Radar Kudus JawaPos.com | Pendidikan RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/298/pendidikan http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Pendidikan RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/298/pendidikan id Wed, 24 Apr 2019 11:53:01 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Peringati Hari Kartini, TK Muslimat Nawa Kartika Keliling Naik Dokar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/24/133540/peringati-hari-kartini-tk-muslimat-nawa-kartika-keliling-naik-dokar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/24/peringati-hari-kartini-tk-muslimat-nawa-kartika-keliling-naik-dokar_m_133540.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/24/peringati-hari-kartini-tk-muslimat-nawa-kartika-keliling-naik-dokar_m_133540.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/24/133540/peringati-hari-kartini-tk-muslimat-nawa-kartika-keliling-naik-dokar

TK Muslimat NU Nawa Kartika memperingati Hari Kartini dengan menggelar karnaval keliling Kota Kudus dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah.]]>

KUDUS – TK Muslimat NU Nawa Kartika memperingati Hari Kartini dengan menggelar karnaval keliling Kota Kudus dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Didampingi guru, peserta didik yang berjumlah 121 anak ini, keliling Kudus dengan naik dokar.

Sebelumnya karnaval diberangkatkan, mereka singgah di Pendapa Kabupaten Kudus. Mereka bertatap muka dengan Wakil Bupati Kudus Hartopo beserta istri, Mawar Hartopo didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo serta Kabid Dikdas Suharto. Rombongan karnaval kemudian dilepas Hartopo di depan pendapa kabupaten dan finish di Balai Jagong. Kemudian dilanjutkan ramah tamah.

Menurut Zulfa Rida, kepala TK Muslimat NU Nawa Kartika, ini merupakan puncak peringatan Hari Kartini di TK-nya dengan mengangkat tema ”Negaraku”. Anak-anak juga diajak masuk lingkungan pendapa supaya anak-anak mengenal pusat pemerintahan Kabupaten Kudus.

BERANGKAT: Wakil Bupati Kudus Hartopo didampingi istrinya, Mawar Hartopo membuka start iring-iringan karnaval dokar TK Muslimat NU Nawa Kartika di Pendapa Kabupaten Kudus kemarin. (TK MUSLIMAT NU NAWA KARTIKA FOR RADAR KUDUS)

”Hari ini (kemarin, Red) merupakan acara kedua. Pada Senin (22/4) lalu, juga ada acara yang sama, keliling Kota Kudus yang diikuti 149 peserta didik. Tapi tidak mampir ke pendapa,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya mengajak anak-anak memperingati Hari Kartini juga sebagai pengetahuan tentang perjuangan para pahlawan. Supaya menjadi contoh anak-anak, agar lebih giat belajar, tak lupa berdoa, serta meminta restu orang tua.

”Perjuangan RA Kartini patut dicontoh dan diteladani anak-anak sebagai bentuk pendidikan karakter. Pahlawan-pahlawan lain juga kami kenalkan. Selain itu, anak-anak juga tahu tentang sejarah perjuangan demi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo menambahkan, anak-anak perlu dikenalkan perjuangan para pahlawan sejak dini. Sejarah Indonesia dikenalkan dengan cara yang sederhana, seperti karnawal kebangsaan ini. Harapannya, ini mengena untuk anak-anak.

”Dengan memperingati Hari Kartini, harapannya anak-anak meneladani semangat dan perjuangan para pahlawan. Mengenal sejarah itu penting, sehingga kelak saat anak-anak dewasa tak lupa dengan perjuangan pahlawan. Ini sebagai wujud pendidikan karakter,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 24 Apr 2019 11:53:01 +0700
<![CDATA[Implikasi STAD untuk Expressing Intention]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/24/133537/implikasi-stad-untuk-expressing-intention https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/24/implikasi-stad-untuk-expressing-intention_m_133537.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/24/implikasi-stad-untuk-expressing-intention_m_133537.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/24/133537/implikasi-stad-untuk-expressing-intention

STRATEGI belajar kooperatif student team achievement division (STAD) merupakan metode belajar kooperatif yang paling sederhana digunakan dalam pembelajaran.]]>

STRATEGI belajar kooperatif student team achievement division (STAD) merupakan metode belajar kooperatif yang paling sederhana dan telah lama digunakan dalam pembelajaran. Strategi kooperatif ini, juga lebih sesuai dipakai untuk semua jenjang kelas. Strategi belajar STAD yang dikembangkan oleh Robert Slavin merupakan produk dari psikologi behavioristik.

Penerapan teknik STAD dalam pembelajaran meliputi lima komponen utama. Yaitu, pembentukan kelompok, pelaksanaan kuis, penentuan dialog, presentasi, dan penilaian. Dalam implikasinya di kelas, pembelajaran dibuka dengan menyajikan informasi. Contoh percakapan expressing intention. Presentasi percakapan dapat dilakukan melalui presentasi audio visual.

Siswa mengamati percakapan expressing intention. Siswa dalam satu kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok heterogen yang beranggotakan empat atau lima orang. Heterogenitas kelompok dicirikan oleh perbedaan kemampuan kognitifnya. Dalam kelompok yang heterogen tersebut, masing-masing siswa harus memiliki rasa tanggung jawab terhadap kelompok dan saling membantu satu sama lainnya untuk mencapai pemahaman materi pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan tersebut diarahkan oleh guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

Materi pembelajaran yang harus dikuasai siswa adalah expressing intention. Expressing intention adalah ungkapan keinginan. Expressing intention berarti mengungkapkan harapan/niat. Menurut Cambridge Dictionary, intention berarti ”something that you want and plan to do" yang dalam bahasa Indonesia berarti sesuatu yang ingin kamu lakukan dan rencanakan. Tense yang digunakan adalah future tense. Beberapa ungkapan asking intention: What are you going to do? Any plan for the weekend? Are you thinking of...? Do you have any intention of...? Is it your intention to...?

Ungkapan expressing intention: We would like to... He will... She would rather... My mother is going to... I am going to... I am planning to... I will make an effort to... I am thinking of... I reckon I will... I have every intention of... I fully intended to... She is going to cook a cake…We will go to Bali next years. The Moscow State Circus is going to be perform in Cheltenham next week. We will celebrate our anniversary by flying to New York next month.

Contoh dialog expressing intention, Santi: So, what about you, Bayu? Do you have any plans? (Jadi bagaimana denganmu, Bayu? Apakah kamu punya rencana?)

Bayu: Definitely! My dad and I are going to go fishing. We plan to go fishing in a lake near my uncle's house. Would you like to come with us? (Tentu saja. Ayahku dan aku akan pergi memancing. Kami berencana memancing di danau dekat rumah pamanku. Maukah kamu datang bersama kami?)

Santi: I don't really like fishing. I would rather stay at home than go fishing. What about you Riri? What would you like to do on the long weekend? (Aku tidak terlalu suka memancing. Aku lebih baik diam di rumah daripada pergi memancing. Bagaimana denganmu Riri? Apa yang akan kamu lakukan pada liburan panjang?)

Riri: I have made a plan with my mother about what to do on this long weekend. We are going to practice baking cookies (Aku sudah punya rencana dengan ibuku tentang apa yang akan dilakukan di liburan panjang. Kami akan praktek membuat kue kering)

Bayu: Are you going to bake choco chips cookies like that the last time? (Apakah kamu akan membuat kue choco chips seperti waktu itu?)

Riri: Well, yes. That is my favourite. But we will also try to make ginger cookies (Tentu iya, itu adalah kesukaanku. Tapi kami akan mencoba untuk membuat kue jahe).

Riri: Oh, would you like to join me to learn baking cookies? You can come to my house (Oh, apakah kamu ingin bergabung bersamaku untuk belajar membuat kue kering? Kamu bisa datang ke rumahku).

Bayu: It's a good idea! Or will you go fishing with me and my dad? (Itu ide yang bagus! Atau kamu akan pergi memancing bersama aku dan ayahku?).

Santi: Uhm, not fishing I guess. But I think I would like to bake cookies with Riri. Thanks for asking me to join you Riri (Uhm, sepertinya aku tidak mau memancing).

Implikasi STAD untuk expressing intention dimulai dengan pembentukan kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat siswa. Masing-masing kelompok membuat dialog expressing intention. Setiap kelompok mempresentasikan dialog expressing intention. Guru melakukan penilaian dialog dari setiap kelompok. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 24 Apr 2019 11:36:53 +0700
<![CDATA[Puluhan Siswa SMP di Rembang Mundur Tidak Ikut UNBK Tanpa Keterangan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133375/puluhan-siswa-smp-di-rembang-mundur-tidak-ikut-unbk-tanpa-keterangan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/puluhan-siswa-smp-di-rembang-mundur-tidak-ikut-unbk-tanpa-keterangan_m_133375.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/puluhan-siswa-smp-di-rembang-mundur-tidak-ikut-unbk-tanpa-keterangan_m_133375.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133375/puluhan-siswa-smp-di-rembang-mundur-tidak-ikut-unbk-tanpa-keterangan

Sebanyak 32 siswa SMP mundur dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), puluhan pelajar ini mundur tanpa keterangan yang pasti.]]>

KOTA – Sebanyak 32 siswa SMP mundur dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), puluhan pelajar ini mundur tanpa keterangan yang pasti. Sementara pada pelaksanaan ujian hari kedua satu pelajar SMP/MTs tercatat tidak ikuti dikarenakan sakit.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Mardi melalui Kabid Pembinaan SMP, Lilik Murdiatno saat dikonfirmasi membenarkan ada satu pelajar yang izin dikarenakan sakit. Data masuk dari MTs Assathi, Karas, Sedan.

”Pelajar madrasah ini tidak ikut di sesi pertama. Data ini ter-update hingga pukul 14.00 siang Senin kemarin,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

 Untuk data yang mengundurkan diri dan keluar sebanyak 32 orang, pihaknya masih menunggu laporan secara rinci dari sekolah masing-masing. “Kami akan minta masing-masing sekolah membuat surat pernyataan mengundurkan diri,” katanya

Lalu dari sisi kesiapan lainnya berjalan lancar. Tidak ditemukan gangguan jaringan ataupun listrik selama UNBK berlangsung. Begitupun antisipasi sekolah sudah menyiapkan genset, jika sewaktu-waktu ada gangguan.

”Kami sudah berkirim surat di PLN maupun jaringan internet. Agar selama pelaksanaan UNBK tidak ada pemadaman ataupun perbaikan,” terangnya.

Sementara itu untuk melihat kesiapan UNBK di Kota Garam unsur Forkompimda kemarin melakukan monitoring. Tim dibagi menjadi dua bagian. Untuk Bupati Rembang, Abdul Hafidz di MTs N 3 Sulang, SMPN 1 Sulang dan SMPN 1 Bulu.

Begitupun rombongan kedua Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto. Titiknya di SMPN 4 Rembang, SMPN 1 Lasem dan MTs N 1 Lasem. Hasil monitoring tim tidak menemukan adanya gangguan selama pelaksanaan berlangsung.

”Semua clear tidak ada kendala. Dari sisi peralatan computer mencukupi, sehingga tidak ada kendala signifikan. Tinggal melihat hasilnya, mudah-mudahan 100 persen lulus seperti tahun kemarin, ” yakinnya.

Terkait sarplas Pemkab Rembang tahun ini alokasikan 361 komputer UNBK. Untuk 137 unit dibantu ke MTs. Dari informasi Kementerian Agama, untuk MTs tahun ini sama-sama sudah UNBK mandiri. Meskipun ada yang harus giliran. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 13:09:24 +0700
<![CDATA[Sempat Alami Gangguan Server, UNBK SMP di Jepara Berjalan Lancar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133349/sempat-alami-gangguan-server-unbk-smp-di-jepara-berjalan-lancar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/sempat-alami-gangguan-server-unbk-smp-di-jepara-berjalan-lancar_m_133349.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/sempat-alami-gangguan-server-unbk-smp-di-jepara-berjalan-lancar_m_133349.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133349/sempat-alami-gangguan-server-unbk-smp-di-jepara-berjalan-lancar

Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk SMP sederajat berlangsung lancar mulai kemarin. Meski ada beberapa sekolah yang masih menginduk di sekolah lain.]]>

KOTA – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk SMP sederajat berlangsung lancar mulai kemarin. Meski ada beberapa sekolah yang masih menginduk di sekolah lain, namun tak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaannya.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Kabupaten Jepara Agus Tri Harjono kemarin. Dia mengatakan, pelaksanaan UNBK hari pertama lancar. ”Alhamdulillah hari ini (kemarin, Red) lancar. Sempat ada laporan dari MTs Salafiyah server error, tapi langsung teratasi karena langsung kontak ke provinsi dan langsung lancar,” katanya.

Pada hari pertama pelaksanaan UNBK kemarin, Dinas Pendidikan juga melakukan monitoring ke sekolah-sekolah. Pelaksanaan ujian SMP/MTs baik UNBK maupun ujian nasional kertas dan pensil (UNKP) dilaksanakan serentak. Hanya, untuk waktu pengerjaan UNKP dimulai pukul 10.00. ”Untuk hari dan tanggalnya sama,” tuturnya.

Agus menjelaskan, untuk tahun ini total ada 195 SMP dan MTs di Kabupaten Jepara yang melaksanakan ujian. Dari jumlah tersebut, 86 di antaranya merupakan SMP dan sisanya merupakan MTs. ”Total peserta seluruhnya mencapai 18.079 siswa," paparnya.

Agus melanjutkan, tahun ini jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK semakin bertambah. ”Ada tambahan enam sekolah yang tahun ini mulai melaksanakan UNBK. Enam sekolah tersebut, SMPN 2 Karimunjawa, SMP BOPKRI 4 Kelet, SMP Nurul Aman Keling, SMP Muhammadiyah 1 Mlonggo, SMP Muhammadiyah 5 Kalinyamatan, dan SMP Ma’arif Tegalsambi,” tuturnya.

Dari jumlah enam sekolah tersebut, empat di antaranya berhasil melaksanakan UNBK secara mandiri di sekolah masing-masing. Sementara dua di antaranya terpaksa bergabung dengan sekolah lain lantaran belum mampu melaksanakan UNBK mandiri.

Dua sekolah yang belum mampu melaksanakan UNBK mandiri itu, SMP BOPKRI 4 Kelet dan SMP Nurul Aman Keling. Jumlah peserta ujian dari masing-masing sekolah tersebut hanya tujuh anak. ”Pelaksanaan UNBK-nya meminjam tempat di SMK Wikrama 1 Jepara,” katanya.

Dengan bertambahnya enam sekolah baru tersebut, saat ini semua SMP Negeri di Kabupaten Jepara telah melaksanakan UNBK. ”Sementara untuk sekolah swasta, tersisa 22 sekolah yang masih melaksanakan UNKP,” jelasnya.

Sekolah yang masih melaksanakan UNKP tersebut, merupakan sekolah-sekolah kecil. Mayoritas ada di wilayah sub rayon utara. ”Ada 22 sekolah yang belum UNBK. Kami menargetkan pada 2020 mendatang bisa melaksanakan UNBK semua,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 11:13:55 +0700
<![CDATA[Hari Pertama UNBK SMP di Blora Molor 20 Menit Gara-gara Server Ngadat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133335/hari-pertama-unbk-smp-di-blora-molor-20-menit-gara-gara-server-ngadat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/hari-pertama-unbk-smp-di-blora-molor-20-menit-gara-gara-server-ngadat_m_133335.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/hari-pertama-unbk-smp-di-blora-molor-20-menit-gara-gara-server-ngadat_m_133335.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133335/hari-pertama-unbk-smp-di-blora-molor-20-menit-gara-gara-server-ngadat

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hari pertama diwarnai dengan server ngadat.]]>

KOTAPelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) hari pertama diwarnai dengan server ngadat. Sehingga pelaksanaan UNBK sempat molor 15-20 menit.

Kasi Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Slamet Dwi Cahyono mengaku, ada 12.874 siswa dari 145 sekolah yang mengikuti UNBK tahun ini. Terdiri dari 56 SMP negeri dengan 8.628 siswa, 34 SMP swasta dengan 1.201 siswa, satu MTs negeri dengan 197 siswa, dan 54 MTs swasta dengan 2.848 siswa.

Pada pelaksanaan hari pertama kemarin, Slamet tak menampik jika ada beberapa sekolah yang mengalami kendala. Rata-rata memang gangguan pada server. Seperti di MTs An-Anur Galuk, MTs Nurul Huda Ngawen, dan SMPN 2 Cepu. Gangguan server itu berlangsung antara 15 sampai 20 menit.

Slamet menambahkan, akibat server ngadat, pekerjaan memang sempat mundur. Tapi tidak berpengaruh pada waktu pelaksanaan. ”Untuk sesi pertama berlangsung lancar. Sekalipun ada beberapa sekolah yang mengalami gangguan server, namun sudah bisa diatasi dan berjalan lancar,” ucapnya.

Dia menambahkan, dalam UNBK kemarin juga ada lima siswa yang tidak hadir. Sebab sudah keluar dari sekolah, namun masih masuk dalam daftar peserta ujian. Ada juga yang meninggal dunia. Kelima siswa itu terdiri dari Muhammad Nurul Huda (SMP Kartoyudo Kedungtuban), Khoridatu Zaro’ah (MTs Hasyim As’ari Kradenan),  Adriyan Cahyo Pratama (MTs PSM Randublatung), Ristianto (SMP Muhammadiyah 1 Blora), dan I Gusti Satriyo Agung (SMPN 1 Sambong).

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sugiyanto mengaku, dari SMP yang kami kunjungi UNBK lancar dan tidak ada kendala. ”Alhamdulillah pelaksanaan UNBK hari pertama dapat berjalan lancar dan tertib. Semoga sampai akhir pelaksanaan nanti selama empat hari. Tidak ada pemadaman listrik dan jaringan internet bisa stabil,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 10:05:16 +0700
<![CDATA[Hargai NKRI, TK Trisula 02 Perwari Pentaskan Seni di Hari Kartini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133325/hargai-nkri-tk-trisula-02-perwari-pentaskan-seni-di-hari-kartini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/hargai-nkri-tk-trisula-02-perwari-pentaskan-seni-di-hari-kartini_m_133325.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/hargai-nkri-tk-trisula-02-perwari-pentaskan-seni-di-hari-kartini_m_133325.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133325/hargai-nkri-tk-trisula-02-perwari-pentaskan-seni-di-hari-kartini

TK Trisula 02 Perwari Kudus mengadakan kegiatan pentas seni pada Sabtu (20/4). Kegiatan yang bertempat @HOM Hotel Kudus itu, diadakan menyambut hari Kartini.]]>

KOTA TK Trisula 02 Perwari Kudus mengadakan kegiatan pentas seni pada Sabtu (20/4) lalu. Kegiatan yang bertempat @HOM Hotel Kudus itu, diadakan dalam rangka menyambut hari Kartini sekaligus perpisahan kelompok B.

Para siswa tampak begitu ceria. Mereka datang didampingi dengan orang tuanya dengan memakai kostum unik. Ada yang memakai pakaian adat Jawa, juga polisi. Serta baju ustad.

Kepala Sekolah TK Trisula 02 Perwari Kudus Utfiyanik mengatakan, anak-anak  menampilkan tari kreasi. Juga menyanyikan lagu kota Kudus. Sesi terakhir yakni wisuda anak-anak.

”Sesi terakhir, anak-anak memberikan kejutan dengan memberikan bunga kepada para orang tuanya. Ke depan TK Trisula 02 Perwari Kudus bisa lebih sukses,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Persatuan wanita republik Indonesia (Perwari) cabang Kudus, Sri Endang Erowati, mengungkapkan, TK Trisula 02 Perwari Kudus merupakan milik yayasan Perwari cabang Kudus. TK Trisula 02 Perwari Kudus dulu berada di kompleks Taman Bojana. Namun saat ini sudah memiliki lahan sendiri di kompleks Perumahan Kudus Permai RT 4/4, Garung Lor, Kaliwungu, Kudus. Tanah itu pemberian matan Bupati Kudus Sudarsono.

Tujuan dari kegiatan itu, agar setiap peserta didik mengetahui sejarah. Bahwa di Indonesia telah lahir pahlawan perempuan, yaitu RA Kartini. Dia berharap, kelak peserta didik dari TK Trisula 02 Perwari Kudus selalu menghargai NKRI dan jasa para pahlawan. 

Endang menambahkan, organisasi Perwari pengurusnya mayoritas pewaris dari orang tua terdahulu. Perwari sendiri didirikan tepat pada 17 Desember 1945. Adapun Trisula yang berlambang tiga mata keris mempunyai filosofi yang amat dalam. ”Bentuk tiga mata keris mengandung arti keberanian, kejuran dan kesucian” ungkap Endang.

Acara Pentas Seni itu pula dihadiri oleh Ketua Perwari Cabang Kudus, Ninik Sri Wahyuni, Spd. Turut hadir pula Ketua Komite KB TK Trisula 02 Perwari Kudus, Dra. Pramono, M.M. (gal)

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 08:35:46 +0700
<![CDATA[Unisnu Ajari Guru Penilaian Autentik di Era Revolusi Industri 4.0]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133162/unisnu-ajari-guru-penilaian-autentik-di-era-revolusi-industri-40 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/unisnu-ajari-guru-penilaian-autentik-di-era-revolusi-industri-40_m_133162.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/unisnu-ajari-guru-penilaian-autentik-di-era-revolusi-industri-40_m_133162.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133162/unisnu-ajari-guru-penilaian-autentik-di-era-revolusi-industri-40

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Unisnu Jepara melaksanakan Program Sekolah Binaan pada tanggal 15-16 April lalu]]>

KEDUNG - Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK)  Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara melaksanakan Program Sekolah Binaan pada tanggal 15-16 April lalu. Ini merupakan program keempat dengan bermitrakan sekolah SMA NU Kedung Jepara. Tema yang diusung adalah “Revitalisasi Penilaian Autentik Bermuatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Menuju Generasi Berkualitas”.

Melibatkan dua narasumber pada hari yang berbeda. Hari pertama disampaikan narasumber Muhtadi dari Widyaiswara. Muhtadi menyampaikan "Teori Authentic Assessment, blue print bermuatan HOTS”. Hari kedua disampaikan oleh Husni Mubarok yang juga Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Unisnu Jepara dengan tema penyampaian hasil diskusi pembuatan penilaian autentik bermuatan HOTS.

Di hari pertama, narasumber, bapak Muhtadi, dalam program Sekolah Binaan ini mengarahkan kepada guru di sekolah SMA NU Kedung Jepara mengenai bagaimana membuat instrumen soal yang baik dengan menerapkan konsep Taksonomi Bloom. Konsep Taksonomi Bloom mendorong siswa untuk melakukan penalaran tingkat tinggi dengan tidak hanya menghasilkan proses menghafalkan saja (C1), serta tidak sekadar menerapkan (C2 dan C3), tetapi memberikan pembelajaran yang tidak biasa yaitu dengan learning by example (C4, C5, dan C6) yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.

Pada hari kedua para peserta yang berisikan dewan guru mulai mempraktikkan HOTS dengan membuat instrumen soal HOTS untuk mengukur para siswa cara berpikir tingkat tinggi. Para peserta kegiatan dibagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang pembelajaran yang diampu dengan masing-masing kelompok terdiri atas empat sampai lima orang. Para peserta diharapkan untuk mebuat soal secara individu dan kemudian didiskusikan dengan masing-masing kelompoknya secara peer review. Para Kegiatan ini dipandu oleh narasumber kedua Husni Mubarok.

“Topik yang diusung dalam program Sekolah Binaan ini sangat sesuai mengingat bahwa guru harus memiliki skill baik autentik maupun pedagogiknya mengingat zaman yang semakin berkembang dan telah memasuki era revolusi industri 4.0. Hal ini artinya bagaimana sekolah dan guru-guru mempersiapkan anak didik untuk menghadapi tantangan di era global ini,” terang Khusni Mubarok.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 14:43:04 +0700
<![CDATA[Problem Based Learning Tumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133075/problem-based-learning-tumbuhkan-kemampuan-berpikir-kritis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/problem-based-learning-tumbuhkan-kemampuan-berpikir-kritis_m_133075.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/problem-based-learning-tumbuhkan-kemampuan-berpikir-kritis_m_133075.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133075/problem-based-learning-tumbuhkan-kemampuan-berpikir-kritis

BERDASARKAN Permendikbud nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, lampiran IV Pedoman Umum Pembelajaran menyebutkan prinsip kegiatan pembelajaran.]]>

BERDASARKAN Permendikbud nomor 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, lampiran IV Pedoman Umum Pembelajaran menyebutkan bahwa secara prinsip kegiatan pembelajaran merupakan proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi mereka menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi pada kesejahteraan hidup umat manusia. Namun dalam kenyataan di lapangan masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran diarahkan untuk memberdayakan semua potensi peserta didik menjadi kompetensi yang diharapkan. Untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum tersebut, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip. Pertama, berpusat pada peserta didik. Kedua, mengembangkan kreativitas peserta didik. Ketiga, menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang. Keempat, bermuatan nilai, estetika, etika, logika, dan kinestetika. Dan kelima menyediakan pengalaman belajar yang beragam melalui penerapan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, efektif, efisien, dan bermakna. Untuk mengantarkan agar peserta didik memiliki kompetensi tersebut diperlukan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat memunculkan sikap-sikap tersebut di atas. Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan adalah pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).

Pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu metode pembelajaran yang menantang peserta didik untuk “belajar bagaimana belajar“, bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Masalah yang diberikan ini digunakan untuk mengikat peserta didik pada rasa ingin tahu pada pembelajaran yang dimaksud. Masalah diberikan kepada peserta didik, sebelum peserta didik mempelajari konsep atau materi yang berkenaan dengan masalah yang baru dipecahkan.

Dalam penerapannya pembelajaran berbasis masalah dapat dikelompokkan ke dalam 5 tahap. Kelima tahap tersebut diuraikan dalam tabel sebagai berikut. Tahapan-Tahapan Model Problem Based Learning (PBL).

Pada fase orientasi peserta didik pada masalah, maka perilaku guru menjelaskan tujuan pembelajaran, logistiK yang dibutuhkan. Memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih.

Pada fase mengorganisasi peserta didik, maka perilaku guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan pemecahan masalah tersebut. Pada fase membimbing penyelidikan individu dan kelompok maka perilaku guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.

Pada fase mengembangkan dan menyajikan hasil karya. Maka perilaku guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman.

Pada fase menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Maka perilaku guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok untuk presentasi hasil kerja.

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah (PBL) telah dilakukan penulis pada mata pelajaran Fisika pada kelas XI MIPA terkait dengan topik/sub topik Suhu dan Kalor. Dari data hasil penelitian, setelah dilakukan uji t test dengan membandingkan hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen diperoleh hasil belajar peserta didik kelompok eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hasil observasi kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen pun mengalami peningkatan sebesar 52 %. Berdasarkan penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat menjadi salah satu solusi model pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis/berpikir HOTS peserta didik. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 08:38:07 +0700
<![CDATA[Membangun Peradaban Buku di Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132519/membangun-peradaban-buku-di-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/membangun-peradaban-buku-di-sekolah_m_132519.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/membangun-peradaban-buku-di-sekolah_m_132519.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132519/membangun-peradaban-buku-di-sekolah

PEMERINTAH telah menerbitkan peraturan nomor 23 Tahun 2015, Kemendikbud mewajibkan tiap siswanya membaca buku 15 menit sebelum dimulai jam pelajaran.]]>

PEMERINTAH telah menerbitkan peraturan nomor 23 Tahun 2015, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan tiap siswanya membaca buku 15 menit sebelum dimulai jam pelajaran. Program ini yang kerap disebut dengan Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Jenis buku yang dibaca siswa bebas.Dengan syarat mengandung muatan budi pekerti, sebagai contoh adalah buku dongeng.

Pelaksanaan GLS ini, sekolah  harus memiliki perpustakaan secara mandiri yang memenuhi standard. Berdasarkan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, minimal 144 meter persegi atau setara dengan dua ruang kelas dan dapat  menampung 36 siswa.

Dalam sistem pendidikan modern, baik di negara maju maupun di negara berkembang, perpustakaan memegang peranan penting. Para ahli pendidikan berpendapat, perpustakaan menjadi jantung dari pendidikan (the heart of educational program).

Kini masyarakat memeroleh informasi banyak menggunakan perangkat visual seperti media televisi, radio, internet, dan smartphone. Kuatnya budaya tutur menjadikan makin kokohnya budaya mencari dan mendapatkan informasi secara cepat dan instan dari radio, televisi dan smartphone.

Budaya menonton televisi telah melemahkan budaya baca masyarakat. Televisi melemahkan daya analisis dalam ranah kognitif penontonnya, karena otak dimanjakan dengan informasi yang sifatnya instan. Perpustakaan hingga kini belum dianggap faktor penting dalam meningkatkan kualitas manusia. Para siswa belum menjadikan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar bagi mereka.

Minimnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap perpustakaaan, berawal dari persepsi siswa yang tak menempatkan perpustakaan  di relung hatinya. Ekspresi dari ketidakcintaan  terhadap perpustakaan tercermin dari minimnya anggaran dan fasilitas untuk perpustakaan sebagai learning center.  Keberadaan perpustakaan di sekolah sampai sekarang masih di maknai sebagai kelengkapan sebuah sekolah saja.

Seringkali fasilitas penunjang seperti ruang baca yang nyaman dan kondusif relatif minim perawatan. Ketidaknyamanan jadi kendala pengunjung malas berlama-lama di perpustakaan.

Dengan kebijakan jejaring pendidikan nasional (Jardiknas) yang dicanangkan pemerintah tahun 2007 bekerjasama dengan provider internet, maka internet menjadi idola dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Internet pun menjadi penghubung dunia maya antar institusi dalam program jardiknas pemerintah. Agaknya inilah yang lebih di tekankan dalam program Jardiknas Pemerintah, yaitu menghubungkan antar institusi pendidikan  dengan dunia luar dengan akses informasi yang lebih luas.

Namun demikian, bukan berarti internet masuk sekolah meniadakan perpustakaan sekolah. Keduanya harus kompak dalam memberikan informasi terkini. Internet di sekolah tak mungkin dibawa pulang siswa. Tapi buku perpustakaan dapat dibawa pulang oleh siswa.

Internet tergantung pada listrik, akses telekomunikasi, dan kemampuan ekonomi. Sedangkan buku koleksi perpustakaan hanya tergantung pada niatan dari perpustakaan untuk memperbaiki pelayanan dan peminjam.

Perpustakaan zaman sekarang harus profesional pelayanannya. Hingga mampu menarik minat baca siswa atau para pengunjung lainnya. Persoalan minat baca harus mendapat perhatian besar dari orangtua, guru, dan sekolah. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 14:46:29 +0700
<![CDATA[Asyiknya Ikut Smasa Euforia, Ada Speech Contest hingga Story Telling]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131935/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling_m_131935.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/15/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling_m_131935.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/15/131935/asyiknya-ikut-smasa-euforia-ada-speech-contest-hingga-story-telling

SMA 1 Kudus kembali memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ajang bahasa Inggris. Ajang itu bertajuk Smasa Euforia.]]>

KOTASMA 1 Kudus kembali memberikan wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi dalam ajang bahasa Inggris. Ajang itu bertajuk Smasa Euforia. Ajang ini merupakan rangkaian dari English Competition, Smasa Cup, dan Music Festival kemarin (14/4) English Competition adalah agenda pembuka dari ajang Smasa Euforia.

Ada lima lomba English Competition yang digelar oleh SMAN 1 Kudus. Meliputi debate, news report, speech contest, story telling, spelling bee. English Competition ini diikuti 14 sekolah dengan jumlah 73 peserta. Lomba English Competition ini sebenarnya boleh diikuti seluruh sekolah se-Jawa Tengah, hanya saja di ajang kali ini didominasi sekolah dari Kudus.

Peserta lomba debate SMA sekolah boleh mengirimkan dua tim. Satu tim terdiri dari tiga peserta. Sekolah yang mengikuti lomba debate yakni SMA 2 kudus (dua tim), SMA 1 Jekulo (dua tim), MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an (dua tim), dan SMK Wisudha Karya (dua tim).

BERCERITA: Peserta story telling sedang bercerita di depan juri dalam acara Samasa Euforia (VEGA MA’ARIJIL ULA/RADAR KUDUS)

Pada lomba debate itu, peserta kedua dari tim SMA 2 Kudus mengambil topik ”This house believes that the school must ban food vendors outside the school area”. Satu tim itu terdiri dari affirmative (setuju dengan topik), negative (kontra dengan topik), dan third speaker (bertugas menyampaikan kesimpulan). Masing-masing menyampaikan pendapatnya.

Peserta ketiga juga berasal dari SMA 2 Kudus yang mengangkat topik ”This house believes that zonation system for school registration should be banned”. Sementara peserta keempat asal MA Yanbu’ul Qur’an mendapatkan topik ”This house would allow the substraction of SNMPTN from 50% to 40%”. Pada lomba debate, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, juara II diraih SMK Wisudha Karya, dan juara II SMA 2 Kudus tim B.

Pembina MTs dan MA Yanbu’ul Qur’an Adjie Joyo Kerto mengatakan sudah menyiapkan anak didiknya sejak sebulan lalu. ”Kami sudah latihan intensif selama sebulan sehari dua kali selama satu minggu,”terangnya.

News Reporter SMA juga tidak kalah seru. Sebab, peminatnya juga banyak. Terlebih News reporter SMA baru ada dilombakan di tahun ini. Ketua English Competition Tsabita Alia Fahmi mengatakan tahun lalu belum ada News Reporter. ”Di tahun ini kami tambahkan News report, kalau tahun lalu belum ada,” tandasnya.

Juri News Reporter Mutohhar mengatakan, ada tiga aspek yang harus dimiliki peserta yang ikut lomba. ”Peserta harus menguasai isi berita, pelafalan (pronounciation), dan penyampaian di depan juri,” tandasnya.

Pada lomba News reporter SMA, MAN 2 Kudus memborong dua gelar, yakni juara I dan II. Sementara juara III diraih MA Mualimat Kudus. Di lomba speech contest, juara I diraih oleh MA Yanbu’ul Qur’an, diikuti MAN 2 Kudus dan SMA 1 Pecangaan. Sedangkan di lomba spelling bee juara I diraih oleh MA Tahfidz Yanbu’ul Qur’an dan diperingkat dua dan tiga didominasi MAN 2 kudus. Sedangkan untuk spelling bee SMP juara I diraih SMP 1 Kudus diikuti MTS 2 Kudus dan SMP IT AL-Islam tim A.

Ketua Smasa Euforia Geri Putra Radhityo mengatakan ajang ini sebagai wadah bagi siswa-siswi untuk berkompetisi bahasa Inggris. ”Dengan adanya ajang ini semoga dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berkompetisi bahasa inggris,” harapnya. (vga)

]]>
Ali Mustofa Mon, 15 Apr 2019 11:48:59 +0700
<![CDATA[Pasar Edukasi, Koin Kayu untuk Belajar Ekonomi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131758/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi_m_1555209614_131758.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi_m_1555209614_131758.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131758/pasar-edukasi-koin-kayu-untuk-belajar-ekonomi

Mata uang rupiah seolah tak laku di Bazar SMP 5 Kudus kemarin. Bagaimana tidak. Seluruh transaksi jual beli menggunakan koin berbahan kayu dibentuk lingkaran.]]>

KUDUS - Mata uang rupiah seolah tak laku di Bazar SMP 5 Kudus kemarin. Bagaimana tidak. Seluruh transaksi jual beli menggunakan koin berbahan kayu yang dibentuk menjadi lingkaran berdiameter sekitar lima sentimeter.

Bukan mutlak tidak laku, uang rupiah ditukarkan dengan koin kayu itu. Satu koin kayu dihargai Rp 2 ribu. Dengan uang kayu itu lah penjual dan pembeli baru bisa bertransaksi di bazar dalam rangka hari ulang tahun (HUT) SMPN 5 Kudus ini.

Kepala Sekolah mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengedukasi para siswa agar mengetahui proses perputaran uang dan prinsip-prinsip ekonomi. ”Letak edukasinya ada di prosesnya. Mereka (para siswa, Red) merancang program mereka terlebih dahulu, mau jualan apa saja. Kemudian juga promosinya. Bagaimana cara merayu (pembeli, Red),” katanya.

Masing-masing anak membeli 10 ribu dan mendapat lima koin. Jika koin tersebut sisa masih bisa diuangkan. Dari kegiatan ini diharapkan para siswa memahami tentang pertukaran mata uang. Rochim mengibaratkan dalam kegiatan kemarin para siswa berada di negara yang berbeda.

”Kalau membawa berapapun banyak uang pasti tidak laku. Caranya harus ditukarkan dengan uang yang berlaku di sini. Makannya saya katakan mata uang yang berlaku hari ini adalah mata uang kalita (koin kayu, Red),” imbuhnya.

Tak cukup jual beli. Setelah kegiatan ini, para siswa akan diminta membuat laporan keuangan. Mereka juga akan mengkalkulasi modal, dan hasil penjualan. Selain bazar edukasi ini, acara kemarin juga dimeriahkan berbagai kegiatan pentas seni.

Seperti wayang kulit, karawitan, dan tari tradisional. Kedepan pihaknya berencana membuat pasar edukasi serupa. Dengan melibatkan wali murid. (vah)

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:22:17 +0700
<![CDATA[UNBK SMP di Blora Diikuti 12.874 Siswa dan 145 Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131569/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah_m_1555126730_131569.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah_m_1555126730_131569.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131569/unbk-smp-di-blora-diikuti-12874-siswa-dan-145-sekolah

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMP tinggal sepekan lagi. UNBK tersebut rencananya diikuti oleh 12.874 siswa, baik dari SMP maupun MTs.]]>

KOTAPelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) tinggal sepekan lagi. UNBK tersebut rencananya diikuti oleh 12.874 siswa, baik dari SMP maupun MTs.

UNBK tingkat SMP digelar pada 22 hingga 24 April mendatang. Untuk itu, Disdik terus melakukan berbagai persiapan agar bisa menyukseskan UNBK tersebut. Mulai dari rakor dengan Kemenag, kepala SMP/MTs, dan operator ujian  SMP/MTs se-Kabupaten Blora, hingga pendalaman materi essensial bagi guru mapel UN SMP dan MTs.

Selain itu, pembekalan proktor dan teknisi UNBK jenjang SMP/MTs. Simulasi UNBK SMP/MTs, penyusunan soal try out, koordinasi dengan Telkom dan PLN, DPUPR juga dilaksanakan. Untuk memastikan, tak ada listrik padam ketika pelaksanaan UNBK.

”Semuanya sudah kami persiapkan dengan matang. Ini masih terus berjuang untuk menyukseskan UNBK yang tinggal meghitung hari,” terang Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sugiyanto kemarin.

Berdasarkan data dari Disdik Kabupaten Blora, ada 12.874 siswa dari 145 sekolah yang bakal mengikuti UNBK tahun ini. Rinciannya, 8.628 siswa berasal dari SMP negeri. Kemudian, 1.201 siswa dari SMP swasta. Lalu, 197 siswa MTs negeri dan 1.848 siswa MTs swasta.

”Ada empat pelajaran saat UNBK nanti. Yaitu bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan IPA,” jelasnya

Dia menambahkan, bantuan komputer bagi sekolah-sekolah swasta maupun negeri juga sudah didistribusikan. Totalnya mencapai 800-an unit. Dia berharap, pelaksanaan UNBK tahun ini berjalan dengan lancar dan hasil yang memuaskan. Apalagi sudah dipersiapkan sejak dini. ”Memang tidak bisa sama. Harus adil dan merata,” jelasnya.

 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 10:17:25 +0700
<![CDATA[Pengurangan Sampah Plastik, Upaya Pembentukan Pendidikan Karakter]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131220/pengurangan-sampah-plastik-upaya-pembentukan-pendidikan-karakter https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pengurangan-sampah-plastik-upaya-pembentukan-pendidikan-karakter_m_131220.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pengurangan-sampah-plastik-upaya-pembentukan-pendidikan-karakter_m_131220.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131220/pengurangan-sampah-plastik-upaya-pembentukan-pendidikan-karakter

PENGGUNAAN bahan plastik yang berlebihan berdampak pada peningkatan produksi sampah plastik setiap tahun. Akibatnya, sampah plastik yang dihasilkan menumpuk.]]>

PENGGUNAAN bahan plastik yang berlebihan berdampak pada peningkatan produksi sampah plastik setiap tahun. Akibatnya, sampah plastik yang dihasilkan setiap hari semakin menumpuk. Padahal sampah plastik membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan sangat sulit diuraikan dalam tanah.

Dikutip dari CNN.com, sampah bentuk kantong plastik, membutuhkan waktu 10 hingga 12 tahun untuk dapat terurai. Botol plastik membutuhkan waktu 20 tahun untuk hancur, karena polimernya lebih kompleks dan tebal. Sterofoam biasa yang sering digunakan di Indonesia, membutuhkan waktu 500 tahun untuk hancur sempurna.   

Dampak pemakaian bahan plastik ada beberpa hal. Pertama, berkurangnya tingkat kesuburan dan kemanfaatan tanah. Kedua, tercemarnnya tanah, air tanah, dan makhluk hidup di bawah tanah. Ketiga, matinya hewan pengurai dalam tanah. Keempat, tercemarnya udara akibat pembakaran sampah plastik. Dan kelima, menurunnya kualitas hidup di lingkungan.

Mengingat dampak negatif yang luar biasa dari penggunaan bahan plastik, SMA N 1 Jekulo mencanangkan program pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah. Kegiatan berupa imbauan bagi warga sekolah untuk meminimalisir pemakaian kemasan plastik. Semua makanan dan minuman yang disediakan di koperasi dan kantin tidak diperbolehkan memakai bungkus/kemasan plastik. Pihak sekolah membentuk tim untuk  menjalankan program. Tim inilah yang merencanakan kegiatan, melakukan sosialisasi, melakukan pengawasan serta evaluasi program.

Tahap awal, tim melakukan sosialisasi kepada pengurus koperasi dan pengelola kantin. Mereka dilarang menjual makanan/minuman yang berkemasan plastik. Juga disepakati kategori makanan/minuman berkemasan plastik yang diperbolehkan. Mereka wajib menyediakan peralatan makan yang tidak berbahan plastik saat siswa makan/minum di tempat. Jika ada yang melanggar aturan, maka akan dikenakan sanksi baik lisan, tertulis, maupun pemutusan hubungan kerja dengan sekolah.

Selanjutnya, pihak sekolah memfasilitasi program dengan membagikan tempat minum dan makan gratis kepada seluruh siswa. Peralatan ini wajib dibawa setiap harinya. Digunakan saat membeli makanan dan minuman dari kantin untuk dibawa ke kelas. Sekolah membudayakan hidup disiplin kepada siswa. Siswa yang tidak membawa peralatannya sendiri, tidak dapat membawa minuman dan makanannya ke dalam kelas.

Setiap kelas difasilitasi wadah besar untuk menyimpan peralatan. Juga bahan pencuci serta serbet/lap untuk mengeringkan peralatan. Pendidikan karakter bertanggung jawab ditanamkan pada siswa. Setiap siswa wajib mencuci peralatan yang telah dipakai. Dan merapikanya dalam wadah yang sudah disediakan. Bagi siswa yang diketahui melanggar, dikenakan sanksi berupa teguran lisan, penambahan skor pelanggaran maupun pemanggilan orang tua/ wali.

Kampanye tertulis juga dilakukan di lingkungan sekolah. Berupa pemasangan spanduk dan slogan-slogan bahaya sampah plastik di taman-taman, sekitar koperasi dan kantin, serta lokasi-lokasi strategis lainnya. Harapannya, setiap kali warga sekolah membaca, tumbuh kecintaaan dan kepeduliannya terhadap lingkungan. Tertanam dalam diri bahwa sampah plastik merusak masa depan.  

Hasil pengawasan dan evaluasi, terjadi perubahan pola hidup yang luar biasa di lingkungan sekolah. Tumpukan sampah plastik di tong-tong sampah di depan kelas berkurang secara signifikan. Tidak lagi ditemukan kemasan plastik sisa tertinggal di pojok-pojok kelas, di tangga sekolah, maupun di lokasi strategis lainnya. Tidak lagi ditemukan hamburan sampah plastik tertiup angin di lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah tampak bersih tanpa tumpukan sampah plastik di tong sampah.

Harapan ke depan, program berjalan selamanya. Demi peningkatan pendidikan karakter siswa. Demi menyelamatkan generasi muda untuk hidup bersih tanpa sampah plastik. Dibutuhkan kerjasama positif dengan segenap warga sekolah. Semoga program ini mampu menginspirasi pihak lain, sehingga bumi terselamatkan akibat pemakaian kemasan plastik. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 15:41:09 +0700
<![CDATA[Sulitnya Berbahasa Jawa Krama]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131218/sulitnya-berbahasa-jawa-krama https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/sulitnya-berbahasa-jawa-krama_m_131218.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/sulitnya-berbahasa-jawa-krama_m_131218.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131218/sulitnya-berbahasa-jawa-krama

BAHASA Jawa digunakan suku bangsa Jawa. Bahasa ini warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Dalam penggunaan bahasa Jawa memperhatikan tingkatan orang.]]>

BAHASA Jawa digunakan suku bangsa Jawa. Bahasa ini warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya. Dalam penggunaan bahasa Jawa harus memperhatikan tingkatan orang yang diajak berbicara. Karena bahasa Jawa terdiri atas beberapa tingkatan. Salah satunya krama inggil. Namun saat ini penggunaan bahasa Jawa ragam krama semakin meluntur dengan zaman modern seperti ini. Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak sekarang atau lebih dikenal anak zaman now sudah tidak menggunakannya lagi. Sehingga merasakan kesulitan dalam pengucapannya. Dikarenakan tidak terbiasa menggunakan krama inggil. Banyak yang mengatakan “wong jawa tapi ora njawani” itulah yang sering diungkapkan oleh masyarakat Jawa.

Anak zaman now hampir rata-rata tidak menguasai bahasa Jawa alias gagap bahasa Jawa. Hal ini disebabkan oleh era globalisasi seperti sekarang ini. Beragam budaya asing yang masuk ke tanah Jawa melalui berbagai media. Seperti pemakaian bahasa gaul, bahasa asing, ataupun bahasa campuran (bahasa yang dibuat sendiri dengan campuran Jawa, Indonesia dan Inggris). Jelas kondisi ini memperparah eksistensi krama inggil. Krama inggil semakin surut atau luntur di Jawa sendiri dan menimbulkan tingkah laku seenak sendiri nagi kaum muda yang tidak mementingkan unggah-ungguh.

Hanya sedikit dalam penggunaannya. Seperti “inggih”, “dalem”, ”mboten”. Itu hanya sepenggal kata yang bisa diucapkan oleh anak-anak zaman now. Pelajaran bahasa Jawa di sekolah-sekolah hanya sebagai sarana saja. Dalam pengaplikasiannya, anak-anak tetap saja menggunakan bahasa Jawa ngoko atau bahasa Indonesia. Mungkin karena lebih mudah dalam mengucapnya. Sehingga anak-anak sekarang lebih suka menggunakan bahasa tersebut. Selain hal tersebut terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi anak zaman now kesulitan berbahasa Jawa krama.

Faktor internal yaitu keluarga yang kurang intensif atau orang tua yang hanya memperkenalkan hanya sebatas bahasa Jawa ngoko saja. Faktor kemampuan orang tua dalam menguasai tingkatan-tingkatan bahasa Jawa yang baik dan benar juga kurang. Sehingga penggunaan bahasa pada anak terbatas pada apa yang diajarkan orang tua mereka dan yang biasa digunakan adalah bahasa Jawa ngoko. Kemampuan terhadap penggunaan bahasa Jawa yang kurang sangat didukung dengan orang tua yang membiasakan penggunaan penggunaan bahasa jawa krama dalam lingkungan keluarga.

Faktor eksternal juga berpengaruh kepada anak zaman now sehingga kesulitan berbahasa Jawa krama karena penggunaan bahasa yang sering digunakan di sekitar lingkungan tempat tinggal jarang yang berbahasa Jawa krama. Lingkungan pergaulan tidak hanya akan mempengaruhi terhadap perkembangan sikap anak tetapi juga terhadap penggunaan bahasanya. Anak-anak akan lebih mudah menyerap pengaruh dalam lingkungannya dan cenderung menirukannya.

Adanya aturan tingkat tutur dalam bahasa Jawa yaitu krama, madya dan ngoko harus tepat pengucapannya ketika digunakan dalam berkomunikasi. Banyak yang mengatakan bahwa tiga tingkatan dalam bahasa Jawa tersebut sangatlah sulit  sehingga anak perlu lebih banyak belajar dan banyak mengucapkan bahasa Jawa krama dalam berkomunikasi dengan orang tua

Bahasa Jawa keberadaannya akan terancam punah apabila bahasa Jawa terus menerus tergeser eksistensinya oleh bahasa yang lain, maka semakin lama bahasa Jawa akan punah bila jumlah penggunanya sedikit dan hanya terbatas pada kalangan usia tua saja. Selain itu pada era globalisasi saat ini penguasaan bahasa sangat diutamakan jika bahasa jawa tidak lagi dipertahankan dan digunakan oleh masyarakat jawa itu sendiri maka keberadaanya akan tergeser dengan bahasa lain. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 15:30:59 +0700
<![CDATA[Apem dari Lingkungan untuk Pembelajaran Matematika yang Efektif]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131215/apem-dari-lingkungan-untuk-pembelajaran-matematika-yang-efektif https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/apem-dari-lingkungan-untuk-pembelajaran-matematika-yang-efektif_m_131215.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/apem-dari-lingkungan-untuk-pembelajaran-matematika-yang-efektif_m_131215.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131215/apem-dari-lingkungan-untuk-pembelajaran-matematika-yang-efektif

SAMPAI saat ini, salah satu problem pendidikan matematika sekolah yakni pembelajaran matematika yang masih belum efektif. Hal ini juga terjadi di SMP N 1 Gabus.]]>

SAMPAI saat ini, salah satu problem pendidikan matematika sekolah yakni pembelajaran matematika yang masih belum efektif. Hal ini juga terjadi di SMP N 1 Gabus. Pembelajaran matematika yang diberikan pada setiap jenjang pendidikan juga belum membuat sebagian besar siswa senang belajar matematika serta termotivasi untuk mendalaminya. Meskipun di SMP N 1 Gabus diberikan dengan jumlah jam yang cukup banyak (5 jam pelajaran per minggu).

 Hal ini terlihat dari hasil belajar matematika baik aspek relegius, sikap, pengetahuan, maupun keterampilan matematika siswa yang masih rendah. Sebagai contoh, laporan hasil ujian nasional mata pelajaran matematika tahun pelajaran 2017/2018 di SMP N 1 Gabus menunjukkan klasifikasi C dengan rata-rata 54,7. Keterbatasan sumber belajar, kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi pembelajaran menjadi beberapa sebab belum efektifnya pembelajaran matematika.

Perencanaan pembelajaran yang baik diperlukan agar pembelajaran dapat efektif. Salah satu upaya yang dilakukan yakni pemilihan media pembelajaran. Dan pemerolehan hasil belajar lebih tinggi apabila belajar dilakukan dengan menggunakan indra ganda. Penggunaan indra ganda ini dapat dilakukan melalui pengalaman memanfaatkan media pembelajaran berupa alat peraga manipulatif (Apem) sebagai sumber belajar.

Sejalan dengan hal tersebut menurut Muhsetyo, dkk (2012:2.31) mendefinisikan bahwa media manipulatif adalah bahan yang dapat dimanipulasikan dengan tangan, diputar, dipegang, dibalik, dipindah, diatur, atau ditata atau dipotong-potong.

Apem adalah objek yang didesain untuk menyatakan ide matematika secara konkret. Objek-objek tersebut dapat dilihat, diraba, dan dipegang serta dimanfaatkan dalam pembelajaran. Sedangkan lingkungan adalah segala sesuatu di sekitar siswa.

Jadi, Apem dari lingkungan merupakan benda konkret/alat peraga yang sengaja dibuat/langsung digunakan dari bahan-bahan di sekitar lingkungan siswa dan dapat dimanipulasikan (diraba, dipegang, dipindah-pindahkan, diotak atik, atau dibongkar pasang) serta digunakan siswa atau guru untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dari guru untuk memanfaatkan objek di sekitar lingkungan siswa yang dapat digunakan sebagai Apem agar pembelajaran lebih bermakna, dan efektif sesuai tujuan pembelajaran dan hasil yang diharapkan.

Berikut ini beberapa contoh Apem dari lingkungan. Pertama Lidi pada materi keliling bangun datar, sifat –sifat sisi segitiga dan segiempat serta Teorema Pythagoras. Kedua Kulit jeruk untuk membuktikan bahwa luas bola = 4 x luas lingkaran. Ketiga Beragam kardus bekas atau kotak kemasan untuk membuktikan rumus luas permukaan bangun ruang sisi datar. Keempat Batu, kerikil, pasir, beras, sagu pada materi volume bangun ruang.

Manfaat Apem adalah untuk meningkatkan kemampuan penalaran masalah matematika peserta didik sehingga berdampak positif pada prestasi belajar matematika dan aktivitas belajar matematika. Jadi, pembelajaran matematika yang efektif adalah seluruh kegiatan yang menfasilitasi pengalaman belajar siswa dalam membangun pengetahuan melalui proses interaksi  antara siswa dengan guru, antara siswa dengan siswa, dan antara siswa dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar  sehingga dapat mencapai tujuan belajar matematika. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 15:20:21 +0700
<![CDATA[Disdikpora: Implementasi Kurikulum 2013 Tuntas Tahun Depan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131209/disdikpora-implementasi-kurikulum-2013-tuntas-tahun-depan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/disdikpora-implementasi-kurikulum-2013-tuntas-tahun-depan_m_131209.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/disdikpora-implementasi-kurikulum-2013-tuntas-tahun-depan_m_131209.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131209/disdikpora-implementasi-kurikulum-2013-tuntas-tahun-depan

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menuntaskan Kurikulum 2013 (K13) untuk seluruh sekolah. Mulai dari tingkat SD hingga SMP.]]>

KUDUS – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) menuntaskan Kurikulum 2013 (K13) untuk seluruh sekolah. Mulai dari tingkat SD hingga SMP. Khusus untuk SD, Disdikpora kembali menggelar pelatihan bagi guru kelas II dan V.

Kepala Disdikpora Kudus Joko Susilo mengatakan, pelaksanaan K13 memang bertahap. Pada Maret lalu sudah diadakan pelatihan K13 tahun kedua, untuk sekolah yang sudah melaksanakan K13 tahun ajaran 2017/2018.

”Tahun pertama pelatihan K13 untuk guru kelas I dan IV yang dilaksanakan 2018. Kemudian tahun ini untuk kelas II dan V dengan sasaran sekolah yang sama. Kemudian, kelas III dan VI dituntaskan tahun depan,” jelasnya.

Joko menambahkan, anggaran pelatihan Kurikum 2013 sebelumnya mandiri. Tapi tahun ini dianggarkan dari APBD 2019 sebesar Rp 95 juta. Untuk sekolah yang mengikuti pelatihan berjumlah 165 SD negeri, terdiri dari kelas II dan V.

”Sebenarnya awal pelatihan yang ditetapkan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan ada 172 sekolah. Namun seiring waktu ada beberapa sekolah yang tutup sehingga jumlahnya berkurang menjadi 165 sekolah,” ungkapnya.

Joko Susilo, Kepala Disdikpora Kudus (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Kasi Kurikulum Djamin menambahkan, pelatihan K13 untuk guru kelas II dan V masing-masing berlangsung selama tiga hari. Untuk penerapan K13, hampir semua sekolah sudah menggunakannya.

”Ini masih tahap penuntasan K13 di kalangan sekolah, sementara tahun depan dituntaskan secara keseluruhan, baik SD maupun SMP. Guru-guru juga dibekali K13 dan yang sudah berjalan sudah tidak menemui kendala,” tegasnya.

Djamin mengaku, awal-awal penerapan K13 memang masih bingung, tapi perlahan-lahan bisa memahami. Sekarang sudah merasakan manfaat dari kurikulum tersebut. Lebih mengajarkan siswa aktif dan guru sedikit menerangkan.

”Mudah-mudah bisa terwujud untuk penuntasan Kurikulum 2013 dan mengasah kreativitas siswa,” tegasnya.

PEMBEKALAN: Pemateri memberikan materi tentang Kurikulum 2013 kepada para guru SD kelas II dan V. (DISDIKPORA KUDUS FOR RADAR KUDUS)
]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 15:08:39 +0700
<![CDATA[Mayoritas SMP Mampu UNBK Mandiri]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131148/mayoritas-smp-mampu-unbk-mandiri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/mayoritas-smp-mampu-unbk-mandiri_m_1554964300_131148.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/mayoritas-smp-mampu-unbk-mandiri_m_1554964300_131148.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131148/mayoritas-smp-mampu-unbk-mandiri

Tinggal dua pekan lagi, siswa SMP mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di Kudus sendiri, ada 27 SMP negeri yang menggelar UNBK mandiri.]]>

KUDUS – Tinggal dua pekan lagi, siswa SMP mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di Kudus sendiri, ada 27 SMP negeri yang menggelar UNBK mandiri. Hanya satu sekolah yang masih menumpang ke SMP lain untuk UNBK.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, ujian nasional (Unas) SMP seluruhnya sudah menggunakan komputer. Hanya ada beberapa sekolah yang masih menumpang.

Berdasarkan data yang dimiliki Disdikpora, untuk SMP negeri yang melaksanakan UNBK mandiri berjumlah 27 sekolah. Sedangkan yang masih menumpang sebanyak satu sekolah.

Sementara itu, SMP swasta yang melaksanakan UNBK mandiri berjumlah delapan sekolah. Kemudian yang menumpang berjumlah 13 sekolah. Untuk jumlah siswa yang mengikuti unas sebanyak 7.850 peserta didik. Diantaranya SMP negeri berjumlah 6.501 siswa sedangkan swasta berjumlah 1.349 siswa.

”Kesiapan masing-masing sekolah sudah menyatakan siap. Termasuk perangkat komputer. Untuk saat ini siswa kelas IX SMP ada waktu senggang sebelum menuju Unas. Kami imbau pengawasan orang tua harus diperketat,” tegasnya.

Joko menambahkan, ada beberapa sekolah yang melakukan karantina siswanya supaya fokus Unas. Menurutnya, ini hal yang positif, karena ada pantauan juga dari guru-guru. Terkadang orang tua juga masih lengah. Hal ini menghindari kejadian yang tidak diinginkan di luar rumah.

Sementara itu, untuk siswa juga SD sedang bersiap menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Yang pelaksanaannya bebarengan dengan UNBK SMP yakni Senin (22/4). Joko menambahkan, kalau siswa SD masih menggunakan lembar jawab kerja (LJK). Kemudian soal USBN saat ini sudah diserahkan pada UPT Pendidikan masing-masing kecamatan.

”Jadwal saat ini menyelesaikan ujian praktik, dan diharapkan juga ada pengawasan dari orang tua. Karena, persaingan masuk ke jenjang berikutnya semakin ketat, apalagi ada sistem zonasi, harus benar-benar dipahami,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 12:35:59 +0700
<![CDATA[Media Berita Tingkatkan Keterampilan Menulis Cerpen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131138/media-berita-tingkatkan-keterampilan-menulis-cerpen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/media-berita-tingkatkan-keterampilan-menulis-cerpen_m_1554954132_131138.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/media-berita-tingkatkan-keterampilan-menulis-cerpen_m_1554954132_131138.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131138/media-berita-tingkatkan-keterampilan-menulis-cerpen

SAAT ini pembelajaran menulis lebih banyak disajikan dalam bentuk teori, tetapi kurang praktik. Hal ini, menyebabkan kurangnya kebiasaan menulis pada siswa.]]>

SAAT ini pembelajaran menulis lebih banyak disajikan dalam bentuk teori, tetapi kurang praktik. Hal ini, menyebabkan kurangnya kebiasaan menulis pada siswa. Mereka sulit menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Keterampilan menulis yang tidak diimbangi dengan praktik menjadi salah satu faktor kurang terampilnya siswa dalam menulis. Siswa pada Sekolah Menengah Atas (SMA) seharusnya mampu mengelola gagasan, pikiran, dan perasaannya secara tertulis. Namun, pada kenyataannya, kegiatan menulis belum sepenuhnya terlaksana. Menyusun suatu gagasan, pendapat, dan pengalaman menjadi suatu rangkaian berbahasa tulis yang teratur, sistematis, dan logis bukan merupakan pekerjaan mudah. Suatu pekerjaan yang memerlukan latihan terus-menerus.

Penyebab lain terbatasnya kemampuan siswa dalam menulis adalah guru kurang kreatif. Baik dalam memilih bahan ajar, metode, dan media pembelajaran. Kreativitas guru sangat dibutuhkan dalam memilih media dengan metode yang tepat untuk siswa. Guru dapat melakukan pengembangan keterampilan menulis siswa dengan media pembelajaran. Bahan ajar, metode, dan media pembelajaran yang dipilih sebaiknya mempertimbangkan masalah kebutuhan, minat, dan perhatian siswa serta lingkungan kehidupan mereka.

Permasalahan yang ada dari segi guru tidak terbatas dari hal itu saja. Pendekatan tradisional masih digunakan guru dalam pembelajaran menulis. Proses pembelajaran yang dilakukan selama ini hanya berkisar penyampaian materi dengan ceramah dan mencatat. Dengan demikian, siswa kurang mendapatkan praktik secara langsung. Hal tersebut membuat siswa cenderung pasif dan merasa bosan dengan proses pembelajaran.

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak bertatap muka dengan orang lain. Tulisan yang baik setidaknya mencirikan kebermaknaan, jelas, padu dan utuh, ekonomis, mengikuti kaidah gramatikal.

Menulis cerpen berbeda dengan fiksi lainnya, apalagi menulis populer. Cerpen disajikan secara pendek, tokoh terbatas, dan terdiri satu situasi. Cerpen juga tersusun atas unsur-unsur pembangun cerita yang saling berkaitan erat antara satu dengan yang lainnya. Keterkaitan antara unsur-unsur pembangun cerita tersebut membentuk totalitas yang bersifat abstrak. Koherensi dan keterpaduan semua unsur cerita yang membentuk sebuah totalitas amat menentukan keindahan dan keberhasilan cerpen sebagai suatu bentuk ciptaan sastra. Unsur-unsur dalam cerpen harus tertata secara apik. Unsur ini meliputi alur atau plot, penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa, tema, dan amanat.

Penerapan media berita, siswa diharapkan dapat menceritakan kembali melalui bentuk tulisan tentang isi dari tayangan berita yang telah dilihat dan didengar. Dengan berita, manusia dapat mengerti apa yang terjadi di luar kehidupan mereka. Media audio visual tergolong ke dalam media massa dan mempunyai andil besar dalam pembelajaran di sekolah. Media berita memberikan semangat dan motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran dengan baik dan merangsang siswa untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

Oleh karena itu, perlu dipilih metode pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis cerpen. Dalam pembelajaran menulis cerpen dengan media berita dan metode latihan terbimbing mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam menulis cerpen. Cara ini saling berkaitan dan saling mendukung. Penggunaan media berita membuat siswa mudah dalam mengembangkan ide, gagasan, pikiran yang akan mereka tuangkan ke dalam sebuah tulisan dalam bentuk cerpen. Metode latihan terbimbing membantu siswa agar penulisan yang dilakukan siswa mendapat bimbingan secara intensif dan mendapatkan hasil yang maksimal. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 09:48:48 +0700
<![CDATA[Pesan Sugiharto ke Wisudawan: Terapkan Mental Pemimpin Setelah Lulus]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131121/pesan-sugiharto-ke-wisudawan-terapkan-mental-pemimpin-setelah-lulus https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pesan-sugiharto-ke-wisudawan-terapkan-mental-pemimpin-setelah-lulus_m_131121.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pesan-sugiharto-ke-wisudawan-terapkan-mental-pemimpin-setelah-lulus_m_131121.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131121/pesan-sugiharto-ke-wisudawan-terapkan-mental-pemimpin-setelah-lulus

Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar ke-62 di auditorium kemarin. Dalam momentum ini, turut hadir Kepala Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah VI Jawa Tengah.]]>

KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar ke-62 di auditorium kemarin. Dalam momentum ini, turut hadir Kepala Lembaga Layanan (LL) Dikti Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr DYP Sugiharto, MPd.

Para wisudawan yang berjumlah 522 orang ini, mendapat pesan berharga dari Prof Sugiharto. Yakni untuk menjadi lulusan bermental pemimpin dan pemain dalam kompetisi. ”Lulusan yang menganggur bukan karena ilmunya rendah. Bukan karena tidak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan. Melainkan karena mental penumpang. Artinya hanya duduk di belakang dan melihat driver sukses di depan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dunia kerja tak memandang perguruan tinggi favorit atau negeri. Melainkan tergantung lulusan yang memiliki soft skill dan hard skill. ”Wisuda bukan momen pemberhentian. Kalian akan menghadapi universitas baru, yakni dunia kerja,” jelasnya.

Selain itu, dia mengingatkan agar lulusan UMK tidak hanya sebagai penonton. Penonton biasanya hanya bisa berteriak, bertepuk tangan, berkeringat melihat kesuksesan orang lain. ”Saya berharap, lulusan UMK menjadi seorang pemimpin kedepannya,” pesannya.

Dalam wisuda ini, Bupati Kudus Muhammad Tamzil juga hadir. Dalam sambutannya, orang nomor 1 di Kudus ini, mengungkapkan, UMK menjadi universitas yang tepercaya. Sebab, orang tua sudah mengkuliahkan anaknya di kota sendiri. Tak jauh-jauh ke luar kota. ”Ini bisa membantu orang tua. Ketika orang tuanya berdagang, nantinya dia (wisudawan, Red) mampu menjadi pengusaha, ” katanya.

Tamzil menambahkan, selain meluluskan sarjana, UMK juga mencetak wirausaha baru sesuai dengan kearifan lokal. Ini menjadi dasar UMK, santun, cerdas, dan berjiwa wirausaha. Artinya, setiap lulusan UMK harus mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Sementara itu, Rektor UMK Dr. Suparnyo mengatakan, setelah resmi diwisuda tentunya dituntut untuk berbagi ilmu dan bermanfaat bagi orang lain. Tentunya dengan mengamalkan secara santun dan bertanggung jawab.

Suparnyo mengimbau, agar wisudawan tidak mengambil jalan pintas dalam menjalani kehidupan. Dia meminta agar wisudawan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan tak mengesampingkan doa orang tua.

Perwakilan Yayasan Pembina UMK Anis Aminuddin mengatakan, pengurus yayasan mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran rektorat dan dosen, sehingga wisuda bisa terlaksana dengan baik. Selain itu, juga berterima kasih kepada orang tua wisudawan yang mempercayakan putra-putrinya di UMK. ”Wisudawan adalah generasi bangsa yang harus berperan dalam pembangunan bangsa dan cinta NKRI,” terangnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 09:12:32 +0700
<![CDATA[Pentingnya Pendidikan Moral “Zaman Now”]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131109/pentingnya-pendidikan-moral-zaman-now https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pentingnya-pendidikan-moral-zaman-now_m_131109.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pentingnya-pendidikan-moral-zaman-now_m_131109.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131109/pentingnya-pendidikan-moral-zaman-now

DI era globalisasi yang ditandai kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memberikan perubahan dan tekanan dalam kehidupan.]]>

DI era globalisasi yang ditandai kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan perubahan dan tekanan dalam kehidupan. Pengaruh globalisasi setidaknya telah merusak watak dan karakter anak didik yang cenderung mengabaikan pendidikan moral. Tujuan ideal pendidikan tidak sekadar membentuk anak didik yang cerdas dan memiliki keterampilan dalam melaksanakan tugas, tetapi berupaya membentuk anak didik memiliki moral sehingga memiliki kepribadian luhur sesuai dengan karakter bangsa.

Pendidikan moral di zaman sekarang sangatlah penting, mengingat banyaknya kasus kenakalan remaja yang sering kita jumpai di berita maka dari itu orang tua harus selalu memberi nasihat dan ilmu agama kepada anak-anaknya. Pendidikan agama sangatlah penting diajarkan kepada anak-anak mulai sejak dini. Supaya menciptakan akhlak yang baik.

Akan semakin bagus dan efektif jika pendidikan moral juga bisa masuk ke dalam keluarga. Jadi setiap keluarga, terutama orang tua, bisa memberikan pelajaran pendidikan moral kepada anak-anaknya. Contoh bagus dalam menjalani kehidupan dengan penuh sikap dan moral yang positif, sangat berpengaruh untuk anak. Anak-anak tentu akan mencontoh orang tuanya apapun yang dilakukan. Jadi ketika orang tua melakukan perbuatan yang bagus, sedikit banyak anak-anak pun juga akan mengikutinya.

Di Indonesia pendidikan moral telah ada dalam setiap jenjang pendidikan.  Di Sekolah Dasar perkembangan pendidikan moral tak pernah beranjak dari nilai-nilai luhur dalam  tatanan moral bangsa Indonesia yang termaktub jelas dalam Pancasila sebagai dasar Negara.  Pendidikan Moral Pancasila sejak dari pendidikan dasar telah diajarkan tentu memiliki tujuan mulia.

Berangkat dari tujuan tersebut diatas maka dalam pelaksanaannya terdapat tiga faktor penting dalam pendidikan moral di Indonesia yang perlu diperhatikan. Pertama, peserta didik yang sejatinya memiliki tingkat kesadaran dan perbedaan perkembangan kesadaran moral yang tidak merata, maka perlu dilakukan identifikasi yang berujung pada sebuah pengertian mengenai kondisi perkembangan moral dari peserta didik itu sendiri. Kedua, nilai-nilai (moral) Pancasila, berdasarkan tahapan kesadaran dan perkembangan moral manusia maka perlu di ketahui pula tingkat tahapan kemampuan peserta didik.  

Ketiga, guru Sebagai fasilitator,  apabila kita kembali mengingat teori perkembangan moral manusia dari Kohlberg dengan empat dalilnya maka guru seyogyanya adalah fasilitator yang memberikan kemungkinan bagi siswa untuk memahami dan menghayati nilai-nilai pendidikan moral itu dan orang tua sebagai pelengkap dan sekaligus motivator anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan memperhatikan tiga hal tersebut di atas, maka proses perkembangan moral manusia yang berjalan dalam jalur pendidikan tentu akan berjalan dengan tahapan perkembangan moral pada tiap diri manusia.

Dan biasanya di dalam lingkungan terdapat tempat sekolah diniyah atau biasa disebut sekolah agama (waktu sore hari) di situ anak di ajarkan tentang ilmu-ilmu agama. Biasanya orang tua lebih senang bila anaknya dipondokkan di pondok pesantren. Di sana anak akan lebih banyak belajar tentang agama dan diajar kyai karismatik yang disegani oleh masyarakat setempat. Pendidikan moral di pesantren sangatlah positif. Selain mengaji anak akan di ajarkan dengan perilaku mandiri yang menjadikan anak tersebut akan berperilaku menjadi kepribadian yang baik.

Di zaman sekarang pergaulan bebas sangatlah memprihatinkan, orang tua harus banyak mengawasi dan mendidik anak anaknya supaya tidak ikut dalam pergaulan yang tidak baik tersebut, maka dari itu orang tua lebih baik mencarikan teman atau lingkungan yang baik untuk anak anaknya supaya tidak terjerumus oleh pergaulan bebas yang membahayakan bagi anak-anak zaman now.

Oleh karena itu mari kita selamatkan anak kita, anak bangsa agar menjadikan generasi yang berintelektual tinggi, berdaya saing tinggi dan tetap berkepribadian baik. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 08:25:38 +0700
<![CDATA[Pendidikan di Kudus Belum Penuhi Standar Nasional, Ini Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130956/pendidikan-di-kudus-belum-penuhi-standar-nasional-ini-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pendidikan-di-kudus-belum-penuhi-standar-nasional-ini-penyebabnya_m_130956.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pendidikan-di-kudus-belum-penuhi-standar-nasional-ini-penyebabnya_m_130956.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130956/pendidikan-di-kudus-belum-penuhi-standar-nasional-ini-penyebabnya

Pendidikan di Kudus belum bisa memenuhi standar nasional. Pencapaiannya masih kurang tiga persen. Penyebabnya ada sekolah regrouping tapi belum ber SK penutupan]]>

KUDUS – Pendidikan di Kabupaten Kudus belum bisa memenuhi standar nasional. Hal ini dikarenakan pencapaiannya masih kurang tiga persen. Penyebabnya, ada sekolah-sekolah yang sudah di-regrouping namun belum dikeluarkan surat keputusan (SK) penutupan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo, mengatakan, jumlah SD di Kudus ada 400 sekolah. Dari jumlah itu yang sudah di-regrouping ada 23 sekolah. Sementara tiga persennya belum diterbitkan SK penutupannya.

Dia mengatakan, yang berhak menerbitkan SK memang Disdikpora Kudus. Hal ini segera dilakukan.

”Kalau untuk kelengkapan fasilitas pendidikan secara keseluruhan sudah baik. Kemudian guru-guru SD maupun SMP juga mulai ada peningkatan. Termasuk sering mengikuti pelatihan-pelatihan. Dan, penggunaan Kurikulum 2013 (K13) juga sudah keseluruhan,” terangnya.

Joko mengatakan, belum diterbitkannya SK penutupan sekolah yang di-regrouping itu, karena dianggap masih ada. Namun tidak punya siswa. Untuk itu, perlu dikeluarkan SK. Pihaknya akan membicarakan hal tersebut dengan lembaga penjaminan mutu pendidikan (LPMP) dan melaporkan data sekolah yang sudah di-regrouping.

Joko mengatakan, untuk saat ini masih ada SD negeri yang kekurangan peserta didik. Namun tetap dipertahankan. Apalagi di daerah tersebut hanya satu-satunya sekolah negeri. Jadi, jika ditutup maka jangkauan peserta didik ke sekolah menjadi lebih jauh dengan sekolah lainnya.

”Pertimbangan tertentu kami tetap mempertahankan SD negeri itu, meski siswanya sedikit. Kami juga memikirkan tentang pesebaran guru pegawai negeri sipil (PNS) pe daerah. Contohnya saja di Kecamatan Bae, satu sekolah hanya ada empat guru PNS. Pemerataan guru PNS ini, masih menjadi PR (pekerjaan rumah) kami,” ungkapnya.

Dia berharap, mudah-mudahan Kabupaten Kudus tahun ini bisa memenuhi pendidikan berstandar nasional. Hal ini juga sudah disampaikan LPMP supaya segera menerbitkan SK penutupan SD yang sudah di-regrouping.

”SK penutupan SD yang sudah di-regrouping juga harus sepengetahuan Bupati Kudus M Tamzil. Dalam waktu dekat kami kumpulkan kepala UPT pendidikan untuk meng-update kembali SD yang telah di-regrouping,” imbuhnya. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 14:46:08 +0700
<![CDATA[Bahasa Inggris Punya Andil Bentuk Karakter]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130858/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter_m_130858.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter_m_130858.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130858/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter

DUNIA pendidikan Indonesia semakin menurun kualitasnya setiap tahunnya. Ini terjadi karena adanya problem remaja yang mudah marah.]]>

DUNIA pendidikan Indonesia semakin menurun kualitasnya setiap tahunnya. Ini terjadi karena adanya problem remaja yang mudah marah. Akhirnya berujung pertikaian atau tawuran. Selain itu penyalahgunaan obat-obat terlarang, minuman keras, perilaku penyimpangan sosial, seperti free sex, dan pergaulan bebas, menjadi pemicu menurunya kualitas pendidikan di Indonesia.

Meskipun pemerintah di Indonesia sudah sedikit demi sedikit melakukan perubahan dengan adanya pendidikan karakter, namun pada kenyataannya itu masih belum maksimal pelaksanaanya. Ini disebabkan sistem pendidikannya tidak menerapkan keseimbangan koknitif (akal), afektif (hati), dan psikomotor (gerak). Wajar bila tak maksimal dalam pelaksanaanya. Melalui pendidikan bahasa inggris bisa dibentuk untuk generasi muda. Untuk itu karakter bangsa ini sudah semestinya ditumbuhkembangkan. Terutama bagi generasi muda melalui pendidikan karakter yang holistik-integratif melalui semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran bahasa inggris.

Perkembangan dan pembentukan karakter dipengaruhi dua faktor. Yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Secara psikologis perilaku berkarakter merupakan perwujudan dari potensi intelligence quotient (IQ) spiritual quotient (SQ) dan adverse quotient (AQ) yang dimiliki seseorang.

Konfigurasi karakter dalam kontek totalitas proses psikologis dan sosio-kultural pada akhirnya dikelompokkan dalam empat katagori. Yakni olah hati, olah pikir, olahraga dan olah rasa. Keempat proses psiko-sosial ini secara holistik dan koheren saling terkait dan saling melengkapi dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur dalam diri seseorang (Kemdiknas: 2010).

Ada tiga kompetensi, yaitu meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Bahasa inggris bisa menjadi wahana untuk penanaman nilai-nilai karakter guna mencapai ketiga komponen tersebut. Alasannya, karena bahasa inggris merupakan bahasa asing di Indonesia yang dianggap penting. Guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan berhubungan dengan bangsa-bangsa lain. Pada kenyataannya, kesuksesan mengajar bahasa Inggris di Indonesia belum maksimal. Padahal siswa siswi belajar bahasa inggris selama empat jam pelajarannya setiap minggunya. Mengapa demikian? Alasan pertama karena masih rendaahnya taraf pencapaian/prestasi belajar bahasa inggris (real scholatic achievment). Kedua siswa belum mampu berbahasa inggris (language sklill) dalam komunikasi berbahasa inggris.

Pendidikan karakter yang diselipkan di pendidikan bahasa Inggris ini bukan hanya untuk membentuk pendidikan karakter tetapi juga bisa meningkatkan nilai mata pelajaran bahasa Inggris “Model pendidikan karakter dengan pendekatan holistik-integratif dengan penerapan Content-Based Intruction (CBI) bukan hanya hanya meningkatkan prestasi belajar tetapi juga memudahkan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Model ini dapaat membangun generasi muda unggul dalam memimpin negeri di masa mendatang. Guru sebagai ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak didik. Menciptakan komunitas kepribadian luhur dan berakhlak mulia.

Model pembelajaran karakter melalui CBI dapat dilakukan bertitik tolak dari satu topik atau tema yang dipilih. Dikembangkan guru bersama anak, dengan cara mempelajari dan menjelajahi konsep dari tema tersebut. Hal tersebut bisa pula dilakukan dengan model inkuiri yakni, proses yang melibatkan anak dalam perencanaan ekplorasi dan tukar menukar ide. Serta mendorong anak untuk bekerjasama dalam kelompok dan merefleksikan kegiatan belajarnya dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih maksimal, dalam menanamkan pendidikan karakter, bukan sebatas guru dan murid, tetapi juga melibatkan stakeholder yang lain. Misalnya seluruh sivitas sekolah, seperti kepala sekolah, para wakil kepala, guru mapel, guru BK, penjaga sekolah, petugas perpustakaan, orang tua murid, murid itu sendiri dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Apa bila aspek-aspek tersebut bisa dimaksimalkan dengan sangat baik, maka pendidikan karakter bisa terbentuk di dalam diri siswa. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:29:22 +0700
<![CDATA[K-Pop Idol Bantu Belajar Bahasa Inggris]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130856/k-pop-idol-bantu-belajar-bahasa-inggris https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/k-pop-idol-bantu-belajar-bahasa-inggris_m_130856.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/k-pop-idol-bantu-belajar-bahasa-inggris_m_130856.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130856/k-pop-idol-bantu-belajar-bahasa-inggris

AKHIR-AKHIR ini budaya K-Pop menjamur di berbagai negara. Tak hanya remaja perempuan saja yang menggemarinya. Remaja laki-laki maupun orang tua juga menggemari.]]>

AKHIR-AKHIR ini budaya K-Pop menjamur di berbagai negara. Tak hanya remaja perempuan saja yang menggemarinya. Remaja laki-laki maupun beberapa orang tua juga menggemari K-Pop. Lagu-lagu Korea yang mudah untuk didengarkan membuat banyak masyarakat menyukainya. Sekalipun bahasa yang digunakan berbeda dengan bahasa kita, tetapi banyak orang yang dapat menyanyikan lagu Korea tersebut.

Kepopuleran dan debut K-Pop ini mampu menghipnotis banyak masyarakat terutama para pelajar. Inilah yang menjadi penguatan motivasi penikmat musik. Musik tidak hanya memberikan hiburan semata. Namun, juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan moral, kritik, mengungkapkan perasaan, dan mendorong atau memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu.

Kegandrungan pelajar terhadap musik K-Pop di sisi lain ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar. Terutama belajar bahasa asing entah itu bahasa Korea, Inggris atau lainnya. Setidak-tidaknya mereka berusaha memahami bahasa yang digunakan sambil menikmati lantunan lagu-lagu K-Pop. Bukan tidak mungkin para pelajar ini sedikit demi sedikit terdongkrak pemahamannya terhadap bahasa asing. Meskipun K-Pop sebagai pijakan awal dalam mendongkrak motivasi belajar bahasa. Namun, tidak hanya lantunan bahasa Korea yang mereka nikmati. Lantunan lagu-lagu berbahasa asing lainnya pun turut membantu menumbuhkan minat belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Media ilustrasi musik dapat mengubah lingkungan belajar menjadi menyenangkan. Sehingga para peserta didik pun antusias mempelajarinya. Musik dapat memicu keterkaitan besar di antara bidang-bidang di dalam otak yang bertanggung jawab atas emosi dan ingatan. Menggunakan musik sebagai alat belajar memaksimalkan potensi manusia sebagai upaya yang sangat berarti. Musik mampu memotivasi dan mendorong partisipasi dalam kegiatan belajar. Membantu pula meraih tujuan dalam fungsi-fungsi sosial, bahasa, dan motorik.

Dengan menggunakan media belajar ilustrasi musik di sekolah, berpotensi meningkatkan kemampuan berbahasa asing terutama bahasa Inggris. Peserta didik mampu mengubah suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan. Salah satu faktor yang dapat mendorong atau menghalangi motivasi belajar peserta didik adalah iklim kelas. Iklim kelas yang dirasakan aman dan asyik oleh peserta didik akan mendukung peserta didik dalam melakukan aktivitas belajar. Namun, iklim yang terbentuk dalam kelas juga dapat dirasakan mengancam oleh peserta didik dan berakibat pada rendahnya keterlibatan peserta didik dalam belajar.

Belajar bahasa Inggris membutuhkan kemampuan daya konsentrasi verbal yang serius. Belajar bahasa Inggris melaui musik untuk usia sekolah akan sangat membantu. Mereka dipacu paham dengan sendirinya. Bila sudah demikian, guru tinggal mengarahkan. Mengarahkan dari item-item kajian bahasa yang harus dipelajari. Beberapa pertemuan untuk mengajarkan kosakata melalui musik kepada peserta didik akan lebih membantu. Intensitas dan frekuensi inilah yang harus sering diterapkan. Apalagi berkecenderungan dalam keseharian orang Indonesia sangat  kurang menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan bahasa Inggris di Indonesia berada sangat rendah di urutan ke-34. Sedangkan Malaysia tembus di urutan ke-9, padahal bahasa Inggris merupakan bahasa penting pergaulan secara global.

Nah, dengan kata lain menggunakan konteks ilustrasi musik perlu kiranya diterapkan untuk membantu peserta didik belajar bahasa Inggris. Penguasaan bentuk-bentuk kebahasaan yang terbilang agak rumit akan tersolusi dengan penumbuhan minat dan motivasi peserta didik melalui musik. Kemampuan berbahasa, termasuk bahasa Inggris, tidak luput dari empat keterampilan, yaitu mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing), yang kesemuanya harus dikuasai secara terintegrasi oleh peserta didik. Pentingnya keempat keterampilan bahasa tersebut menjadi tidak terbantahkan. Saatnya para guru dituntut untuk mampu mengkolaborasikan berbagai metode dalam setiap pembelajaran bahasa di kelas. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:16:34 +0700
<![CDATA[Dilema Pramuka, Sukarela atau Terpaksa?]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130855/dilema-pramuka-sukarela-atau-terpaksa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dilema-pramuka-sukarela-atau-terpaksa_m_130855.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dilema-pramuka-sukarela-atau-terpaksa_m_130855.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130855/dilema-pramuka-sukarela-atau-terpaksa

SALAH satu keunikan Kurtilas adalah masuknya Pramuka dalam sistem pendidikan sebagai ekstrakurikuler wajib. Pramuka bisa dilakukan oleh segala kelompok umur.]]>

SALAH satu keunikan Kurtilas adalah masuknya Pramuka dalam sistem pendidikan sebagai ekstrakurikuler wajib. Pramuka dipandang sebagai kegiatan yang bisa dilakukan oleh segala kelompok umur. Sebagai upaya menggelorakan kembali Trisatya dan Dasa Dharma, Pramuka menjadi kebutuhan relevan saat ini.

Pramuka menjadi tren di semua sekolah. Bukan karena kegiatannya yang dirindukan, tetapi karena statusnya wajib. Termasuk di SMK tempat saya mengajar. Pramuka menjadi  kegiatan baru. Rutin dilakukan tiap minggu. Wajib bagi siswa kelas sepuluh untuk mengikutinya.  Hal ini tentu menjadi dilema, karena pramuka sebenarnya adalah sesuatu yang sukarela.

Dalam penjelasan atas Undang-Undang Republik Indonesia tentang Gerakan Pramuka, dengan jelas dikatakan bahwa “ gerakan Pramuka bersifat mandiri, sukarela dan nonpolitis”. Yang dimaksud “sukarela” adalah organisasi yang keanggotaannya atas kemauan sendiri. Tidak diwajibkan. Semangat sukarela yang diamanatkan oleh undang-undang tersebut akan langsung gugur. Jika kemudian kegiatan ekstrakurikuler Pramuka diberi embel-embel wajib di semua jenjang sekolah .

 Apa jadinya jika sesuatu yang harusnya sukarela menjadi wajib? Keterpakasaan pastinya. Jika sudah terpaksa, apakah dapat dilaksanakan dengan enjoy? Tentu tidak, karena dalam kegiatan pramuka butuh kemauan, kerja keras dan yang paling penting, enjoy. Jika kegiatan pramuka itu dilakukan dengan enjoy maka apa yang diinginkan dari Pramuka terhadap anggotanya dapat terwujud. Anggota akan lebih ikhlas dalam melaksanakan kegiatan. Dan pada akhirnya, kewajiban yang termaktub dalam Dasa Dharma akan terpenuhi. Tetapi jika tidak enjoy, bagaimana mau bisa?

Pengalaman saya sebagai salah satu guru mata pelajaran yang diberi tugas tambahan menjadi pembina Pramuka di sekolah, ketika hari ekstrakurikuler Pramuka tiba, di sela-sela mengajar di kelas, banyak siswa yang menanyakan apakah nanti ada ekstrakurikuler Pramuka atau tidak. Saya balik bertanya ke mereka, memang kenapa kalau ada Pramuka? Mereka menjawab, males Bu, capek Bu, dari pagi sampai sore pelajaran terus. Habis pelajaran masih harus ikut Pramuka.

Dari jawaban mereka jelas sekali kalau kewajiban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka menimbulkan keengganan tersendiri bagi sebagian besar siswa. Kebanyakan dari mereka, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka menjadi sekedar kegiatan formalitas yang membosankan. Sebagian dari mereka merasa ketakutan dimarahi oleh pembina Pramuka atau sekolah kalau sampai tidak mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan tak banyak dari mereka yang terpaksa mengikuti ekstrakurikuler Pramuka hanya karena takut tidak memperoleh nilai. Yang pada akhirnya nanti bisa menyebabkan naik tidaknya siswa ke kelas berikutnya.

Sementara itu, di sisi lain, ketika Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib, jumlah pesertanya membludak. Bukannya positif, hal ini justru menjadi masalah bagi pembina Pramuka. Perbandingan yang tidak seimbang antara pembina dan peserta. Menyebabkan pembina Pramuka kesulitan berinteraksi langsung dengan keseluruhan peserta. Hal itulah yang menjadi faktor ekstrakurikuler Pramuka menjadi kegiatan yang membosankan.

Di tengah krisis patriotisme dan kecenderungan adanya kehidupan individualistik, tidak diragukan kalau ekstrakurikuler Pramuka memang dapat mengajarkan rasa peduli antar sesama. Persatuan dan kesatuan, kebersamaan, gotong royong, kerja keras, tenggang rasa, toleransi, kemandirian dan nilai positif lain yang masih kurang dalam diri siswa. Namun memaksakan siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka sepertinya bukan cara yang tepat untuk mengajarkan nilai-nilai tersebut.

Inilah tantangan terbesar bagi saya khususnya dan bagi semua pembina Pramuka pada umumnya. Bagaimana kita dapat menjadikan ektrakurikuler Pramuka sebagai salah satu kegiatan yang dirindukan oleh siswa. Bukan karena keterpaksaan atau karena statusnya. Tetapi karena siswa-siswa mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dengan senang hati, niat, sadar, hikmat sehingga dapat meresapi segala makna yang tersirat maupun tersurat. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:06:37 +0700
<![CDATA[Mengulas Tuntas Buku Berkualitas melalui IK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130854/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik_m_130854.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik_m_130854.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130854/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik

MERESENSI buku atau mengulas buku, salah satu aspek keterampilan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Pada materi teks ulasan akan diulas sebuah buku.]]>

MERESENSI buku atau mengulas buku, salah satu aspek keterampilan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Pada materi teks ulasan akan diulas sebuah buku dan berisi review atau ulasan penilaian terhadap suatu karya (buku, novel, cerpen, drama, film, atau musik). Ulasan atau resensi/review biasa dilakukan atas suatu karya di sekitar kita sebagai umpan balik dari rasa kritis kita terhadap hal tersebut. Dalam mengulas buku akan disajikan tanggapan tentang kualitas sebuah karya, baik berupa film, buku, benda, dan lain sebagainya untuk mengetahui kualitas, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut. Semua itu ditujukan untuk pembaca atau pendengar khalayak ramai.

Dalam mengulas buku, motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dirasakan oleh penulis masih rendah. Peserta didik kurang menunjukkan kesungguhan dan keaktifan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Mereka kesulitan memahami buku yang akan diulas. Minim dalam perbendaharaan kata. Kurang menguasai kaidah bahasa dan ejaan yang benar. Serta kurang mengetahui struktur teks ulasan. Hambatan yang kedua berasal dari faktor penulis. Penulis kurang dapat menumbuhkan minat dan mengembangkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran penulis masih konvensional. Sehingga tidak menarik dan juga tidak efektif. Penulis lebih mementingkan produk tulisan, bukan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat memicu dan memacu kompetensi peserta didik dalam mengulas sebuah buku.

Investigasi Kelompok (IK) model pembelajaran yang dapat digunakan mengembangkan kompetensi peserta didik dalam mengulas sebuah buku. Model ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas peserta didik untuk mencari sendiri materi (informasi) melalui bahan-bahan yang tersedia. Dengan melaksanakan model ini para peserta didik diharapkan memiliki kamampuan komunikasi dan keterampilan proses kelompok sehingga tercipta iklim belajar yang positif.

Pada model ini, peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Kelompok dapat dibentuk berdasarkan perkawanan atau berdasarkan pada keterkaitan akan sebuah materi tanpa melanggar ciri-ciri pembelajaran kooperatif (Isjoni 2009:87). Diharapkan nantinya pada akhir pembelajaran setiap kelompok dapat menyajikan hasil investigasi kelompoknya. Bentuknya teks ulasan baik secara lisan maupun tulis. Dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan.

Sedangkan langkah-langkah dalam menyusun teks ulasan sebagai berikut. Pertama, mencatat identitas buku atau karya yang akan diulas. Meliputi judul, penulis, nama penerbit, tahun terbit, termasuk ketebalan. Kalau perlu termasuk harga buku.

Kedua, mencatat hal-hal menarik/penting dari isi buku. Ketiga, menelaah kelebihan dan kelemahan buku. Keempat, merumuskan kesimpulan tentang isi dan kesan-kesan buku itu secara keseluruhan. Kelima, membuat saran-saran untuk pembaca.

     Secara teknis, model investigasi kelompok dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut. Pertama, penulis membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen. Satu kelompok terdiri atas 4-5 peserta didik. Kedua, penulis menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok. Ketiga, penulis memberi buku yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat, setiap kelompok mengulas buku yang sudah mereka terima secara kooperatif dan penemuan. Kelima, peserta didik menyimpulkan hasil pembelajarannya. Keenam, setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuannya. Ketujuh, penulis memberikan penjelasan singkat dan meyimpulkan. Kedelapan, evaluasi. Kesembilan, penutup (Suyatno 2009:123-124).

Keunggulan lain dari model investigasi kelompok adalah mengembangkan pendidikan karakter karena mereka dibiasakan bekerja dalam kelompok. Nilai-nilai kejujuran, kerja sama, disiplin, dan keluhuran nilai lainnya dapat terbina melalui implementasi model tersebut dalam pembelajaran mengulas sebuah buku. Selain itu juga akan memberikan pengetahuan yang luas dalam meningkatkan kompetensi mengulas tuntas buku dan meningkatkan motivasi dan aktivitasnya dalam mengikuti pembelajaran di kelas. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 08:58:09 +0700
<![CDATA[Bermain Peran Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Jawa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130852/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa_m_130852.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa_m_130852.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130852/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa

TIDAK semua orang Jawa bisa berbahasa Jawa. Sebagian besar orang Jawa menganggap bahasa Jawa itu rumit. Akhirnya pemakaian bahasa Jawa mulai berkurang.]]>

TIDAK semua orang Jawa bisa berbahasa Jawa. Sebagian besar orang Jawa menganggap bahasa Jawa itu rumit. Akhirnya perkembangan zaman pemakaian bahasa Jawa mulai berkurang. Terutama anak zaman sekarang. Mereka enggan menggunakan bahasa Jawa (baik dan benar) dengan berbagai alasan.

Pertama, anak merasa sulit menggunakan bahasa Jawa karena memiliki ragam tingkatan bahasa. Ada bahasa Jawa ragam ngoko dan krama. Sebenarnya untuk ragam ngoko anak tidak mengalami kesulitan. Ragam ngoko adalah ragam yang paling dasar. Ragam ini hanya menggunakan kosakata ngoko. Ragam inilah yang sering digunakan anak untuk berkomunikasi. Padahal menurut aturan pemakaiannya, ragam ngoko hanya digunakan untuk orang yang seumuran (anak dengan anak), orang tua kepada anak, guru kepada siswa, atau atasan terhadap bawahan.

Sedangkan untuk berbicara kepada orang yang lebih tua, anak harus menggunakan ragam krama. Ragam ini digunakan untuk menghormati mitra bicara yang umurnya lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi.

Kedua, anak kurang percaya diri jika harus berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Dianggap ndesa, tidak gaul, tidak kekinian atau ketinggalan zaman. Agar terlihat gaul dan kekinian anak memilih menggunakan bahasa Indonesia.

Kurangnya penggunaan bahasa Jawa tidak semata-mata kesalahan anak saja. Peran keluarga penting. Banyak orang tua yang membiasakan anak untuk berbahasa Indonesia. Sebenarnya membiasakan anak untuk menggunakan bahasa Indonesia tidaklah salah, karena bahasa Indonesia adalah bahasa Nasional. Namun mengingat kita ini adalah orang Jawa, alangkah baiknya kita melestarikan bahasa Jawa.

Selain keluarga peran sekolah juga menentukan kemampuan anak untuk berbahasa Jawa. Sejak 2005, mata pelajaran bahasa Jawa diberlakukan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Hal ini menandakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan keberadaan bahasa Jawa. Pemerintah berupaya bahasa Jawa tetap eksis. Pelajaran bahasa Jawa di tingkat SMA mendapat porsi dua jam perminggu. Dengan dua jam perminggu guru berupaya untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa Jawa. Namun pada kenyataannya kemampuan anak dalam berbahasa Jawa sangatlah kurang.

Terutama kemampuan dalam menggunakan ragam krama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru bahasa Jawa. Berbagai cara dan metode dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan ragam krama. Salah satunya adalah menerapkan metode bermain peran.

Metode bermain peran merupakan metode simulasi bermain peran secara berkelompok untuk melatih peserta didik berkomunikasi. Langkah awal sebagai stimulasi adalah mengajak peserta didik melihat film pendek yang memuat unggah-ungguh basa. Kemudian guru memberi penjelasan tentang unggah-ungguh basa.

Langkah selanjutnya guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok membuat percakapan yang menggunakan ragam krama. Percakapan tersebut bisa antara orang tua dengan anak, guru dengan siswa, atasan dengan bawahan, dan lain-lain. Setelah percakapan dibuat, peserta didik mempraktikkan percakapan tersebut di depan kelas.

Kelompok lain mengamati, mengoreksi dan memberi tanggapan. Hal yang diamati dan dikoreksi terutama adalah pemilihan kosakata. Apakah kosakata yang digunakan sudah sesuai unggah-ungguh basa atau belum. Kemudian guru bersama peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan.

Dari hasil pengamatan ternyata menerapkan metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan peserta didik berbahasa Jawa. Peserta didik lebih mudah memahami arti dari kalimat yang diucapkannya. Sehingga peserta didik dapat berbicara dengan benar sesuai dengan peran yang dimainkan. Selain itu dengan mengajak peserta didik mengoreksi bersama-sama juga dapat meningkatkan pengetahuan berbahasa Jawa. Dengan meningkatnya pengetahuan dapat meningkatkan pula ketrampilan berbicara peserta didik. Demikian salah satu cara dalam meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berbahasa Jawa. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para guru bahasa Jawa. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 08:38:50 +0700
<![CDATA[PKWU Alternatif Solusi Era Revolusi Industri 4.0]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130850/pkwu-alternatif-solusi-era-revolusi-industri-40 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pkwu-alternatif-solusi-era-revolusi-industri-40_m_130850.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/pkwu-alternatif-solusi-era-revolusi-industri-40_m_130850.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130850/pkwu-alternatif-solusi-era-revolusi-industri-40

REVOLUSI industri 4.0 (for point zero) era di mana seluruh belahan dunia sedang mengalami perubahan. Utamanya bidang otomatisasi teknologi industri.]]>

REVOLUSI industri 4.0 (for point zero) era di mana seluruh belahan dunia sedang mengalami perubahan. Utamanya bidang otomatisasi teknologi industri yang dikolaborasikan dengan media internet (cyber). Diistilahkan sebagai era 4.0 karena saat ini ia merupakan tahap keempat dari tiga tahapan revolusi industri sebelumnya.

Revolusi industri tahap pertama ditandai ditemukannya mesin uap. Tahap kedua ditemukannya energi listrik. Dan tahap ketiga ditandai ditemukannya teknologi sensor dan komputer. Memasuki tahap keempat saat ini. Revolusi industri ditandai penyatuan teknologi otomatisasi dan sensor yang diintegrasikan dengan media internet. Hasil penggabungan tersebut kemudian diaplikasikan pada seluruh kegiatan manufaktur dan bisnis saat ini.

Berbagai prediksi mulai bermunculan menanggapi dampak dari dimulainya era revolusi industri 4.0. Terlepas dari dampak yang ditimbulkannya, teknologi internet dan otomatisasi alat-alat produksi baik secara digital maupun sensor dirasa sangat mendesak diterapkan dalam dunia industri. Faktor utama yang sangat mempengaruhi tingkat efisiensi perusahaan pada besar kecilnya nilai tenaga kerja manusia (manual) yang dipekerjakan.   

Setiap perusahaan berskala besar senantiasa membagi karyawan ke dalam dua kelompok. Yaitu kelompok karyawan yang bekerja pada bidang operasional. Kedua kelompok karyawan yang bekerja secara profesional.

Kelompok karyawan yang bekerja secara operasional pada umumnya menangani tugas-tugas yang bersifat klerikal. Yaitu jenis pekerjaan yang terikat sistem dan aturan. Sifanya berulang-ulang tanpa membutuhkan keterampilan.

Tipe karyawan klerikal seperti inilah yang didalam era revolusi industri 4.0 akan banyak tergantikan mesin robotik dan teknologi sensor. Sehingga menimbulkan masalah pengangguran. Mayoritas karyawan pada bidang ini hanya berbekal ijazah SMA.

Bagaimana halnya dengan kelompok karyawan yang kedua yaitu mereka yang tergolong sebagai karyawan profesional? Pekerja profesional adalah pekerja yang menggunakan kemampuan analisis dan daya kreatifitas dalam menyelesaikan pekerjaannya. Aktifitas menganalisa dan berkreasi merupakan bagian tahapan pekerjaan yang sulit untuk digantikan oleh mesin robotik maupun teknologi sensor motorik, karena sangat berhubungan dengan cita rasa dan karsa.

Oleh karena itu, bagi karyawan yang tergolong pada karyawan profesional ini, mereka justru akan tetap mampu bertahan. Bahkan bisa berkembang pesat dalam menjawab tantangan era revolusi industri 4.0.

Bagaimana kiranya usaha pemerintah dalam memecahkan permasalahan SDM? Program apa kiranya yang mampu mempersiapkan generasi muda bangsa Indonesia dalam menjawab tantangan revolusi industri 4.0 tersebut?

Permendikbud Nomor79 tahun 2014 telah mengamanatkan atas diselenggarakannya mata pelajaran bermuatan lokal pada jenjang SMA di seluruh Indonesia. Salah satunya pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).

Mapel PKWU mengemban misi mengeksplorasi dan mengasah pengetahuan serta ketrampilan siswa dalam mengelola usaha industri kecil dan bidang kerajinan/ekonomi kreatif. Melalui mapel PKWU, siswa diajarkan tentang nilai-nilai kemandirian dalam berkarya. Ditunjukkan bagaimana cara menganalisa informasi sedemikian rupa. Sehingga dapat menjelma menjadi suatu peluang usaha dengan tetap berbasis pada produk-produk keunggulan lokal.

Pada pokok bahasan lainnya siswa juga dituntut praktik berproduksi untuk produk-produk industri sederhana. Yang mana selama pembelajaran berlangsung para siswa dapat berlatih dari tahap awal menyusun analisa studi kelayakan produk, perencanaan dan perhitungan biaya produksi, bentuk kemasan, dan cara memasarkan hingga pada pencatatan administrasinya.

Harapan pemerintah beberapa tahun ke depan akan banyak bermunculan generasi penerus bangsa yang memiliki jiwa wirausaha dengan kreativitas tinggi. Itu artinya sebagai wirausaha mereka tidak perlu lagi mencari pekerjaan namun justru akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dan pada akhirnya masalah pengangguran teknologi sebagai dampak revolusi industri 4.0 akan bisa teratasi. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 08:28:35 +0700
<![CDATA[Jurus Menumbuhkan Gairah Belajar Siswa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130849/jurus-menumbuhkan-gairah-belajar-siswa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jurus-menumbuhkan-gairah-belajar-siswa_m_130849.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/jurus-menumbuhkan-gairah-belajar-siswa_m_130849.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130849/jurus-menumbuhkan-gairah-belajar-siswa

MANUSIA sejatinya adalah pembelajar. Orang tua peserta didik berperan dalam perilaku belajar peserta didik. Tanpa sadar sering memberikan perlakuan tak etis.]]>

MANUSIA  sejatinya adalah pembelajar. Orang tua peserta didik berperan dalam perilaku belajar peserta didik. Orang tua secara tak sadar, sering memberikan perlakuan tak menyenangkan. Pengalaman peserta didik waktu kecil, contohnya ingin tahu tentang suatu benda, orang tua melarang si anak. Caranya sambil menarik benda tersebut. Ini bisa dikategorikan perilaku tidak menyenangkan bagi si anak. Lalu ketika anak sedang belajar berjalan, banyak larangan dari pihak orang tua atau pengasuh. Padahal ini adalah proses belajar si anak untuk mengisi informasi di otaknya.

Ketika peserta didik bertanya, jawaban yang didapatkan mungkin tidak mengenakkan. Bisa jadi ini karena faktor internal pendidik saat mengajar atau capek memberikan penjelasan yang berulang-ulang. Dari paparan tadi, apakah yang membuat peserta didik malas belajar?

Lalu ada seorang peserta didik, sebut saja Gatutkaca yang tidak suka belajar  mata pelajaran dan sudah mendapat peringatan dari gurunya. Namun  ketika ditanya tentang hobinya, Gatutkaca dengan sigap menjawab hobinya adalah sepak bola. Tim kebanggaannya Persiku. Bahkan Gatutkaca hafal seluruh pemain inti dan pemain cadangan. Siapa pelatih dan assistennya, nomor punggung pemain, tanggal ulang tahun serta daftar pencetak gol, pemberi assist dan poin klasemen liga beserta urutannya. Luar biasa bukan? Ini menunjukkan tidak ada masalah dengan otak Gatutkaca. Masalahnya datang dari sumber lain.

Mengapa ada peserta didik jika untuk pelajaran otaknya seolah tidak berfungsi tetapi bisa hafal semua hal penting tentang klub idolanya. Peserta didik ini tentu tidak bodoh malah bisa disebut pandai. Hanya saja perlakuan yang didapat Gatutkaca membuat dia malas belajar. Lalu apa yang harus dilakukan pendidik supaya peserta didik  mudah belajar? Tahap pertama perbaikan adalah dari orang tuanya terlebih dulu. Semasa kecil  orang tua memegang peranan penting dalam masa tumbuh kembang anak serta membantu sekali untuk mengatasi masalah anak. Lalu komunikasi dengan cinta dalam setiap didikannya. Tahap selanjutnya pendidik dalam hal ini guru harus peka terhadap gaya belajar masing-masing peserta didik. Hingga akan menggairahkan dalam belajarnya.

Beberapa jurus supaya anak bisa menjadi rajin dan mudah belajar di sekolah. Pertama, saat anak pulang sekolah. Tanyakan hal menyenangkan hari itu. Anak akan mencari hal-hal menyenangkan di sekolah dan secara tidak langsung. Membentuk mindset anak bahwa sekolah tempat menyenangkan.

Kedua, ketika anak tidur sampaikan bahwa belajar adalah hal menyenangkan. Belajar sama menyenangkannya dengan bermain atau berhitung dan menghafal itu sangat mudah. Ini salah satu bentuk hypnosleep positif pada anak.

Ketiga, jelaskan kaitan materi pelajaran dengan dunianya. Misalnya dengan belajar perkalian, maka dia dapat menghitung jumlah koleksi mainannya. Atau jika mahir bahasa Jepang maka menonton anime tak perlu menggunakan subtitle dan dapat membaca komik aslinya yang langsung yang berbahasa Jepang.

Keempat, bagi pendidik untuk sering mengatakan bahwa peserta didik kita adalah anak hebat dan luar biasa. Pujian tulus dan memacu semangat anak untuk belajar lebih penting daripada diajari macam-macam teknik belajar, hingga meningkatkan rasa kepercayaan diri.

Demi meningkatkan gairah belajar peserta didik perlu adanya kerja sama antara pendidik dan orang tua. Kedua belah pihak paham gaya dan kemauan masing-masing peserta didik. Harus mau masuk dalam dunianya. Pahami alur pikirannya, hingga akan membangkitkan niat belajarnya. Peserta didik menjadi bergairah dan kangen untuk sekolah dan sekolah lagi. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 08:21:37 +0700
<![CDATA[SMPN 2 Kragan Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130673/smpn-2-kragan-sukses-jadi-tuan-rumah-mtq https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/smpn-2-kragan-sukses-jadi-tuan-rumah-mtq_m_130673.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/smpn-2-kragan-sukses-jadi-tuan-rumah-mtq_m_130673.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130673/smpn-2-kragan-sukses-jadi-tuan-rumah-mtq

SMPN 2 Kragan sukses menjadi tuan rumah gelaran MTQ ke-VI tingkat kecamatan yang digelar pada Sabtu (6/4) lalu. Selain kategori umum juga diikuti pelajar.]]>

KRAGAN – SMPN 2 Kragan sukses menjadi tuan rumah gelaran MTQ ke-VI tingkat kecamatan yang digelar pada Sabtu (6/4) lalu. Selain kategori umum untuk anak-anak, remaja dan dewasa, MTQ juga diikuti oleh pelajar baik SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/MA.

Sebelum upacara pembukaan, Tim SMPN 2 Kragan menyuguhkan parade seni. Ada penyanyi solo, pembacaan puisi, hingga hadroh. Dalam upacara pembukaan, turut hadir Camat Kragan, Kapolsek, Danramil, serta seluruh kades se-Kecamatan Kragan. Undangan lain yakni kepala SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, pendamping, peserta, pengurus komite serta guru dan karyawan SMP 2 Kragan.

Ketua panitia Moch. Khumaidi yang juga Kades Kragan menyampaikan terima kasih atas dukungan digelarnya MTQ. Kegiatan MTQ bertujuan meningkatkan minat baca Alquran. Utamanya bagi pelajar dan masyarakat umum di Kecamatan Kragan. Di samping itu menyiapkan kafilah yang akan mewakili Kragan ke tingkat kabupaten.

”Sumber dana ini dari anggaran dari sisa tahun lalu, iuran kades se-wilayah Kragan, serta iuran siswa SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA,” ungkap Kades.

Sementara itu, Camat Kragan Drs. Prapto Raharjo mengatakan kegiatan ini menjadi ajang menggali potensi tilawah Alquran di masyarakat. Diharapkan panitia dapat memperoleh kafilah MTQ ke tingkat Kabupaten tahun 2019.

”Kalau bisa Kragan menjadi juara umum pertama. Minimal mempertahankan juara umum kedua seperti tahun lalu. Ada piala tetap, piagam dan hadiah bagi juara. Disediakan pula piala bergilir untuk tingkat pelajar dan tingkat umum,” ungkap Camat.

Acara dilanjutkan pengambilan sumpah dewan hakim atau juri dan panitera oleh Kepala KUA Kragan Amin Musa.Selama lomba MTQ, siswa SMP 2 Kragan mengadakan bazar makanan dan minuman.

Para juara dalam ajang ini pun berhak melaju ke tingkat kabupaten. Ada kategori pelajar cabang tilawah, tartil dan tahfidz baik SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA serta kategori umum.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 12:16:52 +0700
<![CDATA[SMA Negeri 1 Lasem Tembus PTN dan OSN]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130672/sma-negeri-1-lasem-tembus-ptn-dan-osn https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/sma-negeri-1-lasem-tembus-ptn-dan-osn_m_130672.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/sma-negeri-1-lasem-tembus-ptn-dan-osn_m_130672.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130672/sma-negeri-1-lasem-tembus-ptn-dan-osn

SMA Negeri 1 Lasem sukses melaksanaan dua model ujian baik UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) maupun UNBT tingkat SMA/MA berakhir pada Senin (9/4).]]>

LASEM – SMA Negeri 1 Lasem (Smanela) sukses melaksanaan dua model ujian baik UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) maupun UNBT (Ujian Nasional Berbasis Tulis) tingkat SMA/MA berakhir pada Senin (9/4) kemarin. Smanela pun sukses menggelar USBN (Ujian Sekolah Bertandar Nasional) tersebut.

USBN diikuti oleh siswa Kelas XII yang berjumlah 329 dari Peminatan MIPA dan IPS. USBN dilaksanakan pada 4-19 Maret. Sedangkan UNBK digelar pada 1,2,4 dan 8 April.

Siswa Smanela mengikuti USBN dengan berbasis kertas. Sedangkan UNBK digelar berbasis komputer. Siswa Kelas XII dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama pada pukul 07.30-09.30 dan sesi kedua  pada 10.30-12.30.

Kepala SMA Negeri 1 Lasem melalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum Sulastono mengungkapkan, kesuksesan penyelenggaraan USBN dan UNBK, juga diikuti kesuksesan menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dari data yang dihimpun di BK, Siswa Kelas XII yang sudah menembus PTN sebanyak 29 siswa.  Di samping itu, UN dengan menggunakan komputer dapat meminimalir kecurangan siswa dalam mengerjakan soal-soal UN.

”Di masa mendatang pelaksanaan UN harus lebih sukses lagi baik sisi penyelenggaraan maupun hasilnya. Dengan adanya UN, dapat memetakan kemampuan siswa selama belajar di sekolah. Jadi tidak sepantasnya UN dihapus begitu saja dengan digantikan penelusuran minat dan bakat,” paparnya kemarin.

Lebih lajut Sulastono menyampaikan bawah kesuksesan siswa Kelas XII juga diikuti Kelas XI. Mulai hari Selasa-Kamis (9-11/4) sebanyak tiga siswa sukses mewakili SMA di Kabupaten Rembang untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Semarang. Ketiganya yakni Lola Haliza Putri (Mata Pelajaran Kebumian), Salsabila M.Z (Mata Pelajaran Astronomi) dan Fatimatuz Zahro (Mata Pelajaran Kimia).

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 12:10:29 +0700
<![CDATA[Gubernur Ganjar Teken Pergub Pendidikan Antikorupsi di 23 Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130611/gubernur-ganjar-teken-pergub-pendidikan-antikorupsi-di-23-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/gubernur-ganjar-teken-pergub-pendidikan-antikorupsi-di-23-sekolah_m_130611.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/gubernur-ganjar-teken-pergub-pendidikan-antikorupsi-di-23-sekolah_m_130611.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130611/gubernur-ganjar-teken-pergub-pendidikan-antikorupsi-di-23-sekolah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 10 tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi pada Jumat 5 April.]]>

CILACAP - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menandatangani Peraturan Gubernur Nomor 10 tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi pada Jumat 5 April 2019 kemarin. Sebagai langkah awal, pendidikan antikorupsi bakal diterapkan di 23 sekolah di Jawa Tengah. Pergub ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama kepala daerah dan KPK untuk menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi pada semua jenjang pendidikan.

“Jadi tahun ini per Juni 2019 ada 10 provinsi yang mulai menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi. Kami para gubernur diminta membuat Pergub-nya. Kayaknya Jateng yang pertama, karena Pergub sudah saya teken pekan lalu,” kata Ganjar saat meninjau Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) di SMAN 2 Maos, Cilacap, kemarin.

Pergub ini, lanjut Ganjar, selain mengatur teknis penerapan dan lembaga pelaksana, juga perihal kerja sama, monitoring evaluasi dan pelaporan, serta pembiayaan. Kurikulum pendidikan antikorupsi, menurut Ganjar sangat penting karena sekolah merupakan tempat ditempanya calon pemimpin bangsa. Maka, setiap satuan pendidikan harus disiapkan menjadi tempat untuk menyemai manusia unggul dalam akademik maupun karakter. Kondisi ini disadari karena perilaku koruptif ditandai oleh hilangnya nilai-nilai jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil dari dalam diri individu.

“Sederhananya begini, pendidikan antikorupsi tidak berdiri sendiri sebagai mata pelajaran, tapi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang relevan, juga kurikuler, co-kurikuler dan ekstrakurikuler. Diterapkan juga model-model hubungan sesama warga sekolah yang mencerminkan perilaku antikorupsi. Jadi antikorupsi harus menjadi kebiasaan sejak dini, yang kemudian menjadi nafas dalam hubungan sosial kemasyarakatan,” jelas gubernur.

Selaras dengan itu, sejak 2018 Pemprov Jateng telah menunjuk 23 sekolah di 23 kabupaten/kota sebagai piloting sekolah penyelenggara pendidikan berintegritas yang melaksanakan program pendidikan antikorupsi. Ke-23 sekolah SMA dan SMK inilah yang akan menjadi titik penerapan pendidikan antikorupsi.

“Secara bertahap akan dilakukan replikasi ke sekolah lain sehingga nanti semua sekolah di Jateng akan menerapkan kurikulumnya. Kami juga akan mendorong dan menerapkan keterbukaan informasi publik dengan menerapkan transparansi data pendidikan dan pengelolaan satuan pendidikan yang dapat diakses masyarakat melalui portal-portal informasi,” jelas Ganjar.

Untuk penerapan, selain menggandeng KPK, Ganjar menjelaskan telah menjalin komunikasi dengan forum guru dan forum OSIS. Kurikulum yang sudah dimiliki KPK, akan dipadukan dengan masukan dari guru dan OSIS tersebut, baik materi classical maupun secara praktik.

"KPK sudah punya kurikulum. Ada yang classical dan praktik. Pergubnya sudah ada, maka kami praktikkan. Ini pemanasan dulu. Sudah saya komunikasikan dengan beberapa guru dan beberapa siswa dari forum OSIS. Pasti dari mereka akan muncul kreativitas. Secara efektif setelah 21 April-lah (kami terapkan, Red). Ini kami wajibkan. Kami memaksa orang untuk belajar tentang kejujuran itu," katanya.

Dalam kunjungan ke SMAN 1 Maos Cicalap itu, selain meninjau pelaksanaan UNBK, Ganjar juga memasuki beberapa ruang kelas serta memberikan pengajaran terkait pendidikan antikorupsi. Di kelas XI IPS, misalnya, Ganjar menantang salah satu siswa untuk mengampanyekan antikorupsi dengan bahasa Jawa Banyumasan atau ngapak. "Assalamualaikum. Ayo sedulur aja pada korupsi. Korupsi iku ala (buruk, red), korupsi iku dosa," kata Haya Syafa Kamila, siswa kelas XI IPS.

Suara antikorupsi juga diajarkan Ganjar saat memasuki ruang kelas XI akselerasi. Noval Fatkhur Rohman, salah satu siswa langsung angkat tangan ketika Ganjar menanyakan keberanian siswa untuk menjelaskan pendidikan antikorupsi dari mata pelajaran apa yang tepat serta contoh penerapannya.

"Pencegahan korupsi sedari dini. Kita harus bersikap jujur dan tanggung jawab serta memikirkan masa depan bangsa ini. Ketika masih siswa, bisa dilakukan dengan tidak mencontek. Pelajaran yang paling relevan dengan antikorupsi adalah PPKN, karena mempelajari bangsa ini. Juga bisa di pelajaran agama, kan mengajarkan kejujuran dan menjelaskan korupsi itu dosa. Pelajaran ekonomi karena kita bisa membuat kantin kejujuran," katanya. (lhr/ida)

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 08:29:50 +0700
<![CDATA[Carakan, Hidup Segan Matipun Enggan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130604/carakan-hidup-segan-matipun-enggan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/carakan-hidup-segan-matipun-enggan_m_130604.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/carakan-hidup-segan-matipun-enggan_m_130604.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130604/carakan-hidup-segan-matipun-enggan

AKSARA adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya seperti batu, kayu, hingga kain. Aksara merupakan hasil pikiran manusia.]]>

AKSARA adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya seperti batu, kayu, kain, dan sebagainya. Aksara merupakan hasil pikiran manusia dari abad ke abad dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Dalam aksara tertuang sejarah tingginya budaya dan peradaban, serta mencerminkan kemajuan cara berpikir suatu bangsa. Dengan adanya aksara kita bisa mengetahui apa yang terjadi di masa lalu dan mengenal budaya nenek moyang kita.

Demikian juga dengan aksara Jawa yang dikenal dengan nama Hanacaraka atau Carakan. Sebagai salah satu warisan budaya, banyak mewariskan filosofi, simbol dan kaya dengan nilai-nilai luhur yang diyakini masih banyak yang relevan untuk diterapkan hingga sekarang.

Aksara Jawa sudah ada sebelum masa kesultanan Mataram yang merupakan modifikasi aksara jawa kuno yang dipakai sekitar abad ke-8 sampai abad ke-16. Pada abad ke-17 aksara tersebut berangsur-angsur menjadi bentuk modernnya yang dikenal sebagai Carakan atau Hanacaraka berdasarkan lima huruf pertamanya. Dan bentuk cetakannya baru muncul pada abad 19.

Di tahun 1926, pada pertemuan di Sriwedari merumuskan pedoman penulisan aksara jawa dan angka jawa untuk pertama kalinya yang dikenal dengan nama Wewaton Sriwedari. Pedoman tersebut merupakan awal standarisasi aksara Jawa. Setelah kemerdekaan Indonesia muncullah panduan-panduan mengenai aturan baku aksara Jawa, diantaranya yang dibuat oleh Konggres Bahasa Jawa (KBJ).

Ironisnya, setelah tahun 1926 penggunaan aksara Jawa semakin menurun. Orang lebih memilih menggunakan huruf latin untuk menulis bahasa Jawa. Apalagi di era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini keberadaannya semakin terkikis oleh huruf Latin. Aksara jawa benar-benar ditinggalkan dalam pengertian fungsionalnya. Aksara Jawa sekarang ini penggunaaanya hanya simbolis hanya dimaksudkan untuk melestarikan keberadaannya saja. Aksara Jawa semakin tidak dikenali oleh masyarakatnya sendiri. Banyak generasi muda yang tidak hafal dan kesulitan menuliskan aksara jawa yang merupakan bagian dari budaya daerah. Generasi muda Jawa cenderung lebih mengenal aksara latin dibanding aksara Jawa.

Kita hendaklah belajar pada negara lain seperti Arab, Cina, India, Jepang, Korea dan lain-lain. Pada negara tersebut aksara dan bahasa masih mempertahankan aksaranya dalam kehidupan sehari-hari dan di dunia industri. Seperti yang kita lihat pada hampir setiap produk industri negara tersebut mencantumkan aksaranya baru diterjemahkan dalam bahasa internasional (Inggris). Dengan demikian aksara dan bahasa mereka tetap lestari, menjadi jati diri atau identitas produk negara tersebut.

Persoalannya sekarang bagaimana kita khususnya masyarakat jawa mengangkat aksara dan bahasa jawa seperti Jepang atau China itu? Memang saat ini Bahasa dan aksara Jawa masih diajarkan di sekolah-sekolah mulai tingkat SD sampai SMA. Aksara Jawa diperkenalkan dalam mata pelajaran muatan lokal wajib di tiga provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY. Namun, aksara Jawa dipelajari terkesan seakan-akan menunjukkan pada dunia jika aksara Jawa saat ini masih ada. Perlu diketahui bahwa aksara Jawa saat ini masih menjadi momok bagi para pelajar. Anak malas mempelajari carakan karena dianggap rumit dan  tidak penting untuk masa depan.

Saat ini penggunaan aksara jawa masih bisa kita jumpai sebatas simbol kedaerahan yang ditulis untuk papan nama gedung, nama jalan, nama desa, desain baju dan lain-lain. Jika hal ini terus berlarut-larut, Aksara Jawa benar-benar akan terkubur hidup-hidup. Lalu bagaimana anak cucu kita nanti bisa mengenal budaya nenek moyangnya. Mari kita bersama-sama selamatkan Aksara Jawa. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 07:28:32 +0700
<![CDATA[Meriah, TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Gelar Gebyar Pentas Seni]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130599/meriah-tk-aisyiyah-terpadu-birrul-walidain-gelar-gebyar-pentas-seni https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/meriah-tk-aisyiyah-terpadu-birrul-walidain-gelar-gebyar-pentas-seni_m_130599.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/meriah-tk-aisyiyah-terpadu-birrul-walidain-gelar-gebyar-pentas-seni_m_130599.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130599/meriah-tk-aisyiyah-terpadu-birrul-walidain-gelar-gebyar-pentas-seni

Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus menggelar gebyar pentas seni kemarin. Acara yang diprakarsai Ikwam Aisyiyah Terpadu.]]>

KOTA – Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus menggelar gebyar pentas seni kemarin. Acara yang diprakarsai oleh Ikatan Walimurid (Ikwam) KB dan TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus ini berlangsung meriah. Dengan semangat anak-anak menampilkan beragam kreativitas mulai dari menyanyi hingga menari.

Ketua panitia Khoiril Anwar mengungkapkan, gebyar pentas seni ini menjadi ajang menampilkan kreativitas dan bakat yang dimiliki siswa. ”Setiap tahun memang kami adakan acara semacam ini. Kami ingin memfasilitasi dan mengembangkan potensi yang sudah ada pada setiap anak. Kali ini juga dalam rangka memperingati hari kartini,” katanya.

Dikatakannya potensi yang dimiliki siswa ini juga telah dikembangkan dalam ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Mulai dari tapak suci, vokal, mewarnai, dan menari. Ekstrakurikuler ini dilaksankan setiap pekan.

Selain itu, acara ini juga untuk melatih siswa agar memiliki rasa percaya diri untuk tampil di depan umum. Hal inilah yang menjadi latar belakang pengambilan konsep gebyar pentas seni tahun ini. Berbeda dengan tahun lalu, acara pentas seni kali ini sengaja dilaksanakan di luar lingkungan sekolah.

”Balai Jagong dipilih karena di sini menjadi pusat keramaian. Jadi selain bisa melatih anak tampil PD di tempat umum, juga sekaligus show kepada masyarakat tenatng keberadaan KB dan TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain Kudus,” jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap, melalui acara ini masyarakat dapat mengetahui keberadaan KB dan TK  Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain. Dengan melihat kualitas siswa, masyarakat Kudus tidak perlu ragu untuk memasukkan anaknya di KB maupun TK Aisyiyah Terpadu Birrul Walidain. Sebab anak akan dididik semaksimal mungkin untuk menjadi generasi yang birrul walidain.

Tak hanya siswa dan guru yang terlibat dalam acara ini. Segenap wali murid juga turut serta meramaikan acara yang menjadi agenda tahunan ini. Selain mendampingi buah hatinya, sebagian mereka juga menjadi peserta bazar. Disela-sela pentas juga dilakukan pembagian doorprize. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 06:34:58 +0700
<![CDATA[Puyeng, Siswa SMP Kerjakan USBN Sekaligus Ujian Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130575/puyeng-siswa-smp-kerjakan-usbn-sekaligus-ujian-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/puyeng-siswa-smp-kerjakan-usbn-sekaligus-ujian-sekolah_m_130575.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/puyeng-siswa-smp-kerjakan-usbn-sekaligus-ujian-sekolah_m_130575.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130575/puyeng-siswa-smp-kerjakan-usbn-sekaligus-ujian-sekolah

Ujian yang dialami siswa sekarang cukup banyak. Tak hanya mengerjakan unas tapi ada ujian sekolah berstandart nasional (USBN) dan ujian sekolah (US).]]>

KOTA – Ujian yang dialami siswa sekarang cukup banyak. Tak hanya mengerjakan ujian nasional (Unas) tapi ada ujian lainnya yakni ujian sekolah berstandart nasional (USBN) dan ujian sekolah (US).

Seperti yang dikerjakan siswa SMP saat ini, hari pertama USBN dalam sehari mengerjakan dua mata pelajaran (Mapel) yakni Bahasa Indonesia dan PKN/PPKN. Pelaksanaan ujian tersebut harus diikuti siswa selama enam hari.

Kepala SMPN 2 Kudus sekaligus Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Sujarwo, untuk mapel USBN yang diujikan ada tujuh. Sedangkan mapel US ada empat yakni Penjasorkes, Seni Budaya, TIK/Prakarya, dan Bahasa Jawa.

”Dari 11 mapel yang diujikan dua diantaranya yakni PPKN dan Matematika tidak ada praktiknya. Yang lain praktik semua. Dan, ujiannya dilaksanakan setelah ujian nasional berbasis komputer (UNBK), jadi jadwal ujian masih panjang,” ungkapnya.

Ditambahkan, hal ini sudah disampaikan kepada orang tua untuk memberikan motivasi ke anak, dan jaga kesehatan mereka. Jika sakit akan ada susulan. ”USBN ini masih menggunakan paper atau lembar kerja jawaban (LJK), model soal ada pilihan ganda dan esai. Masing-masing mapel jumlah soal yang dikerjakan berbeda-beda,” terang Jarwo.

Salah satu siswa Muhammad Rizki mengatakan, siap mental dan fisik melaksanakan USBN sekaligus US.  Dia mengaku beruntung karena ujian kali ini ada jeda tanggal merah. Jadi bisa istirahat sejenak. ”Kalau dibilang pusing ya tidak juga, asalkan pola belajar dan makan yang teratur. Saya simpel saja, jaga kesehatan, dan istirahat cukup,” ungkapnya.

Dia mengatakan, fokus untuk mengerjakan soal-soal ujian dan berdoa. Dengan harapan memperoleh hasil yang memuaskan, sehingga bisa masuk SMA sesuai keinginan.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 01:43:25 +0700
<![CDATA[Saatnya Melek Literasi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130372/saatnya-melek-literasi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/saatnya-melek-literasi_m_130372.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/saatnya-melek-literasi_m_130372.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130372/saatnya-melek-literasi

“Calistung “ (Baca, Tulis, Hitung) saat “kita” kecil kata-kata tersebut seringkali kita dengar ketika di sekolah. Baik dari tingkat dasar, hingga universitas.]]>

“Calistung “ (Baca, Tulis, Hitung) saat “kita” kecil kata-kata tersebut seringkali kita dengar ketika di sekolah. Baik dari tingkat dasar, menengah pertama, menengah atas bahkan di perguruan tinggi. Terutama oleh saya sendiri karena kuliah di jurusan PGSD/MI. Kata-kata Calistung menjadi sangat familiar, di lingkungan rumah,di kampus  dan  tempat lain. Bahkan “calistung” pada masa itu menjadi program pemerintah untuk memberantas buta aksara di Indonesia. Terbukti dengan digembar-gemborkan di semua media, bahkan di setiap tempat umum, bahkan di rumah penduduk  bagian gentengnya di cat dengan warna mencolok dengan tulisan B3B (Bebas 3 Buta) yang meliputi” calistung”.

Namun di jaman “millennial” ini calistung bertransformasi menjadi Literasi. Literasi merupakan kualitas /kemampuan melek huruf/aksara yang  di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Sehingga kegiatan literasi selama ini identik dengan aktivitas membaca dan menulis. Namun lebih dari itu , makna literasi juga mencakup visual yang artinya “ kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan,video dan gambar )”.

Dalam perkembangannya definisi Literasi memiliki banyak variasi, seperti literasi media, literasi komputer, literasi  sekolah dan sebagainya. Secara singkat literasi dalam pengertian masyarakat sekarang ini yaitu: memahami, melibati, menggunakan, menganalisis dan mentransformasi teks. Kesemuanya mengacu pada kompetensi atau kemampuan yang lebih dari sekedar kemampuan membaca dan menulis.

Menurut UNESCO, pemahaman orang tentang makna literasi sangat dipengaruhi oleh penelitian akademik, Institusi, konteks nasional, nilai–nilai budaya dan juga pemahaman. UNESCO menjelaskan bahwa kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat. Kemampuan literasi dapat memberdayakan dan meningkatkan individu, keluarga, bahkan masyarakat. Karena sifatnya yang “multi effect “ karena dapat memberikan efek untuk ranah yang lebih luas diluar sekolah. Sehingga literasi dapat membantu memberantas kemiskinan, mengurangi angka kematian anak, pertumbuhan penduduk dan menjamin pembangunan berkelanjutan sehingga terwujudnya perdamaian.

Program pemerintah dari jaman old yang terkenal dengan B3B ternyata sangat tepat. Karena buta huruf dan buta  aksara merupakan hambatan untuk kualitas hidup yang lebih baik. Seseorang yang melek huruf (bisa baca tulis) akan mampu memahami semua komunikasi yang lain. Literasi melibatkan berbagai dasar kompleks tentang bahasa seperti arti kata, tata bahasa dan kelancaran dalam setidaknya satu bahasa komunikasi.

Literasi memang tidak bisa lepas dari bahasa. Seseorang dikatakan memiliki kemampuan literasi apabila Ia telah memperoleh kemampuan dasar berbahasa yaitu membaca dan menulis. Jadi, arti dasar leterasi sebagai kemampuan baca-tulis merupakan pintu utama bagi pengembangan makna literasi secara luas, dan cara yang digunakan untuk memperoleh literasi adalah melalui PENDIDIKAN.

Hal inilah yang membuat pemerintah baru-baru ini secara getol membudidayakan kembali literasi di sekolah. Karena pemerintah paham bahwa pendidikan dan kemampuan literasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam hidup kita. Karena kemajuan suatu Negara akan tergantung dengan melek huruf di Negara tersebut.

Untuk mewujudkan melek literasi maka tidak ketinggalan di sekolah kami MI Ash Sholatiyyah Lasem juga menerapkan gerakan literasi. Kegiatan literasi ini dilakukan setiap lima belas menit di awal pembelajaran. Peserta didik kami anjurkan untuk membawa buku bacaan yang disukai dari rumah. Contoh: majalah anak-anak, komik, cerpen atau bahan baca yang lain. Dengan literasi ini ada beberapa manfaat  kita peroleh yaitu: dengan membaca kita bisa mendapatkan informasi dan pengetahuan. Dengan membaca mampu meningkatkan minat terhadap suatu bidang, memenuhi intelektual dan mampu meningkatkan konsentrasi. Sehingga diharapkan bisa meningkatkan daya serap peserta didik.

Selaku pelaku pendidikan mari kita sukseskan gerakan literasi di lingkungan kita agar masyarakat lebih Melek Literasi, agar bisa mewujudkan generasi yang tangguh dan berkualitas di jaman now. Untuk  Negara yang lebih baik dan maju.  Salam Literasi untuk kita semua. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 11:56:33 +0700
<![CDATA[SMPN 1 Undaan Kudus Torehkan Prestasi dalam Lomba Tari Kretek]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130350/smpn-1-undaan-kudus-torehkan-prestasi-dalam-lomba-tari-kretek https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/smpn-1-undaan-kudus-torehkan-prestasi-dalam-lomba-tari-kretek_m_130350.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/smpn-1-undaan-kudus-torehkan-prestasi-dalam-lomba-tari-kretek_m_130350.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130350/smpn-1-undaan-kudus-torehkan-prestasi-dalam-lomba-tari-kretek

SMPN 1 Undaan Kudus kembali menorehkan prestasi. Kali ini mereka berhasil meraih juara III lomba tari kretek. Ajang ini diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum]]>

KUDUS – SMPN 1 Undaan Kudus kembali menorehkan prestasi. Kali ini mereka berhasil meraih juara III lomba tari kretek. Ajang ini diselenggarakan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation tingkat Kabupaten Kudus pada Sabtu (6/4) lalu.

Kepala SMPN 1 Undaan Kudus Mukhif Noor mengaku bangga dengan anak didiknya ini. Padahal ekstrakurikuler (eskul) menari baru dibentuk satu tahun lalu. Untuk latihan dilakukan satu minggu sekali. Namun, ketika ada lomba latihan ditambah. Sementara porsi latihan dilakukan dua jam dalam sekali pertemuan.

Mukhif juga memberikan pendampingan kepada siswanya di sejumlah bidang. Ia memberikan fasilitas yang diperlukan siswa untuk melaksanakan kegiatan. Seperti saat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Provinsi Jateng, pihak sekolah memberikan dukungan langsung ke stadion. ”Kami beserta siswa mendukung langsung ke Semarang,” katanya.

SMPN 1 Undaan berusaha untuk menanamkan karakter anak sekolah yang kuat terlebih dahulu. Itu sesuai dengan visi, yakni terselenggaranya layanan prima pendidikan untuk  membentuk peserta didik berahklaq mulia, berprestasi, dan berwawasan lingkungan.

Mukhif juga memberi pendidikan agama kepada siswanya. Ia menanamkan ketaatan beribadah kepada Allah. Setiap siang pihak sekolah mengadakan ibadah bersama.

Dia juga mengimbau kepada para siswanya untuk melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Nantinya prestasi akan datang dengan sendirinya. ”Kami tanamkan pendidikan karatek kepada setiap siswa di sekolah. Agar nantinya bisa berguna bagi nusa dan bangsa,” katanya.

Sebelum ini, SMPN 1 Undaan juga menorehkan beberapa prestasi. Di antaranya meraih best supporter Futsal Kretek Cup Kudus 2018. Selain itu, meraih peringkat IV mata pelajaran (mapel) IPS, peringkat VI mapel matematika, dan peringkat XIV mapel IPA di lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Kudus.

Ke depan, Mukhif akan mengembangkan segala potensi siswanya. Dari bola voli, catur, renang, pencak silat, dan pramuka. (gal)

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 10:05:35 +0700
<![CDATA[Media Sosial dalam Perspektif Interaksionisme Simbolis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130341/media-sosial-dalam-perspektif-interaksionisme-simbolis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/media-sosial-dalam-perspektif-interaksionisme-simbolis_m_130341.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/media-sosial-dalam-perspektif-interaksionisme-simbolis_m_130341.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130341/media-sosial-dalam-perspektif-interaksionisme-simbolis

MANUSIA sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial dituntut untuk dapat berinteraksi dengan satu sama lainnya. Manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.]]>

MANUSIA sebagai makhluk hidup dan makhluk sosial dituntut untuk dapat berinteraksi dengan satu sama lainnya. Hal ini dikarenakan manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sehingga di dalam kesehariannya dibutuhkan proses interaksi. Salah satunya melalui komunikasi. Interaksi sosial di era modern tidak hanya dilakukan dengan cara langsung melalui tatap muka. Melainkan dapat dilakukan di dunia maya, baik melalui komputer, laptop, maupun telepon pintar (smartphone).

Telepon smartphone adalah telepon genggam yang mempunyai kemampuan tingkat tinggi, dengan fungsi yang menyerupai komputer. Smartphone merupakan sebuah telepon yang menyajikan fitur canggih seperti surel (surat elektronik), internet dan kemampuan membaca buku elektronik (e-book) atau terdapat papan ketik (baik sebagaimana jadi maupun dihubung keluar) dan penyambung VGA. Dengan kata lain, smartphone merupakan komputer kecil yang mempunyai kemampuan sebuah telepon yang mempunyai daya guna bagi manusia.

Kehadiran media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan sejenisnya sebagai salah satu fitur aplikasi smartphone memang mampu menjadi media alternatif bagi masyarakat modern. Terlebih untuk sekadar mencari hiburan di tengah penatnya aktivitas sehari-hari.

Berbagai kemudahan menjalin pertemanan dengan siapapun tanpa batasan jarak dan tempat, mengetahui info siapapun tanpa meminta izin, maupun sekadar melihat dan mengomentari foto yang di-upload artis idola maupun kolega yang menyebabkan menjadi   salah satu aplikasi favorit para pengguna smartphone.

Interaksi di media sosial berbeda dengan interaksi di dunia nyata. Sebab, komunikasi dilakukan melalui simbol berupa tulisan maupun gambar, foto, dan video. Terkadang pemaknaan simbol-simbol tersebut dapat berbeda-beda bagi satu individu dengan individu lain. Suatu simbol dapat dipahami melalui interpretatif proses dan penafsiran yang dampaknya seringkali memunculkan beragam komentar pro dan kontra.

Sebagai contoh ketika seseorang artis (public figure) meng-upload foto dengan memakai baju bermerek dan dilatarbelakangi pemandangan di luar negeri. Hal tersebut mampu dimaknai para pengguna media sosial lain dengan berbeda-beda. Foto tersebut sebagai simbol yang menandai sebuah status sosial tertentu.

Brand fashion mahal mendeskripsikan kemampuan finansial untuk membelinya. Background foto luar negeri menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki akses dan kemampuan untuk traveling ke luar negeri yang tentunya tidak semua orang mampu. Tanda-tanda tersebut merupakan simbol yang digunakan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan pada orang lain. Komentar suka maupun tidak suka dari para pengguna media sosial merupakan reaksi dari simbol-simbol yang ditunjukkan melalui media sosial oleh penggunanya, sehingga muncullah istilah fans (pendukung) maupun haters (pembenci).

Perspektif interaksionisme simbolis melihat fenomena update status maupun upload foto dan video di media sosial merupakan sebuah tindakan individu dengan penggunaan simbol. Tujuannya mendeklarasikan identitas semacam ”inilah diriku”. Simbol-simbol yang ditunjukkan di media sosial melalui unggahan maupun sejenisnya dikemas sedemikian rupa, hingga membentuk sebuah citra atau image individu  yang ingin ditampilkan ke ranah publik.

Sikap bijak dalam menampilkan simbol di media sosial mampu menjauhkan kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ibarat pisau bersisi dua  tingginya tingkat penggunaan media sosial dapat berdampak positif maupun negatif.

Pilihan mana yang akan diambil menggunakan media sosial secara positif untuk membangun hubungan pertemanan, mencari dan mengetahui berbagai informasi, mengembangkan aktivitas reaksional dan membangun komunitas atau hanya media untuk membangun image pencitraan, membagi berita sensasional dan hoax yang justru akan memancing pelaku tindak kejahatan melalui media sosial, seperti penipuan, pemerasan perundungan yang dapat berakibat negatif bagi pengguna media sosial itu sendiri.

Baiknya memfilter terlebih dahulu segala sesuatu yang akan kita unggah ke media sosial sebelum mengunggah foto atau video. Coba pikirkan dua kali, kira-kira apa respons yang akan diberikan publik. Meskipun unggahan dapat dihapus, data kita masih tersimpan di big data. Selain itu, memfilter diperlukan agar dapat meminimalisasi persepsi negatif. Karena sejatinya makna dari simbol yang kita tampilkan di media sosial ditentukan oleh publik. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 09:32:48 +0700
<![CDATA[Write Around Solusi Menulis Puisi Bebas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130021/write-around-solusi-menulis-puisi-bebas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/write-around-solusi-menulis-puisi-bebas_m_130021.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/write-around-solusi-menulis-puisi-bebas_m_130021.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130021/write-around-solusi-menulis-puisi-bebas

MENULIS merupakan keterampilan bahasa yang produktif. Menulis melahirkan pikiran dan perasaan sebagai bentuk komunikasi. Salah satunya menulis puisi.]]>

MENULIS merupakan keterampilan bahasa yang produktif. Menulis melahirkan pikiran dan perasaan sebagai bentuk komunikasi. Pengungkapan ide, pengalaman hidup  bermakna dalam bahasa tulis. Salah satu keterampilan menulis adalah menulis puisi. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA menuntut kemampuan peserta didik mampu menulis puisi.

Menulis puisi salah satu kompetensi dasar pelajaran bahasa Indonesia SMA. Hal ini penting mengingat puisi menjadi bagian  karya sastra. Puisi adalah dunia dalam kata. Isi puisi merupakan cermin pengalaman, pengetahuan, dan perasaan penyair. Puisi itu pikiran dan perasaan seolah bersayap. Keindahan bahasa puisi meliputi  ritme, bunyi, dan lagu. Unsur-unsur dalam stuktur fisik puisi adalah diksi, citraan, kata konkret, majas, irama dan tipografi. Olahan perasaan penyair membentuk sebuah dunia bernama puisi. Agar mampu menulis puisi, seseorang harus mempunyai keterampilan menulis puisi.

Siswa kelas X SMA kurang mampu dalam menulis puisi bebas. Ketidakmampuan disebabkan beberapa faktor. Pertama pembelajaran menulis puisi bebas kurang menarik dan sulit. Hal ini mengakibatkan pembelajaran kurang menggairahkan. Kedua kurang dapat mengembangkan ide kedalam bait-bait puisi. Hal ini disebabkan peserta didik tidak memiliki kosakata yang cukup. Ketiga kurang memiliki pengetahuan kaidah penulisan puisi. Permasalahan ini mengakibatkan dalam penulisan puisi bebas sembarangan.

Selain itu faktor dari guru. Faktor-faktor dari guru diantaranya, pertama pembelajaran cenderung monoton, konvensional. Kedua Anggapan penjelasan guru seadanya.Ketiga tidak menggunakan model pembelajaran yang menarik. Keempat tidak memanfaatkan kelompok yang memungkinkan peserta didik aktif dan kooperatif.

Pembelajaran menulis puisi bebas dapat diatasi dengan model pembelajaran kooperatif write around. Model pembelajaran kooperatif  write around  adalah satu model pembelajaran kooperatif dengan sistem menulis berputar dalam satu kelompok diskusi. Sistem menulis berputar memungkinkan peserta didik berinteraksi menuangkan ide tulisan bersambung. Tulisan bersambung diharapkan peserta didik mempunyai kemampuan lebih. Sehingga memotivasi, membantu teman yang mempunyai kemampuan kurang. Write around cocok digunakan menulis kreatif  puisi bebas.

Simpulan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di kelas X SMA Pertama Kemampuan menulis puisi bebas menggunakan model pembelajaran kooperatif write around siklus II mengalami peningkatan. Terlihat dari peningkatan setiap aspek pembelajaran menulis puisi bebas. Terdapat 36 peserta didik (100 persen) peserta didik tuntas belajar. Proses pembelajaran sudah berjalan  lancar. Peserta didik belajar dengan baik, kondusif, aktif dan menyenangkan.

Perubahan karakter peserta didik mencakup aspek, yaitu keaktifan, kerja sama, tanggung jawab, dan kesungguhan. Perubahan perilaku peserta didik dibuktikan dengan data nontes. Berupa observasi, angket, catatan guru, wawancara, dan  foto. Disarankan guru menggunakan model pembelajaran kooperatif write around. Tujuannya sebagai solusi dalam mengajarkan menulis puisi bebas di SMA. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 08:48:29 +0700
<![CDATA[SMK Muhammadiyah Rembang Ditetapkan Jadi Sekolah Unggul Tingkat Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129854/smk-muhammadiyah-rembang-ditetapkan-jadi-sekolah-unggul-tingkat-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/smk-muhammadiyah-rembang-ditetapkan-jadi-sekolah-unggul-tingkat-jateng_m_1554448161_129854.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/smk-muhammadiyah-rembang-ditetapkan-jadi-sekolah-unggul-tingkat-jateng_m_1554448161_129854.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129854/smk-muhammadiyah-rembang-ditetapkan-jadi-sekolah-unggul-tingkat-jateng

SMK Muhammadiyah Rembang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung sekolah ini menorehkan sebagai sekolah unggul.]]>

KOTA – SMK Muhammadiyah Rembang menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Jawa Tengah. Tak tanggung-tanggung sekolah yang dipimpin Suparno tersebut, menorehkan prestasi sebagai sekolah unggul di tingkat Muhammadiyah Jateng.

Penetapan tersebut, dikukuhkan dalam Surat Keputusan (SK) no. 088/KEP/II.4/D/2019. SK dikeluarkan Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng. SK pentapan tersebut berikan pada tanggal 28 Maret 2019 lalu dengan ditandangatani Ketua Iwan Junaedi dan Sekretaris, Karnadi Hasan. Serta diketahui oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Rembang, Suparno mengaku penetapan menjadi sekolah unggul Muhammadiyah di Jateng tidak lepas penilaian kinerja sesaat saja. Tetapi dinilai kinerjanya selama lima tahun. Dia menyebutkan semua sekolah Muhammadiyah di Jateng diseleksi oleh Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng dan yang meraih prestasi akan mendapatkan sertifikat.

“Sertifikat diberikan di kantor pimpinan wilayah Muhammadiyah Jateng. Hal ini tidak lepas penilaian dari sisi jumlah siswa, kreativitas sekolah dan IT,” ujarnya.

Untuk penilaian IT cukup kompleks. Mulai penyelenggaraan ujian sekolah, Islam Muhammadiyah Bahasa Arab (Ismuba) dan nasional. Dari penilaian tersebut, SMK Muhammadiyah Rembang masuk kriteria.

”Kami masuk 10 besar sekolah unggul Muhammadiyah di Jateng. Diantaranya ada SMK Muhammadiyah 1 Tegal, SMK Muhammadiyah 3 Kendal, SMK Muhammadiyah 1 Blora dan SMK Muhammadiyah Rembang,” terangnya.

Suparno mengaku sempat kaget atas capaian tersebut. Dirinya merasa sekolah yang dipimpinnya belum maju. Namun begitu, semuanya hasil penilaian Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng mengapresiasi. 

“Ini menjadi kebanggaan sendiri. Setidaknya dapat memotivasi teman-teman dari SMK. Untuk meningkatkan kinerja lebih baik. Karena kami akui sekolah kami selama ini masih berbenah,” ungkapnya. 

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 13:53:25 +0700
<![CDATA[Demi Kelancaran UNBK, Sekolah Tetap Sewa Genset Empat Hari]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129847/demi-kelancaran-unbk-sekolah-tetap-sewa-genset-empat-hari https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/demi-kelancaran-unbk-sekolah-tetap-sewa-genset-empat-hari_m_1554446012_129847.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/demi-kelancaran-unbk-sekolah-tetap-sewa-genset-empat-hari_m_1554446012_129847.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129847/demi-kelancaran-unbk-sekolah-tetap-sewa-genset-empat-hari

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA tahun ini tak beruntun empat hari langsung. Ujiannya dilaksanakan dalam kurun waktu sepekan.]]>

PATI – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMA tahun ini tak beruntun empat hari langsung. Ujiannya dilaksanakan dalam kurun waktu sepekan yakni tanggal 1, 2, 4, dan 8 April. Meskipun sepekan, sekolah menyewa genset selama empat hari. Sedangkan hingga pelaksanaan UNBK hari ketiga berjalan lancar.

Kepala SMA Nasional Pati Edi Waluyo mengatakan, pelaksanaan UNBK SMA tak dilaksanakan empat hari beruntun karena di sela-sela pelaksanaan ada tanggal merah bertepatan Isra Miraj. Sementara jika dilaksanakan Jumat terkendala dengan jumatan. Sehingga hari terakhir dilaksanakan Senin (8/4).

“Meskipun dalam kurun waktu sepekan, namun kami hanya menyewa genset empat hari sesuai pengerjaan UNBK. Bukan sepekan. Oleh penyedia mengecek genset sehari sebelum UNBK. Alhamdulillah hingga hari ketiga UNBK berjalan lancar. Baik itu masalah listrik, server, dan lainnya,” tuturnya.

Edi menurutkan, di sekolahnya ada 48 siswa yang mengikuti UNBK. Namun satu siswa mengundurkan diri sebelum mengikuti UNBK. Dengan jumlah siswa itu dibagi menjadi tiga sesi karena hanya mempunyai satu ruang laboratorium.

“UNBK SMA sudah berjalan tahun kelima ini. Sejak awal kami sudah melaksanakannya dengan mandiri. Walaupun keterbatasan sarana prasaran, namun hingga saat ini pelaksanaan UNBK di sekolah kami berjalan lancar,” katanya kemarin.

Senada, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Pati Hariyanto mengatakan pelaksanaan UNBK SMA hingga hari ketiga berjalan aman dan terkendali. Tidak ada keluhan server dari sekolah. Akan tetapi ada beberapa siswa tidak hadir karena sakit.

“UNBK SMA 2019 ini diikuti 25 SMA negeri/swasta. Ada delapan SMA negeri dan 17 SMA swasta. Sedangkan peserta yang terdaftar dalam UNBK ada 4.587 dan hanya diikuti 4.576 karena ada 11 siswa yang tidak hadir. Empat siswa sakit dan tujuh lainnya keluar sebelum pelaksanaan UNBK,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 13:24:30 +0700
<![CDATA[Kuasai Bahasa Asing untuk Hadapi Persaingan Global]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129815/kuasai-bahasa-asing-untuk-hadapi-persaingan-global https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/kuasai-bahasa-asing-untuk-hadapi-persaingan-global_m_129815.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/kuasai-bahasa-asing-untuk-hadapi-persaingan-global_m_129815.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129815/kuasai-bahasa-asing-untuk-hadapi-persaingan-global

PERKEMBANGAN Iptek saat ini memungkinkan semua orang bisa mengakses informasi dari segala penjuru dunia. Tak salah penguasaan bahasa asing menjadi penting.]]>

PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memungkinkan semua orang bisa mengakses informasi dari segala penjuru dunia. Menjawab kebutuhan informasi tersebut, tidak salah jika penguasaan bahasa asing menjadi sangat penting. Karena untuk dapat membuka akses informasi dan komunikasi dunia internasional, kita harus menguasai bahasa asing.

Keberadaan bahasa asing kadang masih dianggap sebelah mata bagi sebagian besar orang. Bahkan dalam struktur Kurikulum 2013, kuantitas jam pelajaran untuk bahasa asing semakin berkurang. Hal ini sangat disayangkan. Mengingat kebutuhan penggunaan bahasa asing kini semakin krusial.

Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia, pernah mengatakan ia sangat menyesal dirinya hanya dapat bertutur dalam bahasa Inggris. Padahal semasa sekolah, dia pernah mendapat pelajaran bahasa Latin dan Yunani. Sayangnya ia tidak serius mempelajari keduanya saat itu. Dan saat ini ia masih memiliki keinginan untuk dapat menguasai bahasa asing.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa bahasa asing menjadi sangat penting untuk dipelajari. Pertama, bahasa asing adalah elemen dasar berkomunikasi untuk menguasai abad 21. Pada abad ini, aspek informasi dan teknologi berkembang sangat pesat. Manifestasi keduanya dapat dilihat melalui produk berupa internet. Dengan internet dunia semakin tidak bersekat. Artinya interaksi antar manusia dapat terjalin di mana saja dan kapan saja. Batas wilayah tidak lagi menjadi hambatan dalam berkomunikasi. Satu-satunya hambatan yang ada adalah pemakaian bahasa yang berbeda. Di sinilah peran penguasaan bahasa asing menjadi penting.

Di era globalisasi, seseorang dituntut mampu menguasai ilmu pengetahuan dan menerapkan teknologi. Itu diperlukan agar mampu bersaing secara sosial, politik, dan ekonomi di kancah global. Adanya pasar bebas menuntut tiap individu mempersiapkan diri terutama dalam komunikasi. Bahasa berperan untuk membentuk komunikasi baik dalam basis teknologi maupun dalam berinteraksi secara langsung. Penggunaan bahasa internasional menjadi sangat penting untuk dapat beradaptasi dan mengikuti arus perkembangan global.

Kedua, dengan menguasai bahasa asing dapat lebih mengenal dan menghargai budaya dari negara lain. Berkembangnya internet mengakibatkan adanya pergeseran budaya. Melalui internet generasi muda mulai menyukai musik, film, buku, majalah, dan artikel dari berbagai belahan dunia yang dikemas dalam bahasa asing. Semua karya tersebut tentu mengandung konten yang tidak lepas dari pengaruh latar belakang budaya asalnya.

Pencapaian bahasa asing tidak hanya sekedar mengubah arti bahasa ibu ke dalam bahasa target, tetapi juga ada proses belajar budaya. Untuk memahami makna dari sebuah kalimat berbahasa asing, seorang penerjemah harus memahami latar belakang budaya dari bahasa yang diterjemahkan. Dengan demikian makna yang didapat akan utuh dan serasi.

Ketiga, seseorang yang memiliki keterampilan berbahasa asing cenderung lebih aktif dan kreatif dari orang yang hanya memiliki kemampuan satu bahasa. Kemampuan seseorang untuk memilih diksi yang tepat dalam penggunaan bahasa asing akan mengasah kemampuan berpikirnya. Dari banyak penelitian diketahui bahwa kemampuan otak untuk berpikir tajam akan semakin meningkat ketika seseorang mempelajari bahasa asing, berapapun usianya. Ini berarti orang yang menguasai lebih dari satu bahasa berpeluang lebih kecil mengalami proses kepikunan dini (dementia).

Penting bagi generasi muda khususnya para pelajar untuk meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan bahasa asing. Mengingat kemampuan berbahasa asing menjadi sangat krusial di era persaingan global sekarang ini. Kemahiran berbahasa asing berkaitan erat dengan persaingan dalam semua aspek kehidupan. Bahasa asing menjadi alat komunikasi utama untuk dapat memenangkan persaingan global. (*)

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 10:32:58 +0700
<![CDATA[Cara Sederhana Bentuk Karakter Siswa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129812/cara-sederhana-bentuk-karakter-siswa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/cara-sederhana-bentuk-karakter-siswa_m_129812.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/cara-sederhana-bentuk-karakter-siswa_m_129812.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129812/cara-sederhana-bentuk-karakter-siswa

SEKOLAH merupakan tempat belajar dan mengajar. Tempat menempuh ilmu. Tempat membentuk karakter siswa dengan nilai–nilai luhur kearah hidup yang lebih baik.]]>

SEKOLAH merupakan tempat belajar dan mengajar. Tempat menempuh ilmu. Tempat membentuk karakter siswa dengan nilai–nilai luhur. Pendidikan karakter adalah pendidikan moral dengan tujuan untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus menerus kearah hidup yang lebih baik. Dewasa ini, orang tak lagi bertindak atas dasar kepatutan. Ketidakpatutan sudah menjadi kebiasaan. Hal ini menjadi tantangan pendidikan karakter di sekolah. Guru mempunyai peran besar dalam membentuk karakter siswa. Guru dinilai sebagai sosok berpendidikan yang diharapkan mampu mendidik anak-anak untuk masa depan.

Tugas guru tidak hanya sekedar mendidik dan memberikan materi akademik. Guru diharapkan mampu merangkul dan membimbing siswanya agar dapat berperilaku yang baik dan benar. Guru  adalah role model bagi para siswa. Maka dari itu  guru memiliki peran yang besar dalam pembentukan karakter siswa. Untuk mendukung hal tersebut ada baiknya guru juga menguatkan karakter yang dimiliki. Hal seder­hana yang bisa dilakukan guru untuk membangun ka­rakter pada siswa sebagai berikut.

Jadikan diri sebagai contoh. Guru dipandang siswa sebagai orang yang lebih dewasa. Berarti  siswa menilai guru mereka merupakan contoh dalam bertindak dan berperilaku. Sikap baik maupun buruk, guru dapat mempengaruhi cara bersikap siswa dengan sesama. Guru harus pandai menjaga sikap untuk memberikan contoh yang terbaik. Dengan mengingat diri sendiri sebagai contoh, maka guru akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan lebih bijak dari setiap tindakan yang akan diambil. Diharapkan  murid bisa mengikuti sisi positif yang dimiliki guru.

Mengapresiasi usaha siswa. Sebagai pengajar, fokus untuk menilai siswa dari segi akademis memang penting. Tetapi ada hal lain yang juga sama pentingnya dengan skor nilai akademis. Memberikan pujian bagi siswa yang tepat waktu, rajin mengerjakan tugas, kerjasama yang baik, atau bersikap baik selama di sekolah. Siswa yang mendapatkan skor  rendah dalam nilai akademisnya, , belum tentu karena malas. Jika siswa telah berusaha dengan gigih, maka guru juga harus mengapresiasi  kegigihannya tanpa menghakimi nilainya yang rendah. Dengan membiasakan ini, siswa pun juga dapat ikut mengapresiasi diri atas usaha yang telah dilakukan. Siswa akan membangun karakter semangat belajar dan memperbaiki diri untuk lebih baik.

Mengajarkan nilai moral pada setiap pelajaran. Ada baiknya dalam pelajaran yang diajarkan juga menanamkan nilai moral yang bisa dijadikan bahan pelajaran hidup. Misalnya, saat mengajarkan pelajaran akuntansi, guru tidak hanya sekadar mengajarkan bagaimana cara membuat jurnal penyesuaian, memasukkan kertas kerja dan membuat laporan keuangan. Tetapi kita juga bisa mengajarkan nilai kehidupan seperti dengan mengerjakan soal akuntansi kita bisa belajar untuk jujur, bersabar, teliti dan berusaha untuk memecahkan suatu masalah sesuai dengan  logika berpikir. Dengan begitu, nantinya ketika siswa sedang menghadapi suatu masalah kedepannya, bisa berpikir optimis bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya selama berusaha.

Jujur pada diri sendiri dan terbuka pada kesalahan. Guru juga manusia, yang tidak luput dari kesalahan meski tidak pernah berniat dengan sengaja melakukan hal itu. Misalnya, ketika guru datang terlambat atau salah mengoreksi jawaban murid. Untuk memberikan contoh yang baik, guru sebaiknya mau mengakui kesalahan yang dibuat sekecil apapun itu. Mungkin kadang ada rasa gengsi, tetapi ini bisa menjadi pelajaran yang baik pada siswa. Bahwa sebagai manusia kita harus berani jujur sama diri sendiri dan mau mengakui kesalahan yang telah diperbuat. Dari situ, murid bisa belajar bagaimana cara untuk memperbaiki kesalahan dan berani bertanggung jawab atas kesalahan yang diperbuat.

Mengajarkan sopan santun. Hal yang sering luput diajarkan di sekolah adalah bagaimana cara bersikap. Terdengar sederhana, tetapi merupakan hal penting yang layak diajarkan kepada siswa untuk menjaga sikap dan mengetahui mana yang benar dan salah. Tidak jarang , siswa bersikap tidak sopan hanya karena mereka tidak tahu bagaimana cara bersikap yang baik dan benar. Atau malah selama ini mencontoh sikap negatif orang disekitarnya, di mana sudah dianggap sebagai hal yang lumrah. Sepatutnya, ketika ada sikap yang kurang baik yang dilakukan oleh siswa, guru berperan untuk mengoreksi sikap tersebut. Tidak perlu memarahi. Cukup mengingatkan  bahwa sikapnya itu kurang baik. Berikan alternatif tindakan lain yang lebih positif. Gunakan cara yang halus.

Kontrol diri. Guru harus menjaga emosi agar tetap netral dalam menerapkan disiplin. Hindari  memarahi siswa dengan nada yang tinggi, ketika siswa melanggar disiplin. Tidak perlu menya­kiti secara fisik seperti me­mukul atau mencubit. Apalagi mempermalukan siswa. Nada tinggi menjadikan siswa tidak fokus pada tindakannya yang salah. Siswa lebih fokus pada rasa takut mendengar suara yang keras. Sedangkan huku­man fisik, dapat ditiru siswa.

Mencari  pilihan kata positif. Terdapat perbedaan yang jelas di benak siswa saat guru menegur “Saya tidak suka kamu, kamu nakal”. “Saya tidak suka dengan perilakumu itu”. Pernyataan yang pertama menjadikan anak sebagai subjek yang negatif. Kedua menjadikan perilaku siswa sebagai subjek yang negatif. Siswa harus memahami  apapun yang dilakukannya. Memahami  respon yang di­berikan guru terhadapnya. Pada dasarnya guru selalu menyayangi siswa dengan se­penuh hati. Guru adalah so­sok yang bisa diandalkan siswa dalam menghadapi konse­kuensi buruk yang mungkin dialami akibat perbuatannya.

Itulah hal-hal sederhana yang dapat dilakukan guru un­tuk  membangun karakter pada siswa. Dengan cara sederhana ini, diharap­kan bisa mendidik pribadi siswa ke arah positif.

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 10:23:28 +0700
<![CDATA[Disdikpora: Berlakukan Pra Tes Sebelum Ikut Pendidikan Profesi Guru]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129537/disdikpora-berlakukan-pra-tes-sebelum-ikut-pendidikan-profesi-guru https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/disdikpora-berlakukan-pra-tes-sebelum-ikut-pendidikan-profesi-guru_m_129537.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/disdikpora-berlakukan-pra-tes-sebelum-ikut-pendidikan-profesi-guru_m_129537.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129537/disdikpora-berlakukan-pra-tes-sebelum-ikut-pendidikan-profesi-guru

Sertifikat pendidik penting bagi guru. Termasuk sebagai pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Namun, untuk mendapatkannya tidak mudah.]]>

KUDUS - Sertifikat pendidik penting bagi guru. Termasuk sebagai pemenuhan kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi profesional. Namun, untuk mendapatkannya tidak mudah. Harus melalui serangkaian ujian.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo melalui Plt Kasi Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) Sriyati, menjelaskan, untuk mendapatkan sertifikat pendidik harus mengikuti program pendidikan profesi guru (PPG). Mulai 2018 lalu, diberlakukan prates PPG. Dari tes itu, yang lolos bisa melanjutkan pendidikan selama enam bulan.

”Untuk Kudus dari guru TK, SD, dan SMP beberapa waktu lalu sudah menyelesaikan pra tes PPG. Yang berhak ikut seleksi data by name dari pusat yang masuk dapodik (data pokok pendidikan). Sistem tersebut baru diterapkan 2018. Jadi, tahun berikutnya kemungkinan sama. Namun sudah ada verifikasi dari pusat,” tandasnya.

Sementara ini, guru-guru yang masih mengikuti PPG, untuk SD guru pegawai negeri sipil (PNS) berjumlah 54 guru dan non PNS ada 11 guru. Sedangkan tingkat SMP ada tujuh guru PNS dan non-PNS ada enam guru.

Dia menjelaskan, PPG juga ada uji kompetensinya. Keputusan lulus atau tidaknya yang menentukan pusat. Daerah hanya menerima informasi pengambilan sertifikat pendidik.

Dia menjelaskan, saat ini seleksi PPG sudah menggunakan komputer. ”Sekarang guru-guru sudah mengerti teknologi. Jadi, tidak kagok mengerjakan ujian menggunakan komputer, dibanding zaman dulu yang guru-guru tak begitu mengenal komputer, jadi banyak kesulitan dan akhirnya banyak yang tak lulus, akhirnya mengulang,” jelasnya.

Sriyati juga memaparkan, setelah lolos PPG para guru bisa mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi. Di Kudus sendiri, tahun lalu sudah cukup banyak guru yang memperoleh TPG.

Rinciannya, untuk SD negeri dari total guru PNS 2.840 guru yang sudah bersertifikasi ada 2.401 guru atau 85 persen. SD swasta total guru 463 guru yang sudah bersertifikasi ada 89 guru atau 19 persen. Sedangkan SMP, yang negeri dari total guru PNS 906 guru yang sudah bersertifikasi ada 812 guru atau 90 persen. Untuk SMP swasta dari total 406 guru yang sudah bersertifikasi ada 83 guru atau 20 persen.

Sekretaris Dinas (Sekdin) Disdikpora Kudus Kasmudi, menambahkan, guru non-PNS bisa juga mendapatkan sertifikat pendidik (bersertifikasi). Berdasarkan petunjuk pelaksanaan (juklak) syaratnya khusus guru non-PNS mendapatkan sertifikat pendidik, harus mengajar di sekolah di bawah naungan yayasan.

”Guru garis depan (guru yang tugas di daerah terpencil dan pinggiran) juga langsung mendapatkan sertifikat pendidik dan bisa diajukan untuk TPG. Memang pemerintah sekarang ini memprioritaskan guru yang memiliki sertifikat pendidik,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 11:26:46 +0700
<![CDATA[SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus Teken Kerja Sama dengan Malaysia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129534/sd-muhammadiyah-birrul-walidain-kudus-teken-kerja-sama-dengan-malaysia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/sd-muhammadiyah-birrul-walidain-kudus-teken-kerja-sama-dengan-malaysia_m_129534.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/sd-muhammadiyah-birrul-walidain-kudus-teken-kerja-sama-dengan-malaysia_m_129534.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129534/sd-muhammadiyah-birrul-walidain-kudus-teken-kerja-sama-dengan-malaysia

SD Muhammadiyah Birrul Walidain melakukan gebrakan tinggi. Bahkan, hingga sudah tembus ke luar negeri. Salah satunya melakukan teken kerja sama dengan Malaysia.]]>

KUDUS - SD Muhammadiyah Birrul Walidain melakukan gebrakan tinggi. Bahkan, hingga sudah tembus ke luar negeri. Salah satunya melakukan teken kerja sama dengan pejabat Pendidikan Daerah Kuala Langat, Banting, Selangor, Malaysia.

Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Jamaluddin Kamal, mengatakan, pihaknya kerja sama dengan pihak Malaysia merupakan bentuk prestasi. Selain itu, diharapkan sekolah

dikenal lebih luas.

”Maka harus memperkenalkan dan menjalin relasi seluas-luasnya. Contohnya, berkesempatan menjalin partnership dengan Puan Maimunah binti Mustaffa, yakni pejabat pendidikan daerah Kuala Langat, Banting, Selangor, Malaysia,” terangnya.

Dia berharap, dengan jalinan ikatan serumpun ini dapat meningkatkan kerja sama dalam peningkatan kualitas dan kapasitas pendidikan. Tujuannya agar dapat membangun peradaban dan sumber daya manusia (SDM) yang berguna untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

”Kerja sama ini akan memacu dan memicu untuk terus melaju serta tidak berpuas diri dengan yang sudah diraih. Kami terus semangat berinovasi, berkreasi, dan berkarya yang terbaik untuk generasi Birrul Walidain,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 11:19:16 +0700
<![CDATA[Belajar Bahasa Inggris Asyik dengan Stik Es Krim]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129532/belajar-bahasa-inggris-asyik-dengan-stik-es-krim https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/belajar-bahasa-inggris-asyik-dengan-stik-es-krim_m_129532.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/belajar-bahasa-inggris-asyik-dengan-stik-es-krim_m_129532.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129532/belajar-bahasa-inggris-asyik-dengan-stik-es-krim

MEDIA pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat dipergunakan untuk merangsang, pikiran, perasaan, perhatian, kemampuan, ataupun keterampilan pembelajar.]]>

MEDIA pembelajaran merupakan suatu alat yang dapat dipergunakan untuk merangsang, pikiran, perasaan, perhatian, kemampuan, ataupun keterampilan pembelajar, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar yang baik (https://www.mediapembelajaran.com). Saat ini, banyak sekali media pembelajaran yang dapat kita manfaatkan atau bahkan kita ciptakan sendiri.

Salah satu media belajar sederhana yang dapat kita ciptakan sendiri sebagai alat bantu belajar adalah media yang berasal dari stik es krim. Selain murah, mudah dan tentunya menyenangkan bagi siswa. Media ini sangat tepat digunakan untuk pengajaran materi-materi sederhana kosa kata bahasa Inggris untuk siswa SD atau kelas VII SMP.

Agar lebih menarik, penggunaan media ini biasanya digabungkan dengan permainan gapukan layaknya serial Ipin dan Upin yang sudah banyak dikenal anak. Bermain gapukan berarti bermain dengan menghempaskan satu stik es krim ke stik lainnya. Para pemainnya harus menentukan posisi yang pas, agar stik dapat berbalik posisi sesuai yang diinginkan.

Langkah pertama membuat media ini adalah menyiapkan alat dan bahan. Terdiri dari stik es krim dan spidol. Kedua, tulislah nama kosa kata yang menjadi target materi yang akan dipelajari. Sebagai contoh ketika kita akan mempelajari materi “profession” (pekerjaan). Maka, kita menulis nama-nama profesi pada salah satu sisi stik dan membiarkan kosong di sisi sebaliknya. Dengan dua langkah sederhana itu, stik es krim pun siap dipakai sebagai alat bantu pelajaran.

Mengenai cara penggunaannya mudah. Pertama, guru membagi siswa menjadi kelompok yang terdiri dari lima sampai enam anak. Jangan lebih karena mereka akan bermain dengan posisi melingkar di atas lantai. Kedua, guru memberikan setiap kelompok satu set stik profesi yang akan dimainkan. Ketiga, guru menunjuk perwakilan kelompok menjadi ketua tim (team leader) yang bertugas mengatur jalannya permainan dan membagi stik sama banyak bagi anggotanya. Keempat, Guru memberi aba-aba, menandakan permainan dapat dimulai.

Aturan mainnya, setiap anggota memilih satu stik yang mereka punya untuk dimainkan. Jikakelompok terdiri dari lima anak, berarti stik yang terkumpul dan dimainkan juga berjumlah lima. Anak yang mendapat giliran akan bermain dengan memegang lalu melepaskan stiknya.

Alhasil, akan muncul beberapa stik bertuliskan nama profesi satu atau lebih. Di bagian inilah mereka bermain gapukan. Mereka akan menyatukan kedua telapak tangannya. Lalu menghentakkan ke lantai, sehingga mendorong udara keluar dan menggerakkan stik-stik yang ada di lantai berubah posisi. Jika sisi yang muncul dengan tulisan profesi lebih dari satu, pemain memilih satu yang dianggap paling mudah.

Jika pemain mampu mendeskripsikan nama profesi dengan baik, artinya stik itu menjadi milik mereka. Demikian dan berganti ke pemain berikutnya. Deskripsi profesi yang diberikan dapat mengenai tempat kerja atau pekerjaan yang dilakukan terkait profesi itu. Pemain yang dapat mengumpulkan stik terbanyak berarti menjadi yang terbaik dan pemenang. Menarik bukan?

Media pembelajaran stik ini, tak hanya untuk pengajaran materi terkait dengan profesi, namun dapat dimodifikasi untuk pengajaran bahasa Inggris materi lain. Penggunaan stik es krim sebagai media pembelajaran kiranya akan menciptakan sensasi dan kesan tersendiri bagi siswa.

Media ini dianggap mampu meningkatkan interaksi siswa dalam kegiatan pembelajaran, memudahkan kemampuan mengingat, serta menyenangkan bagi siswa. Yang jelas mereka bermain dan belajar sesuatu.

Semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi semua pembaca. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 11:14:24 +0700
<![CDATA[Pembelajaran Matematika di Era Revolusi Industri 4.0]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129513/pembelajaran-matematika-di-era-revolusi-industri-40 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/pembelajaran-matematika-di-era-revolusi-industri-40_m_129513.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/pembelajaran-matematika-di-era-revolusi-industri-40_m_129513.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129513/pembelajaran-matematika-di-era-revolusi-industri-40

SAAT ini kita hidup di zaman modernisasi. Modernisasi diartikan sebagai perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional menuju modern.]]>

SAAT ini kita hidup di zaman modernisasi. Modernisasi diartikan sebagai perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju masyarakat yang modern.  Transformasi dari keadaan yang kurang maju atau kurang berkembang ke arah yang lebih baik dengan harapan kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik. Di zaman modernisasi seperti  sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi. Hal ini membuat teknologi menjadi kebutuhan dasar setiap orang. Kebutuhan manusia akan teknologi juga didukung dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan teknologi berkembang secara cepat dan terus menerus hingga sekarang. Hal ini dapat dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan penemuan yang sederhana sampai yang modern termasuk di bidang matematika.

Matematika merupakan salah satu pelajaran yang sangat penting, karena sangat dominan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika  diberikan pada siswa mulai dari sekolah dasar dan menengah. Di era revolusi industri 4.0 di mana teknologi informasi dan komunikasi lebih diutamakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran di sekolah juga harus disesuaikan dan dibutuhkan inovasi metode pembelajaran.

            Sudah saatnya guru meninggalkan proses pembelajaran yang cenderung mengutamakan hapalan atau sekadar menemukan satu jawaban benar dari soal. Metode pembelajaran harus mulai beralih menjadi proses pemikiran yang visioner, termasuk mengasah kemampuan cara berpikir kreatif dan inovatif. Hal ini diperlukan untuk menghadapi perubahan dimana pembelajaran matematika di era revolusi industri 3.0 masih didominasi alat peraga sedangkan di era revolusi industri 4.0 lebih pada pemanfaatan aplikasi perangkat lunak. Oleh sebab itu untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 pembelajaran matematika harus menggabungkan antara pembelajaran konvensional dan pembelajaran online.

            Pembelajaran konvensional yang paling efektif saat ini adalah secara langsung melalui  tatap muka. Pembelajaran tatap muka biasa dilakukan oleh guru dengan siswa di dalam kelas melalui interaksi secara langsung. Pembelajaran ini memiliki keterbatasan dalam hal ruang dan waktu dimana pelajaran matematika di SMP dalam satu minggu hanya 5 jam pelajaran, satu jam pelajaran 40 menit ini dianggap kurang.

Untuk mengatasi kondisi ini selain melalui tatap muka, pembelajaran dapat dilakukan secara jarak jauh atau online. Tujuannya untuk mengantisipasi keterbatasan ruang dan waktu. Melalui media online, guru dan siswa dapat melakukan interaksi tanpa batas bisa dilakukan setiap saat. Pembelajaran tatap muka dan jarak jauh melalui daring (online) dapat diintegrasikan sehingga menghasilkan pembelajaran yang lengkap.

Pembelajaran seperti ini menjadi tuntutan pelaksanaan kurikulum 2013 yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Guru diharapkan tidak hanya melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung di kelas tetapi bisa juga diintegrasikan dengan pembelajaran online. Sedangkan interaksi melalui media online seperti website atau aplikasi. Jenis website yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran bisa berupa blog. Guru dapat memanfaatkan blog atau website gratis yang disediakan oleh Wordpress.com, blogger.com, blog.com dan webs.com, nanti blog dijadikan sarana untuk menyampaikan ke siswa yg berupa materi, diktat, media dan lembar kerja yang dapat didownlod oleh siswa untuk dikerjakan mandiri atau kelompok. Selain itu juga, bisa menggunakan media sosial atau aplikasi chat seperti WhatsApp dan dibuatkan grup yang beranggotan siswa dalam satu kelas. Setelah kegiatan belajar mengajar selesai diadakan evaluasi atau penilaian, bisa menggunakan aplikasi ujian online seperti UNBK dan Microsoft Office 365 sebagai upaya pemanfaatan teknologi dan informasi. Penggabungan pembelajaran tatap muka dan online dikenal dengan blended learning. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 09:15:59 +0700
<![CDATA[Efektivitas Outdoor Study Mapel IPS]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129512/efektivitas-outdoor-study-mapel-ips https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/efektivitas-outdoor-study-mapel-ips_m_129512.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/efektivitas-outdoor-study-mapel-ips_m_129512.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129512/efektivitas-outdoor-study-mapel-ips

PENDIDIKAN menjadi hak setiap warga negara, dengan pelaksanaan yang optimal maka pencapaian target tentunya dapat diraih dengan maksimal.]]>

PENDIDIKAN menjadi hak setiap warga negara, dengan pelaksanaan yang optimal maka pencapaian target tentunya dapat diraih dengan maksimal. Salah satu komponen yang harus dibenahi untuk meraih target maksimal tersebut adalah perbaikan proses pada aspek operasional di sekolah yaitu proses pembelajaran di kelas, karena belajar merupakan tindakan yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia, dan juga merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang paling penting dalam upaya mempertahankan hidup dan mengembangkan diri. Hal itu terjadi karena didorong kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai dalam suatu proses sistemik yang dinamis, konstruktif dan organik. Dalam dunia pendidikan belajar merupakan aktifitas pokok yang dilakukan antara guru dengan siswa.

Proses pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik, tentunya perlu skenario pembelajaran yang dikemas dengan tahapan tahapan yang mampu merangsang keaktifan peserta didik didalam usaha mencapai kompetensi yang harus dikuasai, berupa pemahaman terhadap kondisi lingkungan peserta didik. Konsep sumber bahan ajar dari lingkungan diartikan dalam pemahaman menarik kegiatan pembelajaran di dalam kelas (indoor) menjadi ke luar kelas (outdoor)dengan memanfaatkan sumber bahan ajar yang ada di lingkungan, kemudian peserta didik melakukan observasi secara langsung. Ada beberapa tahap yang perlu dilakukan dalam proses pembelajaran di luar kelas. Setiap tahap memiliki fungsi dan tujuan berbeda. Secara umum, tahapan tersebut adalah: a) Ice Breaking, b) Materi/Antusiasme, c) Evaluasi, d) Sharing. Hal yang sangat urgen ketika seorang pendidik mengajar di luar kelas. Yang mana hal ini harus diperhatikan oleh pendidik. Di antarannya yang perlu diperhatikan bahwa pendidik ketika mengajar di luar kelas harus mampu menjadi fasilitator, teman belajar, pelatih, dan yang sangat urgen menjadi motivator.

Dengan metode belajar outdoor study diharapkan akan mampu mempermudah proses penguasaan terhadap kompetensi yang akan dikuasai, karena aktifitas peserta didik langsung melakukan observasi di lapangan. Metode semacam ini akan memberikan tantangan supaya peserta didik semakin termotivasi dalam melakukan proses pembelajaran. Kegiatan ini sekaligus berbasis proyek yang hasil akhirnya peserta didik mampu menghasilkan suatu karya selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran outdoor study ini sudah dilakukan di sekolah kami sudah sejak lama, khususnya pembelajaran dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial,  pada pembelajaran materi kelas tujuh, karena materi kelas tujuh banyak yang anak anak belum mengerti atau faham, sehingga kami terdorong untuk melakukan pembelajaran dengan metode outdoor study dari rasa keingintahuan  anak yang tinggi mengenai materi yang kami sampaikan. Dengan adanya pembelajaran outdoor study mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, mereka begitu bebas menikmati sehingga timbullah inspirasi untuk menanya. Anak anak begitu semangatnya dalam pembelajaran tersebut, sehingga guru yang mengajar juga semangat karena keaktifan siswa yang begitu hebat. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 09:09:26 +0700
<![CDATA[UNBK SMA di Rembang Sempat Tertunda Dua Jam karena Masalah Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129334/unbk-sma-di-rembang-sempat-tertunda-dua-jam-karena-masalah-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/unbk-sma-di-rembang-sempat-tertunda-dua-jam-karena-masalah-ini_m_129334.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/unbk-sma-di-rembang-sempat-tertunda-dua-jam-karena-masalah-ini_m_129334.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129334/unbk-sma-di-rembang-sempat-tertunda-dua-jam-karena-masalah-ini

Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA memasuki hari kedua kemarin. Di Kabupaten Rembang pelaksanaan berjalan lancar.]]>

REMBANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA memasuki hari kedua kemarin. Di Kabupaten Rembang pelaksanaan berjalan lancar. Namun, pelaksanaan ujian di hari pertama sempat ada sekolah yang mengalami delay dua jam.

Ujian yang sempat tertunda dua jam itu, terjadi di SMAN 2 Rembang. Kejadiannya saat sesi ketiga dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Satu ruang mengalami gangguan server dari pusat. Alhasil, para siswa memulai baru pada pukul 16.00. Kemudian selesai pukul 18.00.

Kepala SMAN 2 Rembang Sumarno mengatakan, di sesi ketiga satu kelas (di ruang 2) mengalami masalah server. Sehingga terjadi penundaan pelaksanaan UNBK.

Akibat gangguan ini, para siswa menunggu sampai dua jam. Peserta UNBK diberikan waktu sama mengerjakan hingga sesi empat. Praktis, para siswa maupun pengawas pulang hingga menjelang maghrib.

Dia menjelaskan, permasalahan muncul saat daftar nama peserta ujian yang salah memasukan. Harusnya menggunakan server ruang 2, namun saat pelaksanaan masuk di ruang 1. ”Setelah ruang 1 dibetulkan, di ruang 2 otomatis dihapus. Namun satu ruang sempat tidak bisa terkoneksi,” terangnya.

Menurutnya, kejadian semacam ini juga sempat dialami sekolah lain. Informasi yang dia terima, kondisi serupa terjadi di SMAN Sulang. Hanya, gangguan yang dialami tidak berlangsung lama seperti di sekolahnya.

Sementara pelaksanaan UNBK di hari kedua kemarin berlangsung lancar. Peserta ujian yang berjumlah 345 siswa hadir. Pelaksanaannya juga tidak mengalami gangguan.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Rembang Djupri menginformasikan, di hari kedua pelaksanaan UNBK peserta yang absen mengikuti ujian masih tetap nihil. Di Kota Garam total peserta yang mengikuti UNBK 2.729 siswa.

”Hari kedua UNBK semua berjalan lancar. Tidak ditemukan kendala listrik padam atau gangguan jaringan PLN. Begitupun jaringan internet tidak ditemukan trouble,” katanya.

Djupri mengatakan, hari kedua para siswa mengerjakan mata pelajaran (mapel) matematika. Jumlah soal yang dikerjakan lebih sedikit. Hanya 40 soal.

Terkait tingkat kesulitan soal yang dikerjakan, hingga hari kedua pihaknya belum mendapatkan curhatan dari para siswa. Tetapi secara keseluruhan peserta merasa enjoy. Termasuk di hari pertama soal bahasa Indonesia, mereka optimistis dapat mengerjakan. ”Kalau komentar hari kedua saya belum mengetahui. Tetapi siswa justru lebih fresh,” imbuhnya.

Berbeda dengan di Rembang yang nihil peserta absen, di Blora lima orang siswa resmi tak mengikuti UNBK. Sebab, mereka sudah megundurkan diri dari masing-masing sekolahnya. Mereka Feri Kristiyani asal SMA Katolik Wijayakusuma, Ajeng Febrianita Sudandang (SMA Negeri 1 Blora), Dwi Yulianto (SMA Muhammadiyah 5 Todanan), Agus Ferianto (MA Miftahul Amal), dan Agus Munir Cahyono (MA Darul Muna).

Ketua MKKS SMA se-Kabupaten Blora Sudarmanto, menjelaskan, lima orang siswa tersebut berasal dari dua madrasah aliyah (MA) berbeda dan tiga SMA berbeda. ”Sempat terjadi listrik padam selama 23 menit. Namun bisa teratasi dengan adanya genset,” terangnya.

Menurutnya, lima siswa yang megundurkan diri tersebut secara otomatis dicoret dari daftar nominasi tetap (DNT) peserta UNBK. ”Mereka memang mengundurkan diri,” ujarnya.

 Sudarmanto menambahkan, UNBK SMA dan MA yang diselenggarakan tahun ini merupakan pengalaman tahun ke tiga. ”Sekolah sudah berpengalaman. Jadi, tak ada kendala yang berarti,” jelasnya.

UNBK di Kota Sate sendiri diikuti 3.117 siswa. Mereka berasal dari delapan SMA negeri dan 16 SMA swasta. Selain itu, juga 1.013 siswa MA dari satu MA negeri dan 13 MA swasta.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 10:42:52 +0700
<![CDATA[Tahun Ini Lima SMK di Kudus Gelar USBN Berbasis Komputer Perdana]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129333/tahun-ini-lima-smk-di-kudus-gelar-usbn-berbasis-komputer-perdana https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/tahun-ini-lima-smk-di-kudus-gelar-usbn-berbasis-komputer-perdana_m_129333.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/tahun-ini-lima-smk-di-kudus-gelar-usbn-berbasis-komputer-perdana_m_129333.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129333/tahun-ini-lima-smk-di-kudus-gelar-usbn-berbasis-komputer-perdana

Selesai melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMK, para siswa melanjutkan dengan mengerjakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN).]]>

KUDUS - Selesai melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMK, para siswa melanjutkan dengan mengerjakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Namun, ada yang berbeda. Dari 29 SMK negeri dan swasta di Kudus, hanya lima sekolah yang mulai melaksanakan menggunakan komputer.

Sekolah tersebut, SMK Muhammadiyah Ponpes Jekulo, SMK Muhammadiyah Kudus, SMK NU Ma’arif 2, SMK Mamba’ul Falah, dan SMK Duta Karya Kudus.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III Sunoto menyampaikan, SMK yang sudah melaksanakan USBN berbasis komputer tersebut, telah siap dengan sarana dan prasarana serta perlengkapan lain. Sebelumnya, sekolah tersebut telah menyatakan siap ketika ada pilihan ujian menggunakan kertas atau komputer.

”Kesiapan ini sudah lama. Ini merupakan USBN berbasis komputer kali pertama bagi SMK,” ungkapnya.

Menurutnya, USBN berbasis komputer memiliki banyak kelebihan dibandingkan USBN berbasis kertas. Keuanggulannya hemat jumlah ruangan, karena menggunakan laboratorium komputer yang bisa diisi lebih dari 20 siswa; hemat jumlah pengawas; hemat kertas; lebih jujur dan tertib karena siswa bekerja mandiri; tidak bisa mencontek; serta tidak dibutuhkan koreksi manual, karena hasil sudah diproses sistem komputer.

”Dengan keunggulan-keunggulan tersebut, sebenarnya ujian berbasis komputer lebih menguntungkan,” terangnya.

Pada USBN tahun depan, Sunoto berharap semua sekolah, baik SMK dan SMA bisa melaksanakan USBN berbasis komputer. Persiapan bisa dilakukan mulai sekarang agar pada saatnya, seluruh sekolah tinggal mengikuti proses pelaksanaan.

”Kalau dasarnya, kami rasa sudah siap karena mereka sudah melaksanakan UNBK lebih dahulu dan menyeluruh. Bahkan sebelum SMA,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah Ponpes Jekulo Salim menyampaikan, sekolah baru kali pertama melaksanakan USBN berbasis komputer. Pada USBN kali ini, ada 81 siswa yang mengikuti dengan tiga laboratorium komputer yang digunakan. Siswa dibagi dua sesi setiap hari, karena ada dua mata pelajaran (mapel) yang diujikan.

”Siswa kami sudah siap. Laboratorium juga cukup, sehingga USBN kali ini dirancang dengan berbasis komputer. Alhamdulillah berjalan lancar,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 10:34:02 +0700
<![CDATA[Memilih Jurusan Bahasa, Mengapa Tidak?]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129324/memilih-jurusan-bahasa-mengapa-tidak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/memilih-jurusan-bahasa-mengapa-tidak_m_129324.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/memilih-jurusan-bahasa-mengapa-tidak_m_129324.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129324/memilih-jurusan-bahasa-mengapa-tidak

STRUKTUR kurikulum sekolah menengah atas (SMA) terdiri atas kelompok mata pelajaran wajib. Yaitu kelompok A, kelompok B dan Kelompok mata pelajaran C.]]>

STRUKTUR kurikulum sekolah menengah atas (SMA) terdiri atas kelompok mata pelajaran wajib. Yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok mata pelajaran C yaitu pilihan kelompok peminatan terdiri atas matematika dan ilmu alam, ilmu-ilmu sosial, dan Ilmu-ilmu bahasa dan budaya.

Jurusan IPA mempelajari mengenai gejala-gejala alam. Ruang lingkup IPA yaitu makhluk hidup, energi, dan perubahannya, bumi dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. IPA terdiri dari empat aspek yaitu matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Jurusan IPS merupakan suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan mempelajari manusia sebagai anggota masyarakat, geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi, dan pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sosial.

Jurusan IBB merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan ilmu kebahasaan baik dari segi bentuk bahasa, unsur bahasa, dan sampai budaya terbentuknya sebuah bahasa. IBB terdiri dari sejumlah mata pelajaran yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa asing lain (tergantung ketersediaan tenaga guru) dan antropologi.

Dari ketiga jurusan tersebut yang paling diminati oleh calon peserta didik jurusan IPA. Baru kemudian jurusan IPS. Terakhir adalah jurusan IBB (bahasa). Banyak orang tua menginginkan anaknya untuk memilih jurusan IPA. Tidak sedikit orang tua marah bahkan kecewa ketika anaknya memilih jurusan selain jurusan IPA.

Jurusan bahasa terkadang dipandang sebelah mata. Bahkan jurusan bahasa cenderung mendapat stigma buruk. Mereka menganggap jurusan bahasa adalah jurusan tempat berlabuhnya anak yang merasa tidak beruntung di ilmu eksak maupun sosial.

Seakan-akan jurusan bahasa adalah pilihan terakhir. Bahkan pemerintah sendiri terkesan tidak memberikan ruang gerak yang luas bagi lulusan jurusan bahasa. Hal ini terbukti dari sedikitnya perguruan tinggi yang menerima calon mahasiswa dari SMA jurusan bahasa. Lembaga pemerintah pun kadang membatasi jurusan bahasa dalam perekrutan pegawai baru.

Terlepas dari semua itu, jurusan bahasa yang didiskriminasikan ternyata banyak keuntungan dan kelebihan yang tidak diketahui oleh orang awam. Kelebihan jurusan bahasa antara lain, pertama anak jurusan bahasa pandai berfilosofi, Anak Bahasa diajarkan tentang filosofi dan sastra. Jadi mereka pasti lebih paham tentang makna hidup ini.

Kedua, anak bahasa itu puitis. Jadi bila ingin mengutarakan maksudnya bisa jadi diutarakan dengan bahasa yang puitis. Ketiga, anak bahasa jelas pandai berkomunikasi. Karena anak bahasa diajarkan untuk membuat karya tulis. Anak bahasa bisa mengkomunikasikan karyanya dengan baik di depan orang lain. Mereka tidak malu dan tidak canggung untuk mengutarakan apa yang mereka pikirkan.

Keempat, anak bahasa pandai berorganisasi, karena anak bahasa pandai berkomunikasi jelas mereka pandai berorganisasi. Kelima, anak bahasa cenderung berpikir kritis. Mereka dituntut untuk menganalisa sebuah karya tulis maupun seni. Jadi, sudah pasti mereka ini lebih bisa berpikiran kritis daripada yang lain. Masalah sepelik apapun, anak Bahasa bisa menyelesaikannya dengan tenang.

Keenam, anak bahasa tidak hanya bisa menangkap makna tersirat, tetapi juga tersurat. Mereka terbiasa menentukan makna tersurat dari karya-karya sartra. Ketujuh, anak bahasa terkenal anak yang berani mengungkapkan ide-ide, dalam bidang kesusastraan maupun ilmiah.

Fakta lain yang terungkap dari anak jurusan bahasa adalah, mulai saat ini banyak anak bahasa diterima diperguruan tinggi negeri dengan jurusan yang tidak kalah favoritnya dengan anak IPA atau IPS. Ada sebagian yang diterima di jurusan hubungan internasioanal. Jurusan ilmu pemerintahan,dan tentu saja jurusan-jurusan sastra baik sastra Jawa, sastra Inggris, Indonesia, Perancis, bahkan sastra Jerman. Jadi, apa yang diragukan lagi dari jurusan bahasa? Tentu saja niat, tekad dan kemantapan yang kuat untuk menentukan pilihan jurusan bahasa di SMA. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 09:23:56 +0700
<![CDATA[Mengasah EQ dalam Pembelajaran Matematika SMP]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129320/mengasah-eq-dalam-pembelajaran-matematika-smp https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/mengasah-eq-dalam-pembelajaran-matematika-smp_m_129320.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/mengasah-eq-dalam-pembelajaran-matematika-smp_m_129320.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129320/mengasah-eq-dalam-pembelajaran-matematika-smp

BAGI kebanyakan siswa matematika pelajaran yang kurang diminati. Lantaran sulit dipahami dan banyak rumusnya. Wajar, karakteristik matematika bersifat abstrak.]]>

BAGI kebanyakan siswa matematika pelajaran yang kurang diminati. Lantaran sulit dipahami dan banyak rumusnya. Hal tersebut wajar karena karakteristik matematika bersifat abstrak. Komponen bahasa matematika banyak diwujudkan dalam simbol–simbol dan rumus.

Menurut. Prof. Dr. Hamzah B.Uno, M.Pd. (2011:130) belajar matematika merupakan aktivitas berpikir untuk dapat memahami arti dan hubungan simbol-simbol yang ada. Kemudian menerapkannya dalam situasi nyata untuk memecahkan masalah sehari-hari.

Karakteristik matematika yang bersifat abstrak menuntut kemampuan penalaran dalam mempelajarinya. Dengan kemampuan menalar yang dimiliki diharapkan siswa bisa membentuk pengetahuan matematikanya. Siswa harus berperan aktif dalam pembelajaran matematika agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Sesuai dengan penalarannya sendiri. Daya nalar siswa akan berkembang dengan baik apabila siswa memiliki Kecerdasan Intelektual (IQ) yang cukup memadai. Kecerdasan Intelektual merupakan kemampuan otak seseorang untuk menerima informasi, menganalisis dan mengolahnya menjadi fakta. Sehingga untuk belajar matematika diperlukan IQ yang baik.

Faktanya, masih ada kelas yang rata-rata kecerdasan intelektualnya kurang. Motivasi belajarnya rendah. Bahkan malas untuk berpikir yang akhirnya berdampak pada capaian nilai matematika yang rendah. Di kondisi yang demikian, maka yang dapat kita lakukan sebagai seorang pendidik berupaya agar siswa tetap dapat belajar matematika dengan baik. Salah satunya dengan mengembangkan kecerdasan-kecerdasan lainnya yang dimiliki oleh siswa misalnya Kecerdasan Emosional (EQ)  dan Kecerdasan Spiritual  (SQ).

Menurut Dr. Anas Salahudin, M.Pd. dan Irwanto Alkrienciehie, S.Ag. ( 2017: 258), Kecerdasan Spiritual (SQ) merupakan kemampuan untuk mengerti dan memberi makna pada apa yang dihadapi dalam kehidupan. Sedangkan Kecerdasan Emosional (EQ) merupakan kemampuan mengenal perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain.

Kecerdasan Emosional (EQ) berkaitan dengan kecakapan mengelola perasaan atau kondisi hati. Apabila siswa berada pada suasana belajar yang nyaman dan hati mereka tenang, siswa akan dapat berpikir dengan baik  sehingga dapat  mengambil keputusan dengan lebih tepat dalam menyelesaikan masalah atau soal-soal yang ada.

Siswa di tingkat SMP masih membutuhkan banyak bimbingan karena dipandang dewasa tetapi belum bisa berpikir seperti orang dewasa. Dipandang anak-anak, mereka sudah beranjak remaja. Mereka masih banyak memerlukan banyak bimbingan guru dalam mengembangkan potensi yang dimiliki termasuk dalam mengasah Kecerdasan Emosinya. Pada pembelajaran matematika di SMP, EQ siswa dapat kita asah dengan beberapa cara. Pertama, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Awali kegiatan belajar dengan mengaitkan materi yang dipelajari dengan manfaatnya di kehidupan sehari-hari sehingga ada perasaan penting mempelajarinya. Kedua, tawarkan permasalahan dari yang sederhana dulu sehingga siswa nyaman, tidak kesulitan dan tidak takut. Ketiga, sisipkan untuk memotivasi siswa bahwa belajar matematika memerlukan proses, jangan takut salah, sehingga akan tumbuh rasa percaya diri dan  mampu bangkit dari kegagalan yang dihadapi. Keempat, menanamkan rasa hormat pada orang lain, kerjasama dan menghargai, dengan membuat kelompok-kelompok kecil dalam pembelajaran. Kelima, menghubungkan perasaan dengan pikiran sehingga daya nalarnya semakin berkembang.

Jika EQ terasah dengan baik, daya nalar siswa semakin berkembang diharapkan siswa dapat menyelesaikan permasalahan matematika dengan baik pula. Tidak hanya cukup memiliki IQ untuk dapat meraih sukses dalam belajar matematika, tetapi diperlukan juga EQ agar siswa tidak mudah menyerah, dan mempunyai motivasi belajar untuk meraih prestasi  terbaik sesuai kemampuan yang dimilikinya. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 09:12:00 +0700
<![CDATA[Mnemonik dalam Trigonometri]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129170/mnemonik-dalam-trigonometri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/mnemonik-dalam-trigonometri_m_129170.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/mnemonik-dalam-trigonometri_m_129170.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129170/mnemonik-dalam-trigonometri

PERNAH mendengar ungkapan ‘Pipolondo’? Ya, bagi sebagian warga mungkin asing. Namun sebagian lagi mungkin sudah tidak asing mendengar kata tersebut.]]>

PERNAH mendengar ungkapan ‘Pipolondo’? Ya, bagi  sebagian warga mungkin asing. Namun sebagian lagi mungkin sudah tidak asing mendengar kata tersebut. Kata ‘Pipolondo’ digunakan untuk mengajarkan operasi aljabar dalam matematika, singkatan dari ping untuk perkalian, poro untuk pembagian, lon atau lan untuk penjumlahan, dan do atau sudo untuk pembagian. Hal ini bermakna bahwa dalam operasi hitung matematika, perkalian dan pembagian sebelum penjumlahan dan pengurangan.

Teknik membuat singkatan atau mengambil beberapa huruf dari kata kemudian dirangkai menjadi suatu kalimat yang lebih menarik merupakan bagian dari Teknik Mnemonic. Istilah ini dalam kehidupan sehari-hari biasa disebut dengan ungkapan jembatan keledai.

Yeni Ikawati (2017: 98) dalam bukunya yang berjudul “Membaca Secepat Kilat, Mengingat Setajam Pedang” mengungkapkan bahwa Mnemonic atau Mnemonik adalah strategi mengingat yang mengaitkan informasi dengan erat kepada imajinasi dan penggambaran. Strategi ini membantu mengingat dengan menggunakan segala bentuk visualisasi seperti gambar konkrit, bagan, diagram, media realia, atau bahkan imajinasi. Teknik ini erat kaitannya dengan ingatan.

Dalam proses pembelajaran, peran memori sangat penting. Instruksi dalam strategi mnemonik mengacu pada strategi belajar untuk mengingat materi dalam memori. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam pembelajaran tidak semua peserta didik mampu memahami materi. Sebagian lebih menyukai menghafal daripada memahami, sehingga teknik ini cocok untuk peserta didik yang senang dengan hafalan, bukan pemahaman. Meski mempunyai kelemahan, menghafal dengan mnemonik membantu guru menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.

Cara menghafal menggunakan mnemonik mempunyai beberapa teknik, diantaranya menggunakan akronim dan akrostik. Akronim merupakan hal umum yang sudah diterapkan di sekitar kita, misalnya akronim SIM sebagai kepanjangan dari Surat Izin Mengemudi (SIM), Jabotabek sebagai kepanjangan dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan lain-lain.

Teknik yang ke dua adalah akrostik, teknik  ini mengambil beberapa huruf pertama dalam kata kemudian dirangkai menjadi untaian kata-kata yang menarik. Asmarani (2013) menerangkan bahwa teknik akrostik sering disebut sebagai metode kalimat (https://lib.unnes.ac.id/18880/1/3101407003.pdf).

Misalnya semboyan Grobogan Bersemi, ini merupakan gabungan dari kata Bersih, Sehat, Mantap, dan Indah. Dalam pelajaran Kimia, menghafal nama-nama unsur kimia dalam tabel periodik akan lebih mudah jika dibuat kalimat, misalnya untuk golongan IIA kita susun menjadi ”Bemo Mogok Cari Serep Ban Radial”, merupakan singkatan dari unsur Be, Mg, Cr, Sr, Ba, dan Ra.

Mnemonik dalam matematika dapat diterapkan dalam menyampaikan materi Trigonometri. Sebagian peserta didik khususnya kelas yang diampu penulis selaku guru di SMKN 1 Purwodadi mengalami kesulitan untuk memahami materi dan mengingat rumus-rumus yang digunakan. Oleh karena itu penulis menerapkan teknik mnemonik untuk membantu memudahkan peserta didik dalam mengingat rumus-rumus trigonometri. Misalnya membuat ungkapan untuk menghafal rumus perbandingan trigonometri dengan  ‘sindemi cosami tandes’, yang berarti rumus sinus adalah sisi depan dibagi sisi miring. Rumus cosinus adalah sisi samping dibagi sisi miring, dan rumus tangen adalah sisi depan dibagi sisi samping.

Dalam menentukan relasi sudut-sudut dalam trigonometri dibagi dalam 4 kuadran. Guru dapat menggunakan kalimat “Semua Sindikat Tangan Kosong”, yang berarti semua perbandingan trigonometri di Kuadran I bernilai positif, di kuadran II yang bernilai positif adalah Sinus dan Cosecan, di kuadran III Tangen dan Cotangen, di Kuadran IV Cosinus, dan Secan.  Rumus jumlah dan selisih dua sudut juga dapat disusun menjadi ungkapan yang menarik agar lebih mudah diingat.

Mnemonik dapat disusun oleh guru, atau peserta didik sebagai tugas proyek. Apabila disusun oleh peserta didik, dapat menguji kreativitas dan meningkatkan antusias dalam belajar. Dengan mnemonik, peserta didik mendapat lebih banyak kesempatan untuk berimajinasi dan berasosiasi, serta membantu mengoptimalkan daya ingat. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 14:27:50 +0700
<![CDATA[Kreatif, SMPN 6 Purwodadi Sulap Ribu Botol Bekas Jadi Kerajinan Tangan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129169/kreatif-smpn-6-purwodadi-sulap-ribu-botol-bekas-jadi-kerajinan-tangan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/kreatif-smpn-6-purwodadi-sulap-ribu-botol-bekas-jadi-kerajinan-tangan_m_129169.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/kreatif-smpn-6-purwodadi-sulap-ribu-botol-bekas-jadi-kerajinan-tangan_m_129169.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129169/kreatif-smpn-6-purwodadi-sulap-ribu-botol-bekas-jadi-kerajinan-tangan

SMPN 6 Purwodadi menjadi sekolah pertama di wilayah Kota Purwodadi yang membentuk program bank sampah di lingkungan sekolah pada Sabtu (30/3) lalu.]]>

PURWODADI SMPN 6 Purwodadi menjadi sekolah pertama di wilayah Kota Purwodadi yang membentuk program bank sampah di lingkungan sekolah pada Sabtu (30/3) lalu. Sekolah tersebut melaksanakan launching bank sampah dengan mengumpulkan 10 ribu botol bekas hasil pengumpulan siswa selama sebulan.

Kepala SMPN 6 Purwodadi Sudi Winoto mengungkapkan, motivasinya membentuk bank sampah berawal dari tak adanya kesadaran membuang sampah di sekolahnya. Ia pun mulai  tergerak membuat gerakan menabung sampah yang diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mengelola sampah oleh seluruh warga sekolah.

”Ini ide agar anak-anak lebih kreatif. Selain sampah plastik dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, juga akan didaur ulang. Kami sudah siapkan dua alat dari Semarang untuk mendaur ulang,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam sepekan per siswa dibebankan minimal mengumpulkan 10 sampah botol yang didapat dari jalanan. Setelah satu bulan, sampah yang sudah terkumpul di setiap kelas dijadikan satu untuk dilelang dan sebagian didaur ulang.

Sedangkan hasil lelang, 50 persen uang akan diserahkan ke anak, kemudian 10 persen untuk pengelola, 10 persen untuk membantu siswa yang tak mampu dan sisanya untuk operasional dan kas kelas. Pihaknya juga bekerjasama dengan BKK untuk membantu pengelolaan keuangan.

Setelah pengumpulan sampah botol, pekan depan siswa diminta mulai mengumpulkan sampah kardus dan kertas. Sehingga Reuse, Reduece dan Recycle (3R) juga bisa dimanfaatkan.

Direktur bank sampah SMPN 6 Purwodadi Pingkan Amelia, yang juga siswa kelas VIII menambahkan, selama terbentuknya bank sampah di sekolah ini akan dikelola 25 siswa. Mereka menjadi pengurus inti, dimana setiap kelas memiliki satu wakil pengurus.

”Peran mereka sudah ditentukan, ada yang sebagai penerima uang dan pengumpulan. Kemudian ada yang input ke buku yang telah dibuatkan bank mitra,” ungkapnya.

Melalui gerakan tersebut, ia berharap selain bernilai ekonomis juga mempunyai manfaat sebagai sarana edukasi untuknya dan seluruh siswa. Sehingga bisa menumbuhkan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, interaksi sosial, dan kebersamaan. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 14:20:24 +0700
<![CDATA[Sewa Genset Delapan Hari, Masih Ditemukan Sekolah Menginduk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129118/sewa-genset-delapan-hari-masih-ditemukan-sekolah-menginduk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/sewa-genset-delapan-hari-masih-ditemukan-sekolah-menginduk_m_129118.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/sewa-genset-delapan-hari-masih-ditemukan-sekolah-menginduk_m_129118.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129118/sewa-genset-delapan-hari-masih-ditemukan-sekolah-menginduk

Hari pertama pelakasanan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA berlangsung lancar. Server dan token bisa keluar sesuai rencana.]]>

KUDUS – Hari pertama pelakasanan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA berlangsung lancar. Server dan token bisa keluar sesuai rencana. Namun, kali pertama dimulainya UNBKada 10 siswa yang tidak masuk. Data itu tercatat hingga pukul 16.00 kemarin.

Kendala lainnya, UNBK terjeda hari libur. Juga tidak bisa dilakukan pada Jumat dan Sabtu. Akibatnya UNBK seharusnya hanya empat hari. Terjeda beberapa hari. Jedanya menjadikan delapan hari. Sekolah harus merogoh kocek dalam sewa genset. Lantaran budget untuk sewa genset bertambah.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Jepara masih ditemukan dua sekolah yang penyelenggaraan UNBK-nya menginduk dengan sekolah lainnya.

Dua sekolah di Jepara yang masih menginduk yaitu SMA Muhammadiyah Jepara dan SMA Islam Al Hikmah Mayong. Untuk SMA Muhammadiyah Jepara bergabung dengan SMA Muhammadiyah Bangsri. Sementara untuk SMA Islam Al Hikmah Mayong melaksanakan UNBK di SMK Islam Al Hikmah Mayong.

Ketua Musyarawah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMA Kudus Sri Haryoko menyampaikan, siswa yang tak mengikuti UNBK terdiri dari lima siswa SMA dan lima siswa untuk MA. Rinciannya satu siswa meninggal dunia. Dia dari MA NU Al Hidayah. Satu siswa tanpa keterangan. Sisanya mengundurkan diri.

”Kami kurang tahu alasan kenapa mereka (siswa absen UNBK) mengundurkan diri. Karena tidak dilengkapi keterangan detail. Absen tersebut per hari ini (kemarin, Red) sampai sesi ketiga atau pukul 16.00. Secara keseluran pelaksanaan berjalan lancar,” tandasnya.

Sementara itu pelaksanaan UNBK di SMA PGRI 1 Mejobo, sebanyak 45 siswa mengikuti ujian. Menurut kepala SMA tersebut Bambang Sugiarto UNBK tahun ini pelaksanaannya terputus-putus. Karena tanggal merah yakni Rabu (3/4). Kemudian Jumat tidak memungkinkan melaksanakan ujian karena terpotong ada salat Jumat. Sabtu libur.  Kondisi itu, lanjutnya, selesai UNBK tahun ini cukup panjang. Yaitu sampai Senin (8/4). Justru ini terkendala pada persewaan genset. Pada awalnya persewaannya minta dibayar delapan hari full meski hanya terpakai empat hari dan per hari sewanya Rp 500 ribu. ”Jadi merasa keberatan,” jelasnya.

Dirinya kemudian cari persewaan lainnya. Akhirnya dapat sehari Rp 300 ribu. Juga mau dibayar hanya empat hari. Namun kapasitasnya kecil, tapi masih cukup untuk mengangkat listrik di sekolah.

Dia menambahkan tidak ada kendala apapun termasuk token lancar. Bambang mengatakan pelaksanaan UNBK dibagi dua sesi. Untuk sesi pertama diikuti sebanyak 22 siswa dan sesi kedua diikuti 23 siswa. Dan yang perlu diwaspadai dalam pelaksanaan UNBK ini kendala listrik.

”Meski sudah disiapkan genset, namun listrik yang tiba-tiba padam tentunya akan sangat menyusahkan. Risiko genset ngadat dan sebagainya. Dari informasi grup MKKS, tidak ada keluhan apapun ataupun informasi terkait kendala dalam UNBK,” imbuhnya.

Seluruh SMA baik negeri dan swasta di Kudus sudah melaksanakan UNBK mandiri. Jumlah peserta UNBK tingkat SMA/MA di Kudus ini diikuti 7.823 siswa dari 17 SMA dan 36 MA.

 Di Jepara, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Jepara Udik Agus Dwi Wahyudi mengatakan, di Kabupaten Jepara total ada 22 SMA yang melaksanakan UNBK. Dari jumlah itu, 10 di antaranya sekolah negeri dan 12 sekolah swasta. ”Tahun ini semuanya UNBK. Sudah tiga tahun terakhir,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Udik melanjutkan, untuk sekolah yang masih bergabung dengan sekolah lain jumlahnya hanya dua. ”Sarana dan prasarana nya belum siap,” ungkapnya.

Mengenai jarak penggabungan yang cukup jauh, misal SMA Muhammadiyah Jepara yang harus bergabung dengan SMA Muhammadiyah Bangsri, dia menyatakan, tidak mengalami kendala. ”Ada di satu naungan yayasan Muhammadiyah. Selain itu jumlah siswanya juga tidak terlalu banyak jadi tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Udik melanjutkan, jumlah sekolah yang bergabung dengan sekolah lain pada tahun ini berkurang dibanding tahun lalu. Secara teknis, SMA di Jepara sudah siap melaksanakan UNBK. Jaringan internet dan komputer sudah tidak lagi menjadi kendala. Sebagian besar, tiap sekolah sudah memiliki mesin generator untuk antisipasi jika sewaktu-waktu listrik PLN padam.

Udik yang juga merupakan Kepala SMA Negeri 1 Jepara menyampaikan, di SMA Negeri 1 Jepara jumlah peserta ujiannya mencapai 410 siswa. Pelaksanaan ujian menggunakan empat ruangan dengan tiga sesi untuk masing-masing ruangan.

UNBK hari pertama, dikatakan Udik, berjalan lancar. Tak ada kendala server ataupun yang lainnya. ”Seluruh siswa kami juga masuk. Tidak ada yang izin,” terangnya.

Udik menambahkan, pelaksanaan UNBK di sekolah lain juga terpantau lancar. ”Semua persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk penyediaan genset sebagai antisipasi jika ada kejadian listrik padam. Harapannya bisa lancar hingga hari terakhir UNBK,” pungkasnya.

Di Kabupaten Rembang UNBK diikuti 14 SMA. Di Kota Garam peserta yang ikuti UNBK 2.729 anak. Mereka tersebar di sembilan sekolah  negeri dan lima swasta. Tidak ada kendala UNBK di kota itu.

Di Kabupaten itu ada dua pelajar SMK yang harus ikuti UNBK susulan. Mereka berasal dari SMKN 1 Rembang. Dari hasil rekapitulasi yang masuk alasanya sakit. Kedua anak yang sakit bernama Siti Mutifah dan Novita Dewi Anggraeni. Keduanya tidak masuk ujian saat hari kedua UNBK beberapa waktu lalu.

Ketua MKKS SMA Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Rembang Djupri menyampaikan UNBK dilaksanakan sampai empat hari. Untuk hari pertama ribuan anak didik SMA mengerjakan soal Bahasa Indonesia.

”Untuk UNBK SMA ada yang satu sesi hingga tiga sesi. Alhamdulillah sampai pukul 16.00 sore laporanya berjalan lancar dan sukses,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Diharapkan kondisi semacam ini terjadi hingga tiga hari berikutnya. Dengan mapel yang akan dikerjakan anak-anak hari kedua matematika. Begitupun hari pelaksanan UNBK ketiga Bahasa Inggris dan terakhir mata pelajaran jurusan.

Terpisah kepala SMAN2 Rembang Sumarno menyiapkan secara matang pelaksanaan UNBK seperti tahun-tahun sebelumnya. Jauh hari menyiapkan dari sisi tenaga proktor dan teknisi. Serta latihan simulasi bagi anak-anak kelas XII. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 10:22:56 +0700
<![CDATA[Permainan Domino Membangkitkan Pembelajaran Matematika]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129107/permainan-domino-membangkitkan-pembelajaran-matematika https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/permainan-domino-membangkitkan-pembelajaran-matematika_m_129107.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/permainan-domino-membangkitkan-pembelajaran-matematika_m_129107.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129107/permainan-domino-membangkitkan-pembelajaran-matematika

MATEMATIKA memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hampir semua cabang ilmu pengetahuan membutuhkan matematika.]]>

MATEMATIKA memegang peranan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hampir semua cabang ilmu pengetahuan membutuhkan matematika. Matematika berhubungan langsung dengan kehidupan riil sehari-hari. Matematika membuat siswa dapat berpikir logis, kritis, analisis dan rasional. Untuk itu, siswa dituntut terampil dalam berhitung dan memahami konsep.

Banyak masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika. Penyebab masalah ini dari diri siswa sendiri atau kurang terampilnya guru dalam mengelola kelas. Dari diri siswa, lemah dalam perhitungan dasar matematika, banyak hafalan rumus, siswa menganggap matematika merupakan momok yang menakutkan sehingga pada saat pembelajaran ramai dan tidak memperhatikan materi yang disampaikan. Dari diri guru, pemilihan cara penyampaian materi yang kurang tepat sehingga kurang tercapainya hasil belajar yang diinginkan.

Agar terjalin komunikasi dan interaksi dengan siswa yang baik, guru harus menjadi fasilitator yang baik. Selain itu, Kurikulum 2013 menuntut  keaktifan siswa dan pembelajaran bukan lagi terpusat pada guru melainkan terpusat pada siswa. Untuk memenuhi itu, strategi yang digunakan dengan memilih cara penyampaian materi yang tepat dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat pula. Media pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika adalah permainan domino. Permainan domino ini bisa digunakan hampir semua kompetensi dasar.

Media permainan domino ini memerlukan kartu domino. Kartu domino terdiri dari 28 set. Cara pembuatan kartu domino mudah dan biaya yang diperlukan murah. Berikut akan disajikan langkah-langkah pembuatan kartu domino. Siapkan kartu kosong yang berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 11 cm dan lebar 6 cm. Kartu kosong ini bisa terbuat dari kertas sampul atau manila. Langkah selanjutnya siapkan tabel yang terdiri 8 bari dan 7 kolom (56 kotak). Isi kotak-kotak itu dengan kompetensi dasar yang dibahas. Cara pengisian kotak, pertama kolom 1 isikan 8 bentuk yang bervariasi yang nilainya sama, kolom 2 juga isikan 8 bentuk yang bervariasi yang nilainya sama demikian pula untuk kolom 3, 4, 5, 6 dan 7. Langkah kedua, setelah 56 kotak terisi semua lalu beri tanda huruf. Tuliskan huruf A, B, C sampai dengan G pada baris 1. Kemudian tuliskan huruf A, B, C sampai dengan G pada kolom 1. Tuliskan huruf setelah huruf G yaitu I, J sampai dengan M pada baris 2. Kemudian tuliskan huruf H, I, J sampai dengan M pada kolom 2. Demikian seterusnya sampai dengan kolom 7.

Cara memainkan domino ini juga mudah. Permainan domino bisa dimainkan oleh 2, 3 4, atau 6 siswa. Cara permainan domino, pertama bagikan kartu domino yang khusus dibuat untuk permainan ini, sampai habis terbagi untuk masing-masing pemain. Kedua, pemain pertama meletakkan sebuah kartu di meja (undilah siapa yang jadi pemain pertama). Ketiga, dengan urutan sesuai arah jarum jam para pemain menjatuhkan satu kartu pada setiap gilirannya. Terakhir, nilai kartu yang dipasangkan (dijatuhkan) disesuaikan dengan nilai kartu yang ada (yang dijatuhkan) sampai pemain tidak memiliki kartu lagi. Jika pemain tidak bisa jalan maka ia kehilangan satu giliran dan pemenangnya orang yang pertama menghabiskan kartunya.

Dengan permainan domino diharapkan suasana belajar menyenangkan, siswa terampil berhitung sehingga prestasi belajar siswa meningkat dan tanpa disadari siswa bermain sambil belajar. Selamat mencoba!  (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 09:43:45 +0700
<![CDATA[Pembelajaran IPS Terpadu Makin Asyik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129105/pembelajaran-ips-terpadu-makin-asyik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/pembelajaran-ips-terpadu-makin-asyik_m_129105.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/pembelajaran-ips-terpadu-makin-asyik_m_129105.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129105/pembelajaran-ips-terpadu-makin-asyik

SALAH satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.]]>

SALAH satu mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Terpadu.  Dikatakan terpadu karena dalam satu mata pelajaran ada beberapa cabang ilmu pengetahuan yang dibahas, dikaji, dipraktikkan. Namun, semuanya dikemas/dipadukan dalam satu mata pelajaran. Terkesan rumit dan gemuk memang. Karena seorang guru IPS terpadu harus menguasai minimal empat cabang ilmu pengetahuan (geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi).

Idealnya Guru IPS Terpadu harus sudah siap, menguasai materi dan memiliki strategi mengajar yang tepat untuk disampaikan ke seluruh peserta didik. Namun, di lapangan banyak masalah yang dihadapi guru IPS dalam proses belajar mengajar di kelas. Sehingga proses dan hasil belajar mengajar terkadang kurang maksimal.

Masalah pertama adalah hampir seluruh guru IPS terpadu secara khusus bukan berasal dari lulusan sarjana dari jurusan IPS Terpadu. Beberapa di antaranya sarjana lulusan jurusan geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi, antropologi. Bahkan ada yang  sarjana hukum dan sarjana pendidikan agama Islam mengajar pelajaran IPS Terpadu. Bisa kita bayangkan, jika seorang guru IPS terpadu seorang sarjana lulusan ekonomi misalnya. Dia harus bisa menguasai pula materi geografi, sejarah, sosiologi. Tentu saja juga ekonomi. Hal ini tentu tidak mudah. Walaupun faktanya banyak yang bisa melakukannya. Banyak pula guru IPS Terpadu yang masih harus terus berjuang untuk menguasai banyaknya materi di luar akademiknya dengan baik.

Masalah yang kedua guru IPS terpadu tidak menguasai materi. Permasalahan ini terjadi manakala pengajar tidak tertarik belajar materi pendukung. Pengajar tidak memiliki strategi dalam mengajar juga menjadi kendala. Minat, motivasi, prestasi, respon, partisipasi dan penghargaan terhadap pelajaran IPS dan gurunya dari peserta didik rendah juga menjadi penghalang.

Masalah yang ketiga, ada asumsi dalam benak masyarakat dan peserta didik khususnya, bahwa pelajaran yang tidak di-ujiannasional-kan adalah pelajaran level kedua. Bukan pelajaraan yang harus diutamakan untuk dipelajari. Tampak dari antusias peserta didik kurang begitu maksimal, terutama kelas IX. Banyak dari mereka yang lebih memperdalam pelajaran–pelajaran yang diujiannasionalkan.

Menurut Rudy Gunawan (2011) pembelajaran IPS bertujuan membentuk warga negara yang berkemampuan sosial dan yakin akan kehidupannya sendiri di tengah-tengah kekuatan fisik dan sosial. Peserta didik diarahkan menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Dengan belajar  IPS pula, Peserta dididik diarahkan untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga dunia yang cinta damai. Melihat tujuannya, cukup berat bagi seorang guru IPS Terpadu. Dia harus dapat memandu peserta didik untuk berhasil meraih tujuannya. Tentu saja idealnya seorang guru IPS Terpadu harus memastikan dirinya terlebih dahulu telah memiliki kemampuan sosial yang baik. Pun telah yakin akan kehidupannya sendiri, telah menjadi warga negara yang baik, memiliki rasa tanggung jawab, mampu berdemokrasi dengan baik. Sudahkah seorang guru IPS terpadu memiliki rasa cinta damai? Jika belum, sulit rasanya tujuan belajar IPS terpadu itu dapat dipahami, diimplementasikan dalam kehidupan oleh para peserta didiknya. Hasil akhirnya bisa sangat berbeda dari tujuan yang ingin di capai.

Betapapun masalah yang dihadapi para guru IPS Terpadu cukup rumit. Namun, sebenarnya jika ini dianggap sebagai suatu tantangan, menurut pandangan saya justru ini dapat membangkitkan semangat para guru IPS terpadu untuk terus memupuk kompetensi agar tujuan belajar dapat tercapai. Forum seperti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) salah satu yang diharapkan dapat membantu para guru untuk meningkatkan kompetensinya. Di forum itu para guru dapat berbagi ilmu, pengalaman, berdiskusi, menggagas konsep. Terlebih lagi dapat menghasilkan gagasan-gagasan untuk diimplementasikan maupun dipraktikkan dalam mengajar. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 09:37:47 +0700
<![CDATA[SMA 1 Kudus Bakal Bertarung di Olimpiade Sains Provinsi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128557/sma-1-kudus-bakal-bertarung-di-olimpiade-sains-provinsi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/sma-1-kudus-bakal-bertarung-di-olimpiade-sains-provinsi_m_128557.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/sma-1-kudus-bakal-bertarung-di-olimpiade-sains-provinsi_m_128557.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128557/sma-1-kudus-bakal-bertarung-di-olimpiade-sains-provinsi

Sebanyak 18 siswa SMA 1 Kudus lolos olimpiade sains provinsi . Sebelumnya, mereka mengikuti seleksi di tingkat kabupaten, dan sekarang persiapan menuju Jateng.]]>

KOTA – Sebanyak 18 siswa SMA 1 Kudus lolos olimpiade sains provinsi (OSP). Sebelumnya, mereka mengikuti seleksi di tingkat kabupaten Februari lalu, dan sekarang persiapan menuju Jawa Tengah.

Ketua Olimpiade Sains Nasional (OSN) M. Nur Afi menjelaskan seleksi diawali di sekolah. Dari seleksi ini diperoleh 54 siswa yang maju ke olimpiade sains kabupaten (OSK).

”Pada akhirnya kami yang lolos ke provinsi 18 siswa. Dan, beberapa minggu lalu kami mengikuti bimbingan dan pembinaan di Bandung selama satu minggu. Dan, sekarang masih menjalani karantina di sekolah sampai hari H,” teranganya.

Dia menambahkan, OSP dilaksanakan Selasa - Kamis April  mendatang. Menuju OSP 18 siswa ini gigih berlatih. Ditargetkan semuanya bisa masuk olimpiade sains nasional (OSN).

Siswa yang lolos maju OSP yakni mata pelajaran (Mapel) Matematika ada dua siswa, Kimia ada tiga siswa, Fisika ada satu siswa, Biologi ada satu siswa, Astronomi tiga siswa, Kebumian dua siswa, Ekonomi dua siswa, teknologi informatika dan komunikasi (TIK) dua siswa, dan mapel Geografi sebanyak dua siswa.

Sementara itu, Pembina Mapel Biologi sekaligus Koordinator OSN SMA 1 Kudus Pujiastuti mengatakan, target bisa masuk OSN semua mapel. Siswa yang ikut olimpiade juga memiliki komitmen nilai harian tidak merosot.

”Ada tambahan pelajaran bagi siswa yang merasa kurang pemahaman, kami lakukan di hari libur. Jadi, siswa tidak akan ketinggalan mapel. Kami memang memberikan dispensasi kepada siswa yang lolos OSP, karena masa karantina full dari pagi hingga sore,” terangnya.

Tahun lalu ada yang maju tingkat nasional mapel kimia meraih perunggu. Pujiastuti mengatakan, kunci meraih juara ada tiga hal yakni kegigihan siswa, peran dari sekolah dukungan spiritual, dana, dan waktu, kemudian suplemen pelatihan dari guru pembimbing, yang ketiga baru pembinaan dari luar seperti ikut bimbingan di lembaga OSN.

”Kami juga mencari bibit-bibit baru melalui kegiatan SMASA Olimpiade sasaran siswa SMP baik dari Kudus maupun luar kota,” terangnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 11:18:40 +0700
<![CDATA[Perpustakaan Tempat Wisata Ilmu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128544/perpustakaan-tempat-wisata-ilmu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/perpustakaan-tempat-wisata-ilmu_m_128544.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/perpustakaan-tempat-wisata-ilmu_m_128544.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128544/perpustakaan-tempat-wisata-ilmu

WISATA. Haruskah dengan biaya mahal? Bagi kalangan di luar sana berasumsi bahwa wisata pasti ada dana dan butuh waktu. Perpustakaan jadi pilihan alternatifnya.]]>

WISATA. Haruskah dengan biaya mahal? Bagi kalangan di luar sana berasumsi bahwa wisata pasti ada dana dan butuh waktu. Padahal peserta didik ada tempat yang cukup bagus dan nyaman untuk menambah pengetahuan tanpa butuh dana sedikitpun. Hanya dengan kemauan dan ketekunan peserta didik dapat menikmati dan menambah pengetahuan, pengalaman, dan tentunya menambah inspirasi.

Membaca. Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar kata membaca? Malas? Membosankan? Tak menarik atau bahkan hanya membuang-buang waktu. Sebagian peserta didik akan mengatakan begitu. Membaca tentunya harus diikuti rasa senang dan ingin tahu. Peserta didik saat ini masih banyak yang belum tertarik untuk membaca. Minat baca untuk peserta didik saat ini masih sangat minim. Bahkan, dari 100 peserta didik hanya satu yang mempunyai minat dan kemauan untuk membaca.

Saat ditanya ”Apakah Anda ingin sukses?” Pasti Anda jawab ”Ya”. Tapi, jika Anda malas membaca apakah kesuksesan akan tercapai? Langkah awal untuk Anda meraih sukses adalah membaca. Jika ingin sepandai Albeit Enstein ya harus rajin membaca. Di mana tempat yang cocok dan nyaman bagi peserta didik yang ingin sukses? Perpustakaan tempatnya.

Sebagian besar peserta didik saat ini belum sadar akan manfaat dari perpustakaan. Mereka lebih memilih kantin atau berkutat dengan gadget-nya pada saat istirahat daripada membaca buku di perpustakaan. Walaupun sebagian kecil ada yang menyempatkan diri untuk berburu buku yang dibutuhkan dalam pembelajaran. Bahkan ada yang masih kurang apabila belum membaca buku di perpustakaan.

Namun, sebagian besar peserta didik masih acuh tak acuh, walaupun perpustakaan saat ini sudah dirancang sedemikian lengkap dan nyaman. Sebenarnya perpustakaan menjadi wadah bagi peserta didik yang ingin berhasil dan ingin sukses.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menggugah kesadaran peserta didik dalam membaca, agar perpustakaan menjadi tempat menimba ilmu dan menjadi salah satu tempat wisata yang aman, nyaman, dan tak membutuhkan dana. Pertama, membentuk komunitas gemar membaca. Dengan mengumpulkan peserta didik yang gemar membaca di perpustakaan dan mengajak berdiskusi yang menghasilkan sesuatu yang menarik perhatian siswa lain.

Kedua, memberi contoh gemar membaca. Sebelum kita mengimbau kepada orang lain, kita memberi contoh dulu untuk gemar membaca dan akhirnya peserta didik tertarik. Ketiga, menarik perhatian orang lain. Menarik perhatian orang lain lewat membaca dengan memberi contoh membaca buku-buku yang ringan dulu dan yang menarik, sehingga peserta didik yang tak pernah membaca menjadi senang membaca dan akhirnya tertarik membaca.

Keempat, menggalang kegiatan wajib baca. Ini memang satu cara efektif untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Peningkatan minat baca dapat terealisasi secara nyata jika adanya campur tangan dari pihak sekolah. Sebagai kewajiban, mungkin awalnya sebuah keterpaksaan bagi peserta didik yang tak senang membaca, tapi seiring berjalannya waktu membaca akan menjadi kebiasaan, bahkan kegemaran. Jadi, perpustakaan bukan lagi tempat membosankan, tetapi menjadi rumah kedua.

Kelima, membaca bersama. Kegiatan ini mengikutsertakan kegiatan bapak/ibu guru dalam membaca, sehingga kegiatan ini akan mempererat kerja sama antara guru dan peserta didik serta saling memberi informasi. Ini akan memberi gebrakan baru untuk sekolah. Keenam, menyelenggarakan bedah buku. Tujuan kegiatan ini untuk membahas isi buku. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 10:47:51 +0700
<![CDATA[Pramuka Wadah Pembentukan Karakter Bangsa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128536/pramuka-wadah-pembentukan-karakter-bangsa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/pramuka-wadah-pembentukan-karakter-bangsa_m_128536.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/pramuka-wadah-pembentukan-karakter-bangsa_m_128536.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128536/pramuka-wadah-pembentukan-karakter-bangsa

PRAMUKA (Praja Muda Karana) yang mempunyai arti jiwa muda yang suka berkarya adalah proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda.]]>

PRAMUKA (Praja Muda Karana) yang mempunyai arti jiwa muda yang suka berkarya adalah proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda. Di bawah tanggung jawab anggota dewasa, yang dilakukan di luar lingkungan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu. (Permendikbud No. 63 Tahun 2014). Gerakan pramuka di Indonesia lahir pada 14 Agustus 1961. Sejak saat itulah 14 Agustus dikenal dengan Hari Pramuka.

Pada dasarnya kegiatan kepramukaan memiliki tujuan untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada dalam dirinya. Baik intelektual, spiritual, dan fisik. Tujuan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut: pertama, membentuk karakter/kepribadian dan akhlak mulia bagi generasi muda. Kedua, menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa di dalam diri generasi muda. Ketiga, menggali potensi diri dan meningkatkan keterampilan para generasi muda, sehingga menjadi individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.

Dalam pelaksanaannya kegiatan pramuka harus berlandaskan pada prinsip-prinsip. Pertama, keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, rasa peduli akan tanah air dan bangsa, sesama manusia, dan alam sekitarnya. Ketiga, rasa peduli dan tanggung jawab pada diri sendiri. Keempat, patuh dan taat pada kode kehormatan (Trisatya dan Dasadarma).

Sejalan dengan tujuan dan prinsip-prinsip tersebut, pramuka dinilai dapat dijadikan wadah dalam pembentukan karakter bangsa. Untuk itu, pramuka merupakan ektrakurikuler wajib pada Kurikulum 2013 (Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010).

Dalam pelaksanaannya, ekstrakurikuler pramuka dapat dibedakan menjadi tiga sistem. Pertama, sistem blok. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada awal peserta didik masuk di satuan pendidikan.

Kedua, sistem aktualisasi. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan dengan mengaktualisasikan kompetensi dasar mata pelajaran yang relevan. Ketiga, sistem regular. Bentuk kegiatan pendidikan kepramukaan yang dilaksanakan pada Gugus Depan (Gudep) yang ada pada satuan pendidikan dan merupakan kegiatan pendidikan kepramukaan secara utuh. Ketiga sistem pramuka pada satuan pendidikan dalam pelaksanaannya dapat mengacu pada Permendikbud No. 63 Tahun 2014.

Keterampilan-keterampilan yang terdapat dalam pendidikan pramuka dapat diterapkan pada semua aspek kehidupan. Keterampilan pramuka tersebut meliputi baris-berbaris, membaca sandi, kompas dan peta, pioneering, menaksir, mempelajari cuaca, permainan, olah raga, hiking, teknik diskusi dan seminar, kepemimpinan, pengabdian masyarakat dan lain-lain. Keterampilan-keterampilan tersebut dalam kepramukaan dapat dijadikan wadah pembentukan karakter peserta didik yang kelak dapat bermasyarakat dalam kehidupan berbangsa.

Pendidikan karakter (character education) merupakan suatu sistem pendidikan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut.

Berbekal keterampilan yang didapat dari ekstrakurikuler pramuka, banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak pramuka terjun kemasyarakat dan bergabung dengan banyak elemen masyarakat.

Pada saat menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri, bersama Polri dan petugas kesehatan pramuka ikut andil dalam mengamankan arus mudik dan arus balik. Pramuka juga sering dijumpai bersama dengan Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR ikut memberi pertolongan bagi masyarakat yang tertimpa bencana alam (banjir, lanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain).

Tak hanya itu pramuka sering juga melakukan kegiatan bakti sosial: pasar murah, santunan kepada yatim piatu, membersihkan lingkungan, dan lain-lain. Dari kesimpulan itu, pramuka dapat dipergunakan sebagai pembentukan karakter bangsa. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 10:23:56 +0700
<![CDATA[Sifat Kritis dan Komunikatif pada Siswa dengan Kooperatif Learning]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128520/sifat-kritis-dan-komunikatif-pada-siswa-dengan-kooperatif-learning https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/sifat-kritis-dan-komunikatif-pada-siswa-dengan-kooperatif-learning_m_128520.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/30/sifat-kritis-dan-komunikatif-pada-siswa-dengan-kooperatif-learning_m_128520.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/30/128520/sifat-kritis-dan-komunikatif-pada-siswa-dengan-kooperatif-learning

MATEMATIKA… sulit. Itulah komentar siswa jika ditanya tentang matematika. Mengapa demikian? Salah satu penyebab guru hanya mentransfer pengetahuan kepada siswa.]]>

MATEMATIKA… sulit. Itulah komentar siswa jika ditanya tentang matematika. Mengapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah guru. Guru terkadang hanya mentransfer pengetahuan matematika kepada siswa. Tak diberikan ruang bagi siswa untuk berpikir dari mana konsep atau rumus tersebut didapat.

Hal tersebut membuat siswa kurang terasah kemampuan penalarannya. Sehingga mereka kesulitan dalam menyelesaian soal matematika. Semakin lama, siswa semakin sulit melanjutkan belajar konsep berikutnya. Karena semakin tinggi kelasnya, semakin tinggi pula kebutuhan penalaran untuk memahami konsep matematika.

Belajar sebagai proses berpikir, membutuhkan waktu. Kecepatan masing-masing dalam proses tersebut berbeda satu orang dengan yang lain. Perbedaan ini disebabkan beberapa faktor. Antara lain kemampuan menganalisa suatu informasi. Kemampuan menganalisa dapat diasah dengan penalaran. Penalaran ini dapat dilatih, dibiasakan dengan menyelesaiakan soal-soal penyelesaian masalah matematika.

Soal penyelesaian masalah matematika biasanya sudah kategori soal HOTS (higher order thinking skills) yang menuntut siswa berpikir tingkat tinggi. Mengaitkan konsep satu dengan yang lain. Berpikir dengan beberapa tahap atau berjenjang. Bagi siswa berkemampuan rendah hal seperti ini sangat sulit dilakukan. Dibutuhkan pemilihan berbagai metode, strategi, pendekatan, serta teknik pembelajaran yang tepat.

Pemilihan model pembelajaran yang dilakukan guru merupakan bagian penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah direncanakan. Untuk mengasah penalaran siswa salah satu model pembelajaran yang tepat adalah model pembelajaran kooperatif. Model ini menuntut siswa belajar dalam kelompok heterogen.

Menurut hasil penelitian Morgan, dkk (2005), empat manfaat pembelajaran kooperatif meliputi, siswa menjadi ikut aktif dalam penyelesaian masalah matematika, siswa lebih termotivasi untuk bekerja kelompok daripada bersaing secara individu, siswa lebih mengutamakan rasa ingin tahu proses mencari jawaban yang benar, guru dan lebih menghargai kemampuan setiap siswa dengan melibatkan siswa dalam diskusi kelompok.

Dari empat manfaat itu, pembelajaran kooperatif dapat melatih siswa fokus pada proses. Juga melatih menggunakan penalaran untuk menyelesaiakan soal-soal matematika. Di dalam kelompok dengan beragam kemampuan. Siswa dapat saling berargumen, mengisi, dan menghargai pendapat untuk mendapatkan penyelesaian bersama. Di dalam kelompok akan muncul siswa kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif yang biasa disingkat 4C.

Dengan kerja kelompok pemahaman konsep matematika akan secara bertahap tertanam pada siswa. Apabila konsep tertanam dengan baik siswa tak akan mengalami kesulitan dalam belajar matematika. Soal-aoal penyelesaian masalah matematika akan dapat terselesaikan dengan lancar. Sehingga di Kurikulum 2013 yang menuntut materi pembelajaran sampai metakognitif dapat terwujud. Dengan kemampuan penalaran yang tinggi siswa akan mampu memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 30 Mar 2019 09:18:18 +0700
<![CDATA[Jadi Juara Umum Lomba PBB dan TUB, SMAN 2 Rembang Melaju ke Provinsi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128381/jadi-juara-umum-lomba-pbb-dan-tub-sman-2-rembang-melaju-ke-provinsi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/jadi-juara-umum-lomba-pbb-dan-tub-sman-2-rembang-melaju-ke-provinsi_m_128381.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/jadi-juara-umum-lomba-pbb-dan-tub-sman-2-rembang-melaju-ke-provinsi_m_128381.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128381/jadi-juara-umum-lomba-pbb-dan-tub-sman-2-rembang-melaju-ke-provinsi

SMAN 2 Rembang (Smada) mencetak sejarah di bidang non akademik. Kali ini sukses memborong juara di lomba Peraturan Baris Berbaris dan Tata Upacara Bendera.]]>

KOTA – SMAN 2 Rembang (Smada) mencetak sejarah di bidang non akademik. Kali ini sukses memborong juara di lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan Tata Upacara Bendera (TUB). Atas capaian tersebut, membawa daerah dan sekolah menjadi juara umum di tingkat Keresidenan Pati. Mereka pun, akan melaju di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Perwakilan Smada ini juga memperoleh kategori terbaik individu di lomba TUB, untuk Pembawa Acara atas nama Andira Cahya dan Pengibar Bendera Ulfaturohmah. Lomba sendiri berlangsung Rabu lalu (27/3) di halaman sekolah SMAN 2 Rembang.

Kepala Sekolah SMAN 2 Rembang, Sumarno didampingi Humas Setyorini Puji Hartati mengaku butuh kerja keras menyiapkan lomba PBB dan TUB. Hal ini diawali di tingkat Kabupaten. Sebulan jelang perlombaan anak-anak digenjot latihan secara intensif.

”Seminggu bisa tiga sampai empat kali latihan. Untuk hari libur anak-anak tetap masuk latihan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (28/3).

Hingga akhirnya SMAN 2 Rembang juara I di tingkat kabupaten. Berlanjut masuk di tingkat Karesidenan Pati. Frekuensi latihannya semakin ditingkatkan. Karena waktu yang ada kurang lebih sebulan.

”Jadi sama-sama kerja keras mulai anak dan pelatihnya. Terutama anak-anak kelas X sebanyak 6 anak dan XI sebanyak 19 anak. Ditambah cadangan 3 orang,” terangnya.

Menurutnya banyak hal yang nilai. Mulai petugas bendera. pembawa acara, pembina upacara ada point masing-masing. Begitupun lomba PBB dinilai dari unsur variasi, hingga kerapian baris.

Akhirnya dari point tersebut SMAN 2 Rembang peroleh nilai terbaik. Walaupun diakui pihak sekolah sempat pesimistis. Utamanya menghadapi kontingen dari Kabupaten Pati yang sama-sama dinilai bagus.

”Alhamdulillah SMAN 2 Rembang menjadi juara. Menyusul peringkat dua dari Kabupaten Pati dan ketiga Kabupaten Jepara,” bangganya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 15:34:21 +0700
<![CDATA[SMPN 1 Undaan Bekali Siswa dengan Ilmu Kewirausahaan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128103/smpn-1-undaan-bekali-siswa-dengan-ilmu-kewirausahaan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/smpn-1-undaan-bekali-siswa-dengan-ilmu-kewirausahaan_m_128103.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/smpn-1-undaan-bekali-siswa-dengan-ilmu-kewirausahaan_m_128103.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128103/smpn-1-undaan-bekali-siswa-dengan-ilmu-kewirausahaan

Memperingati hari jadi ke-38 SMP Negeri 1 Undaan menggelar bazar dan pementasan seni di sekolah itu kemarin. Semua siswa dari kelas VII dan IX sangat antusias.]]>

KUDUS – Memperingati hari jadi ke-38 SMP Negeri 1 Undaan menggelar bazar dan pementasan seni di sekolah itu kemarin. Semua siswa dari kelas VII dan IX sangat antusias merayakan ulang tahun sekolah itu. Turut serta jajaran guru dan staf ikut membaur meramaikan perayaan itu. Masing-masing kelas meramaikan dengan membuka stan dan menjual makanan ringan.

Kepala SMP Negeri 1 Undaan, Mukhif Noor mengatakan, kegiatan bazar dan pentas seni dipilih dalam perayaan HUT. Karena memiliki banyak nilai positif. Siswa dapat memetik sebuah nilai seperti cerdas, kreatif, jujur, kemudian tanggung jawab dan menerapkan nilai gotong royong di kehidupan bermasyarakat.

“Kegiatan ini mengasah kreativitas siswa dan memberi pembekalan ke depannya,” ungkapnya.

KREATIF: Bazar dan pentas seni dalam rangka HUT ke-38 SMPN 1 Undaan Kudus memamerkan pentas seni dan kegiatan bazar. (SMP NEGERI 1 UNDAAN FOR RADAR KUDUS)

Mukhif mengungkapkan saat ini setiap guru dan kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi dalam bidang kewirausahaan. Pasalnya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2017 menyebutkan kepala sekolah bisa berinovasi dan memberikan dampak kemajuan bagi sekolahnya.

Dengan adanya kegiatan semacam itu Mukhif berharap bisa memupuk jiwa wirausaha kepada para siswa. Sehingga para siswa memiliki bekal untuk diterapkan di masa mendatang. Serta mengarjakan para siswa menggapai cita-cita dengan cara berproses dan kerja keras. Bahwasanya kesuksesan tak diraih dengan cara instan.

“Kami ingin mendidik generasi muda sekarang dengan mental yang tangguh dan pantang menyerah,” tandasnya. (gal)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Mar 2019 09:59:19 +0700
<![CDATA[Lagu Dolanan, Injeksi Peradaban Bangsa Bermartabat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128092/lagu-dolanan-injeksi-peradaban-bangsa-bermartabat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/lagu-dolanan-injeksi-peradaban-bangsa-bermartabat_m_128092.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/lagu-dolanan-injeksi-peradaban-bangsa-bermartabat_m_128092.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128092/lagu-dolanan-injeksi-peradaban-bangsa-bermartabat

PENDIDIKAN karakter merupakan bagian penting bagi dunia pendidikan. Dalam UU nomor 23 tahun 2003 disebutkan tentang tujuan pendidikan nasional.]]>

PENDIDIKAN karakter merupakan bagian penting bagi dunia pendidikan. Dalam UU nomor 23 tahun 2003 disebutkan, tujuan pendidikan nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejalan dengan tujuan tersebut, pendidikan karakter bertujuan meningkatkan mutu dan hasil pendidikan dengan dilandasi akhlak mulia. Ada sembilan pendidikan karakter yang mengandung nilai-nilai luhur. Meliputi: (1) cinta kepada Tuhan dan alam semesta beserta isinya, (2) tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemandirian, (3) kejujuran, (4) hormat dan sopan santun, (5)  kasih sayang, kepedulian, dan kerja sama, (6) percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, (7) keadilan dan kepemimpinan, (8) baik dan rendah hati, (9) toleransi, cinta damai, dan persatuan  (Megawangi, 2010).

Nilai luhur tersebut dapat diterapkan pada anak sejak usia dini. Usia dini merupakan usia emas, maka harus dimanfaatkan dengan baik. Pada periode itu otak anak sedang berkembang pesat. Mereka mampu menyerap cepat apa yang dilihat dan didengar. Masa kanak-kanak merupakan masa untuk bermain. Oleh karena itu, mendidik anak akan lebih efektif jika menggunakan metode belajar sambil bermain. Salah satunya dengan mengenalkan lagu dolanan.

Generasi milenial Jawa tidak begitu familiar dengan lagu dolanan. Mereka lebih mengenal lagu K-Pop, Via Vallen, Guyon Waton, dan sejenisnya. Sehingga lagu dolanan jarang didendangkan. Apalagi anak-anak Jawa di daerah perkotaan nyaris tidak mengenali lagu dolanan. Ini pengaruh lingkungan dan orang tua Jawa yang tidak mengenalkan lagu dolanan pada anak. Padahal lagu tersebut mengandung nilai moral yang dapat membentuk karakter anak. Sebagai  contoh lagu dolanan Menthog-menthog, Gundhul-gundhul Pacul, dan Jaranan.

Lagu Menthog-menthog menggambarkan sifat pemalas. Pada lirik “mbok ya aja ngetok, ana kandhang wae memiliki makna jangan hanya sembunyi dan duduk, di kandang saja. Disambung “enak-enak ngorok, ora nyambut gawe” yang berarti enak-enak mendengkur, tidak bekerja. Secara implisit, lagu Menthog-menthog mengajarkan anak supaya rajin dan bekerja keras.

Sementara itu Gundhul-gundhul Pacul menggambarkan seorang anak yang jelek (gundhul), sombong (gembelengan), dan tidak bertanggung jawab. Pada lirik “nyunggi-nyunggi wakul-kul gembelengan” (membawa bakul dengan sombong); “wakul ngglempang, segane dadi sak ratan” (bakul jatuh, nasi tumpah berantakan di jalan). Anak tersebut mempunyai tanggung jawab membawa bakul, namun karena sombong, maka nasi tumpah berantakan di jalan. Gundhul-gundhul Pacul mengajarkan kepada anak-anak selalu bersikap rendah hati dan bertanggung jawab dalam hal apapun.

Selaras dengan Gundhul-gundhul Pacul, lagu  Jaranan juga mengajarkan sikap hormat kepada atasan, orang yang lebih tua, atau berkedudukan lebih tinggi. Lirik lagu ini menyiratkan pentingnya kebersamaan, karena pada dasarnya manusia itu saling membutuhkan. Orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi membutuhkan orang yang lebih rendah, begitu juga sebaliknya. Ndara Bei merupakan simbol pemangku jabatan yang harus dihormati pengikutnya (para mantri).

Berdasarkan uraian di atas, lagu dolanan memiliki nilai pendidikan karakter meliputi: rajin, bekerja keras, sikap menghormati, kebersamaan, tanggung jawab, dan rendah hati. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan teladan bagi anak dalam pembentukan karakter. Sebagai masyarakat yang berbudaya, sudah semestinya kita menjaga dan melestarikan  lagu dolanan. Kalau bukan kita siapa lagi?. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Mar 2019 09:02:26 +0700
<![CDATA[Karakter Religius Ujung Tombak Pendidikan Karakter]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128089/karakter-religius-ujung-tombak-pendidikan-karakter https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/karakter-religius-ujung-tombak-pendidikan-karakter_m_128089.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/karakter-religius-ujung-tombak-pendidikan-karakter_m_128089.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128089/karakter-religius-ujung-tombak-pendidikan-karakter

PENDIDIKAN karakter merupakan dua kata yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan dalam dunia pendidikan. Keberadaannya terintegrasi dalam kurikulum 2013.]]>

PENDIDIKAN karakter merupakan dua kata yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan dalam dunia pendidikan akhir-akhir ini. Dimana keberadaannya terintegrasi dalam kurikulum 2013. Pendidikan karakter yang terdiri dari lima nilai yaitu: religius, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas menjadi pilar utama yang hendak dibentuk pada siswa.

Kata religius selama ini lebih identik  dengan lembaga pendidikan yang bernuansa agamis seperti Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, serta sekolah islam terpadu. Sekarang tidak lagi setelah pendidikan karakter mulai diterapkan di sekolah-sekolah umum.

Apa itu religius? Mengutip dari Ernsnaw, religius adalah suatu cara pandang seseorang mengenai agamanya serta bagaimana orang tersebut menggunakan keyakinan atau agamanya dalam kehidupan sehari hari. 

Karakter religius identik dengan tingkah laku yang agamis sehingga mengandung nilai-nilai positif. Karenanya karakter religius menjadi modal awal untuk membentuk karakter yang lainnya.

Karakter religius seperti apa yang hendak dibentuk pada siswa? Kementerian Lingkungan Hidup menjelaskan ada lima aspek religius dalam Islam. Yaitu: aspek iman, aspek islam, aspek ikhsan, aspek ilmu, dan aspek amal. Aspek-aspek tersebut diimplementasikan kepada siswa-siswi baik dalam teori maupun  praktik. (https://www.kompasiana.com).

Bagaimana teori karakter religius diberikan di sekolah? Yang utama adalah pada saat  kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Sebagai pendukungnya dilaksanakan kuliah pagi yang diberikan di luar jam pelajaran bisa pada hari minggu pagi.

Bagaimana praktik karakter religius dilaksanakan di sekolah? Yaitu dengan model pembiasaan, bisa harian atau mingguan. Contoh  pembiasaan harian yaitu  3S (Senyum, Sapa, Salam), pembacaan doa Asmaul Husna, dan salat dhuha. Sebagai pendukungnya adalah kegiatan ekstrakurikuler yang berkarakter religius seperti: Qiro’ah dan rebana.

Contoh sederhana sikap dan tindakan yang mencerminkan karakter religius seperti berikut: siswa bersyukur terhadap hasil ulangannya, menjenguk temannya yang sakit, menolong temannya yang kena musibah. Sehingga terlaksana seimbang antara religius ibadah dengan religius sosial.

Yang terpenting adalah menjadikan karakter religius ini membudaya di kalangan siswa siswi baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kita sebagai pendidik sekaligus orang tua harus selalu sabar dan semangat dalam menanamkan nilai karakter religius ini.

Kita harus selalu mengingatkan siswa siswi tentang anjuran dan larangan, menceritakan kisah-kisah inspiratif dari tokoh agama dan menciptkan suasana ibadah yang menyenangkan di lingkungan sekolah. Jika karakter religius ini sudah terbentuk dengan kuat maka penulis yakin bahwa nilai karakter yang lain pun akan mengikuti. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Mar 2019 08:37:27 +0700
<![CDATA[Bermain Peran Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Jawa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127943/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa_m_127943.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa_m_127943.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127943/bermain-peran-tingkatkan-kemampuan-berbahasa-jawa

TIDAK semua orang Jawa bisa berbahasa Jawa. Sebagian besar orang Jawa menganggap bahasa Jawa itu rumit. Akhirnya pemakaian bahasa Jawa mulai berkurang.]]>

TIDAK semua orang Jawa bisa berbahasa Jawa. Sebagian besar orang Jawa menganggap bahasa Jawa itu rumit. Akhirnya perkembangan zaman pemakaian bahasa Jawa mulai berkurang. Terutama anak zaman sekarang. Mereka enggan menggunakan bahasa Jawa (baik dan benar) dengan berbagai alasan.

Pertama, anak merasa sulit menggunakan bahasa Jawa karena memiliki ragam tingkatan bahasa. Ada bahasa Jawa ragam ngoko dan krama. Sebenarnya untuk ragam ngoko anak tidak mengalami kesulitan. Ragam ngoko adalah ragam yang paling dasar. Ragam ini hanya menggunakan kosakata ngoko. Ragam inilah yang sering digunakan anak untuk berkomunikasi. Padahal menurut aturan pemakaiannya, ragam ngoko hanya digunakan untuk orang yang seumuran (anak dengan anak), orang tua kepada anak, guru kepada siswa, atau atasan terhadap bawahan.

Sedangkan untuk berbicara kepada orang yang lebih tua, anak harus menggunakan ragam krama. Ragam ini digunakan untuk menghormati mitra bicara yang umurnya lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi.

Kedua, anak kurang percaya diri jika harus berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa. Dianggap ndesa, tidak gaul, tidak kekinian atau ketinggalan zaman. Agar terlihat gaul dan kekinian anak memilih menggunakan bahasa Indonesia.

Kurangnya penggunaan bahasa Jawa tidak semata-mata kesalahan anak saja. Peran keluarga penting. Banyak orang tua yang membiasakan anak untuk berbahasa Indonesia. Sebenarnya membiasakan anak untuk menggunakan bahasa Indonesia tidaklah salah, karena bahasa Indonesia adalah bahasa Nasional. Namun mengingat kita ini adalah orang Jawa, alangkah baiknya kita melestarikan bahasa Jawa.

Selain keluarga, peran sekolah juga menentukan kemampuan anak untuk berbahasa Jawa. Sejak 2005, mata pelajaran bahasa Jawa diberlakukan di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Hal ini menandakan bahwa pemerintah sangat memperhatikan keberadaan bahasa Jawa. Pemerintah berupaya bahasa Jawa tetap eksis. Pelajaran bahasa Jawa di tingkat SMA mendapat porsi dua jam perminggu. Dengan dua jam perminggu guru berupaya untuk mengajarkan dan meningkatkan kemampuan anak dalam berbahasa Jawa. Namun pada kenyataannya kemampuan anak dalam berbahasa Jawa sangatlah kurang.

Terutama kemampuan dalam menggunakan ragam krama. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru bahasa Jawa. Berbagai cara dan metode dilakukan untuk meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan ragam krama. Salah satunya adalah menerapkan metode bermain peran.

Metode bermain peran merupakan metode simulasi bermain peran secara berkelompok untuk melatih peserta didik berkomunikasi. Langkah awal sebagai stimulasi adalah mengajak peserta didik melihat film pendek yang memuat unggah-ungguh basa. Kemudian guru memberi penjelasan tentang unggah-ungguh basa.

Langkah selanjutnya guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok membuat percakapan yang menggunakan ragam krama. Percakapan tersebut bisa antara orang tua dengan anak, guru dengan siswa, atasan dengan bawahan, dan lain-lain. Setelah percakapan dibuat, peserta didik mempraktikan percakapan tersebut di depan kelas.

Kelompok lain mengamati, mengoreksi dan memberi tanggapan. Hal yang diamati dan dikoreksi terutama adalah pemilihan kosakata. Apakah kosakata yang digunakan sudah sesuai unggah-ungguh basa atau belum. Kemudian guru bersama peserta didik membuat simpulan pelajaran yang telah dilaksanakan.

Dari hasil pengamatan ternyata menerapkan metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan peserta didik berbahasa Jawa. Peserta didik lebih mudah memahami arti dari kalimat yang diucapkannya. Sehingga peserta didik dapat berbicara dengan benar sesuai dengan peran yang dimainkan. Selain itu dengan mengajak peserta didik mengoreksi bersama-sama juga dapat meningkatkan pengetahuan berbahasa Jawa. Dengan meningkatnya pengetahuan dapat meningkatkan pula keterampilan berbicara peserta didik. Demikian salah satu cara dalam meningkatkan kompetensi peserta didik dalam berbahasa Jawa. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para guru bahasa Jawa. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 15:20:08 +0700
<![CDATA[Bahasa Inggris Punya Andil Bentuk Karakter]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127882/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter_m_127882.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter_m_127882.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127882/bahasa-inggris-punya-andil-bentuk-karakter

DUNIA pendidikan Indonesia semakin menurun kualitasnya setiap tahunnya. Ini terjadi karena adanya problem remaja yang mudah marah.]]>

DUNIA pendidikan Indonesia semakin menurun kualitasnya setiap tahunnya. Ini terjadi karena adanya problem remaja yang mudah marah. Akhirnya berujung pertikaian atau tawuran. Selain itu penyalahgunaan obat-obat terlarang, minuman keras, perilaku penyimpangan sosial, seperti free sex, dan pergaulan bebas, menjadi pemicu menurunnya kualitas pendidikan di Indonesia.

Meskipun pemerintah di Indonesia sudah sedikit demi sedikit melakukan perubahan dengan adanya pendidikan karakter, namun pada kenyataannya itu masih belum maksimal pelaksanaanya. Ini disebabkan sistem pendidikannya tidak menerapkan keseimbangan kognitif (akal), afektif (hati), dan psikomotor (gerak). Wajar bila tak maksimal dalam pelaksanaanya. Melalui pendidikan bahasa inggris bisa dibentuk untuk generasi muda. Untuk itu karakter bangsa ini sudah semestinya ditumbuhkembangkan. Terutama bagi generasi muda melalui pendidikan karakter yang holistik-integratif melalui semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran bahasa inggris.

Perkembangan dan pembentukan karakter dipengaruhi dua faktor. Yaitu faktor lingkungan (nurture) dan faktor bawaan (nature). Secara psikologis perilaku berkarakter merupakan perwujudan dari potensi intelligence quotient (IQ) spiritual quotient (SQ) dan adverse quotient (AQ) yang dimiliki seseorang.

Konfigurasi karakter dalam kontek totalitas proses psikologis dan sosio-kultural pada akhirnya dikelompokkan dalam empat katagori. Yakni olah hati, olah pikir, olahraga dan olah rasa. Keempat proses psiko-sosial ini secara holistik dan koheren saling terkait dan saling melengkapi dalam pembentukan karakter dan nilai-nilai luhur dalam diri seseorang (Kemdiknas: 2010).

Ada  tiga kompetensi, yaitu meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Bahasa Inggris bisa menjadi wahana untuk penanaman nilai-nilai karakter guna mencapai ketiga komponen tersebut. Alasannya, karena bahasa Inggris merupakan bahasa asing di Indonesia yang dianggap penting. Guna mengembangkan ilmu pengetahuan dan berhubungan dengan bangsa-bangsa lain. Pada kenyataannya, kesuksesan mengajar bahasa Inggris di Indonesia belum maksimal. Padahal siswa siswi belajar bahasa inggris selama empat jam pelajarannya setiap minggunya. Mengapa demikian? Alasan pertama karena masih rendaahnya taraf pencapaian/prestasi belajar bahasa inggris (real scholatic achievment). Kedua, siswa belum mampu berbahasa inggris (language sklill) dalam komunikasi  berbahasa inggris.

Pendidikan karakter yang diselipkan di pendidikan bahasa Inggris ini bukan hanya untuk membentuk pendidikan karakter tetapi juga bisa meningkatkan nilai mata pelajaran bahasa Inggris “Model pendidikan karakter dengan pendekatan holistik-integratif dengan penerapan Content-Based Intruction (CBI) bukan hanya hanya meningkatkan prestasi belajar tetapi juga memudahkan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Model ini dapaat membangun generasi muda unggul dalam memimpin negeri di masa mendatang. Guru sebagai ujung tombak dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada anak didik. Menciptakan komunitas kepribadian luhur dan beraklak mulia.

Model pembelajaran karakter melalui CBI dapat dilakukan bertitik tolak dari satu topik atau tema yang dipilih. Dikembangkan guru bersama anak, dengan cara mempelajari dan menjelajahi konsep dari tema tersebut. Hal tersebut bisa pula dilakukan dengan model inkuiri yakni, proses yang melibatkan anak dalam perencanaan ekplorasi dan tukar menukar ide. Serta mendorong anak untuk bekerja sama dalam kelompok dan merefleksikan kegiatan belajarnya dalam kehidupan sehari-hari. Agar lebih maksimal, dalam menanamkan pendidikan karakter, bukan sebatas guru dan murid, tetapi juga melibatkan stakeholder yang lain. Misalnya seluruh sivitas sekolah, seperti kepala sekolah, para wakil kepala, guru mapel, guru BK, penjaga sekolah, petugas perpustakaan, orang tua murid, murid itu sendiri dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah. Apa bila aspek-aspek tersebut bisa dimaksimalkan dengan sangat baik, maka pendidikan karakter bisa terbentuk di dalam diri siswa. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 11:15:17 +0700
<![CDATA[Mengulas Tuntas Buku Berkualitas melalui IK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127881/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik_m_127881.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik_m_127881.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127881/mengulas-tuntas-buku-berkualitas-melalui-ik

MERESENSI buku atau mengulas buku, salah satu aspek keterampilan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Pada materi teks ulasan akan diulas sebuah buku.]]>

MERESENSI buku atau mengulas buku, salah satu aspek keterampilan pada pembelajaran bahasa Indonesia. Pada materi teks ulasan akan diulas sebuah buku dan berisi review atau ulasan penilaian terhadap suatu karya (buku, novel, cerpen, drama, film, atau musik). Ulasan atau resensi/review biasa dilakukan atas suatu karya di sekitar kita sebagai umpan balik dari rasa kritis kita terhadap hal tersebut. Dalam mengulas buku akan disajikan tanggapan tentang kualitas sebuah karya, baik berupa film, buku, benda, dan lain sebagainya untuk mengetahui kualitas, kelebihan dan kekurangan yang dimiliki karya tersebut. Semua itu ditujukan untuk pembaca atau pendengar khalayak ramai.

Dalam mengulas buku, motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran dirasakan oleh penulis masih rendah. Peserta didik kurang menunjukkan kesungguhan dan keaktifan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Mereka kesulitan memahami buku yang akan diulas. Minim dalam perbendaharaan kata. Kurang menguasai kaidah bahasa dan ejaan yang benar. Serta kurang mengetahui struktur teks ulasan. Hambatan yang kedua berasal dari faktor penulis. Penulis kurang dapat menumbuhkan minat dan mengembangkan motivasi belajar peserta didik. Selain itu pendekatan, strategi, metode, teknik, dan model pembelajaran penulis masih konvensional. Sehingga tidak menarik dan juga tidak efektif. Penulis lebih mementingkan produk tulisan, bukan proses pembelajaran. Oleh sebab itu, perlu diterapkan model pembelajaran yang dapat memicu dan memacu kompetensi peserta didik dalam mengulas sebuah buku.

Investigasi Kelompok (IK) model pembelajaran yang dapat digunakan mengembangkan kompetensi peserta didik dalam mengulas sebuah buku. Model ini merupakan model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas peserta didik untuk mencari sendiri materi (informasi) melalui bahan-bahan yang tersedia. Dengan melaksanakan model ini para peserta didik diharapkan memiliki kamampuan komunikasi dan keterampilan proses kelompok sehingga tercipta iklim belajar yang positif.

Pada model ini, peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 4-5 orang. Kelompok dapat dibentuk berdasarkan perkawanan atau berdasarkan pada keterkaitan akan sebuah materi tanpa melanggar ciri-ciri pembelajaran kooperatif (Isjoni 2009:87). Diharapkan nantinya pada akhir pembelajaran setiap kelompok dapat menyajikan hasil investigasi kelompoknya. Bentuknya teks ulasan baik secara lisan maupun tulis. Dengan memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, atau aspek lisan.

Sedangkan langkah-langkah dalam menyusun teks ulasan sebagai berikut. Pertama, mencatat identitas buku atau karya yang akan diulas. Meliputi judul, penulis, nama penerbit, tahun terbit, termasuk ketebalan. Kalau perlu termasuk harga buku.

Kedua, mencatat hal-hal menarik/penting dari isi buku. Ketiga, menelaah kelebihan dan kelemahan buku. Keempat, merumuskan kesimpulan tentang isi dan kesan-kesan buku itu secara keseluruhan. Kelima, membuat saran-saran untuk pembaca.

Secara teknis, model investigasi kelompok dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut. Pertama, penulis membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen. Satu kelompok terdiri atas 4-5 peserta didik. Kedua, penulis menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok. Ketiga, penulis memberi buku yang berbeda untuk setiap kelompok. Keempat, setiap kelompok mengulas buku yang sudah mereka terima secara kooperatif dan penemuan. Kelima, peserta didik menyimpulkan hasil pembelajarannya. Keenam, setiap kelompok mempresentasikan hasil penemuannya. Ketujuh, penulis memberikan penjelasan singkat dan meyimpulkan. Kedelapan, evaluasi. Kesembilan, penutup (Suyatno 2009:123-124).

Keunggulan lain dari model investigasi kelompok adalah mengembangkan pendidikan karakter karena mereka dibiasakan bekerja dalam kelompok. Nilai-nilai kejujuran, kerja sama, disiplin, dan keluhuran nilai lainnya dapat terbina melalui implementasi model tersebut dalam pembelajaran mengulas sebuah buku. Selain itu juga akan memberikan pengetahuan yang luas dalam meningkatkan kompetensi mengulas tuntas buku dan meningkatkan motivasi dan aktivitasnya dalam mengikuti pembelajaran di kelas. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 11:08:00 +0700
<![CDATA[Gara-gara Token, Hari Kedua UNBK Pati Molor 20 Menit]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127878/gara-gara-token-hari-kedua-unbk-pati-molor-20-menit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/gara-gara-token-hari-kedua-unbk-pati-molor-20-menit_m_127878.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/gara-gara-token-hari-kedua-unbk-pati-molor-20-menit_m_127878.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127878/gara-gara-token-hari-kedua-unbk-pati-molor-20-menit

Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Pati berjalan lancar meski diwarnai keterlambatan token dari pusat selama 20 menit.]]>

 PATI – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) Pati berjalan lancar meski diwarnai keterlambatan token dari pusat selama 20 menit. Keterlambatan itu tak menjadikan kendala karena ada penambahan waktu 20 menit untuk siswa mengerjakan soal dengan mata pelajaran (mapel) Matematika.

Ketua MKKS SMK Pati Pramuhadi Kuswanto menyampaikan, pada sesi pertama ada keterlambatan token dari pusat selama 20 menit. Tapi itu tidak mengurangi waktu mengerjakan karena waktu pengerjaan soal ditambah 20 menit. Pada sesi berikutnya sudah lancar tidak ada kendala.

“Pada pelaksanaan UNBK hari kedua secara keseluruhan berjalan lancar. Siswa mengerjakan dengan baik. Sedangkan pada hari pertama tidak ada kendala untuk sekolah. Hanya saja di SMK Dukuhseti ada trouble pada hari pertama UNBK,” ungkapnya.

Selama satu sesi server mengalami trouble sehingga sesi pertama diganti sesi keempat. Server tersebut secara teknis mati. Namun setelah diganti dengan server cadangan, akhirnya server bisa dan sesi berikutnya berjalan. Akan tetapi untuk sesi pertama diganti dengan sesi keempat sehingga siswa mengerjakan hingga malam hari.

Pramuhadi menuturkan, UNBK SMK Pati 2019 ini diikuti 45 SMK yang terdiri dari 7.064 siswa terdiri dari 4.302 siswa dan 2.762 siswi. Dari data siswa tersebut, yang tidak mengikuti UNBK ada 21 siswa. Diantaranya enam sakit dan 15 mengundurkan diri. Mengundurkan diri itu ada yang pindah, keluar, dan lainnya.

“Siswa yang tidak hadir karena sakit demam berdarah dengue (DBD) dan ada yang kecelakaan. Sehingga mengikuti UNBK susulan pada 15-16 April mendatang. Siswa yang sakit karena kecelakaan merupakan siswa SMKN 2 Pati. Memilih untuk mengikuti UNBK susulan,” kata Kepala SMKN 2 Pati ini kemarin.

Pramuhadi menambahkan, pelaksaan UNBK di SMKN 2 Pati berjalan lancar. Ada 534 siswa yang mengikuti UNBK 2019. Pelaksanaannya dibagi menjadi lima ruang dan tiga sesi. Selain itu juga tidak ada kendala sarpras karena sudah mempunyai sekitar 200 komputer, enam server utama dan cadangan serta sudah antisipasi genset dan UPS jika ada listrik padam. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 10:27:13 +0700
<![CDATA[Hari Kedua UNBK Jepara Diwarnai Listrik Padam Setengah Jam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127875/hari-kedua-unbk-jepara-diwarnai-listrik-padam-setengah-jam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/hari-kedua-unbk-jepara-diwarnai-listrik-padam-setengah-jam_m_127875.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/hari-kedua-unbk-jepara-diwarnai-listrik-padam-setengah-jam_m_127875.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127875/hari-kedua-unbk-jepara-diwarnai-listrik-padam-setengah-jam

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua tak semulus hari sebelumnya. Beberapa sekolah terdampak listrik padam akibat gangguan trip LBS.]]>

KOTA - Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua tak semulus hari sebelumnya. Beberapa sekolah terdampak listrik padam akibat gangguan trip LBS.

Salah satu sekolah yang terdampak yakni SMK Negeri 2 Jepara. Saat pelaksanaan ujian sesi kedua hampir berakhir, listrik padam. Beruntung pihak sekolah menyediakan genset sehingga pelaksanaan UNBK tidak sampai terganggu.

Mati listrik terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, tepat setengah jam sebelum UNBK sesi kedua berakhir. Listrik baru kembali menyala sekitar pukul 12.30 WIB.

Kepala SMK Negeri 2 Jepara sekaligus Ketua MKKS SMK Kabupaten Jepara, Subandi mengatakan, sekolahnya menyiapkan dua genset untuk mengantisipasi jika terjadi listrik padam. ”Sudah kami antisipasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Subandi melanjutkan, sebelumnya pihaknya juga sudah menyampaikan surat pada pihak PLN Jepara dengan harapan saat pelaksanaan UNBK tidak terjadi gangguan terkait listrik. ”Memang memerlukan perhatian dan dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Di SMK Negeri 2 Jepara sendiri total ada 448 siswa kelas XII dari 6 jurusan yang menjadi peserta ujian. Jumlah peserta tersebut dibagi menjadi empat ruangan dengan masing-masing ruangan melaksanakan tiga sesi ujian. ”Hari kedua mapel Matematika. Untuk sesi pertama mulai pukul 07.30 hingga 09.30 WIB, sesi kedua mulai 10.30 hingga 12.30 WIB serta sesi ketiga mulai 14.00 hingga 16.00 WIB,” terangnya.

Sementara itu mengenai pelaksanaan UNBK SMK secara keseluruhan di Jepara, Subandi menjelaskan, total ada 49 SMK di Kabupaten Jepara dan kesemuanya melaksanakan UNBK.

Selama dua hari pelaksanaan UNBK, terpantau lancar. Pihaknya hanya menerima laporan server lambat namun tidak sampai error dan bisa segera teratasi tanpa mengganggu jalannya UNBK. ”Bisa teratasi dengan bantuan helpdesk yang ada di SMK Negeri 2 Jepara. Memang kalau ada persoalan dikomunikasikan dulu pada helpdesk kalau belum teratasi baru melapor ke tingkat yang lebih tinggi. Tidak langsung melapor ke provinsi,” tuturnya.

Sementara itu Kepala PLN Rayon Jepara Mulki Maulana mengatakan, listrik padam dikarenakan gangguan trip LBS. ”Ada lost contact sambungan, nama alatnya LBS. Padam mulai pukul 11.57 WIB,” ungkapnya.

Mulki melanjutkan, ada beberapa titik yang terdampak. Mulai dari Desa Mulyoharjo, Perum Kuwasharjo, Pengkol Kapling, Desa Kuwasen serta sebagian Desa Bandengan. ”Pukul 12.30 WIB sebagian wilayah padam kembali menyala termasuk di SMK Negeri 2 Jepara. Hanya wilayah Mulyoharjo yang masih padam dan menyala terakhir,” tuturnya.

Mulki menambahkan, pihaknya menyampaikan maaf khususnya untuk yang sedang melaksanakan UNBK. ”Kami mohon maaf untuk adik-adik yang sedang melaksanakan UNBK,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 10:11:42 +0700
<![CDATA[Ini Perlunya Siswa Diajari Unggah-ungguh dengan Kearifan Lokal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127850/ini-perlunya-siswa-diajari-unggah-ungguh-dengan-kearifan-lokal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/ini-perlunya-siswa-diajari-unggah-ungguh-dengan-kearifan-lokal_m_127850.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/ini-perlunya-siswa-diajari-unggah-ungguh-dengan-kearifan-lokal_m_127850.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127850/ini-perlunya-siswa-diajari-unggah-ungguh-dengan-kearifan-lokal

Peningkatan mutu pendidikan kini mulai menekankan kearifan lokal. Maka seni budaya yang ada di daerah perlu diperkenalkan pada siswa.]]>

BAE – Peningkatan mutu pendidikan kini mulai menekankan kearifan lokal. Maka seni budaya yang ada di daerah perlu diperkenalkan pada siswa. Sebab di dalam kearifan lokal mengandung nilai-nilai etika dan perilaku tradisional yang baik ditiru siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo mengatakan, mendidik karakter siswa memang dibutuhkan budaya lokal. Misalnya di dalam budaya Jawa, ada tata krama berbicara. Kemudian tingkah laku yang menghargai orang dan  budaya gotong royong. Kalau dihilangkan, maka karakter yang terbentuk rasa tepo seliro dan unggah ungguhnya mungkin tidak ada.

”Saya bangga sebagai orang Jawa. Apalagi hidup di Kudus yang kearifan lokalnya masih dijunjung tinggi,” terangnya saat mengisi acara seminar di gedung Rektorat Lantai IV Universitas Muria Kudus (UMK) Senin (25/3) kemarin.

Dia juga mengatakan, pendidikan harus mampu menjadi spirit agar bisa lebih baik lagi. Untuk itu, pendidikan yang ada harus memanfaatkan keunggulan lokal dan global dalam banyak aspek. Mulai dari aspek ekonomi, seni, budaya, sumber daya manusia, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi dan lainnya.

Komponen tersebut dimasukkan dalam kurikulum sekolah yang akhirnya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Agar dapat dimanfaatkan untuk bersaing di tingkat global.

”Ketika pendidikan berbasis kearifan lokal, maka diharapkan bermanfaat dalam pembangunan di masyarakat. Karena, terjun di masyarakat jelas harus memahami nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 07:55:37 +0700
<![CDATA[Role Playing Mudahkan Belajar Tingkat Tutur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127848/role-playing-mudahkan-belajar-tingkat-tutur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/role-playing-mudahkan-belajar-tingkat-tutur_m_127848.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/role-playing-mudahkan-belajar-tingkat-tutur_m_127848.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127848/role-playing-mudahkan-belajar-tingkat-tutur

PENDIDIKAN karakter menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Kontribusinya diyakini cukup besar dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa.]]>

PENDIDIKAN karakter menjadi prioritas utama dalam dunia pendidikan. Kontribusinya diyakini cukup besar dalam membentuk karakter dan kepribadian siswa untuk menyongsong era milenial saat ini. Terkait itu, maka bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib di Jawa Tengah, memiliki andil tersendiri dalam pencanangan pendidikan karakter. Mengingat bahasa Jawa memiliki pola tersendiri dibandingkan dengan bahasa-bahasa daerah lainnya. Pembeda yang sangat kentara yakni pada  tingkat tutur yang terdapat didalam bahasa itu sendiri sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dimana tingkat tutur itu sendiri dimakanai sebagai variasi bahasa yang perbedaan antar tingkat satu dengan yang lainnya ditentukan oleh perbedaan kesopanan penutur terhadap mitra tutur (Poedjasoedarma, 1979: 3).

Maka mempelajari tingkat tutur dalam berbahasa Jawa menjadi sangat penting. Tujuannya untuk mewujudkan tercapainya pendidikan berbasis karakter. Akan tetapi praktik di lapangan tak semudah yang dibayangkan, karena fakta di sekolah, peserta didik masih kesulitan untuk belajar dan praktik berbahasa Jawa aktif sesuai tingkat tutur yang benar. Rata-rata dari peserta didik belum tepat dalam menggunakan ragam basa sesuai tingkat tuturnya. Mengingat ragam tingkat tutur terdiri dari ragam ngoko, ragam madya, dan ragam krama. Semuanya memiliki ciri dan tingkat kesopanan yang berbeda ketika bertutur dengan mitra tuturnya. Karena itulah biasanya peserta didik kesulitan untuk menerapkannya dalam berkomunikasi sehari-hari.

Fakta-fakta tersebut menjadikan pembelajaran pada materi tingkat tutur bahasa Jawa (unggah-ungguh basa) menjadi abstrak untuk diajarkan kepada siswa. Sebab siswa masih memiliki anggapan bahwa materi tersebut sukar untuk dipelajari dan dipraktikkan. Hal ini menjadi ganjalan besar untuk belajar tingkat tutur secara efektif. Oleh karenanya pemilihan metode belajar yang tepat dan menyenangkan yakni kunci untuk menyukseskan pembelajaran tingkat tutur bahasa Jawa di lingkungan sekolah.

Role Playing sebagai metode pembelajaran bisa diterapkan pada materi tingkat tutur bahasa Jawa. Karena menurut Jill Hadfileld metode pembelajaran role playing merupakan salah satu permainan gerak yang di dalamnya terdapat aturan, tujuan dan sekaligus melibatkan unsur bahagia. Dalam bermain peran siswa mesti diarahkan pada situasi tertentu seakan-akan berada diluar kelas, meskipun kenyataannya pada saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Selain itu model pembelajaran role playing tak jarang dimaksudkan sebagai salah satu bentuk aktivitas peserta didik membayangkan dirinya seakan-akan berada di luar kelas dan berperan sebagai orang lain (Basri Syamsu, 2000).

Menggunakan dasar teori itulah maka peserta didik Kelas IX di SMP 3 Bae mempraktikkan metode pembelajaran role playing pada saat belajar materi tingkat tutur bahasa Jawa (unggah-ungguh basa). Pembelajaran diawali dengan membagi kelompok belajar yang terdiri dari 4 orang pada tiap kelompoknya. Kedua peserta didik bersama guru menentukan tema belajar. Kemudian menyusun serta menyiapkan skenario belajar. Langkah ketiga peserta didik menentukan perannya dalam dialog sesuai dengan tema belajar. Kemudian peserta didik dalam tim membuat dialog sesuai dengan perannya dan menggunakan tingkat tutur yang tepat. Langkah ke-5 peserta didik praktik di depan kelas untuk mempresentasikan dialog yang telah dibuat. Lalu peserta didik bersama guru memberikan simpulan terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Terakhir peserta didik bersama guru melakukan refleksi pembelajaran.

Penerapan metode role playing di SMP 3 Bae ternyata bisa memudahkan siswanya untuk mempelajari materi tingkat tutur secara konkret. Hal ini dikarenakan pada proses pembelajaran tersebut melibatkan peran siswa dalam pembelajaran secara aktif. Selain itu juga proses belajar yang menyenangkan akan membangun atmosfir tersendiri dalam pembelajaran, sehingga belajar tingkat tutur terasa mudah dan efektif. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 07:32:28 +0700
<![CDATA[Tumbuhkan Budi Pekerti melalui Intensitas Berliterasi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127699/tumbuhkan-budi-pekerti-melalui-intensitas-berliterasi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/tumbuhkan-budi-pekerti-melalui-intensitas-berliterasi_m_127699.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/tumbuhkan-budi-pekerti-melalui-intensitas-berliterasi_m_127699.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127699/tumbuhkan-budi-pekerti-melalui-intensitas-berliterasi

KEGIATAN literasi di Indonesia sedang digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.]]>

KEGIATAN literasi di Indonesia sedang digalakkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. Gerakan literasi sekolah tersebut lebih diarahkan pada anak usia sekolah yang dijadikan pembiasaan. Harapannya dengan gerakan literasi dapat menumbuhkembangkan minat baca siswa dan menambah wawasan dalam khasanah pengetahuannya. Namun, kenyataannnya yang terjadi di beberapa satuan pendidikan masih banyak kendala yang dihadapi. Kegiatan literasi masih jauh dari harapan. Literasi baca terutama belum bisa dijadikan sebagai kegiatan pembiasaan di sekolah, Bahkan masih banyak siswa pemerolehan buku koleksi perpustakaan tidak merata.

Literasi mengarahkan siswa pada kemampuan membaca dan menulis. Dalam upaya menumbuhkan budi pekerti siswa. Tujuannya agar siswa memiliki budaya membaca dan menulis sehingga menyatu dalam pembelajaran sepanjang hayat. Pengertian literasi dapat lebih berkembang tidak hanya sebatas tentang baca tulis dan hitung. Namun, berkembang mencakup lebih luas yaitu, literasi sains, literasi numerasi, literasi informasi dan komunikasi, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

Membaca menduduki posisi serta peran yang sangat penting dalam pembiasaan literasi. Terlebih pada era informasi dan komunikasi seperti sekarang ini. Membaca juga merupakan sebuah jembatan bagi setiap orang yang berkeinginan mencapai kemajuan dan kesuksesan. Baik di lingkungan dunia pendidikan  maupun dunia pekerjaan. Oleh karena itu, para pakar sepakat bahwa kemahiran membaca (reading literacy) merupakan persyaratan mutlak bagi setiap insan yang ingin memperoleh kemajuan.

Banyak faktor yang memengaruhi kemampuan membaca seseorang. Faktor-faktor tersebut ada yang bersifat intrinsik dan ada yang bersifat ekstrinsik. Dari sekian banyak faktor  yang memengaruhi kemampuan membaca seseorang, salah satunya adalah faktor fasilitas. Dalam hal ini buku-buku atau sarana baca seseorang sangat ditentukan oleh faktor kuantitas membacanya. Kemampuan berbahasa seseorang itu sangat ditentukan oleh pengaruh lamanya seseorang melakukan aktivitas membaca. Terampil membaca dan memiliki kebiasaan membaca harus selalu ditumbuhkan. Di samping memiliki kebiasaan membaca, juga pada waktu membaca, seseorang melaksanakan kegiatan membaca tersebut harus dengan sungguh-sungguh dan konsentrasi. Hal ini dilakukan agar yang telah diserap dalam bacaan akan tersimpan dengan baik di dalam otak dan jiwa, sehingga sewaktu-waktu dapat dimunculkan ketika diperlukan.

Kebiasaan-kebiasaan lama yang jelek, kurangnya konsentrasi, dan minimnya persepsi harus dihindarkan. Salah satu upaya  untuk mengatasi hal itu adalah dengan meningkatkan intensitas membaca. Seringnya seorang siswa membaca buku, berkali-kali seorang siswa membaca, diharapkan akan terbentuk pula suatu kemampuan atau kemahiran dalam membaca.

Masyarakat intelektual senantiasa juga menyadari bahwa perpustakaan sekolah merupakan bagian integral lembaga pendidikan yang menyajikan berbagai koleksi bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah. Perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar yang dapat meningkatkan kegemaran dan minat baca siswa, membangkitkan minat siswa untuk mempelajari hal-hal baru, serta menyediakan informasi melalui buku-buku referensi. Pentingnya peranan perpustakaan bisa dilihat dari fungsinya yaitu sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat informasi, pusat belajar, pusat penelitian literatur dan pusat  rekreasi.

Dengan kemampuan membaca dalam berbagai bidang, dunia seolah berada di genggaman tangan. Artinya, begitu pentingnya membaca, maka perlu diajarkan kepada setiap generasi. Hasrat dan minat membaca perlu terus ditumbuhkembangkan pada diri setiap orang. Mengintensitaskan membaca dipandang perlu bagi siswa. Membaca sesering mungkin atau secara kontinue sangat perlu. Agar pelaksanaannya dapat terkontrol dengan baik, guru bisa menugasi siswa  memanfaatkan perpustakaan membaca koleksi perpustakaan sekolah. Dasar pemikiran langkah ini adalah semakin tinggi intensitas membaca seorang siswa, akan semakin tinggi pula kemampuan membacanya. Dengan demikian, jika seorang siswa jarang dan bahkan tidak pernah membaca buku, kemampuan membacanya pun akan semakin rendah. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 14:17:28 +0700
<![CDATA[Metode Field Trip Hilangkan Kebosanan Menulis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127695/metode-field-trip-hilangkan-kebosanan-menulis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/metode-field-trip-hilangkan-kebosanan-menulis_m_127695.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/metode-field-trip-hilangkan-kebosanan-menulis_m_127695.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127695/metode-field-trip-hilangkan-kebosanan-menulis

ADA empat kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam pelajaran bahasa Inggris. Yaitu reading, listening, writing, dan speaking.]]>

ADA empat kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam pelajaran bahasa Inggris. Yaitu reading, listening, writing, dan speaking. Writing (menulis) merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai peserta didik. Namun bagi beberapa peserta didik, menulis adalah hal yang sangat sulit.

Faktor yang menyebabkan menulis itu sulit diantaranya kurangnya penguasaan peserta didik terhadap kosakata dan grammar. Sulitnya memunculkan ide saat menulis sebuah teks. Malas membuka kamus dan merasa pelajaran menulis itu membosankan.

Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Menulis biasanya dilakukan di media kertas menggunakan pensil atau pena (wikipedia,2019, http://id.m.wikipedia.org/menulis/ 19 Maret 2019). Namun seiring perkembangan zaman menulis tidak hanya dilakuan di kertas, tapi juga bisa di komputer, laptop atau handphone. Menulis bisa dilakukan kapan saja. Di mana saja. Dengan menulis dan melalui tulisan kita dapat menyingkapkan kekuatan kreatif yang tersembunyi dalam diri kita.

Pembelajaran menulis hendaknya dilakukan secara menyenangkan dan santai agar peserta didik berani memunculkan ide kreatif dan pendapatnya. Guru hendaknya berinovasi, berkreasi serta memotivasi peserta didik. Sehingga peserta didik menganggap menulis itu mudah.  

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, penulis menghadapi permasalahan di kelas VII SMPN 1 Bae Kudus dalam menulis karangan  descriptive text. Peserta didik kurang percaya diri dan berani dalam mengungkapkan ide dan gagasannya. Peserta didik takut salah pada kosakata dan grammar-nya. Dampaknya peserta didik kurang bersemangat dalam mengikuti KBM (kegiatan belajar mengajar). Rasa takut, bosan dan ngantuk selalu mengelayut pada wajahnya ketika mengikuti pelajaran bahasa Inggris terutama pada materi menulis.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka penulis menerapkan metode field trip dalam pembelajaran menulis descriptive text. Metode field trip merupakan metode berkunjung ke lingkungan sekitar di luar. Yaitu proses pembelajaran yang mengajak siswa keluar kelas dan memanfaatkan lingkungan sekitar untuk belajar. Metode ini lebih menarik dan menyenangkan. Peserta didik merasa tidak jenuh, karena dapat menuangkan ide-idenya secara konkrit dan nyata.

Adapun langkah yang dilakukan penulis untuk menerapkan metode pembelajaran field trip adalah sebagai berikut. Pertama, merumuskan tujuan pembelajaran. Kedua, menyampaikan materi pembelajaran. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran, yang meliputi kegiatan pembukaan, inti dan penutup.

Untuk menerapkan metode ini penulis memerlukan waktu minimal dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama penulis mensosialisasikan rumusan tujuan pembelajaran dan menyampaikan materi pembelajaran yang akan menggunakan metode field trip. Pembelajaran ini dilakukan di dalam kelas. Pertemuan kedua adalah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran field trip dibagi menjadi tiga kegiatan. Yaitu pembukaan, inti dan penutup. Pada kegiatan pembukaan, guru me-review dan mengulas kembali meteri yang telah diajarkan pada pertemuan pertama. Pada kegiatan inti, peserta didik diberi tugas membuat karangan descriptive text sederhana. Contohnya tentang bangunan yang ada di sekolah. Pada penutup, beberapa peserta didik mempresentasikan hasil karangan descriptive text kemudian dilanjutkan refleksi pembelajaran.

Melalui penerapan metode pembelajaran field trip, peserta didik terlihat antusias dalam belajar. Peserta didik lebih kreatif dan berani dalam mengungkapkan ide dalam tulisannya. Peserta didik terlihat senang menulis. Diawali menulis kalimat-kalimat sederhana, namun pada akhirnya peserta didik mampu menulis kalimat yang lebih komplek.

Karakter percaya diri dan berani mengungkapkan ide terlihat dari tulisannya. Walaupun pada grammar (tata bahasa) dan kosakata terlihat kurang sempurna. Guru sebagai fasilitator dan narasumber selalu mengamati jalannya pembelajaran dan membantu peserta didik yang mengalami kesulitan.

Peserta didik sangat antusias dengan diterapkannya model pembelajaran seperti ini. Dengan model pembelajaran ini peserta didik merasa lebih nyaman, lebih rilex mengungkapkan ide dan gagasan serta merasa senang. Berdasarkan penjelasan yang sudah diuraikan diawal maka dapat disimpulkan field trip adalah model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan serta menumbuhkan karakter. Kompetensi menulis turut meningkat mengingat siswa merasa senang dan semangat dalam belajar menulis. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 13:59:09 +0700
<![CDATA[Bahaya Laten Olshop untuk Siswa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127691/bahaya-laten-olshop-untuk-siswa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/bahaya-laten-olshop-untuk-siswa_m_127691.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/bahaya-laten-olshop-untuk-siswa_m_127691.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127691/bahaya-laten-olshop-untuk-siswa

INTERNET, sebuah istilah yang tak asing dalam dunia industri dan sudah mendarah daging dengan kebutuhan hidup yang jauh lebih canggih.]]>

INTERNET, sebuah istilah yang tak asing dalam dunia industri dan sudah mendarah daging dengan kebutuhan hidup yang jauh lebih canggih. Selain berfungsi sebagai media informasi, juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan. Salah satunya online-shop yang ngetrend dengan sebutan olshop. Suatu  proses transaksi jual-beli melalui internet.

Beberapa waktu yang lalu sebelum ada internet khususnya online-shop, semua pelaku kegiatan ekonomi melakukan kegiatannya dengan cara tradisional. Mulai dari berdagang maupun berbelanja. Bahkan kegiatan lelang pun dilakukan dengan cara bertatap muka langsung.

Konsumen yang ingin membeli barang harus datang ke toko dan melihat secara langsung. Sehingga terjadi pertemuan antara pedagang dan pembeli. Namun, berkat adanya internet terciptalah teknologi perdagangan secara online yang terintegrasi dengan sistem yang biasa disebut online shop. Melalui online-shop ini, pembeli tidak perlu susah payah mendatangi toko hanya untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Pembeli bisa melihat langsung dagangan yang dijual melalui smartphone. Pembeli tinggal memesan barang yang diinginkan, kemudian pembayarannya bisa dilakukan dengan transfer melalui bank atau credit-card. Setelah itu, barang akan dikirimkan ke alamat sesuai keinginan pembeli.

Namun, setiap perkembangan teknologi pasti menimbulkan dampak positif dan negatif. Di balik kemudahan dalam membeli barang, sudah pasti ada risikonya. Banyak kasus-kasus tindak kriminal atau hal yang merugikan yang berasal dari online-shop. Seperti penipuan, peretasan saat transfer, kerusakan barang dan lain sebagainya. Perkembangan globalisasi ini tidak hanya membawa dampak positif bagi para pelaku, melainkan juga membawa dampak negatif yang dapat mengancam sewaktu-waktu, terutama bagi para remaja yang dimana merupakan generasi muda penerus bangsa.

Berbagai istilah yang ada dalam online shop yang sering kita dengar adalah pre order (PO). Sebelum pesan barang sebaiknya kita tanya ke penjual kapan estimasi tanggal barang jadi dan tanggal pengiriman barang. Barang yang dijual ready stock, berarti barang dapat dikirimkan segera. Jika ada tulisan sold out, berarti barang sudah terjual dan tidak ada stock lagi. Cash on delivery (COD) berarti penjual dan pembeli bertemu untuk melakukan transaksi secara langsung. COD sangat menguntungkan untuk pembeli, karena pembeli dapat menghemat ongkos kirim dan mengecek barang secara langsung sehingga menghindari penipuan

Lalu apa dampak positif -negatif online-shop dan bagaimana menyikapi dampak tersebut?

Dampak positif bagi generasi muda Indonesia dengan adanya online shop antara lain, Generasi muda akan semakin kreatif dalam berbisnis, karena dengan adanya online shop persaingan bisnis akan semakin luas. Tidak hanya di dalam negeri bahkan sampai ke luar negeri. Semuanya dapat melahirkan pebisnis-pebisnis muda. Karena dengan modal yang murah dan mudahnya menjalankan bisnis ini maka akan menarik para generasi muda untuk mulai dapat berbisnis.

Selain itu, belanja menjadi lebih praktis. Bisa membandingkan harga dengan mudah dari satu online-shop ke online-shop lain, hemat tenaga dan waktu, tidak perlu berjalan dari satu toko ke toko lain untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Bisa mendapatkan barang dari mana saja, dari luar kota bahkan luar negeri, Harga barang biasanya lebih murah, membantu perekonomian pedagang kecil, promosi mudah dan gratis, modal sedikit, dan sasaran pasar lebih luas.

Selain menghasilkan dampak positif berkembangnya online shop juga menimbulkan dampak negatif. Antara lain meningkatkan perilaku konsumtif. Menimbulkan sifat boros, karena barang yang dibeli tidak hanya barang yang dibutuhkan melainkan juga yang diinginkan. Sehingga menyebabkan konsumen berpikir praktis. Membuat para konsumen yang mayoritas para remaja menginginkan hasil tanpa adanya proses. Sulit bersosialisasi. Karena kegiatan berbelanja di online shop dapat dilakukan hanya dengan melalui gadget.  Selain itu, kualitas barang yang tidak sesuai dengan gambar, barang yang diterima cacat atau rusak ketika barang dalam pengiriman, tidak bisa membedakan barang asli atau tiruan. Bahkan sering terjadi penipuan, setelah uang ditransfer barang tidak diterima. Matinya toko-toko tradisional karena sepinya pengunjung.

            Berdasarkan pengaruh online shop maka dapat disimpulkan bahwa online shop dapat mempermudah kegiatan berbelanja dan dapat menghasilkan berbagai macam dampak positif. Akan tetapi, jika kelebihan dan tidak ditanggulangi secara serius maka akan menimbulkan dampak negatif yang banyak lagi. 

Untuk menghindari timbulnya berbagai macam dampak negatif tersebut disarankan untuk membeli barang sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan dan mengkombinasikan berbelanja secara online dengan secara langsung. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 13:49:34 +0700
<![CDATA[Belajar Akuntansi Itu Tidak Sulit]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127654/belajar-akuntansi-itu-tidak-sulit https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/belajar-akuntansi-itu-tidak-sulit_m_127654.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/belajar-akuntansi-itu-tidak-sulit_m_127654.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127654/belajar-akuntansi-itu-tidak-sulit

DI era globaliasasi seperti sekarang ini, akuntansi sangat dibutuhkan setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil.]]>

DI era globaliasasi seperti sekarang ini, akuntansi sangat dibutuhkan setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Semua instansi baik pemerintah maupun swasta, untuk membantu mereka dalam membuat laporan keuangan yang di butuhkan semua pihak. Antara lain pemilik perusahaan, manajer, kreditor atau bank, investor, karyawan, pemerintah, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Jadi, jika kita pinter dan menguasai akuntansi tidaklah sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Sebab, semua perusahaan akan mencari karyawan yang pintar, cerdas, tanggap, pandai menangkap peluang, dan peka terhadap perubahan-perubahan yang dinamis, yang disebabkan adanya perkembangan teknologi yang semakin modern dan terus berkembang. Di Indonesia ilmu pengetahuan dan teknologi juga terus berkembang. Tuntutan masyarakat semakin kompleks dan persaingan semakin ketat. Apalagi di era globalisasi dan pedagangan bebas seperti sekarang ini.

Untuk itu, perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang cerdas dan berkualitas. Salah satu upaya meningkatkan SDM adalah melalui jalur pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu faktor utama bagi pengembangan SDM. Sebab, pendidikan diyakini mampu meningkatkan SDM, sehingga dapat menciptakan manusia yang produktif yang mampu memajukan bangsa (Kunaryo, 2000).

Mengapa kita menganggap akuntansi sulit? Padahal akuntansi sudah dipelajari mulai dari SMA, khususnya jurusan IPS dan SMK jurusan akuntansi. Tetapi, jika kita mendengar istilah akuntansi bayangan kita pasti sangat sulit, karena berhubungan dengan angka-angka yang jumlahnya banyak. Ada sebagian peserta didik yang senang akan pelajaran akuntansi dan tak sedikit pula yang tak suka. Karena mereka menganggap akuntansi sulit. Selain itu, dituntut untuk sangat teliti dan sabar dalam mengerjakan. Apabila ada salah satu bagian yang salah, maka semuanya akan salah dan kita harus mencari dimana letak kesalahan itu.

Sebenarnya belajar akuntansi tidaklah sesulit yang dibayangkan, jika mau belajar dengan sungguh-sungguh dan berusaha semaksimal mungkin. Berikut ini cara belajar akuntansi dengan mudah.

Pertama, pahami pengertian dan konsep akuntansi. Menurut Weygant (dalam Yadiati dan Wahyudi : 2007) akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi dan mengomunikasikan kejadian-kejadian ekonomi dalam suatu organisasi kepada pihak yang berkepentingan. Dengan kita mempelajari dan memahami pengertian akuntansi dengan benar, di samping kita pelajari istilah-istilah dalam akuntansi, kita juga akan tahu tentang akuntansi.  Setelah itu, kita pahami proses akuntansi mulai dari mengidentifikasi bukti transaksi, membuat jurnal umum, misalnya bagaimana cara membuat jurnal agar tak salah, posting buku besar dengan benar, neraca saldo, jurnal penyesuaian, kertas kerja, laporan keuangan, jurnal penutup, dan jurnal pembalik.

Kedua, learning by doing. Artinya kita harus aktif untuk membaca literatur-literatur akuntansi. Tak perlu menunggu disuruh, tetapi berusaha untuk mencari tahu.

Ketiga, mempelajari dari yang paling dasar dan yang paling mudah terlebih dahulu. Karena dalam akuntansi banyak persamaan dan rumus-rumus yang digunakan. Misalnya dalam rumus persamaan dasar akuntansi ada harta, utang, modal, pendapatan, dan beban. Setiap akun harus diberi nomor akun. Satu nomor untuk satu akun, misalnya kas nomor akunnya 111, utang usaha nomor akunnya 211, modal nomor akunnya 311, dan seterusnya. Tujuannya untuk memudahkan mengelompokkan akun-akun sesuai dengan jenisnya.

Keempat, perbanyak latihan soal-soal. Akuntansi merupakan proses, sehingga banyak diperlukan latihan. Apalagi akuntansi merupakan ilmu praktik, bukan ilmu teori. Di samping banyak latihan juga sering membaca permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan akuntansi, sehingga kita terbiasa untuk menyelesaikan masalah-masalah akuntansi dengan mudah dan menyenangkan.

Kelima, jangan berhenti dan menyerah. Saat menemui kesulitan atau tak menemukan solusi dan mengalami jalan buntu, sedangkan sudah dicek dan diteliti berkali-kali namun tetap tak menemukan jawaban, jangan berhenti mencari tahu jawabannya dan mempelajari.

Keenam, sering bertanya kepada teman, guru, atau orang yang tahu tentang akuntansi. Dengan sering bertanya, kita akan banyak pengetahuan dan pengalaman.

Menurut James O Whittaher (Djamal Syaiful Bahri : 1999) belajar adalah suatu proses di mana perilaku yang dihasilkan atau dimodifikasi melalui pelatihan atau pengalaman. Jadi, belajar, belajar, dan terus belajar, karena dengan belajar kita akan tahu segalanya. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 12:03:34 +0700
<![CDATA[Cuaca Buruk di Hari Pertama UNBK Bikin Siswa Waswas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127649/cuaca-buruk-di-hari-pertama-unbk-bikin-siswa-waswas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/cuaca-buruk-di-hari-pertama-unbk-bikin-siswa-waswas_m_127649.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/cuaca-buruk-di-hari-pertama-unbk-bikin-siswa-waswas_m_127649.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127649/cuaca-buruk-di-hari-pertama-unbk-bikin-siswa-waswas

Pelaksanaan UNBK SMK hari pertama dimulai kemarin (25/3). Namun, beberapa sekolah merasakan cemas tatkala cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan.]]>

 KUDUS  – Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK hari pertama dimulai kemarin (25/3). Namun, beberapa sekolah merasakan cemas tatkala cuaca tiba-tiba berubah menjadi hujan. Dikhawatirkan tiba-tiba terjadi pemadaman listrik.

Walaupun masing-masing sekolah sudah menyiapkan jenset, tapi rasa khawatir yang dirasakan kepala sekolah dan guru lainnya tetap ada. Mereka juga memikirkan para siswanya yang rumahnya jauh dari sekolah.

Seperti yang dirasakan Kepala SMK Wisudha Karya Fakhrudin. Dia mengatakan, sekolahnya sudah ada jenset kapasitas 2.250 KVA. Jika listrik padam, masih bisa tersalurkan dengan alat tersebut. Tapi, yang menjadi kecemasan lain, siswa peserta ujian, jika terjadi hujan lebat bisa dipastikan datang ke sekolah terlambat. Padahal untuk mengerjakan ujian ini, waktunya sudah di-setting secara otomatis.

”Sejak pagi saya sudah mulai khawatir. Apalagi Minggu pagi sampai sore hujan lebat. Ini tadi cuaca mendung di pagi hari. Jadi kami cemas. Untungnya perlahan langit berubah cerah hingga pelaksanaan ujian sesi pertama berlangsung dengan kelegaan. Kami terus berdoa supaya sampai sesi ketiga lancar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, jumlah siswa yang ikut ujian ini, ada 576 peserta dari tujuh kompetensi keahlian. Dengan jumlah siswa tersebut, sekolah ini menggunakan tujuh ruang dengan pelaksanaan tiga sesi. Hari pertama kemarin, menggelar ujian mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia.

Dia menambahkan, sampai pergantian sesi kedua kemarin cukup lancar. Namun, ada beberapa mapel yang rawan terjadi kesalahan-kesalahan soal, seperti tahun-tahun sebelumnya. Di antaranya bahasa Inggris dan teori kejuruan.

”Ya, intinya soal-soal bergambar bisa terbalik-balik dengan soal lain. Jadi, perlu kecermatan. Mudah-mudahan sampai selesai nantinya ujian berjalan lancar,” terangnya.

Dia mengakui, sejak adanya sinkronisasi Minggu (24/3) lalu, pelaksanaan jadi lebih mudah. Siswa juga mendapatkan token sesuai jadwal, sehingga pengerjaan soal-soal UNBK bisa lebih cepat. Sampai saat ini, belum ada laporan terjadi masalah atau teknis dalam UNBK.

”Kami merasa, Kemendikbud terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas. Baik itu server atau lainnya, agar UNBK berjalan lebih lancar,” terangnya.

Sementara itu, M. Rama Nanda, salah satu siswa jurusan teknik instalasi tenaga listrik (TITL), menyampaikan, pelajaran pertama yang dikerjakannya bahasa Indonesia. Menurutnya, kesulitan soalnya wajar dan tidak ada kendala waktu saat mengerjakan.

”Hari pertama belum ada kendala. Kami mengerjakan soal mulai pukul 07.30 dan selesai sebelum pukul 09.30. Semuanya lancar,” kata Rama.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah (Jateng) Wilayah III Sunoto saat memantau pelaksanaan UNBK di SMK Assa’idiyyah 2 Kudus dan SMK PGRI 2 Kaliwungu kemarin, menyampaikan, pelaksanaan UNBK di Kudus terpantau lancar. Ia juga tidak menerima laporan kendala pelaksanaan UNBK di hari pertama.

”Semoga selanjutnya juga lancar sampai hari terakhir nanti. Di Kudus belum ada laporan siswa yang sakit, sehingga butuh pendampingan khusus. Yang saya tahu dari Pati ada satu siswa yang sakit, karena kecelakaan jelang ujian. Tapi, bisa mengerjakan dengan didampingi pengawas,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 11:55:05 +0700
<![CDATA[Menumbuhkan Karakter Siswa melalui Kegiatan Ekstrakurikuler]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127639/menumbuhkan-karakter-siswa-melalui-kegiatan-ekstrakurikuler https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/menumbuhkan-karakter-siswa-melalui-kegiatan-ekstrakurikuler_m_127639.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/menumbuhkan-karakter-siswa-melalui-kegiatan-ekstrakurikuler_m_127639.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127639/menumbuhkan-karakter-siswa-melalui-kegiatan-ekstrakurikuler

KEGIATAN ekstrakurikuler (ekskul) merupakan wadah dan kegiatan bagi anak sekolah yang sangat ditunggu. Mengapa? Karena di sana anak sekolah akan belajar banyak.]]>

KEGIATAN ekstrakurikuler (ekskul) merupakan wadah dan kegiatan bagi anak sekolah yang sangat ditunggu. Mengapa? Karena di sana anak sekolah akan belajar banyak dari mulai organisasi sampai menyalurkan bakat mereka yang harus terus menerus diasah.

Pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa baik kemampuan kognitif, afektif, maupun psikomotor. Selain itu, untuk mengembangkan bakat dan minat siswa dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya yang positif. Tujuan kegiatan ekskul memberikan gambaran bagaimana karakter siswa dibangun secara baik.

Kegiatan ekskul juga memiliki beberapa fungsi, yaitu mengembangkan kemampuan dan kreativitas pelajar sesuai dengan potensi, bakat, dan minat. Ekskul juga memiliki fungsi sosial, yakni untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial siswa.

Juga untuk mengembangkan suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan bagi siswa yang menunjang proses perkembangannya. Pada akhirnya, kegiatan ini berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir siswa.

Dengan adanya kegiatan ekskul di sekolah diharapkan sekolah mampu membentuk karakter siswa sesuai dengan bakat dan minat siswa itu sendiri. Karakter bisa digambarkan sebagai sifat manusia pada umumnya, di mana manusia mempunyai banyak sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri.

Pendidikan karakter di sekolah sangat diperlukan, walaupun dasar dari pendidikan karakter adalah dari keluarga. Kalau seorang anak mendapat pendidikan karakter yang baik dari keluarganya, anak tersebut akan berkarakter baik. Jadi, pendidikan karakter atau budi pekerti plus adalah suatu yang urgen untuk dilakukan. Namun, banyak orang tua yang lebih mementingkan aspek kecerdasan otak ketimbang pendidikan karakter.

Jika kita peduli akan peningkatan mutu lulusan siswa, maka kita sebagai pendidik dan orang tua hendaknya senantiasa mengaplikasikan pendidikan karakter siswa di situasi apapun, di manapun, dan kapanpun siswa berada. Tanpa pendidikan karakter adalah usaha yang sia-sia untuk memajukan kualitas anak bangsa sebagai penerus bangsa.

Sebagai contoh, melalui kegiatan ekskul pramuka di sekolah, siswa belajar menjadi seorang pemimpin di hadapan teman-temannya dan guru-gurunya. Siswa juga disibukkan dengan perkemahan, baris berbaris, gotong royong mendirikan tenda, pentas seni api unggun, uji nyali, dan ketangkasan. Kegiatan ini, dilaksanakan agar siswa dilatih untuk memiliki sikap disiplin, kemampuan kerja sama, mandiri, serta bertanggung jawab.

Contoh lain kegiatan ekskul Palah Merah Remaja (PMR). Dalam kegiatan ini, siswa dilatih kepekaannya untuk menolong sesama, seperti menolong seseeorang yang mengalami kecelakaan sebelum dibawa ke dokter atau rumah sakit, memecahkan persoalan, menentukan pencegahan, dan pengobatan suatu kasus penyakit tertentu, dan kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Dasar hukum mengenai hal itu, terdapat dalam UUD Tahun 1945 Pasal 31 Ayat (3) yang berbunyi ”Pemerintah mengusahakan dan menyelesaikan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Selain itu, dalam Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, disebutkan tujuan pembinaan kesiswaan antara lain menyiapkan siswa agar menjadi warga yang berakhlak mulia, demokratis, dan menghormati hak-hak asasi dalam rangka mewujudkan masyarakat madani.

Berdasarkan uraian di atas, dapat dikatakan bahwa kegiatan ekskul yang merupakan bagian dari upaya melahirkan pribadi yang tak hanya cerdas, tetapi berkarakter baik. Juga memiliki peran yang penting dalam menumbuhkan karakter siswa.

Melalui ekskul, siswa dapat menumbuhkan sikap cinta Tuhan, tanggung jawab, toleransi, rela berkorban, displin, menghargai sesama, gotong royong, dan sebagainya. Diharapkan siswa menyadari pentingya kegiatan ekskul, sehingga dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan baik demi menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Juga diharapkan pihak sekolah mampu menyadari peran ekskul demi menumbuhkan karakter siswa dengan mengadakan berbagai ekskul yang mendukung perkembangan siswa. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 11:26:06 +0700
<![CDATA[Tali Kolor Elastis untuk Lompat Tinggi Gaya Straddle]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127581/tali-kolor-elastis-untuk-lompat-tinggi-gaya-straddle https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/tali-kolor-elastis-untuk-lompat-tinggi-gaya-straddle_m_127581.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/tali-kolor-elastis-untuk-lompat-tinggi-gaya-straddle_m_127581.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127581/tali-kolor-elastis-untuk-lompat-tinggi-gaya-straddle

GAYA mengajar yang dilakukan oleh guru dalam praktik pendidikan jasmani dengan metode tradisional perlu ditinggalkan. Karena hanya menggunakan satu gaya.]]>

GAYA mengajar yang dilakukan oleh guru dalam praktik pendidikan jasmani dengan metode tradisional perlu ditinggalkan. Karena hanya menggunakan satu gaya mengajar. Sehingga membuat situasi pembelajaran monoton. Membuat siswa jenuh untuk mengikuti pembelajaran.

Untuk itu kebutuhan memodifikasi olah raga perlu. Sehingga suatu pendekatan alternatif dalam pengajaran pendidikan jasmani mutlak perlu dilakukan. Guru harus memiliki kemampuan untuk memodifikasi keterampilan yang hendak diajarkan. Guru dituntut untuk lebih kreatif, inovatif dalam menciptakan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik. Sehingga tercipta pembelajaran yang aktif bagi peserta didik. Atau menyenangkan tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran tersebut.

Banyak faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Salah satunya kurang kreatifnya guru pendidikan jasmani dalam membuat dan mengembangkan media pembelajaran. Guru kurang akan metode–metode pembelajaran. Sehingga proses pembelajaran kurang menarik bagi peserta didik.

Seperti halnya di SMK Negeri 1 Purwodadi mayoritas peserta didik adalah puteri. Pada saat materi lompat tinggi bilah lompat dengan menggunakan kayu, rata–rata peserta didik merasa takut. Sehingga salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang dapat digunakan dalam hal ini adalah pendekatan pembelajaran menggunakan alat bantu berupa tali kolor elastis. Yaitu pendekatan pembelajaran yang dapat membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dalam mempelajari teknik dasar.

Alat bantu berupa tali kolor elastis dalam sebuah pembelajaran akan membuat peserta didik lebih mudah menangkap materi ajar yang diberikan oleh guru. Dengan alat bantu ini ternyata dapat mengubah suasana menjadi santai dan menyenangkan. Bahkan peserta didik saling berkompetisi melewati alat bantu tersebut.

Guru perlu mengembangkan metode dan media pembelajaran yang dapat mempermudah peserta didik menerima pelajaran dengan baik. Sebuah media yang tidak hanya dapat diterima oleh peserta didik yang memiliki tingkat pemahaman yang tinggi, tetapi juga mempertimbangkan efektivitas media bagi mereka yang memiliki tingkat pemahaman yang masih kurang.

Dalam memilih sebuah media alat bantu, seorang guru harus mempertimbangkan tingkat keekonomisan media. Biaya yang digunakan harus seimbang dengan yang akan diperoleh. Diutamakan penggunaan media denga biaya pengeluaran seminimal mungkin tetapi memiliki banyak manfaat dan keunggalan dalam proses pembelajaran. Materi yang diberikan juga harus sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik. Berisi hal-hal yang dekat dengan peserta didik. Sebaiknya menarik perhatian peserta didik.

Dengan tali kolor elastis ternyata bisa membantu menumbuhkan motivasi dan antusias terhadap materi ajar lompat tinggi gaya straddle. Karena para peserta didik cenderung lebih menyukai suasana kelas yag santai daripada yang serius.

Pembelajaran dengan pendekatan alat bantu berupa tali kolor elastis, untuk meningkatkan keberanian peserta didik dalam melompati bilah lompat tinggi dengan gaya straddle. Sehingga kendala yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran lompat tinggi gaya straddle bisa diatasi. Modifikasi alat bantu ini untuk mendukung jalannya pembelajaran tanpa meninggalkan tujuan pembelajaran. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 09:05:59 +0700
<![CDATA[Mind Map Mudahkan Siswa Bikin Cerpen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127580/mind-map-mudahkan-siswa-bikin-cerpen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/mind-map-mudahkan-siswa-bikin-cerpen_m_127580.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/mind-map-mudahkan-siswa-bikin-cerpen_m_127580.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127580/mind-map-mudahkan-siswa-bikin-cerpen

MENULIS cerpen merupakan proses kreatif menuangkan peristiwa dalam bentuk cerita. Peristiwa tersebut dapat berupa pengalaman pribadi maupun dialami orang lain.]]>

MENULIS cerpen merupakan proses kreatif menuangkan peristiwa dalam bentuk cerita. Peristiwa tersebut dapat berupa pengalaman pribadi maupun dialami orang lain. Meskipun ide cerita berupa peristiwa yang tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, terkadang menulis cerpen dirasa sangat sulit. Hal tersebut juga dialami peserta didik dalam pembelajaran menulis cerpen.

Berdasarkan pengalaman dalam pembelajaran menulis cerpen banyak kesulitan yang ditemui. Kesulitan yang dikeluhkan peserta didik di antaranya adalah tidak mempunyai bahan cerita. Bingung memilih tema cerita. Sulit memulai menulis. Tidak dapat membuat struktur cerita. Sampai dengan alasan tidak berbakat menjadi penulis. Kesulitan-kesulitan tersebut semakin menambah peserta didik merasa putus asa. Akhirnya tidak tertarik dengan pembelajaran menulis cerpen. Keadaan tersebut mengakibatkan nilai keterampilan menulis teks cerpen menjadi rendah dan sulit mencapai nilai tuntas.

Berdasarkan kenyataan itu, perlu cara agar peserta didik menguasai kompetensi menulis cerpen. Salah satunya menggunakan model mind map. Konsep model mind map adalah mengembangkan gagasan melalui rangkaian peta. Dengan adanya peta ini, diharapkan siswa tidak akan putus cerita di tengah jalan karena sudah ada peta gagasan yang memandunya. Hal itu seperti menemukan lokasi dengan panduan peta. Siswa akan menempatkan satu gagasan utama atau tema kemudian siswa akan membuat cabang-cabang gagasan berupa peristiwa-peristiwa yang mendukung gagasan utama.

Pada prinsipnya pembelajaran menulis cerpen menggunakan model mind map adalah mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan dengan tema cerita. Tema cerita dapat dianggap sebagai kata kunci. Selanjutnya kata kunci tersebut  diletakkan di tengah atau di atas kemudian siswa mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya dengan kata kunci tersebut.Sehingga membentuk suatu alur cerita mulai dari orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda (struktur cerpen).

Adapun tahapan dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan model mind map sebagai berikut. Pertama, tentukan satu tema yang akan dijadikan cerpen. Tema tersebut kemudian dianggap sebagai kata kunci. Kedua, tentukan peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan kata kunci. Misalnya, kata kuncinya cita-cita maka peristiwa yang berkaitan. Di antaranya nama cita-cita, cara meraihnya, kendala dalam meraihnya, solusinya dan hasil yang dicapai. Peristiwa tersebut dipetakan sesuai struktur cerpen yaitu orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi, dan koda.

Ketiga, hasil pemetaan alur tersebut kemudian ditulis dalam bentuk kerangka cerpen sesuai dengan yang sudah dipetakan pada tahap sebelumnya. Peristiwa-peristiwa dalam cerpen memiliki hubungan sebab akibat yang dapat dihubungkan satu dengan yang lainnya seperti halnya peta. Dalam membuat kerangka cerpen ditambahkan keterangan untuk memperjelas deskripsi peristiwa dalam peta yang sudah dibuat sebelumnya. Keempat, kembangkan kerangka cerpen tersebut menjadi sebuah cerpen. Dalam pengembangan kerangka dapat pula alur cerita di buat tidak urut (mundur) namun untuk latihan awal dibuat alur maju saja agar peserta didik tidak bingung.

Penggunakan model mind map dalam pembelajaran menulis cerpen ditujukan untuk memudahkan peserta didik dalam mengidentifikasi peristiwa. Sesuai dengan tema. Identifikasi peristiwa tidak akan melenceng dari kata kunci yang sudah ditentukan. Cerita tidak akan keluar dari tema dan tidak putus di tengah jalan. Dengan begitu peserta didik akan berfikir secara struktural dan sistematis. Peserta didik tidak akan kehilangan alur cerita karena sudah dikonsep terlebih dahulu dalam bentuk peta pikiran. Peta tersebutlah yang akan memandu peserta didik dalam menulis cerpen. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 08:05:59 +0700
<![CDATA[Kepekaan Ekologi Indikator Religiositas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127566/kepekaan-ekologi-indikator-religiositas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/kepekaan-ekologi-indikator-religiositas_m_127566.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/kepekaan-ekologi-indikator-religiositas_m_127566.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127566/kepekaan-ekologi-indikator-religiositas

MENGAMATI keberadaan cleaning service sebagai tenaga outsourching sekilas terkesan membantu kebersihan lingkungan sekolah. Karena itu perlu kesadaran ekologi.]]>

MENGAMATI keberadaan cleaning service sebagai tenaga outsourching sekilas terkesan membantukebersihan lingkungan sekolah. Namun siswa yang tidak diberi kegiatan kebersihan, membuat tujuan pendidikan tidak tuntas secara holistis.

Kepekaan ekologi dan kesadaran hidup bersih rendah. Karena siswa tidak diberi tanggung jawab penuh pada kebersihan sekolah. Selain itu, rasa syukur siswa atas alam ciptaan Tuhan kurang berkembang. Padahal pemerintah dalam kurikulum nasional sangat concern dengan karakter religus ini.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan seharusnya membangun kesadaran ekologis melalui kurikulumnya. Mengapa hal ini penting? Karena saya sering mendapati siswa makan tanpa ada rasa bersalah. Meninggalkan sampah. Juga sisa makanan di ruang kelas. Refleks tebersit dalam pikiran saya. Perilaku siswa ini gambaran dari pendidikan keluarga.

Cendekiawan Muslim dari Universitas Islam Negeri Jakarta (UIN) Azyumardi Azra dalam Cendekiawan Muslim: Naif Jika Kesalehan Meningkat, Korupsi Berkurang (www.jawapos.com/nasional/15/11/2017) mengatakan “Masih terlalu naif kita berharap dengan meningkatnya kesalehan, korupsi berkurang. Karena tidak ada hubungan kesalehan personal dengan kesalehan sosial."

Menyelisik pendapat Azra di atas, saya membuat komparasi antara eskalasi gairah keagamaan atau gairah kesolehan personal masyarakat kita dengan kesolehan ekologinya. Pengamatan saya sebagai pendidik selama 10 tahun, sangat memprihatinkan. Kenyataan penguasaan ilmu pengetahuan tidak secara otomatis mewujud (terejawantahkan) dalam keterampilan. Khususnya keterampilan hidup bersih. Lebih jauh lagi. Bahwa cita-cita pendidikan nasional kita sesungguhnya tidak berhenti pada ranah transfer ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup. Kompetensi utama dan pertama yang diharapkan berkembang dalam diri siswa adalah karakter religius. Mengelola dan memelihara alam ciptaan Tuhan demi keberlangsungan hidup yang seimbang adalah bagian dari ibadah syukur kita pada Sang Pencipta.

Krisis ekologi menjadi isu global di abad ini. Krisis ini berhubungan antara perilaku manusia dan kebudayaannya dengan lingkungan hidup tempat mereka bermukim. Berlindung dan mengeksploitasi sumber daya alam. Demi kelangsungan hidup kita di bumi, perlu menjaga keseimbangan yang harmonis antara lingkungan dengan manusia yang tinggal di dalamnya.

Sudah kebutuhan mendesak mengupayakan pendidikan yang berorientasi pada ekologi. Khususnya dalam memformulasikan aspek tujuan pendidikan dan implikasinya dalam proses pembelajaran. Upaya mendasar yang dapat diambil para stakeholder dalam menanggulangi bencana ekologi yang sedang mengancam planet kita adalah menambahkan ecopedagogy dalam kurikulum nasional.

Ekopedagogik berasal dari kata, ecology yang mengandung arti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya. Pedagogy yang berarti ilmu pendidikan. Baik secara teoretis maupun praksis yang didasarkan pada nilai-nilai filosofis. Berdasarkan pengertian ini dapat dipahami ekopedagogik merupakan sebuah pendekatan untuk membangun kesadaran ekologi. Berdasarkan refleksi kritis atas kondisi kehidupan yang tidak sesuai dengan harapan. Guna membangun kualitas hidup yang lebih baik.

Keberadaan ekopedagogik dalam kurikulum nasional diharapkan dapat memberi dampak. Pertama, siswa sadar akan keterikatan dan ketergantungan antara makhluk hidup dengan alam. Kedua, memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, komitmen, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melindungi dan memperbaiki lingkungan. Ketiga, menciptakan pola perilaku yang baru pada individu, kelompok, dan masyarakat sebagai suatu keseluruhan terhadap lingkungan. Capaian ini tentu meliputi aspek pengetahuan, sikap, kepedulian, keterampilan dan partisipasi siswa.

Ekopedagogik hanyalah salah satu instrumen menumbuhkan kesadaran ekologis dan mengembangkan karakter siswa. Kompleksitas permasalahan ekologi akibat dari eksploitasi alam oleh manusia secara berlebihan, menjadi penyumbang utama kerusakan lingkungan. Alarm global warming telah berbunyi mengingatkan kita akan bencana ekologi, adakah anda peduli? (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 07:25:59 +0700
<![CDATA[Penerapan E-SABAKY dalam Pembelajaran Abad 21]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127596/penerapan-e-sabaky-dalam-pembelajaran-abad-21 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/penerapan-e-sabaky-dalam-pembelajaran-abad-21_m_127596.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/penerapan-e-sabaky-dalam-pembelajaran-abad-21_m_127596.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127596/penerapan-e-sabaky-dalam-pembelajaran-abad-21

ABAD 21 adalah abad cyber. Yaitu abad komunikasi tiada batas. Ciri abad 21 adalah tersedianya informasi di mana saja dan kapan saja, melalui komputasi.]]>

ABAD 21 adalah abad cyber. Yaitu abad komunikasi tiada batas. Ciri abad 21 adalah tersedianya informasi di mana saja dan kapan saja, adanya implementasi sistem komputasi, mampu menjangkau segala pekerjaan rutin (otomatisasi), dan bisa dilakukan dari mana saja dan kemana saja (komunikasi).

Pada abad ini, munculnya arus keterbukaan, meluasnya cakrawala intelektual, dan terciptanya demokratisasi yang baik. Demikian juga halnya dalam dunia pendidikan. Abad ini memerlukan transformasi pendidikan secara menyeluruh, sehingga terbangun kualitas guru yang mampu memajukan pengetahuan dan meningkatkan prestasi siswa.

Pendidikan abad 21 adalah pendidikan yang tidak boleh terikat pada teori, guru tidak boleh berpendapat bahwa pengetahuan yang dimiliki adalah yang paling benar. Konteks pembelajaran abad 21 adalah pengembangan kurikulum dengan diharapkan memberi kesempatan ke siswa untuk mengenal alam semesta.

Sekolah dalam bidang kurikulum memiliki tugas besar dalam era pembelajaran abad 21 ini. Sekolah harus meningkatkan kebijakan dan mengembangkan keterampilan baru bagi para guru, sekolah harus melaksanakan strategi pembelajaran yang baru, dan relevan dengan membentuk kemitran di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Guru zaman now adalah guru pembelajaran abad 21.

Melalui pembelajaran abad 21, setidaknya ada dua keterampilan inti yang harus dikembangkan seorang guru, yaitu kemampuan menggunakan pengetahuan, untuk menghadapai segala permasalahan mengenai dunia nyata, dan kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan, berkomunikasi, kemandirian, dan lain sebagainya.

Dari uraian di atas, guru dituntut dapat menyajikan pembelajaran yang menarik minat siswa untuk belajar. Hal itu dapat tercapai dengan baik bila guru kreatif dan inovatif dalam mengembangkan media pembelajaran. Karena dengan media maka materi pembelajaran akan lebih mudah diserap peserta didik. Karena sejatinya media pembelajaran adalah jembatan perpindahan pengetahuan dan keterampilan. Maka dari itu, perlu adanya tindakan yang kreatif dan inovatif  yang harus peneliti lakukan untuk menghasilkan suatu proses pembelajaran yang berhasil meningkatkan hasil belajar siswa.

Penelitian saya tentang ”Penerapan E-Sabaky dalam pembelaajan abad 21 kolaborasi aplikasi SOM (Screencast O Matic) untuk meningkatkan hasil belajar materi besaran dan satuan pada siswa kelas XMIPA-7 Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019.”

Alasan utama peneliti menggunakan media E-SABAKY (Elektronik Sistem Aplikasi Belajar Aktif  Komunikatif Yuli) karena efektif dan efisien untuk membelajarkan materi besaran dan satuan secara konkret dan menyenangkan bagi siswa yang dapat di-install melalui handphone siswa. Juga dapat dikerjakan secara kooperatif melalui kegiatan berkelompok kolaborasi aplikasi SOM.

Rumusan masalah penelitian ini, bagaimana meningkatkan hasil belajar fisika materi besaran dan satuan siswa kelas XMIPA-7 SMA Negeri 1 Pati semester ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Tujuan penelitian tindakan ini, dilakukan untuk melaporkan besarnya peningkatan hasil belajar melalui penerapan E-SABAKY dalam pembelajaran abad 21 berbantuan aplikasi SOM.

Hasil penelitian ini, diharapkan memberikan manfaat. Di antaranya bagi siswa dapat meningkatkan hasil belajar materi besaran dan satuan. Bagi guru sebagai sarana untuk meningkatkan inovasi pembelajaran dan bahan referensi untuk melakukan penelitian sejenis. Bagi sekolah sebagai bahan pertimbangan penambahan media penunjang pembelajaran materi besaran dan satuan, di kandung maksud hasil ulangan harian meningkat.

Pembelajaran Berbasis Smartphone

Lingkungan Pembelajaran era abad 21 adalah lingkungan pembelajaran siswa digital. Untuk menjembatani itu, pembelajaran berbasis smartphone adalah pilihan yang sesuai dengan kondisi siswa digital saat ini.

Pada pembelajaran abad 21  berbasis smartphone ini, saya menggunakan aplikasi playstore dengan nama E-SABAKY. Aplikasi ini bisa diunduh dan di-install siswa di smartphone mereka. Aplikasi ini, siswa bisa langsung mengerjakan di smartphone masing-masing, terus kirim file atau hasil pekerjaan mereka, dan guru langsung bisa mengakses hasil kerja mereka. Dengan teknologi sebagai media utama pembelajaran, wajah pendidikan abad 21 juga berubah secara total. Siswa tidak lagi sekadar tong yang harus di isi oleh guru, melainkan guru hanya sebagai motivator dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Berdasarkan teoritik hipotesis yaitu melalui penerapan E-SABAKY dalam pembelajaran abad 21 berbantuan aplikasi SOM  dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sedangkan berdasarkan empirik hasil tindakan, yaitu melalui penerapan E-SABAKY dalam pembelajaran abad 21 berbantuan aplikasi Screencast O Matic (SOM) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XMIPA-7 SMAN 1 Pati semester I tahun 2018/2019. Dari kondisi awal dengan nilai rata-rata 6,2 (6%) ke kondisi akhir (siklus II) dengan nilai rata-rata 8,3 (91%).

Untuk itu, baik secara teoritik maupun secara empirik penerapan E-SABAKY dalam pembelajaran abad 21 berbantuan aplikasi SOM dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XMIPA-7 SMAN 1 Pati semester I tahun 2018/2019. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 07:15:45 +0700
<![CDATA[Pemanfaatan Rumput dan Daun di Sekolah Jadi Kompos]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127559/pemanfaatan-rumput-dan-daun-di-sekolah-jadi-kompos https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/pemanfaatan-rumput-dan-daun-di-sekolah-jadi-kompos_m_127559.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/pemanfaatan-rumput-dan-daun-di-sekolah-jadi-kompos_m_127559.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127559/pemanfaatan-rumput-dan-daun-di-sekolah-jadi-kompos

RUMPUT salah satu tumbuhan liar yang biasa kita jumpai di pekarangan rumah, tepi jalan, kebun, atau lahan pertanian atau di halaman sekolah.]]>

RUMPUT salah satu tumbuhan liar yang biasa kita jumpai di pekarangan rumah, tepi jalan, kebun, atau lahan pertanian atau di halaman sekolah. Rumput memang jarang dimanfaatkan. Sehingga terlihat seperti tumbuhan yang tidak berguna. Jumlah rumput di musim penghujan jauh lebih banyak dibanding musim kemarau.

Rumput dapat tumbuh dan berkembang dimanapun bahkan di halaman sekolah. Keberadaan rumput  akan merugikan jika tumbuh di sekitar tanaman budidaya, karena berperan sebagai gulma yang akan melakukan kompetisi dengan tanaman budidaya dalam memperebutkan hara, air, udara, maupun sinar matahari. Oleh sebab itu, rumput di halaman sekolah biasanya akan dikendalikan dengan penyemprotan herbisida atau dicabut dan dibuang.

Selain rumput  di halaman sekolah terdapat guguran daun. Daun berasal dari pohon-pohon  di sekitar halaman sekolah. Jumlahnya sangat melimpah. 

Bila sampah (guguran daun maupun rumput) dibuang secara sembarangan tanpa ada pengelolaan yang baik maka akan menimbulkan berbagai dampak kesehatan. Pandangan mata juga tidak enak. Sampah yang dibiarkan akan mendatangkan serangga (lalat, kecoa, kutu dan lain-lain). Membawa kuman penyakit.

Melalui analisa, daun maupun rumput mengandung unsur makro dan mikro yang sangat penting untuk pertumbuhan tanaman. Unsur makro merupakan unsur yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang banyak. Unsur tersebut berupa nitrogen, fosfor, hidrogen, kalium, magnesium, kalsium, belerang, sulfur, karbon, oksigen. Sedangkan unsur mikro merupakan unsur yang dibutuhkan tumbuhan dalam jumlah sedikit namun keberadaannya sangat dibutuhkan. Unsur tersebut berupa boron, tembaga, seng, molibdenum, mangan, klor, natrium, kobalt, silikon dan nikel.

Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sampah organik. Seperti sayuran, daun dan ranting, serta kotoran hewan melalui proses degradasi/ penguraian oleh mikroorganisme tertentu. Dalam pembuatan pupuk kompos dari rumput dan daun maka bahan yang dibutuhkan selain rumput adalah EM4, gula, dedak, dan air. Rumput merupakan bahan organik utama dalam pembuatan kompos.

EM4 digunakan untuk menguraikan bahan organik tanpa menimbulkan panas tinggi karena mikroorganisme anaerob bekerja dengan kekuatan enzim. EM4 tersebut terdiri dari 95 persen Lactobacillus sp. Gula dan dedak digunakan sebagai bahan makanan mikroorganisme pada EM4 agar mikroorganisme tersebut dapat berperan aktif dalam proses penguraian. Sedangkan air digunakan untuk kelembaban bahan organik. Biasanya kelembaban dibutuhkan 30-40 persen.

Cara pembuatannya daun maupun rumput dicacah. Tujuannya untuk mempermudah proses dekomposisi, kemudian ditambahkan EM4, dedak, gula, dan air. Setelah tercampur rata, dimasukan ke dalam plastik hitam atau wadah tertutup, dapat juga ditanam di dalam tanah dan  didiamkan selama dua bulan. Semakin lama proses pengomposan maka akan semakin bagus hasilnya. Kondisi selama proses pengomposan perlu dijaga agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal. 

Jika kelembaban terlalu rendah atau tinggi maka dapat menyebabkan mikroorganisme tidak berkembang bahkan mati. Alasan media yang digunakan berupa plastik hitam atau wadah tertutup, karena proses pengomposan harus dilakukan di tempat yang teduh atau terlindung dari sinar matahari dan hujan secara langsung. Jika menggunakan plastik hitam, maka harus diikat karena proses pengomposan terjadi secara anaerob atau tidak memerlukan oksigen. Semakin lama pengomposan warna bahan organik tersebut akan berubah menjadi warna cokelat. Bahkan nantinya bisa berubah warna mendekati gelap. Selain itu, juga terdapat jamur berwarna putih yang semakin lama jumlahnya semakin banyak. Hal-hal tersebut suatu indikator bahwa aktivator pada EM4 berperan dalam proses penguraian bahan organik dengan bantuan air, dedak, dan gula. Semakin lama pengomposan akan timbul bau seperti tape atau alkohol, maka bau tersebut dapat dijadikan indikator bahwa proses fermentasi dalam pengomposan telah berhasil dan pupuk telah siap untuk diaplikasikan pada tanaman budidaya.

Kompos sangat bermanfaat bagi proses pertumbuhan tanaman. Kompos tidak hanya mensuplai unsur hara bagi tanaman, namun dapat memperbaiki struktur tanah serta menjaga fungsi tanah, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Selain itu  memperbaiki kondisi fisik tanah walaupun unsur hara sudah ada tetapi jumlahnya sedikit. Pupuk kompos berperan dalam menjaga fungsi tanah agar unsur hara dalam tanah mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Seperti mengembalikan kesuburan tanah

Kegiatan pemanfaatan rumput dan daun sekolah menjadi kompos perlu dilakukan oleh warga sekolah yang berguna bagi kesehatan lingkungan. Sebab, dibanding pupuk kimia, pupuk kompos dinilai lebih ramah pada tanah.  Menggunakan pupuk kimia di lahan pertanian, serta melakukan aktivitas pembakaran sampah secara berlebihan, bisa berdampak buruk bagi lingkungan. Lebih baik sampah dijadikan pupuk kompos, karena lebih ramah lingkungan dan biaya pembelian pupuk oleh sekolah dapat dihemat. Diharapkan pembuatan kompos akan menjadi booming. Sehingga menciptakan kehidupan yang ramah lingkungan. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 07:05:59 +0700
<![CDATA[Stop Modus Bullying di Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127554/stop-modus-bullying-di-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/stop-modus-bullying-di-sekolah_m_127554.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/stop-modus-bullying-di-sekolah_m_127554.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127554/stop-modus-bullying-di-sekolah

BANYAK fasilitas yang disediakan di sekolah dalam rangka pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai hak sama mengunakan fasilitas-fasilitas sekolah itu.]]>

BANYAK fasilitas yang disediakan di sekolah dalam rangka pembelajaran. Setiap peserta didik mempunyai hak sama mengunakan fasilitas-fasilitas sekolah itu. Selain fasilitas sekolah, peserta didik juga mempunyai hak sama mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang baik. Salah satu bentuk pendidikan dan pengajaran yang baik berupa internalisasi penguatan pendidikan karakter. Harapan besar dalam program penguatan pendidikan karakter di sekolah dapat memperkuat potensi dan bakat serta talenta seluruh peserta didik

Penguatan pendidikan karakter salah satu dimensi penting dalam pendidikan. Dimensi ini terkadang terlewatkan dari perhatian penanganannya. Selama ini yang kita lakukan cenderung dominan menekankan kemampuan prestasi akademik. Agak memarjinalkan ranah afektif (olah rasa). Olah rasa yang kita maksudkan di antaranya tumbuh berkembangnya sikap saling menghargai dan menghormati. Dalam kenyataannya banyak kita jumpai di sekolah-sekolah sikap ini sudah mulai agak luntur (degradasi). Akibat yang timbul dari sikap di atas itu. Salah satunya muncul secara laten istilah bullying antar sesama peserta didik. 

Istilah bullying berasal dari bahasa Inggris, yaitu "bull" yang berarti banteng. Secara etimologi kata "bully" berarti penggertak. Orang yang mengganggu yang lemah. Bullying dalam bahasa Indonesia disebut "menyakat" yang artinya mengganggu, mengusik, dan merintangi orang lain (Wiyani, 2012).

Bullying suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan dengan cara menyakiti dalam bentuk fisik, verbal atau emosional/psikologis oleh seseorang atau kelompok yang merasa lebih kuat kepada korban yang lebih lemah fisik ataupun mental. Dilakukan secara berulang-ulang tanpa ada perlawanan dengan tujuan membuat korban menderita. Perilaku bullying melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang tidak seimbang. Sehingga korbannya berada dalam keadaan tidak mampu mempertahankan diri secara efektif untuk melawan tindakan negatif yang diterimanya (https://www.kajianpustaka.com).

Bullying memiliki pengaruh secara jangka panjang dan jangka pendek terhadap korbannya. Pengaruh jangka pendek depresi. Karena mengalami penindasan. Menurunnya minat mengerjakan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh guru. Menurunnya minat mengikuti kegiatan sekolah.

Sedangkan akibat yang ditimbulkan dalam jangka panjang dari penindasan ini seperti mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan baik terhadap lawan jenis. Selalu memiliki kecemasan akan mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-teman sebayanya (Berthold dan Hoover, 2000).

Beberapa tindakan yang tanpa disadari bullying di sekolah. Pertama, dalam hal body shaming (kelemahan penampilan fisik). Salah satu peserta didik mengaku mendapatkan perlakuan bullying dengan body shaming tersebut.

Kedua, memanggil temannya dengan panggilan nama bapaknya. Bullying seperti ini rata-rata banyak ditemui di setiap kelas dan sekolah.

Ketiga, bullying yang mengarah pada seseorang karena daerah asal. Daerah asal seseorang seringkali sebagai bahan bullying karena bisa jadi daerah tersebut dikenal karena kekurangan ekonominya (pinggiran).

Keempat, bullying karena kelompok status sosial seseorang (social status). Kelima, Bullying berdasarkan tingkatan kelas (seniority). Banyak ditemui dilapangan dalam interaksi disekolah model bullying ini. Faktor senioritas pemicunya.

Keenam, bullying karena introvert modus. Sikap introvert (sikap tertutup dari pergaulan) seseorang sering dinampakkan dalam bentuk sering menyendiri, susah ngomong, asosial dan susah bergaulnya seseorang karena faktor psikologis.

Ketujuh, bullying karena beda social media group. Kelompok media sosial merupakan media komunikasi efektif dan efisien. Wahana ini banyak manfaatnya jika digunakan pada ranah yang baik  dan bermanfaat. Dalam kenyataannya tidak sedikit wahana media ini disalahgunakan.

Kedelapan, bullying dengan modus prestasi akademik. Keadaan prestasi seseorang sangat beragam. Keberagaman ini secara alamiah merupakan suatu proses seleksi yang ada di kelas.

Kesembilan, bullying yang dilakukan oknum guru. Keadaan dan penampilan guru terkadang dominan dipengaruhi oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Keadaan yang mempengaruhi itu ada yang bersifat fisik maupun yang bersifat emosional.   

Inilah kondisi yang perlu diwaspadai oleh semua pihak disekolah. Mari kita tunjukkan dengan membanguan kesadaran holistic (menyeluruh) bahwa kita semua itu akan berlaku profesional pada porsi dan posisinya masing-masing.

Pelajaran yang dapat diambil mari kita tunjukkan sikap peduli bersama untuk selalu memperhatikan kondisi peserta didik kita dengan segala dinamika dan permasalahannya.

Mencegah dini terjadinya bullying itu lebih baik dari pada tindakan perlakuan dan penanganan bullying setelah terjadi. Mencegah dini terjadinya bullying dapat dilakukan pembinan secara menyeluruh aspek psikologis peserta didik tentang akibat dampak negatif yang ditimbulkan karena bullying tersebut.

Dampak negative bullying pada seseorang berakibat secara permanen berupa long term memory (ingatan yang tidak terlupakan) bagi seseorang yang dibully berupa keburukan yang diterimanya sehingga berpengaruh pada kondisi psikologis dan ranah model interaksinya pada orang lain. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 06:30:59 +0700
<![CDATA[Metode Out Door Beri Kemudahan Siswa Pahami Tari]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127552/metode-out-door-beri-kemudahan-siswa-pahami-tari https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/metode-out-door-beri-kemudahan-siswa-pahami-tari_m_127552.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/metode-out-door-beri-kemudahan-siswa-pahami-tari_m_127552.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127552/metode-out-door-beri-kemudahan-siswa-pahami-tari

SENI tari merupakan suatu gerakan yang berirama. Dilakukan di suatu tempat tertentu. Tujuannya mengekspresikan suatu perasaan. Menyampaikan pesan dari seseorang]]>

SENI tari merupakan suatu gerakan yang berirama. Dilakukan di suatu tempat tertentu. Tujuannya mengekspresikan suatu perasaan. Menyampaikan pesan dari seseorang maupun kelompok.

Salah satu unsur utama tari adalah wiraga. Artinya harus menampakkan gerakan badan. Baik dengan duduk maupun berdiri. Karya tari merupakan karya seni yang diungkapkan melalui gerakan-gerakan yang ada. Kemudian dikembangkan menjadi karya tari.

Membuat karya tari perlu adanya eksplorasi gerak. Eksplorasi gerak bertujuan mendapatkan gerak-gerak sesuai karya tari yang akan diciptakan seseorang. Segala sesuatu yang ada dalam karya tari disesuaikan dengan tema tarinya. Termasuk gerak. Karena itu unsur utama dalam karya tari sangatlah perlu dalam penciptaannya berdasarkan tema.

Dalam dunia pendidikan, pelajaran seni tari tidak banyak disukai peserta didik. Mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai menengah. Mungkin karena peserta didik tidak memiliki bakat tari. Sehingga pelajaran tari menjadikan hal yang ditakuti dan dibenci. Juga minat peserta didik tidak ada.

Banyak peserta didik merasa kesulitan dalam menciptakan karya tari. Guru sudah memberi contoh gerakan melalui video tari. Bahkan gerakan langsung pada peserta didik. Guru juga menuntun agar peserta didik mau bergerak, namun hal tersebut tidak bisa dipahami siswa. Bahkan hanya mencermati saat itu saja. Setelah itu mengabaikan dan tidak mau mempraktikkan lagi. Pembelajaran di kelas justru menjadi rame dan membosankan. Sehingga pembelajaran tidak bermanfaat dan hasil pembelajaran tidak meningkat. Malah semakin rendah.

Untuk mengatasi permasalahan itu, guru dapat memilih satu metode. Yaitu dengan cara belajar di luar kelas atau outdoor. Metode ini peserta didik bisa melihat secara langsung gerakan dari alam maupun gerakan kegiatan sehari-hari di sekitar yang mereka senangi sebagai bahan dasar untuk dikembangkan menjadi gerak yang utuh. Sesuai tema tari yang peserta didik harapkan.

Metode outdoor dalam pembelajaran seni tari dapat memberi motivasi peserta didik. Membantu guru dalam memahami dan menciptakan karya tari. Pembuatan gerakan untuk karya tari kreasi perlu adanya eksplorasi yaitu mengembangkan gerakan yang sudah ada. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melihat dan mengamati gerak dari alam di sekitar. Yaitu gerakan tumbuh-tumbuhan saat terkena angin, gerakan binatang maupun gerak kegiatan manusia sehari-hari.

Pada dasarnya gerak tersebut berdasarkan tema, namun penyusunan gerak setiap jenis karya tari berbeda. Penyusunan gerak tari kreasi bebas dalam pengungkapannya. Pembelajaran dengan menggunakan metode outdoor dalam mengeksplorasi gerak perlu dilakukan. Agar memperoleh gerakan sesuai dengan karya tari kreasi yang diharapkan.

Mengeksplor karya tari perlu adanya konsentrasi dan pemahaman gerak di lingkungan sekitar. Atau sesuatu pernah dialami. Berdasarkan hal tersebut, peserta didik perlu pembelajaran di luar kelas. Sehingga secara langsung peserta didik bisa melihat dan mencermati gerakan-gerakan di sekitarnya. Semua itu untuk dijadikan gerak tari. Jika sudah mendapatkan gerak, peserta didik dengan mudah mengembangkan menjadi beberapa gerak tari yang indah. Contoh tari Gugur Gunung, banyak gerak yang menggambarkan kebersamaan, kegotongroyongan, bercanda, dan selalu ceria.

Penggunaan metode outdoor dapat menjadikan peserta didik senang dan tidak membosankan. Minat peserta didik untuk membuat karya tari lebih bersemangat. Dengan demikian penulis harapkan kepada rekan-rekan guru untuk menggunakan metode outdoor dalam pembelajaran seni tari. Agar peserta didik tidak merasa bosan. Yang tadinya tidak minat menjadi minat. Tidak senang menjadi senang. Sehingga pembelajaran seni tari lebih semangat dan bisa bermanfaat. (*)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 06:05:59 +0700
<![CDATA[Belajar Kimia Asyik dengan Benmolbal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127413/belajar-kimia-asyik-dengan-benmolbal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/belajar-kimia-asyik-dengan-benmolbal_m_127413.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/belajar-kimia-asyik-dengan-benmolbal_m_127413.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127413/belajar-kimia-asyik-dengan-benmolbal

PENDIDIKAN mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan. Baik dalam kehidupan individu, bangsa, maupun negara. Karena itu, harus dilaksanakan dengan baik.]]>

PENDIDIKAN mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan kita. Baik dalam kehidupan individu, bangsa, maupun negara. Oleh karena itu, pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Pendidikan yang baik akan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan pada dasarnya adalah suatu proses untuk membantu manusia dalam mengembangkan dirinya. Sehingga mampu menghadapi segala perubahan dan permasalahan dengan sikap terbuka serta pendekatan-pendekatan yang kreatif tanpa harus kehilangan identitas dirinya.

Kimia salah cabang ilmu pengetahuan alam (IPA) yang berperan sangat esensial dalam perkembangan sains dan teknologi. Oleh karena itu, siswa dituntut menguasai materi pelajaran kimia secara tuntas. Hal ini sejalan dengan tujuan pembelajaran kimia yang tercantum dalam Kurikulum pendidikan, yaitu memahami konsep, prinsip, hukum, dan teori serta saling keterkaitannya dan penerapannya untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi (Depdiknas, 2006).

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka pengajaran kimia harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Keberhasilan pengajaran kimia ditentukan oleh besarnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Makin aktif siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran. Maka makin berhasil kegiatan pembelajaran tersebut. Tanpa aktivitas belajar tidak akan memberikan hasil yang baik.

Upaya peningkatan mutu pendidikan selalu dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional di segala bidang. Upaya ini mulai dari pembenahan manajemen, pengembangan kemampuan profesional guru, peningkatan sumber belajar meliputi pengadaan laboratorium fisika, kimia, dan biologi lengkap dengan alat dan bahan yang diperlukan untuk keperluan praktikum siswa.

Walaupun demikian, belum semua SMA memiliki laboratorium yang lengkap sesuai dengan standar sarana dan prasarana yang ditetapkan. Bahkan masih banyak SMA yang belum memiliki laboratorium IPA, baik yang lengkap maupun tidak lengkap.

Pada mata pelajaran kimia khususnya pada sub pokok bahasan bentuk molekul menurut pengamatan penulis banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memahami bentuk molekul suatu senyawa sederhana disebabkan pada pokok bahasan ini banyak mengandung konsep yang abstrak sehingga siswa sulit untuk membayangkannya.

Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan perbaikan pembelajaran pada sub pokok bahasan bentuk molekul dengan menggunakan alat peraga yaitu berupa balon yang ditiup utuk dapat menggambarkan materi bentuk molekul.

Penggunaan Benmolbal dimana Ben berarti bentuk. Mol berarti molekul. Bal berarti balon. Itu semua adalah berdasarkan teori domain elektron (VSEPR) di mana atom pusat ditulis A. Banyaknya pasangan elektron ikatan (PEI) sama dengan X, dan banyaknya pasangan elektron bebas sama dengan E, Perumpaan dengan balon jika X balon ditiup lebih kecil dari E. Banyaknya balon yang ditiup sebanyak jumlah X dan E dalam rumusan molekul tersebut.

Contoh bentuk molekul H2O maka menurut teori domain elektron atom pusat O memiliki elektron valensi enam, elektron H yang digunakan sebanyak dua sehingga jumlah elektron delapan dibagi dua sama dengan empat pasang elektron. Terdiri dari dua pasang PEI (X) dan dua pasang PEB (E) jadi rumus domainnya AX2E2. Balon yang ditiup empat buah yaitu dua besar dan dua lagi lebih kecil sehingga bentuk molekulnya adalah V. Dengan menggunakan Benmolbal (bentuk molekul balon) ternyata siswa lebih mudah mempelajari materi tersebut karena sambil bermain siswa dapat mengamati bentuk molekul tersebut secara kongkrit. Hal ini dapat diihat dari hasil penilaian yang sangat memuaskan dimana rata – rata nilai yang didapat siswa diatas delapan puluh. Ini membuktikan penggunaan alat peraga balon (benmolbal) dalam pembelajaran materi bentuk molekul dapat  meningkatkan pemahaman siswa sehingga belajar kimia semakin asyik. (*) 

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 11:47:05 +0700
<![CDATA[OJT Enam Bulan Lamanya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127386/ojt-enam-bulan-lamanya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/ojt-enam-bulan-lamanya_m_127386.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/ojt-enam-bulan-lamanya_m_127386.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127386/ojt-enam-bulan-lamanya

KETIKA rapat memutuskan on job training (OJT) bagi siswa kelas XI menjadi enam bulan lamanya, sebagai pembimbing OJT di SMK, perlu kerja keras memantau siswa.]]>

KETIKA rapat memutuskan on job training (OJT) bagi siswa kelas XI menjadi enam bulan lamanya, sebagai pembimbing OJT di SMK Negeri Program Keahlian Teknik Otomotif harus berpikir lebih keras lagi dalam memantau siswa. Tahun ajaran sebelumnya OJT berlangsung tiga bulan saja banyak masalah. Apalagi enam bulan.

Dasar hukum pelaksanaan OJT tidak secara tegas diatur dalam UU Penyelenggaraan OJT SMK yaitu Mendikbud RI Nomor 323/U/1997 dan UU Ketenagakerjaan. Tapi jika dianalisa, masalah sebenarnya hanya dua yaitu kedisplinan siswa dan rezeki pemilik bengkel. Dua hal tersebut menjadi awal terjadinya suatu kebanggaan atau kesedihan. Untuk siapa? Ya untuk empat orang. Siapa saja itu? siswa, guru, orang tua dan pemilik bengkel.

Siswa, kenapa diurutan pertama? karena program OJT itu salah satu pembelajaran  di SMK. Sekalipun dalam program OJT, siswa harus menaati aturan bengkel sama seperti di sekolah. Faktanya, kembali pada karakter siswa. Jika siswa tersebut disiplin maka hasilnya membanggakan. Sebaliknya, tapi jika siswa tidak disiplin maka berakhir kesedihan.

Guru pembimbing adalah atas nama sekolah, sebagai penghubung antara siswa, orang tua dan pemilik bengkel. Siswa diberi pembekalan secara kolektif oleh panitia OJT dan dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai program keahlian dan guru pembimbing. Guru pembimbing diprogram keahlian Teknik Otomotif mendapat tugas membimbing siswa di bengkel rata-rata empat sampai lima bengkel.

Dalam satu bengkel hanya diperbolehkan OJT maksimal dua siswa, agar dalam menjalani OJT bisa bekerja sesuai keinginan pemilik bengkel. Guru pembimbing bertugas mengantar siswa ke bengkel yang sudah dipilih, membimbing siswa dalam beradaptasi di dunia kerja, dan menarik siswa kembali ke sekolah bila waktu OJT sudah berakhir. Di sinilah guru pembimbing, guru mapel dan wali kelas melakukan evaluasi dan penilaian siswa.  Membanggakan jika siswa disiplin dalam OJT, dan menyedihkan jika siswa melakukan sebaliknya.

Orang tua, mendapat informasi dari sekolah melalui wali kelas jika anaknya selama enam bulan melakukan OJT, dan diharapkan ikut membantu memantau dan membimbing anaknya. Selama saya menjadi pembimbing OJT, yang terjadi adalah jika siswa disiplin maka saya tidak pernah bertemu dengan orang tua siswa tersebut. Tapi jika siswa tersebut tidak disiplin, bertemu orang tua siswa dan mencari jalan keluar yang baik. Itu hal yang biasa.

Pemilik bengkel, menerima siswa yang OJT di bengkelnya, tapi namanya usaha kadang ramai kadang sepi. Bengkel yang sudah punya nama di masyarakat biasanya tidak pernah sepi job dan siswa yang OJT di bengkel tersebut yang seneng ya sedih he he he.. kalau pemiliknya baik hati biasanya ada tips untuk siswa yang rajin OJT dan itu membahagiakan sekaligus membanggakan. Ada pemilik bengkel yang tidak memberi tips pada siswa yang rajin OJT dan itu menyedihkan. Tapi biasanya pembimbing memberi semangat bahwa OJT di bengkel tersebut bisa dapat ilmu yang tidak bisa terbeli uang. Bengkel yang sepi job biasanya bengkel rumahan itupun ada senengnya ada sedihnya. Bagi siswa yang rajin, dia akan tetap melakukan OJT sekalipun tempatnya sepi, bahkan dimanfaatkan untuk praktik sendiri seperti di sekolah. Tapi jika sepi jobnya sampai sebulan lebih biasanya siswa yang rajin OJT akan menghubungi guru pembimbing untuk minta izin pindah pada bengkel yang ramai job. Jika itu terjadi guru pembimbing segera menghubungi panitia OJT untuk dibuatkan surat penarikan kembali ke sekolah dan siswa segera mendapatkan bengkel untuk OJT lagi. Tidak semua siswa dan bengkel mengaku kalau sepi job. Siswa menggunakan alasan sepi job untuk bebas dari tugas sekolah dan pemilik bengkelpun tidak mau tahu tentang permasalahan tersebut. Setiap saya bimbingan siswa ke bengkel, pemilik bengkel selalu memberikan alasan yang menutupi ketidakdisiplinan siswa. Dan saya curiga karena setiap melakukan bimbingan tidak pernah ketemu dengan siswa tersebut.

Di sinilah handphone android diperlukan untuk mencari jalan keluar permasalahan ini. Dengan aplikasi whatsApp saya memanggil siswa untuk hadir di sekolah sesuai jam sekolah.  Siswa tetap tidak bersedia dipanggil ke sekolah.

Jalan terakhir guru BK membuat surat panggilan orang tua, saya membawa surat tersebut langsung ke rumah orang tua siswa dan menyampaikan secra singkat isi surat tersebut. Tanggapan yang diberikan orang tua siswa sangat mengecewakan dan lebih membela anaknya walaupun sudah tahu salah.

Akhirnya saya memberi pilihan pada orang tua siswa, jika masih ingin sekolah maka harus mengikuti aturan sekolah tapi jika anaknya tidak ingin sekolah lagi maka orang tua siswa harus membuat surat kesediaan untuk tidak melanjutkan sekolah. Orang tua dimohon hadir ke sekolah beserta anaknya untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Sebelum datang ke sekolahan saya berpesan pada orang tua siswa untuk bicara dari hati ke hati dengan anaknya.

Besoknya orang tua dan siswa tersebut datang menemui saya dan didampingi guru BK. Orang tua siswa memberi jawaban bahwa anaknya tetap ingin bersekolah. Saya memberi arahan jika masih ingin bersekolah maka harus menyelesaikan kegiatan OJT dengan benar. Orang tua siswa menyetujui dan diputuskan untuk pindah ke bengkel yang lebih ramai job. Antisipasi kemungkinan siswa tersebut tidak disiplin maka saya mewajibkan setiap datang ke bengkel foto dan setiap pulang juga foto kemudian dikirim melalui whatsApp. Di foto tersebut sudah tercantum kapan dan jam berapa foto itu dibuat. Berhasilkah?

Siswa yang rajin waktu OJT dan berada di bengkel yang ternama juga ramai job merupakan  kebanggaan ketika saya melakukan penarikan lagi ke sekolah, pemilik bengkel menceritakan kepuasannya pada pekerjaan siswa tersebut.

Kesimpulannya, OJT enam bulan atau tiga bulan sama permasalahannya, solusinya menjalin komunikasi antara siswa, guru, orang tua dan pemilik bengkel sehingga kegiatan evaluasi dan penilaian pada masa OJT berjalan dengan baik. Semangat, semua pasti ada jalan keluarnya, dan bahagia itu sederhana. #SMK BISA. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 09:07:41 +0700
<![CDATA[Menyelaraskan Materi Akademik dan Kematangan Kognitif]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127376/menyelaraskan-materi-akademik-dan-kematangan-kognitif https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/menyelaraskan-materi-akademik-dan-kematangan-kognitif_m_127376.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/menyelaraskan-materi-akademik-dan-kematangan-kognitif_m_127376.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127376/menyelaraskan-materi-akademik-dan-kematangan-kognitif

DEWASA ini, tuntutan prestasi akademik di berbagai jenjang pendidikan makin tinggi. Terlebih, di sekolah-sekolah yang selama ini mendapatkan hati di masyarakat.]]>

DEWASA ini, tuntutan prestasi akademik di berbagai jenjang pendidikan makin tinggi. Terlebih, di sekolah-sekolah yang selama ini mendapatkan hati di masyarakat, sudah pasti memikul tanggung jawab besar. Aktivitas akademik dan kurikulum di sekolah tersebut akan menjadi sorotan utama. Kualifikasi tenaga pendidik, sarana dan prasarana serta banyaknya prestasi yang pernah diraih siswa juga menjadi pertimbangan.

Namun demikian, kadangkala sekolah terlalu berlebihan dalam mengejar predikat berprestasi tersebut. Tampak, teori belajar tentang tahapan-tahapan perkembangan kognitif siswa mulai tak dipedulikan. Padahal, tahapan ini sangat penting untuk proses kematangan berpikir siswa. Apakah ini salah?

Memang, mengetahui aktivitas belajar siswa di sekolah tidak perlu harus dengan datang dan mengikuti pembelajaran di kelas. Salah satunya, kita cukup melihat kurikulum dan isi buku pelajaran yang digunakan sekolah tersebut. Kita juga bisa kroscek dari pekerjaan rumah serta komunikasi langsung dengan siswa bahwa sejauh mana materi pelajaran itu tersampaikan dengan baik di kelas. Dari sini kita akan tahu bagaimana proses akademik di sekolah tersebut berlangsung.

Kenyataan di lapangan, masih ditemukan adanya pembelajaran di SD dan SMP yang mengabaikan tahapan proses pembelajaran. Teori-teori belajar yang selama ini ada, sedikit terabaikan. Tahapan-tahapan perkembangan kognitif anakpun demikian. Ada guru ketika menyampaikan materi pelajaran tidak berangkat dari situasi konkrit. Siswa dianggap sudah mampu berfikir formal dan mampu membangun konsep dalam imajinasi mereka. Hal ini tidak tepat dan akan berpengaruh pada proses perkembangan berpikir siswa selanjutnya.

Dalam pembelajaran matematika di SD kelas I misalnya. Masih ditemukan guru mengajar materi bilangan bernuansa formal. Siswa diajak berhitung dalam imajinasi, bukan dalam contoh benda konkrit. Bila merujuk pada teori belajar maka ini perlu diperbaiki. Seharusnya guru berangkat dari benda konkrit yang familiar dengan anak. Guru bisa menggunakan benda nyata di sekitar siswa untuk melakukan proses pembelajaran, baik menjelaskan angka maupun dalam berhitung sederhana.

Dalam pembelajaran teorema phytagoras di SMP pun masih demikian. Masih juga diutemukan adanya pembelajaran di mana proses belajar hanya sebatas menghafal rumus phytagoras. Jarang sekali ditemukan proses pembelajaran yang berangkat dari situasi kongkrit. Proses pembelajaran seperti ini justru akan berdampak kurang baik terhadap proses berpikir siswa. Mereka akan kesulitan jika suatu saat harus menyelesaikan soal-soal yang terkait situasi konkrit dalam kehidupan sehari hari. Hal ini karena kurang terbangunnya konsep yang baik dalam proses berpikir mereka tentang teorema phytagoras.

Jean Piaget dalam Dwi Siswoyo, dkk. (2013:100) mengatakan, perkembangan intelektual anak TK berada pada tahap pra-operasional konkret. Sedangkan peserta didik SD dan SMP berada pada tahap operasional konkret. Lalu siswa SMA dan sederajat berada pada tahap operasional formal. Bila merujuk pada teori itu, seharusnya guru bijaksana dalam memperlakukan siswa ketika belajar di kelas. Guru harus bisa membuat desain dan melaksanakan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan tahapan-tahapan tersebut. Selain itu, konten dari buku-buku pelajaran juga harus sesuai.

Dalam pembelajaran matematika, teori tentang tahapan-tahapan belajar anak sangat penting. Matematika berkaitan dengan sesuatu yang abstrak. Kesalahan konsep pada awal proses pembelajaran berdambak buruk pada tahapan-tahapan belajar berikutnya. Maka, sudah seharusnya guru kembali mengingat pentingnya tahapan-tahapan proses belajar dari teori-teori belajar dan mengaplikasikannya dalam setiap proses pembelajaran.

Baik dan tidaknya kualitas pembelajaran adalah tanggung jawab guru. Prestasi belajar sesungguhnya berangkat dari proses pembelajaran yang baik dan berkualitas. Proses pembelajaran yang berkualitas tentu tidak akan meninggalkan teori-teori belajar yang selama ini ada. (*)

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 08:32:44 +0700
<![CDATA[Peningkatan Kreativitas Siswa dengan Teknik Role Playing]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127081/peningkatan-kreativitas-siswa-dengan-teknik-role-playing https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/peningkatan-kreativitas-siswa-dengan-teknik-role-playing_m_127081.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/peningkatan-kreativitas-siswa-dengan-teknik-role-playing_m_127081.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127081/peningkatan-kreativitas-siswa-dengan-teknik-role-playing

SISWA dituntut untuk belajar berbagai hal. Namun ada berbagai kendalanya yang membuat siswa kesulitan belajar. Banyak faktornya. Mulai dari malas belajar.]]>

SISWA dituntut untuk belajar berbagai hal. Namun ada berbagai kendalanya yang membuat siswa kesulitan belajar. Banyak faktornya. Mulai dari malas belajar, tidak paham, hingga sulit mencerna materi yang disampaikan guru. Khusus untuk faktor kemalasan, guru memiliki trik khusus agar siswa mampu menyukai pelajaran yang diajar.  

Dalam hal ini guru berusaha meneliti dan mengkaji bersama dengan rekan sesama guru untuk mendapatkan teknik yang paling tepat untuk membentuk rasa minat, pemahaman, dan percaya diri dalam belajar siswa. Role playing merupakan teknik pembelajaran yang dipilih untuk melakukan pendekatan dengan siswa.

Caranya, dengan menghubungkan kondisi nyata yang terdapat di lingkungan dengan yang terdapat di ruang kelas. Teknik ini dilakukan dengan memberikan peran-peran atau situasi tertentu untuk diperankan dalam pembelajaran. Misalnya, guru menerangkan pecahan melalui situasi pasar. Guru di sini berperan sebagai pedagang untuk menjual barang dagangannya, murid dalam situasi ini harus masuk ke dalam peran pembeli mungkin dapat masuk dalam situasi lelang. Sikap guru yang kreatif dan mempunyai persiapan untuk memainkan peran sangat diperlukan dalam teknik pembelajaran ini. Di sini siswa diharapkan mampu mengembangkan diri dengan menggunakan kreativitasnya melalui pengembangan pemikiran guru dengan teknik Role playing.

Layanan penguasaan konten sebagai jembatan antara pembelajaran yang dilakukan dengan teknik role playing mampu meningkatkan kreativitas siswa.

Mengembangkan kreatifitas siswa sangat diperlukan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif melalui teknik role playing ini. Dengan begitu anak larut untuk belajar secara alami. Belajar di sini merupakan suatu proses yang membutuhkan waktu untuk mencapai proses yang terbaik dengan bermain. Pengembangan kreativitas di sini dapat berupa kemampuan siswa untuk menyelesaikan suatu masalah dan kelancaran siswa dalam memahami pembelajaran. Rasa ingin tahu yang muncul mampu menjadi pengalaman baru dan menciptakan hal baru yang bermanfaat dan menyenangkan.

Dalam metode ini, guru mampu memancing semangat siswa untuk belajar melalui pembelajaran di luar kelas. Beberapa tempat telah di siapkan oleh guru sebelumnya. Misal pasar, sekolah, mall, perpustakaan, dan lain-lain. Siswa bisa bermain peran melalui tempat yang di pilih, pembelajarannya disesuaikan dengan mata pelajaran yang diajarkan guru. Contohnya pemilihan tempat di pasar dan mata pelajaran matematika bagi siswa yang bertugas sebagai penjual. Siswa bisa menimbang, menghitung total harga, dan mengecek daftar belanjaan. Untuk pelajaran bahasa Inggris dengan pemilihan tempat di mall. Siswa bisa bertugas sebagai pembeli atau penjaga stan semua harus berbicara bahasa Inggris. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 12:00:27 +0700
<![CDATA[Meningkatkan HOTS melalui Model PBL-JAS]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127042/meningkatkan-hots-melalui-model-pbl-jas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/meningkatkan-hots-melalui-model-pbl-jas_m_127042.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/meningkatkan-hots-melalui-model-pbl-jas_m_127042.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127042/meningkatkan-hots-melalui-model-pbl-jas

SAAT ini dunia pendidikan tengah mengupayakan peningkatan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Berbagai upaya dilakukan, seperti mengadakan pelatihan.]]>

SAAT ini dunia pendidikan tengah mengupayakan peningkatan Higher Order Thinking Skill (HOTS). Berbagai upaya dilakukan, seperti mengadakan pelatihan, mengembangkan media, maupun menerapkan model pembelajaran yang andal.

Apakah HOTS itu? Higher Order Thinking Skill dalam bahasa Indonesia dikenal dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Menurut Taksonomi Bloom, keterampilan berpikir tingkat tinggi meliputi kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Mengapa HOTS sangat penting dikembangkan? Pertama, ditengarai kemampuan HOTS peserta didik di Indonesia masih rendah. Fakta menunjukkan, bahwa hasil capaian Indonesia dalam tes PISA pada 2015 menduduki peringkat ke-64 dari 72 negara. Meskipun sudah mengalami peningkatan dibandingkan pada 2012, namun capaian yang diperoleh tergolong masih rendah.

Kondisi ini didukung dari hasil penelitian yang kami lakukan di SMP 2 Kudus pada 2014 lalu. Hasil penelitian kami menunjukkan 80 persen peserta didik tidak berani bertanya dan memberi argumen. Dalam pembuatan laporan hanya 10 persen peserta didik yang mampu menganalisis dan menyimpulkan dengan baik.

Kedua, HOTS sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global di era milenial.  Menurut Khaerudin Kurniawan (1999), ada empat tantangan yang dihadapi di era global. Pertama, tantangan untuk meningkatkan nilai tambah. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Kedua, tantangan untuk melakukan penelitian secara menyeluruh. Ketiga, tantangan untuk meningkatkan daya saing dalam menghasilkan karya-karya  kreatif sebagai hasil pemikiran, penemuan, dan penguasaan pengetahuan. Keempat, tantangan menghadapi inovasi dan kolonialisme baru di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Untuk menjawab tantangan ini, mengembangkan HOTS dalam setiap proses pembelajaran adalah solusinya. Bagaimana cara meningkatkan HOTS dalam pembelajaran? Menurut hasil penelitian Fachrurazi (2011); Satrawati, et.al. (2011) dan Sukandar (2013), untuk meningkatkan HOTS dengan menerapkan model Problem-Based Learning dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar (PBL-JAS).

Penerapan model PBL-JAS dalam pembelajaran diawali dengan menstimulasi permasalahan. Peserta didik melakukan eksplorasi dan kolaborasi dalam kelompok kecil heterogen untuk memecahkan masalah. Guru bertindak sebagai fasilitator, membimbing peserta didik dalam merancang penyelidikan, dan menemukan solusi. Langkah berikutnya, peserta didik melakukan penyelidikan, menyajikan hasil, dan mengevaluasi hasilnya.

Kelebihan PBL-JAS, peserta didik secara kolaboratif belajar secara mandiri. Peserta didik  menerapkan pengetahuan baru, mengevaluasi hipotesis, menganalisis, melakukan inferensi, dan mengatur strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, PBL-JAS dapat meningkatkan HOTS.

Kami telah membuktikan bahwa PBL-JAS memang sangat efektif untuk meningkatkan HOTS peserta didik. Penelitian tindakan kelas telah kami lakukan dalam pembelajaran IPA pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

Prosedurnya di siklus I kami berikan permasalahan dengan melakukan eksplorasi secara langsung dengan lembar kerja terbuka. Siklus II dengan eksplorasi langsung dan tidak langsung dengan lembar kerja terbuka terfasilitasi.

Data tentang kemampuan berpikir kritis (HOTS) diambil melalui observasi dan tes tertulis dengan soal uraian terbuka. Hasilnya Model PBL-JAS dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis sebesar 74 persen. Seluruh peserta didik aktif terlibat dalam pembelajaran yang menyenangkan. Rerata aktivitas peserta didik mengalami kenaikan sebesar 23 persen.

Jadi sangat disarankan untuk menerapkan model PBL-JAS dalam pembelajaran untuk meningkatkan HOTS peserta didik. Mari wujudkan generasi milenial di era digital yang tangguh dan andal dalam menghadapi tantangan global dengan meningkatkan HOTS. (*)

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 09:42:43 +0700
<![CDATA[Penggunaan Medsos Penunjang Pembelajaran]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127038/penggunaan-medsos-penunjang-pembelajaran https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/penggunaan-medsos-penunjang-pembelajaran_m_127038.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/penggunaan-medsos-penunjang-pembelajaran_m_127038.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127038/penggunaan-medsos-penunjang-pembelajaran

DI zaman yang semakin modern, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Semua hal terasa lebih cepat dan lebih mudah.]]>

DI zaman yang semakin modern, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Semua hal terasa lebih cepat dan lebih mudah.

Akses telekomunikasi dan transportasi mudah dan cepat juga harus diikuti dengan sumber daya manusia. Agar tidak ketinggalan. Untuk itu, dalam menghadapi era yang semakin modern harus selalu belajar dalam penggunaan perangkat teknologi. Salah satu yang semakin berkembang media sosial (medsos). Medsos adalah salah satu media online. Para penggunanya mudah dalam berkomunikasi. Medsos meliputi Blog, Youtube, Wiki, Twitter, Facebook, WhatsApp, Wechat, Instragam, atau BBM.

Dari semakin berkembangnya medsos ini, tidak dapat dipungkiri berdampak pada masyarakat. Baik dampak positif maupun negatif. Dampak penggunaan medsos itu, melanda berbagai kalangan secara luas. Baik kalangan terpelajar maupun tidak terpelajar.

Dalam penggunaan medsos ini banyak hal positif yang akan kita dapatkan. Jika dalam penggunaan medsos secara bertanggung jawab dan bijaksana. Seperti penggunaan medsos untuk saling berkomunikasi, mendapatkan informasi secara cepat, bagi pelajar untuk media pengiriman tugas.

Namun, banyak dampak negatifnya juga jika dalam penggunaan medsos kurang bertanggung jawab dan kurang bijaksana. Seperti banyak penyebaran hoax dan ujaran kebencian. Munculnya sifat malas bagi para pelajar, karena waktu banyak digunakan untuk bermain medsos sehingga motivasi belajar menurun.

Dampak positif yang dihasilkan dari medsos untuk dunia pendidikan adalah pelajar dimudahkan dalam pencarian informasi untuk memperluas pengetahuan dan penyelesaian tugas-tugas yang diberikan. Seperti penggunaan Youtube untuk pencarian langkah pembuatan kerajinan dari plastik untuk mata pelajaran prakarya, penggunaan blog untuk pengiriman tugas mata pelajaran TIK, penggunaan whatsApp untuk pengiriman tugas-tugas dalam bentuk file. Dengan semakin berkembangnya media sosial ini bisa menunjang efektivitas dalam pembelajaran.

Pengguna medsos ini kebanyakan adalah kalangan remaja. Sehingga ketika dalam pembelajaran kita menggunakan medsos dalam pengiriman tugas-tugas atau pencarian informasi mereka lebih cepat memahami. Juga lebih bersemangat untuk segera mengirimkan tugas-tugas yang diberikan.

Salah satu mata pelajaran yang mengajarkan tentang teknologi yaitu mata pelajaran TIK (teknologi informatika). Siswa diperkenalkan dalam penggunaan media teknologi seperti komputer. Baik penggunaan perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Mata pelajaran TIK ini juga mempelajari tentang internet dan penggunaan medsos yang bijaksana dan bertanggung jawab.

Pelajar diberikan bekal untuk lebih bijaksana dalam penggunaan internet. Terutama penggunaan medsos. Mereka bisa menggunakan medsos ini untuk mencari informasi-informasi yang bermanfaat. Jika guru dan siswa menggunakan media sosial ini secara bijaksana akan tercipta suatu pembelajaran yang efektif. Karena banyak fasilitas yang bisa digunakan dalam penggunaan media sosial ini.

Dalam mata pelajaran TIK penggunaan medsos cukup efektif. Mereka jadi lebih mengetahui bagaimana cara membuat akun pada medsos. Jadi, tidak hanya menjadi pengguna saja. Siswa juga terbiasa menggunakan medsos untuk pengiriman tugas-tugas yang diberikan. Mereka  juga lebih hati-hati dalam penggunaan medsos karena sudah ada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 19/2016 mereka dilarang mendistribusikan, menstransmisikan, dan membuat dapat diakses informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, serta pemerasan atau pengancaman.(http://mediaindonesia.com)

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 09:30:20 +0700
<![CDATA[Belajar Matematika BRSL melalui Sampah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126798/belajar-matematika-brsl-melalui-sampah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/belajar-matematika-brsl-melalui-sampah_m_126798.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/belajar-matematika-brsl-melalui-sampah_m_126798.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126798/belajar-matematika-brsl-melalui-sampah

INDONESIA memiliki keindahan alam yang rupawan. Pegunungan, pantai, laut, danau, hingga keindahan bawah lautnya. Indonesia berpenduduk 237 juta jiwa.]]>

INDONESIA memiliki keindahan alam yang rupawan. Pegunungan, pantai, laut, danau, hingga keindahan bawah lautnya. Indonesia berpenduduk 237 juta, peringkat keempat penduduk terbanyak di dunia. Diperkirakan jumlah penduduk ini bertambah 270 juta pada tahun 2025.

          Jumlah penduduk sebanyak itu, diperkirakan akan menghasilkan sampah sebanyak 130.000 ton/hari. Hal itu dibuktikan di taman nasional dan gunung di Indonesia. Di sana banyak ditemukan sampah yang menumpuk. Tidak hanya di gunung, sampah juga banyak ditemukan di lautan. Bahkan sampah makanan menjadi penyumbang sampah terbanyak. Tak heran, penyebab banjir nomor wahid di berbagai daerah diakibatkan oleh sampah. Ini prestasi yang menyedihkan. Sebagai seorang pendidik dan pengajar, apakah kita diam saja?

          Tahun 2006 Kementerian Lingkungan Hidup mengembangkan program Adiwiyata pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam program ini diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat serta menghindari dampak lingkungan yang negatif.

          Sebagai guru matematika mempunyai kewajiban ikut serta menyukseskan program Adiwiyata. Salah satunya dengan memanfaatkan sampah dalam belajar pembelajaran Bangun Ruang Sisi Lengkung (BRSL). Sampah yang dimanfaatkan adalah sampah anorganik atau tidak terurai (undegradable) berbentuk sampah padat. Ada stopmap kertas bekas, kaleng susu bekas, kardus bekas, limbah kulit jeruk, dan bola bekas.

          Selain mengurangi kuantitasnya, ternyata sampah juga dapat meningkatkan minat dan hasil belajar BRSL. Hal itu berdasarkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan oleh penulis selama enam bulan dengan dua kali siklus.

          Siklus pertama pertemuan pertama, siswa memanfaatkan kaleng susu dan stopmap kertas bekas untuk menemukan rumus luas tabung. Selain itu, kardus bekas yang dibentuk menjadi kerucut dan stopmap kertas bekas untuk menemukan rumus luas kerucut. Siklus pertama pertemuan kedua, siswa memanfaatkan limbah kulit jeruk dan stopmap kertas bekas untuk menemukan rumus luas bola.

          Sedangkan siklus kedua pertemuan pertama, siswa memanfaatkan kaleng susu, kerucut dari kardus bekas yang diameter dengan tinggi kaleng susu serta kerucut tersebut sama, dan stopmap kertas bekas untuk menemukan rumus volum tabung dan kerucut. Untuk mengisi kaleng susu dan kerucut dapat menggunakan beras, kacang hijau, pasir, dan sebagainya.

          Siklus kedua pertemuan kedua, siswa memanfaatkan belahan bola bekas, kerucut dari kardus bekas yang tingginya sama dengan jari-jari bola, dan stopmap kertas bekas untuk menemukan rumus volum bola. Untuk mengisi belahan bola bekas dan kerucut dapat menggunakan beras, kacang hijau, pasir, dan sebagainya.

          Hasil penelitian menunjukkan melalui pemanfaatan sampah dapat meningkatkan minat belajar matematika BRSL dari rendah menjadi tinggi, dari 5 siswa (9%) menjadi 22 siswa (85%) yang berminat belajar. Hasil belajar matematika BRSL meningkat dari rata-rata 69 menjadi 95, dari 11 siswa (42%) menjadi 25 siswa (96%) tuntas belajar.

          Sebagai seorang pendidik dan pengajar, mari kita ikut mengurangi sampah di sekolah dengan memanfaatkannya untuk pembelajaran. (*)

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Mar 2019 10:30:53 +0700
<![CDATA[Metode Role Play Solusi Speaking English]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126796/metode-role-play-solusi-speaking-english https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/metode-role-play-solusi-speaking-english_m_126796.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/metode-role-play-solusi-speaking-english_m_126796.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126796/metode-role-play-solusi-speaking-english

SPEAKING atau berbicara adalah bagian penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Metode pengajaran menentukan keberhasilan pembelajaran.]]>

SPEAKING atau berbicara adalah bagian penting dalam proses belajar bahasa Inggris. Metode pengajaran menentukan keberhasilan pembelajaran. Speaking menjadi salah satu aspek yang harus dikuasai siswa dalam mata pelajaran bahasa Inggris.

Sistem belajar percakapan bahasa Inggris harus mengutamakan kemampuan komunikasi siswa. Karena dengan cara seperti itu, siswa akan bisa mengekspresikan diri mereka untuk belajar berkomunikasi. Ada beberapa teknik untuk mengajar speaking bahasa Inggris yang efektif. Salah satunya metode role play. Metode ini dilakukan dengan bermain peran.

Bermain peran yang dibahas di sini adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan cara memerankan suatu karakter. Di mana siswa akan mengucapkan dialog yang telah dipersiapkan sebelumnya atau hasil improvisasi.

Cara ini akan memberi kesempatan pada siswa untuk berlatih pengucapan (pronounciation), berlatih berani berbicara (speaking), berlatih mendengarkan (listening) dari ucapan lawan bicara. Dengan bermain peran ini pula, siswa dapat memperkaya kosa kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris. Serta menikmati suasana yang menyenangkan tanpa merasa terbebani oleh kesalahan pengucapan. Karena biasanya seorang guru akan menempatkan dirinya sebagai teman diskusi, sehingga dalam pembelajaran akan terbangun suasana santai.

Permainan peran (bahasa Inggris: role-playing game disingkat RPG) bisa juga memainkan  tokoh-tokoh khayalan dan berkolaborasi untuk merajut sebuah cerita bersama. Para pemain memilih aksi tokoh-tokoh mereka berdasarkan karakteristik tokoh tersebut. Keberhasilan aksi mereka tergantung dari sistem peraturan permainan yang telah ditentukan. Para pemain bisa berimprovisasi sesuai perannya.

Dalam sebuah permainan RPG, jarang ada yang ”kalah" atau ”menang". Ini membuat permainan RPG berbeda dari jenis permainan papan, seperti monopoli, ular tangga, permainan kartu, olah raga, maupun permainan lainnya. Seperti sebuah novel atau film, permainan RPG mempunyai daya tarik, karena permainan-permainan ini mengajak para pemain untuk menggunakan imajinasi mereka. RPG lebih mengarah ke arah kolaborasi sosial daripada kompetisi. Pada umumnya dalam RPG, para pemain tergabung dalam satu kelompok.

Permainan RPG rata-rata dimainkan seperti sebuah drama radio. Ketika seorang pemain ”berbicara", dia berbicara sebagai tokohnya. Ketika si pemain ingin tokohnya melakukan sesuatu secara fisik (seperti menyerang monster atau membuka sebuah gembok) dia harus menggambarkannya secara lisan.

Ada pula sejenis permainan RPG di mana para pemain bisa melakukan gerakan fisik tokohnya oleh si pemain sendiri. Ini disebut live action role playing (LARP). Dalam permainan LARP, biasanya para pemain memakai kostum dan menggunakan alat-alat yang sesuai dengan tokoh, dunia, dan cerita yang dimainkan.

Kecuali dalam bentuk drama yang panjang, bermain peran bisa pula dilakukan dengan lebih sederhana. Di mana siswa mempraktikkan percakapan berdasarkan situasi yang sebelumnya telah diberikan. Siswa diberikan informasi tentang peran yang harus dia mainkan dan fungsi-fungsi tertentu yang harus dilaksanakannya.

Berikut contoh bermain peran secara sederhana. Peran dimainkan oleh siswa dan guru. Peran siswa: Kamu  tidak masuk kelas kemarin. Temui guru di kantor dan minta maaf, karena kemarin kamu tidak datang. Tanyakan tentang handout pada teman-teman Anda. Cari informasi tentang tugas di rumah.

Peran guru: Siswa yang tidak datang kemarin datang menemui guru di kantor. Terima permintaan maafnya, tetapi tekankan bagaimana pentingnya hadir di kelas. Guru tidak punya sisa handout, sarankan siswa memfotokopi dari temannya. Beritahu siswa apa tugas di rumah yang harus dikerjakan.

Apabila tujuan permainan peran ini adalah bahasa yang komunikatif. Sebaiknya dilakukan evaluasi terhadap siswa tentang kemampuannya mengungkapkan fungsi-fungsi bahasa (permintaan maaf, meminta seseorang melakukan sesuatu, mencari informasi, menanggapi saran, menerima permintaan maaf, atau memberikan informasi singkat) sesuai dengan perannya.

Demikian penerapan metode role play dalam pembelajaran speaking English. Metode ini bisa menjadi salah satu referensi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. (*)

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Mar 2019 09:52:22 +0700
<![CDATA[Bonus Demografi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126625/bonus-demografi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/bonus-demografi_m_126625.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/bonus-demografi_m_126625.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126625/bonus-demografi

INDONESIA diproyeksikan akan mengalami bonus demografi. Di mana populasi usia produktif lebih mendominasi dibanding usia nonproduktif.]]>

INDONESIA diproyeksikan akan mengalami bonus demografi. Di mana populasi usia produktif lebih mendominasi dibanding usia nonproduktif. Jika proyeksi tersebut tidak terlalu melenceng, maka puncak bonus demografi tersebut akan terjadi 12 tahun lagi, yaitu pada 2030.

Populasi penduduk Indonesia pada tahun tersebut, diperkirakan akan didominasi oleh mereka yang berusia produktif, yaitu antara 15 hingga 64 tahun. Populasi yang mendominasi tersebut, saat ini sedang berusia antara 3 hingga 52 tahun. Jika diklasifikasikan, paling tidak mereka ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama. Yaitu kelompok anak-anak hingga remaja (usia 3-20 tahun), kelompok orang muda (usia 20-40 tahun), dan kelompok orang dewasa (usia 40-52 tahun).

Bonus demografi sendiri, diterjemahkan sebagai keuntungan ekonomis yang disebabkan menurunnya rasio ketergantungan sebagai hasil proses penurunan fertilitas jangka panjang (Mason, 2001; John Ross, 2004). Bonus demografi sering dikaitkan dengan kesempatan yang hanya akan terjadi satu kali bagi semua penduduk negara, yakni the window of opprtunity (Adioetomo dkk, 2010).

Pada momentum tersebut, jumlah angkatan kerja sangat besar, tetapi mereka menanggung beban kelompok usia anak dan lansia sangat rendah. Perbandingan antara jumlah penduduk produktif dengan penduduk nonproduktif berada pada kondisi ideal untuk meningkatkan produktivitas, sehingga kesejahteraan penduduk juga akan meningkat. Periode ini harus dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin dengan meningkatkan kualitas SDM, sehingga kita bisa mendapatkan bonus demografi tersebut.

Bonus demografi ini, tentu akan membawa dampak sosial-ekonomi. Salah satunya menyebabkan angka ketergantungan penduduk. Yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah. Diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.

Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan, sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Namun, berkah ini bisa berbalik menjadi bencana jika bonus ini tidak dipersiapkan kedatangannya. Bonus Demografi tidak serta merta datang dengan sendirinya. Tetapi untuk menjadikan potensi nasional, perlu dipersiapkan dan selanjutnya dimanfaatkan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Jumlah usia produktif yang besar harus ditunjang dengan kemampuan keahlian dan pengetahuan yang baik. Sehingga usia produktif dapat menjadi tenaga kerja yang terampil, memiliki keahlian dan pengetahuan untuk menunjang produktivitasnya.

Salah satu wujud pemanfaatan bonus demografi tersebut, upaya meningkatkan kualitas SDM remaja dengan memberikan bimbingan dan dukungan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan. Dengan begitu, remaja akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Remaja juga perlu diberikan wadah aktualisasi diri bersama kelompok sebayanya. Sebab, usia remaja biasanya lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman sebayanya.

Pembangunan SDM remaja sejalan dengan kebijakan pembangunan berwawasan kependudukan yang menempatkan penduduk sebagai sentral dalam pembangunan. Konsep dasar pembangunan dikaitkan dengan kependudukan adalah suatu proses perubahan menuju kondisi yang lebih baik atau tingkat yang lebih maju. Pembangunan harus bisa menciptakan kondisi yang lebih baik, sehingga kualitas penduduk menjadi lebih baik.

Kebijakan-kebijakan pembangunan bagi remaja adalah bagaimana meningkatkan tingkat pendidikan dan pengembangan life skills. Pembelajaran life skills dinilai penting bagi remaja sebagai calon penerus pembangunan, karena dapat membantu remaja mencapai tugas pertumbuhan dan perkembangan pribadi baik secara fisik, mental, emosional, dan spiritual.

Selain itu, pembelajaran ini dapat membantu remaja memasuki kehidupan selanjutnya untuk kemudian menjadi SDM yang produktif. Remaja sebagai pelajar dan mahasiswa yang memiliki life skills akan menjadi modal pembangunan sebagai SDM yang andal secara IQ, EQ, dan SQ. Mereka inilah yang akan menjadi pelopor, calon penggerak pembangunan masa depan. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 15:54:43 +0700
<![CDATA[Enam Sekolah Tingkat Menengah di Jepara Laksanakan UNBK Tahun Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126622/enam-sekolah-tingkat-menengah-di-jepara-laksanakan-unbk-tahun-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/enam-sekolah-tingkat-menengah-di-jepara-laksanakan-unbk-tahun-ini_m_126622.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/enam-sekolah-tingkat-menengah-di-jepara-laksanakan-unbk-tahun-ini_m_126622.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126622/enam-sekolah-tingkat-menengah-di-jepara-laksanakan-unbk-tahun-ini

Sebanyak enam sekolah tingkat menengah di Kabupaten Jepara tahun ini mulai melaksanakan UNBK. Sebelumnya, enam sekolah itu menyelenggarakannya secara manual.]]>

KOTA – Sebanyak enam sekolah tingkat menengah di Kabupaten Jepara tahun ini mulai melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebelumnya, enam sekolah itu menyelenggarakannya secara manual.

Enam sekolah tersebut yakni SMPN 2 Karimunjawa, SMP BOPKRI 4 Kelet, SMP Nurul Aman Keling, SMP Muhammadiyah 1 Mlonggo, SMP Muhammadiyah 5 Kalinyamatan dan SMP Ma’arif Tegalsambi. Dengan bertambahnya enam sekolah baru tersebut saat ini semua SMP Negeri di Kabupaten Jepara telah melaksanakan UNBK. Sementara untuk sekolah swasta, tersisa 22 sekolah yang masih melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Agus Tri Harjono kemarin. Agus mengatakan, tahun ini ada tambahan enam sekolah yang melaksanakan UNBK.

Dari jumlah enam sekolah tersebut, empat di antaranya berhasil melaksanakan UNBK secara mandiri di sekolah masing-masing. Sementara dua di antaranya terpaksa bergabung dengan sekolah lain lantaran belum mampu melaksanakan UNBK mandiri. ”Dua sekolah yang belum mampu melaksanakan UNBK mandiri yakni SMP BOPKRI 4 Kelet dan SMP Nurul Aman Keling, jumlah peserta ujian dari masing-masing sekolah tersebut hanya sedikit yakni 7 anak. Mengenai pelaksanaan ujian UNBK nya meminjam tempat di SMK Wikrama 1 Jepara,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Bertambahnya sekolah yang bergabung melaksanakan UNBK ini tak lain karena dukungan dari pihak dinas. Tahun lalu pihak dinas mengalokasikan bantuan komputer untuk sekolah-sekolah di Jepara. Khusus untuk sekolah negeri jumlahnya mencapai 20 buah per sekolah. ”Termasuk untuk sekolah di wilayah Karimunjawa seperti SMP Negeri 2 Karimunjawa,” jelasnya.

Di singgung mengenai pelaksanaan UNBK yang akan dilakukan di SMP Negeri 2 Karimunjawa sendiri, Agus menjelaskan, saat ini persiapannya sudah berjalan sebagaimana target yang diharapkan. Baik mengenai komputer, server jaringan hingga genset. ”Tahun-tahun sebelumnya terkendala jaringan, saat ini sudah tidak lagi,” terangnya.

Khusus untuk SMP Negeri 2 Karimunjawa, pihaknya juga bekerjasama dengan Kominfo untuk menempatkan dua teknisi yang ahli jaringan yang nantinya akan berada di sekolah tersebut saat pelaksanaan UNBK. ”Tujuannya untuk berjaga-jaga supaya pelaksanaan UNBK berjalan lancar,” terangnya.

Selama dua hari yakni kemarin hingga hari ini, dilaksanakan simulasi terakhir atau gladi bersih UNBK bagi SMP/MTs di Kabupaten Jepara. Setelah gladi bersih ini para peserta ujian tinggal menunggu pelaksanaan ujian pada April mendatang. ”Kami berharap semuanya bisa berjalan sesuai dengan harapan dan mendapatkan hasil yang terbaik,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 15:42:50 +0700
<![CDATA[Minim Sarpras, Puluhan Sekolah di Pati Terpaksa Numpang UNBK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126615/minim-sarpras-puluhan-sekolah-di-pati-terpaksa-numpang-unbk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/minim-sarpras-puluhan-sekolah-di-pati-terpaksa-numpang-unbk_m_126615.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/minim-sarpras-puluhan-sekolah-di-pati-terpaksa-numpang-unbk_m_126615.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126615/minim-sarpras-puluhan-sekolah-di-pati-terpaksa-numpang-unbk

Pemerintah telah mewajibkan SMP dan sederajat menyelenggarakan UNBK. Dengan kewajiban itu, sekolah harus menumpang sekolah lain karena terbatasnya infrastruktur]]>

KOTA – Pemerintah telah mewajibkan SMP dan sederajat menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Karena kewajiban itu, sekolah harus menumpang sekolah lain karena terbatasnya infrastruktur. Masih ada 41 SMP dan sederajat yang menumpang UNBK ke sekolah lain.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pati Saryono mengatakan dari total lembaga SMP/MTs yang sudah mampu melaksanakan UNBK mandiri sebanyak 177 lembaga. Sementara itu SMP/MTs yang masih menumpang ada 41 lembaga. Selain itu, kejar paket C dan B yang menumpang ada 31 PKBM. Sedangkan yang mampu mandiri hanya SKB Pati.

“UNBK boleh menumpang ke sekolah atau madrasah lain. Karena untuk menuju mandiri dilakukan bertahap melengkapi sarana prasarana komputer dan server. Yang terpenting sekolah melaksanakan UNBK terlebih dahulu,” katanya.

Meskipun mewajibkan SMP dan sederajat melaksanakan UNBK, untuk ujian nasional SD/MI sebanyak 872 lembaga dan paket A ada 3 lembaga masih menggunakan sistem manual yakni menggunakan moda ujian nasional kertas dan pensil (UNKP). Belum ada wacana menggunakan komputer.

Saryono mengatakan, pelaksanaan ujian nasional di Pati sejauh ini sudah lancar sesuai dengan tahapan. Bahkan pihaknya telah mensosialiasikan ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) kepada ratusan kepala SMP, MTS, pengawas, hingga korodinator wilayah pendidikan di semua kecamatan.

“Kami memberikan arahan sesuai dari jenjangnya supaya para kepsek dan koordinator wilayah memiliki pemahaman yang sama dengan ujian nasional 2019 ini. Ratusan peserta sosialisasi diberikan arahan tentang pos UNBK, juknis USBN SD, ujian kesetaraan, dan lainnya,” ungkapnya.

Para kepsek juga mengecek kesiapan sarpras. Sekolah mempunyai komputer utama sebanyak jumlah sesinya. Karena ada sekolah yang memiliki tiga sesi. Selain komputer, juga ada server utama yang harus ready pada pelaksanaan.

“Yang paling penting itu lisitrik. Sekola harus mempunyai genset saat UNBK. Walaupun sudah berkoordinasi dengan PLN, tapi tetap antisipasi jika terjadi listrik padam,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 15:21:15 +0700
<![CDATA[Mengenalkan Sejarah pada Generasi Millennial]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126591/mengenalkan-sejarah-pada-generasi-millennial https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/mengenalkan-sejarah-pada-generasi-millennial_m_126591.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/mengenalkan-sejarah-pada-generasi-millennial_m_126591.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126591/mengenalkan-sejarah-pada-generasi-millennial

SEBAGIAN masyarakat menganggap belajar sejarah identik dengan belajar manusia purba, belajar masa lalu, zaman jadul, dan masa silam.]]>

SEBAGIAN masyarakat menganggap belajar sejarah identik dengan belajar manusia purba, belajar masa lalu, zaman jadul, dan masa silam. Mata pelajaran Sejarah tidak perlu, maka tidak penting untuk dipelajari.

Benarkah pendapat mereka dengan kenyataan di dunia pendidikan? Sejarah mempelajari atau mengenalkan masa lampau, masa kini, dan masa yang akan datang. Masa lampau sejarah dijadikan titik tolak untuk masa yang akan datang. Karena mengandung pelajaran tentang nilai dan moral. Pada masa kini, sejarah dipahami oleh generasi penerus dari masyarakat terdahulu sebagai suatu cermin untuk menuju kemajuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Generasi milennial merupakan kelompok demografi setelah generasi X. Tidak ada batasan waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini. Pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran (wikipedia, 2109).

Individu yang terlahir di masa milennium ini akan membawa kehidupan yang unik  dan terbarukan. Banyak sistem kehidupan yang bertransformasi. Kehidupan sosial merupakan aspek yang penting. Kemajuan teknologi dan perilaku konsumtif lekat sebagai salah satu karakter era milennium. Karakteristik dasar generasi millennial yang lain gampang bosan pada barang yang dibeli, segbel alias segera beli kalau ada produk baru yang keluar. Akses internet tak terbatas. Bisa berselancar dengan bebas melalui gadgetnya. No gadget no life, gadget merupakan jiwanya, hidupnya, seolah kaum millennials tidak bisa hidup tanpa gadget. Berselancar mengakses internet, mendapatkan informasi dari seluruh dunia.

Kurikulum 2013 dirancang dan disiapkan untuk mencetak generasi emas. Generasi millennial 25 tahun yang akan datang dengan menanamkan empat kompetensi  atau C4. Setiap mata pelajaran termasuk Sejarah menanamkan  kemampuan Communication, Chritical Thinking, Colaboration, Creatifity dan Innovation.

Sejarah perlu dikenalkan kepada kaum millennial dengan melalui penanaman empat kompetensi dalam menghadapi tantangan era millenium.

Pertama, komunikasi, peserta didik sebagai kaum millennial dalam mengenal sejarah Indonesia didorong untuk bisa menceritakan peristiwa sejarah. Bisa mengambi hikmah dari peristiwa sejarah. Mengambil pelajaran yang penting untuk melangkah ke depan dengan lebih baik. Dengan menguasai perkembangan teknologi, lebih melek teknologi maka bisa mengkomunikasikan pendapatnya di media sosial dengan menghargai perjuangan para pahlawan dan pemimpin bangsa. Bahkan semua rakyat yang telah mengukir peristiwa sejarah di Indonesia di masa lampau sekarang maupun yang akan datang.

Kedua, berpikir kritis. Berani mengungkapkan sesuatu. Tidak tertutup pikirannya. Bertindak dengan lebih bijaksana dan penuh hikmat dalam menentukan masa depan bangsa. Sebagai agents of change (faktor penetu perubahan bangsa) dapat  bersaing dengan sehat dan positif .  

Ketiga, bekerja sama. Kerja sama dalam hal networking (jaringan). Salah satu ciri kesuksesan seseorang dipengaruhi oleh kerjasamanya, networking penting bagi kaum millennial. Kaum millennial sebagai generasi emas adalah generasi muda penerus bangsa yang memiliki kesiapan dan kematangan dalam hal memimpin, bermoral. Memiliki kemampuan yang baik. Bersikap jujur. Dan memiliki tanggung jawab yang besar terhadap dirinya dan bangsa.

Keempat, kreativitas dan innovatif, memiliki gagasan, ide, mampu menciptakan sesuatu yang baru demi kemajuan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah sangat berperan penting dalam membentuk generasi millenial generasi emas. Generasi yang berkualitas. Menanamkan attitude atau pembelajaran pembentukan karakter yang baik sehingga generasi muda tidak hanya unggul secara akademik maupun non akademik tetapi juga memiliki ketulusan hati untuk membangun bangsa yang lebih baik. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 12:41:52 +0700
<![CDATA[Dengan PBL Semuanya Jadi Mudah  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126576/dengan-pbl-semuanya-jadi-mudah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/dengan-pbl-semuanya-jadi-mudah_m_126576.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/dengan-pbl-semuanya-jadi-mudah_m_126576.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126576/dengan-pbl-semuanya-jadi-mudah

ENAM tahun sudah SMKN 1 Purwodadi melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun pembelajaran 2018/2019. Ini terhitung sejak pertama kali dicetuskan tahun 2013/2014.]]>

ENAM tahun sudah SMKN 1 Purwodadi melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun pembelajaran 2018/2019. Ini terhitung sejak pertama kali dicetuskan pada tahun 2013/2014. Kurikulum 2013 merupakan pengembangan dari kurikulum 2006, untuk merespon berbagai tantangan internal dan eksternal. Titik tekan pengembangan Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum, pendalaman dan perluasan materi, penguatan proses pembelajaran, dan penyesuaian beban belajar agar dapat menjamin kesesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang dihasilkan (Kemdikbud, 2013: III).

Sejak 2010 ketika penulis ada di SMKN 1 Purwodadi, di setiap awal tahun pelajaran penulis selalu menyempatkan diri mengomunikasikan ke siswa, kiranya mapel apa yang tidak disukai. Sebagian besar siswa mengatakan bahwa fisika mapel yang tidak disukai. Fisika terlalu sulit, fisika banyak hitungannya, fisika susah, fisika harus menghubungkan rumus dengan hitungan, fisika membosankan, gurunya galak, fisika merupakan momok dalam pembelajaran. Semua pikiran negatif berkembang tidak terkendali. Kenapa semuanya tidak suka? Bagaimana cara membangun kembali antusiasme siswa, minat, dan semangat belajarnya ?

Kemauan, minat, kreativitas, antusiasme siswa perlu dibangun ulang. Sungguh merupakan pekerjaan berat yang ada didepan mata. Mereka harus ditemukan dengan berbagai masalah yang ada disekitar mereka untuk mengenalkan fisika lebih dalam. Solusi yang terpilih adalah Problem Based Learning (PBL). Pembelajaran berbasis masalah, bagaimana penulis mampu mengaplikasikan berbagai pembelajaran fisika melalui masalah-masalah yang ada disekitar siswa.

Diskusi kelompok dalam hal ini adalah sepaket dengan Problem Based Learning untuk mengurai masalah pembelajaran ini. Dalam diskusi kelompok siswa bisa bersosialisasi, belajar menerima pendapat, belajar memimpin, belajar dipimpin, dan belajar berfikir kritis dalam rangka menganalisa permasalahan yang ada dan menyelesaikannya. Masalah dalam kelompok yang bagaimana yang mampu mengangkat hasil belajar, keaktifan dan kreativitas siswa tentunya adalah yang tidak jauh dari kehidupan siswa sendiri, yang bisa menjelaskan konsep-konsep fisika.

Menurut Arends dalam Abas (2000:13) dalam Hosnan M (2014:295) Problem Based Learning adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran peserta didik pada masalah autentik, sehingga peserta didik dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inquiry, memandirikan peserta didik dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri. PBL dalam hal ini menyajikan masalah kontekstual yang merangsang peserta didik untuk belajar.

Langkah-langkah Problem Based Learning, Hosnan, M (2014:301)  Lima langkah PBL   satu orientasi peserta didik pada masalah, dua mengorganisasikan peserta didik untuk belajar, tiga membimbing penyelidikan peserta didik individual dan kelompok, empat mengembangkan dan menyajikan hasil karya, menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.

Penjelasan aktivitas pembelajaran berbasis masalah diatas adalah, pada awalnya guru menjelaskan tujuan pembelajaran, dan materi yang dibahas pada hari itu dan menjelaskan logistik yang diperlukan, dan memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih. Peserta didik mendengarkan tujuan belajar yang disampaikan guru dan mempersiapkan logistik yang diperlukan. Guru mencari masalah sebagai awal tantangan dan motivasi harus menarik untuk dipecahkan. Masalah yang muncul harus menyediakan kebutuhan yang ada hubungannya dengan pelajaran yang sedang dipelajari.

Peserta didik aktif dan terlibat langsung dalam pembelajaran, membangun pembelajaran, mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang diberikan guru pada saat pembelajaran, membicarakan dengan kelompoknya, menjawab semua pertanyaan yang ada dan berkaitan dengan tema atau materi yang diangkat saat itu. Guru memonitor pembelajaran biasanya pada saat diskusi kelompok sedang berjalan, dan membantu kesulitan belajar peserta didik.

Peserta didik mengumpulkan informasi berdasarkan masalah pembelajaran yang dihadapi misalnya menggolong-golongkan alat dan bahan apa saja yang ada dihadapan mereka yang telah dibagikan oleh guru sesuai topik pembelajaran, melaksanakan eksperimen  dan berusaha menemukan jawaban atas masalah yang di angkat. Guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen, untuk memperoleh jawaban atas masalah, dengan cara pembimbingan kelompok dan pembimbingan individu. Guru melakukan probing (menantang peserta didik untuk terlibat dalam seluruh pembelajaran).

Peserta didik dalam kelompoknya berusaha memecahkan masalah bersama, mengatur menuliskan, merencanakan dan menyiapkan karya untuk pelaporan berupa, laporan, tabel, foto, PP, yang memungkinkan mereka bisa menyampaikan hasil karya kelompoknya secara detail dalam forum presentasi kelas. Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan karya, mengatur dinamika kelompok, membuat kesepakatan bersama peserta didik berdasarkan waktu yang ada, untuk menyelesaikan presentasi..

Peserta didik melakukan refleksi kegiatan penyelidikannya dan proses yang dilakukan. Setelah semua kegiatan berlangsung, maka guru mengajak peserta didik untuk melihat kembali semua kegiatan yang telah mereka kerjakan dalam pembelajaran, kekurangannya dimana, bagaimana kalau pada saat pembelajaran banyak diantara mereka yang tidak terlibat, dan bagaimana kalau semua peserta didik terlibat dalam pembelajaran, keasyikan apa yang didapat bila semua terlibat aktif dalam pembelajaran, dan kekurangannya apabila tidak seluruhnya terlibat dalam eksperimen ataupun kegiatan kelompok yang mereka lakukan bersama, kemudian mereka simpulkan untuk mencari solusi dan tindak lanjut bagi pembelajaran yang lebih baik. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil karya. Dan merefleksi pembelajaran bersama peserta didik.

Penggunaan PBL merupakan salah satu dari berbagai model belajar yang ada dan telah dicobakan oleh guru pada saat mengajar dalam kelas. Dengan PBL dan kerja kelompok terjadi saling memberi dan menerima antar anggota, saling memberi masukan pada kesalahan, akibatnya tercapai hasil belajar yang memuaskan hati mereka, karena mereka paham dengan materi akibat masalah yang dihadapi seperti masalah mereka sehari-hari. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 11:51:18 +0700
<![CDATA[Pusat Belajar Guru (PBG) dari, untuk, dan oleh Guru]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126535/pusat-belajar-guru-pbg-dari-untuk-dan-oleh-guru https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/pusat-belajar-guru-pbg-dari-untuk-dan-oleh-guru_m_126535.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/pusat-belajar-guru-pbg-dari-untuk-dan-oleh-guru_m_126535.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126535/pusat-belajar-guru-pbg-dari-untuk-dan-oleh-guru

DI Kabupaten Kudus akses bagi para guru untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap terkait dengan profesinya sebagai pendidik masih terbatas.]]>

DI Kabupaten Kudus akses bagi para guru untuk dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap terkait dengan profesinya sebagai pendidik masih terbatas. Hal ini disebabkan terbatasnya lembaga pendidikan dan latihan (diklat) di Kabupaten Kudus. Termasuk di kabupaten sekitar yang memberi kesempatan bagi guru untuk melakukan pengembangan diri yang sesuai dengan profesinya dengan biaya terjangkau.

Keterbatasan akses ini, mengakibatkan tidak dapat terpenuhinya hak guru untuk mendapatkan akses dalam rangka pengembangan profesionalitasnya. Sebagaimana diatur dalam UU. No 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang No 14, Tahun 2005.

Pusat Belajar Guru (PBG) atau Teacher Learning Center (TLC) merupakan organisasi nonpemerintah, tetapi pengelolaan tetap di bawah pengawasan kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. PBG menyediakan akses bagi guru yang ingin mengembangkan kompetensinya dan menjadi bagian dari sistem pembinaaan profesionalisme guru di Kabupaten Kudus.

PBG merupakan rumah bagi IGTK, KKG, dan MGMP yang dilengkapi oleh fasilitas belajar untuk guru-guru inti yang dikelola secara profesional oleh tim Pengelola PBG.

Djarum Foundation menginisiasi ”Program Pengembangan Pusat Belajar Guru (PBG) atau Teacher Learning Center (TLC) di Kabupaten Kudus” bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kudus dan Disdikpora Kudus serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Juga melibatkan Putera Sampoerna Foundation (PSF) selaku perancang dan pelaksana program.

Program ditujukan untuk mendukung pengembangan kualitas guru melalui pembangunan sistem pembelajaran guru secara berkesinambungan serta penyediaan akses fasilitas penunjang pendidikan. Pengembangan program yang diinisiasi sejak 2016 ini, meliputi tiga pilar PBG. Masing-masing, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan sistem dan tata kelola manajemen PBG, dan pengembangan infrastruktur fasilitas PBG di atas lahan seluas 2.800 m². Dengan konsep ”dari, untuk, dan oleh guru” program PBG dirancang untuk dapat berlangsung secara berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat optimal kepada komunitas guru di wilayah Kabupaten Kudus.

Program pengembangan PBG/TLC di Kabupaten Kudus bertujuan untuk menyediakan akses bagi guru untuk mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas profesional secara terjangkau, melalui pendirian PBG/TLC di Kabupaten Kudus. Jumlah guru SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Kudus ada 62.230 orang. Bila satu orang guru mendapatkan kesempatan pelatihan satu kali per tahun, jika satu kali lokakarya dapat menampung 30 orang, maka dalam satu tahun dibutuhkan 2.074 kali lokakarya. Dengan kata lain, setiap minggu perlu melakukan lebih dari 40 kali pelatihan yang dilakukan di PBG/TLC. 

PBG/TLC menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses pengembangan profesionalisme guru. Salah satu tujuan berdirinya PBG adalah menyediakan akses bagi guru untuk dapat mengembangkan kompetensi dan keterampilannya melalui pelatihan. Program pelatihan didesain sesuai kebutuhan guru melalui survei kebutuhan.

PBG setiap tahun mengadakan survei kebutuhan guru tentang pelatihan yang diperlukan. Dari hasil survei diambil antara lima sampai 10 program pelatihan yang diminati. Dari hasil tersebut, guru bisa memilih pelatihan yang diperlukan dalam pembelajaran.

PBG/TLC bermanfaat bagi berbagai pihak. Bagi Dinas Pendidikan, bermanfaat untuk memudahkan dinas dalam kontrol kualitas pendidikan dan latihan guru dan penghematan biaya diklat karena ketika pelatihan dilaksanakan guru tak perlu ke tempat lain.

Bagi sekolah, bermanfaat untuk diklat guru memungkinkan dilaksanakan sesudah jam mengajar atau pada hari KKG/MGMP dan tak ada kelas kosong ditinggal guru mengikuti diklat ke luar kota.

Manfaat bagi guru, jumlah guru di wilayah Kudus memiliki akses pengembangan diri, sehingga kompetensinya meningkat, karena terjangkau ditinjau dari sisi jarak dan biaya. Selain itu, program dapat didesain sesuai kebutuhan guru.

Sedangkan manfaat bagi siswa, diajar guru yang memiliki pengetahuan memadai, terampil, dan bersikap terpuji. Selain itu, hasil belajar murid menjadi meningkat. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 08:57:03 +0700
<![CDATA[Bekal Diri dengan Pengetahuan Pelecehan Seksual]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126530/bekal-diri-dengan-pengetahuan-pelecehan-seksual https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/bekal-diri-dengan-pengetahuan-pelecehan-seksual_m_126530.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/bekal-diri-dengan-pengetahuan-pelecehan-seksual_m_126530.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126530/bekal-diri-dengan-pengetahuan-pelecehan-seksual

DALAM catatan akhir tahun Komnas Perempuan pada 2018 menyatakan, setiap dua jam terdapat empat perempuan menjadi korban kekerasan seksual.]]>

DALAM catatan akhir tahun Komnas Perempuan pada 2018 menyatakan, setiap dua jam terdapat empat perempuan menjadi korban kekerasan seksual. Komnas Perempuan mencatat di tahun itu naik peringkat kedua. Jumlah kasus pemerkosaan mencapai 2.399 kasus atau 71 persen. Pencabulan mencapai 601 kasus atau 18 persen. Sementara kasus pelecehan seksual mencapai angka 166 kasus atau 5 persen. Korban yang menjadi sasaran paling utama bagi si pelaku ialah perempuan dan anak-anak. Hal inilah yang menjadi dasar ketakutan dan kewaspadaan para orang tua.

Pelecehan seksual memiliki berbagai jenis. Secara luas terdapat lima bentuk pelecehan seksual. Pelecehan fisik, termasuk sentuhan yang tidak diinginkan mengarah ke perbuatan seksual. Seperti mencium, menepuk, mencubit, melirik, atau menatap penuh nafsu.

Pelecehan lisan, termasuk ucapan verbal atau komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi atau bagian tubuh atau penampilan seseorang, lelucon, dan komentar bernada seksual.

Pelecehan isyarat, termasuk bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, isyarat dengan jari, dan menjilat bibir.

Pelecehan tertulis atau gambar, termasuk menampilkan bahan pornografi, gambar, screensaver atau poster seksual, atau pelecehan lewat email, dan moda komunikasi elektronik lainnya.

Pelecehan psikologis/emosional terdiri atas permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus-menerus dan tidak diinginkan. Termasuk ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.

Dalam KUHP disebut sebagai pencabulan. Namun, frasa pencabulan mengandung makna termasuk persetubuhan di dalamnya. Sementara dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dalam norma hak untuk bebas dari pelecehan seksual, namun tanpa rumusan unsur tindak pidana dan ancaman pidana.

Unsur penting dari pelecehan seksual adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual. Apabila perbuatan tidak dikehendaki oleh si penerima perbuatan tersebut, maka perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual sebagaimana diatur dalam pasal percabulan.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) secara umum (lex generalis) juga dapat dijadikan landasan dengan ancaman hukuman seperti yang diatur dalam Pasal Pencabulan 289-299. Mengenai perbuatan cabul di tempat kerja. Terutama bila dilakukan atasan dapat kita temui ketentuannya dalam Pasal 294 Ayat 2 Angka 1 KUHP yaitu diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun pejabat yang melakukan perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatan adalah bawahannya, atau dengan orang yang penjagaannya dipercayakan atau diserahkan kepadanya.

Selalu proteksi diri Anda menggunakan pakaian longgar yang tidak membentuk tubuh. Selain itu, mintalah seseorang untuk menemani jika Anda merasa ragu untuk mengunjungi suatu tempat sendiri. Bekali pikiran Anda untuk peka terhadap suatu hal yang mencurigakan dan bebaskan pikiran Anda untuk mencerna kepribadian orang yang baru Anda temui.

Bila telah merasakan sebuah bahaya, jangan takut untuk berteriak meminta bantuan. Terakhir, tidak ada salahnya bila Anda bekali diri dengan ilmu bela diri.

Itulah beberapa pengetahuan dalam menghindari pelecehan seksual. Jangan lupa untuk terus meminta perlindungan kepada Tuhan di mana pun Anda berada. (*)

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 08:39:31 +0700
<![CDATA[Cegah Dampak Negatif Internet Bagi Siswa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126326/cegah-dampak-negatif-internet-bagi-siswa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/cegah-dampak-negatif-internet-bagi-siswa_m_126326.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/cegah-dampak-negatif-internet-bagi-siswa_m_126326.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126326/cegah-dampak-negatif-internet-bagi-siswa

INTERNET menjadi kebutuhan dalam kehidupan sosial. Penggunaan internet dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif. Semua itu tergantung individu pengguna.]]>

INTERNET menjadi kebutuhan dalam kehidupan sosial. Penggunaan internet dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif. Semua itu tergantung masing-masing individu.

Fungsi internet dalam media komunikasi sangat banyak. Setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Juga dapat melakukan sharing beragam hal di internet. Di antaranya melalui world wide web (www), email, newsgroup, ftp, dan media sosial. Para pengguna internet di seluruh dunia bisa saling bertukar informasi dengan cepat, praktis, dan murah.

Dari berbagai dampak positif, ada beberapa pengguna menggunakan dampak negatif. Dampak negatif tersebut antara lain, kecanduan internet, sikap individualis, pornografi, perjudian, penipuan, penculikan, hacking, pencurian data, dan violence and gore.

Ketika sudah kecanduan internet, maka seseorang bisa lupa dengan lingkungan sekitar. Mereka lebih banyak menggunakan waktu untuk bersosialisasi di media sosial.

Hal demikian terjadi juga pada siswa. Jika dibanding dengan waktu belajar, anak yang kecanduan internet cenderung lebih asyik dengan dunia maya.

Hal ini tentu membuat waktu terbuang begitu saja. Bagaimana tidak?

Contoh lain, anak balita saja sudah sering menggunakan aplikasi game dan Youtube. Sungguh sangat ironis anak bebas mengoperasikan Youtube tanpa pendampingan orang tua.

Upaya untuk meminimalkan dampak negatif penggunaan internet, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Di antaranya menumbuhkan minat baca. Kenapa demikian? Menurut Cole (1963) mengartikan minat membaca merupakan karakteristik tetap dari proses pembelajaran sepanjang hayat (life long learning) yang berkontribusi pada perkembangan, seperti memecahkan persoalan, memahami karakter orang lain, menimbulkan rasa aman, hubungan interpersonal yang baik serta penghargaan yang bertambah terhadap aktivitas keseharian.

Menumbuhkan minat baca buku juga akan berdampak pada meningkatnya hubungan sosial. Di mana mereka lebih dapat mengenal karakteristik, budaya, maupun kehidupan sosial masyarakat. Membaca juga akan menambah rasa empati pada seseorang. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam memahami perasaan orang lain. Dengan demikian, maka dapat meningkatkan kualitas hubungan yang lebih baik dengan orang di sekitar kita.

Peran orang tua ketika anak menggunakan media internet sangat penting. Adapun hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain: dampingi anak dalam penggunaan internet. Batasi waktu penggunaan internet. Gunakan internet seperlunya. Bekali anak dengan ilmu agama. Dan ajarkan anak bersikap sopan dan santun dalam berinternet. (*)

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 12:57:33 +0700