Radar Kudus JawaPos.com | Hukum & Kriminal RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/81/hukum-kriminal http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Hukum & Kriminal RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/81/hukum-kriminal id Tue, 23 Apr 2019 15:21:12 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Tersangka Begal di Oasis Ikuti Ujian Nasional Tanpa Komputer di Rutan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133404/tersangka-begal-di-oasis-ikuti-ujian-nasional-tanpa-komputer-di-rutan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/tersangka-begal-di-oasis-ikuti-ujian-nasional-tanpa-komputer-di-rutan_m_133404.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/tersangka-begal-di-oasis-ikuti-ujian-nasional-tanpa-komputer-di-rutan_m_133404.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133404/tersangka-begal-di-oasis-ikuti-ujian-nasional-tanpa-komputer-di-rutan

Ujuan Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP dimulai kemarin. MZ, salah satu tersangka kasus pembegalan terjadi di Jalan Lingkar Utara ikut ujian di rutan Kudus]]>

KUDUS Ujuan Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP dimulai kemarin. MZ, salah satu tersangka kasus pembegalan terjadi di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di Timur Taman Oasis beberapa waktu lalu juga ikut melaksanakan ujian di rumah tahanan (Rutan) kelas II B Kudus. Dia didampingi guru dan pengawas.

Berbeda dengan UNBK pada umumnya. Soal yang dikerjakan MZ tidak menggunakan komputer. Soal tersebut dicetak, kemudian jawaban dituliskan di lembar jawab komputer (LJK).

”Hasil jawabannya di-scan kemudian dikirimkan ke pusat,” kata Joko Susilo, kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Kepala Rutan II B Kudus, Budi Prajitno mengatakan, pihaknya memfasilitasi atas diselenggarakannya Ujian Nasional (Unas) di rutan ini. Pihaknya juga memberikan kesempatan belajar kepada tersangka.

”Pihak sekolah juga sudah meminta kepada pihak yang menahan. Yaitu Kejaksaan Negeri. Sudah mendapatkan izin. Sifatnya kami memfasilitasi kegiatan tersebut,” ujarnya.

Dalam mengerjakan ujian MZ ditempatkan di ruang tersendiri agar tidak terganggu konsentrasinya. Lantaran kondisi rutan yang ramai. Di aula lantai dua rutan MZ mengerjakan ujian. Suasananya memang cukup tenang. Suara percakapan penghuni rutan di lantai satu sudah tidak terdengar.

MZ juga terlihat rapi dengan seragam sekolah dan peci hitamnya itu. Dia terlihat tenang duduk di ujung Selatan ruangan seluas sekitar 5x3 meter itu. Sepertinya MZ sudah siap menghadapi ujian nasional hari pertamanya.

Sebelum ujian, pihak rutan juga memberikan fasilitas agar tersangka bisa belajar. Orang tua tersangka diperbolehkan membawakan buku-buku pelajaran.

Selain itu seragam sekolah juga dihantarkan. Sehingga dalam menjalankan ujian, MZ mengenakkan dapat mengenakan seragam sekolah.

Sementara MZ bersama kawan-kawannya yang juga merupakan tersangka kasus pencurian dengan kekerasan ini sedang ditempatkan di sel khusus, sambil menunggu putusan. Penempatan di sel khusus ini ditujukan agar kondisi psikologis para tersangka tetap dalam kondisi baik. Karena melihat mereka masih tergolong anak-anak. (vah)

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 15:21:12 +0700
<![CDATA[Dua Pencuri Ini Nekat Bobol Rumah Purnawirawan Polisi, Begini Nasibnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133334/dua-pencuri-ini-nekat-bobol-rumah-purnawirawan-polisi-begini-nasibnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/dua-pencuri-ini-nekat-bobol-rumah-purnawirawan-polisi-begini-nasibnya_m_133334.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/dua-pencuri-ini-nekat-bobol-rumah-purnawirawan-polisi-begini-nasibnya_m_133334.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133334/dua-pencuri-ini-nekat-bobol-rumah-purnawirawan-polisi-begini-nasibnya

Petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kunduran dari Tim Resmob Polres Blora meringkus dua pelaku pencurian di rumah masing-masing.]]>

KOTA Petugas gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kunduran dari Tim Resmob Polres Blora meringkus dua pelaku pencurian di rumah masing-masing. Aksi mereka tergolong nekat. Karena, salah satu korbannya merupakan pensiunan polisi.

Kedua pelaku itu terdiri dari Oktavian Zola Fudin, 22, warga Kelurahan Punggursugih, Kecamatan Ngawen, dan Rion, 28, warga Desa Bogorejo, Kecamatan Japah, Blora. Dua pemuda pengangguran tersebut diamankan petugas lantaran diduga mencuri sebuah televisi. Selain itu, sebuah jam tangan dan satu Smartphone milik Suyatno, 59, Purnawirawan Polri, Desa Jagong, Kecamatan Kunduran, Blora juga turut digondol pelaku.

Kapolsek Kunduran Iptu Lilik Eko mengatakan, kejadian tersebut berawal pada Senin (1/4) pukul 04.30. Tersangka memanfaatkan situasi sepi dengan memanjat dinding tembok dan masuk ke rumah korban dengan cara mencongkel jendela rumah.

”Kedua tersangka nekat masuk dan keluar rumah korban melalui jendela. Kemudian menggasak televisi, jam tangan, dan smartphone yang ada disekitarnya,” terangnya.

Pencurian itu diketahui oleh korban sewaktu selesai salat subuh dan ingin menonton televisi. Namun, dia terkejut saat televisi yang berada di ruang keluarga telah hilang. Selanjutnya korban langsung melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Kunduran agar segera ditangani.

Hasilnya Senin, (22/4) pukul 01.00 kemarin, Tim Resmob dan Unit Reskrim Polsek Kunduran  Polres Blora berhasil menangkap kedua pelaku di rumah masing-masing berikut barang buktinya.

”Kedua tersangka berikut barang bukti sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. Keduanya dijerat dengan pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 09:52:46 +0700
<![CDATA[Pelaku Pembunuhan Sadis Tetangga Ini Diringkus Polisi dalam Tujuh Jam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132853/pelaku-pembunuhan-sadis-tetangga-ini-diringkus-polisi-dalam-tujuh-jam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/pelaku-pembunuhan-sadis-tetangga-ini-diringkus-polisi-dalam-tujuh-jam_m_1555751486_132853.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/pelaku-pembunuhan-sadis-tetangga-ini-diringkus-polisi-dalam-tujuh-jam_m_1555751486_132853.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132853/pelaku-pembunuhan-sadis-tetangga-ini-diringkus-polisi-dalam-tujuh-jam

Tak butuh waktu lama, anggota Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengamankan pelaku pembunuhan Jasmin di Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban.]]>

KEDUNGTUBAN – Tak butuh waktu lama, anggota Sat Reskrim Polres Blora berhasil mengamankan pelaku pembunuhan Jasmin di Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban. Polisi berhasil meringkusnya dalam waktu tujuh jam usai kejadian. Sukri, pelaku pembunuhan tak lain adalah tetangga korban.

Entah setan apa yang merasuki Sukri, 32, pada Rabu (17/4) malam. Sehingga, warga Dukuh Banyu Urip, Desa Nglandeyan, Kecamatan Kedungtuban, Blora ini tega menghabisi nyawa Jasmin, 40, yang tak  lain adalah tetangganya sendiri.

Parahnya lagi, pelaku membunuh korban saat terlelap tidur. Lehernya dibacok dengan sabit. Sebanyak dua kali. Alasannya sakit hati dan dendam. Sebab dia pernah diancam dan diacungi menggunakan sabit oleh korban.

Akibat bacokan tersebut, leher korban mengalami dua luka sayatan. Pertama sepanjang 6x5 sentimeter dengan kedalaman 3 sentimeter dan 2x3 sentimeter dengan panjang 2 sentimeter. Akhirnya korban meninggal dunia di tempat.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang melalui Kasat Reskrim AKP Heri Dwi Utomo mengaku, kejadian ini bermula Rabu (17/4) sekitar pukul 18.30. Korban bersama Tarsih dan anaknya pergi ke sawah dan pulang pukul 20.00. Sesampainya dirumah, mereka nonton televisi di ruang tamu hingga pukul 23.30.

Selanjutnya korban menuju kamar tidur untuk tidur sendirian. Sedangkan istri dan anak korban tidur di ruang tamu depan televisi. Sekitar pukul 04.30, istri korban bangun tidur karena mendengar teriakan suaminya. Dia terkejut saat melihat korban berlumuran darah.

”Korban ditemukan tewas pertama kali oleh sang istri bernama Tarsih dengan posisi terlentang di tempat tidur,” ucapnya.

Tak berselang lama, Nyamiyo tetangga korban datang dan mengangkat korban untuk dipindahkan dari kamar tidur menuju ruang tamu. Sebab dia beranggapan korban muntah darah. ”Setelah dicek, ternyata leher korban terdapat luka akibat benda tajam dan korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, anggota Resmob Sat Reskrim Polres Blora datang ke lokasi dan melakukann penyelidikan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari TKP diperoleh petunjuk bahwa pelaku tindak pidana tersebut adalah Sukri yang tinggal di sebelah rumah korban.

Tidak butuh waktu lama untuk meringkus pelaku pembunuhan itu. Sekitar pukul 17.00, anggota Reskrim mendatangi tersangka di rumahnya dan melakukan interogasi singkat. Hasilnya, tersangka mengakui telah melakukan pembacokan menggunakan sabit terhadap korban.

”Lantas pelaku membuang sabit di area persawahan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari TKP,” terangnya.

AKP Heri Dwi Utomo mengaku,  sekitar pukul 19.00, pihaknya juga sudah melakukan pencarian barang bukti sabit yang dibuang oleh tersangka. Tetapi belum menemukannya. Sebab situasi yang sangat gelap. ”Saat ini masih dilakukan penyidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Dari pengakuan tersangka, pelaku masuk melalui pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci. Kemudian melakukan pembacokan sebanyak dua kali menggunakan sabit saat korban tidur di kamarnya.

Sebagai alat bukti, pihaknya telah mengamankan beberapa alat bukti. Mulai dari jaket jeans warna abu-abu milik tersangka, celana pendek jeans warna abu-abu milik tersangka, baju biru motif batik penuh bercak darah milik korban, dan celana jeans warna biru tua milik korban. Untuk Sabit masih dalam pencarian.

Pelaku sendiri terancam dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 (3) KUHP. Kasat Reskrim menambahkan, motif pelaku menghabisi nyawa korban karena sakit hati. Pelaku mengaku pernah diancam dan diacungi sabit oleh korban.

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 16:05:59 +0700
<![CDATA[Apes! Coba Kabur dari Rutan, Tahanan Ini Malah Digagalkan Emak-Emak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132156/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak_m_132156.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak_m_132156.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132156/apes-coba-kabur-dari-rutan-tahanan-ini-malah-digagalkan-emak-emak

Seorang tahanan Rutan Kelas II B Rembang mencoba kabur siang kemarin. Namun, usaha kabur sang tahanan gagal setelah aksinya kepergok emak-emak.]]>

KOTA – Seorang tahanan Rutan Kelas II B Rembang mencoba kabur siang kemarin. Namun, usaha kabur sang tahanan gagal setelah aksinya kepergok emak-emak yang tinggal sekitar rutan.

Pertama kali aksi tahanan itu diketahui oleh Ayu, warga yang tinggal tepat di sebelah rutan. Yakni saat tahanan membuka genteng di rumah makan samping rutan tersebut. Mengetahui aksi pelaku mencurigakan, Ayu pun bertanya. Namun, tanpa menjawab, sang tahanan justru kabur.

”Orangnya buka genteng. Terus saya bilang, Mas, nanti jatuh. Malah kayak orang ketakutan. Tengok ke selatan nggak bisa, ke utara nggak bisa. Terus naik, jatuh, malah lari. Terus dikejar,” paparnya yang merupakan karyawan rumah makan.

Setelah ketahuan warga, sang tahanan itu pun lari ke jalan raya. Sial, sudah ada teriakan dari warga dalam Rutan yang membuat aksi sang tahanan diketahui petugas. Seorang penjaga parkir Rutan pun langsung mengejar bersama petugas lain.

Ayu menyebut, dari dalam Rutan juga sempat terdengar tembakan. Namun, dia tak mengetahui lebih jauh maksud tembakan itu.

Sementara itu, seorang penjaga parkir Rutan Kelas II B Rembang, Sodiqin menyebut hanya melakukan pengejaran saja, setelah ada petugas yang mengejar tahanan.

”Saya ikut lari mengejar saja. Tidak tahu kronologinya seperti apa,” aku dia.

Sementara itu, pihak Rutan Kelas II B Rembang menolak memberikan keterangan apa pun. Koran ini sudah berusaha meminta konfirmasi, namun tak ada pernyataan. Tahanan yang mencoba kabur itu pun belum diketahui identitasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:25:15 +0700
<![CDATA[Bawa Tujuh Gram Sabu dari Lapas, Pengedar Narkoba Ini Dibekuk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131971/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi_m_131971.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi_m_131971.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131971/bawa-tujuh-gram-sabu-dari-lapas-pengedar-narkoba-ini-dibekuk-polisi

Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Sabu seberat 7,98 gram itu dibawa pelaku dari Lapas Kedungpane.]]>

PURWODADI – Sat Narkoba Polres Grobogan berhasil mengamankan dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Sabu seberat 7,98 gram itu dibawa pelaku dari Lapas Kedungpane, untuk diedarkan di Grobogan.

Dua pelaku itu terdiri dari Suroso, warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang dan Tedi Durant, warga Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi. Penangkapan kedua pelaku, berawal dari laporan warga masyarakat tentang maraknya peredaran narkoba.

Informasi tersebut kemudian ditindak lanjuti dan mengamankan dua tersangka di tempat berbeda. Tersangka Suroso diamankan lebih dulu saat berada di depan bengkel di Desa Ngeluk, Kecamatan Penawangan, sekitar pukul 00.30 WIB. Saat digeledah, polisi menemukan tiga paket sabu-sabu dalam plastik klip kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.

Dari tersangka Suroso, dikembangkan lagi ada tersangka lain pengedar sabu-sabu. Yaitu Tedi yang baru saja mendapatkan barang dari Suroso. Kemudian, polisi melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan Tedi saat melintas di depan SPBU Ayodya, Kelurahan Kuripan.

”Dari tangan tedi, kami berhasil menemukan satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang disembunyikan dalam bungkus rokok.  Total sabu-sabu yang kita amankan sekitar 7,98 gram. Rinciannya, sebanyak 6,94 gram didapat dari pelaku Suroso dan 1,04 gram dari pelaku Tedi,” kata AKBP Choiron.

Sementara itu, Suroso mengakui bahwa bahwa sabu-sabu yang dibawa adalah pesanan dari orang Purwodadi. Setiap pengantaran satu pesanan dirinya mendapatkan upah Rp 350 ribu. ”Sabu-sabu ini saya dapat dari Lapas Kedungpane Semarang. Saya mendapatkan mendapatkan tugas hanya mengantar saja. Saya kenal orang dalam Lapas karena dulu saya pernah disana,” terang Suroso.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 15:31:57 +0700
<![CDATA[Teknis Ujian Nasional Tersangka Begal Belum Jelas, Ini Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131568/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya_m_131568.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya_m_131568.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131568/teknis-ujian-nasional-tersangka-begal-belum-jelas-ini-penyebabnya

Teknis pelaksanaan ujian nasional (Unas) tersangka begal di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di timur Taman Oasis yang berinisial MZ belum ada kejelasan.]]>

KOTA – Teknis pelaksanaan ujian nasional (Unas) tersangka begal di Jalan Lingkar Utara, tepatnya di timur Taman Oasis yang berinisial MZ belum ada kejelasan. Berdasarkan informasi, tersangka yang tercatat sebagai siswa kelas IX salah satu MTs swasta di Kudus akan menjalankan Unas di Mapolres Kudus. Sedangkan tersangka lain berinisial NB memang tidak dapat mengikuti ujian karena selama dua bulan membolos.

Sebelumnya, terjadi tindak pidana curas yang dilakukan tujuh remaja pada Selasa (2/3) lalu. Mereka melakukan pembegalan sekaligus mencuri motor korbannya di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis. Korban maupun tujuh tersangka ini rupanya masih berusia di bawah umur. Salah satu diantara tersangka yang berinisial MZ rencananya akan menjalankan Unas. Namun teknis pelaksanaannya hingga kini belum jelas. 

Namun, ada beberapa rencana ujian. Salah satunya MZ bisa mengikuti Unas dengan cara paper atau ujian kertas. Berhubung seluruh MTs sudah berbasis komputer, maka MZ dimasukkan kategori sekolah luar biasa (SLB).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo melalui Kabid Dikdas Suharto mengatakan, masih melakukan koordinasi dengan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMP. ”Kami belum tahu seperti apa teknisnya. Namun kami tentu akan membicarakannya lebih lanjut dengan Kepala Dinas sekaligus MKKS. Jadi, kami belum bisa jawab sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kudus Noor Badi melalui Kasi Pendidikan Madrasah Suhadi menerima info kalau ada dua siswa MTs terlibat begal dari grup pengawas.

”Saya langsung menemui kepala sekolah yang bersangkutan. Dan, ternyata keduanya kelas IX yang harus menjalani ujian nasional (Unas), tetapi dengan berbagai pertimbangan yang diperbolehkan ikut ujian hanya satu siswa yakni MZ, karena siswa satunya yang diketahui berinisial MB tidak diperkenankan ikut ujian karena tidak terpenuhi syarat-syarat ikut ujian, ulangan harian dan sebagainya sering tidak mengikuti,” tandasnya.

Suhadi mengatakan, sekolah menjadi rumah kedua mendidik anak. Namun, yang paling utama adalah keluarga. Berdasarkan informasi yang didapat, kedua siswa tersebut berada di lingkungan keluarga yang tidak utuh dan kurang perhatian.

”Kami mengimbau untuk memantau anak didik, tapi kalau sudah berada di luar sekolah memang sudah menjadi tanggung jawab keluarga. Jadi, harus ada kerja sama yang baik antara sekolah dengan orang tua,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:09:13 +0700
<![CDATA[Simak Nih! Nasib Pencuri Kotak Amal Masjid saat Tertangkap Warga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131412/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga_m_131412.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga_m_131412.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131412/simak-nih-nasib-pencuri-kotak-amal-masjid-saat-tertangkap-warga

Pemuda bernama Heri Sugiarto nekat mencuri kotak amal di masjid. Ironisnya, aksi itu tak hanya sekali dilakukan. Pria itu sudah enam kali mencuri kotak amal.]]>

PURWODADI – Pemuda bernama Heri Sugiarto nekat mencuri kotak amal di masjid. Ironisnya, aksi itu tak hanya sekali dilakukan. Pria berusia 26 tahun itu sudah enam kali mencuri kotak amal di masjid.

Biasanya, tersangka menjalankan aksinya dini hari. Dalam menjalankan aksinya, tersangka pura-pura istirahat dan tiduran di masjid sambil mengawasi keadaan sekitar. Tersangka kemudian mematikan lampu masjid agar tidak terlihat. Selanjutnya mengeluarkan tang untuk mencungkil kotak amal.

Aksi pencurian yang terakhir dilakukan di Masjid Baitus Solihin pada Senin (25/3). Namun, aksi tersebut diketahui oleh seorang warga dan diteriaki maling. Warga pun menangkap tersangka dan menjadi sasaran amukan. Selanjutnya baru diserahkan ke Polsek Toroh.

Tersangka Heri Sugiarto mengaku mencuri kotak amal di masjid sudah enam kali. Di masjid yang berbeda-beda. Yaitu di masjid Desa Sukorejo, Danyang, Simpang Lima Purwodadi, dan Toroh. Cara mengambilnya dengan mencongkel kotak amal, kemudian mengambil uangya.

Dia mengaku mengambil uang di kotak amal karena motif ekonomi. Dirinya mencuri saat keadaan di masjid sepi dan lengah. Kotak amal yang diambil biasanya berada di luar masjid. Jika kotak amal kecil, pelaku biasanya membawa kabur juga kotak itu. ”Paling banyak uangnya ada Rp 200 ribu sampai Rp 1 juta. Uangya saya buat makan sehari-hari,” kata dia.

Kapolres AKBP Choiron El Atiq mengimbau agar pihak masjid meningkatkan pengamanan dengan memasang kamera CCTV dan meletakkan kotak amal di dalam masjid. Sehingga tidak mudah diambil oleh orang yang tak bertanggung jawab. ”Tersangka kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 14:59:16 +0700
<![CDATA[Tersangka Begal di Jalingkut Terpaksa Ujian Nasional di Kantor Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131356/tersangka-begal-di-jalingkut-terpaksa-ujian-nasional-di-kantor-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/tersangka-begal-di-jalingkut-terpaksa-ujian-nasional-di-kantor-polisi_m_131356.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/tersangka-begal-di-jalingkut-terpaksa-ujian-nasional-di-kantor-polisi_m_131356.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131356/tersangka-begal-di-jalingkut-terpaksa-ujian-nasional-di-kantor-polisi

Satu tersangka begal diJalan Lingkar Utara timur Taman Oasis berinisial MZ, menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kemarin.]]>

KUDUS – Satu tersangka begal diJalan Lingkar Utara timur Taman Oasis berinisial MZ, menjalani ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kemarin. Dia siswa kelas IX salah satu MTs swasta di Kudus. Dia terpaksa mengerjakan ujian itu di Mapolres Kudus. Satu pengawas utusan sekolah menjaganya.

Diberitakan sebelumnya Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Kudus berhasil mengamankan tujuh pelaku tindak pidana curas tersebut pada Jumat (5/4). Ketujuh pelaku tersebut yang sekarang diamankan di Polres Kudus semuanya masih di bawah umur. Mereka sebelumnya melakukan pembegalan di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis Selasa (2/3). Korbannya siswa salah satu SMK di Kudus.

Informasi tersebut disampaikan kepala sekolah MTs tempat MZ bersekolah Abdul Hadi. Hadi mengatakan, khusus untuk satu siswa yang tersandung kasus tersebut melaksanakan USBN menggunakan paper atau lembar jawab komputer.

”Kalau di MTs pelaksanaan USBN menggunakan komputer, namun khusus untuk MZ menggunakan manual karena mengerjakan ujiannya di Polres Kudus. Kami pihak sekolah sudah konsultasi ke Kementerian Agama (Kemenag) Kudus dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora). MZ bisa mengerjakan ujian di kantor polisi,” jelasnya.

Dia menambahkan pertimbangan mengerjakan di Mapolres Kudus supaya psikologis tersangka tetap baik. Begitu juga teman-temannya di sekolah tetap terjaga. Hadi mengaku ada dua siswanya yang terlibat kasus begal yakni MB.

Namun, berdasarkan penuturannya, MB tidak diperkenankan mengikuti ujian karena hampir dua bulan terakhir tidak masuk sekolah. Bahkan tidak mengikuti ujian-ujian sebelumnya. Berbeda dengan MZ masih rajin masuk sekolah dan mengikuti les. Bahkan dua ujian sebelumnya sudah diikutinya dengan baik.

”Ya, kalau MZ di kalangan sekolah terbilang anak yang baik. Kalau ada kenalakan ya sewajarnya masih bisa diberi pengertian guru-gurunya. Tapi kalau MB sudah terlewat batas, pernah ditegur guru atau diingatkan, dia (MB, Red) tidak terima dan menantang guru,” jelasnya.

Hadi juga sudah berusaha komunikasi dengan orang tua MB, tapi tidak ada respon sampai akhirnya tersandung kasus. Dia menuturkan, sekolah sudah berupaya mendidik dengan baik, tapi kalau sudah di luar sekolah menjadi tanggung jawab keluarga.

”MZ juga akan mengikuti ujian nasional (Unas) manual. Dia dimasukkan kategori Unas untuk sekolah berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Dia menambahkan, MTs dan SMP secara keseluruhan sudah menggunakan komputer. Kalau soal USBN yang buat sekolah jadi bisa di gandakan sendiri, tapi kalau UNBK solusinya memang ikut soal anak berkebutuhan khusus.

Untuk jadwal USBN MTs, Hadi menjelaskan, dimulai Kamis (11/4) hingga Sabtu (13/4). Kemudian disambung lagi Senin (15/4) dan Selasa (16/4), terpotong pemilu, terus dilanjutkan Kamis (18/4). Jeda pelaksanaan Unas yakni Senin (22/4) hingga Kamis (25/4). Setelah selesai dilanjut kembali sisa USBN yang dilaksanakan Kamis (2/5) dan Jumat (3/5).

Di tempat terpisah, Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasatreskrim AKP Rismanto membenarkan, kalau MZ menjalani USBN kemarin. Disiapkan ruang khusus untuk mengerjakan ujian.

”Ini permintaan pihak sekolah dengan pertimbangan psikologis anak. MZ, hari ini (kemarin, Red) mengerjakan ujian dua mata pelajaran (mapel) yakni bahasa Indonesia dan matematika,” jelasnya.

Rismanto menambahkan, persiapan ujian MZ juga belajar. Dibawakan buku-buku pelajarannya dan seragam oleh pihak keluarga. Untuk pengawasan ujian ada satu guru dari sekolah. Waktu mengerjakan ujian dari pukul 08.00 hingga pukul 12.00, berjalan lancar,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 10:06:58 +0700
<![CDATA[Viral di Medsos, Pelaku Begal di Jalingkut Babak Belur Dipastikan Hoax]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131149/viral-di-medsos-pelaku-begal-di-jalingkut-babak-belur-dipastikan-hoax https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/viral-di-medsos-pelaku-begal-di-jalingkut-babak-belur-dipastikan-hoax_m_131149.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/viral-di-medsos-pelaku-begal-di-jalingkut-babak-belur-dipastikan-hoax_m_131149.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131149/viral-di-medsos-pelaku-begal-di-jalingkut-babak-belur-dipastikan-hoax

Seiring adanya kasus begal yang terjadi di Jalingkut, Desa Pedawang, Bae, Kudus, pada Selasa (2/4) lalu, banyak dimanfaatkan oknum untuk menyebarkan hoax.]]>

KUDUS - Seiring adanya kasus begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Desa Pedawang, Bae, Kudus, pada Selasa (2/4) lalu, banyak dimanfaatkan oknum untuk menyebarkan informasi bohong alias hoax. Ada dua informasi hoax terkait aksi serupa yang tersebar di media sosial (medsos).

Meliputi tentang penjambretan yang pelakunya seorang pelajar. Juga video beberapa pelaku begal di Jalingkut dengan kondisi muka babak belur dan berlumuran darah.

Dalam akun Facebook bernama P L Azka menuliskan bahwa telah terjadi tindak penjambretan di Jalan Besito arah Desa Jurang-Gebog. Ia menyebutkan, pelakunya anak sekolah. Memakai seragam Ma’arif NU dan mengandarai sepeda motor Yamaha Mio biru.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk hati-hati. Terutama ketika berpergian sendiri. Postingan tersebut, lantas di screenshoot dan menyebar luas melalui pesan WhatsApp. Akhirnya membuat sebagian masyarakat resah.

Dikonfirmasi terkait hal ini, pihak kepolisian dengan tegas membantah adanya informasi tersebut. ”Kami sudah cek. Itu (jambret di Jalan Besito, Red) tidak benar. Di lokasi tersebut tidak ada kejadian yang dimaksudkan,” kata Kapolsek Gebog AKP Muhaimin kemarin.

Ia berharap, masyarakat tak perlu cemas dengan keamanan, terutama di Kecamatan Gebog. Sebab, saat ini pihaknya rutin melakukan patroli keliling. Tak hanya malam hari, tapi juga siang hari.

Hal serupa diungkapkan Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto. Ia pun memastikan video yang tersebar itu hoax. Saat ini, ketujuh pelaku begal di Jalingkut dipastikan tak mengalami kondisi seperti yang ditampilkan pada video berdurasi 30 detik itu. ”Semuanya dalam kondisi baik-baik saja di tahanan Polres Kudus. Itu bukan pelaku begal yang kemarin kami tangkap,” tegasnya.

Ia berpesan, masyarakat tak mudah percaya dengan berita yang meresahkan. Apalagi informasi itu, tidak jelas sumbernya. ”Kalau informasinya berhubungan dengan kepolisian, masyarakat dapat mengkroscek ke polsek atau polres,” imbaunya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 10:20:17 +0700
<![CDATA[Sebelum Begal di Jalingkut, Pelaku Sempat Pamit Pergi Pengajian]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131146/sebelum-begal-di-jalingkut-pelaku-sempat-pamit-pergi-pengajian https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/sebelum-begal-di-jalingkut-pelaku-sempat-pamit-pergi-pengajian_m_131146.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/sebelum-begal-di-jalingkut-pelaku-sempat-pamit-pergi-pengajian_m_131146.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131146/sebelum-begal-di-jalingkut-pelaku-sempat-pamit-pergi-pengajian

Baru-baru ini, publik digemparkan dengan dugaan tindakan begal di Jalan Lingkar Utara, Desa Pedawang, Bae, Kudus. Akibatnya, korban mengalami luka serius.]]>

KUDUS – Baru-baru ini, publik digemparkan dengan dugaan tindakan begal di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Desa Pedawang, Bae, Kudus. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan motor Satria FU dibawa kabur tersangka yang berjumlah sembilan anak di bawah umur.

Sebelum melakukan aksinya, salah satu pelaku begal pamit kepada orang tuanya pergi pengajian. Hal ini disampaikan oleh IR, orang tua pelaku yang berinisial AZ. Saat ditemui di tempat kerjanya kemarin, ayah AZ mengaku sedih dan menyesal dengan kejadian yang menimpa anak sulungnya itu. Ia mengakui, bahkan apa yang dilakukan anaknya itu murni karena keteledoran dirinya sebagai orang tua. ”Saya yang salah, sebagai orang tua seharusnya saya bisa kontrol dan awasi pergaulan anak,” katanya sambil menyeka air mata dengan tisu.

IR tak menampik jika satu dari pelaku yang ditangkap itu memang diketahui sebagai temannya. Beberapa kali mereka juga datang ke rumahnya. Baik untuk bermain ataupun hanya sekadar menjemput AZ bermain. ”Saya tahu MB (salah satu pelaku lain) itu teman anak saya. Kalau pas kemari (datang ke rumah, Red) anaknya ya baik. Tidak tahu kalau anak saya di luar juga berteman dengan anak-anak lain. Bahkan ada yang putus sekolah,” tuturnya.

Ketika harus mendengar dan mengingat kasus yang menimpa anaknya, pria ini selalu menitihkan air mata. Ia masih tidak menyangka, anak yang selama ini masih terbilang manja kepada orang tuanya itu, bisa terlibat dalam tindak kejahatan.

Diceritakan, dalam keseharian AZ tergolong pendiam dan manja. Setiap pagi, ayahnya selalu membuatkannya minum. Setiap hari juga rajin berangkat sekolah. Sebagai orang tua, ia tak pernah mendapat teguran atau pun surat dari sekolah bahwa anaknya nakal.

Ia pun tak menapik jika anaknya memang sering keluar bermain hingga malam. Terutama ketika keesokan harinya sekolah libur. ”Kalau besoknya libur, memang sering main hingga larut. Kalau pas kejadian kemarin, itu pamit mau pergi pengajian Cak Nun di Gebog. Jadi saya tak kepikiran,” ungkapnya.

Sebelumnya, ia mengaku sempat senang. Sebab, selama tiga hari anaknya berdiam diri di rumah. Tidak pergi main seperti biasanya. Namun akhirnya hatinya tersayat, karena harus menerima kenyataan bahwa anaknya ikut terlibat dalam kejadian begal di Jalingkut. ”Anak saya sama sekali tidak bercerita. Cuma memang dia jadi berubah, tidak main keluar. Saya senang, tak kira sudah ”sembuh” (tidak sering main hingga larut malam, Red),” katanya.

Sebagai orang tua, ia yakin keterlibatan AZ hanya ikut-ikutan. Jadi, ia berharap anaknya itu bisa dikembalikan kepadanya. Namun, dia tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Di tempat terpisah, kondisi kesehatan Jalaludin Muhamad Akbar, korban begal sudah membaik. Senin (8/4) kemarin, pihak Rumah Sakit Aisyiyah Kudus sudah mengizinkan pulang. Namun baru sehari di rumah, Jalal -sapaan akrabnya- harus kembali dirujuk ke RSUD dr. Loekmnono untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah kemarin. Saat ditemui di RSUD dr. Loekmonohadi, ia mengatakan, korban memang sengaja dimintakan rujukan kembali agar bisa dirawat intensif di rumah sakit. ”Kemarin sempat di rumah. Tapi kami dari JPPA khawatir, karena lukanya masih basah. Nanti kalau salah penanganan malah bisa infeksi,” katanya.

Selain karena pertimbangan tersebut, mantan wakil bupati Kudus itu juga mengatakan, kondisi psikis korban masih rentan. Jalal mengalami trauma yang dirasa cukup berat. Jadi, dirasa perlu terapi psikologis. ”Kalau di sini (RSUD, Red) pengawasan dan penanganan kan lebih mudah. Jadi, kami harap korban bisa segera pulih, agar bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Terapis Psikologi RSUD dr. Loekmonohadi Dyah Tjitrawati membenarkan hal tersebut. Saat ini kondisi pasien masih mengalami trauma yang butuh perhatian intens. Dari hasil pemeriksaannya, korban masih agak kesulitan untuk diajak berbicara panjang. ”Kalau diajak bicara bisa memberikan feedback. Tapi, ketika melihat banyak orang dan di situasi tertentu, saya masih melihat kecemasan dan ketakutan dari dirinya,” jelasnya.

Ketua Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Kudus Lestari Rahayu dan beberapa perwakilan anggota juga turut menengok korban di RSUD kemarin. Seperti apa yang sudah diberitakan sebelumnya, pihaknya kan melakukan pendampingan. Tak hanya untuk korban tapi juga pelaku. Sebab semuanya masih berusia di bawah umur.

”Untuk pendampingan ini, kami sudah bagi tugas. Kami sudah bagi siapa yang akan mendampingi korban dan siapa yang akan mendampingi pelaku,” paparnya.

Kemarin, pihaknya juga mendampingi keluarga korban untuk memenuhi panggilan dari Polres Kudus. Tak hanya itu, pihaknya juga bertandang ke sekolah korban bersama JPPA. Selain mengantarkan surat keterangaan dari dokter, mereka juga merekomendasikan korban agar bisa absen dari ujian tengah semester.

”Kami harap nanti (korban) bisa ikut ujian susulan saja. Takutnya kalau dipaksakan untuk mikir malah kondisinya drop,” ujarnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 10:05:46 +0700
<![CDATA[Gelapkan Dana Nasabah, Manajer Koperasi 26 Ditetapkan Tersangka]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131124/gelapkan-dana-nasabah-manajer-koperasi-26-ditetapkan-tersangka https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/gelapkan-dana-nasabah-manajer-koperasi-26-ditetapkan-tersangka_m_1554956384_131124.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/gelapkan-dana-nasabah-manajer-koperasi-26-ditetapkan-tersangka_m_1554956384_131124.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131124/gelapkan-dana-nasabah-manajer-koperasi-26-ditetapkan-tersangka

Buntut dari kasus Koperasi Aneka Jaya Dua Enam yang dilaporkan masyarakat 2018 lalu menjadikan manajer koperasi itu A. Nadjib, 59, ditetapkan sebagai tersangka.]]>

KOTA – Buntut dari kasus Koperasi Aneka Jaya (KAJ) Dua Enam yang dilaporkan masyarakat 2018 lalu menjadikan manajer koperasi itu A. Nadjib, 59, warga Margoyoso Pati ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka harus meringkuk di balik jeruji karena terbukti melakukan tindak pidana menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan tanpa seizin Bank Indonesia. Total dana yang dihimpun mencapai Rp 53 miliar.

Dalam gelar kasus tersebut, Wakapolres Pati Kompol Danu Pamungkas mengungkapkan, dalam kasus itu, sementara ini polisi menetapkan manajernya sebagai tersangka. Tersangka telah ditahan sejak 25 Maret lalu. Petugas menyelidiki kasus itu pada 2018 lalu setelah ada beberapa masyarakat yang melaporkan KAJ 26 karena tidak dapat mengambil uang simpanannya di koperasi itu.

“Para pelapor telah menyimpan uangnya dengan nominal cukup besar. Bahkan ada salah satu pelapor yang menyimpan uang hingga Rp 1,4 miliar di koperasi tersebut. Dari penyelidikan petugas, jumlah nasabah di KAJ 26 ada 1000 orang dengan dana yang dihimpun mencapai Rp 53 miliar. Tapi uang yang ada di rekening hanya Rp 7,9 miliar,” ungkapnya.

Modus dari kasus tersebut tersangka menghimpun dana dari masyarakat tanpa dilengkapi izin dari Bank Indonesia. Penghimpunan dana dilakukan sejak 2016-2017. Pada pertengahan 2017, uang nasabah sudah macet. Warga tak dapat mengambil uang mereka. Hingga akirnya beberapa warga melaporkan.

Petugas telah menyelidiki dan meminta keterangan dari para saksi. Selain itu, petugas juga meminta pendapat dari para ahli. Hingga akhirnya menetapkan manajernya sebagai tersangka. Saat ini, tersangka dijerat dengan Pasal 46 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan. Ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Terkait tindak pidana pencucian uang, polisi masih menyelidikinya. Termasuk kemungkinan penetapan tersangka lainnya masih dalam proses penyelidikan. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati mempercayakan uangnya kepada koperasi atau perbankan. Danu memberikan tips bagi warga sebelum menyimpan uang sedianya mengecek ke Dinas Koperasi dan mengikuti prosedur keanggotaan.

Diinformasikan, koperasi tersebut macet sejak Mei 2017 lalu. Para nasabah tak dapat mengambil deviden apalagi simpanannya. Koperasi itu memberikan iming-iming deviden sebesar dua persen sehingga membuat masyarakat tergiur. Karena macet, masyarakat melaporkannya ke Mapolres Pati.

Dari pihak koperasi sempat mengadakan pertemuan. Tapi tak menemukan titik terang. Koperasi tak dapat mengembalikan uang nasabah. Uang milik nasabah tak ada juntrungnya. Polisi menyelidiki kasus itu dan menetapkan manajernya sebagai tersangka.

Salah satu anggota KAJ 26 Pati, Karsidi dari Kecamatan Wedarijaksa mengaku, menitipkan uangnya di koperasi itu hingga Rp 1,6 miliar dengan sistem tabungan berjangka. Ia menitipkan uang ke dalam tabungan biasa sebesar Rp 70 juta, beruntung sudah diambil Rp 45 juta, masih ada Rp 25 juta belum diambil.

Ia mengaku tertarik untuk menitipkan uangnya di Koperasi 26 karena managernya sudah dikenal sebagai orang baik dan salah satu tokoh di Bumi Mina Tani. Karsidi juga beranggapan koperasi itu milik NU. Padahal hanya kantornya saja yang bersebelahan dengan kantor PCNU. Sehingga kepercayaannya sangat besar sampai mendepositokan uangnya miliaran rupiah ke Koperasi 26 .

“Sebenarnya koperasi itu sudah menandakan kolaps sejak Mei 2017 waktu itu saya mau mengambil tabungan berjangka saya sebesar Rp 900 juta dan jasa yang disepakati. Namun tidak bisa. Kemudian menjelang lebaran itu ingin mengambilnya lagi tapi tak juga berhasil. Akhirnya saya hanya bisa mengambil Rp 45 juta dari Rp 70 juta,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 09:28:51 +0700
<![CDATA[Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi Terancam Enam Tahun Kurungan Penjara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130873/pelaku-penyalahgunaan-bbm-subsidi-terancam-enam-tahun-kurungan-penjara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pelaku-penyalahgunaan-bbm-subsidi-terancam-enam-tahun-kurungan-penjara_m_130873.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pelaku-penyalahgunaan-bbm-subsidi-terancam-enam-tahun-kurungan-penjara_m_130873.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130873/pelaku-penyalahgunaan-bbm-subsidi-terancam-enam-tahun-kurungan-penjara

Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Blora menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya, Ombudsman RI Jawa Tengah.]]>

KOTA – Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di salah satu SPBU di Blora menjadi perhatian banyak pihak. Salah satunya, Ombudsman RI Jawa Tengah. Ombudsman meminta aparat penegak hukum tidak tutup mata terhadap aktivitas yang menyalahi aturan tersebut.

Plh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah Sabarudin Hulu mengaku, pendistribusian solar subsidi sudah ditentukan peruntukannya. Selain itu, aturannya juga sangat jelas. Sehingga tidak boleh disalahgunakan.

Menurutnya, sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 191 Tahun 2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian Dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, Pasal 18 ayat (2) menerangkan, Badan Usaha dan/atau masyarakat dilarang melakukan penimbunan dan/atau penyimpanan serta penggunaan Jenis BBM tertentu yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, dalam ayat berikutnya, yaitu ayat (3) dijelaslan lagi bahwa badan usaha dan/atau masyarakat yang melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sesuai aturan itu, setiap orang yang meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 juta.  

”Berikutnya, pasal 55 setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi pemerintah, dipidana dengan penjara paling lama  enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 juta,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha minyak yang biasa mengambil solar bersubsidi mengaku pihaknya memang salah. Namun dia juga menghidupi banyak orang. Sehingga mau tidak mau hal itu tetap dilakukan. Apalagi selama ini dia sudah memberikan atensi kepada aparat. Sehingga usahanya bisa berjalan.

Besarannya bervariatif. Mulai dari Rp 500 ribu sekali jalan. Ada juga atensi tiap bulannya bisa mencapai Rp 2,5 juta. Baik diambil langsung maupun melalui transfer. Belum lagi kalau ada even dan tamu dari luar Blora. ”Bisa dicek dan ditanya yang lain,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:26:20 +0700
<![CDATA[Akhir Bulan Ini Berkas Jasmin Dilimpahkan Ke Pengadilan Negeri ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130863/akhir-bulan-ini-berkas-jasmin-dilimpahkan-ke-pengadilan-negeri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/akhir-bulan-ini-berkas-jasmin-dilimpahkan-ke-pengadilan-negeri_m_1554866122_130863.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/akhir-bulan-ini-berkas-jasmin-dilimpahkan-ke-pengadilan-negeri_m_1554866122_130863.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130863/akhir-bulan-ini-berkas-jasmin-dilimpahkan-ke-pengadilan-negeri

Hingga kemarin, Jasmin, tersangka pencurian kayu senilai Rp 142.912 ini masih mendekam di Rutan Polres Blora. Sementara berkas masih diteliti Kejaksaan Blora.]]>

KOTA – Hingga kemarin, Jasmin, tersangka pencurian kayu senilai Rp 142.912 ini masih mendekam di Rutan Polres Blora. Sementara berkas masih diteliti Kejaksaan Negeri Blora. Rencananya, Jasmin akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Blora akhir bulan ini.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Blora Haung Rengga B mengaku, saat ini berkas Jasmin sudah diterima pihak kejaksaan dari penyidik Polres Blora. Pihaknya masih meneliti berkas-berkas tersebut. ”Rencananya Akhir Bulan kita limpahkan ke Pengadilan,” terangnya.

Jasmin didakwa melanggar pasal 12  huruf (e) Jo Pasal 83  (1)  b UU RI Nomor 18 Tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Kasus itu bermula, ketika warga Desa Singonegoro, Kecamatan Jiken ini hendak menjual kayu dengan ukuran panjang 400 Cm x 10 Cm x 8 Cm.

Apesnya, yang dia tawari kayu itu justru petugas Perhutani. Kayu itu ditawarkan seharga Rp 142.912. Alhasil, Jasmin langsung ditangkap. Dia pun kemudian diserahkan oleh petugas Perhutani ke Polres Blora. Jasmin sendiri menjual kayu itu karena kepepet kebutuhan hidup.

Kasus yang menimpa Jasmin ini juga sempat mendapat perhatian banyak pihak. Mulai dari Bupati Djoko Nugroho, Ombudsman, beberapa pengacara, dan lainnya. Mereka berharap aparat penegak hukum bisa menggunakan hati nurani dalam kasus ini. Bahkan Bupati Djoko Nugroho meminta agar Jasmin bisa dibebaskan. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:47:39 +0700
<![CDATA[Kapolres: Hanya Satu Pelaku Pembacokan di Kudus yang Bisa USBN]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130617/kapolres-hanya-satu-pelaku-pembacokan-di-kudus-yang-bisa-usbn https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kapolres-hanya-satu-pelaku-pembacokan-di-kudus-yang-bisa-usbn_m_130617.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kapolres-hanya-satu-pelaku-pembacokan-di-kudus-yang-bisa-usbn_m_130617.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130617/kapolres-hanya-satu-pelaku-pembacokan-di-kudus-yang-bisa-usbn

Dua dari tujuh pelaku tindak pidana curas di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara turut Desa Pedawang, Bae Kudus MZ, 16, dan MB, 15, siswa peserta USBN.]]>

KUDUS – Dua dari tujuh pelaku tindak pidana curas di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara turut Desa Pedawang, Bae Kudus MZ, 16, dan MB, 15, siswa peserta ujian sekolah berbasis nasional (USBN). Dari keduanya hanya MZ yang bisa dan bersedia mengikuti ujian itu. MB secara administrasi tidak memenuhi persyaratan ujian. Sebab dua bulan terakhir ia tidak mengikuti proses pembelajaran di sekolah.

Diberitakan sebelumnya Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Kudus berhasil mengamankan tujuh pelaku tindak pidana curas tersebut pada Jumat (5/4). Ketujuh pelaku tersebut yang sekarang diamankan di Polres Kudus semuanya masih di bawah umur.

Hal ini disampaikan Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto kemarin. Saat ditemui di ruangannya, Rismanto membenarkan jika hanya satu pelaku yang akan mengikuti ujian Kamis (11/4).

”Selain karena persyaratan administratif, pelaku MB sudah mengatakan tidak ingin mengikuti ujian. Kalau MZ bisa dan mau mengikuti ujian,” katanya.

Karena mereka masih memiliki hak mengikuti ujian. Pihak kepolisian mengaku, akan tetap mengizinkannya. Saat berangkat akan dapat pengawalan dari pihak kepolisian. Terkait persiapan seperti seragam dan perlengkapan lainnya, Rismanto mengaku sudah ada. Kemarin, orang tua pelaku sudah mengirimkan keperluan tersebut ke Polres Kudus.

”Kami belum tahu nanti akan ditempatkan di ruang khusus atau digabung dengan siswa lainnya. Nanti kami akan koordinasikan lebih lanjut dengan pihak sekolah,” ungkapnya.

Saat ini ketujuh pelaku yang berhasil ditangkap Satuan Reskrim Polres Kudus Sabtu (2/4) lalu itu ditahan di Mapolres Kudus. Mereka sengaja tidak ditempatkan di lapas dulu. Selain karena sebagian besar mereka masih berstatus anak sekolah di Kudus, juga karena terbatasnya waktu penyidikan.

”Ada yang masih ikut ujian juga. Nanti kalau di lapas, kami akan kerepotan. Karena harus bolak-balik. Selain itu, dalam waktu sepuluh hari ini berkas mereka juga harus kami selesaikan,” jelasnya.

Kemarin, pihak kepolisian juga mendatangkan Bapas Pati untuk mendampingi. Pihaknya berharap dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Kudus juga bisa melakukan pendampingan.

Selain Bapas Pati, kemarin Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Kabupaten Kudus dan Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus juga datang mendampingi. Pendampingan ini dilakukan karena mereka semua masih berusia di bawah umur.

Ketua JPPA Kudus Noor Haniah mengatakan akan memberikan pendampingan bukan hanya untuk pelaku tapi juga korban. Ia mengatakan, semuanya mengalami trauma. Apalagi identitas mereka sudah tersebar luas di media sosial.

”Kami juga menyayangkan kenapa hal itu terjadi. Tapi sudah terlanjur, jadi kami akan konsen untuk melakukan pendampingan kepada mereka,” katanya.

Kemarin, pihakanya sudah me-stressing dan taruma healing kepada pelaku dan korban. Dikatakannya, saat ini korban yang semula dirawat di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus sudah membaik. Bahkan sudah diizinkan pulang.

Perwakilan dari FKKG Kabupaten Kudus memberikan saran kepada media terutama media online untuk menghapus atau meralat konten yang seharusnya tidak disebutkan secara fulgar itu. Dan kepada masyarakat juga diminta untuk berhenti menyebarkan informasi tersebut. Sebab ketika ada pihak yang tidak terima, bisa dipidanakan.

”Kami tegaskan, ini bukan dalam rangka membela perbuatan pelaku yang salah. Tapi kami lakukan pendampingan agar mereka tetap mendapatkan hak hukum sebagai mana yang diatur dalam amanat undang-undang. Sebab mereka masih anak-anak,” tutupnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 09:26:19 +0700
<![CDATA[Polisi Ringkus Tujuh Tersangka Pembacokan, Dua Orang jalani UN]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130408/polisi-ringkus-tujuh-tersangka-pembacokan-dua-orang-jalani-un https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/polisi-ringkus-tujuh-tersangka-pembacokan-dua-orang-jalani-un_m_1554711540_130408.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/polisi-ringkus-tujuh-tersangka-pembacokan-dua-orang-jalani-un_m_1554711540_130408.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130408/polisi-ringkus-tujuh-tersangka-pembacokan-dua-orang-jalani-un

Satuan Reskrim Polres Kudus berhasil mengamankan tujuh pelaku tindak pidana curas yang terjadi di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara Desa Pedawang.]]>

KUDUS – Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Kudus berhasil mengamankan tujuh pelaku tindak pidana curas yang terjadi di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus kemarin. Ketujuh pelaku tersebut yang sekarang diamankan di Polres Kudus semuanya masih di bawah umur.

Masing-masing berinisial AS, 16, MA, 16, GA, 16, MZ, 16, MB, 15, AZ, 16, dan AA, 16. Bahkan dua diantaranya masih tercatat sebagai peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yakni MA dan MZ.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan, Para pelaku yang semuanya berjenis laki-laki ini ditangkap di tempat yang berbeda pada Jumat (5/4) dini hari. Ada yang ditangkap di rumahnya juga ada yang ditangkap di rumah saudaranya.

”Penangkapan kami lakukan mulai Kamis pukul 23.00 hingga Jumat subuh. Beberapa kami tangkap di kediaman masing-masing. Tapi ada juga yang sudah disembunyikan oleh keluarga di rumah saudara,” jelasnya.

Tak hanya tujuh pelaku yang diamankan, tim I Resmob Satreskrim Polres Kudus juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU warna hitam. Saat penangkapan, barang bukti milik korban bernama Jalaludin Muhamad Akbar, salah satu siswa SMK Kristen Nusantara kelas XI jurusan Mesin 3 itu sedang dikuasai MA.

”Pelaku sudah berusaha mengubah warna sepeda motor tersebut dengan cara dikerok. Semula warnanya pink jadi hitam,” katanya.

Rismanto mengungkapkan, kelompok pemuda ini memang sering berkeliaran dan nongkrong di jalan setiap malam. Terkait motifnya mereka memang sengaja mencari sasaran utnuk melukai dan mengambil sepeda motor target sasarannya. ”Sasaran mereka ambil secara acak,” imbuhnya.

Meskipun untuk aksi begal diakui baru dilakukan pertama kali ini, namun Rismanto mengungkapkan dua pelaku pernah melakukan aksi jambret. Atas perbuatannya ini pelaku dijerat dengan pasal 365 KUHPidana. Ancaman hukuman lima tahun penjara.

”Untuk yang masih menjalani ujian, kami besok tetap mengizinkannya untuk mengikuti di sekolah. Tentunya dengan pengawalan dari kami,” ujarnya.

AS, pelaku yang berperan sebagai pembacok korban mengaku, melakukan pembacokan sebanyak dua kali. Akibatnya korban mengalami luka bacok di kepala sepanjang 14 sentimeter dan di bahu empat sentimeter. Dengan menggunakan sabit yang saat ini belum diketahui keberadaannya. Para pelaku semuanya mengaku lupa karena saat itu mereka sedang mabuk. ”Motornya tidak dijual, mau digunakan sendiri,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 14:43:14 +0700
<![CDATA[Identitas Tersebar di Medsos, Lawyer Pelaku Begal Tuntut Hak Hukum]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130360/identitas-tersebar-di-medsos-lawyer-pelaku-begal-tuntut-hak-hukum https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/identitas-tersebar-di-medsos-lawyer-pelaku-begal-tuntut-hak-hukum_m_130360.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/identitas-tersebar-di-medsos-lawyer-pelaku-begal-tuntut-hak-hukum_m_130360.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130360/identitas-tersebar-di-medsos-lawyer-pelaku-begal-tuntut-hak-hukum

Penangkapan tujuh pelaku begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis beberapa waktu ternyata cukup menyita perhatian sebagian masyarakat.]]>

KUDUS – Penangkapan tujuh pelaku begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara timur Taman Oasis beberapa waktu ternyata cukup menyita perhatian sebagian masyarakat. Bahkan seharian kemarin, topik ini masih menjadi perbincangan hangat di berbagai sosial media.

Masyarakat banyak yang memuji tentang keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus secara cepat. Namun, tak sedikit pula yang menyayangkan terkait bocornya identitas pelaku yang disebar secara vulgar. Selain foto wajah, nama lengkap dan alamat juga dengan cepat beredar media sosial (medsos).

Hal ini pula yang disayangkan oleh Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG). Kuasa hukum pelaku Yusuf Istanto akan melakukan protes kepada pihak kepolisian. Rencananya hari ini pihaknya akan menuntut hak hukum yang seharusnya diterima oleh para pelaku yang masih di bawah umur itu.

”Tim dari FKKG akan melakukan proses pendampingan secara hukum. Rencananya, besok (hari ini, Red) akan menemui pihak yang berwajib untuk menuntut hak hukum,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun para pelaku sudah ditangkap dan terbukti melakukan tindakan perampasan dan kekerasan, hak tersebut harus tetap didapatkan. Sebab, hal ini sudah diatur jelas dalam undang-undang.

”Berdasarkan UU Perlindungan Anak Pasal 3 Angka 9 sudah diatur jelas mereka punya hak untuk dilindungi identitasnya. Sebab, mereka masih di bawah umur. Ini nyatanya banyak dilanggar,” ungkapnya.

Pihaknya tak segan-segan akan memperkarakan kasus ini kepada pihak yang berwajib. Pihak-pihak yang turut serta menyebarkan informasi tersebut, baik gambar ataupun tulisan akan diproses secara hukum.

Terkait hak untuk mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK), dua pelaku yang menjadi peserta pun diusahakan akan tetap diberikan. Tim FKKG mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, agar dua pelaku yang menjadi peserta ujian tetap bisa mengikuti.

”Bagaimanapun anak yang dihadapkan dengan hukum tetap memiliki hak untuk mengikuti ujian, meskipun sudah divonis sekalipun. Mereka tetap bisa mengikuti ujian. Kalupun dilakukan di tahanan pun tidak masalah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus Noor Haniah juga mengaku akan melakukan pendampingan. Tak hanya untuk pelaku, tapi juga korban. Sebab, semuanya merupakan anak di bawah umur.

”Terkait kasus ini kami memang belum mendalaminya dengan betul. Tapi, kami tetap akan lakukan pendampingan keduanya, baik korban maupun pelaku. Karena semuanya masih di bawah umur. Secepatnya kami akan tengok korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit,” katanya. 

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 11:02:36 +0700
<![CDATA[Kapolres: Aksi Begal di Jalan Lingkar Utara Sudah Terjadi Kali Ketiga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129832/kapolres-aksi-begal-di-jalan-lingkar-utara-sudah-terjadi-kali-ketiga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/kapolres-aksi-begal-di-jalan-lingkar-utara-sudah-terjadi-kali-ketiga_m_129832.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/kapolres-aksi-begal-di-jalan-lingkar-utara-sudah-terjadi-kali-ketiga_m_129832.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129832/kapolres-aksi-begal-di-jalan-lingkar-utara-sudah-terjadi-kali-ketiga

Kasus begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu sudah terjadi dua kasus. Sedangkan tahun ini, terjadi satu kasus.]]>

KUDUS – Kasus begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu sudah terjadi dua kasus. Sedangkan tahun ini, terjadi satu kasus yang menimpa Jalaludin Muhammad Akbar. Dia merupakan siswa SMK Kristen Nusantara kelas XI jurusan teknik mesin.

Sampai kemarin, kasus yang terjadi Selasa (2/3) lalu sekitar pukul 22.30 di Jalan Lingkar Utara atau timur Taman Oasis ini, masih didalami pihak kepolisian. Pelaku belum tertangkap.

Sebagaimana diketahui. Korban dibegal sembilan orang. Saat itu, dia hendak mengantar pacarnya pulang. Akibatnya mengalami luka serius dan motornya Satria FU dibawa kabur.

Kejadian kriminal berupa begal sendiri bukan kali pertama. Dalam catatan Polres Kudus pada tahun lalu, ada tiga kasus serupa. Dua kasus berhasil terungkap dan satu kasus masih dalam penyelidikan.

Hal ini disampaikan Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto kemarin. Dia mengatakan, kasus begal yang baru terjadi di Jalan Lingkar Utara sepanjang 2019 ini baru satu kasus. Hingga kemarin masih proses penyelidikan.

”Kami imbau kepada masyarakat terutama saat berkendaraan di malam hari. Agar selalu meningkatkan kewaspadaan. Hindari lewat jalan yang sepi saat malam hari. Jangan berkendara sendiri,” imbaunya.

Dia menuturkan, kasus ini ditangani Polsek Bae tapi di-back up oleh Polres Kudus untuk proses lidiknya. Rismanto berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus untuk menambah lampu penerangan jalan umum di tempat yang gelap dan sepi. Selain itu, pihaknya akan meningkatkan patroli di tempat rawan kriminal.

Sementara itu, korban begal Jalaludin Muhammad Akbar kemarin kondisinya sudah berangsur membaik. Namun masih dirawat di Ruang Sofiah Rumah Sakit (RS) Aisiyah. Manajer Marketing dan Humas RS Aisiyah Budi Istriawan menerangkan, sampai saat ini kondisi pasien korban begal mulai membaik dan sudah bisa berjalan.

”Sebenarnya fisik dari pasien kuat, sehingga menunjang pemulihan. Dokter yang menangani spesialis bedah Rosyid Attaqi. Kemungkinan lusa (besok, Red) bisa pulang, tapi keputusan menunggu dari dokter yang menangani,” ungkapnya.

Budi menerangkan, luka yang dialami pasien yakni luka robek di kepala atas bagian belakang sebelah kanan sampai ke bawah dengan bentuk L terbalik. Dia pun harus menerima jahitan 25 simpul dalam dan 20 simpul luar. Selain itu, juga mengalami luka cakaran di punggung.

”Pasien masuk di instalasi gawat darurat (IGD) RS Aisyiyah Selasa (2/4) sekitar pukul 23.00. Langsung kami lakukan penanganan tindakan cepat. Saat ini pemulihan fisik, tapi jenis makanannya masih bubur. Namun setidaknya berangsur-angsur membaik,” jelasnya.

Dia menambahkan, pasien korban begal mendapatkan perawatan intensif di ruang Sofiah dan ditunggu oleh keluarganya. Ia juga mengaku, beberapa waktu lalu juga pihak kepolisian mendatangi korban untuk memintai keterangan dan pasien bisa menjelaskan detail.

Terpisah, pihak SMK Kristen Nusantara membenarkan kalau ada siswanya yang menjadi korban begal. Vie, kepala tata usaha (TU) SMK Kristen Nusantara mengatakan, guru wali kelas sudah menjenguk siswa tersebut dan sudah mendapatkan cerita kronologi kejadiannya.

”Saat ini kelas XI baru melaksanakan ujian tengah semester (UTS) sampai Rabu (10/4). Jadi, Jalaludin ini nanti bisa ikut ujian susulan. Mudah-mudahan pelakunya bisa tertangkap,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 11:38:41 +0700
<![CDATA[Pulang Antarkan Kekasih, Pelajar SMK Ini Terkapar Disabet Celurit]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129524/pulang-antarkan-kekasih-pelajar-smk-ini-terkapar-disabet-celurit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/pulang-antarkan-kekasih-pelajar-smk-ini-terkapar-disabet-celurit_m_129524.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/pulang-antarkan-kekasih-pelajar-smk-ini-terkapar-disabet-celurit_m_129524.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129524/pulang-antarkan-kekasih-pelajar-smk-ini-terkapar-disabet-celurit

Aksi pembegalan terjadi di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara pada Selasa (2/4) pukul 22.30. Satu korban terkena sabetan celurit.]]>

KUDUS - Aksi pembegalan terjadi di depan Klinik Medistra Jalan Lingkar Utara pada Selasa (2/4) pukul 22.30. Satu korban terkena sabetan celurit yang dilakukan sembilan pelaku. Saat ini sembilan pelaku itu masih status buron.

Korban pembegalan itu bernama Jalaludin Muhamad Akbar. Salah seorang Pelajar SMK Kristen Nusantara kelas XI jurusan Mesin 3 yang berdomisili di Desa Tumpangkrasak. Saat itu korban beserta kekasihnya, Anne Ayu Maryan berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam milik sang pacar. Keduanya pergi ke salah satu warung kerang di Ruko Agus Salim, Getas Pejaten, Kudus.

Tepat pukul 22.00 WIB, keduanya meninggalkan warung kerang tersebut. Keduanya kembali menuju rumah korban. Anne Ayu Maryan bermaksud pulang sendiri menggunakan motornya. Namun saat itu motornya kehabisan bensin. Alhasil dirinya diantar korban menggunakan motor Suzuki Satria FU warna pink tanpa pelat nomor untuk membeli bensin di Pom Bensin Bacin, Bae, Kudus.

Usai membeli bensin, korban bermaksud mengantar pulang kekasihnya ke rumahnya di Desa Karangbener. Dalam perjalanan mengantarkan kekasihnya itu, keduanya melintas di sebelah timur Taman Oasis atau di depan klinik Medistra. Dari arah berlawanan ada sekelompok pelaku yang berjumlah sembilan orang dengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Yakni sepeda motor Honda Beat dan Suzuki Satria Hitam.

Saat itu salah seorang pelaku berteriak ”Eh mandek, tak pateni kowe (berhenti, saya bunuh kamu, Red)”. Pelaku kemudian menghentikan korban. Mereka mengeroyok korban dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit yang disabetkan ke kepala dan bahu korban. Melihat situasi itu, pacar korban berteriak meminta pertolongan. Nahas, saat itu tidak ada yang mau menolong. Hingga akhirnya pacar korban berjalan ke arah barat untuk meminta tolong kepada satpam yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Setelah meminta pertolongan, pacar korban kembali ke lokasi kejadian. Dirinya melihat korban sudah tergeletak di jalan. Saat itu ada mobil patroli Polsek Bae, Kudus yang melintas. Sontak pelaku kabur ke arah barat dan ke arah selatan. Salah seorang pelaku juga membawa sepeda motor korban, yakni Suzuki Satria FU warna pink tanpa plat nomor dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Menanggapi hal ini Kapolsek Bae Iptu Ngatmin membenarkan hal itu. ”Benar ada kejadian itu. Tetapi saat ini pelakunya masih dalam penyelidikan. Ada sembilan orang. Barang bukti juga masih kami cari. Untuk info lebih lanjut akan kami infokan,” terangnya.

Terpisah, Manajer Humas Rumah Sakit Aisyiyah Budi Istriawan membenarkan ada korban begal yang dirawat di Rumah Sakit Aisyiyah. ”Memang ada korban begal yang dirawat di sini (RS Aisyiyah, Red). Sudah kami bawa ke UGD,” jelas Budi.

Pelaku mengalami luka robek dan dan lecet. Luka robek berada di kepala bagian belakang yang sudah ditangani sebanyak 25 simpul jahitan dalam. 20 simpul jahitan luar. Sementara luka robek di bahu kiri diberi tiga simpul jahitan. Tak hanya itu, korban juga mengalami luka lecet di area badan.

Budi menambahkan, kondisi korban sudah membaik. ”Korban masih dalam perawatan di ruangan. Kondisi korban sudah membaik dan pasien sudah dapat berkomunikasi dengan baik,” imbuhnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 10:48:03 +0700
<![CDATA[Edarkan Ribuan Obat Terlarang, Pria Ini Akhirnya Dibekuk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128591/edarkan-ribuan-obat-terlarang-pria-ini-akhirnya-dibekuk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/edarkan-ribuan-obat-terlarang-pria-ini-akhirnya-dibekuk-polisi_m_128591.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/edarkan-ribuan-obat-terlarang-pria-ini-akhirnya-dibekuk-polisi_m_128591.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128591/edarkan-ribuan-obat-terlarang-pria-ini-akhirnya-dibekuk-polisi

Pengedar obat terlarang yang meresahkan masyarakat telah dibekuk oleh tim Sat Narkoba Polres Jepara. Diketahui tersangka beriniasial AS ,37.]]>

KOTA - Pengedar obat terlarang yang meresahkan masyarakat telah dibekuk oleh tim Sat Narkoba Polres Jepara. Diketahui tersangka beriniasial AS ,37. Kejadian penggrebegan bermula ketika masyarakat mendapat informasi bahwa AS mengedarkan obat-batan tanpa izin.

Barang bukti berupa 1,557 butir obat trihexyphenidyl warna putih, dua plastik clip merk C-tik, uang tunai Rp. 1,39 juta. Dan tiga botol plastik warna putih.

Sasaran pasarnya ditujukan pada anak-anak dan remaja. Berdasarkan laporan tersebut, Sat Narkoba Polres Jepara kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Pada Jum’at (20/3) lalu sekitar pukul 17.30, saat melakukan proses penyelidikan, petugas penyelidikan melihat seorang dengan gerak-gerik yang mencurigakan di SPBU Wedalan. Atas dasar kecurigaan tersebut, petugas kemudian melakukan penangkapan.

Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan dua butir trihexyphenidyl warna putih. Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian, orang tersebut mengaku berinisial HS, 28, warga Kembang, Jepara.

HS mengaku, membeli obat tersebut dari AS. Berdasarkan pengakuan ini, kepolisian langsung melakukan penangkapan kepada AS.  Saat dilakukan penggeledahan di kediamannya Bangsri, polisi menemukan berbagai barang bukti.

Kemudian AS beserta barang bukti diamankan di Polres Jepara untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Jepara, AKBP Arif Budiman mengatakan modus dan pola peredaran obat-obatan jenis trihexyphenidyl ini dilakukan tersangka dengan memesan dari calon tersangka lain yang berdomisili di luar kota. Saat ini masih dilakukan proses pengejaran.

”Oleh tersangka diedarkan secara eceran per butir Rp 3 ribu. Dibuatkan dalam satu paket. Ada paket isi dua, isi empat, ataupun isi enam,” ujarnya.

Tersangka AS terancam Primer pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp. 1 miliar lima ratus ribu,-. Juga Primer Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan pidana paling singkat 10 dan denda paling banyak Rp. 1 miliar. (vah)

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 13:29:28 +0700
<![CDATA[Bobol Minimarket Pakai Linggis, Maling Gasak Rp 25 Juta dan Barang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128585/bobol-minimarket-pakai-linggis-maling-gasak-rp-25-juta-dan-barang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/bobol-minimarket-pakai-linggis-maling-gasak-rp-25-juta-dan-barang_m_128585.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/bobol-minimarket-pakai-linggis-maling-gasak-rp-25-juta-dan-barang_m_128585.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128585/bobol-minimarket-pakai-linggis-maling-gasak-rp-25-juta-dan-barang

Toko dan minimarket milik Suti Rahayu di Desa Dukuhmulyo, Jakenan dibobol maling kemarin. Pelaku membobol minimarket diduga menggunakan linggis yang tertinggal.]]>

JAKENAN – Toko dan minimarket milik Suti Rahayu di Desa Dukuhmulyo, Jakenan dibobol maling kemarin. Pelaku membobol minimarket diduga menggunakan linggis yang tertinggal di lokasi. Akibat pencurian dengan pemberatan itu, korban mengalami kerugian hingga Rp 135 juta.

Berdasarkan informasi kemarin (29/3) pukul 07.30 keluarga korban Pongky, 56 mendatangi toko Titik yang bersebelahan dengan minimarket Garuda Yaksa milik korban di Dukuh Sleko, Desa Dukuhmulyo, Jakenan. Ketika mendatangi lokasi, kondisi pintu toko dan minimarket itu sudah dalam keadaan terbuka dengan bekas congkelan.

Ia lantas mengecek toko itu bersama dua karyawan lainnya. Selain pintu yang sudah rusak, barang-barang di toko dan minimarket juga berserakan. Beberapa rokok di etalase, uang di dalam laci, CCTV sudah raib. Kejadian tersebut lantas dilaporkan kepada korban dan petugas Mapolsek Jakenan.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Jakenan Kompol Suyatno menuturkan, menerima laporan dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) pukul 13.00. Pihaknya juga melakukan olah TKP dengan Sat Reskrim Polres Pati yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana.

Kejadian itu merupakan pencurian dan pemberatan. Korban diduga masuk kedalam minimarket dengan menaiki dinding belakang melewati ventilasi kamar mandi dengan menggunakan tangga. Setelah itu mencongkel pintu minimarket menggunakan linggis. Barang bukti tersebut tertinggal di lokasi.

Setelah berhasil masuk ke dalam minimarket, pelaku mengambil rokok berbagai merek sebanyak 45 bal. Kebetulan korban baru saja kulakan rokok sehingga jumlah rokok yang dibawa pelaku sangat banyak. Disana, pelaku juga membobol laci yang didalamnya terdapat uang tunai Rp 25 juta.

Tak berhenti disitu, pelaku juga membawa CCTV sekaligus receiver kamera di dekat kasir untuk menghilangkan jejaknya. Setelah berhasil membobol minimarket dan mencuri barang-barang berharga, pelaku meninggalkan lokasi. Kejadian itu diprediksi terjadi dini hari dan diketahui pagi ketika karyawan hendak membuka toko dan minimarket.

“Kami tengah memburu pelaku dugaan dugaan tindak pidana pecurian dangan pemberatan (curat) sesuai Pasal 363 KUH Pidana. Kami juga telah mengamankan barang bukti dan meminta keterangan dari para saksi. Semoga saja pelaku segera kami tangkap,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 12:57:17 +0700
<![CDATA[Kasus Pencurian Kayu Jati Perhutani Rp 143 Ribu, Pelaku Dibui]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128533/kasus-pencurian-kayu-jati-perhutani-rp-143-ribu-pelaku-dibui https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/kasus-pencurian-kayu-jati-perhutani-rp-143-ribu-pelaku-dibui_m_128533.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/kasus-pencurian-kayu-jati-perhutani-rp-143-ribu-pelaku-dibui_m_128533.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128533/kasus-pencurian-kayu-jati-perhutani-rp-143-ribu-pelaku-dibui

Simpati terhadap Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu di hutan Perhutani terus mengalir. Sebelumnya, simpati datang dari Jawa Pos Radar Kudus.]]>

BLORA – Simpati terhadap Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu di hutan Perhutani terus mengalir. Sebelumnya, simpati datang dari Jawa Pos Radar Kudus. Kemudian Bupati Blora Djoko Nugroho. Kali ini, datang dari Blora Lawyer Club (BLC). Yaitu perkumpulan lawyer di Kota Sate. Mereka siap mendampingi Jasmin dalam persidangan.

Ketua BLC Sugiyarto menyatakan, BLC sudah mendatangi kediaman Jasmin. Melihat kondisi riil keluarga. Juga kondisi kliennya di Rutan Polres Blora dan barang bukti kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 cm x 10 cm x 8 cm dan volume 0.0320 M3. Dari pencurian kayu ini, kerugian Perhutani atau negara diperkirakan hanya Rp 142.912.

Dia mengaku sudah mendengarkan cerita dan kronologi kejadian dari Jasmin. Karena rasa iba dan ada dugaan ketidakadilan hukum, BLC memutuskan mengawal persoalan ini hingga tuntas. ”Kami dari BLC siap mengawal Pak Jasmin. Dia tulang punggung keluarga. Dari keluarga miskin. Kayu itu dijual untuk beli beras. Bukan untuk memperkaya diri sendiri. Kerugian yang ditimbulkan hanya sekitar Rp 143 ribu,” terangnya.

Dengan begitu, pihaknya memutuskan melakukan pembelaan terhadap Jasmin. ”Apa yang terjadi saat ini adalah hukum itu cukup tegas terhadap orang-orang miskin, tapi kurang tegas jika berhadapan dengan orang-orang kaya,” terangnya.

Dia berharap, perkara ini bisa menggugah rasa keadilan di masyarakat. Jangan sampai kehilangan hati nurani. ”Mengacu Pasal 28 D Ayat 1 UUD 45, setiap orang berhak atas pengakuan jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakukan yang sama dihadapan hukum. Jangan sampai pasal 54 UU No. 8 th 1981 tidak tersentuh sama sekali,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Djoko Nugroho juga ikut berempati kepada Jasmin. Bahkan, dia meminta agar Jasmin bisa dibebaskan. Dia juga berkeyakinan, Jasmin memang butuh untuk kebutuhan sehari-hari.

Bupati menyesalkan banyak pencuri kayu yang besar-besar bisa lolos. Sementara ini yang benar-benar warga miskin dan kepepet untuk membeli beras haru ditangkap dan ditahan. Apalagi Jamin tulang punggung keluarga.

Sebelumnya, Ombudsman juga prihatin atas kasus ini. Diharapkan, pihak kepolisian dan pelapor dapat melihat kerugian yang dialami. Sebab, hukum pidana saat ini sudah menuju pada pembaruan yang lebih baik. Tak hanya melihat pasal demi pasal, tetapi juga nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Diketahui bersama, Jasmin, 53, warga RT 3/RW 1, Desa Singonegoro, Jiken, Blora didakwa melanggar Pasal 12 Huruf (e) Jo Pasal 83 (1) b UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Dia ditangkap saat menawarkan kayu Rp 100 ribu. Apesnya, yang ditawari ternyata petugas Perhutani yang sedang nyamar. Benar saja, dia langsung diringkus dan dibawa ke polsek pada Jumat (8/3) sekitar pukul 06.30.

Dia ditangkap beserta barang bukti satu batang kayu dengan panjang 400 cm x 10 cm x 8 cm volume 0.0320 M3. Kerugian perhutani atau negara Rp 142.912. Alasan Jasmin mencuri kayu karena kepepet kebutuhan hidup. Hasilnya akan untuk beli beras.

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 10:16:29 +0700
<![CDATA[Jadi Tersangka Pencurian Kayu, Bupati Blora: Tolong Jasmin Dibebaskan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128303/jadi-tersangka-pencurian-kayu-bupati-blora-tolong-jasmin-dibebaskan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/jadi-tersangka-pencurian-kayu-bupati-blora-tolong-jasmin-dibebaskan_m_128303.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/jadi-tersangka-pencurian-kayu-bupati-blora-tolong-jasmin-dibebaskan_m_128303.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128303/jadi-tersangka-pencurian-kayu-bupati-blora-tolong-jasmin-dibebaskan

Penangkapan Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu di hutan Perhutani kembali mendapatkan simpati. Kali ini, datang dari orang nomor 1 di Kabupaten Blora.]]>

BLORA – Penangkapan Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu di hutan Perhutani kembali mendapatkan simpati. Kali ini, datang dari orang nomor 1 di Kabupaten Blora, Bupati Djoko Nugroho. Bahkan, dia meminta agar Jasmin bisa dibebaskan.

Hal ini disampaikan secara langsung dalam dua momen sekaligus. Pertama, saat  pencanangan zona integeritas di Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Blora dan acara sosialisasi Perundang-undangan Desa dan Program Jaga Desa Pengawalan terhadap Distribusi serta Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Blora yang bertempat di Kantor Konco Tani.

Dalam kesempatan itu, Bupati Djoko Nugroho meminta agar Jasmin bisa dibebaskan. ”Kebetulan ini lengkap (ada kejaksaan, kepolisian, pengadilan, dan advokat). Saya mau minta tolong, kasus Pak Jasmin (pencurian kayu) mbok yo diiwangi (tolong dibantu). Mosok nyolong kayu sak lonjor wae, rego Rp 100 ewu kok yo dicekel (masak mencuri kayu sebatang saja, seharga Rp 100 ribu kok ya ditangkap). Saya yakin dia memang butuh untuk makan. Nak iso dibebaske. Coba advokat, iku diiwangi (kalau bisa dibebaskan. Coba advokat, itu dibantu),” terangnya.

Bupati juga menyesalkan banyak pencuri kayu besar-besar bisa lolos. Sementara ini yang benar-benar warga miskin dan kepepet untuk membeli beras ditangkap dan ditahan. Apalagi Jasmin ini tulang punggung keluarga. Bupati juga meminta kepada kejaksaan untuk benar-benar mendalami kasus ini.

Begitu juga saat menghadiri acara sosialisasi Perundang-undangan Desa di Kantor Konco Tani. Bupati juga meminta agar Jasmin dilepaskan. ”Tadi saya habis mengikuti zona integritas. Di situ ada polres, kejaksaan, pengadilan, dan advokat. Saya juga sampaikan agar Jasmin dibebaskan,” terangnya di hadapan ratusan kepala desa se-Kabupaten Blora.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora Haung Rengga B mengaku, berkas Jasmi sudah diterima kejari. Saat ini masih diteliti. Terkait permintaan bupati untuk dibebaskan memang tak mungkin. Sebab, yang bersangkutan masih dalam penahanan. Namun, akan menjadi bahan pertimbangan pimpinan.

”Yang pasti jadi bahan pertimbangan. Tentang motifnya untuk makan atau mencari keuntungan. Tetap jadi pertimbangan pimpinan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ombusmand, Lidah tani dan lainnya juga ikut prihatin atas ditangkapnya Jasmin. Diharapkan, pihak kepolisian dan pelapor dapat melihat kerugian yang dialami. Sebab hukum pidana saat ini sudah menuju pada pembaruan yang lebih baik. Tak hanya melihat pasal demi pasal, tetapi juga nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Diketahui bersama, Jasmin, 53, RT 3/RW 1, Warga Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora didakwa melanggar Pasal 12  Huruf (e) Jo Pasal 83 (1) b UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Dia ditangkap saat menawarkan kayu dengan cara dipikul pada Jumat (8/3) sekitar pukul 06.30. Kayu hasil curian itu ditawarkan Rp 100 ribu. Apesnya, yang ditawari itu ternyata petugas Perhutani yang lagi nyamar. Benar saja, dia langsung diringkus lalu dibawa ke mapolsek.

Jasmin ditangkap di lorong Jalan Damaran, RT 6/RW 4, Kelurahan/Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 cm x 10 cm x 8 cm, volume 0.0320 M3. Kerugian perhutani atau negara senilai Rp 142.912.

Alasan Jasmin mencuri kayu karena kepepet kebutuhan hidup. Hasil penjuaan kayu akan digunakan membeli beras. Dia berharap ada keajaiban agar dibantu bisa segera keluar dari penjara.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 10:42:16 +0700
<![CDATA[Ombudsman Prihatin Penangkapan Jasmin, Begini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128143/ombudsman-prihatin-penangkapan-jasmin-begini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/ombudsman-prihatin-penangkapan-jasmin-begini-alasannya_m_128143.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/ombudsman-prihatin-penangkapan-jasmin-begini-alasannya_m_128143.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128143/ombudsman-prihatin-penangkapan-jasmin-begini-alasannya

Pelaporan dan penangkapan Jasmin,53, tersangka pencurian kayu, mendapatkan banyak simpati. Mulai dari Ombudsman, Lidah tani dan lainnya.]]>

BLORA - Pelaporan dan penangkapan Jasmin,53, tersangka pencurian kayu, mendapatkan banyak simpati. Mulai dari Ombudsman, Lidah tani dan lainnya. Diharapkan, pihak kepolisian dan pelapor dapat melihat kerugian yang dialami. Sebab hukum pidana kita saat ini sudah menuju pada pembaruan yang lebih baik. Tidak hanya melihat pasal demi pasal, tetapi juga nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat.

Sabarudin Hulu, Plh. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah mengaku prihatin atas peristiwa pidana yang terjadi dan menimpa Jasmin,53, warga Singonegoro, RT 3/Rw I, Kecamatan Jiken, tersebut. Menurutnya, perbuatan pidana tidak serta merta langsung dinyatakan bersalah. Dua hal yang menjadi landasan. Yakni dibuktikan Mens Rea (niat pelaku) dan Actus Reus yakni perbuatan atau kesalahan pelaku.

“Kepolisian saat ini, sudah terjadi reformasi dalam penanganan kasus pidana. Yakni dengan mengupayakan perdamaian (restorative justice) dengan melihat kerugian yang dialami pelapor,” terangnya.

Dia berharap, mudah-mudahan kepolisian mempertimbangkan mensrea atau niat pelaku melakukan pencurian. Sehingga kepolisian dapat melakukan diskresi dalam menyelesaikan kasus ini. Jika pun kasus ini tetap P21, hakimlah yang akan memeriksa dan menilai dari sisi nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Khususnya niat pelaku.

“Mudah-mudahan kepolisian mempertimbangkan alasan pelaku. Hukum pidana kita saat ini sudah menuju pada pembaruan yang lebih baik. Tidak hanya melihat pasal demi pasal, tetapi juga nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat,” jelasnya.

Lukito Ketua Lidah Tani mengaku, masalah Agraria adalah masalah hidup dan kesejahteraan Rakyat. Hal tersebut dilindungi dan dijamin oleh UUD 1945 sebagai konstitusi Negara yang harusnya menjadi pedoman pemerintah dalam menjalankan mandat Rakyat.

“Tapi fakta di lapangan berbicara lain. Kekuasaannya tidak lebih hanya menjadi alat kepentingan pribadi atau kelompok semata,” jelasnya.

Menurutnya, 160 tahun sudah buruh tani dan tani miskin sekitar hutan Jawa hanya menjadi objek penghisapan rezim penguasa hutan. Dan negara tidak pernah hadir melindungi hak-hak mereka.

“Buruh tani di Blora harus meringkuk di penjara 57 -77 orang pertahunnya. Kalau kita bagi per bulan 5-6 orang harus mendekam di balik jeruji besi. Hanya karena mereka harus menyambung hidup keluarganya. Bukan untuk kaya. Apalagi memperkaya diri sendiri,” tegasnya.

Kades Singonegoro, Kecamatan Jiken,Blora mengaku, keluarga pak Jasmin memang tergolong kurang mampu. Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Indonesia Sehat. “Orangnya baik dengan tetangga juga grapyak. Tidak neko-neko,” ucapnya.

Dia menambahkan, sudah berusaha melakukan pendekatan dengan kedua belah pihak. Apalagi aksi itu dilakukan karena kepepet ekonomi. Untuk  membeli kebutuhan keluarga. Yaitu beras. “Saya sudah berusaha membantu. Yaitu datang ke Polsek dan Polres. Namun mereka tetap tidak bisa,” katanya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Mar 2019 13:06:21 +0700
<![CDATA[Dikejar dari Jatirogo, Tersangka Pengedar Upal Dibekuk Polisi di Gunem]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126371/dikejar-dari-jatirogo-tersangka-pengedar-upal-dibekuk-polisi-di-gunem https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/dikejar-dari-jatirogo-tersangka-pengedar-upal-dibekuk-polisi-di-gunem_m_126371.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/dikejar-dari-jatirogo-tersangka-pengedar-upal-dibekuk-polisi-di-gunem_m_126371.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126371/dikejar-dari-jatirogo-tersangka-pengedar-upal-dibekuk-polisi-di-gunem

Seorang pengedar uang palsu dibekuk Resmob Polres Rembang bersama Reskrim Polsek Gunem kemarin. Dalam aksi penyergapan tersebut sempat diwarnai kejar-kejaran.]]>

KOTA – Seorang pengedar uang palsu (upal) dibekuk Resmob Polres Rembang bersama Reskrim Polsek Gunem kemarin. Dalam aksi penyergapan tersebut sempat diwarnai kejar-kejaran mulai Jatirogo, Sale, Sedan, Pamotan, hingga akhirnya dibekuk di depan madrasah di Kecamatan Gunem.

Pelaku bernama Muskan Pratama Putra, 36, warga Dukuh Krajan, Desa Srobyong, Kecamatan Mlongo, Jepara. Dalam aksi penyergapan ini petugas berhasil menemukan barang bukti upal sebesar Rp 10 juta dari tersangka.

 Pelaku sebelumnya sudah diawasi Resmob Polres Rembang dari wilayah Jatirogo, Jawa Timur. Pelaku dibuntuti hingga daerah Sale, Sedan, Pamotan hingga akhirnya dibekuk Polsek Gunem.

“Ada empat personel  yang ikut melakukan aksi penghadangan. Setiba di depan madrasah Gunem, pelaku yang menggunakan motor sempat mencoba balik arah. Namun saat ingin balik arah Pamotan pelaku akhirnya ditabrak hingga motor yang ditumpangi tersangka terjatuh dan langsung diamankan,” ungkap Kapolsek Gunem, AKP Jarot Sugiantoro.

Jarot menyebutkan penyergapan dilakukan sekitar pukul 10.00 siang. Dari tangan pelaku pihaknya berhasil mengamankan uang palsu sebanyak Rp 10 juta dengan pecahan Rp 100 ribu. Soal barang dari mana dan sudah diedarkan, pihaknya masih melakukan pengembangan.”Kami masih melakukan pemeriksaan. Hingga kini saat ditanya petugas pelaku hanya bilang mengurusi kayu Sonokeling,” ungkapnya.

Menurut Jarot, tersangka terbilang berbelit-belit saat diperiksa. Salah satunya saat ditanya alamat. Beruntung, pihaknya menemukan fotocopy KTP asli. “Pelaku tercatat seorang residivis  pada kasus Upal. Jadi tersangka sudah diintai sejak lama oleh Resmob,” terangnya. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 15:06:51 +0700
<![CDATA[Pulang Nongkrong, Warga Desa Pohgading Ini Ditusuk Orang Tak Dikenal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126276/pulang-nongkrong-warga-desa-pohgading-ini-ditusuk-orang-tak-dikenal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/pulang-nongkrong-warga-desa-pohgading-ini-ditusuk-orang-tak-dikenal_m_126276.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/pulang-nongkrong-warga-desa-pohgading-ini-ditusuk-orang-tak-dikenal_m_126276.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126276/pulang-nongkrong-warga-desa-pohgading-ini-ditusuk-orang-tak-dikenal

Angga Sukmadela, 17, warga Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, ditabrak dan ditusuk dua orang tak dikenal di Jalan Pati-Gembong dini hari kemarin.]]>

PATI – Angga Sukmadela, 17, warga Desa Pohgading, Kecamatan Gembong, ditabrak dan ditusuk dua orang tak dikenal di Jalan Pati-Gembong dini hari kemarin sekitar pukul 01.30. Korban ditusuk dua pria saat hendak mengantar teman perempuannya pulang. Kini, korban dirawat di RSUD Soewondo Pati. Sedangkan pelaku masih dalam penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Senin (18/3) pukul 19.30 korban bersama temannya, Saiful, 20, warga Gembong nongkrong di pintu Waduk Seloromo. Sekitar pukul 21.30, teman korban lainnya, Nana warga Kecamatan Margorejo dan Diah, warga Pati Kota bergabung nogkrong dengan korban.

Mereka dan teman lainnya asyik nongkrong hingga Selasa (19/3) dini hari. Pukul 00.30, kedua teman perempuan korban hendak pulang karena sudah larut malam. Korban dan Saiful berniat mengantar kedua teman perempuannya, karena Jalan Pati-Gembong minim penerangan.

Dalam perjalanan pulang, korban memboncengkan Saiful. Sedangkan kedua teman perempuannya berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat. Pukul 01.30 tepatnya di Jalan Pati-Gembong, Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong, mereka berhenti karena hendak bertukar teman bonceng.

Korban memboncengkan Nana. Sementara Saiful memboncengkan Diah. Tetapi, sebelum bertukar posisi, tiba-tiba dari arah Pati Kota mereka dihampiri dua orang laki-laki yang mengendarai sepeda motor Honda Beat merah. Tanpa basa-basi, kedua pelaku menabrakkan sepeda motornya ke arah sepeda motor korban.

”Sepeda motor yang dikendarai korban terjatuh. Begitu juga dengan sepeda motor milik pelaku. Pelaku kemudian menghampiri korban. Korban lalu melarikan diri. Tetapi korban tertangkap pelaku. Korban mencoba menghindar, namun pelaku menusuk dan mengenai punggung kiri bawah,” ungkap Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasubbag Humas IPTU Agung Suhariono.

Setelah terkena tusukan, pelaku melarikan diri. Sementara Saiful dan kedua teman perempuannya membawa korban ke RSUD Soewondo. Peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Gembong. Setelah mendapatkan laporan kasus penganiayaan, petugas Mapolsek Gembong yang malam itu sedang piket langsung mendatangi lokasi pukul 02.00.

Sementara itu, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilaksanakan kemarin pagi. Petugas kembali mendatangi lokasi. Di jalan itu masih terdapat bercak darah korban usai ditusuk pelaku. Kasus penganiayaan itu kini tengah diselidiki Polsek Gembong. ”Korban masih dirawat di RSUD Soewondo. Petugas masih menyelidiki dan mengamankan beberapa bukti,” kata Agung.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 10:08:15 +0700
<![CDATA[Rekonstruksi Suami Habisi Istrinya hingga Tewas, 20 Adegan Diperagakan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125229/rekonstruksi-suami-habisi-istrinya-hingga-tewas-20-adegan-diperagakan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/rekonstruksi-suami-habisi-istrinya-hingga-tewas-20-adegan-diperagakan_m_125229.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/rekonstruksi-suami-habisi-istrinya-hingga-tewas-20-adegan-diperagakan_m_125229.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125229/rekonstruksi-suami-habisi-istrinya-hingga-tewas-20-adegan-diperagakan

Polres Kudus menggelar rekonstruksi atas meinggalnya Dewi Murtosiyah, 22, kemarin. Dia merupakan korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri, Sugeng, 38.]]>

KUDUS – Polres Kudus menggelar rekonstruksi atas meinggalnya Dewi Murtosiyah, 22, kemarin. Dia merupakan korban pembunuhan yang dilakukan suaminya sendiri, Sugeng, 38, di Desa Lambangan, Undaan, Jumat (8/2) lalu.

Rekonstruksi dilakukan di rumah Sugeng yang berada di Gang 9, RT 2/RW 2, Desa Lambangan, Undaan. Ada sekitar 20 adegan yang dilakukan tersangka saat rekonstruksi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto.

Dalam rekonstruksi ini, korban digantikan Bripda Azzyati Husna dari Unit 4 PPA Satreskrim Polres Kudus. Tim Inafis Polres Kudus dan perwakilan kejaksaaan serta beberapa saksi turut dihadirkan dalam rekonstruksi ini.

Sekitar satu jam sebelum rekonstruksi digelar, beberapa warga terlihat berkumpul di sekitar kediaman Sugeng. Setelah lokasi mulai disterilkan dengan dipasangi garis polisi, warga semakin banyak yang datang. Halaman rumah korban juga tampak dipasangi garis polisi.

Tak lama setelah lokasi disterilkan, Sugeng terlihat datang memakai baju tahanan berwarna biru. Berjalan dari dari mobil menuju rumahnya yang berjarak sekitar 50 meter dengan penjagaan ketat dari tim Polres Kudus.

Raut kesedihan dan penuh penyesalan tergambar di muka pria bertubuh kurus itu. Sumi, 70, ibu Sugeng menyambut kedatangannya tepat di depan pintu rumahnya. Begitu sampai di depan ibunya, Sugeng bersujud dan bersimpuh mencium kaki ibunya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, mengungkapkan, rekonstruksi yang dilakukan sudah sesuai dengan pernyataan tersangka. Tidak ada sanggahan ataupun penambahan adegan yang baru terungkap saat rekonstruksi. ”Semua sudah sesuai keterangan tersangka,” terangnya.

Dari hasil penyidikan, Rismanto menyimpulkan jika pelaku memang secara spontan membunuh korban yang juga istrinya tersebut. Faktor ekonomi dan emosional tersangka adalah penyebab Sugeng membunuh Dewi. Sebab, Sugeng sebelumnya membiayai persalinan Dewi secara caesar dan menghabiskan biaya belasan juta. Selain itu, faktor internal keluarga juga jadi penyebabnya. ”Murni spontan, tidak ada tanda-tanda perencanaan,” terangnya.

Dengan raut yang sedih dan penuh penyesalan, Sugeng mengakui kejengkelannya terhadap istri yang baru dinikahinya sekitar setahun itu. Tindakan bejat yang dilakukan terhadap istrinya itu, dilakukan karena kesal sering diperintah korban. ”Saya kesal diperintah-perintah. Kesal, capek,” ucap Sugeng.

Kini, Sugeng mengaku menyesal atas perbuatan yang dilakukan kepada istrinya. ”Saya menyesal,” ungkapnya sambil menyeka air mata.

Fakta lain ditemukan oleh Jawa Pos Radar Kudus tentang penyebab kekesalan Sugeng terhadap istrinya. Sumi, ibu Sugeng membeberkan cerita yang menjadikan perubahan sikap anaknya terhadap menantunya itu.

Dalam cerita Sumi, psikis Sugeng berubah sejak anak perempuan buah cinta dengan istri pertamanya menghilang. Ia lupa persisnya, namun Sumi ingat cucunya tak pulang ke rumah sejak sekitar awal Januari 2019 lalu. Tak ada yang tahu kemana perginya anak kesayangan Sugeng itu.

”Katanya teman mainnya pergi dijemput ibunya,” katanya pelan sambil memegang foto keluarga kecil Sugeng.

Sejak itulah, Sugeng selalu memikirkan cucunya yang kini berusia sekitar sembilan tahun itu. Sumi menduga hal inilah yang menjadikan anaknya menjadi ringan tangan kepada istrinya. Meskipun diakuinya menantunya tersebut tak pernah sekalipun mengeluh kepadanya.

”Sejak anaknya hilang, Sugeng seperti stres. Setiap hari yang dipikirkan selalu anaknya itu. Jadi mungkin stres, capek, dan kekesalannya dilampiaskan ke istrinya,” katanya. Hal ini dibenarkan Sugeng, hingga saat ini pun ia masih memikirkan anaknya yang belum juga kembali kepadanya.

Selain melakukan rekonstruksi, polres juga mengumumkan hasil otopsi jasad Dewi Murtosiyah, 22, kemarin. Dari hasil otopsi yang dilakukan pada Minggu (17/2) lalu itu, ditemukan 18 titik luka pada jasad korban.

AKP Rismanto mengungkapakan, beberapa titik diantaranya luka pada leher dan paru-paru diyakini keras menjadi penyebab kematiannya. ”Sehingga menimbulkan gangguan pernafasan dan akhirnya meninggal,” jelasnya.

Rismanto merinci terdapat luka memar di beberapa bagian tubuh. Luka lecet juga ditemukan pada punggung dan lengan bawah kanan sisi luar. Pada paru-pari bagian tengah juga mengalami luka robek dan terjadi pendarahan pada rongga dada sebelah kanan. ”Ditemukan juga resapan darah pada kulit leher bagian dalam, tenggorokan bagian atas, dan otot dada bagian kanan,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Mar 2019 13:56:39 +0700
<![CDATA[Terbukti Membunuh Sugiharto, Dwi Sulistyo Divonis 15 Tahun Penjara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124568/terbukti-membunuh-sugiharto-dwi-sulistyo-divonis-15-tahun-penjara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/terbukti-membunuh-sugiharto-dwi-sulistyo-divonis-15-tahun-penjara_m_124568.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/terbukti-membunuh-sugiharto-dwi-sulistyo-divonis-15-tahun-penjara_m_124568.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124568/terbukti-membunuh-sugiharto-dwi-sulistyo-divonis-15-tahun-penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati akhirnya memutus perkara pembunuhan dengan terdakwa Dwi Sulistyo, 27, warga Gabus kemarin. Ia divonis kurungan penjara]]>

MARGOREJO – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati akhirnya memutus perkara pembunuhan dengan terdakwa Dwi Sulistyo, 27, warga Gabus kemarin. Ia divonis kurungan penjara 15 tahun penjara karena terbukti membunuh korban Sugiharto, 43, warga Kayen. Selama sidang putusan berlangsung aman meskipun dihadiri puluhan warga dari kubu terdakwa dan korban.

Pada amar putusan persidangan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 itu dihadiri majelis hakim yang diketuai Lisfer Berutu dengan anggota majelis Rida Nur Krima dan Niken Rochayati. Selain itu ada JPU Endah Kurnianingsih, keluarga korban dan terdakwa yang ingin melihat langsung putusan dari persidangan yang telah digelar 11 kali dan mendatankan saksi 13 orang.

“Terdakwa kami putus 15 tahun penjara karena bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana hingga menghilangkan nyawa orang sebagaimana dakwaan kesatu primer pasal 340 KUH Pidana,” kata Lisfer membacakan amat putusan tersebut.

Menurut majelis hakim, terdakwa divonis 15 tahun penjara selain terbukti menghilangkan nyawa orang, juga perbuatan terdakwa menyebabkan keluarga korban kehilangan tulang punggung keluarga. Sedangkan hal meringankan bahwa terdakwa berterus terang mengakui dan menyesali perbuatannya.

Hal yang meringankan lainnya dari terdakwa karena bersikap sopan selama persidangan, dan belum pernah dipidana. Kehidupan rumah tangga terdakwa berantakan karena disebabkan perbuatan korban yang menyelingkuhi istri terdakwa. Pada putusan itu, pihak terdakwa kecewa namun menerimakan.

Sedangkan JPU menyatakan masih pikir-pikir. “Yang Mulia, kami pikir-pikir terhadap putusan ini,” jelas Endah. Putusan dari majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut 20 tahun kurungan penjara.

Pada putusan itu, juga dihadiri puluhan warga dari kubu korban dan terdakwa. Istri terdakwa Indah terlihat pucat pasi setelah persidangan dan mendengar kenyataan suaminya dihukum 15 tahun penjara. Beberapa petugas kepolisian juga turut hadir untuk mengamankan jalannya persidangan.

Seperti yang diketahui, kasus pembunuhan itu bermula dari cinta segitiga antara terdakwa Dwi, 27, warga Desa/Kecamatan Gabus, istri Dwi, dan korban Sugiharto warga Desa Brati, Kayen. Terdakwa kesal karena korban mengancam akan membunuh keluarganya. Pada pertemuan di depan SMPN 1 Gabus, korban yang datang sendirian membawa bambu sedangkan terdakwa membawa parang.

Karena emosi, terdakwa memukul korban hingga tersungkur dan selajutnya membacok korban sebanyak delapan kali hingga meninggal dunia pada 19 Oktober 2018 lalu. Setelah membunuh korban, terdakwa lari.

Tak butuh waktu lama petugas Mapolres Pati menangkap korban. Selang enam jam lari, korban ditemukan dan diamankan ke Mapolres Pati.

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Mar 2019 15:52:12 +0700
<![CDATA[Kepepet Ekonomi, Tersangka Pencurian Kayu Ini Ngaku untuk Beli Beras]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124110/kepepet-ekonomi-tersangka-pencurian-kayu-ini-ngaku-untuk-beli-beras https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/kepepet-ekonomi-tersangka-pencurian-kayu-ini-ngaku-untuk-beli-beras_m_124110.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/kepepet-ekonomi-tersangka-pencurian-kayu-ini-ngaku-untuk-beli-beras_m_124110.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124110/kepepet-ekonomi-tersangka-pencurian-kayu-ini-ngaku-untuk-beli-beras

Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu, kemarin dilimpahkan ke Polres Blora. Warga Singonegoro, RT 3/ Rw I, Jiken, Blora ini mengaku terpaksa mencuri kayu.]]>

BLORA – Jasmin, 53, tersangka pencurian kayu, kemarin dilimpahkan ke Polres Blora. Warga Singonegoro, RT 3/ Rw I, Kecamatan Jiken, Blora ini mengaku terpaksa mencuri kayu karena kepepet kebutuhan hidup. Rencananya kayu tersebut akan dijual untuk membeli beras dan makan sehari-hari.

“Tak pikul, Tak iderke mas. Kepepet kebutuhan. Mangan kurang terus. Bapak yow loro. W ra tego ngingeti kahanane nok omah koyok ngono iku,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus saat di ruang tahanan Polres Blora kemarin.

Dia menambahkan, sebelumnya tiap tahun terus merantau. Mulai dari Surabaya, Jakarta, Bali untuk kerja bangunan. Namun saat ini kondisi orang tuanya sudah sepuh. Lagi sakit. Untuk itu dia nekat melakukan aksi tersebut. ”Saya sendiri dengan pakai gergaji. Saya menyesal. Niatan saya hanya untuk beli beras. Tidak ada yang lain. Hanya sekali ini,” terangnya.

Dia berharap, bisa dibantu agar bisa segera keluar. Dengan begitu dia bisa melihat kedua orang tuanya dan saudara-saudaranya. Bisa kembali bekerja untuk menghidupi keluarganya. Apalagi istrinya terus saja menangis saat menjenguknya. ”Sedih lihat istriku nangis terus. Kabarnya bapak ibu juga nangis terus di rumah,” ucapnya.

Sementara itu, Suwarini (sang istri) mengaku kaget mendengar suaminya ditangkap petugas perhutani dan ditahan di Polsek Jepon. Dia lantas datang ke Kepala Desa minta tolong untuk mengantarkan kepada suaminya. ”Kalau tau seperti ini saya tidak akan mengizinkan untuk keluar mas. Saya juga tidak akan mau menerima uang hasil penjualan kayu itu. Jadi selama ini ya jarang pulang. Soalnya kerja bangunan. Baru pulang ini karena bapak ibu sakit,” jelasnya.

Sejak suaminya ditahan, dia sering menjenguknya. Mengantarkan makanan atau pakaian ganti. ”Sedih mas, nangis terus. Kasihan suamiku,” ucapnya.

Suwarini menegaskan, suaminya tidak pernah mencuri kayu sebelumnya. Dia juga tidak mengetahui kalau kepergiannya malam itu untuk mengambil kayu. ”Kemarin pamit keluar mau pergi gitu aja. Kalau tau tak larang keluar,” terangnya.

Diketahui bersama, Jasmin,53, Warga Singonegoro, RT 3/Rw I, Kecamatan Jiken, Blora. Dia didakwa melanggar pasal 12  huruf (e) Jo Pasal 83  (1)  b UU RI No. 18 , Tahun 2013. Tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Dia ditangkap saat menawarkan kayu dengan cara dipikul. Yaitu ditawarkan Rp 100 ribu. Namun apesnya, yang ditawari tersebut ternyata petugas perhutani yang lagi nyamar. Benar saja dia langsung diringkus dan dibawa ke Polsek setempat. Yaitu Jumat (8/3) sekitar pukul 06.30 kemarin.

Jasmin ditangkap di lorong jalan Damaran, RT 6/RW IV, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora. Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 Cm X 10 Cm X 8 Cm, volume: 0.0320 M3. Kerugian perhutani atau negara sebesar Rp 142.912.

]]>
Ali Mustofa Sun, 10 Mar 2019 10:24:28 +0700
<![CDATA[Ketahuan Curi Kayu Jati, Warga Singonegoro Ini Ditangkap Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123910/ketahuan-curi-kayu-jati-warga-singonegoro-ini-ditangkap-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/ketahuan-curi-kayu-jati-warga-singonegoro-ini-ditangkap-polisi_m_123910.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/ketahuan-curi-kayu-jati-warga-singonegoro-ini-ditangkap-polisi_m_123910.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123910/ketahuan-curi-kayu-jati-warga-singonegoro-ini-ditangkap-polisi

Polsek Jepon kembali meringkus pencuri kayu kemarin. Pelakunya Jasmin, 53, RT 3/RW 1, Warga Singonegoro, Jiken. Dia didakwa melanggar perusahan hutan.]]>

BLORA – Polsek Jepon kembali meringkus pencuri kayu kemarin. Pelakunya Jasmin, 53, RT 3/RW 1, Warga Singonegoro, Kecamatan Jiken, Blora. Dia didakwa melanggar Pasal 12  Huruf (e) Jo Pasal 83 (1) b UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Kejadian ini, berawal pada kemarin (8/3) sekitar pukul 06.30 polisi hutan Sujatmiko dan Harsono melaksanakan patroli. Saat itu, mereka melihat terlapor memikul kayu jati. Selanjutnya, terlapor ditangkap beserta barang buktinya. Kemudian diserahkan ke Polsek Jepon guna proses penyidikan lebih lanjut.

”Iya, kami tahan soal perkara kehutanan. Yaitu melakukan tindak pidana, membawa, mengangkut, memiliki, dan menguasai kayu jati tanpa di lengkapi dukumen yang sah,” terang Kapolsek Jepon Sudarno kemarin.

Dia menambahkan, Jasmin ditangkap di lorong Jalan Damaran, RT 6/RW IV, Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Blora, kemarin sekitar pukul 06.30. ”Dia membawa satu batang kayu bentuk persegi dengan ukuran panjang 400 cm x 10 cm x 8 cm dan volume 0.0320 M3,” ucapnya.

Modus operandi yang digunakan adalah dengan cara kayu jati dipotong atau ditebang dengan menggunakan gergaji serta kampak atau perkul. Kemudian dipikul. Namun, tertangkap petugas Perhutani yang sedang patroli. ”Kerugian Perhutani atau negara senilai Rp 142.912,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 07:51:14 +0700
<![CDATA[Jebol Tembok, Maling Minimarket Ini Embat Uang, Susu dan Rokok]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/07/123565/jebol-tembok-maling-minimarket-ini-embat-uang-susu-dan-rokok https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/07/jebol-tembok-maling-minimarket-ini-embat-uang-susu-dan-rokok_m_123565.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/07/jebol-tembok-maling-minimarket-ini-embat-uang-susu-dan-rokok_m_123565.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/07/123565/jebol-tembok-maling-minimarket-ini-embat-uang-susu-dan-rokok

Minimarket Alfamart di Jalan Pangeran Diponegoro jadi sasaran maling dini hari kemarin. Aksi maling tersebut terbilang cukup nekat. Pelaku menjebol tembok beton]]>

PATI – Minimarket Alfamart di Jalan Pangeran Diponegoro jadi sasaran maling dini hari kemarin. Aksi maling tersebut terbilang cukup nekat. Pelaku menjebol tembok beton. Pelaku mengambil uang, susu dan rokok.

Di lokasi ada dua lubang bekas dijebol maling. Sebelah barat dan selatan. Lubang selatan di balik tembok ada rak. Karena kesulitan masuk, pencuri kembali membobol tembok. Pindah di sebelah barat dinding toko itu.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi mengungkapkan, peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 00.30. Saat itu sedang hujan. Jalanan sudah lengang. Cenderung sepi.

Dari rekaman kamera pengintai CCTV terlihat pelaku hanya satu orang. Pelaku mengenakan penutup wajah dan kepala. ”Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. Salah satu yang diperiksa dari rekaman CCTV tersebut. Semoga segera terungkap. Doakan saja,” kata Kasatreskrim AKP Yusi Andi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Modus yang digunakan pelaku adalah menjebol tembok dinding sebelah barat. Ada dua lubang. Diperkirakan satu lubang di sebelah selatan untuk akses keluar masuk pelaku. Sementara lubang di sebelah utara ada jaring-jaring rak dagangan. Pelaku tak bisa masuk dari lubang itu. Lebar lubang tersebut sekitar 35 sentimeter.

Dari olah tempat kejadian perkara, petugas menemukan indikasi pelaku menggasak beberapa bungkus rokok, susu, dan uang receh yang ada di kasir. Kerugiannya belum diketahui. ”Masih dihitung petugas toko modern tersebut,” imbuhnya.

Terlihat beberapa barang yang tercecer dan berserakan.

Saat dimintai keterangan, petugas toko modern itu menolak memberikan komentar sama sekali. ”Kami akan sampaikan ke polisi setelah menghitung apa saja dan berapa jumlah kerugian akibat peristiwa ini,” kata seorang petugas, lalu menutup pintu toko tersebut.

]]>
Ali Mustofa Thu, 07 Mar 2019 09:29:10 +0700
<![CDATA[Walah! Demi Foya-foya dengan PK, Pemuda Ini Gelapkan Motor Tetangga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122647/walah-demi-foya-foya-dengan-pk-pemuda-ini-gelapkan-motor-tetangga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/walah-demi-foya-foya-dengan-pk-pemuda-ini-gelapkan-motor-tetangga_m_122647.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/walah-demi-foya-foya-dengan-pk-pemuda-ini-gelapkan-motor-tetangga_m_122647.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122647/walah-demi-foya-foya-dengan-pk-pemuda-ini-gelapkan-motor-tetangga

Ada-ada saja modus pelaku kejahatan. Pura-pura pinjam sepeda motor tetangga, ujung-ujungnya malah digadaikan. Uangnya digunakan untuk foya-foya dengan PK.]]>

PATI – Ada-ada saja modus pelaku kejahatan. Pura-pura pinjam sepeda motor tetangga, ujung-ujungnya malah digadaikan. Uangnya digunakan untuk foya-foya dengan pemandu karaoke (PK).

Seperti yang dilakukan Orry Ariefa, warga RT 8/RW 2, Desa Blaru, Margorejo. Dia berpura-pura meminjam satu hari motor milik Danang Murdialis, warga RT 6/RW 2, Desa Blaru. Namun, ternyata sampai sepekan belum dikembalikan.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih, mengungkapkan, kejadian itu terjadi pada Jumat (22/2) lalu sekitar pukul 08.30 di tempat kerja korban. Tepatnya di Toko Matahari Perum Rendole Indah Blok C, Desa Muktiharjo, Margorejo, Pati.

Pelaku meminjam sepeda motor korban jenis Honda Scoopy warna hitam-silver dengan nomor polisi (nopol) K 4553 YU. Berikut dengan STNK-nya. Pelaku mengaku meminjamnya sampai sore. Namun, sampai keesokan harinya sepeda motor tak kunjung dikembalikan. Saat nomor HP-nya dihubungi korban, ternyata tidak bisa.

”Setelah sepekan tak dikembalikan, korban kemudian melaporkan kejadian itu ke polsek,” terang Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Kemarin, pelaku berhasil diamankan petugas. Modus yang digunakan pelaku ini dengan cara meminjam sepeda motor untuk satu hari. Namun sampai sepekan belum dikembalikan dan ternyata digadaikan.

Dari keterangan yang dihimpun oleh Polsek Margorejo, pelaku sudah menggadaikan sepeda motor pinjaman tersebut senilai Rp 9 juta. Uang itu digunakan untuk foya-foya bersama perempuan pemandu karaoke (PK).

”Pelaku awalnya meminjam motor korban. Tapi tidak dikembalikan dan ternyata digadaikan,” imbuh kapolsek. Selanjutnya, pihak kepolisian langsung mengamankan pelaku, melakukan pemeriksaan, dan melakukan sidik tuntas.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku diancam dengan Pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara maksimal empat tahun.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 10:07:10 +0700
<![CDATA[Dua Counter Handphone Dibobol Maling, Kerugian Ditaksir Rp 340 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121756/dua-counter-handphone-dibobol-maling-kerugian-ditaksir-rp-340-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/dua-counter-handphone-dibobol-maling-kerugian-ditaksir-rp-340-juta_m_121756.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/dua-counter-handphone-dibobol-maling-kerugian-ditaksir-rp-340-juta_m_121756.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121756/dua-counter-handphone-dibobol-maling-kerugian-ditaksir-rp-340-juta

Komplotan pencuri berhasil bobol dua counter handphone di Jepara. Kerugian akibat pencurian di counter Happy Cell, Margoyoso, Kalinyamatan, mencapai Rp 270 juta]]>

KOTA – Komplotan pencuri berhasil bobol dua counter handphone di Jepara. Kerugian akibat pencurian di counter Happy Cell, Margoyoso, Kalinyamatan, mencapai Rp 270 juta. Sedangkan di counter V-Com, Jalan Veteran Jepara sekitar Rp 70 juta. Total kerugian Rp 340 juta. Hasil curian dijual ke Jakarta.

Komplotan tersebut berjumlah enam pelaku dan satu penadah. Dua pelaku dan satu penadah ditahan di Polres Jepara. Sedangkan dua pelaku lainnya ditahan di Polres Kediri dan dua pelaku masih buron. Komplotan ini berasal dari berbagai kota. ”Dari hasil pendalaman kasus, ditemukan modus operasi yang sama dengan kasus yang ditangani Polres Kediri. Sebagian ditahan di sana,” kata Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo.

Dua tersangka, Moch Tohari warga Surabaya dan Imam Widodo warga Jakarta mengaku, membobol counter secara berkelompok. Perpindah dari kota satu ke kota lainnya. Di Jepara, dua counter sudah dibobol. Kejadian pembobolan diketahui salah satu karyawan Hapy Cell Iswanti. Ia kaget melihat pintu sedikit terbuka dan tidak terkunci. Di dalam etalase yang semula terdapat laptop dan handphone juga raib. Pintu tengah yang menghubungkan kamar karyawan dan ruangan counter juga dikunci pelaku. Sehingga karyawan yang ada di  dalam tidak bisa keluar. ”Hasil curian kami bawa ke Jakarta untuk dijual,” kata Tohari.

Usai mendapatkan laporan, pelaku berhasil ditangkap di wilayah Jakarta. Dari pelaku diamankan uang tunai Rp 12 juta. Masih ada hasil curian yang belum terjual. Dari hasil tersebut digunakan pelaku membeli sejumlah barang. Seperti kaos, perhiasan, dan sandal. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki adanya indikasi kejadian pencurian yang sama di TKP lain.

Untuk melancarkan aksinya, Tohari mengaku, observasi di jalan utama mulai Kalinyamatan sampai Jepara pada siang hari. Mengamati counter yang menjual handphone dan aman untuk dibobol. Mereka mulai beraksi antara pukul 02.00 sampai pukul 03.00. “Gembok kami bongkar paksa. Setelah dapat handphone dibawa ke Jakarta. Dijual sekitar Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta. Atas perbuatan tersebut pelaku diancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 13:38:47 +0700
<![CDATA[Bermula dari Uang Rp 500 Ribu, Berakhir dengan Tusukan Gunting]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121512/bermula-dari-uang-rp-500-ribu-berakhir-dengan-tusukan-gunting https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/bermula-dari-uang-rp-500-ribu-berakhir-dengan-tusukan-gunting_m_121512.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/bermula-dari-uang-rp-500-ribu-berakhir-dengan-tusukan-gunting_m_121512.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121512/bermula-dari-uang-rp-500-ribu-berakhir-dengan-tusukan-gunting

Jasad perempuan yang ditemukan terbungkus karung dan mengambang di lepas pantai Pantai Teluk Awur, Tahunan, Jepara, dipastikan jenazah Sri Setjawati, 48.]]>

SEMARANG – Jasad perempuan yang ditemukan terbungkus karung dan mengambang di lepas pantai Pantai Teluk Awur, Tahunan, Jepara, dipastikan jenazah Sri Setjawati, 48. Dia merupakan korban pembunuhan oleh Ashar, 31, temannya yang juga warga Kelurahan Patukangan, Kota Kendal.

Hal itu diketahui setelah proses identifikasi yang dilakukan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Semarang selesai. Selain itu, identitas jenazah tersebut telah sesuai dengan ciri-ciri yang diterangkan oleh pelaku pembunuhan pada Sabtu (15/2) lalu.

Pembunuhan keji ini, terjadi di Kendal. Pelakunya, Ashar, 31, warga Kelurahan Patukangan, Kota Kendal. Sedangkan korbannya, Sri Setijawati, 48, warga Jalan Kelinci V, No 18, RT 6/RW 3, Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, Kota Semarang. Korban tak lain adalah teman perempuan pelaku.

Korban dibunuh dengan cara ditusuk menggunakan gunting bertubi-tubi. Kemudian mayatnya disembunyikan di dalam kamar rumah kosong milik tetangganya selama dua hari, sebelum akhirnya dibuang di Kali Bodri pada Jumat (15/2) malam.

Kejadian bermula Rabu (13/2) siang. Korban mendatangi rumah pelaku di Perumahan Witjitraland, Kelurahan Langenharjo, Kendal. Keduanya membicarakan kerja sama jual beli perabotan rumah tangga. Ashar diminta untuk menjualkan barang dengan imbalan akan diberikan komisi uang.

Di tengah pembicaraan itu, korban yang berprofesi sebagai guru itu, mengungkit-ungkit masalah kerja sama sebelumnya. Pelaku dianggap tak pecus menjadi makelar ataupun marketing. Korban bermaksud meminta kembali down payment (DP) komisi yang lalu senilai Rp 500 ribu. Pelaku seketika emosi, apalagi korban mengancam akan menagih uang tersebut kepada istri pelaku.

”Saya emosi dan seketika saya ambil gunting kemudian menusuknya. Kalau berapa kali tusukan saya lupa, yang jelas berkali-kali hingga korban akhirnya tewas,” kata Ashar.

Lantaran panik, mayat korban kemudian dibawa ke rumah kosong milik tetangganya yang bersebelahan persis dengan rumahnya. Mayat korban dimasukkan ke kamar mandi selama dua hari. Untuk menghilangkan aroma bau busuk dari mayat korban, pelaku menaburi serbuk kopi dan kapur barus.

Pelaku yang ketakutan karena merasa dihantui jenazah korban membuatnya panik. Akhirnya pada Jumat (15/2) malam, pelaku memasukkan mayat korban ke dalam karung. ”Setelah mayat saya masukkan karung, kemudian saya naikkan di bagian tengah motor matik milik dia (korban, Red). Kemudian saya bawa ke Jambatan Kali Bodri, lalu saya lempar dari atas jembatan,” akunya.

Tim SAR BPBD Kendal bersama Satreskrim Polres Kendal sempat melakukan pencarian jasad korban sejak Selasa (19/2). Namun belum ketemu. Akhirnya, Jumat (22/2) jasad ditemukan nelayan di lepas Pantai Teluk Awur, Tahunan, Jepara. Jasad kemudian disimpan di RSUD RA Kartini dan dipindah ke RS Bhayangkara Semarang untuk idenifikasi.

Selesai identifikasi, selanjutnya pihak kepolisian menyerahkan jenazah tersebut, kepada keluarga korban untuk segera dimakamkan di Kota Salatiga. Kakak tertua korban, Syamsuri, menjelaskan, pihak keluarga menginginkan adiknya dimakamkan di makam keluarga yang berada di Kota Salatiga. Kendati dalam kartu identitasnya, korban tercatat sebagai warga Jalan Kelinci V Semarang.

”Setelah proses ini, pihak keluarga inginnya almarhumah dimakamkan di Mangunsari, Kota Salatiga. Sebab, ayahandanya juga dimakamkan di sana," kata Syamsuri saat akan membawa jenazah.

Ia mengaku, bahwa ketika akan dimakamkan di alamat rumahnya yang berada di RT 6/RW 1, Gang Kelinci V, itu, terlalu jauh dengan pihak keluarga. ”Ketika lebih dekat dengan keluarga, akan ada yang bakal mengurusi pusaranya," jelasnya.

Ia menyebutkan hingga ditemukan jenazah almarhumah, tidak ada iktikad baik pelaku untuk minta maaf secara baik-baik dengan pihak keluarga. Syamsuri pun menegaskan agar aparat penegak hukum memberikan hukuman setimpal kepada pelaku.

Sementara itu, Kapolres Kendal, AKBP Hamka Mappaita, mengatakan, bahwa jenazah yang ditemukan di Pantai Teluk Awur Kabupaten Jepara Jumat (22/2) lalu, memang jenazah Sri Setijawati yang dibuang di Kali Bodri, Kabupaten Kendal, Jumat (15/2) lalu.

”Dari hasil koordinasi dengan Satreskrim Polres Jepara, ternyata sesuai ciri-ciri yang ada. Hasil identifikasi juga menemukan bahwa luka tusukan tidak hanya berada di leher, namun di beberapa tempat lain," terangnya lewat pesan singkat kemarin.

Sementara itu, saat pelaku, Ashar ditanyai wartawan, ia mengaku membunuh korban dengan tusukan menggunakan gunting di leher korban. Jenazah kemudian disimpan sebelum akhirnya dibuang. Dari hasil otopsi diketahui ada luka tusukan di bagian lain. ”Ada luka tusuk pada leher sebelah kanan, bawah ketiak kanan, dan pinggang kanan," tandasnya.

Kondisi korban pun mengenaskan, karena selain dimasukkan ke dalam karung, ternyata kepala ditutup plastik dan tangannya diikat. ”Kepala ditutup dengan kantong plastik warna hitam sampai leher dan diikat dengan tali warna abu-abu. Kedua pergelangan kaki dan tangan diikat dengan tali rafia," imbuhnya. (cr1/ida)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 12:08:02 +0700
<![CDATA[Keluarga Pembunuhan Akibat KDRT Tolak Tawaran Adopsi Ketua Bhayangkari]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121442/keluarga-pembunuhan-akibat-kdrt-tolak-tawaran-adopsi-ketua-bhayangkari https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/keluarga-pembunuhan-akibat-kdrt-tolak-tawaran-adopsi-ketua-bhayangkari_m_121442.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/keluarga-pembunuhan-akibat-kdrt-tolak-tawaran-adopsi-ketua-bhayangkari_m_121442.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121442/keluarga-pembunuhan-akibat-kdrt-tolak-tawaran-adopsi-ketua-bhayangkari

Kasus pembunuhan yang menimpa Dewi Murtosiyah, 22, oleh suaminya sendiri berbuntut panjang. Setelah Dewi dibunuh, bayinya bernama Ahmad Fuadi dirawat neneknya.]]>

KOTA – Kasus pembunuhan yang menimpa Dewi Murtosiyah, 22, oleh suaminya sendiri rupanya berbuntut panjang. Setelah Dewi dibunuh, bayinya yang bernama Ahmad Fuadi itu dirawat neneknya. Nahas, kondisi tubuhnya pasca-ditinggal orang tua semakin menurun. Hingga pada Rabu (20/2) malam, bayi malang itu harus dilarikan ke RSUD dr Loekmono Hadi karena mengalami diare.

Jumat (22/2) kemarin, bayi laki-laki itu dijenguk oleh rombongan Bhayangkari Kudus. Melihat kondisi bayi yang ditinggal kedua orang tuanya, Putri Saptono, Ketua Bhayangkari Kudus iba. Dia pun berniat untuk mengadopsi bayi yang kemarin masih menempati ruang PICU NICU itu.

Namun, tawaran itu ditolak oleh keluarga. Sumi, nenek bayi atau ibu Sugeng menjawab tawaran itu dengan tegas. ”Tidak, biar saya rawat sama kakeknya,” katanya.

Sejak anaknya ditahan oleh Polres Kudus, dia dan suaminya kini yang merawat cucu laki-lakinya itu. Bahkan keduanya juga telah mengosongkan rumah yang biasa ditinggali. Kini mereka tinggal bertiga di rumah Sugeng.

Sumi mengatakan, dia ingin merawat cucunya hingga tumbuh besar. Perempuan berjilbab itu menghargai semua niat baik masyarakat yang ingin mengadopsi cucunya. Namun dia tak ingin melepaskannya. Termasuk untuk keluarga besan.

”Kalau mau jenguk tidak apa-apa. Tapi kalau dibawa pulang tidak boleh,” tuturnya tanpa menjelaskan alasan yang detail.

Ketua Bhayangkari Polres Kudus Putri Saptono mengaku iba dengan kondisi bayi. Terkait penolakan keluarga terhadap tawarannya, dia memaklumi. Saat menjenguk Putri juga sempat menggendong bayi itu cukup lama.

”Tadi saya minta izin ingin sekali merawat bayi ini tapi pihak keluarga tidak memperbolehkan. Kami akan bantu kebutuhannya. Apalagi Bhayangkari itu kan bergerak dalam bidang sosial,” tuturnya usai memberikan santunan kepada keluarga.

Sementara itu terkait kondisi kesehatan bayi, Direktur utama RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dr Abdul Aziz Akhyar menyampaikan, Ahmad mengalami diare karena faktor cuaca. Selain itu juga karena faktor penyesuaian susu formula setelah tidak lagi diberikan ASI oleh ibunya yang telah meninggal dunia.

”Bayinya masuk kemarin malam karena diare. Kami tidak mau ambil risiko, maka segera kami lakukan perawatan di sini”, katanya saat mendampingi Kapolres Kudus AKBP Saptono bersama istri menjenguk bayi tersebut kemarin.

Kondisi bayi Ahmad, menurut dr. Aziz mulai stabil bahkan tangisannya sudah kencang. Kondisinya juga sehat. Meski demikian masih akan dilakukan perawatan dalam 3-4 hari ke depan.

”Kemarin mungkin penyesuaian dari ASI ke susu formula. Kalau sekarang sudah banyak minum susunya. Kami akan berikan susu yang sesuai”, jelas Aziz.

Sementara itu, kasus dugaan KDRT yang menyebabkan tewasnya Dewi Murtosiyah telah memasuki tahap pemanggilan saksi-saksi. Menurut Kasat Reskrim AKP Rismanto ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan mulai 4 bidan desa yang melakukan visum saat korban meninggal dunia, tetangga dan pihak keluarga. Saat ini juga masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan tim forensik Polda Jateng.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 09:30:59 +0700
<![CDATA[Ketua DPC Gerindra Polisikan Mantan Istri Soal Penggelapan Tanah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/23/121109/ketua-dpc-gerindra-polisikan-mantan-istri-soal-penggelapan-tanah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/23/ketua-dpc-gerindra-polisikan-mantan-istri-soal-penggelapan-tanah_m_1550879333_121109.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/23/ketua-dpc-gerindra-polisikan-mantan-istri-soal-penggelapan-tanah_m_1550879333_121109.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/23/121109/ketua-dpc-gerindra-polisikan-mantan-istri-soal-penggelapan-tanah

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blora Yulianto atau Bostong mengadukan mantan istrinya Danik Berliana ke Polres Blora. Aduan itu atas dugaan penggelapan tanah.]]>

KOTA – Ketua DPC Gerindra Kabupaten Blora Yulianto atau Bostong mengadukan mantan istrinya Danik Berliana ke Polres Blora. Aduan itu atas dugaan penggelapan dan penyerobotan atas hak tanah dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Yuliyanto, selaku pengadu menjelaskan duduk permasalahannya. Dirinya merupakan pemilik dan Direktur Utama PT Asmoro Jati Subur sejak perusahaan didirikan. Namun pada tanggal 10 Agustus 2016, PT Asmoro Jati Subur dibagi menjadi dua kepemilikan. Pertama usaha agen tabung gas LPG 3 Kg menjadi miliknya, dan usaha furnitur menjadi milik terlapor Danik Berliana.

”Namun dalam faktanya, seluruh aset yang telah dibagi diambil seluruhnya oleh Danik. Perusahaan dan asetnya, termasuk tanah,” jelasnya dengan didampingi Advokat Sugiyarto.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blora ini menambahkan, pada 14 Januari 2017, Danik memaksa meminta dividen 50 persen dari hasil penjualan tabung gas LPG 3 Kg. Lalu sejak 24 Maret 2017, Danik dan Puji Jayanto menguasai usaha tabung gas LPG 3 Kg tanpa ijin yang sah dari Juliyanto.

Sementara itu, Kapolres Blora Antonius Anang melalui Kasatreskrim Polres Blora Dwi Heri Utomo mengaku hingga kemarin belum menerima laporan tersebut. ”Mungkin masih di SPK,” terangnya.

Puji Jayanto selaku Direktur Utama PT Asmoro Jati Subur mengaku sudah mendengar adanya aduan terhadap dirinya dan Danik Berliana ke Polres Blora kemarin. Namun hingga kemarin belum mendapatkan surat resmi. ”Akan saya komunikasikan dulu dengan mbak Danik,” jelasnya singkat. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Feb 2019 06:48:22 +0700
<![CDATA[Diduga Terlibat Korupsi Rp 200 Juta, Oknum ASN Pemkab Ditahan Kejati]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/21/120675/diduga-terlibat-korupsi-rp-200-juta-oknum-asn-pemkab-ditahan-kejati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/21/diduga-terlibat-korupsi-rp-200-juta-oknum-asn-pemkab-ditahan-kejati_m_120675.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/21/diduga-terlibat-korupsi-rp-200-juta-oknum-asn-pemkab-ditahan-kejati_m_120675.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/21/120675/diduga-terlibat-korupsi-rp-200-juta-oknum-asn-pemkab-ditahan-kejati

Oknum aparatur sipil negeri (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus diduga terlibat korupsi. Oknum berinisial RMG, 39, diduga telah melakukan indikasi korupsi proyek.]]>

KUDUS – Oknum aparatur sipil negeri (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kudus diduga terlibat korupsi. Oknum berinisial RMG, 39, diduga telah melakukan indikasi korupsi proyek pemerintah tanaman bibit senilai Rp 200 juta pada 2014 lalu. Saat ini, dia telah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Semarang.

Dari informasi yang didapatkan, RMG saat ini menjadi seorang staf Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus. Sebelumnya, ia tercatat sebagai staf di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kabupaten Kudus.

Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus Heru Subiyanto tidak mengatakan gamblang terkait penahanan salah satu ASN-nya oleh Kejati Semarang. Hanya, pihaknya membenarkan yang bersangkutan sudah tidak masuk kerja sejak Kamis (14/2) lalu. ”Saya belum menerima surat pemberitahuan soal itu hingga sekarang,” jelasnya.

Ia mengatakan, oknum ASN ini terbilang baru di Dinas PUPR Kabupaten Kudus. Baru sekitar sebulan. Dia mulai bekerja di Dinas PUPR Kudus pada 13 Januari 2019 lalu. ASN tersebut menjabat staf di Bina Marga PUPR Kabupaten Kudus.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Kudus Prabowo Aji Sasmito saat dikonfirmasi membenarkan hal ini. Pihaknya menyebut, memang ada oknum ASN di Kudus yang diduga tersandung kasus korupsi.

Awalnya, yang bersangkutan dicurigai terlibat dugaan pencucian uang. Sebab, aliran transfer di rekeningnya terbilang fantastik. ”Setelah dilakukan penyelidikan, oknum ASN ini ada indikasi telah melakukan korupsi proyek pengadaan tanaman bibit senilai Rp 200 juta. Proyek itu diadakan oleh Dinas PKLH Kabupaten Kudus pada 2014 lalu,” jelasnya.

Ia mengatakan, ASN ini telah melanggar Pasal 12 Huruf i Undang-Undang tentang Korupsi. Di mana sebagai ASN seharusnya baik secara langsung dan tidak langsung tidak boleh terlibat dalam pengadaan jasa dan barang oleh pemerintah.

”Ancamannya minimal empat tahun penjara. Saat ini Oknum ASN sudah ditahan di Kedungpane, Semarang, sejak Rabu (13/2) lalu. Untuk jadwal sidangnya kami masih belum tahu,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Feb 2019 09:48:01 +0700
<![CDATA[Motor Pinjaman Digadaikan Rp 5 Juta, Tersangka Akhirnya Diringkus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120480/motor-pinjaman-digadaikan-rp-5-juta-tersangka-akhirnya-diringkus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/motor-pinjaman-digadaikan-rp-5-juta-tersangka-akhirnya-diringkus_m_120480.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/motor-pinjaman-digadaikan-rp-5-juta-tersangka-akhirnya-diringkus_m_120480.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120480/motor-pinjaman-digadaikan-rp-5-juta-tersangka-akhirnya-diringkus

Aziz Moyo, 27, warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Pati diringkus Polsek Margorejo kemarin. Ia diringkus petugas terkait kasus penipuan dan penggelapan]]>

MARGOREJO – Aziz Moyo, 27, warga Desa Tambaharjo, Kecamatan Tambakromo, Pati diringkus Polsek Margorejo kemarin. Ia diringkus petugas terkait kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor milik Eko Saputro, 25, warga Desa Tawangharjo, Wedarijaksa pada November 2018 lalu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka meminjam sepeda motor Honda Scoopy K 3327 SU beserta STNK kepada korban 29 November 2018 lalu di Desa Langenharjo, Margorejo. Tersangka berjanji akan mengembalikan sepekan kemudian. Karena sudah kenal baik, korban meminjamkan sepeda motornya kepada tersangka.

Setelah sepekan dipinjam, tersangka tak kunjung mengambalikan motor korban. Alih-alih mengembalikan, tersangka justru menggadaikan motor itu sebesar Rp 5 juta. Korban sempat kesulitan menghubungi tersangka. Akhirnya korban melaporkan kejadian itu ke Polres Pati.

“Laporan ke Polres Pati 7 Februari. Sedangkan pelimpahan kasus kepada kami 18 Februari. Kami langsung melakukan penyelidikan dan malamnya langsung meringkus tersangka. Kami menangkap tersangka setelah itu mencari keberadaan barang bukti sepeda motor yang digadaikan,” ungkap Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih kemarin.

Tersangka dan barang bukti telah diamankan. Selain sepeda motor, petugas juga mengamankan STNK dan uang tunai Rp 600 ribu. Uang itu yang dimiliki tersangka sisa dari penggadaian sepeda motor. Petugas juga mendatangkan korban untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Sepeda motor milik korban seharga Rp 22 juta digadaikan tersangka Rp 5 juta. Modus dari penipuan itu tersangka meminjam motor kepada korban seminggu, lalu menggadaikannya hingga tiga bulan,” ungkap Endah kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat tindak pidana penipuan yang diatur pasal 378 KUH Pidana. Sedangkan tindak pidana penggelapan sesuai pasal 372 KUH Pidana. Ancaman pidana kurungan penjara maksimal empat tahun.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Feb 2019 12:43:01 +0700
<![CDATA[Kronologi Suami Habisi Istrinya Usai Melahirkan, Benar-Benar Sadis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120428/kronologi-suami-habisi-istrinya-usai-melahirkan-benar-benar-sadis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/kronologi-suami-habisi-istrinya-usai-melahirkan-benar-benar-sadis_m_120428.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/kronologi-suami-habisi-istrinya-usai-melahirkan-benar-benar-sadis_m_120428.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120428/kronologi-suami-habisi-istrinya-usai-melahirkan-benar-benar-sadis

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga meninggal dunia yang dialami Dewi Murtosiyah diketahui terjadi sejak mantan isteri suaminya sering datang ke rumah.]]>

KUDUS – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga meninggal dunia yang dialami Dewi Murtosiyah diketahui terjadi sejak mantan isteri suaminya sering datang ke rumah. Hal ini sempat diungkapkan Dewi saat masih hidup kepada Sholikin, pamannya. Ia mengatakan saat kandungannya berusia sekitar enam bulan.

DI GANG BUNTU: Kondisi lingkungan sekitar rumah Sugeng, pelaku pembunuhan kepada istrinya sendiri di Desa Lambangan, Undaan, Kudus. Rumahnya dua dari kiri. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sholikin mengatakan, terungkapnya kelakuan kasar Sugeng, suami korban, ketika dia mendesak keponakannya itu bercerita tentang penyebab luka lebam di tangannya. Semula Dewi masih enggan untuk memberitahu penyebab luka di tangannya. ”Saya tanya, awalnya dia jawab kena tasbih saat anak tirinya bermain,” ujarnya. Sugeng dengan mantan istrinya memang sudah memiliki satu anak yang diasuh Dewi.

Namun karena tidak percaya, karena alasan itu dirasa tidak meyakinkan. Dia tetap mendesak Dewi untuk bercerita. Akhirnya Dewi pun mulai menceritakan apa yang selama ini dialaminya.

”Saiki bareng mantan bojone moro aku kerep disikso. Jare anake pengen bapake balik karo ibune. (Sekarang setelah mantan istrinya sering ke rumah, saya sering disiksa. Katanya anaknya ingin bapaknya kembali sama ibunya),” kata Sholikin menirukan Dewi semasa masih hidup.

Sementara itu, tetangga pelaku yang berinisial SM kepada Jawa Pos Radar Kudus, mengatakan, Sugeng dan mantan istrinya bercerai sekitar tiga tahun lalu. Mereka pisah karena mantan istri Sugeng kepincut dengan rekan kerjanya. Dulunya mantan istri Sugeng merupakan buruh tani. Lalu, ada rekan seprofesi yang membuat hati mantan istri Sugeng luluh.

SM juga mengungkapkan, Sugeng juga diduga pernah ”main tangan” kepada mantan istrinya. Namun tak terlalu parah. ”Mungkin juga, mantan istrinya tak dicukupi kebutuhannya oleh Sugeng. Maka dari itu dia minta cerai dengan Sugeng,” katanya.

Dia menceritakan, Sugeng merupakan anak ke lima dari enam bersaudara. Sugeng termasuk sukses di antaranya kelima saudaranya. Rumah sugeng cukup paling bagus di antara rumah lima saudaranya. Rumah Sugeng diapit rumah saudaranya, SY dan NY.

Saat Jawa Pos Radar Kudus menyambangi rumah Sugeng kemarin, kondisinya tertutup rapat. Rumah itu merupakan paling bagus dibanding rumah saudaranya. Lantai rumahnya dilapis keramik, sedangkan rumah saudaranya hanya tanah. Ada pula gebyok di jendela rumahnya.

SM juga memaparkan, bahwa Sugeng mempunyai dua motor, Honda Vario dan motor sport. Sugeng termasuk kecukupan dibanding saudara-saudaranya. Namun, Sugeng memiliki kepribadian yang pelit kepada Dewi maupun saudaranya.

Pernah suatu ketika Dewi sedang ngidam mi ayam, namun Sugeng tak menuruti keinginan istrinya. Dia malah menyuruh Dewi untuk membeli mi biasa dan ditaburi micin. Sehingga rasanya mirip dengan mi ayam. ”Iku lha wes koyo mie ayam rasane. Kok ada lelaki setega itu terhadap istrinya,” cetus SM dengan mimik muka jengkel.

Kelakuan buruk Sugeng kepada Dewi tak behenti di situ. SM menambahkan, ketika Dewi sudah melahirkan anaknya tak dikontrolkan ke dokter. Saat itu Dewi diberi uang Rp 600 ribu oleh orang tua Sugeng.

Dewi menyuruh Sugeng untuk mengantarkannya berobat. Namun Sugeng menolak. Sugeng malah meminta uang Dewi tersebut, untuk digunakan memenuhi kebutuhan pribadinya. ”Bahkan ketika anaknya puputun, uang sumbangan malah diminta Sugeng,” imbuh SM.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan pemeriksaan atas kasus ini. Setelah pemeriksaan kepada pelaku, besok giliran empat bidan yang akan diperiksa sebagai saksi. Bidan tersebut yang melakukan pemeriksaan awal jenazah Dewi.

”Pada pemeriksaan yang sudah kami lakukan, pelaku sudah mengakui perbuatannya. Dia mengaku melakukan tindakan ini karena alasan ekonomi,” jelasnya.

Rismanto mengungkapkan, penyebab lain Sugeng melakukan KDRT, yakni karena jengkel sering disuruh melakukan pekerjaan rumah pasca istrinya melahirkan. ”Karena istrinya habis operasi (cesar), otomatis aktivitas dan geraknya terbatas. Jadi, suaminya sering diminta mengganti popok bayinya. Ini yang menurut pengakuannya (pelaku, Red) menjadi salah satu alasan cekcok,” katanya. ”Saat istrinya dibunuh, usia bayi mereka baru 15 hari,” imbuhnya.

Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan kepada dua orang saksi lain. Satu saksi dari tetangga yang ikut memandikan jenazah. Satu saksi lagi tetangga terdekat pelaku. Pemeriksaan dua saksi ini, akan dilakukan Minggu (24/2). ”Kalau diperlukan kami juga akan lakukan pemeriksaan kejiwaan,” imbuhnya.

Namun, sampai saat ini dari keterangan keluarga dan tetangga pelaku, semuanya mengatakan tidak pernah ada riwayat penyakit jiwa. Pelaku pun dipastikan tidak pernah dirawat sebagai pasien rumah sakit jiwa. (gal)

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Feb 2019 09:54:01 +0700
<![CDATA[Polisi Ungkap Motif Suami Bunuh Istrinya Sendiri Usai Melahirkan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/19/120218/polisi-ungkap-motif-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/19/polisi-ungkap-motif-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan_m_120218.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/19/polisi-ungkap-motif-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan_m_120218.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/19/120218/polisi-ungkap-motif-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan

Hasil otopsi dari Polres Kudus kemarin, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Dewi mengalami luka memar pada dada bagian kanan. Diameter luka cukup lebar.]]>

KUDUS - Hasil otopsi dari Polres Kudus kemarin, korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Dewi mengalami luka memar pada dada bagian kanan. Diameter luka yang cukup lebar. Diduga bekas gantungan selendang. Sendi penggerak atas pun ditemukan luka memar. Serta ditemukan beberapa resapan darah di kepala bagian kanan dan paru-paru bagian kanan.

Diberitakan sebelumnya makam Dewi Murtosiyah, 22, dibongkar pada Minggu (17/2). Tujuannya untuk otopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Hal ini dilakukan atas dasar laporan dari keluarga yang dilayangakan kepada Polres Kudus pada Jumat (15/2) lalu. Dewi yang saat itu habis operasi caesar diduga menjadi korban pembunuhan oleh Sugeng, 38, suaminya sendiri.

Pembongkaran makam dan proses otopsi berlangsung sekitar dua jam pukul 08.00-10.00. Pihak keluarga turut hadir dalam proses yang dilaksanakan di tempat pemakaman umum (TPU) Gringgsing, Desa kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, ini.

Luka memar itu membikin Solikin 55 salah satu kerabat korban yang mengikuti proses otopsi syok. Dirinya tak menyangka jika tersangka yang juga suami dari korban (Sugeng) tega berbuat hal yang demikian. "Padahal korban berperilaku baik dalam kesehariannya ," terangnya saat ditemui di kediamannya kemarin.

Solikin dengan raut muka sedih dan mata yang berkaca-kaca menjelaskan Dewi merupakan sosok pendiam. Dikatakannya, Dewi jarang menceritakan masalah keluarganya kepada orang tua kandungnya. Bahkan dengan oranglain.

Terkait kekerasan yang sering dilakukan suami Dewi, mulai terungkap saat Solikin memergoki tangan korban penuh lebam saat hendak mengambil berwudhu. "Saya tanya kenapa. Katanya kena tasbih anaknya. Saya mengelak itu tidak mungkin,"

Dijelaskan Solikin, Dewi baru mengakui perbuatan keji  suaminya setelah kejadian tersebut. Ia juga menceritakan ketika korban mengandung anak usia enam bulan pernah berjalan kaki sendirian tanpa didampingi suami. Dari rumahnya Desa Lambangan menuju Desa Undaan Lor rumah Solikin. Jaraknya sekitar 15 kilometer. Itu lantaran korban diduga terkena kekerasan dari sang suami. Bahkan untuk uang jatah makan pun hanya diberi Rp 5 ribu per hari.

"Dia hampir tidak pernah makan utuh. Selalu dibagi dengan anak tirinya," jelasnya.

Terkait kasus ini, pihak keluarga menginginkan Sugeng dihukum seberat-beratnya. Pihaknya mengaku sangat kecewa dan sakit hati terkait hal ini.

Menurut penuturan tokoh masyarakat Desa Lambangan yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kesahiran Sugeng tergolong orang pelit. Pelaku juga jarang bersosialisasi dengan warga. Dia juga menduga pelaku kondisi kejiwaannya terganggu. Karena disebabkan anak dari mantan istrinya dibawa pergi oleh mantan istrinya berbulan-bulan. Maka dari itu dia sering melakukan tindakan kekerasan kepada korban.

”Mungkin dari situ korban sering disiksa oleh pelaku,” ungkapnya.

Tokoh Masyrakat juga membenarkan bahwa korban pernah berjalan dari Desa Lambangan sampai Desa Undaan Lor. Ketika itu sedang mengandung anak berusia enam bulan. Ketika Dewi melakukan olahraga hamil dengan berjalan di kampung di pagi hari. Pelaku tak turut serta mendampingi korban.

Ia juga memaparkan pelaku pekerjan sehari-harinya menjadi kuli pasir di Tanjung. Dalam satu hari pelaku mendapatkan penghasilan Rp 100 ribu untuk dua kali angkut pasir. Pernah suatu ketika ada cekcok perihal masalah uang seribu. Saat itu Dewi berbelanja di warung dan harus utuh dengan uang kembaliannya. Dia tak diperbolehkan mengganti kembalian dengan permen.

”Saya tak menyangka Sugeng berbuat sekeji itu kepada Dewi. Ia telah mencoreng nama baik Desa Lambangan yang terkenal dengan nilai agamanya,” katanya.

Terpisah Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto motif pembunuhan ini disebabkan oleh masalah ekonomi. Ia  mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat jika menemukan kasus seperti ini langsung saja adukan ke pihak kepolisian. Pihaknya memastikan akan menindak tegas persoalan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

"Pelaku melanggar Pasal 44 Ayat 3 Undang-undang No. 23 Tahun 2004 dan diacaman hukuman 15 tahun penjara,” tandasnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Feb 2019 09:48:51 +0700
<![CDATA[Biadab! Suami Bunuh Istrinya Sendiri Usai Melahirkan, Hanya karena….]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/18/120011/biadab-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan-hanya-karena https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/18/biadab-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan-hanya-karena_m_120011.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/18/biadab-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan-hanya-karena_m_120011.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/18/120011/biadab-suami-bunuh-istrinya-sendiri-usai-melahirkan-hanya-karena

Makam Dewi Murtosiyah, 22, dibongkar kemarin. Tujuannya untuk otopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng dan Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kedokteran.]]>

KUDUS – Makam Dewi Murtosiyah, 22, dibongkar kemarin. Tujuannya untuk otopsi oleh tim Biddokkes Polda Jateng dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Hal ini dilakukan atas dasar laporan dari keluarga yang dilayangkan kepada Polres Kudus pada Jumat (15/2) lalu. Dewi yang saat itu habis operasi caesar diduga menjadi korban pembunuhan oleh Sugeng, 38, suaminya sendiri.

Pembongkaran makam dan proses otopsi berlangsung sekitar dua jam, pukul 08.00-10.00. Pihak keluarga turut hadir dalam proses yang dilaksanakan di tempat pemakaman umum (TPU) Gringgsing, Desa kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, ini.

PENASARAN: Ratusan warga memadati area sekitar TPU Gringsing, Desa kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, saat ada otopsi jenazah Dewi Murtosiyah, korban pembunuhan oleh suaminya kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Tak ketinggalan warga sekitar memenuhi kompleks makam itu. Mereka penasaran dan ingin menyaksikan proses bongkar makam dan otopsi. Meskipun akhirnya mereka tidak bisa melihat langsung, karena daerah sekitar makam disterilkan oleh petugas Polres Kudus. Ratusan warga hanya bisa melihat dari jarak yang cukup jauh. Sementara lokasi otopsi ditutup terpal, agar tak terlihat warga.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto, mengatakan, kegiatan ini atas persetujuan pihak keluarga korban. Polres Kudus mengambil tindakan ini, karena saat pemeriksaan pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah.

”Setelah kami menerima laporan dari keluarga, Tim I Unit Opsnal Polres Kudus langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Jumat (15/2),” katanya saat dikonfirmasi kemarin.

Rismanto menjelaskan, dari hasil otopsi kemarin diketahui ada luka memar yang luas di dada sebelah kanan korban. Selain itu, ditemukan beberapa luka memar di anggota gerak atas (tangan sampai lengan dan leher) akibat kekerasan benda tumpul. Juga ditemukan resapan darah di daerah paru-paru kanan dan di kulit kepala sebelah kanan. ”Resapan darah ini akibat kekerasan benda tumpul,” jelasnya.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari sampel yang diuji melalui laboratoris oleh Tim Biddokkes Polda Jateng. Hasilnya akan disampaikan pekan depan.

Berdasarkan hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim Polres Kudus, Rismanto menjelaskan secara rinci koronologi pembunuhan yang terjadi pada Sabtu (9/2) lalu sekitar pukul 06.00 ini. Lokasinya berada di rumah pelaku Sugeng di RT 2/RW 2, Desa Lambangan, Undaan, Kudus.

Waktu itu, tetangga mendengar teriakan pelaku minta tolong. Kemudian para tetangga mendatangi rumah tersebut. Saat masuk ke rumah, mereka sudah mendapati korban dalam keadaan meninggal dunia. Tergeletak di ruang tengah dengan didampingi suami dan anaknya. ”Saat warga datang, perut korban masih terlilit selendang (sebelumnya untuk menggantung korban, Red),” jelasnya. Sebelum ditemukan meninggal, tetangga mendapati korban dan pelaku cekcok di dalam rumah.

Karena ada luka di badan korban, jenazah sempat diperiksa oleh tim gabungan medis bidan desa setempat. Akhirnya, janazah diserahlkan kepada pihak orang tua korban di RT 1/RW 2, Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, untuk dimakamkan.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang No. 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia.  Acaman hukumannya 15 tahun penjara.

Rismanto, menuturkan, berdasarkan pengakukan pelaku, pada Jumat (8/2) lalu sekitar pukul 17.30 dia memukul korban dengan tangan kosong mengenai punggung. Sehingga korban jatuh dan kepalanya terbentur dinding yang mengakibatkan kepala memar. Keesokan harinya sekitar pukul 05.00, pelaku melakukan tindakan kekerasan lagi. Saat akan pergi ke kamar mandi, korban didorong pelaku yang mengakibatkan korban terjatuh.

”Pada saat korban terjatuh itu, kemudian pelaku dengan spontan mengambil selendang yang berada di kursi dan dililitkan di leher korban. Selanjutnya korban digantung di tangga,” ungkapnya.

Sementara itu, paman korban, Sholikin, 55, mengatakan, sebelumnya korban sering curhat kepadanya. Korban mengaku sering disiksa suaminya. Dia pun beberapa kali mendapati tubuh korban dalam kondisi lebam. ”Keponakan saya sudah ingin pisah. Namun karena sedang hamil, saya sarankan pisah setelah melahirkan saja,” katanya saat ditemui di dekat pusara korban kemarin.

Tak hanya itu, sehari-hari kebutuhan rumah tangga juga tidak terpenuhi. Bahkan, untuk jatah makan saja, sehari korban hanya diberi Rp 5 ribu. Korban hanya boleh memasak nasi segelas untuk dimakan bertiga, pelaku, korban, dan satu anaknya. ”Keponakan saya itu (korban, Red) kalau makan sepiring dengan anak tirinya. Setelah anaknya selesai, sisanya baru dimakan,” katanya.

Dia mengatakan, korban dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Sebelum dia mendesak untuk bercerita, korban tidak pernah menceritakan kelakuan suaminya itu.

Dijelaskan, saat mengantarkan jenazah ke rumah orang tuanya, pelaku mengatakan korban meninggal karena jatuh dari tangga. Sehingga ada luka lebam di tubuhnya. Namun, pihak keluarga masih curiga. Akhirnya melaporkan ke polisi. ”Kami harap pelaku bisa dihukum maksimal. Kalau bisa dihukum mati,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 18 Feb 2019 11:09:18 +0700
<![CDATA[Bobol Pintu Toko, Maling Gondol Ratusan Pakaian]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119526/bobol-pintu-toko-maling-gondol-ratusan-pakaian https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/bobol-pintu-toko-maling-gondol-ratusan-pakaian_m_119526.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/bobol-pintu-toko-maling-gondol-ratusan-pakaian_m_119526.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119526/bobol-pintu-toko-maling-gondol-ratusan-pakaian

Toko pakaian milik Suparti, 60, di jalan Pati-Gabus, Desa Tambahmulyo, Gabus, disatroni maling pada Rabu (13/2) lalu. Pencuri telah mengambil ratusan pakaian.]]>

GABUS – Toko pakaian milik Suparti, 60, di jalan Pati-Gabus, Desa Tambahmulyo, Kecamatan Gabus, disatroni maling pada Rabu (13/2) lalu. Pencuri telah mengambil ratusan pakaian. Kini, petugas Mapolsek Gabus tengah menyelidikinya. Slayer milik pelaku tertinggal di dalam toko.

Kejadian itu bermula Rabu (13/2) pukul 09.30 ketika korban pergi ke toko miliknya. Sesampainya di toko jalan Pati-Gabus turut Desa Tambahmulyo, Gabus, korban masuk lewat pintu belakang. Sesampainya di sana, korban kaget mendapati pintu di belakang toko dalam keadaan rusak.

Barang milik korban diantaranya baju, tas, celana, kemeja telah raib. Total ada 105 pakaian berbagai jenis dan merek. Korban lantas melaporkan kejadian itu kepada petugas Mapolsek Gabus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Gabus IPTU Pujiati mengatakan, kejadian itu diperkirakan terjadi pada malam hari saat kondisi toko dan sekitarnya sepi. “Pelaku merusak pintu belakang toko untuk melancarkan aksinya. Karena di pintu belakang dalam keadaan rusak dan terbuka. Kini petugas terus menyelidiki kasus 363 KUH Pidana,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Di dalam toko itu terdapat slayer warna hitam diduga milik pelaku. Barang bukti itu kini diamankan. Atas peristiwa itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 15 juta. Diantara barang milik korban di dalam toko yang raib diambil pencuri selana panjang pria 30 item, baju kemeja pria 50 item, tas perempuan 10 item, dan baju perempuan 15 item. “Ada 105 item pekaian milik korban yang raib,” lanjutnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Feb 2019 11:00:15 +0700
<![CDATA[Curi 35 Motor, Satu Unit Dijual Rp 1,5 Juta, Tiga Tersangka Diringkus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/13/119175/curi-35-motor-satu-unit-dijual-rp-15-juta-tiga-tersangka-diringkus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/13/curi-35-motor-satu-unit-dijual-rp-15-juta-tiga-tersangka-diringkus_m_119175.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/13/curi-35-motor-satu-unit-dijual-rp-15-juta-tiga-tersangka-diringkus_m_119175.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/13/119175/curi-35-motor-satu-unit-dijual-rp-15-juta-tiga-tersangka-diringkus

Polres Pati sukses mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Pati. Ada tiga tersangka terdiri seorang pencuri dan dua penadah telah diringkus.]]>

KOTA – Polres Pati sukses mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Pati. Ada tiga tersangka terdiri seorang pencuri dan dua penadah telah diringkus. Sementara ini masih ada seorang pelaku yang masih buron.

Dari kasus curanmor itu, polisi mengamakan 35 barang bukti berupa sepeda motor berbagai merk. Bahkan ada motor yang diberi pelat merah untuk mengelabuhi petugas.

Pengungkapan curanmor itu berawal saat tersangka Ahmad Nur Cahyo, 28, warga Desa Cengkalsewu, Sukolilo, mencuri sepeda motor di area sawah Desa Bogotanjung, Gabus pada 31 Januari lalu. Pada saat aksi pencurian, tersangka membawa kabur sepeda motor Vixion dan meninggalkan sepeda motor Mio yang dikendarainya.

Kasus pencurian itu dilaporkan ke petugas kepolisian dan dilakukan penyelidikan. Tim Resmob Polres Pati menyelidiki dengan mencatat dan meminta keterangan dari saksi. Polisi juga menyelidiki Mio yang digunakan tersangka saat mencuri. Dari pengembangan, pada Rabu (6/2) pukul 13.00 tim resmob berhasil menangkap Ahmad di Kecamatan Kayen saat hendak menjual hasil curian.

Setelah diinterogasi petugas, tersangka menjual hasil curian kepada dua penadah yakni Sugiono dan Sudarmanto. Petugas langsung memburu dua penadah. Petugas juga terus mengembangkan kasus itu karena masih ada pelaku lainnya yakni MR.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto didampigi Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, dari hasil pengungkapan curanmor diamankan satu tersangka sebagai pencuri dan dua penadah. Ada 35 sepeda motor berbagai merk yang diamankan petugas. Ahmad menjual 28 sepeda motor kepada Sudarmanto dan menjual 7 sepeda motor kepada Sugiono.

“Pencurian itu dilakukan selama 2018 hingga awal 2019 ini. Modusnya, tersangka menggunakan kunci T untuk mencuri motor. Kebanyakan dilakukan di persawahan saat petani tengah beraktivitas di sawah. Pencuri melancarkan aksinya di Pati bagian selatan mulai Sukolilo, Kayen, Tambakromo, dan Gabus. Ini pengungkapan curanmor besar,” kata Jon Wesly.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana dengan kurungan penjara 7 tahun. Pihaknya mengimbau warga Pati yang merasa menjadi korban kejahatan curanmor dan  kehilangan sepeda motornya bisa datang ke Mapolres Pati membawa bukti surat-surat kendaraan. Pengambilan sepeda motor ini gratis.

Sementara itu Ahmad mengaku, mencuri sepeda motor di wilayah Pati. Satu unit kendaraan dijual kepada penadah kisaran Rp 1,5-Rp 3,5 juta sesuai dengan kondisi sepeda motor. Ia telah memodifikasi beberapa kendaraan untuk menghilangkan jejak. Bahkan ada satu kendaraan yang dipasang pelat merah untuk mengelabuhi motor itu hasil curian.

“Saya mencuri sepeda motor sudah sekitar 1,5 tahun ini. Dalam melancarkan aksi, saya mencuri satu kendaraan butuh waktu 5 menit. Kendaraan itu saya jual kepada penadah dan penadah menjual lagi kepada tetangga-tetangganya,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Feb 2019 12:57:13 +0700
<![CDATA[Bejat! Istri Lagi Hamil, Suami Nekat Perkosa Penjaga Pertamini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/08/118287/bejat-istri-lagi-hamil-suami-nekat-perkosa-penjaga-pertamini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/08/bejat-istri-lagi-hamil-suami-nekat-perkosa-penjaga-pertamini_m_118287.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/08/bejat-istri-lagi-hamil-suami-nekat-perkosa-penjaga-pertamini_m_118287.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/08/118287/bejat-istri-lagi-hamil-suami-nekat-perkosa-penjaga-pertamini

Seorang warga Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus, M Irfani, 18, nekat memerkosa EW, 19, salah penjaga pertamini di Desa Sambung, dikarenakan kurang jatah.]]>

KUDUS – Seorang warga Desa Sambung, Kecamatan Undaan, Kudus, M Irfani, 18, nekat memerkosa EW, 19, salah penjaga pertamini di Desa Sambung. Perbuatan bejat ini, dilakukan karena kurang mendapatkan jatah dari istrinya lantaran sedang hamil.

Kejadian tersebut, dilakukannya pada Kamis, 17 Januari lalu di area persawahan Desa Medini, Undaan. Dalam pers rilis yang dilaksanakan di Mapolres Kudus kemarin, Irfani mengaku, dorongan nafsu bejat tersebut, muncul ketika ia berteduh di tempat kerja korban. ”Saya hanya berteduh awalnya,” jelasnya.

Diceritakan, saat itu sekitar pukul 20.00. Akibat hujan deras, memaksa ia berteduh. Saat berada di sana, ia melihat korban sedang memakan bakso. Obrolan pun berlangsung. Mereka saling berkenalan.

Setelah bercakap cukup lama, ia menawarkan untuk mengantar pulang korban. Tawaran ini muncul ketika korban mengatakan sepupunya belum bisa menjemput karena sedang hujan deras. ”Lalu saya antar pulang,” ucapnya.

Di perjalanan, niat untuk memerkosa muncul. Tanpa menunggu lama, ia pun membelokkan kendaraannya ke arah sawah. Korban langsung dibawa ke tengah sawah dan dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya. ”Langsung saya turunkan celana korban,” jelasnya.

Korban sempat melawan dan meminta tolong, namun korban dicekik dan diancam akan dibunuh. Setelah menyalurkan hasratnya, korban lalu diantarkan pulang. Sepanjang perjalanan, korban masih tetap diancam. Bahkan, ia mengancam akan dibunuh jika membeberkan perbuatan bejatnya itu ke orang lain.

Karena perbuatannya itu, Irfan kini harus mendekam di penjara. Padahal, sang istri sedang hamil muda. Ia pun terancam tak bisa mendampingi persalinan istrinya. Ia menyesali perbuatannya. Dirinya pun berpesan kepada sang istri untuk tetap menjaga kesehatan serta kandungannya.

Dia mengatakan, apabila sang istri tak kuat menunggu ia keluar dari penjara, istrinya boleh mencari yang lain. ”Saya menyesal, sangat menyesal. Kalau (istri) mau cari (laki-laki) lain saya ikhlas. Asalkan lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Undaan AKP Anwar, mengatakan, penangkapan Irfan dilakukan keesokan harinya saat keluarga korban memanggilnya ke rumah. Ini berdasarkan laporan keluarga korban ke Polsek Undaan. Irfan akan dijerat dengan Pasal 285 tentang Kekerasan atau Ancaman Kekerasan terhadap Perempuan yang Bukan Istrinya. ”Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 08 Feb 2019 09:12:17 +0700
<![CDATA[Tipu Petugas Bank, Enam Sindikat Pemalsu Dokumen Diamankan Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/06/117926/tipu-petugas-bank-enam-sindikat-pemalsu-dokumen-diamankan-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/06/tipu-petugas-bank-enam-sindikat-pemalsu-dokumen-diamankan-polisi_m_117926.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/06/tipu-petugas-bank-enam-sindikat-pemalsu-dokumen-diamankan-polisi_m_117926.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/06/117926/tipu-petugas-bank-enam-sindikat-pemalsu-dokumen-diamankan-polisi

Enam orang sindikat pemalsu surat-surat berharga seperti STNK, KTP, kartu keluarga, buku nikah dan surat berharga lainnya, ditangkap aparat Reskrim Polres Kudus]]>

JEKULO - Enam orang sindikat pemalsu surat-surat berharga seperti surat tanda nomor kendaraan (STNK), kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), buku nikah dan surat-surat berharga lainnya, ditangkap aparat satuan Reskrim Polres Kudus. Keenam pelaku masing-masing berinisial MJ (45), BMY (35), JN (37), SR (43), KW (54) serta AM (49) mereka mempunyai peranan sendiri-sendiri. Mulai dari yang membuat, perantara sampai pemesan.

Kapolres Kudus AKBP Saptono mengatakan, penangkapan para pelaku berawal dari informasi masyarakat adanya seseorang yang menjual mobil yang dilengkapi dengan STNK yang diduga palsu. Mobil bernopol AB 1326 MH ternyata bukan nomer aslinya.

”Oleh anggota kemudian dilakukan pengecekan. Berdasarkan nomer rangka dan nomer mesin muncul nopol mobil yang asli yakni A 1045 BC milik warga Serang Banten. Maka pemilik mobil yang tertera dalam STNK palsu kami amankan”, ujarnya.

Pengembangan kasus tersebut, diketahui pelaku utama pembuat STNK palsu berinisial MJ (45) warga desa Glantengan, Kecamatan Kota, Kudus. MJ merupakan otak pembuat surat-surat berharga palsu. Sebab rumahnya didapati barang bukti lain seperti KK, KTP dan buku nikah palsu. ”Kasus ini akan kami kembangkan, kemungkinan masih ada jaringannya”, imbuhnya.

Tersangka MJ mengaku, menjalankan aksinya berdasarkan pesanan. Harga yang dipatok pun beragam mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. Aksi membuat surat-surat palsu sudah dijalani selama 4 tahun. ”Kira-kira sudah ada 20 pemesan”, ungkapnya.

Surat-surat berharga palsu tersebut memang sekilas mirip aslinya. Sehingga cukup banyak yang terkelabuhi. KTP maupun KK palsu ini rata-rata digunakan untuk mengelabuhi petugas perbankan.

”Setahu saya syaratnya cukup mudah hanya mengirim foto dokumen yang dibutuhkan. Pihak bank juga sudah percaya,” katanya.

Rata-rata pemesan yang meminta jasanya telah mempunyai BI checking jelek. Sehingga sulit mendapat pinjaman ke bank. Berkat bantuan dokumen palsu yang dibuatnya, pemesan akhirnya dapat kucuran dana pinjaman.

Dalam kasus tersebut, para pelaku akan dijerat pasal 263 KUH Pidana dan pasal 480 KUH Pidana tentang menggunakan surat palsu atau pertolongan jahat (penadah). Ancaman kurungan 6 tahun penjara.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Feb 2019 10:13:05 +0700
<![CDATA[Putar Balik, Kendaraan Melanggar Dikejar dan Ditilang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/05/117783/putar-balik-kendaraan-melanggar-dikejar-dan-ditilang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/05/putar-balik-kendaraan-melanggar-dikejar-dan-ditilang_m_117783.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/05/putar-balik-kendaraan-melanggar-dikejar-dan-ditilang_m_117783.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/05/117783/putar-balik-kendaraan-melanggar-dikejar-dan-ditilang

Satlantas Polres Grobogan berhasil menindak 46 pelanggar lalu lintas saat dilaksanakan jalan raya Purwodadi-Solo di kawasan letter S, Kecamatan Toroh.]]>

PURWODADI – Satlantas Polres Grobogan berhasil menindak 46 pelanggar lalu lintas saat dilaksanakan jalan raya Purwodadi-Solo di kawasan letter S, Kecamatan Toroh. Saat razia tersebut mengamankan satu kendaraan sepeda motor diduga bodong tanpa dilengkapi surat kendaraan.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Iptu Joko Susilo menyatakan, satu kendaraan yang diamankan karena mencurigakan. Kendaraan tersebut terlihat melaju dari arah utara (Purwodadi) menuju ke Solo. Begitu tahu ada razia, pengendara ini langsung putar balik.

”Kami merasa curiga, anggota langsung lakukan pengejaran dan berhasil menghentikan pengendara,” kata Iptu Joko Susilo.

Ketika ditanya, pengendara tersebut memberikan keterangan berbelit-belit. Kemudian, petugas melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan fotokopi KTP atas nama Budi Santoso dan SIM B1 palsu dengan foto pria tersebut.

 Selain itu, dalam dompet ditemukan 2 buah KTP asli namun identitasnya berbeda, beberapa kartu ATM dengan nama berbeda dan 3 buah STNK dengan data berbeda. Di dalam jok sepeda motor ada 2 pasang plat nomor kendaraan yang berbeda angkanya. Kemudian, ada satu HP yang dibawa pengendara yang dalam posisi terkunci. Saat diminta membuka, pengendara ini tidak tahu pola kunci HP tersebut.

”Dari barang bukti yang ditemukan, kita duga pengendara ini terindikasi pelaku tindak pidana. Selanjutnya, pengendara ini berikut barang buktinya, kita serahkan ke Satreskrim guna pemeriksaan lebih lanjut,” terang dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Agus Supriyadi menyatakan, setelah dilakukan pemeriksaan sementara, pengendara itu mengaku bernama Mohadi, 47, warga Kecamatan Gajah, Demak. Dari keterangannya, motor tersebut merupakan hasil pencurian di wilayah Semarang. Sedangkan HP merupakan hasil pencurian di wilayah Kudus.

”Saat ini, pelaku itu kita bawa ke Kudus untuk pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Kasat Lantas AKP Panji mengapresiasi jajaran unit Turjawali Satlantas Polres Grobogan yang berhasil mengungkap pelaku tindak pidana tersebut. Dirinya menyampaikan tujuan razia lalu lintas selain menekan angka pelanggaran dan kecelakaan juga mencegah terjadinya tindak pidana  atau percobaan tindak pidana.

”Kami menghimbau partisipasi masyarakat untuk tidak memposting adanya razia kepolisian karena hal tersebut bisa membantu pelaku tindak pidana yang mungkin akan melewati lokasi razia setelah melihat postingan di Media Sosial, pelaku bisa menghindar sehingga merugikan masyarakat,” himbau Kasat Lantas.

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Feb 2019 11:48:56 +0700
<![CDATA[Buron Tiga Bulan, Tersangka Illegal Logging Akhirnya Diringkus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/02/117341/buron-tiga-bulan-tersangka-illegal-logging-akhirnya-diringkus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/02/buron-tiga-bulan-tersangka-illegal-logging-akhirnya-diringkus_m_117341.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/02/buron-tiga-bulan-tersangka-illegal-logging-akhirnya-diringkus_m_117341.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/02/117341/buron-tiga-bulan-tersangka-illegal-logging-akhirnya-diringkus

Satu tersangka kasus illegal logging yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak oktober lalu berhasil diringkus petugas Polsek Gembong kemarin.]]>

GEMBONG – Satu tersangka kasus illegal logging yang menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak oktober lalu berhasil diringkus petugas Polsek Gembong kemarin. Suroso, 39, warga Desa Sukobubuk, Margorejo dibekuk petugas di rumahnya setelah menjadi buron selama tiga bulan.

Pelaku buron tersebut diringkus oleh Polsek Gembong pada Kamis (31/1) pukul 16.00. Pelaku telah menjadi buron kasus illegal logging di Desa Bermi, Gembong selama 3 bulan. Petugas terus melaksanakan penyelidikan. Ketika tersangka berada di rumahnya, petugas langsung bergerak meringkus dan mengamankan ke Polsek Gembong.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasubbag Humas IPTU Agung Suhariono menuturkan, saat ini tersangka buron kasus illegal logging sudah ditangani petugas. Pihaknya kini masih meminta keterangan Suroso, tersangka buron yang telah diamankan. Sedangkan tiga tersangka lainnya yang terlebih dahulu diamankan yakni Kas, Sukarmin, dan Kasmin sudah dalam proses hukum.

Agung menjelaskan, kasus illegal logging tersebut terjadi di petak 5C turut Desa Bermi, Kecamatan Gembong Senin (8/10) lalu. Pengungkapan kasus illegal logging tersebut berawal pada penemuan tunggak kayu jati pada Sabtu (15/9) lalu. Lalu petugas gabungan melaksanakan patroli sehingga Senin (8/10) pukul 04.00 menemukan satu truk pengangkut kayu jati melintas di sekitar petak itu.

Saat dilakukan pemeriksaan, truk K 1417 MH yang dikemudikan Kas dan tersangka buron yang sudah ditangkap Suroso tak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen. Tersangka Kas beserta truk berisi 20 batang kayu jati itu diamankan di Mapolsek Gembong. Sedangkan Suroso yang menjadi buron tiga bulan sudah diamankan Kamis (31/1).

Atas penangkapan tersebut, polisi menyelidiki lagi dan mengamankan lagi satu truk K 1432 VH pengangkut kayu mahoni dikemudikan Sukarmin, 36, dan Kasmin, 40, warga Desa Sukobubuk, Margorejo. Sama seperti pelaku pembalakan liar kayu jati, pelaku pembalakan liar kayu mahoni juga tak dapat menunjukkan domumen resmi sehingga truk berisi 10 batang kayu mahoni dan pengemudinya diamankan.

Total kerugian dari pencurian kayu jati dan mahoni dari petak hutan turut Desa Bermi, Gembong tersebut ditaksir mencapai Rp 8 juta. Berdasarkan keterangan para tersangka, baru pertama mencuri kayu itu dan akan dijual ke daerah Pati selatan. “Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 82 ayat 1 huruf b UU 18/2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Feb 2019 12:06:58 +0700
<![CDATA[Bongkar Sindikat Pemalsuan Dokumen, Polres Kudus Tangkap Enam Orang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/02/117319/bongkar-sindikat-pemalsuan-dokumen-polres-kudus-tangkap-enam-orang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/02/bongkar-sindikat-pemalsuan-dokumen-polres-kudus-tangkap-enam-orang_m_117319.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/02/bongkar-sindikat-pemalsuan-dokumen-polres-kudus-tangkap-enam-orang_m_117319.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/02/117319/bongkar-sindikat-pemalsuan-dokumen-polres-kudus-tangkap-enam-orang

Satreskrim Polres Kudus berhasil membongkar sindikat pemalsuan dokumen. Dokumen yang dipalsukan berupa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan STNK]]>

JEKULO – Satreskrim Polres Kudus berhasil membongkar sindikat pemalsuan dokumen. Dokumen yang dipalsukan berupa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Enam orang yang terlibat dalam masing-masing berinisial MJ (45), SJ (43), BM (35), JN (37), KS (54) dan AR (48). Mereka ditangkap di tempat berbeda-beda.

Kapolres Kudus AKBP Saptono melalui Kasat Reskrim AKP Rismanto menjelaskan, aksi sindikat ini terbongkar setelah Tim Opsnal Reskrim Polres Kudus mendapatkan informasi dari masyarakat. Dimana salah satu pelaku BM menerima jasa pembuatan STNK palsu. Berdasarkan laporan ini, tim langsung melakukan penelusuran.

”Pertama kami menangkap BM dirumahnya,” ujar Rismanto.

Berdasarkan penangkapan dan interograsi kepada BM, pihaknya akhirnya berhasil mendapatkan sejumlah nama. Ini yang menjadi awal pengembangan kasus ini. Dari hasil pemeriksaan lanjutan, tim berhasil menangkap tersangka lain berinisial SJ.

Menurut penuturannya, SJ ini bertindak sebagai penjual STNK palsu. Tak lama berselang, MJ yang menjadi pelaku utama pembuatan dokumen palsu ini juga diringkus. Menyusul kemudian tiga pelaku lain yang bertindak sebagai pemesan dokumen, JN, KS, dan AR.

”BM dan SJ berperan sebagai orang yang mencari pembeli atau pemesan, setelah ada calon pemesan kemudian diserahkan kepada MJ untuk di cetak,” tuturnya.

Tak hanya enam pelaku yang diamankan petugas. Dari hasil penggeledahan di rumah MJ, seperangkat komputer beserta printer, scanner dan dua buah STNK yang diduga palsu serta bahan-bahan untuk membuat dokumen palsu antara lain juga turut diamankan petugas.  

”Ada BPKB, sertifikat tanah, kartu NPWP, KK, buku nikah, akta cerai, KTP, SIUP, dan sebagainya” imbuhnya.

Hingga sekarang Tim Opsnal masih terus melakukan pengembangan penyelidikan atas kasus ini. Atas perbuatannya, enam pelaku yang sekarang berada di Polres Kudus itu dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan. Ancamannya hukuman penjara selama enam tahun.

”Kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli kendaraan bermotor. Silakan dicek ke pihak yang berwenang untuk mengkroscek keaslian dokumen kendaraan,” pesannya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Feb 2019 11:01:27 +0700
<![CDATA[Sadis! Adik Kandung Dibantai, Kerasnya Bacokan Bikin Ususnya Keluar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116244/sadis-adik-kandung-dibantai-kerasnya-bacokan-bikin-ususnya-keluar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/sadis-adik-kandung-dibantai-kerasnya-bacokan-bikin-ususnya-keluar_m_116244.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/28/sadis-adik-kandung-dibantai-kerasnya-bacokan-bikin-ususnya-keluar_m_116244.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/28/116244/sadis-adik-kandung-dibantai-kerasnya-bacokan-bikin-ususnya-keluar

Aksi yang dilakukan Wadiyo, 70, sungguh nekat. Dia tega membantai adik kandungnya sendiri, Radi, 65, dengan cara sadis dibacok. Penyebabnya perebutan tanah.]]>

GROBOGAN – Aksi yang dilakukan Wadiyo, 70, sungguh nekat. Dia tega membantai adik kandungnya sendiri, Radi, 65, dengan cara sadis dibacok. Penyebabnya karena perebutan batas tanah warisan orang tua mereka.

Korban tewas karena mengalami luka parah dan kehabisan darah. Totalnya ada empat bacokan. Masing-masing, satu bacokan di tangan, satu di leher, dan dua di perut hingga ususnya keluar.

Peristiwa menggegerkan ini, terjadi di rumah Radi yang berada di Dusun Dunglo, RT 5/RW 5, Desa Jetis, Karangrayung, kemarin pagi sekitar pukul 09.15. Kapolsek Karangrayung AKP Sukardi, mengatakan, saat itu, pelaku yang rumahnya di Dusun Beketro, RT 1/RW 1, Desa Telawah, Karangrayung, datang ke rumah korban. Namun, korban tidak ada di rumah.

DIAMANKAN: Pelaku pembacokan adik kandung hingga tewas Wadiyo ditahan di Mapolsek Karangrayung kemarin. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Kemudian pelaku menunggu di depan rumah. Beberapa waktu kemudian, korban datang dengan menggendong cucunya. Pelaku menanyakan batas tanah sawah bagiannya dari warisan orang tuanya. Tanah itu berbatasan langsung dengan tanah milik korban.

Wadiyo saat itu juga membawa tali untuk mengukur tanah. Hal ini dilakukan, karena dia merasa tanahnya diserobot adiknya itu seluas 2,5 memanjang. Korban pun tidak terima atas pernyataan kakaknya itu. Korban juga tak mau mengukur ulang tanah itu. Akhirnya terjadi cek-cok. ”Pelaku merasa ditantang oleh korban, bahkan diancam akan dibacok,” ujar AKP Sukardi.

Merasa terancam, Wadiyo tak pikir panjang kemudian mengayunkan bendho (sabit tebal) ke arah adiknya itu. Dan mengenai tangan dan leher korban. Saat itu, korban dalam kondisi masih menggendong cucunya.

Korban pun lari masuk ke rumah. Dia meletakkan cucunya di dipan di dalam rumah dan akan mengambil sabit. Namun, pelaku keburu mengejarnya. Korban yang belum sempat mengambil sabit, dibacok lagi di perut kanan dan kiri hingga keluar usunya. Korban pun meninggal dunia di tempat.

Dikatakan, dari keterangan pelaku saat diinterogasi, dia terpaksa membacok korban karena diancam akan dibacok korban yang juga adik kandungnya itu. Pelaku kemudian melakukan inisiatif membacok terlebih dahulu. Dan mengenai tangan kanan dan leher saat berada di luar rumah. Kemudian membacok lagi saat di dalam rumah mengenai perut hingga ususnya keluar.

Tetangga korban yang mengetahui kejadian ini, malaporkan ke perangkat desa. Kemudian melapor ke Polsek Karangrayung. Satu jam kemudian, datang Tim Inavis Porles Grobogan untuk olah tempat kejadian perkara (TKP).

 Kapolsek mengatakan, motif pembacokan ini perebutan batas tanah sawah. Pelaku mengaku tanahnya diserobot 2,5 meter memanjang. ”Korban tidak mau saat diajak melakukan ukur ulang dan justru menantang pelaku. Hingga akhirnya pelaku membacok korban terlebih dahulu,” ujarnya.

Usai lakukan pembacokan terhadap adiknya, pelaku pulang ke rumahnya. Anggota Polsek Karangrayung langsung menangkap pelaku di rumahnya tanpa ada perlawanan.

Barang bukti yang berhasil diamankan, satu bilah bendho, baju korban, dua tali tambang warna hijau dan kuning untuk mengukur tanah, dan sepeda. Saat ini, pelaku diamankan di Mapolsek Karangrayung untuk dilakukan berita acara pemeriksaan (BAP) dan ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku terancam melanggar Pasal 351 Ayat 3 KUH Pidana.

Wadiyo pelaku pembacokan saat di depan penyidik mengaku tidak menyesali perbuatannya itu. Dia mengatakan, melakukan pembacokan itu karena ditantang adiknya akan dibacok. Selain itu, korban juga tidak mau diajak mengukur ulang batas tanah sawah miliknya dan milik korban.

”Wong tuwo kok ditantang, meh dipekno arit meh dibacok. Yo tak bacok ndisik. (Orang tua kok ditantang, mau diambilkan sabit mau dibacok. Ya tak bacok duluan). Saya tidak menyesal,” kata Wadiyo yang mengaku sudah sering ditantang korban yang juga adiknya itu.

Sementara itu, ketika wartawan ini ke rumah duka sudah ada puluhan warga datang takziyah. Korban akan dimandikan, disalatkan, dan dimakamkan. Korban memiliki satu istri bernama Suparmi dan lima anak. Rencananya, keluarga akan menggelar tahlil bersama selama tujuh hari.

Saat wartawan koran ini meminta keterangan kepada anaknya, tidak dijawab dan menyerahkan semua kepada yang berwajib untuk proses hukum. Diketahui, permasalahan cek-cok antara kakak-beradik ini, sudah berlangsung lama. Terutama memang perkara tanah warisan orang tuanya.

”Sebelum kejadian ini, mereka (korban dan pelaku, Red) sudah sering cek-cok di sawah. Keduanya rebutan batas tanah,” ujar Pariyem, tetangga korban.

]]>
Ali Mustofa Mon, 28 Jan 2019 09:38:42 +0700
<![CDATA[Diduga Menipu, Pengacara Abal-Abal Dipolisikan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/22/115177/diduga-menipu-pengacara-abal-abal-dipolisikan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/22/diduga-menipu-pengacara-abal-abal-dipolisikan_m_1548202234_115177.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/22/diduga-menipu-pengacara-abal-abal-dipolisikan_m_1548202234_115177.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/22/115177/diduga-menipu-pengacara-abal-abal-dipolisikan

Terpidana kasus penipuan perekrutan tenaga Honorer, Suliyati, nampaknya tak mau sendirian dalam Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Blora.]]>

BLORA – Terpidana kasus penipuan perekrutan tenaga Honorer, Suliyati, nampaknya tak mau sendirian dalam Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Blora. Kemarin dia melalui kuasa hukumnya, Nur Sholikhin, melaporkan rekannya yang mengaku sebagai pengacara ke Polres Blora.

Dia adalah JS warga Kelurahan Ngawen, Kecamatan Blora. Suliyati menilai terlapor telah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 jo 378 KUHP.

Dalam laporannya, Suliyati menceritakan pada Februari hingga April 2018 lalu, tepatnya saat dia (pelapor) menghadapi proses hukum di Polres Blora, dia menyerahkan uang Rp 145 juta dan Mobil Gran Livina warna abu-abu 2009 nomor polisi B 7905 IR  beserta surat-suratnya kepada terlapor. Uang itu diserahkan untuk menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi.

Dia mengaku, JS beralibi sebagai pengacara dan dapat menyelesaikan persoalan hukum yang dihadapi. Asalkan ada dananya. Harapannya persoalan hukum yang dihadapi segera terselesaikan.

Sayangnya, proses tetap berjalan dan dia divonis kurungan penjara dua tahun penjara majelis hakim Pengadilan Negeri Blora. Hingga saat ini dia meringkuk di Rutan Blora. “Uang Rp 145 juta diserahkan secara bertahap. Pertama Rp 9 juta, Rp 25 juta, Rp 50 Juta, Rp 30 Juta, Rp 20 Juta, Rp 5 Juta, Rp 6 Juta dan mobil Grand Livina 2009,” terangnya.

Untuk itu, Suliyati berharap, aparat kepolisian bisa menindaklanjuti dugaan penipuan tersebut. “Selaku penasehat hukum, kami akan melakukan pendampingan secara penuh guna mengungkap perkara tersebut, dan memohon penyidik untuk bisa memanggil saksi-saksi dan mencari bukti-bukti yang ada,” jelas Nur Sholikhin.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Antonius Anang melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Heri Dwi Utomo mengaku, hingga kemarin pihaknya belum mendapatkan laporan dari anggotanya soal adanya pelaporan tersebut. “Nanti saya tanyakan. Ini saya belum dapat laporan,” jelasnya.

Sebelumnya, Suliyati ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penipuan. Didalam proses penyidikan, Suliyati mengaku menyetor uang para korban ke Hartadi orang Semarang dan kepada Legowo oknum TNI yang berdinas di Koramil Demak.

Modus yang dipakai dengan mengaku mempunyai link untuk bisa meloloskan menjadi tenaga honorer di berbagai instansi. Mulai dari Dinas perhubungan, Satpol PP, BPBD, Diknas, Pariwisata, Kemenkumham, PU, DKK, bidan, perawat, Dinpertan, RSUD, tenaga honorer daerah Blora (Honda).

Dari data yang Jawa Pos Radar Kudus kumpulkan, rata-rata oknum PNS tersebut mengajak sanak family, teman dekat dan saudara. Ada juga yang memang mencari dan menghimpun masyarakat luas.

Ada juga dengan modus menyerahkan sertifikat terlebih dahulu, setelah lolos menjadi CPNS dan mendapatkan SK, baru membayarnya. Kalau cara seperti ini besarannya bisa mencapai Rp 250 juta hingga Rp 300 juta.

Dari tanda terima para korban, besaran uang yang ditarik bervariasi. Mulai dari Rp 20 juta, Rp 25 juta, Rp 30 Juta, Rp 40 juta, Rp Rp 70 juta, Rp 75 juta hingga Rp 100 juta. Mulai diserahkan langsung maupun melalui transaksi non tunai, yaitu transfer. Saat ini ada yang sudah dikembalikan, dicicil, ada juga yang sama sekali belum dibayar.

Selanjutnya, Suliyati mulai diproses pada 2 Agustus 2018. Mulai menjalani sidang perdana 8 agustus 2018. Sidang ditunda dan dilanjutkan Rabu, 15 Agustus dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Selanjutnya 12 September penuntutan. Dan divonis majelis hakim dua tahun penjara.

Saat pelimpahan terdakwa, juga dibarengi dengan beberapa alat bukti. Yaitu tiga kuitansi dengan nominal masing-masing Rp 25 juta. Mulai tertanggal 1 April 2018,  2 Oktober 2017 dan 16 September 2017. Semuanya bermaterai dan ditandatangani Suliyati. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 22 Jan 2019 14:19:45 +0700
<![CDATA[Tegas! Polres Ini Sudah Kali Kedua Tangkap Oknum Polisi Nyabu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114939/tegas-polres-ini-sudah-kali-kedua-tangkap-oknum-polisi-nyabu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/tegas-polres-ini-sudah-kali-kedua-tangkap-oknum-polisi-nyabu_m_114939.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/tegas-polres-ini-sudah-kali-kedua-tangkap-oknum-polisi-nyabu_m_114939.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114939/tegas-polres-ini-sudah-kali-kedua-tangkap-oknum-polisi-nyabu

Penangkapan Budi Setyawan, oknum polisi nyabu pada 7 Januari 2019 lalu ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya Polres Blora AKP juga pernah meringkus Jayus.]]>

KOTA - Penangkapan Budi Setyawan, oknum polisi nyabu pada 7 Januari 2019 lalu ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan juga pernah meringkus Jayus (Oknum Polisi Bojonegoro) sebagai Bandar Narkoba. Saat ini sudah divonis 5,5 tahun. Sebab terbukti pasal 114.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengungkapkan, saat ini Budi Setyawan juga masih meringkuk di tahanan Polres Blora bersama tahanan lainnya. Tidak ada perlakukan istimewa. Semuanya disamaratakan.

“Kami masih mendalami keterlibatan oknum polisi ini. Apakah terlibat dalam jaringan lainnya atau tidak. Ini masih ditahan di sel tahanan umum,” terangnya.

Dia mengaku, hingga saat ini pihaknya juga belum mengajukan permohonan assessment agar pelaku direhab. Sebab masih dalam pendalaman. Selain itu, tim TAT(Kejakaan, BNNP, Direktorat Narkoba, Sikolog, Dokter) yang nanti bakal memutuskan apakah Budi Setyawan memberikan izin atau tidak.

“Kami hanya pemohonan. Yang menilai dari tim. Kalau misalkan tidak ada kaitannya dengan jaringan pengguna diajukan assessment. Kalau dikabulkan ya direhab. Tapi kalau tidak ya sebaliknya,” imbuhnya.

Meski direhab, proses peradilan umum tetap dilanjut. Setelah vonis baru menjalani sidang etik kepolisian. “Harus masuk tahanan umum dulu. Setelah itu baru sidang kode etik kepolisian. Kami perlakukan sama,” jelasnya.

Untuk anggota kepolisian yang tersangkut sebuah kasus memang menjalani sidang dua kali. Yaitu peradilan umum dilanjutkan sidang kode etik. “Sekali lagi. Rehab tidak menghapuskan pidana. Atau sidang peradilan umum. Saya akan profesional.  Jangan sampai berasumsi kami nangani tidak profesional,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Budi Wibowo, Suisman, dan Budi Setyawan digerebek polisi di Jalan Halmahera, Kelurahan Jetis, Blora. Budi Setyawan bertugas di Polsek Kecamatan Tunjungan.

Budi ditangkap setelah mendapatkan informasi masyarakat. Bahwa akan ada transaksi narkoba pada pukul 19.00 di Beran. Yaitu Suisman warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan dan Budi Wibowo warga Dukuh Kalangan, Kecamatan Tunjungan.

Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan. Pada pukul 22.45 di Jalan Halmaheran berhasil mengamankan dua orang tersebut. Setelah petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,12 gram. Barang haram tersebut diambil dari rumah Budi. Saat itu pihaknya juga belum tahu kalau oknum polisi itu terlibat.

Setelah pengembangan dari hasil penangkapan kedua tersangka tersebut, keesokan harinya (7/1) Sat Narkoba mendatangi rumah oknum polisi. Sesuai informasi yang didapat kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan rumah Budi. Alat bong ditemukan. Ketiganya semua positif mengunakan narkoba. Mereka sering mengunakan sabu di tempat servis barang elektronok milik Budi Wibowo.

Ketiganya patungan Rp 100 ribuan. Mereka ingin menggunakan bersama di tempat servis milik Wibowo. Adapun barang haram yang digunakan oknum itu didapat dari memesan orang melalui nomor handphone dan dikirim ke salah satu alamat. Dan saat itu yang memesan adalah Budi Setyawan yang tujuannya digunakan secara bersamaaan.

Barang haram itu digunakan untuk menghilangkan nyeri di kepalanya. Sebab, beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalami kecelakaan serius di bagian dagu.

]]>
Ali Mustofa Mon, 21 Jan 2019 11:34:38 +0700
<![CDATA[Sempat Kabur, Pelaku Pencurian Akhirnya Menyerah Usai Ditabrak Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/19/114693/sempat-kabur-pelaku-pencurian-akhirnya-menyerah-usai-ditabrak-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/19/sempat-kabur-pelaku-pencurian-akhirnya-menyerah-usai-ditabrak-polisi_m_1547883916_114693.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/19/sempat-kabur-pelaku-pencurian-akhirnya-menyerah-usai-ditabrak-polisi_m_1547883916_114693.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/19/114693/sempat-kabur-pelaku-pencurian-akhirnya-menyerah-usai-ditabrak-polisi

Dua pelaku pencurian dengan kekerasan berhasil dibekuk oleh anggota Polsek Tanggungharjo. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan warga dan polisi.]]>

TANGGUNGHARJO –  Dua pelaku pencurian dengan kekerasan berhasil dibekuk oleh anggota Polsek Tanggungharjo. Sempat terjadi kejar-kejaran antara pelaku dengan warga dan polisi. Hingga akhirnya pelarian pelaku terhenti usai kendaraan polisi ditabrakkan ke sepeda motor pelaku.

Kedua pelaku itu diketahui bernama Rusmanto dan Tri Hardiyanto. Keduanya merupakan warga Kecamatan Mranggen, Demak. Awalnya, pelaku yang berboncengan sepeda motor itu sempat berhenti di sebuah warung jajanan di Desa Kapung, Kecamatan Tanggungharjo. Kemudian, salah satu pelaku turun dan memesan es teh sambil menyodorkan uang Rp 2.000.

Saat itu, warung jajanan sedang dijaga oleh Bella Regitawati, anak pemilik warung yang baru pulang dari sekolah. Selanjutnya, Bella memanggil neneknya yang ada di belakang karena ada pembeli. Saat Bella memanggil neneknya itulah, tiba-tiba pelaku tersebut mengambil handphone milik korban yang diletakkan di meja. Usai merampas handphone, pelaku bermaksud kabur bersama temannya yang menunggu di atas motor.

TAK BERKUTIK: Dua pelaku pencurian berhasil diamankan di Mapolsek Tanggungharjo, Grobogan setelah sempat kabur dan terjadi kejar-kejaran dengan warga dan polisi. (SIROJUL MUNIR/RADAR KUDUS)

Melihat kejadian itu, korban berusaha mengejar dan sempat menarik kaos pelaku. Namun, upaya untuk menghambat pelaku kabur tidak berhasil. Setelah tangan korban dipukul oleh pelaku. Korban berteriak maling. Sehingga mengundang perhatian warga setempat. Kemudian, korban dan warga sempat melakukan pengejaran hingga ke perempatan rel kereta api di sebelah barat Mapolsek Tanggungharjo.

Kapolsek Tanggungharjo AKP Darmono mengatakan, beberapa warga menginformasikan kejadian itu ke pihak kepolisian. Polisi bersama warga kemudian melakukan pengejaran. Bahkan saat petugas melakukan pengejaran, kedua tersangka tidak mengindahkan teriakan polisi. Hingga akhirnya petugas menabrak motor tersangka. Dua pelaku itupun berhasil dibekuk.

”Setelah ada laporan masyarakat, anggota kemudian melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang melarikan diri ke arah barat. Akhirnya, kedua pelaku berhasil dihentikan paksa oleh anggota saat berada di wilayah Desa Wonosekar, Kecamatan Karangawen, Demak,” kata Kapolsek Tanggungharjo AKP Darmono.

Saat dilakukan penggeledahan, anggota menemukan satu unit handphone merek Samsung J2 Prime warna putih dalam keadaan sudah terbuka cassingnya. Kepada polisi, kedua pelaku mengaku telah melakukan pencurian di sebuah warung jajanan di Desa Kapung.

”Kedua pelaku sudah diamankan di mapolsek dan sedang kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita amankan pula satu sepeda motor Honda CBR, pakaian, helm, dan handphone milik pelaku,” terang dia.

]]>
Ali Mustofa Sat, 19 Jan 2019 14:01:05 +0700
<![CDATA[Pembunuhan Sadis, Pencuri Ayam Tewas Ditikam Senjata Tajam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114284/pembunuhan-sadis-pencuri-ayam-tewas-ditikam-senjata-tajam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/pembunuhan-sadis-pencuri-ayam-tewas-ditikam-senjata-tajam_m_114284.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/pembunuhan-sadis-pencuri-ayam-tewas-ditikam-senjata-tajam_m_114284.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114284/pembunuhan-sadis-pencuri-ayam-tewas-ditikam-senjata-tajam

Seorang terduga penganiayaan terhadap Ihwanuddin Rofi`i, 42, warga Desa Ngagel, Dukuhseti, dibekuk petugas Polres Pati. Saat ini, polres memburu pelaku lainnya.]]>

KOTA – Seorang terduga penganiayaan terhadap Ihwanuddin Rofi`i, 42, warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, dibekuk petugas Polres Pati. Saat ini, polres memburu pelaku lainnya yang menganiaya korban hingga meninggal dunia setelah tepergok mencuri ayam milik warga setempat.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menyatakan, mengembangkan kasus penganiayaan tersebut. Pihaknya saat ini mengejar beberapa pelaku.

“Kasus ini menjadi sorotan supaya masyarakat tidak bermain hakim sendiri. Seharusnya pencuri ayam itu diserahkan kepada kepolisian. Bukan dianiaya dengan cara tidak manusiawi hingga meninggal dunia seperti itu meskipun dia pelaku pencurian,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Pihaknya meminta para pelaku yang kini menjadi daftar pencarian orang (DPO) untuk menyerahkan diri supaya proses perkara jelas. Jika melarikan diri terus, katanya, petugas akan terus mengejar sampai ketemu.

“Kami juga sudah melakukan otopsi jenazah korban. Dari hasil otopsi korban meninggal karena putusnya urat nadi di kaki korban. Putusnya nadi korban disebabkan tebasan senjata tajam. Selain itu ada beberapa luka akibat tubuh korban diseret ke sawah,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 17 Jan 2019 11:42:59 +0700
<![CDATA[Tak Kuat Tahan Hawa Nafsunya, Ketua RT Tega Cabuli Gadis Tunagrahita]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114275/tak-kuat-tahan-hawa-nafsunya-ketua-rt-tega-cabuli-gadis-tunagrahita https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/tak-kuat-tahan-hawa-nafsunya-ketua-rt-tega-cabuli-gadis-tunagrahita_m_114275.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/17/tak-kuat-tahan-hawa-nafsunya-ketua-rt-tega-cabuli-gadis-tunagrahita_m_114275.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/17/114275/tak-kuat-tahan-hawa-nafsunya-ketua-rt-tega-cabuli-gadis-tunagrahita

Rekonstruksi pencabulan yang dilakukan Sutrimo kepada tetangganya RF yang menyandang tunagrahita digelar di rumah pelaku RT 30 RW 3, Desa Ngasem, Batealit.]]>

1. BATEALIT – Rekonstruksi pencabulan yang dilakukan Sutrimo kepada tetangganya RF yang menyandang tunagrahita digelar di rumah pelaku RT 30 RW 3, Desa Ngasem, Batealit kemarin. Dalam rekonstruksi tersebut terungkap fakta baru, ada unsur paksaan dengan mendorong korban, RF saat kejadian.

Kasatreskrim Polres Jepara, AKP Mukti Wibowo mengatakan, pihaknya mereka ulang kejadian sebanyak 13 adegan. Adegan dimulai dari bujukan pelaku sampai dengan kejadian pemerkosaan. “Sebelum ada rekonstruksi pelaku tidak menjelaskan detail kejadian. Saat rekonstruksi diketahui pemerkosaan disertai dengan dorongan dari pelaku kepada korban,” ujarnya.

Meski ada adegan tambahan, pihaknya memastikan tidak ada perubahan benang merah perkara yang menjerat ketua RT setempat itu. Rekontruksi diperankan oleh pelaku, saksi, dan pengganti korban. Korban tidak dapat memerankan secara langsung adegan rekonstruksi karena mengalami keterbelakangan mental. Tersangka di perankan oleh tersangka asli Sutrimo. Sedangkan  korban di perankan oleh Bripda Merisa Safira pengganti korban RF. Sedangkan saksi di perankan oleh saksi asli Sutiah Turah.

Sutrimo ditetapkan menjadi tersangka lantaran diketahui tega memperkosa RF, 25, seorang penyandang disabilitas yang tak lain merupakan tetangganya sendiri. Pendamping keluarga korban, Mulyadi, mengatakan, tindak pemerkosaan tersebut terjadi pada, Selasa (4/9/2018) bulan yang lalu, sekitar pukul 12.00 WIB di rumah tersangka.

Pada awalnya korban yang masih trauma, takut untuk menceritakan kepada orang tuanya karena mendapat ancaman dari tersangka. Namun setelah didesak, korban akhirnya menceritakan kejadian yang dialaminya. “Mendapatkan cerita dari korban, kemudian pihak keluarga melaporkannya kepada pihak kepolisian,” kata dia.

Mulyadi menambahkan, korban memang sering bermain di rumah tersangka, karena rumahnya berjarak hanya sekitar 100 meter. Saat kejadian kebetulan rumah dalam kondisi sepi, hanya ada tersangka dan korban. Korban ditarik, kemudian diperkosa di atas tempat tidur depan TV.

Pada awalnya ada dua saksi kejadian, yang melihat baju korban penuh dengan darah. Merasa trauma dengan baju dan pakaian dalamnya, kemudian disembunyikan oleh korban. Disampaikan, pernah ada beberapa orang yang melobi dan mengajak damai korban, namun pihak keluarga enggan dan tetap menyerahkan kepada hukum.

Saat proses hukum berjalan, Sutrimo kabur setelah ditetapkan menjadi tersangka sesuai dengan laporan kepolisian pada 24 September 2018. Setelah buron tiga bulan, Sutrimo ditangkap di Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Penangkapan tersebut atas bantuan keluarga korban dan Satreakrim Polres Paser, Kalimantan Timur. "Sutrimo ditangkap pada 8 Januari 2019. Dia ditangkap di kebun sawit di Kalimantan," kata kasatreskrim.

Menurutnya, Sutrimo berusaha kabur saat hendak ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka September 2018 lalu. Dia akhirnya melarikan diri ke luar daerah. Pelaku masuk ke dalam kebun sawit untuk menghindari penangkapan dari aparat kepolisian. Selama seminggu di dalam kebun sawit akhirnya dia kehabisan bekal dan menyisir rumah warga. Setelah ditangkap, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Jepara untuk menjalani pemeriksaan. "Akhirnya ada warga yang malapor keberadaan pelaku. Atas perbuatannya, Sutrimo dijerat pasal 258 KUHP," katanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 17 Jan 2019 10:59:18 +0700
<![CDATA[Terlibat Perampokan, Komplotan Kelompok Aceh Dipelor karena Melawan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/16/113987/terlibat-perampokan-komplotan-kelompok-aceh-dipelor-karena-melawan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/16/terlibat-perampokan-komplotan-kelompok-aceh-dipelor-karena-melawan_m_113987.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/16/terlibat-perampokan-komplotan-kelompok-aceh-dipelor-karena-melawan_m_113987.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/16/113987/terlibat-perampokan-komplotan-kelompok-aceh-dipelor-karena-melawan

Perampokan yang terjadi di rumah Heri Mulyono, salah satu pemilik RS KHS Pati, warga Desa Panjunan, Kota, Pati, berhasil diungkap Mapolres Pati.]]>

PATI – Perampokan yang terjadi di rumah Heri Mulyono, salah satu pemilik RS KHS Pati yang juga pengusaha sarang burung walet, warga Desa Panjunan, Kota, Pati, berhasil diungkap Mapolres Pati. Pelaku ada enam orang. Komplotan ini, dinamai kelompok Aceh. Mereka diringkus tim Resmob Satreskrim Polres Pati di Jakarta Barat Senin (14/1) lalu. Bahkan, sebagian pelaku di-dor (ditembak) karena melakukan perlawanan.

Pada ungkap kasus di Mapolres Pati kemarin, Kaporles Pati AKBP Jon Wesly Arianto, mengungkapkan, lima hari setelah perampokan itu, tim Satreskrim Polres Pati langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP). Setelah mendapatkan ciri-ciri para pelaku, tim menemui seorang informan. Didapati informasi adanya kelompok pelaku dari luar Jawa yang telah melakukan kejahatan di wilayah hukum Pati.

Setelah mengidentifikasi, diketahui pelaku berada di Jakarta. Tim Resmob pun melakukan penyelidikan di ibu kota. Di wilayah Tamansari, Jakarta Barat, keenam pelaku itu sedang asyik berfoya-foya karaoke menghabiskan uang hasil kejahatannya. Petugas langsung mengamankan mereka. Saat diamankan, para pelaku melakukan perlawanan, sehingga ada tiga pelaku yang kakinya di-dor petugas supaya tidak kabur.

Menurut Jon, penangkapan para tersangka itu, berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi. Menurut korban, bahasa yang digunakan oleh para pelaku tidak dimengerti. Sebab, menggunakan bahasa khas Aceh. Polisi mengembangkan karena pelaku diduga ”pemain” lintas daerah. Hingga akhirnya ditangkap di Jakarta.

Keenam pelaku itu, di antaranya Sal, 60; Syeh, 38; Lormen, 46; Raedi, 48; dan Kasroedi, 40 yang merupakan warga Aceh. Satu pelaku lain, Imam, 25, yang merupakan warga Blora. Kawanan perampok itu, disebut dengan Kelompok Aceh. Mereka berpesta-pora usai merampok di rumah korban. Mereka berhasil membawa isi brankas berisi uang dolar dan ringgit serta emas dan berlian dengan total mencapai Rp 1,3 miliar.

Barang berharga milik korban yang dibawa para tersangka sebagian sudah digunakan untuk berpesta dan dibagi-bagi. Dalam pembagian sementara, setiap tersangka mendapatkan Rp 70 juta. Sisa uang lainnya untuk berpesta dan akan dibagikan lagi. Namun, sebelum mereka bubar dan kembali ke daerah masing-masing, Polres Pati berhasil meringkus mereka.

”Waktu kami tangkap, para tersangka tengah berkumpul untuk berpesta karaoke. Esoknya mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Bahkan, sudah memesan tiket pesawat ke Aceh. Beruntung kami tangkap mereka sebelum kembali ke daerahnya. Kalau sudah berpencar (kembali ke daerahnya, Red), maka akan sulit,” terangnya.

Jon Wesly menambahkan, sebelum beraksi di Desa Panjunan, Pati, tersangka juga sudah menyewa rumah di Kabupaten Sragen untuk memetakan target kejahatannya. Sebelum merampok di Pati 9 Januari, tersangka sudah malakukan kejahatan yang sama di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 7 Januari lalu. Pihaknya akan mengembangkan lagi pengungkapan kasus tindak kriminal yang dilakukan di daerah lain.

]]>
Ali Mustofa Wed, 16 Jan 2019 08:07:08 +0700
<![CDATA[Waspada, Sepekan Terjadi Empat Pencurian Kendaraan di Kabupaten Pati]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113865/waspada-sepekan-terjadi-empat-pencurian-kendaraan-di-kabupaten-pati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/waspada-sepekan-terjadi-empat-pencurian-kendaraan-di-kabupaten-pati_m_113865.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/waspada-sepekan-terjadi-empat-pencurian-kendaraan-di-kabupaten-pati_m_113865.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113865/waspada-sepekan-terjadi-empat-pencurian-kendaraan-di-kabupaten-pati

Dalam waktu sepekan lalu, pencurian kendaraan bermotor marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Pati. Radar Kudus mencatat empat kejadian pencurian sejak Sabtu]]>

KOTA – Dalam waktu sepekan lalu, pencurian kendaraan bermotor marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Pati. Jawa Pos Radar Kudus mencatat, ada empat kejadian pencurian kendaraan yang terjadi sejak Sabtu (5/1) lalu. Tiga pencurian kendaraan sepeda motor, dan satu pencurian mobil.

Kasus pencurian menimpa warga Desa Margorejo Kecamatan Margorejo. Sepeda motor jenis Yamaha Mio digondol pencuri, saat terparkir di halaman rumah. Setelah dilaporkan polisi, sepeda motor tersebut ditinggalkan pelaku di tepi Jalan Guyangan-Glonggong Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. Sepeda motor tersebut lantas dibawa Unit Reskrim Polsek Margorejo. Kemudian diserahkan kepada korban pada Jumat (11/1) lalu.

Aksi pencurian juga terjadi di Kecamatan Batangan. Pada Selasa (8/1) lalu, satu unit mobil mobil Ford keluaran 2014 digondol pencuri di sebuah bengkel mobil, Desa Gajahkumpul, Kecamatan Batangan.

Modus operandi yang digunakan pelaku adalah dengan memanjat pagar bengkel mobil. Selanjutnya membuka pagar dan membawa kabur mobil yang terparkir di bengkel. Mobil tersebut sedang diservis di bengkel. Mengetahui ada mobil yang hilang, pemilik bengkel kemudian melaporkan kejadian tersebut. Tak berselang lama, petugas berhasil mengejar pelaku di Desa Pekuwon Kecamatan Juwana.

Di Gembong juga terjadi aksi pencurian kendaraan pada Jumat (11/1) lalu. Pukul 02.30, sepeda motor jenis Honda Vario raib dibawa kabur maling. Saat itu korban tiba di warung makan miliknya pukul 22.00, sepeda motor yang ditumpangi terparkir di depan warungnya turut Dukuh Bergat Desa Gembong.

Selanjutnya, korban membantu istrinya memasak di dapur. Selang 15 menit, korban mendengar ada seseorang mengendarai sepeda motor berhenti di warungnya. Korban mengira orang tersebut sedang mencari durian, yang lokasinya tak jaug dari warung.

Kemudian korban masih memasak di dapur, selang 15 menit korban keluar warung dan kaget, mendapati sepeda motor miliknya sudah hilang. Korban sempat mengejar, namun tak menemukan hasil. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gembong.

Aksi pencurian juga terjadi di Margoyoso. Bahkan aksi pencurian tersebut terbilang cukup nekat. Kejadiannya pada Jumat (11/1) sekitar pukul 19.00 di parkir RSI Pati turut Desa Kajen Kecamatan Margoyoso. Satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio dibawa kabur, namun gagal.

Saat itu, korban sedang bertugas jaga di loket karcis parkir RSI Pati. Saat itu korban melihat pelaku duduk. Korban saat itu sedang sibuk melayani pengendara yang hendak keluar area parkiran. Korban mendengar mesin motor miliknya menyala, saat itu pelaku sudah menaiki motor tersebut sudah berada di depan palang pintu keluar parkiran.

Saat itu juga korban keluar pos jaga parkir, dan mengamankan pelaku yang dibantu beberapa orang di tempat tersebut. Selanjutnya membawa pelaku tersebut ke pos satpam dan melaporkan kejadian tersebut ke Unit Reskrim Polsek Margoyoso.

 Sementara itu Kapolres Pati AKBP Jon Wesley melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi mengungkapkan, lebih mengimbau agar masyarakat lebih hati-hati dan waspada saat memarkirkan kendaraannya.

”Kami akan berupaya melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta barang buktinya. Selain itu, langkah pencegahan melalui patroli dialogis juga akan kami tingkatkan untuk menekan angka kriminalitas pencurian kendaraan ini,” tegas Kasatreskrim Polres Pati.

]]>
Ali Mustofa Tue, 15 Jan 2019 12:56:31 +0700
<![CDATA[Astaga! Anak Tega Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri Cuma Karena Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113791/astaga-anak-tega-bakar-rumah-orang-tuanya-sendiri-cuma-karena-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/astaga-anak-tega-bakar-rumah-orang-tuanya-sendiri-cuma-karena-ini_m_113791.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/15/astaga-anak-tega-bakar-rumah-orang-tuanya-sendiri-cuma-karena-ini_m_113791.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/15/113791/astaga-anak-tega-bakar-rumah-orang-tuanya-sendiri-cuma-karena-ini

Seorang pemuda tega membakar rumah milik orang tuanya sendiri Sabtu (12/1) lalu. Pembakaran tersebut dilakukan Agung Gutomo, 22, karena tidak diberi uang.]]>

WELAHAN – Seorang pemuda tega membakar rumah milik orang tuanya sendiri Sabtu (12/1) lalu. Pembakaran tersebut dilakukan Agung Gutomo, 22, karena tidak diberi uang. Jumlahnya Rp 1,5 juta.

Awalnya, Agung meminta uang dengan alasan akan dibuat biaya ke Jakarta. Agung pergi ke Jakarta  untuk bekerja. Namun permintaan itu ditolak ayahnya, yakni Slamet, 69, warga RT 6/RW 2, Desa Welahan. Karena orang tua curiga uang tersebut digunakan untuk berjudi dan minum-minuman keras. “Tersangka mengaku untuk biaya ke Jakarta tapi uang itu hanya alasan untuk digunakan untuk judi,” kata Kasatreskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo.

Karena tidak diberikan uang sesuai diminta, Agung kemudian melancarkan aksi pembakaran rumah milik orang tuanya. Padahal ia juga tinggal di rumah tersebut. Agung membakar sehelai kain di sekitar rumahnya. Kemudian api menjalar ke bagian dapur dan satu kamar. Oleh warga sekitar, api tersebut berhasil dipadamkan. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.“Tidak lama setelah permintaan Agung tidak dituruti, pada pukul 18.30 ia membakar rumahnya sendiri,” imbuhnya.

Penolakan dari orang tua tersangka didasari perilaku buruk Agung selama ini. Karena sudah sering minta uang untuk keperluan yang tidak jelas. Sebelumnya, tersangka juga telah menggadaikan sepeda motor miliknya untuk bermain judi.

Dari pengakuan Agung, ia sempat mengalami kalah judi Rp 3 juta. Lalu menggadaikan sepeda motornya Rp 4 juta. Sisanya ia gunakan untuk minum miras. Karena kehabisan uang kemudian minta uang kepada orang tuanya. “Menyesal kenapa saya harus membakar rumah bapak. Saya akui kalau salah,” kata Agung.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 187 ayat 1 mengenai pembakaran dengan ancaman 12 Tahun penjara. “Pelaku kami tahan di Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Mukti.

]]>
Ali Mustofa Tue, 15 Jan 2019 09:07:33 +0700
<![CDATA[Apes, Diduga Maling Ayam, Warga Ngagel Dihajar sampai Meninggal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/13/113471/apes-diduga-maling-ayam-warga-ngagel-dihajar-sampai-meninggal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/13/apes-diduga-maling-ayam-warga-ngagel-dihajar-sampai-meninggal_m_113471.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/13/apes-diduga-maling-ayam-warga-ngagel-dihajar-sampai-meninggal_m_113471.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/13/113471/apes-diduga-maling-ayam-warga-ngagel-dihajar-sampai-meninggal

Nasib apes menimpa IR, 42. Warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, ini meregang nyawa di tangan massa dini hari kemarin. Korban diduga mencuri ayam milik warga.]]>

PATI – Nasib apes menimpa IR, 42. Warga Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, ini meregang nyawa di tangan massa dini hari kemarin. Korban diduga mencuri ayam milik seorang warga Dukuh Penggung, Desa Ngagel.

Awalnya, korban diduga mencuri ayam dini hari kemarin sekitar pukul 01.00. Warga memergoki korban membawa dua ekor ayam jago yang diduga hasil curian tersebut. Korban sempat melarikan diri. Namun akhirnya tertangkap warga di lokasi persawahan. Selanjutnya, korban dihajar massa hingga tewas di tempat.

Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo, mengungkapkan, saat anggotanya datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 02.30, terduga pelaku pencurian ayam tersebut sudah babak belur di hajar massa. Polisi langsung melarikan korban ke puskesmas setempat. Namun sayang nyawanya sudah tak tertolong.

”Kepala Desa Ngagel melaporkan kejadian adanya dugaan pencuri ayam yang ketangkap kemudian dihajar massa. Selanjutnya, gabungan personel Polsek Dukuhseti SPKT, reskrim, dan intel mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Didapati korban sudah dalam keadaan tergeletak,” papar Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pati AKP Yusi Andi, mengungkapkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terutama tentang dugaan pencurian ayam tersebut. ”Dugaan pencurian ayamnya ini belum jelas. Belum ada pemilik ayam yang mengakui ayamnya hilang. Ini kami masih menyelidiki soal itu. Termasuk menggali keterangan dari saksi-saksi di sekitar tempat kejadian dan keluarga korban,” terangnya.

Dia menyayangkan massa yang main hakim sendiri. Sebab, para pelaku main hakim sendiri bisa terancam melanggar pasal penganiayaan berat.

Tak terima dengan kejadian itu, keluarga korban, Ngasri melaporkan kejadian pengeroyokan tersebut, ke Polsek Dukuhseti. Dia sangat menyayangkan kejadian pengeroyokan yang menyebabkan saudaranya meningal dunia tersebut.

”Kami berharap pihak berwajib bisa menangkap para pelaku (penganiayaan) untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” papar Ngasri dengan nada kesal.

Saat ini polisi masih memburu para pelaku main hakim sendiri yang menyebabkan korban tewas tersebut. Atas kejadian itu, para pelaku bakal dijerat Pasal 107 KHUP dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun kurungan penjara.

]]>
Ali Mustofa Sun, 13 Jan 2019 23:41:04 +0700
<![CDATA[Nggak Nyangka, Oknum Polisi Ganteng Ini Ternyata Pemakai Sabu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113189/nggak-nyangka-oknum-polisi-ganteng-ini-ternyata-pemakai-sabu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/nggak-nyangka-oknum-polisi-ganteng-ini-ternyata-pemakai-sabu_m_113189.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/nggak-nyangka-oknum-polisi-ganteng-ini-ternyata-pemakai-sabu_m_113189.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113189/nggak-nyangka-oknum-polisi-ganteng-ini-ternyata-pemakai-sabu

Oknum polisi yang digerebek mengonsumsi sabu-sabu bernama Budi Setyawan ditetapkan sebagai pengguna narkoba. Bukan penjual.]]>

BLORA – Oknum polisi yang digerebek mengonsumsi sabu-sabu bernama Budi Setyawan ditetapkan sebagai pengguna narkoba. Bukan penjual.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan memastian jika Budi Setyawan bukanlah kurir ataupun pengedar. Sebab dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui beberapa kali menggunakan narkoba. Untuk mendapatkan barang haram itu dilakukan patungan. Seperti sabu yang diamankan minggu lalu seharga Rp 300 ribu.

Diberitakan sebelumnya, Budi Wibowo, Suisman, dan Budi Setyawan digerebek polisi di Jalan Halmahera, Kelurahan Jetis, Blora. Budi Setyawan bertugas di Polsek Kecamatan Tunjungan.

Budi ditangkap setelah mendapatkan informasi masyarakat. Bahwa akan ada transaksi narkoba pada pukul 19.00 di Beran. Yaitu Suisman warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Tunjungan dan Budi Wibowo warga Dukuh Kalangan, Kecamatan Tunjungan.

Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan. Pada pukul 22.45 di Jalan Halmaheran berhasil mengamankan dua orang tersebut. Setelah petugas melakukan penggeledahan dan menemukan 1 paket narkotika jenis sabu seberat 0,12 gram. Barang haram tersebut diambil dari rumah Budi. “Saat itu kami belum tahu kalau oknum polisi itu terlibat,” jelasnya.

Setelah pengembangan dari hasil penangkapan kedua tersangka tersebut, keesokan harinya (7/1) Sat Narkoba mendatangi rumah oknum polisi. Sesuai informasi yang didapat kemudian melakukan pemeriksaan dan penggeledahan rumah Budi. Alat bong ditemukan. “Ketiganya semua positif mengunakan narkoba. Mereka sering mengunakan sabu di tempat servis barang elektronok milik Budi Wibowo,” terangnya.

Ketiganya patungan Rp 100 ribuan. Mereka ingin menggunakan bersama di tempat servis milik Wibowo.

Dia menegaskan oknum polisi bukan termasuk dalam jaringan. Adapun barang haram yang digunakan oknum itu didapat dari memesan orang melalui nomor handphone dan dikirim ke salah satu alamat. Dan saat itu yang memesan adalah Budi Setyawan yang tujuannya digunakan secara bersamaaan.

“Barang haram ini digunakan untuk menghilangkan nyeri di kepalanya. Sebab, beberapa tahun lalu dirinya pernah mengalami kecelakaan serius di bagian dagu,” imbuhnya.

Budi Setyawan mengaku, menggunakan sabu ini untuk menghilangkan rasa sakit di dagunya. Sebab, paska dia mengalami luka parah di dagu, sering kali rasa nyeri itu muncul. “Barang itu saya dapat dari pesan melalui nomor telepon,” ujarnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini oknum polisi itu mendekam di tahanan Sat Narkoba Polres Blora. Selain itu pelaku juga akan dikenakan sanksi lantaran dinilai melanggar kode etik Polri.

]]>
Ali Mustofa Sat, 12 Jan 2019 00:33:00 +0700
<![CDATA[Dua Bulan Buron, Pemilik Pabrik Miras Akhirnya Diciduk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/11/113172/dua-bulan-buron-pemilik-pabrik-miras-akhirnya-diciduk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/11/dua-bulan-buron-pemilik-pabrik-miras-akhirnya-diciduk-polisi_m_113172.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/11/dua-bulan-buron-pemilik-pabrik-miras-akhirnya-diciduk-polisi_m_113172.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/11/113172/dua-bulan-buron-pemilik-pabrik-miras-akhirnya-diciduk-polisi

Pemilik pabrik miras yang sudah memproduksi 7.650 liter Taufiq Junaidi, 44, dibekuk polisi. Warga RT 5/RW 4 Karangwetan ini sebelum ditangkap, sempat buron.]]>

JEKULO – Pemilik pabrik miras yang sudah memproduksi 7.650 liter Taufiq Junaidi, 44, dibekuk polisi. Warga RT 5/RW 4 Dukuh Karangwetan, Desa Prambatan Kidul, Kaliwungu itu diamankan pada Jumat (4/1) malam di Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Sebelum ditangkap, dia sempat buron dua bulan.

Diketahui sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Kudus melakukan penggerebekan pabrik miras yang berada di RT 1/RW 4 Dukuh Gedang Sewu, Desa Peganjaran, Bae pada Minggu (2/12). Pabrik berada dalam bangunan rumah dengan kedok sebagai tempat pembuatan pupuk dan sudah beroperasi selama satu bulan. Setiap hari, miras yang diproduksi mencapai 72 liter. Miras tersebut dikemas dalam botol ukuran 1,5 liter sebanyak empat kardus. Total sebulan produksi mencapai 2,160 liter.

Kasat Reskrim AKP Rismanto mengatakan, saat melakukan penindakan, banyak warga tidak menduga karena bangunan disamarkan. Ribuan liter miras yang sudah dimasukkan drum plastik, botol minuman, bahan bahan baku, dan peralatan pembuatan miras diamankan petugas. ”Alasannya sebagai pabrik pupuk organik,” jelasnya.

Beberapa saat setelah penggerebekan, polisi berhasil menangkap pengelola pabrik itu. Pengelola tersebut diketahui bernama Imam Syafi'i, 51, warga asal RT 3/RW 4 Desa Peganjaran, Kecamatan Bae.

Dalam gelar perkara yang digelar beberapa waktu lalu, Imam menyatakan, hanya menjalankan usahanya saja. Pemilik modal yang menyediakan semua keperluan pembuatan Miras. Setiap hari dia memproduksi empat kardus yang masing-masing berisi 12 botol. Satu botol berisi 1,5 liter oplosan dan dijual Rp 25 ribu. ”Saya digaji Rp 75 ribu per hari,” ujarnya.

Diakuinya, dirinya mendapatkan kemampuan mengolah pembuatan arak putih setelah kenal dan diajari oleh pemilik pabrik berinisial JUN. Pemilik pabrik tersebut rupanya juga menjadi pemilik di pabrik miras di Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu yang pernah digerebek April 2018 lalu. ”Miras langsung saya setorkan ke JUN. Tidak tahu dijual ke mana saja,” ungkapnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono membenarkan tentang penangkapan pemilik pabrik miras itu. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan. ”Kasus kami proses sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” katanya.

Setelah ditangkap, tersangka dijerat pasal 204 ayat (1) KUHPidana subs pasal 142 UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Kedepannya, pihaknya berkomitmen akan bekerjasama dengan semua pihak untuk melakukan penindakan miras di semua lini.

]]>
Ali Mustofa Fri, 11 Jan 2019 22:35:36 +0700
<![CDATA[Sekap Korban Beserta Keluarganya, Perampok Gasak Uang Ratusan Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/11/112970/sekap-korban-beserta-keluarganya-perampok-gasak-uang-ratusan-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/11/sekap-korban-beserta-keluarganya-perampok-gasak-uang-ratusan-juta_m_112970.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/11/sekap-korban-beserta-keluarganya-perampok-gasak-uang-ratusan-juta_m_112970.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/11/112970/sekap-korban-beserta-keluarganya-perampok-gasak-uang-ratusan-juta

Rumah Heri Mulyono, 58, dirampok kawanan perampok kemarin pagi. Kawanan perampok menyekap penjaga dan korban beserta keluarganya di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan.]]>

PATI -  Rumah Heri Mulyono, 58, dirampok kawanan perampok kemarin pagi. Kawanan perampok menyekap penjaga dan korban beserta keluarganya di Dukuh Ngeluk, Desa Panjunan, Kota. Akibatnya pengusaha burung walet dan kacang kulit itu merugi hingga Rp 300 juta.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa perampokan itu terjadi pukul 02.00 dini hari kemarin. Saat korban tidur. Mulanya, pelaku yang berjumlah lima orang tiba-tiba dari arah belakang rumah korban. Mereka menuju ke depan pos penjagaan. Tanpa basa-basi, para pelaku dengan wajah tertutup menodongkan sanjata tajam jenis parang. Salah satu pelaku juga menodongkan pistol ke penjaga rumah.

Para pelaku lantas mengikat kaki dan tangan dua penjaga rumah korban menggunakan tali rafia dan kain. Setelah itu, pelaku menyekap mulut penjaga menggunakan lakban. Kedua penjaga tersebut tak dapat berkutik. Usai melumpuhkan pos penjagaan, kelima pelaku lantas menuju ke rumah korban.

Keempat pelaku masuk ke rumah korban. Satu pelaku berjaga-jaga di luar. Keempat pelaku tersebut masuk rumah korban lewat jendela dan menuju kamar korban. Lantaran terkunci, pelaku mendobrak pintu kamar korban. Sontak kejadian itu mengagetkan korban dan istrinya.

“Korban juga disekap oleh para pelaku. Seperti menyekap penjaga. Mengikat tangan dan kaki korban menggunakan tali. Menutup mulut korban menggunakan lakban. Sementara itu istri korban tidak disekap. Disuruh menunjukkan tempat penyimpanan barang berharga,” ungkap Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto kemarin.

Karena ketakutan, istri korban lantas menunjukkan lemari tempat menyimpan barang-barang berharga. Pelaku langsung menyikat emas, jam tangan, serta uang tunai dolar amerika dan uang ringgit malaysia. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 300 juta.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP. Saat ini pelaku dalam proses penyelidikan dan akan kami kejar,” tegasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya kasus 356 itu modusnya mengikat penjaga rumah dengan lakban dan menodongkan sajam dan senjata api. Pelaku merampok rumah korban dini hari ketika lingkungan sekitar sepi. 

]]>
Ali Mustofa Fri, 11 Jan 2019 00:17:10 +0700
<![CDATA[Keroyok Purnawirawan Polisi, Tiga Pria asal Karanganyar Ini Masuk Bui]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/07/112286/keroyok-purnawirawan-polisi-tiga-pria-asal-karanganyar-ini-masuk-bui https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/07/keroyok-purnawirawan-polisi-tiga-pria-asal-karanganyar-ini-masuk-bui_m_112286.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/07/keroyok-purnawirawan-polisi-tiga-pria-asal-karanganyar-ini-masuk-bui_m_112286.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/07/112286/keroyok-purnawirawan-polisi-tiga-pria-asal-karanganyar-ini-masuk-bui

Tiga pria asal Karanganyar, Demak, kini terpaksa menginap di hotel prodeo. Pria tersebut, masing-masing bernama Kurdi, 33; Budi, 38; dan Suroso, 38.]]>

KUDUS – Tiga pria asal Karanganyar, Demak, kini terpaksa menginap di hotel prodeo. Pria tersebut, masing-masing bernama Mohammad Kurdi alias Meler, 33; Soko Budi Utomo alias Blutut, 38; dan Suroso alias Woso, 38. Mereka ditangkap usai melakukan pengeroyokan terhadap salah satu purnawirawan polisi yang bernama Sunoko.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi pada Sabtu (29/12) lalu sekitar pukul 23.00 itu. Awalnya korban sedang duduk di depan rumahnya yang berada di RT 3/RW 3, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus. Tiba-tiba Darsono, 44, salah satu warga Karanganyar, Demak, berlari dari arah Dukuh Tanggulangin, Jati Wetan, Kudus, dan masuk ke rumah korban.

”Setelah ditanya, ternyata ia hendak bersembunyi karena sedang dikejar para pelaku (tiga orang asal Karanganyar, Demak, Red),” katanya saat konferensi pers di Mapolres Kudus kemarin.

Dikatakan, saat para pelaku sampai di rumah korban, Sunoko sempat berusaha meredam agar tidak melakukan pengeroyokan kepada Darsono. Namun, pelaku tidak terima dan langsung memukulinya secara membabi buta.

Setelah dipukuli di rumah, korban berlari ke bawah proyek bangunan jalan yang belum jadi untuk berlindung. Tapi, para pelaku masih mengejar dan memukuli dengan balok kayu sepanjang 70 cm. ”Potongan kayu itu di dapat di sekitar lokasi proyek,” imbuh AKP Rismanto.

Merasa terancam, korban kemudian berlari menuju pos satpam PT Pura Barutama untuk meminta perlindungan. Setelah diredam oleh satpam, ketiga pelaku baru berhenti melakukan aksinya dan pergi meninggalkan lokasi.

Dia menambahkan, luka yang dialami korban cukup parah. Ia mengalami bengkak di kepala, memar di punggung, serta robek pada kepala sepanjang 4 cm. Saat berobat di Rumah Sakit Mardirahayu ia mendapatkan enam dijahitan.

”Atas perbuatannya ini, para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHPidana dengan ancaman tujuh tahun pidana,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 07 Jan 2019 22:07:39 +0700
<![CDATA[Tak Kuat Bayar Utang Nikahan, Pemuda Ini Nekat Gasak HP dan Uang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/05/111853/tak-kuat-bayar-utang-nikahan-pemuda-ini-nekat-gasak-hp-dan-uang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/05/tak-kuat-bayar-utang-nikahan-pemuda-ini-nekat-gasak-hp-dan-uang_m_111853.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/05/tak-kuat-bayar-utang-nikahan-pemuda-ini-nekat-gasak-hp-dan-uang_m_111853.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/05/111853/tak-kuat-bayar-utang-nikahan-pemuda-ini-nekat-gasak-hp-dan-uang

Seorang pemuda RT 3/RW 7, Desa Getasrabi, Gebog, Moh Mukhlis Mubarok, 24, mengaku terpaksa membobol Zull Cell, salah satu konter handphone (HP) di Desa Besito.]]>

KUDUS – Seorang pemuda RT 3/RW 7, Desa Getasrabi, Gebog, Moh Mukhlis Mubarok, 24, mengaku terpaksa membobol Zull Cell, salah satu konter handphone (HP) di Desa Besito. Hal ini dilakukan karena pascanikah ia terlilit hutang.

Dalam aksinya itu, dia berhasil menggasak 11 unit HP baru berbagai merek dan uang tunai Rp 2.200.000. ”Saya terlilit utang banyak untuk biaya nikahan. Lebih dari Rp 10 juta. Saya nyuri HP untuk nyaur utang,” katanya.

Dalam pengakuannya, Mukhlis yang berprofesi sebagai kuli bangunan ini, awalnya sama sekali tak berniat melakukan aksi pencurian tersebut. Dengan wajah sedih, ia menceritakan kronologi pencurian itu.

Saat itu, Rabu (12/12/2018) malam ia berniat berangkat kerja ke Semarang. Dengan mengendarai sepeda motor Vario bernomor polisi (nopol) K 2825 ZK, ia melaju dari rumahnya menuju ke Kota Atlas.

”Saat sampai di Demak, sekitar pukul 20.00 saya dikabari teman-teman kalau mereka tidak jadi berangkat, karena Semarang banjir. Setelah dapat kabar itu, saya langsung putar balik pulang,” jelasnya saat gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin.

Namun, ternyata Mukhlis tak langsung pulang ke rumah. Saat sampai di Desa Klumpit, Gebog, ia berhenti di sebuah gubuk untuk istirahat sebentar. Namun ia ketiduran hingga pukul 02.00.

Setelah bangun, dia berniat untuk balik ke rumah. Niat Muklis berubah ketika melewati konter di Desa Besito. Melihat konter dalam keadaan sepi, akhirnya niat jahat terlintas. ”Saya sempat melewati (konter), tapi jalan terus sampai lapangan Besito. Kemudian saya putar balik lagi ke konter,” ujarnya.

Saat sampai di konter itu, Muklis tak langsung melancarkan aksinya. Ia sempat berdiam diri selama hampir 30 menit di lahan kosong sebelah konter. Ia berdiam sambil mengamati situasi. Setelah dirasa aman, tersangka langsung naik pagar melalui samping selatan konter. Dia pun menjebol esbes dan plafon.

”Saya mencongkel etalase dengan drei. Setelah terbuka, 11 HP yang ada di dalam etalase saya masukkan ke tas saya,” ujarnya.

Tak hanya 11 unit HP yang digasak. Uang Rp 500 ribu yang terletak di atas meja pun tak ketinggalan disapu. Setelah berhasil menggasak barang-barang di konter itu, ia keluar dengan cara yang sama.

Setelah itu, ia tak langsung pulang. Mukhlis justru kembali ke gubuk tempat istirahatnya tadi untuk mengecek barang-barang hasil jarahannya. Setelah itu ia baru pulang ke rumah.

Dari 11 unit HP yang berhasil dicuri, Muklis sudah berhasil menjual dua unit melalui Facebook. Ia memasarkan dengan harga murah. ”Saya tak kenal siapa yang membeli. Pokoknya setelah harga cocok saya COD-an (bertemu pembeli, Red). Dari hasil penjualan saya sudah mendapatkan uang Rp 5,3 juta,” paparnya.

Meskipun niat awal ia ingin menggunakan uang hasil kejahatannya itu untuk membayar utang, namun hingga sekarang utang tersebut belum terbayar. Justru aksi jahatnya itu tercium polisi. Hingga pada Sabtu (22/12/2018) lalu ia dibekuk polisi di kediamannya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono didampingi Kasat Reskrim AKP Rismanto, menjelaskan, selain tersangka polisi juga mengamankan barang bukti berupa sembilan HP berbagai merek. Juga uang tunai Rp 2.200.000, satu unit sepeda motor Honda Vario merah tahun 2008 bernopol K 2825 ZK, satu tanggem, dan satu obeng taspen.

Sebilan HP tersebut, meliputi dua unit merek Micromax Canvas enam warna champagne, satu unit HP merek Vivo Y81 hitam, satu unit Samsung Galaxy J6 hitam, satu unit merek Oppo A3S merah, satu unit merek Samsung Galaxy J2 core hitam, satu unit merek Lava Iris 65 hitam, satu unit Lava Iris 88 grey, dan satu unit Novo VI Note gold.

”Tersangka mengaku baru kali pertama mencuri. Atas perbuatannya ini, tersangka dijerat Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 05 Jan 2019 06:30:59 +0700
<![CDATA[Polisi Bekuk Komplotan Curanmor Lintas Provinsi, 1 Pelaku Masih Buron]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/12/22/109794/polisi-bekuk-komplotan-curanmor-lintas-provinsi-1-pelaku-masih-buron https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/12/22/polisi-bekuk-komplotan-curanmor-lintas-provinsi-1-pelaku-masih-buron_m_109794.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/12/22/polisi-bekuk-komplotan-curanmor-lintas-provinsi-1-pelaku-masih-buron_m_109794.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/12/22/109794/polisi-bekuk-komplotan-curanmor-lintas-provinsi-1-pelaku-masih-buron

Tim Resmob Satreskim Polres Blora berhasil membekuk enam pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor lintas provinsi. Aparat kepolisian sita 38 unit motor.]]>

KOTA – Tim Resmob Satreskim Polres Blora berhasil membekuk enam pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor lintas provinsi. Dari tangan pelaku, aparat kepolisian menyita 38 unit sepeda motor dan dua mobil.

Kapolres Blora AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menjelaskan, salah satu pelaku merupakan residivis dan penadah hasil curanmor. Satu lagi pelaku masih buron. Modus yang dilakukan para pelaku, dengan menyasar kendaraan bermotor di rumah korban, pertokoan, dan tempat hiburan.

”Semua ada enam pelaku. Satu diantaranya residivis serta ada satu lagi yang masih buron. Identitas sudah kami kantongi,” jelas kapolres kemarin.

Keenam pelaku itu terdiri dari Slamet Haryanto, Suwoto, dan Sutikno. Ketiganya merupakan warga Blora. Ditambah lagi Sunanto warga Purworejo dan Kristian asal Bojonegoro. Satu lagi merupakan seorang penadah bernama Sugito warga Probolinggo. Beberapa pelaku merupakan pemain lama dan sudah empat kali masuk penjara karena kasus curanmor.

Kapolres menjelaskan, dari hasil keterangan para pelaku, setidaknya sudah melakukan aksi curanmor sebanyak 63 kali. Rinciannya di wilayah hukum Polres Blora 18 TKP,  Pati 10 TKP, Kudus 20 TKP, dan Bojonegoro 15 TKP.

Dalam melancarkan aksinya, mereka tidak sendiri. Melainkan berkelompok. Para palaku bergerak melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) lintas provinsi dan lintas kabupaten. Dalam aksinya mereka menggunakan kunci T.

AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto menambahkan, sebagian barang bukti yang ada  sudah diserahkan ke pemilik. Beberapa barang bukti lain diserahkan ke Polres Bojonegoro. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku memdekam di sel tahanan Polres Blora dan terancam pasal 363 KUHP dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

]]>
Ali Mustofa Sat, 22 Dec 2018 10:11:30 +0700
<![CDATA[Begini Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Depan SMPN 1 Gabus Digelar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/08/102636/begini-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-di-depan-smpn-1-gabus-digelar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/08/begini-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-di-depan-smpn-1-gabus-digelar_m_102636.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/08/begini-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-di-depan-smpn-1-gabus-digelar_m_102636.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/08/102636/begini-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-di-depan-smpn-1-gabus-digelar

Rekontruksi kasus pembunuhan di depan SMPN I Gabus digelar kemarin. Pada kesempatan tersebut, ada sebanyak 14 adegan yang diperagakan tersangka.]]>

PATI – Rekontruksi kasus pembunuhan di depan SMPN I Gabus digelar kemarin. Pada kesempatan tersebut, ada sebanyak 14 adegan yang diperagakan tersangka. Diantarnya, saat tersangka membacok leher dan punggung korban dengan menggunakan celurit.

Pada reka ulang yang digelar halaman Mapolres Pati tersebut, korban Sugiharto, 48, warga Desa Brati, Kayen, diperagakan oleh peran pengganti dan tersangka utama, Dwi Sulistyo, 27, warga Desa/Kecamatan Gabus.

Pihak kepolisian tidak melaksanakan di tempat kejadian perkara depan SMPN I Gabus turut Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, dengan mempertimbangkan keamanan. Pada reka ulang itu, diperankan tiga orang.

Tersangka diperankan sendiri oleh Dwi, sedangkan korban dan saksi diperankan oleh peran pengganti. Karena hingga saat ini saksi atau teman tersangka masih menjadi DPO dan belum menyerahkan diri.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana menyampaikan, 14 reka ulang adegan pembunuhan itu untuk memberikan gambaran kepada penyidik, jaksa penuntut umum (JPU), serta hakim pada saat peradilan. Dari rekontruksi itu memeragakan adegan kronologi secara utuh peristiwa pembunuhan. Adegan per adegan direkontruksikan. Mulai dari korban duduk diatas sepeda motor di dekat lapangan depan SMPN I Gabus.

“Korban sempat menyabetkan potongan bambu dan ditangkis tersangka selanjutnya tersangka menyabetkan celurit di leher koban dan jatuh tersungkur. Selanjutnya tersangka membacok punggung korban delapan kali hingga korban ditinggalkan sendirian di TKP,” katanya.

Semua adegan diperagakan beserta dengan barang bukti bambu, sepeda motor, dan senjata tajam semuanya sama dengan keterangan di BAP. Rekontruksi adegan itu selesai dengan cepat dan hanya diperagakan 14 adegan. Karena tersangka kooperatif dan keterangannya sama seperti pada saat awal penyelidikan.

Yusi menambahkan, setelah rekontruksi ini akan secepatnya dilimpahkan ke Kejari Pati karena sudah lengkap. Mulai dari proses pemberkasan selesai dan upaya terakhir rekontruksi dilakukan. Rencananya pekan depan berkas perkara akan dilimpahkan ke Kejari. Berkas itu diteliti jika ada petunjuk dari JPU akan dilengkapi. Apabila tidak ada petunjuk dan berkas sudah pengkap, maka segera dilimpahkan.

]]>
Ali Mustofa Thu, 08 Nov 2018 22:41:18 +0700
<![CDATA[Hadirkan Enam Saksi, Terdakwa Pembunuhan Dijerat Tiga Pasal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/24/100093/hadirkan-enam-saksi-terdakwa-pembunuhan-dijerat-tiga-pasal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/24/hadirkan-enam-saksi-terdakwa-pembunuhan-dijerat-tiga-pasal_m_100093.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/24/hadirkan-enam-saksi-terdakwa-pembunuhan-dijerat-tiga-pasal_m_100093.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/24/100093/hadirkan-enam-saksi-terdakwa-pembunuhan-dijerat-tiga-pasal

Sidang Kristian Ari Wibowo, 30, (terdakwa pembunuhan) Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4 RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, menjalani sidang lanjutan]]>

BLORA – Sidang Kristian Ari Wibowo, 30, (terdakwa pembunuhan) Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4 RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, menjalani sidang lanjutan kemarin. Agendanya pemeriksaan saksi dari penemuan mayat. Ada enam saksi namun yang hadir tiga saksi. Mulai dari Lurah Sendang Wates (Suparjo), perangkat desa (Piyono) dan warga sekitar (Parmo).

“Paras saksi memang tidak kenal korban dan pelaku. Karena ditemukan pagi hari. Benda-benda lain juga tidak ditemukan di kejadian,” terang Sugiyanto, kuasa hukum terdakwa.

Dia menambahkan, dalam persidangan kemarin, belum ada hal yang baru. Sebab saksi hanya menerangkan kronologis penemuan mayat korban. “Para saksi tahunya sebatas itu aja,” imbuhnya.

Sidang mulai pukul 11.00, selesai sekitar pukul 12.30. Sidang bakal dilanjut dengan agenda keterangan saksi dari Semarang. “Tapi kami belum saksi siapa saja yang dipanggil. Yang pasti yang terkait kasus tersebut. Mungkin teman korban, pegawai hotel, atau yang lainnya,” imbuhnya.

Dia menambahkan, keluarga korban dari Semarang juga tak hadir untuk menyaksikan jalannya persidangan. Sementara terdakwa didampingi keluarganya. “Terdakwa mengaku setelah dibakar langsung ditinggal. Sehingga dia tidak atau kondisinya seperti apa,” terangnya.

Diketahui bersama, dalam sidang sebelumnya, terdakwa didakwa tiga pasal sekaligus. Pertama didakwa pasal 304 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup. Selanjutnya adalah pasal 338 KUHP tentang menghilangkan jiwa orang lain dengan hukuman penjara 15 tahun. Serta pasal 365 KUHP soal pencurian disertai dengan kekerasan dengana nacaman hukuman penjara paling lama selama 9 tahun penjara.

Kristian Ari Wibowo,30, sendiri tega menghabisi Ferin Diah Anjani,21, warga Rt 4/RW 16, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang dengan cara dibakar. Yaitu di kawasan hutan jati bagian Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, masuk Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, pada Rabu (1/8). .

Pembakaran dilakukan setelah terdakwa melakukan hubungan intim disalah satu hotel di Semarang. Selanjutnya korban dibunuh di dalam hotel. Barang-barang korban baik uang booking, liontin, gelang, kalung dan cincin milik korban beserta tas dan handphone juga diambil terdakwa. Tujuannya menghilangkan barang bukti. Kemudian terdakwa menyiramkan bensin di sekujur tubuh korban dan membakar korban. Selanjutnya terdakwa meninggalkan korban dan kembali lagi ke Semarang.

Sesampainya di Semarang, terdakwa kemudian menggadaikan perhiasan emas hasil rampasannya disebuah pegadaian dengan harga Rp 4.000.000. Itu untuk membayar hutang.

Pada Senin (6/8) Kristian berhasil diamankan oleh petugas disebuah rumah kos di Semarang. Dihadapan petugas, Kristian mengakui semua perbuatannya yang telah sadis membunuh dengan cara membakar korbannya hidup-hidup.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda Jazz warna putih, satu unit motor Yamaha Mio, perhiasan Emas berupa kalung, sepasang anting-anting dan gelang milik korban, kemudian satu botol bekas minuman, celana dalam dan korek api.

]]>
Ali Mustofa Wed, 24 Oct 2018 18:32:44 +0700
<![CDATA[Motif Cinta Segitiga, Tersangka Bacok Korban Pakai Celurit, Tewas....]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/23/99939/motif-cinta-segitiga-tersangka-bacok-korban-pakai-celurit-tewas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/23/motif-cinta-segitiga-tersangka-bacok-korban-pakai-celurit-tewas_m_99939.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/23/motif-cinta-segitiga-tersangka-bacok-korban-pakai-celurit-tewas_m_99939.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/23/99939/motif-cinta-segitiga-tersangka-bacok-korban-pakai-celurit-tewas

Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan yang melibatkan korban Sugiharto, 48, warga Desa Brati, Kayen dan tersangka Dwi Sulistyo, 27, warga Desa Gabus.]]>

KOTA – Fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan yang melibatkan korban Sugiharto, 48, warga Desa Brati, Kayen dan tersangka Dwi Sulistyo, 27, warga Desa/Kecamatan Gabus. Pembunuhan yang disebabkan motif cinta segitiga antara korban, tersangka, dan istri tersangka, Indah Lestari, 27 itu terungkap korban dan Indah berhubungan enam bulan ini.

Pada gelar kasus pembunuhan kemarin, tersangka mengaku mengetahui hubungan antara istrinya dan korban enam bulan lalu. Pada akhirnya sebelum kejadian, ia merasa cemburu dan kesal karena diancam korban ingin membunuh keluarganya. Akhirnya, ia menemui korban di depan SMPN 1 Gabus turut Desa Tlogoayu, Gabus pada Jumat (19/10) pukul 00.30.

“Saya diberitahu istri bahwa korban ingin bertemu. Kalau tidak mau menemui akan membunuh kelurga saya di rumah. Karena kesal, saya menemui korban dan membawa celurit. Saat saya dan korban bertemu, korban hendak memukul saya dengan bambu runcing dan saya tangkis menggunakan celurit. Akhirnya celurit saya mengenai leher korban. Setelah itu saya membacok punggung korban sebanyak 8 kali,” ungkapnya.

Hubungan asmara korban dan istri tersangka sudah berjalan sekitar enam bulan ini. Perkenalan itu bermula saat Indah dan ibunya berobat ke rumah korban yang merupakan seorang dukun. Dari sana, korban tertarik dengan Indah dan terjalinlah hubungan asmara. Korban kesal karena Indah tak kunjung bercerai dengan tersangka.

Sementara itu Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati yang didampingi Kasatreskrim AKP Yusi Andi Sukmana mengatakan, motif dari pembunuhan itu karena adanya cinta segitiga. Istri tersangka yang ketakutan diancam korban memberitahukan kepada tersangka dan akhirnya tersangka duel dengan korban hingga berujung pembunuhan.

“Sebelum menemui korban, tersangka mengambil parang dan mengajak temannya, Anto (DPO) menemui korban. Saat bertemu itu korban mendatangi tersangka dan memukul dengan bambu namun ditangkis celurit tersangka hingga korban hilang keseimbangan. Tersangka menebas leher korban sekali dan punggung delapan kali,” katanya.

Setelah korban tak berdaya, tersangka dan temannya pergi meninggalkan korban. Kejadian itu mulanya dikira kecelakaan. Oleh petugas melakukan olah TKP dan mengecek ponsel korban. Dari sana, nomor istri korban terlacak dan polisi mendatangi rumah tersangka.

“Kami mencari tersangka selama sekitar 6 jam dan akhirnya ditemukan di sekitar Kecamatan Sukolilo Jumat (19/10) pkul 08.00. Kini kami masih mengembangkan kasus ini dan masih mencari satu DPO lainnya yang diajak tersangka mendatangi korban,” terangnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi telah mengamankan beberapa barang bukti seperti sepeda motor yang digunakan korban dan pelaku, ponsel, parang, bambu, baju, dan lainnya. Untuk mempertanggungjawabkan, tersangka dikenai Pasal 338 KUHP sub 354 dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Oct 2018 19:31:49 +0700
<![CDATA[Buron selama Sebulan, Akhirnya Pelaku Pembegalan Diringkus Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/17/99088/buron-selama-sebulan-akhirnya-pelaku-pembegalan-diringkus-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/17/buron-selama-sebulan-akhirnya-pelaku-pembegalan-diringkus-polisi_m_99088.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/17/buron-selama-sebulan-akhirnya-pelaku-pembegalan-diringkus-polisi_m_99088.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/17/99088/buron-selama-sebulan-akhirnya-pelaku-pembegalan-diringkus-polisi

Seorang pelaku pembegalan berhasil bekuk petugas kepolisian dari Rayon 3 Senin lalu. Pelaku pembegalan tersebut, sebelumnya melakukan aksi di sebelah vihara.]]>

CLUWAK – Seorang pelaku pembegalan berhasil bekuk petugas kepolisian dari Rayon 3 Senin (15/10) lalu. Pelaku pembegalan tersebut, sebelumnya melakukan aksi kejahatan di sebelah Vihara Darmaloka, Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, pada 8 September lalu.

Kapolres Pati AKBP Ury Nartanti melalui Kapolsek Cluwak AKP Eko Prantiyo mengungkapkan, penangkapan seorang pelaku pembegalan tersebut bermula dari Unit Reskrim yang mendapat informasi dari Tim Buser Pati tentang keberadaan seorang pelaku di sekitar Dukuhseti, kemudian berkoordinasi dengan Rayon 3 yang terdiri dari Polsek Cluwak, Dukuhseti, Gunungwungkal, dan Tayu.

Pelaku yang telah diamankan tersebut bernama Rudi Hermanto, 20, warga Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti. Satu pelaku lainnya masih buron.

”Kami mendapat kabar, dan kemudian langsung menangkap pelaku. Dan menginterogasinya. Akhirnya pelaku mengakui perbuatanyya telah merampas satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru putih,” papar Kapolsek Cluwak kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu, saat kepolisian juga masih memburu satu pelaku lagi. Yaitu Sulistiyono, 33, yang juga warga Desa Ngagel, yang turut beraksi merampas sepeda motor bersama Rudi Hermanto. ”Statusnya masuk daftar pencarian orang (DPO). Identitas sudah kami kantongi, tim sedang memburu,” jelasnya.

Seperti diketahui, aksi para pembegal tersebut terjadi di Vihara Darmaloka turut Desa Karangsari Kecamatan Cluwak pada 8 September lalu. Sekitar pukul 19.30. Modus operandi yang digunakan kedua pelaku saat itu dengan menggunakan kekerasan, dengan cara mendorong korban untuk menguasai sepeda motornya.  

Atas perbuatannya tersebut, pelaku bakal dijerat dengan pasal 365 KUHP. Ancaman hukuman selama-lamanya mencapai sembilan tahun penjara. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Oct 2018 20:44:46 +0700
<![CDATA[Bobol Sekolahan, Gasak Rp 80 Juta, Pelaku Masih Buron]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98661/bobol-sekolahan-gasak-rp-80-juta-pelaku-masih-buron https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/bobol-sekolahan-gasak-rp-80-juta-pelaku-masih-buron_m_98661.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/bobol-sekolahan-gasak-rp-80-juta-pelaku-masih-buron_m_98661.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98661/bobol-sekolahan-gasak-rp-80-juta-pelaku-masih-buron

Kawanan pencuri kembali beraksi di wilayah Kabupaten Pati. Jumat (12/10) dini hari lalu SMAN 1 Batangan, Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, dibobol maling.]]>

PATI – Kawanan pencuri kembali beraksi di wilayah Kabupaten Pati. Jumat (12/10) dini hari lalu SMAN 1 Batangan, Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, dibobol maling. Total kerugian senilai Rp 80 juta, dialami pihak sekolah akibat peristiwa pencurian tersebut.

Kapolres Pati AKBP Ury Nartanti melalui Kapolsek Batangan AKP Endang Setyaningsih mengungkapkan, kejadian pencurian sekitar pukul 03.00, dan dilaporkan ke pihak kepolisian pagi harinya sekitar pukul 09.00.

Menurut keterangan saksi yang dihimpun penyidik, para pencuri beraksi dengan cara merusak rumah kunci pintu, dan juga gembok ruangan sekolah. Kejadian pencurian itu sebenarnya dipergoki dua penjaga sekolah, yang pada waktu itu sedang berpatroli di lingkungan sekolah.

”Ya saat kedua penjaga melakukan patroli lingkungan sekolah, mereka mendapati ada dua orang pria berjalan di lapangan tengah. Mereka masing-masing menenteng gitar. Setelah itu, dua penjaga sekolah itu meneriaki dua orang tersebut,” papar Kapolsek Batangan AKP Endah Setyaningsih kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Mengetahui diteriaki, keduanya langsung melarikan diri ke arah timur. Mereka memanjat tembok pagar, serta membuang dua buah gitar yang juga merupakan barang curian dari sekolah.

Setelah itu, kedua saksi, lanjut kapolsek, memeriksa seluruh ruangan. Para penjaga tersebut mendapati ruangan agama Kristen dalam kondisi pintu terbuka. Kunci, dan gemboknya tidak ada. Setelah dicek, ternyata dibuang di samping ruangan tersebut.

Kemudian, pengecekan dilanjutkan di ruang kepala sekolah. Di ruangan tersebut pintu sebelah barat ruang kepala sekolah juga dalam keadaan rusak. Brankas yang ada di dalamnya kosong dan tak ada isinya. Sedangkan pintu ruang tata usaha dicongkel, uang tunai Rp 10 juta yang disimpan di laci diketahui lenyap.

Selain itu, lanjutnya, uang tunai senilai Rp 70 juta yang disimpan di laci ruang koperasi juga hilang. Total uang senilai Rp 80 juta lenyap dibawa kabur maling. ”Para pelaku sebelumnya memang mengacak-acak beberapa ruangan. Seperti di ruang kepala sekolah. Dan juga merusak brankas, namun di brankas tersebut tidak ada uang. Mereka baru menemukan uang di ruang koperasi dan tata usaha,” imbuh Endah.

Sementara itu pelaku hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Petugas kepolisian mengamankan beberapa barang bukti. Seperti dua buah gitar yang ditinggal para pelaku, serta sebuah brankas besi berwarna silver yang dirusak oleh pelaku. Pihak kepolisian hingga kini masih menyelidiki perkara pencurian ini.

Pihak kepolisian mencoba mencari jejak pelaku dengan rekaman data circuit closed television (CCTV). Dari data kamera tersembunyi itu diketahui pencuri menggunakan lampu sorot (senter) dan kepala ditutup topi. Satu pelaku memiliki perawakan kecil, sedangkan kawannya memiliki perawakan sedang dengan wajah ditutup masker.

Selebihnya terkait perawakan atau ciri-ciri pelaku belum dapat diketahui. ”Ada rekaman CCTV, namun saat itu gelap. Ya cukup membantu untuk mendalami kasus ini,” ungkap Endah.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Oct 2018 23:46:26 +0700
<![CDATA[Beri Perlawanan, Pencuri di Alfamart Ini Dihajar Sopir Truk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98660/beri-perlawanan-pencuri-di-alfamart-ini-dihajar-sopir-truk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/beri-perlawanan-pencuri-di-alfamart-ini-dihajar-sopir-truk_m_98660.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/14/beri-perlawanan-pencuri-di-alfamart-ini-dihajar-sopir-truk_m_98660.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/14/98660/beri-perlawanan-pencuri-di-alfamart-ini-dihajar-sopir-truk

Aksi pencurian yang dilakukan Sarman, 35 warga Mawangsaka, Sulawesi Selatan di Alfamart Tendean, Purwodadi begitu nekat, Sabtu (13/10) kemarin.]]>

GROBOGAN – Aksi pencurian yang dilakukan Sarman, 35 warga Mawangsaka, Sulawesi Selatan di Alfamart Tendean, Purwodadi begitu nekat, Sabtu (13/10) kemarin. Sebab, aksi dilakukan siang hari saat banyak orang dengan mengambil uang tunai dan penjaga Alfamart.

Perbuatan yang dilakukan pria bertato di lengan kanan tersebut dipergoki sopir Alfamart. Saat akan diamankan sempat melakukan perlawanan. Sebelum melakukan aksinya, tersangka terlebih dulu duduk di depan teras untuk memantau situasi. Saat truk penyuplai barang datang, para karyawan kemudian keluar untuk membantu menurunkan barang.

Saat itulah, tersangka masuk ke dalam untuk menggasak uang dan handphone milik karyawan. Yaitu uang tunai Rp 500 ribu yang disimpan di dalam laci kasir. Tetapi itu masih ada uang yang tertinggal sebesar Rp 100 ribu.

”Tersangka juga mengambil lagi untuk mengambil sisa uang tersebut. Dan ambil HP Samsung J7 Prime milik kasir yang ada di dekat laci juga digasak," terang Rizal, karyawan Alfamart Tendean.

Sesaat kemudian, kasir sekaligus pemilik HP, Desi Apitasari, kembali ke meja kasir. Saat itulah Desi mulai sadar kalau HP dan uang di dalam laci telah raib. Desi langsung meneriaki tersangka karena hanya dia yang ada di dalam Alfamart.

Sejurus kemudian, tersangka berusaha kabur, untungnya ada Sumarno, sopir truk penyuplai barang yang menghadang dan berusaha menangkapnya. Sumarno sempat kewalahan karena tersangka justru melawan. Warga sekitar yang melihat kejadian itu, akhirnya membantu Sumarno untuk menangkap tersangka. Pukulan demi pukulan melayang ke tubuh tersangka sampai tersungkur. Tersangka selanjutnya diserahkan ke Polsek Purwodadi.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka sudah merencakanan aksinya untuk mencuri uang. Tersangka selama ini tinggal di Kabupaten Batang, namun sering pergi keluar kota. Sebelum mencuri, tersangka mengaku berangkat dari Kudus untuk mengunjungi temannya di Kecamatan Godong. Namun, sebelum sampai Godong tersangka menyempatkan diri untuk mencuri.

”Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan. Uang dan HP hasil curian telah kami amankan untuk dijadikan sebagai barang bukti,” kaya Kanit Reskrim Polsek Purwodadi Iptu I Ketut Sudiarta.

Selain mengamankan uang tunai, dari tersangka juga mengamankan sepeda Zumiter MX yang digunakan oleh tersangka. Sepeda motor tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan. Tersangka juga sempat menunjukan Id Card wartawan dari Batam.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Oct 2018 23:38:00 +0700
<![CDATA[Kenal Tiga Hari sebelum Kejadian, Korban Dibooking Rp 3 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/09/92267/kenal-tiga-hari-sebelum-kejadian-korban-dibooking-rp-3-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/08/kenal-tiga-hari-sebelum-kejadian-korban-dibooking-rp-3-juta_m_92267.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/08/kenal-tiga-hari-sebelum-kejadian-korban-dibooking-rp-3-juta_m_92267.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/09/92267/kenal-tiga-hari-sebelum-kejadian-korban-dibooking-rp-3-juta

Kristian Ari Wibowo, pembunuh Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4/RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, akhirnya buka suara.]]>

BLORA – Kristian Ari Wibowo, pembunuh Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4/RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, akhirnya buka suara. Dia mengaku mem-booking korban seharga Rp 3 juta dan dibayar di muka. Tujuannya untuk melayani seks dengan gaya yang dikehendaki pelaku.

Untuk itu, dia sudah menyiapkan lakban untuk aksinya. ”Transaksinya di awal. Uang sudah diterima,” terang Kristian Ari Wibowo dengan tenang saat rilis di Mapolres Blora kemarin. Laki-laki kelahiran Blora ini mengaku, saat berhubungan intim, pertama kedua tangan korban diikat. Selanjutnya, kedua kaki korban dilakban. Namun korban mulai berontak. Tangan pelaku digigit hingga kesakitan. Korban juga teriak.

Kondisi ini membuat pelaku panik. Apalagi korban tidak mau ditenangkan. ”Kemudian (Ferin) saya cekik dan hidungnya saya bungkam dengan bantal. Setelah meninggal saya bungkus dengan sprei kamar hotel dan saya masukkan ke mobil,” jelasnya.

Pelaku mengatakan, membawa korban yang dianggap sudah meninggal ke luar dari hotel tanpa diketahui orang lain. Korban yang dibungkus sprei dibawa dengan dibopong. Setelah sampai di parkiran, korban dimasukkan dalam bagasi mobil dan dibawa ke Blora. Selanjutnya dibakar di tengah hutan. ”Niat bakar untuk menghilangkan jejak. Karena 2011 lalu saya pernah melakukan ini dan tak terbongkar. Saat membakar ada perasaan takut dan gemetar. Menyesal juga,” ucapnya.

Dia mengaku, sejak awal dia juga ingin menguasai perhiasan yang dipakai korban. Tidak ada niatan untuk membunuhnya. Niatan hanya ingin mengambil emas. Namun dalam prosesnya ada perlawanan, sehingga terjadi insiden pembunuhan tersebut.

Dari korban, dia berhasil menggasak perhiasan berupa gelang, kalung, dan cincin. Selanjutnya digadaikan seharga Rp 4 juta. ”Uangnya untuk bayar utang Rp 2,5 juta. Sisanya untuk keperluan sehari-hari,” tandasanya.

Dia sebelumnya menjadi manajer front office salah satu hotel di Semarang. Dia mengaku mempunyai gaji sekitar Rp 6 juta per bulan. Namun dia juga masih mempunyai utang di beberapa tempat. Tiap bulan dia harus mengangsur utang Rp 2,1 juta.

Menurutnya, korban sudah meninggal sebelum dibawa ke Blora. Namun dari keterangan polisi dan hasil otopsi, korban masih hidup saat dibawa ke Blora. ”Saya kira sudah meninggal, sebab tidak bernapas dan kakinya pucat. Tapi informasi dari penyidik, korban masih hidup,” terangnya.

Saat ini pelaku meringkuk di sel tahanan Mapolres Blora. Kristian diancam dengan pasal 340, 338, dan 366 KUHP dengan hukuman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati.

 Kapolres Blora AKBP Saptono mengungkapkan, pelaku berkenalan dengan korban, Ferin melalui akun media sosial (medsos) Instagram tiga hari sebelum kejadian atau Minggu (29/7). Berawal dari perkenalan itu, keduanya lantas saling berkirim pesan dan bertukar nomor handphone. Hingga pada akhirnya keduanya bersepakat untuk berkencan dan bertemu di salah satu hotel di Semarang pada Selasa (31/7).

”Saat pertemuan itu, pelaku datang terlebih dahulu di hotel menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Sedangkan korban datang menggunakan taxi online yang dipesan oleh korban melalui salah satu teman kosnya,” terangnya.

Saat berada di dalam kamar hotel, keduanya lantas berhubungan intim satu kali. Karena sebelumnya sudah disepakati bahwa akan melakukan fantasi seksual, maka pelaku kemudian mengikat tangan korban menggunakan lakban yang sudah dipersiapkan pelaku.

”Pada saat tangannya diikat dengan lakban, korban menurut saja. Namun ketika kakinya juga diikat, korban mulai berontak dan berteriak. Karena panik, pelaku kemudian membungkam mulut korban dengan tangan dan menutup hidung pelaku dengan bantal,” bebernya.

Saptono menjelaskan, saat kondisi itu korban kemudian terjatuh dari atas kasur dan kepalanya terbentur lantai. ”Pengakuan pelaku ketika kita cocokkan dengan hasil otopsi itu sesuai. Yakni ada bekas benturan benda tumpul di kepala korban,” terangnya.

Setelah korban tidak berdaya, korban lalu dinaikkan kembali di atas tempat tidur dan kepalanya dibekap menggunakan bantal. Setelah itu, tangan beserta kaki korban diikat menggunakan lakban. Begitu juga dengan mulutnya. Selanjutnya pelaku meninggalkan hotel untuk meminjam mobil Honda Jazz milik temannya.

”Kurang lebih satu jam, tepatnya pukul 19.00 Kristian kembali lagi ke hotel dengan membawa mobil Honda Jazz. Kristian lantas membungkus Ferin menggunakan sprei hotel,” katanya.

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 09 Aug 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Sebelum Dihabisi, Perempuan yang Tewas Terbakar di Blora Disetubuhi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/08/92179/sebelum-dihabisi-perempuan-yang-tewas-terbakar-di-blora-disetubuhi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/07/sebelum-dihabisi-perempuan-yang-tewas-terbakar-di-blora-disetubuhi_m_92179.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/07/sebelum-dihabisi-perempuan-yang-tewas-terbakar-di-blora-disetubuhi_m_92179.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/08/92179/sebelum-dihabisi-perempuan-yang-tewas-terbakar-di-blora-disetubuhi

Sesosok mayat yang ditemukan dalam kondisi dibakar di tepi jalan raya Kunduran-Todanan, Desa Sendangwates, Kunduran, Blora, akhirnya terungkap identitasnya.]]>

SEMARANG – Sesosok mayat yang ditemukan dalam kondisi dibakar di tepi jalan raya Kunduran-Todanan, Desa Sendangwates, Kunduran, Blora, akhirnya terungkap identitasnya. Tak hanya itu, polisi bahkan berhasil mengungkap terduga pelaku pembunuhan.

Korban bernama Ferin Diah Anjani, 21, warga RT 4/RW 16, Desa Sendangmulyo, Tembalang, Semarang. Perempuan ini berprofesi sebagai caddy golf di Kota Atlas. Sedangkan pelaku merupakan seorang pria yang bekerja sebagai resepsionis sebuah hotel.

KEJI: Pelaku ternyata bukan kali pertama ini saja melakukan pembunuhan. (Dok.)

Sebelumnya, Rabu (1/8) lalu warga Desa Sendangwates, Kunduran, Blora, digegerkan dengan penemuan mayat di kawasan hutan jati. Sekujur tubuh korban hangus terbakar. Mayat berjenis kelamin perempuan itu diduga korban pembunuhan dan dibakar pelakunya.

Informasi yang dihimpun, pelaku bernama Kristian Ari Wibowo, 31, warga Blora. Dia ditangkap petugas gabungan Unit Reskrim Polres Blora dibantu Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng.

Dia ditangkap di indekosnya di Perum Dolog Blok G, RT 1/RW 1, Kelurahan Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang, pada kemarin malam pukul 22.30. Setelah penangkapan, pelaku dibawa ke Mapolres Blora untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Jateng AKBP Yulian Perdana saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya penangkapan ini. Meski demikian, pihaknya enggan membeberkan secara detail terkait penangkapan pelaku. ”Iya, kami hanya membantu. Kalau lebih jelasnya langsung melalui kapolres Blora,” ungkapnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Informasi di lapangan, sebelum dibunuh korban disetubuhi terlebih dulu di hotel di Kota Semarang. Korban juga diberi obat supaya tak sadarkan diri. Kemudian korban dibungkus selimut hotel dan dimasukkan ke mobil. Selanjutnya dibawa ke Blora. Kemudian jenazahnya ditemukan hangus dibakar.

Terkuaknya kasus kejahatan ini setelah petugas terus melakukan penyelidikan, yakni gigi taring kelinci korban dan perhiasan anting emas. Dari penyelidikan, akhirnya ada informasi laporan orang hilang di Polrestabes Semarang dengan ciri-ciri hampir sama dengan mayat yang ditemukan hangus itu.

Selanjutnya, anggota kepolisian mendatangi rumah keluarga korban dengan membawa barang bukti anting yang sudah diamankan saat olah TKP. Motif pembunuhan masih dalam penyelidikan Polres Blora. Dugaan sementara, motif pembunuhan dilatarbelakangi pelaku ingin menguasai harta korban.

Satu fakta lagi, berdasarkan informasi di lapangan, perbuatan yang dilakukan oleh pelaku rupanya bukan kali pertama. Pada 2011 lalu, pelaku juga pernah membunuh perempuan di Bali. Mayat korbannya juga dibakar di Blora. Kasus tujuh tahun silam ini masih didalami untuk dikembangkan guna menguak adanya korban-korban lain.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja membenarkan penangkapan pelaku pembunuhan perempuan yang berprofesi sebagai sales promotion gilr (SPG) dan belakangan ini sebagai caddy golf di Sisingamaraja, Kota Semarang. ”Benar ada penangkapan pelaku pembunuhan. Tapi saya belum dapat detail kronologi penangkapannya," ungkap Kombes Pol Agus Triadmaja. (mha)

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 08 Aug 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Ketua Koperasi di Desa Ini Nekat Gelapkan Uang Nasabah Rp 74,8 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/03/91692/ketua-koperasi-di-desa-ini-nekat-gelapkan-uang-nasabah-rp-748-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/03/ketua-koperasi-di-desa-ini-nekat-gelapkan-uang-nasabah-rp-748-juta_m_91692.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/03/ketua-koperasi-di-desa-ini-nekat-gelapkan-uang-nasabah-rp-748-juta_m_91692.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/03/91692/ketua-koperasi-di-desa-ini-nekat-gelapkan-uang-nasabah-rp-748-juta

Susanto Widodo, 43, warga Desa Tanjungsari, Jakenan, harus meringkuk di tahanan Mapolres Pati pada Rabu (1/8). Pasalnya, membawa kabur uang nasabah Rp 74,8 juta]]>

GABUS – Susanto Widodo, 43, warga Desa Tanjungsari, Jakenan, harus meringkuk di tahanan Mapolres Pati pada Rabu (1/8) lalu. Pasalnya, Ketua Koperasi Mapan Karya (Makarya) itu nekat membawa kabur uang nasabah Rp 74,8 juta.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanty melalui Kasubbag Humas Iptu Agung Suhariono menyampaikan, tersangka berhasil diringkus Satreskrim Polsek Kayen di Jalan Raya Pati-Kayen turut Desa Gebang, Kecamatan Gabus pada Rabu, (1/8) pukul 14.30 lalu.

Dijelaskan, tersangka dilaporkan korbannya yang berjumlah enam orang pada Rabu (1/8) sekitar pukul 10.00 lalu. Mereka (korban) merupakan warga Kabupaten Pati. Salah satunya, Siti Rufi’ah, 43, asal Desa/Kecamatan Kayen.

Diterangkan korban pernah menabung di Koperasi Mapan Karya (Makarya) mulai April sampai Desember 2016 yang diketuai tersangka. Jumlah tabungan bervariasi sesuai yang tercatat di buku tabungan masing-masing korban.

Dan dijamin bahwa dana yang di simpan tersebut aman dan dapat diambil sewaktu-waktu. Tapi saat akan mengambil tabungan, Koperasi Makarya yang berlokasi di Jalan Pati-Sukolilo Km. 18 tidak dapat mencairkan.

Dengan alasan kesulitan keuangan atau tidak ada uang. Lalu tersangka berjanji akan mengembalikannya. Namun kenyataannya sampai sekarang tak dikembalikan. Jumlah keseluruhan dana tabungan sebesar Rp 74,87 juta.

Padahal aset berupa 1 (satu) bidang tanah dan bangunan Kantor Koperasi Makarya telah dijual dan laku senilai Rp 900 juta. Sayangnya, uang itu tak digunakan untuk membayar uang nasabah tapi untuk kepentingan sendiri. Korban sudah berkali-kali menanyakan kepada pihak Koperasi Makarya. Tapi kini tak ada kepastian untuk memeroleh uang tabungan.

”Dari hasil penyelidikan perkara yang diadukan telah memenuhi unsur pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP Subsidair 372 KUHP. Selanjutnya ditingkatkan ke proses penyelidikan, sehingga SW diamankan dan kemudian dibawa ke Polsek Kayen guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 03 Aug 2018 09:15:43 +0700
<![CDATA[Ngeri...Perempuan Dibakar, Wajah Korban Tak Bisa Dikenali]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/02/91582/ngeriperempuan-dibakar-wajah-korban-tak-bisa-dikenali https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/01/ngeriperempuan-dibakar-wajah-korban-tak-bisa-dikenali_m_91582.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/08/01/ngeriperempuan-dibakar-wajah-korban-tak-bisa-dikenali_m_91582.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/08/02/91582/ngeriperempuan-dibakar-wajah-korban-tak-bisa-dikenali

Seorang perempuan ditemukan tewas dalam kondisi terbakar di Blora.]]>

 

BLORA – Mengenaskan. Tubuhnya gosong. Tidak dapat dikenali lagi. Jasadnya ditemukan tergeletak di kawasan Ngawenombo, Kesatuan  Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Jalan Kunduran Todanan, kemarin pagi (1/8).

Saat ditemukan dalam posisi miring. Diduga mayat tersebut perempuan. Begitu tersiar kabar ada mayat yang terbakar, ratusan warga Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora dan sekitarnya memadati lokasi penemuan.

Kepala Desa Sendangwates Suparjo, 60, mengungkapkan, sekitar pukul 06.00 didatangi Parmo, salah satu warga. Dia melaporkan ada seorang perempuan yang meninggal dengan cara dibakar di hutan.

Begitu melapor, Parmo pulang begitu saja. Selanjutnya, dia mencari Parmo untuk menunjukkan lokasi yang dimaksud. Setelah itu, kades mendatangi lokasi. “Ternyata benar ada mayat perempuan yang hangus terbakar. Warga sudah banyak yang melihat,” terangnya kemarin.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya meminta warga tidak mendekat dan memegang barang apapun di lokasi. Sebab, berkaitan proses hukum. “Saya datang sudah tidak ada api yang menyala,” imbuhnya.

Selanjutnya, Suparjo menghubungi Babinkamtimas. Dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah jenazah menderita luka lainnya atau tidak. Sebab, dia tidak tega melihat kondisi korban.

“Saat di sana saya melihat begitu saja. Kondisi jenazah tidak ada pakaian melekat. Selain itu belum ada bau. Kemungkinan dibakar tadi malam (kemarin malam, Red). Mungkin dibakar di lokasi. Sebab kanan kiri ada bekasnya. Kalau dibakar di luar tidak ada bekas api,” terangnya.

Akibat itu, kondisi jenazah menghitam dan gosong. Tangan kanan dan kiri juga habis terbakar hingga putus. Begitu juga dengan mukanya. Posisinya tengkurap dan hitam semua.

Menurutnya, kejadian seperti ini baru sekali ini. Hingga kemarin belum ada warga Sendangwates yang melaporkan kehilangan anaknya. Menurutnya, melihat kondisi jenazah dimungkinkan itu dari hasil pembunuhan.

“Sekarang gini, kalau orang bunuh diri dengan membakar dirinya kok tidak. Kalau dibakar iya. Orang itu kena api dikit saja lari kok. Kondisinya mengerikan. Yang membakar ini seperti apa. Kok tegel karo menungso. Kasihan betul, kasihan. Sangat memprihatinkan. Wajah sudah tidak kelihatan. Mulut dan hidung sudah hangus terbakar,” ucapnya.

Sementara Parjo, warga sekitar mengaku, kali pertama warga mengira itu boneka. Setelah dicek ternyata jenazah seorang perempuan. “Kondisinya masih utuh, kecuali tangan kanannya. Dimungkinkan dia dibakar dalam keadaan meninggal. Kalau dibakar hidup-hidup pasti berontak,” terangnya.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Kunduran AKP Untung Haryadi mengatakan, ada penemuan mayat dari laporan anggota sekitar pukul 07.00. “Saya sampai sini pukul 07.15 dan sudah ramai,” terangnya.

Penyebab kematian masih dalam penyelidikan. Di lokasi tim Inafis juga menemukan beberapa barang bukti yang diduga milik korban. Mulai dari anting-anting, pakaian bekas terbakar dan lainnya. “Ada juga botol dan lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Administratur Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora, Rukman Supriatna mengaku, lokasi temuan mayat tersebut berada di kawasan hutan negara. Lokasinya di petak 133d Resor Polisi Hutan (RPH), Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Ngawenombo, KPH Blora. (sub/ris)

 

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 02 Aug 2018 07:05:59 +0700
<![CDATA[Temui Perempuan, Dibacok Empat Orang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/31/91305/temui-perempuan-dibacok-empat-orang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/30/temui-perempuan-dibacok-empat-orang_m_91305.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/30/temui-perempuan-dibacok-empat-orang_m_91305.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/31/91305/temui-perempuan-dibacok-empat-orang

Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya mengalami nasib nahas di jalan Gotri – Welahan kemarin.]]>

JEPARA  – Seorang laki-laki yang belum diketahui identitasnya mengalami nasib nahas di jalan Gotri – Welahan kemarin. Pasalnya, laki-laki tersebut menjadi korban pembacokan oleh empat orang tak dikenal.

Kejadian itu bermula ketika ada seorang perempuan berjilbab di bawah pohon mangga yang berada di selatan SPBU Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan. Selang beberapa menit kemudian, korban yang belum diketahui identitasnya tersebut datang menghampiri perempuan tersebut. Sekitar 15 menit datang mobil sedan berwarna silver.

Dari dalam mobil keluar empat orang. Mereka diduga langsung menganiaya dan membacok korban hingga menyebabkan luka.

“Kejadiannya sekitar pukul 09.00. Warga yang melihat kejadian itu melapor ke Polsek Kalinyamatan,” ujar Kasatreskrim Polres Jepara AKP Budi Santoso.

Korban dilarikan ke Puskesmas Kalinyamatan untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan kesehatan,  korban menderita empat luka sayatan akibat benda tajam. Hingga sore kemarin korban belum bisa dimintai keterangan.

“Kami akan terus melakukan pencarian terhadap pelaku berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti di lapangan. Kami juga mencari keberadaan perempuan berjilbab yang ditemui oleh korban,” ungkapnya.

Terkait identitas korban, petugas kepolisian  menemukan STNK atas nama Haryanti yang beralamat di RT 1 RW 2, Desa  Jondang, Kecamatan Kedung. Selain itu, sepeda motor jenis Honda Supra X 125 warna hitam dengan nomor polisi K 5037 FQ. 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 31 Jul 2018 12:29:59 +0700
<![CDATA[Pelat Nomor Motor Dikenali, Akhirnya Penjambret Ditangkap Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/24/89943/pelat-nomor-motor-dikenali-akhirnya-penjambret-ditangkap-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/24/pelat-nomor-motor-dikenali-akhirnya-penjambret-ditangkap-polisi_m_89943.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/24/pelat-nomor-motor-dikenali-akhirnya-penjambret-ditangkap-polisi_m_89943.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/24/89943/pelat-nomor-motor-dikenali-akhirnya-penjambret-ditangkap-polisi

Satreskrim Polres Grobogan mengamankan Ibnu Beta Ismada, 21 warga RT 8 RW 5, Dusun Kudon, Wirosari. Tersangka penjambretan tersebut diamankan di rumahnya.]]>

WIROSARI – Satreskrim Polres Grobogan mengamankan Ibnu Beta Ismada, 21 warga RT 8 RW 5, Dusun Kudon, Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, kemarin. Tersangka penjambretan tersebut diamankan di rumahnya.

Penjambretan itu menimpa Nastiti Mahanani, 32, Jumat (20/7). Ketika itu, warga RT 4 RW 1, Dusun Ploso, Desa Pulorejo, Kecamatan Tawangharjo, dalam perjalanan pulang dari Klinik Pratama Saahabat Sulursari.

Dia menaiki sepeda motor Honda Beat nomor polisi pelat putih merah sendirian sekitar pukul 21.30. Ketika sampai di Jalan Wirosari-Kuwu, Dusun Karangtengah, Desa Kropan, Kecamatan Wirosari, tersangka naik sepeda motor Beat K 5190 YJ memepet korban.

Tersangka menarik tas kulit warna hitam yang ditaruh di punggung. Tas tersebut berisi satu Hp merek Samsung, jam tangan Alexsender Cristy, dan uang Rp 1 juta. Namun, usaha perampasan tersebut gagal dilakukan. Tersangka belok arah dan tancap gas melarikan diri.

”Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Wirosari. Korban tahu nomor kendaraan dan ada dua warga yang dimintai tolong, tetapi tidak bisa mengejarnya,” kata Kasatreskrim Polres Grobogan AKP Maryoto.

Atas kejadian tersebut, korban memberitahu identitas nomor kendaraan yang digunakan. Dari data tersebut, petugas mencari keberadaan tersangka. Sepeda motor tersebut milik orang tua tersangka. Kemudian, petugas mencari tersangka.

”Tersangka berhasil kami amankan di wilayah Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Tersangka mengakui terus terang perbuatannya selanjutnya terlapor dan barang bukti dibawa ke Polsek Wirosari untuk proses penyidikan,” terangnya.

Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat pasal 365 KUHP ayat (1), (2) ke 1e Jo Pasal 53 KUHP. Barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu sepeda motor Honda Beat warna merah Nomor Polisi K 5190 YJ  dan satu buah jaket kain warna merah hati.

”Kami telah menahan tersangka beserta barang bukti. Proses sekarang masih dalam penyelidikan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 24 Jul 2018 11:05:59 +0700
<![CDATA[Simak Nih! Maling Motor di Kudus, Pelaku Diamuk Massa di Sukolilo]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/20/89161/simak-nih-maling-motor-di-kudus-pelaku-diamuk-massa-di-sukolilo https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/20/simak-nih-maling-motor-di-kudus-pelaku-diamuk-massa-di-sukolilo_m_89161.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/20/simak-nih-maling-motor-di-kudus-pelaku-diamuk-massa-di-sukolilo_m_89161.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/20/89161/simak-nih-maling-motor-di-kudus-pelaku-diamuk-massa-di-sukolilo

Seorang pencuri sepeda motor yang belum diketahui identitasnya, diberi ”pelajaran” berharga siang kemarin. Warga yang terlanjur emosi, menghakimi pencuri.]]>

SUKOLILO – Seorang pencuri sepeda motor yang belum diketahui identitasnya, diberi ”pelajaran” berharga siang kemarin. Warga yang terlanjur emosi, menghakimi pencuri tersebut saat jatuh tak berdaya di sebelah jalur irigasi Sungai Jratunseluna Dukuh Grobog Desa Prawoto.

Kapolsek Sukolilo Iptu Supriyono menuturkan, pencuri itu melakukan aksinya di Kudus. Tepatnya di Desa Berugenjang, Undaan. Korbannya bernama Ahmad Khusairi, 35.

”Saat itu sepeda motor korban diparkir di depan tokonya. Pada saat itu, korban yang merupakan pelapor sedang masuk ke rumah. Tiba-tiba istrinya berteriak kalau sepeda motornya dibawa kabur orang tak dikenal. Korban lantas meneriaki maling sambil mengejar pelaku,” kata Iptu Supriyono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tetangga yang mendengar teriakan korban, bergegas ikut mengejar pelaku tersebut. Sesampainya di wilayah Dukuh Grobo Desa Prawoto yang merupakan batas Kudus-Pati, satu pelaku dengan perawakan gempal berusia 40an, berhasil melarikan diri menuju arah Babalan, Undaan.

Sementara satu pelaku tersisa berhasil dihadang massa. Mengetahui dirinya dihadang puluhan orang, pelaku tersebut tancap gas berbalik arah, namun sialnya maling tersebut terjatuh di pinggiran saluran irigasi Sungai Jratunseluna.

”Mengetahui yang diburu terjatuh, maling tersebut lantas menjadi bulan-bulan warga yang naik pitam karena ulah maling itu. Bahkan sepeda motor pelaku pun menjadi sasaran amarah warga,” imbuh dia.

Pelaku pencurian tersebut, lanjutnya, menderita luka di bagian kepala bagian belakang, bahkan sempat tak sadarkan diri. Polisi kemudian mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dengan nomor polisi H 6549 KQ milik pelaku serta satu buah kunci T.

Sedangkan sepeda motor korban dilarikan teman sesama pelaku. Pelaku diamankan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis.

”Karena melihat TKP pencurian di wilayah hukum Polsek Undaan Kudus, pelaku beserta barang bukti kemudian kami serahkan kepada mereka,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 20 Jul 2018 10:00:14 +0700
<![CDATA[Usai Cekcok, Mobil Kekasih Dibawa Lari]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/19/81838/usai-cekcok-mobil-kekasih-dibawa-lari https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/usai-cekcok-mobil-kekasih-dibawa-lari_m_81838.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/usai-cekcok-mobil-kekasih-dibawa-lari_m_81838.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/19/81838/usai-cekcok-mobil-kekasih-dibawa-lari

Seorang laki-laki ditangkap aparat setelah membawa kabur mobil milik pacarnya selama satu bulan.]]>

KUDUS – Aparat Polres Kudus berhasil mengamankan Noor Burhanudin Jauhari, 23, warga Desa Garung, Kaliwungu. Dia ditangkap setelah membawa kabur mobil milik pacarnya, Lia Mariana, 30, selama satu bulan.

Ceritanya, semula korban diminta datang ke kos-kosan yang berada di Desa Ploso, Jati, pada Rabu (6/5) lalu. Usai bertemu, keduanya sempat cekcok hingga si pacar dicekik. Beruntung aksi itu diketahui pemilik kos. Seketika itu langsung dilerai pemilik kos.

Usai kejadian itu, mobil Honda Brio merah milik korban hilang. Diduga yang membawa lari pacarnya tesebut, Noor Burhanudin. Karena tak kunjung dikembalikan, korban lantas melaporkannya ke pihak berwajib.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning melalui Kasatreskrim AKP Agus Supriadi mengatakan, dari hasil laporan dan penyelidikan, akhirnya tersangka berhasil diamankan. Tepatnya di depan Balai Desa Bacin pada Jumat (15/6) lalu pukul 20.45.

Dari keterangan tersangka, kata Agus, mobil milik korban telah dijual melalui perantara di daerah Juwana, Pati, dengan harga Rp 25 juta. Dari penjualan itu tersangka mendapatkan uang Rp 15 juta. Sedangkan perantaranya Rp 10 juta.

”Pencarian mobil hasil kejahatan ini akan terus dilakukan. Kami akan mencoba menelusuri jejak penjualan. Selain itu, akan meminta keterangan perantara untuk pengembangan kasus lebih lanjut,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP tentang Tindak Pencurian. Tersangka terancam hukuman di atas empat tahun. ”Saat ini tersangka sudah kami amankan,” imbuhnya. 


 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 19 Jun 2018 14:10:22 +0700
<![CDATA[Janda Korban Perampokan Dapat 162 Jahitan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/23/75631/janda-korban-perampokan-dapat-162-jahitan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/janda-korban-perampokan-dapat-162-jahitan_m_75631.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/janda-korban-perampokan-dapat-162-jahitan_m_75631.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/23/75631/janda-korban-perampokan-dapat-162-jahitan

Kondisi Trias Krisdiana mulai membaik. Janda 48 tahun ini dilarikan ke RSUD dr. Loekmonohadi Minggu (20/5) lalu karena menjadi korban perampokan disertai pembacokan.]]>

KUDUS – Kondisi Trias Krisdiana mulai membaik. Janda 48 tahun ini, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmonohadi Minggu (20/5) lalu, karena menjadi korban perampokan disertai pembacokan. Akibat luka yang serius, dia harus menerima 162 jahitan di tubuhya.

Pelaku perampokan, Agus Talim, 30, warga Desa Panjang, Bae, Kudus, sudah kenal dengan korban. Dia nekat merampok dan melukai warga Jalan HOS Cokroaminoto No. 51 atau Gang 5, RT 2/RW 4, Kelurahan Mlatinorowito, Kota, Kudus, itu karena terlilit utang.

Nyawa Trias tertolong berkat kecerdikannya. Pemilik toko sembako ini pura-pura mati. Setelah terkena sabetan senjata tajam yang dilayangkan Agus Talim. Tubuh korban pun berlumuran darah.

Begitu mengetahui korban tidak berdaya, Agus leluasa menggasak isi rumah. Pelaku mengambil barang milik korban berupa laptop, lima handphone, dan uang tunai Rp 2.733.000.

Staf Humas RSUD dr. Loekmonohadi Kudus Saiful Anas membenarkan hal tersebut. Korban Senin (21/5) siang lalu menjalani operasi selama hampir tiga jam. Di bawah penanganan dr. Wahyu Widjanarko.

”Operasi kemarin dilakukan di ruang IBS. Ada 162 jahitan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penanganan pertama. Setelah upaya stabilisasi pasien dan tindakan lain, sehingga bisa dilakukan upaya penyelamatan pasien,” katanya.

Dijelaskan, korban sampai di rumah sakit sekitar pukul 22.00 dalam keadaan sadar dengan beberapa luka di tubuhnya. Sampai kemarin, ia masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Namun ia menjelaskan, kondisi korban yang beralamat di RT 2/RW 4, Kelurahan Mlatinorowito, Kota, Kudus, itu berangsur membaik.

”Korban sudah sadar penuh. Sudah baik, sudah mau makan dan sudah bisa diajak komunikasi,” imbuhnya.

Meski begitu, pihak rumah sakit tetap menyarankan untuk merujuk pasien ke RSUP dr. Kariadi Semarang. Hal tersebut dilakukan agar segera dilakukan operasi syaraf.

”Karena banyak syaraf dan tendon yang putus, maka kami harus merujuk pasien agar segera dilakukan operasi bedah syaraf. Jika tidak, dimungkinkan pasien akan mengalami kelumpuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, di tangan kanannya ditemukan fraktur. Selain itu, juga harus dilakukan penambalan pada kulit kepala. Karena pada bagian belakang sebelah kiri terjadi pengelupasan yang cukup parah.

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 23 May 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Sadis, gara-gara Terlilit Utang, Nekat Rampok Janda Sebatang Kara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75305/sadis-gara-gara-terlilit-utang-nekat-rampok-janda-sebatang-kara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/21/sadis-gara-gara-terlilit-utang-nekat-rampok-janda-sebatang-kara_m_75305.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/21/sadis-gara-gara-terlilit-utang-nekat-rampok-janda-sebatang-kara_m_75305.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75305/sadis-gara-gara-terlilit-utang-nekat-rampok-janda-sebatang-kara

Agus Talim, 30, warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, berbuat nekat. Dia tega hendak menghabisi Trias Krisdiana, warga Jalan HOS Cokroaminoto No. 51.]]>

KUDUS – Agus Talim, 30, warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kudus, berbuat nekat. Dia tega hendak menghabisi Trias Krisdiana, warga Jalan HOS Cokroaminoto No. 51 atau Gang 5, RT 2 RW 4, Kelurahan Mlatinorowito, Kecamatan Kota, Kudus, Minggu (20/5) malam.

Nyawa Trias tertolong berkat kecerdikannya. Pemilik toko sembako ini pura-pura mati. Ini setelah terkena sabetan senjata tajam yang dilayangkan oleh Agus Talim. Tubuh korban pun berlumuran darah.

Begitu mengetahui korban tidak berdaya, Agus yang sudah mengenal korban leluasa menggasak isi rumah. Penjaga ruko tempat pelayanan kredit elektronik dan furnitur ini mengambil sejumlah harta benda korban.

Kejadian itu berawal saat Agus Talim mendatangi toko sembako milik Trias di Jalan HOS Cokroaminoto No. 51 Minggu (20/5) sekitar pukul 20.30. Agus berpura-pura membeli sembako di toko milik korban. Selama ini pelaku dan korban saling mengenal. Pelaku sering membeli di toko tersebut.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengungkapkan, tempat kerja pelaku tidak jauh dari rumah korban. Ketika korban mengambilkan sembako, pelaku mengambil senjata tajam berupa golok untuk menakut-nakuti korban.

”Karena korban mencoba melawan, tanpa banyak tanya pelaku menghantamkan senjata tajamnya ke bagian kepala, tangan. Sehingga korban tak berdaya,” ungkapnya kemarin.

Korban berpura-pura mati untuk menyelamatkan diri. Selanjutnya, pelaku mengambil barang milik korban berupa laptop, lima handphone, dan uang tunai Rp 2.733.000.

”Setelah pelaku pergi, korban membuka pintu belakang dan meminta tolong dalam kondisi sudah berlumuran darah di bagian muka dan tubuh. Lalu, korban ditolong warga dan membawa korban ke RSUD dr. Loekmono Hadi,” terangnya.

Berdasarkan keterangan saksi, barang bukti disimpan pelaku di kamar tempat kerjanya. Pelaku dibekuk Satreskrim Polres Kudus dua jam setelah kejadian. Sejumlah anggota Polres Kudus dan Polsek Kudus menangkap pelaku sekitar pukul 23.00.

Saat itu pelaku hendak keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam nopol K 6518 AT. “Pelaku berhasil diamankan, dari hasil interogasi pelaku melakukan perbuatan tersebut karena dendam terhadap korban dan terlilit utang kepada orang lain,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut salah satu tetangga korban, Tatik, 58, korban merupakan janda. Suaminya telah lama meninggal. Selama di rumah, korban hidup sendirian. Karena korban tidak memiliki anak.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari–hari, korban berdagang sembako di rumahnya.

 

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 22 May 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Walah! Ngaku Dukun, Bisa Gandakan Uang, Malah Gondol Rp 30 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/18/74436/walah-ngaku-dukun-bisa-gandakan-uang-malah-gondol-rp-30-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/18/walah-ngaku-dukun-bisa-gandakan-uang-malah-gondol-rp-30-juta_m_74436.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/18/walah-ngaku-dukun-bisa-gandakan-uang-malah-gondol-rp-30-juta_m_74436.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/18/74436/walah-ngaku-dukun-bisa-gandakan-uang-malah-gondol-rp-30-juta

Aparat Polres Kudus berhasil mengamankan tersangka penipuan yang bermodus penggandaan uang. Dia ditangkap setelah berhasil mengelabuhi korbannya hingga mengalami kerugian Rp 30 juta.]]>

KOTA – Aparat Polres Kudus berhasil mengamankan tersangka penipuan yang bermodus penggandaan uang. Dia ditangkap setelah berhasil mengelabuhi korbannya hingga mengalami kerugian Rp 30 juta.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, tersangka bernama Teguh Adreng Panggayuh, 46, asal Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Sragen. Kejadiannya bermula pada Minggu (1/4) lalu. Saat itu tersangka datang ke rumah saksi bernama Kartini, asal Desa/Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Tersangka menawarkan bantuan bagi orang yang mempunyai masalah keuangan atau utang. Caranya, modal dari korban Rp 5 juta akan disulap atau digandakan menjadi Rp 200 juta.

Namun, saksi Kartini saat itu tak mempunyai uang, sehingga dia memperkenalkan tersangka kepada Jumadi, 56, warga RT 3/RW 4 Desa Peganjaran, Bae, Kudus. Kemudian, pada Selasa (8/4) lalu saksi Kartini dan korban Jumadi menemui tersangka di Hotel Ken Dedes Kota Sragen. Di Hotel itu, tersangka dan korban sepakat menggandakan uang sebesar Rp 30 juta menjadi Rp 250 juta.

Kemudian, pada Sabtu (12/4) lalu tersangka datang ke rumah korban untuk melakukan ritual. Tapi karena rumah korban ramai, tersangka membatalkannya dan meminta agar ritual dilakukan di hotel yang menghadap ke selatan.

Akhirnya, pada Jumat (13/4) pukul 18.30 di Kamar Hotel Surya Kencana No.08 Jalan Lingkar Selatan, Desa Pasuruhan Lor, Jati, Kudus, tersangka melakukan ritual dan korban menyerahkan uang sebesar Rp 30 juta.

Selanjutnya, korban diminta menutup mata sambil berdoa dan lampu kamar dimatikan. Dalam kesempatan itu, tersangka menata uang Rp 30 juta milik korban di atas kardus yang dibalik. Setelah itu korban diminta membuka mata dan melihat seakan-akan uang di dalam kardus tersebut penuh.

Untuk menyakinkan korbannya, tersangka menggunakan dua buah patung berbentuk ular berkepala manusia yang biasa disebut jenglot dan satu patung Nyi Roro Kidul dengan mengendarai kereta kuda dan satu patung Nyi Roro Kidul bertubuh ular naga. Semua itu, ditempatkan di depan korban.

”Korban kemudian diminta menutup mata lagi sambil berdoa. Di saat itulah tersangka mengambil uang tersebut dan ditaruh di dalam tas. Tersangka pergi dengan alasan akan memandikan Nyi Roro Kidul mengendarai kereta kuda dan ular kepala manusia. Namun tersangka tidak kembali,”  terang kapolres.

Setelah korban membuka kardusnya, ternyata didalamnya tidak berisi uang. Hanya dua buah kelapa dan kain berwarna hijau. Sementara uang Rp 30 juta milik korban raib. Korban pun melaporkan kasus tersebut ke polres.

Setelah melakukan olah TKP, tersangka berhasil ditangkap di depan warung yang berlokasi di depan SMA PGRI Sragen, Desa Teguhan, Sragen, pada Selasa (15/5) pukul 15.00. ”Dalam penipuan ini, tersangka bertugas membawa kardus yang diisi uang untuk ditukar dengan kelapa. Kami masih memburu satu pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP tetang Penipuan dengan hukuman pidana maksimal emapat tahun,” tegasnya.

Tersangka Teguh Adreng Panggayuh mengatakan, aksi penipuan itu baru kali pertama dilakukannya. ”Saya baru satu bulan melakukan ini. Kami mencari orang yang sedang terlilit utang. Kami tipu dengan menggandakan uang mereka. Saya hanya bertugas membawa kardus saja. Waktu ritual kurang lebih lamanya 2 jam. Yang tahu mantra-mantra teman saya,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 18 May 2018 16:41:02 +0700
<![CDATA[Pencuri Spesialis SD di Grobogan Dibekuk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/09/71863/pencuri-spesialis-sd-di-grobogan-dibekuk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/08/pencuri-spesialis-sd-di-grobogan-dibekuk_m_71863.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/08/pencuri-spesialis-sd-di-grobogan-dibekuk_m_71863.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/09/71863/pencuri-spesialis-sd-di-grobogan-dibekuk

Hendak menjual laptop, Setu, 50, warga Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, ditangkap polisi.]]>

GROBOGAN – Hendak menjual laptop, Setu, 50, warga Desa Crewek, Kecamatan Kradenan, ditangkap polisi. Laptop itu diduga hasil mencuri di salah satu sekolah dasar negeri (SDN).

Dari penangkapan itu, aparat kepolisian Polres Grobogan mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, Setu tidak beraksi sendirian. Petugas pun memancing satu tersangka lagi untuk keluar.

Yakni meminta Setu menghubungi temannya, Eko Febriyanto,35, warga Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon. Setu berhasil mengajak Eko untuk janjian bertemu. Dari pertemuan itu, Eko diringkus petugas kepolisian.

Dari penangkapan kedua tersangka, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, proyektor, laptop, dan organ. Semua barang itu didapatkan dari SDN.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, barang bukti itu ditengarai diperoleh dari aksi kejahatan di dua sekolah. Yakni, SDN 1 Kalisari, Kecamatan Kradenan, pada 18 April 2018, dan SDN 3 Gabagan pada 12 April.

Keduanya ini, imbuhnya, spesialis pencurian SDN. Mereka mengincar sekolah yang tidak ada penjaga sekolah.

Dalam menjalankan aksi, kedua tersangka memiliki peran berbeda. Eko sebagai eksekutor. Sedangkan Setu sebagai penunjuk jalan.

”Kedua tersangka ini memilih SD sebagai sasaran. Karena SD tidak ada penjaganya. Kemudian mereka masuk ke sekolah tanpa terlebih dahulu mengetahui isinya dan mengambil apa yang ada di dalamnya,” kata AKBP Choiron El Atiq.

Sementara itu, Eko, salah satu tersangka mengaku, aksi kejahatan dilakukan di sembilan SD di wilayah Kecamatan Kradenan. Hasil kejahatan dijual kepada tukang shooting.

”Sebelum menjalankan aksi, kami janjian dulu untuk menentukan lokasinya. Saya masuk mengambil barangnya,” akunya.

 

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 09 May 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Berpura-pura Tanya Alamat, Ibu Paro Baya Dirampok]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/08/71673/berpura-pura-tanya-alamat-ibu-paro-baya-dirampok https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/08/berpura-pura-tanya-alamat-ibu-paro-baya-dirampok_m_71673.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/08/berpura-pura-tanya-alamat-ibu-paro-baya-dirampok_m_71673.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/08/71673/berpura-pura-tanya-alamat-ibu-paro-baya-dirampok

Satreskrim Polres Grobogan berhasil membekuk AS, 38, warga Desa Lecari, Sukorejo, Pasuran. Dia ditangkap setelah menjadi daftar pencarian orang (DPO) bersama dua temannya karena merampok Siti Ngaisah, 70, warga Desa Mayahan, Tawangharjo.]]>

GROBOGAN – Satreskrim Polres Grobogan berhasil membekuk AS, 38, warga Desa Lecari, Sukorejo, Pasuran. Dia ditangkap setelah menjadi daftar pencarian orang (DPO) bersama dua temannya karena merampok Siti Ngaisah, 70, warga Desa Mayahan, Tawangharjo.

Aksi curras (pencurian disertai kekerasan) tersebut, terjadi pada Jumat siang (4/5) lalu. Saat itu korban sedang menjemur padi di depan rumah sekitar pukul 13.00. Kemudian korban dipanggil tersangka SA (tersangka DPO) yang berdiri di samping mobil Xenia nopol W-0948-BO. Korban lantas mendatangi SA yang menanyakan alamat rumah. Sesampainya di samping mobil, korban langsung didorong oleh SA hingga masuk ke mobil.

Usai masuk mobil, korban kemudian dipegang AF (tersangka lainnya yang masih DPO). Di dalam mobil, korban dibungkam mulutnya oleh tersangka AS. Tersangka kemudian membawa kendaraan tersebut ke arah Kecamatan Wirosari. Semua perhiasan korban berupa kalung dan anting-anting dirampas paksa. Selanjutnya, korban diturunkan di Desa Tanjungrejo, Wirosari.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, setelah merampas perhiasan milik korban, ketiga tersangka melarikan diri ke arah Wirosari. Saat berhenti di lampu merah di perempatan Wirosari, ada petugas satlantas yang menghampiri mobil tersangka karena mencurigakan.

”Ketika ditanya petugas satlantas, tersangka mengaku dari Polres Grobogan. Setelah lampu hijau, tersangka langsung melajukan kendaraanya dan melaju ke arah gang buntu. Tersnagka kemudian meninggalkan mobil dan melarikan diri,” kata kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Maryoto.

Ketika mencoba melarikan diri, tersangka AS berhasil diamankan petugas Polres Grobogan. Sedangkan AF dan AS berhasil melarikan diri dan menjadi DPO. Petugas kemudian mengamankan tersangka dan barang bukti. ”Sewaktu di dalam mobil, korban dipukul oleh tersangka dan dibekap mulutnya. Jika korban berteriak diancam akan dibunuh,” ujarnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka adalah seperangkat pakaian berupa sarung, baju koko, sorban, dan peci warna putih. Selanjutnya tas selempang hitam merek Arei, lonceng kecil, dan dua anak kunci serta uang Rp 100 ribu. Selain itu, juga mengamankan satu mobil Xenia, satu buah kalung 5 gram, liontin bandul 1 gram dan anting emas 1 gram dan satu buah gunting.

”Atas perbuatan tersangka, kami jerat Pasal 365 Ayat (1), (2) ke 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun,” tandasnya. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 08 May 2018 15:06:07 +0700
<![CDATA[Pembacok Pelajar Pernah Jadi DPO Kasus Pengeroyokan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/08/71484/pembacok-pelajar-pernah-jadi-dpo-kasus-pengeroyokan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/07/pembacok-pelajar-pernah-jadi-dpo-kasus-pengeroyokan_m_71484.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/07/pembacok-pelajar-pernah-jadi-dpo-kasus-pengeroyokan_m_71484.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/08/71484/pembacok-pelajar-pernah-jadi-dpo-kasus-pengeroyokan

RO, 17, pelaku pembacokan Ahmad Fatoni, siswa XII MA Miftahul Ulum Kayen dikenai dua pasal pidana.]]>

PATI – RO, 17, pelaku pembacokan Ahmad Fatoni, siswa XII MA Miftahul Ulum Kayen dikenai dua pasal pidana. Selain harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, DPO Polres Pati ini juga harus bertanggung jawab atas kasus pengeroyokan secara bersama-sama yang dilakukan dengan teman-temannya setahun silam.

Sebelumnya, Ahmad Fatoni, siswa kelas XII MA Miftahul Ulum Kayen harus menerima perawatan intensif di RSUD Kayen, kemudian dirujuk ke RSUD Soewondo. Dia mengalami luka di kepala dan tangan kiri akibat terkena benda tajam saat menghindari konvoi kelulusan sekolah Kamis (3/5) lalu.

Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti Istiwidayati saat gelar kasus kemarin menyatakan, pelaku bukanlah pelajar. Motif pelaku ikut konvoi ini hanya dimintai tolong menjaga temannya untuk ikut-ikutan konvoi supaya tak diganggu kelompok lain. ”Pelaku itu anak putus sekolah, sedianya lulus tahun ini,” ujarnya.

Dia menuturkan, sejauh ini tak ada dendam atau permasalahan dengan siswa dari sekolah lain. ”Mereka hanya gagah-gagahan konvoi untuk merayakan kelulusan. Saat berpapasan dengan siswa lain, dia (RO, Red) mengacungkan parang dan mengenai siswa lain hingga mengakibatkan luka,” jelasnya.

Penangkapan pelaku berawal dari keterangan kuat dari korban yang mengarah pada pelaku. Polisi sempat memburu pelaku karena berusaha kabur. Hingga akhirnya diamankan di Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, dalam perjalanan menuju ke Jakarta untuk bekerja. Pelaku juga sempat membuang senjata yang digunakan untuk membacok. Namun berhasil diamankan petugas sebagai barang bukti.

Uri menjelaskan, pelaku juga masuk dalam DPO selama setahun ini. Dia juga pernah melakukan pengeroyokan bersama teman-temannya satu tahun yang lalu. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenai Pasal 351 tentang Penganiayaan. Polisi juga menjerat pelaku dengan Pasal 170.

”Pelaku dijerat dua kasus yang berbeda. Namun karena usianya masih 17 tahun atau statusnya masih anak-anak, kami memedomani dengan undang-undang peradilan anak,” imbuhnya.

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 08 May 2018 07:30:59 +0700
<![CDATA[Terdakwa Dituntut Delapan Tahun, Istri Korban Tak Terima]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/25/67690/terdakwa-dituntut-delapan-tahun-istri-korban-tak-terima https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/24/terdakwa-dituntut-delapan-tahun-istri-korban-tak-terima_m_67690.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/24/terdakwa-dituntut-delapan-tahun-istri-korban-tak-terima_m_67690.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/25/67690/terdakwa-dituntut-delapan-tahun-istri-korban-tak-terima

Keluarga korban pengeroyokan berujung pembunuhan Anang Tri Hidayat tidak terima ketika JPU Kejari Purwodadi Sri Wisnu Respati membacakan tuntutan di PN Purwodadi kemarin.]]>

GROBOGAN – Keluarga korban pengeroyokan berujung pembunuhan Anang Tri Hidayat tidak terima ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Purwodadi Sri Wisnu Respati membacakan tuntutan di PN Purwodadi kemarin (24/4).

JPU menuntut delapan tahun hukuman kepada tiga terdakwa. Mereka ditengarai melanggar pasal 170 KUHP tentang penganiayaan.

Sidang penganiayaan yang menyebabkan Anang Tri Hidayat tewas di Jalan MT Haryono ini untuk tiga terdakwa, yaitu Untung Prastyo, Dwi Yudha, serta Dwi Ariyanto. Selain ketiganya, satu terdakwa menjalani sidang di Mahkamah Militer Semarang.

Akibat rendahnya tuntutan dalam sidang tersebut, keluarga korban tidak terima. Bahkan, Fina, kakak perempuan korban guling-guling sembari berteriak-teriak. Perempuan berkerudung tersebut juga melakukan adegan menginjak seseorang. Hal itu diduga dilakukan terdakwa kepada adiknya. Aksi tersebut mendapatkan penjagaan ketat dari aparat Satuan Sabhara Polres Grobogan.

Fina bersama keluarga tidak terima jika terdakwa hanya dituntut delapan tahun penjara, bukan 12 tahun penjara. Begitu juga dengan istri korban, Safigotun Nakma tidak terima tentang tuntutan JPU. Dia menangis dan meminta hakim menghukum seberat-beratnya.

”Tidak terima suami saya diinjak-injak sampai mati. Terdakwa harus dihukum seberat-beratnya,” kata Safigotun sambil mengaku hukuman tidak setimpal itu membuatnya menjadi janda dan mengurusi anak semata wayang.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban Evarisan mengatakan, tuntutan jaksa harus dimaksimalksan sampai 12 tahun penjara. ”Kami minta terdakwa dihukum semaksimal mungkin seperti pasal 170 KUHP, maksimal 12 tahun penjara. Kasus pembunuhan jelas seperti yang terungkap dalam fakta persidangan,” kata Evarisan.

Sementara itu, JPU Kejari Grobogan Sri Wisnu Respati mengaku, tuntutan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Apalagi kedua belah pihak sudah dipertemukan. Namun, dari pihak keluarga korban menolak damai. ”Pasal dan tuntutan sudah sesuai prosedur untuk perbuatan yang dilakukan terdakwa,” ujarnya.

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 25 Apr 2018 07:45:59 +0700
<![CDATA[Simak Nih! Lagi Asyik Judi Rolet, Dua Bandar Dibekuk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/24/67560/simak-nih-lagi-asyik-judi-rolet-dua-bandar-dibekuk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/24/simak-nih-lagi-asyik-judi-rolet-dua-bandar-dibekuk-polisi_m_67560.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/24/simak-nih-lagi-asyik-judi-rolet-dua-bandar-dibekuk-polisi_m_67560.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/24/67560/simak-nih-lagi-asyik-judi-rolet-dua-bandar-dibekuk-polisi

Aparat Polres Blora berhasil mengamankan dua tersangka tindak perjudian. Keduanya digerebek ketika asyik bermain judi jenis rolet dengan taruhan uang di Kelurahan/Kecamatan Ngawen.]]>

NGAWEN – Aparat Polres Blora berhasil mengamankan dua tersangka tindak perjudian. Keduanya digerebek ketika asyik bermain judi jenis rolet dengan taruhan uang di Kelurahan/Kecamatan Ngawen.

Kedua tersangka, Lilik Winarto, 35, warga RT 1/RW 1, Kelurahan Ngawen, dan Kartono, 59, warga RT 1/RW 1 Kelurahan Punggur Sugih. Mereka ditangkap pada Minggu dini hari (22/4) pukul 00.30.

”Penangkapan tersebut bermula informasi dari warga. Di mana di Kelurahan Ngawen ada permainan judi jenis rolet dengan taruhan uang. Selanjutnya, kami melakukan penyelidikan di lokasi tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Blora Hery Dwi Utomo.

Dari hasil penyelidikan, ternyata benar ada perjudian jenis rolet yang sedang dimainkan segerombolan orang. Akhirnya, petugas melakukan penggerebekan. Hasilnya, dua tersangka berhasil diamankan. Sementara yang lainnya berhasil melarikan diri.

Kedua tersangka yang ditangkap merupakan bandar. Dari tangan mereka, aparat berhasil menyita barang bukti satu set perangkat judi yang terdiri uang tunai Rp 3.681.000, lampu penerang, piringan hitam bertuliskan angka 1-12, dan lainnya. ”Kedua tersangka masih dalam proses penyidikan. Keduanya dijerat Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman 10 tahun penjara,” kata Kasatreskrim Polres Blora Hery Dwi Utomo.

Adapun pelaku lainnya, petugas masih melakukan pengejaran. Untuk nama-nama sudah didapatkan. ”Kami imbau warga tidak berjudi. Sebab, hal itu dilarang agama dan negara. Bahkan, ancaman hukumannya cukup tinggi, hingga 10 tahun penjara,” imbau kasatreskrim.

]]>
Ali Mustofa Tue, 24 Apr 2018 16:44:44 +0700
<![CDATA[Simpan Sabu dalam Saku Celana, Pria Ini Dibekuk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/19/66224/simpan-sabu-dalam-saku-celana-pria-ini-dibekuk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/19/simpan-sabu-dalam-saku-celana-pria-ini-dibekuk-polisi_m_66224.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/19/simpan-sabu-dalam-saku-celana-pria-ini-dibekuk-polisi_m_66224.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/19/66224/simpan-sabu-dalam-saku-celana-pria-ini-dibekuk-polisi

Polres Blora kembali meringkus pengedar narkoba jenis sabu. Tersangka ditangkap ketika keluar dari gang rumahnya dan hendak melakukan transaksi. Dari tangannya, aparat berhasil menyita sabu seberat 0,24 gram dan sebuah handphone.]]>

KOTA – Polres Blora kembali meringkus pengedar narkoba jenis sabu. Tersangka ditangkap ketika keluar dari gang rumahnya dan hendak melakukan transaksi. Dari tangannya, aparat berhasil menyita sabu seberat 0,24 gram dan sebuah handphone.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Kudus, tersangka bernama Yulfian Rusianto, 43, warga Jalan Wonosari Nomor 1 Kampung Sorogo, Kelurahan Ngelo, Cepu, Blora. Dia ditangkap pada Selasa (17/4) siang. Rencananya, barang haram tersebut akan dijual kepada kliennya di Kampung Sorogo Kelurahan Ngelo, Cepu, Blora.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kasat Narkoba AKP Suparlan mengungkapkan, saat mau ditangkap, tersangka berusaha mengelak dan hendak kabur dengan menghidupkan sepeda motor Yamaha Mio. Petugas lantas memegangi tangan tersangka dan mengambil kunci motor. ”Usai ditangkap, kami langsung menggeledah barang bawaan tersangka serta kantong celananya. Dari penggeledahan itu, ditemukan satu kantong plastik kecil berisi narkotika jenis sabu seberat 0,24 gram dan satu buah HP Samsung,” katanya.

Saat ini, tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolres Blora guna dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Tersangka dijerat UU Narkotika Pasal 114 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (1) subsider Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui, dari data yang ada, selama empat bulan ini sudah ada delapan kasus narkoba dengan sembilan tersangka. Angka tiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2014 lalu, ada lima kasus dengan 10 tersangka. Tahun berikutnya naik menjadi tujuh kasus dengan 11 tersangka.

Begitu juga tahun 2016, aparat berhasil mengungkap 17 kasus dengan 19 tersangka. Tahun 2017 sempat turun jadi 15 kasus dengan 18 tersangka. Tiga bulan ini sudah ada tujuh kasus dengan delapan tersangka.

]]>
Ali Mustofa Thu, 19 Apr 2018 08:42:55 +0700
<![CDATA[Produsen Miras di Kudus Raup Untung Rp 8 Juta Per Pekan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/19/66223/produsen-miras-di-kudus-raup-untung-rp-8-juta-per-pekan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/19/produsen-miras-di-kudus-raup-untung-rp-8-juta-per-pekan_m_66223.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/19/produsen-miras-di-kudus-raup-untung-rp-8-juta-per-pekan_m_66223.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/19/66223/produsen-miras-di-kudus-raup-untung-rp-8-juta-per-pekan

Omzet penjualan minuman keras (miras) jenis putihan berkedok usaha vulkanisasi ban dinilai besar.]]>

KUDUS – Omzet penjualan minuman keras (miras) jenis putihan berkedok usaha vulkanisasi ban dinilai besar. Nilai penjualan setiap pekan sekitar Rp 15 juta. Dari penjualan itu, keuntungan bersih pemilik miras mencapai Rp 8 juta.

Penemuan gudang miras di RT 7 RW 3, Dukuh Kauman, Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus ini diduga juga terbesar di Jawa Tengah. ”Kami terus berkomitmen memberantas minuman keras dan narkoba. Apalagi ini menjelang puasa jangan sampai ada korban jiwa,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat gelar perkara di tempat kejadian perkara (TKP) kemarin.

Dalam gelar perkara ini ada pemilik pabrik miras, yakni Huda Wildany, 24, warga RT 5 RW 4, Desa Prambatan Kidul. Dia mengenakan baju biru dan penutup muka hitam. Tersangka diduga memproduksi miras sejak 1,5 tahun lalu.

Huda dalam memproduksi miras dibantu dua pekerja. Dua orang itu berasal dari Tuban, Jawa Timur. Mereka yang bertugas meracik miras.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat Senin (16/4) lalu. ”Dari pengungkapan itu Satreskrim Polres Kudus menyita miras dengan total 2.040 botol atau 2.193 liter miras dan bahan fermentasi miras sekitar 136 tong yang berisi 13.600 liter,” ujarnya.

 

 

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 19 Apr 2018 08:42:04 +0700
<![CDATA[Pelaku Pembunuhan Warga Demak Dituntut Pasal Berlapis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/18/65903/pelaku-pembunuhan-warga-demak-dituntut-pasal-berlapis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/18/pelaku-pembunuhan-warga-demak-dituntut-pasal-berlapis_m_65903.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/18/pelaku-pembunuhan-warga-demak-dituntut-pasal-berlapis_m_65903.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/18/65903/pelaku-pembunuhan-warga-demak-dituntut-pasal-berlapis

Sidang Edi Sumarsono alias Sondong, 24, pelaku pembunuhan Ida Lestyaningrum, 27, warga Wedung, Demak berlangsung Senin (16/4) lalu. Sidang ini beragendakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).]]>

KOTA - Sidang Edi Sumarsono alias Sondong, 24, pelaku pembunuhan Ida Lestyaningrum, 27, warga Wedung, Demak berlangsung Senin (16/4) lalu. Sidang ini beragendakan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Seperti diketahui, Edi Sumarsono alias Sondong, 24, Dukuh Pojok, Keluarahan Randublatung, Kecamatan Randublatung Blora tega membunuh Ida Lestyaningrum, 27, warga Wedung, Demak pada 15 Februari 2018 lalu. Hal ini lantaran pelaku takut dimintai pertanggungjawaban usai berhubungan intim.

Korban dibunuh dengan racun insektisida (apotas) yang dicampur minuman pelaku. Tujuannya supaya tidak hamil. Karena habis berhubungan intim. Karena tidak mau, akhirnya pelaku mencekik korban hingga tewas. Selanjutnya korban dibuang dihutan tanaman mahoni petak 119 RPH Jatisumo PKPH Kedungjambu KPH Randublatung Blora.

Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari pakaian korban, sepeda motor Suzuki Skidrive bernopol B 6297 SSO warna Kining Gold milik tersangka, Helm, Hp, dan beberapa BB lainnya.

Selanjutnya, pada 18 Februari terdakwa diamankan Satresmob Polres Blora di rumahnya. Selanjutnya ia digelandang ke mapolres. Terdakwa ditahan penyidik polres Blora di Rutan sejak tanggal 19 Februari hingga  10 Maret 2018.

Terdakwa juga diperpanjang masa penahanannya atas persetujuan Kepala Kejaksaan Negeri Blora sejak 11 Maret hingga 28 Maret. Berkas dilimpahkan dan Terdakwa ditahan JPU pada 29 Maret hingga dilimpahkan di PN Blora.

Dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum(JPU), Karyono menyebutkan, terdakwa dengan sengaja dan dengan rencana lebih dulu merampas nyawa korban, Ida Lestyaningrum. Untuk itu jaksa menuntut terdakwa dengan dasar pasal 365 KUHP soal pencurian dengan kekerasan, subsider pasal 338 KUHP tentang menghilangkan jiwa orang lain atau pasal 365 ayat 1 dan 3. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 18 Apr 2018 07:56:58 +0700
<![CDATA[Produsen Miras Berkedok Vulkanisir Ban Digerebek]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/18/65837/produsen-miras-berkedok-vulkanisir-ban-digerebek https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/17/produsen-miras-berkedok-vulkanisir-ban-digerebek_m_65837.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/17/produsen-miras-berkedok-vulkanisir-ban-digerebek_m_65837.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/18/65837/produsen-miras-berkedok-vulkanisir-ban-digerebek

Sebuah pabrik dan gudang minuman keras (miras) berkedok usaha vulkanisir ban di RT 7/RW 3, Dukuh Kauman, Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, digerebek polisi kemarin.]]>

KUDUS – Sebuah pabrik dan gudang minuman keras (miras) berkedok usaha vulkanisir ban di RT 7/RW 3, Dukuh Kauman, Desa Prambatan Lor, Kaliwungu, digerebek polisi kemarin. Puluhan drum, ribuan botol berisi miras, serta sejumlah mesin disita.

Kondisi gudang yang berada di belakang rumah itu tampak tak terawat. Gerbang besi berwarna hijau hampir seluruh permukaannya diselimuti karat. Warna putih cat tembok juga sudah mulai menguning. Pintu kayu yang rusak parah dan tiga lubang cukup besar terlihat di bagian atap.

Meski dengan kondisi rumah seperti itu, pemilik rumah tergolong kaya. Tepat di selatan rumah terhampar tanah yang cukup luas. Tanah tersebut digunakan sebagai tempat vulkanisir ban. Puluhan ban berukuran besar terlihat menumpuk di beberapa sudut. Satu mobil pikap dengan kondisi rusak juga terparkir di sudut selatan.

Tak hanya dijadikan tempat vulkanisir ban, lahan tersebut ternyata juga digunakan sebagai pabrik miras. Namun ini tak banyak diketahui orang. Termasuk warga sekitar.

Edy, 24, warga yang rumahnya tepat di depan lokasi tersebut mengungkapkan, dia hampir tak pernah melihat warga sekitar masuk ke bangunan tersebut. ”Biasanya yang masuk hanya karyawan, keluarga, dan mereka yang mau vulkanisir ban,” ujarnya.

Dari keterangan warga sekitar, pemilik rumah tersebut sudah lama meninggal. Kini yang sering menempati yakni anaknya. Warga sering menyebutnya Junet Kliwir. Namun, saat dilakukan penggerebekan kemarin, ia tak ditemukan di lokasi. ”Rumahnya banyak, kadang dia di sini, kadang juga tidak,” ujarnya.

Ketika ada puluhan anggota polisi datang ke lokasi, Edy penasaran. Ia dan sejumlah warga lain bergegas ke lokasi. Dari warga yang ikut menonton penggerebekan tersebut, tak ada yang tahu terkait keberadaan pabrik miras tersebut. ”Saya tak tahu, ternyata di sini ada pabrik miras. Setahu saya ya hanya vulkanisir ban,” jelasnya.

Dani, 24, salah satu pekerja pabrik miras itu mengatakan, pabrik miras tersebut memiliki tiga pekerja. Termasuk dirinya. Mereka bekerja sejak 1,5 tahun lalu. ”Sehari kami bisa memproduksi miras sekitar 150 liter atau 70-100 botol berukuran 1,5 liter," katanya.

Seluruh rangkaian proses pembuatan dilakukan di tempat itu. Mulai dari peracikan, pengemasan, hingga distribusi. Adapun pekerja yang bertugas meracik miras tersebut merupakan warga Tuban, Jatim.

Sementara itu, saat ini pintu gerbang berwarna hijau pada pabrik tersebut sudah dipasangi garis polisi. Tak ada lagi aktivitas di dalam gudang itu. Berdasarkan pengamatan di lokasi, tempat yang berukuran 20 meter persegi itu terdapat sejumlah peralatan penyulingan berskala besar. Juga ada 102 drum plastik berukuran 200 liter berisi bahan baku miras yang masih dalam proses fermentasi.

Sejumlah barang bukti disita dan dibawa ke Mapolres Kudus siang kemarin. Di antaranya ribuan botol kosong maupun berisi miras berbagai merek. Selain itu, beberapa mesin dan peralatan lain juga turut dibawa personel Polres Kudus.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning membenarkan bahwa jajarannya berhasil mengungkap tempat yang diduga sebagai tempat memproduksi miras. ”Hingga kini, pengungkapan kasus yang diduga dijadikan tempat produksi minuman keras tersebut masih didalami," ujarnya.

Pihak kepolisian saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait tempat produksi miras tersebut. (daf)

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 18 Apr 2018 07:30:59 +0700
<![CDATA[Gelar Razia, Polisi Sita 8.000 Liter Arak dari Produsen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/13/64874/gelar-razia-polisi-sita-8000-liter-arak-dari-produsen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/13/gelar-razia-polisi-sita-8000-liter-arak-dari-produsen_m_64874.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/13/gelar-razia-polisi-sita-8000-liter-arak-dari-produsen_m_64874.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/13/64874/gelar-razia-polisi-sita-8000-liter-arak-dari-produsen

Polres Grobogan kembali menggelar Operasi Mantap Praja 2018. Hasil nya, aparat berhasil mendapatkan 8.000 liter arak. Operasi tersebut untuk antisipasi pasca korban meninggal dunia berjatuhan akibat miras oplosan di Jawa Barat.]]>

PURWODADI – Polres Grobogan kembali menggelar Operasi Mantap Praja 2018. Hasil nya, aparat berhasil mendapatkan 8.000 liter arak. Operasi tersebut untuk antisipasi pasca korban meninggal dunia berjatuhan akibat miras oplosan di Jawa Barat.

Ribuan miras tersebut merupakan hasil razia selama tiga bulan di Kampung Plumpungan Desa Banjardowo, Kradenan. Di mana tempat tersebut dikenal sebagai produsen arak di Kabupaten Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, miras sebanyak 8.000 liter tersebut diambil dari razia miras di warung-warung dan tempat produksi miras di Kampung Plumpungan, Kecamatan Kradenan. ”Pemberantasan miras akan terus kami lakukan. Karena miras berdampak buruk bagi pengkonsumsinya. Apalagi itu teramasuk penyakit masyarakat yang perlu dicegah dan diberantas,” kata kapolres.

Menurutnya, selama ini miras menjadi penyakit masyarakat yang perlu diwaspadai dan diberantas. Sebab, sudah banyak korban miras oplosan hingga jatuh korban meninggal sampai puluhan. ”Maka, untuk membendung miras tidak menyebar, kami terus galakkan operasi di warga masyarakat sebelum terjadi korban lagi,” ujarnya. 

]]>
Ali Mustofa Fri, 13 Apr 2018 15:51:25 +0700
<![CDATA[Mobil Dinas Dibobol Maling, Dua Laptop Berisi Data Penting KPU Raib]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64697/mobil-dinas-dibobol-maling-dua-laptop-berisi-data-penting-kpu-raib https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/mobil-dinas-dibobol-maling-dua-laptop-berisi-data-penting-kpu-raib_m_64697.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/mobil-dinas-dibobol-maling-dua-laptop-berisi-data-penting-kpu-raib_m_64697.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64697/mobil-dinas-dibobol-maling-dua-laptop-berisi-data-penting-kpu-raib

Kaca mobil dinas KPU Kabupaten Rembang dipecah oleh orang tak dikenal. Dua unit laptop, satu handphone, dan sejumlah uang di dalam mobil hilang. Pencurian terjadi ketika anggota KPU sedang monitoring di kantor PPK Sarang.]]>

REMBANGKaca mobil dinas KPU Kabupaten Rembang dipecah oleh orang tak dikenal. Dua unit laptop, satu handphone, dan sejumlah uang di dalam mobil hilang. Pencurian terjadi ketika anggota KPU sedang monitoring di kantor PPK Sarang.

Sekretaris KPU Kabupaten Rembang M. Satriyo Wibi menjelaskan, pembobolan itu terjadi Selasa (10/4) sekitar pukul 19.30. Lokasinya di depan Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sarang.

Saat itu sekitar 20 anggota KPU monitoring Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di Kecamatan Sarang. Kegiatan tersebut dimulai sejak pukul 14.00. Ada sekitar tiga desa yang menjadi sampel monitoring. Namun, monitoring berlangsung hingga malam. Salah satu faktornya karena akses desa seperti Sanetan dan Ngotoko yang jauh.

”Jadi kegiatan rekapitulasi DPSHP di tingkat PPS. Kami ambil sampel beberapa desa sampai malam. Bukan acaranya digelar malam hari,” jelasnya.

Kaca tengah bagian kanan mobil Toyota Kijang bernomor polisi K 9505 RD dipecah oleh orang tak dikenal. Pelaku membawa kabur barang-barang berharga di dalam mobil pelat merah itu.

Wibi mengungkapkan tak ada barang milik negara yang hilang. Semua barang tersebut milik pribadi anggota KPU. Meskipun demikian, data-data penting di dalam dua laptop yang hilang. ”Kami khawatirnya data-data disalahgunakan,” ungkapnya.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli membenarkan ada pembobolan tersebut. Untuk sementara, kasus tersebut ditangani Polsek Sarang. ”Masih dalam penyelidikan polsek dibantu Reskrim Polres,” jelasnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 12 Apr 2018 21:43:05 +0700
<![CDATA[Beraksi di Lima TKP, Komplotan Curat Diciduk Polisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64662/beraksi-di-lima-tkp-komplotan-curat-diciduk-polisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/beraksi-di-lima-tkp-komplotan-curat-diciduk-polisi_m_64662.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/beraksi-di-lima-tkp-komplotan-curat-diciduk-polisi_m_64662.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64662/beraksi-di-lima-tkp-komplotan-curat-diciduk-polisi

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Blora berhasil meringkus komplotan jambret yang sering melakukan aksi kejahatan di Blora dan sekitarnya. Para pelaku juga tak segan melukai korbannya saat beraksi.]]>

KOTA - Tim Resmob Sat Reskrim Polres Blora berhasil meringkus komplotan jambret yang sering melakukan aksi kejahatan di Blora dan sekitarnya. Para pelaku juga tak segan melukai korbannya saat beraksi.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Herry Dwi Utomo mengatakan, empat dari lima pelaku Curat yang ringkus itu merupakan warga Desa Ngawenombo, Kecamatan Ngawen, Blora. Mereka adalah Sulasman, 27, Ali Maksum, 23, Irfan Abdul Rokhim, 17, Nur Kholis, 19 tahun. Satu tersangka lainnya adalah Mujiono, 32, warga Desa Jetak, Kecamatan Kunduran, Blora.

Penangkapan komplotan jambret itu dilakukan berdasarkan laporan dua orang wanita korban penjambretan pada Rabu, (4/4) kemarin. Kedua korban adalah Adelia Nanda Siskawati, 19, dan Dina Tri Handayani, 19, yang saat itu sedang melintas di Jalan Gatot Subroto, Blora sekitar pukul 03.00.

Saat berada di depan kantor BRI Unit Tunjungan, korban dijambret dan sempat terjadi tarik-menarik tas antara korban dengan pelaku. Namun, korban tidak bisa mempertahankan barangnya, sehingga terjatuh. Sedangkan tas korban berhasil diambil dan dibawa kabur pelaku.

“Ternyata kedua korban yang berboncengan ini dibuntuti oleh pelaku dari belakang dan langsung dipepet dari samping, depan dan belakang,” jelasnya.

Setelah melakukan penyelidikan dan mengumpulkan berbagai informasi, Tim Resmob berhasil menangkap seorang pelaku bernama M. Ali Maksum, hari Selasa (10/8) siang kemarin. Pelaku dibekuk saat asyik nonton pentas dangdut di area Blok S depan Polres Blora. “Dari hasil interogasi tersangka, kemudian Tim Resmob langsung menangkap empat pelaku lain di tempat berbeda,” imbuhnya.

Menurut AKP Herry Dwi Utomo, kelima pelaku ini telah melakukan tindakan serupa sebanyak lima kali di lokasi yang berbeda. Diantaranya, Jalan Gatot Subroto turut Dukuh Kajangan, Kelurahan Sonorejo, Blora. Jalan Gatot Subroto Kelurahan Kauman.

Kemudian Jalan Blora-Randublatung, tepatnya di selatan Pom bensin Gabus, Blora. Selajutnya Jalan Ngawen-Japah turut tanah Desa Berbak, Kecamatan Ngawen. Terakhir di Kecamatan Kunduran.

Selain mengamankan kelima tersangka, Sat Reskrim juga mengamankan beberapa barang bukti. Mulai dari  satu buah senjata tajam berupa pisau, HP Oppo milik korban, Dua buah HP milik tersangka. Selain itu juga mengamankan empat buah sepeda motor sebagai sarana kejahatan yang digunakan para tersangka.

“Kelima tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres Blora untuk keperluan pemeriksaan oleh penyidik,” terangnya

 

]]>
Ali Mustofa Thu, 12 Apr 2018 20:54:57 +0700
<![CDATA[Nekat! Posting Foto Vulgar Mantan Pacar, Pelaku Peras Rp 80 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64585/nekat-posting-foto-vulgar-mantan-pacar-pelaku-peras-rp-80-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/nekat-posting-foto-vulgar-mantan-pacar-pelaku-peras-rp-80-juta_m_64585.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/12/nekat-posting-foto-vulgar-mantan-pacar-pelaku-peras-rp-80-juta_m_64585.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/12/64585/nekat-posting-foto-vulgar-mantan-pacar-pelaku-peras-rp-80-juta

Aksi nekat dilakukan UL, 24, warga Tegal. Dia diduga memeras dua teman sendiri. Aksi yang dilakukan dengan mencatut anggota dan kop Polres Kudus. Hasilnya sekitar Rp 80 juta dikantongi.]]>

KUDUS – Aksi nekat dilakukan UL, 24, warga Tegal. Dia diduga memeras dua teman sendiri. Aksi yang dilakukan dengan mencatut anggota dan kop Polres Kudus. Hasilnya sekitar Rp 80 juta dikantongi.

Kini UL menanggung akibatnya. Dia merasakan dinginnya jeruji penjara. Karena telah ditahan oleh Polres Kudus.

Kasus ini berawal AFF, 29, dan ASR, 24, memposting foto mantan pacar yang vulgar di grup WhatsApp (WA). Kebetulan UL, AFF, dan ASR digrup WA yang sama.

Setelah itu, UL ditengarai punya niat jahat. Lantas dia mengunduh Surat Tanda Terima Laporan (STTL) di salah satu warnet. Setelah itu, tersangka menyunting surat itu dan memposting di grup itu. Seolah-olah STTL itu diterbitkan oleh Polres Kudus.

Dalam STTL itu menyatakan AFF dan ASR diduga melakukan pelecehan seksual kepada mantan pacar. Merasa khawatir AFF dan ASR meminta kopi darat (kopdar). Tersangka yang berdomisili di Tegal itu datang ke Kudus untuk bertemu korban.

UL meminta tebusan Rp 50 juta untuk menghentikan kasus tersebut. Pelaku juga meminta uang lagi. Akhirnya diberi Rp 30 juta. Namun, pelaku belum puas. Akhirnya meminta uang lagi. Hal ini membuat kedua korban merasa curiga. Korban menelusuri ke Polres Kudus. Ternyata STTL itu palsu.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kasus ini baru terjadi di Kudus. Sebelum tidak ada penipuan semacam ini. Apalagi mencatut instansi kepolisian.

AKBP Agusman Gurning mengatakan. kejadian ini terjadi Januari lalu. Tersangka menerima uang tebusan Rp 80 juta sebagai ganti kasus segera dihentikan. ”Jadi tersangka ini memanfaatkan kegelisahan temannya untuk memeras,” terangnya.

Saat bertemu korban membawa bukti laporan palsu. Korban menyanggupi membayar uang yang diminta. Setelah diberikan korban meminta uang kembali agar kasus bisa dihentikan. Korban curiga lantas berkonsultasi ke polisi. Rupanya STTL yang diberikan UL paslu. Mulai dari alamat tribata, nama anggota, hingga isi. ”Kemudian kami menyelidiki kasus ini. Terbukti tersangka memang melakukan pemalsuan surat kepolisian,” terangnya.

Ditanya soal mencatut nama anggota, Gurning membenarkan. Sebab, nama yang bertanda tangan memang anggotanya. Namun, pangkat dari anggotanya sudah berubah. ”Dulu memang Ipda, tapi sekarang jadi Iptu. Ini mbaknya kurang update,” kelakarnya.

UL yang saat itu ditutup wajahnya mengaku memalsukan STTL. Dia hanya memanfaatkan temannya untuk memeras. ”Kami kan satu grup WA. AFF dan ASR itu posting foto mantan yang vulgar. Akhirnya saya manfaatkan saja mereka,” kata perempuan lulusan S1 Universitas Telkom.

Untuk memalsukan STTL, tersangka mengaku mudah. Dia hanya perlu mengunduh surat dan menyuntingnya. Setelah itu, suratnya dikirim ke korban. Karena percaya, dia meminta uang kepada korban. ”Saya mengunduh di komputer warnet. Setelah itu, saya edit di warnet juga,” terangnya. 

Karena perbuatan itu, perempuan single ini terancam pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun. ”Kami imbau warga jangan percaya dengan surat kepolisian yang diedarkan selain polisi. Jika dituduh melakukan kejahatan segera melapor ke kantor polisi untuk mengetahui asli atau tidak,” pesan Gurning. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 12 Apr 2018 17:57:30 +0700
<![CDATA[Dua Tersangka Korupsi Ditahan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/06/62780/dua-tersangka-korupsi-ditahan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/05/dua-tersangka-korupsi-ditahan_m_62780.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/05/dua-tersangka-korupsi-ditahan_m_62780.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/06/62780/dua-tersangka-korupsi-ditahan

Dua tersangka korupsi jalan dan talut di Kecamatan Kaliori akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang kemarin.]]>

REMBANGDua tersangka korupsi jalan dan talut di Kecamatan Kaliori akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang kemarin. Yakni, Anang Puryono dan Imam Zarkasi. Keduanya dititipkan ke Rutan Kelas IIB Rembang.

Berkas perkara tersangka Anang Puryono dinyatakan lengkap pada pertengahan Maret 2018. Namun, penyidik belum melimpahkan barang bukti dan tersangka ke kejari.

Pelimpahan tahap II itu menunggu kelengkapan berkas tersangka lain. Yakni, Imam Zarkasi. Setelah berkas perakara Imam dinyatakan lengkap, penyidik Polres Rembang melimpahkan kedua tersangka ke kejari.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso melalui Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli menjelaskan sudah melakukan pelimpahan tahap II untuk kasus korupsi jalan dan talut di Kecamatan Kaliori. Ada dua berkas yang dilimpahkan. Masing-masing milik kedua tersangka.

”Benar. Kemarin ada pelimpahan tersangka dan barang bukti dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi pembangunan talut jalan. Lokasinya di Desa Dresi Kulon dan Desa Mojowarno, Kaliori,” jelasnya.

Dalam pelimpahan kemarin, Imam Zarkasi turut dihadirkan ke kejari. Dia mengenakan kaus biru bertuliskan tahanan. Saat ini mantan ketua DPD PAN Rembang itu masih menjalani masa penahanan untuk kasus lain. Yakni, perusakan lahan mangrove di Kaliori.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Rembang Rizal Ramdhani menjelaskan, salah satu barang bukti yang disertakan dalam pelimpahan adalah uang tunai. Nominalnya Rp 10 juta.

Baik Anang maupun Imam saat ini dititipkan di Rutan Kelas IIB Rembang. Kejari punya waktu 20 hari untuk menyusun dakwaan terhadap kedua tersangka.

 

]]>
Panji Atmoko Fri, 06 Apr 2018 08:00:59 +0700
<![CDATA[Bukannya Dapat Barang, Pencuri Ini Malah Jatuh dari Atap, ya Ketangkep]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/05/62817/bukannya-dapat-barang-pencuri-ini-malah-jatuh-dari-atap-ya-ketangkep https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/05/bukannya-dapat-barang-pencuri-ini-malah-jatuh-dari-atap-ya-ketangkep_m_62817.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/04/05/bukannya-dapat-barang-pencuri-ini-malah-jatuh-dari-atap-ya-ketangkep_m_62817.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/04/05/62817/bukannya-dapat-barang-pencuri-ini-malah-jatuh-dari-atap-ya-ketangkep

Nasib apes dialami Santoso, 34, warga Desa Dukun, Karangtengah, Demak. Dia bermaksud mencuri di KSP Cendrawasih Cabang Gadoh, Desa Sendanharjo, Karangrayung, Grobogan. Bukannya mendapat barang yang diincar, malah jatuh dari atap. Akibatnya, dua kakinya bengkak dan tak bisa berjalan.]]>

PURWODADI – Nasib apes dialami Santoso, 34, warga Desa Dukun, Karangtengah, Demak. Dia bermaksud mencuri di KSP Cendrawasih Cabang Gadoh, Desa Sendanharjo, Karangrayung, Grobogan. Bukannya mendapat barang yang diincar, malah jatuh dari atap. Akibatnya, dua kakinya bengkak dan tak bisa berjalan.

Penjaga KSP yang mengetahui kejadian ini, kemudian melaporkan ke Mapolsek Karangrayung. Petugas kepolisian pun dengan mudah menangkap tersangka, karena tak bisa melarikan diri akibat kakinya bengkak. Saat ini, tersangka diamankan di Mapolres Grobogan.

Kejadian ini, berawal saat tersangka bersama temanya, SS, warga Juwangi, Boyolali, melakukan percobaan pencurian di KSP Cendrawasih. Mereka memanjat pagar dan masuk ke KSP lewat belakang. Kemudian merusak pagar tralis dapur. Selanjutnya, tersangka memanjat meja yang diberi kursi dan merusak eternit dan untuk masuk ke kantor KSP.

Aksi mereka diketahui penjaga lewat kamera CCTV. ”Saat mau turun, saya sama teman diketahui petugas jaga. Saya terjatuh dan kedua kaki menjadi bengkak. Teman saya berhasil kabur,” kata Santoso.

Mendapati ada pencuri, penjaga langsung menghubungi Mapolsek Karangrayung. Beberapa saat anggota polsek melakukan penangkapan bersama. Tersangka tidak bisa jalan, karena jatuh dari ketinggian sekitar 7 meter.

Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq mengatakan, tersangka berhasil ditangkap karena kesigapan petugas, setelah mendapatkan informasi dari warga. Tersangka diduga sudah mengetahui medan, karena membawa peralatan lengkap untuk percobaan pencurian.

Barang yang bukti berhasil diamankan, berupa dua buah linggis, satu parang, satu godem atau palu besar, satu tas punggu hitam, satu buah baterai kecil merah, satu buah garpu, dan satu sarung tangan hitam. Selain itu, satu topi hitam, satu celana panjang hitam, dan satu unit handphone merek Prince. Tersangka dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 3, 4, 5 jo 53 Ayat 1 KUHP.

]]>
Ali Mustofa Thu, 05 Apr 2018 22:01:46 +0700
<![CDATA[Simak Nih! Nasib Pengedar Uang Palsu saat Tertangkap Warga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/30/61254/simak-nih-nasib-pengedar-uang-palsu-saat-tertangkap-warga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/30/simak-nih-nasib-pengedar-uang-palsu-saat-tertangkap-warga_m_61254.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/30/simak-nih-nasib-pengedar-uang-palsu-saat-tertangkap-warga_m_61254.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/30/61254/simak-nih-nasib-pengedar-uang-palsu-saat-tertangkap-warga

Jajaran Satreskrim Polres Jepara mengamankan pelaku pengedar uang palsu yang beraksi di wilayah hukum Polres Jepara. Pelaku yakni Dhorikin, 43, warga RT 1/RW 1, Desa Karanganyar, Welahan. Pelaku diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Batealit usai beraksi pada Selasa (27/3) lalu.]]>

BATEALIT - Jajaran Satreskrim Polres Jepara mengamankan pelaku pengedar uang palsu yang beraksi di wilayah hukum Polres Jepara. Pelaku yakni Dhorikin, 43, warga RT 1/RW 1, Desa Karanganyar, Welahan. Pelaku diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Batealit usai beraksi pada Selasa (27/3) lalu. Modus yang digunakan pelaku yakni dengan berbelanja ke sejumah toko di desa-desa untuk membeli rokok.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho melalui Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta mengatakan, pada Selasa (27/3) lalu sekitar pukul 14.15, korban Mustofa Sarimun, 60, warga RT 5/ RW 6, Desa Mindahan Kidul, Batealit sedang di rumah bekerja menambal ban. Tiba - tiba istri korban, Roichatul Miskiyah, 55,  mengatakan pada korban bahwa, ada orang yang membeli rokok dengan menggunakan uang palsu.  Selanjutnya Mustofa mengambil sepeda motor berboncengan dengan istrinya mengejar pelaku yang mengendarai mobil.

Setelah sampai di Dukuh Genelear, Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, pelaku dapat dikejar dan langsung dihentikan. Kemudian korban memberitahukan kepada pelaku bahwa uang yang dipergunakan untuk membeli rokok di toko milik korban adalah uang palsu. “Pelaku sempat menukar uang tersebut dengan uang yang lain. Namun korban tidak mau karena takut kalau uang yang akan ditukar oleh pelaku juga palsu,” ungkapnya.

Selanjutnya korban dibantu warga sekitar langsung menyerahkan pelaku ke Polsek Batealit guna mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan oleh pelaku.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya empat lembar uang yang diduga palsu dengan pecahan Rp 50 ribu, dua buah handphone, empat press rokok, uang tunai sebesar Rp 1,163 juta, dan satu unit mobil toyota avanza dengan dua pelat nomor. Dari pengakuan pelaku, telah membelanjakan uang palsu sebesar Rp 700 ribu pada tujuh toko klontong yang berbeda. Pelaku membeli rokok di toko klontong. Pada saat membayar pelaku memakai uang yang sebagian uang palsu dan sebagian lagi uang asli untuk mengelabuhi korban.

Atas perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan UU RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Untuk melengkapi berkas penyidikan kasus ini, petugas kepolisian mengajak tersangka mendatangi sejumlah tempat yang digunakan untuk mengedarkan uang palsu tersebut. 

 

]]>
Ali Mustofa Fri, 30 Mar 2018 17:27:24 +0700
<![CDATA[Diduga Jadi Korban Hipnotis, Pemilik Toko Ini Rugi Jutaan Rupiah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/24/59619/diduga-jadi-korban-hipnotis-pemilik-toko-ini-rugi-jutaan-rupiah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/24/diduga-jadi-korban-hipnotis-pemilik-toko-ini-rugi-jutaan-rupiah_m_59619.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/24/diduga-jadi-korban-hipnotis-pemilik-toko-ini-rugi-jutaan-rupiah_m_59619.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/24/59619/diduga-jadi-korban-hipnotis-pemilik-toko-ini-rugi-jutaan-rupiah

Puluhan baju digondol perempuan yang mengaku perawat di RSUD kemarin. Akibatnya, Toko Shafara Collection di RT 5/RW 9, Desa Menawan, Gebog, merugi sekitar Rp 6 juta. Pelaku yang mengaku bernama Indah diduga melancarkan aksi tersebut dengan modus hipnotis.]]>

GEBOG – Puluhan baju digondol perempuan yang mengaku perawat di RSUD kemarin. Akibatnya, Toko Shafara Collection di RT 5/RW 9, Desa Menawan, Gebog, merugi sekitar Rp 6 juta. Pelaku yang mengaku bernama Indah diduga melancarkan aksi tersebut dengan modus hipnotis.

Pemilik toko, Munfaati, 38, mengungkapkan, sebelumnya ia tidak menaruh curiga terhadap perempuan yang datang ke toko pada pukul 11.00 itu. Ia baru sadar setelah baju-baju di tokonya dibawa kabur.

”Saat perempuan itu masih di toko, saya ya nurut saja apa yang diucapkannya,” katanya.

Awalnya, perempuan itu mengaku kenal dengan tetangga korban. Ia pun mulai memilih-milih baju yang berkualitas bagus di toko tersebut dengan diselingi pembicaraan akrab. Tak berapa lama, perempuan yang mengaku asli Magelang itu menawarkan untuk membantu menjualkan baju-baju itu di kantor tempat ia bekerja.

”Ada sekitar 30 baju yang dia pilih, semua yang harganya paling mahal. Katanya pukul 12.30 ada rapat di rumah sakit, dia mau bantu jual di sana. Setelah itu mau bagi hasil dengan saya,” ujarnya.

Setelah mendapat rincian harga, pelaku lantas memasukkan baju-baju tersebut ke dalam tiga plastik berukuran besar warna merah, hitam, dan kuning. Plastik tersebut sudah dipersiapkan. Setelah pelaku pergi mengendarai sepeda motor matik merah, korban baru tersadar jika dia ditipu.

”Seketika saya mau masuk toko lagi, saya baru sadar kalau barang-barang saya dibawa orang yang tidak saya kenal. Saya langsung ambil motor dan mengejarnya. Tapi orangnya sudah tidak ada,” katanya.

Selain itu, ia juga mengaku sempat diminta untuk menyetir mobil Honda Jazz merah yang terparkir di garasi. Namun, korban menolak karena belum benar-benar bisa menyetir. Sampai kemarin, kasus tersebut belum dilaporkan ke pihak berwenang.

”Saya pasrah saja, mungkin ini memang ujian agar saya bisa lebih berhati-hati,” tukasnya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kabag Humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Saiful Anas mengatakan belum mengetahui hal tersebut.

”Secepatnya nanti akan kami cari datanya. Jika memang terbukti pegawai sini, akan segera kami proses,” ujarnya. (daf)

 

]]>
Ali Mustofa Sat, 24 Mar 2018 15:22:29 +0700
<![CDATA[Duh, Keluar dari Lapas Bukannya Kapok, Residivis ini Nekat Curi Motor]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/22/59139/duh-keluar-dari-lapas-bukannya-kapok-residivis-ini-nekat-curi-motor https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/22/duh-keluar-dari-lapas-bukannya-kapok-residivis-ini-nekat-curi-motor_m_59139.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/22/duh-keluar-dari-lapas-bukannya-kapok-residivis-ini-nekat-curi-motor_m_59139.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/22/59139/duh-keluar-dari-lapas-bukannya-kapok-residivis-ini-nekat-curi-motor

Hidup di penjara ternyata tidak membuat Jarno, 25, warga Desa Kembang, Todanan, kapok. Residivis yang baru keluar dari Lapas Blora pada 21 Januari 2018 itu kini terancam kembali masuk bui.]]>

BANJAREJO - Hidup di penjara ternyata tidak membuat Jarno, 25, warga Desa Kembang, Todanan, kapok. Residivis yang baru keluar dari Lapas Blora pada 21 Januari 2018 itu kini terancam kembali masuk bui.

Sebab, dia kembali mengulangi perbuatannya. Yaitu menggelapkan sepeda motor.  Sebelumnya, dia divonis majelis hakim 15 bulan dalam kasus yang sama dengan tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Doplang, Jati.

Kapolres Blora AKBP Saptono melalui Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono mengungkapkan, tersangka diringkus atas dugaan tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor kemarin. Korbannya bernama Ika Widyastuti, 40, warga Desa Klopoduwur, Banjarejo. Peristiwa itu terjadi pada Senin (12/3) sekitar pukul 08.00.

Modus yang dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi montir yang ingin memperbaiki truk korban karena mogok di wilayah Randublatung.

Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono mengungkapkan, pada saat itu korban tidak menaruh curiga terhadap tersangka. Dengan alasan ingin membeli spare part truk di Blora, tersangka meminjam sepeda motor korban. Namun setelah ditunggu sampai sore, ternyata sepeda motor korban tidak dikembalikan. Kemudian pada Selasa (13/3), korban melapor ke Polsek Banjarejo. “Pelaku diringkus Selasa (20/3) sekitar pukul 13.00,” terangnya.

Dia menambahkan, penangkapan ini berkat kerja sama antara Unit Reskrim Polsek Banjarejo dengan Polsek Randublatung. Keduanya melakukan penyelidikan untuk menemukan sepeda motor korban Honda Beat nopol K 3200 CE.

Setelah melakukan pemantauan dan pengintaian, petugas mendapat info bahwa barang bukti tersebut akan dijual di jalan raya Cepu–Randublatung. Tepat pukul 18.30, aparat melihat tersangka mengendarai sepeda motor yang dimaksud dari arah barat ke timur. Petugas lantas menghadang di depan Kantor KPH Randublatung dan meringkusnya.

“Tersangka beserta barang bukti sepeda motor serta STNK berhasil diamankan dan dibawa ke Mapolsek Banjarejo untuk diperiksa lebih lanjut. Saat ini berkas pemeriksaan sudah selesai tinggal dilimpahkan ke Polres Blora,” jelasnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 22 Mar 2018 18:01:21 +0700
<![CDATA[Waspada, Upal Rp 24 Juta Beredar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/16/57513/waspada-upal-rp-24-juta-beredar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/15/waspada-upal-rp-24-juta-beredar_m_57513.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/15/waspada-upal-rp-24-juta-beredar_m_57513.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/16/57513/waspada-upal-rp-24-juta-beredar

Puluhan juta uang palsu (upal) beredar di Kabupaten Kudus. Uang itu diedarkan oleh lima tersangka yang dibekuk Polres Kudus.]]>

KUDUS – Puluhan juta uang palsu (upal) beredar di Kabupaten Kudus. Uang itu diedarkan oleh lima tersangka yang dibekuk Polres Kudus.

Kelima tersangka itu, salah satunya yakni Eko Purwanto, 35, warga Dukuh Klumpit, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kudus. Dia berperan sebagai pengedar upal. Lalu, Aswati, 41, warga Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, sebagai pengedar. Kemudian, Risky Pamungkas, 21, warga Dukuh Santren, Desa Kumplit, Gebog, Kudus, sebagai penjual sekaligus pengedar. Ada pula Muhammad Sumardi, 27, warga Desa Singocandi, Gebog, Kudus, berperan sebagai pengedar. Sedangkan Suripan, 59, warga Dukuh Jetak, Desa Kedungdowo, Kaliwungu, Kudus, berperan sebagai penjual sekaligus pengedar.

Salah satu tersangka, Aswati, 41, mengaku mengetahui uang yang diedarkan merupakan uang palsu. Kali pertama mengetahui uang palsu itu dari rekannya yang telah diringkus, Eko Purwanto, 35. ”Saya punya utang. Jadi, saya terpaksa pakai uang palsu,” akunya saat gelar perkara di Mapolres Kudus kemarin.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menerangkan, upal yang diedarkan itu pecahan Rp 100 ribu. Penangkapan itu berkat informasi dari masyarakat. Para tersangka ditangkap Senin (5/3) lalu.

Selain itu, dari tangan tersangka diamankan barang bukti upal senilai Rp 6 juta. Upal itu diduga diperoleh tersangka dari Surabaya. Tersangka memperoleh uang palsu dengan cara membeli. Setiap Rp 3 juta upal, dibayar Rp 1 juta.

”Lalu, tersangka mengedarkan uang palsu berupa pecahan Rp 100 ribu dengan cara sembunyi-sembunyi untuk mengelabui korban. Yakni, tersangka membelanjakan uang palsu tersebut di pasar. Untuk waktu, biasanya malam hari,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, tersangka sudah dua kali melakukan transaksi membeli uang palsu. Tiap transaksi yakni Rp 5 juta. Jadi Rp 10 juta sudah dibelikan upal. Jumlah yang diperoleh sekitar Rp 30 juta. ”Kami telah mengamankan Rp 6 juta. Jadi sekitar Rp 24 juta uang palsu telah beredar,” terangnya.

AKBP Agusman Gurning mengimbau masyarakat teliti dalam menggunakan uang. Uang yang diedarkan tersangka sekilas mirip dengan yang asli. Namun, jika diraba, kertas uang palsu terasa halus. Warnanya juga terlalu mencolok. ”Kalau menjumpai uang palsu segera laporkan kami,” tegasnya.

Dia menambahkan, masing – masing tersangka dijerat pasal 36 ayat (2) dan atau ayat (3) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang subsider pasal 245 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun.

 

]]>
Panji Atmoko Fri, 16 Mar 2018 07:55:59 +0700
<![CDATA[Perampokan di Jepara, Korban Disekap dan Diancam Senjata Tajam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/15/57204/perampokan-di-jepara-korban-disekap-dan-diancam-senjata-tajam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/14/perampokan-di-jepara-korban-disekap-dan-diancam-senjata-tajam_m_57204.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/03/14/perampokan-di-jepara-korban-disekap-dan-diancam-senjata-tajam_m_57204.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/03/15/57204/perampokan-di-jepara-korban-disekap-dan-diancam-senjata-tajam

Pencurian disertai kekerasan kembali terjadi di Jepara. Kali ini menimpa Hartini, 60, warga RT 17 RW 3, Desa Kelet, Kecamatan Keling.]]>

JEPARA – Pencurian disertai kekerasan kembali terjadi di Jepara. Kali ini menimpa Hartini, 60, warga RT 17 RW 3, Desa Kelet, Kecamatan Keling. Kemarin (14/3) dini hari rumah korban disatroni perampok yang membobol rumah dengan celurit dan linggis.

Kejadian bermula sekitar pukul 02.00 rumah Hartini dibobol kawanan perampok. Berdasar kesaksian korban, rumahnya dibobol sekitar empat orang. Mereka mengenakan penutup wajah berwarna hitam dan membawa sejumlah benda tajam, seperti celurit dan linggis. Senjata tajam itu digunakan para pelaku untuk mengancam Hartini.

Mereka mengancam hendak menghabisi nyawa Hartini apabila berteriak. Oleh karena itu, korban tidak melawan. Pelaku mengikat tangan dan kaki korban menggunakan tali rafia. Mata dan mulut korban juga ditutup menggunakan lakban.

Sambil mengancam, pelaku meminta korban menunjukkan letak barang berharga. Karena diliputi rasa takut, korban terpaksa menunjukkan lokasi penyimpanan barang berharga miliknya kepada para pelaku.

Pelaku hanya satu jam menguras barang-barang berharga milik Hartini. Barang berharga tersebut berupa perhiasan, uang tunai, dan dua handphone. Total kerugian sekitar Rp 160 juta.

Para perampok meninggalkan rumah Hartini dan membiarkan korban tergeletak tak berdaya di rumahnya. Korban baru ditolong warga sekitar pukul 09.00. Saat itu korban berhasil merangkak ke depan pintu rumahnya untuk meminta pertolongan.

Tim Inafis Satreskrim Polres Jepara bersama anggota piket melaksanakan olah TKP pencurian disertai kekerasaan di rumah korban. Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho melalui Kanit Identifikasi Inafis Satreskrim Polres Jepara Aiptu Tarwidi mengatakan, dari hasil olah TKP ditemukan congkelan teralis besi pada dapur rumah korban. Teralis besi tersebut dibuang di pekarangan belakang rumah.

Pada teralis besi itu, lanjutnya, diperoleh sidik jari terduga milik salah seorang pelaku di lokasi kejadian. Saat ini kasus yang menimpa Hartini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Jepara. Hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

”Kami upayakan semaksimal mungkin. Mudah-mudahan bisa mengungkap identitas pelaku lewat scanning sidik jari laten yang tertinggal di TKP,” paparnya. 

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 15 Mar 2018 08:15:59 +0700