang menangani pemain belakang. ”Untuk wing back kanan dan wing back kiri belum bisa memberikan performa terbaik. Belum pakem. Masih bongkar pasang,” terangnya.

Saat ini Persiku junior diisi delapan pemain belakang. Yakni Titan (center back), Aldi (center back), Dafa (center back), Bangga (center back), Mote (center back), Raka (wing back kanan), Riska (wing back kiri). ”Satunya saya lupa,” ujar Arizal.

Rencananya, skuat persiku junior akan diisi oleh delapan pemain belakang. Namun untuk saat ini masih berlaku degradasi pemain. Setelah terbentuk tim, delapan bek itu nantinya terdiri dari empat bek tengah, dua bek kanan dan dua bek kiri. ”Sebenarnya bek kanan ada, hanya saja masih riskan. Kalau bek kiri benar-benar kosong,” sambungnya.

Soal apa yang masih perlu dibenahi, yakni soal ketahanan dalam bertahan, kemudian soal transisi dari menyerang ke bertahan yang belum maksimal. Selain itu beberapa aspek seperti build up dan man to man marking yang masih belum optimal.

Performa anak asuhnya dirasa masih jauh dari harapan. ”Performa anak-anak masih 30 persen. Seharusnya untuk junior seperti mereka harus siap 60 persen untuk berkompetisi,” pungkasnya.

Arizal juga memaparkan, seorang pemain belakang harus memiliki ketenangan, memiliki fisik 50:50 yang artinya bagus dalam menyerang dan bertahan. ”Nanti setelah tahu jadwal kompetisi akan kami genjot terus ketahanan, fisik, dan duel bola atasnya,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 07 Feb 2019 08:50:25 +0700
<![CDATA[PBVSI Kudus Gembleng Puluhan Pevoli Muda, Ini Salah Satu Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116737/pbvsi-kudus-gembleng-puluhan-pevoli-muda-ini-salah-satu-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/pbvsi-kudus-gembleng-puluhan-pevoli-muda-ini-salah-satu-penyebabnya_m_116737.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/pbvsi-kudus-gembleng-puluhan-pevoli-muda-ini-salah-satu-penyebabnya_m_116737.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116737/pbvsi-kudus-gembleng-puluhan-pevoli-muda-ini-salah-satu-penyebabnya

Diklat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kudus tengah melakukan pembibitan atlet U-14. Hal ini dilakukan demi mencari atlet muda yang kompeten.]]>

KUDUS – Diklat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kudus tengah melakukan pembibitan atlet U-14. Hal ini dilakukan demi mencari atlet muda yang kompeten untuk menggantikan atlet-atlet yang sudah senior.

Dengan rentang usia atlet yang terbilang masih muda, program latihan yang diberikan tentu tidak muluk-muluk. Karena memang harus dimulai dari nol. Latihan masih sebatas ke tekik dasar permainan bola voli.

Pelatih Diklat PBVSI Kudus Edi Purwanto mengatakan, anak asuhnya yang berjumlah 56 putra ini masih sebatas diberi porsi latihan dasar. ”Belum ke daya ledak dan fisik. Karena nantinya akan berpengaruh pada pertumbuhan anak. Kalau digenjot terlalu dini nanti kasihan anak-anak,” terangnya.

Soal teknik dan fisik yang diberikan juga disesuaikan dengan porsi usia atlet yang memang masih muda. Misal untuk endurance porsinya disesuaikan dengan standar pembibitan. Pun dengan teknik dasar passing, smash, dan sebagainya juga masih dalam wilayah normal. Sedangkan untuk postur, Edi menilai postur yang dimiliki anak didiknya dapat dibilang standar. ”Ya memang segini tinggi anak-anak usia SMP. Masih wajar,” sambungnya.

Namun, tidak dapat dipungkiri pula oleh Edi, jadwal sekolah yang sampai sore menjadi kendala anak-anaknya dalam berlatih. ”Kami sebagai pelatih ya memaklumi hal itu. Yang penting anak sudah mau datang latihan saya sudah senang,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 30 Jan 2019 10:18:59 +0700
<![CDATA[16 Tim Sepak Bola U-21 Berebut Piala Bupati  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116736/16-tim-sepak-bola-u-21-berebut-piala-bupati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/16-tim-sepak-bola-u-21-berebut-piala-bupati_m_116736.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/16-tim-sepak-bola-u-21-berebut-piala-bupati_m_116736.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116736/16-tim-sepak-bola-u-21-berebut-piala-bupati

Sebanyak 16 klub bertarung dalam turnamen sepak bola U-21 bertajuk Bupati Cup 2019. Turnamen itu menjadi salah satu wadah untuk menjaring pemain muda.]]>

BLORA – Sebanyak 16 klub bertarung dalam turnamen sepak bola U-21 bertajuk Bupati Cup 2019. Turnamen itu menjadi salah satu wadah untuk menjaring pemain muda guna memperkuat Persikaba Blora.

Bupati Blora Djoko Nugroho membuka langsung turnamen yang bertempat di Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon itu. Bupati yang akrab disapa Kokok ini secara simbolis menendang bola di tengah lapangan. Pertanda turnamen tersebut sudah dimulai.

Dari 16 klub yang peserta turnamen, panitia membagi menjadi dua grup. Masing-masing grup terdiri dari delapan klub. Sedangkan tempat pertandingan juga dibagi menjadi dua. Di Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon dan Lapangan Garuda, Kecamatan Jati.

Manajer Persikaba Prayogo Nugroho menyampaikan, pelaksanaan turnamen Bupati Cup U-21 ini dilatarbelakangi kerinduan warga Blora tentang prestasi sepak bola. Sekaligus untuk mencari pemain-pemain muda berbakat yang akan direkrut menjadi pemain baru Persikaba Blora.

”Bupati Cup ini merupakan momentum untuk seleksi awal. Target kami 2019 ini nanti Persikaba bisa masuk Liga 3. Rencananya pemain lokal lima puluh persen dan pemain nasional lima puluh persen. Setelah Bupati Cup ini, rencana kita akan melakukan seleksi pemain nasional yang belum mendapatkan klub untuk bisa bergabung ke Persikaba,” ucapnya.

Bupati Djoko Nugroho berharap semua klub menjunjung tinggi sportivitas dalan turnamen tersebut.

Bupati dalam kesempatan ini melakukan tendangan pertama sebagai dimulainya turnamen. Diharapkan, semua bisa berjalan lancar serta menjunjung tinggi sportivitas. ”Sepak bola bukan hanya menang atau kalah. Tapi pendewasaan diri dan sportivitas,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 30 Jan 2019 10:12:32 +0700
<![CDATA[Jelang Kejurprov, Atlet Anggar Genjot Teknik, Kurangi Fisik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116732/jelang-kejurprov-atlet-anggar-genjot-teknik-kurangi-fisik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/jelang-kejurprov-atlet-anggar-genjot-teknik-kurangi-fisik_m_116732.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/jelang-kejurprov-atlet-anggar-genjot-teknik-kurangi-fisik_m_116732.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116732/jelang-kejurprov-atlet-anggar-genjot-teknik-kurangi-fisik

Atlet anggar Kudus tengah disibukkan dengan program latihan jelang turun di Kejuaraan Provinsi Maret mendatang. Latihan tersebut lebih difokuskan ke teknik.]]>

KUDUS – Atlet anggar Kudus tengah disibukkan dengan program latihan jelang turun di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Maret mendatang. Latihan tersebut lebih difokuskan ke teknik. Oleh karenanya, porsi latihan fisik dikurangi.

Sebanyak 20 atlet berlatih di aula SMP 1 Muhammadiyah Kudus. Enam diantaranya merupakan atlet pemula. Latihan yang dimulai pukul 15.30 hingga 17.30 itu dibagi menjadi beberapa aspek. Meliputi teknik dasar dan praktik tanding. Tujuan dari latihan itu untuk menerapkan teori kedalam permainan.

Ketua Pengkab IKASI Kudus Wahyudi Utomo mengatakan, latihan itu fokus ke pemahaman permainan. ”Untuk mengetes anak-anak bisa menerapkan materi yang diberikan ke dalam permainan atau tidak,” terangnya.

Soal performa anak asuhnya, beberapa diyakini oleh Yudi ada yang menunjukkan peningkatan. Namun ada juga yang masih butuh berlatih lebih giat lagi. ”Ada yang sudah mampu menerapkan materi ke permainan. Ada yang masih butuh proses,” sambungnya.

Soal apa saja pemahaman materi teknik itu, yakni meliputi langkah maju, menusuk, variasi langkah dasar, jurus, strategi menyerang, strategi bertahan, dan beberapa teknik lainnya. Dengan pendalaman teknik itu, otomatis porsi latihan untuk fisik dikurangi.

”Teknik terus diasah. Tapi memang porsi fisik harus sedikit dikurangi. Memang sedikit banyak akan mempengaruhi fisik atlet. Tapi kembali lagi karena untuk Kejurprov kami fokuskan anak-anak lebih ke teknik,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 30 Jan 2019 10:02:31 +0700
<![CDATA[Musim Ini Persijap Jepara Kembali Pakai Jersey dari Malaysia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116727/musim-ini-persijap-jepara-kembali-pakai-jersey-dari-malaysia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/musim-ini-persijap-jepara-kembali-pakai-jersey-dari-malaysia_m_116727.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/30/musim-ini-persijap-jepara-kembali-pakai-jersey-dari-malaysia_m_116727.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/30/116727/musim-ini-persijap-jepara-kembali-pakai-jersey-dari-malaysia

Klub kebanggaan masyarakat Jepara, Persijap akan kembali menggunakan aparel dari Malaysia. Baru-baru ini, Presiden Persijap telah menandatangani kerja sama.]]>

JEPARA – Klub kebanggaan masyarakat Jepara, Persijap akan kembali menggunakan aparel dari Malaysia. Baru-baru ini, Presiden Persijap Esti Puji Lestari telah menandatangani kerja sama dengan Kakijersi selaku aparel jersey.

Pembicaraan kerja sama itu sudah terjalin sejak tahun lalu. Esti mengaku, dia sudah beberapa kali berbincang dengan pemilik sekaligus direktur manajer Kakijersi Harfar Rusman. Mereka tertarik dengan tawaran kerja sama dengan Persijap.

”Untuk musim ini kita memakai jersey asal Malaysia. Kakijersi namanya. Mereka tertarik setelah melihat Persijap usai bertanding melawan PSIS Semarang pada perhelatan Piala Indonesia 2018 beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Esti juga menambahkan apparel yang berdiri sejak 2014 ini akan memasok kebutuhan Persijap selama semusim. Meliputi jersey latihan, jersey kandang, dan tandang. Sebelumnya, di musim kompetisi 2018 lalu, klub Kota Ukir itu sudah pernah memakai jersey asal Malaysia. Yakni apparel Al Ikhsan. (vga)

]]>
Ali Mustofa Wed, 30 Jan 2019 09:47:39 +0700
<![CDATA[Tiga Atlet Tarung Derajat Digembleng Fisik dan Teknik Hadapi Kejurnas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116318/tiga-atlet-tarung-derajat-digembleng-fisik-dan-teknik-hadapi-kejurnas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/tiga-atlet-tarung-derajat-digembleng-fisik-dan-teknik-hadapi-kejurnas_m_116318.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/tiga-atlet-tarung-derajat-digembleng-fisik-dan-teknik-hadapi-kejurnas_m_116318.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116318/tiga-atlet-tarung-derajat-digembleng-fisik-dan-teknik-hadapi-kejurnas

Sebanyak tiga atlet tarung derajat asal kota Kudus rencananya akan beradu kekuatan di Surabaya dalam kejuaraan tingkat Nasional bertajuk Tarung Antarmaster.]]>

KUDUS – Sebanyak tiga atlet tarung derajat asal kota Kudus rencananya akan beradu kekuatan di Surabaya dalam kejuaraan tingkat Nasional bertajuk Tarung Antarmaster. Tiga atlet Kota Kretek akan bergabung dengan tim yang dibentuk untuk mewakili Jawa Tengah (Jateng).

Ketiga atlet Tarung Derajat yang akan turun yakni Finka berusia 16 tahun akan turun di nomor 45-50 kilogram putri. Kemudian Ari Susendra berusia 17 tahun, bertarung di nomor 55-58 kilogram putra, dan Fatah usia 23 tahun berlaga di nomor 58-61 putra.

Untuk kontingen dari Jateng sendiri, nantinya akan diwakili enam atlet. Tiga diantaranya berasal dari Kudus. Sedangkan tiga lainnya berasal dari beberapa kabupaten/kota. Kejuaraan tersebut akan digelar pada 22 Februari mendatang.

Pelatih Tarung Derajat  Kudus Sugiono mengatakan, ketiga anak asuhnya memang terbilang mumpuni. ”Saat ini ketiganya sedang berada di Semarang sejak Januari lalu untuk persiapan di Tarung Antarmaster,” terangnya.

Ketiganya mengikuti program latihan sehari empat jam. Untuk pagi hari meliputi lari lima kilometer, push up dan sit up. Sedangkan untuk sore hari latihan teknik meliputi tarung, pukulan, dan cara menghindari serangan lawan.

Soal target, Sugiono belum berani memberikan beban kepada anak asuhnya. Sebab, anak asuhnya jarang mendapatkan jam terbang berupa separing karena terkendala dengan biaya. ”Mau pasang target bagaimana soalnya memang jarang ada uji coba. Tidak ada anggaran. Saya hanya berharap anak-anak pulang dengan selamat,” harapnya.

Ketiga atlet itu terbilang sudah sarat prestasi. Finka, pernah meraih juara I di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 dan juara II Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018. Untuk Ari Susendra sebelumnya pernah meraih juara I di Porpov 2018, dan Fatah meraih juara I Porprov 2013, juara II PON 2016 di Bandung, serta juara I Porprov 2018. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 28 Jan 2019 14:12:22 +0700
<![CDATA[Berebut Tempat Latihan, Periku Junior Mengalah Demi Senior]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116317/berebut-tempat-latihan-periku-junior-mengalah-demi-senior https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/berebut-tempat-latihan-periku-junior-mengalah-demi-senior_m_116317.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/berebut-tempat-latihan-periku-junior-mengalah-demi-senior_m_116317.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116317/berebut-tempat-latihan-periku-junior-mengalah-demi-senior

Nasib Persiku junior ditentukan hari ini. Salah satunya, soal lapangan untuk latihan yang akan ditentukan oleh manajemen. Sebab, jadi home base Persiku senior.]]>

KUDUS – Nasib Persiku junior ditentukan hari ini. Salah satunya, soal lapangan untuk latihan yang akan ditentukan oleh manajemen. Sebab, Stadion Wergu Wetan akan menjadi home base Persiku senior.

Usai menjalani serangkaian laga separing dengan beberapa klub lokal di Kudus, skuat Persiku junior libur. Tak ada aktivitas latihan rutin. Beberapa pemain juga sedang persiapan untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus bersama sekolah masing-masing.

Mengisi kevakuman jadwal itu, manajemen Persiku junior mulai menyusun agenda dalam setahun ini. Manajer Persiku junior Sukma Oni mengungkapkan, pihaknya beserta jajaran manajemen baru akan menggelar rapat hari ini.

Rapat itu nantinya akan membahas soal lapangan latihan, tim, jadwal uji coba, dan beberapa hal lainnya. Soal lapangan memang masih menjadi kendala. Karena, beberapa lapangan milik desa juga digunakan latihan oleh sekolah sepak bola (SSB).

Kemudian soal skuat yang ada saat ini. Oni menjelaskan, masih ada kemungkinan untuk berubah sesuai kebutuhan tim. ”Setelah separing dengan SMK Bhakti memang vakum sebentar. Kami masih mencari tempat latihan karena beberapa lapangan memang dipakai desa. Belum lagi cuaca yang beberapa hari terakhir kurang mendukung,” terangnya.

Pelatih Persiku junior Bagong Harmadi menambahkan, anak asuhnya masih latihan secara terpisah. Ada yang berlatih dengan klub lokal Kudus. Beberapa juga berlatih dengan tim sekolah untuk persiapan Popda Kudus bulan depan.

Soal review beberapa pertandingan sebelumnya, performa anak asuhnya dirasa sudah bagus. Mulai persiapan individu dan tim. ”Saya selalu tekankan anak-anak untuk tetap latihan sendiri. Memang tergantung keinginan anak-anak sendiri. Kalau mau bugar harus terus latihan,” terangnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 28 Jan 2019 14:06:12 +0700
<![CDATA[Jelang Popda, Atlet Renang Kudus Asah Tiga Gaya Incar 10 Medali]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/25/115830/jelang-popda-atlet-renang-kudus-asah-tiga-gaya-incar-10-medali https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/25/jelang-popda-atlet-renang-kudus-asah-tiga-gaya-incar-10-medali_m_115830.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/25/jelang-popda-atlet-renang-kudus-asah-tiga-gaya-incar-10-medali_m_115830.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/25/115830/jelang-popda-atlet-renang-kudus-asah-tiga-gaya-incar-10-medali

Atlet renang Kudus fokus berlatih tiga gaya jelang terjun di Pekan Olahraga Pelajar Daerah. Tiga gaya yang difokuskan adalah gaya kupu-kupu, bebas, dan dada.]]>

KUDUS – Atlet renang Kudus fokus berlatih tiga gaya jelang terjun di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Tiga gaya yang difokuskan adalah gaya kupu-kupu, bebas, dan dada. Ketiga latihan tersebut difokuskan juga pada kekuatan kaki.

Sebanyak 11 atlet mengikuti latihan tersebut. Ke-11 atlet itu terdiri dari kategori kelompok umur pertama dan pemula. Sebenarnya, atlet juga akan berlatih gaya punggung. Akan tetapi kolam renang di salah satu hotel di daerah Kudus itu belum memadai. Latihan digelar mulai pukul 07.00 sampai 09.00 dengan porsi latihan diulang-ulang setiap setnya. Dengan harapan atlet mampu meraih catatan waktu terbaiknya.

Ketua Harian Pengkab Renang Kudus Yusdi Asikin mengatakan, akan ada 12 atlet yang terjun di Popda Kudus Februari mendatang. Latihan tersebut seharusnya memang diikuti 12 atlet. Namun, satu atlet sedang sakit.

”Yang berlatih kategori kelompok pertama dan pemula. Untuk pemula masih perlu pembenahan karena masih duduk di kelas III dan IV SD,” terangnya.

Saat Popda Kudus nanti, satu atlet maksimal turun di empat nomor atau gaya renang. Untuk porsi latihan, Yudi akan terus menggenjot anak asuhnya untuk berlatih porsi yang sama selama satu pekan. Pada Popda Kudus bulan depan, dia menargetkan 12 atlet itu bisa menyabet 10 medali.

Untuk fasilitas latihan, Yudi mengaku masih kesulitan menemukan kolam renang yang representatif. Sebab, untuk melatih gaya punggung membutuhkan kolam yang representatif agar anak asuhnya tidak saling bertabrakan. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 25 Jan 2019 13:58:40 +0700
<![CDATA[Atlet Anggar Kudus Ditarget Raih Lima Emas di Kejurprov]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/25/115828/atlet-anggar-kudus-ditarget-raih-lima-emas-di-kejurprov https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/25/atlet-anggar-kudus-ditarget-raih-lima-emas-di-kejurprov_m_115828.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/25/atlet-anggar-kudus-ditarget-raih-lima-emas-di-kejurprov_m_115828.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/25/115828/atlet-anggar-kudus-ditarget-raih-lima-emas-di-kejurprov

Atlet Anggar Kudus tengah bersiap menghadapi Kejurprov pada 22-24 Maret mendatang. Karena menjadi tuan rumah, atlet anggar Kudus ditarget raih 5 medali emas.]]>

KUDUS – Atlet Anggar Kudus tengah bersiap menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada 22-24 Maret mendatang. Karena menjadi tuan rumah, atlet anggar Kudus ditarget minimal bisa meraih lima medali emas.

Lima target medali emas rencananya akan dimaksimalkan ke beberapa atlet. Untuk atlet SD ditarget satu medali di nomor floret putri atas nama Aurel. Kemudian untuk atlet SMP di nomor degen putri akan diemban oleh Eka Riskiana.

Sementara untuk atlet SMP putra akan ditugaskan ke Fariz Safa. Untuk atlet SMA, target emas pada nomor sabel akan diemban oleh Alvina. Sementara di nomor floret putra akan memaksimalkan Ilham bagus.

Sebanyak 16 pengkab Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) se-Jawa Tengah nantinya akan berlaga di Kejurprov ini. Beberapa diantaranya adalah Kudus, Surakarta, Semarang, Kendal, Batang, Purbalingga, Salatiga, Grobogan, dan beberapa daerah lainnya. Ke-16 Pengkab tersebut nantinya akan turun di 14 nomor pertandingan. Namun, tak semuanya akan turun di seluruh nomor pertandingan.

Ketua Pengkab IKASI Kudus Wahyudi Utomo mengatakan, pihaknya akan menurunkan sebanyak 30 atlet. Pihaknya akan memaksimalkan semua nomor pertandingan, karena berkesempatan menjadi tuan rumah.

Meski baru akan digelar pada Maret mendatang, persiapan atlet anggar Kudus telah dimulai sejak Desember lalu. ”Porsi latihan difokuskan untuk persiapan Kejurprov mulai dari teknik dan pemahaman aturan pertandingan,” pungkasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 25 Jan 2019 13:48:37 +0700
<![CDATA[Jelang Popda, Pencak Silat Kudus Mulai Seleksi Atlet ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/24/115561/jelang-popda-pencak-silat-kudus-mulai-seleksi-atlet https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/24/jelang-popda-pencak-silat-kudus-mulai-seleksi-atlet_m_115561.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/24/jelang-popda-pencak-silat-kudus-mulai-seleksi-atlet_m_115561.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/24/115561/jelang-popda-pencak-silat-kudus-mulai-seleksi-atlet

Porsi latihan atlet pencak silat Kudus ditambah sebelum turun di Popda Kudus. Setelah melalui seleksi di tingkat kecamatan dan sekolah, akan terjun di Popda.]]>

KUDUS – Porsi latihan atlet pencak silat Kudus ditambah sebelum turun di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus. Nantinya, setelah melalui seleksi di tingkat kecamatan dan sekolah, atlet terbaik akan terjun di Popda bulan depan.

Untuk atlet SD, proses seleksi melalui setiap UPT. Sedangkan untuk SMP dan SMA, akan mewakili sekolah masing-masing. Menariknya, untuk cabang olahraga pencak silat, proses seleksi digelar oleh perguruan pencak silat. Yang terbaik akan mewakili sekolahnya untuk maju ke Popda tingkat Kabupaten Kudus.

Pelatih pencak silat Kudus Mas’ud mengatakan, atlet yang juara I dan II saat seleksi, dipastikan mendapat tiket untuk turun di Popda. ”Terserah dari sekolah mana, yang penting perguruan pencak silat telah menyumbangkan atletnya untuk turun di Popda,” terangnya.

Saat ini ada enam perguruan pencak silat di Kudus. Yakni Bangau Ruyung, Tapak Suci, Persinas Asad, Pagar Nusa, PSHT, dan Garuda Nusantara. Dirinya menambahkan, kalau tidak dibatasi dua atlet, nantinya jumlah peserta yang turun di Popda membeludak. ”Kemarin saat seleksi perguruan pencak silat Bangau Ruyung Cup sampai tiga hari,” tandasnya.

Selain seleksi, porsi latihan atlet juga ditingkatkan. Setiap pagi dan sore pada Selasa sampai Minggu. Semua teknik menjadi menu latihan mereka. Mulai dari kuda-kuda, tendangan, bantingan, dan kecepatan. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 24 Jan 2019 07:52:00 +0700
<![CDATA[Persijap Jepara Segera Gelar RUPS, Ini Agenda yang Dibahas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/22/115115/persijap-jepara-segera-gelar-rups-ini-agenda-yang-dibahas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/22/persijap-jepara-segera-gelar-rups-ini-agenda-yang-dibahas_m_115115.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/22/persijap-jepara-segera-gelar-rups-ini-agenda-yang-dibahas_m_115115.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/22/115115/persijap-jepara-segera-gelar-rups-ini-agenda-yang-dibahas

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Persijap Jepara rencananya digelar sebelum kongres PSSI di Bali berlangsung. Namun, rencana tersebut diundur usai kongres pssi.]]>

JEPARA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Persijap Jepara rencananya digelar sebelum kongres PSSI di Bali berlangsung. Namun, rencana tersebut  harus diundur hingga kongres PSSI selesai. Susunan komisaris menjadi salah satu yang akan dibahas dalam RUPS.

Rencananya, perubahan RUPS masih menunggu kesiapan Esti usai kongres. RUPS tersebut nantinya akan membahas soal manajemen baru dan lama, pergantian komisaris, dan soal pemegang saham.

Saat ini, sebesar 80 persen saham Persijap dimiliki oleh Esti Puji Lestari. Sedangkan sisanya 20 persennya dimiliki oleh Tejo Sumartono, ketua KONI Jepara. RUPS tersebut nantinya akan menghadirkan komisaris lama Aris Sinandar, Ketua KONI Jepara Tejo Sumartono, dan Presiden Persijap Esti Puji Lestari.

Presiden Persijap Esti Puji Lestari mengaku belum bisa memastikan tanggal pasti penyelenggaraan RUPS. Yang jelas, akan digelar pada bulan ini dan setelah kongres PSSI. ”RUPS tergantung situasi menyesuaikan jadwal saya,” terangnya.

Orang nomor satu di Laskar Kalinyamat itu mengungkapkan, beberapa agenda yang dibahas di RUPS meliputi laporan keuangan 2018, feedback dari komisaris, penentuan direktur dan komisaris yang baru, tanya jawab soal siapa yang akan membeli saham yang dimiliki Esti, dan pembahasan soal agenda tahun depan.

Soal kriteria pembeli saham, Esti menyampaikan siapa saja boleh membeli saham Persijap. Sementara terkait kesiapan tim, sponsor, dan susunan tim pelatih akan dibahas di luar RUPS. ”Asal bertanggung jawab. Jangan hanya mau untungnya saja tetapi saat rugi tidak mau tanggung jawab,” tandasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 22 Jan 2019 09:53:29 +0700
<![CDATA[Jelang Popda, Atlet Voli Pasir Turunkan Tiga Tim, Absen di Satu Nomor]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114945/jelang-popda-atlet-voli-pasir-turunkan-tiga-tim-absen-di-satu-nomor https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/jelang-popda-atlet-voli-pasir-turunkan-tiga-tim-absen-di-satu-nomor_m_114945.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/jelang-popda-atlet-voli-pasir-turunkan-tiga-tim-absen-di-satu-nomor_m_114945.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114945/jelang-popda-atlet-voli-pasir-turunkan-tiga-tim-absen-di-satu-nomor

Kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus, pengurus Pengkab Voli Pantai sudah menyiapkan atlet yang akan turun.]]>

KUDUS – Kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus, pengurus Pengkab Voli Pantai sudah menyiapkan atlet yang akan turun. Rencananya, ada satu tim masing-masing putra dan putri yang berlaga di Popda Kudus Februari nanti.

Hingga kini, atlet voli pantai Kudus terus bergegas berlatih. Latihan tersebut sebagai persiapan untuk turun di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Ketua Voli Pantai Kudus Achsin Rois mengatakan, yang terpenting dirinya menyiapkan atlet.

”Tugas saya menyiapkan atlet. Terserah nanti akan ada regulasi seperti apa dari Disdikpora,” terangnya.

Untuk putri, rencananya atlet yang akan turun yaitu Novana dan Salsabila. Keduanya berasal dari SMAN 2 Bae. Kemudian, untuk putra atlet yang akan turun yaitu Asyro dan Ferio dari SMAN 1 Bae.

Sementara itu, untuk atlet putra SMP yang akan turun adalah Diki Dwi Hermawan dari SMPN 2 Jekulo dan Febryan Aji Nugroho dari SMPN 1 Jekulo. ”Untuk atlet SMP putri belum akan turun,” tambahnya.

Berbicara soal target, Rois menargetkan emas untuk atlet putri. Sedangkan untuk atlet putra dirinya menargetkan anak asuhnya masuk final atau minimal meraih perunggu.”Kalau putri saya optimis emas. Sedangkan putra yang penting masuk final atau minimal seperti tahun lalu dapat perunggu,” tandasnya.

Program latihan terus digenjot untuk memantapkan persiapan Popda. Latihan itu setiap Senin hingga Kamis. Untuk Minggu khusus latihan daya tahan. ”Harapan saya anak-anak bisa mencapai final di Popda mendatang,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 21 Jan 2019 11:56:25 +0700
<![CDATA[CEO Persijap Jepara Diperiksa Satgas Anti Mafia Bola Tujuh Jam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114918/ceo-persijap-jepara-diperiksa-satgas-anti-mafia-bola-tujuh-jam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/ceo-persijap-jepara-diperiksa-satgas-anti-mafia-bola-tujuh-jam_m_114918.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/ceo-persijap-jepara-diperiksa-satgas-anti-mafia-bola-tujuh-jam_m_114918.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114918/ceo-persijap-jepara-diperiksa-satgas-anti-mafia-bola-tujuh-jam

Pesiden klub Persijap Jepara Esti Puji Lestari telah menyerahkan bukti dugaan match setting yang dialami klubnya. Esti juga dimintai keterangan Satgas.]]>

JEPARA – Pesiden klub Persijap Jepara Esti Puji Lestari telah menyerahkan bukti dugaan match setting yang dialami klubnya. Selain menyerahkan bukti-bukti tersebut, Esti juga dimintai keterangan selama kurang lebih tujuh jam oleh Satgas Anti Mafia Bola di Polda Metro Jaya, Jakarta beberapa waktu lalu.

Saat dihubungi oleh Jawa Pos Radar Kudus, Esti baru saja keluar dari Polda Metro Jaya, Jakarta. Ia dimintai keterangan, Sabtu (19/1) kemarin, selama kurang lebih tujuh jam mulai pukul 13.00 sampai pukul 20.00. Namun sifatnya masih sebagai pelapor dan saksi.

Beberapa bukti turut dibawanya saat itu. Mulai dari screenshot email, screenshot Whatsapp, video pertandingan, bukti transfer, lokasi terjadinya transaksi dugaan match setting, dan beberapa data pemain yang diduga terlibat match setting.

Beberapa data tambahan yang diperlukan Satgas Anti Mafia Bola nantinya akan diserahkan Esti. Namun sifatnya masih menyusul sesuai kebutuhan satgas. ”Nanti masih ada lagi yang akan saya susulkan apabila satgas meminta bukti tambahan. Satgas juga menyambut baik pelaporan saya,” terangnya.

Sebelumnya Esti sudah pernah dimintai keterangan satgas. ”Pertama dulu ada delapan petugas. Pernah juga empat petugas. Terus dua petugas juga pernah. Jadi memang dimintai keterangan. Sifatnya masih ngobrol-ngobrol diskusi santai,” tandasnya.

Pemeriksaan meliputi kroscek antara bukti yang dimiliki oleh Esti dengan apa yang telah dilakukan oleh tersangka match setting, menyetarakan keterangan Esti dengan keterangan tersangka, dan beberapa pertanyaan lainnya.

Data yang diberikan oleh Esti merupakan data yang telah ia kumpulkan sejak memiliki Persijap di tahun 2015. ”Saya kalau menyimpan data itu rapi. Sudah saya kumpulkan dugaan match setting ini sejak 2015. Ternyata berguna juga. Nggak nyangka bakal menyerahkan bukti ke Satgas demi kompetisi sepak bola yang sehat,” pungkasnya.

Dirinya juga tidak menampik apabila oknum pemain dan oknum pelatih terlibat juga di dalam permainan match setting. Menurutnya, hampir semua laga yang ada di Liga 2 dan Liga 3 kebanyakan tidak beres.

Usai menyerahkan bukti-bukti dugaan match setting, Esti belum tahu akan kembali dipanggil kapan. Namun, bukti pelaporannya sudah mulai ditindaklanjuti oleh Satgas. ”Saya belum tahu akan dimintai keterangan lagi pada hari apa. Tapi laporan saya sudah diproses,” tambahnya.

Ia berterima kasih kepada Satgas yang telah mendukungnya. Orang nomor satu di klub berjuluk Laskar Kalinyamat itu ingin agar match setting dituntaskan.

”Saya berharap kasus match setting ini segera selesai tuntas demi kompetisi sepak bola yang lebih sehat. Buat apa ikut kompetisi kalau pertandingannya tidak beres terus,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 21 Jan 2019 08:27:34 +0700
<![CDATA[Pantau Pemain Seleksi Persiku, Sebangkit: Mulai Utak-atik Formasi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/18/114475/pantau-pemain-seleksi-persiku-sebangkit-mulai-utak-atik-formasi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/18/pantau-pemain-seleksi-persiku-sebangkit-mulai-utak-atik-formasi_m_114475.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/18/pantau-pemain-seleksi-persiku-sebangkit-mulai-utak-atik-formasi_m_114475.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/18/114475/pantau-pemain-seleksi-persiku-sebangkit-mulai-utak-atik-formasi

Persiku Kudus masih terus memantau pemain peserta seleksi. Sebanyak 45 pemain masih rutin berlatih di bawah arahan Pelatih Persiku Subangkit.]]>

KUDUS – Persiku Kudus masih terus memantau pemain peserta seleksi. Sebanyak 45 pemain masih rutin berlatih di bawah arahan Pelatih Persiku Subangkit. Teknik dasar menjadi fokus utama Subangkit dalam beberapa hari terakhir.

Pelatih Persiku Subangkit mengatakan, para pemain peserta seleksi masih perlu diberikan pemahaman teknik dasar. Sebab, teknik dasar dalam sepak bola adalah hal yang utama. Selain itu, para pemain juga sudah mulai ditekankan untuk memahami pola permainan.

”Anak-anak harus tahu bagaimana cara bermain pola. Ini masih awal, tapi saya akan coba dengan formasi 4-2-3-1, 4-1-4-1, dan 4-3-3,” jelasnya.

Menurutnya saat ini performa para pemain belum terlihat, lantaran memang masih tahap awal. ”Memang sudah dua pekan, tetapi masih terlalu dini kalau harus menilai performa anak-anak,” tandasnya.

Dua pemain yang pernah merumput di Liga 2, yakni Sholihul Islam dan Adit Wafa tak nampak dalam latihan. Subangkit menjelaskan, keduanya memang masih menunggu hasil kongres PSSI yang digelar pada 20 Januari mendatang. Hasil kongres tersebut, salah satunya menentukan regulasi batasan maksimal usia pemain yang merumput di klub Liga 3 seperti Persiku.

”Belum tahu juga nanti regulasinya seperti apa untuk musim depan. Sementara masih tunggu kongres PSSI dahulu. Tapi saya suka dengan penampilan keduanya, terlebih sudah pernah bekerja sama saat di PSIS Semarang,” sambungnya.

Jika keduanya memang tidak dapat bergabung karena terkendala regulasi usia, Subangkit optimis untuk tetap mengoptimalkan putra daerah. ”Tetap utamakan pemain Kudus, ini juga ada beberapa pemain yang pernah ikut Porprov. Jika belum memuaskan nanti bisa cari referensi ke rekan-rekan pelatih,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 18 Jan 2019 10:24:29 +0700
<![CDATA[Atlet Tarung Drajat Kudus Incar Lima Slot di Pra-PON]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/18/114472/atlet-tarung-drajat-kudus-incar-lima-slot-di-pra-pon https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/18/atlet-tarung-drajat-kudus-incar-lima-slot-di-pra-pon_m_114472.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/18/atlet-tarung-drajat-kudus-incar-lima-slot-di-pra-pon_m_114472.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/18/114472/atlet-tarung-drajat-kudus-incar-lima-slot-di-pra-pon

Atlet tarung drajat Kudus bersiap turun di seleksi Pra-PON dan Popda Kudus. Sebanyak tujuh atlet akan mengikuti seleksi Pra-PON. Untuk popda 4 atlet diturunkan.]]>

KUDUS – Atlet tarung drajat Kudus bersiap turun di seleksi Pra-PON dan Popda Kudus. Sebanyak tujuh atlet akan mengikuti seleksi Pra-PON. Sedangkan untuk Popda, ada empat atlet yang diturunkan.

Ketujuh atlet yang akan turun untuk mengikuti seleksi Pr-PON yakni Ari Susendra, Fauzan Adzima, Fattah, Vinda, Vinka, Norlaila, dan Zazanurzuna. Demi meraih hasil maksimal di seleksi Pra-PON, ketujuh atletnya rutin berlatih sehari selama tiga jam. Mulai pukul 07.00 sampai 08.00. Kemudian berlanjut pukul 15.00 sampai 17.00 di Kolam Renang Kencana Asri, Besito, Gebog, Kudus.

Untuk seleksinya sudah dilakukan pekan lalu. Meliputi rangkaian tes fisik di daerah Gajahmungkur, Semarang. Rencananya, ketujuh atlet akan kembali seleksi pada pekan depan dengan tanggal pelaksanaan masih menyusul. ”Target kami, dari tujuh atlet itu, lima bisa lolos ke Pra-PON,” ungkap Pelatih Tarung Drajat Kudus Sugiyono.

Sementara itu, keempat atlet yang turun di Popda Kudus terdiri dari M Hikmal, Abu Haidar, Reza, dan Melani. Berbeda dengan atlet yang turun di Pra-PON, keempat atlet yang akan turun di Popda menjalani latihan yang lebih ringan. Untuk latihannya pada Jumat dan Minggu pukul 16.00 sampai 17.00 di tempat yang sama.

Khusus bagi atlet yang bakal terjun di Popda Kudus, pelatih tak membebankan target. Lantaran mereka masih berusia pelajar. Hal itu, berbeda dengan atlet untuk seleksi di Pra-PON yang diberi target untuk lolos. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 18 Jan 2019 10:10:17 +0700
<![CDATA[Borong 11 Medali, Atlet Tenis Lapangan Lampaui Ekspektasi di Kejurnas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114243/borong-11-medali-atlet-tenis-lapangan-lampaui-ekspektasi-di-kejurnas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/borong-11-medali-atlet-tenis-lapangan-lampaui-ekspektasi-di-kejurnas_m_114243.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/borong-11-medali-atlet-tenis-lapangan-lampaui-ekspektasi-di-kejurnas_m_114243.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114243/borong-11-medali-atlet-tenis-lapangan-lampaui-ekspektasi-di-kejurnas

Atlet tenis lapangan kudus berhasil memborong 11 medali pada Kejuaraan Nasional Tenis Junior di Magelang. Jumlah tersebut jauh di atas target yang dipatok.]]>

KUDUS – Atlet tenis lapangan kudus berhasil memborong 11 medali pada Kejuaraan Nasional Tenis Junior di Magelang. Jumlah tersebut jauh di atas target yang dipatok oleh Pengkab Persatuan Lown Tenis Indonesia (Pelti) Kudus yang hanya enam medali.

Dalam kejurnas yang berlangsung sejak 7 hingga 13 Januari itu, Pelti Kudus mengirimkan 25 atlet. Semuanya atlet dengan rentang usia 10 sampai 18 tahun. Mereka turun di berbagai nomor. Diantaranya, U-12, U-14,U-16, dan U-18.

Deretan nama yang berhasil memboyong medali adalah Kholisa Siti (juara I tunggal dan juara II ganda), Luis Darsono (juara III tunggal dan juara III ganda), M Reza Falevi (juara I tunggal, juara I ganda, dan juara III ganda), M Iqballuddin (juara III ganda), Nadya Dhaneswara (juara I tunggal dan juara I ganda), dan Aulia Rizma (juara III tunggal dan juara III ganda).

Bendahara Pengkab Pelti Kudus Suharno mengatakan, prestasi tersebut sudah sesuai target. Sebelum terjun di kejurnas tersebut, dirinya menargetkan sebanyak enam medali. Usai memborong juara, para atlet diberi kesempatan jeda sedikit sebelum melanjutkan latihan lagi.

”Apa yang diraih anak-anak sudah sesuai target karena ini levelnya Kejuaraan Nasional. Istirahat dulu, kemudian baru lanjut berlatih,” terangnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 17 Jan 2019 08:03:24 +0700
<![CDATA[Hadapi Persije Jekulo, Persiku Junior Fokus Jaga Kekompakan Tim]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113818/hadapi-persije-jekulo-persiku-junior-fokus-jaga-kekompakan-tim https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/hadapi-persije-jekulo-persiku-junior-fokus-jaga-kekompakan-tim_m_113818.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/hadapi-persije-jekulo-persiku-junior-fokus-jaga-kekompakan-tim_m_113818.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113818/hadapi-persije-jekulo-persiku-junior-fokus-jaga-kekompakan-tim

Persije Jekulo akan menjadi lawan pertama bagi Persiku junior untuk sparing. Sebanyak 23 pemain dipilih untuk ikut laga persahabatan.]]>

KUDUS – Persije Jekulo akan menjadi lawan pertama bagi Persiku junior untuk sparing. Sebanyak 23 pemain dipilih untuk ikut laga persahabatan. Kekompakan tim dan kemampuan pemain menjalankan instruksi pelatih jadi fokus penilaian pada laga sore nanti.

Latihan teamwork dan keeping menjadi persiapan terakhir sebelum lawan tanding. Latihan yang di gelar sore kemarin itu tidak diikuti 38 pemain. Sebab, masih ada beberapa pemain yang bersekolah dan sakit.

Ketua Komisi Teknik (Komtek) Persiku junior Bagong Harmadi mengatakan, sudah ada peningkatan kemampuan pemain selama menjalani latihan. ”Tolok ukurnya bisa kami lihat. Itu ada Mote pemain asal Papua, dulu belum bisa menendang sekarang sudah bisa. Artinya ada progres, begitu juga dengan pemain lainnya,” jelasnya.

Proses promosi dan degradasi pemain juga masih diberlakukan oleh Bagong dan jajaran pelatih. Menurutnya, pemain yang tidak dapat menjalankan instruksi pelatih akan didegradasi. ”Bisa dinilai dari skill individu maupun performanya selama mengikuti latihan,” sambungnya.

Nantinya saat menghadapi Persije Jekulo, skuat Macan Muria Muda akan membawa 23 pemain. Dua diantaranya adalah kiper. ”Alasan kami tidak membawa keseluruhan pemain karena skill-nya masih belum optimal,” pungkasnya.

Tujuan sparing diutarakan oleh Bagong untuk mengukur kepercayaan diri pemain sekaligus mempraktekkan program latihan. ”Selain itu agar anak-anak tidak bosan. Tentunya juga sebagai pandangan kami menentukan starting eleven, ”imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 15 Jan 2019 10:40:38 +0700
<![CDATA[Berjalan Ketat, Akhirnya Empat Atlet Catur Ini Lolos ke Popda]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113812/berjalan-ketat-akhirnya-empat-atlet-catur-ini-lolos-ke-popda https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/berjalan-ketat-akhirnya-empat-atlet-catur-ini-lolos-ke-popda_m_113812.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/berjalan-ketat-akhirnya-empat-atlet-catur-ini-lolos-ke-popda_m_113812.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113812/berjalan-ketat-akhirnya-empat-atlet-catur-ini-lolos-ke-popda

Sempat berjalan ketat, seleksi catur untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus di Kecamatan Kota akhirnya berakhir. Total, ada empat atlet yang diambil.]]>

KUDUS – Sempat berjalan ketat, seleksi catur untuk Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kudus di Kecamatan Kota akhirnya berakhir. Total, ada empat atlet yang diambil. Terdiri dari masing-masing dua atlet putra dan putri.

Seleksi khusus untuk siswa SD itu digelar di SDN 3 Singocandi, Kudus. Total ada 38 peserta dari 19 SD yang mengikuti seleksi. Proses seleksi sendiri dibagi menjadi dua kelompok. Yakni, putra dan putri.

Pelatih Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kudus Noor Chakim mengungkapkan, seleksi di Kecamatan Kota terbilang ketat. Karena dari 38 peserta itu, tak ada satupun yang mampu meraih poin penuh, yakni enam. ”Peserta tidak ada yang mendapatkan enam poin. Adanya poin 5,5. Jadi berjalan ketat,” terangnya.

Meski demikian, dari seleksi tersebut Kecamatan Kota sudah memastikan empat atlet untuk terjun pada Popda Kudus yang digelar Februari 2019. Atlet yang maju merupakan juara dan runner up dari kelompok putra dan putri.

Empat atlet itu terdiri dari Tommy Fischer (SDN 2 Demaan), Ihwanur Rafif (SD Muhammadiyah Birrul Walidain), Nur Laili Iftinan (SDN 1 Purwosari), dan Talitha (SD Muhammadiyah Birrul Walidain).

”Saya berharap atlet catur junior lebih maju dan mampu bersaing dengan kota lain seperti Semarang,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Tue, 15 Jan 2019 10:30:40 +0700
<![CDATA[Keras! Presiden Persijap Bakal Beber Data Match Setting pada Satgas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113594/keras-presiden-persijap-bakal-beber-data-match-setting-pada-satgas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/keras-presiden-persijap-bakal-beber-data-match-setting-pada-satgas_m_113594.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/keras-presiden-persijap-bakal-beber-data-match-setting-pada-satgas_m_113594.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113594/keras-presiden-persijap-bakal-beber-data-match-setting-pada-satgas

Presiden klub Persijap Jepara bakal beber data match setting pada Satgas Anti Mafia Bola pada hari Rabu 16 Januari 2019 mendatang.]]>

JEPARA – Presiden klub Persijap Jepara bakal beber data match setting pada Satgas Anti Mafia Bola pada hari Rabu 16 Januari 2019 mendatang. Data yang diberikan nantinya berupa video, Screenshot Whatsapp, email, dan data pemain yang diduga terlibat match setting. Saat ini data-data tersebut tengah diproses.

Presiden klub Persijap Jepara, Esti Puji Lestari mengatakana akan memberikan data-data dugaan match setting pada hari Rabu (16/1). ”Bukan membongkar, kalau bongkar sudah sejak dulu saya membongkar dugaan match setting. Rabu besok itu saya menyerahkan berkas pada Satgas Anti Mafia Bola agar ditindaklanjuti sama pak Krishna Murti,” terangnya.

Menurut Esti, saat ini sudah ada 40 pelaporan yang diterima oleh Satgas Anti Mafia Bola terkait match setting. ”Kalau saya tidak salah lihat dari instagram pak Krisna sudah ada 40 pelaporan dan sudah ditindaklanjuti sebanyak 17 pelaporan,” tandasnya.

Saat menyiapkan berkas-berkas data match setting, orang nomor 1 di Laskar Kalinyamat itu tidak mau gegabah. Sebab menyangkut nama baik seseorang. Menurutnya hal ini masih dugaan. ”Kalau kata peribahasa tidak boleh tidak ada batu yang tidak dibalik, semua harus dibalik agar sepak bola bersih dari dugaan match setting,” pungkasnya.

Data-data tersebut berupa video, Screenshot WhatsApp, email, dan data pemain yang diduga terlibat match setting. Sebelumnya, Esti juga telah melaporkan hal ini ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Namun, laporannya tidak pernah direspon.

”Sering saya lapor ke PSSI via surat, telefon, dan Whatsapp tetapi tidak ada tanggapan sama sekali,” sambungnya. Apa yang dilakukannya ini juga mendapat dukungan dari Manajer Madura United, Januar Herwanto.

Keinginan Esti untuk menciptakan sepak bola yang sehat juga dia lakukan kepada klubnya Persijap. Dirinya mengajak pemainnya membuat pakta integritas untuk tidak menerima suap atau hadiah apapun di lembaran kontrak pemain.

Menurutnya, saat ini yang dibutuhkan oleh sepak bola di Indonesia adalah momentum untuk membersihkan sepak bola agar kembali sehat dan terbebas dari match setting demi menjaga sepak bola yang lebih positif. ”Bersihin sepak bola dulu baru fokus juara di Piala AFF dan Piala Dunia. Dirinya juga ingin agar PSSI berbenah. Sebab beberapa orangnya sudah tertangkap.

“Kalau PSSI benar-benar tidak ada andil dalam match setting, maka PSSI harus fokus kerja untuk menggarap pembibitan usia muda, fokus menyelenggarakan pertandingan, dan melunasi match fee kepada beberapa tim yang belum mendapatkan, serta membantu satgas untuk tetap menjalankan tupoksinya dalam menyelesaiakan match setting ini,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 14 Jan 2019 13:36:25 +0700
<![CDATA[NMM Kudus Bikin Meriah Ajang Yel-Yel Competition Persiku]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113593/nmm-kudus-bikin-meriah-ajang-yel-yel-competition-persiku https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/nmm-kudus-bikin-meriah-ajang-yel-yel-competition-persiku_m_113593.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/nmm-kudus-bikin-meriah-ajang-yel-yel-competition-persiku_m_113593.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113593/nmm-kudus-bikin-meriah-ajang-yel-yel-competition-persiku

Sebanyak 26 suporter hadir dan turut serta meramaikan ”Yel-Yel Competition Persiku” yang digelar manajemen Persiku kemarin.]]>

KUDUS – Sebanyak 26 suporter hadir dan turut serta meramaikan ”Yel-Yel Competition Persiku” yang digelar manajemen Persiku kemarin. Peserta yel-yel berasal dari SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Kudus.

Menariknya, dari 26 peserta yang hadir, ada satu peserta dari kelompok suporter. Yakni New Macan Muria (NMM). Sedangkan kelompok  suporter lainnya seperti Suporter Macan Muria (SMM) dan Bala Suporter Kudus Raya (Basoka) absen dalam Yel-yel Competition Persiku.

”Kendati tidak mendapat juara, kami  bangga karena dapat berpartisipasi untuk memberikan dukungan langsung ke Persiku,” kata Ketua Umum New Macan Muria, Wijiyono.

Sebagai kelompok suporter, Wijiyono berharap, kedepannya semua suporter bisa bersatu dengan satu tekad dan satu tujuan. ”Tidak ada lagi SMM, Basoka atau NMM. Semua melebur menjadi satu, seperti suporter klub sepakbola lainnya,” ungkapnya.

Terpisah, ketua panitia Yel-yel Competition Persiku, Christian mengatakan, perlombaan berlangsung selama dua hari mulai 12-13/1 di Gedung Multifungsi Sport Center.

”Alhamdulillah pesertanya cukup banyak dan sangat antusias. Total ada 26 kelompok. Terdiri dari 25 kelompok anak sekolah dan satu kelompok dari suporter (NMM),”  jelasnya.

Dirinya menambahkan, pihak panitia sengaja mendatangkan ketua suporter The Jakmania dan Pasopati sebagai tim juri dalam Yel-yel Competition Persiku.

"Kami ingin menyerap ilmu serta pengalaman mereka sebagai kelompok suporter yang memiliki eksistensi dan diakui. Semoga hal positif ini bisa diserap untuk kemajuan suporter Persiku," pungkasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 14 Jan 2019 13:22:48 +0700
<![CDATA[Lahan Sport Center Digadang untuk Softball, Ini Lokasinya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113592/lahan-sport-center-digadang-untuk-softball-ini-lokasinya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/lahan-sport-center-digadang-untuk-softball-ini-lokasinya_m_113592.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/14/lahan-sport-center-digadang-untuk-softball-ini-lokasinya_m_113592.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/14/113592/lahan-sport-center-digadang-untuk-softball-ini-lokasinya

Wacana lahan kosong di sport center rencananya akan digunakan sebagai tempat latihan cabang olahraga yang belum memiliki sarana tempat latihan.]]>

KUDUS – Wacana lahan kosong di sport center rencananya akan digunakan sebagai tempat latihan cabang olahraga yang belum memiliki sarana tempat latihan. Salah satunya adalah cabang olahraga softball.

Kasi Peningkatan Prestasi Sarana Prasarana Olahraga (PPSP-Or), Subarkah mengatakan, untuk pengadaan tempat latihan tidak bisa langsung seketika. ”Softball kan itu cabang olahraga baru di kudus, jadi harus diupayakan terlebih dahulu,” terangnya.

Subarkah juga mengatakan, dirinya bersama Imam Santosa, Ketua Harian Pengurus Kabupaten Perbasasi (Pengkab Perbasasi) sudah saling berkomunikasi dan mulai melirik lahan kosong di sport center Kudus.

Meski terbilang cabang olahraga baru, softball berhasil meraih posisi keempat di Pekan olahraga Provinsi (Porprov) Solo beberapa bulan lalu. Soal dana, Subarkah menambahkan untuk membuat fasilitas latihan softball tidak murah. Nominalnya dapat mencapai Rp 5 miliar. ”Itu baru lapangan saja, belum dengan kamar ganti, kamar kecil dan sarana pendukung lainnya,” sambungnya.

Alasan lainnya yaitu karena lahan kosong di sport center masih perlu di uruk lantaran kondisi tanahnya yang cukup dalam karena dalamnya 1,5 meter.

Saat ini, tim softball Kudus masih berpindah-pindah tempat untuk berlatih. Mulai dari SMA 1 Kudus, lapangan Merdeka, SMA 1 Bae, dan saat ini di SMA 2 Kudus. Namun, kondisi lapngan yang digunakan adalah lapangan sepak bola.

Pelatih softball Kudus, Puput Artilerianna Putri Sari Damayanti Suseno mengatakan, belum memiliki tempat latihan softball. ”Kalau di SMA 2 Kudus kendalanya cuma kurang luas, tapi kami berterima kasih sudah boleh latihan,” tandasnya.

Sementara itu, Subarkah berharap agar cabang olahraga segera di fasilitasi tempat latihan. ”Semoga cabang olahraga yang belum punya latihan segera punya tempat latihan,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 14 Jan 2019 13:17:18 +0700
<![CDATA[Dicurangi Wasit hingga Pemain Dibajak, Presiden Persijap Buka-Bukaan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/13/113469/dicurangi-wasit-hingga-pemain-dibajak-presiden-persijap-buka-bukaan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/13/dicurangi-wasit-hingga-pemain-dibajak-presiden-persijap-buka-bukaan_m_113469.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/13/dicurangi-wasit-hingga-pemain-dibajak-presiden-persijap-buka-bukaan_m_113469.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/13/113469/dicurangi-wasit-hingga-pemain-dibajak-presiden-persijap-buka-bukaan

Presiden klub Persijap Jepara membeberkan soal match setting yang dialami saat bertanding di Liga 2. Saat ini, Esti tengah mengadu dan akan menyerahkan bukti.]]>

JEPARA – Presiden klub Persijap Jepara membeberkan soal match setting yang dialami saat bertanding di Liga 2. Saat ini, Esti tengah mengadu dan akan menyerahkan beberapa bukti ke Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Bola Brigjen Krishna Murti.

Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin, mengatakan, ada beberapa oknum yang tidak beres dan bermain match setting. Mulai dari wasit, komisi disiplin (komdis), personel Liga Indonesia Baru (LIB), dan personel PSSI.

”Saya memang belum punya bukti otentik, tapi saya memiliki beberapa data. Mulai dari kejanggalan pertandingan, kejanggalan dari keputusan komdis, dan pemberian akumulasi kartu,” jelasnya.

Orang nomor 1 di Persijap itu, menuturkan, saat Persijap menghadapi Persibat Batang dan sudah unggul 2-1, Laskar Kalinyamat merasa dicurangi oleh wasit dengan memberikan penalti kepada Persibat.

Saat itu, beberapa pemain Persijap melakukan protes kepada wasit terkait keputusannya yang kontroversial. Namun, saat itu para pemain Persijap justru dikira tak mau melanjutkan pertandingan. Pemain juga sampai menunggu hingga pukul 19.00. Tapi, wasit tidak kunjung masuk ke lapangan dan justru Persijap dikira walk out. ”Saat itu saya sudah mengajukan ke komite banding. Namun ditolak,” terangnya.

Kemudian soal akumulasi kartu, Persijap juga pernah dicurangi. Salah seorang pemainnya, Sabil yang berposisi sebagai bek kerap ditawari gaji yang lebih tinggi oleh Persibat. Padahal saat itu Sabil masih memiliki kontrak bersama tim Laskar Kalinyamat.

Bahkan menurut Esti, Persibat melakukan itu hingga dua kali dan akan menaikkan gaji hingga dua kali lipat. ”Tawaran pertama Sabil menolak. Pun dengan tawaran kedua. Namun, ada desakan dari suporter agar Sabil pergi dari Persijap,” jelasnya.

Akhirnya Sabil pindah ke Persibat. Namun, saat itu dia sedang mendapatkan akumulasi kartu dan seharusnya tidak bermain. Kenyataannya, Sabil bermain saat Persibat melawan PSS Sleman.

Selain itu, seharusnya Persibat mendapatkan pengurangan 3 poin, karena membajak pemain di tengah kompetisi. Namun, tak jadi dikurangi. Justru hukuman ditimpakan ke Sabil. Ternyata hal itu tak terjadi. Sabil pun tetap bisa bermain memperkuat Persibat saat meladeni PSCS Cilacap dan Persijap.

Saat itu, Esti juga mengajukan banding ke PT LIB. Akan tetapi responnya tidak bagus. Sebab, Sabil dianggap tidak terkena akumulasi kartu.

Tidak berhenti di situ, beberapa pemain Persijap mengaku pernah ditawari ”bermain”. Namun, pemain tersebut tidak berani. Bahkan, suami Esti, Carlos Raul juga pernah diperlakukan tak adil, lantaran saat sedang menukangi Laskar Kalinyamat langsung diberi sanksi.

Sanksinya berupa tidak boleh menemani Persijap di lapangan di tiga laga. Yakni saat Persijap melawan PSS dan Persibat. ”Satunya lagi pas melawan mana saya lupa,” terangnya.

Sebelumnya, untuk meminimalisasi pemainnya terlibat match setting, Esti telah melakukan bersih-bersih Persijap di 2016. Dirinya juga mengajak pemainnya membuat pakta integritas untuk tidak menerima suap atau hadiah apapun di lembaran kontrak pemain.

”Berbicara di luar match setting, masyarakat Jepara juga sebenarnya harus mendukung kami. Bukan menyalahkan kami terus soal prestasi Persijap. Saya pribadi juga sudah berusaha mendatangkan pelatih berlabel juara demi kemajuan Persijap,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Sun, 13 Jan 2019 23:26:43 +0700
<![CDATA[Persijap Bakal Kasih ”Kejutan” soal Dugaan Match Setting]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113235/persijap-bakal-kasih-kejutan-soal-dugaan-match-setting https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/persijap-bakal-kasih-kejutan-soal-dugaan-match-setting_m_113235.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/persijap-bakal-kasih-kejutan-soal-dugaan-match-setting_m_113235.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113235/persijap-bakal-kasih-kejutan-soal-dugaan-match-setting

Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari berniat ikut bersih-bersih terkait kegiatan match setting pertandingan sepak bola di Indonesia.]]>

JEPARA – Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari berniat ikut bersih-bersih terkait kegiatan match setting pertandingan sepak bola di Indonesia. Namun, orang nomor 1 di tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu, masih menunggu waktu yang tepat. Hal ini juga mendapat dukungan dari manajer Persijap Jepara.

Manajer Persijap Saadi Asirozi, mengatakan, pihaknya akan mendukung apa yang dilakukan Esti. Dia juga mengakui kalau sebenarnya selama ini timnya juga dirugikan oleh match setting. ”Kami merasa dirugikan. Tapi mau bagaimana, saya sendiri belum punya bukti yang kuat. Tapi, jujur saya kecewa dengan match setting,” tegasnya.

Meski demikian, Saadi mengaku, sampai sekarang belum tahu langkah apa saja yang nantinya akan ditempuh Esti. Sebab, dirinya juga tidak diberitahu Esti terkait rencana pembongkaran match setting itu. ”Saya tidak tahu bukti apa saja yang dimiliki oleh Mbak Esti. Kalau tidak salah, beliau punya beberapa data penting. Apapun itu, kalau demi sepak bola nasional yang lebih sehat saya akan dukung,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Persijap Esti Puji Lestari yakin jika Laskar Kalinyamat dicurangi usai babak penyisihan Grup 3 Liga 2. Saat itu, Persijap dikalahkan oleh Persibangga Purbalingga, Persip Pekalongan, PSS Sleman, dan Persibat Batang. Keempat laga itu, berakhir dengan skor 1-0 untuk kekalahan Persijap.

Meski mendengar soal match setting, Saadi menyampaikan, dirinya belum pernah ditawari untuk bermain pengaturan skor. ”Alhamdulillah tidak pernah. Tapi kalau pemain ada yang pernah diajak, tapi mereka tidak mau,” sambungnya.

Dirinya mengaku tidak pernah ”bermain”. Tetapi hal-hal ganjil memang sering dirasakannya. Akan tetapi, dirinya enggan menyebutkan hal-hal ganjil itu. ”Ya tentu ada. Semua pertandingan di Liga 3 Nasional (liga yang diikuti Persijap musim ini, Red) ada godaan dari mafia,” tegasnya.

Namun, kesulitan tidak ada bukti membuatnya enggan untuk membongkar atau menindaklanjuti dugaan match setting. Beberapa pemainnya juga sering bercerita kepadanya kalau pernah diajak ”bermain”.

”Anak-anak terbuka kepada saya. Memang pernah diajak (bermain match setting), tapi mereka takut dan menolak. Saya berharap match setting ini, segera ditindaklanjuti agar sepak bola nasional kembali sehat,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Sat, 12 Jan 2019 08:31:08 +0700
<![CDATA[Seru, Ratusan Pengendara Motor Offroad Ikuti Adventure Trail Trabas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/12/03/106627/seru-ratusan-pengendara-motor-offroad-ikuti-adventure-trail-trabas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/12/03/seru-ratusan-pengendara-motor-offroad-ikuti-adventure-trail-trabas_m_106627.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/12/03/seru-ratusan-pengendara-motor-offroad-ikuti-adventure-trail-trabas_m_106627.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/12/03/106627/seru-ratusan-pengendara-motor-offroad-ikuti-adventure-trail-trabas

Sekitar 500 pengendara motor trail offroad mengikuti kegiatan adventure trail trabas di kawasan pegunungan Rahtawu, Gebog, Kudus kemarin.]]>

GEBOG – Sekitar 500 pengendara motor trail offroad mengikuti kegiatan adventure trail trabas di kawasan pegunungan Rahtawu, Gebog, Kudus kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan wisata Rahtawu.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi yang semula akan hadir ternyata batal karena menunaikan umrah. Kedatangannya diwakili Asisten Deputri Industri dan Promosi Sandi Suwardi Hasan. Dia bersama Bupati Kudus M. Tamzil dan Wakil Bupati Hartopo membuka adventure trail trabas tersebut.

Kegiatan yang dikemas dengan “Funsport” ini diikuti pengendara trail dari lokal dan beberapa daerah di sekitar kudus. Mereka melintasi rute sepanjang 30 kilometer.

Pertama start di lapangan Gondosari, Gebog. Lalu, para rider menjajal medan trekking dengan mengitari pegunungan di Desa Rahtawu. Mereka melintasi berbagai spot-spot wisata di Rahtawu. Di antaranya, Air Terjun Mpetung, Gardu pandang Bukit Geneng, Puncak Natas Angin, Songolikur, Air terjun kertomo, dan Omah Dongkas.

Bahkan 80 persen jalur yang dilintasi berupa tanah. Salah satu medan trekking yang sulit berada di Dukuh Jambu, Desa Rahtawu. Karena lokasi jalan yang berada bawah semliro memiliki kemiringan tinggi. Meski begitu, para rider dari berbagai daerah itu tampak sudah piawai dan safety riding.

Bupati Kudus M. Tamzil mengatakan, kegiatan trabas itu merupakan kerjasama antara pemkab dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (kemenpora).

”Tujuannya untuk mengeksplor wisata rahtawu dengan bentuk trabas. Ini juga sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kami pun punya program sport tourism. Jadi kita harapkan orang berwisata ke kudus sambil berolahraga dan membawa keluarga,” ungkapnya.

Asisten Deputri Industri dan Promosi Sandi Suwardi Hasan mengaku, pihaknya sudah mendatangi lebih dari 20 kabupaten kota di Indonesia. Kudus di tahun mendatang akan mendapatkan prioritas.

”Karena memang memiliki banyak potensi yang belum di eksplore. Semoga kegiatan skala nasional ini bisa dilaksanakan. Kami tidak berjanji, tapi tahun depan akan mengupayakan adventure trail trabas jilid dua,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 03 Dec 2018 18:59:05 +0700
<![CDATA[Hari Pertama Even Sport Tourism, Pertandingkan Enam Kategori Lomba]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101813/hari-pertama-even-sport-tourism-pertandingkan-enam-kategori-lomba https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/hari-pertama-even-sport-tourism-pertandingkan-enam-kategori-lomba_m_101813.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/hari-pertama-even-sport-tourism-pertandingkan-enam-kategori-lomba_m_101813.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101813/hari-pertama-even-sport-tourism-pertandingkan-enam-kategori-lomba

Untuk kali ketiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menggelar even sport tourism bertajuk ”Jepara International Triathlon (JIT) 2018.”]]>

JEPARA – Untuk kali ketiga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menggelar even sport tourism bertajuk ”Jepara International Triathlon (JIT) 2018.” Pada gelaran tahun ini, kawasan Pantai Tirto Samudera, Bandengan, Jepara, kembali menjadi lokasi utama.

Even ini digelar sejak kemarin hingga hari ini. Hari pertama kemarin mempertandingkan enam kategori lomba. Di antaranya, youth distance (U-16 putra-putri), age group (U16-18) putra-putri, U19-30 putra-putri, U31-40 putra-putri, U-41 up putra, dan sprint distance overall (putra dan putri). Kemudian ada nomor standart distance dengan kategori elite (putra-putri), TNI/Polri (putra), dan standart distance rellay ada tiga orang.

Sedangkan hari ini akan mempertandingkan kategori mix rellay (dua putra dan dua putri), Duathlon dengan kategori Duathlon (Putra putri) dan Duanthlon Student (Putra putri). 

Sebanyak 300 peserta triathlon dari berbagai daerah dan negara ambil bagian dalam kegiatan ini. Negara yang berpartisipasi dalam kegiatan ini meliputi Singapura, Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Belanda.

Peserta peraih emas kategori Ady Akhmad Jukardi di kelas standart distance male all ages, mengungkapkan kegembiraannya. Setelah tiga tahun mengikuti even yang sama, baru tahun ini ia mendapatkan juara.

Perhelatan even ini kali pertama pada 2016. Kabupaten Kudus waktu itu berada di posisi keempat. Sedangkan tahun lalu berhasil naik ke posisi dua. ”Hasil tahun ini lebih baik. Tahun depan pasti ikut lagi. Semoga meraih hasil yang bagus,” ujar atlet nasional asal Jakarta ini.

Menurutnya, Jepara menjadi salah satu tempat favoritnya selama mengikuti even di Indonesia. Karena lokasinya yang dekat dengan pantai dan objek wisata lain. ”Setelah lomba, bisa melepas lelah dengan liburan di lokasi wisata Jepara,” tuturnya.

Sementara itu, usai memberikan medali, Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi mengapresiasi penyelenggaraan yang sukses di tahun ketiga ini. Pihaknya mendukung penuh acara ini. Selain menjadi ajang pembinaan atlet, juga mengenalkan pariwisata Jepara.

”Ajang ini tidak hanya even olahraga, tapi ada sektor pariwisata yang perlu kami dukung. Tahun ini sudah ketiga kalinya. Pasti lebih meriah dan mendatangkan banyak peserta,” ungkapnya.

Dia menambahkan, Jepara sudah terkenal dari dulu. Namun bukan karena tempat wisatanya. ”Untuk itu, dalam ajang ini kami sekaligus promosi wisata. Sebab, olahraga triathlon ini juga ada unsur pariwisata,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 04 Nov 2018 22:20:21 +0700
<![CDATA[Seru, Dua Jawara Asian Games 2018 Ikuti 76 Indonesia Downhill]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101779/seru-dua-jawara-asian-games-2018-ikuti-76-indonesia-downhill https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/seru-dua-jawara-asian-games-2018-ikuti-76-indonesia-downhill_m_101779.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/seru-dua-jawara-asian-games-2018-ikuti-76-indonesia-downhill_m_101779.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101779/seru-dua-jawara-asian-games-2018-ikuti-76-indonesia-downhill

Dua atlet downhill peraih medali emas Asian Games 2018 ikut serta dalam 76 Indonesia Downhill seri kelima di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe kemarin.]]>

KUDUS – Dua atlet downhill peraih medali emas Asian Games 2018 ikut serta dalam 76 Indonesia Downhill seri kelima di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe kemarin. Kedua rider itu yakni Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika.

Khoiful Mukhib yang merupakan rider asal Kota Ukir berlomba di kelas men elite. Sedangkan Tiara Andini Prastika di kelas women elite. Kehadiran mereka membuat balap sepeda gunung menjadi lebih seru.

Heri Lempeng Susanto, koordinator ajang tersebut mengatakan, downhill kali ini berbeda dengan tahun lalu. Downhill di Desa Ternadi sendiri sudah kali ketiga ini diselenggarakan. Ada perubahan jalur trek ada sekitar 10 persen.

Trek di kawasan tebing perbukitan di Desa Ternadi memiliki panjang 2,2 kilometer. Dengan rintangan vertikal 113 meter. Trek downhill satu-satunya di Kota Kretek itu juga paling panjang jika dibandingkan dengan seri sebelumnya.

Seri pertama di Jogjakarta, kedua di Kota Batu, Jawa Timur, ketiga di Kabupaten Banyumas Jawa Barat, keempat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. ”Di kudus yang jalur treknya paling panjang,” ujarnya.

Tidak hanya itu, kesulitan bertambah dengan adanya rintangan berupa jalur trek yang ada bebatuan alam. Berbeda dengan tahun lalu. Kali ini ada jalur yang ada batu alamnya. ”Downhill ini diikuti 193 peserta dari seluruh indonesia,” katanya.

Dia melanjutkan, dalam balap sepeda itu ada kategori. Pertama hobi dan kedua prestasi. Kategori hobi untuk atlet di atas usia 30 tahun. Dari dua kategori tadi ada 15 kelas atau nomor lomba. Kejuaraan tingkat nasional itu digelar mulai kemarin dan berakhir hari ini.

]]>
Ali Mustofa Sun, 04 Nov 2018 18:42:18 +0700
<![CDATA[Nyalon Ketua KONI, Ferdaus Ardyansyah Purnomo Bawa Misi Sport Tourism]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101778/nyalon-ketua-koni-ferdaus-ardyansyah-purnomo-bawa-misi-sport-tourism https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/nyalon-ketua-koni-ferdaus-ardyansyah-purnomo-bawa-misi-sport-tourism_m_101778.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/04/nyalon-ketua-koni-ferdaus-ardyansyah-purnomo-bawa-misi-sport-tourism_m_101778.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/04/101778/nyalon-ketua-koni-ferdaus-ardyansyah-purnomo-bawa-misi-sport-tourism

Ketua Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo secara terbuka menyampaikan akan mencalonkan diri sebagai bacalon ketua KONI.]]>

KUDUS – Ketua Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Kudus Ferdaus Ardyansyah Purnomo secara terbuka menyampaikan akan mencalonkan diri sebagai Bakal calon (bacalon) ketua KONI Kudus. Misinya, menjadikan olahraga sebagai salah satu ikon Kota Kretek.

Hal itu, disampaikan dalam acara silaturahmi dan sambung rasa di RM Bale Raos, Jati, Kudus, Jum’at (2/11) malam. Dihadiri atlet PAMI dan sejumlah Pengurus Kabupaten (Pengkab) dari berbagai cabang olahraga Kudus. Dalam forum itu, Ferdaus memperkenalkan diri dan menyampaikan keseriusannya dalam mencalonkan diri sebagai ketua Koni Kudus periode 2018-2022.

Pria kelahiran Kudus, 18 Agustus 1979 ini mengaku, baginya olahraga sudah mendarah daging. Dia sudah berkecimpung di dunia olahraga sejak kecil. Saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas III, dia sudah menjadi manajer dari kegiatan Tri Lomba Juang.

Kegiatan itu, merupakan lomba lari 17 kilometer, 8 kilometer, dan 45 kilometer. Selain itu, di usianya yang masih belia itu dia juga jadi atlet lari dan jalan cepat. ”Waktu SMA saya juga atlet balap sepeda,” ungkapnya.

Kini pria yang tinggal di Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan ini menjadi ketua PAMI Kudus. Di bawah pembinaannya, orang di usia senja dilatih hingga ikut kejuaraan dan bisa meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Seperti turnamen Indonesia Open Masters Athletics Championship di Jakarta pada 28 Oktober lalu. Atlet PAMI Kudus berhasil merenggut 11 medali. Terdiri dari tujuh medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Selain itu, dia juga berkeinginan mewujudkan arahan bupati Kudus. Yakni, mewujudkan Kudus sebagai kota sport tourism. Olahraga akan menjadi salah satu ikon Kota Kretek. ”Saya berharap olahraga di Kabupaten Kudus ini bergairah tidak hanya dalam KONI atau atletnya saja. Tapi semua lapisan masyarakat di Kabupaten Kudus. Bahwa olahraga itu ada manfaatnya,” tuturnya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 04 Nov 2018 18:35:53 +0700
<![CDATA[Lewat Tos Koin, Persipa Jadi Juara Turnamen Trofeo Bupati Jepara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/28/100676/lewat-tos-koin-persipa-jadi-juara-turnamen-trofeo-bupati-jepara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/28/lewat-tos-koin-persipa-jadi-juara-turnamen-trofeo-bupati-jepara_m_100676.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/28/lewat-tos-koin-persipa-jadi-juara-turnamen-trofeo-bupati-jepara_m_100676.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/28/100676/lewat-tos-koin-persipa-jadi-juara-turnamen-trofeo-bupati-jepara

Juara turnamen Trofeo Bupati Jepara jatuh kepada Persipa Pati. Tim berjuluk Laskar Saridin itu menang lewat tos koin. Laga yang digelar di Stadion Bumi Kartini.]]>

JEPARA – Juara turnamen Trofeo Bupati Jepara jatuh kepada Persipa Pati. Tim berjuluk Laskar Saridin itu menang lewat tos koin. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini itu hanya sebagai pertandingan pesahabatan.

Turnamen mempertemukan tiga klub yang berada di liga tiga. Yakni Persijap Jepara, Persipa Pati, dan PSD Demak. Laga pertama Persipa bertemu dengan tim Kota Wali. Pertandingan berakhir dengan skore 1-1. Kemudian dilanjutkan, Laskar Kalinyamat melawan Persipa. Berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

 Pertandingan berikutnya, PSD melawan Persijap. Laga terakhir itu berakhir dengan skor nol sama. Tim tuan rumah tak bisa mencetak poin. Hasil dari masing-masing pertandingan juga imbang. Kemudian dilakukan tos koin dan dimenangkan Persipa.

Manajer Persijap Jepara Saad Asirozi mengatakan, tunamen Trofeo Bupati Jepara sebagai sarana untuk melatih kondisi fisik agar stamina klub kebanggaan kota ukir tetap terjaga karena libur panjang.

Dia berharap, adanya turnamen tersebut juga bisa membangun rasa persaudaraan di wilayah Jawa Tengah. ”Serta mengukuhkan silaturahmi antarsuporter,” ungkap Manajemen Persijap Jepara.

Dia menambahkan, hasil dari pertandingan tersebut juga menjadi bahan evaluasi. ”Tadi banyak peluang yang tidak bisa membuahkan gol. Jadi penyelesaian memang perlu diperhatikan untuk kami pertajam lagi,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 28 Oct 2018 17:25:11 +0700
<![CDATA[Seru, Lari 5K Envirunment Sambil Menikmati Suasana Pedesaan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/27/100502/seru-lari-5k-envirunment-sambil-menikmati-suasana-pedesaan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/27/seru-lari-5k-envirunment-sambil-menikmati-suasana-pedesaan_m_100502.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/27/seru-lari-5k-envirunment-sambil-menikmati-suasana-pedesaan_m_100502.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/27/100502/seru-lari-5k-envirunment-sambil-menikmati-suasana-pedesaan

Lomba lari bertajuk 5K Envirunment di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B akan berlangsung besok. Peserta akan menempuh jarak 5k.]]>

JEPARA – Lomba lari bertajuk 5K Envirunment di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Jati B akan berlangsung besok. Peserta yang mengikuti ajang ini, akan menempuh jarak 5 kilometer. Start dan finish di depan main gate PLTU. Rute yang dilewati peserta menyajikan suasana yang berbeda dari even lainnya.

Humas PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (Kit TJB) Grahita Muhammad, mengatakan, pihaknya memberikan wadah bagi atlet untuk berkompetisi dengan suasana yang berbeda. Jika biasanya lomba lari menggunakan track jalan raya atau dekat dengan tempat wisata, pihaknya menyajikan suasana track lari yang berbeda.

Sepanjang lima kilometer, peserta dimanjakan dengan pemandangan alam dan lingkungan khas perdesaan. Sekitar PLTU terdapat hamparan sawah dan ladang milik warga. Dari lokasi tertentu juga terlihat unit pembangkit di track yang dilalui peserta.

Tidak hanya itu, peserta juga sesekali akan melewati jalan permukiman warga. Ada pula track yang melewati perkebunan milik warga.

”Suasana 5K yang kami gelar memberikan kesan berbeda bagi para peserta. Kombinasi antara suasana industri dan perkampungan menjadi pembeda dengan even lain,” katanya.

Even yang diikuti seribuan peserta ini, kali keempat dilaksanakan. Pendaftaran peserta ditutup kemarin. Even ini akan merebutkan total hadiah Rp 16 juta. Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta tidak dikenakan biaya. Selain free, peserta mendapat suvenir, snack, kaus, dan doorprize.

Kategori yang dilombakan ada dua. Yaitu pelajar putra dan putri. Peserta yang meraih juara I akan menerima hadiah Rp 4 juta, juara II Rp 2,5 juta, dan juara III Rp 1,5 juta.

Grahita menambahkan, 5K Envirunment ini bagian dari usaha PLN untuk menyemangati prestasi atletik di tingkat pelajar SMP dan SMA di Jepara, Pati, Kudus, dan Demak. Sesuai dengan kegiatan yaitu 5K Envirunment yang artinya lari 5K dan environment atau lingkungan hidup.

”Lingkungan sekitar PLTU Tanjung Jati B ini layak untuk kegiatan olahraga,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 27 Oct 2018 07:37:29 +0700
<![CDATA[Seru, Ribuan Pelari Ikuti Relay Marathon Bersama Legenda Bulutangkis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/22/99661/seru-ribuan-pelari-ikuti-relay-marathon-bersama-legenda-bulutangkis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/22/seru-ribuan-pelari-ikuti-relay-marathon-bersama-legenda-bulutangkis_m_1540213263_99661.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/22/seru-ribuan-pelari-ikuti-relay-marathon-bersama-legenda-bulutangkis_m_1540213263_99661.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/22/99661/seru-ribuan-pelari-ikuti-relay-marathon-bersama-legenda-bulutangkis

Sekitar 5.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara turut ambil bagian dalam even lari berjuluk Tiket.Com Kudus Relay Marathon (TKRM).]]>

KUDUS - Sekitar 5.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara turut ambil bagian dalam even lari berjuluk Tiket.Com Kudus Relay Marathon (TKRM). Tak hanya itu, pasangan bupati dan wakil Kudus Tamzil-Hartopo (TOP) juga tak ingin melewatkannya. Ia bersama para legenda bulutangkis seperti Seperti Liem Swie King, Hariyanto Arbi, Eddy Hartono, Christian Hadinata, Alan Budikusuma, Susy Susanti, Ivana Lie, dan Sigit Budiarto berhasil menjadi finisher di kategori 5k.

Tamzil memberikan apresiasi yang besar atas penyelenggaraan even lari yang terbagi dalam lima kategori ini. Baginya, menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba lari bergengsi ini merupakan sebuah penghormatan yang luar biasa.

”Selamat datang kepada seluruh peserta yang datang dari penjuru nusantara. Selamat menikmati Kota Kudus dengan segala kekhasannya,” ujarnya.

Tamzil berujar acara TKRM ini dapat membuat Kudus menjadi tujuan sport tourism. Termasuk pariwisatanya yang menawan dan keunikan kulinernya. Ia juga berharap TKRM ini nantinya bisa membuat UMKM di Kudus juga bisa lebih menggeliat. Mampu mengembangkan sayap ke seluruh Nusantara.

Lima kategori race dalam TKRM ini yakni relay marathon (42,195 kilometer), half marathon (21,1 kilometer), 10K, 5K, dan kids fun run. Panitia menyiapkan hadiah total senilai Rp 160 juta. Dengan rincian kategori relay marathon juara I Rp 25 juta, juara II Rp 20 juta, dan juara III Rp 15 juta. Sedangkan kategori half marathon terdiri dari pelari pria dan wanita, juara I Rp 12 juta, juara II Rp 8 juta, dan juara III Rp 4 juta. Sementara untuk hadiah total kategori 10K, 5K, dan kids fun run totalnya mencapai Rp 52,6 juta.

Para pelari di lima kategori berhasil meraih prestasi cemerlang. Di kategori utama, Relay Marathon, juara I berhasil diraih oleh kelompok 104 Jatim Fighter. Tim ini terdiri dari Sri Wahyuni, Dedy Yusuf, Ivon Sholihin, dan Ari Masrudi. Jarak 42,195 kilometer berhasil ditempuh oleh para pelari asal Jawa Timur ini dalam waktu 2:53:55.

Di kategori half marathon male juara berhasil diraih Hadi Firmansyah. Ia berhasil sampai finish pada 01:23:05. Sedangkan di half marathon female waktu tercepat 01:40:29 diraih Laura Bee. Selanjutnya kategori 10K male juara pertama diraih oleh Lamek Lamek Yunias Banu dengan raihan waktu 00:35:32. Kemudian di 10K female juara diraih Sharfina Sheila Rosada dengan catatan waktu 00:43:20.

”Sebelumnya kami tak menyangka bisa menjadi pemenang. Sebab, sebelumnya saya maupun tim tidak pernah menjajal nomor relay marathon. Kami juga baru pertama kali ini dipertemukan dalam satu tim. Sebelumnya paling ketemu saat ada even lari,” ujar Sri Wahyuni, anggota Jatim Fighter.

Menurut Sri, meski sama-sama dari Jawa Timur, anggota timnya berasal dari daerah yang berbeda-beda. Sri Wahyuni berasal dari Surabaya, Dedy Yusuf asal Lumajang, Ivon Sholihin asal Situbondo, sedangkan Ari Masrudi asal Mojokerto.

Berbeda saat berlari di nomor tunggal, di relay marathon ini Sri mengaku, memiliki tantangan tersendiri. Selain mempelajari aturan teknis, mereka harus pandai mengatur strategi menentukan urutan pelari dalam tim.

”Karena saya perempuan jadi saya menjadi pelari pertama. Supaya selanjutnya teman-teman bisa mengejar kalau ada ketertinggalan,” tuturnya.

Acara TKRM ini juga diramaikan Puteri Indonesia 2011 Maria Selena Nurahya. Di sisi lain, acara ini juga dimeriahkan berbagai kegiatan dan pertunjukan menarik yang terpusat di race village. Masyarakat sekitar dihibur dengan pertunjukan budaya, tari kretek, marching band, dan aksi barongsai lengkap dengan liong. Selain itu juga tak ketinggalan festival kuliner aneka jajanan tradisional khas Kudus.

”Biasanya saya memang selalu ke sini (Alun-alun Simpang Tujuh, Red) menikmati car free day. Hari ini tentu lebih ramai, selain bisa melihat pelari, kami juga dihibur dengan beragam pertunjukan. Semoga acara seperti ini sering dilakukan di Kudus,” ujar salah satu warga Arif Kurniawan.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Oct 2018 09:13:27 +0700
<![CDATA[Raih Empat Medali, Atlet Para Cycling Asal Grobogan Harumkan Indonesia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98659/raih-empat-medali-atlet-para-cycling-asal-grobogan-harumkan-indonesia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/raih-empat-medali-atlet-para-cycling-asal-grobogan-harumkan-indonesia_m_98659.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/raih-empat-medali-atlet-para-cycling-asal-grobogan-harumkan-indonesia_m_98659.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98659/raih-empat-medali-atlet-para-cycling-asal-grobogan-harumkan-indonesia

Prestasi membanggakan diraih atlet para cycling Indonesia Sri Sugiyanti asal Desa Sengonwetan, Kradenan, Grobogan. Dia berhasil mendapatkan empat medali.]]>

GROBOGAN – Prestasi membanggakan diraih atlet para cycling Indonesia Sri Sugiyanti asal Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan, Grobogan. Dia berhasil mendapatkan empat medali dalam kejuaraan Asian Para Games untuk even olahraga difabel tingkat Asia 2018.

Perempuan tersebut berhasil mendapatkan tiga medali perak dan satu perunggu. Yaitu women trial kelas b di nomor 1 kilometer pada  Sabtu (13/10), woman time trial kelas b, pada Senin (8/10), nomor road race putri 70 kilometer pada Selasa (9/10/), dan perunggu saat turun di nomor individual pursuit 3.000 meter putri (B) pada Kamis (11/10).

Kepala Desa Sengon Wetan Priyo Hutomo mengatakan, dari empat kelas yang diikuti semuanya mendapatkan medali. Tiga perak dan satu perunggu. Perlombaan terakhir selisih dari peraih medali emas dari Malaysia tidak ada waktu satu dan babak final tadi diikuti peserta dari Korea, Malaysia, dan Indonesia.

”Kami dari warga Desa Sengonwetan sangat bangga atas prestasi yang diraih Sri Sugiyanti atlet para cycling Indonesia asli warga Desa Sengonwetan Kradenan. Saya langsung memberikan dukungan bersama Pak Sugimin ayah Sri Sugiyanti,” ujarnya.

Dukungan juga diberikan secara langsung oleh warga Desa Sengonwetan yang merantau di kawasan Jabodetabek. Pihaknya berharap meski belum mendapatkan medali emas, prestasi yang diraih sangat membanggakan nama Indonesia dan mempunyai nilai sendiri dari daerah.

”Prestasi ini sangat membanggakan karena bisa mengikuti even olahraga internasional dan dapat empat medali,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Oct 2018 23:30:38 +0700
<![CDATA[PAMI Kudus Bidik Medali Usia Senja di Open Masters Athletics]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/12/98448/pami-kudus-bidik-medali-usia-senja-di-open-masters-athletics https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/12/pami-kudus-bidik-medali-usia-senja-di-open-masters-athletics_m_98448.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/12/pami-kudus-bidik-medali-usia-senja-di-open-masters-athletics_m_98448.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/12/98448/pami-kudus-bidik-medali-usia-senja-di-open-masters-athletics

Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Kudus menyertakan 15 atlet untuk unjuk gigi dalam ajang Indonesia Open Masters Athletics Championship di Jakarta.]]>

KUDUS – Persatuan Atletik Master Indonesia (PAMI) Kudus menyertakan 15 atlet untuk unjuk gigi dalam ajang Indonesia Open Masters Athletics Championship di Jakarta. Tim Kota Kretek menargetkan bisa meraih tiga emas, dua perak, dan dua perunggu.

Sebanyak 15 atlet itu terdiri dari tiga perempuan dan 12 laki-laki. Mulai dari usia 35 sampai 70 tahun. Mereka berlomba di dua cabang olahraga (Cabor). Yakni jalan sehat dengan jarak 3.000 meter dan lari dengan jarak 200, 400, 800, 1.500, dan 3.000 meter.

Tim Kota Kretek sudah melakukan persiapan sejak Juli lalu. Tepatnya usai bertarung di Kejuaraan Atletik Master Surakarta Terbuka 2018 pada 26 sampai 28 Juli 2018. Dari laga itu, Tim Kudus berhasil mengantongi 11 medali emas, dua perak, dan empat perunggu.

Prestasi itu menjadi capaian terbaik sejak PAMI Kudus terbentuk. Karena sebelumnya di kejuaraan serupa di Bandung 2017, tim Kudus hanya bisa membawa pulang tiga emas, dua perak, dan dua perunggu.

Pengurus PAMI Kudus Totok mengatakan, persiapan sudah digenjot usai kejuaraan di Surakarta pada Juli lalu. Para atlet berlatih setiap hari. Mulai pukul 06.00 sampai 08.00 di area Sport Center Kudus.

Dalam ajang yang digelar pada 28 Oktober 2018, PAMI Kudus menargetkan bisa memperoleh hasil seperti di Bandung. Yakni tiga emas, dua perak, dan dua perunggu. ”Target kami kurang lebih seperti waktu prestasi di Bandung tahun lalu,” harapnya.

Pengurus PAMI Kudus Arif Solekan mengapresiasi atlet Kudus yang ikut. Terutama atlet yang usianya sudah senja dan masih bersemangat untuk berpretasi. ”Walaupun usia sudah tua, juga bisa memberi semangat atlet yang lebih muda,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Oct 2018 18:20:31 +0700
<![CDATA[Masuk Babak Final Piala Soeratin U-17, Persipa Jr Disambut Bak Juara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/10/98150/masuk-babak-final-piala-soeratin-u-17-persipa-jr-disambut-bak-juara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/10/masuk-babak-final-piala-soeratin-u-17-persipa-jr-disambut-bak-juara_m_98150.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/10/masuk-babak-final-piala-soeratin-u-17-persipa-jr-disambut-bak-juara_m_98150.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/10/98150/masuk-babak-final-piala-soeratin-u-17-persipa-jr-disambut-bak-juara

Persipa Jr gagal merengkuh predikat sebagai jawara Piala Soeratin Zona Jawa Tengah. Namun apresiasi tak berhenti mengalir untuk skuad asuhan Eko Supriyanto.]]>

PATI – Persipa Jr gagal merengkuh predikat sebagai jawara Piala Soeratin Zona Jawa Tengah. Namun apresiasi tak berhenti mengalir untuk skuad asuhan Eko Supriyanto tersebut. Karena mereka berhasil mencetak sejarah karena mampu sampai di babak final.

Dewan Penyantun Askab PSSI Pati Joni Kurnianto mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan para pemain Persipa Jr. Hingga Lingga Widya Saputra dkk bisa tampil di partai puncak melawan BJL 2000 meskipun harus menelan kekalahan.

”Anak-anak sudah tampil hebat. Mereka memberikan kebanggaan kepada publik bola di Pati. Semoga ke depan mereka semakin giat berlatih,” kata Joni kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Joni berpesan kepada anak-anak muda tersebut untuk menjadikan kegagalan di final tersebut sebagai pelajaran penting untuk karir mereka di dunia sepak bola. Pelajaran berharga itu akan menjadi energi positif untuk memacu prestasi di masa mendatang.

”Masa depan masih panjang. Kecewa memang pasti ada. Tetapi, ini semua harus dijadikan pengalaman untuk bangkit menorehkan prestasi di masa yang akan datang,” imbuhnya.

Manajer Persipa Jr Dian Dwi Budianto juga mengaku bangga dengan perjuangan skuat Laskar Saridin Muda. Meskipun, mereka belum berhasil menorehkan juara I dalam laga tersebut.

”Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Kami belum bisa juara I. Tentunya ini akan menjadi kebanggaan, karena sampai final saja itu sudah sejarah tersendiri bagi Persipa Jr,” kata pria yang juga Ketua Patifosi, suporter fanatik dari kesebelasan Persipa.

Sementara itu Pelatih Kepala Persipa Jr Eko Supriyanto berharap anak asuhnya bisa terus berkumpul. Semua pemain berlaga di Piala Soeratin punya potensi yang sangat bagus. Mereka juga berpotensi membela Pati dalam Porprov.

Dalam laga final di Stadion Moch. Soebroto, Kabupaten Magelang, Persipa Jr memang kalah telak 4-1 dari BJL 2000. Namun, Eko memuji anak asuhnya yang mampu menyuguhkan permainan bagus. ”Talenta-talenta bagus ini sangat baik untuk terus dikembangkan,” ungkapnya. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Oct 2018 18:51:58 +0700
<![CDATA[Jelang Porprov Jateng, Tim Sepak Bola Kudus Jalani Uji Coba]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/09/98017/jelang-porprov-jateng-tim-sepak-bola-kudus-jalani-uji-coba https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/09/jelang-porprov-jateng-tim-sepak-bola-kudus-jalani-uji-coba_m_98017.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/09/jelang-porprov-jateng-tim-sepak-bola-kudus-jalani-uji-coba_m_98017.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/09/98017/jelang-porprov-jateng-tim-sepak-bola-kudus-jalani-uji-coba

Kekalahan melawan klub tarkam di Wonosobo pada Minggu (7/10) menjadi pelajaran serius bagi tim sepak bola Kudus yang dipersiapkan untuk Porprov Jateng.]]>

KUDUS – Kekalahan melawan klub tarkam di Wonosobo pada Minggu (7/10)  menjadi pelajaran serius bagi tim sepak bola Kudus yang dipersiapkan untuk Porprov Jateng. Masih ada waktu sekitar sepekan bagi anak asuh Hidayat itu untuk memperbaiki performa sebelum berangkat ke Surakarta.

Rekam jejak tim kota kretek di laga uji coba tercatat baik. Karena selalu memang tanpa balas dari lawan. Jumat (5/10) lalu, anak asuh Hidayat menghadiri sedekah laut di Kendal, sekaligus menggelar uji coba dengan klub dari Pemalang.

Hasil pertandingan dimenangkan tim kudus dengan skor 8 – 0. Tim lawan kalah telak tanpa balas. Namun, hasil tersebut kurang membanggakan. Karena kekuatan tim lawan tak seimbang.

Tidak sampai di situ saja, berikutnya pada Sabtu (6/10) kembali menggelar ujo coba. Tim sepak bola Kudus melawan tim dari SMA Al-Ma’ruf di Stadion Wergu Wetan, Kudus. Pertandingan berakhir dengan skor 5 – 0. Tim sepak bola Kudus menang telak.

Tim yang diasuh oleh mantan pelatih Persiku Hidayat ini kembali menggelar uji coba. Pada Minggu (7/10), tim sepak bola Kudus butuh perlawanan ekstra kala bertarung melawan tim tarkaman di Lapangan Kejiwan, Wonosobo. Bahkan pertandingan berakhir dengan skor 2 – 2. Karena imbang dilanjutkan adu penalti.

Sayangnya pada momen itu, anak asuh Hidayat harus menelan pil pahit karena kalah dengan skor 7 – 8. Kekalahan di ajang adu penalti itu menjadi pelajaran berharga. Mereka harus cepat memperbaiki peroforma. Karena, Porprov Jateng sendiri tinggal sepekan lagi dibuka.

”Kami kalah di adu penalti. Itu menjadi evaluasi, nanti bisa kami adakan latihan khusus untuk penalti,” ungkapnya. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Oct 2018 18:32:20 +0700
<![CDATA[Jalani Laga Pamungkas Liga 2, PSIR Rembang Turunkan Full Team]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/09/98015/jalani-laga-pamungkas-liga-2-psir-rembang-turunkan-full-team https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/09/jalani-laga-pamungkas-liga-2-psir-rembang-turunkan-full-team_m_98015.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/09/jalani-laga-pamungkas-liga-2-psir-rembang-turunkan-full-team_m_98015.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/09/98015/jalani-laga-pamungkas-liga-2-psir-rembang-turunkan-full-team

Laga terakhir babak penyisihan Liga 2 diharapkan menjadi ujung yang manis bagi PSIR Rembang. Semua pemain inti akan ditampilkan.]]>

REMBANG – Laga terakhir babak penyisihan Liga 2 diharapkan menjadi ujung yang manis bagi PSIR Rembang. Semua pemain inti akan ditampilkan. Meskipun, hasil akhir laga itu tak akan berdampak banyak pada posisi PSIR di dasar klasemen wilayah barat.

Perjalanan anak asuh Hadi Surento di Liga 2 tidak mudah. Banyak menelan pil pahit. Hal itu membuat posisi Klub Kota Garam tak bisa lepas dari lingkaran zona degradasi. Senasib dengan Persik Kendal dan Persik Karawang.

Sayangnya PSIR hanya bisa mengumpulkan 19 poin. Perolehan itu membuat klub kebanggan warga Rembang ini berada peringkat 12. Atau di dasar klasemen wilayah barat. Dari empat laga terakhir, PSIR hanya bisa menang satu kali, imbang sekali, dan dua kal mengalami kekalahan.

Pada laga tandang Minggu (7/10), skuat Laskar Dampo Awang kalah melawan Persis Solo dengan skor 2 – 0. Lalu, Rabu (3/10) imbang melawan Persik Kendal dengan skor 1 – 1. Kemudian, Sabtu (29/9) menang melawan Persika Karawang dengan skor skor meyakinkan 3 – 1.

PSIR memang lebih banyak menelan pil pahit. Kini, mereka hanya menyisakan satu laga melawan PSPS Riau. Pada paru petama saat bertandang ke markas tim berjuluk Askar Bertuah, PSIR kalah tipis 1 – 0. PSIR berharap bisa memetik poin dalam laga melawan PSPS akhir pekan nanti di Stadion Krida, Rembang.

Asisten Pelatih PSIR Hadi Surento mengatakan, timnya akan menampilkan semua pemain utama dalam laga terakhir babak penyisihan Liga 2 nanti. ”Semoga laga nanti jadi penutup yang manis,” ungkapnya.

Pada laga melawan Persis pekan lalu, pelatih yang akrab disapa Rinto ini mengaku beberapa pemain utama tak bisa tampil. Seperti Rudy Santoso dan Adit Shadikhul Wafa. Mereka terkena akumulasi kartu kuning.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Oct 2018 18:23:42 +0700
<![CDATA[Bermain Tandang, PSIR Rembang Tumbang Lawan Persis Solo, Skor 2-0]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/08/97900/bermain-tandang-psir-rembang-tumbang-lawan-persis-solo-skor-2-0 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/08/bermain-tandang-psir-rembang-tumbang-lawan-persis-solo-skor-2-0_m_97900.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/08/bermain-tandang-psir-rembang-tumbang-lawan-persis-solo-skor-2-0_m_97900.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/08/97900/bermain-tandang-psir-rembang-tumbang-lawan-persis-solo-skor-2-0

PSIR Rembang harus pulang dengan kekalahan dalam lawatannya ke Stadion Wilis, Madiun, Minggu (7/10). Pertandingan dimenangkan Persis Solo dengan skor 2-0.]]>

MADIUN – PSIR Rembang harus pulang dengan kekalahan dalam lawatannya ke  Stadion Wilis, Madiun, Minggu (7/10). Pertandingan dimenangkan Persis Solo dengan skor 2-0. Tidak hadirnya pemain inti,  membuat Laskar Dampo Awang tidak bermain maksimal saat dijamu Persis yang kini berada di urutan kedua klasemen grup barat.

Memang tak mudah bagi pasukan oranye untuk mengimbangi pasukan Laskar Sambernyawa-Julukan Persis. Apalagi, lawan berada peringkat kedua klasemen grup barat. Sedangkan klub Kota Garam berada di zona degradasi.

Meski begitu, anak asuh Hadi Surento telah berusaha maksimal. Dalam laga pekan ke-21 Liga 2 itu Persis unggul di babak pertama. Dua 2 gol berhasil diciptakan pemain Persis.

Di babak ke dua PSIR bisa mengimbangi permainan klub kebanggan wong Solo itu. Hingga akhir babak ke dua tak ada yang bisa mencetak gol. Pertandingan pun dimenangkan oleh Persis dengan skor 2-0.

Pelatih PSIR Hadi Surento mengatakan, anak asuhnya telah bermain baik. Walaupun di babak pertama kemasukan angka. Bahkan, gol pertama tercipta melalui tendangan bebas. gol itu membuat mental pemain klub kota garam down karena terlalu mudah.

”Terus kembali gol lagi jadi 2-0 di babak pertama. Kemudian di babak kedua saya instruksikan. Untuk menguasai bola lebih banyak tidak gampang kehilangan bola akhirnya di situ ketemu ritme cuma dari golnya belum ada,” ujarnya.

Ia menilai permainan PSIR sudah baik. Hanya saja karena tidak ada pemain inti seperti Rudy Santoso dan Adit Shadikhul Wafa karena akumulasi jadi kurang maksimal.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Oct 2018 19:42:23 +0700
<![CDATA[Buruan Daftar! Lomba Lari Marathon TKRM di Kudus Digelar 21 Oktober]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/19/95997/buruan-daftar-lomba-lari-marathon-tkrm-di-kudus-digelar-21-oktober https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/19/buruan-daftar-lomba-lari-marathon-tkrm-di-kudus-digelar-21-oktober_m_95997.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/19/buruan-daftar-lomba-lari-marathon-tkrm-di-kudus-digelar-21-oktober_m_95997.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/19/95997/buruan-daftar-lomba-lari-marathon-tkrm-di-kudus-digelar-21-oktober

Kategori lari Riley Matarthon yang dibuka dalam ajang Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018, yang berlangsung 21 Oktober 2018 di Kota Kudus.]]>

KUDUS - Kategori lari Riley Marathon yang dibuka dalam ajang Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018, yang berlangsung 21 Oktober 2018 di Kota Kudus, terinspirasi lomba lari Ekiden di Jepang. Ekiden merupakan lomba lari dengan peserta berkelompok.

Menurut Tim Pendaftaran TKRM 2018, Arvi Oktaviendra, Riley Marathon menjadi salah satu kategori lari yang diperlombakan karena menimbang peluang partisipasi masyarakat maupun penggemar olahraga lari. Untuk mengikuti TKRM 2018, calon peserta harus mendaftar melalui online www.tiket.com/tkrm. Dalam website tersebut, dijelaskan informasi tentang Riley Marathon. Ataupun kategori lainnya yang meliputi Kids Fun Run 500 M, 5 K, 10 K, Half Marathon.

“Sekarang ini ada fenomena makin populernya kegiatan–kegiatan sport turism. Salah satunya adalah ajang lari. Oleh karena itu, Riley Matarthon menjadi salah satu andalan event ini sekaligus diangkat sebagai titel kegiatan,” paparnya kemarin.

Lomba Lari Relay Marathon belum sepopuler kategori lari marathon lainnya. Relay Marathon adalah lomba lari estafet dari negara Jepang, yang disana dinamai Ekiden. Nama Ekiden itu, berasal dari kata "Eki" berarti stasiun kereta, dan "Den" yang berarti menyampaikan. Ekiden ini merupakan sistem kurir pos di Jepang untuk menyampaikan barang secara berantai (relay) antar stasiun atau pos yang ditentukan.

Pesertanya, terbagi dalam tim yang terdiri dari sejumlah pelari yang bekerjasama dalam lomba lari sejauh jarak 42,195 km. Para pelari Ekiden menggunakan tatsuki (selempang) yang akan dioper kepada pelari berikutnya. Seperti halnya lari estafet. (fiq)

]]>
Ali Mustofa Wed, 19 Sep 2018 14:12:06 +0700
<![CDATA[Saatnya Berburu Tiket Lari Marathon di Kudus, Jangan Sampai Kehabisan!]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/14/95486/saatnya-berburu-tiket-lari-marathon-di-kudus-jangan-sampai-kehabisan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/14/saatnya-berburu-tiket-lari-marathon-di-kudus-jangan-sampai-kehabisan_m_95486.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/14/saatnya-berburu-tiket-lari-marathon-di-kudus-jangan-sampai-kehabisan_m_95486.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/14/95486/saatnya-berburu-tiket-lari-marathon-di-kudus-jangan-sampai-kehabisan

Lomba lari Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018 akan membuka pendaftaran offline (ditempat) pada arena Car Freeday (CFD) Kota Kudus, Minggu (16/9).]]>

KUDUS - Lomba lari Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018 akan membuka pendaftaran offline (ditempat) pada arena Car Freeday (CFD) Kota Kudus, Minggu (16/9). Acara yang dikemas bertajuk Road To TKRM 2018 ini, bertempat di alun-alun Simpang Tujuh, mulai pukul 6 pagi hingga selesai.

Tim Pendaftaran TKRM 2018, Arvi Oktaviendra, memaparkan, lomba marathon yang digelar TKRM 2018, pada 21 Oktober 2018 di Kota Kudus itu, terbagi dalam kategori Half Marathon dengan jarak tempuh 21,1 Km, dan Relay Marathon menempuh 42,195Km. “Panjang jarak half marathon maupun relay marathon ini, sesuai ketentuan yang berlaku secara internasional,” paparnya kemarin disela persiapan kegiatan.

Lomba marathon menjadi salah satu event andalan TKRM 2018. Lari Marathon itu sendiri, adalah lari jarak jauh sepanjang 42,195 km. Rute yang dapat ditempuh melalui jalan raya ataupun luar jalan raya (offroad). “Untuk mendaftar ikut lari, selain offline melalui website www.tiket.com/tkrm,” jelas Arvi.

Lomba lari marathon berawal saat tahun 1896 mulai diadopsi sebagai nomor atletik baru di ajang olimpiade. Saat itu, jarak yang dipertandingkan sekitar 40km, dari Marathon, satu daerah di Yunani, menuju Athena. Namun jarak ini berubah-ubah di Olimpiade berikutnya, karena banyaknya rute yang digunakan.

Akhirnya Mei 1921, International Amateur Athletic Federation (IAAF) menetapkan 42,195 km sebagai jarak resmi lomba Marathon, yang masih digunakan sebagai acuan hingga saat ini. Jaraknya pun masih di toleransi, ditambahkan maksimal 0,1% dari jarak tersebut, yang berarti 42 meter. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kesalahan pengukuran.
Awalnya, nomor atletik marathon hanya diperlombakan untuk kaum pria. Pada Olimpiade 1984 di Los Angeles, akhirnya mulai dibuka secara resmi nomer lari marathon untuk atlet wanita. (fiq)

]]>
Ali Mustofa Fri, 14 Sep 2018 18:47:36 +0700
<![CDATA[Sarpras Olahraga Pati Didorong Tunjang Prestasi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/10/95073/sarpras-olahraga-pati-didorong-tunjang-prestasi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/10/sarpras-olahraga-pati-didorong-tunjang-prestasi_m_95073.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/10/sarpras-olahraga-pati-didorong-tunjang-prestasi_m_95073.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/10/95073/sarpras-olahraga-pati-didorong-tunjang-prestasi

Keberadaan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Pati cukup baik. Namun hal itu masih dirasa kurang memadai.]]>

KOTA – Keberadaan sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Pati cukup baik. Namun hal itu masih dirasa kurang memadai. Seperti lapangan futsal dengan standar internasional, Pati belum memiliki satu pun.

Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Pati, Jamari. Pihaknya mengaku, tak adanya fasilitas lapangan yang berstandar internasional diakui memengaruhi permainan tim futsal Kabupaten Pati.

”Kalau di pertandingan seperti Porprov, biasanya lapangan pakai yang internasional. Ukurannya lebar 25meter, panjang 40 meter. Di Pati belum ada sama sekali, GOR Pesantenan juga ukurannya belum standar. Nah kalau terbiasa latihan pakai lapangan yang kurang standar kan nanti kaget saat bermain di lapangan yang standar. Misalnya akurasi umpan juga akan berbeda,” kata Jamari kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lebih lanjut, Jamari berharap kedepan ada perhatian pemerintah mengenai hal tersebut. Apalagi dikiprahnya yang belum lama, tim futsal Pati sudah unjuk prestasi. Tim futsal putri berhasil lolos ke Porprov Surakarta Oktober mendatang, sedangkan tim putrinya juga tak kalah berprestasi di ajang AFK tingkat provinsi.

”Geliat olahraga ini cukup bagus. Ada sekitar 108 klub futsal yang terdata. Ya mungkin, pemerintah bisa ikut andil memberi perhatian dalam bentuk penyediaan sarana dan prasarana yang sangat mendukung pencapaian prestasi. Di Jepara sudah bagus, lapangan futsal di komplek Stadion Gelora Bumi Kartini dari ukurannya sudah memenuhi standar internasional, begitu pula dengan permukaan lantai lapangan. Kalau untuk di Pati mungkin standar ukurannya dulu tak mengapa,” terang pria yang juga anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati ini.

]]>
Ali Mustofa Mon, 10 Sep 2018 21:50:38 +0700
<![CDATA[Tiket.com Kudus Relay Marathon Sapa Runner Jogja]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/05/94588/tiketcom-kudus-relay-marathon-sapa-runner-jogja https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/05/tiketcom-kudus-relay-marathon-sapa-runner-jogja_m_94588.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/05/tiketcom-kudus-relay-marathon-sapa-runner-jogja_m_94588.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/05/94588/tiketcom-kudus-relay-marathon-sapa-runner-jogja

Acara Road To TKRM (Tiket.com Kudus Relay Marathon) menyapa para runner (pelari) yang sedang beraktifitas di arena CFD, sekitaran Jalan Mangkubumi, Minggu (2/9)]]>

JOGJA - Acara Road To TKRM (Tiket.com Kudus Relay Marathon) menyapa para runner (pelari) yang sedang beraktifitas di arena Car Free Day (CFD), sekitaran Jalan Mangkubumi, Minggu (2/9) pagi kemarin. Selain sosialisasi ajang TKRM, tim panitia juga membuka pendaftaran offline (pendaftaran di tempat) di lokasi kegiatan. 

Banyak pengunjung CFD menyambangi tenda Road To TKRM, tempat dibukanya pendaftaran offline Tiket.com Kudus Relay Marathon. Selain dari komunitas lari, juga banyak dari perorangan. “Sambutan Runner Community Jogja sangat bagus. Beberapa kelompok memang sudah kami hubungi supaya daftar di tenda Road To TKRM,” papar Tim Pendaftaran TKRM, Arvi Oktaviendra, di lokasi acara.

Lomba lari TKRM akan berlangsung 21 Oktober 2018, di Kota Kudus. Membuka kategori Kids Fun Run 500 M, 5 K, 10 K, Half Marathon dan Relay Marathon. Total hadiah mencapai 160 juta. Pendaftarannya melalui www.tiket.com/tkrm.

Menurut Arvi, Relay Marathon adalah lomba lari estafet beregu menempuh jarak 42,195 KM.  Satu regu gabungan 4 orang, yang berbeda gender. “Relay Marathon di sini terinspirasi lomba lari Eikeden di Jepang. Cocok buat yang mau ikut bareng teman-temannya, ataupun dari komunitas,” imbuhnya.

Perwakilan komuntas lari Freeletics Jogja, Agung Mustaqim, mengapresiasi langkah pendaftaran offline ini. “Mudah karena bisa bayar ditempat. Buat rekan kita lainnya yang belum sempat datang di CFD, akan kami beritahu untuk menyusul daftar di website,” paparnya. (arvi)

 

]]>
Ali Mustofa Wed, 05 Sep 2018 22:11:13 +0700
<![CDATA[Lagi, Atlet Jepara Sumbang Medali Asian Games]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/30/93986/lagi-atlet-jepara-sumbang-medali-asian-games https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/29/lagi-atlet-jepara-sumbang-medali-asian-games_m_93986.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/29/lagi-atlet-jepara-sumbang-medali-asian-games_m_93986.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/30/93986/lagi-atlet-jepara-sumbang-medali-asian-games

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Jepara yang ambil bagian dalam Asian Games 2018.]]>

JEPARA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet asal Jepara yang ambil bagian dalam Asian Games 2018. Atlet sepak takraw Viktor Eka Prasetya berhasil menyumbangkan medali untuk Indonesia dalam dua nomor yang berbeda, yakni medali perunggu untuk nomor tim dan medali perak untuk nomor regu.

Atlet berusia 27 tahun ini mengatakan, dua laga itu dituntaskannya Selasa (28/8). Pada nomor tim bersama Abdul Halim, Rezki Jaena, Muh Herson, Hendra Pago dan Saiful Rijal, Samsul Akmal,  Hardyansah, Nofrizal, Rizky Pago, Putra dan Husni Uba mereka berhasil meraih medali perunggu. Sementara pada nomor regu bersama Hardyansah, Nofrizal, Abdul Halim, dan Muh. Herson mereka berhasil meraih medali perak.

Laki-laki yang beralamat di Desa Kendengsidialit, Welahan ini menceritakan, sejak SD dia telah berlatih sepak takraw. ”Karena memang di desa saya anak-anaknya banyak yang main takraw,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Ini menjadi ajang Asian Games kedua yang diikutinya. Pada Asian Games 2014 lalu, dia juga ambil bagian dan berhasil mempersembahkan medali perunggu.

Khusus Asian Games 2018 ini, sebelumnya dia telah menjalani TC. Proses latihan yang ketat telah dijalaninya. Karena itu, dia bersyukur bisa mempersembahkan dua medali bagi Indonesia. ”Sebenarnya untuk nomor regu kami targetkan emas. Namun saat final lawan Malaysia kami kurang tenang sehingga meleset,” tuturnya.

Saat dihubungi kemarin, Viktor belum kembali ke Jepara. ”Saya menyampaikan terima kasih pada pelatih saya di Jepara yang sejak kecil melatih saya. Juga pada semua yang sudah men-support. Semoga teman-teman atlet lainnya dalam berlatih pantang menyerah,” terangnya.

Disinggung mengenai dukungan Pemkab Jepara, Viktor menyampaikan, kemarin bupati Jepara, ketua KONI Kabupaten Jepara dan jajaran pengurus cabang PSTI Jepara memberikan support secara langsung dengan datang ke Palembang. ”Saat ini bersama saya,” ujarnya siang kemarin.

Sebelum menyumbangkan medali di ajang Asian Games 2018 ini, prestasi Viktor cukup banyak. Dia meraih dua medali perak pada SEA Games 2011, meraih medali perak pada SEA Games 2013, meraih medali perunggu pada Asian Games 2014 di Korea, meraih medali perunggu di SEA Games 2015, dan meraih medali perak di SEA Games 2017. 

 

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 30 Aug 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Pertahanan Masih Kedodoran, Persipa Jr Fokus Pembenahan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/29/93891/pertahanan-masih-kedodoran-persipa-jr-fokus-pembenahan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/28/pertahanan-masih-kedodoran-persipa-jr-fokus-pembenahan_m_93891.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/28/pertahanan-masih-kedodoran-persipa-jr-fokus-pembenahan_m_93891.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/29/93891/pertahanan-masih-kedodoran-persipa-jr-fokus-pembenahan

Persipa Jr terus memantapkan skuadnya.]]>

PATI – Persipa Jr terus memantapkan skuadnya. Meskipun berhasil meraup tiga poin di laga perdana babak 12 besar Piala Soeratin zona Jateng, masih ada banyak evaluasi untuk Lingga Widya dkk. Apalagi, dalam waktu dekat, Laskar Saridin Muda bakal bertandang ke Temanggung.

Pelatih Persipa Jr Eko Supriyanto menyebut beberapa hal masih perlu mendapat perhatian jelang berhadapan dengan Persitema Jr. ”Yang paling menjadi sorotan adalah lini pertahanan kami. Masih banyak yang perlu kami perbaiki,” kata pemilik lisensi C AFC ini.

Lanjut Pri, sapaan akrab Eko Supriyanto, lini belakang skuad asuhannya masih lemah dalam kontrol bola, komunikasi yang masih sering keliru, hingga kurangnya koordinasi permainan.

”Itu yang akan coba kami benahi sebelum laga di Temanggung nanti,” imbuh pria yang juga pernah membesut tim Praporprov Pati ini.

Seperti diketahui, dalam pertandingan menghadapi PSIK Jr Klaten di Stadion Joyokusumo pada Minggu (26/8) lalu, berulang kali kesalahan dilakukan pemain belakang Persipa Jr. Kontrol bola yang tidak sempurna sering mengancam pertahanan kesebelasan kebanggaan warga Bumi Mina Tani.

”Untuk itu kami memang akan berupaya membenahi lini belakang. Jangan sampai kesalahan di laga kemarin terjadi lagi saat kami bertandang ke Temanggung,” paparnya.

Selain itu, Pri juga mengevaluasi mental bermain anak asuhnya. Dalam laga melawan PSIK Jr, salah satu pemain Persipa Jr M Regzi sempat terlibat perselisihan dengan pemain lawan.

”Sebelumnya saya sudah sering menekankan untuk semua pemain agar jangan bermain kasar, apalagi sampai terpancing hingga melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Tapi ya namanya anak muda. Namun, kami tetap meminta anak-anak supaya jangan bermain kasar dan jangan terpancing lawan,” pungkasnya.


 

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 29 Aug 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Berburu Tiket.com Kudus Relay Marathon di Arena CFD, Awas Kehabisan!]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/28/93835/berburu-tiketcom-kudus-relay-marathon-di-arena-cfd-awas-kehabisan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/28/berburu-tiketcom-kudus-relay-marathon-di-arena-cfd-awas-kehabisan_m_93835.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/28/berburu-tiketcom-kudus-relay-marathon-di-arena-cfd-awas-kehabisan_m_93835.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/28/93835/berburu-tiketcom-kudus-relay-marathon-di-arena-cfd-awas-kehabisan

Pembukaan pendaftaran offline (ditempat) kegiatan Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018 pada arena Car Free Day (CFD), Minggu (26/8) kemarin,]]>

SEMARANG - Pembukaan pendaftaran offline (ditempat) kegiatan Tiket.com Kudus Relay Marathon (TKRM) 2018 pada arena Car Free Day (CFD), Minggu (26/8) kemarin, mendapat sambutan antusias masyarakat. Selain didatangi kelompok–kelompok komunitas lari, acara Road To TKRM ini juga dihampiri pengunjung CFD untuk mendaftar.

 “Kami sudah komunikasi dengan rekan-rekan komunitas lari ada pendaftaran offline TKRM 2018 di lokasi CFD. Responnya bagus, banyak yang datang. Kalau mendaftar offline biasanya datang rombongan. Jadi cepat memasukkan data dan bisa bayar langsung di tempat,” papar Tim Pendaftaran TKRM, Arvi Oktaviendra, di lokasi tenda TKRM, sekiran Lapangan Simpanglima, kemarin.

 Untuk mengikuti ajang lari (TKRM) 2018, peserta diharuskan mendaftaran melalui online website. Yakni di alamat www.tiket.com/tkrm. Namun agar mendekatkan kegiatan tersebut kepada masyarakat luas, juga dibuka pendaftaran offline. Selain di Kota Semarang, lanjut Arvi, Road To TKRM juga dibuka pada arena CFD Kota Jogja (Malioboro, 2 September), arena CFD Kota Solo (Slamet Riyadi, 9 September), arena CFD Kota Kudus (Simpang Tujuh, 16 September).

 Dalam alamat website tersebut, jelas Arvi, tersedia berbagai pilihan kategori lomba lari sesuatu keinginan peserta.Ada lomba Kids Fun Run 500 M, 5 K, 10 K , Half Marathon dan Relay Marathon. Biaya dan apa saja yang didapat, dijelaskan semua dalam website tersebut,” paparnya. (fiq)

]]>
Ali Mustofa Tue, 28 Aug 2018 15:50:59 +0700
<![CDATA[Mantap, Atlet Balap Sepeda Jepara Raih Emas Asian Games]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/21/93290/mantap-atlet-balap-sepeda-jepara-raih-emas-asian-games https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/20/mantap-atlet-balap-sepeda-jepara-raih-emas-asian-games_m_93290.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/20/mantap-atlet-balap-sepeda-jepara-raih-emas-asian-games_m_93290.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/21/93290/mantap-atlet-balap-sepeda-jepara-raih-emas-asian-games

Dua atlet asal Jepara berhasil meraih medali emas dan perunggu di ajang Asian Games yang diselenggarakan di Subang, Jawa Barat.]]>

JEPARA – Dua atlet asal Jepara berhasil meraih medali emas dan perunggu di ajang Asian Games yang diselenggarakan di Subang, Jawa Barat. Adalah Khoiful Mukhib yang menggondol medali emas lewat cabor balap sepeda gunung di nomor downhill putra dan Nining Purwaningsih di nomor putri dengan raihan perunggu di nomor yang sama.

Atas prestasi keduanya, keduanya akan diberi bonus Bupati Jepara Akhmad Marzuqi. Masing-masing Rp 100 juta dan Rp 50 juta.

”Pak Bupati akan memberi bonus medali emas Rp 100 juta dan perunggu Rp 50 juta,” ungkap Ketua KONI Jepara Sutedjo kemarin.

Sutedjo berharap, dua atlet lain asal Jepara lain Dini Mitasari dan Viktor yang mengikuti cabor sepak takraw mampu mendulang medali.

Lebih lanjut, ketua KONI periode 2016-2020 itu menambahkan, kedua pebalap downhill itu sejak usia enam tahun menekuni cabang olahraga sepeda. Ketika masih kecil hingga remaja. Keduanya lebih dulu menekuni BMX sebelum akhirnya fokus di downhill.

”Mereka sejak kecil yaitu usia 6 tahun sudah mulai berproses. Ketika sudah dewasa, mengikuti kejuaraan-kejuaraan, akhirnya memutuskan fokus di downhill,” tambah dia.

Sementara itu, untuk mencapai pelatnas, Sutedjo menambahkan, proses seleksi keduanya mencapai satu tahun. Sebelum akhirnya mereka mengikuti pemusatan latihan selama dua bulan. Mukhib, terang Sutedjo, selama ini mengikuti klub Djarum 76 di beberapa ajang, sementara Nining bagian dari klub asal Semarang. 

 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 21 Aug 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Tamzil Hadiri Ultah Suporter Persiku]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/06/92065/tamzil-hadiri-ultah-suporter-persiku https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/06/tamzil-hadiri-ultah-suporter-persiku_m_92065.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/06/tamzil-hadiri-ultah-suporter-persiku_m_92065.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/06/92065/tamzil-hadiri-ultah-suporter-persiku

SMM (Suporter Macan Muria) Sebrang Lor merayakan hari ulang tahun yang ke-10 di Gedung Graha Idola, Gebog, dua hari lalu.]]>

KUDUS – SMM (Suporter Macan Muria) Sebrang Lor merayakan hari ulang tahun yang ke-10 di Gedung Graha Idola, Gebog, dua hari lalu. Perayaan itu cukup istimewa. Sebab dihadiri Bupati terpilih M. Tamzil, Direktur Tegas Group Munjahid, serta jajaran pengurus dan sesepuh SMM lainnya. Selain ada hiburan orkes dangdut, para suporter juga meniup lilin bersama-sama sebagai wujud syukur.

Para suporter Persiku itu menyanyikan yel-yel ketika menyambut rombongan Bupati terpilih M. Tamzil. Yel-yel terus dinyanyikan hingga bupati terpilih periode 2018-2023 duduk di tempat yang disiapkan, tepat di depan panggung.

Tamzil yang mengenakan kemeja putih serta peci tak lama kemudian diminta pembawa acara untuk memberikan sambutan. Bupati terpilih yang pada Pilkada Kudus lalu berpasangan dengan Hartopo itu kemudian naik ke panggung ditemani Munjahid, beserta sesepuh SMM. Di antaranya, Ketua SMM Iqbal Tawakkal, Sukma Oni yang juga manajer Persiku, serta Taufan Hapsoro, mantan ketua SMM.

Beberapa hal yang disampaikan bupati Kudus periode 2003-2008, di antaranya mengenai masa depan Persiku selama lima tahun ke depan. Persiku yang kini berlaga di kompetisi Liga 3 zona Jateng dijanjikan naik ke level kompetisi yang lebih tinggi, minimal Liga 2 dalam tiga tahun ke depan.

”Yang pertama, kita harus pilih pelatih yang punya nama. Punya pengalaman. Setelah itu baru rekruitmen. Persiku harus diangkat dulu, setelah itu kita pikirkan stadion yang bertaraf internasional,” ujar Tamzil.

Macan Muria-julukan Persiku, juga butuh semua pihak, termasuk suporter yang kompak. ”Mulai dari manajemen, pelatih, pemain, hingga suporter harus ada satu pandangan yang sama untuk memajukan sepak bola Kota Kretek,” tegasnya.

Direktur Tegas Group Munjahid yang turut mendampingi bupati terpilih mengaku, pihaknya mendukung penuh agenda Persiku di bawah kepemimpinan bupati terpilih Tamzil nantinya.  

”Kami sebagai bagian dari masyarakat Kudus mendukung penuh sepak bola di Kudus. Apalagi, Persiku dulu di bawah kepemimpinan Bupati Tamzil pernah berjaya di divisi utama,” ucap Munjahid.

Dia juga berharap, suporter Persiku tidak lagi terpecah belah. ”Suporter harus kompak. Karena suporter adalah pemain ke-12, yang mempunyai andil besar di lapangan. Saya ucapkan selamat ulang tahun SMM Sebrang Lor. Semoga sukses selalu,” ungkapnya.

Agenda ulang tahun SMM Sebrang Lor itu, selain mengundang bupati Kudus terpilih juga dimeriahkan artis-artis, seperti Puput Gingsulwati, Merry Zimitsu serta Cikwa Seyka. Mengambil tema “Full History and Loyality”, acara perayaan itu juga mengundang puluhan laskar SMM yang tersebar di semua wilayah di Kota Kretek. ”Perayaan ulang tahun ini sebagai momentum mempersatukan suporter di Kudus dari seluruh laskar,” kata Ketua Panitia Acara Ahmad Sarifudin alias Idut.

 

]]>
Panji Atmoko Mon, 06 Aug 2018 21:33:08 +0700
<![CDATA[Persijap Raih Tiga Poin di Laga Perdana Liga 3 Lawan Persatu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/30/91119/persijap-raih-tiga-poin-di-laga-perdana-liga-3-lawan-persatu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/30/persijap-raih-tiga-poin-di-laga-perdana-liga-3-lawan-persatu_m_91119.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/30/persijap-raih-tiga-poin-di-laga-perdana-liga-3-lawan-persatu_m_91119.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/30/91119/persijap-raih-tiga-poin-di-laga-perdana-liga-3-lawan-persatu

Persijap berhasil mengalahkan tamunya, Persatu Tuban dalam laga perdana Liga 3 putaran nasional di Stadion Gelora Bumi Kartini kemarin sore.]]>

KOTA – Persijap berhasil mengalahkan tamunya, Persatu Tuban dalam laga perdana Liga 3 putaran nasional di Stadion Gelora Bumi Kartini kemarin sore. Pasukan Laskar Kalinyamat-julukan Persijap menang tipis 2-1 dengan masing-masing satu gol diciptakan di babak pertama dan kedua.

Permainan kedua tim sejak menit pertama memang cukup berimbang. Hanya saja, skuad asuhan Anjar Jambore itu lebih efektif dengan hampir selalu berhasil memasuki kotak penalti lawan. Berbeda dengan Laskar Ronggolawe-julukan Persatu yang tampak kesulitan menembus benteng pertahanan Persjiap kendati mendominasi bola.

Gol yang ditunggu-tunggu tercipta pada menit ke-27 melalui Pian Sopyan. Memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah kiper Persatu, Wirorejo Prapto gagal mengantisipasi bola dengan baik, Pian dengan mudah menceploskan bola ke gawang. Skor pun 1-0 untuk tuan rumah. Meski ada sejumlah peluang yang terjadi hingga akhir babak pertama, skor tak berubah.

Di babak kedua, Persijap sebenarnya juga tampak kesulitan mendominasi penguasaan bola. Namun, karena serangan yang dibangun lebih efektif, mereka pun mampu memasuki kotak enam belas. Hasilnya, pada menit ke-59, Persijap berhasil menambah keunggulan. Adalah melalui sang striker muda, Dani Raharjanto yang menerima bola mudah di depan gawang.

Gol kedua tersebut sempat diprotes para pemain dan official Persatu karena Dani dianggap sudah dalam posisi offside. Namun, gol tersebut tetap disahkan oleh wasit Cholid Dalyanto asal Jogjakarta.

Tim tamu berhasil memperkecil ketertinggalan lewat Edy Winarno pada menit ke-74. Memanfaatkan kesalahan sang kiper Persijap, Amirul Kurniawan yang berujung kemelut, Edy menyambar bola dan masuk ke gawang. Skor pun 2-1. Hingga akhir laga, skor tak berubah untuk kemenangan tim tuan rumah.

Manajer Persijap, Saadi Asirozi menyebut kemenangan tersebut merupakan kerja keras seluruh manajemen, tim pelatih serta pemain. Meski demikian, dia tak menampik ada beberapa hal yang perlu dievaluasi.

”Tentu setiap tim ada kelemahan dan kelebihannya. Kekurangan itu nanti yang jadi bahan evaluasi tim. Atas kemenangan ini, kami ucapkan terima kasih juga kepada suporter yang hadir yang mampu menjaga suasana kondusif. Semoga kemenangan ini bisa berlanjut ke laga-laga berikutnya,” ungkap Saadi usai laga.

Sementara itu, manajer Persatu, Fahmi Fikroni mengaku tidak puas dengan hasil laga itu. Sebab, pihaknya yakin gol kedua yang diperoleh tuan rumah tidak sah karena offside.

”Kami dikerjani di sini. Itu gol kedua tim tuan rumah murni offside. Sehingga, mau tak mau permainan menjurus ke kasar,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 30 Jul 2018 10:50:00 +0700
<![CDATA[PSIR Berbagi Angka dengan Laskar Samber Nyawa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90380/psir-berbagi-angka-dengan-laskar-samber-nyawa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/26/psir-berbagi-angka-dengan-laskar-samber-nyawa_m_90380.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/26/psir-berbagi-angka-dengan-laskar-samber-nyawa_m_90380.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90380/psir-berbagi-angka-dengan-laskar-samber-nyawa

PSIR Rembang harus puas meraih satu poin kala menjamu Persis Solo kemarin sore. Pelatih Persis Jafri Sastra mengaku tak mudah mengalahkan PSIR.]]>

KOTAPSIR Rembang harus puas meraih satu poin kala menjamu Persis Solo kemarin sore. Pelatih Persis Jafri Sastra mengaku tak mudah mengalahkan PSIR, meski sekarang ada di papan bawah.

Bertindak sebagai tuan rumah, Laskar Dampo Awang mengambil inisiatif menyerang sejak awal babak pertama. Bahkan sepanjang babak pertama, anak asuh Uston Nawawi itu lebih mendominasi serangan.

Peluang didapat PSIR dari tendangan bebas di depan kotak penalti Persis. Adit Wafa mengambil tendangan bebas. Bola sepakannya disundul oleh Solikul Islam. Bola pelan. Namun menukik ke arah pojok kanan atas gawang Persis.

Kiper Persis Galih Sudaryono hanya melihat bola melengkung di atasnya. PSIR unggul 1 – 0 pada menit ke-19. Para pemain PSIR belum puas dengan keunggulan tipis itu,. Mereka terus melancarkan serangan ke pertahanan Persis.

Kondisi sebaliknya terjadi pada babak kedua. Laskar Samber Nyawa-Julukan Persis justru lebih gencar melancarkan serangan ke pertahanan PSIR. Peluang emas didapat anak asuh Jafri Sastra pada menit ke-62.

Pemain Persis dilanggar di kotak penalti PSIR. Wasit menunjuk titik putih. Ihwan Azka mengambil kesempatan tersebut. Tendangannya mengarah ke tengah gawang. Kiper PSIR Yogi Eko Prabowo terlanjur bergerak ke kanan. Namun, bola berhasil ditepis dengan kaki Yogi. Penalti itu tak berbuah gol.

Peluang kembali didapat Persis dari tendangan bebas. Bayu Andra Cahyadi mengeksekusinya. Tendangan melengkung gelandang Persis itu masuk ke pojok kiri atas gawang PSIR.  Pertahanan PSIR akhirnya jebol pada menit ke-73. Hasil imbang 1 – 1 bertahan hingga babak kedua usai.

Pelatih PSIR Uston Nawawi bersyukur timnya bisa meraih poin di Stadion Krida, Rembang kemarin. Meskipun target awalnya tiga poin. Dia mengakui permainan Persis bagus dan kuat.

”Grafik permainan anak-anak cenderung meningkat. Permainan kita di babak kedua juga tidak menurun,” ungkapnya.

Pelatih Persis Jafri Sastra mengaku tak mudah mengalahkan PSIR. Meskipun tim tersebut berada di papan bawah klasemen wilayah barat Liga 2. Dia tak menampik permainan anak asuhnya di babak pertama tak bisa berkembang. ”Karena anak-anak perlu adaptasi dengan kondisi lapangan,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 26 Jul 2018 10:08:35 +0700
<![CDATA[Juara di Thailand, Pembalap Pati Ini Punya Impian ke Moto GP]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90337/juara-di-thailand-pembalap-pati-ini-punya-impian-ke-moto-gp https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/25/juara-di-thailand-pembalap-pati-ini-punya-impian-ke-moto-gp_m_90337.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/25/juara-di-thailand-pembalap-pati-ini-punya-impian-ke-moto-gp_m_90337.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90337/juara-di-thailand-pembalap-pati-ini-punya-impian-ke-moto-gp

BENDERA merah putih berkibar di Sirkuit Internasional Chang di Kota Buriram, Thailand, Minggu (15/7) lalu.]]>

Jalan menjadi seorang pembalap dilakoni Herjun Atna Firdaus sejak kecil. Di usianya yang masih belia, Herjun sudah akrab dengan sirkuit sebagai penonton. Dia menonton aksi pamannya. Dia mulai jatuh cinta dengan dunia balap dari menonton.

 

ACHMAD ULIL ALBAB, Pati

 

BENDERA merah putih berkibar di Sirkuit Internasional Chang di Kota Buriram, Thailand, Minggu (15/7) lalu waktu setempat. Pembalap muda Indonesia asal Pati ini berhasil naik podium di kejuaraan Thailand Talent Cup 2018.

Anak muda itu kelahiran Pati, 20 Juni 2004. Namanya Herjun Atna Firdaus. Pembalap binaan WH19 Racing School di Ciamis ini tampil perkasa di ajang internasional tahunan tersebut.

Herjun – panggilannya - menjadi juara pertama di race ke-1 dan menjadi juara ketiga di race ke-2 dengan menunggangi motor NSF 250 CC. Dia bersaing dengan para pembalap muda dari negara-negara tetangga, seperti India, Vietnam, Filipina, dan pembalap tuan rumah.

Bahkan, Herjun mendapat tekanan dari suporter tuan rumah. Lantaran sering beradu cepat dengan pembalap dari Negeri Gajah Putih tersebut. Namun, dia berhasil mengatasinya dan mampu naik podium.

Anak muda yang masih duduk di bangku kelas IX SMP di Kota Ciamis ini sudah terkenal di dunia balap. Di kancah nasional, penghobi olahraga lari ini memimpin klasemen kejurnas Moto Prix Pemula AMP 4. Raihan itu didapati Herjun dari berbagai prestasinya di level nasional. Menyusul di bawahnya beberapa pembalap dari Madura dan Jawa Barat.

Prestasi gemilang Herjun di dunia balap ini telah dirintisnya sejak kecil. Anak muda yang berasal dari Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, itu telah jatuh cinta pada dunia balap sejak belia.

”Saya akrab dengan sirkuit sejak kecil. Bahkan ketertarikan saya di dunia balap sebab paman juga pembalap,” kata Herjun yang saat mengikuti kejuaraan di Thailand memakai bendera Astra Motor Racing Team.

Herjun mengaku, sejak kecil sering menonton balapan. Tak hanya di Pati, Herjun kerap kali mengikuti kejuaraan balapan hingga kota sekitar. Seperti, Jepara, Blora, Rembang, dan kota-kota lainnya. ”Kebiasaan itu yang menjadikan saya ingin berkarir di balapan,” kata Herjun.

Untuk mengasah karirnya tersebut, Herjun saat ini lebih giat berlatih. Dia berlatih bersama klubnya di Ciamis, sambil bersekolah. Setidaknya 3-4 kali dalam sepekan. ”Meskipun begitu, kalau boleh dibilang ya mengganggu sekolah. Tapi bisa diatasi. Guru kami juga memaklumi karena atlet,” imbuh Herjun.

Sejak tahun lalu, Herjun dikontrak oleh klubnya. Dengan begitu, anak muda yang juga terdaftar memperkuat kontingen Kabupaten Pati di ajang Porprov Surakarta Oktober mendatang ini menjadi makin intens mengasah skill-nya.

”Latihan sangat disiplin. Karena fokus mencetak pembalap andal. Bahkan sampai menguras tenaga, karena sudah senang hal tersebut tak menjadi beban lagi,” kata pengidola Marquez di ajang Moto GP tersebut.

Herjun di usia yang masih sangat muda ini terus giat berlatih. Selain tuntutan meningkatkan kemampuan menunggangi kuda besi, Herjun memiliki harapan, kelak bisa naik kasta balapan ke jenjang lebih tinggi. ”Bukan tidak mungkin tampil di ajang balapan motor paling bergengsi juga menjadi impian saya,” harap pemilik akun Instagram @herjun46 ini.

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 26 Jul 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Duh, Persipur Jadi Tim ’’Tarkam” di Liga 3 Nasional]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/24/89917/duh-persipur-jadi-tim-tarkam-di-liga-3-nasional https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/23/duh-persipur-jadi-tim-tarkam-di-liga-3-nasional_m_89917.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/23/duh-persipur-jadi-tim-tarkam-di-liga-3-nasional_m_89917.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/24/89917/duh-persipur-jadi-tim-tarkam-di-liga-3-nasional

Persipur menjelma menjadi tim tarkam menyongsong gelaran Liga 3 putaran nasional yang akan dimulai akhir pekan ini.]]>

GROBOGAN - Persipur menjelma menjadi tim tarkam menyongsong gelaran Liga 3 putaran nasional yang akan dimulai akhir pekan ini. Menunjuk pelatih yang sama dengan musim lalu, Wahyu Teguh, hingga kini skuad berjuluk Laskar Petir itu tak terlihat ada aktivitas latihan intensif sebagaimana tim-tim lain.

Di Piala Indonesia babak 128 besar menjamu Persik Kendal pada 6 Juli lalu, Persipur sebenarnya sudah menerapkan sistem tarkam. Yakni, para pemain langsung berlaga pada hari pertandingan tanpa ada latihan bersama sama sekali. Hasilnya, mereka kalah di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, dengan skor 1-2.

Pelatih Wahyu Teguh menyebut, dengan kondisi yang ada, Persipur layaknya seperti tim ’’siluman”. Yakni, tim yang tiba-tiba ada pada hari pertandingan meskipun tak tampak aktivitas latihan bersama.  Dia juga mengaku tak mendapatkan kejelasan besaran gaji sebagai pelatih.

”Pemain-pemainnya ya yang ikut Piala Indonesia kemarin itu. Dari pengurus mintanya memang begitu, sistem tarkam. Saya tanyakan kepada para pemain, ternyata di luar dugaan mereka setuju sistem tarkam. Ya sudah,” kata Wahyu.

Para pemain pun, lanjut Wahyu, dipilih berdasarkan rekomendasi para pemain lokal atau yang dekat dengannya. Akhirnya, terkumpulah pemain berjumlah 22 orang, dengan hanya dua penjaga gawang. Persipur sendiri berada di grup 4 bersama Persijap Jepara, Persiba Bantul, dan Persatu Tuban. 

]]>
Panji Atmoko Tue, 24 Jul 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Mantap, Persipa Jr dan Persiku Jr Panen Gol]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/23/89656/mantap-persipa-jr-dan-persiku-jr-panen-gol https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/22/mantap-persipa-jr-dan-persiku-jr-panen-gol_m_89656.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/22/mantap-persipa-jr-dan-persiku-jr-panen-gol_m_89656.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/23/89656/mantap-persipa-jr-dan-persiku-jr-panen-gol

Persipa Jr dan Persiku Jr meraih hasil positif dalam lanjutan Piala Soeratin.]]>

PATI – Hasil positif didapatkan Persipa Junior dalam lanjutan Piala Soeratin kemarin sore. Bermain di kandang sendiri di Stadion Joyokusumo, Laskar Saridin Muda berhasil menekuk lawannya, Hati Beriman FC Jr Salatiga dengan skor 4-2.

Empat gol tuan rumah dicetak oleh Edo Fafariopa, Bima Anggi Sadewa (penalti), Ardian Ngumboro Jati, Andika Fachriyanto. Sedangkan tim tamu mempertipis ketertinggalan melalui Ade Bejo Rokhimin dan Ikhsan Ilham.

Meski kalah, pelatih Hati beriman FC Jr Sri Nanda Yudi Himawan memuji anak asuhnya yang tak lelah berjuang. ”Permainan anak-anak sudah bagus. Daya juangnya luar biasa. Namun ya cukup kecewa dengan kekalahan ini,” imbunya.

Sementara itu, pelatih Persipa Jr Eko Supriyanto mengungkapkan kegembirannya atas hasil positif yang kembali diraih anak asuhnya tersebut. Meskipun dari sisi permainan masih banyak yang perlu dibenahi.

”Cukup puas dengan hasil ini, meskipun evaluasi di beberapa lini masih ada. Seperti di lini belakang dan juga tengah,” katanya.

Anak-anak, lanjut Eko Supriyanto, sudah bermain bagus. ”Memang saya instruksikan untuk berani bermain, berani mengirim umpan-umpan panjang juga. Dan hasilnya di babak kedua permainan anak-anak menjadi lebih baik, dan mampu mencetak gol kemenangan,” paparnya.

Di pertandingan lain, Persiku Jr juga berhasil menang besar melawan tuan rumah Persekap Jr Kabupaten Pekalongan kemarin sore. Dalam laga yang digelar di Stadion Widya Manggala Krida itu, pasukan Macan Muria Muda unggul 4-1.

Empat gol Macan Muria Muda dicetak oleh kapten Farokhul, Anam, Apriliano, dan Bima Sakti. Pelatih Cucun Sulistyo menyebut hasil positif tersebut didapat karena anak-anak asuhnya mampu menjalankan instruksi dengan baik.

”Mereka bermain sesuai harapan. Strategi bisa berjalan baik dan alhamdulillah kami menang,” kata dia.

Sementara, di Jepara, Persijap Jr menjamu BJL 2000 FC Jr di Stadion Gelora Bumi Kartini. Laga berakhir dengan skor kacamata. Masih di grup yang sama, grup 3, Persipur Jr kalah 2-0 dalam lawatannya ke markas Persik Jr Kendal di Stadion Kebondalem. Dua gol di laga ini dicetak oleh Lukman.

 

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Mon, 23 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Berkat Heading ’’Bendot”, PSIR Atasi Persik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/20/89045/berkat-heading-bendot-psir-atasi-persik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/berkat-heading-bendot-psir-atasi-persik_m_89045.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/berkat-heading-bendot-psir-atasi-persik_m_89045.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/20/89045/berkat-heading-bendot-psir-atasi-persik

Dua tim papan bawah Liga 2 wilayah barat bertemu di Stadion Krida Rembang.]]>

REMBANG – Dua tim papan bawah Liga 2 wilayah barat bertemu di Stadion Krida Rembang. PSIR menjamu Persik Kendal kemarin sore. Kedua tim sama-sama membutuhkan poin untuk keluar dari dasar klasemen.

Hasilnya, PSIR bangkit lagi. Tuan rumah berhasil memetik tiga poin lewat gol semata wayang Effendi “Bendot” lewat sundulan kepalanya.

Di babak pertama, PSIR lebih banyak mendominasi serangan. Persik juga tak tinggal diam. Permainan PSIR diladeni. Jual beli serangan kerap terjadi. Namun, hingga babak pertama usai skor tetap kacamata.

Permainan kedua tim di babak kedua sama-sama ngotot. Berkali-kali PSIR menyusun serangan. Baik dari sisi sayap kanan maupun kiri. Lebih dari dua kali, Zaenal Arifin menusuk masuk ke dalam kotak penalti. Lewat sisi kanan pertahanan Persik. Namun, umpan-umpan yang dilepaskan gagal disambar pemain PSIR lainnya.

Serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan peluang. PSIR mendapat tendangan bebas. Hanya beberapa meter dari garis kotak penalti. Yoni Ustaf Bukhori mengambil tendangan tersebut.

Bola mengarah ke Choirun Nasihin. Bola disambar dengan kaki pemain bernomor punggung 27 itu. Namun berhasil ditepis kiper Persik Herlian. Bola muntah. Effendi yang berdiri bebas langsung menyambar bola. Dengan sundulan kepala. Bola masuk ke gawang. PSIR unggul 1-0.

Ketinggalan satu gol tak membuat permainan Persik kendor. Mereka terus berupaya menggempur pertahanan PSIR. Di menit-menit akhir, beberapa peluang emas tercipta. Namun, mereka tak mampu menyamakan kedudukan. PSIR pun menang. Kedua tim sama-sama meraih delapan poin dari sembilan laga. Masih tetap bertengger di dasar klasemen.

Pelatih PSIR Uston Nawawi mengapresiasi permainan anak asuhnya. Meskipun tiga pemain PSIR sedang cedera. Yakni, Wage Dwi Aryo, Muslimin, dan Rudy Santoso. ”Tiga poin ini sesuai target meskipun harus merotasi pemain. Nasihin yang biasa di tengah jadi bek,” ungkapnya.

Terpisah, pelatih Persik Eduard Tjong mengaku kecewa dengan kekalahan kemarin. Dia sadar timnya butuh poin. Anak asuhnya sebenarnya sudah berhasil memgimbangi permainan tuan rumah. Namun, semua peluang yang tercipta gagal berbuah gol. ”Hilang konsentrasi, terutama di menit akhir. Makanya banyak peluang tidak gol,” ujarnya.

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Fri, 20 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Petik Poin Penuh di Menit Akhir, Persipa Jr Kalahkan PSIP Pemalang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87979/petik-poin-penuh-di-menit-akhir-persipa-jr-kalahkan-psip-pemalang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/petik-poin-penuh-di-menit-akhir-persipa-jr-kalahkan-psip-pemalang_m_87979.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/petik-poin-penuh-di-menit-akhir-persipa-jr-kalahkan-psip-pemalang_m_87979.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87979/petik-poin-penuh-di-menit-akhir-persipa-jr-kalahkan-psip-pemalang

Persipa Jr sukses mendulang poin penuh di laga perdana Piala Soeratin zona Jateng petang kemarin. Bermain di hadapan ratusan pendukungnya di Stadion Joyokusumo.]]>

PATI – Persipa Jr sukses mendulang poin penuh di laga perdana Piala Soeratin zona Jateng petang kemarin. Bermain di hadapan ratusan pendukungnya di Stadion Joyokusumo, Laskar Saridin Muda menuntaskan perlawanan anak-anak PSIP Pemalang di detik-detik akhir pertandingan. Tepatnya di menit ke-90+5.

Anak asuh Eko Supriyanto itu baru bisa mencetak gol melalui kemelut di depan gawang lawan. Gol dicetak Andika Fachriyanto. Pemain bernomor punggung 10 itu sukses menyepak bola muntah di depan gawang yang dikawal Alfi Zainul Mutaqim.

Kepada Jawa Pos Radar Kudus, pelatih Persipa Jr Eko Supriyanto mengakui masih banyak kelemahan yang ditunjukkan anak didiknya. ”Anak-anak masih banyak yang nervous. Permainan masih belum padu, salah passing juga sering terjadi,” tuturnya.

Selain itu, permainan bola bawah dari kaki ke kaki pun tidak bisa diperagakan dalam laga tersebut. ”Lapangan kurang bagus. Jadi bermain dari kaki ke kaki kurang efektif. Tidak seperti saat laga persahabatan melawan Persijap Jr di Jepara kemarin. Di sana lapangan bagus,” imbuhnya.

Terlepas dari catatan tersebut, Supri mengaku senang anak asuhnya bisa memaksimalkan laga kandang. 

]]>
Ali Mustofa Mon, 16 Jul 2018 08:46:36 +0700
<![CDATA[Klub Luar Kudus Rebut 10 Gelar di Kejuaraan Bulu Tangkis Muria Cup]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87977/klub-luar-kudus-rebut-10-gelar-di-kejuaraan-bulu-tangkis-muria-cup https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/klub-luar-kudus-rebut-10-gelar-di-kejuaraan-bulu-tangkis-muria-cup_m_87977.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/klub-luar-kudus-rebut-10-gelar-di-kejuaraan-bulu-tangkis-muria-cup_m_87977.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87977/klub-luar-kudus-rebut-10-gelar-di-kejuaraan-bulu-tangkis-muria-cup

Kejuaraan bulu tangkis Muria Cup XIII mencapai puncaknya Sabtu (14/7) malam. Sejumlah pertandingan final dalam kejuaraan yang digelar di GOR Kaliputu Kudus.]]>

KUDUS – Kejuaraan bulu tangkis Muria Cup XIII mencapai puncaknya Sabtu  (14/7) malam. Sejumlah pertandingan final dalam kejuaraan yang digelar di GOR Kaliputu Kudus itu berlangsung sengit. Bahkan durasi pertandingan ada yang mencapai 50 menit.

Pertandingan dengan waktu terlama di partai puncak itu terjadi di dua laga. Yakni di kategori tunggal usia dini putra utama dan tunggal pemula putra utama.

Untuk kategori tunggal usia dini putra utama menampilkan Yarits Al Kaaf dari PB Mutiara Yafis Purwodadi melawan Dovi Inka Putra asal PB Champion Klaten. Dovi yang merupakan unggulan pertama sebenarnya sempat memenangi set pertama. Namun, dia gagal meladeni dua set berikutnya hingga kalah 21-11, 16-21, dan 15-21.

Di kategori tunggal pemula putra utama, M. Rayhan dari PB PMS Solo melawan Jonathan asal PB Altrec Semarang. Hasilnya, Rayhan menang setelah sempat kesulitan di set pertama dengan skor 22-24, 21-7 dan 21-11.

Ketua Pengkab PBSI Kudus Eddy Prayitno menyebut, laga-laga di partai puncak berlangsung menarik. Sebab memang menampilkan para pemain terbaik di kategori masing-masing.

”Meskipun biasanya juga ada kejutan-kejutan. Kadang, mereka yang tak diunggulkan malah bisa menang,” kata dia.

]]>
Ali Mustofa Mon, 16 Jul 2018 08:32:15 +0700
<![CDATA[PSIR Hadapi Problem Motivasi Jelang Jamu Persita]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/07/86116/psir-hadapi-problem-motivasi-jelang-jamu-persita https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/06/psir-hadapi-problem-motivasi-jelang-jamu-persita_m_86116.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/06/psir-hadapi-problem-motivasi-jelang-jamu-persita_m_86116.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/07/86116/psir-hadapi-problem-motivasi-jelang-jamu-persita

PSIR tak mampu memetik poin penuh pada laga menjamu Perserang Rabu (4/7) lalu.]]>

REMBANG – PSIR tak mampu memetik poin penuh pada laga menjamu Perserang Rabu (4/7) lalu. Padahal, laga ini sangat penting untuk menatap ke depan. Hasil itu pun menambah tren buruk pasukan Dampo Awang dengan menjadi satu-satunya tim yang belum meraih tiga poin dalam sebuah laga.

Asisten pelatih PSIR Hadi Surento menyebut, anak-anak asuhnya kehilangan semangat bermain dalam laga tersebut. Sehingga, mereka kesulitan menembus pertahanan tim tamu yang lebih menunggu serangan.

”Pekerjaan rumah kami membangkitkan kembali semangat pemain. Semangat tanding dan kepercayaan pemain sangat penting dalam setiap laga,” ungkap dia kemarin.

Pelatih yang akrab disapa Rinto itu juga menyebut, secara permainan para penggawanya hanya kurang gereget. Padahal, laga ini bisa menjadi pemantik semangat sebagai modal menghadapi laga berikutnya (8/7).

Di laga berikutnya menjamu Persita Tangerang, Rinto mengaku akan mengubah konsep bermain sehingga bisa lebih maksimal hasilnya. Pada pertandingan itu, sang pelatih kepala Uston Nawawi juga dijadwalkan belum bisa mendampingi langsung di lapangan karena baru kembali sehari setelah laga tersebut.

Sementara itu, di papan klasemen sementara, Persita berada di posisi tujuh dengan koleksi tujuh poin dari enam laga. Mereka menang dua kali, sekali imbang, dan sisanya kalah. Peluang tim ini untuk bisa merangsek ke papan atas masih terbuka karena hanya selisih tiga poin dari Aceh United yang berada di posisi ketiga di klasemen wilayah barat. 

 

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Sat, 07 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Performa Tim Buruk, Manajemen PSIR Siap Berdialog]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/06/85875/performa-tim-buruk-manajemen-psir-siap-berdialog https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/05/performa-tim-buruk-manajemen-psir-siap-berdialog_m_85875.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/05/performa-tim-buruk-manajemen-psir-siap-berdialog_m_85875.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/06/85875/performa-tim-buruk-manajemen-psir-siap-berdialog

Suporter PSIR meluapkan kekecewaan atas performa buruk tim kesayangannya.]]>

REMBANG - Suporter PSIR meluapkan kekecewaan atas performa buruk tim kesayangannya. Mereka meminta manajemen berdialog dengan suporter terkait kondisi tim yang terpuruk.

Seusai pertandingan PSIR dan Perserang (4/7), suporter tak langsung pulang. Mereka tetap berada di stadion. Menggelar orasi di depan pintu masuk stadion. Aparat kepolisian pun membentuk barikade di depan  gerbang.

Suporter menginginkan ada perwakilan dari manajemen PSIR yang menemui. Kurang lebih setengah jam mereka orasi. Namun, tak ada perwakilan manajemen yang menemui. Suporter sempat didorong mundur oleh barikade petugas.

Beberapa di antaranya, terutama suporter di barisan depan terjatuh. Ada juga satu suporter yang terluka akibat pukulan dari oknum petugas. Suporter bernama Alam Kibar Romadhon mengalami luka robek di bibir atas.

Saat itu, dia hendak menolong rekannya yang terjatuh. Pemuda asal Sluke itu terpaksa dilarikan ke IGD RSUD dr R Soetrasno. Ia mendapat sekitar lima jahitan di bibir atas. Biaya pengobatan ditanggung sendiri.

Tuntutan utama dari suporter adalah penjelasan manajemen terkait kondisi tim yang terpuruk. Kekalahan dari Perserang tampaknya merupakan akumulasi kekecewaan suporter. Apalagi, sembilan pemain utama PSIR belum juga bergabung usai libur Lebaran.

Komandan Lapangan Gabungan Suporter Rembang (Ganster) Nugroho Ghozali mengungkapkan, mereka khawatir PSIR terdegradasi ke Liga 3. Terlebih jika mengingat perjuangan PSIR musim lalu agar bisa bertahan di Liga 2. Tiga pertandingan playoff pun harus dijalani untuk memastikan Laskar Dampo Awang tak turun kasta.

”Intinya kami ingin tim tidak terdegradasi. Karena dari enam laga hanya dua poin yang dihasilkan,” jelasnya.

Manajer PSIR Wiwin Winarto mengungkapkan, selesai pertandingan melawan Perserang dirinya memang langsung meninggalkan stadion. Karena harus menemui tamu. Dia kemudian mendapat informasi jika suporter menggelar aksi di stadion.

Wiwin mengaku manajamen siap berdialog dengan suporter dan menjelaskan terkait performa PSIR yang menurun. Soal sembilan pemain yang belum kembali, manajemen terus mengupayakan agar mereka segera bergabung dengan tim.

”Ayo kita duduk bersama. Jangan bersuara di luar dan menyalahkan manajemen. Kami usahakan sebelum pertandingan akhir pekan nanti bisa bertemu dengan suporter,” ungkapnya.

 

 

]]>
Panji Atmoko Fri, 06 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Putra Mustika Bawa Pulang Sembilan Gelar di Mustika Cup]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/02/84555/putra-mustika-bawa-pulang-sembilan-gelar-di-mustika-cup https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/01/putra-mustika-bawa-pulang-sembilan-gelar-di-mustika-cup_m_84555.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/01/putra-mustika-bawa-pulang-sembilan-gelar-di-mustika-cup_m_84555.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/02/84555/putra-mustika-bawa-pulang-sembilan-gelar-di-mustika-cup

Gelaran Mustika Cup ke-19 mencapai puncaknya kemarin di GOR Kolonel Sunandar, kompleks Taman Sarbini Blora.]]>

BLORA – Gelaran Mustika Cup ke-19 mencapai puncaknya kemarin di GOR Kolonel Sunandar, kompleks Taman Sarbini Blora. Dari 11 kategori utama yang diperebutkan, sembilan di antaranya direbut oleh para atlet didikan PB Putra Mustika.

Dalam kejuaraan bulu tangkis yang digelar sejak Jumat (29/6) lalu, PB Putra Mustika berhasil menjuarai kategori prausia dini putra-putri dan tunggal usia dini putra-putri. Selain itu, mereka juga berjaya di kategori tunggal anak-anak putri, tunggal pemula putra-putri, tunggal remaja putra, dan ganda putra U-17.   Dua kategori lain, tunggal anak-anak putra direbut oleh PB Jaya Mandiri dan tunggal remaja putri oleh PB Malam Kunduran. Adapun kategori veteran baru dimainkan tadi malam.

Ketua Pengkab PBSI Blora Setyo Subagyono mengungkapkan, ada peningkatan kualitas dari peserta daerah-daerah. Selain itu, jumlah pebulu tangkis yang berpartisipasi dalam ajang tahunan ini juga terus meningkat.

”Ada perkembangan yang merata dari pebulu tangkis daerah-daerah yang mengikuti kejuaraan ini. Secara kuantitas, keikutsertaaan mereka juga meningkat,” ungkap dia.

Sebagaimana daerah lain, PBSI Blora dalam beberapa tahun belakangan ini juga membuka kategori prausia dini agar pembinaan bulu tangkis bisa dilakukan sedini mungkin. Sehingga, ketika menginjak usia remaja, mereka sudah cukup matang dan siap berlaga di event-event bergengsi. 

]]>
Panji Atmoko Mon, 02 Jul 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Kejurkab Mustika Cup ke-19 Diwarnai Partai Ketat hingga Skor Jomplang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84299/kejurkab-mustika-cup-ke-19-diwarnai-partai-ketat-hingga-skor-jomplang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/30/kejurkab-mustika-cup-ke-19-diwarnai-partai-ketat-hingga-skor-jomplang_m_84299.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/30/kejurkab-mustika-cup-ke-19-diwarnai-partai-ketat-hingga-skor-jomplang_m_84299.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84299/kejurkab-mustika-cup-ke-19-diwarnai-partai-ketat-hingga-skor-jomplang

Kejurkab Mustika Cup ke-19 digelar mulai kemarin di GOR Kolonel Sunandar, kompleks Taman Sarbini. Hari pertama penyelenggaraan banyak diwarnai skor njomplang.]]>

BLORA – Kejurkab Mustika Cup ke-19 digelar mulai kemarin di GOR Kolonel Sunandar,  kompleks Taman Sarbini Blora. Hari pertama penyelenggaraan itu memang masih banyak diwarnai skor jomplang. Baik dari kategori prausia dini, usia dini, hingga anak-anak. Namun juga tetap ada skor yang ketat hingga rubber game.

Di kategori tunggal usia dini putra, Anwar Fuadi dari PB Putra Mustika menang telak atas Nugroho asal PB Malam Kunduran. Dalam durasi yang tak sampai 15 menit, Anwar menghempaskan lawannya dua set dengan 21-4 dan 21-1.

Menariknya, di kategori tunggal remaja putra, gantian Iwan asal PB Malam Kunduran yang menang dengan skor cukup telak melawan Firman asal PB Putra Mustika. Dalam laga yang digelar di lapangan empat itu, skor berakhir 21-4 dan 21-9 untuk Iwan.

Meski masih banyak diwarnai skor dengan jarak cukup jauh, namun kejuaraan ini juga tetap menyajikan partai sengit. Salah satunya kala M. Riki dari PM Blora bertemu Valiant Prabu dari PM Blora pula di  kategori tunggal usia dini putra. Dalam partai tiga set tersebut, Riki berhasil menang susah payah dengan 21-12, 18-21, dan 23-21.

Ketua Pengkab PBSI Blora Setyo Subagyono mengungkapkan, hadirnya skor-skor dengan jarak cukup jauh itu dinilainya wajar. Mereka yang kalah itu, kata dia, biasanya dari pebulu tangkis usia belia yang baru akan memulai.

”Di kejuaraan ini juga kan salah satu tujuannya untuk pembinaan yang kecil-kecil. Ketika sudah usia remaja nanti harapannya lebih siap menghadapi kejuaraan seperti ini,” ungkap Setyo.

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Jun 2018 10:36:35 +0700
<![CDATA[Porprov Kudus Unggul 4-1 atas PSIS U-19]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84171/porprov-kudus-unggul-4-1-atas-psis-u-19 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/29/porprov-kudus-unggul-4-1-atas-psis-u-19_m_84171.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/29/porprov-kudus-unggul-4-1-atas-psis-u-19_m_84171.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84171/porprov-kudus-unggul-4-1-atas-psis-u-19

Tim Porprov Kudus berhasil menang telak 4-1 saat menjamu PSIS U-19 dalam laga uji coba di Stadion Wergu Wetan kemarin sore.]]>

KUDUS – Tim Porprov Kudus berhasil menang telak 4-1 saat menjamu PSIS U-19 dalam laga uji coba di Stadion Wergu Wetan kemarin sore. Hasil itu pun membuat tim pelatih tuan rumah cukup puas meski tetap ada beberapa catatan.  

Di babak pertama, laga berlangsung cukup berimbang. Kedua tim mampu saling menyerang. Gol dari tim tamu dicetak oleh Kelvin sebelum akhirnya dibalas Riyan Ardiyanto dari tim tuan rumah. Hingga paro pertama, skor sama kuat 1-1.

Tim pelatih PSIS U-19 yang dipimpin M Ridwan menurunkan skuad pelapis pada paro kedua. Hasilnya, mereka sedikit mengembangkan permainan dengan kesalahan-kesalahan intern baik dari lini depan, tengah, maupun belakang.

Reza Dwi Atmoko cs pun tak menyianyiakan kesempatan itu. Hasilnya, bomber muda Riyan Ardiyanto mencetak dua gol tambahan dan mencatatkan hattrick di laga ini. Satu gol lain disumbangkan oleh Doni Pamungkas beberapa menit sebelum laga berakhir.

Pelatih tim Kudus Hidayat menyebut anak-anak asuhnya sudah cukup mampu menjalankan instruksi. Dalam laga itu, tim pelatih tidak menargetkan capaian khusus.

”Tujuannya lebih kepada penjagaan kondisi saja. Juga feeling pertandingan,” kata dia.

Sementara itu, asisten pelatih PSIS U-19 Khusnul Yakin mengaku tidak masalah dengan kekalahan anak-anak asuhnya. Sebab, justru dengan hasil itu bisa menjadi modal evaluasi untuk para pemainnya.

”Di babak pertama kami turunkan pemain utama dan di babak kedua tim kedua. Justru dengan hasil itu membuat tim pelatih tahu kekurangan tim,” ungkap dia.  

Meski hanya bertajuk uji coba, ratusan suporter Persiku hadir di tribun dan bernyanyi sepanjang laga. Beberapa suporter usai laga juga meminta berfoto bersama M Ridwan, pelatih kepala PSIS U-19. 

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Sat, 30 Jun 2018 07:05:59 +0700
<![CDATA[Porprov Kudus Ladeni Tantangan Mahesa Jenar Muda]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/29/83891/porprov-kudus-ladeni-tantangan-mahesa-jenar-muda https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/porprov-kudus-ladeni-tantangan-mahesa-jenar-muda_m_83891.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/porprov-kudus-ladeni-tantangan-mahesa-jenar-muda_m_83891.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/29/83891/porprov-kudus-ladeni-tantangan-mahesa-jenar-muda

Tim Porprov Kudus langsung mendapat tantangan setelah kembali latihan usai libur Lebaran.]]>

KUDUS – Tim Porprov Kudus langsung mendapat tantangan setelah kembali latihan usai libur Lebaran. Ya, Reza Dwi Atmoko cs ditantang tim asal ibu kota Jateng, PSIS U-19, di Stadion Wergu Wetan sore ini. Sang pelatih, Hidayat menyebut laga uji coba ini akan menjadi laga latih tanding perdana usai Lebaran dari serangkaian agenda pertandingan berikutnya.

Bermodalkan para pemain eks Persiku musim lalu, tim Porprov Kudus diharapkan bisa tampil trengginas. Terlebih, mereka juga bakal tampil di lapangan yang sudah biasa untuk latihan. Selain itu, secara pengalaman bertanding, tentu sedikit banyak juga menjadi kelebihan para penggawa Kota Kretek.

Pelatih tim Porprov Kudus Hidayat menyebut, sejumlah pemain andalannya akan absen di laga ini. Di antaranya yakni kiper Arya Fuad, Eko Priyono, hingga Doni Pamungkas. Meski begitu, masih ada para penggawa lain yang sudah memiliki pengalaman bertanding seperti Reza Dwi Atmoko, Agus Wuryadi, Riyan Ardiyanto, Tio Rizki, Mayong Nugroho, Asprilla Prima Aji, dan sejumlah nama lain.

”Tujuannya lebih kepada sejauh mana hasil latihan selama Ramadan dan kurang lebih sepekan usai Lebaran ini,” kata pelatih berlisensi B AFC itu.

Pelatih yang akrab disapa Yayat itu mengaku belum banyak tahu tentang skuad PSIS U-19. Dia mengaku hanya menyanggupi tawaran dari tim muda asal ibu kota Jateng itu untuk berlaga melawan skuadnya.

Sementara itu, pelatih PSIS U-19 M Ridwan menyebut, tujuan diagendakannya laga ini untuk melihat perkembangan pemain selama latihan. Selain itu juga untuk melatih mental bertanding.

”Dengan tekanan pemain yang lebih senior, apakah mereka bisa mengatasi atau tidak,” terangnya.

Selain diarsiteki M Ridwan sebagai pelatih kepala, ada juga eks penggawa PSIS lain Khusnul Yakin dengan pelatih kiper Rosian. Mereka bersama tim dan ofisial dijadwalkan baru akan ke Kudus pagi ini dan langsung transit di Stadion Wergu Wetan sebelum Jumatan. Sang manajer, Budi Winarto, menyatakan akan membawa 27 pemain ke Kota Kretek.

”Kami tidak target menang atau kalah,” kata Budi. 

]]>
Panji Atmoko Fri, 29 Jun 2018 07:30:59 +0700