Radar Kudus JawaPos.com | Politik RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/80/politik http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Politik RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/80/politik id Fri, 19 Apr 2019 11:22:57 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Mbak Rerie Melenggang, Harijanto Arbi Tumbang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132666/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang_m_132666.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang_m_132666.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132666/mbak-rerie-melenggang-harijanto-arbi-tumbang

Di daerah pilihan (dapil) Jawa Tengah 2 diwarnai caleg DPR RI yang datang dari entertainment, olahragawan, hingga sosok berpengaruh.]]>

KUDUS - Di daerah pilihan (dapil) Jateng 2 diwarnai caleg DPR RI yang datang dari entertainment, olahragawan, dan sosok berpengaruh. Meliputi Harijanto Arbi, Tamara Geraldine, Dina Lorenza Audria, dan Lestari Moerdijat. Bagaiman nasib mereka?

Harijanto Arbi dipastikan tak bisa menduduki kursi parlemen. Berdasarkan keterangan dari tim sukses (timses) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), berapapun suara yang diperoleh mantan pebulu tangkis legendaris ini, tetap tak akan lolos ke Senayan. Sebab, PSI secara nasional tak lolos 4 persen parliamentary threshold (PT).

Timses PSI Kudus Merie Qiki mengatakan, secara nasional PSI hanya mendapatkan dua persen. Maka, semua caleg DPR RI meski dapat ratusan ribu suara atau berapapun suaranya, tidak akan ada yang lolos di berbagai tingkatan. ”Kami hanya bisa mengatakan terima kasih banyak kepada semua orang dan pihak-pihak yang sudah mendukung Harijanto Arbi. Satu suara mereka sangat berarti. Namun memang kami harus tunduk kepada aturan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, banyak yang mempertanyakan kenapa tidak bisa lolos, padahal peluangnya besar juga. Namun itulah aturan. Kebanyakan pendukung juga memang tidak mengetahui aturan baru terkait ketentuan 4 persen itu.

Terkait berapa jumlah pasti suara yang diperoleh Harijanto Arbi, pihaknya masih menunggu rekapitulasi di tingkat kecamatan. Menurut jadwal akan dilaksanakan hari ini (19/4) dan Sabtu (20/4). ”Jadi belum tahu berapa dapatnya. Tapi, berapapun perolehan suara Harijanto Arbi, kami masih bisa bangga mengatakan bahwa kami melakukan proses pemilu tanpa politik uang. Sesuatu yang juga menjadi ”lawan” berat kami dalam berdemokrasi,” ungkapnya.

Sedangkan Tamara Geraldine, hingga kemarin tim pemenangan caleg DPR RI PDI P ini, belum bisa berkata banyak terkait hasil perolehan suara. Sebab, tim pemenangan caleg PDI P Dapil Jateng 2 nomor urut 5 itu, mengaku belum menerima rekap data perhitungan dari tim lapangan.

Hal ini disampaikan Julie Sinuhaji, manajer kampanye Tamara Gelardine. Saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus kemarin, ia mengaku masih belum mengetahui hasil perolehan caleg yang juga sorang artis itu. ” Kami belum ada laporan resmi,” katanya singkat.

Hal ini juga dibenarkan Ketua DPC Pro-Jokowi Kabupaten Kudus Achmad. Hingga sore kemarin, laporan suara untuk caleg DPR RI dari PDI P belum diterima. Sehingga ia pun belum bisa memberikan keterangan panjang.

Dikatakan, apapun hasilnya nanti, Tamara Geraldine akan tetap menerima hasil yang didapatkan. Caleg yang juga memiliki target untuk bertemu 500 orang setiap hari pada masa kampanye itu, memang memiliki misi untuk terpilih. Namun, misi Tamara yang paling utama menyukseskan terpilihnya pasangan Jokowi-Amin sebagai presiden periode 2019-2024.

Hingga saat ini, pihaknya tetap optimistis Tamara bisa menang. Namun, ketika nanti memang hasilnya tak sesuai harapan pun akan diterima dengan lapang dada.

Optimistis juga diusung kubu caleg DPR RI Dina Lorenza Audria. Bahkan, pemeran sosok Bulan di sinetron Gerhana ini, diklaim berada di atas angin oleh beberapa timses dan anggota Partai Demokrat atas beberapa rivalnya di partai yang sama. Selain menyandang sosok publik figur, secara hitung-hitungan kasar, Dina diklaim berada di urutan teratas antarsesama rival di Demokrat.

Ketua DPC Demokrat Edy Kurniawan memaparkan, Dina Lorenza meraih 150.000 suara di Kudus. Meski begitu, jumlah itu belum bisa dikatakan hasil akhir. Sebab, perolehan suara itu masih dihitung. ”Kalau hitungan kasar di Kudus Dina dapat 150.000 suara, tapi itu belum fix. Kalau Jepara dan Demak belum tahu. Satu-satu lah,” terangnya.

Terkait perolehan suara di Jepara dan Demak untuk Dina Lorenza belum diketahui. Sebab, tim dan anggota partai masih fokus mencari hitungan suara di Kudus. Namun, perolehan suara di Kudus sudah dapat dibilang banyak. Edy optimistis Dina dapat lolos dan duduk di kursi DPR RI.

Terpisah, Sekjen DPC Demokrat Kudus Mardijanto mengaku belum mengetahui perolehan suara. Sebab, dirinya dan tim masih mencari data perhitungan suara. ”Belum tahu soalnya masih dihitung. Tapi optimistis lolos,” ujarnya. Sebelumnya Mardijanto mengungkapkan potensi lumbung suara terbanyak bagi Dina Lorenza ada di Jepara.

Sedangkan sosok berpengaruh Lestari Moerdijat, hasil rekap internal penghitungan sementara oleh tim pemenangan caleg nomor urut 1 Partai Nasdem ini, belum selesai. Namun tim sudah klaim Lestari Moerdijat lolos ke Senayan. Suara yang diperoleh di wilayah Kudus mencapai 60 ribu.

Salah satu tim pemenangan, Iwan menjelaskan, pihaknya masih melakukan rekap dari tiga daerah. Dengan melihat perhitungan sementara, pihaknya sudah berani memastikan lolos ke Senayan. Suara di Jepara dan Demak belum masuk secara keseluruhan. ”Penghitungan kami lakukan di Demak. Lewat sistem yang kami gunakan sudah menghitung peluangnya,” katanya.

Dari hasil rekap sementara, ia mengaku caleg yang akrab disapa Mbak Rerie ini, menempati urutan perolehan suara terbanyak kedua di Demak. Sedangkan di daerah pemilihan Jepara, Kudus, dan Demak secara keseluruhan masuk tiga besar caleg dengan perolehan suara terbanyak. Namun, pihaknya enggan merinci jumlah suara yang didapat. ”Yang pasti di Kudus 60 ribu lebih. Kami masih menunggu rekap seluruh TPS. Belum bisa menyampaikan berapa angka pastinya,” tuturnya.

Perolehan suara tersebut, menurutnya berkat program yang ditawarkan Mbak Rerie selama dua tahun terkahir. Sebelum pelaksanaan pemilu dia sudah aktif kegiatan sosial di masyarakat. ”Jauh sebelum pemilu beliau sudah dikenal masyarakat. Bahkan, kedekatan itu sudah muncul sebelum belaau berniat nyaleg,” katanya.

Berbagai kegiatan yang diinisiasi Mbak Rerie di antaranya pengobatan gratis, pelatihan keterampilan perempuan, penyediaan ambulans gratis, penanaman pohon, hingga deteksi dini kanker. ”Keterpilihan Mbak Rerie dikarenakan masyarakat sudah cerdas, mana caleg yang benar-benar mengerti aspirasi mereka. Selama ini akses kesehatan butuh sentuhan tambahan. Begitu juga dengan pemberdayaan perempuan,” tandasnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 11:22:57 +0700
<![CDATA[Tingkat Partisipasi Pemilih Pilpres di Pati Tertinggi Ke-2 Se-Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132663/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng_m_132663.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng_m_132663.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132663/tingkat-partisipasi-pemilih-pilpres-di-pati-tertinggi-ke-2-se-jateng

Komisioner KPU Kabupaten Pati Supriyanto menyambut baik hasil hitung cepat versi Sekda jateng. Di mana partisipasi pemilihan presiden menempati urutan kedua.]]>

PATI – Komisioner KPU Kabupaten Pati Supriyanto menyambut baik hasil hitung cepat versi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah. Di mana partisipasi pemilihan presiden di Kabupaten Pati menempati urutan kedua tertinggi, setelah Banyumas yang mencapai 100 persen.

Data dari Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah tersebut, menunjukkan partisipasi masyarakat Bumi Mina Tani dalam pilpres tahun ini mencapai 99,49 persen. ”Ya bagus kalau memang partisipasinya tinggi. Namun, kami tak bisa banyak berkomentar karena data tersebut bukan kami yang mengeluarkan. Data kami sendiri baru dihitung per hari ini (kemarin, Red),” kata Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Akan tetapi, pihaknya mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini. Baik dari pemilihan legislatif ataupun pemilihan presiden. Menurutnya, masyarakat khususnya di Kabupaten Pati tingkat kedewasaan politik dan demokrasinya sudah meningkat di banding tahun-tahun sebelumnya.

”Yang kami lihat dari segi kedewasaan juga kesadaran dalam menyukseskan hajatan demokrasi ini cukup meningkat,” terang Supri saat mengawasi entri data salinan C1 ke website KPU di Hotel New Merdeka kemarin.

Supri mengungkapkan, target partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun sendiri 78 persen. ”Targetnya 78 persen. Itu secara nasional, juga untuk Kabupaten Pati,” imbuhnya.

Jika melihat partisipasi yang mencapai 99 persen tersebut, tentunya hal itu menjadi kesuksesan tersendiri bagi KPU Kabupaten Pati sebagai penyelenggara pemilihan umum 2019 ini. ”Namun sekali lagi kami tak bisa berkomentar banyak soal angka partisipasi yang muncul itu. Karena bukan dari kami datanya,” kata Supri.

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 11:10:59 +0700
<![CDATA[Gara-gara Salah Prosedur, Ketua KPPS Ini Diganti, Coblosan Diulang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132661/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang_m_132661.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang_m_132661.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132661/gara-gara-salah-prosedur-ketua-kpps-ini-diganti-coblosan-diulang

Di Jepara akan digelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan pada Sabtu (20/4) mendatang. Hal ini lantaran terjadi kesalahan prosedur.]]>

JEPARA - Di Jepara akan digelar pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 16 Desa/Kecamatan Welahan pada Sabtu (20/4) mendatang. Hal ini lantaran terjadi kesalahan prosedur administrasi dalam penggantian ketua Kelompok Penyelenggara Pemilu (KPPS). Ini berimplikasi pada status tidak sahnya surat suara.

Kejadian bermula saat pemilih mencoblos di TPS tersebut sampai dengan pukul 13.00. Dari daftar pemilih tetap ada 261 pemilih dan yang hadir mencoblos ada 212 pemilih. Namun, menjelang waktu pemungutan suara berakhir, ada laporan dari masyarakat bahwa pihak yang menyelenggarakan pemungutan suara di TPS 16 itu bukan ketua KPPS yang sesuai di surat keputusan (SK). Sesuai SK, ketua KPPS atas nama Heru Setyawan. Namun saat penyelenggaraan, posisi itu digantikan Sukardi, ayah kandung Heru Setyawan. Proses penggantian itu tak melalui proses penggantian antarwaktu (PAW) PPS tingkat desa.

Sukardi bahkan sudah menandatangani formulir C-6 pemberitahuan pemungutan suara yang dibagikan ke pemilih. Juga ke seluruh surat suara yang dicoblos pemilih. Komisioner KPU Kabupaten Jepara Muhammadun mengatakan, laporan pertama dari masyarakat kemudian ditindaklanjuti PPK dan panwas kecamatan lalu diteruskan ke KPU dan bawaslu kabupaten. ”KPU kemudian meminta untuk tidak melanjutkan tahapan ke proses penghitungan suara,” katanya.

KPU juga berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Jepara. Dalam rapat yang dipimpin Ketua KPU Subchan Zuhri bersama Muhammadun dengan Bawaslu yang dihadiri dua komisioner Arifin dan Abd Kalim. Diketahui Sukardi menggantikan anaknya lantaran anaknya hari itu di Kupang dan tak bisa pulang. ”Awalnya diinfokan Bawaslu Rabu sore akan membahasnya dalam pleno. Hasilnya akan disampaikan pukul 18.00. Namun sampai waktunya, KPU belum menerima saran maupun rekomendasi dari bawaslu terkait pemungutan suara di TPS 16 Welahan tersebut,” jelasnya.

Karena ingin segera memperjelas status tersebut, sekaligus menjaga dan mengembalikan akuntabilitas dan profesionalitas penyelenggaraan, KPU Jepara dengan melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Welahan dan usulan KPPS berkonsultasi dengan KPU provinsi. ”Berikutnya pukul 19.15 menyusul surat rekomendasi dari Panwas Kecamatan Welahan yang isinya merekomendasikan PSU. Di antaranya mendasarkan pada Pasal 372 ayat 2 huruf c, bahwa PSU di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas TPS terbukti terdapat keadaan di mana petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara sehingga surat suara menjadi tidak sah,” ujarnya.

Di sisi lain, ketentuan pada Pasal 54 ayat 1,2 dan 3, surat suara untuk pemilu, baik pilpres, maupun pileg DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, serta DPD dinyatakan sah apabila ditandatangani ketua KPPS.

”Surat suara yang sudah dicoblos belum dihitung dan dengan pengawalan polisi langsung diangkut ke KPU Jepara untuk dimusnahkan dengan dibakar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Jepara Sujiantoko mengatakan, melalui Panwaslu Kecamatan Welahan pihaknya sudah merekomendasikan PSU pada 20April. Rekomendasi ini dengan pertimbangan petugas yang menjadi ketua KPPS 16 Desa Welahan saat hari H coblosan adalah orang yang tak berhak menandatangani surat suara. ”Dia tidak memiliki SK ketua KPPS. Bahkan tidak terdaftar sebagai anggota KPPS. Sehingga surat suara yang ditandatangani menjadi tidak sah,” tuturnya.

Dia menilai, SDM KPPS selaku penyelenggara teknis yang masih kurang memiliki kompetensi. Sehingga banyak KPPS tidak memahami regulasi secara komprehensif. Disinggung mengenai pelanggaran lainnya, Sujiantoko menambahkan, pelanggaran yang signifikan tidak ditemukan.”Sementara hanya kasus di Welahan itu,” imbuhnya.

Di Pati, penghitungan surat suara ulang terjadi di TPS 7 Desa Margomulyo, Tayu, kemarin. Penghitungan ulang ini, terjadi karena pada penghitungan utama terjadi penghitungan double. Untuk mencegah terjadi konflik antara parpol dan terjadi penggelembungan suara, maka penghitungan ulang dilakukan.

Berdasarkan penghitungan kemarin pukul 10.00, petugas KPPS pada TPS 7 Desa Margomulyo, Tayu, selesai menghitung satu kotak surat suara. Masih ada dua kotak yang harus dihitung ulang. Ketiga kotak suara yang dihitung ulang yakni kotak suara pemilihan DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

Petugas yang menghitung ulang masih tampak lelah. Mereka baru selesai melakukan penghitungan surat suara utama pukul 02.00 dan meninggalkan TPS pukul 03.00. Banyaknya surat suara dan rumitnya peraturan membuat petugas berhati-hati. Meski demikian, masih terjadi keluputan.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Margomulyo Nur H mengatakan, penghitungan suara terlebih dahulu dilakukan untuk pemilihan presiden dan pemilihan DPD. Kedua surat suara itu tak ada dualisme antara calon dan parpol pengusung. Setelah dimulai penghitungan surat suara untuk DPR/DPRD, ada dualisme antara calon dan parpol.

”Nah, dari situ persoalan dimulai. Ada salah satu usulan petugas untuk menghitung suara parpol dan caleg menjadi dua suara. Suara parpol dan calon dihitung berbeda-beda. Sedianya, suara caleg dan parpol menjadi satu suara saja. Namun itu ada suara caleg dan ada suara parpol,” ungkapnya.

Sehingga pada penghitungan akhir suara terjadi penggelembungan. Dari DPT di TPS 7 sekitar 250 orang dan yang hadir di TPS hanya 181 orang. Tapi, pada akhir penghitungan menggelembung menjadi 244 suara setiap satu pemilihan caleg dikalikan tiga surat suara 732 suara. Sedianya suara sesuai DPT hadir 181 dikalikan tiga surat suara caleg yakni 543 saja.

”Setelah selesai penghitungan, para saksi melaporkan hasil suara ke setiap parpol. Dari parpol langsung melakukan konfirmasi ke KPPS dan meminta ada penghitungan ulang. Jika tidak, bisa terjadi masalah,” lanjutnya.

Ketua Bawaslu Pati Ahmadi mengaku, kesalahan hanya ada pada surat suara caleg. Untuk pemilihan presiden dan DPD aman. Sehingga pihaknya berkoordinasi dengan KPU untuk mendampingi penghitungan ulang. ”Sudah selesai dilakukan penghitungan ulang. Semoga saja bisa lebih berhati-hati dan meningkatkan koordinasi,” imbuhnya.

Sementara di Rembang, bawaslu mencatat berbagai temuan permasalahan. Hasil rekap, tersebar di beberapa kecamatan. Mulai surat suara kurang, pengawas tak boleh masuk, hingga nama ganda.

Ketua Bawaslu Kabupaten Rembang Totok Suparyanto menyampaikan, ada beberapa temuan permasalahan dalam pencoblosan Rabu (17/4) lalu. Namun, bawaslu mengklaim permasalahan yang sudah diinventarisasi masih batas wajar. ”Contohnya logistik berupa surat suara kurang. Saat komunikasi dengan KPU penyebabnya human error,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (18/4).

Di antaranya di Kecamatan Bulu ada kekurangan 48 surat suara pilpres di TPS 03 Desa Sendangmulyo. Hal ini dimungkinkan petugas kelelahan saat menyusun. Hal ini dianggap tak ada unsur kesengajaan. ”Kita bentuk grup dengan KPU. Ketika ada kekurangan surat, pihak KPU langsung memerintahkan jajarannya untuk segera dipenuhi,” terangnya.

Menurutnya, surat suara diketahui kurang setelah dilakukan penghitungan. Lalu dilakukan pengecekan logistik dan dihitung sesuai daftar pemilih tetap (DPT). Dari situlah disarankan kegiatan jalan terus sambil jararan PPS dan PPK memenuhi kekurangan.

Di Kota Garam juga ditemukan saksi tak diperkenankan masuk. Kejadian ini terjadi di Kecamatan Kragan dan Pamotan. ”Penyebabnya telat masuk. Kemudian ditindaklanjuti panwascam. Ternyata ada teman-teman KPPS memang ada yang belum paham,” jelasnya. Setelah dijelaskan SE KPU-Bawaslu RI di poin 26 akhirnya clear.

Selain itu, ada surat suara yang tertukar masuk kotak suara. Seperti surat suara pilpres masuk di kotak suara caleg. Selain itu, ada pemilih yang tanda tangan di-dengkul. Memang ada pemilih yang tidak mau repot, sehingga diwakilkan tanda tangan.

Bawaslu Grobogan juga menerima berbagai laporan kejadian di sejumlah TPS. Kordiv Penindakan Bawaslu Grobogan Desi Ari Hartanta mengatakan, berbagai laporan didapatkan bawaslu. Utamanya mengenai permasalahan teknis seperti ditemukan kekurangan surat suara, pemilih salah TPS, dan pemilih yang kurang paham prosedur pengurusan administrasi pindah memilih.

”Kami mendapatkan laporan jika ada logistik yang kurang, selang beberapa hari sebelum pencoblosan memang KPU sempat kebanjiran. Sehingga beberapa logistik sempat terlambat dikirim ke kecamatan. Memang sempat membuat kewalahan petugas,” ujarnya.

Selain itu, ada pemilih yang salah masuk TPS. Kejadian itu ada di Desa Tanjungharjo Kecamatan Ngaringan. Solusinya, petugas TPS membuat berita acara dan menghapus nama pemilih di TPS yang seharusnya ia datangi. Sehingga pemilih tak bisa melakukan pencoblosan di dua TPS.

Di Blora, bawaslu juga mencatat berbagai temuan saat pencoblosan, meski tak menimbulkan masalah besar. Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan mengatakan, secara keseluruhan pelaksanaan pemilu di Kota Sate lancar dan aman. Meski begitu, memang ada beberapa catatan terkait pesta demokrasi kemarin. Mulai dari kekurangan surat suara dibeberapa TPS serta kotak suara yang tak disegel.

Dia menambahkan, pihaknya memang telah memetakan ada 161 TPS dari total 2.950 TPS yang masuk kategori rawan. Namun, saat pemilu ini tingkat kerawanannya berkurang menjadi hanya satu lokasi. Yaitu di Kecamatan Ngawen. Namun berhasil dikomunikasikan dan berjalan dengan baik. ”Sempat ada among tamu (pengondisian di TPS). Namun berhasil dicegah,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 10:38:12 +0700
<![CDATA[Hitung Suara hingga Subuh, Petugas KPPS Lupa Makan Sampai Tertidur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132659/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur_m_132659.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur_m_132659.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132659/hitung-suara-hingga-subuh-petugas-kpps-lupa-makan-sampai-tertidur

Kerja penyelenggara Pemilu 2019 kali ini cukup berat. Salah satunya karena pemungutan suara dilakukan untuk memilih lima posisi berbeda sekaligus.]]>

JEPARA – Kerja penyelenggara Pemilu 2019 kali ini cukup berat. Salah satunya karena pemungutan suara dilakukan untuk memilih lima posisi berbeda sekaligus. Hal ini salah satunya dirasakan panitia pemungutan suara (PPS). Para petugas harus melayani pemilih memberikan suaranya dan melakukan penghitungan hingga dini hari.

Beberapa TPS juga petugasnya harus bekerja hampir 24 jam. Padahal waktu istirahatnya sudah diminimalkan hanya untuk salat. Bahkan, di beberapa TPS petugasnya tak sempat makan malam, lantaran mengejar waktu agar penghitungan surat suara bisa segera tuntas. Penghitungan suara sendiri, dimulai dari pilpres, DPD, caleg DPR RI, caleg DPRD provinsi, caleg DPRD kabupaten.

Petugas di TPS 7 Kelurahan Bulu, Kecamatan Jepara, Lia mengatakan, penghitungan suara di TPS nya berlangsung hingga pukul 23.00. ”Tak sampai dini hari seperti yang lainnya,” katanya.

Dia mengaku, kunci bisa cepat yakni saling bagi tugas, sehingga semua bisa sama-sama jalan dan tidak harus menunggu penghitungan selesai. ”Misalnya saya bagian menulis perolehan suara di papan, dua petugas lain nyicil nulis salinan C1. Ada juga yang bantu ketua buka surat suara dan melipat kembali. Jadi bisa cepat selesei,” ungkapnya.

Avin, petugas di TPS 20 Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, mengatakan, penghitungan di TPS-nya termasuk cepat. Dipungkasi pukul 01.30. Hal ini lantaran saat penghitungan suara untuk DPRD baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun RI petugas tak menyebutkan partai dan nama calon secara lengkap. ”Itu untuk menghemat waktu. Jadi hanya disebut nomor partainya dan nomor calegnya. Penyebutan satu sampai 100, setelah itu dicek jumlah totalnya,” katanya.

Dia melanjutkan, petugas PPS juga dibantu linmas untuk membacakan surat suara menggunakan mikrofon dan disaksikan tujuh saksi dan satu pengawas TPS. ”Yang buka kertas tetap petugas PPS. Dua petugas PPS menyalin data-data dan surat suara. Setelah penyebutan langsung dibendel,” ujarnya. Agar cepat selesai, petugas PPS di TPS-nya juga meminimalkan istirahat. ”Istirahat cuma 10 menit untuk salat dan makan,” terangnya.

Berbeda dengan dua TPS sebelunya, petugas KPPS di TPS 4 Desa Blimbingrejo Novita Harnaningrum mengatakan, penghitungan surat suara di TPS-nya berlangsung hingga dini hari. ”Pukul 03.00 baru setor ke balai desa,” ungkapnya. ”Yang membuat lama, membuat laporannya. Formulirnya terlalu banyak. Salinan C1 ada yang nulis sampai 14 bendel. Saya dari pukul 07.00 sampai 03.00 menulis terus,” tuturnya.

Dia menyampaikan, paling lama saat penghitungan caleg, baik tingkat kabupaten hingga DPR RI. ”Partainya banyak. Calonnya juga banyak. Penghitungannya jadi lebih rumit dan harus benar-benar teliti,” urainya.

Dia melanjutkan, padahal petugas PPS sudah meminimalkan waktu istirahat. ”Istirahat saat Salat Zuhur dan Maghrib. Malam sampai tak makan, makanan untuk petugas KPPS tak tersentuh sama sekali. Masih utuh hingga selesei,” ujarnya.

Selesei bertugas di TPS, dia mengaku sangat kelelahan. Esok harinya tak bisa bekerja sebagaimana biasanya. ”Pagi ini (kemarin, Red) saya izin kerja. Badan tidak kuat,” imbuhnya.

Di Kudus, penghitungan suara bahkan ada yang hingga pukul 03.00. Seperti yang terjadi di Peruamahan Kudus Permai, Bae. Yakni di TPS 24. Hal ini dilatarbelakangi beberapa petugas dan KPPS yang sudah berusia lanjut.

Menurut KPPS TPS 22 Kudus Permai Tunjung Eko Wibowo, kendala penghitungan suara di antaranya banyaknya jumlah pemilih dengan rentang usia lanjut. Selain itu, faktor bingungnya pemilih dalam menentukan pilihannya. ”Satu TPS diisi 240 pemilih,” ujarnya. ”Petugas pengaman TPS sempat mengeluh lamanya proses ini. Mereka mengeluhkan tak ada uang lembur,” imbuhnya.

Di Desa Menawan, Gebog, proses perhitungan suara selesai Rabu pukul 21.00. Namun, petugas baru bisa memfotokopi berita acara kemarin pukul 06.00. Sebab, fotokopi dilakukan di Kecamatan Bae dan mesinya sempat macet.

Proses penghitunga suara hingga subuh juga terjadi di Pati. Salah satu PPS di Pati Muhni mengaku bingung dalam menghadapai surat suara. Dia sudah nerveous terlebih dahulu menghadapi kertas yang begitu banyak. Satu kertas harus dikumpulkan sesuai jenisnya. Belum lagi membedakan kertas yang berhologram dan tidak. ”Kebetulan saya baru kali pertama menjadi petugas PPS. Penghitungan suara saja selesai pukul 02.00. Menjelang subuh baru selesai semuanya,” keluhnya.

Berdasarkan pantauan pemungutan suara di salah satu TPS Wedarijaska, satu pemilih membutuhkan sekitar 5 menit berada di bilik suara. Selain kebingungan memilih nama-nama caleg yang begitu banyak, warga juga kesulitan melipat kertas suara yang lebar.

Salah satu warga, Suwaningsih mengaku ke TPS ditemani putrinya. Sebab, kawatir kebingungan ketika di bilik suara. Apalagi ia tak bisa baca tulis. ”Punya jagoan caleg. Paham orangnya, tapi tidak bisa membaca namanya. Makanya itu saya hanya mengingat-ingat partai dan nomor caleg,” imbuhnya.

Lamanya proses pemungutan suara hingga menyebabkan salah satu petugas tertidur di TPS. Hal ini terjadi di TPS 01, Desa Polandak, Pancur. Salah satu PPS Shofi Ahmad Husnan mengaku, pencoblosan sendiri relatif mudah. Namun proses penghitungan dan rekap suara yang lama. ”Untuk penghitungan suara ada selisih. Ini karena ada yang memasukan surat suara ke kotak suara,” ungkapnya.

Untuk penghitungan rata-rata mulai pukul 23.00-24.00. Lamanya dalam hal administrasinya bisa memakan waktu sampai pukul 03.00. ”Kalau kita pulang sampai menjelang subuh. Itupun ada separo desa di Kecamatan Pancur yang belum mengirimkan rekap penghitungan suara ke kecamatan. Jadi, kalau satu TPS belum rampung berpengaruh ke yang lain,” paparnya.

Disinggung ada petugas yang mengeluh capek hingga tertidur itu dirasa manusiawi. Mungkin kurang terbiasa melekan. Namun tetap tanggung jawab.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto mengaku, rata-rata proses pemugutan suara berakhir pukul 02.00 sampai 03.00. Paling lamanya karena melengkapi administrasi. ”Kalau ada keluhan kecapekan atau tertidur di TPS itu wajar. Namun mereka harus tanggung jawab,” katanya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 10:23:09 +0700
<![CDATA[Bawaslu Identifikasi Empat Pelaku Penyebar Money Politics]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132645/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics_m_132645.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/19/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics_m_132645.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/19/132645/bawaslu-identifikasi-empat-pelaku-penyebar-money-politics

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabaputen Kudus melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi kasus money politics yang terjadi di Desa Temulus, Mejobo, Kudus.]]>

KUDUS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabaputen Kudus melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi kasus money politics yang terjadi di Desa Temulus, Mejobo, Kudus, pada Senin malam (15/4). Pemeriksaan itu dilakukan di kantor Bawaslu Kudus kemarin.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, keempat saksi yang diperiksa merupakan satu orang penyalur, satu orang koordinator lapangan, dan dua warga penerima uang. ”Keempat saksi itu berinisial SG, NS, dan dua warga penerima uang,” ungkapnya.

Minan mengungkapkan, SG merupakan salah seorang saudara caleg tersebut. Di sini peran SG tak membantu secara maksimal. Dia hanya memberikan bantuan pemikiran. Dia meminta masyarakat Desa Temulus memberikan doa restu kepada caleg yang bersangkutan. ”Tetapi dalam klarifikasi hari ini (kemarin, Red) SG tak mengakui bahwa ia yang memberikan uang,” ungkapnya.

Selain memanggil SG, bawaslu juga memanggil NS. Dia merupakan koordinator lapangan yang memberikan politik uang. Minan juga memanggil dan meminta keterangan dua orang warga yang menerima uang.

Minan akan memanggil caleg Dapil IV (Mejobo,Undaan, Bae) yang timsesnya tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) money politics besok. Juga memanggil warga penerima uang.

Setelah selesai diklarifikasi semuanya, bawaslu beserta penegakan hukum terpatu (gakkumdu) menggelar pembahasan yang kedua. Nantinya akan terpenuhi unsur tindakan pidana atau tidak. ”Apabila terpenuhi, nanti saya serahkan ke polisi dan penyidik. Namun penyidik itu bagian dari gakkumdu,” paparnya.

Sebelumnya, bawaslu beserta gakkumdu berhasil meringkus kedua pelaku penyebar politik uang. Pelaku berinisial AS dan AH diringkus pada Senin (15/4). Dari tangan pelaku bawaslu berhasil mengamankan barang bukti sejumlah uang Rp 9,4 juta. (gal)

]]>
Ali Mustofa Fri, 19 Apr 2019 08:46:04 +0700
<![CDATA[Capres 01 Menang di Semua Wilayah Eks Karesidenan Pati dan Grobogan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132507/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan_m_132507.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan_m_132507.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132507/capres-01-menang-di-semua-wilayah-eks-karesidenan-pati-dan-grobogan

Data yang masuk ke meja redaksi Jawa Pos Radar Kudus pasangan calon presiden dan wakil presiden jokowi-amin memenangi di seluruh wilayah eks Karesidenan Pati.]]>

KUDUS - Data yang masuk ke meja redaksi Jawa Pos Radar Kudus pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Amin Ma’ruf memenangi di seluruh wilayah eks Karesidenan Pati dan Grobogan. Total perolehan suara daerah itu capres dan cawapres pasangan Jokowi-Amin memperoleh suara 2.019.833 dan Prabowo-Sandi 403.095 suara.

Perolehan Kabupaten Kudus Capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin memperoleh suara 211.920 suara, sementara Prabowo-Sandi mendapat 66.898 suara. Kabupaten Jepara Jokowi-Amin 172.335 suara dan Prabowo-Sandi 34.822 suara. Kabupaten Pati Jokowi-Amin 584.902 suara dan Prabowo-Sandi 97.662. Kabupaten Blora Jokowi-Amin 407.799 suara dan Prabowo-Sandi 95.748 suara. Kabupaten Grobogan Jokowi-Amin 642.877 sementara Prabowo-Sandi 107.965 suara.

Hasil wawancara para ketua DPRD di eks Karesidenan Pati dan Grobogan meyakini akan tetap terpilih. Mereka tetap yakin tetap menduduki sebagai pimpinan dewan di daerahnya masing-masing.

Menarik, perolehan suara calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo-Sandi menang di tempat pemungutan suara (TPS) Bupati Kudus. Di TPS 04 di Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kudus Prabowo-Sandi memperoleh 89 suara dari total suara 165 suara.

Kemenangan Prabowo-Sandi di TPS Bupati Kudus itu satu-satunya yang menang dibandingkan TPS para bupati lainnya di eks Karesidenan Pati dan Grobogan. Di luar TPS Bupati Kudus, hasil hitungan TPS para bupati di Karesidenan Pati dan Grobogan, Jokowi tetap menang.

Kegiatan para bupati di Karesidenan Pati dan Grobogan usai nyoblos sama. Semuanya lakukan monitoring ke TPS di daerah masing-masing. Semuanya berharap pemungutan suara lancar. Mereka sepakat melarang kepada timses yang capresnya menang tak boleh pestas.

Bupati Kudus Muhammad Tamzil datang menggunakan hak suaranya bersama keluarganya. Mengenakan baju senada berwarna putih, mereka tampak sunringah menyapa masyarakat dan masuk ke TPS. Seperti warga lainnya, Tamzil dan keluarganya pun sempat ngantre menunggu giliran mencoblos.

Dalam kesempatan tersebut, ia dan keluarganya hanya bisa menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden dan DPD. Sebab KTP-nya bukan domisili di sana. Usai mencoblos, ia pun mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk tidak golput.

Terkait partisipasi pemilih masyarakat Kudus, Tamzil optimis bisa mencapai 90 persen. Sebab, sejauh pengamatannya, banyak warga antusias menyemarakkan pesta demokrasi kali ini.

”Saya lihat animo masyarakat tinggi,” ujarnya saat ditemui usai mencoblos kemarin.

Tamzil juga berpesan kepada panitia pelaksana Pemilu, mulai dari KPU hingga petugas di TPS agar tetap menjaga kesehatan dan istirahat. Mengingat ada lima surat suara yang harus dipilih. Sehingga proses pemungutan suara juga akan berlangsung lebih lama dari pemilu sebelumnya.

“Mengingat nanti penghitungan suara bisa saja sampai malam,” jelasnya.

Sementara terkait kondusivitas, hingga pelaksanaan pagi ini, Tamzil menyatakan belum ada gangguan yang terjadi. Hanya, Tamzil tetap berpesan pada para masyarakat dan aparat untuk bersinergi menjaga kondusifitas Kudus. Terutama setelah hasil pemilu 2019 telah keluar.

“Masyarakat sudah sama-sama dewasa dalam menyikapi hal ini,” jelasnya.

Kapolres Kudus AKBP Saptono tegas melarang para tim sukses baik calon legislatif (caleg) maupun caalon presiden (capres) untuk melakukan konvoi pemenangan. Hal ini dilakuakan untuk menghindari gesekan antara tim penduung. Selain itu juga untuk menjaga agar situasi pada hari H pelaksanaan pemilu tetap kondusif.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi melakukan pencoblosan pada Pemilu 2019 kemarin di TPS 3 Bangsri. Marzuqi biasanya melakukan pencoblosan di Kelurahan Panggang, Jepara. Namun pemilu kali ini mencoblos di Desa Bangsri. Pasalnya, Marzuqi melaksanakan agenda monitoring TPS di wilayah Jepara kota sampai Jepara bagian utara. Mulai Mlonggo, Bangsri, hingga Keling.

Usai memberikan hak suara, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi melaksanakan monitoring pemungutan suara bersama Dukungan Elemen Satuan Kerja (DESK) Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.

Bupati Grobogan Sri Sumarni datang ke TPS pukul 08.00 WIB. Dia datang ke TPS didampingi ajudan di TPS 21 yang berada di Jalan Kauman Kidul, gang Ulama Kelurahan/Kecamatan Purwodadi. Orang nomor satu di Kabupaten Grobogan mengenakan kemeja berwarna putih.

Usai menggunakan hak pilihnya. Bupati bersama Forkopinda lakukan pemantauan tiga TPS di tiga Kecamatan. Yaitu di Desa Ngeluk, TPS 02 , Kecamatan Penawangan , Desa Bugel, TPS  05, Kecamatan Godong dan Kantor Kecamatan Gubug TPS 20. Saat pemantauan Bupati juga langsung bersinggungan dengan warga masyarakat dan panitia pemungutan suara.

”Hasil dari pemantauan untuk seluruh Pemilu di Kabupaten Grobogan berjalan lancar, aman dan damai,” kata Bupati.

Sementara Bupati Pati Haryanto terlihat mendatangi TPS 14 untuk memberikan suara sekitar pukul 09.00 kemarin. Ia mengenakan kemeja panjang warna putih dengan bawahan hitam. Begitu juga dengan Ibu Musus Haryanto dan kedua anaknya, Tresya Okta Vera (Vera) dan Harani Putri Diszawanti (Disza).

Kedatangan orang nomor satu ini praktis menyita perhatian masyarakat yang kebetulan ada di lokasi saat bupatinya wong Pati itu nyoblos. Usai menggunakan hak suara Haryanto menjadi objek foto sejumlah warga. Ia bersama istri dan kedua anaknya memperlihatkan jari bertinta tanda sudah nyoblos.

”Proses pemungutan suara di TPS 14 relatif lancer. Dan lebih penting lagi kondisi juga aman dan kondusif hingga proses penghitungan berakhir,” ujar Kepala Desa Raci, Batangan, Mamik.

Ia mengharapkan, pada tahapan berikutnya, kondisi di desanya kondusif.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 13:59:27 +0700
<![CDATA[Alasan KPU Rembang Bakar Ribuan Surat Suara Tak Terpakai Pemilu 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132496/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019_m_132496.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019_m_132496.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132496/alasan-kpu-rembang-bakar-ribuan-surat-suara-tak-terpakai-pemilu-2019

KPU Rembang memusnahkan sebanyak 8.331 surat suara tak terpakai untuk Pemilu 2019. Ribuan surat suara itu baru dibakar Selasa (16/4) malam sekitar pukul 21.00.]]>

KOTA - KPU Rembang memusnahkan sebanyak 8.331 surat suara tak terpakai untuk Pemilu 2019. Ribuan surat suara itu baru dibakar Selasa (16/4) malam sekitar pukul 21.00 setelah surat suara di seluruh TPS di Kota Garam didistribusikan. 

Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi menyatakan, ribuan surat suara itu dimusnahkan untuk memastikan tidak ada kecurangan kelebihan surat suara. Sehingga, iklim demokrasi bisa tetap terjaga kualitasnya.

”Dipastikan dulu, khawatir ada yang kurang kalau dibakar siang tadi,” terang Iqbal saat ditanya mengapa baru dibakar pada malam hari.

Dalam prosesi pemusnahan itu, turut disaksikan Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso dan jajarannya,  Bawaslu Rembang, Satpol PP Rembang, serta staf ahli dari Pemprov Jateng. Pemusnahan hingga tuntas berlangsung hingga sekitar pukul 23.00.

Dengan dimusnahkannya surat suara sisa, maka apabila terjadi permasalahan di lapangan, akan ditangani sesuai dengan mekanisme yang ada. Sebab, komisi juga sudah menyiapkan surat suara cadangan 2,5 persen di tiap TPS.

KPU Rembang sebelumnya juga telah mendata pemilih dari luar daerah yang akan menyalurkan hak pilihnya di Kota Garam. Selain itu, penyelenggara pemilu juga telah mengantisipasi adanya pemilih khusus pada hari pelaksanaan.

Adapun surat suara yang dibakar meliputi surat suara rusak dan baik untuk seluruh kontestan Pemilu. Yakni baik untuk capres-cawapres, caleg DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Rembang.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:40:12 +0700
<![CDATA[Nyoblos Lima Kertas Surat Suara, Mbah Moen Butuh Waktu Tujuh Menit]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132487/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit_m_132487.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit_m_132487.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132487/nyoblos-lima-kertas-surat-suara-mbah-moen-butuh-waktu-tujuh-menit

Ketua Majelis Syuro PPP KH Maimoen Zubair menyalurkan hak suaranya di TPS 05 Sarang, Rembang. Sementara Gus Mus menyalurkan hak suara di TPS 01 Leteh, Rembang.]]>

REMBANG - Ketua Majelis Syuro PPP KH Maimoen Zubair menyalurkan hak suaranya di TPS 05 Sarang, Rembang. Sementara tokoh kharismatik lainnya Gus Mus menyalurkan hak suaranya di TPS 01 Leteh, Rembang. Mbah Moen mencoblos membutuhkan waktu sekitar lima menit. Dibandingkan dengan pemilih lainnya lebih lama. Ini lantaran factor usia. Juga yang dicoblos sebanyak lima kertas suara.

Mbah Moen-sapaan akrab dari KH Maimoen Zubair- didampingi istrinya Hj. Heni Maryan Syafa’ati kemarin. Mbah Moen ditemani putranya yang juga Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Gus Yasin-sapaan akrab Taj Yasin Maimoen-didampingi istrinya.

Tokoh yang akrab disapa Mbah Moen itu tiba di TPS sekitar pukul 10.30. Dia mengendarai mobil golf yang disetir Gus Yasin-sapaan Taj Yasin. Sebelum turun, Mbah Moen sempat mengenakan kacamata hitam. 
Mbah Moen membawa tongkat. Ia dituntun Gus Yasin menuju TPS. Sejumlah warga serta petugas KPPS pun satu per satu menyalami dan mencium tangan Mbah Moen.

SALURKAN SUARA: Gus Mus saat melakukan memasukkan surat suara di TPS 01 Leteh, Rembang, kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Kiai berusia 90 tahun itu menandatangani sendiri form daftar hadir sebelum menunggu giliran. Karena TPS sepi, tak lama kemudian, Mbah Moen dan rombongan pun dipanggil untuk mencoblos.

Saat di bilik suara, Mbah Moen tampak butuh waktu lebih lama dibanding yang lain. Usai mencoblos, Mbah Moen pun memberikan keterangan kepada pers. 

Dalam keterangan kepada pers kemarin, Mbah Moen menegaskan memilih pemimpin hukumnya wajib. Meskipun ada yang pilihannya salah, namun setidaknya sudah berusaha memilih yang terbaik.

"Ya harus kewajiban pimpinan adalah adil dan jujur. Adil itu dalam hukum, jujur itu artinya jangan menyeleweng," terang pengasuh Ponpes Al Anwar itu.

Lebih lanjut, Mbah Moen menyebut dalam memilih pemimpin haruslah yang jujur dan adil.
"Memilih yang baik, jujur, adil, itu wajib dalam memilih pimpinan. Itu wajib. Tidak ada pimpinan kosong, itu dosa. Jadi siapapun itu kewajiban, mari kita milih yang terbaik, itu hukumnya wajib," tambah Mbah Moen yang juga tampak mengenakan jam tangan itu.

Sementara itu, Gus Yasin dalam kesempatan itu menyatakan apresiasinya kepada masyarakat, khusunya TPS 05 tempat dia menyalurkan suaranya. Sebab, hingga sekitar pukul 11.00 saat dirinya dan rombongan selesai nyoblos, jumlah pemilih yang sudah menyalurkan haknya mencapai 80 persen.

"Ini jam 11.00, dan pemilihnya di TPS 05 Desa Karangmangu sudah mencapai 190 dari 220 pemilih. Harus kita apresiasi. Apalagi, untuk masyarakat Rembang sendiri, ditargetkan bisa mencapai 80 persen," terangnya.

Usai memberikan keterangan, Mbah Moen dan Gus Yasin beserta rombongan pun langsung meninggalkan lokasi dengan mobil golf. Mbah Moen dan Gus Yasin di depan, istri Mbah Moen dan istri Gus Yasin di belakang dan menghadap ke belakang.

Tokoh kharismatik lainnya KH Ahmad Mustofa Bisri, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyalurkan hak suaranya di Pemilu 2019 pukul 10.00 kemarin.  Gus Mus mencoblos di TPS 01 Leteh. Dia didampingi anak dan cucunya.

Sejam sebelumnya sekitar pukul 09.00 Hj Muchsinah Cholil istri almarhumah Kyai Cholil Bisri juga mencoblos. Dia menggunakan kursi roda. Hj Muchsinah mencoblos di TPS 02 berhadapan TPS 01 tempat Gus Mus mencoblos.

Selang satu jam atau pukul 10.00 Gus Mus menyalurkan suara. Dua anak dan mantunya mendampinginya. Masing-masing Wahyu Salvana, Raabiatul Bisyriyah Sybt, Rizal Wijaya, dan Almas Mustofa. Mereka jalan kaki ke TPS.

Gus Mus usai mencoblos kepada Jawa Pos Radar Kudus mengajak semua saling menghormati dan menerima keputusan hasil Pemilu 2019. Setelah Pemilu masyarakat kembali rutinitas normal.

”Namanya demokrasi yang dipilih harus diterima. Jadi kita bisa berdebat, sebelum menjadi sebuah putusan. Kalau sudah di dok (putuskan, Red) tidak ada (debat) lagi,” kata Gus Mus usai mencoblos kemarin.

Menurutnya siapapun calonnya yang terpilih dan sudah dilantik menjadi presiden bukan lagi Capres. Karena itu kalau sudah diputuskan atau dilantik capres terpilih itu jadi milik bersama. ”Kalau masih grundel berarti kurang belajar demokrasi,” jelasnya.

Mudah-mudahan rakyat Indonesia lebih matang berdemokrasi. Karena sudah berkali-jali setiap lima tahun sekali. Tidak ada kaget lagi atau rasa tidak enak. Ibaratnya seperti main bola, kalau kalah pasti ada rasa kecewa.

”Mudah-mudahnya bisa lerem. Ketika kita bisa menyadari, semua adalah bangsa Indonesia dan siapapun yang menang Indonesia,” doanya.

Terkait tasyakuran, ia mengungkapkan bukan kemenangan calon presiden tertentu. Namun kemenangan bangsa Indonesia. Sehingga siapapun yang menang tidak perlu lagi tunjukan euphoria. Bahkan tasyakuran tidak perlu diperlihatkan secara terbuka.

”Mudah-mudahan jadi aman pasca Pemilu 2019. Ketika saling menghormati dengan satu pihak dan lainnya,” harapnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:43:10 +0700
<![CDATA[Para Ketua DPRD Tetap Optimistis Terpilih Lagi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132484/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi_m_132484.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi_m_132484.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132484/para-ketua-dprd-tetap-optimistis-terpilih-lagi

Pemilu tahun 2019 Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni kembali mencalonkan dirinya kembali. Caleg DPRD Kabupaten Dapil III itu tak pindah TPS.]]>

KUDUS - Pemilu tahun 2019 Ketua DPRD Kabupaten Kudus Achmad Yusuf Roni kembali mencalonkan dirinya kembali. Caleg DPRD Kabupaten Dapil III (Jekulo, Dawe) itu tak pindah TPS. Yusuf menggunakan hak pilihnya di TPS 10. Tepatnya di SD 4 Ngembal Kulon, Jati, Kudus.

Persiapan menyambut pemilu sudah terasa di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Kudus yang berambut klismis itu sejak Selasa malam (16/03). Yusuf yang tinggal di Desa Ngembal Kulon RT 7/3, Jati, Kudus, tengah menggelar doa bersama.

Kegiatan Doa bersama itu berlangsung dari pukul 19.00. Yusuf berserta timsesnya berdoa kepada Tuhan, agar  diberikan kelancaran saat esok hari (17 April Red). Dia dan puluhan timsesnya melantunkan Shalawat Jibril. Yusuf begitu fokus dan khusuk ketika mengikitu prosesi itu. Mereka membacakan Shalawat itu sebanyak 15 ribu kali. Kegiatan doa bersama itu berlangsung hingga pukul 21.00.

Keesokan harinya pada pukul 08.00, Yusuf tengah bersiap memberikan suara. Ia tak pindah TPS. Pria berkacamata itu memberikan suara untuk caleg DPRD Kabupaten Dapil I (Kota dan Jati).

Yusuf mengungkapkan, sejak lima tahun lalu, dia beserta istrinya Reni Kusbandari tak pindah TPS di Dapil III. Yusuf ingin memberikan suaranya kepada rekan-rekanya separtai. Bahwasanya suara satu orang dari kader sangatlah berpengaruh bagi rekannya maupun partainya.

“Saya sudah kehilangan dua suara saya (Yusuf dan Istri, Red). Tapi tak masalah, yang terpenting saya memberikan suara saya kepadarekan-rekan di Dapil I, ” katanya.

Yusuf mengatakan, pemetaan suara di Dapil III hampir rata. Dia menegaskan, di Kecamatan Jekulo dan Dawe merupakan lumbung suaranya. Dia menyebut dari 31 Dapil ada desa tertentu yang menjadi lumbung suaranya. Ketika ditanya terkait target suara, Yusuf belum bisa memastikan. Pasalnya tiap tahun tolak ukur kecamaan berubah-ubah.

“Kalau lima tahun lalu suara saya paling banyak di Dawe ada sekitar tiga ribuan. Sedangkan untuk di Jekulo sedikit. InsyaAllah tahun ini menang,” ungkapnya.

Berbeda dengan Ketua DPRD Jepara Junarso. Pagi kemarin di rumahnya terlihat sepi. Tidak ada tim pemenangan maupaun relawan yang ada di rumah tersebut. Sedangkan Junarso hanya duduk santai di ruang tamu. Pukul 09.00 baru keluar rumah bersama istri mengendarai sepeda matic menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sosok yang juga calon legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memakai atasan putih. Sedangakn istrinya, Sri Utami juga memakai pakaian putih. Sambil berboncengan keduanya menuju TPS 1 Desa Watuaji, Keling. Jaraknya hanya 40 meter dari rumah Junarso.

Sesampainya di TPS, keduanya menyapa warga sekitar yang juga ikut antre. Sekitar 30 menit antre, giliran Junarso dan istri dipanggil petugas untuk melakukan pencoblosan di bilik suara. Usai mencoblos, saat keluar dari TPS juga menyempatkan bertinteraksi dengan warga.

Disinggung mengenai target perolehan suara caleg, ia menargetkan ada dua caleg dari PDIP yang lolos di daerah pemilihan 3, Jepara. Meliputi wilayah Donorojo, Keling, dan Kembang. “Kalau target pribadi sekitar 10.000 suara. Modal kami kinerja selama 4,5 tahun ini. Masyarakat sudah pandai menilai. Setiap turun ke bawah mereka tahu siapa yang pantas mewakili,” imbuhnya.

Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto optimistis bisa mendapatkan kursi DPRD. Hal itu, karena dirinya masih dipercaya warga di dapilnya Kecamatan Gubug, Tegowanu, Kedungjati dan Tanggungharjo.

Pria yang akrab sapa Agus juga ikut menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos di TPS nomor 6 di Desa Kwaron, Kecamatan Gubug, Grobogan. Dia datang bersama istri dan anaknya memakai kemeja putih. Dia datang ke TPS pukul 09.00 WIB.

Saat berada di TPS dirinya juga bersama pendukungnya datang bersama.  Usai mencoblos dirinya langsung pulang ke rumahnya di kampung Megosari RT 1/RW 3, Desa Kwaron. Ketika sampai di rumah, sudah ada belasan tim sukses, keluarga, dan tengga berkumpul di ruang teras depan dan ruang tamu.

Mereka juga datang dan pergi silih berganti untuk memberikan laporan tentang hasil pencoblosan di lapangan. Ada beberapa warga dari beberapa Desa di Kecamatan Gubug, Tegowanu dan Kedungjat. Beberapa kali juga dirinya sibuk membalas whatsapp dan telepon dari ponselnya.

”Tadi saya sudah menyalurkan hak pilih di TPS bersama istri dan anak perempuan saya. Dari pantauan di lapangan saya optimistis bisa terpilih lagi. Targetnya bisa mendapatkan 10 ribu suara,” kata dia. (gal)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:22:42 +0700
<![CDATA[Nekat Unggah Video di Bilik Suara, Pemuda Ini Disemprit Bawaslu  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132483/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu_m_132483.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu_m_132483.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132483/nekat-unggah-video-di-bilik-suara-pemuda-ini-disemprit-bawaslu

Seorang pemuda berinisial AP disemprit Bawaslu Kudus lantaran mengunggah video di dalam bilik suara. Video tersebut diunggah pada status Whatsapp miliknya.]]>

KUDUS - Seorang pemuda berinisial AP disemprit Bawaslu Kudus lantaran mengunggah video di dalam bilik suara. Video tersebut diunggah pada status Whatsapp miliknya. Dalam video yang berdurasi 25 detik itu, ia memberikan keterangan tentang cara mencoblos yang baik dan benar.

Tak hanya menunjukkan ketika ia mencoblos surat suara pilpres, ia juga sempat mengganjalnya dengan sandal gunung berwarna hitam. Dalam video itu, tertulis jelas jika surat suara pilres itu diperuntukkan TPS 05 di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus.

Mengetahui hal ini, Bawaslu Kudus gerak cepat. Tak lama selang video tersebut diunggah, tim Bawaslu Kudus langsung mendatangi rumah pemuda tersebut. Teguran kepada pengunggah video pun diberikan. Menurut keterangan, Ketua Bawaslu Kudus Wahibul Minan, pemuda tersebut mengaku tidak mengetahui jika hal yang dilakukannya dilarang. ”Tadi kami langsung ke lokasi, kami berikan teguran kepada yang bersangkutan,” katanya.

Selain perintah untuk menghapus video yang telah diunggah itu, Bawaslu Kudus juga meminta yang bersangkutan untuk membuat surat pernyataan. Tak ada sanksi hukum yang diberikan oleh bawaslu kepada pemuda tersebut.

Minan menjelaskan, dalam Pasal 35 Huruf M pada PKPU Nomor 3 Tahun 2019 tertulis jelas tentang Larangan Menggunakan Telepon Genggam dan/atau Alat Perekam Gambar Lainnya di Bilik Suara. Ketentuan sanksinya tidak diatur dalam PKPU begitu pula di UU Nomor 7 Tahun 2017.

”Yang diatur di Pasal 500 UU Nomor 7 Tahun 2017 hanya subjek hukum bagi pendamping pemilih yang dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih yang didampinginya,” jelasnya.

Dalam pasal tersebut, berbunyi setiap orang yang membantu pemilih yang dengan sengaja memberitahukan pilihan pemilih kepada orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 12 juta.

Saat dikonfirmasi, pemuda tersebut membenarkan jika dirinya membuat dan sempat mengunggah video saat mencoblos di dalam bilik suara. Namun, ketika didatangi bawaslu ia secara suka rela langsung menghapus video tersebut. Ia pun menyesal dan meminta maaf kepada Bawaslu dan masyarakat Kudus.

”Itu karena bodohnya saya tidak mengetahui kalau itu dilarang undang-undang,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 11:08:55 +0700
<![CDATA[Unik, Desain TPS Ini Tampilkan Konsep Layar Tancap dan Wedding]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132480/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding_m_132480.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding_m_132480.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132480/unik-desain-tps-ini-tampilkan-konsep-layar-tancap-dan-wedding

Berbagai cara dilakukan untuk menarik masyarakat untuk menyalurkan suara dalam Pemilu 2019. Mulai setting TPS hingga petugas berpakaian unik.]]>

KUDUS - Berbagai cara dilakukan untuk menarik masyarakat untuk menyalurkan suara dalam Pemilu 2019. Mulai setting TPS hingga petugas berpakaian unik. Di Rembang, ada TPS yang dilengkapi layar tancap. Film yang ditampilkan berupa kesenian daerah.

Potret ini terlihat di TPS 06 Desa Kabongan Kidul, Rembang. Di TPS ini ada caleg dari Partai Nasdem nomor urut 1 Supriyadi Eko Pratomo. TPS ini selain di-setting dengan layar besar untuk tontonan warga, juga dibuat konsep wedding.

Bahkan H-1 layar tancap sudah diputar berupa penayangan wayangan. Tujuannya, memberikan spirit panitia yang lembur menata TPS. Sekaligus memberikan hiburan bagi warga sekitar untuk jagong bareng. Begitupun dalam penghitungan suara. Layar tancap memutar ketoprak.

Caleg Partai Nasdem Supriyadi Eko Pratomo mengaku, di TPS ini ada 238 daftar pemilih tetap (DPT). ”Tingkat kehadiran kira-kira 80 persen atau 180-190 pemilih,” ungkapnya.

Terkait layar tancap tujuannya untuk hiburan. Sebab, warga sekitar suka ngumpul bareng. Hal ini tidak hanya dilakukan saat moment pemilu, namun saat warga punya gawe. Biasanya warga ada yang meminta diputarkan film di layar tancap. ”Kepala Desa Kabongan Kidul Rokhani mendukung,” ujarnya.

Konsep wedding juga diusung di TPS 13 Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Pati. Petugas KPPS bahkan rela iuran menggunakan kocek pribadi menyewa dekor untuk mendesain TPS seperti pelaminan. Di pintu masuk TPS dipenuhi bunga-bunga. Sedangkan di dalamnya ada dipenuhi warga antre untuk mencoblos.

Mereka duduk di kursi mengantre untuk menunggu namanya disebutkan petugas dan masuk ke bilik suara. Uniknya, empat bilik suara itu berada di tengah-tengah hiasan dekor resepsi pernikahan. Keempat bilik dikelilingi hiasan bunga-bunga yang didominasi berwarna putih.

Di sela-sela pemungutan suara, sesekali ada remaja berswafoto dengan teman-temannya. Sebagian untuk koleksi pribadi dan di-upload di media sosial untuk mengikuti lomba selfie di TPS.

Ketua KPPS TPS 13 Moh. Syarofunnaim mengatakan, konsep TPS yang dihiasi dekor resepsi pengantin itu sengaja dibuat untuk menarik masyarakat untuk nyoblos. ”Kami mendesain TPS semaksimal ini supaya pemilih mau datang. Sebenarnya partisipasi masyarakat di sini tinggi. Tapi supaya partisipasi meningkat lagi, dibuatlah konsep ini,” katanya.

Tak hanya TPS yang unik, pemilih juga ada yang kreatif. Sulikan Sableh, warga Desa Mlati Lor, Kota, Kudus, salah satunya. Pria yang merupakan anggota komunitas sepeda Onto-Onto Tok (OOT) ini, datang ke TPS di SD 2 Mlati Lor dengan berpakaian ala prajurit perang. Seragam coklat muda dipadu kupluk yang warnanya sama. Ditambah untaian kalung peluru dan senapan laras panjang.

Bukannya ngeri. Para pengunjung TPS malah banyak yang tersenyum melihatnya. ”Ayo datang ke TPS. Jangan golput,” ujarnya sambil menatap kamera ponsel depannya untuk membuat vlog.

Selain itu, sepeda ontelnya juga diberi dekorasi khas pemilu. Seperti MMT bertuliskan ”nyoblos yes, golput no”. ”Biar berharap bisa mengajak warga tidak golput,” ujarnya. (vah)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:35:56 +0700
<![CDATA[Jelang Nyoblos, Warga Penganut Sedulur Sikep Gelar Tirakatan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132478/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan_m_132478.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan_m_132478.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132478/jelang-nyoblos-warga-penganut-sedulur-sikep-gelar-tirakatan

Ratusan warga penganut ajaran Sedulur Sikep atau Samin di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora, berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara.]]>

BLORA - Ratusan warga penganut ajaran Sedulur Sikep atau Samin di Dukuh Karangpace, Desa Klopoduwur, Banjarejo, Blora, berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara (TPS) kemarin. Salah satunya sesepuh sedulur sikep Mbah Lasiyo.

Dia berangkat dari kediamannya sekitar pukul 11.08. Berboncengan dengan istrinya, Waini. Selan dia ada juga beberapa warga lain. Juga naik sepeda motor langsung menuju TPS 004 Desa Klopoduwur.

Sampai di TPS mereka langsung menyerahkan surat undangan. Petugas pun mempersilakan menunggu antrean. Mbah Lasiyo mulai masuk bilik suara dan mencoblos sekitar pukul 11.28. Cukup cepat, meski ada lima surat suara dengan ukuran besar. Hanya butuh waktu 20 menit atau berakhir nyoblos pada 11.48. Usai nyoblos, Mbah Lasiyo menyempatkan diri berbincang bersama awak media.

Mbah Lasyio mengaku, dalam satu RT di Desa Klopoduwur ada 65-an KK Sedulue Sikep. Satu KK bisa tiga hingga empat orang. Saat nyoblos memang tak bareng semua. Sebab harus ke sawah untuk angon sapi.

Terkait pilihan, dia mengaku yang sudah dikenal. ”(milih) Pak Jokowi. Kangge DPR pundi seng kecandak (Buat DPR siapa saja yang bisa). Siapa mawon (siapa saja), kalau presiden pilih Jokowi,” ucapnya.

Menurutnya, sebelum pencoblosan, malam selasa kemarin, dia bersama puluhan Sedulur Sikep juga melakukan ritual di petilasan. Tujuannya untuk mendoakan pemimpin Indonesia. ”Tadi malam (kemarin malam, Red) tidak tidur. Tirakatan mendoakan supaya jadi. Mulai dari 09.00 hingga jam 02.00. Semoga semua baik. Supoyo ayem tentrem (Supaya bahagia dan tenteram),” ucapnya.

Dia menjelaskan, peserta tirakatan tak hanya dari Desa Klopoduwur. Namun juga dari Kecamatan Banjar, Karangtalun, Blora, dan Randublatung. Jumlahnya hampir mencapai 23 Sedulur Sikep.

Mbah Lasyio  berharap, siapapun pemimpin yang jadi diharapkan bisa peduli kepada rakyat. ”Kedah merduli duluripun lan anak putu sedoyo. Lan nyukani wawasan engkang sae. Mboten milih siji lan sijine. Kedah didaku sedoyo (Harus peduli duluripun dan anak cucu semua. Dan memberi wawasan yang baik. Tidak pilih satu dan satunya. Harus diakui semua),” harapnya.

Ketua KPU Blora Muhammad Hamdun mengaku, tak memiliki data pasti jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang berasal dari penganut ajaran Samin. Sebab, mereka tersebar di sejumlah kecamatan. Namun, jumlah DPT penganut ajaran Samin diperkirakan di masing-masing daerah dalam satu TPS sekitar 200-300 pemilih. ”Secara umum warga Samin sudah terbuka dengan segala macam proses administrasi. Mereka sudah memiliki KTP yang digunakan menjadi sarat menjadi pemilih,” imbuhnya.

Sementara itu, calon presiden (capres) fiktif Nurhadi turut berpartisipasi menggunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi kemarin. Tak banyak aktivitas yang dilakukan sosok yang sempat nge-hits berpasangan dengan cawapres Aldo ini. Dia nyoblos di TPS 15 di SD 1 Golantepus, Mejobo, Kudus.

Nurhadi datang ke TPS bersama istrinya, Ratmi dan dua anaknya, Nurhuda dan Najya. Ia tampak santai mengendarai motor Honda Astrea miliknya. Tak ada perlakuan spesial yang diberikan kepadanya. Nurhadi pun sempat menunggu sekitar 10 menit. Saat itu, pria yang berkumis ini, memilih memakai kaos putih bertulisakan ”Kontrol Komunitas Angka 10 (Kontrol)”.

Usai nyoblos, Nurhadi memilih untuk menyelupkan tinta di jari tengah tangan kanannya. Usai bertemu sejumlah awak media, ia memilih untuk langsung pulang. Kembali menjalankan rutinitasnya sebagai tukang pijat. ”Sebagai warga negara yang baik, saya menggunakan hak saya untuk nyoblos. Setelah itu ya kembali mijit seperti biasa,” katanya.

Terkait kaos bertuliskan ”Kontrol” dimaksudkan hidup ini harus terkontrol. Baik mengontrol diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan alasan mencelupkan jari tengahnya, ia bertutur, hal tersebut sebagai pembeda dari warga lain. Sebab, sebagai seorang capres ia tetap harus berbeda. ”Presiden kan harus istimewa,” katanya sambil tertawa dan memperlihatkan jari tengahnya dan tertawa lebar di depan TPS 15.

Sebagai warga negara yang taat sekaligus menjadi calon presiden meskipun fiktif, ia mengaku memiliki tanggung jawab untuk mengajak masyarakat agar tidak golput. Karena itu, ia pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu. Dengan harapan negara bisa semakin baik. ”Harapan saya, siapapun pemimpin yang jadi semoga bisa kerja sebaik-baiknya. Tanpa ada kecurangan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:19:26 +0700
<![CDATA[Meski Punya Keterbatasan, Penyandang Disibiltas Ini Semangat Nyoblos]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132476/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos_m_132476.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos_m_132476.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132476/meski-punya-keterbatasan-penyandang-disibiltas-ini-semangat-nyoblos

Muhammad Arif sudah tampak sudah siap di beranda rumah flat (rusunawa), di Desa Bakalan Krapyak, Kota, Kudus, sekitar pukul 07.00 kemarin. Raut mukanya segar.]]>

KUDUS - Muhammad Arif sudah tampak sudah siap di beranda rumah flat (rusunawa), di Desa Bakalan Krapyak, Kota, Kudus, sekitar pukul 07.00 kemarin. Raut mukanya segar. Ia habis mandi. Terkadang ia keluar masuk dari rumahnya. Mungkin sedang berkomunikasi dengan istrinya. Dari gerak-geriknya, Arif sudah terbiasa mobile menggunakan kursi roda. Lincah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00. laki-laki yang kesehariannya berjualan koran di Gang 4 Kudus ini, mulai bergegas menuju TPS tempat ia memilih. Lokasinya di Desa Krandon, Kota, Kudus. Kira-kira tiga kilometer. Ia tancap putar kursi roda menuju sepeda motornya.

Sepeda motor yang didapatkannya sejak 2016 itu, sudah di desain khusus memiliki tiga roda. Motor matik hitam bantuan dari komunitas Gerakan Bersedekah dan Bebas Riba Group (Gebbrag). Komunitas antiriba asal Kudus. Jok motor dihilangkan, diberi ruang untuk kursi roda. Sementara di sampingnya disediakan tempat untuk penumpang.

TETAP ANTUSIAS: Muhammad Arif yang berprofesi menjadi loper koran memasukkan surat suara ke kotak suara di TPS 03 di MA NU Banat Kudus kemarin. (MUHAMMAD ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Diputarnya katrol yang ada di sebelah kanan motornya. Perlahan motor tadi menurunkan jalan naik dari papan besi yang berada di belakang. Arif naik menanjak. Langsung saja ditancapkan gas motornya. Lajunya cukup kencang. Kira-kira 60 km per jam. Ia menyempatkan mampir ke agen koran Kudus Agency, timur Menara Kudus. Kesehariannya memang sebagai loper koran.

”Sendirian Rif, mau nyoblos dulu atau keliling?,” tanya penjaga agen koran itu sambil memberikan beberapa koran dan majalah. ”Nyoblos dulu,” sahut Arif. ”Pilih 01 apa 02?,” timpal penjaga agen koran. ”Pilih yang baik,” jawab Arif sambil tersenyum. Pria kelahiran 23 Maret 1986 ini kembali putar gas menuju TPS tempat dia memilih. Sampai di TPS banyak orang yang menyapanya. Mulai tentara, polisi, warga, hingga tukang parkir. Lokasinya di TPS 03 yang berada di MA NU Banat Kudus.

”Gak sama istri Rif,” tanya salah satu petugas KPPS. ”Istri saya masih ikut dapil Jepara,” sahutnya. Ia pun langsung menuju bilik suara. Sepertinya tidak ada kendala. Lima menit kemudian sudah selesai menggunakan hak pilihnya. Ini bukan kali pertama ia nyoblos. Sebelumnya ia sudah pernah ikut pemilu pilkada. Alasannya ikut menyemarakkan pesta demokrasi adalah untuk menyuarakan aspirasi.

Siapapun pemimpin yang jadi kelak, ia berharap agar komunitas difabel lebih diperhatikan. Arif juga sudah menentukan pilihan sebelumnya. Pilihannya murni dari hati nurani. Meskipun beberapa oknum mencoba merayunya dengan serangan fajar. ”Saya terang-terangan. Saya bilang (kepada pemberi serangan fajar, Red) ini (amplop, Red) saya terima. Tapi saya tidak mau nyoblos (caleg yang memberi amplop), karena saya sudah punya pilihan sendiri,” tegasnya. ”Saya inginnya DPR itu Dewan Pejuang Rakyat. Bukan Dewan Pemakan Rakyat,” imbuhnya. Oknum-oknum itu pun langsung putar badan, tak jadi memberikan amplop.

Selesai mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta, ia langsung keluar. Selama keluar banyak orang yang menyapanya. Arif pun menanggapi dengan ramah. Aktifitasnya dilanjutkan berkeliling mengantarkan koran ke pelanggan-pelanggan.

Selain Arif, penyandang disabilitas lain juga antusias nyoblos. Termasuk penyandang tuna netra di TPS 09 di SD 2 Mlati Lor, Kota, Kudus. Ada 21 tuna netra ikut memberikan suara mereka. Sekitar pukul 11.00, mereka berbondong-bondong menuju TPS bersama pendamping.

Sampai di TPS, mereka menuju bilik dengan pendamping. Perlahan tapi pasti, secara bergantian mereka mencoblos. Apabila tak didampingi, mereka juga masih bisa mencoblos dengan menggunakan bantuan template braile yang diletakkan di atas surat suara.

Kabidin, salah satu penyandang tuna netra mengaku tak ada kesulitan saat nyoblos. ”Tidak kesulitan. Tadi juga didampingi waktu pencoblosan,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Musjoko, penyandang tuna netra lain. Ia juga didampingi saat nyoblos. ”Harapan saya pemimpin yang adil dan jujur. Agar rakyatnya yang membutuhkan bisa terbantu,” ungkapnya.

Umar Yunansi, ketua TPS 09 Desa Mlati Lor mengatakan, pemilih tuna netra di TPS ini ada 21 orang. ”Kalau orangnya ada 48 (tuna netra, Red). Tapi yang meminta A5 21. Mereka ada yang tak nyoblos DPRD kabupaten, karena bukan asli Kudus,” katanya.

Penyandang disabilitas di Blora juga tak mau ketinggalan menggunakan hak pilihnya. Salah satunya Kandar, wakil komunitas Difabel Blora Mustika (DBM). Dia bersama sang istri datang ke TPS untuk nyoblos.

Sebelum berangkat, dia terlebih dahulu bersih-bersih dan mencukur kumis serta jenggotnya di belakang rumah. Tepatnya lokasi pembuatan batik difabel miliknya. Selanjutnya, nyeruput kopi sabil bincang-bincang bersama wartawan Jawa Pos Radar Kudus yang siap datang bersama ke TPS tempat pencoblosan. Juga menunggu istrinya mandi.

Kandar mengaku, pilihannya kepada capres yang sudah jelas memberikan perhatian besar kepada para penyandang disabilitas. Dia berharap, ke depan penyandang disabilitas bisa diperhatikan lebih baik lagi.

Sekitar pukul 08.38, Kandar dan istri berangkat ke TPS 02 di SMPN 3 Blora, Desa Kamolan, Kota Blora. Jalan kaki. Sekitar dua menit. Pukul 08.50 dia dipanggil petugas dan mengambil surat suara dan mencoblos di bilik suara. Dalam bilik, dia membutuhkan waktu sekitar sembilan menit. Maklum dia harus menyesuaikan dengan kondisi tubuhnya.

Kesulitan dihadapi saat hendak memasukkan surat suara hasil pencoblosan. Sebab, penempatan kotak suara memang agak tinggi dibanding TPS lainnya. ”Ketinggian, Mas. Seharusnya tak setinggi itu. Lebih rendah,” keluhnya. Dia mengaku, saat mencoblos juga ada kesulitan. Sebab kertas berukuran besar. Apalagi dia tidak memiliki kedua tangan.

Selanjutnya, Kandar menyelupkan bagian ujung tangannya ke dalam tinta. Sebab tak punya jari. Kemudian pulang.

Sementara itu, puluhan warga yang sedang menjalani rehabilitasi jiwa dan gangguan mental di Jalma Sehat Kudus kecewa. Sebab, tak bisa iku berpartisipasi dalam pemilu. Dari 40 warga yang dirasa mampu untuk menyalurkan hak suaranya itu, hanya satu yang menerima undangan C6 dari KPU.

Hal ini disampaikan Heru Sutiyono, ketua Yayasan Jalma Sehat. Dia mengatakan, satu pasien yang bisa menyalurkan hak suaranya itu bernama Mustian, 40. Pagi kemarin, Mustian masih mengikuti kegiatan di yayasan seperti warga lain. Ia mencoblos di TPS dekat tempat tinggalnya Desa/Kecamatan Bae, Kudus. Dia dijemput keluarganya.

Dikatakan, saat ini ada 46 warga yang sedang menjalani rehabilitasi jiwa dan gangguan mental di Jalma Sehat. Dari jumlah tersebut, ada 40 warga yang memiliki hak untuk memilih. Secara kondisi kejiwaan, ke-40 orang itu sudah bisa untuk mengikuti pemilu. ”Sudah normal. Beberapa kali saya melakukan diskusi dengan mereka. Hampir semuanya berkeinginan nyoblos,” tuturnya.

Pihaknya memang tak pernah didatangi KPU, baik terkait pendataan maupun sosialisasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Dalam Pasal 4 ayat 3  Peraturan KPU Nomor 11 Tahun 2018 tertulis pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) Huruf b, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Maka harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter. ”Kalau kami diminta untuk menyiapkan itu (surat keterangan dokter, Red) bisa. Tapi kami tidak diberi tahu,” imbuhnya. (vah)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 10:08:54 +0700
<![CDATA[Bagi-bagi Uang ke Warga, Dua Oknum Timses Caleg DPRD Ini Kena OTT]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132317/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott_m_132317.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott_m_132317.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132317/bagi-bagi-uang-ke-warga-dua-oknum-timses-caleg-dprd-ini-kena-ott

Jelang pesta demokrasi serentak, di Kudus diwarnai dengan dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu). Bawaslu dan Tim Gakkumdu melakukan OTT.]]>

KUDUS – Jelang pesta demokrasi serentak, di Kudus diwarnai dengan dugaan pelanggaran pemilihan umum (pemilu). Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kudus dan Tim Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dua orang yang bagi-bagi uang. Mereka berinisial AS dan AH.

Mereka diduga melakukan money politics kemarin malam (15/4) sekitar pukul 21.30 di RT 5/RW 4 dan RT 7/RW 1, Desa Temulus, Mejobo.

AS, 46, didapati beserta barang bukti berupa uang pecahan Rp 100 ribu. Dengan total Rp 4,6 juta. Selain itu, juga ada barang bukti kartu nama salah satu nama caleg DPRD Kabupaten Kudus dari dapil 4 (Mejobo, Bae, Undaan) sejumlah 198 amplop.

”Semua barang bukti tersebut sudah berada di dalam tas yang dibawa oleh AS,” kata Muh Wahibul Minan, ketua Bawaslu Kudus.

Sementara itu, AH, 50, telah didapati barang bukti uang pecahan Rp 100 ribu dengan jumlah Rp 5 juta. Ditemukan juga barang bukti daftar nama calon pemilih dan calon penerima uang. AH mengaku belum sempat membagikan. Namun uang yang dikasih dari caleg tersebut, sudah berada di dalam tas yang dipakainya.

Dari hasil investigasi, AS dan AH melakukan dugaan praktik politik uang atas instruksi dari salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus. Total barang bukti yang diamankan sejumlah Rp 9,4 juta. Dari dua tempat kejadian perkara (TKP) dalam satu desa.

”Pengakuan dari AS, dia sudah membagikan kepada 20 orang sekitar desa tersebut (Desa Temulus, Red) masing-masing Rp 20 ribu. Ada yang Rp 25 ribu per orang. Teknisnya satu keluarga ada tiga orang, empat orang itu dikasih Rp 100 ribu. Namun tidak ada uang pecahan dan tidak menggunakan amplop,” ujarnya.

AS dan AH terjerat Pasal 523 Ayat 2 Junto Pasal 278 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dengan sanksi pidana penjara maksimal empat tahun dan maksimal denda Rp 48 juta.

Selanjutnya perkara ini akan dinaikkan ke tahap klarifikasi. Tahap ini, akan dilaksanakan mulai 18 April. Maksimal batas waktu klarifikasi ini sampai 14 hari. Terhitung hari kerja.

”Kami panggil (caleg yang bersangkutan). Jadi, nanti yang akan kami lakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan, AH dan AS. Kemudian orang-orang yang telah menerima amplop. Termasuk kepada caleg yang bersangkutan,” katanya.

Setelah tahap klarifikasi, apabila nanti benar terbukti akan dibahas di Gakkumdu dalam pembahasan kedua. Kemudian akan dilakukan pelimpahan pada penyidik.

”Imbauan kami kepada peserta pemilu agar demokrasi lima tahun sekali ini, jangan dicederai dengan praktik-praktik seperti ini (money politics, Red),” tegasnya.

Demi mendapatkan informasi yang lebih lanjut, Jawa Pos Radar Kudus mencoba menghubungi nomor telepon petugas yang melakukan OTT. Namun nomor telepon petugas tersebut tak bisa dihubungi.

Di Jepara, bawaslu mendapatkan laporan dugaan dua kasus money politics. Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko mengatakan, sejak Senin (15/4) pihaknya juga melakukan patroli pengawasan hari tenang bersama dengan jajaran sampai tingkat bawah. ”Sampai sekarang (sore kemarin, Red) ada dua laporan,” katanya.

Dia merinci, laporan pertama di Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, yang dikabarkan ada pembagian amplop. Laporan kedua, ada informasi di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, ada pembagian sembako. Kedua laporan itu, baru dilakukan investigasi kebenarannya. ”Karena laporan hanya melalui telepon dan tak menyebutkan identitas,” ujarnya.

Meski begitu, aksi menggaet pemilih dengan cara tidak benar masih terus terjadi. Tak hanya bentuk uang, juga ada yang memberi sembako. Layaknya kegiatan santunan, sembako-sembako itu diantar para tim sukses ke rumah-rumah warga. Isinya beras, minyak goreng, dan dua bungkus mi instan.

Hal ini ditemukan di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo, kemarin dari salah satu caleg tingkat kabupaten. ”Kalau di sini ada yang kasih uang, ada juga yang kasih sembako,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dia menambahkan, uang dan sembako itu berasal dari caleg yang berbeda. Tapi keduanya merupakan caleg DPRD kabupaten. ”Partainya juga beda,” ungkapnya.

Di Rembang, bawaslu juga mulai mengendus money politics. Sayangnya identitas maupun daerah masih dirahasiakan. Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto saat dikonfirmasi mengamini adanya temuan indikasi politik uang itu. Informasi ini disampaikan salah satu panwascam melalui grup media sosial miliknya.

”Benar, Senin malam saya dikabari teman panwascam yang melapor adanya indikasi money politics. Panwascam itu, Selasa kami panggil untuk menanyakan kronologinya,” ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Selain dugaan money politics, bawaslu sebelumnya juga menyoroti netralitas aparatur sipil negara (ASN). Saat ini pihaknya sudah rampung menghubungi dua saksi. Kini masih ada satu saksi untuk memperkuat laporan oknum ASN. Kalau sudah makin menguat terlapor dipanggil.

Soal money politics ada yang unik di Grobogan. Di salah satu perumahan Kota Purwodadi, ada salah satu tim caleg mengedarkan amplop berisi uang Rp 20 ribu. Namun, serangan fajar itu ditolak warga. Sebab nominalnya kecil. Warga membandingkan sebelumnya sudah ada caleg yang memberikan Rp 50 ribu. ”Tadi pagi ada yang ngasih Rp 20 ribu. Lalu ditolak karena nominal kecil. Akhirnya tak jadi disebar,” kata Siti, warga Purwodadi.

Selain fenomena amplop dikembalikan. Jual beli pemberian besaran nilai amplop untuk juga dilakukan. Tak hanya caleg dalam satu partai tetapi juga caleg anter partai.

Beberapa warga yang menolak pemberian serangan fajar itu, karena sudah mempunyai pilihan. ”Maaf saya tak bisa menerima, sudah punya pilihan lain. Saya takut mengecewakan jika tidak memilih, karena isi amplopnya lebih banyak. Alihkan yang lain saja,” kata Anto, warga Purwodadi. (vah/gal)

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 07:02:27 +0700
<![CDATA[Kebanjiran, Sejumlah TPS di Pati Terpaksa Dipindahkan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132315/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan_m_132315.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan_m_132315.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132315/kebanjiran-sejumlah-tps-di-pati-terpaksa-dipindahkan

Beberapa wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir kemarin. Banjir yang menggenggenangi beberapa desa membuat tempat pemungutan suara (TPS) ikut terendam.]]>

PATI – Beberapa wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir kemarin. Banjir yang  menggenggenangi beberapa desa membuat tempat pemungutan suara (TPS) ikut terendam. TPS harus dibongkar dan dipindah, seperti di Desa Sunggingwarno, Kecamatan Gabus.

Seperti pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, Desa Sunggingwarno, Gabus, yang menjadi langganan banjir sudah kebanjiran sejak Senin (15/4) dini hari. Air mulai masuk permukiman dan menggenangi sawah. Banjir tak kunjung surut. Bahkan, ketinggian air naik. Air merendam jalan dan rumah sekitar 30-50 sentimeter. Sehingga TPS yang sudah dipasang harus dipindah.

Seperti di RT 5/RW 3, Desa Sunggingwarno, Kecamatan Gabus. TPS di daerah itu telah dipasang sejak Senin (15/4) siang dan malamnya mulai terendam air. Air yang menggenangi sekitar TPS tersebut, belum tinggi sehingga belum dibongkar. Karena air tak kunjung surut, akhirnya kemarin siang tenda TPS terpaksa dibongkar.

TARIK PEMILIH: PPS Pohlandak membikin TPS bertema literasi untuk menarik pemilih selain mencoblos juga membaca. (PPS DESA POHLANDAK FOR RADAR KUDUS)

TPS akan dipindah di halaman rumah warga yang tidak jauh dari lokasi awal. Sementara itu, satu TPS lainnya di RT 3/RW 2, Desa Sunggingwarno, tak dipindah meski terendam air. Namun, pemungutan suara dilakukan di dalam rumah di dekat TPS. Warga yang mengikuti proses pemungutan suara masih bisa mencoblos.

”Ada dua TPS yang terendam air di Desa Sunggingwarno, Gabus. Satu TPS sudah dibongkar dan dipindah di lokasi terdekat yang tidak kebanjiran. Sedangkan satu TPS lainnya yang terendam air tidak dibongkar. Proses pemungutan suara dilakukan di rumah warga dekat TPS yang tidak terendam. Semoga banjirnya surut,” tutur salah satu perangkat Desa Sunggingwarno, Ruli.

Selain desa itu, banjir juga terjadi di Desa Mintobasuki, Gabus. Ada satu TPS di RT 1/RW 2 yang terendam air. Pihak desa menggeser sedikit TPS yang terendam air di depan rumah warga yang tidak kebanjiran. Untuk TPS lain di desa setempat masih aman.

”Di Desa Mintobasuki, Gabus, hanya ada satu TPS yang terendam di daerah yang dekat dengan sungai Silugonggo. Meskipun digeser, namun beberapa warga yang akan mecoblos di TPS tetap melewati banjir karena jarak dari rumah ke TPS masih terendam banjir,” ujar salah satu perangkat Desa Mintobasuki, Budi.

Selain Kecamatan Gabus, banjir juga terjadi di beberapa wilayah di Kecamatan Kayen, Jakenan, Juwana, Trangkil, dan Tayu. Banjir terjadi setelah daerah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Saat ini logistik pemilu sudah didistribusikan di setiap desa. Pihak desa akan mendistribusikan ke TPS menjelang pemungutan suara.

Lain halnya di Rembang, berbagai upaya dilakukan penyelenggara pemilu untuk menarik minat pemilih agar menyalurkan suaranya. Salah satunya yang dilakukan panitia pemungutan suara (PPS) di TPS 1 Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur.

Untuk menarik minat pemilih sekaligus minat membaca, mereka berinisiatif membuat TPS bertema literasi. Ratusan buku beserta sejumlah rak disiapkan panitia di ruang tunggu untuk mengisi waktu. Selain untuk mengusir kejenuhan, diharapkan dengan membaca buku para pemilih juga timbul kesadaran akan pentingnya membaca.

Berbagai tema buku dapat ditemui di rak-rak tersebut. Ada buku cerita, buku khusus untuk anak-anak yang bergambar, majalah, serta buku-buku umum. Ratusan buku itu diambil dari perpustakaan desa serta dari panitia yang memiliki buku di rumah.

”Tujuannya untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. Jumlah surat suaranya banyak. Jadi, untuk menghindari kejenuhan, disiapkan buku,” tutur Shofi Ahmad Husnan, PPS Desa Pohlandak kemarin.

Shofi menambahkan, minat baca di desa tersebut sama seperti desa-desa lain. Karena itulah, dengan hadirnya TPS literasi itu, diharapkan minat baca buku masyarakat semakin baik. ”Minatnya sekarang membaca media sosial. Lha, ini agar membaca buku juga,” tambahnya.

Selain menyiapkan buku, para panitia juga akan mengenakan pakaian dengan setelan batik tulis. Sebab, hal itu menjadi ciri khas pakaian warga Pancur dan Lasem. Apalagi beberapa hari lagi peringatan kelahiran RA Kartini.

Sementara itu, KPU Rembang hingga kemarin sore memastikan seluruh logistik telah dikirimkan ke PPS masing-masing desa. Komisioner KPU Rembang Maskutin menyebut tak ada kendala berarti dalam proses pengiriman logistik. ”Sudah terdistribusi ke semua PPS,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:52:23 +0700
<![CDATA[Asal Punya Rekom Dokter, ODGJ Bisa Ikut Nyoblos Pemilu, Ini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132150/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya_m_132150.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya_m_132150.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132150/asal-punya-rekom-dokter-odgj-bisa-ikut-nyoblos-pemilu-ini-alasannya

Pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya berdasarkan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2018 masuk daftar pemilih. Namun, ada beberapa ketentuan membolehkan.]]>

KUDUS - Pemilih yang sedang terganggu jiwa atau ingatannya berdasarkan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2018 masuk daftar pemilih. Namun, ada beberapa ketentuan yang memperbolehkan mereka nyoblos. Di antaranya kondisi jiwanya stabil dan paham pemilu. Kemudian disertakan bukti keterangan dokter yang merawat.

Namun, ketentuan tersebut belum ada sosialisasi ke tempat rehabilitasi orang gangguan jiwa. Seperti yang disampaikan Bambang, pengelola panti rehabilitasi Jalma Sehat. Pihaknya sampai sekarang belum ada orang yang datang menyampaikan kriteria orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

”Saya mendengar informasi tersebut, tapi hingga sekarang belum ada yang sosialisasi pencoblosan di Jalma Sehat. Kalau tahun lalu orang yang kami rawat tidak ada yang nyoblos. Ini ada info terbaru tapi belum tahu kejelasannya,” ungkapnya.

Berbeda dengan rumah sakit yang yang memiliki bangsal jiwa. Di situ sudah ada sosialisasi dan penjelasan dari KPU. Direktur RSDU dr Loekmono Hadi Kudus dr Aziz Achyar menmbenarkan ada ODGJ yang masuk daftar pemilih. Tapi dengan kriteria tertentu.

”Hanya untuk gangguan tertentu. Pasien yang dirawat pada ruangan bangsal jiwa di RSUD tetap tidak bisa nyoblos. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada petugas KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara) yang keliling ke rumah sakit untuk mendatangi pasien untuk nyoblos, kecuali ruangan bangsal jiwa yang tidak memilih,” terangnya.

Di Jepara, pasien dengan gangguan jiwa tak ada yang mendapat rekomendasi atau masuk daftar pemilih. Direktur RSUD RA Kartini Dwi Susilowati melalui Bidang Humas Karnoto mengatakan, pasien gangguan jiwa yang dirawat di Ruang Seruni RSUD RA Kartini tak ada yang direkomendasikan oleh dokter jiwa untuk ikut mencoblos.

Berbeda dangan di Rembang. Setidaknya ada 181 pemilih dari kalangan disabilitas tunagrahita atau ODGJ yang bisa menyalurkan hak pilihnya pada 17 April besok. Jumlah itu sekitar 19 persen dari jumlah total ODGJ.

Komisioner KPU Rembang Maskutin menyebutkan, jumlah ODGJ tersebut mereka yang sudah mendapat rekomendasi dari dokter. Mereka pun akan mendapat pendampingan dari pihak keluarga saat mencoblos. ”Pemilih itu nanti didampingi keluarganya. Nanti mengisi form C3," paparnya kemarin. Pihaknya memastikan seluruh kelompok disabilitas sudah menerima sosialisasi. Tugas pendamping hanya mendampingi, tidak mencobloskan.

Sementara itu, Humas RSUD dr R Soetrasno Rembang Nurdin Fahrudin mengungkapkan, pihaknya tak memiliki pasien ODGJ yang rawat inap. RSUD membuka layanan jiwa setiap hari Selasa dan Kamis. ”Logikanya pada saat pencoblosan tidak ada yang di RS. Karena coblosan hari Rabu," ungkapnya.

Di Grobogan, terutama di Ruang Rosella RSUD dr R Soedjati yang menampung ODGJ belum menerima sosialisasi. Dokter kejiwaan RSUD dr R Soedjati dr Tarno menuturkan, ODGJ seharusnya memiliki hak yang sama dengan warga negara lain. Dari 25 jumlah pasien yang berada di Ruang Rosella saat ini hampir seluruhnya masuk kategori bisa memilih. Hanya enam pasien yang per kemarin dikategorikan tidak bisa memilih.

”Keadaan pasien bisa berubah-ubah setiap waktu. Saat ini memang ada 19 pasien yang dikategorikan bisa memilih. Namun, mereka belum tentu dapat nyoblos nantinya. Karena harus kondisinya stabil dan tenang. Sedangkan enam pasien lain, ada yang baru datang bahkan ada yang sedang dirawat intensif. Jadi, kondisinya masih bingung dan tak memungkinkan menggunakan hak pilih,” jelasnya.

Menurutnya, penetapan kapasitas ODGJ untuk menggunakan hak pilihnya tidak didasarkan pada diagnosis maupun gejalanya. Melainkan didasarkan pada kapasitasnya untuk memahami tujuan pemilu, alasan berpartisipasi, dan pemilihan calon. Sehingga pihaknya juga tak akan mengeluarkan surat rekomendasi kesehatan. ”Kalau misal nantinya mereka bisa memilih. Kemungkinan fasilitas akan disediakan dari KPU. Biasanya akan ada TPS keliling,” tambahnya.

Komisioner KPU Grobogan bagian Perencanaan Data dan Informasi Muhammad Machruz menuturkan, hari ini petugas KPU baru akan melakukan pendataan di Ruang Rosella RSUD. ”Kalau di Panti Sonorumekso kami sudah melakukan pendataan beberapa waktu lalu. Hasilnya memang nihil, karena mereka hanya sebentar berada di panti. Sedangkan, untuk pasien ODGJ di RSUD rencananya H-3 akan didata. Setelah mendapatkan rekomendasi dokter, kemungkinan kami akan dibuka TPS keliling di sana. Jadi petugas keliling ke bangsal-bangsal, termasuk di Ruang Rosella,” ujarnya.

ODGJ di Kabupaten Blora bisa dipastikan tak akan ada yang mencoblos di RSUD dr R Soetijono Blora. Sebab, dari 80-100 orang, semuanya berstatus rawat jalan. Selain itu, jadwal pelayanan untuk ODGJ hanya sepekan sekali pada Sabtu. Kepala Bidang Pelayanan RSUD Soetijono Blora Jamil Mukhlisin mengaku, pasien ODGJ rawat inap tak ada.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:15:06 +0700
<![CDATA[Minta Dukungan Warga, Caleg Bagi-bagi Suvenir hingga Jurus Tangis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132143/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis_m_132143.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis_m_132143.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132143/minta-dukungan-warga-caleg-bagi-bagi-suvenir-hingga-jurus-tangis

Sejumlah upaya ditempuh calon legislatif (caleg) agar mendapatkan suara dalam Pemilu 2019. Tak hanya bagi-bagi amplop berisi uang. Namun ada yang berupa suvenir]]>

REMBANG – Sejumlah upaya ditempuh calon legislatif (caleg) agar mendapatkan suara dalam Pemilu 2019. Tak hanya bagi-bagi amplop berisi uang. Namun ada yang berupa suvenir, makanan, jurus tangis. Pemberian uang pun ada yang sistem paketan. Jadi, satu amplop untuk caleg DPRD kabupaten/kota, DPRD provinsi, dan DPR Republik Indonesia (RI) alias pusat.

Di antara caleg yang bagi-bagi suvenir ada di Rembang. Uniknya, masyarakat ada yang menolak. Ada juga yang terpaksa diterima sebab ditangisi.

Pembagian suvenir ini, seperti di Kecamatan Lasem. Suvenirnya berupa mug dari caleg provinsi dan RI. Suvenir tersebut diselipi stiker untuk mencoblos sesuai arahan dalam gambar.

Suvenir mulai dibagikan saat hari tenang Minggu (14/4) lalu. Begitupun dengan bagi-bagi amplop ada yang lebih awal, Jumat (12/4) lalu. Namun rata-rata Sabtu dan Minggu. Di Kota Garam rata-rata yang memberikan dari caleg kabupaten.

KST, 40, warga yang berdomisili di Kecamatan Rembang Kota menerima amplop pada Sabtu (13/4) lalu. Jika ditotal keluarganya mendapat Rp 500 ribu. Tapi ia tak menerima amplop itu. Dia mengaku, walaupun yang menyerahkan masih kerabat, alasannya suap dengan skala kecil dapat berpotensi nantinya mereka korupsi. ”Keluarga saya menolak (pemberian money politics). Tidak tahu untuk tetangga,” akunya.

Hal lain diutarakan YNI, warga yang sama-sama tinggal di Rembang Kota. Dia Minggu sore didatangi tetangga yang juga suami caleg DPR kabupaten. Dia meminta dukungan untuk memilih istrinya pada 17 April mendatang.

Selain itu dengan jurus menangisi dirinya menyodorkan dua amplop. Isinya satu amplop Rp 50 ribu gabungan caleg DPR RI yang kebetulan satu partai. ”Saya ingin mengembalikan, tapi suami caleg itu bilang untuk beli teh dan kopi. Kami serba pekewoh, karena dengan tetangga sendiri. Ditangisi juga,” katanya.

Lain halnya dengan pria 35 tahun yang denggan dikorankan namanya yang merupakan koordinator timses salah satu caleg. Dia mengaku di Kecamatan Kaliori dan Sumber sudah menyebar amplop. Untuk yang caleg DPRD kabupaten rata-rata Rp 50 ribu. Namun bagi warga tertentu bisa dua hingga tiga lipat.

Sedagkan dari caleg DPR RI jumlahnya variatif. Paling kecil Rp 20 ribu paling besar Rp 50 ribu. Namun penyebarannya khusus untuk kerabat dan tetangga. Sementara untuk capres hingga kemarin belum ada yang memberikan.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rembang Totok Suparyanto saat dimintai komentar reaksi tentang bagi-bagi amplop, dirinya belum mengantongi data valid. Kami belum bisa membuat justifikasi suatu perbuatan itu money politics. ”Penyelenggara pemilu sudah semaksimal mungkin melakukan pencegahan. Sukses tidaknya melawan money politics juga bergantung dari masyarakat,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Sementara di Kabupaten Jepara, jika hari sebelumnya banyak ditemukan aksi bagi-bagi uang di daerah pemilihan (dapil) 4 (Kecamatan Mayong, Welahan, dan Nalumsari), kemarin bagi-bagi uang juga mulai banyak ditemukan di dapil 1 (Kecamatan Jepara, Tahunan, Kedung, dan Karimunjawa).

Tak sebagaimana di dapil 4, bagi-bagi uang di dapil 1 ada yang dilakukan dengan sistem paket. Yakni untuk DPRD tingkat kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI dijadikan satu dalam amplop. Uang yang dibagikan mencapai Rp 100 ribu per orang.

Salah satu warga Desa/Kecamatan Tahunan yang tak mau disebut namanya mengatakan, pagi kemarin dia mendapatkan amplop dari salah satu tim sukses caleg. ”Diberi uang Rp 100 ribu diminta nyoblos tiga orang. Yakni DPRD kabupaten, DPRD provinsi, dan DPR RI,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia melanjutkan, tiga caleg yang disebut itu berasal dari partai yang berbeda. ”Untuk DPRD kabupaten dan DPR RI dari partai yang sama. Namun untuk DPRD provinsi partainya berbeda,” tuturnya.

Tak hanya mendapatkan amplop sepaket itu, dia juga mengaku mendapatkan amplop dari caleg DPRD kabupaten lain. ”Kalau orang-orang biasa dikasih Rp 20 ribu. Tapi kalau masih saudara katanya diberi isi Rp 50 ribu,” tuturnya.

Di Desa Kerso, Kecamatan Kedung, aksi bagi-bagi uang juga sudah mulai banyak dilakukan. Salah satu warga mengatakan, dia mendapatkan amplop dari caleg DPRD kabupaten pagi kemarin. ”Dari caleg nomor urut 1 salah satu partai yang cukup populer. Nilainya Rp 50 ribu,” katanya.

Menanggapi banyaknya aksi bagi-bagi uang jelang pemungutan suara, Ketua Bawaslu Sujiantoko mengatakan, sampai kemarin laporan masuk maupun temuan terkait money politics belum ada. ”Di hari tenang ini, kita gencarkan patroli pengawasan penuh waktu. Dengan harapan sebagai langkah pencegahan,” ungkapnya. ”Kami beserta Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) mulai standby 24 jam. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan pelanggaran yang masuk. Termasuk politik uang,” imbuhnya.

Di Kudus, mendekati hari H pencoblosan, penyebaran amplop di masyarakat semakin marak. Kemarin malam hingga siang masih terus terjadi ”serangan” itu. Di antaranya yang diterima BN, warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae. Dia mengaku, didatangi salah seorang timses caleg DPRD kabupaten di rumahnya. Dia diberi amplop berisi uang Rp 50 ribu. Di rumahnya mendapat lima amplop. ”Anggota keluarga memang ada lima yang nyoblos. Jadi, totalnya Rp 250 ribu. Kemungkinan menjelang hari lebih H banyak amplop lagi,” katanya.

Hal senada diungkapkan DS, warga Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. Dia diberi amplop berisikan uang Rp 30 ribu dari caleg DPRD kabupaten. Saat membagikan amplo itu, timses sudah mengantongi data pemilih. ”Pembagiannya Selasa malam setelah maghrib,” ungkapnya.

Ketua Bawaslu Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, masyarakat yang mendapati penyebaran politik uang diharapkan melapor ke bawaslu kabupaten maupun tingkat desa. Dia akan menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Sampai saat ini pihaknya telah melakukan patroli hingga tingkat desa. Hanya, belum mendapati temuan dan aduan dari masyarakat.

Minan menambahkan, jika ada temuan pelanggaran politik uang, pihaknya akan memastikan ada sanksi pidana. Sanksi itu diatur diatur dalam Pasal 5 Nomor 23 Undang-Undang 2017. Yang menyatakan, kampanye saat masa tenang dikenakan sanksi pidana empat tahun. Kemudian untuk denda dikenakan Rp 48 juta. Sedangkan pelanggaran yang terjadi di hari H, siapapun orang yang membagikan politik uang dikenakan pidana satu tahun dan denda Rp 12 juta.

Selain uang, di Desa Loram Wetan, Kecamatan Jati, ada caleg kabupaten yang membagikan makanan. Layaknya orang mantu. Namun, pembagiannya tak merata. Hanya di sekitar rumah caleg tersebut.

Berbeda halnya di Pati. Warga yang memilih mencoblos caleg yang memberikan uang tersebut dan tidak menerima uang dari caleg lain. Berdasarkan pantauan kemarin, di Kecamatan Wedarijaksa masih ada pembagian uang kepada warga. Uang diberikan timses yang merupakan keluarga caleg. Satu caleg memberikan uang Rp 20-30 ribu. 

Salah satu warga Wedarijaksa WS, 55, mengaku menerima uang tersebut. ”Menerima uang berarti harus memilih caleg yang memberikan uang itu. Saya tak ingin menerima uang dari caleg lain. Baik caleg kabupaten, provinsi, maupun DPR RI. Namun belum ada dari capres (calon presiden). Meski tak ada (capres) yang memberi uang saya pasti akan memilih, karena punya jagoan,” imbuhnya.

Sedangkan di Grobogan, serangan fajar sudah hampir merata dilakukan caleg DPRD kabupaten. Sedangkan caleg dari DPRD provinsi dan DPR RI hanya di sejumlah kecamatan. EA, warga Kota Purwodadi mengaku, keluarganya sudah mendapatkan tiga amplop dari tiga caleg. ”Dari caleg DPRD kabupaten berisi Rp 50 ribu, caleg DPRD provinsi Rp 20 ribu, dan caleg DPR RI Rp 20 ribu. Dari caleg DPRD kabupaten sudah H-3 lalu, Mas. Kalau caleg provinsi dan caleg DPR RI baru hari ini (kemarin, Red),” katanya.

Hal sama juga diungkapkan AE warga Kecamatan Klambu. Dia bersama warga lain dijanjikan mendapatkan uang amplop atau serangan fajar sebelum pencoblosan berlangsung. ”Kemarin (Minggu, Red) ada tim sukses dari celag DPRD Grobogan, provinsi, dan DPR RI mendata. Tetapi belum mendapatkan hingga sekarang (kemarin, Red),” katanya.

Menurutnya hingga sekarang warga masih menunggu serangan fajar. Sebab, ada tim sukses yang sudah menjanjikan. Apalagi sudah ada pendataan. ”Informasinya, dari dapil lain ada yang dikasih Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, sampai Rp 50 ribu,” terangnya.

Agung warga Pengkol, Kecamatan Penawangan, juga mengaku belum mendapatkan serangan fajar. Dia bersama keluarga dan tetangganya masih menunggu jika ada serangan fajar atau pembagian amplop. ”Kalau diberi tetap diterima. Masalah nyoblosnya nanti terserah kami,” tandasnya.

Anggota Bawaslu Grobogan Agus Purnama mengaku, hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya serangan fajar. Jika ada warga yang melaporkan, pihaknya akan menindaklajuti. Sebab, serangan fajar melanggar Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. ”Kami dengan senang hati menerima laporan masyarakat. Jika ditemukan barang bukti, akan segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Bawaslu Kabupaten Blora juga menyatakan belum bisa mengendus money politics. Padahal marak terjadi. Sebaliknya, bawaslu meminta kalau ada data bisa diserahkan ke bawaslu. Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu Blora Lulus Mariyonan. Dari jumlah 3.413 personel yang dimiliki belum ada yang melaporkan adanya praktik terlarang tersebut.

Lulus mengaku, tidak ada rencana bagi personel bawaslu untuk stanby di rumah paslon maupun tim sukses. ”Upaya pencegahan itu ada, yaitu selalu koordinasi. Kemudian berjejaring dengan masyarakat dan lainnya untuk mengumpulkan informasi,” terangnya.

Hingga kemarin, pihaknya megaku baru ada informasi sedikit sekali. Belum bisa gamblang. Baru lihat dari media sosial berupa foto. ”Baru minta yang nge-share dan belum ada tanggapan,” tegasnya.

Warga Kecamatan Jepon mengaku yang tak mau disebut namanya mengaku, Sabtu lalu sudah ada sembako dari caleg. Untuk uangnya belum ada. Diperkirakan tadi malam. ”Kemarin beras 2 kg dan minyak setengah liter,” ucapnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:04:26 +0700
<![CDATA[KPU: Kekurangan Lima Ribu Surat Suara Dikirim Hari Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131962/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini_m_131962.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini_m_131962.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131962/kpu-kekurangan-lima-ribu-surat-suara-dikirim-hari-ini

Logistik untuk Pemilu 2019 yang masih kurang sebanyak 5.000 ribu surat suara akhirnya terpenuhi, Sabtu (13/4) lalu. Hingga kemarin masih dilakukan pengepakan.]]>

KOTA – Logistik untuk Pemilu 2019 yang masih kurang sebanyak 5.000 ribu surat suara akhirnya terpenuhi, Sabtu (13/4) lalu. Hingga kemarin masih dilakukan pengepakan. Rencananya, Senin (15/4) (hari ini) bakal dirikim ke kecamatan tujuan.

”Hari ini (kemarin) baru pengepakan. Kalau nggak malam ini ya besok pagi (hari ini) kami droping sisanya,” paparnya kemarin.

Sebagaimana diketahui, setelah dipastikan logistik masih kurang, KPU Rembang akhirnya mengambil sendiri kekurangan logistik ke Jakarta. Sebab, dikhawatirkan pengiriman terlambat mengingat coblosan tinggal beberapa hari.

Berdasarkan catatan Bawaslu Rembang, ada lebih dari 5 ribu surat suara yang kurang. Yakni terdiri dari suarat suara untuk Pilpres; caleg DPRD kabupaten dan, DPRD provinsi.  

Sementara itu, jumlah pemilih pindah TPS juga bertambah hingga ratusan menyusul ditambahnya waktu pengurusan pindah pemilih. Berdasarkan data KPU Rembang, jumlah pemilih yang mengurus form A5 pun totalnya mencapai ribuan.

Rinciannya, 966 pemilih yang masuk atau akan memilih di Rembang, serta 1.681 pemilih asal Rembang yang akan memilih di luar Rembang. Apabila ditotal, maka jumlahnya mencapai 2.647 pemilih. Jumlah itu naik dari sebelumnya menyusul tambahan tiga pekan yang telah ditetapkan KPU.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:17:07 +0700
<![CDATA[Genjot Partisipasi Pemilu, KPU Gandeng Artis Dangdut Rena KDI]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131958/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi_m_131958.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi_m_131958.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131958/genjot-partisipasi-pemilu-kpu-gandeng-artis-dangdut-rena-kdi

Panggung hiburan sosialisasi pemilihan umum 2019 kembali digelar KPU Rembang. Kali ini, lokasinya di objek wisata Pantai Karangjahe, Rembang.]]>

KOTA – Panggung hiburan sosialisasi pemilihan umum 2019 kembali digelar KPU Rembang. Kali ini, lokasinya di objek wisata Pantai Karangjahe, Rembang. Kegiatan untuk mendongkrak partisipasi pemilih tersebut dimeriahkan oleh artis dangdut Rena KDI.

Rena yang mengenakan setelah hitam langsung menghangatkan penonton dengan lagu banyu langit. Setidaknya lebih dari 30 menit artis dangdut asal Jawa Timur menghibur wisatawan. Selain menyanyikan lagu anyar, biduan nasional ini menyosialisasikan gerakan sadar pemilu.

Rena mengajak masyarakat berbondong-bondong datang di TPS. Ia tidak ingin nanti tanggal 17 April mendatang masyarakat pemilih golput. Makanya ia mengharapkan semua menyalurkan suara.

”Semoga tidak ada golput. Semoga semua menyumbangkan suara, jujur dalam hati dan apapun hasil pemilu dapat menerima dengan baik,” harapan Rena disela-sela sosialisasi yang digandeng KPU Rembang.

Sementara itu ketua KPU Rembang, M. Ika Iqbal Fahmi menyampaikan panggung hiburan dengan bintang tamu Rena KDI merupakan bagian sosialisasi ke masyarakat. Khususnya di objek-objek wisata yang memiliki kunjungan wisatawan banyak.

”Kami sasar pengunjung wisatawan agar mereka menyalurkan suaranya pada hari Rabu tanggal 17 April mendatang,” ujarnya.

Pihaknya berharap kehadiran Rena KDI mampu menjadi motivasi dan magnit dalam sosialisasi pemilihan umum 2019. Selain itu, persiapan teknis pengiriman logistik. Sebelumnya sudah di distribusi kotak suara di semua PPK tingkat kecamatan.

Saat ini teman-teman PPK sudah mendistribusikan logistik ke desa-desa. Pihaknya menargetkan hari Selasa sudah turun di TPS masing-masing. “Totalnya ada lima di tiap TPS, Rembang sebanyak 2.171 TPS. Begitupun surat suara. Sebelumnya ada susulan dikarenakan beberapa waktu lalu ada penggantian yang rusak. Sehingga harus disusulkan. Dengan total surat suara hampir 2,5 juta dengan rata-rata hampir 500 ribuan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:07:30 +0700
<![CDATA[Quick Count Boleh Salah, Tidak Boleh Berbohong]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131957/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong_m_131957.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong_m_131957.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131957/quick-count-boleh-salah-tidak-boleh-berbohong

PERHELATAN politik nasional lima tahunan tinggal menghitung hari. Dua hari lagi tepatnya Rabu (17/4) masyarakat Indonesia sudah berhak menggunakan hak pilihnya.]]>

PERHELATAN politik nasional lima tahunan tinggal menghitung hari. Dua hari lagi tepatnya Rabu (17/4) masyarakat Indonesia yang sudah berhak menggunakan hak pilihannya akan melakukan pemilihan anggota legislatif serta Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu 2019 ini terasa istimewa karena untuk pertama kalinya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif dilakukan secara serentak.

Berbicara mengenai penghitungan cepat (quick count), masih jelas diingatan kita akan kontroversi quick count yang terjadi  saat Pilpres 9 Juli 2014. Dari 11 lembaga survei (yang tercatat di KPU, red) independen yang melakukan hitung cepat suara, 7 lembaga diantaranya menyatakan pasangan Jokowi-JK menang, sedangkan 4 lembaga menyatakan pasangan Prabowo-Hatta menang. Masyarakat dibuat bingung oleh hasil yang dirilis lembaga survei yang sudah terdaftar di KPU saat itu.

Bulan Maret 2019, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan telah merilis 33 nama Lembaga Survei yang telah terverifikasi yang nantinya memiliki kewenangan untuk melakukan dan menampilkan quick count Pilpres 2019.

Pada detik-detik terakhir pada masa tenang Pilpres 2019, semarak lembaga survei merilis hasil survei elektabilitas masing-masing pasangan calon (paslon). Lembaga survei yang mau dibeli oleh salah satu tim sukses pemenangan dengan berbagai cara akan berusaha menggiring opini masyarakat sehingga mau memilih paslon jagoannya. Apakah lembaga survei maupun peneliti akan mengobral harga diri dan profesionalismenya? Apakah quick count Pilpres 2019 akan mengalami kontroversi dan kegaduhan kembali?. Harapan kita tentu tidak ingin kondisi tersebut terulang kembali.

Kredibilitas lembaga survei, peneliti dan statistisi sempat tercoreng pada masa itu (pemilu 2014, red) karena hasil quick count dan analisis elektabilitas dapat diorder sesuai rupiah yang digelontorkan konsumennya untuk mempengaruhi opini masyarakat. Kondisi ini sangat berbahaya dan bertentangan dengan prinsip-prinsip keilmuan statistik. Jadi, haruslah diingat bahwa quick count bukanlah hasil resmi sehingga tidak dapat disikapi sebagai hasil resmi, namun masyarakat berhak mengetahui dan masyarakat dengan kesadaran penuh bahwa hasil yang resmi dan berlaku adalah hasil yang akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sesuai dengan jadwal yang ditentukan, namun banyak masyarakat yang menunggu hasil quick count tersebut begitu pemungutan suara selesai dilakukan.

Mengenai quick count, salah satu prinsip dasar statistik adalah menyediakan prosedur praktis untuk menduga karakteristik suatu populasi (hasil Pilpres KPU) melalui pendekatan karakteristik sampel (hasil Pilpres quick count). Beberapa literatur mengungkapkan sumber data yang baik sangatlah diperlukan sebagai pondasi dalam setiap pengambilan kesimpulan/keputusan. Agar kesimpulan/keputusan yang diambil tepat bagi masyarakat, maka data yang digunakan haruslah data yang baik dan bukan data hasil kebohongan.

Namun, bagaimana kita mengatakan bahwa hasil quick count Pilpres 2019 dapat  menduga dengan baik (mendekati kebenaran) hitungan Pilpres official KPU?  Maka data sampel yang digunakan sebagai bahan dasar quick count haruslah data yang baik, bukan data bohong sesuai orderan kelompok tertentu.

Berbicara data hasil pilpres mana yang lebih akurat antara quick count dan real count, maka kita harus mengetahui filosofi asal data dari kedua metode tersebut.

Dalam ilmu statistik, metode quick count yang mengambil sebagian data dari populasi untuk menyimpulkan data populasi disebut survei. Inti dari survei adalah ukuran sampel dan teknik pengambilan sampel. Sehingga pertanyaannya adalah apakah jumlah TPS yang diambil oleh lembaga survei sudah memenuhi syarat? Apakah TPS yang menjadi sampel sudah tersebar secara proporsional keseluruhan wilayah Indonesia?. Perlu diketahui bahwa suatu survei memiliki tingkat kesalahan yang terdiri dari sampling error (kesalahan yang berkaitan dengan pengambilan sampel)  dan non sampling error (lebih condong kepada kesalahan manusia dalam menginput data). Untuk real count atau istilah statistik adalah data sesungguhnya. Metode ini juga mempunyai tingkat kesalahan namun hanya bersumber dari non sampling error.

Perlu diketahui bahwa syarat-syarat data (quick count) yang baik adalah 1). Objektif artinya data (quick count) harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya (data sampel harus sesuai hasil TPS/Tempat Pemungutan Suara). 2) Representatif artinya data yang diamati harus mampu mewakili objek populasi di TPS yang kita amati. 3). Sampling Error yang kecil maksudnya adalah metode yang digunakan memiliki tingkat kesalahan yang kecil. Semakin kecil nilai sampling errornya, maka akan semakin baik estimasi data yang dihasilkan. 4). Up to date artinya data yang digunakan harus sesuai dengan waktu penelitian. 5). Relevan maksudnya data yang digunakan harus memiliki keterkaitan dengan objek populasi yang akan diteliti. Syarat nomor 1,2, dan 3 disebut juga sebagai syarat data yang reliable (dapat diandalkan), sedangkan syarat nomor 4 dan 5 lebih menunjukkan manfaat atau kegunaan data tersebut. Data sampel quick count yang baik akan mampu menghasilkan kesimpulan penaksiran yang baik terhadap hasil penghitungan suara Pilpres yang resmi oleh KPU.

Ada slogan statistisi yang menyatakan ‘statistik itu boleh salah tapi tidak boleh berbohong’. Slogan ini memiliki makna yang sangat dalam bagi kredibilitas lembaga survei, peneliti dan statistisi. Jadi, apakah empat hasil quick count lembaga survei tersebut “salah” ataukah “berbohong”?. Bila hasil tersebut keliru akibat sebuah kesalahan data, maka dalam koridor slogan masih bias dimaklumi karena maknanya dilakukan secara tidak sengaja dan dapat diperbaiki untuk menghasilkan kesimpulan atau opini yang benar. Sedangkan bila hasil tersebut keliru akibat suatu kebohongan maka dengan tindakan tersebut tidak dapat dimaklumi karena secara sengaja telah memberikan kesimpulan atau opini yang salah.

Begitu bermanfaatnya data dan statistik, maka seluruh masyarakat diharapkan mulai sadar statistik dengan memberikan data yang benar (objektif), bukan memberikan data dari kebohongan. Bagaimana dengan kredibilitas survei elektabilitas saat ini? Dan, bagaimana pula ramainya quick count Pilpres 17 April 2019? Mari kita akan catat kembali sejarah mereka dalam menjaga harga diri dan profesionalisme dari lembaga survei dan peneliti yang ada saat ini.

Objektivitas lembaga yang melakukan survei dan penghitungan cepat (quick count) haruslah independen dan tidak dimaksudkan untuk menguntungkan salah satu paslon pemilu sehingga lembaga survei yang mengumumkan hasil survei dan penghitungan cepat (quick count) harus tetap bertanggung jawab, baik secara ilmiah maupun secara hukum. Jadi tidak ada kebohongan kepada publik. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 14:02:36 +0700
<![CDATA[Jelang Pemilu 2019, Ini Alasan Warga Tetap Terima Amplop]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131928/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop_m_131928.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop_m_131928.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131928/jelang-pemilu-2019-ini-alasan-warga-tetap-terima-amplop

Di Kabupaten Pati pembagian amplop sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu atau Sabtu (13/4). Mulai dari caleg tingkat pusat sampai daerah tingkat I dan II.]]>

PATI - Di Kabupaten Pati pembagian amplop sudah berlangsung sejak akhir pekan lalu atau Sabtu (13/4). Mulai dari caleg tingkat pusat sampai daerah tingkat I dan II. Triknya sama saja. Mengais simpati pemilih dengan membagi amplop berisi uang. Pembagian amplop disertai dengan stiker. Yang menunjukkan si penerima harus mencoblos nama serta nomor yang dibagikan itu.

FZ, 23, salah satu penerima amplop yang berdomisili di Kecamatan Gabus mengaku, menerima amplop sejak Sabtu lalu. Dia menerima dari tiga orang caleg. Jika ditotal Rp 70 ribu. Dia tak mengiyakan atau tiak akan menyoblos caleg itu. Alasan karena pilihan itu rahasia.

”Dari caleg kabupaten dapat Rp 50 ribu. Dari provinsi dan pusat masing-masing Rp 10 ribu. Semuanya dari satu partai,” katanya sambil menunjukkan foto amplop beserta uang dan stiker caleg yang bersangkutan.

Ditanya soal nanti dicoblos atau tidak, pihaknya mengaku belum tentu. ”Memilih kan soal hak pribadi dan sangat rahasia. Saat menyerahkan amplop, timsesnya juga berpesan hanya untuk jajan,” imbuhnya sambil terkekeh.

H-3 coblosan, belum banyak ditemukan serangan amplop caleg. Namun, diprediksi saat menjelang coblosan atau di H-1 serangan amplop bakal lebih marak lagi. ”Saya sendiri belum dapat. Mungkin di saat-saat mepet coblosan nanti ada. Tetangga saya kabarnya sudah ada yang dapat. Ada dua caleg DPR RI yang sudah membagi amplopan. Nilainya Rp 20 ribuan,” kata Tono warga Kecamatan Juwana.

Untuk pasangan calon presiden dari beberapa narasumber mengaku belum mendapatkan. ”Kalau tahun lalu memang tidak ada. Hanya dari para caleg. Per caleg dulu saya dapat Rp 30 ribu. Biasanya memang hanya dapat satu untuk satu dapil. Tidak bisa dapat dobel seperti pemilihan kepala desa,” terang Tono.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 11:07:48 +0700
<![CDATA[Peserta Pemilu Tak Mau Nyopot, Akhirnya Bawaslu Tertibkan Ribuan APK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131925/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk_m_131925.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk_m_131925.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131925/peserta-pemilu-tak-mau-nyopot-akhirnya-bawaslu-tertibkan-ribuan-apk

Bawaslu Kabupaten Grobogan menertibkan APK secara serentak di 19 kecamatan kemarin. Penertiban APK tersebut karena sudah memasuki hari tenang.]]>

PURWODADI – Bawaslu Kabupaten Grobogan menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) secara serentak di 19 kecamatan kemarin. Penertiban APK tersebut karena sudah memasuki hari tenang tiga hari mulai kemarin hingga Selasa (14-16/1).

Panwaslu Kecamatan Purwodadi menertibkan APK di beberapa titik. APK diambil tidak hanya dari banner ukuran kecil, tapi juga banner ukuran besar. Setiap petugas Bawaslu langsung mengambil dan mengangkutnya ke atas truk.

Panwaslu kecamatan bersama dengan anggota Polri dan TNI menyisir jalan raya maupun jalan kampung. Mencopoti APK. Dari penertiban tersebut, banyak APK yang belum dilepas oleh peserta Pemilu. Setiap peserta Pemilu diberi kesempatan untuk melepas sendiri APK yang telah terpasang hingga pukul 24.00 kemarin malam.

”Hingga tadi malam (kemarin malam Red) dari partai politik dan caleg belum ada yang lakukan penurunan sendiri,”  kata Ketua Panwaslu Kota Purwodadi M Chabibullah.

Dikatakan, penertiban dilaksanakan di seluruh Panwaslu di masing-masing kecamatan. Sesuai dari arahan dari Bawaslu Kabupaten Grobogan. Target penertiban dilaksanakan hingga H-1 Pemilu 17 April.

”Harapannya di hari tenang seluruh Kabupaten Grobogan terbebas dari APK selama masa tenang ini. Seluruh APK yang telah ditertibkan akan diamankan di kantor Panwaslu masing-masing kecamatan,” terang dia.

Ketua Bawaslu Grobogan Nita Fitri Witanti mengatakan, selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak peserta Pemilu. Waktu tiga hari masa tenang akan ditertibkan semua APK di jalan dan di tempat umum. ”Jika melanggar, sanksi yang diberikan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta,” tandasnya.

Di Kabupaten Kudus, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus sibuk membersihkan Alat Peraga Kampanye (APK). Mereka menertibkan banner, baliho, bendera, spanduk, poster, dari caleg maupun capres.

Kegiatan pembersihan APK itu dilakukan oleh empat regu. Satu regunya berjumlah 15 orang. Penertiban itu dilaksanankan secara gabungan. Baik dari Satpol PP, Kepolisian, Bawaslu, Panwas, panitia pengawas desa (PPD), dan pengawas pemungutan tempat suara (PTPS).

Para petugas menyisir menggunakan truk dan mobil patroli. Mereka menyisir di semua titik Kota Kudus. Seperti halnya APK yang beradi di Jalan AKBP Agil Kusumadya, Jati, Kudus, petugas memanjat menurunkan baliho dari salah satu Caleg.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan mengatakan, titik penertiban APK dilaksanakan di seluruh Kabupaten Kudus. Minan menargetkan pembersihan dilakukan selama dua hari kedepan. Maksimal tanggal 16 April.

“Hal ini dilaksanankan sesuai amanat Undang-Undang 2017 bahwasanya H-3 pemilu (hari tenang Red) semua wilayah harus bersih dari APK, “ Katanya.

Dia mengatakan, penertiban tersebut dilakukan berlaku untuk APK yang melanggar. Sekaligus APK yang terpasang. Meskipun APK itu berbayar atau tidak baik di tempat pribadi dan di jalan umum akan dilakukan penertiban.

Dari total keseluruhan Minan, melangsir tak bisa menyebutkan jumlahnya, pada masa tenang ini. Sedangkan data pembersihan sebelum masa tenang, Bawaslu Kabupaten Kudus berhasil menertibkan 10 ribu APK. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 10:39:25 +0700
<![CDATA[KPU: Distribusi Logistik Pemilu 2019 untuk Pulau-Pulau Kecil Tuntas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131919/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas_m_131919.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas_m_131919.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131919/kpu-distribusi-logistik-pemilu-2019-untuk-pulau-pulau-kecil-tuntas

Pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke wilayah Kepulauan Karimunjawa sudah dilakukan. Pagi kemarin pengiriman logistik diteruskan ke pulau-pulau kecil.]]>

JEPARA - Pengiriman logistik Pemilu serentak 2019 ke wilayah Kepulauan Karimunjawa sudah dilakukan. Pagi kemarin pengiriman logistik diteruskan ke pulau-pulau kecil di wilayah tersebut yakni Pulau Parang dan Pulau Nyamuk.

Hal ini disampaikan Komisioner KPU Jepara Divisi Sosialisasi, Pendidikan pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Muhammadun. Muhammadun mengatakan, sebagaimana pemilihan umum sebelumnya pengiriman logistik ke wilayah terluar dari Kabupaten Jepara itu memang dilakukan lebih awal dibandingkan pengiriman logistik di wilayah lain yang baru akan dilakukan pada 12 April. Hal ini untuk mengantisipasi cuaca buruk yang menghambat pengiriman logistik ke wilayah tersebut.

Muhammadun menyatakan, dari KPU Kabupaten ke PPK Karimunjawa dikirim pagi kemarin tepatnya pukul 07.00 WIB menggunakan kendaraan PT POS dan menyeberang menggunakan Kapal Siginjai dari Dermaga Pantai Kartini Jepara. ”Untuk muat kotak suara ke armada PT Pos dilakukan Selasa (9/4) siang dilanjutkan masuk ke kapal Selasa malam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Muhammadun melanjutkan, perjalanan diperkirakan selama 5 jam dan dijadwalkan tiba di Karimunjawa pukul 12.00 WIB. "Setelah tiba disimpan di kantor Kecamatan Karimunjawa," ujarnya.

Mengenai logistik yang dikirim, dia menjelaskan, ada total 173 kotak. Yakni 160 kotak TPS dan 13 kotak PPK. Selain itu, dikirim 128 buah bilik yang akan didistribukan ke 32 TPS di seluruh wilayah Kepulauan Karimunjawa. "Ada 5 bilik untuk masing-masing TPS," ungkapnya.

Setelah sampai di Karimunjawa, dia menjelaskan, akan dilanjutkan dengan pendistribusian ke pulau-pulau kecil. Dari Karimunjawa ke Pulau Parang dan Pulau Nyamuk dijadwalkan pada 14 April, dari Kecamatan Karimunjawa ke Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan pada 15 April serta dari Karimunjawa ke Pulau Genting pada 16 April pagi.

Disinggung mengenai jumlah pemilih di wilayah tersebut, Muhammadun menuturkan, total daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 6.929 pemilih. Jumlah tersebut tersebar di Desa Karimunjawa sebanyak 3.446 pemilih, Desa Kemujan sebanyak 2.248 pemilih, Desa Nyamuk sebanyak 415 pemilih serta di Desa Parang ada sebanyak 820 pemilih. “Di Pulau Genting ada satu TPS dengan 216 pemilih, itu masuk Desa Karimunjawa,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 10:07:02 +0700
<![CDATA[TKD Kudus Yakin Targetkan Raih 70 Persen Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131761/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara_m_1555209460_131761.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara_m_1555209460_131761.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131761/tkd-kudus-yakin-targetkan-raih-70-persen-suara

Peraihan suara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Kota Kretek ditargetkan 70 persen. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Mustofa.]]>

KUDUS - Peraihan suara Joko Widodo dan Ma’ruf Amin di Kota Kretek ditargetkan 70 persen. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) Mustofa saat ditemui usai kampanye yang digelar di Lapangan Tanjungkarang, Jati, Kudus kemarin.

”Saya rasa untuk kemanangan Pak Jokowi Ma’ruf-Amin menurut lembaga survei baik di internal partai maupun di luar (partai,Red) Kabupaten Kudus ini sudah hampir 70 persen,” ujarnya.

Ia optimis di akhir waktu kampanye ini seluruh komponen sudah berjalan baik. Mantan Bupati Kudus ini juga optimistis Jokowi-Amin akan menang.

”Suara kami raih dengan sungguh-sungguh. Bagaimana masyarakat betul-betul akan mampu mendulang angka ini dengan baik,” imbuhnya.

Kegiatan bertajuk “Kudus Bersatu Wujudkan Indonesia Maju” dihadiri elemen relawan dan sipatisan pasangan calon presiden dan wakil presiden 01. Seperti Sedulur Jokowi, Relawan Jokowi Bersatu, dan simpatisan lainnya.

Upaya dalam mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang menyenangkan juga menjadi salah satu tujuan. Serta mengajak masyarakat aktif terlibat dalam pesta demokrasi dengan gembira.

”Harapannya masyarakat tidak ragu untuk mencoblos 01,” kata Mahesa Anggni, ketua panitia.

Acara siang ini juga bakal berlangsung meriah. Berbagai pagelaran kesenian turut meramakan. Seperti barongan, becak, dan rebana. Ada juga drama treatikal sang satu, sang penyatu bangsa. 

Imbauan senantiasa menjaga persatuan juga disampaikan Asrofi Masito, ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PC NU) Kudus. Menjaga Kebhinekaan dan menangkal kelompok-kelompok intoleran ia tekankan di akhir orasinya.

”NKRI harus harga mati. Pancasila yang kita sepakati bersama menjadi dasar negara,” ungkapnya. Dalam ikrar  kemenangan yang dibacakan oleh Mustofa juga mengajak menjaga persatuan.

”Kami berikrar untuk menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” katanya. (vah

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:35:41 +0700
<![CDATA[Kapolres: Penghitungan Suara Pemilu Serentak Bisa sampai Tengah Malam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131740/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam_m_1555206396_131740.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam_m_1555206396_131740.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131740/kapolres-penghitungan-suara-pemilu-serentak-bisa-sampai-tengah-malam

Pemilu serentak pada Rabu (17/4) mendatang membutuhkan kerja ekstra bagi petugasnya sendiri maupun dari petugas keamanan. Pemilu sebelumnya paling lama selesai]]>

KUDUS – Pemilu serentak pada Rabu (17/4) mendatang membutuhkan kerja ekstra bagi petugasnya sendiri maupun dari petugas keamanan. Pemilu sebelumnya paling lama selesai penghitungan suara malam, namun nantinya kemungkinan selesai hingga tengah malam. Bahkan hingga subuh.

Hal ini karena surat suaranya ada lima. Meliputi surat suara untuk pemilihan presiden, DPRD kota/kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD.

Hal ini terungkap dalam konferensi pers Polres Kudus dengan penyelenggara pemilu di Mapolres Kudus kemarin. Untuk mengamankan hajat akbar ini, Polres Kudus menyiapkan 546 personel. Mereka akan bertugas mengawal mulai dari pengamanan distribusi surat suara hingga proses penghitungan.

”Kami akan mengamankan secara maksimal. Petugas akan standby hingga perhitungan selesai. Kemungkinan sampai menjelang subuh,” terengnya.

Distribusi surat suara pada tujuh kecamatan sudah dilaksanakan mulai siang kemarin. Pengamanan langsung dan melekat dilakukan masing-masing polsek dengan sistem jemput ke gudang langsung penyimpanan. Pengamanan juga dilakukan di gudang logistik di masing-masing kecamatan.

Polres Kudus bertekad untuk membuat pemilu serentak tahun ini, agar bisa berjalan aman dan lancar. Bahkan, untuk memacu semangat bhabinkamtibmas yang bertanggung jawab atas keamanan di tempat pemungutan suara (TPS), pihaknya menjanjikan hadiah umrah. Hadiah beribadah ke Tanah Suci ini, berlaku kepada semua bhabinkamtibmas yang kehadiran pemilih di TPS wilayahnya mencapai 100 persen.

Kapolres Kudus AKBP Saptono saat ditemui kemarin mengatakan, pihaknya memang sengaja memberikan penghargaan ini agar bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Kabupaten Kudus lebih bersemangat menjalankan tugasnya. ”Ini berlaku untuk semua bhabinkamtibmas di Kudus,” ujarnya.

Ketika kehadiran tidak bisa mencapai 100 persen, Saptono masih memberikan kesempatan para bhabinkamtibmas untuk mendapatan hadiah. Mereka juga dijanjikan untuk mendapatkan handphone Samsung. ”Kalau hadirnya 90 persen masih bisa dapat hadiah HP Samsung,” imbuhnya.

Ia berpesan, dalam seminggu ke depan seluruh jajaran kepolisian diharapkan dapat fokus untuk mengamankan jalannya pemilu. Terkait persiapan pengamanan jelang 17 April nanti, pihaknya mengaku sudah matang.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 00:08:34 +0700
<![CDATA[Akui Ada Kekurangan, Akhirnya KPU Ambil Logistik Sendiri ke Jakarta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131607/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta_m_131607.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta_m_131607.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131607/akui-ada-kekurangan-akhirnya-kpu-ambil-logistik-sendiri-ke-jakarta

KPU Rembang mengakui masih ada kekurangan logistik untuk Pemilu yang akan digelar beberapa hari lagi. Kemarin, KPU menyebut langsung jemput logistik di Jakarta.]]>

KOTA – KPU Rembang mengakui masih ada kekurangan logistik untuk Pemilu 2019 yang akan digelar beberapa hari lagi. Kemarin, Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi menyebut pihaknya langsung menjemput logistik di Jakarta dengan didampingi pihak kepolisian.

”Langsung kami jemput ke Jakarta agar tidak telat. Besok (hari ini, red) sudah sampai di Rembang,” kata dia kemarin.

Iqbal menyatakan, karena tidak banyak atau hanya 15 boks saja, pihaknya pun hanya mengirim satu mobil saja untuk menjemput kekurangan logistik tersebut. Hanya saja, Iqbal tak menyebut jumlah pasti surat suara yang masih kurang.

Pihaknya pun optimis, kekurangan logistik itu bisa datang tepat waktu dan pengiriman ke masing-masing PPK (Panitia Pengawas Kecamatan) bisa tepat waktu. Dan, tak mengganggu proses Pemilu 2019.

Terpisah, Anggota Bawaslu Rembang Maftuhin menyebut secara terperinci jumlah kekurangan surat suara untuk Kota Garam. Jumlahnya pun, disebutnya mencapai lebih 5000 surat suara.

”Perkembangan sampai hari ini (kemarin) hasil pengawasan masih ada beberapa yang kurang. Yaitu untuk Pilpres 2000-an, DPRD Provinsi 1000-an,” paparnya.

Selain itu, kekurangan surat suara juga untuk DPRD Rembang Dapil I sebanyak 500-an, Dapil II sebanyak 200-an, dan Dapil III sebanyak 2000-an.

Sementara itu, kemarin Bawaslu Rembang juga menggelar apel siaga bagi ratusan pengawas Pemilu 2019. Digelar di depan Kantor Bawaslu Rembang di Jalan Gatot Subroto, apel diikuti oleh 551 orang pengawas. Apel mengambil tema “Apel Patroli Pengawasan Anti Politik Uang pada Masa Tenang”.

Para pengawas itu terdiri dari Bawaslu Kabupaten, Panwaslu Kecamatan, Panwaslu Desa, serta sebagian Penawas TPS yang ada di Kota Garam. Totok Suparyanto Ketua Bawaslu Rembang dalam kesempatan itu membacakan sambutan tertulis yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu RI, Abhan.

Dalam sambutannya, Abhan meminta seluruh anak bangsa yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya. Dengan pertama kalinya digelar pemilu serentak itu pun menjadi pengalaman tersendiri.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 13:35:03 +0700
<![CDATA[Prabowo-Sandi Targetkan Suara 50 Persen di Rembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131600/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang_m_131600.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang_m_131600.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131600/prabowo-sandi-targetkan-suara-50-persen-di-rembang

Kampanye akbar capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung Haji Rembang kemarin dihadiri berbagai simpatisan dan kader partai pengusung.]]>

REMBANG - Kampanye akbar capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di gedung Haji Rembang kemarin dihadiri berbagai simpatisan dan kader partai pengusung. Pada kesempatan tersebut, mereka menargetkan mampu meraup 50 persen suara pada Pemilu tanggal 17 April di Kota Garam.

Dewan Pengarah Koppassandi Ahfas Hamid Baidhowi mengungkapkan, untuk memastikan perolehan suara paslon capres-cawapres 02 mampu mendulang suara sesuai target, pihaknya memberikan motivasi lebih kepada para relawan. ”Selain kampanye. Kami berikan motivasi kepada para relawan,” ungkap pengasuh Ponpes Al Wahdah tersebut.

TAK MAU KETINGGALAN: Kaum ibu pendukung Prabowo-Sandi tak mau ketinggalan ikut kampanye akbar Prabowo-Sandi di Gedung Haji Rembang (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Dalam agenda kampanye kemarin ribuan relawan yang hadir tak henti-hentinya menyerukan nama Prabowo dan Sandi ketika orator berseru. Gema takbir juga berkumandang di sepanjang kampanye yang diikuti oleh masa dari seluruh komponen 14 kecamatan di Rembang tersebut.

Mengenai target, pria yang akrab dipanggil Gus Affas itu optimis bisa meraih 50 persen suara sah di Kota Garam. Target itu dinilai realistis mengingat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Rembang terhadap Prabowo-Sandi sangat kuat. Jauh dibanding saat Pemilu 2014 lalu.

Selain dihadiri oleh partai pendukung, kampanye akbar kemarin juga turut dihadiri oleh Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Junudu Robbika Rembang. Puluhan pemuda dari partai PPP itu turut mengikuti kampanye sejak awal hingga akhir.

Dengan dukungan yang jauh lebih besar dibanding Pemilu 2019 itu pun relawan optimis akan ada perubahan kepemimpinan. Pasangan capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno menang.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:52:52 +0700
<![CDATA[Ingin Perubahan, Menangkan Capres Nomor Urut 02 Prabowo-Sandi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131597/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi_m_131597.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi_m_131597.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131597/ingin-perubahan-menangkan-capres-nomor-urut-02-prabowo-sandi

Sekitar 2.500 orang memadati kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gedung Haji Rembang.]]>
REMBANG - Sekitar 2.500 orang memadati kampanye akbar calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Gedung Haji Rembang, Jumat siang (12/4). Pada kesempatan tersebut, simpatisan bertekad melakukan perubahan dengan cara memenangkan capres nomor urut 02 pada Pemilu tanggal 17 April mendatang.

Hadir dalam kampanye terakhir tersebut. Diantaranya Komando Pemenangan Ulama Prabowo-Sandi (Kopassandi), Komunitas Prabowo-Sandi (PAS), jajaran pengurus partai pengusung dan sejumlah tokoh-tokoh agama dari 14 Kecamatan di Kota Garam.

Sejumlah pentolan partai Gerindra mulai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Rembang, Agung Sukardiono, sang putra seperti, Heri Kurniawan (Caleg DPR Provinsi) dan Bhayu Indra Setiawan (Caleg DPR RI) serta struktural partai hingga sayap partai Gerindra turut membaur bersama relawan.

Tak ketinggalan para kiai seperti, KH. Najih Maemoen, Bib Hasim, KH. Faiz, KH. Ahmad Ahfas Baedlowi serta sejumlah Ulama lokal Rembang juga turut hadir.  

Kegiatan kampanye diawali berkumpul di posko Pemenangan Prabowo-Sandi Jalan Pantura, untuk Kecamatan Rembang. Sementara masa dari timur seperti Kecamatan Sarang, Sedan, Sale, dan Pancur berkumpul di Pamotan. Kemudian mereka bergabung dengan masa dari Lasem untuk konvoi dami menuju gedung Haji Rembang.

”Kami ingin memberikan warna. Bahwa politik ini damai dan nyaman, khususnya bagi semua golongan,” ungkap Ketua Badan Pemenangan Daerah, Prabowo-Sandi Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto.

BANGUN OPTIMISTIS: Ketua Badan Pemenangan Daerah, Prabowo-Sandi, Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto (empat dari kanan) bersama para Kiai dan tokoh masyarakat memberikan motivasi dan rasa optimistis pada simpatisan pendukung pada kampanye akbar di Gedung Haji Rembang, Jumat (12/4). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Wiwin yang juga caleg DPRD Kabupaten Rembang dari Partai Gerindra nomor urut 2 mengajak simpatisan bersama-sama berjalan beriringan dan berorasi damai. ”Kampanye hari Jumat kami harapkan membawa berkah untuk kemenangan Prabowo-Sandi,” ungkapnya.

Wiwin memastikan masa yang hadir tanpa bayaran. Artinya, yang hadir benar-benar kerelaan, untuk adanya perubahan untuk Indonesia. Pihaknya optimistis Kota Garam mampu satu suara untuk memenangkan Prabowo-Sandi dengan target suara 50-60 persen. Termasuk, Provinsi Jateng.

“Untuk mewujudkan ini semua relawan bekerja secara optimal. Kepedulian teman-teman masyarakat ingin adanya perubahan pemerintahan. Adanya semangat perubahan inilah yang menjadikan kita satu berkumpul,” tegasnya. 

KONVOI BERSAMA: Ketua DPC Partai Gerindra, Kabupaten Rembang, Agung Sukardiono bersama Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Rembang, Wiwin Winarto saat konvoi dalam kampanye akbar di gedung haji, Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:30:39 +0700
<![CDATA[Bawaslu Masih Dalami Laporan Politik Uang Oknum Caleg DPRD dari PKS]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131596/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555135776_131596.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555135776_131596.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131596/bawaslu-masih-dalami-laporan-politik-uang-oknum-caleg-dprd-dari-pks

Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu. Hal itu dilakukan apakah masuk tindak pidana pemilu.]]>

KOTA – Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah tindakan yang dilaporkan itu masuknya pada tindak pidana pemilu, atau tindak pidana umum. Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Ahmadi kemarin.

”Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan bawaslu sedang mendalami laporan tersebut. Pendalaman itu kaitannya memang untuk melanjutkan kasus yang dilaporkan warga tersebut. Kalau masuknya tindak pidana pemilu itu bagian kami (Red, bawaslu) jika di luar pemilu itu nanti kewenangannya kepolisian,” terang Ahmadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, laporan yang disampaikan warga tersebut sudah teregister, atau sudah lengkap dan terdaftar sebagai laporan. Karena unsur-unsur pelaporannya sudah terpenuhi. Mulai dari pelapor, terlapor, barang bukti, dan juga saksi, dan lainnya.

”Setelah pendalaman ini, kami akan kordinasikan nantinya terkait untuk pemanggilan-pemanggilan baik terlapor atau saksi, untuk menindak lanjuti laporan tersebut lebih dalam lagi,” imbuhnya.

Terkait waktu pemanggilan, lanjut Ahmadi, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab harus mendalami laporan sekaligus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak lainnya di sentra gakkumdu.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang warga bernama Kholisoh pada Jumat (5/4) melaporkan seorang caleg PKS yang diduga membagikan amplop saat kegiatan arisan ibu-ibu di Desa Payang Kecamatan Kota. Oknum caleg tidak berada di tempat. Laporan ditujukan ke bawaslu. Kejadian itu sendiri pada Kamis (4/4) sore.

Hanya ada relawan atau tim sukses yang membagikan. Tak hanya membagikan amplop berisi uang tunai pecahan Rp 50 ribuan, tim sukses caleg tersebut juga menyumpah setiap penerima supaya 17 April nanti mencoblos caleg yang bersangkutan. Hingga saat ini oknum caleg yang bersangkutan belum bisa ditemui. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 12:05:31 +0700
<![CDATA[Cari Solusi Terbaik Atasi Masalah Nelayan Tradisional]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131589/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional_m_131589.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional_m_131589.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131589/cari-solusi-terbaik-atasi-masalah-nelayan-tradisional

DUA minggu terakhir, persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional]]>

DUA minggu terakhir, persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional yang menjadi salah satu alat menangkap ikan yang dilarang digunakan menurut Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan. Kebijakan pelarangan penggunaan cantrang itu tercantum di dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets, yang sudah berlaku seak beberapa waktu lalu.

“Potensi perikanan tangkap dari kaum nelayan di Pati dan Rembang, khususnya daerah Juwana, itu sebenarnya besar. Tetapi, sekarang ada kondisi yang melanda nelayan. Ketika saya masuk ke wilayah nelayan, ternyata mereka menyampaikan, sejak dilarang menggunakan cantrang, mereka memang menjadi tiarap. Sebab, para nelayan di sana itu kebanyakan bergabung dengan nelayan-nelayan lain yang menggunakan kapal-kapal yang ternasuk jenis cantrang. Sejak ada kebijakan pemerintah yang melarang kapal-kapal jenis cantrang itu untuk menangkap ikan, pendapatan mereka menjadi turun drastis karena memang alat itulah andalan mereka,” kata Calon Anggota Legislatif dari Daerah Pemillihan (Dapil) Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Grobogan, Blora), Bambang Haryanto.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu mengakui, pelarangan penggunaan cantrang itu memberi dampak cukup besar bagi nelayan. Hal itu mereka sampaikan kepada Bambang ketika MantanPanglima Divisi Infanteri 2/Kostraditu bertandang ke kampung nelayan, baru-baru ini. Bambang pun berpendapat, perlu ada solusi tentang pengganti cantrang jika memang alat tangkap ikan itu dilarang. Sehingga, para nelayan tetap bisa mencari ikan dengan baik. Sebab, jika hal itu dilarang, hasil tangkapan nelayan itu berkurang banyak sekali. Sedangkan pendapatan nelayan yang kecil-kecil itu sebelumnya pun sudah terbatas.

“Mereka menyampaikan kepada kami memang seperti itu. Kami belum bisa menjawab keluhan mereka, tetapi kami katakan, nanti akan kita carikan solusi terbaik jika kami duduk di lembaga legislatif. Tetapi memang ke depan perlu ada solusi soal penangkapan ikan oleh nelayan-nelayan tradisonal itu, terutama berkaitan dengan peraturan tentang jenis kapalnya, sistem perizinannya, atau alat tangkapnya,” ujarnya.

 

Standarisasi Alatnya

Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1984 yang berasal dari kecabangan Infanteri tersebut berpendapat, jika sekarang memang penggunaan cantrang dilarang, seharusnya ada solusi alternatif agar nelayan tetap dapat mencari nafkah dengan baik dan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Misalnya, batasi penggunaan alat menangkap ikan yang sejenis cantrang tetapi tak perlu melarangnya. Atau perbaiki tekniknya, agar ikan-ikan kecil yang berada di perairan tertentu tidak ikut terjaring.Cukup ikan-ikan besar saja yang terjaring.

“Yang saya pelajari, sistem cantrang itu dilarang karena ternyata ketika nelayan menggunakan cantrang, ikan-ikan kecil akan ikut terjaring sementara ikan-ikan kecil itu merupakan bibit-bibit ikan yang nantinya berpotensi untuk menjadi ikan besar. Artinya, penggunaan cantrang itu berpotensi merusak ekosistem. Sebab, dengan terjaringnya ikan-ikan kecil, akan berpengaruh terhadap produktivitas ikan itu sendiri. Yang kedua, hal itu akan berpotensi merusak karang-karang laut. Menurut saya, nanti perlu ada standarisasi mengenai alat tangkap ikan. Alatnya yang harus diatur dan distandarisasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menilai, perlu pengembangan arnada kapal ikan nasional yang berukuran di atas 50 GT dengan alat tangkap yang efisien dan ramah lingkungan. Hal itu perlu untuk memanfaatkan sumber-sumber daya ikan yang ada di wilayah-wilayah laut yang selama ini menjadi tempat pencurian ikan (illegal fishing) oleh nelayan-nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia. Nelayan tradisional yang sebagian besar masih miskin juga harus ditingkatkan kapasitas dan etos kerjanya.

 

Kemiskinan Problema Utama

Bambang menegaskan, ketika ia menyanggupi untuk maju sebagai Calon Anggota Legislatif dalam Pemilu 2019 ini, ia berniat untuk memajukan daerah-daerah di Indonesia, terutama daerah asal dia, yaitu Pati, Jawa Tengah. Sebab, ia menyebut, sangat paham bagaimana sulitnya kehidupan masyarakat bawah yang hidup di bawah garis kemiskinan, karena ia sendiri berasal dari masyarakat seperti itu. Bahkan, ia menyebut, ketika masih menjalani pendidikan di Akademi Militer Nasional, ia tak berani ke kantin karena khawatir tak mampu membayar lantaran merasa tak banyak punya uang.

Karena itu, Bambang menegaskan, jika terpilih menjadi Anggota DPR, ia akan memperjuangkan pembuatan regulasi yang berkaitan tentang masalah kemajuan daerah pedesaan. Khususnya peningkatan ekonomi, komunikasi, dan teknologi di pedesaan.

“Selama masa sosialisasi dan kampanye, saya lebih banyak masuk ke wilayah perdesaan. Mengapa? Orang desa itu murni. Sama dengan tentara, jika mengatakan ‘A’ artinya ‘A’. Begitulah orang desa. Ketika masuk ke sana, saya menerima respon masyarakat sangat positif. Saya datang sendiri dan menjelaskan sendiri maksud saya mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI,” katanya.

Bambang berkomitmen, akan mengabdikan diri demi kepentingan rakyat banyak dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Buat dia, menjadi politisi di lembaga legislatif merupakan ladang pengabdian selanjutnya, setelah selama puluhan tahun mengabdikan diri sebagai tentara. Di ladang pengabdian yang baru ini pun ia berkomitmen akan total berjuang.

“Kondisi ekonomi yang berkaitan dengan rakyat kecil akan saya perjuangkan. Program-program pembangunan yang bersifat pemberdayaan kondisi di pedesaan itu harus saya perjuangkan. Misalnya, kami akan perjuangkan peningkatan dana desa dan pembangunan-pembangunan yang menunjang perbaikan di sektor pertanian di pedesaan. Juga sistem distribusi dan transportasi serta pasar kita, khususnya di perdesaan, dan kualitas hidup terkait pendidikan serta masalah-masalah yang menyangkut kesehatan. Ini hal-hal yang akan saya perjuangkan untuk dibuat regulasinya,” ujarnya.

 

Dari Keluarga Miskin

Bambang mengenang, masa kecilnya dilalui di tiga desa di Pati, Jawa Tengah. Sebab, ketika itu ibunya tidak memiliki rumah sendiri. Jadi, mereka mengontrak rumah dan ketika masa kontraknya habis, mereka harus pindah ke rumah kontrakan yang lain. Bambang kecil melihat, bagaimana ibunya berjuang menghidupi sembilan anaknya yang masih kecil. Sebab, uang pensiun janda yang ibunya terima tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bersepuluh, sedangkan sang ibu saat itu tak punya penghasilan tetap. Ayah Bambang dulunya adalah seorang Anggota Polisi. Ia berdinas di Kesatuan Brimob. Pangkat terakhirnya adalah Pembantu Letnan Satu. Dari ayahnya itu pula ia mendapatkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesungguhan dalam berjuang.

“Ayah saya selalu mengatakan, orang tua hanya mendidik, membina, dan mengarahkan anak-anak. Tetapi tentang berhasil atau gagalnya anak-anaknya itu tergantung dirinya sendiri. Oleh karena itu, perlu bekal untuk berhasil. Apa bekalnya? Yang pertama adalah kualitas diri. Jangan sampai cacat, karena kualitas diri pribadi itu adalah modal. Yang kedua adalah ilmu pengetahuan. Tetapi kualitas diri pribadi dan ilmu saja tidak cukup. Harus disertai perjuangan. Dan perjuangan itu memiliki lima aspek. Satu, berkorban waktu. Dua, berkorban pikiran. Tiga, berkorban tenaga. Empat, berkorban perasaan. Dan lima, ketika kita sudah berhasil, kita harus mau mengorbankan materi dalam bentuk sedekah dan lain-lain. Berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Nasihat ayah saya itulah yang memotivasi saya untuk menjadi seorang fighter,” kisahnya.

Bambang berkisah, ayahnya sebagai Anggota Brimob ketika itu sering bertugas operasi. Ketika sedang menjalani salah satu tugas operasi di Kalimantan, yaitu Operasi Paraku, ia terkena tembak. Luka tembaknya sempat sembuh, tetapi meninggalkan sakit di tubuhnya sehingga enam tahun kemudian ia meninggal dunia saat sedang dinas di Lampung.

Ketika itu, tahun 1974, Bambang masih duduk di bangku kelas dua SMP. Saat itu, ia melihat, betapa pun sulitnya hidup mereka, ibunya sangat perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya. Sebab, sang ibu sangat yakin, pendidikan yang baik akan menjadi bekal yang cukup bagi anak-anaknya dalam menempuh hidup di masa depan. Selain itu, semangat juang sang ibu juga begitu menginspirasi anak-anaknya. Terutama Bambang.

“Melihat perjuangan ibu, saya termotivasi untuk menjadi pejuang juga. Saya bertekad, jika orang lain dapat belajar dua jam sehari, saya akan belajar lima jam sehari. Dan saya harus berprestasi karena kalau tidak, maka saya tidak akan menjadi apa-apa. Sejak itu, saya terus belajar dan berjuang. Alhamdulillah, di sekolah saya mendapat ranking yang bagus dan diterima di Akabri. Lalu saya lulus murni dengan prestasi. Begitu pula selama berkarir sebagai tentara, saya cukup punya prestasi hingga akhirnya pensiun sebagai jenderal berbintang dua,” kisahnya.

Bambang menyelesaikan pendidikan SMP dan SMA di Lampung. Di Lampung, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan untuk membiayai sekolah dan hidup sehari-hari. Misalnya,ia pernah menjadi tenaga penyebar pamflet promosi film bioskop, kondektur angkot, pengumpul cengkeh di sebuah kebun di Lampung, dan lain-lain. Semua pengalaman itu membuat ia sangat menghargai arti kesungguhan dan perjuangan untuk meraih keberhasilan.

Usai lulus SMA Negeri 1 Lampung, ia mendaftar ke Akabri dan diterima. Lulus Akabri tahun 1984, ia Kemudian melanjutkan pendidikan di Seskoad dan berhasil lulus pada 1997 sebagai lulusan terbaik. Selanjutnya, Bambang melanjutkan pendidikan ke Lemhannas dan lulus ditahun 2012. Selama karir militernya, ia sempat memangku sejumlah jabatan penting. Di antaranya Asops Kasdam II/Sriwijaya (2007), Dirbindik Seskoad, Pamen Denma Mabesad (Untuk Dik Lemhannas TA 2012), Dirtap Sembelneg Debid Taplai Bangsa Lemhannas RI (2012), Danrem 174/Anim Ti Waninggap (2013), Pangdivif 2/Kostrad (2014), dan Staf Khusus Kasad (2015).

*) Penulis adalah Calon Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan).

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:28:13 +0700
<![CDATA[Partai Nasdem Jateng Kirim 22 Armada Kampanye Capres 01 ke SUGBK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131548/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk_m_131548.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk_m_131548.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131548/partai-nasdem-jateng-kirim-22-armada-kampanye-capres-01-ke-sugbk

Partai Nasdem turut memeriahkan kampanye Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01 Jokowi-Amin di SUGBK jakarta.]]>

SEMARANG – Partai Nasdem turut memeriahkan kampanye Pasangan Calon (Paslon) Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01 Jokowi-Amin di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta. Yakni dengan mengirimkan 22 armada kampanye dari Partai Nasdem Jawa Tengah (Jateng).

Hal ini diungkapkan Ketua DPW Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso kemarin. Pihaknya menyiapkan armada kampanye yang diberangkatkan menuju SUGBK. Armada wilayah Jateng Selatan kumpul di Semarang. Kemudian bersama-sama dengan armada yang dari Brebes. ”Sedangkan yang dari Jakarta nanti ketemu langsung di SUGBK,” jelasnya.

Sementara itu, berbagai daerah di Jawa Tengah yang datang, di antaranya dari Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Tegal, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Boyolali.

Menurutnya, sebagai salah satu partai pengusung Jokowi-Amin, Partai Nasdem mempunyai tanggung jawab dalam menyukseskan dan memeriahkan acara kampanye akbar yang akan digelar hari ini. ”Nasdem sebagai salah satu partai pengusung siap bertanggung jawab dalam menyukseskan acara akbar ini. Apapun akan kita lakukan agar acara berjalan lancar,” imbuhnya.

Ketua DPW Garda Pemuda Nasdem Jateng Dandan Febri Herdiana menambahkan, tujuan Partai Nasdem mengikuti kampanye akbar adalah untuk mendukung dan memeriahkan acara kampanye Capres-Cawapres 01 Jokowi-Amin di SUGBK, Senayan, Jakarta. ”Kampanye Jokowi-Amin ini diperkirakan dihadiri ratusan ribu relawan dan simpatisan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:46:13 +0700
<![CDATA[SDM Unggul, Tonggak Penting Kemajuan Bangsa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131396/sdm-unggul-tonggak-penting-kemajuan-bangsa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/sdm-unggul-tonggak-penting-kemajuan-bangsa_m_131396.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/sdm-unggul-tonggak-penting-kemajuan-bangsa_m_131396.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131396/sdm-unggul-tonggak-penting-kemajuan-bangsa

SAAT menyiapkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, para pendiri bangsa telah merumuskan tujuan negara. Tujuan ini terdapat dalam pembukaan uud 1945.]]>

SAAT menyiapkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, para pendiri bangsa telah merumuskan tujuan negara. Tujuan ini terdapat dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945, alinea keempat. Yaitu ”...melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,...”

Ketika membaca tujuan negara itu, lantas muncul pertanyaan, “Apakah saat ini bangsa Indonesia telah berhasil mencapai tujuannya?” Jika para pendiri bangsa ini masih hidup dan kepada mereka diajukan pertanyaan tersebut, saya yakin mereka pasti akan mengatakan, “Belum.”

Kita belum mencapai tujuan negara tersebut secara paripurna. Tapi, pondasi jalan dan arah untuk tujuan itu sesungguhnya telah dibangun. Meski masih banyak hal yang harus dibenahi. Selanjutnya, menjadi tugas kita untuk melanjutkan perjuangan tersebut, yaitu merumuskan langkah-langkah untuk mencapai tujuan negara kita.

Muara upaya mencerdaskan bangsa itu agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia, bahkan memenangkan persaingan itu. Untuk itu, sumber daya manusia Indonesia harus berkualitas mumpuni.

Namun, SDM kita masih tertinggal. Ini ditunjukkan dengan Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kita masih dihadapkan pada banyak persoalan terkait SDM. Angka pengangguran dan kemiskinan yang masih terbilang tinggi, serta daya saing dan IPM yang rendah. Dampaknya tingkat kemakmuran masih jauh di bawah negara-negara Asia, semisal Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Tiongkok, dan Thailand.

Menyimak fakta tentang perolehan IPM itu, kita perlu menyadari bahwa ada masalah dalam pemerataan kualitas kesehatan dan pendidikan bagi seluruh warga negara Indonesia. Jangan lupa, Indonesia merupakan negara besar. Penduduknya tidak hanya tinggal di perkotaan, tetapi juga banyak yang tinggal di perdesaan, bahkan di daerah terpencil. Maka, pembangunan di bidang kesehatan dan pendidikan jangan hanya difokuskan di kota-kota besar saja. Harus juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke lokasi-lokasi yang jauh dari kota besar. Sebab, jika kita rajin menengok kondisi masyarakat di banyak desa, fakta tentang kemiskinan dan rendahnya pendidikan itu demikian mudah untuk ditemukan.

 

Perlu Regulasi

Persoalan pemerataan kualitas pendidikan dan pembangunan untuk masyarakat Indonesia harus diperhatikan secara serius. Bentuknya perlu regulasi. Kita perlu regulasi yang berkaitan tentang percepatan kemajuan daerah, khususnya di perdesaan. Apalagi terkait dengan persoalan ekonomi, sistem komunikasi, serta teknologi di perdesaan.

Kita perlu memacu perkembangan di bidang teknologi, komunikasi, dan ekonomi di perdesaan. Sebab, kehidupan perekonomian masyarakat yang tidak bagus akan membuat daerah tempat mereka tinggal itu menjadi lebih tertinggal dibandingkan daerah lain. Pemerintah perlu lebih serius mengedepankan program-program pembangunan yang bersifat pemberdayaan kondisi di perdesaan itu. Sementara lembaga legislatif perlu membuat regulasi yang mendukung dan memungkinkan pelaksanaan program-program pemberdayaan tersebut. Semoga dengan begitu, kualitas SDM kita akan meningkat.

Sehingga, manusia Indonesia dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain yang sudah lebih dulu maju, bahkan memenangkan persaingan itu. Ketika hal itu telah berhasil kita wujudkan, maka langkah kita akan lebih dekat ke arah upaya pencapaian cita-cita para Pendiri Bangsa ini.

 

*) Penulis adalah Calon Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah III (Pati, Rembang, Blora, Grobogan).

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 13:25:49 +0700
<![CDATA[Klaim Logistik Tercukupi, Bawaslu Temukan Kekurangan Surat Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131378/klaim-logistik-tercukupi-bawaslu-temukan-kekurangan-surat-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/klaim-logistik-tercukupi-bawaslu-temukan-kekurangan-surat-suara_m_1555052834_131378.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/klaim-logistik-tercukupi-bawaslu-temukan-kekurangan-surat-suara_m_1555052834_131378.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131378/klaim-logistik-tercukupi-bawaslu-temukan-kekurangan-surat-suara

Pendistribusian logistik untuk Pemilu 2019 telah dilakukan kemarin. Bekerjasama dengan Kantor POS Indonesia, KPU Rembang mengerahkan empat truk ekspedisi.]]>

KOTA – Pendistribusian logistik untuk Pemilu 2019 telah dilakukan kemarin. Bekerjasama dengan Kantor POS Indonesia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang mengerahkan empat truk ekspedisi untuk mengirim logistik ke 14 kecamatan di Kota Garam.

KPU Rembang mengklaim seluruh logistik yang dibutuhkan untuk pesta demokrasi yang bakal berlangsung pada 17 April itu sudah sepenuhnya terpenuhi. Namun, Bawaslu Rembang menyebut masih ada ribuan surat suara yang belum tercukupi.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Rembang Maftuhin mengungkapkan, masih ada lebih dari seribu surat suara untuk tiga kecamatan yang belum terpenuhi. Hal itu berdasarkan hasil sortir yang dilakukan oleh pihaknya.

”Hasil sortir, tulisan di kardus dan isi tidak sama. Di tulisannya seribu, setelah dihitung ternyata 900-an. Lebih dari seribu kekurangannya, tapi tak sampai tiga ribu,” paparnya kemarin.

Ketiga kecamatan yang dimaksud yakni Kaliori (DPD), Kragan (DPRD Rembang) dan Kota Rembang (presiden dan DPRD Provinsi). Meski begitu, mengingat masih ada beberapa hari menjelang pemungutan suara, pihaknya optimis kekurangan logistik bisa dipenuhi.

Sementara itu, Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi menyatakan, pengiriman logistik akan selesai dalam tiga hari. Pengiriman dilakukan secara maraton ke masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Alurnya kita penuhi satu kecamatan dulu selesai baru pindah ke kecamatan lainnya, langsung 5 kotak suara. Dengan 4 armada kita bekerja sama dengan PT. POS Indonesia. Untuk hari ini (kemarin, red) Dapil 6 ditambah Dapil 7. Estimasinya hari ini selesai," terang Iqbal, kemarin.

Iqbal menyebutkan total Tempat Pemungutan Puara (TPS) yang ada di Kabupaten Rembang sebanyak 2.171. Dengan jumlah kotak suara 10.855 dan masing-masing TPS diisi 5 kotak suara. Mengenai kekurangan surat suara dirinya mengaku semuanya telah dikirimkan dan diterima pada Rabu (10/4) malam lalu.

"Baru tadi malam kekurangan surat suara sudah kita terima. Artinya yang kekurangan kirim sebelumnya sudah kita terima, dari jenis ada DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten, Presiden dan DPD" pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 11:33:40 +0700
<![CDATA[Bawaslu Dalami Dugaan Money Politics Oknum Caleg DPRD dari PKS ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131377/bawaslu-dalami-dugaan-money-politics-oknum-caleg-dprd-dari-pks https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bawaslu-dalami-dugaan-money-politics-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555051703_131377.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bawaslu-dalami-dugaan-money-politics-oknum-caleg-dprd-dari-pks_m_1555051703_131377.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131377/bawaslu-dalami-dugaan-money-politics-oknum-caleg-dprd-dari-pks

Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu Pati. Apakah tindakan yang dilaporkan masuk tindak pidana pemilu.]]>

KOTA – Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah tindakan yang dilaporkan itu masuknya pada tindak pidana pemilu, atau tindak pidana umum. Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Ahmadi kemarin.

”Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan bawaslu sedang mendalami laporan tersebut. Pendalaman itu kaitannya memang untuk melanjutkan kasus yang dilaporkan warga tersebut. Kalau masuknya tindak pidana pemilu itu bagian kami (Red, bawaslu) jika di luar pemilu itu nanti kewenangannya kepolisian,” terang Ahmadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, laporan yang disampaikan warga tersebut sudah teregister, atau sudah lengkap dan terdaftar sebagai laporan. Karena unsur-unsur pelaporannya sudah terpenuhi. Mulai dari pelapor, terlapor, barang bukti, dan juga saksi, dan lainnya.

”Setelah pendalaman ini, kami akan koordinasikan nantinya terkait untuk pemanggilan-pemanggilan baik terlapor atau saksi, untuk menindaklanjuti laporan tersebut lebih dalam lagi,” imbuhnya.

Terkait waktu pemanggilan, lanjut Ahmadi, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab harus mendalami laporan sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak lainnya di sentra gakkumdu.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang warga bernama Kholisoh pada Jumat (5/4) melaporkan seorang caleg PKS yang diduga membagikan amplop saat kegiatan arisan ibu-ibu di Desa Payang Kecamatan Kota. Oknum caleg tidak berada di tempat. Laporan ditujukan ke bawaslu. Kejadian itu sendiri pada Kamis (4/4) sore.

Hanya ada relawan atau tim sukses yang membagikan. Tak hanya membagikan amplop berisi uang tunai pecahan Rp 50 ribuan, tim sukses caleg tersebut juga menyumpah setiap penerima supaya 17 April nanti mencoblos caleg yang bersangkutan. Hingga saat ini oknum caleg yang bersangkutan belum bisa ditemui.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 11:28:54 +0700
<![CDATA[Pamer Tiga Kartu Sakti, Jokowi Optimistis Raih 90 Persen Suara di Solo]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130913/pamer-tiga-kartu-sakti-jokowi-optimistis-raih-90-persen-suara-di-solo https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pamer-tiga-kartu-sakti-jokowi-optimistis-raih-90-persen-suara-di-solo_m_130913.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pamer-tiga-kartu-sakti-jokowi-optimistis-raih-90-persen-suara-di-solo_m_130913.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130913/pamer-tiga-kartu-sakti-jokowi-optimistis-raih-90-persen-suara-di-solo

Capres nomor urut 01, Joko Widodo optimistis mendulang suara sebesar 90 persen di kampung halamannya sendiri. Hal itu mengaca pada perolehan suara tahun 2014.]]>

SOLO – Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) optimistis mendulang suara sebesar 90 persen di kampung halamannya sendiri. Hal itu mengaca pada perolehan suara tahun 2014 lalu yang mencapai 84 persen.

Apalagi dalam kesempatan kampanye terbuka di Stadion Sriwedari Jokowi memamerkan program tiga kartunya yang pro rakyat kecil sekaligus menyejahterakan. Seperti diketahui, bersama KH Ma;ruf Amin, Jokowi mengusung program Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah, kartu pra kerja, dan kartu sembako murah.

”Kartu itu banyak manfaatnya. Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah misalnya. Itu akan diberikan kepada anak SMA yang ingin melanjutkan kuliah, keluar negeri sekalipun. Kemudian Kartu Pra Kerja, yang akan didapat oleh para masyarakat yang belum kerja maupun korban PHK. Diharapkan dengan kartu pra kerja ini akan diberikan honor. Sedangkan kartu sembako murah, dengan ini ibu-ibu akan bisa beli beras, minyak atau pun telur dan didiskon,” kata Jokowi memamerkan programnya.

Jokowi melanjutkan, kartu tersebut akan efektif dimulai awal tahun depan. Karena ini baru dianggarkan dan programnya capres.

SELFI BARENG: Calon presiden (capres) 01 Joko Widodo bersama anggota DPR RI Imam Suroso di Stadion Sri Wedari Solo kemarin.  (DOK. ISC FOR RADAR KUDUS)

Selain itu, Jokowi juga berpesan kepada para relawan untuk kerja keras. Melalui kerja keras tersebut, target perolehan suara akan mudah didapat. ”Waktu tinggal 8 hari. Ayo kita manfaatkan untuk konsolidasi. Supaya masyarakat pada 17 April nanti bisa mencoblos nomor urut 01,” imbuh pria yang pernah menyabet penghargaan sebagai walikota terbaik ini.

Jokowi juga mengingatkan kepada masyarakat Solo dan sekitarnya, supaya tak kaget dengan hoax atau fitnah. ”Kita harus kubur hoax-hoax dan fitnah itu. Saya ini yang paling banyak diserang, mulai dari akan melegalkan pernikahan sesama jenis lah, sampai melarang azan berkumandang dan banyak fitnah lainnya. Kita harus lawan. Harus diluruskan. Jangan kendor gas pool,” tegas Jokowi.

Kampanye terbuka sendiri dimeriahkan penampilan vokalis band Radja, Ian Kasela. Beberapa tokoh PDI Perjuangan serta koalisi juga hadir. Seperti Megawati, Puan Maharani, Ganjar Pranowo, anggota DPR RI Komisi IX Imam Suroso, dan Taj Yasin. 

JABAT TANGAN: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama anggota DPR RI Imam Suroso di Stadion Sri Wedari Solo kemarin.  (DOK. ISC FOR RADAR KUDUS)

Imam Suroso meyakinkan, untuk memilih serta memenangkan Jokowi untuk kembali menjadi presiden 2014-2024. Menurutnya, putra asli Solo tersebut sudah terbukti dalam bidang kepemimpinan dari daerah sampai nasional.

Apalagi dengan mengusung program-program nyata menjadi sebuah penegasan Jokowi memiliki kecakapan mengatasi masalah di lapangan. ”Jokowi ini sosok yang tepat untuk membawa bangsa Indonesia makmur dan sejahtera. Programnya jelas. Langsung menyasar ke wong cilik. Misalnya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Pra Kerja, dan kartu sembako,” jelas caleg DPR RI Dapil Pati, Blora, Rembang dan Grobogan nomor urut 7 dari PDI Perjuangan.

Selain itu, dengan sumber daya alam yang melimpah, dan dikelola dengan baik dan benar hal itu akan menjadi amunisi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ”Kita punya gunung emas freeport di Papua sana. Sekarang mayoritas saham sudah dimiliki negara ini,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 12:31:34 +0700
<![CDATA[Caleg DPR Tamara Geraldine: Jangan Biarkan “Pencuri” Masuk ke Parlemen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130580/caleg-dpr-tamara-geraldine-jangan-biarkan-pencuri-masuk-ke-parlemen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/caleg-dpr-tamara-geraldine-jangan-biarkan-pencuri-masuk-ke-parlemen_m_130580.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/caleg-dpr-tamara-geraldine-jangan-biarkan-pencuri-masuk-ke-parlemen_m_130580.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130580/caleg-dpr-tamara-geraldine-jangan-biarkan-pencuri-masuk-ke-parlemen

Caleg DPR RI dari Partai PDI-P Dapil Jateng II Tamara Geraldine kembali menggelar kampanye akbar. Setelah di Kudus dan Jepara, kini jadwalnya digelar di Demak.]]>

DEMAK – Caleg DPR RI dari Partai PDI-P Dapil Jateng II Tamara Geraldine kembali menggelar kampanye akbar. Setelah di Kudus dan Jepara, kini jadwal sosialisasi politik mantan artis ibukota itu digelar di Demak. Dalam agendanya kali ini Tamara mengimbau agar masyarakat tidak memilih “pencuri” untuk duduk di kursi parlemen.

Seperti yang juga disampaikan di kampanye sebelumnya, ia menganjurkan masyarakat untuk memilih wakil rakyat yang benar-benar ada wujudnya. Bukan hanya sekadar gambar di jalan-jalan. ”Pilih calon pemimpin yang ada dan mau datang, jadi bisa ditanya mereka sanggup menjalankan tugas nggak? Kalau sanggup pilih. Kalau saya ditanya, saya jawab tegas saya sanggup,” katanya.

Tamara juga menegaskan bahwa tugas DPR RI tak hanya duduk di parlemen. Di hadapan ratusan warga yang didominasi dengan ibu-ibu ini Tamara menjelaskan, anggota legislatif berkewajiban untuk memperhatikan masyarakat di dapilnya. Tak hanya saat masa pencalonan, mereka setiap tiga bulan sekali harus turun ke dapil.

”Kalau ada caleg ke sini lagi, bilang ke mereka, disuruh janji untuk setiap tiga bulan ke desa. Jangan pilih caleg yang gak pernah blusukan,” ujar Tamara.

Dalam kampanye terakhirnya, Caleg DPR RI PDI Perjuangan nomor urut 5 tersebut menegaskan bahwa untuk saat ini, Demak butuh jalan yang baik. Sejak pertama kali ia mendaratkan kaki, Tamara mengaku melihat banyak potensi yang bisa digarap di Demak. Namun sayang, saat ini hal itu belum disentuh.

”Kalau saya lihat, Demak ini harus secepatnya memiliki jalan yang baik, tidak bergelombang, dan bahkan berlubang. Sebab saya dari kemarin keliling, di Demak ini banyak jalan yang menurut saya tidak layak,” kata Tamara di Desa Bintoro, Demak.

Sejak memutuskan untuk mencalokan diri sebagai caleg September lalu, Tamara bertekad untuk bertemu minimal 500 orang setiap hari. Dalam pertemuan itu, ia melakukan sosialisasi dan membaut mereka melek pemilu. Hingga saat ini diakunya sudah sekitar 25 ribu masyarakat yang sudah dibuat cerdas pemilu.

”Dengan apa yang sudah saya upayakan ini, saya yakin bisa memenangkan suara dalam pemilu nanti,” tutupnya. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 02:10:45 +0700
<![CDATA[Sebarkan Uang Disertai Sumpah Mencoblos, Oknum Caleg PKS Dilaporkan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130046/sebarkan-uang-disertai-sumpah-mencoblos-oknum-caleg-pks-dilaporkan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/sebarkan-uang-disertai-sumpah-mencoblos-oknum-caleg-pks-dilaporkan_m_130046.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/sebarkan-uang-disertai-sumpah-mencoblos-oknum-caleg-pks-dilaporkan_m_130046.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130046/sebarkan-uang-disertai-sumpah-mencoblos-oknum-caleg-pks-dilaporkan

Oknum calon legislatif (caleg) DPRD Pati dapil Pati I dari PKS bernama Warjono dilaporkan emak-emak ke Bawaslu Pati kemarin siang.]]>

PATI – Oknum calon legislatif (caleg) DPRD Pati dapil Pati I dari PKS bernama Warjono dilaporkan emak-emak ke Bawaslu Pati kemarin siang. Laporan itu terkait adanya money politic berupa pemberian amplop yang disertai dengan sumpah untuk mencoblos caleg tersebut.

Pelapor tersebut adalah Kholisah, warga Desa Payang, Kecamatan/Kabupaten Pati. Dia mengaku, melihat langsung pembagian ampolp disertai sumpah tersebut. ”Saya berada di sana saat ada pembagian amplop. Satu per satu warga disumpah untuk mencoblos caleg tersebut,” kata Kholisah usai melakukan pelaporan ke Bawaslu.

Dia menjelaskan, kejadian yang dilakukan oknum caleg PKS itu berlangsung pada Kamis (4/4) sore. Bertepatan dengan kegiatan arisan ibu-ibu. Ada sekitar 30 orang yang hadir saat itu. ”Intinya dalam sumpah itu, warga yang menerima diarahkan untuk mencoblos caleg tersebut saat hari H 17 April mendatang. Saya ada dokumentasi videonya,” terangnya. ”Isi amplopya Rp 50 ribu,” imbuhnya.

Di video yang ditunjukkan Kholisah, terlihat dua orang perempuan berjilbab bersalaman. Sayang audionya kurang begitu jelas. Sehingga isi sumpah tak bisa terdengar.

Dalam pembagian amplop itu dilakukan oleh tim sukses dari calon tersebut. Sedangkan oknum caleg yang bersangkutan tak ikut di lokasi. ”Saya melaporkan hal ini sebagai bentuk kepedulian atas proses politik di Indonesia, sehingga ke depan jangan sampai ada lagi hal seperti itu,” harap Kholisah.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Pati Suyatno mengungkapkan, terkait laporan adanya politik uang itu pihaknya masih akan mendalami lebih jauh lagi. ”Sementara kami telah memberi tanda terima atas laporan ini. Selanjutnya komisioner akan melakukan pleno terlebih dahulu,” kata Suyatno.

Setelah 1 x 24 jam, lanjut Suyatno, nantinya akan dilakukan pembahasan pertama dengan sentra Gabungan Keamanan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari atas kepolisian dan juga kejaksaan tersebut. ”Akan dikaji lebih dalam lagi, termasuk rentang waktu peristiwa dengan pelaporan apakah belum melebihi tujuh hari. Kemudian menggali keterangan saksi-saksi di lapangan. Juga memanggil terlapor,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk ancaman hukumannya, jika terbukti, akan dikenakan pidana dua tahun penjara dan denda Rp 24 juta. ”Itu maksimal hukumannya,” imbuh Suyatno.

Terpisah, Ketua DPD PKS Narso mengaku belum tahu terkait hal ini. Pihaknya belum bisa berkomentar banyak. ”Jelang 17 April (pelaksanaan pemilu, Red) memang banyak terjadi manuver politik. Saya masih menunggu detail laporan tersebut (dugaan money politics, Red), sambil mengonfirmasi ke pihak yang bersangkutan,” jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 09:56:28 +0700
<![CDATA[Caleg DPR RI Lestari Moerdijat: Golput Bukan Pilihan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129328/caleg-dpr-ri-lestari-moerdijat-golput-bukan-pilihan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/caleg-dpr-ri-lestari-moerdijat-golput-bukan-pilihan_m_129328.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/caleg-dpr-ri-lestari-moerdijat-golput-bukan-pilihan_m_129328.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129328/caleg-dpr-ri-lestari-moerdijat-golput-bukan-pilihan

Calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Nasdem Dapil 2 Jateng nomor Urut 1 Lestari Moerdijat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April.]]>

KUDUS – Calon legislatif (Caleg) DPR RI Partai Nasdem Dapil 2 Jateng nomor Urut 1 Lestari Moerdijat mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Ia mengajak masyarakat untuk tidak golput. Hal ini ia sampaikan saat menggelar kampanye akbar pada di Lapangan Rendeng, Kota, Kabupaten Kudus, Minggu, 31 Maret 2019 lalu.

Lestari juga meminta izin kepada masyarakat di daerah konstituennya. Ia meminta doa restu agar diberikan kepercayaan masyarakat. Sejumlah kader, relawan, simpatisan, dan masyarakat umum turut hadir. Jumlah peserta kampanye yang hadir diperkirakan sekitar 50 ribu orang yang kebanyakan berasal dari Kudus dan sekitarnya.

”Saya Lestari Moerdijat mengucapkan terima kasih. Dan mau mohon izin serta minta doa restu dari bapak ibu semua. Nanti tanggal 17 April saya bisa diberi kepercayaan untuk menjadi perwakilan rakyat di DPR RI," ujar caleg asal Parati Nasdem ini.

Lestari Moerdijat berharap semoga diberikan kepercayaan. Apalagi caleg yang akrab disapa Mbak Rerie bertekad untuk menyejahterakan rakyat. ”Amanah yang diberikan akan saya pegang. Setelah maju, artinya saya menyatukan diri dan jiwa dengan masyarakat semua," tuturnya.

Selain itu, dia juga berpesan kepada masyarakat untuk memilih dirinya pada 17 April mendatang. ”Jangan lupa pilih nomor 1, coblos 01 Jokowi-Amin. Juga buka kartu DPR RI pilih Partai Nasdem nomor urut 1," ujarnya.

Dia juga menambahkan, pilih pemimpin yang dapat menyatukan jiwa dan raganya untuk rakyat. Hal ini juga dipertegas Siti Nurbaya yang hadir menyapa masyarakat Kudus dan sekitarnya.

”Tanggal 17 April nanti datang ke TPS dan pilih sosok dan partai yang dapat dipercaya. Yaitu Pak Jokowi presidennya dan Lestari Moerdijat calegnya," tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 09:46:25 +0700
<![CDATA[Kampanye Akbar Lestari Moerdijat Ajak Warga Menangkan Jokowi-Ma'ruf]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128926/kampanye-akbar-lestari-moerdijat-ajak-warga-menangkan-jokowi-maruf https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/kampanye-akbar-lestari-moerdijat-ajak-warga-menangkan-jokowi-maruf_m_128926.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/kampanye-akbar-lestari-moerdijat-ajak-warga-menangkan-jokowi-maruf_m_128926.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128926/kampanye-akbar-lestari-moerdijat-ajak-warga-menangkan-jokowi-maruf

Kampanye akbar Caleg DPR RI Lestari Moerdijat yang diadakan di Lapangan Rendeng, Kudus, turut menghadirkan Jurkamnas Partai Nasdem, DPP Nasdem Jateng.]]>

KOTA Kampanye akbar Caleg DPR RI Lestari Moerdijat yang diadakan di Lapangan Rendeng, Kudus, turut menghadirkan Jurkamnas Partai Nasdem, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Nasdem dan Dewan Pemimpin Wilayah (DPW) partai Nasdem Jawa Tengah. Mereka meminta masyarakat turut mendukung Caleg DPR RI Lestari Moerdijat dan Capres Jokowi- KH. Ma’aruf Amin pada pemilu nanti.

Jurkamnas Partai Nasdem, Siswono Yudo Husodo mengimbau masyarakat yang hadir agar menggunakan hak pilihnya pada 17 April nanti. Siswono juga meminta dukungan dan doa restu kepada masyarakat, agar memilih Capres Nomor urut satu, untuk Indonesia yang lebih baik. Sedangkan untuk pilihan legislatif, pilihlah partai Nasdem. ”Jokowi Presidennya, Nasdem Partainya. Karena Nasdem menyehatkan politik di Indonesia,” katanya.

PARTAI NASDEM: Lestari Moerdijat dan sederet anggota Partai Nasdem menggera kampanye terbuka di lapangan Rendeng kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Sedangkan DPP Nasdem Siti Nurbaya, mengungkapan, sosok Lestari Moerdijat merupakan yang amanah bagi masyarakat. Rerie merupakan sosok yang mampu menyatu dengan masyarakat. Siti juga meminta masyarakat yang hadir untuk menjaga lingkungan di sekitar dan hutan. Ia menyampaikan pesan Presiden Jokowi, menyatakan, menjaga hutan itu untuk kesejahteraan bangsa. 

Senada juga diungkapkan oleh DPW partai Nasdem Jateng Setyo Maharso menyatakan, masyarakat agar tak golput saat pemilu nanti. Serta tak lupa memilih Caleg DPR RI nomor urut satu Partai Nasdem Lestari Moerdijat. Sedangkan untuk pilihan presidennya, pilihlah Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin. “Semoga Caleg Partai Nasdem amanah dan menuju ke Senayan dan Dapil masing-masing,” katanya.

Ketua Tim Sahabat Lestari Kudus Munjahid mengatakan, terpilihnya Lestari Moerdijat (Rerie) adalah tercapainya kemakmuran dan keadilan bagi Indonesia. Pada perubahan perkembangan zaman, restorasi akan tercapai jika pembangunan selaras dengan pemimpin yang ada sekarang. ”Mari kita kibarkan semangat Lestari Moerdijat kepada masyarakat di tanah Kudus, Demak dan Jepara,” katanya.

Pada kampanye akbar itu,turut pula dimeriahkan grup musik Orkes Melayu Pallapa, serta Sederetan anam artis dangdut tersebut diantaranya Jihan Audy, Wiwik Sagita, Anisa Rahma, Gerry Mahesa, hingga Brodin.

Bahkan 18 artis Ibu Kota juga memeriahkan kampanye akbar itu, yakni Anisa Bahar, Bertrand Antoline, Kristina Dangdut, Raeshard Oktaviansah, Helena Andrian, Livy Andriany, Miranda vera, Ajeng Kartika, Sylvia Fully, Nafa Urbach, Jonathan Frizzy, Chrish John, Afdhal Yusman, Eddies Adelia, Roman D’man, Ageng Kiwi, Krisna Mukti dan Viky Shu. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 15:03:12 +0700
<![CDATA[Jihan Audy dan Artis Ibu Kota Goyang Kampanye Akbar Lestari Moerdijat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128919/jihan-audy-dan-artis-ibu-kota-goyang-kampanye-akbar-lestari-moerdijat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/jihan-audy-dan-artis-ibu-kota-goyang-kampanye-akbar-lestari-moerdijat_m_128919.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/jihan-audy-dan-artis-ibu-kota-goyang-kampanye-akbar-lestari-moerdijat_m_128919.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128919/jihan-audy-dan-artis-ibu-kota-goyang-kampanye-akbar-lestari-moerdijat

Grup musik orkes melayu Pallapa bersama Jihan Audy menghibur puluhan ribu masyarakat dalam acara kampanye akbar Caleg DPR RI Lestari Moerdijat di Kudus.]]>

KOTA Grup musik orkes melayu Pallapa bersama Jihan Audy menghibur puluhan ribu masyarakat dalam acara kampanye akbar Caleg DPR RI Lestari Moerdijat di Lapangan Rendeng, Kudus kemarin. Tak hanya itu, artis ibu kota yang juga caleg partai Nasdem juga turut menghibur warga.

Jihan Audy membawakan tiga lagu dalam penampilannya. Puluhan masyarakat yang hadir rela bergoyang di bawah terik panas matahari. Jihan juga menyapa masyarakat Kudus dengan menciptakan kampanye yang damai dan tertib.

Jihan juga, melayani berfoto dengan masyarakat di sekitar panggung hiburan. Ia berswa foto sambil masih mendendangkan lagu Wegah Kelangan.  

AYO DUKUNG : Lestari Moerdijat meminta dukungan warga dalam Pmeilu nanti. Dia juga meminta warga untuk memiliki Jokowi –Ma’ruf Amin untuk untuk Indonesia sejahtera. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Arif salah satu masyarakat yang datang pada kampanye akbar itu,mengatakan, ingin menyaksikan penampilan Jihan Audy dan (OM) Pallapa juga bertemu artis ibu kota seperti Anisa Bahar, Kristina, dan sederet artis caleg partai Nasdem. Ia rela berpanas- panasan dan menyatakan sangat terhibur dengan adanya kegiatan itu. ”Panas nggak  masalah yang penting bisa melihat Jihan Audy,” katanya.

Turut pula deretan penyanyi dangdut Wiwik Sagita, Anisa Rahma, Gerry Mahesa, hingga Brodin yang memeriahkan acara kampanye akbar itu. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 14:34:16 +0700
<![CDATA[Gelar Kampanye Akbar, Lestari Moerdijat Sapa Puluhan Ribu Pendukungnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128869/gelar-kampanye-akbar-lestari-moerdijat-sapa-puluhan-ribu-pendukungnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gelar-kampanye-akbar-lestari-moerdijat-sapa-puluhan-ribu-pendukungnya_m_128869.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gelar-kampanye-akbar-lestari-moerdijat-sapa-puluhan-ribu-pendukungnya_m_128869.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128869/gelar-kampanye-akbar-lestari-moerdijat-sapa-puluhan-ribu-pendukungnya

Caleg DPR RI nomor urut satu Daerah pemilihan Kudus, Demak, dan Jepara dari Partai Nasdem Lestari Moerdijat menyapa puluhan ribu pendukungnya di kampanye akbar.]]>

KUDUS – Caleg DPR RI nomor urut satu Daerah pemilihan Kudus, Demak, dan Jepara dari Partai Nasdem Lestari Moerdijat menyapa puluhan ribu pendukungnya dalam kegiatan kampanye akbar di Lapangan Rendeng, Kudus, kemarin. Sebanyak 18 artis ibu kota dan grup Musik Orkes Melayu Pallapa turut menyapa masyarakat yang hadir.

Kampenya Akbar itu turut dihadiri oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Siti Nurbaya, lalu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Jateng Setyo Maharso, dan Jurkamnas Partai Nasdem Siswono Yudo Husodo.

Kampanye akbar itu dihadiri pendukung Lestari Moerdijat dari daerah pemilihan II atau daerah pemilihannya. Kudus, Jepara dan Demak. Masyarakat sekitar dapil itu juga hadir. Ketika Lestari Moerdijat naik ke atas panggung, mereka meneriakkan nama Lestari/Rerie-sapaan akrab Lestari Moerdijat. Rerie kemudian membalas dengan melambaikan tangan serta senyum kepada para pendukungnya.

MENGHIBUR: Para artis ibu kota tampil di kampanye terbuka Lestari Moerdijat dan Partai Nasdem di Lapangan Rendeng Kudus kemarin. (DONNY SETYAWAN / Radar Kudus)

Lestari Moerdijat dalam sambutannya meminta doa restu kepada masyarakat yang hadir. Dia berharap pada pemilu tahun ini bisa terpilih jadi DPR RI. Ia punya amanah yang besar kepada masyarakat jika terpilih nanti.

Rerie mengatakan, menjadi Caleg harus bisa menyatukan dirinya dengan masyarakat. Dia berjanji kepada wilayah Dapil II (Kudus, Jepara dan Demak) akan memperhatikan kesehatan wargannya. Lalu kesejahteraan hidup dan pendidikan setiap warganya bisa terjamin.

“Jangan lupa pilih presidennya nomor 1. Nasdem Partainya. Calegnya nomor urut 1,” teriaknya.

Ia juga mengajak pendukungnya menyanyikan mars Lestari Moerdijat. Sebanyak 18 artis Ibu Kota bersama masyarakat yang hadir di acara itu bersama menyanyi. Meneriakkan lirik lagu Persidene Jokowi. Partaine Nasdem. Caleg DPR RI Lestari Moerdijat. Artis tersebut Anisa Bahar, Bertrand Antoline, Kristina Dangdut, Raeshard Oktaviansah, Helena Andrian, Livy Andriany, Miranda Vera, Ajeng Kartika, Sylvia Fully, Nafa Urbach, Jonathan Frizzy, Chrish John, Afghal Yusman, Eddies Adelia, Roman D’man, Ageng Kiwi, Krisna Mukti, dan Viky Shu dengan kompak menyanyikan mars tersebut.

Tak ketinggalan penampilan Anisa Bahar yang berduet Bertrand Antolin membawakan lagu Bukak Sithik Jos. Lagu itu turut membakar atmosfir semangat mendukung Rerie siang itu. Ikut pula Kristina Dangdut dengan menghetakkan panggung dengan hits andalannya Jatuh Bangun. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 11:02:17 +0700
<![CDATA[Jihan Audy Bakal Goyang Kampanye Akbar Partai Nasdem di Kudus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128515/jihan-audy-bakal-goyang-kampanye-akbar-partai-nasdem-di-kudus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/jihan-audy-bakal-goyang-kampanye-akbar-partai-nasdem-di-kudus_m_128515.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/jihan-audy-bakal-goyang-kampanye-akbar-partai-nasdem-di-kudus_m_128515.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128515/jihan-audy-bakal-goyang-kampanye-akbar-partai-nasdem-di-kudus

Grup Orkes Melayu (OM) New Pallapa dengan sederetan artis dangdut kenamaan akan hadir menghibur masyarakat Kudus di Lapangan Rendeng besok (31/3).]]>

KUDUS – Grup Orkes Melayu (OM) New Pallapa dengan sederetan artis dangdut kenamaan akan hadir menghibur masyarakat Kudus di Lapangan Rendeng besok (31/3). Sederetan nama artis dangdut itu di antaranya Jihan Audy, Wiwik Sagita, Anisa Rahma, Gerry Mahesa, hingga Brodin. Tak hanya itu, 15 artis ibu kota juga akan hadir meramaikan acara kampanye terbuka caleg DPR RI Dapil 2 Jateng dari Partai Nasdem Lestari Moerdijat dan DPW Partai Nasdem Jateng ini.

Ke-15 artis ibu kota yang akan hadir itu, di antaranya Ageng Kiwi, Betrand Antoline, Afdhal Yusman, Livy Andriany, Miranda Vera, Ajeng Kartika, Sylvia Fully, Eddies Adelia, Raeshard Oktaviansyah, Jonathan Frizzy, Iman Dman, dan Chris John.

Ketua Tim Sahabat Lestari wilayah Kudus Munjahid, mengatakan, 15 artis ibu kota itu merupakan kader dan caleg Partai Nasdem. Dalam acara ini, juga akan disampaikan orasi oleh sejumlah tokoh nasional Partai Nasdem. Seperti oleh Lestari Moerdijat, Siswono Yudohusodo, dan Setyo Maharso. ”Kampanye ini sekaligus merupakan kampanye terbesar Partai Nasdem Jateng untuk menyambut Pileg dan Pilpres 2019,” katanya.

Rencananya, acara ini akan dihadiri sekitar 30 ribu peserta. Terdiri dari pengurus, kader partai, konstituen, dan masyarakat umum. Konsep yang diangkat berupa kampanye kreatif sekaligus kampanye damai. ”Kami ingin mengenalkan dan mendekatkan Partai Nasdem beserta calegnya dengan konstituen dan masyarakat umum. Terutama di Dapil 2 Jateng,” jelasnya.

Sementara itu, terkait pengamanan acara, Polres Kudus mengaku telah siap. Kabag Ops Polres Kudus Kompol Jodi Setyo Margono, mengungkapkan, 300 personel akan diterjunkan. ”Dalam pengamanan ini, kami dibantu Kodim 0722/Kudus,” katanya.

Diperkirakan masa yang hadir tak sedikit, pihaknya akan menutup jalur arah Lapangan Rendeng. Jalur itu akan dialihkan, karena diperkirakan banyak penonton sehingga tak memungkinkan dilewati.

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 09:03:28 +0700
<![CDATA[DPC PKB Grobogan Dekati Perempuan NU untuk Dukung Jokowi-Amin]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128341/dpc-pkb-grobogan-dekati-perempuan-nu-untuk-dukung-jokowi-amin https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/dpc-pkb-grobogan-dekati-perempuan-nu-untuk-dukung-jokowi-amin_m_128341.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/dpc-pkb-grobogan-dekati-perempuan-nu-untuk-dukung-jokowi-amin_m_128341.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128341/dpc-pkb-grobogan-dekati-perempuan-nu-untuk-dukung-jokowi-amin

Jaringan Perempuan NU Kabupaten Grobogan diserukan untuk mendukung capres cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Di Kota Swieke sendiri, ditarget 74 persen.]]>

PURWODADI – Jaringan Perempuan NU Kabupaten Grobogan diserukan untuk mendukung capres cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Di Kota Swieke sendiri, paslon 01 itu menargetkan bisa meraih 74 persen suara pada Pilpres bulan depan.

 Hal itu, diungkapkan oleh Ketua DPC PKB Grobogan dalam rakor jaringan perempuan NU Kabupaten Grobogan di gedung Wisuda Budaya Purwodadi. ”Sebagai politikus dari warga NU, saya minta perempuan NU bisa mendukung capres dan cawapres Jokowi-Amin dalam Pemilu nanti,” kata M Nurwibowo.

Menurutnya, PKB sebagai partai dari warga NU akan solid dalam Pemilu 2019. Hal itu, sudah terbukti dari beberapa Pemilu sebelumnya. Nurwibowo juga menyerukan agar warga NU mendukung Ma’ruf Amin yang juga dari NU sendiri.

”Semua caleg PKB ada 48 sudah saya sebar se-Kabupaten Grobogan untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pemilu mendatang. Targetnya, Jokowi-Amin di Grobogan dapat 74 persen suara,” jelasnya.

Sekretaris NU Kabupaten Grobogan Afrosin Arif menyampaikan, di Kota Swieke perempuan pemilih termasuk paling banyak. Yang jelas, tugas warga NU mendoakan, menjadi pemilih cerdas, dan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu 2019.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 13:46:23 +0700
<![CDATA[Banyak Caleg Kampanye Tanpa Pemberitahuan, Ini Tanggapan Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126369/banyak-caleg-kampanye-tanpa-pemberitahuan-ini-tanggapan-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/banyak-caleg-kampanye-tanpa-pemberitahuan-ini-tanggapan-bawaslu_m_126369.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/banyak-caleg-kampanye-tanpa-pemberitahuan-ini-tanggapan-bawaslu_m_126369.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126369/banyak-caleg-kampanye-tanpa-pemberitahuan-ini-tanggapan-bawaslu

Jumlah caleg di Kota mencapai lebih 400 orang. Namun, hingga kurang lebih tiga puluh hari mejelang Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.]]>

KOTA – Jumlah caleg di Kota mencapai lebih 400 orang. Namun, hingga kurang lebih tiga puluh hari mejelang Pemilu 2019 pada 17 April mendatang, jumlah caleg yang melapor untuk kampanye tidak ada 10 orang per hari. Padahal, kenyatannya, setiap hari banyak caleg ditemukan menggelar kampanye.

Ketua Bawaslu Rembang Totok Suparyanto mengungkapkan, ada banyak caleg yang masih belum mengerti STTP (Surat Tanda Terima Pemberitahuan). Padahal, sesuai regulasi terkait pemilu, peserta pemilu wajib memiliki STTP sebelum melakukan kampanye.

”Di Semarang itu per hari ada seratus lebih STTP. Di Rembang, ya saya berharapnya ada seperempatnya lah. Tetapi kenyataannya hanya 4-5 per hari,” paparnya dalam agenda Rapat Koordinasi Kampanye Rapat Umum dan Iklan di Media di Hotel Gajahmada kemarin.

Berhubung tidak memiliki STTP itulah, akhirnya ada beberapa agenda kampanye yang mesti dihentikan secara paksa. Dan, penghentian kampanye tersebut sudah melalui pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan regulasi yang ada.

Dalam forum yang digelar sekitar tiga jam kemarin, Bawaslu Rembang utamanya memberikan informasi kepada media mengenai rambu-rambu iklan yang diperbolehkan dipasang oleh peserta Pemilu 2019. Baik itu via media cetak, radio, media online, serta kampanye umum terbuka di masyarakat.

Sebagaimana diketahui, kampanye di media diperbolehkan mulai 24 Maret hingga 13 April mendatang. Ada sejumlah kampanye yang difasilitasi oleh KPU Rembang. Dan, jika dirasa kurang peserta pemilu dapat melakukan penambahan secara mandiri. Namun, ada batasan yang diatur Undang-Undang yang harus ditaati oleh peserta Pemilu.

Sementara itu Amin Fauzi, anggota Bawaslu Rembang menegaskan media wajib menentukan standar tarif iklan kampanye yang berlaku sama untuk setiap peserta pemilu. Media wajib memberikan kesempatan yang sama kepada peserta pemilu dalam pemuatan dan penayangan iklan kampanye.

”Iklan harus mematuhi kode etik periklanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Materi iklan mematuhi pasal 280 ayat (1) UU 7/2017. Tidak mengikutsertakan pihak-pihak yang dilarang di pasal 280 ayat (2) UU 7/2017,” paparnya.

Selain dari Bawaslu, dari Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso dalam kesempatan kemarin juga memberikan paparan mengenai koordinasi persiapan pengamanan kampanye dan pemungutan suara pemilu 2019.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 14:59:33 +0700
<![CDATA[Minim Dana, Delapan Parpol Tak Setor Data Saksi ke Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123966/minim-dana-delapan-parpol-tak-setor-data-saksi-ke-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/minim-dana-delapan-parpol-tak-setor-data-saksi-ke-bawaslu_m_123966.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/minim-dana-delapan-parpol-tak-setor-data-saksi-ke-bawaslu_m_123966.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123966/minim-dana-delapan-parpol-tak-setor-data-saksi-ke-bawaslu

Delapan partai politik (parpol) di Pati belum menyerahkan data saksi ke Bawaslu. Setiap parpol menyetorkan data 4.369 orang yang akan ditempatkan di setiap TPS.]]>

KOTA – Delapan partai politik (parpol) di Pati belum menyerahkan data saksi ke Bawaslu. Setiap parpol menyetorkan data 4.369 orang yang akan ditempatkan di setiap tempat pemungutan suara (TPS). Namun hingga kemarin, mereka belum mengirimkan karena terkendala anggaran.

Ketua Bawaslu Pati Ahmadi mengaku, dari 16 parpol di Pati, yang belum mengirimkan pengawas TPS ada 8 parpol. Sehingga parpol itu belum memenuhi pengawas sesuai jumlah TPS yang ada di Pati sebanyak 4.369 orang. Satu TPS minimal ada satu pengawas dari masing-masing parpol.

Menurutnya, parpol yang belum mengirimkan data saksinya itu karena terkendala biaya. Parpol menginginkan anggaran untuk pengawas dari parpol disediakan Bawaslu. Namun dari Bawaslu tak mempunyai anggaran untuk itu sehingga anggaran dibebankan oleh parpol.

“Dari parpol mengusulkan uang transpor sekitar Rp 30 ribu kepada Bawaslu. Namun kami tak dapat memenuhi karena ada pertanggungjawabannya sehingga tak serta merta langsung diganti. Kini kami masih menunggu parpol untuk mengirimkan pengawas di TPS,” jelasnya kemarin.

Ahmadi mengatakan, parpol harus mengirimkan pengawas di setiap TPS untuk menghindari hal-hal tang diinginkan. Salah satunya konflik di lapangan. Karena adanya konflik di lapangan ini karena tidak ada pengawasnya dari parpol.

“Jika ada saksi dari parpol, maka bisa ikut mengawasi berjalannya pemungutan suara saat pemilu 17 April mendatang. Rencananya, setelah semua parpol mengirimkan saksinya, kami akan mengadakan bimtek kepada orang-orang yang diberikan tugas oleh parpol sebagai saksi di TPS,” jelasnya.

Selain pengawas dari paprol, pihaknya juga tengah perekrutan pengawas TPS karena Bawaslu Pati mengalami kekurangan pengawas. Dari kebutuhan 4.369 pengawas, baru terpenuhi 2.295 orang, sehingga masih kurang 2.074 orang. Kebutuhan pengawas bertambah karena TPS-nya bertambah.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 11:39:21 +0700
<![CDATA[Gara-gara Ini KPU Hapus Tiga Nama Caleg dari Daftar Calon Tetap]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123424/gara-gara-ini-kpu-hapus-tiga-nama-caleg-dari-daftar-calon-tetap https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/gara-gara-ini-kpu-hapus-tiga-nama-caleg-dari-daftar-calon-tetap_m_123424.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/gara-gara-ini-kpu-hapus-tiga-nama-caleg-dari-daftar-calon-tetap_m_123424.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123424/gara-gara-ini-kpu-hapus-tiga-nama-caleg-dari-daftar-calon-tetap

KPU Rembang menghapus setidaknya tiga caleg yang akan mengikuti Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Ketiganya Ediyanto, Benny Wijaya, dan Siti Durrotun.]]>

KOTA – KPU Rembang menghapus setidaknya tiga caleg yang akan mengikuti Pemilu 2019 pada 17 April mendatang. Ketiganya yakni Ediyanto (PDI P) dan Benny Wijaya (Golkar) karena meninggal, dan Siti Durrotun Nasihah (Demokrat) dikarenakan mengundurkan diri dari partai.

Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi mengungkapkan, sebelum mencantumkan para caleg tersebut ke dalam caleg TMS (tidak memenuhi syarat), pihaknya akan lebih dulu mengundang partai. Kemudian, KPU Rembang akan menerbitkan SK peng-TMS-an para caleg tersebut.

”Prosesnya, partai yang bersangkutan diundang untuk klarifikasi. Kemudian kita terbitkan SK perubahan DCT (daftar calon tetap) dengan men-TMS-kan,” paparnya kemarin.

Meski sudah ditetapkan TMS, namun gambar ketiga caleg tersebut akan tetap berada di surat suara, kecuali Ediyanto. Sebab yang bersangkutan telah meninggal pada September lalu setelah ditetapkan DCT dan belum masuk proses percetakan surat suara.

Iqbal menambahkan, meski masih ada nama caleg, namun di TPS masing-masing daerah pemilihan (dapil) para caleg tersebut akan diberi pengumuman pada hari pemilihan. Sebab, suaranya akan dihitung untuk untuk parpol, bukan caleg yang bersangkutan. 

”Suara bagi mereka yang ditetapkan TMS tapi sudah di surat suara masuk parpol,” terangnya.

Sementara itu, terkait caleg PPP yang sedang menjalani proses hukum karena tambang ilegal, Syafaatun, KPU Rembang belum akan menerbitkan SK TMS. Pihaknya saat ini sedang mengirim surat ke pengadilan, untuk meminta keterangan status hukum caleg yang bersangkutan.

”Kalau sudah incrach, nanti jadi TMS juga. Tidak ada batas waktunya. Selama masih bisa kita proses, akan diproses untuk di-TMS-kan,” paparnya.  

Untuk diketahui, Edianto caleg PDIP berada di dapil 1 (Kecamatan Kota) no. urut 2. Sementara, Benny Wijaya merupakan caleg Golkar dapil 5 (Kecamatan Pamotan-Sale) nomor urut 2. Terakhir, Siti Durrotun Nasihah asal Partai Demokrat merupakan caleg, dapil 6 atau untuk wilayah Kecamatan Bulu, Sulang, dan Gunem.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Mar 2019 13:42:45 +0700
<![CDATA[Duh, Ratusan Surat Suara Rembang Nyasar ke Kudus, Kok Bisa?]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122675/duh-ratusan-surat-suara-rembang-nyasar-ke-kudus-kok-bisa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/duh-ratusan-surat-suara-rembang-nyasar-ke-kudus-kok-bisa_m_122675.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/duh-ratusan-surat-suara-rembang-nyasar-ke-kudus-kok-bisa_m_122675.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122675/duh-ratusan-surat-suara-rembang-nyasar-ke-kudus-kok-bisa

Ratusan surat suara Rembang nyasar ke Kudus. Hal ini diketahui saat penyortiran surat suara Padahal seharusnya surat suara ini harus dikirim ke KPU Rembang.]]>

KOTA – Ratusan surat suara Rembang nyasar ke Kudus. Hal ini diketahui saat penyortiran surat suara Padahal seharusnya surat suara ini harus dikirim ke KPU Rembang.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah membenarkan adanya kekeliruan pengiriman sejumlah surat suara. Ratusan surat suara ini didapatinya saat petugas melakukan penyortiran dan pelipatan.

”Petugas sortir dan lipat memang kami instruksikan untuk mengecek secara teliti surat suara yang akan dilipat. Tak hanya kerusakan, tapi peruntukkan surat suara tersebut juga harus diteliti agar tidak ada kekeliruan,” terangnya.

Setelah mendapati kekeliruan ini, pihaknya menginstruksikan untuk memisahkan surat suara nyasar itu. Selain itu juga, pihaknya juga langsung membuat berita acara atas temuan surat suara yang nyasar tersebut. ”Kami buatkan berita acara untuk diteruskan ke KPU Provinsi Jawa Tengah sebagai laporan,” katanya.

Terkait suarat suara dikirim ke Rembang atau dimusnahkan, Naily jujur belum bisa memastikan. Pihaknya masih menunggu keputusan dari KPU Provinsi Jateng.

Naily mengatakan, hingga saat ini pekerjaan penyortiran dan pelipatan surat suara masih terus dilakukan. ”Saya pesan tetap teliti menyortirnya. Saya pastikan tidak ada surat suara nyasar yang luput dari penyortiran petugas,” lanjutnya.

Dalam pelipatan surat suara ini, pihaknya meminta bantuan dari Polres Kudus untuk pengamanan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghindari terjadinya permasalahan dengan surat suara baik dalam bentuk surat suara hilang maupun potensi penyalahgunaan terhadap material surat suara tersebut.

Kabag Ops Polres Kudus Kompol Jodi S.M mengatakan, dalam pengamanan ini pihaknya menerjunkan polisi wanita (polwan). Pengamanan dilakukan dari tahap awal sterilisasi, pemeriksaan tenaga pelipatan mulai dari memasuki tempat hingga meninggalkan tempat pelipatan. ”Pengamanan ini wajib kami lakukan untuk menjaga Pemilu 2019 berjalan dengan lancar aman, damai dan sejuk,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 12:15:08 +0700
<![CDATA[Ingin Pemilu Adil, Puluhan Relawan Koppassandi Datangi KPU]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122633/ingin-pemilu-adil-puluhan-relawan-koppassandi-datangi-kpu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/ingin-pemilu-adil-puluhan-relawan-koppassandi-datangi-kpu_m_122633.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/ingin-pemilu-adil-puluhan-relawan-koppassandi-datangi-kpu_m_122633.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122633/ingin-pemilu-adil-puluhan-relawan-koppassandi-datangi-kpu

Sekitar 30 relawan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Koppassandi mendatangi Kantor KPU Rembang kemarin.]]>

KOTA – Sekitar 30 relawan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang tergabung dalam Koppassandi mendatangi Kantor KPU Rembang kemarin. Kedatangan mereka sebagai upaya agar Pemilu 2019 benar-benar adil dan sesuai dengan ketentuan.

Dipimpin langsung Ketua Koppassandi Ahmad Faih, perwakilan relawan sebanyak 10 orang diizinkan masuk untuk bertemu langsung dengan Ketua KPU Rembang beserta komisioner lain. Salah satu poin penting dalam pertemuan bertajuk audiensi tersebut yakni agar KPU bersikap profesional dan menjalankan tugasnya dengan adil.

Ahmad Ja’far, perwakilan relawan Koppassandi, jumlah dukungan dari Capres 01 dan 02 di Kota Garam cukup berimbang. Sehingga, untuk menjaga agar tidak terjadi gesekan di kelompok bawah, KPU diimbau untuk menjalankan tugasnya dengan baik.

”Saya minta kepada KPU, selaku penerima amanah dari pemerintah dari masyarakat untuk penyelenggaraan pemilu ini, ada konsistensi, ada niat baik, ada rasa tanggung jawab. Tidak hanya masyarakat dan pemerintah, tetapi juga Allah SWT,” paparnya.

Lebih lanjut, Ja’far meminta KPU Rembang agar bisa berbuat jujur dan adil. Ja’far menyebut turut mencermati tahapan-tahapan Pemilu 2019 yang dilakukan KPU Rembang. Pihaknya pun berharap penyelenggara pemilu di Kota Garam itu bisa selalu berada di tengah. Sehingga, tidak ada anggapan di masyarakat bahwa KPU pilih kasih terdapat salah satu pihak tertentu.

”Kami minta Bapak-bapak dan Ibu yang ada di KPU ini komitmen untuk jujur dan adil,” tambah dia.

Sementara itu, Ketua KPU Rembang M. Ika Iqbal Fahmi memastikan pihaknya akan bekerja dengan adil dan tidak berat sebelah. Dan, apabila ada oknum-oknum di lingkungan KPU, pihaknya mempersilakan untuk melaporkan.

”Selama ini kita menyelenggarakan tahapan secara transparan. Ibarat kami bekerja di dalam aquarium. Semua orang bisa melihat dan mengawasi,” paparnya.

Salah satu contohnya, lanjut Iqbal, mengenai DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang sempat menjadi polemik. Dalam penyusunannya, KPU Rembang melibatkan sejumlah pihak, termasuk peserta pemilu. Dalam penetapannya, KPU juga sudah berhati-hati, dibuktikan dengan beberapa kali perbaikan, atau DPTHP (Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan).

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 09:03:00 +0700
<![CDATA[Ternyata Ini Alasan KPU Hentikan Perakitan Kotak Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120987/ternyata-ini-alasan-kpu-hentikan-perakitan-kotak-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/ternyata-ini-alasan-kpu-hentikan-perakitan-kotak-suara_m_120987.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/ternyata-ini-alasan-kpu-hentikan-perakitan-kotak-suara_m_120987.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120987/ternyata-ini-alasan-kpu-hentikan-perakitan-kotak-suara

Sebagian besar kotak suara yang telah didistribusikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati telah dirakit. Namun sementara ini perakitan kotak suara dihentikan.]]>

KOTA – Sebagian besar kotak suara yang telah didistribusikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati telah dirakit. Namun sementara ini perakitan kotak suara yang disimpan di gudang belakang kantor KPU dihentikan. Sebab KPU tak kekurangan tempat untuk merakit mengingat kotak suara dari bahan aluminium belum dilelang.

Komisioner KPU Pati Supriyadi menuturkan, kotak suara yang sudah dirakit ada 15.491. Sedangkan yang ada di gudang belakang kantor KPU yang belum dirakit ada 6.585 kotak suara. Sementara ini perakitan dihentikan karena tempat untuk perakitan tidak mencukupi. Sementara ini gudang belakang kantor KPU masih menyimpan kotak berbahan aluminium.

“Perakitan dihentikan mulai 19 Februari kemarin. Kami menghentikan sementara sambil menuggu lelang kotak suara yang tidak terpakai. Kotak suara itu terbuat dari aluminium yang memang harus dilelang. Rencananya dilelang 1 Maret nanti,” jelasnya kemarin.

Menurut Supri, sesuai ketentuan kotak suara pemilu 2019 terbuat dati bahan karton dan sekali pakai. Sehingga untuk kotak suara yang digunakan pada pemilu sebelumnya dari bahan aluminium sudah tidak digunakan. Menutur aturan kotak suara dari aluminium dihapuskan dengan cara lelang. Hasilnya akan disetor ke kas negara.

“Kotak suara dari aluminium cukup memakan tempat di gudang belakang kantor KPU. Di gudang itu juga untuk menyimpan kotak suara dari karton yang belum dirakit. Rencananya jika sudah selesai lelang, gudang tak penuh lagi dan akan dilakukan perakitan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu gudang lain yang disewa KPU juga sudah penuh untuk menampung kotak suara yang sudah dirakit oleh 25 pekerja termasuk warga difabel. Kini kotak suara itu tengah dijaga ketat oleh petugas sebelum didistribusikan ke setiap tempat pemungutan suara (TPS) di semua wilayah.

Ia menambahkan, dari kotak suara yang telah dirakit, ada 11 kotak suara yang rusak sehingga tidak terpakai. Kotak suara yang cacat pakai itu belum diberikan staples pada sisi kardus. Pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan pusat setelah perakitan rampung.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 14:32:07 +0700
<![CDATA[Puluhan Surat Suara Pilpres Rusak, Ini Penjelasan KPU]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120488/puluhan-surat-suara-pilpres-rusak-ini-penjelasan-kpu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/puluhan-surat-suara-pilpres-rusak-ini-penjelasan-kpu_m_120488.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/puluhan-surat-suara-pilpres-rusak-ini-penjelasan-kpu_m_120488.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120488/puluhan-surat-suara-pilpres-rusak-ini-penjelasan-kpu

Surat suara Pemilu 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mulai disortir dan dilipat.]]>

KOTA - Surat suara Pemilu 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara mulai disortir dan dilipat. Dalam aktivitas tersebut melibatkan 15 pekerja. Hingga kemarin ditemukan 40 kertas suara yang rusak. Kategori rusak sobek ada lima surat suara. Sedangkan surat suara rusak kategori kusut ada 35.

Komisioner KPU Jepara Muhammadun mengatakan pihaknya menjelaskan pada ada 12 Februari lalu, surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden sebanyak 448 dus sudah diterima dan disimpan di Gudang KPU Jepara. Mulai Senin (18/2) petugas menyortir sekaligus melipat surat suara. Tahap awal sudah 25.264 surat suara yang sudah dibuka.

“Setelah proses selesai akan kami plenokan penentuan surat suara yang rusak berdasarkan kategori. Mulai kusut, robek, bercak noda maupun lusuh. Hasilnya kami laporkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti ke pusat supaya ada pergantian,” katanya.

Saat ini pihaknya baru melaksanakan sortir dan pelipatan surat suara presiden dan wakil presiden. Sedangkan  surat suara untuk pemilihan anggota DPR RI yang dikirim pada pada Sabtu (16/2) akan disortir setelah surat suara pilpres selesai. KPU telah telah menerima sebanyak 500 ribu lembar yang dikemas dalam 1.000 dus disimpan di gudang Wonorejo.

Surat suara tersebut juga ditambah dengan pengiriman yang baru sampai pada Senin (18/2) malam. Sebenyak 729.445 lembar. Surat suara tersebut terdiri dari surat suara pemilihan DPR RI, DPRD Jepara dapil 2 dan 3.

Kebutuhan surat suara untuk tiap jenis pemilihan adalah 895.375 lembar. Jumlah tersebut sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT) ditambah 2 persen dari DPT per tempat pemungutan suara (TPS).

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Feb 2019 13:20:34 +0700
<![CDATA[Melanggar, Ratusan APK ‘Diculik’ Paksa Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120432/melanggar-ratusan-apk-diculik-paksa-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/melanggar-ratusan-apk-diculik-paksa-bawaslu_m_120432.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/20/melanggar-ratusan-apk-diculik-paksa-bawaslu_m_120432.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/20/120432/melanggar-ratusan-apk-diculik-paksa-bawaslu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta Panwascam dan Satpol PP Kecamatan Kaliwungu melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) kemarin.]]>

KALIWUNGU   Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta Panwascam dan Satpol PP Kecamatan Kaliwungu melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) kemarin. Ratusan APK diambil paksa karena melanggar. Namun sesuai data, ada 4.631 APK yang melanggar se Kabupaten Kudus. Pengambilan akan dilakukan bertahap.

Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Kudus, Bahrudin mengatakan, dijadwalkan kegiatan penertiban ini akan dilaksanakan hingga Kamis. Dijelaskan saat ini jumlah APK yang melanggar ada sekitar 4.631. Diantarnya ada baliho 341, spanduk 238 dan didominasi poster yang berjumlah 3.401. ”Paling banyak melanggar pemasangan APK terdapat di tiang listrik dan pohon di sekitar jalan,” katanya.

Adapun peraturan tentang penertiban APK dan BK diatur dalam Keputusan KPU Kabupaten Kudus nomor 74/PL.01.5- Kpt/3319/KPU-Kab/IX/2018. Yakni tentang penetapan tempat atau lokasi kampanye rapat umum dan pemasangan alat peraga kampanye pada pemilihan umum tahun 2019.

”Misalnya jarak pemasangan APK dari tempat ibadah, rumah sakit, gedung milik pemerintah, dan lembaga pendidikan (gedung dan sekolah) paling sedikit radius 10 m,” ungkapnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Feb 2019 10:30:24 +0700
<![CDATA[Tak Terima APK Dirusak, Caleg Hanura Wadul Panwaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/19/120294/tak-terima-apk-dirusak-caleg-hanura-wadul-panwaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/19/tak-terima-apk-dirusak-caleg-hanura-wadul-panwaslu_m_120294.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/19/tak-terima-apk-dirusak-caleg-hanura-wadul-panwaslu_m_120294.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/19/120294/tak-terima-apk-dirusak-caleg-hanura-wadul-panwaslu

Partai Hanura Rembang melaporkan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye kepada Panitia Pengawas Pemilu. Laporan ini datang dari caleg Dapil 6 Dapil 6 Sulang.]]>

KOTA - Partai Hanura Rembang melaporkan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye (APK) kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Laporan ini datang dari caleg Dapil 6 Sulang, Bulu dan Gunem setelah beberapa pekan terakhir banyak melihat APK dirusak.

Kerusakan APK dengan ukuran 2 X 3 berada di sepanjang jalan utama wilayah Rembang-Blora. Sedangkan yang ada di desa-desa aman. Melihat ada kejanggalan inisiatif akhirnya melaporkan.

Pelapor sekaligus korban, Caleg Hanura DPRD Dapil 6, nomor urut I, Paramita Prapanca Aswari Nurul Rahajeng menyampaikan kedatangannya dalam rangka melaporkan adanya kerusakan APK. Termasuk konsultasi terkait kerusakan APK tersebut.

”Kami konsultasi apa yang harus dilakukan. Lalu terkait tindak lanjut Panwaslu semacam apa menyikapi APK yang rusak,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus usai melaporkan, kemarin (18/2)

Menurut Rahajeng kerusakan APK diketahui pekan lalu. Usai dilakukan pemasangan tepatnya hari Senin dan diketahui Selasa pagi. Dirinya klaim saat Selasa pukul 01.00 dini hari kondisinya masih utuh sebab ada tim yang kebetulan melintas.

Di lokasi APK yang terpasang ada dari caleg dan berbagai partai lain. Namun demikian APK lain kondisinya masih utuh. Kecuali miliknya mengalami kerusakan. Kondisinya robek-robek. Kemungkinan kerusakan ini dirusak menggunakan cater.

”Untuk APK yang rusak dari Landoh, Sulang dan Panohan, Gunem. Jumlahnya kira-kira mencapai 15 banner dengan ukuran besar,” terangnya.

Menyikapi itu pihaknya melaporkan di Panwas. Hasil konsultasi dirinya diterangkan ada tiga prosedural pelaporan. Syarat ada pelapor, terlapor dan barang bukti. Untuk pelapor dan barang bukti mampu ditunjukkan.

Sedangkan terlapor pihaknya belum mengetahui. Apalagi sampai menangkap basah pelaku pengrusakan APK. Namun jika melihat kerusakan ada kesengajaan. Karena belum ada satu hari dipasang sudah rusak di sepanjang jalan.

Ketua pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto menyampaikan gambaran prosedural. Dalam UU no 7 pasal 280 subjek harus jelas, peserta, pelaksana dan tim kampanye.

”Kalau melakukan pelarangan mereka dapat dijerat UU Pemilu. Misalnya ketika melakukan pengrusakan. Kalau pelapor tidak dapat menunjukkan terlapor, syarat material tidak terpenuhi. Jadi tidak dapat menangani,” paparanya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Feb 2019 15:45:11 +0700
<![CDATA[KPU Ungkap Kenapa Hanya Surat Suara Pilpres yang Dikirim]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/16/119765/kpu-ungkap-kenapa-hanya-surat-suara-pilpres-yang-dikirim https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/16/kpu-ungkap-kenapa-hanya-surat-suara-pilpres-yang-dikirim_m_119765.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/16/kpu-ungkap-kenapa-hanya-surat-suara-pilpres-yang-dikirim_m_119765.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/16/119765/kpu-ungkap-kenapa-hanya-surat-suara-pilpres-yang-dikirim

Surat suara untuk pemilihan umum 2019 membutuhkan lima jenis surat suara. Namun yang sudah terdistribusi sampai ke Jepara hanya surat suara pemilihan presiden.]]>

KOTA – Surat suara untuk pemilihan umum 2019 membutuhkan lima jenis surat suara. Namun yang sudah terdistribusi sampai ke Jepara hanya surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara, belum lama ini menerima  894.020 lembar surat suara. Untuk surat suara pemilihan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, dan DPD masih menunggu jadwal pengiriman berikutnya.

Ketua KPU Jepara Subchan Zuhri menyampaikan, pihaknya masih menunggu empat jenis surat suara lainnya. Namun terkait jadwal pengiriman pihaknya masih menunggu informasi dari penyedia surat suara. “Kami tunggu dari pusat. Jadwal distribusi semua dari sana,” katanya.

Ia menjelaskan, jumlah surat suara yang dikirim itu adalah sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT), yakni 876.490 ditambah dua persen dari jumlah itu. Pengiriman lebih cepat sehari dari jadwal. KPU Jepara menerima kiriman surat suara dengan menerapkan prosedur yang diperlukan. Di antaranya koordinasi dengan kepolisian dan Bawaslu Jepara.

“Pengawalan pengiriman logistik sejak masuk perbatasan Jepara sampai ke gudang. Saat kami buka bersama, masih tersegel dan surat suara yang dikemas dalam 448 kardus itu sudah di dalam gudang yang juga dijaga polisi secara penuh,” kata Subchan.

Truk yang mengangkut surat suara berangkat dari Jakarta. Sebelum sampai di Jepara truk menurunkan logistik di beberapa daerah. Setelah sampai di Jepara, surat suara yang dibungkus dus dimasukkan ke gudang penyimpanan KPU. Sambil menunggu surat suara lainnya didistribusikan akan dilakukan penyortiran dan pelipatan.

“Tapi kami sekarang masih fokus pada pelipatan kotak suara yang melibatkan lima orang di beberap tempat,” katanya.

Surat suara itu akan digunakan untuk pemilu yang akan berlangsung pada 17 April tahun ini. Sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, KPU berkoordinasi dengan kepolisian dan Bawaslu saat kedatangan logistik tersebut. Disaksikan pula Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman dan Dandim Jepara Letkol Czi Fachrudi Hidayat. Ketua Bawalu Jepara Sujiantoko membuka segel kendaraan pengangkut surat suara. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Feb 2019 15:09:42 +0700
<![CDATA[Terungkap, Penyebab KPU Tunda Perakitan Kotak Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119570/terungkap-penyebab-kpu-tunda-perakitan-kotak-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/terungkap-penyebab-kpu-tunda-perakitan-kotak-suara_m_1550219493_119570.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/terungkap-penyebab-kpu-tunda-perakitan-kotak-suara_m_1550219493_119570.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119570/terungkap-penyebab-kpu-tunda-perakitan-kotak-suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menunda perakitan kotak suara. Penundaan ini dilakukan karena KPU masih menunggu rencana penyotiran surat suara.]]>

KOTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus menunda perakitan kotak suara. Penundaan ini dilakukan karena KPU masih menunggu rencana penyotiran surat suara. Dari sekitar 15.245  kotak suara, saat ini yang sudah terakit sebanyak sembilan ribu.

Ketua KPU Kudus Naily Syarifah mengatakan, penundaan sudah dilakukan sejak hari Jumat (8/2) kemarin. Sedangkan surat suara mulai diterima sejak Selasa (12/2) lalu.

”Ada sekitar 6 ribu yang belum dirakit. Perakitan kotak suara sementara waktu kami tunda terlebih dahulu. Karena masih menunggu planning sortir surat suara,” ucapanya.

Dia mengatakan, saat ini perakitan kotak suara sudah mencapai sembilan ribu kotak suara. Dari jumlah keseluruhan kotak suara sebanyak 15.245 kotak suara.

Naily melanjutkan, perakitan akan kembali dilakukan sekitar dua pekan lagi. Dalam rentang waktu tersebut juga digunakan untuk penyotiran surat suara. Selain di gudang lama yang berada di RT1/RW 7 Desa Purwosari, Kecamatan Jati, perakitan kotak suara dan pelipatan surat suara nantinya akan dilakukan di gudang baru di Perum Kapasan Prambatan, Kaliwungu.

”Karena di gudang yang lama kapasitasnya kurang, jadi kami sudah siapkan gudang baru berkapasitas lebih luas,” jelasnya.

Pihaknya juga akan segera melakukan simulasi pelipatan surat suara. Ini dilakukan untuk menaksir untuk upah pekerja nantinya. Baru kemudian mulai melipat surat suara dan kembali merakit kotak suara.

Hingga saat ini KPU Kudus belum menemukan kerusakan pada kotak suara berbahan kardus itu. Hanya saja pihaknya menemukan dua kotak suara yang tidak lengkap. Sehingga tidak bisa dirakit. ”Tidak ada kabel tiesnya. Tapi sudah saya konfirmasikan, nanti kami akan belikan agar kotak suara bisa digunakan,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Feb 2019 15:03:25 +0700
<![CDATA[Prabowo: Harga Daging di Indonesia Tertinggi di Dunia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119500/prabowo-harga-daging-di-indonesia-tertinggi-di-dunia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/prabowo-harga-daging-di-indonesia-tertinggi-di-dunia_m_119500.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/15/prabowo-harga-daging-di-indonesia-tertinggi-di-dunia_m_119500.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/15/119500/prabowo-harga-daging-di-indonesia-tertinggi-di-dunia

Capres Prabowo Subianto datang di Blora kemarin. Calon presiden nomor urut 02 ini, mendarat menggunakan helikopter di lapangan Kridosono sekitar pukul 11.30.]]>

BLORA – Capres Prabowo Subianto datang di Blora kemarin. Calon presiden (capres) nomor urut 02 ini, mendarat menggunakan helikopter di lapangan Kridosono sekitar pukul 11.30 setelah menempuh perjalanan dari dari Magelang. Dia kemudian menuju ke Gedung Graha Larasati, tempat kampanye.

Kedatangannya langsung diserbu pendukungnya. Mereka berebut bersalaman. Pukul 11.35 Prabowo mulai pidato. Ada seribuan yang hadir dan memenuhi gedung tersebut. Dia berorasi sekitar 45 menit. Pukul 12.10 Prabowo mengakhiri kampanyenya. Dilanjutkan terbang ke Grobogan menggunakna helikopter.

Kedatangannya juga disambut tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para purnawirawan TNI Polri yang tergabung dalam Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kemarin, Prabowo Subiyanto sampai di lokasi kampanye, di Gedung Graha Larasati, Blora, sekitar pukul 11.30. Molor lebih dari satu jam dari jadwal.

Prabowo berorasi sekitar 45 menit di atas podium. Isinya menyinggung soal permasalah ekonomi, harga cabai, utang negara, dan budaya korup di negeri ini. Sesekali Prabowo nyeruput air mineral dan kopi yang telah disediakan di podium.

Prabowo juga mambawa buku yang ditulisnya. Buku itu berjudul Pandangan Strategis Prabowo Subianto Pradoks Indonesia. Negara Kaya Raya tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin. ”Silakan diperbanyak buku ini. Disebarkan ke pelosok-pelosok desa sampai RT dan RW,” ujarnya kepada seribuan pendukungnya yang memenuhi Gedung Graha Larasati, Blora, kemarin.

Dalam pidatonya, Prabowo memaparkan strategi dan cara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Khususnya para pegawai negeri sipil (PNS), TNI, polisi, Jaksa, dan Hakim. ”Jika saya menerima mandat sebagai presiden, saya tidak akan mengizinkan koruptor-koruptor itu berada dalam pemerintahan Republik Indonesia,” tegas Prabowo.

Dia juga menyebut harga beras, daging, dan daging ayam di Indonesia tertinggi di dunia. Prabowo pun berjanji untuk memperbaiki kondisi tersebut jika mendapatkan amanah untuk memimpin Indonesia.

”Beras di Indonesia jadi salah satu tertinggi di dunia. Demikian daging juga tertinggi di dunia. Daging ayam tertinggi di dunia. Salah satu yang tertinggi di dunia. Perjuangan kami adalah untuk kita perbaiki keadaan ini dengan segera,” ucapnya.

Menurut Prabowo, tingginya harga diperparah dengan kondisi ekonomi mayoritas rakyat Indonesia dalam keadaan sulit. Ini terjadi karena kebocoran kekayaan negara. Hal ini, menyebabkan kekayaan yang seharusnya dinikmati masyarakat justru mengalir ke luar negeri.

”Elit negeri ini sudah berkuasa puluhan tahun. Elit ini menurut keyakinan saya telah gagal mengelola negara. Sudah baca buku saya Paradoks Indonesia? Saya mengerti. Saya paham. Saya saksi. Karena saya bagian dari elit itu juga. Tapi saya muak dengan elit itu,” teriaknya dengan lantang dan berapi-api.

Prabowo juga sempat menyindir gaji awak media. Selain itu, Prabowo menyebut ada sejumlah wartawan yang selalu menunggu dia salah bicara. ”Wartawan itu tergantung dari medianya mana. Ada wartawan-wartawan yang sudah tidak mengerti panggilan tugasnya. Wartawan yang gajinya kecil, pasti ke 02. Ini wartawan di sini, pasti nunggu saya salah bicara,” ucapnya.

Usai dari Blora, Prabowo gantian menyambangi Kabupaten Grobogan. Kunjungan ini disambut sekitar 1.000 orang. Prabowo mengaku sudah lima bulan terakhir keliling Indonesia. ”Kami juga didukung partai emak-emak, relawan dari berbagai latar belakang. Dari Demak, Pati, dan Grobogan serta daerah lain,” ujarnya.

Prabowo mengaku, dirinya keliling di berbagai daerah dalam rangka perjuangan. Dirinya melihat bahwa negara berjalan ke arah yang keliru. Seperti pengelolaan ekonomi yang salah dan itu berlangsung sejak lama. ”Ekonomi Indonesia salah urus dan salah kelola. Ini sudah terjadi sejak lama,” katanya.

Dirinya menyindir para elite bangsa telah gagal menjaga rakyat. Menurutnya, para elite bangsa lebih senang dengan kondisi yang masih belum benar. Sehingga tidak peduli kepada rakyat. ”Elite di Jakarta sudah terlalu senang dan tidak peduli. Mereka mandang rakyat Indonesia bodoh. Bisa dibohongi terus. Para elite banyak yang melakukan aksi korupsi. Lebih parahnya lagi, mereka juga ikut korupsi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menanyakan kepada pendukungnya bahwa pengelolaan negara sudah benar atau belum? Para audiensi menjawabnya serentak belum benar. Ditambah lagi apakah masih ada banyak kasus korupsi? Dijawab masih banyak korupsi. Dirinya juga mengatakan, bahwa kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.

”Yang membawa kamera rekam ya. Saya katakan, kekayaan Indonesia diambil luar negeri,” tandasnya yang dilanjutkan memperlihatkan kebolehannya berjoget. Bahkan sampai turun dari mimbar. Aksi tersebut menjadikan audiens makin ramai dan meriah.

Prabowo juga menyindir tentang sistem demokrasi di Indonesia. Yakni makna demokrasi rakyat yang berkuasa. Saat ini terjadi plutokrasi atau yang berkuasa hanya orang kaya, aristokrasi (yang berkuasa hanya ningrat). ”Yang lebih parah lagi kleptokrasi. Yang berkuasa maling. Mau dipimpin maling-maling? Tidakkan?,” tandasnya seraya bertanya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Feb 2019 09:27:56 +0700
<![CDATA[Sebelas Elemen Masyarakat Kudus Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/11/118739/sebelas-elemen-masyarakat-kudus-deklarasi-dukung-jokowi-maruf https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/11/sebelas-elemen-masyarakat-kudus-deklarasi-dukung-jokowi-maruf_m_118739.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/11/sebelas-elemen-masyarakat-kudus-deklarasi-dukung-jokowi-maruf_m_118739.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/11/118739/sebelas-elemen-masyarakat-kudus-deklarasi-dukung-jokowi-maruf

Sebanyak 11 elemen masyarakat di Kabupaten Kudus mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1 Joko Widodo – Ma’ruf.]]>

KOTA - Sebanyak 11 elemen masyarakat di Kabupaten Kudus mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 1 Joko Widodo – Ma’ruf Amin kemarin. Kesebelas elemen masyarakat tersebut, yakni Relawan Jokowi (Rejo), Sedulur Jokowi, Ranting PDI, RJB, Gemar Rejo, Cakra 19, RJI, Bara JP, NCI NKRI, Rejo Semut Ireng, dan Relawan Sekretariat Nasional (Seknas). Acara tersebut dilaksanakan di Griya Rahardja Jalan Mangga.

”Sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Kudus harus bersatu untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf,” kata Ketua Panitia Deklarasi Kudus Bersatu Untuk Jokowi-Ma'ruf Rinduwan di Griya Rahardja Kudus.

Ia mengatakan usai deklarasi ini semua elemen pendukung diminta menunjukkan kinerjanya dengan merangkul masyarakat lain untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf agar bisa memimpin Indonesia.

”Kalau kerja sama baik, kami targetkan bisa menang 70 persen,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Relawan Nusantara untuk Jokowi-Ma’ruf T. Hari Prihatono dan Relawan Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi-Ma’ruf Abdul Adzim. T. Hari Prihatono menyampaikan apresiasinya kepada sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Kudus yang mendeklarasikan untuk mendukung Jokowi-Mar'ruf.

”Semoga menjadi bagian dengan relawan lain secara nasional,” ujarnya.

Dikatakannya, di Kudus gelora penyampaian pesan untuk berpolitik dilakukan secara  santun, berkebudayaan, dan tanpa kebohongan. Sehingga bisa tetap menjaga marwah politik kebangsaan.

Rusman, warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, salah seorang relawan Jokowi-Ma’ruf mengaku mendukung Jokowi sosoknya yang sederhana serta berani mengambil kebijakan. Seperti soal harga jual bahan bakar minyak (BBM) di Papua dengan di Pulau Jawa sama.

Selain itu, kata dia, Jokowi juga berasal dari rakyat biasa yang jujur dan kerja keras. Sehingga pantas didukung untuk melanjutkan kepemimpinannya untuk kedua kalinya.

”Saya siap menjadi motor penggerak pemenangan di desa saya sendiri. Termasuk hingga ke desa-desa lainnya,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 11 Feb 2019 08:41:28 +0700
<![CDATA[Ribuan Petani Jagung Grobogan Dukung Jokowi-Ma’ruf]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/11/118736/ribuan-petani-jagung-grobogan-dukung-jokowi-maruf https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/11/ribuan-petani-jagung-grobogan-dukung-jokowi-maruf_m_1549849348_118736.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/11/ribuan-petani-jagung-grobogan-dukung-jokowi-maruf_m_1549849348_118736.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/11/118736/ribuan-petani-jagung-grobogan-dukung-jokowi-maruf

Ribuan petani yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Petani Grobogan mengucapkan ikrar dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Desa Juworo.]]>

GROBOGAN – Ribuan petani yang tergabung dalam Forum Silahturahmi Petani Grobogan mengucapkan ikrar dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di lahan jagung Desa Juworo, Kecamatan Geyer, Grobogan, Sabtu (9/2). Mereka lakukan ikrar mendukung penuh Joko Widodo untuk menjadi presiden dan wakil presiden 2019-2023.

Acara ikrar tersebut dihadiri masing-masing pengurus partai koalisi pendukung capres dan cawapres 01. Yaitu Ketua DPC PDI P Sri Sumarni, Bendahara DPD Golkar Wasono Nugroho, Bendahara DPC PKB Agus Dwipriyanto, Ketua DPC Hanura Setiawan Djoko Purwanto dan pengurus Partai pendukung lainnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan panen jagung terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan potong tumpeng dan pembacaan ikrar. Sebelum mengucapkan ikrar, para petani terlebih dulu melakukan panen jagung di lahan yang tersedia. Mereka kemudian meneriakkan yel-yel tentang kualitas pertanian Grobogan yang tidak kalah dengan daerah lain. “Padi nomor 1, jagung nomor 1, kedelai nomor 1, pembangunan lanjutkan!,” teriaknya.

”Kami mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada sahabat kami, para petani dari Forum Silahturahmi Petani Grobogan, yang telah berikrar dan bertekad dengan setulus-tulusnya mendukung Bapak Joko Widodo dan Bapak Ma'ruf Amin,” kata Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Kabupaten Grobogan, Agus Siswanto.

Ditambahkan, Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Kabupaten Grobogan akan mendukung kegiatan yang dilakukan para petani dalam rangka menarik simpati masyarakat, khususnya kalangan petani, maupun seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Grobogan. 

]]>
Ali Mustofa Mon, 11 Feb 2019 08:10:53 +0700
<![CDATA[Keterbatasan Personel dalam Pengawasan Pemilu Jadi Kendala Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/06/117972/keterbatasan-personel-dalam-pengawasan-pemilu-jadi-kendala-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/06/keterbatasan-personel-dalam-pengawasan-pemilu-jadi-kendala-bawaslu_m_117972.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/06/keterbatasan-personel-dalam-pengawasan-pemilu-jadi-kendala-bawaslu_m_117972.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/06/117972/keterbatasan-personel-dalam-pengawasan-pemilu-jadi-kendala-bawaslu

Anggota Bawaslu Provinsi Jateng, Sri Wahyu Ananingsih kemarin melakukan monitoring ke kantor Bawaslu Rembang. Agendanya berkaitan dengan rekruitmen pengawas TPS]]>

KOTA – Anggota Bawaslu Provinsi Jateng, Sri Wahyu Ananingsih kemarin melakukan monitoring ke kantor Bawaslu Rembang. Agendanya berkaitan dengan rekruitmen pengawas TPS yang sedang dilakukan badan pengawas pemilu tingkat kabupaten. Dalam monitoring yang berlangsung selama enam jam itu, ada banyak hal yang disampaikan. Salah satunya keterbatasan personel.

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto menyatakan, hal yang disampaikan dalam monitoring tersebut, salah satunya adalah kendala mengenai terbatasnya SDM. Sebab, pada hari pemungutan suara nanti, butuh banyak personel di masing-masing TPS.

”SDM-nya kan berebut juga dengan KPPS (kelompok penyelenggara pemungutan suara). Kalau tiap TPS ada 7, dikalikan 2.171 sesuai jumlah TPS kan besar sekali,” paparnya kemarin.

Apalagi, kata dia, persyaratan untuk menjadi personelnya, semisal minimal usia 25 tahun, tidak bisa ditawar sama sekali. Jumlah itu belum termasuk saksi dari masing-masing partai dan paslon capres. Sebagaimana diketahui, ada 14 partai politik di Rembang yang mengikuti Pemilu tahun ini.   

”Solusinya masih sebatas, yang penting masih dari Kabupaten Rembang, tetap bisa menjadi pengawas TPS atau saksi,” kata dia.

Totok menyatakan, dalam pemungutan suara pada hari penyelenggaraan nanti, yang paling krusial yakni pengawas TPS dan saksi. Harus konsentrasi tinggi. Yakni terkait dengan perhitungan suara, ketika surat suara dibuka untuk dilihat tempat coblosannya.

”Saat surat suara dijembreng (dibentangkan) itu yang butuh konsentrasi lebih,” tambah dia.

Sementara itu, mengenai laporan penertiban APK (alat peraga kampanye), pihaknya belum mendapat laporan dari masing-masing panwascam. Pihaknya pun masih menunggu laporan sebelum menyampaikannya ke publik.

Mengenai mekanisme penertiban, pihaknya memang berhati-hati. Apalagi, belum lama ini ada kasus seorang petugas yang sedang melakukan penertiban APK yang meninggal karena tersengat listrik.

”Resikonya tinggi. Kalau kesetrum dan jatuh, malah repot,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Feb 2019 13:53:07 +0700
<![CDATA[Blusukan di Pati Sandiaga Uno Disambut Teriakan “Jokowi, Jokowi”]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/31/116912/blusukan-di-pati-sandiaga-uno-disambut-teriakan-jokowi-jokowi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/31/blusukan-di-pati-sandiaga-uno-disambut-teriakan-jokowi-jokowi_m_116912.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/31/blusukan-di-pati-sandiaga-uno-disambut-teriakan-jokowi-jokowi_m_116912.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/31/116912/blusukan-di-pati-sandiaga-uno-disambut-teriakan-jokowi-jokowi

Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno Rabu kemarin (30/1), kembali datang di Rembang. Sebelumnya, pada 11 Januari lalu, dia menyapa pedagang Pasar Rembang]]>

PATI  – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahudin Uno Rabu kemarin (30/1), kembali datang di Kabupaten Rembang. Sebelumnya, pada 11 Januari lalu, dia menyapa pedagang Pasar Kota Rembang. Kali ini, Sandi memilih blusukan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung.

Dia tiba di TPI Tasikagung pukul 09.30. Kedatanganya melihat secara langsung aktivitas nelayan. Dengan dikawal tim advance beserta ajudan dia menuju dermaga. Salam dan sapa dilakukan. Di sana dia melihat bongkar muat ikan. Sesekali berinteraksi dan diajak foto pendukungnya. Di sekitar dermaga, Sandi mendapatkan banyak aspirasi soal keinginan cantrang dilegalkan.

Setelah beberapa menit di dermaga, Sandi yang mengenakan sepatu boots putih bergegas menuju TPI. Sesampainya di TPI, Sandi sempat disambut teriakan. Ternyata dari pendukung kubu pasangan calon lawan.

Sandi bergegas mendekati sumber teriakan. Interaksi hangat terjadi, sembari dirinya membelai tangan orang yang berteriak itu. Sambil jalan, Sandi disambut nelayan, petani garam, petani dan tebu. Salah satu nelayan dari Desa Tasikagung Nursaroh, menginginkan nelayan sejahtera dan cantrang dilegalkan. ”Kami tidak tenang kalau belum ada kejelasan,” ujarnya.

”Usulan-usulan reorientasi ekonomi semakin dirasakan. Sebagai alternatif yang lebih menjanjikan masyarakat di sini. Mereka menginginkan satu perubahan, baik kepemimpinan, rezim, dan kebijakan. Harapannya, fokus pembangunan ke depan dalam segi manunia (nelayan dan petani garam) yang saat ini belum merasakan pembangunan ekonomi,” kata Sandi.

Ditanya soal melegalkan cantrang, Sandi mendengar bukan pertama kali. Namun, nelayan sudah berjuang sudah lima tahun dan bertemu presiden empat kali. Makanya harus ada pemerintahan yang kuat dan tegas. Soal kebijakan berpihak nelayan.

Ini komitmen Sandi. Kontrak politik sudah disodorkan dari nelayan cantrang maupun petani garam. Saat ini, sudah diterima dan harus diwujudkan. Sesuai komitmen ingin menyejahterakan rakyat dan merubah regulasinya.

Selain itu, Sandi menyerap aspirasi adanya modernisasi kapal. Untuk itu harus dibantu dari sisi permodalan. Agar nelayan bisa beli cold storage. Karena selama ini, kebanyakan nelayan hanya menggunakan es batu agar ikan awet. Tapi, akhirnya banyak ikan busuk.

Lebih lanjut saat dikonfirmasi soal adanya teriakan pendukung Jokowi-Maruf, Sandi menganggap hal itu biasa. Apalagi ini pesta demokrasi. Justru dirinya melihat senang. Karena menunjukan mereka ikut menyambut. ”Saya tidak marah. Juga kami pernah disambut hal yang sama di beberapa daerah. Ini bentuk rasa syukur dan gembira. Didatangi calon pemimpin yang mungkin di Kabupaten Rembang belum datang pemimpin lain,” ujarnya.

Usai dari Rembang, Sandi bertolak ke Pati. Ia mengunjungi beberapa lokasi di Juwana. Salah satunya ke Pasar Juwana. Di sana ia diserbu emak-emak bakul. Sandi juga sempat memborong pisang dan sembako.

Pukul 10.30 kemarin, Sandi tiba di Juwana dengan dikawal ketat kepolisian. Pukul 11.45 sudah memasuki Kecamatan Juwana. Tujuan awal di Juwana mengunjungi TPI II Juwana. Namun, ketika iring-iring rombongan sampai di pertigaan Desa Dukukeras memasuki jalan TPI II Juwana, ada rombongan motor yang meneriaki ”Jokowi, Jokowi.” Rombongan itu hanya berteriak saja sambil konvoi.

Sesampainya di TPI II Juwana, Sandi yang memakai kaus biru muda, celana hitam, dan sandal santai langsung disambut nelayan dan para bakul yang lelang di sana. Kehadirannya dihiasi hujan deras, sehingga ia tak dapat berkeliling mengecek nelayan di kapal. Sandi langsung membuka acara di TPI dan mengumpulkan warga.

Sandi menyerap aspirasi dari elemen masyarakat mulai dari emak-emak, sopir truk, tokoh nelayan, dan lainnya. Masyarakat mengadukan banyak hal. Mulai dari kebijakan cantrang, BPJS Kesehatan, hingga Jalan Pantura yang rusak parah. Semuanya ditanggapi. Namun sebelum menjawab pertanyaan dari warga, ia memberikan obat sakit kepala supaya tidak pusing dengan keluhan hidup.

Sekitar pukul 12.30, ia bertolak ke Pasar Juwana. Sandi langsung menuju ke lantai II. Di ruang itu banyak ditempat para pedagang sembako dan buah. Ketika meninjau pedagang, ia memborong pisang raja dan sembako. Kunjungan Sandi di Pasar Juwana hanya berlangsung sekitar 20 menit.

Ia mengatakan, pedagang di Pasar Juwana merasa mengalami kelesuan dan sepi. Saat menyerap aspirasi pedagang, mereka menginginkan pasar itu ditata dengan tuntas, supaya pembeli tak hanya membeli di depan pasar. Sedangkan pedagang di lantai II tak dijamah pembeli, sehingga sepi. Kalau ditata baik, ekonomi akan bergerak dan tidak ada kesenjangan pedagang.

Sementara itu, pada saat mengunjungi warga di TPI II Juwana, dia diwaduli banyak hal termasuk, rusaknya Jalan Pantura. Meskipun pemerintah saat ini menggenjot infrastruktur, tetapi masyarakat tidak merasakan langsung dampaknya karena yang digenjot pembangunan tol.

”Saya mengalami sendiri kerusakan Jalan Pantura saat perjalaan ke Rembang dan Pati. Ini mengakibatkan pengemudi truk kesulitan. Tadi, pengawal kepolisian juga kesulitan. Saya juga mendapatkan keluhan dari nelayan cantrang yang sampai 4-5 tahun ini tak ada solusinya. Nantinya kami akan mencarikan solusi dengan mendengarkan semua masukan dari nelayan,” tegasnya.

Usai kunjungan di Juwana, ia senang dengan sambutan masyarakat yang antusias. Terkait adanya konvoi sekumpulan warga yang menerikakan Jokowi, Sandi menanggapi dengan santai. Apa yang dilakukan warga itu hanyalah dinamika dan konsekuensi demokrasi.

]]>
Ali Mustofa Thu, 31 Jan 2019 08:10:09 +0700
<![CDATA[Bawaslu: Banyak Parpol Tak Paham Pelaporan Dana Kampanye]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114965/bawaslu-banyak-parpol-tak-paham-pelaporan-dana-kampanye https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/bawaslu-banyak-parpol-tak-paham-pelaporan-dana-kampanye_m_114965.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/21/bawaslu-banyak-parpol-tak-paham-pelaporan-dana-kampanye_m_114965.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/21/114965/bawaslu-banyak-parpol-tak-paham-pelaporan-dana-kampanye

Bawaslu Rembang melaporkan hasil pencermatan dan klarifikasi terhadap LPSDK (Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye) para peserta pemilu kepada Bawaslu.]]>

KOTA – Bawaslu Rembang melaporkan hasil pencermatan dan klarifikasi terhadap LPSDK (Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye) para peserta pemilu kepada Bawaslu Provinsi Jateng. Menurut Bawaslu Rembang, ada banyak parpol yang pemahamannya mengenai LPSDK belum baik.

Totok Suparyono, Ketua Bawaslu Rembang menyebut, ada perbedaan pendapat antara pihaknya dengan KPU setempat. Hal itu jugalah yang membuat sejumlah parpol melaporkan LPSDK dengan nominal Rp 0.

”Pemahaman parpol harus dibetulkan. Kalau caleg menyumbang ke parpol juga harus dilaporkan,” kata dia kemarin.

Sementara, menurut pemahaman KPU, berdasarkan konfirmasi pihak Bawaslu, institusi penyelenggara pemilu itu menyatakan apabila uang sumbangan dari caleg dan langsung digunakan untuk kampanye pribadinya, maka tidak wajib dimasukkan ke RKDK (Rekening Khusus Dana Kampanye). Hal itulah yang membuat sejumlah parpol melaporkan LPSDK dengan nominal Rp 0.

Hal itu diamini Komisioner KPU Rembang, Zaenal Arifin saat dimintai konfirmasi kemarin. Dia mengungkapkan, caleg tidak harus mentransfer yang pribadinya ke RKDK. Tetapi melaporkan yang sudah digunakan untuk kampanye.

”Bisa jadi itu difasilitasi partai di tingkat provinsi maupun pusat. Sehingga caleg maupun parpol di kab/kota tidak melaporkannya,” kata dia.  

Sebagaimana diketahui, setidaknya ada enam peserta pemilu yang memiliki LPSDK sebesar Rp 0. Keenamnya adalah tim sukses capres-cawapres 01 dan 02, Gerindra, PSI, Perindo, dan PKPI. Padahal, kenyataan di lapangan, ada banyak APK (alat peraga kampanye) yang terpasang baik yang melanggar maupun yang tertib aturan.

Perwakilan dari masing-masing para peserta pemilu tersebut telah diklarifikasi dengan dipanggil ke kantor Bawaslu setempat beberapa waktu lalu.

Meski begitu, para peserta pemilu tersebut memang tak dikenakan sanksi apapun terkait dengan pelaporan LPSDK, sebagaimana arahan atau juga aturan KPU RI.

]]>
Ali Mustofa Mon, 21 Jan 2019 12:47:45 +0700
<![CDATA[Pilih Jokowi atau Prabowo, Ini Pernyataan Gus Sholah di Pilpres]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/19/114685/pilih-jokowi-atau-prabowo-ini-pernyataan-gus-sholah-di-pilpres https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/19/pilih-jokowi-atau-prabowo-ini-pernyataan-gus-sholah-di-pilpres_m_114685.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/19/pilih-jokowi-atau-prabowo-ini-pernyataan-gus-sholah-di-pilpres_m_114685.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/19/114685/pilih-jokowi-atau-prabowo-ini-pernyataan-gus-sholah-di-pilpres

Gus Solah sapaan akrab-KH. Salahuddin Wahid menegaskan diri jika dirinya berada di posisi netral alias tak memihak siapa pun pada pemilihan presiden tahun ini.]]>

LASEM – Gus Solah sapaan akrab-KH. Salahuddin Wahid menegaskan diri jika dirinya berada di posisi netral alias tak memihak siapa pun pada pemilihan presiden tahun ini. Hal itu ditegaskan saat pertemuan kiai dari Jatim, Jateng, Jogjakarta dan Jakarta berkumpul bersama di dalam rangka Halaqah ke-4 komite Khittah 1926 di pondok pesantren Al-Wahdah, Lasem, Kamis (17/1).

Selain dihadiri KH Salahuddin Wahid (Jombang), kegiatan yang digelar mulai pukul 11.00 juga dihadiri KH. Nashikin Hasan (Jakarta), KH. Abdullah Muchit (Malang), KH. Suyuti Thoha (Banyuwangi), KH. Rozi Syihab (Pasuruan), KH. Yahya Romli (Tuban).

Kemudian, KH. Fadlolimoh Ruhan (Sekjen Aliansi Ulama Madura), Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro (Surabaya), Prof. DR Rohmat Wahab (Jogjakarta), KH. Ghozy Wahib Wahab (Jogjakarta), KH. Shodiq (Bumiayu), KH. Najih Maemoen Zuber (Sarang) dan KH. Ahfaz Abdul Hamid dan masih banyak kiai kenamaan lainnya.

Sambutan kali pertama disampaikan tuan rumah kegiatan halaqah KH. Ahfaz Abdul Hamid. Kemudian, panitia kegiatan H. Agus Sholahul. Kemudian dilanjutkan seminar/ halaqah, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro.

KH. Ahfaz Abdul Hamid menuturkan KH. Baedlowi bin Abdul Aziz menginginkan apa yang menjadi cita-cita para sesepuh. Termasuk ikut serta komite khittah, karena mempunyai perhatian terhadap NU yang kini tidak pada garis perjuangan sesepuh.

Sementara, KH. Solahudin Wahib secara khusus memberikan klarifikasi tidak akan melibatkan diri di pemilihan presiden alias netral tidak memihak pasangan Jokowi dan Prabowo. Namun memihak kebenaran yang diyakini dalam hal ini adalah khittah.

”Jadi jelang tahun baru, KH. Said Aqil Siroj datang silahturahmi ke Tebuireng. Tidak lama beberapa jam kemudian sudah beredar video di mana-mana. Kemudian, ditambahi struktur dan kultur telah bersatu. Itu ditafsirkan sejumlah orang saya mendukung Pak Jokowi. Saya tegaskan tidak betul, saya netral tidak ikut mana-mana,” tegasnya di hadapan tamu yang hadir.

Berikutnya soal kunjungan sejumlah alumni Tebuireng bersama anaknya Ipang di kediaman Marif Amin ditafsirkan Jokowi. Lagi-lagi adik kandung Gus Dur itu membantahnya. Berikutnya, di Sodigiri, Pasuruan, Sabtu lalu ada deklarasi kiai-kiai termasuk dzurriyah atau anak cucu pendiri NU mendukung Prabowo.

”Lagi-lagi saya dibilang mendukung Prabowo. Sekali tegaskan saya tidak boleh mendukung siapa-siapa. Namun kita harus tegak mengikuti Khittah NU,” tegasnya.

Gus Solah mengutip dalam khittah NU. Disebutkan ada sembilan butir, pertama mukadimah, pengertian, dasar-dasar paham keagamaan NU. Lalu keempat sikap kemasyarakatan NU, perilaku yang dibentuk oleh dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU.

Kemudian, keenam ikhtiar yang dilakukan oleh NU. Fungsi organisasi dan kepemimpinan ulama, NU dan kehidupan bernegara dan terakhir katimaha atau penutup. Sementara yang baru dibicarakan point kedelapan NU dan kehidupan bernegara).

”Makanya harus dibahas satu-satu. Memang konteks pilpres kita fokus NU dan kehidupan bernegara. Namun saya juga ingin kutip butir nomor lima perilaku yang dibentuk oleh dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU,” paparnya.

Dalam khittah kelima tersebut di dalamnya ada 11 huruf. Gus Sholah  mengambil yang nomor lima yakni meluhurkan kekayaan moral, Akhlakul karimah dan menjunjung tinggi kejujuran  dalam berpikir, bersikap dan bertindak.

“Poin nomor lima ini sudah dilupakan. Jadi muktamar NU di Makasar dan Jombang, tidak mengambil pada butir tersebut. Di situ tidak tercantum akhlakul karimah, sikap amanah. Harusnya memang tetap harus dipertahankan,” tegasnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 19 Jan 2019 13:18:04 +0700
<![CDATA[Baliho Dirusak, Demokrat Lapor ke Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113244/baliho-dirusak-demokrat-lapor-ke-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/baliho-dirusak-demokrat-lapor-ke-bawaslu_m_113244.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/baliho-dirusak-demokrat-lapor-ke-bawaslu_m_113244.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113244/baliho-dirusak-demokrat-lapor-ke-bawaslu

DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati secara resmi melaporkan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye miliknya kepada Bawaslu, yang dipasang di Jalan Pati – Tayu.]]>

MARGOREJO – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati secara resmi melaporkan dugaan pengrusakan alat peraga kampanye miliknya kepada Bawaslu, yang dipasang di Jalan Pati – Tayu turut Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso. Pelaporan dilakukan Ketua DPC Partai Demokrat Joni Kurnianto beserta pengurus dan sejumlah caleg pagi kemarin.

Seperti diketahui, alat peraga kampanye milik Partai Demokrat tersebut berupa baliho berukuran 3x4 meter, dengan gambar caleg DPR RI, DPRD Jawa Tengah, dan para caleg DPRD Kabupaten Pati dapil 2.

Baliho tersebut dipasang pada Rabu (9/1) lalu pukul 21.00, paginya baliho ditemukan sudah ambruk dan rusak. Joni menyebut, kerusakan di balihonya itu seperti disengaja. Robeknya terdapat pada gambar muka beberapa caleg.

”Kerusakan ini seperti disengaja. Dan sangat jelas ini dirusak. Makanya saya melaporkan kejadian ini kepada yang berwenang,” papar Joni Kurnianto kepada Jawa Pos Radar Kudus usai menyerahkan laporannya kepada Bawaslu Pati.

Intinya, lanjut Joni, pihaknya melaporkan kejadian tersebut, karena memang ada indikasi sengaja dirusak. Selain itu para calegnya juga dilindungi hukum. ”Ada aturannya. Ini sebagai pelajaran agar jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Namun untuk kecurigaan siapa pelakunya kami tidak ada. Yang jelas ini disengaja, dan tentunya melanggar aturan seperti yang tertuang dalam undang-undang nomor 11 tahun 2017 tentang pemilu. Dan kami berharap supaya laporan ini dapat secepatnya ditindak lanjuti oleh Bawaslu,” papar pria yang juga Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati ini.

Menanggapi laporan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Ahmadi mengaku siap menindaklanjuti temuan dari Partai Demokrat tersebut. Menurutnya, sesuai dengan undang-undang pemilu, pengrusakan alat peraga kampanye merupakan tindak pidana pemilu.

”Sementara ini Partai Demokrat baru menyampaikan informasi awal dugaan pelanggaran pemilu. Kami belum bisa meregister laporan tersebut. Sebab, syarat pelaporannya masih ada yang belum terpenuhi,” kata Ahmadi.

Beberapa persyaratan sudah dipenuhi, diantaranya pelapor, kronologinya, barang bukti, dan saksi-saksi. Namun masih ada yang belum dilengkapi. Yaitu terlapornya. ”Untuk bisa diregister laporan tersebut, harus ada terlapor. Namun saat ini belum ada. Kami akan melakukan investigasi, melibatkan sentra Gakkumdu. Di dalamnya ada unsur kepolisian dan kejaksaan. Nanti akan kami tindaklanjuti temuan itu dalam bentuk investigasi. Kami malah berterima kasih, ada partai yang memberikan laporan atau informasi ini,” papar Ahmadi.

]]>
Ali Mustofa Sat, 12 Jan 2019 09:00:52 +0700
<![CDATA[Blusukan di Pasar Kota Rembang, Sandiaga Uno Beli Dumbeg]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113228/blusukan-di-pasar-kota-rembang-sandiaga-uno-beli-dumbeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/blusukan-di-pasar-kota-rembang-sandiaga-uno-beli-dumbeg_m_113228.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/01/12/blusukan-di-pasar-kota-rembang-sandiaga-uno-beli-dumbeg_m_113228.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/01/12/113228/blusukan-di-pasar-kota-rembang-sandiaga-uno-beli-dumbeg

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno blusukan di Pasar Kota Rembang kemarin. Kedatangannya menyapa pedagang dan masyarakat.]]>

REMBANG – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno blusukan di Pasar Kota Rembang kemarin. Kedatangannya menyapa pedagang dan masyarakat. Dalam kesempatan ini, pihaknya menyempatkan membeli dumbeg, jajanan khas Rembang.

Ada dua bungkus dumbeg yang sempat dibelinya. Jajanan pasar ini, terbuat dari tepung beras, kelapa, dan gula yang dibalut daun lontar dari pohon siwalan.

Selain membeli dumbeg, Sandi juga memborong jajanan pasar lain. Sandi juga terus menjadi pusat perhatian pengunjung di Pasar Kota Rembang. Bahkan, tak jarang mulai anak-anak, kawula muda, dan orang tua rela berdesakan untuk dapat foto selfie bersamanya. Bahkan, Titah, pemulung tua asal Sumberjo, Rembang, tak mau ketinggalan. Dengan penuh percaya diri memeluk dan mencium Sandi, meski berpakaian lusuh lengkap dengan selendang gendong.

Cawapres berkacamata ini, datang di Kota Garam tanpa didampingi pejabat khusus. Dia hanya didampingi tim advance beserta sejumlah ajudan. Dari Rembang, turut mendampingi Wiwin Winarto, ketua BPD Badan Pemenangan Daerah Prabowo.

Sandi juga turut menyerap aspirasi. Dalam kesempatan blusukan ini, dia mendapatkan keluhan pedagang tentang penataan pasar. Sampai akhirnya hampir satu jam di pasar. Dia kemudian melanjutkan perjalanan silaturahim ke daerah lain.

Sandi menyampaikan, kedatangan di Kota Garam dalam rangka menyapa warga. Selama di Pasar Kota Rembang mendapat masukan untuk penataan fasilitas perekonomian. ”Pedagang mengeluh saat hujan, pelataran pasar menjadi becek. Kondisi di dalam pasar juga sempit, karena pedagangnya melebihi kapasitas. Jadi ini menjadi prioritas pembangunan Prabowo-Sandi, untuk memihak ekonomi rakyat. Sebab, denyut nadi perekonomian ada di pasar tradisional,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai tuduhan hoax yang mengarah kepada tim Prabowo-Sandi, dia menuturkan, hoax harus diperangi. Pemilu harus bebas hoax. Kalau ada tuduhan dan dugaan segera ditelusuri dan di-follow up. Pihaknya menyadari, saat ini banyak hal yang ingin memecah belah. ”Kami berharap kepolisian menindak secara tegas pelaku hoax,” ujarnya.

Sementara tentang debat, dia dan Prabowo bakal memperdalam visi dan misi. Dipastikan visi dan misinya lebih mutakhir dari pemerintah saat ini.

Lepas dengan isu politik yang berkembang, Sandi mengapresiasi Kabupaten Rembang yang punya potensi kelautan. Termasuk garam. Juga ekonomi kreatif dapat berkembang. Apalagi letaknya strategis, dekat dengan Jawa Timur. ”Potensi kota pesisir diharapkan menjadi lokomotif pembangunan ekonomi di Jawa Tengah,” harapnya.

Sebelumnya, Sandi silaturahim di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wahdah, Lasem, Rembang. Sandi diterima oleh pengasuh ponpes Gus Affas Baidhowi. Hadir pula dalam kesempatan ini, KH Najih Maimun Zubair dan KH Wafi Maimun dari Sarang, Gus Aam Wahib dari Surabaya, dan Gus Sholah dari Banyuwangi.

]]>
Ali Mustofa Sat, 12 Jan 2019 07:31:32 +0700
<![CDATA[Nyaleg, Tujuh BPD Dipanggil Bawaslu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/15/103795/nyaleg-tujuh-bpd-dipanggil-bawaslu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/15/nyaleg-tujuh-bpd-dipanggil-bawaslu_m_103795.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/15/nyaleg-tujuh-bpd-dipanggil-bawaslu_m_103795.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/15/103795/nyaleg-tujuh-bpd-dipanggil-bawaslu

Bawaslu mengundang tujuh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terdaftar sebagai caleg ke kantor Bawaslu belum lama ini.]]>

JEPARA - Bawaslu mengundang tujuh anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terdaftar sebagai caleg ke kantor Bawaslu belum lama ini. Hal ini sebagai peringatan kepada anggota BPD terhadap potensi pelanggaran Pemilu pada tahapan kampanye.

Sebelumnya melalui jajarannya yakni panwascam dan panwas desa, sudah memberikan sosialisasi dan pendekatan preventif, imbauan, dan peringatan secara dini  kepada tujuh orang anggota BPD yang masuk dalam daftar calon tetap (DCT) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara.

Ketua Bawaslu Jepara Sujiantoko menjelaskan, ketujuh orang tersebut Mughis Nailufar dari PKB, Mulyono dari Partai Demokrat, Subkhan dari PDIP, Mukti Ali dari Gerindra, Sutiyo dari Nasdem, Abdullah Yazid dari Perindo, dan Mokhammad Nasudi dari Perindo.

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 280 ayat (2) huruf j bahwa Pelaksana dan/atau tim Kampanye dalam kegiatan Kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan anggota badan permusyawaratan desa,” jelasnya.

Suji mengatakan hal ini harus diperhatikan oleh caleg yang nyalon. Sebab berdasarkan Pasal 493, menyatakan setiap pelaksana dan/atau tim Kampanye Pemilu yang melanggar larangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 280 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Lebih lanjut  ia menyampaikan, potensi kerawanan pelanggaran kampanye sangat mungkin terjadi. Yaitu anggota BPD yang mencalonkan diri menjadi DPRD kabupaten akan berkampanye guna mengenalkan dan menghimpun suara agar terpilih menjadi anggota dewan. Namun disisi lain peraturan tidak memperbolehkan anggota BPD berkampanye. Dari hal tersebut Bawaslu memberikan saran agar BPD yang nyaleg mengundurkan diri dari keanggotaan BPD.

Sementara itu Divisi Penindakan Bawaslu Jepara Kunjariyanto mengatakan, pada kegiatan yang diselenggarakan di rapat tersebut Bawaslu sudah melakukan imbauan dan peringatan pada BPD. Apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran maka Bawaslu akan mengambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang undangan.

“Aturannya sudah jelas dan kami menyerahkan semua kepada caleg namun perlu diingat bahwa BPD tidak diperbolehkan berkampanye dengan metode apapun,” kata Kunjariyanto.

Imbauan dan peringatan ini bukan hanya terkusus pada BPD yang mencalonkan diri menjadi anggota dewan melainkan kepada semua anggota BPD se-Kabupaten Jepara agar tidak melakukan kampanye.

Sampai saat ini ketujuh caleg tersebut masih dikategorikan tertib dan tidak melakukan kampanye. Sebagian telah mengundurkan diri dari keanggotaan BPD. “Kami pantau melalui panwas kecamatan dan desa untuk memastikan yang bersangkutan mengundurkan diri,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 15 Nov 2018 21:49:35 +0700
<![CDATA[Terungkap, Ternyata Partai Ini Terbanyak Melanggar Pemasangan APK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/11/103062/terungkap-ternyata-partai-ini-terbanyak-melanggar-pemasangan-apk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/11/terungkap-ternyata-partai-ini-terbanyak-melanggar-pemasangan-apk_m_103062.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/11/11/terungkap-ternyata-partai-ini-terbanyak-melanggar-pemasangan-apk_m_103062.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/11/11/103062/terungkap-ternyata-partai-ini-terbanyak-melanggar-pemasangan-apk

Kecamatan Sulang mendominasi pelanggaran pemasangan APK (alat peraga kampanye) yang dilakukan sejumlah partai politik. Total pelanggaran sebanyak 1225 titik.]]>

REMBANG – Kecamatan Sulang mendominasi pelanggaran pemasangan APK (alat peraga kampanye) yang dilakukan sejumlah partai politik. Dari total seluruh pelanggaran pemasangan di Kabupaten Rembang sebanyak 1225 titik, di Kecamatan Sulang ditemukan lebih dari separuh di antaranya, atau sebanyak 712 titik.

Kecamatan berikutnya paling banyak ditemukan pelanggaran yakni Sluke dengan 230 temuan, diikuti Pancur dengan 80 temuan, serta Lasem dengan 62 temuan. Adapun di Kecamatan Sedan ditemukan 50 buah pelanggaran, Sumber 29 pelanggaran, Sulang 26 pelanggaran, Kota 16 pelanggaran, Gunem 13 , Kaliori 6 pelanggaran, dan Bulu 1 pelanggaran. 

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto mengungkapkan, pelanggaran pemasangan APK umumnya yakni berbentuk baliho, spanduk, pamflet, poster, hingga striker.  Berdasarkan temuan pada bulan Oktober lalu, sejumlah mayoritas pelanggar adalah partai dengan basis massa banyak.

Partai-partai tersebut yakni  PDI-Perjuangan, Golkar, Demokrat, Gerindra, Hanura, PPP, PKB, serta Nasdem. Dari partai-partai itu, paling merata wilayah terlanggar yakni PDI-Perjuangan yang hampir di semua kecamatan yang ditindak.

Selain ditertibkan oleh pihak Bawaslu, ada juga APK yang ditertibkan sendiri oleh timses. Salah satunya terjadi di Lasem. Yakni dalam pemasangan alat sosialisasi Bacaleg Golkar a.n Anjar Krisniawan di Desa Seloputro.

”Untuk penertiban kami lakukan sebulan sekali. Yang perlu masyarakat tahu, bahwa peraturan APK di Pemilu 2019 ini berbeda dengan pemilu gubernur beberapa waktu lalu,” paparnya.

Totok menyatakan, dengan banyaknya APK yang terpasang, Bawaslu mungkin dianggap membiarkan. Padahal, ada beberapa aturan yang berbeda yang membuat sebuah kawasan tertentu banyak terpasang APK.

”Untuk Pemilu 2019, peserta pemilu dibolehkan menggandakan sendiri, di luar yang difasilitasi KPU. Aturannya, setiap desa untuk baliho maksimal 5 dan spanduk 10 buah. Kalau desa ada 5 caleg, misalnya, bayangkan berapa banyak yang terpasang kalau penggandaan dimaksimalkan,” tuturnya.  

Namun demikian, untuk konten, ukuran, serta tempat pemasangannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan. Baik caleg, maupun masyarakat.

]]>
Ali Mustofa Sun, 11 Nov 2018 17:35:26 +0700
<![CDATA[Direposisi, Anggota Dewan Ini Walkout saat Rapat Paripurna]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/17/99056/direposisi-anggota-dewan-ini-walkout-saat-rapat-paripurna https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/17/direposisi-anggota-dewan-ini-walkout-saat-rapat-paripurna_m_99056.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/10/17/direposisi-anggota-dewan-ini-walkout-saat-rapat-paripurna_m_99056.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/10/17/99056/direposisi-anggota-dewan-ini-walkout-saat-rapat-paripurna

Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara diwarnai aksi walkout oleh salah satu anggota dewan kemarin.]]>

JEPARA – Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara diwarnai aksi walkout oleh salah satu anggota dewan kemarin. Anggota Fraksi PPP, Agus Sutisna keluar dari ruang sidang setelah pembacaan reposisi Fraksi PPP oleh Wakil Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali.

Kejadian bermula saat DPRD Jepara menggelar rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan terkait pinjaman daerah. Di akhir rapat, Wakil Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali yang saat itu memimpin rapat menyampaikan pengumuman tambahan.

Imam membacakan surat dari Fraksi PPP tentang susunan Fraksi DPRD PPP Jepara perihal reposisi alat kelengkapan dewan (AKD). Dalam reposisi itu, ada beberapa posisi yang berubah. Salah satunya posisi Agus Sutisna.

Sebelumnya, Agus Sutisna menjabat sebagai ketua Komisi D. Namun dalam surat keputusan yang dibacakan oleh Imam, posisi Agus Sutisna digantikan anggota lain. Posisi ketua Komisi D digantikan Masykuri. Agus Sutisna sendiri berpindah di Komisi C. Namun sebagai anggota biasa.

Pada kesempatan itu, Imam menyampaikan, berdasarkan surat dari Fraksi PPP itu, ketua fraksi dijabat Achmad Marchum, Wahyu Muhammadin sebagai wakil ketua fraksi, dan Agus Sutisna sebagai sekretaris fraksi.

Selain itu, di Badan Kehormatan ada Masykuri. Sedangkan di Badan Anggaran (Bangar) ada Agus Sutisna, Mohammad Adib, dan Achmad Marchum. Di Badan Musyawarah (Banmus) ada Noor Fuad dan Subangun. Serta BP2DK ada Siti Rodliyah dan Wahyu Muhammadin.

Sementara itu, pada susunan komisi, di Komisi A ada Mohammad Adib. Di Komisi B ada Noor Fuad (wakil ketua komisi) dan Achmad Marchum. Di Komisi C ada Agus Sutisna dan Siti Rodliyah. Sementara di Komisi D ada Masykuri (ketua komisi) dan Subangun.

Agus Sutisna yang juga hadir di ruang rapat langsung melakukan interupsi. Dia mengatakan, sebenarnya dia menghormati dan patuh dengan apa yang sudah dibacakan pimpinan, Imam Zusdi. Namun, dia mengingatkan untuk patuh pada tata tertib (tatib). Dengan begitu, dia menganggap reposisi ini cacat hukum.

”Setiap mengambil keputusan, kita mengacu pada tatib. Sehingga yang perlu digarisbawahi, saya sangat menerima dan patuh dengan apa yang disampaikan pimpinan. Hanya, pimpinan tidak menyebutkan aturan tatib,” katanya.

Agus melanjutkan, tentang penempatan alat komisi dan perpindahnnya sudah diatur dalam tata tertib Pasal 47. ”Kewajiban kami sebagai anggota yang hadir dalam paripurna ini, mengingatkan supaya tidak jadi permsalahan di kemudian hari,” tuturnya.

Menanggapi hal itu, Imam menyatakan, dirinya hanya membacakan surat Fraksi PPP di forum tersebut. ”Untuk persoalan penggantian, silakan diselesaikan di internal partai. Ini tidak ada hubungannya dengan rapat paripurna dewan. Jadi, silakan diselesaikan dengan Gus Yasin di internal partai saja,” ungkapnya.

Imam juga menyebutkan, contoh seperti dirinya yang diangkat jadi wakil anggota dewan, yang lain juga legowo, karena tidak mendapat rekomendasi. ”Jika ada persoalan di kemudian hari, pimpinan sepakat mengikuti sesuai internal partai,” pungkasnya.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Agus Sutisna lalu memutuskan untuk walkout. Imam sendiri kemudian penutup rapat paripurna tersebut tak berselang lama setelah Agus walkout.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Oct 2018 18:43:37 +0700
<![CDATA[Tiba di Kudus, Bupati dan Wabup Pilih Jalan Kaki untuk Sapa Masyarakat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/26/96771/tiba-di-kudus-bupati-dan-wabup-pilih-jalan-kaki-untuk-sapa-masyarakat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/26/tiba-di-kudus-bupati-dan-wabup-pilih-jalan-kaki-untuk-sapa-masyarakat_m_96771.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/26/tiba-di-kudus-bupati-dan-wabup-pilih-jalan-kaki-untuk-sapa-masyarakat_m_96771.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/26/96771/tiba-di-kudus-bupati-dan-wabup-pilih-jalan-kaki-untuk-sapa-masyarakat

Bupati Tamzil dan Wakil Bupati Hartopo dilantik Gubernur Jawa Tengah di Semarang Seni (24/9) kemarin. Tiba di Kudus pukul 12.30. Keduanya disambut masyarakat.]]>

KUDUS – Bupati Tamzil dan Wakil Bupati Hartopo dilantik Gubernur Jawa Tengah di Semarang kemarin. Tiba di Kudus pukul 12.30. Keduanya disambut masyarakat setempat di halaman Masjid Agung Kudus.

Tabuhan drum band dan maskot Macan Muria mengiringi keduanya. Sepanjang jalan mereka menyapa dan bersalaman dengan masyarakat. Sesampai di halaman Masjid Agung, lantunan suara dari terabang papat mengiringi. Mereka disambut para tokoh agama agama.

Sesampai masjid, keduanya mengambil wudhu. Kemudian melaksanakan salat Dhuhur. Imam salat saat itu Hadi Zaenal Fahmi. Setelah selesai salat, Tamzil-Hartopo melakukan sujud syukur.

LITERASI: Direktur Jawa Pos Radar Kudus Baehaqi menyerahkan bunga sebagai ucapan selamat kepada Bupati Kudus Tamzil dan wakilnya Hartopo usai pelantikan Senin (24/9) kemarin. (M ULIN NUHA/RADAR KUDUS)

Tamzil-Hartopo kemudian jalan kaki menuju Pendapa Kudus. Keduanya digandeng Haryanto dan KH. Noor Khalim Ma’ruf. Sampai di gerbang pendapa, giliran tari gabyong menyambut mereka.

Masuk Pendapa, Tamzil-Hartopo masuk ke ruangan lebih dulu. Para tamu undangan bersama para ulama dan santri lakukan salawatan bersama. Kurang lebih 10 menit bersalawat, Tamzil-Hartopo keluar dari dalam ruangan pendapa menuju halaman utama. Lagi, mereka menyapa para undangan.

Tamzil mengatakan, Pendapan Kudus rumah rakyat. Kalau ada para ulama atau santri datang, ada ruangan khusus yang hanya menggunakan alas saja. Karena sesuai dengan kebiasan di pondok.

”Kami siap menjadi pelayan masyarakat. Kalaupun nanti di dalam kami menjalankan tugas terbilang lelet dan lalai, para ulama bisa ”jewer” kami berdua. Butuh dukungannya dari masyarakat. Serta doa para tokoh agama di Kudus,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, saat pelantikan ada titipan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar kondusivitas bisa dijaga. Toleransi sangat kuat dan memang sudah dirintis bupati terdahulu. Jadi tugas selanjutnya mempertahankan dan meningkatkan.

Ditambahkan, paling utama meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat. Untuk Persatuan Sepak Bola Kudus (Persiku) akan dicarikan pelatih handal. Sehingga ketika bertanding lebih semangat. Mampu mengangkat nama Persiku di kancah sepak bola sampai nasional.

Sementara itu, usai pelantikan, Tamzil-Hartopo (Top) bergegas kembali ke Kudus. Berbeda saat berangkat, Top memilih lewat Jepara. Tidak ada alasan khusus. Namun kedua pimpinan baru ini memilih melewati jalur lamban. Rombongan hanya mengikuti.

Top memotong jalur di Demak. Keduanya belok ke arah kiri. Tepatnya di lampu merah Trengguli. Setelahnya melewati beberapa desa di Demak hingga Jepara. ”Setelah dari Trengguli lurus sampai Welahan. Dari Welahan lurus lagi hingga Gotri. Dari Gotri belok ke kanan melewati Kecamatan Mayong, Nalumsari, Kaliwungu, hingga jeblos ke jalan Lingkar Utara,” kata Tamzil menjelaskan. Dari Jalan Lingkar, rombongan melewati Desa Panjang dan menuju Pendapa.

Pemilihan jalur ini menjadi kesepakatan bersama. Top dan rombongan juga menyetujui. ”Yang penting semunya selamat. Kami sampai di Pendapa Kudus tepat waktu,” katanya.

Hartopo membenarkan jalur yang dipilih saat pulang. Dia tak menjelaskan dengan gamblang. Namun baginya sah-sah saja memilih jalur berbeda. ”Ya ingin lewat sana saja. Namun kesepakatannya memang lewat Jepara,” jelasnya.

Hartopo mengaku, banyak bersyukur sekaligus sedih. Bersyukur karena diberi amanah besar. Juga sedih jika setelahnya mendapat musibah. Namun, dia melanjutkan, semua urusan duniawi, tidak ditanggapinya berlebihan. ”Saya hari ini senang juga capek. Tetapi tidak lantas gembira sekali dan bersedih sekali. Sedang-sedang saja. Semuanya ada porsinya,” tuturnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 26 Sep 2018 20:08:26 +0700
<![CDATA[Usai Dilantik, Bupati Kudus Langsung Diberi PR Gubernur Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/26/96768/usai-dilantik-bupati-kudus-langsung-diberi-pr-gubernur-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/26/usai-dilantik-bupati-kudus-langsung-diberi-pr-gubernur-jateng_m_96768.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/26/usai-dilantik-bupati-kudus-langsung-diberi-pr-gubernur-jateng_m_96768.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/26/96768/usai-dilantik-bupati-kudus-langsung-diberi-pr-gubernur-jateng

M Tamzil dan Hartopo resmi dilantik sebagai bupati Kudus Senin (24/9). Pelantikan berlangsung di gedung Grahadika Bhakti Praja Semarang oleh Gubernur Jateng.]]>

KUDUS - M Tamzil dan Hartopo resmi dilantik sebagai bupati Kudus Senin (24/9) kemarin. Pelantikan berlangsung di gedung Grahadika Bhakti Praja Semarang oleh Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Ganjar memberi pekerjaan rumah kepada keduanya. Mulai hari ini, keduanya akan memulai program 100 hari kerja.

Top seragam memakai seragam putih. Tampak istri Top mendampingi. Keduanya kompak mamakai pakaian sedana. Kebaya encim berwarna orange dengan bordir khas Kudus. Sedangkan bawahannya memakai jarit khas Solo. 

Dalam pelantikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo banyak melempar canda. Salah satunya dengan mengatakan, Tamzil produk lama. Maklum, pada 2003-2008 lalu, Tamzil pernah menjabat sebagai Bupati Kudus. ”Ini sudah stok lama,” katanya lalu tertawa. Seluruh hadirin juga tertawa. Tamzil senyum-senyum.

Ganjar juga mengatakan, Kudus menjadi salah satu kota di atas rata-rata. Pembangunannya baik. Begitu juga dengan bidang lainnya. Namun Ganjar memberi PR. Salah satunya  perlu memoles tata ruang dan beberapa bidang lainnya.

”Kudus tinggal moles saja pak Tamzil, Pak Hartopo. Tata ruangnya bisa diatur. Pembangunan perumahan juga harus ditata dengan baik,” kata Ganjar. Top mengangguk-angguk.

Selain itu, Ganjar juga menyoroti ekonomi kreatif di Kudus. Dia melihat Kudus mulai mengembangkan ekonomi kreatif. Namun belum tergarap penuh. Untuk itu, dia ingin Top bisa mulai pancal gas membangun ekonomi kretaif. ”Saya ucapkan selamat bertugas. Semoga sukses. Yang pasti tugas-tugas dijalankan ya,” katanya.

Ganjar juga meminta agar kepala daerah memikirkan nasib honorer (K2). ”Nanti mereka diberi gaji sesuai UMK. Monggo nanti dipikirkan bersama,” tambahnya.

Usai dilantik, ada sesi salam-salaman. Diawali Ganjar Pranowo dan istri, dilanjutkan seluruh hadirin. Tamu Tamzil kebanyakan datang dari Kudus. Beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak hadir. Selain itu hadir juga Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) makkar Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. Perempuan berkerudung ini sengaja datang untuk mengucapkan selamat kepada Tamzil dan istri. ”Bu Dwia ini sahabat saya sewaktu kecil. Dia khusus datang ke Semarang untuk memberi selamat,” kata Rina Budi Arini, istri Tamzil.

Tamzil mengatakan, sesuai arahan Gubernur, dia dan Hartopo akan mulai menjalankan program 100 hari kerja. ”Kami akan langsung kerja nyata,” kata Tamzil.

Tak hanya Top, hadir juga Bupati Banyumas, Bupati Temanggung, dan Walikota Tegal yang juga dilatik. Selain itu istri masing-masing bupati juga dilantik sebagai pembina PKK kabupaten. Terakhir Gubernur memberikan penghargaan kepada penjabat Bupati. Salah satunya Riena Retnaningrum yang telah menjabat nyaris sebulan. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 26 Sep 2018 19:53:54 +0700
<![CDATA[Akhirnya Mantan Napi Koruptor Masuk DCT Pemilu Legislatif 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/21/96240/akhirnya-mantan-napi-koruptor-masuk-dct-pemilu-legislatif-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/21/akhirnya-mantan-napi-koruptor-masuk-dct-pemilu-legislatif-2019_m_96240.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/09/21/akhirnya-mantan-napi-koruptor-masuk-dct-pemilu-legislatif-2019_m_96240.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/09/21/96240/akhirnya-mantan-napi-koruptor-masuk-dct-pemilu-legislatif-2019

Nur Hasan, bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Hanura akhirnya bisa bernafas lega. Mantan napi korupsi ini, masuk DCT yang ditetapkan KPU Rembang.]]>

REMBANG – Nur Hasan, bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Hanura akhirnya bisa bernafas lega. Mantan napi korupsi ini, masuk daftar calon tetap (DCT) yang ditetapkan KPU Rembang kemarin. Padahal, sebelumnya dia ditetapkan tidak memenuhi syarat (TMS) bacaleg.

Ketua KPU Rembang Minanus Suud, mengungkapkan, pihaknya memasukkan Nur Hasan ke dalam DCT setelah menerima surat edaran (SE) dari KPU RI pada Rabu (19/9) malam. Pihaknya kemudian mengirim surat kepada Bawaslu Rembang. ”Isinya, bahwa sidang adjustifikasi Nur Hasan bisa ditindaklanjuti dan memasukkan nama yang bersangkutan ke DCS dan DCT,” terangnya usai sidang pleno DCT di kantor KPU Rembang kemarin.

Dikonfirmasi kemarin, Nur Hasan mengaku lega. Caleg dari Partai Hanura dapil 4 ini, berterima kasih kepada KPU Rembang sudah melaksanakan undang-undang yang berlaku. Dia berharap, meski dirinya mantan napi korupsi, namun jangan disamaratakan dengan semua koruptor. ”Jangan disamaratakan semua mantan koruptor itu pasti kotor. Harus dilihat sekarang seperti apa,” paparnya kemarin.

Sebagaimana diketahui, pria bernama lengkap Muhamad Nur Hasan yang merupakan ketua Partai Hanura Kabupaten Rembang ini, sempat masuk daftar bacaleg TMS. Sebab, dia pernah menjadi napi korupsi atas kasus dana hibah pembangunan musala senilai Rp 40 juta.

Sebab, KPU Rembang mengacu PKPU No.20 tahun 2018 yang salah satu isinya melarang mantan napi korupsi menjadi peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Nur Hasan lalu mengajukan adjustifikasi. Bawaslu mengabulkan permintaannya.

KPU Rembang sempat tidak menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu. Sebab belum ada instruksi dari KPU RI. Lalu, menyusul turunnya SE dari KPU RI, akhirnya Nur Hasan masuk DCT.

Dengan dimasukkannya Nur Hasan ke DCT, jumlah caleg yang akan memperebutkan 45 kursi anggota DPRD Rembang menjadi 444 orang. Jumlah itu, sudah termasuk dicoretnya bacaleg Hanura Wiwiek Listiyani. Dia mengundurkan diri pada awal pekan ini. Dengan jumlah itu, 16 parpol yang bersaing juga telah memenuhi syarat 30 persen keterwakilan perempuan.

Sementara di Grobogan, komisioner KPU menetapkan 596 caleg masuk DCT. Hal itu, setelah KPU lakukan rapat pleno yang telah disetujui parpol kemarin.

Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif, mengatakan, penetapan DCT dilakukan setelah verifikasi dan tanggapan dari masyarakat. Selanjutnya dilakukan rapat pleno untuk penetapan DCT. ”DCT Pileg Kabupaten Grobogan kami tetapkan jadi 576 orang. Sebab, ada tiga caleg dari PPP mengundurkan diri,” katanya usai rapat pleno kemarin.

Keputusan penetapan DCT Pileg 2019 ditetapkan Nomor 184/KPU.Kab.012.329260/IX/2018. Nama-nama yang lolos masuk DCT diumumkan di media massa pada 21-23 September. Kemudian diumumkan ditempelkan di masing-masing kantor kelurahan/kepala se-Kabupaten Grobogan. Selain itu, juga di website resmi KPU.

Dijelaskan, tiga caleg PPP yang mundur itu, salah satunya Siti Fadhilah caleg PPP dapil 2 nomor urut 9. Dua caleg lain, dari PPP Dapil 5 nomor urut 6 Nor Kholis dan nomor urut 9 Indah Sakhawatun Ulya Faqih.

Selain itu, dua calon bacaleg yang merupakan kepala desa (kades) telah menyerahkan berkas SK Pemberhentian Kades dari bupati Grobogan pada Selasa (18/9) lalu. Dua caleg ini, Kepala Desa Gebangan, Wirosari, Subandrio, dan Kepala Desa Jetis, Karangrayung, Burhanudin. Keduanya berasal dari PDI Perjuangan. ”Setelah menyerahkan SK Pemberhentian Kades dari bupati, maka mereka ditetapkan di DCT,” ujarnya.

Sedangkan di Pati, KPU telah menetapkan 577 caleg DCT. Penetapan DCT itu melalui berbagai tahapan. Dari daftar caleg sementara (DCS) sebelumnya 580 yang ditetapkan ke DCT berkurang tiga orang. Sebab, satu meninggal dunia dan dua lainnya mengundurkan diri.

Komisioner KPU Pati Supriyanto, mengatakan, penetapan DCT sudah dilakukan dengan mengundang parpol peserta Pemilu 2019. Mulanya KPU Pati menetapkan 570 bacaleg ke DCS. Dalam perjalanannya, ada sidang sengketa hasil pemilu. Akhirnya mengakomodasi 10 bacaleg dari PKS ke DCS. Sehingga DCS bertambah menjadi 580 bacaleg.

Pada tahapan sebelum penetapan DCT, ada bacaleg dari PKB meninggal dunia. Namun sudah diganti. Setelah itu, ada caleg dari Partai Hanura dari dapil 2 meninggal, namun tak diganti. Juga ada dua caleg PKS dapil 5 dan PDI P dapil 5 mengundurkan diri dan tak diganti. ”Akhirnya DCT ditetapkan dengan 577 caleg. Persentase caleg perempuan sudah memenuhi,” ujarnya.

Supri mengaku, kelengkapan dokumen caleg semuanya sudah rampung. Termasuk dua anggota dewan yang dicalonkan partai lain sudah memberikan surat pengunduran diri. Juga dua kades yang nyaleg sudah menyertakan surat keputusan dari bupati tentang pemberhentian. ”Semua caleg sudah melengkapi dokumen,” katanya.

Setelah penetapan DCT, selanjutnya tahapannya masuk kampanye. Mulai 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Peraturan kampanye hampir sama dengan pemilu sebelumnya. ”Pada kampanye nanti, caleg diperbolehkan menggelar pertemuan terbatas, tatap muka, pemasangan alat peraga kampanye, dan lainnya,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 21 Sep 2018 16:54:38 +0700
<![CDATA[Jelang Purnatugas, Musthofa Bertemu Tamzil]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/28/90784/jelang-purnatugas-musthofa-bertemu-tamzil https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/27/jelang-purnatugas-musthofa-bertemu-tamzil_m_90784.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/27/jelang-purnatugas-musthofa-bertemu-tamzil_m_90784.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/28/90784/jelang-purnatugas-musthofa-bertemu-tamzil

Masa jabatan Bupati Kudus Musthofa segera berakhir. Itu artinya, sebentar lagi warga Kudus akan segera dipimpin bupati baru.]]>

KUDUS – Masa jabatan Bupati Kudus Musthofa segera berakhir. Itu artinya, sebentar lagi warga Kudus akan segera dipimpin bupati baru. Hal itu diumumkan dalam rapat paripurna istimewa yang digelar DPRD Kudus kemarin. Dewan juga mengumumkan penetapan sekaligus pengusulan pengesahan bupati dan wakil bupati (wabup) terpilih M Tamzil dan Hartopo.

Dalam rapat paripurna kali ini, ada tiga agenda yang dibahas. Pertama, pertanggungjawaban APBD 2018. Kedua, pengumuman akhir masa jabatan Bupati Musthofa periode 2013-2018. Terakhir, pengumuman hasil penetapan bupati dan wabup terpilih M. Tamzil dan Hartopo.

Penetapan ini dilakukan setelah DPRD menerima berkas surat keterangan (SK) penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). SK inilah yang nantinya akan dijadikan acuan untuk pengusulan pengesahan ke Provinsi Jawa Tengah (Jeteng).

Ketua DPRD Kudus Ahmad Yusuf Rony mengatakan, lembaga legislatif memiliki kewenangan untuk melaksanakan rapat paripurna dalam pengusulan pemberhentian bupati sekaligus penetapan bupati dan wabup terpilih. ”Masa jabatan Bupati Musthofa berakhir Agustus mendatang. Itu artinya kami harus segera mengusulkan pemberhentiannya ke provinsi. Nantinya akan disampaikan ke mendagri,” ungkapnya.

Masa jabatan Bupati Musthofa akan berakhir pada 14 Agustus mendatang. Jika pelantikan dilakukan berbarengan, maka tidak ada penunjukan penjabat sementara (pjs) bupati. Jika sebaliknya, maka provinsi harus menunjuk pjs hingga ada pelantikan bupati baru.

Penunjukan pjs bupati harus dilakukan gubernur. Biasanya akan menunjuk pejabat di lingkungan pemprov yang setara dengan eselon IIA. ”Jadi, kemungkinan besar dari provinsi,” terangnya.

Pihaknya juga akan mengusulkan pengesahan atau pelantikan bupati dan wabup terpilih. Hal ini sesuai dengan SK penetapan yang sudah dikirim KPU. ”Rencananya pelantikan bupati dan wabup terpilih di masing-masing daerah akan dijadikan satu. Setelah diumumkan, berkas akan diberikan ke kemendagri melalui gubernur,” terangnya. 

Berkas-berkas penetapan akan diajukan ke gubernur pada Senin (30/7) mendatang. Sebab, SK penetapan selama satu pekan akan dipelajari di DPRD. ”Ya, memang ada tenggang waktunya. Biasanya satu pekan,” jelasnya.

Bupati Musthofa mengatakan, karena sudah disetujui semua, dia berharap kewajiban yang belum selesai bisa diselesaikan. ”Yang pasti selama mengabdi 10 tahun ini, kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Setelah ini, dia mengaku telah didukung PDIP untuk maju ke DPR RI. Untuk itu, dia memohon doa restu semoga semuanya berjalan lancar.

Terakhir, dia mengucapkan selamat keada Tamzil-Hartopo karena telah terpilih menjadi bupati dan wabup Kudus. Harapannya semoga dapat mengemban amanah dan membawa Kudus semakin baik. ”Saya kira Pak Tamzil sudah berpengalaman memahami dan memimpin Kudus. Begitu juga Pak Hartopo. Keduanya pasangan ideal. Yang satu paham birokrasi yang satu politik,” jelasnya.

M Tamzil merasa nyaman dan tenteram setelah penetapan ini. Dia berharap bersama Hartopo dapat mengemban amanah selama lima tahun ke depan.

Dia juga menceritakan akan bertemu dengan Musthofa pada Senin (30/7) mendatang di pendapa. Dalam pertemuan ini, keduanya akan membahas banyak hal. Salah satunya program-program kerja dan kondisi Kudus terkini. Dia juga meminta izin untuk berkomunikasi dengan pemerintah untuk mengetahui informasi tentang Kudus. ”Pembahasannya memang tentang Kudus ke depan. Kita semua tentu menginginkan Kudus menjadi lebih baik,” jelasnya.

 

]]>
Panji Atmoko Sat, 28 Jul 2018 07:05:59 +0700
<![CDATA[Top Ditetapkan Bupati-Wabup Kudus, Dilantik 17 September]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90339/top-ditetapkan-bupati-wabup-kudus-dilantik-17-september https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/25/top-ditetapkan-bupati-wabup-kudus-dilantik-17-september_m_90339.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/25/top-ditetapkan-bupati-wabup-kudus-dilantik-17-september_m_90339.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/26/90339/top-ditetapkan-bupati-wabup-kudus-dilantik-17-september

M. Tamzil dan Hartopo (Top) resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kudus periode 2018-2023.]]>

 

KUDUS – M. Tamzil dan Hartopo (Top) resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Kudus periode 2018-2023. Penetapan ini diumumkan dalam rapat pleno terbuka yang diselenggarakan KPU di Hotel Kenari tadi malam.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan KPU Kudus Nomor 56/PL.03.6-Kpt/3319/KPU-Kab/VII/2018. Surat itu tentang Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara dan Hasil Pemilihan Bupati – Wakil Bupati Kudus yang menyatakan paslon nomor 5 Tamzil – Hartopo sebagai pemenang pilkada.

Dengan rincian paslon  nomor 1 Masan – Noor Yasin (Annor) memperoleh 194.093 suara atau 38,55 persen. Paslon nomor 2 Nor Hartoyo – Junaidi (Harjuna) mendapatkan 7.393 suara atau 1,47 persen. Sedangkan paslon nomor 3 Sri Hartini – Setia Budi Wibowo memperoleh 76.792 suara atau 15,25 persen.

Selanjutnya paslon nomor 4 Akhwan – Hadi Sucipto (Akhi) mendapatkan 11.151 suara atau 2,22 persen. Sebagai pemenang, palson nomor 5 Tamzil – Hartopo (Top) mendapatkan 213.990 suara atau 42,51 persen.

Penetapan ini karena Senin lalu (23/7) Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan surat register. Surat itulah yang digunakan sebagai dasar pengadaan rapat pleno terbuka untuk menetapkan bupati dan wabup terpilih.

Penetapan ini untuk pasangan calon terpilih yang perolehan suaranya tidak disengketakan atau gugatan. Setelah ini, keduanya tinggal menunggu jadwal pelantikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Keputusan SK Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Penetapan KPU Kabupaten Kudus Nomor :66/PL.03.7-BA/3319/KPU-Kab/VII/2018 tentang Penetapan Paslon Bupati dan Wabup Terpilih. SK tersebut dibacakan langsung oleh Ketua KPU Moh Khanafi. ”Memutuskan dan menetapkan Pak M. Tamzil dan Hartopo sebagai pasangan calon bupati Kudus terpilih dengan 213.990 suara,” ungkap Moh Khanafi.

Mantan bupati Kudus periode 2003-2008 itu mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah menyukseskan Pilkada Kudus 2018 dengan aman dan damai. Juga untuk timses dan pendukungnya.

Setelah ini SK Penetapan akan dikirim ke DPRD. Selanjutnya surat dikirim ke Kemendagri. "Nantinya yang akan melantik dari provinsi," terangnya.

Terkait tanggal pelantikan, rencananya akan dilaksanakan pada 17 September 2018. Kami harap setelah ini tidak ada organisasi perangkat daerah (OPD) yang terkotak-kotak. "Kita kerja bersama sebagai warga Kudus. Untuk membangun Kudus lebih baik," timpal Hartopo. 

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 26 Jul 2018 07:30:59 +0700
<![CDATA[Rasionalisasi Dianggap Tak Rasional, Dewan Protes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/25/90108/rasionalisasi-dianggap-tak-rasional-dewan-protes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/24/rasionalisasi-dianggap-tak-rasional-dewan-protes_m_90108.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/24/rasionalisasi-dianggap-tak-rasional-dewan-protes_m_90108.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/25/90108/rasionalisasi-dianggap-tak-rasional-dewan-protes

Penyampaian Rancangan KUA-PPAS oleh eksekutif kepada DPRD di Jepara kemarin diwarnai ketegangan.]]>

JEPARA - Penyampaian Rancangan KUA-PPAS oleh eksekutif kepada DPRD diwarnai ketegangan. Lantaran banyaknya pokok pikiran dewan yang tidak masuk dalam rancangan tersebut.

Usai Sekda Jepara Sholih membacakan Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2019,  banyak anggota dewan yang menyampaikan pandangan umumnya. Salah satunya dari Fraksi Golkar, Japar.

Dia mengatakan, sebelumnya ada kesepakatan antara pimpinan dewan dan eksekutif jika tahun ini dana aspirasi untuk anggota dewan mencapai Rp 1,5 miliar. Namun, dalam Rancangan KUA PPAS banyak pokok pikiran yang tidak dimasukkan. Sehingga nilai dana aspirasi anggota dewan yang seharusnya bisa disalurkan pada masyarakat jauh berkurang.

“Ini rasionalisasi yang tidak rasional. Masa ada anggaran yang awalnya Rp 200 juta menjadi Rp 25 juta,” katanya.

Japar mengaku kecewa. Sebab, sebelumnya para anggota dewan berupaya menaati aturan. Pada awal Februari lalu, semua anggota dewan sudah melaksanakan reses. Hasilnya dituangkan melalui rapat paripurna. ”Kami sudah gelar komunikasi publik dengan masyarakat, namun akhirnya malah seperti ini,” tuturnya.

Dia juga menyinggung tidak adanya pemerataan. ”Ada satu anggota dewan yang satu desa untuk RTLH saja mencapai Rp 1,5 miliar. Tapi teman-teman dewan yang lain pokok pikirannya ada yang sama sekali tidak masuk. Ini kan tidak adil,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan anggota DPRD dari Fraksi Ades, Muslih. Dia menyatakan, eksekutif dinilai tidak bisa memenuhi komitmen awal. ”Kalau APBD mau lancar dan tepat waktu eksekutif dan dewan seharusnya bisa berjalan bersama. Apa yang telah disepakati jangan sampai diingkari,” katanya.

Muslih melanjutkan, Maret lalu anggota dewan menyampaikan proposal sesuai aturan. ”Kenapa ada yang sama sekali tidak masuk. Ada yang masuk hanya sedikit,” ungkapnya.

Anggota dewan dari Fraksi Gerindra, Ali Ronzi menyebut semua aspirasi harusnya dimasukkan. ”Kuota dipenuhi dan nominal diisi. Kalau dipaksakan seperti ini akan ada permasalahan di antara kita. Kalau tidak dijawab iya dan tidak sekarang, saya yakin ada permasalahan nantinya,” ujarnya.

Anggota dewan lainnya, Arofiq berkali-kali menegaskan agar eksekutif tidak ingkar janji. ”Mohon untuk tidak mengajak orang ingkar janji,” tuturnya.

Selama lebih dari satu jam para anggota dewan tersebut mengungkapkan kekecewaannya karena pokok pikiran yang sebelumnya sudah diserap dari kegiatan-kegiatan reses, tidak diakomodasi. Ada yang mengancam tidak akan mau melakukan pembahasan dan rapat paripurna jika pokok pikiran mereka diabaikan.

Sekda Jepara Sholih menyampaikan, ada anggota dewan yang merasa sudah menyampaikan usulan namun belum masuk, pihaknya meminta maaf. ”Mungkin masih ada yang terlewat. Masih ada kesempatan nanti saat ada pembahasan di badan anggaran bisa disusulkan,” katanya.

Dia berkomitmen untuk segera menuntaskan persoalan tersebut. ”Silakan yang belum masuk disusulkan. Setelahnya akan segera kami bahas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara Junarso menambahkan, hal-hal yang belum masuk dalam Rancangan KUA-PPAS akan ditambahkan saat pembahasan di badan anggaran. Dengan begitu, semua pokok pikiran dari anggota dewan bisa terakomodasi. ”Bisa dicatat melalui fraksi dan diselesaikan hari ini (kemarin, Red),” paparnya. 

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 25 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Tak Maju Lagi Jadi Anggota Legislatif, Malah Ajukan Menantu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/21/89399/tak-maju-lagi-jadi-anggota-legislatif-malah-ajukan-menantu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/21/tak-maju-lagi-jadi-anggota-legislatif-malah-ajukan-menantu_m_89399.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/21/tak-maju-lagi-jadi-anggota-legislatif-malah-ajukan-menantu_m_89399.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/21/89399/tak-maju-lagi-jadi-anggota-legislatif-malah-ajukan-menantu

Dari 50 anggota DPRD Grobogan tidak semuanya mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif lagi pada 2019 mendatang. Alasan mereka bermacam-macam.]]>

GROBOGAN - Dari 50 anggota DPRD Grobogan tidak semuanya mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif lagi pada 2019 mendatang. Alasan mereka bermacam-macam. Ada yang capek dan ingin istirahat, pindah daftar DPRD Jawa Tengah, urusan internal partai sampai mendukung suami.

Lima anggota DPRD tersebut, dua diantaranya dari PDIP. Yaitu Sri Setyowati dan Purwadi. Kemudian, Sutrisno dari Partai Golkar, Mugiharni dari Partai Demokrat, dan Sardjono dari partai PAN.

Sri Setyowati mengaku, berhenti jadi anggota DPRD Grobogan karena ingin memberikan kesempatan generasi muda. Dia memberikan pembelajaran proses demokrasi. Meski dirinya diminta partai untuk tetap maju lagi. Mengingat mempunyai basis massa yang banyak.

”Dari Bu Ketua masih tetap ingin saya maju. Karena saya sudah tua dan ingin berikan kesempatan bagi yang masih muda,” kata anggota DPRD Grobogan dua periode ini.

Ketika ditanya masalah penggantinya di dapil V, Kecamatan Klambu, Brati, Godong, Penawangan, dan Karangrayung, dia mengaku, sudah menyiapkan. Yakni, menantunya untuk maju. Sebab, jaringan dari basis pendukung masih banyak.

”Beberapa camat juga meminta tetap maju lagi. Sebab, yang saya cari bukan finansial tetapi menyalurkan aspirasi dari bawah. Warga senang kepada saya,” aku pensiunan PNS ini yang mempunyai hobi membaca.

Hal sama diungkapkan Purwadi. Dia akan mengakhiri menjadi anggota DPRD Grobogan. Dia sudah menjadi anggota DPRD sejak 1997. Sehingga ingin memberikan kesempatan pada generasi muda. ”Saya ingin istirahat sudah lama jadi anggota DPRD. Meski dari partai meminta tetap mencalonkan diri,” kata pria yang berasal dari dapil V.

Meski tidak mencalonkan lagi jadi anggota DPRD, keluarga dan anaknya tidak ada yang menggantikan. Hal itu dikarenakan dari anaknya tidak mau mendaftar jadi bacaleg. ”Anak saya sudah saya tawari, tetapi tidak mau,” ujarnya.

Sementara itu, Sutrisno, anggota DPRD Grobogan dari Fraksi Golkar ini tidak lagi mencalonkan kembali menjadi caleg. Alasannya mempunyai masalah internal dalam kepengurusan partai. Dia tidak mendapatkan fasilitas jabatan apapun.

”Saya ada masalah di internal partai. Sama-sama anggota dewan yang lain diberikan jabatan, tetapi saya tidak dapat. Bahkan, ada yang double-double,” ujar anggota DPRD dari dapil IV, Kecamatan Gubug, Tegowanu, dan Kedungjati.

Muigarni, anggota DPRD dari Partai Demokrat juga tidak mendaftar jadi bacaleg di Kabupaten Grobogan. Dia memilih fokus bisnis dan keluarga. Namun, dia akan mendukung suaminya, ketua DPD Partai Demokrat maju menjadi caleg anggota DPRD Grobogan di dapil I, Kecamatan Purwodadi, Toroh, dan Geyer. ”Saya kembali ke rumah dan momong cucu. Kembali ke rumah Semarang,” kata anggota komisi B DPRD Grobogan.

Terpisah, Sardjono anggota DPRD Grobogan dari Partai PAN juga tidak mendaftar menjadi bacaleg di Kabupaten Grobogan. Dia mendaftar menjadi bacaleg Provinsi Jawa Tengah di dapil Kabupaten Grobogan dan Blora.

”Saya mendapatkan perintah maju menjadi anggota DPRD provinsi dari partai. Maka saya harus menaatinya meskipun berat. Untuk Pileg di Kabupaten Grobogan saya sudah mendaftarkan menantu saya,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 21 Jul 2018 09:44:34 +0700
<![CDATA[Kades Ikut Nyaleg Harus Mengundurkan Diri, Ini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/21/89396/kades-ikut-nyaleg-harus-mengundurkan-diri-ini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/21/kades-ikut-nyaleg-harus-mengundurkan-diri-ini-alasannya_m_89396.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/21/kades-ikut-nyaleg-harus-mengundurkan-diri-ini-alasannya_m_89396.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/21/89396/kades-ikut-nyaleg-harus-mengundurkan-diri-ini-alasannya

Dua kepala desa di Kecamatan Pamotan maju sebagai bakal calon anggota DPRD Rembang. Keduanya dari Kecamatan Pamotan. Yakni, Kades Pamotan dan kades Sumberjo.]]>

REMBANG Dua kepala desa (kades) di Kecamatan Pamotan maju sebagai bakal calon anggota DPRD Rembang. Keduanya dari Kecamatan Pamotan. Yakni, Kades Pamotan Abdul Ro’uf dan Kades Sumberjo Purwanto.

Kasubbag Penataan Pemerintahan Desa, Bagian Tapem Setda Rembang Gunari menjelaskan, dua kades tersebut mengajukan surat pengunduran diri. Saat ini surat tersebut masih diproses.

Sehingga, Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari bupati belum turun. Meski demikian, pihaknya meminta agar kekosongan jabatan yang ditinggalkan segera diisi oleh pejabat sementara.

”Permohonan pengunduran diri dua kades baru naik. Kami sudah meminta kecamatan untuk segera mengisi. Karena kalau ada yang mundur kan harus segera dicarikan pengganti sementara,” jelasnya.

Untuk perangkat desa yang mengundurkan diri untuk nyaleg, bukan langsung menjadi kewenangan pihaknya. Pengunduran diri perangkat desa diajukan kepada kepala desa masing-masing.

Meskipun demikian, pihaknya tetap mendapat tembusan jika ada perangkat yang mengundurkan diri karena nyaleg. ”Kalau ada, harusnya kami juga dapat tembusan. Sampai sekarang belum ada,” imbuhnya.

Purwanto juga membenarkan jika SK pemberhentian dirinya belum turun. Ketika menyerahkan berkas pendaftaran bakal caleg ke KPU, dia melampirkan surat pengunduran diri dengan tanda tangan ketua BPD.

Masa jabatan Purwanto sebagai kades Sumberjo berakhir tahun depan. Dia memilih berhenti lebih cepat agar bisa nyaleg. Purwanto maju sebagai caleg lewat Partai Nasdem. ”Saya lewat Nasdem di Dapil 7. Wilayahnya di Kecamatan Pamotan dan Sale. Ada dorongan dari teman-teman agar ada perwakilan kades yang ikut nyaleg,” ungkapnya.

Sedangkan Abdul Rouf sendiri maju lewat PPP. Dia akan head to head langsung dengan Purwanto. Karena berada di dapil yang sama. Yakni, di Kecamatan Pamotan dan Sale.

Dua kades di Kabupaten Blora juga nyaleg. Namun hingga kemarin, keduanya belum mengajukan surat pengunduran diri sebagai kades. Yaitu, Slamet Santoso, kades Buloh, Kecamatan Kunduran dan Mulyadi, kades Botoreco, Kecamatan Kunduran.

Kabag Pemdes Warsito mengaku, belum ada surat pengunduran diri dari kedua kades tersebut. Bahkan, pihaknya tidak tahu menahu kalau ada dua kades aktif yang mencalonkan diri. “Belum ada. Saya belum menerima,” terangnya kemarin.

Hingga kemarin baru ada satu kades yang secara resmi mengajukan pengunduran diri. Yaitu, kades Bogorejo, Kecamatan Bogorejo, Blora. Untuk Pj atau pengganti sudah ditunjuk. “Baru Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo yang mengajukan,” terangnya.

Dia mengimbau, kedua kades untuk segera mengajukan surat pengunduran diri. “Harus segera mengundurkan diri karena aturannya seperti itu. Kepala desa tidak boleh menjadi anggota partai politik. Untuk itu, harus mundur. Apalagi mereka akan habis masa kerja hingga Oktober 2019 mendatang,” terangnya.

Apabila tidak ada pengajuan atau permohonan kepada bupati, pihaknya tidak bisa memprosesnya. “Jadi kami tunggu surat permohonan dari yang bersangkutan,” jelasnya.

Berbeda dengan Camat Kunduran, Suherman. Dia mengaku, keduanya sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati Blora Djoko Nugroho sebelum pengajuan menjadi bacaleg kemarin. ”Itu sebagai yarat untuk nyalon,” terangnya.

Komisioner KPU Muhamamd Hamdun mengaku, dari 489 bakal calon anggota DPRD yang mendaftar kemarin, ada beberapa yang berstatus PNS, kades, mantan kades, dan mantan narapidana kasus korupsi. “Untuk namanya tidak hafal semua. Ini masih penelitian berkas administrasi,” terangnya.

Hasil penelitian dokumen persyaratan pencalonan dan syarat bakal calon akan disampaikan kepada pimpinan parpol dengan batas akhir 21 Juli 2018 mendatang. Terhadap persyaratan bakal calon yang belum memenuhi syarat diberikan kesempatan memperbaiki dan/atau melengkapi pada 22–31 Juli.

]]>
Ali Mustofa Sat, 21 Jul 2018 09:31:24 +0700
<![CDATA[Siap Menangkan Partai, Gus Yasin Antar Kader Daftarkan 45 Bacaleg]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88872/siap-menangkan-partai-gus-yasin-antar-kader-daftarkan-45-bacaleg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/siap-menangkan-partai-gus-yasin-antar-kader-daftarkan-45-bacaleg_m_88872.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/siap-menangkan-partai-gus-yasin-antar-kader-daftarkan-45-bacaleg_m_88872.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88872/siap-menangkan-partai-gus-yasin-antar-kader-daftarkan-45-bacaleg

Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Jepara menyerahkan berkas bakal calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara.]]>

KOTA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Jepara menyerahkan berkas bakal calon legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara Selasa (17/7) malam. Berkas diantarkan langsung oleh Ketua DPC PPP Jepara  yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah  terpilih Taj Yasin MZ. atau Gus Yasin didampingi puluhan bacaleg.

Sebanyak 45 bacaleg didaftarkan DPC PPP Jepara. Bacaleg laki-laki sebanyak 28 orang kompak memakai sarung, peci, dan berseragam warna hijau. Sedangkan 17 bacaleg perempuan berkerudung dengan seragam kebesaran warna hijau. Kedatangan rombongan tepat pada pukul 22.10 yang diiringi dengan musik hadroh.

“Kami yakin kemenangan akan kami raih di Jepara dan sepuluh persen kemenangan secara nasional,” kata Gus Yasin.

Direktur Eksekutif Lembaga Pemenangan Pemilu DPC PPP Jepara Syaiful Kalim mengungkapkan, waktu pendaftaran diselesaikan dengan nomor urut dalam pemilu yaitu 10. Selain itu 45 bacaleg yang didaftarkan memiliki filosofi tersendiri. Kader PPP dalam pemilu 2019 siap memenangkan partai sesuai semangat ’45. “Awalnya ada 50 orang masuk penjaringan. Namun 45 yang lolos. Ada yang belum memenuhi syarat dan ada juga yang mengundurkan diri,” ujarnya.

Selain mendaftarkan sembilan petahana yang saat ini duduk di Taman Sari, beberapa kader muda juga didaftarkan untuk memenangkan PPP. Hal ini untuk menggaet suara pemilih pemula.

“Bacaleg kami yang saat ini menjadi anggota dewan tidak bisa dipungkiri ketokohannya. Suara mutlak dari kader akar rumput sudah kami petakan. Sedangkan suara pemilih pemula akan kami tampung melalui kader-kader muda yang solid,” tutur bacaleg daerah pemilihan lima ini.

Pihaknya menargetkan 13 kursi dari 50 kursi DPRD Jepara. Dengan kemenangan figure Ketua DPC PPP Jepara Gus Yasin sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih, diharapkan mampu mendongkrak elektoral partai. “Selain karena fanatisme kader yang luar biasa, figur Gus Yasin dan bacaleg muda bisa menggerakkan mesin partai unutk kemenangan pemilu,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 19 Jul 2018 11:51:08 +0700
<![CDATA[DPC PKB Jepara Targetkan Minimal Tujuh Kursi DPRD di Pileg 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88870/dpc-pkb-jepara-targetkan-minimal-tujuh-kursi-dprd-di-pileg-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/dpc-pkb-jepara-targetkan-minimal-tujuh-kursi-dprd-di-pileg-2019_m_88870.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/19/dpc-pkb-jepara-targetkan-minimal-tujuh-kursi-dprd-di-pileg-2019_m_88870.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88870/dpc-pkb-jepara-targetkan-minimal-tujuh-kursi-dprd-di-pileg-2019

DPC PKB Jepara, mendaftarkan 50 bakal calon legislatif ke KPUD Jepara tadi malam. Kuota Bacaleg 100 persen dipenuhi oleh PKB minimal dapat merebut 7 kursi DPRD.]]>

KOTA – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jepara, mendaftarkan 50 bakal calon legislatif ke KPUD Jepara tadi malam. Kuota Bacaleg 100 persen dipenuhi oleh PKB, dengan harapan dapat merebut minimal 7 kursi DPRD Jepara pada Pemilu 2019.

"Kami maksimalkan Kuota Caleg setiap Dapil, agar absorbsi suara semakin besar," ujar Ketua DPC PKB Jepara, KH Nuruddin Amin kepada Radar Kudus di Kedai Kopi Niki Remen Jepara kemarin.

Menurut Gus Nung, sapaan Nuruddin Amin, saat ini merupakan momentum politik PKB. Tandanya jelas sekali. Pertama, PKB memperoleh nomor urut 1. "Nomor Urut 1 Partai ini sangat menguntungkan, di antara banyaknya partai peserta Pemilu 2019,” jelasnya.

Kedua, rencana pencalonan Ketua Umum PKB H. Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Jokowi, meningkatkan popularitas partai dan menambah semangat para bacaleg. "Peluang Cak Imin sangat besar untuk menjadi Cawapres Pak Jokowi. Kalau jadi JOIN (Jokowi-Cak Imin), suara PKB pasti turut terdongkrak naik," Gus Nung memprediksi.

Ketiga, support NU kepada PKB secara umum di semua tingkatan, sangat membantu dongkrak suara PKB. "Pilihan afiliasi politik warga NU, saat ini sudah semakin "ngandang" ke PKB." Papar Gus Nung.

Keempat, PKB meletakkan 4-5 Bacaleg Petarung di setiap Dapil. "Dengan jumlah Petarung ini, sebenarnya PKB punya potensi memperoleh 9 kursi. Akan tetapi kami setidaknya mentarget minimal 7 kursi dewan," jelas Ketua PCNU Jepara periode 2005-2012 itu.

Target 7 kursi tersebut menurut Nuruddin Amin, bukan target yang berlebihan. "PKB pernah mendapatkan 7 kursi pada Pemilu 1999 dan bahkan 9 kursi pada Pemilu 2004. Waktu itu support NU kepada PKB cukup maksimal. Ini sejarah akan kembali terulang, di mana aspirasi politik warga NU kembali ngandang ke PKB," Gus Nung berharap.

Pada Pemilu 2014 lima tahun yang lalu, warga nahdliyyin mulai sadar akan pentingnya aspirasi politik menyatu dalam sebuah perjuangan partai politik yang dilahirkan oleh PBNU sendiri, yaitu PKB. "Mau bernaung di mana aspirasi warga NU, kalau gak ke PKB?" tanya Gus Nung.

"Sejak lima tahun yang lalu, mulai terjadi pemulihan. Teman teman PKNU merapat ke PKB. Pemilu 2014 PKB Jepara dapat 5 kursi. InsyaAllah Pemilu 2019 semakin meningkat, minimal 7 kursi. Bahkan kalau para Caleg PKB kali ini semangat sungguh sungguh, terbuka kemungkinan mencapai 8-9 kursi," kata Gus Nung.

]]>
Ali Mustofa Thu, 19 Jul 2018 11:43:27 +0700
<![CDATA[Nasdem dan Gerindra Terbanyak Daftarkan Bacaleg]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88738/nasdem-dan-gerindra-terbanyak-daftarkan-bacaleg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/18/nasdem-dan-gerindra-terbanyak-daftarkan-bacaleg_m_88738.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/18/nasdem-dan-gerindra-terbanyak-daftarkan-bacaleg_m_88738.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/19/88738/nasdem-dan-gerindra-terbanyak-daftarkan-bacaleg

Dari 16 partai politik (parpol), hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang tidak ikut bertarung di Pemilu 2019 mendatang.]]>

KUDUS – Sebanyak 440 bakal calon anggota legislatif (bacaleg) akan bertarung dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 memperebutkan 45 kursi DPRD Kudus. Dari 16 partai politik (parpol), hanya Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang tidak ikut bertarung di Pemilu 2019 mendatang. Parpol itu tak mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) ke KPU Kudus.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus Moh Khanafi mengatakan, hingga batas akhir pendaftaran bacaleg oleh parpol pukul 23.59 Selasa (17/7), ada 15 parpol yang mendaftarkan bacaleg. Untuk PKPI sampai pukul 24.00 (17/7) tak datang. ”Kami sudah proaktif. Semua tinggal tergantung parpol,” katanya kemarin.

Pihaknya tidak bisa memaksakan PKPI untuk mendaftarkan bacalegnya. Sebab semua keputusan ada di internal parpol masing-masing. Namun yang jelas pihaknya sudah memberikan pelayanan maksimal kepada semua parpol.

Dari 15 parpol yang mendaftarkan bacaleg, total ada 440 bacaleg yang akan bertarung pada Pemilu 2019. Namun syarat calon dari 440 orang tersebut masih perlu dicek, apakah sudah sesuai atau belum. Ketika belum sesuai masih ada waktu untuk perbaikan.

Dari data yang ada, ada dua partai yang mengirimkan 100 persen bacalegnya. Yakni Partai Nasdem dan Partai Gerindra dengan 45 bacaleg. Sementara yang paling sedikit menyerahkan bacaleg yakni Partai Garuda dengan 13 orang.

Sedangkan PDI P mengirimkan 37 bacaleg, PPP 29 bacaleg, Partai Hanura 33 bacaleg, Perindo 21 bacaleg, dan Partai Demokrat 26 bacaleg. Sementara PBB ada 25 bacaleg, PKS 32 bacaleg, Partai Golkar 29 bacaleg, PSI 28 bacaleg, PKB 32 bacaleg, dan Berkarya 18 bacaleg.

Ketua Dewan Pimpinan Kabupetan (DPK) PKPI Kudus Adib Mukhtar mengakui pihaknya tidak ikut dalam pertarungan di pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019 mendatang. ”Ada beberapa alasan kenapa kami tidak mendaftar,” ujarnya.

Faktor utama karena memang terkait pendanaan dan pembinaan yang memang tak ada dari PKPI Jateng kepada DPK Kudus. Akibatnya, pihaknya harus memutuskan untuk tak ikut dalam Pileg 2019. ”Sebenarnya animo warga yang ingin mencalonkan diri lewat PKPI cukup bagus,” ujarnya.

PKPI juga absen di Kabupaten Blora. Hingga batas akhir, parpol yang diketuai Diaz Hendropriyono ini tak mendaftaran bacaleg di KPU Blora. Di Kota Sate sendiri ada15 parpol yang mengajukan bacaleg. Kali pertama yang mendaftar adalah Partai Golkar pada 15 Juli lalu dengan 45 bacaleg, kemudian Partai Nasdem (16/7) dengan 45 bacaleg, dan PKS (16/7) dengan 45 bacaleg.

Sementara 12 parpol lain mengajukan ”jagonya” di hari terakhir Selasa (17/7) hingga pukul 23.40. Masing-masing Partai Demokrat yang mengajukan pada pukul 10.00 dengan 43 bacaleg, disusul PDI P pukul 10.15 dengan 45 calon, PPP pukul 14.40 dengan 38 bacaleg, PKB pukul 16.05 dengan 45 bacaleg, dan Partai Gerindra pukul 17.00 dengan 45 bacaleg.

Pendaftaran disusul Partai Perindo pada pukul 18.25 dengan 42 calon, Partai Berkarya pukul 19.20 dengan 12 calon, PSI pukul 19.50 dengan 10 calon, PAN pukul 20.10 dengan 23 calon, Partai Hanura pukul 21.30 dengan 44 calon, Partai Garuda pukul 22.43 dengan empat calon, dan terakhir PBB pukul 23.40 dengan tiga calon.

”Selanjutnya, dokumen persyaratan pencalonan dan syarat bacaleg akan diteliti KPU. Hasilnya akan disampaikan kepada pimpinan parpol pada 19-21 Juli,” kata Komisioner KPU Muhammad Hamdun.

Dia menambahkan, persyaratan bakal calon yang belum memenuhi syarat diberikan kesempatan untuk memperbaiki dan/atau melengkapi pada 22-31 Juli. ”Untuk rata-rata keterwakilan perempuan ada 42 atau 94 persen. Dengan total keseluruhan 210 orang dari 489 calon,” terangnya.

Sementara itu, di Kabupaten Jepara, dari 14 partai yang ada, semuanya mengajukan bacaleg. Masing-masing Partai Nasdem, Partai Perindo, Partai Golkar, PAN, PKS, PSI, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Hanura, Partai Berkarya, PPP, Partai Demokrat, PKB, dan PBB. Bacaleg yang terdaftar ada 583 orang. Terdiri dari 349 bacaleg laki-laki dan 234 bacaleg perempuan.

Di Grobogan semua partai juga memastikan diri menjadi kontestan di Pileg 2019. Dari 16 partai yang telah mendaftar, total ada 602 bacaleg. Rinciannya 360 laki-laki dan 242 perempuan.

Partai yang kali pertama mendaftar ke KPU Grobogan, yakni Partai Demokrat. Disusul Partai Berkarya, Partai Nasdem, PDI P, Partai Hanura, PPP, PKS, Partai Garuda, Partai Golkar, Partai Gerindra, PKB, Partai Perindo, PSI, PKPI, PBB, dan PAN.

”Partai paling terakhir mendaftar PBB dan PAN. Datangnya sekitar satu jam sebelum penutupan atau pukul 23.10. Proses pemeriksaan administrasi selesai pukul 02.30,” ujar Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif.

Dikatakan, semua bacaleg yang mendaftar mayoritas belum memenuhi persyaratan administrasi. Berkas yang belum dilengkapi paling banyak adalah surat keterangan sehat dan bebas narkoba dari RSUD R Soedjati Purwodadi, SKCK, dan surat keterangan dari Pengadilan Negeri Purwodadi.

”Pendaftaran dari partai yang memilih waktu mepet karena persyaratan administrasi masih banyak yang belum lengkap. Selain itu, masih ada beberapa partai dari dapil kesulitan mencari bacaleg,” katanya.

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 19 Jul 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Kalah Pilkada, Mantan Cabup Ramai-Ramai Nyaleg]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/18/88483/kalah-pilkada-mantan-cabup-ramai-ramai-nyaleg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/17/kalah-pilkada-mantan-cabup-ramai-ramai-nyaleg_m_88483.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/17/kalah-pilkada-mantan-cabup-ramai-ramai-nyaleg_m_88483.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/18/88483/kalah-pilkada-mantan-cabup-ramai-ramai-nyaleg

Pasangan calon (paslon) Bupati – Wakil Bupati Kudus yang kalah tidak berhenti berpolitik. Mereka masuk dalam daftar bakal calon anggota legislatif.]]>

KUDUS – Pasangan calon (paslon) Bupati – Wakil Bupati Kudus yang kalah tidak berhenti berpolitik. Mereka masuk dalam daftar bakal calon anggota legislatif.

Ketua DPC Partai Nasdem Ahwan yang juga mantan cabup mengaku kembali maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Dia mendaftar sebagai bacaleg dari Partai Nasdem pada Senin (16/7) lalu. ”Saya maju kembali untuk DPRD Jawa Tengah. Pangestune,” katanya kemarin.

Sebelum mencalonkan diri sebagai cabup, dia tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Tengah. Sejak ditetapkan menjadi cabup, dia mundur sebagai anggota DPRD Jawa Tengah.Akhwan sebagai bacaleg dari Daerah Pemilihan (Dapil) Demak-Kudus-Jepara.

Begitu juga dengan mantan cabup Sri Hartini. Cabup Kudus yang diusung Partai Gerindra ini terdaftar sebagai bacaleg untuk DPRD Jawa Tengah. Sebelum mundur, Sri menjadi anggota DPRD Jawa Tengah dari Dapil Demak-Kudus-Jepara.

Meski sudah didaftarkan, Sri Hartini mengaku masih pikir-pikir lebih dulu. ”Saya masih pikir-pikir dulu sebenarnya, tapi sudah didaftarkan,” ungkapnya kemarin.

Persaingan Dapil Demak-Kudus-Jepara untuk DPRD Jawa Tengah tampaknya bakal sengit. Sebab, Setia Budi Wibowo yang juga cawabup Sri Hartini tercatat sebagai bakal caleg DPRD Jawa Tengah. Dia maju melalui PKS.

Sebelum maju sebagai cawabup, Setia Budi Wibowo menjadi anggota DPRD Kudus tiga periode. ”Insya Allah saya maju di provinsi,” terangnya.

Sedangkan mantan cabup Masan juga mendaftarkan diri sebagai bacaleg. Namun, dia di DPRD Kudus. Politisi PDIP ini akan maju dari Dapil Undaan-Mejobo-Bae. Apalagi Masan sebelumnya sebagai ketua DPRD Kudus.

Tidak hanya itu, Budiyono dari Pati juga mendaftar. Mantan wakil bupati Pati ini maju menjadi bakal caleg DPRD Pati. Dia juga menjabat sebagai ketua DPC Partai Nasdem Pati.  

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 18 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Nasdem Pertama Daftar Bacaleg ke KPU]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/17/88178/nasdem-pertama-daftar-bacaleg-ke-kpu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/nasdem-pertama-daftar-bacaleg-ke-kpu_m_88178.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/16/nasdem-pertama-daftar-bacaleg-ke-kpu_m_88178.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/17/88178/nasdem-pertama-daftar-bacaleg-ke-kpu

Mendekati batas akhir, masih banyak pengurus partai politik (parpol) belum menyerahkan berkas.]]>

KUDUS – Pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) ditutup nanti malam, sekitar pukul 23.59. Mendekati batas akhir, masih banyak pengurus partai politik (parpol) belum menyerahkan berkas.

Kemarin baru pengurus DPC Nasdem Kudus menjadi pertama yang mendaftarkan bacaleg. Ketua DPC Partai Nasdem Kudus Akhwan mengatakan, ada 45 bacaleg yang didaftarkan. Sebagian ada mantan kader partai lain. "Untuk jumlahnya belum bisa saya pastikan," katanya kemarin.

Untuk siapa bacaleg yang pindah dari parpol lain, mantan calon bupati ini enggan menyebutkan. Namun, untuk persentase sekitar 65 persen wajah baru. Sementara 35 persen merupakan bacaleg lama. Empat di antaranya anggota DPRD Kudus saat ini. "Kuota perempuan sebanyak 30 persen sudah terpenuhi," terangnya.

Untuk target kursi, pihaknya cukup realistis, dia menargetkan enam kursi. Saat ini mendapatkan empat kursi di DPRD Kudus.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, 15 parpol peserta pemilu harus mendaftarkan bacaleg. Pihaknya akan membuka pendaftaran sampai pukul 23.59.

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 17 Jul 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Pendaftaran Caleg Masih Adem Ayem...]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87949/pendaftaran-caleg-masih-adem-ayem https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/15/pendaftaran-caleg-masih-adem-ayem_m_87949.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/15/pendaftaran-caleg-masih-adem-ayem_m_87949.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/16/87949/pendaftaran-caleg-masih-adem-ayem

Hingga H-2 berakhirnya waktu pendaftaran besok (17/7), di sejumlah daerah masih belum ada yang mendaftar caleg.]]>

PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuka pendaftaran calon anggota legislatif (bacaleg) sejak 4 Juli lalu. Meski demikian, hingga H-2 berakhirnya waktu pendaftaran besok (17/7), di sejumlah daerah masih belum ada yang mendaftar. Di Pati dan Blora sudah ada satu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mendaftar.

Partai itu mengelak jika pendaftaran calon anggota DPRD dari PKB ditarik setoran. Ketua PKB Pati Mahammadun mengaku, tak meminta mahar kepada calon anggota yang bergabung dengan partai tersebut. Partai itu murni menyaring pendaftar yang sesuai dengan visi misi partai. Pendaftar berasal dari masyarakat umum dan berbagai organisasi Islam di Pati.

”Kami tegaskan, tidak ada mahar ataupun setoran dari masyarakat yang ingin bergabung dengan PKB. Kami menyeleksi mereka sesuai dengan apa yang dibutuhkan partai. Nantinya mulai dari pendaftaran hingga pencalonan, anggota yang kami daftarkan akan kami perjuangkan,” tuturnya usai mendaftar ke KPU.

Pria yang akrab disapa Madun ini menambahkan, PKB merupakan partai pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran calon. Sesuai dengan alokasi bakal calon yang didaftarkan memenuhi syarat 100 persen. Begitu juga dengan kuota perempuan 40 persen.

”Kuota perempuan 40 persen itu sudah melebihi batas minimal syarat undang-undang pemilu. Kami menarik anggota perempuan dari organisiasi seperti Muslimat, Fatayat, IPNU, dari kader perempuan bangsa PKB, dan lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pati Much Nasich menjelaskan, pendaftaran calon anggota DPRD dibuka 4-17 Juli. Namun, baru PKB yang menyerahkan berkas daftar pencalonan dan daftar calon dari partai itu. Setelah dikirim berkas akan diverifikasi KPU.

”Secara administratif akan kami teliti berkas pencalonan dan syarat bakal calon di masing-masing daerah pilihan (dapil). Selanjutnya akan kami sampaikan hasil dari penelitian berkas pencalonan. Penelitian berkas dilaksanakan 18-21 Juli. Lalu 22 Juli kami berikan waktu untuk perbaikan jika ada kekurangan berkas,” imbuhnya.

Kondisi lain terjadi di Kabupaten Jepara. Hingga kemarin KPU Jepara belum menerima satupun parpol yang mendaftar. Padahal pendaftaran akan ditutup besok. Komisioner KPU Jepara Muntoko mengungkapkan, kondisi ini dikhawatirkan akan membeludak pada detik-detik akhir penutupan.

”Sampai siang ini (kemarin, Red) masih nihil pendaftar. Belum ada satu parpol pun yang menyerahkan berkas pendaftaran caleg. Padahal informasi pendaftaran caleg ini sudah kami pasangan lewat media,” ungkapnya.

Menurutnya, dimungkinkan pendaftar mulai ramai hari ini. Padatnya pendaftar diperkirakan berlangsung hingga batas akhir pendaftaran besok hingga pukul 24.00.

”Masih ada waktu sehari. Kami berharap parpol tidak mengumpulkan berkas pada detik-detik akhir. Supaya jika ada berkas yang kurang tidak terkendala waktu. Jika dikumpulkan lebih awal ada kesempatan perbaikan,” katanya.

Beberapa hari sebelum pendaftaran dibuka, lanjut Muntoko, sudah banyak perwakilan parpol yang datang. Tujuannya untuk konsultasi tentang persyaratan caleg dan teknis pengisian sistem informasi calon (Silon). Sebelum mendaftar, parpol memang diminta untuk mengisi silon.

Sementara itu, belum adanya parpol yang mendaftar ternyata disebabkan para caleg masih sibuk melengkapi berkas persyaratan. Misalnya, legalisasi ijazah, SKCK, surat keterangan dari pengadilan, serta surat keterangan sehat dan bebas narkoba. Untuk mengurus persyaratan, sebagian caleg harus pergi ke luar kota untuk legalisasi ijazah.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kudus. Hingga kemarin juga belum ada pendaftar yang masuk. Komisioner KPU Kudus Dhany Kurniawan mengaku, hari ini kemungkinan Partai Nasdem mendaftar. Di Blora Partai Nasdem juga kabarnya mendaftar hari ini sekitar pukul 13.00 menggunakan delman ke kantor KPU.

 

]]>
Panji Atmoko Mon, 16 Jul 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Top Unggul, Heris Nazar Hadiahkan Mobil ke Anggota Timses]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/03/84852/top-unggul-heris-nazar-hadiahkan-mobil-ke-anggota-timses https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/02/top-unggul-heris-nazar-hadiahkan-mobil-ke-anggota-timses_m_84852.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/07/02/top-unggul-heris-nazar-hadiahkan-mobil-ke-anggota-timses_m_84852.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/07/03/84852/top-unggul-heris-nazar-hadiahkan-mobil-ke-anggota-timses

KEMENANGAN M Tamzil dan Hartopo (Top) dirayakan beraneka ragam.]]>

KEMENANGAN M Tamzil dan Hartopo (Top) dirayakan beraneka ragam. Ada yang memenuhi nazar. Salah satunya Heris Paryono. Mantan ketua DPRD Kudus ini memberikan mobil Kia Karnaval kepada salah satu timses Top, Mahmudun, di depan air mancur pendapa Kudus.

Heris mengaku, sebelum pencalonan bernazar akan memberikan mobil kepada timses. Salah satunya Mahmudun. Karena pasangan Top menang, dia melaksanakan nazarnya. ”Sudah lama saya ucapkan. Intinya, saat Pak Tamzil-Hartopo menang, saya akan serahkan mobil ini kepada Mahmudun,” ungkapnya.

Mobil ini, kata Heris, digunakan selama masa kampanye. Biasanya membawa ingkung di acara pengajian setiap malam Jumat. Mobil juga digunakan kepentingan tim sukses. ”Semoga berkah untuk pasangan Top, Mahmudun, dan Kudus,” katanya.

Tak hanya memberikan mobil, dia menyerahkan motor kepada Kasrun. Selain itu, dia akan memberikan santunan kepada warga yang membutuhkan. ”Nazar ini harus dilaksanakan. Sebab Pak Tamzil sudah menang,” paparnya.

Mahmudun mengaku hadiah ini akan digunakan sebaik-baiknya. ”Semoga berkah Pak Heris,” katanya.

Tak hanya Heris, kiai dari Desa Hadiwarno, Kecamatan Mejobo, Abdur Rohman juga melaksanakan nazar. Saat pencalonan dia sempat berujar akan menggendong M Tamzil setelah menang. Minggu (1/7) lalu dia melaksanakan nazarnya. Tamzil digendong di Masjid Baitur Rohman. 

 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 03 Jul 2018 07:20:59 +0700
<![CDATA[Haryanto, Salah Satu Pengusaha di Balik Sukses Paslon Top]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84162/haryanto-salah-satu-pengusaha-di-balik-sukses-paslon-top https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/29/haryanto-salah-satu-pengusaha-di-balik-sukses-paslon-top_m_84162.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/29/haryanto-salah-satu-pengusaha-di-balik-sukses-paslon-top_m_84162.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/30/84162/haryanto-salah-satu-pengusaha-di-balik-sukses-paslon-top

Ia merupakan salah satu tokoh yang turut andil dalam kemenangan pasangan calon (paslon) M Tamzil dan Hartopo (Top).]]>

PENGUSAHA bus yang satu ini sempat mencuri perhatian khalayak. Betapa tidak? Ia merupakan salah satu tokoh yang turut andil dalam kemenangan pasangan calon (paslon) M Tamzil dan Hartopo (Top). Dia tidak hanya membantu secara moril, tetapi materiil.

Haryanto mengaku selalu optimistis pasangan Top menang. Sejak awal dia mendukung Top karena ingin mencari pemimpin baru. Sosok yang mampu membawa Kudus kembali ’’hijau”.

”Niat saya membantu Pak Tamzil dan Pak Hartopo itu apa? Hanya ingin Kudus menjadi lebih religius. Bukan karena jabatan atau harta, tetapi ingin Kudus kembali hijau. Ingin tanah kelahiran saya ini sejahtera. Dan saya rasa, kedua sosok ini mampu membawa Kudus menjadi lebih baik,” ungkap lelaki yang pernah menjadi tukang babat rumput semasa kecil ini.

Lelaki kelahiran Kudus, 17 Desember 1959 ini memang dikenal pantang menyerah. Ketika Tamzil dikritik karena dianggap sudah tak pantas memimpin Kudus, Haryanto tampil membela. Dia yakin Tamzil sosok yang amanah. Sehingga ketika Top menang, dia menangis bahagia. ”Hati saya menangis. Menangis bahagia. Akhirnya Kudus dipimpin Pak Tamzil dan Pak Hartopo selama lima tahun ke depan,” jelasnya.

Maka, bentuk ucapan syukurnya dia akan menggelar pengajian akbar. Tidak hanya menyembelih kerbau untuk dibagikan kepada warga, dia akan mengundang Habib Syech bin Abdul Qodir As Segaf. ”Nanti rencananya seperti itu. Kami juga akan menggelar wayangan. Warga Kudus bisa ikut nonton,” terangnya.

Lelaki yang pernah mendapatkan penghargaan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jateng kategori pelayanan terbaik untuk armada pada 2013 ini mengaku paslon lain harus kembali dirangkul. Baginya, siapa pemimpinnya harus didukung.

”Pokoknya paslon yang kalah jangan larut. Pilkada sudah rutin dilakukan. Menang kalah soal biasa. Yang terpenting, mari sama-sama membangun Kudus menjadi semakin baik,” paparnya. 

 

]]>
Panji Atmoko Sat, 30 Jun 2018 07:00:59 +0700
<![CDATA[Top Unggul, Penuhi Nazar Jalan Kaki 12 Km]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/29/83886/top-unggul-penuhi-nazar-jalan-kaki-12-km https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/top-unggul-penuhi-nazar-jalan-kaki-12-km_m_83886.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/top-unggul-penuhi-nazar-jalan-kaki-12-km_m_83886.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/29/83886/top-unggul-penuhi-nazar-jalan-kaki-12-km

Sholihin, 44, simpatisan pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati nomor urut 5, Tamzil-Hartopo, memenuhi nazar kemarin.]]>

KUDUS – Sholihin, 44, simpatisan pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati nomor urut 5, Tamzil-Hartopo, memenuhi nazar kemarin. Dia berjalan kaki sekitar 12 km. Hal tersebut dilakukan karena dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Kudus Rabu (27/6) lalu, Tamzil-Hartopo (Top) memperoleh suara tertinggi.

Dengan mengenakan kaus putih berkerah dengan sablonan atribut Top, bercelana training merah, dan bertopi, Sholihin melangkahkan kaki dari rumahnya di RT 4 RW 2, Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo. Tak lupa dia mengalungkan kertas berukuran sekitar 50 cm yang dililit rafia merah di lehernya. Kertas tersebut bertuliskan ’’Aku punya nazar kalau Pak Tamzil-Hartopo menang pilkada, aku jalan kaki ke tempat kerjaku Pom Matahari.”

”Saya melakukan hal ini tanpa paksaan atau pengaruh dari siapa-siapa. Saya mendukung Pak Tamzil. Saya bernazar kalau beliau menang saya akan jalan kaki dari rumah sampai tempat kerja,” ungkapnya.

Dalam pengakuannya, tak ada persiapan khusus untuk memenuhi kewajiban tersebut. Rute yang dia tempuh dari rumahnya. Dia berjalan ke barat, arah IAIN Kudus. Lalu terus berjalan ke timur ke arah Kudus-Pati. Kemudian, dia belok ke kanan dan menuju Alun-alun Simpang 7. Lalu ke selatan menuju SPBU dekat Matahari Department Store.

”Seharusnya tadi malam (kemarin malam, red) saya masuk kerja. Namun, saya mendapat telepon dari atasan saya, katanya disuruh istirahat. Sebab, dia tahu kalau hari ini (kemarin, red) saya mau memenuhi nazar,” jelas pria berbobot 105 kg itu.

Pria yang menjadi karyawan di SPBU dekat Matahari Department Store itu berjalan sendirian. Namun, tampak dua perempuan di belakangnya membuntuti dengan mengendarai sepeda motor. Mereka Jamiatul Masroh, istrinya dan Haila Mulyasaroh, anak perempuannya.

”Semoga pasangan Top bisa segera menjalankan 9 programnya. Dan bisa membawa Kudus  menjadi kota yang religius dan sejahtera,” harapnya.

Sebelumnya, Rabu (27/6) petang ada tiga relawan yang cukur gundul di Top Center. Mereka menjalankan aksi secara spontanitas. Ketiganya, Sukro, warga Undaan; Sulikan, warga Mlati, dan Akrom, warga Singocandi. Ketiganya mulai mencukur bersih rambutnya ketika penghitungan quick count dari tim center TOP selesai menjelang magrib.

 

 

 

]]>
Panji Atmoko Fri, 29 Jun 2018 07:15:59 +0700
<![CDATA[Menang Pilbup Kudus, Mata Paslon Tamzil-Hartopo Berkaca-kaca]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83903/menang-pilbup-kudus-mata-paslon-tamzil-hartopo-berkaca-kaca https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/menang-pilbup-kudus-mata-paslon-tamzil-hartopo-berkaca-kaca_m_83903.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/menang-pilbup-kudus-mata-paslon-tamzil-hartopo-berkaca-kaca_m_83903.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83903/menang-pilbup-kudus-mata-paslon-tamzil-hartopo-berkaca-kaca

Dengan mata berkaca-kaca pasangan M. Tamzil dan Hartopo menerima ucapan selamat dari relawan tadi malam di Top Center. Bahkan, Tamzil tidak bisa berkata-kata.]]>

KUDUS – Dengan mata berkaca-kaca pasangan M. Tamzil dan Hartopo (Top) menerima ucapan selamat dari relawan tadi malam di Top Center. Bahkan, Tamzil tidak bisa berkata-kata karena terharu. Kedua paslon tampak shock meraih kemenangan.

Saat ditemui Tamzil mengenakan kemeja bergaris berwarna putih tulang. Sedangkan Hartopo memakai kaus berawarna merah. Keduanya memantau hasil penghitungan yang dilakukan relawan Top.

Hasilnya Top unggul di enam kacamatan, Bae, Dawe, Jekulo, Kota, Mejobo, dan Gebog. Sedangkan tiga kecamatan lainnya kalah tipis, Kaliwungu, Undaan, Jati. “Kami lengah di tiga kecamatan itu,” ujar Tamzil.

Hasil quick count sedulur Top telah menunjukkan Top unggul 42,85 persen. Untuk hasil pasti, hingga tadi malam, tim sedulur Top masih mengitung hasil Pilbup Kudus di Top Center.

Melihat hasil itu di Top Center sudah ada karpet dan banner. Sound sistem dan lampu sorot disiapkan untuk menyambut kemenangan Top. Pedagang, pegawai, ojek online (ojol), sopir bus, dan beberapa relawan lainnya hadir di Top Center.

”Saya sudah rindu pemimpin yang amanah, Kudus yang religius, dan pemimpin yang lebih mertabat. Semoga Pak Tamzil dan Pak Hartopo bisa menjaga amanah dan menjalankan tugas dengan baik. Jangan sampai rakyat Kudus ada yang miskin. Jadi saya ucapkan selamat untuk keduanya, semoga menjadi pimpinan pro rakyat,” kata Haryanto, pemilik bus Haryanto.

Jawa Pos Radar Kudus memberikan ucapan langsung dalam kesempatan ini. ”Kami bangga ada salah satu putra terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Kudus. Kami mengucapkan selamat kepada M. Tamzil dan Hartopo atas kemenangannya. Semoga Kudus semakin maju, semakin jaya, semakin suskes,” kata Baehaqi, direktur Jawa Pos Radar Kudus saat memberikan pidato di depan pendukung Top.

Baehaqi beserta manajer memberikan bunga untuk pasangan ini. Relawan pun bersorak-sorak. Meski belum ada real count dari KPU, pasangan Top diperkirakan menang. Setelah itu, tim pendukung pasangan Top bersama-sama melakukan sujud syukur dan berdoa bersama. Harapannya semoga Kudus semakin baik.

Terpisah, Sri Hartini, cabup nomor tiga mengaku, menerima hasil Pilkada ini. Dia legawa. Meski, persaingan Pilkada ini dinilainya di luar batas kewajaran. Sebab, jumlah money politics begitu besar.

Masan, cabup nomor satu mengaku, sudah melakukan yang terbaik. Untuk hasil, dia menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan. “Sudah melakukan apa yang saya bisa. Tinggal menunggu hasilnya seperti apa,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kudus Moh Hanafi menerangkan, Pilkada ini berjalan lancar. “Proses pemungutan dan penghitungan, Alhamdulillah berjalan aman, dan damai,” jelasnya kemarin.

Selepas itu, akan dilanjutkan proses rekapitulasi di PPK dan KPU. Nanti yang jadi pedoman penentuan paslon yang mendapatkan suara terbanyak.

“Terima kasih kepada para pasangan calon, tim sukses, TNI, polisi, dan pemerintah daerah. Begitu juga, temen-temen penyelenggara PPK, PPS KPPS, dan Masyarakat Kudus yang sudah menyalurkan hak politiknya,” paparnya.

 Sementara itu, berdasarkan real count pasangan Top keluar sebagai. Real count dari Sedulur Top ini dilakukan dengan mendata perolehan suara masing-masing TPS di setiap desa. Hingga tadi pagi sekitar pukul 00.29 hasil sementara Top memperoleh suara 44,4 persen dari 82,5 persen suara.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, tim sedulur masih melakukan penghitungan suara di Top Center. Hasilnya, Top unggul dari empat calon lainnya. Untuk sementara, data yang belum masuk dari Kecamatan Kaliwungu, Kota, dan Dawe.

Faiz, salah satu tim sedulur Top mengatakan, hingga saat masih memasukkan data dari saksi-saksi setiap TPS. Kendati demikian, 82,5 persen atau 421.497 DPT sudah terdata. ”Top unggul di real count yang kami lakukan. Nilainya beda tipis dengan quick qount yang dilakukan beberapa lembaga survei independen,” ungkapnya.

Dari hasil sementara ini, Faiz mengaku, masih ada tiga kecamatan yang belum terdata. Mulai dari Kecamatan Kaliwungu, Dawe, dan Kota. Meski belum terdata, pihaknya sudah mendapatkan informasi. ”Dawe kalah tipis. Kota menang, sedangkan Kaliwungu kalah. Dengan begitu, kami optimistis menang,” paparnya.

M Tamzil mengatakan, hasil survei sementara pihaknya unggul. Dari sembilan kecamatan, enam diantaranya dimenangkan oleh Tamzil. Tiga lainnya kalah tipis.

”Jadi kami dan paslon 1 saling mengejar. Tiga titik kekalahan kami ini dimanfaatkan oleh tim lawan untuk mendapatkan suara. Benar saja, kami kalah di Undaan, Kaliwungu, dan Jati. Namun di Gebog, Kota, dan Bae kami unggul. Jadi kami masih tertolong angka itu,” paparnya.

Tamzil mengatakan, perbedaan tipis ini memang wajar terjadi dalam pilkada. Meski demikian, real count dipastikan nyaris 90 persen benar. Sisanya, surat suara rusak, tidak sah, atau golput. Meski demikian, real qount biasanya akurat. Sebab, jumlahnya dihitung dari hasil masing-masing TPS. ”Paling selisihnya antara 5-10 persen,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Jun 2018 22:55:48 +0700
<![CDATA[Begini “Ritual” Cabup-Cawabup Kudus Malam Jelang Pencoblosan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83895/begini-ritual-cabup-cawabup-kudus-malam-jelang-pencoblosan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/begini-ritual-cabup-cawabup-kudus-malam-jelang-pencoblosan_m_83895.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/begini-ritual-cabup-cawabup-kudus-malam-jelang-pencoblosan_m_83895.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83895/begini-ritual-cabup-cawabup-kudus-malam-jelang-pencoblosan

Pertarungan pasangan calon tidak hanya soal program atau barisan pendukung. Urusan spiritual pun menjadi petarungan dengan menghabiskan malam jelang pencoblosan]]>

KUDUS - Pertarungan pasangan calon (paslon) tidak hanya soal program atau barisan pendukung. Urusan spiritual pun menjadi petarungan. Kedua paslon menghabiskan malam sebelum hari pencoblosan di Desa Lambangan, Kecamatan Undaan.

Calon Bupati (Cabup) Kudus M. Tamzil, Cabup Masan bersama Cawabup Noor Yasin memilih menghabiskan malam jelang coblosan dengan bertirakat di Desa Lambangan, Undaan. Alasannya simpel. Menurut sejumlah ulama dan orang pintar, “Sri Wahyu-nya turun di selatan”. Artinya, yang bakal dapat “pulung” jadi bupati Kudus dari wilayah selatan.

BERTERIMA KASIH: Munjahid (baju putih), ketua Timses Paslon Tamzil-Hartopo mendatangi rumah Suronto di Desa Lambangan, Undaan, kemarin sore. (ALAN CHOLIL/RADAR KUDUS)

Di rumah bercat kuning RT 4 RW 2, Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, tertutup rapat kemarin malam. Di dalamnya hanya ada tujuh orang. Satu di antaranya Cabup M. Tamzil. Cabup nomor urut 5 itu sengaja menghabiskan malam coblosan di desa perbatasan Kudus-Grobogan.

Alasannya unik dan menarik. Bukan karena didesa tersebut terdapat basis massa atau terdapat pemilih terbanyak. Melainkan dia dan timsesnya percaya dengan mitos “Sri Wahyu turun di selatan”.

Yang dimaksud Sri Wahyu turun di selatan adalah bupati Kudus yang akan memimpin untuk periode berikutnya berasal dari selatan. Bisa diartikan lagi, jika bupati yang terpilih nantinya yang tempat tinggalnya paling selatan. Sementara desa di Kudus yang paling selatan yakni Desa Lambangan, Kecamatan Undaan.

Mitos dan kepercayaan itu dikuatkan sejumlah ulama dan orang pintar. Dari situlah, Tamzil mengikutinya. Dia dan Ketua Tim Sukses Munjahid diminta berdiam diri hingga subuh di Desa Lambangan. Tamzil memilih rumah Muslimah, rumah yang paling selatan. Rumah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Grobogan. Hanya dipisahkan jalan cor beton selebar dua meter.

Di depan rumah Muslimah sudah masuk Desa Dampak, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. ”Tadi malam (kemarin malam, Red) benar-benar menegangkan Mas,” kata M. Tamzil kemarin.

Dibilang menegangkan, karena tidak hanya M. Tamzil saja yang melakukan tirakat serupa. Cabup Nomor Urut 1 Masan juga melakukan hal yang sama. Tirakat di Desa Lambangan, lebih tepatnya di rumah paling selatan. Uniknya lagi, kedua cabup yang sama-sama kuat itu bertempat tinggal di jarak tiga rumah.

”Sebelum berdiam diri di rumah Ibu Muslimah, Pak Tamzil menempati rumah milik Pak Suronto di RT 7 RW 2, mantan Kades Lambangan yang kebetulan jadi kordes (koordinator desa) tim sukses kami,” kata Munjahid, ketua tim sukses Paslon Tamzil-Hartopo.

Semula, sejak pukul 17.00 Tamzil datang ke rumah Suronto bersama sopirnya. Dia di rumah mantan kades tersebut sampai pukul 23.15. Kemudian, Tamzil mendapat kabar Cabup Nomor Urut 1 Masan juga tirakat di desa yang sama. Lokasinya hanya berjarak tiga rumah. Cabup Masan lebih selatan daripada Tamzil.

”Karena menurut mitos harus paling selatan, akhirnya kami wajib mencari lagi rumah yang paling selatan. Di sinilah ketegangannya. Sebab, harus menempati rumah yang paling selatan dari cabup lain. Sementara cabup lain juga berpikiran sama. Sehingga, saling mengintip. Siapa yang berhasil menempati rumah paling selatan,” tegas Munjahid.

Akhirnya, pukul 23.15, Tamzil pindah di rumah Muslimah, rumah yang paling selatan dan langsung berbatasan Kabupaten Grobogan. Kepindahan Tamzil dari rumah satu ke rumah lainnya itu tanpa sepengetahuan tim lawan. Sejumlah cara pun dilakukan supaya tidak diketahui. Di antaranya, mengganti mobil yang ditumpangi cabup yang pernah jadi bupati Kudus ini.

Adapun aktivitas di dalam rumah, Tamzil lebih banyak duduk dan mengobrol bersama tuan rumah dan tim sukses. Sambil memantau kondisi di lapangan lewat handphone. Ketika adzan berkumandang, Tamzil bergegas salat. Termasuk ketika pukul 02.00 dini hari, Tamzil melakukan salat Tahajud dan Hajat. Tidak tidur sama sekali semalaman.

”Saat di dalam rumah, saya sediakan teh hangat dan jagung. Kebetulan beliau suka jagung godok. Namun, ketika saya tawari makan berat, beliau menolaknya,” ucap Setiyasih, istri Suronto yang ikut menemani hingga Subuh.

Tamzil, Munjahid, dan beberapa tim suksesnya baru kembali ke Kota setelah salat Subuh. ”Sebenarnya ini memang mitos. Bisa dipercaya bisa tidak. Namun, tidak ada salahnya mengikuti anjuran sesepuh, ulama, dan orang tua tersebut. Untuk itulah di malam coblosan kami benar-benar ikhtiar semaksimal mungkin untuk memenangkan Paslon Tamzil-Hartopo,” tegas Munjahid.

Muslimah, pemilik rumah yang ditempati Tamzil mengaku kaget ketika dikabari paslon Tamzil-Hartopo untuk sementara unggul dalam perolehan suara. ”Alhamdulillah, semoga berhasil hajatnya (menjadi bupati Kudus),” ucapnya.

Sedangkan, Masan menceritakan, ada proses menunggu ‘pulung’ karena dikabarkan jatuh di selatan. M Tamzil berada di gang 11. Sementara dia di gang 12. Ternyata M. Tamzil berpindah lebih ke selatan lagi usai tahu Masan di posisi lebih selatan dirinya. Proses tersebut sampai dini hari. Dia bersama tim suksesnya jagong di rumah tersebut. Selain itu, ada yang membaca manaqib di rumah tersebut.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Jun 2018 22:37:22 +0700
<![CDATA[Sah Jadi Suami Istri, Pasangan Ini Langsung Nyoblos di Bilik Suara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83799/sah-jadi-suami-istri-pasangan-ini-langsung-nyoblos-di-bilik-suara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/sah-jadi-suami-istri-pasangan-ini-langsung-nyoblos-di-bilik-suara_m_83799.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/sah-jadi-suami-istri-pasangan-ini-langsung-nyoblos-di-bilik-suara_m_83799.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83799/sah-jadi-suami-istri-pasangan-ini-langsung-nyoblos-di-bilik-suara

Pasangan pengantin baru bernama Syafiq dan Flowerina tampak bahagia. Hari pernikahannya menjadi momentum yang tak terlupakan.]]>

Pasangan pengantin baru bernama Syafiq dan Flowerina tampak bahagia. Hari pernikahannya menjadi momentum yang tak terlupakan. Yakni, bertepatan dengan pelaksanaan pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia.  

ACHMAD ULIL ALBAB, Pati

EKSPRESI bahagia terpancar dari wajah Syafiq Wardani Dausat dan Flowerina pagi kemarin. Mengenakan pakaian pengantin, diiringi sanak saudara, sepasang kekasih yang baru sah mengarungi bahtera rumah tangga ini mencoblos dulu di TPS 1 Desa Ngablak, Kecamatan Cluwak.

Tak heran, pemandangan tak biasa ini pun menyedot perhatian warga setempat. Tetangga, awak media, hingga  pejabat KPU turut menyaksikan mereka mencoblos di bilik suara. TPS pun menjadi ramai karena ada sepasang pengantin yang terlebih dulu menyalurkan hasrat memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Setelah mereka mengucapkan akad nikah di Masjid Besar Darussalam, Desa Ngablak.

Kedua mempelai kemudian beranjak menuju TPS tempat mereka menggunakan hak pilihnya di TPS 6. Mereka berjalan kaki menuju TPS yang bertempat di RT 03 RW 03, Dukuh Gowangkong 01, Desa Ngablak, Cluwak, Pati.

Melihat calon pemilih tak biasa ini, panitia pun cukup antusias melayani mereka. Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cluwak Agus Yulianto mengungkapkan, panitia bahkan memberikan waktu khusus bagi kedua mempelai untuk mencoblos secara istimewa. Tanpa antre. Sebagai bentuk penghargaan antusiasme dua mempelai terhadap hajatan Pilkada Jawa Tengah.

”Hal ini tentu sangat baik, sebab ini menunjukkan tingkat partisipasi dan antusiasme warga dalam menyambut pesta demokrasi dinilai sangat baik,” ungkap Agus Yulianto.

Hal itu dilihat karena usaha mereka yang meskipun sibuk mempersiapkan pernikahan, masih menyempatkan untuk mengurus hak pilih mereka. ”Kami mendengar kabar malah sudah H-1, kemudian kami langsung mintakan formulir A5 kepada KPU Kabupaten Pati untuk pindah tempat memilih. Seperti diketahui, mempelai pria berasal dari Dukuhseti, sementara mempelai perempuan asli Ngablak,” terangnya.

Mempelai pria berulang kali tertangkap kamera senyum-senyum. Syafiq Wardani Dausat pun mengaku bahagia. Baginya, ini adalah sebuah momen langka. Melangsungkan pernikahan tepat di saat Jawa Tengah sedang menggelar hajat besar menentukan lima tahun masa depan.

” Bangga sekali. Ini kan momen seumur hidup sekali dan bertepatan dengan pilkada serentak se-Indonesia. Jadi ya momen bahagia akan mudah diingat juga hingga entah nanti anak-cucu,” kata putra pasangan Alex Yusniman dan Siti Rokhana ini.

Usai menyalurkan hak pilihnya, kedua mempelai diiringi sanak saudaranya kembali ke rumah dan melanjutkan pesta resepsi pernikahan.

]]>
Panji Atmoko Thu, 28 Jun 2018 17:09:37 +0700
<![CDATA[Salurkan Hak Pilih, Warga Samin Ogah Golput]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83682/salurkan-hak-pilih-warga-samin-ogah-golput https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/salurkan-hak-pilih-warga-samin-ogah-golput_m_83682.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/salurkan-hak-pilih-warga-samin-ogah-golput_m_83682.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83682/salurkan-hak-pilih-warga-samin-ogah-golput

Sedulur sikep Samin Klopoduwur tidak mau ketinggalan dalam pesta demokrasi kemarin. Mereka ikut berpartisipasi dan memilih gubernur dan wakil gubernur.]]>

BLORA - Sedulur sikep Samin Klopoduwur tidak mau ketinggalan dalam pesta demokrasi kemarin. Mereka ikut berpartisipasi dan memilih gubernur dan wakil gubernur untuk lima tahun ke depan.

Sesepuh sedulur sikep Samin Klopoduwur, Lasio misalnya. Ia datang ke tempat pemungutan suara (TPS) bersama istri dengan pakaian khas Samin mengendarai sepeda motor. Yaitu baju hitam dan celana hitam lengkap dengan ikat kepala.

Sementara sang istri memakai kebaya hitam dipadu batik cokelat. Keduanya berangkat tanpa mengenakan alas kaki layaknya masyarakat biasa.

Sesampainya di TPS 2 Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Blora, Lasio disambut petugas KPPS yang juga mengenakan pakaian Samin. Hampir semua petugas mengenakan pakaian adat Samin. Kecuali petugas keamanan.

Lasio mengaku memilih orang yang sudah dikenal (Ganjar Pranowo, Red). “Sederek milih niku kerono sampun tepang calone, nek dereng tepang nggih mboten dipilih,” terangnya kemarin.

Pihaknya mengaku, sebelum pilgub juga banyak mendapatkan pertanyaan dari masyarakat Samin. Mulai dari Ngawen atau Banjarejo sendiri. Pertanyaan mereka selalu sama. Yaitu harus memilih siapa. “Geh kulo jawab, milih iku kerono sampun tepang calone,” jelasnya.

Dalam pilgub ini, Lasio tidak mengharapkan apapun dari gubernur yang akan terpilih nantinya. Karena mereka hanya menjalankan kewajiban sebagai warga negara untuk menyalurkan hak pilih.

Bahkan dia juga tidak pernah memberikan syarat atau sesuatu yang memberatkan salah satu calon agar warga Samin memilih. Karena bagi Lasio, semua manusia itu adalah bersaudara. “Sing penting niku dungo dinungo mawon, mugi selamet sedoyo,” imbuhnya.

Untuk melakukan pemilihan ini, Lasio dan warga Samin lain baru bisa memberikan hak pilihnya setelah melakukan aktivitas di ladang. Seperti Lasio yang sekitar pukul 10.30 baru selesai menggembala dan bergegas berangkat ke TPS. Tapi untuk warga Samin lain ada juga yang sudah mulai menyalurkan hak pilihnya sejak pagi.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Jun 2018 10:33:40 +0700
<![CDATA[Meski Sakit, Mbah Moen Tetap Gunakan Hak Pilih di Pilgub Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83680/meski-sakit-mbah-moen-tetap-gunakan-hak-pilih-di-pilgub-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/meski-sakit-mbah-moen-tetap-gunakan-hak-pilih-di-pilgub-jateng_m_83680.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/28/meski-sakit-mbah-moen-tetap-gunakan-hak-pilih-di-pilgub-jateng_m_83680.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/28/83680/meski-sakit-mbah-moen-tetap-gunakan-hak-pilih-di-pilgub-jateng

Dua petugas KPPS dari TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, bersama petugas PPS dan Panwaslu datang ke kediaman KH Maimoen Zubair pukul 12.00 kemarin.]]>

REMBANG – Dua petugas KPPS dari TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, bersama petugas PPS dan Panwaslu datang ke kediaman KH Maimoen Zubair pukul 12.00 kemarin. Kedatangan mereka untuk memfasilitasi penggunaan hak pilih KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen yang sedang sakit.

Pengasuh Ponpes Al Anwar itu sakit sejak Sabtu (23/6). Sejak sehari sebelum pencoblosan, keluarga meragukan KH Maimoen Zubair bisa datang ke TPS. Beliau terdaftar sebagai pemilih di TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang.

Selasa (26/6) sore, keluarga menghubungi KPPS dari TPS tempat Mbah Moen terdaftar sebagai pemilih. Keluarga mengusahakan agar ada petugas dari TPS yang datang ke kediaman Mbah Moen.

Ketua TPS 4 Desa Karangmangu, Sarang, Muslih menerima kabar dan permohonan dari keluarga pada Senin (23/6) sore. Dia dan anggota KPPS lain sebelumnya tak mengetahui jika Mbah Moen sedang sakit.

Ketika diminta untuk datang ke kediaman Mbah Moen, petugas TPS langsung menyiapkan peralatan dan dokumen yang dibutuhkan. Seperti tinta, paku untuk mencoblos, busa sebagai bantalan, dan kotak suara yang ukurannya kira-kira seperti tempat tisu. Dibungkus dengan kertas putih.

Petugas TPS, PPS, dan Panwaslu sampai di kediaman Mbah Moen sekitar pukul 12.00. Mereka langsung dipersilakan masuk ke dalam kamar Mbah Moen. ”Beliau bisa pinarak ketika mencoblos,” ungkapnya.

Usai mencoblos, KH Maimoen Zubair sempat mengucapkan terima kasih kepada petugas TPS yang telah bersedia datang ke kediamannya. Sehingga, ulama karismatik itu bisa mengunakan hak pilihnya. Meskipun kondisi kesehatannya kurang baik.

Sebagai rasa terima kasih, Mbah Moen meminta para petugas untuk makan siang di kediamannya sebelum kembali ke TPS. ”Harus makan dahulu baru boleh pulang,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Jun 2018 10:26:55 +0700
<![CDATA[Amplop Politik Bertebaran, Satu Orang Bisa Dapat Rp 250 Ribu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/27/83337/amplop-politik-bertebaran-satu-orang-bisa-dapat-rp-250-ribu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/26/amplop-politik-bertebaran-satu-orang-bisa-dapat-rp-250-ribu_m_83337.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/26/amplop-politik-bertebaran-satu-orang-bisa-dapat-rp-250-ribu_m_83337.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/27/83337/amplop-politik-bertebaran-satu-orang-bisa-dapat-rp-250-ribu

Mendekati pilbup, persaingan sebaran amplop berisikan uang semakin sengit.]]>

KUDUS – Mendekati pilbup, persaingan sebaran amplop berisikan uang semakin sengit. Tidak hanya jumlah amplop yang disebarkan dari pendukung pasangan calon (paslon) di Pilkada Kudus, tetapi uang yang diberikan bukan lagi Rp 50 ribu.

Kemarin (26/6) ada yang menerima satu amplop berisikan Rp 100 ribu. Tidak hanya itu, ada juga yang berisikan Rp 70 ribu dan Rp 60 ribu. Amplop-amplop itu ditengarai dari pendukung paslon.

Mereka tidak hanya menerima amplop dari salah satu pendukung paslon. Ada satu calon pemilih mendapatkan tiga amplop dari tiga pendukung paslon. Jumlahnya pun berbeda.

Salah satu warga Desa Japan, Kecamatan Dawe, yang enggan disebutkan namanya mengaku, mendapatkan amplop dari tiga paslon. Dua amplop nilainya Rp 100 ribu. Amplop itu diduga didapat dari pendukung paslon nomor tiga dan nomor lima. Satu lagi berisi Rp 50 ribu yang ditengarai dari pendukung paslon nomor satu.

”Rumah saya ditinggali empat penghuni. Masing-masing dapat sama. Jadi tiga amplop dari tiga paslon. Totalnya per orang Rp 250 ribu,” urainya kemarin.

Penerima amplop lainnya, Rul, warga Kecamatan Kota. Dia mendapatkan dua amplop dari dua calon yang berbeda. Masing-masing berisikan Rp 50 ribu. Amplop pertama diterima Senin (25/6) sore dari pendukung nomor lima. Amplop kedua diterimanya Selasa (26/6) sore dari pendukung nomor satu.

Begitu juga dengan Tik, warga Kecamatan Kaliwungu. Dia mendapatkan amplop dari pendukung nomor satu dan nomor lima. Masing-masing amplop berisikan Rp 50 ribu.

Sum, warga Desa Getasserabi, Kecamatan Gebog mengaku, mendapat amplop Senin (25/6) malam sekitar pukul 20.00. Isinya Rp 60 ribu. Itupun hanya dapat satu. ”Satu rumah saya saja yang dapat. Padahal, satu rumah ada lima penghuni,” celetuknya.

Warga lainnya, imbuhnya, ada yang dapat Rp 60 ribu dalam satu amplop dari pendukung paslon nomor tiga. Selain itu, rata-rata warga lain mendapatkan Rp 50 ribu. Amplop itu diduga dari dua pendukung paslon yang saat ini bersaing sengit. Yakni, nomor satu dan nomor lima.

Hal yang sama didapat oleh Met, warga Desa Mlati Lor, Kecamatan Kota. Dia mendapatkan empat amplop. Masing-masing isinya Rp 50 ribu dari pendukung paslon nomor satu. Tetapi, tidak semua tetangganya mendapatkan amplop tersebut.

Berdasarkan informasi, di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, yang memiliki lebih dari 3.000 hak pilih para pendukung menyiapkan ribuan amplop. Pendukung nomor lima diduga membagikan 2.700 amplop. Satunya berisikan Rp 50 ribu. Sedangkan pendukung nomor satu membagikan 2.200 amplop. Satu amplop berisikan Rp 50 ribu. Jumlah itu direncanakan ditambah hingga 300 amplop.

Pendukung paslon nomor tiga tidak mau kalah. Di desa itu awalnya menyiapkan amplop berisikan Rp 30 ribu. Berhubung dua pendukung paslon lain Rp 50 ribu, amplop itu belum dibagi. Rencananya disamakan.

Begitu juga di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog. Jumlah pemilih sekitar 3.700 jiwa. Pendukung nomor lima diduga telah mengedarkan 600 amplop berisikan Rp 50 ribu. Amplop itu dibagikan di tiga dukuh, yaitu Krajan, Randu Kuning, Jetis. Pesaingnya, pendukung nomor satu ditengarai menyerahkan 400 amplop. Per amplop Rp 50 ribu di Dukuh Jetis dan Randu Kuning. Malam harinya diperkirakan masih ada gerakan lagi. Sedangkan pendukung nomor empat diduga menyediakan Rp 150 ribu per amplop.

Penyebaran amplop itu juga terjadi di Nganguk, Kecamatan Kota dan Desa Pasuruhan, Kecamatan Jati. Pendukung nomor satu diduga menyiapkan amplop Rp 100 ribuan. Sedangkan, di Desa Kendeng, Kecamatan Undaan, pendukung dari paslon nomor satu dan lima imbang berbagi. Keduanya Rp 50 ribu. Begitu juga di Desa Karangsambung, Kecamatan Bae, pendukung nomor satu juga bagi-bagi amplop Rp 50 ribuan.

Berbeda dengan Ruk, warga Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kota. Dia mengaku sampai kemarin (26/6) belum dapat amplop. Lain halnya dengan Lana, warga Desa Wergu Kulon, Kecamatan Jati. Dia belum menerima amplop, tapi mendapatkan SMS dari 777777. Isinya: Aku Emoh Disuap, Aku Butuh Bupati Kudus Seng Resik (Saya Tidak Mau Disuap, Saya Butuh Bupati Kudus yang Bersih).

”Saya dapat SMS tersebut Senin (25/6). Saya kira dari provider telekomunikasi yang cek poin 777, tapi jumlahnya kok sampai enam kali. Tapi, bagus juga bisa menyadarkan masyarakat untuk memilih bupati yang bersih,” ujarnya.

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 27 Jun 2018 06:15:59 +0700
<![CDATA[Kenali Karakter Bacaleg, PDIP Gelar Tes Psikotes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/23/82532/kenali-karakter-bacaleg-pdip-gelar-tes-psikotes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/23/kenali-karakter-bacaleg-pdip-gelar-tes-psikotes_m_82532.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/23/kenali-karakter-bacaleg-pdip-gelar-tes-psikotes_m_82532.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/23/82532/kenali-karakter-bacaleg-pdip-gelar-tes-psikotes

Bakal calon legislatif (bacaleg) dari PDIP Kudus menjalani tes psikologi di kantor DPC PDIP kemarin. Ada 30 orang bacaleg udah siap berada di kantor tersebut.]]>

KOTA – Bakal calon legislatif (bacaleg) dari PDI Perjungan (PDIP) Kudus menjalani tes psikologi di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP kemarin. Ada 30 orang bacaleg pukul 15.00 sudah siap berada di kantor tersebut. Mereka duduk di depan laptop masing-masing untuk mengerjakan soal.

Sekretaris DPC PDIP Kudus Achmad Yusuf Roni menerangkan, tes psikologi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakter bacaleg dari PIDP. Selain itu, juga sejauh mana kompetensi mereka. ”Proses pendaftaran bacaleg yang menggunakan psikotes baru PDIP saja. Ya, kami ingin supaya hasilnya maksimal,” ungkapnya.

Sementara itu, tes psikologi tersebut dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama pukul 15.00 diikuti 15 orang. Sedangkan 15 orang lain di sesi kedua yang dimulai pukul 16.30 hingga selesai.

Yusuf Roni mengatakan, tes ini menggunakan sistem yang terintegrasi hingga tingkat dewan pimpinan pusat (DPP) secara online. ”Soal maupun durasi yang diberikan sama dengan di daerah lain di luar Kudus. DPC hanya sebagai fasilitator. Ada dua jenis soal dalam tes ini. Tahap pertama berupa psikotes dan kedua berisi soal cerita,” terangnya.

Ditambahkan, jumlah pendaftar bacaleg 30 orang tersebut, belum memenuhi kuota di tingkat kabupaten. Sehingga kuota masing-masing daerah pilihan (dapil) juga belum terpenuhi.

Pihaknya masih membuka pendaftaran bacaleg. Kemudian tes psikologi akan dilaksanakan menyusul di lain waktu. ”Pendaftar paling muda berusia 26 tahun dari Dapil Gebog,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Jun 2018 08:43:42 +0700
<![CDATA[Kotak Suara Pilgub Jateng Didistribusikan Hari Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/23/82527/kotak-suara-pilgub-jateng-didistribusikan-hari-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/23/kotak-suara-pilgub-jateng-didistribusikan-hari-ini_m_82527.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/23/kotak-suara-pilgub-jateng-didistribusikan-hari-ini_m_82527.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/23/82527/kotak-suara-pilgub-jateng-didistribusikan-hari-ini

Pendistribusian kotak suara yang berisikan surat suara Pilgub Jawa Tengah di Kabupaten Grobogan didistribusikan ke 19 Kecamatan mulai hari ini, Sabtu (23/6).]]>

GROBOGAN –  Pendistribusian kotak suara yang berisikan surat suara Pilgub Jawa Tengah di Kabupaten Grobogan didistribusikan ke 19 Kecamatan mulai hari ini, Sabtu (23/6). Kotak suara tersebut akan ditempatkan di kantor Kecamatan sebelum disalurkan ke masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS).

”Jumlah kotak suara yang kami kirim sama dengan jumlah TPS ada 2.363 kotak. Setiap kota sudah diisi surat suara dan disegel,” kata komisioner KPU Grobogan Saikur Rahman, kemarin.

Dikatakan, sebelum didistribusikan kotak suara di simpan di gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Pengamanan gedung tempat penyimpanan dikawal secara melekat oleh Polres Grobogan. Mereka berjaga selama 24 jam untuk menjaga kotak suara tetap aman.

”Pengiriman ke kantor Kecamatan dikirim menggunakan truk dengan pengawalan aparat keamanan. Selang satu hari langsung dikirim ke masing-masing TPS,” ujarnya.

Saikur menambahkan, kertas suara di Kabupaten Grobogan lebih banyak 2,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.087.370. Hal itu, untuk mengganti surat suara rusak, ada pemilih yang belum terdaftar di DPT tetapi coblos gunakan KTP dan tambahan jika ada kekurangan.

”Kotak surat surat ini disegel dobel. Kunci di segel dan kota suara disegel dan baru dibuka waktu pencoblosan pada 27 Juni mendatang,” terang dia.

Sementara itu, untuk laporan medan penyaluran kotak suara di 280 Desa dari 19 Kecamatan se Kabupaten Grobogan tidak ada kendala. Termasuk dengan daerah terpencil di Desa Suwatu, Kecamatan Gabus yang dikenal dengan medan berat.

”Dulu saat Pilkada pengiriman ke Desa Suwatu menggunakan sepeda motor. Tetapi sekarang akses jalan sudah bagus dan sekarang sudah bisa dilalui truk,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Jun 2018 07:28:29 +0700
<![CDATA[Shantika dan Haryanto Ikut Meriahkan Debat Kandidat Kedua]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/20/81880/shantika-dan-haryanto-ikut-meriahkan-debat-kandidat-kedua https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/shantika-dan-haryanto-ikut-meriahkan-debat-kandidat-kedua_m_81880.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/shantika-dan-haryanto-ikut-meriahkan-debat-kandidat-kedua_m_81880.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/20/81880/shantika-dan-haryanto-ikut-meriahkan-debat-kandidat-kedua

Debat kandidat calon bupati – wakil bupati Kudus kedua berlangsung seru.]]>

KUDUS – Debat kandidat calon bupati – wakil bupati Kudus kedua berlangsung seru. Terutama saat paslon nomor 1 (Masan-Noor Yasin) dan nomor 5 (Tamzil-Hartopo) berhadap-hadapan. Rivalitas kedua paslon tersebut terlihat dalam debat kandidat di Hotel Griptha kemarin.

Rivalitas tersebut terlihat ketika sesi dua debat kandidat. Di sesi ini kedua paslon lain bisa menanggapi sesuai tema yang diberikan. Kebetulan dalam pengambilan pertanyaan palson nomor 1 ditanggapi paslon nomor 5. Saat diumumkan yang menanggapi paslon nomor 5, pendukung paslon nomor 1 langsung ramai.

Tema persoalan yang didapatkan terkait good government. Dalam paparan, calon bupati nomor 1 Masan menjelaskan, untuk mewujudkan good government penyelenggara negara harus memberikan contoh. Harus bersih atau tidak terlibat korupsi. ”Transparansi menjadi modal penting untuk menciptakan good government,” katanya.

Pelayanan yang transparan untuk mewujudkan kesejahteraan. Karena pelayanan harus dilaksanakan dengan mudah, murah dan cepat.

Dalam kesempatan tersebut, calon bupati nomor 5 Tamzil mengatakan, program lain menuju good government belum dipaparkan jelas. Namun, saat ini butuh perbaikan untuk mewujudkan good government. Misalnya, jangan sampai ada jual beli jabatan di Pemkab Kudus.

Usai tanggapan tersebut, pendukung paslon nomor 1 dan 5 langsung ramai dan meneriakkan yel-yel masing-masing.

Selain itu, rivalitas juga terlihat dengan armada yang dibawa ke lokasi debat kandidat. Paslon Tamzil-Hartopo (Top) datang menggunakan bus PO Haryanto. Lalu, paslon Masan-Noor Yasin (An-noor) juga datang menggunakan armada bus. Kali ini bus PO Shantika.

Usai debat kandidat, semua paslon bersalaman. Sedangkan di luar ruangan ketika usai, antarpentolan partai pendukung dan tim sukses terlihat bercengkerama.

Dalam debat kandidat kemarin, ada tiga sesi. Sesi pertama paslon mendapatkan pertanyaan yang sudah dibuat oleh tim perumus, sesi kedua antarpaslon bisa saling menanggapi sesuai undiannya. Untuk sesi ketiga, paslon memberikan pertanyaan kepada paslon lain.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, mendekati 27 Juni 2018 konstelasi politik semakin hangat. Namun, dia yakin semua paslon merupakan negarawan. ”Usai pilkada kami yakin Kudus tetap aman dan damai,” jelasnya.

Dalam proses debat kandidat ini, dilakukan secara live agar semua masyarakat bisa melihatnya secara langsung. Pilkada Kudus ini diikuti lima paslon. Palson nomor 1 Masan – Noor Yasin, paslon nomor 2 Nor Hartoyo – Junaidi, paslon nomor 3 Sri Hartini – Setia Budi Wibowo, paslon nomor 4 Akhwan – Hadi Sucipto, dan paslon nomor 5 Tamzil – Hartopo.

 

]]>
Panji Atmoko Wed, 20 Jun 2018 07:20:59 +0700
<![CDATA[Debat Kedua Pilbup Digelar Hari Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/19/81842/debat-kedua-pilbup-digelar-hari-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/debat-kedua-pilbup-digelar-hari-ini_m_81842.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/19/debat-kedua-pilbup-digelar-hari-ini_m_81842.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/19/81842/debat-kedua-pilbup-digelar-hari-ini

Debat kandidat Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus kedua digelar di Hotel Griptha hari ini pukul 09.00.]]>

KUDUS – Debat kandidat Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus kedua digelar di Hotel Griptha hari ini pukul 09.00. Debat kandidat ini disiarkan live di stasiun televisi Inews seperti pada debat kandidat pertama (11/5) lalu. Untuk debat kedua kali ini, paslon hanya diperbolehkan membawa pendukung maksimal 30 orang.

Komisioner KPU Kudus Eny Misdayani mengatakan, ada beberapa perbedaan pada debat kedua ini. Terutama tema dan aturan tak boleh membawa massa. ”Sebelum diputuskan debat kandidat kedua, kami sudah mengumpulkan semua tim sukses,” katanya kemarin.

Dia menuturkan, debat kandidat kedua ini mengambil tema ”Keadilan Sosial”. Sementara debat pertama dulu, temanya ”Kesejahteraan Sosial”. Untuk tema ”Keadilan Sosial”, juga berujung kepada pelayanan masyarakat, memperkokoh negara kesatuan republik Indonesia (NKRI), dan menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah dengan provinsi serta nasional.

Selain itu, debat kedua ini juga tak diperbolehkan membawa pendukung lebih dari 30 orang. Pendukung 30 orang itu semuanya berada di ruangan. ”Tidak ada pendukung yang berada di luar ruangan. Ini sudah sesuai dengan kesepakatan lima tim sukses,” ujarnya.

Pertimbangannya, karena pelaksanaan debat kandidatnya pagi hari. ”Kalau disediakan proyektor di luar ruang debat juga percuma. Karena gambar di proyektor tak akan terlihat jelas saat pagi hari. Jadi, tidak ada massa di luar ruang debat,” katanya.

Selain itu, juga mempertimbangkan arus balik Lebaran, karena lokasi debat kandidat berada di dekat jalur utama mudik. Jadi, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. 

 

]]>
Panji Atmoko Tue, 19 Jun 2018 14:45:54 +0700
<![CDATA[KPU Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Pemilu 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/18/81780/kpu-tetapkan-daftar-pemilih-sementara-pemilu-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/18/kpu-tetapkan-daftar-pemilih-sementara-pemilu-2019_m_81780.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/18/kpu-tetapkan-daftar-pemilih-sementara-pemilu-2019_m_81780.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/18/81780/kpu-tetapkan-daftar-pemilih-sementara-pemilu-2019

Tahapan pemilu 2019 sudah mulai dilaksanakan mulai 2018 ini. Salah satu tahapannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati menetapkan daftar pemilih sementara pemilu.]]>

PATI – Tahapan pemilu 2019 sudah mulai dilaksanakan mulai 2018 ini. Salah satu tahapannya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pati menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) pemilu. DPS yang sudah disinkronisasikan bersama anggota PPK, parpol, dan panwas itu sebanyak 1.028.003 orang.

Ketua KPU Pati Much Nasich menjelaskan,  penetapan DPS pemilu 2019 dijadwalkan 15-17. Karena bertepatan dengan lebaran, maka dilaksanakan kemarin (17/6). Pada penetapan itu, KPU mengundang PPK dan parpol untuk sinkronisasi yang akan ditetapkan menggunakan sidarlih.

“Pada penetapan DPS, kami mencocokkan dengan data di masing-masing PPK di Pati. Data pemutakhiran DPS pemilu tahun depan ini mengacu pada DPT Pilgub 2018 yakni 1.012.566 dan ditambah jumlah pemilih pemula 15.437. DPS ditetapkan 1.028.003 pemilih. Semoga tidak jauh berbeda,” tuturnya.

Pemilih pemula itu terdiri dari perempuan sebanyak 7.471 dan pemilih pemula lami-laki 7.966. Paling banyak pemilih pemula dari Kecamatan Juwana sebanyak 1.271, disusul dari Kecamatan Pati ada 1.238, dan dari Kecamatan Sukolilo sebanyak 1.073 pemilih pemula.

Ia menambahkan, setelah penetapan DPS pemilu 2019. Selanjutnya menyosialisasikan informasi calon (silon). Parpol dibekali tentang tata cara pendaftaran dan mekanisme. Parpol juga harus memasukkan data calon anggota DPRD kedalam silon paling lambat 17 Juli.

“Selanjutnya, akan dilaksanakan pendaftaran calon anggota dewan. Semoga dengan sosialisasi yang diberikan kepada parpol bisa memberikan pamahaman dan pileg yang diagendakan 17 April 2019 nanti berjalan dengan lancar,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 18 Jun 2018 14:58:16 +0700
<![CDATA[KPU Butuh 100 Orang Lipat Surat Suara Pilbup]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/01/78096/kpu-butuh-100-orang-lipat-surat-suara-pilbup https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/01/kpu-butuh-100-orang-lipat-surat-suara-pilbup_m_78096.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/06/01/kpu-butuh-100-orang-lipat-surat-suara-pilbup_m_78096.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/06/01/78096/kpu-butuh-100-orang-lipat-surat-suara-pilbup

KPU Kudus sudah mulai melipat surat suara Pemilihan Bupati Kudus. KPU mengerahkan 100 orang untuk melakukan pelipatan agar surat suara bisa diselasaikan.]]>

KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus sudah mulai melipat surat suara Pemilihan Bupati (Pilbup) Kudus. KPU mengerahkan 100 orang untuk melakukan pelipatan agar surat suara bisa diselesaikan selama lima hari.

Ketua KPU Kudus Moh Khanafi mengatakan, proses sortir dan pelipatan surat suara langsung dilakukan setelah surat suara dirikim ke KPU Kudus. Karena waktu yang semakin dekat, pelipatan langsung dilakukan. ”Jumlah total surat suara yang disortir sebanyak 627.904 eksemplar,” katanya kemarin.

Jumlah surat suara yang ada memang 627.904, namun untuk 2.000 surat suara yang digunakan ketika ada pemungutan suara ulang belum dilipat. Sementara surat suara sebanyak 611.879 ditambah 2,5 persen di tempat pemungutan suara (TPS) dilakukan sortir dan pelipatan.

Untuk menyelesaikan sortir dan pelipatan, pihaknya menyiapkan 100 tenaga untuk proses sortir dan pelipatan. Pelipatan untuk surat suara pilbup dilakukan empat kali. Sehingga proses pelipatan akan lebih lama.

Adapun pelipatan pertama sudah dari pihak percetakan, dan pelipatan tiga kali dari tenaga pelipat. Berbeda dengan pelipatan surat suara pilgub yang hanya dilakukan dua kali karena calonnya hanya dua.

Dalam pelipatan tersebut, pekerja diminta teliti dalam melihat surat suara, karena tidak hanya melipat, tapi juga menyortir ketika ada surat suara rusak. Mulai dari adanya bercak, berlubang atau bahkan sobek. ”Kami target 4 Juni sudah selesai proses sortir,” terangnya.

Ketika ditemukan surat suara rusak, pihaknya akan mencatat dan melaporkannya kepada KPU Jawa Tengah. Nantinya akan diminta untuk penggantian agar surat suara sesuai dengan kebutuhan.

Dalam proses pelipatan tersebut, pihak kepolisian mengawal secara penuh. Selain itu juga ada pengawasan dari pihak Panwaskab Kudus. Proses pengamanan juga dilakukan di area lokasi penyimpanan logistik.

]]>
Ali Mustofa Fri, 01 Jun 2018 15:31:29 +0700
<![CDATA[Ratusan Surat Suara Pilgub Rusak, KPU Minta Ganti Rugi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/24/76016/ratusan-surat-suara-pilgub-rusak-kpu-minta-ganti-rugi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/24/ratusan-surat-suara-pilgub-rusak-kpu-minta-ganti-rugi_m_76016.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/24/ratusan-surat-suara-pilgub-rusak-kpu-minta-ganti-rugi_m_76016.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/24/76016/ratusan-surat-suara-pilgub-rusak-kpu-minta-ganti-rugi

Proses penyortiran kertas surat suara Pilgub 2018 masih terus berlanjut. Penyortiran selama dua hari, petugas pelipatan sudah menemukan 278 kertas surat suara.]]>

KOTA – Proses penyortiran kertas surat suara Pilgub 2018 masih terus berlanjut. Penyortiran selama dua hari, petugas pelipatan sudah menemukan 278 kertas surat suara rusak. Surat suara yang layak berjumlah 669.626.

Komisioner KPU Pati Imbang Setiawan menjelaskan, penyortiran surat suara yang dilaksanakan sejak Senin (21/5) lalu ini ditargetkan rampung besok. Surat suara yang mengalami kerusakan itu diantaranya karena robek, gambarnya buram, dan lain-lain.

“Kerusakan penyortiran hari pertama ada 207 yang rusak, lalu bertambah 71 kertas yang rusak pada penyortiran kedua. Kerusakan itu bisa saja bertambah mengingat penyortiran baru selesai besok,” tuturnya kemarin.

Imbang menambahkan, dari 1.049.166 surat suara, yang sudah disortir ada 669.904. Sementara itu, pihaknya akan menunggu sampai penyortiran selesai baru direkapitulasi semua kerusakannya. Setelah itu, KPU baru akan mengirimkan berita acara kepada pihak penyedia.

“Kertas suara yang rusak akan kami minta ganti kepada pihak penyedia. Sebab, surat suara yang rusak otomatis tak dapatdigunakan. Maka dari itu surat suara rusak harus diganti dengan yang baru,” imbuhnya.

Imbang menambahkan, penyortiran surat suara dilakukan 104 warga di sekitar kantor KPU Pati. KPU juga melibatkan empat warga difabel untuk turut menjadi tim penyortiran. Selain proses penyortiran, KPU juga masih menunggu pengadaan logistik lainnya seperti formulir, bantalan, dan lainnya.

Ia berharap packaging semua logistik rampung sebelum lebaran. Sehingga setelah lebaran logistik Pilgub Jateng 2018 bisa didistribusikan ke semua kecamatan.

]]>
Ali Mustofa Thu, 24 May 2018 10:59:28 +0700
<![CDATA[KPU: Ribuan Surat Suara Pilgub Dilipat 43 Orang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/24/76014/kpu-ribuan-surat-suara-pilgub-dilipat-43-orang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/24/kpu-ribuan-surat-suara-pilgub-dilipat-43-orang_m_76014.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/24/kpu-ribuan-surat-suara-pilgub-dilipat-43-orang_m_76014.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/24/76014/kpu-ribuan-surat-suara-pilgub-dilipat-43-orang

Sebanyak 488.315 surat suara untuk Pilgub Jateng 2018 mulai ditata dan dilipat. Pelipatan surat suara melibatkan 43 orang tenaga yang direkrut KPU.]]>

KOTA – Sebanyak 488.315 surat suara untuk Pilgub Jateng 2018 mulai ditata dan dilipat. Pelipatan surat suara melibatkan 43 orang tenaga yang direkrut KPU. Pelipatan itu maksimal selesai dalam waktu tujuh hari.

Surat suara kiriman dari KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah diba pada Selasa (22/5) malam. Kemudian disimpan di gudang milik KPU Kabupaten Rembang di Desa Sawahan, Rembang.

Pagi harinya pada Rabu (23/5), surat suara mulai dilipat. Yang melipat, warga yang telah direkrut oleh KPU. Dengan pendampingan petugas KPU dan aparat kepolisian. Ada sekitar 240 kardus berisi surat suara.

Satu kardus isinya dua ribu lembar. Surat suara dikeluarkan dari kardus. Kemudian dicek apakah ada kerusakan atau tidak. Kalau tidak rusak dan sesuai format, lalu dilipat. Setelah dilipat, dijadikan per bendel. Satu bendel berisi 25 surat suara.

Total ada 488.315 lembar surat suara yang diterima KPU Kabupaten Rembang. Jumlah tersebut sudah termasuk tambahan 2,5 persen yang dihitung dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedangkan DPT untuk Pilgub Jateng sebanyak 475.730 pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Rembang Minanus Su’ud menjelaskan, setiap hari pihaknya merekap hasil pelipatan sekaligus mengevaluasinya. Surat suara yang rusak atau tidak sesuai format disisihkan. Kemudian dilaporkan ke KPU Jateng agar mendapat gantinya.

”Target kita maksimal tujuh hari sudah selesai. Estimasinya per hari bisa 70.000 surat suara yang terlipat. Untuk hari pertama ada 43 orang. Nanti kita evaluasi. Kalau perlu tambah tenaga, kita tambah,” jelasnya.

KPU menargetkan semua perlengkapan TPS sudah siap pada 31 Mei 2018. Tidak hanya surat suara, termasuk formulir dan perlengkapan lainnya. Sehingga, mulai 1 Juni 2018 dilanjutkan dengan proses pengepakan.

Pengepakan dilakukan oleh setiap PPK. Maksimal pada 14 Juni kotak suara sudah tersegel. Lalu pada 22 Juni semua logistik Pilgub Jateng 2018 mulai didistribusikan ke masing-masing kecamatan.

]]>
Ali Mustofa Thu, 24 May 2018 10:40:23 +0700
<![CDATA[Libatkan Warga, KPU Sortir Jutaan Lembar Surat Suara Pilgub Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75464/libatkan-warga-kpu-sortir-jutaan-lembar-surat-suara-pilgub-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/libatkan-warga-kpu-sortir-jutaan-lembar-surat-suara-pilgub-jateng_m_75464.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/libatkan-warga-kpu-sortir-jutaan-lembar-surat-suara-pilgub-jateng_m_75464.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75464/libatkan-warga-kpu-sortir-jutaan-lembar-surat-suara-pilgub-jateng

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati mulai menyortir kertas suara Pilgub Jateng 2018 kemarin. Sortir surat suara sebanyak 1.049.166 lembar itu ditarget rampung Jumat (25/5) mendatang.]]>

 KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati mulai menyortir kertas suara Pilgub Jateng 2018 kemarin. Sortir surat suara sebanyak 1.049.166 lembar itu ditarget rampung Jumat (25/5) mendatang.

Praktis waktu penyortiran jutaan lembar surat suara tersisa tiga hari lagi. KPU Pati juga melibatkan ratusan warga dari lingkungan sekitar.

Komisioner KPU Pati Imbang Setiawan menjelaskan, KPU sudah menerima logistik Pilgub Jateng berupa surat suara dan botol tinta. Ada 1.049.166 surat suara yang sesuai pemilih daftar pemilih tetap (DPT) plus 2,5 persen surat suara cadangan. Sedangkan botol tinta sebanyak 4.674. Setiap TPS diberikan dua botol tinta.

 “Pelipatan surat suara melibatkan 104 warga dan ada warga disabilitas juga yang menjadi tim sortir. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok sehingga kami menargetkan Jumat (25/5) ini pelipatan surat suara rampung. Jika ada surat suara yang rusak usai disortir semua, bisa segera membuat berita acara dan inta ganti kepada pihak penyedia,” tuturnya kemarin.

Setelah pelipatan suara suara, KPU menunggukebutuhan logistik lainnya yang kini masih dalam tahap pengadaan seperti formulir, bantalan, sampul, dan lainnya yang rencananya didistribusikan bulan puasa ini.

“Kalau logistik sudah didistribusikan semua ke KPU lalu dipaking semua sebelum lebaran. Supaya pascalebaran nanti logistik pilgub bisa dikirim ke kecamatan. Sebab Juni mendatang sudah pelaksanaan pilgub,” imbuhnya.

Salah satu warga difabel, Suratno mengatakan, seperti proses penyortiran surat suara pilkada sebelumnya, melibatkan warga difabel. Pada penyortiran surat suara Pilgub Jateng 2018 ini, ada empat warga difabel yang dilibatkan. “Kami sangat senang bisa ikut berpartisipasi dalam proses pilgub. Lagipula, ini bisa menambah penghasilan warga difabel,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 22 May 2018 14:03:04 +0700
<![CDATA[KPU: Pelipatan Surat Suara Pilgub Ditarget Selesai Seminggu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75425/kpu-pelipatan-surat-suara-pilgub-ditarget-selesai-seminggu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/kpu-pelipatan-surat-suara-pilgub-ditarget-selesai-seminggu_m_75425.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/22/kpu-pelipatan-surat-suara-pilgub-ditarget-selesai-seminggu_m_75425.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/22/75425/kpu-pelipatan-surat-suara-pilgub-ditarget-selesai-seminggu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai melakukan pelipatan surat suara untuk pemilihan gubernur (pilgub). Surat suara yang dilipat mencapai 627.904 lembar surat suara.]]>

KOTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mulai melakukan pelipatan surat suara untuk pemilihan gubernur (pilgub). Surat suara yang dilipat mencapai 627.904 lembar surat suara.

Kasubag Umum KPU Kudus Sudartono mengatakan, untuk pelipatan surat suara ditarget selesai seminggu. Setelah itu pihaknya juga harus melakukan pelipatan untuk surat suara pilbup. "Kami lakukan pelipatan baru sehari, mulai hari ini (kemarin, Red)," katanya kemarin.

Jumlah surat suara yang dilipat sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kudus ditambah 2,5 persen data pemilih di tempat pemungutan suara (TPS). Jadi total surat suara yang dilipat sebanyak 627.904 lembar, sementara DPT Kudus 611.879 pemilih.

Untuk menyelesaikan pelipatan tersebut, pihaknya menyiapkan 50 orang tenaga. Untuk setiap satu surat suara diberikan upah Rp 50. "Dengan jumlah tersebut, kami target satu minggu sudah selesai," ucapnya.

Upah melipat juga melihat daerah sekitar Kudus, ada yang Rp 55 bahkan ada yang upahnya Rp 35. Sehingga upah yang diberikan tidak terlalu tinggi dan juga terlalu rendah. Sedangkan waktu pelipatan dimulai pukul 08.00 sampai 15.00.

Dalam proses pelipatan, pihaknya juga melakukan pengawasan, termasuk dijaga pihak kepolisian. Selain itu juga dipantau langsung Panwaslu Kudus. "Kami awasi terus," ujarnya.

Dengan begitu, proses pelipatan memang benar-benar diawasi langsung agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Usai pelipatan, selama ini kantor KPU sudah dijaga pihak pengamanan, termasuk dari polres.

Sedangkan untuk kotak suara dan bilik suara sudah dilakukan proses perakitan dan sudah selesai. Saat ini kotak suara dan bilik suara disimpan di gudang yang dimiliki KPU Kudus.

]]>
Ali Mustofa Tue, 22 May 2018 12:48:27 +0700
<![CDATA[Akhirnya, Yusuf Roni Dilantik Jadi Ketua DPRD Kudus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/17/73936/akhirnya-yusuf-roni-dilantik-jadi-ketua-dprd-kudus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/16/akhirnya-yusuf-roni-dilantik-jadi-ketua-dprd-kudus_m_73936.jpeg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2018/05/16/akhirnya-yusuf-roni-dilantik-jadi-ketua-dprd-kudus_m_73936.jpeg http://radarkudus.jawapos.com/read/2018/05/17/73936/akhirnya-yusuf-roni-dilantik-jadi-ketua-dprd-kudus

Kekosongan ketua DPRD Kudus sejak 12 Februari lalu akhirnya terisi.]]>

KUDUS – Kekosongan ketua DPRD Kudus sejak 12 Februari lalu akhirnya terisi. Kemarin (16/5) Achmad Yusuf Roni dilantik menjadi ketua DPRD Kudus. Dia menggantikan Masan yang mundur karena maju sebagai calon bupati Kudus.

Pelantikan Achmad Yusuf Roni ini setelah keluar Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 170/40 Tahun 2018 pada 2 Mei 2018. Selanjutnya, DPRD Kudus melakukan proses pelantikan.

Ketua dewan ini tetap menjadi milik Fraksi PDIP karena partai pemenang pemilu 2014. Dipilihnya Achmad Yusuf Roni sebagai pengganti Masan lantaran secara aturan internal PDIP, ketua dewan yang memiliki jabatan di DPC PDIP paling tinggi. Sementara Achmad Yusuf Roni menjadi sekretaris DPC.

Meski pada 2014 lalu dia memilih tidak mencalonkan sebagai ketua dewan. Saat itu dia menilai masih ada yang mumpuni, yakni Masan. Sehingga dalam musyawarah internal diusulkan Masan sebagai ketua dewan. Dia juga masih tidak menyangka dilantik menjadi ketua DPRD Kudus. ”Dulu saya pribadi menyadari jika ada yang lebih pengalaman,” katanya kemarin.

Dia mengaku, selama ini fokus menjalankan tugas. Terutama, merealisasikan masukan dari warga.

Ditanya ke depan akan seperti apa, dia memilih mengalir saja dalam menjalankan tugas. Tugas yang diembannya masih satu tahun ke depan. Di sisi lain, di pemilu 2019 mendatang dia ingin mencalonkan diri lagi sebagai anggota dewan.

 

]]>
Panji Atmoko Thu, 17 May 2018 07:30:59 +0700