Radar Kudus JawaPos.com | Pati RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/170/pati http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Pati RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/170/pati id Tue, 23 Apr 2019 11:53:33 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Dewan Sepakat Raperda PT Bank Daerah Pati Dibahas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133356/dewan-sepakat-raperda-pt-bank-daerah-pati-dibahas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/dewan-sepakat-raperda-pt-bank-daerah-pati-dibahas_m_133356.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/dewan-sepakat-raperda-pt-bank-daerah-pati-dibahas_m_133356.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133356/dewan-sepakat-raperda-pt-bank-daerah-pati-dibahas

Delapan dari sembilan fraksi yang ada di DPRD Pati, kompak langsung menyetujui untuk dilakukan pembahasan raperda tentang Perseroan Terbatas Bank Perseroda Pati]]>

KOTA – Delapan dari sembilan fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Pati, kompak langsung menyetujui untuk dilakukan pembahasan raperda tentang Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah (perseroda) Pati pada rapat paripurna siang kemarin.

Para perwakilan fraksi yang hadir semuanya menolak untuk memberikan pandangan umum, sebab sudah merasa setuju dengan apa yang ingin disampaikan Bupati Haryanto tersebut. ”Kami tidak menggunakan hak kami untuk memberikan pandangan umum fraksi. Karena kami sudah setuju,” terang Bambang Susilo dari fraksi PKB.

Hal yang sama juga diungkapkan Jamari, dari fraksi PDI Perjuangan. Pihaknya juga tak menginginkan adanya paripurna untuk pandangan umum fraksi. Karena pihaknya sudah sepaham dengan rencana pemerintah.

Beberapa partai seperti PKS, Demokrat juga mengaku manut dengan fraksi lainnya yang menyatakan tak perlu menggunakan hak untuk menyampaikan pandangan umum fraksinya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin mengumumkan kepada segenap fraksi yang ada untuk melakukan rapat fraksi dalam rangka memberikan pandangan umum terhadap rancangan perda yang diajukan Bupati Haryanto tersebut. Namun semua fraksi yang hadir menolak memberikan pandangan. Karena sudah sepaham.

Delapan fraksi itu meliputi PDI Perjuangan, PKB, PPP, PKS, Demokrat, Gerindra, Golkar, dan Hanura. Anggota fraksi Partai Nasdem tak satupun yang hadir dalam rapat tersebut.

”Jadi diputuskan, karena semua fraksi yang hadir kecuali Nasdem menghendaki untuk meniadakan paripurna pandangan umum fraksi, maka pandangan umum ditiadakan,” terang Ali Badrudin.

Seperti diketahui, Bupati Haryanto menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang Perseroan Terbatas Bank Perkreditan Rakyat Bank Daerah Pati (perseroda). Hal itu diantaranya menindaklanjuti peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang perusahaan daerah atau BUMD perlu diubah menjadi PT.

Nantinya Bank BPR ini akan menjadi perseroan terbatas. Selain itu diharapkan mampu meningkatkan kinerja Bank Daerah Pati. ”BPR Pati ini kinerjanya sudah baik. Beberapa kali pernah meraih penghargaan tingkat nasional juga. Selain itu deviden yang disetorkan ke daerah juga selalu meningkat tiap tahunnya,” kata Bupati Haryanto saat menjelaskan tentang raperda tersebut di hadapan anggota dewan.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 11:53:33 +0700
<![CDATA[Peringati Hari Kartini, RS Mitra Bangsa Layani Pasien Kenakan Kebaya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133355/peringati-hari-kartini-rs-mitra-bangsa-layani-pasien-kenakan-kebaya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/peringati-hari-kartini-rs-mitra-bangsa-layani-pasien-kenakan-kebaya_m_133355.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/peringati-hari-kartini-rs-mitra-bangsa-layani-pasien-kenakan-kebaya_m_133355.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133355/peringati-hari-kartini-rs-mitra-bangsa-layani-pasien-kenakan-kebaya

Peringatan Hari Kartini di RS Mitra Bangsa dilakukan sejak Minggu (21/4) lalu, hingga kemarin. Kegiatan dimulai dengan senam jantung sehat memakai kebaya.]]>

KOTA – Peringatan Hari Kartini di RS Mitra Bangsa dilakukan sejak Minggu (21/4) lalu, hingga kemarin. Kegiatan dimulai dengan senam jantung sehat memakai kebaya pada hari Minggu, dan mengenakan kebaya serta pakaian adat saat melayani pasien kemarin.

Direktur RS Mitra Bangsa, Sugeng Ristanto mengungkapkan, kegiatan peringatan Hari Kartini sudah dimulainya pada Minggu. Ratusan peserta, mulai dari para karyawan, hingga klub klub jantung sehat se-Kabupaten Pati turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Untuk peserta putra memakai batik atau pakaian adat, yang perempuan mengenakan kebaya saat senam. ”Kami juga memberikan hadiah kepada para peserta yang mengenakan pakaian atau kostum paling bagus dalam kegiatan senam tersebut,” jelas Sugeng Ristanto kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

 Selain itu, saat melakukan pelayanan kemarin, segenap karyawan rumah sakit dari para dokter, perawat, staf pegawai hingga petugas keamanan juga mengenakan pakaian tradisional. Masih sama, yang perempuan mengenakan setelan kebaya, dan yang laki-laki mengenakan beskap, batik atau pakaian adat lainnya.

”Bahkan ada yang sampai total. Seorang dokter bedah bahkan sampai mengenakan pakaian lengkap layaknya yang dipakai seorang dalang. Atasan beskap motif bunga, kain jarik, dan tak lupa mengenakan blangkonnya,” terang Sugeng.

Ia pun mengaku tertarik dengan kostum yang dikenakan dokter tersebut. ”Katanya biar unik. Menggembirakan serta menghibur pasien. Kan pakaian seperti itu tak biasa. Jadi unik saja sih,” kata Sugeng menirukan alasan seorang dokter tersebut. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 11:41:56 +0700
<![CDATA[Habib Anis di Suluk Maleman: Energi La Tahzan untuk Keselamatan Negeri]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133172/habib-anis-di-suluk-maleman-energi-la-tahzan-untuk-keselamatan-negeri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/habib-anis-di-suluk-maleman-energi-la-tahzan-untuk-keselamatan-negeri_m_133172.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/habib-anis-di-suluk-maleman-energi-la-tahzan-untuk-keselamatan-negeri_m_133172.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133172/habib-anis-di-suluk-maleman-energi-la-tahzan-untuk-keselamatan-negeri

Habib Anis Sholeh Baasyin membuka obrolan Suluk Maleman edisi ke-88 dengan cerita saat Nabi Muhammad bersama sahabat Abu Bakar sembunyi dalam kejatan kaum kafir]]>

KOTA - Habib Anis Sholeh Baasyin membuka obrolan Suluk Maleman edisi ke-88 dengan cerita saat Nabi Muhammad bersama sahabat Abu Bakar sembunyi dalam pengejaran kaum kafir saat hendak hijrah ke Madinah.

Saat itu keduanya sembunyi di dalam Gua Tsur. Ancaman sudah ada jelas di depan mata. Abu Bakar ketakutan dan mengkhawatirkan keselamatan baginda nabi. Saat itu dikisahkan, jejak kaki si pengejar bisa terlihat oleh Abu Bakar saking dekatnya.

Sekatnya tipis sekali. Hanya ada sarang laba-laba dan sarang burung yang sedang mengerami telurnya. "Ketakutan itu ditangkap oleh Nabi Muhammad. Beliau kemudian mengatakan, la takhzan, innallaha ma’ana. Jangan berduka cita. Sesungguhnya Allah bersamaku. Sejak itu turunlah sakinah, ketenangan dari-Nya, dan bala bantuan berupa tentara yang tak terlihat pun tiba. Selamatlah kanjeng nabi dan sahabat Abu Bakar," jelas Anis Sholeh Ba'asyin.

Lebih lanjut, kata Anis, kekhawatiran yang dialami sahabat Abu Bakar, hari ini juga sedang dirasakan sebagian rakyat Indonesia. "Mereka merasa pilpres kali ini bukanlah pilpres normal seperti yang selama ini mereka alami," imbuh Anis.

Ada kekhawatiran terjadi chaos. Melihat gejala-gejala yang terjadi sekarang dimana pilpres sarat dengan pertentangan. Masyarakat dibuat berhadapan menjadi dua kubu. Bahkan, saking sarat pertentangan istilahnya menjadi bermacam-macam untuk mengejar kemenangan. Misalnya sampai menyebut dengan istilah perang badar juga.

"Nah mampukah kita dalam posisi demikian bisa meniru kanjeng nabi. Dengan La Tahzan lalu menyerahkan kepada Tuhan Yang Mahad Kuasa sambil memohon pertolongan," kata pria yang juga budayawan tersebut.

Suluk Maleman Sabtu (20/4) malam lalu mengambil tema Nyadong Syafaat Kanjeng Nabi. Membahas tentang pertentangan tersebut, para jamaah yang hadir diajak untuk menyanyikan bersama lagu Rumah Kita Sendiri karya Godbless. "Dengan ini mari kita kembali menjadi Indonesia," terang Habib Anis.

Gejala-gejala perbenturan memang sangat terasa dalam pemilu tahun ini. Praktis kekhawatiran terjadi chaos sangat terbuka. Beruntung hingga sekarang situasi sosial masih tetap stabil dan cenderung masih aman-aman saja.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 15:20:10 +0700
<![CDATA[Ribuan Warga Antusias Ikuti Lomba Swafoto Usai Coblosan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132817/ribuan-warga-antusias-ikuti-lomba-swafoto-usai-coblosan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/ribuan-warga-antusias-ikuti-lomba-swafoto-usai-coblosan_m_132817.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/ribuan-warga-antusias-ikuti-lomba-swafoto-usai-coblosan_m_132817.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132817/ribuan-warga-antusias-ikuti-lomba-swafoto-usai-coblosan

Lomba swafoto seusai mencoblos di TPS yang diselenggarakan KPU dan PWI Pati menyedot antusias ribuan warga. Hingga saat ini sudah diikuti lebih 2000 warga.]]>

KOTA – Lomba swafoto seusai mencoblos di TPS yang diselenggarakan KPU dan PWI Pati menyedot antusias ribuan warga. Hingga saat ini sudah lebih 2000 warga yang mengunggah hasil swafotonya di medsos usai mencoblos.

Haryono, Komisioner KPU Kabupaten Pati menyebut, di instagram sudah ada unggahan 2000 lebih hasil swafoto di TPS yang ada di Kabupaten Pati dengan menunjukkan jarinya yang tercelup tinta usai mencoblos 17 April lalu.

Seperti diketahui, penyelenggara pemilu tersebut menggelar lomba swafoto di seluruh TPS. Langkah itu ditempuh sebagai salah satu upaya mengajak warga yang telah memiliki hak pilih untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu.

Menurutnya, lomba swafoto di TPS merupakan bagian upaya masif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilu serentak 2019. Sekaligus sebagai apresiasi kepada masyarakat yang turut menyukseskan Pemilu dengan berpartisipasi aktif di dalamnya.

Lomba bertema “Ayo Nyoblos, Golput Bukan Pilihan”, lanjut Haryono, tidak hanya digelar di Pati. Ajang tersebut berlangsung serentak di seluruh Indonesia. ”Kegiatan itu sekaligus mengajak masyarakat untuk bergembira dalam pelaksanaan pemilu, dengan tetap cerdas dalam menentukan pilihan tanpa terjebak politik uang dan hoax,” terang Haryono kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Lomba yang digelar bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pati itu, menyediakan hadiah bagi 12 karya foto. Sebanyak 12 karya swafoto di TPS terbaik dibagi dalam dua kategori, yakni perorangan dan kelompok.

Enam karya terbaik pada masing-masing kategori hasil penjurian diberikan hadiah. Khusus kategori kelompok, setiap timnya terdiri paling sedikit tiga orang. Sesuai ketentuan, swafoto hanya diperkenankan di luar TPS.

”Pengabadian foto dan video di dalam bilik suara tidak diperbolehkan. Karena sesuai aturan memperlihatkan penggunaan hak pilihnya merupakan larangan lantaran mencederai prinsip kerahasiaan,” imbuhnya.

Pengumuman pemenang lomba, akan dilakukan hari ini Sabtu (20/4). Pengumuman bisa disimak di akun fanspage KPU Pati, instagram KPU Pati, dan instagram PWI Pati.

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 13:11:53 +0700
<![CDATA[Diterjang Angin Kencang, Dua Rumah di Desa Ngagel Roboh]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132812/diterjang-angin-kencang-dua-rumah-di-desa-ngagel-roboh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/diterjang-angin-kencang-dua-rumah-di-desa-ngagel-roboh_m_132812.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/diterjang-angin-kencang-dua-rumah-di-desa-ngagel-roboh_m_132812.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132812/diterjang-angin-kencang-dua-rumah-di-desa-ngagel-roboh

Angin kencang yang melanda sekitar Desa Ngagel, Dukuhseti, membuat dua rumah roboh. Satu rumah roboh karena tidak layak, satu lainnya terkena robohan pohon.]]>

DUKUHSETI – Angin kencang yang melanda sekitar Desa Ngagel, Dukuhseti, membuat dua rumah roboh. Satu rumah roboh karena tidak layak, satu lainnya karena terkena robohan pohon usai diterjang angin.

Kejadian itu terjadi pada Kamis (18/4) pukul 22.00. Selain rumah roboh, banyak atap rumah warga yang rusak ringan dan beberapa pohon tumbang.

Koordinator Pusdalop BPBD Pati Sunarto mengatakan, dua rumah tersebut salah satunya merupakan rumah milik Suyuthi, 58. Rumah korban tertimpa pohon matoa di belakang rumahnya usai diterjang angin kencang. Beruntung yang terkena hanya bekalang rumah saja. Pohon mengenai temok dan atap. Kini sudah diperbaiki.

Sedangkan rumah lainnya milik Soleman. Kakek berusia 70 tahun itu kondisinya sudah tidak layak. Sehingga ketika diterjang angin kencang, langsung roboh. Bahkan usai diterjang angin itu, rumah korban rata tanah. Rumah semi permanen itu dindingnya terbuat dri anyaman bambu dan alas rumah masih tanah.

“Kami dari relawan BPBD Pati telah mendatangi lokasi. Selain meninjau, juga membantu mengevakuasi rumah yang roboh. Beruntung tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir puluhan juta,” jelasnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 12:50:13 +0700
<![CDATA[Diduga Korslet, Pengepakan Pabrik Garuda Food Membara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132312/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara_m_132312.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara_m_132312.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132312/diduga-korslet-pengepakan-pabrik-garuda-food-membara

Musibah kebakaran terjadi di area pabrik Garuda Food di Jalan Raya Pati-Juwana kemarin siang. Api berasal dari ruang pengepakan yang diduga akibat korsleting.]]>

PATI – Musibah kebakaran terjadi di area pabrik Garuda Food di Jalan Raya Pati-Juwana kemarin siang. Api berasal dari ruang pengepakan yang diduga akibat korsleting.

Salah seorang karyawan yang tak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan, kejadian itu diduga akibat adanya sebuah instalasi yang meledak. Kemudian menyambar ke ruang pengepakan. Seorang karyawan lain menyebut ada korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran.

Dua jam lebih saat Jawa Pos Radar Kudus memantau lokasi kebakaran, api masih saja terus membara. Asap hitam pekat membubung tinggi. Beberapa mobil pemadam kebakaran (damkar) berusaha memadamkan api. Mobil pemadam dari Sabhara Polres Pati serta mobil tangki air dari PMI dan BPBD juga dikerahkan untuk memadamkan api.

PADAMKAN API: Mobil damkar dari Sabhara Polres Pati turut terjun memadamkan api. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

Puluhan karyawan serta beberapa warga yang melihat kejadian tersebut, sempat panik dan histeris. Lantaran api yang berada dekat dengan tabung gas besar. Api diperkirakan menyambar bagian-bagian lain di area pabrik tersebut. Satu mobil damkar bahkan sampai terjebak di lokasi kebakaran.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly mengungkapkan, hingga kemarin sore penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti. ”Nanti akan diterjunkan tim labfor untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk mengetahui kejelasan penyebab kejadian tersebut. Namun, ada informasi awal dugaannya karena ada alat pendeteksi logam yang mengalami korslet. Tapi lebih jelasnya nanti diuji tim labfor,” jelas kapolres kepada Jawa Pos Radar Kudus usai meninjau pemadaman api.

Untuk korban dan kerugian, kata kapolres juga belum diketahui pasti. ”Yang jelas ada kerugian materil. Kalau korban belum diketahui pasti,” imbuh kapolres. Sayang pihak dari Garuda Food belum bisa dimintai keterangan. Wartawan belum diperkenankan saat masuk area kantor pabrik.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 06:33:28 +0700
<![CDATA[BPJS Kesehatan Pati Bayarkan Rp 103 Miliar kepada Faskes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132309/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes_m_1555553724_132309.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/17/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes_m_1555553724_132309.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/17/132309/bpjs-kesehatan-pati-bayarkan-rp-103-miliar-kepada-faskes

BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati telah membayar rumah sakit di daerah wilayahnya sebesar Rp 103 miliar pada April ini. Pembayaran ini lebih cepat kepada faskes]]>

KOTA – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Pati telah membayar rumah sakit di daerah wilayahnya sebesar Rp 103 miliar pada April ini. Pembayaran yang dilakukan BPJS Kesehatan lebih cepat kepada faskes tersebut supaya faskes memberikan pelayanan baik dan peserta BPJS merasa nyaman.

Kepala BPJS Kesehatan KC Pati Surmiyati menuturkan, pembayaran yang dilakukan kepada faskes lanjutan dan primer khusus April ini mencapai Rp 103 miliar. Pembayaran menggunakan sistem first in first out. Pembayaran dilakukan sesuai kecepatan rumah sakit menagih ke BPJS. Semakin cepat menagih, semakin cepat dibayarkan.

“Pembayaran itu untuk 242 fasilitas kesehatan tingkat pertama dan 35 fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan yang dibayarkan dana kapitasi dan tagihan klaimnya oleh BPJS Kesehatan. Di Pati, paling banyak di RS Keluarga Sehat Pati dan RSUD Soewondo,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Surmiyati berharap, dengan pembayaran hutan klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada faskes, supaya pihak faskes bisa melakukan kewajibannya sesuai regulasi yang ada. Dirinya meminta rumah sakit semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien JKN-KIS.

“Kalau rumah sakit memberikan pelayanan optimal, pastinya pasien nyaman. Sehingga bisa tak ada keluhan dari pasien lagi. Selain itu, kami telah berkoordinasi dan meminta faskes dalam memberikan pelayanan tanpa diskriminasi. Sehingga peserta yang dilayani menggunakan program JKN bisa merasakan manfaat. Bahkan sebanyak 800 ribu peserta atau 40 persen memanfaatkan BPJS di tingkat lanjutan,” paparnya.

Selain telah membayarkan rumah sakit, pihaknya juga mendorong peserta untuk rutin melakukan pembayaran. Terutama iuran peserta pekerja bukan penerima upah atau peserta mandiri. Sebab saat ini tunggakan peserta PBJS sebanyak 65 ribu dan total iuran tertunggak Rp 31 miliar pada April ini.

“Peserta mandiri yang rutin membayar hanya 72 persen. Ada 28 persen atau 65 ribu peserta tidak membayar sehingga menunggak Rp 31 miliar. Tunggakan ini disebabkan karena peserta tidak tahu. Untuk itu, kami berupaya mempermudah akses pembayaran dengan menggandeng kader JKN,” katanya.

Di Pati, ada 10 kader JKN, sedangkan di Rembang ada lima kader, dan Blora ada lima kader yang disebar di seluruh kecamatan untuk mendatangi para peserta supaya rutin membayar BPJS. Kader JKN ini bisa memudahkan akses peserta mandiri yang menunggak untuk membayar.

“Kader JKN untuk mengingatkan iuran peserta dan menerima pembayaran iuran. Terlebih yang sudah menunggak selama lima bulan. Ini tentunya memudahkan peserta karena tidak harus ke kantor pos, dan lainnya. Sejak ada kader ini animo masyarakat membayar meningkat. Dalam sebulan saja kader JKN bisa menagih Rp 180 juta dari pasien yang menunggak,” lanjutnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 17 Apr 2019 05:33:09 +0700
<![CDATA[Imam Suroso Naik Becak ke Lokasi Kampanye Akbar Relawan Jokowi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131759/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi_m_1555209097_131759.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi_m_1555209097_131759.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131759/imam-suroso-naik-becak-ke-lokasi-kampanye-akbar-relawan-jokowi

Puluhan becak konvoi dari Alun-alun Simpanglima ke Lapangan Margorejo atau belakang Plaza Pragolo lokasi kampanye akbar Relawan Jokowi siang kemarin.]]>

PATI – Puluhan becak konvoi dari Alun-alun Simpanglima ke Lapangan Margorejo atau belakang Plaza Pragolo lokasi kampanye akbar Relawan Jokowi siang kemarin.

Puluhan ribu warga tumpah ruah di arena kampanye. Bahkan di Jalan Panglima Sudirman depan RS KSH sampai terjadi penumpukan kendaraan. Ribuan sepeda motor memadati jalanan.

Hadir dalam kesempatan tersebut beberapa tokoh. Di antaranya anggota DPR RI Imam Suroso. Dalam kesempatan orasinya tersebut, Imam Suroso mengajak warga kembali memilih Jokowi sebagai presiden. Imam Suroso tak lain kader asli PDI Perjuangan itu membeberkan sederet prestasi Jokowi sebagai pemimpin. Mulai tingkat daerah sampai nasional.

”Memimpin Indonesia, negeri yang besar ini tak mudah. Bukan orang sembarangan. Harus yang menguasai persoalan. Dan itu ada diri Jokowi,” kata Imam Suroso.

Jokowi, lanjut Imam Suroso, telah terbukti mampu memimpin baik di Solo saat menjabat walikota, menjadi gubernur Jakarta, dan terakhir menjadi Presiden Republik Indonesia. ”Ke mana-mana saat saya kunjungan kerja ke luar negeri, banyak yang memberikan kesaksian kepemimpinan Pak Jokowi sangat baik. Layak untuk melanjutkan lagi. Indonesia di bawah pimpinan Pak Jokowi sangat disegani luar negeri,” imbuhnya.

Dirinya menambahkan, di kampanye akbar penutup ini rasanya sangat optimistis. Terbukti banyaknya warga hadir. Bahkan sampai meluber ke depan Plaza Pragolo. ”Ini artinya Jokowi dicintai rakyat. Mereka masih ingin dipimpin Jokowi. Jadi 17 April nanti jangan sampai salah pilih,” tegasnya.

Sementara itu, berbeda dengan Tim Kampanye Daerah (TKD), para relawan Jokowi bahkan mematok perolehan suara sampai 80 persen di Kabupaten Pati dalam orasinya di kampanye akbar kemarin. Selain alasan historis Pati sebagai kandang banteng. Keberhasilan kepemimpinan Jokowi selama satu periode dinilai menjadi alasan realistis target perolehan suara tersebut.

Seperti diketahui, kemenangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dipatok 78 persen di Bumi Mina Tani. Target itu lebih tinggi dari kemenangan Jokowi di pilpres 2014 silam yang mencapai 73 persen.

”Ya kami di Kabupaten Pati mematok target kemenangan 78 persen. Hal itu melihat dari capaian di tahun 2014, dimana Jokowi berhasil memeroleh 73 persen suara,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pati, Ali Badrudin kepada Jawa Pos Radar Kudus.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:25:21 +0700
<![CDATA[Munculkan Alat Tangkap Ikan yang Tak Merugikan Nelayan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131754/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan_m_1555206715_131754.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan_m_1555206715_131754.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131754/munculkan-alat-tangkap-ikan-yang-tak-merugikan-nelayan

Persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, salah satu alat tangkap ikan yang dilarang.]]>

PATI - Persoalan penggunaan alat tangkap ikan oleh nelayan tradisional kembali mengemuka. Terutama tentang cantrang, alat tangkap ikan tradisional yang menjadi salah satu alat menangkap ikan yang dilarang digunakan menurut Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan. Kebijakan pelarangan penggunaan cantrang itu tercantum di dalam Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Pelarangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Trawl dan Seine Nets, yang sudah berlaku seak beberapa waktu lalu.

“Potensi perikanan tangkap dari kaum nelayan di Pati dan Rembang, khususnya daerah Juwana, itu sebenarnya besar. Tetapi, sekarang ada kondisi yang melanda nelayan. Ketika saya masuk ke wilayah nelayan, ternyata mereka menyampaikan, sejak dilarang menggunakan cantrang, mereka memang menjadi tiarap. Sebab, para nelayan di sana itu kebanyakan bergabung dengan nelayan-nelayan lain yang menggunakan kapal-kapal yang ternasuk jenis cantrang. Sejak ada kebijakan pemerintah yang melarang kapal-kapal jenis cantrang itu untuk menangkap ikan, pendapatan mereka menjadi turun drastis karena memang alat itulah andalan mereka,” kata jelas Bambang Haryanto.

Purnawirawan jenderal bintang dua itu mengakui, pelarangan penggunaan cantrang itu memberi dampak cukup besar bagi nelayan. Hal itu mereka sampaikan kepada Bambang ketika Mantan Panglima Divisi Infanteri 2/Kostraditu bertandang ke kampung nelayan, baru-baru ini. Bambang pun berpendapat, perlu ada solusi tentang pengganti cantrang jika memang alat tangkapikan itu dilarang. Sehingga, para nelayan tetap bisa mencari ikan dengan baik. Sebab, jika hal itu dilarang, hasil tangkapan nelayan itu berkurang banyak sekali. Sedangkan pendapatan nelayan yang kecil-kecil itu sebelumnyapun sudah terbatas.

“Mereka menyampaikan kepada kami memang seperti itu. Kami belum bisa menjawab keluhan mereka, tetapi kami katakan, nanti akan kita carikan solusi terbaik jika kami duduk di lembaga legislatif. Tetapi memang ke depan perlu ada solusi soal penangkapan ikan oleh nelayan-nelayan tradisonal itu, terutama berkaitan dengan peraturantentang jenis kapalnya, sistem perizinannya, atau alat tangkapnya,” ujarnya.

Alumnus Akademi Militer Nasional tahun 1984 berasal dari kecabangan Infanteri tersebut berpendapat, jika sekarang penggunaan cantrang dilarang seharusnya ada solusi alternatif agar nelayan tetap dapat mencari nafkah dengan baik dan bisa mencukupi kebutuhan mereka. Misalnya, batasi penggunaan alat menangkap ikan yang sejenis cantrang tetapi tak perlu melarangnya. Atau perbaiki tekniknya, agar ikan-ikan kecil di perairan tertentu tidak ikut terjaring. Cukup ikan-ikan besar saja yang terjaring.

“Yang saya pelajari, sistem cantrang itu dilarang karena ternyata ketika nelayan menggunakan cantrang, ikan-ikan kecil akan ikut terjaring sementara ikan-ikan kecil itu merupakan bibit-bibit ikan yang nantinya berpotensi untuk menjadi ikan besar. Artinya, penggunaan cantrang itu berpotensi merusak ekosistem. Sebab, dengan terjaringnya ikan-ikan kecil, akan berpengaruh terhadap produktivitas ikan itu sendiri. Yang kedua, hal itu akan berpotensi merusak karang-karang laut. Menurut saya, nanti perlu ada standarisasi mengenai alat tangkap ikan. Alatnya yang harus diatur dan distandarisasikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bambang menilai, perlu pengembangan armada kapal ikan nasional yang berukuran di atas 50 GT dengan alat tangkap yang efisien dan ramah lingkungan. Hal itu perlu untuk memanfaatkan sumber-sumber daya ikan yang ada di wilayah-wilayah laut yang selama ini menjadi tempat pencurian ikan (illegal fishing) oleh nelayan-nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia. Nelayan tradisional yang sebagian besar masih miskin juga harus ditingkatkan kapasitas dan etos kerjanya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 01:34:33 +0700
<![CDATA[Koramil 10/Dukuhseti Gembleng Fisik Anggota Saka Kartika Brojoseti]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131594/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti_m_1555136465_131594.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti_m_1555136465_131594.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131594/koramil-10dukuhseti-gembleng-fisik-anggota-saka-kartika-brojoseti

Koramil 10/Dukuhseti melakukan pengemblengan fisik kepada anak pramuka yang tergabung dalam Saka Kartika Brojoseti di halaman kantor kecamatan setempat.]]>

DUKUHSETI – Koramil 10/Dukuhseti melakukan pengemblengan fisik kepada anak pramuka yang tergabung dalam Saka Kartika Brojoseti di halaman kantor kecamatan setempat. Latihan itu diharapkan mampu membentuk karakter patriotik.

Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan melalui Komandan Koramil 10/Dukuhseti Kapten Inf Hadi Saputro mengungkapkan, kegiatan pembinaan fisik tersebut sudah rutin dilakukan.  Latihan fisik yang diberikan berupa kegiatan baris-berbaris, sit up, push up, dan juga gerakan-gerakan fisik lainnya.

”Ini merupakan bekal kepada anak-anak, seperti anak pramuka ini, sehingga mereka tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji. Misalnya tawuran, minum-minuman keras, dan tindakan yang tidak terpuji lainnya yang bias merugikan diri sendiri dan masyarakat lainnya,” jelas Danramil Hadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Penggemblengan fisik ini dipimpin Batiwanmil Pelda Nurkhamid. ”Pendidikan karakter juga penting ditanamkan, terutama dalam menghadapi tantangan kedepan. Khususnya di bidang informasi,” imbuh Danramil.

Pihaknya berharap, dengan adanya karakter yang baik, maka semangat cinta kepada tanah air dan bangsa Indonesia tidak akan surut. Sehingga akan mampu mewujudkan ketahanan nasional yang kuat. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 11:44:45 +0700
<![CDATA[Donny Priambodo Bantu Rehabilitasi Sarana Pendidikan dan Tempat Ibadah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131537/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah_m_131537.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/13/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah_m_131537.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/13/131537/donny-priambodo-bantu-rehabilitasi-sarana-pendidikan-dan-tempat-ibadah

Pembangunan yang merata baik fisik maupun nonfisik sudah menjadi misi anggota DPR RI Donny Imam Priambodo. Khususnya untuk masyarakat di daerah pilihan (dapil).]]>

PATI – Pembangunan yang merata baik fisik maupun nonfisik sudah menjadi misi anggota DPR RI Donny Imam Priambodo. Khususnya untuk masyarakat di daerah pilihan (dapil) Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Anggota Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan ini, kerap membawa berbagai program rehabilitasi sarana pendidikan dan tempat ibadah di dapilnya.

Komisi XI berdasarkan tugasnya memang tak bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Namun, caleg Partai Nasdem Dapil Jateng 3 nomor urut 9 ini, mengunjungi masjid, musala, dan sekolah sudah menjadi aktivitas rutin ketika menyambangi dapilnya.

Donny menyadari bahwa masa depan sebuah daerah terletak dari sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Yakni dengan memadukan keunggulan intelektual, iman, dan takwa. Sejauh ini telah banyak alokasi dana yang berhasil digelontorkan untuk kepentingan rehabilitasi sarana pendidikan dan rumah ibadah di dapilnya.

Beberapa lembaga yang telah mendapatkan alokasi dana tersebut, di antaranya SMK Arrido di Desa Ngagel, Pati; Musala Riyadhul Muttaqin di Desa Tlogorejo, Grobogan; SD IT Miftahul Falah di Desa Margoyoso, Pati; dan TK Islam Rahmatul Ummah Desa Kembang, Pati. Kemudian, TPQ Baitul Rohim Desa Ngemplak Kidul, Pati; MI Tarbiyatul Islam, Desa Wedusan, Pati; dan lainnya.

Donny mengatakan, pemberian bantuan rehabilitasi sarana pendidikan dan ibadah merupakan wujud tanggung jawab dirinya di dapilnya. Khususnya dalam hal pendidikan dan kegamaan. ”Ini sudah menjadi tugas dari DPR RI sebagai wakil rakyat memperjuangkan aspirasi untuk pendidikan dan keagamaan,” katanya.

Keberhasilan dalam memperjuangkan kucuran dana rehabilitasi sarana pendidikan dan keagamaan di dapilnya merupakan bagian rasa terima kasih kepada masyarakat di dapilnya. Sebab, telah memberikan kepercayaan kepadanya yang duduk di kursi DPR RI. Untuk itulah, dirinya merasa berkewajiban untuk memenuhi segala aspirasi masyarakat di dapilnya. Meski berbeda dengan tugas pokok fungsinya di Komisi XI.

”Saya juga berharap, kedepannya bisa tetap silaturrahim antara masyarakat. Harapannya saya sebagai anggota DPR RI semakin baik di masa mendatang,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 13 Apr 2019 08:23:27 +0700
<![CDATA[Sepekan Jelang Pemilu, Kapolres Cek Personel dan Kendaraan Operasional]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131363/sepekan-jelang-pemilu-kapolres-cek-personel-dan-kendaraan-operasional https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/sepekan-jelang-pemilu-kapolres-cek-personel-dan-kendaraan-operasional_m_1555041314_131363.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/sepekan-jelang-pemilu-kapolres-cek-personel-dan-kendaraan-operasional_m_1555041314_131363.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131363/sepekan-jelang-pemilu-kapolres-cek-personel-dan-kendaraan-operasional

Kapolres Pati mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana menjelang pemilu 2019 kemarin. Pemeriksaan baik secara personal dan kendaraan dilakukan.]]>

KOTA – Kapolres Pati mengecek langsung kesiapan personel dan sarana prasarana menjelang pemilu 2019 kemarin. Pemeriksaan baik secara personal dan kendaraan dilakukan untuk memastikan kesiapan anggota dan sarana pendukung lainnya menjelang pemilu 2019 yang sudah di depan mata.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menuturkan, pihaknya telah memeriksa personel hingga memeriksa puluhan kendaraan dinas untuk memastikan kendaraan yang akan digunakan semuanya layak. Semua kendaraan tersebut dinyatakan layak. Sebab, secara rutin dari sarpras polres diperiksa kesiapannya.

“Sehingga selalu siap digerakkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan mulai dari perlengkapan pokok, kotak P3K, dan lainnya yang ada di dalam kendaraan. Pada saat apel, kami kembali mengecek kendaraan itu untuk memastikan kelayakannya,” katanya kemarin.

Pada gelar pemeriksaan sarpras dan kelengkapan perorangan pada kesiapan pengamanan TPS pemilu 2019 itu, kapolres juga memberikan buku saku untuk dipelajari sebagai pedoman sebelum melaskanakan tugas. Pihaknya juga memberikan kelengkapan tas Polda Jateng, jas hujan, tongkat T Polri, senter, borgol, rompi, hingga kerapian dan sikap tampang.

Jon Wesly menambahkan, pada H-2 pemilu, seluruh personel pengamanan sudah bergerak ke setiap TPS sesuai dengan job masing-masing untuk mengenali petugas lingkungan TPS, kerawanan TPS, dan lainnya. Sedangkan pada H-1 sebelum pemungutan suara, personil harus memastikan keamanan kotak suara dan sarpras di TPS.

“Sedangkan pada saat pemungutan suara, pukul 06.00 personil harus sudah ada di TPS untuk mengecek. Kami tegaskan semua personel harus netral. Personil harus meninggalkan TPS jika benar-benar selesai. Personil tak boleh meninggalkan TPS jika belum selesai penghitungan surat suara. Karena harus bertanggung jawab hingga mengantarkan kotak suara sampai ke tangan PPS/PPK hingga aman,” ungkapnya.

Jon Wesly menambahkan, tiga hari lagi memasuki masa tenang pemilu dan dua hari menjelang Rabu Putih. Ia meminta petugas menjalankan tugas dengan baik supaya tidak ada kelompok tertentu ingin memperkeruh situasi.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 10:42:22 +0700
<![CDATA[Bupati Pati Haryanto Serahkan SK CPNS Formasi 2018]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131345/bupati-pati-haryanto-serahkan-sk-cpns-formasi-2018 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bupati-pati-haryanto-serahkan-sk-cpns-formasi-2018_m_131345.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/bupati-pati-haryanto-serahkan-sk-cpns-formasi-2018_m_131345.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131345/bupati-pati-haryanto-serahkan-sk-cpns-formasi-2018

Bupati Pati Haryanto memberikan Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan CPNS Pati formasi 2018 di Pendapa Pati. Sedianya ada 511 CPNS yang diberikan SK.]]>

PATI – Bupati Pati Haryanto memberikan Surat Keputusan (SK) tentang Pengangkatan CPNS Pati formasi 2018 di Pendapa Pati kemarin. Sedianya ada 511 CPNS yang diberikan SK itu, namun dari jumlah itu satu CPNS belum menerima SK karena berkasnya masih belum selesai diverifikasi di Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sehingga yang menerima hanya 510.

Usai menyerahkan SK, Haryanto mengaku satu orang SPNS belum menerima SK karena berkasnya kini masih diverifikasi. Proses verifikasi sebenarnya sudah detail, hanya belum rampung meskipun sudah wira-wiri ke BKN. Pihaknya berharap bisa segera rampung sehingga bisa menerima SK.

Haryanto mengatakan, perekrutan CPNS ini sangat dinanti-nanti karena pemkab mengalami kekurangan PNS hampir di semua instansi. Apalagi setiap tahun ada sekitar 500 PNS yang pensiun. PNS yang pensiun tak diimbangi dengan perekrutan selama hampir lima tahun ini. Sehingga mengalami kekurangan.

“Banyak OPD yang mengalami kekurangan pegawai. Di sekolah-sekolah juga mengalami kekurangan guru. Bahkan penempatan CPNS ini saja juga masih kurang. Ada kecamatan yang melaporkan kepada saya di sekolahnya sudah ada guru agama. Tahun ini di sekolah itu ada satu guru CPNS agama. Karena memang penempatan dari pusat, biarkan dijalani terlebih dahulu nanti bisa dimutasi ke tempat yang membutuhkan,” tuturnya.

Pihaknya akan memutasi CPNS di instansi yang membutuhkan. Bukan mutasi keluar daerah. Haryanto menegaskan, selama masa jabatannya tak akan memberikan izin kalau ada CPNS yang diterima di Pati ingin mengajukan mutasi ke daerah lain. Haryanto berharap ratusan CPNS yang menerima SK tersebut harus mengabdikan diri di Pati karena sebagai generasi penerus PNS yang sudah pensiun.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Pati Jumani menuturkan, sedianya yang menerima SK pengangkatan CPNS dari bupati ada 511 orang. Akan tetapi ada satu CPNS yang belum menerima SK karena berkasnya masih diverifikasi di BKN.

“CPNS Pati formasi 2018 yang mendaftar ada 9.777 orang. Kuota untuk Pati ada 526 formasi. Setelah seleksi hanya ada 506 formasi yang terisi. Diantaranya tenaga pendidikan, kesehatan, tenaga teknis, tenaga khusus, K2, disabilitas, hingga formasi cum laude. Pada penyerahan SK dari bupati semuanya ada 511. Ada tambahan lima formasi dari STTD,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 08:53:35 +0700
<![CDATA[Tersengat Kawat Listrik Jebakan Tikus, Warga Margorejo Tewas di Sawah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131166/tersengat-kawat-listrik-jebakan-tikus-warga-margorejo-tewas-di-sawah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/tersengat-kawat-listrik-jebakan-tikus-warga-margorejo-tewas-di-sawah_m_131166.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/tersengat-kawat-listrik-jebakan-tikus-warga-margorejo-tewas-di-sawah_m_131166.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131166/tersengat-kawat-listrik-jebakan-tikus-warga-margorejo-tewas-di-sawah

Seorang petani ditemukan meninggal dunia di sawahnya, Desa Margorejo, Margorejo Selasa (9/4) tengah malam lalu. Korban bernama Margi, 64, seorang sekdes.]]>

MARGOREJO – Seorang petani ditemukan meninggal dunia di sawahnya, Desa Margorejo Kecamatan Margorejo Selasa (9/4) tengah malam lalu. Korban bernama Margi, 64, yang juga seorang perangkat desa (sekretaris desa) setempat. Meninggalnya korban lantaran tersengat aliran listrik yang dipasang di sawah sebagai jebakan untuk hama tikus.

Kapolsek Margorejo AKP Purwito mengungkapkan, peristiwa nahas itu bermula saat korban hendak pergi ke sawah. Korban pergi ke sawah pukul 17.00. Jarak sawah dengan rumahnya sekitar 100 meter. Korban tinggal di Dukuh Bibis RT 03 RW 1 Desa Margorejo.  

Namun sampai malam hari korban tak juga pulang ke rumah. Korban kemudian disusul dua tetangganya. Keduanya mencari korban di sawahnya. Akhirnya korban dapat ditemukan. ”Korban ditemukan dalam keadaan sudah tergeletak di sawah yang dialiri listrik untuk jebakan tikus itu,” terang AKP Purwito.

Atas kejadian itu, kedua warga yang menemukan korban langsung menghubungi keluarga dan pihak kepolisian. Polisi yang datang langsung melakukan olah TKP. Dari olah TKP yang dipimpin Kanitreskrim Ipda Suntoro, dan juga dari Puskesmas Margorejo.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka bakar di jari telunjuk dan jari manis, paha kiri belakang, dan pada betis belakang kaki kiri. Korban meninggal dunia karena gagal jantung dan gagal pernapasan akibat tersengat aliran listrik, sedangkan untuk luka tanda - tanda penganiayan tidak diketemukan.

Kejadian tersebut menambah daftar panjang petani yang meninggal tersengat jebakan listrik yang dipasangnya sendiri. Desember 2018, dan awal Januari 2019 kejadian serupa juga terjadi.

Bahkan, sebelumnya Polsek Margorejo pernah melakukan razia terhadap jebakan listrik di sawah. Sawah yang masih ada jebakan listriknya dicopot paksa. Polsek Margorejo menggandeng pihak PLN untuk menertibkan hal itu. Bekerjasama dengan PLN, polisi melakukan pemutusan jaringan kabel listrik untuk digunakan sebagai jebakan tikus. Selain berbahaya, pemasangan jebakan listrik itu juga dinilai melanggar aturan PLN.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 11:30:52 +0700
<![CDATA[Ribuan Calon Jamaah Haji Ikut Pembekalan, 40 Orang Mengundurkan Diri]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131130/ribuan-calon-jamaah-haji-ikut-pembekalan-40-orang-mengundurkan-diri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/ribuan-calon-jamaah-haji-ikut-pembekalan-40-orang-mengundurkan-diri_m_1554955649_131130.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/ribuan-calon-jamaah-haji-ikut-pembekalan-40-orang-mengundurkan-diri_m_1554955649_131130.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131130/ribuan-calon-jamaah-haji-ikut-pembekalan-40-orang-mengundurkan-diri

Calon jamaah haji (CJH) Pati yang akan diberangkatkan tahun ini sesuai data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOAT) Kantor Kemenag sebanyak 1109.]]>

KOTA – Calon jamaah haji (CJH) Pati yang akan diberangkatkan tahun ini sesuai data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOAT) Kantor Kementerian Agama sebanyak 1109. Sementara itu yang mengundurkan diri dan berangkat 2020 nanti ada 40 orang. Kini persiapan pemberangkatan CJH sudah dimulai. Pemkab Pati memberikan pembekalan awal di Pendopo Pati kemarin.

Pada pembukaan manasik haji tesebut, Bupati Pati Haryanto menyampaikan, bimbingan manasik hani sangat penting. Para pembimbing memberikan banyak arahan yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan ibadah haji. Setidaknya ada gambaran awal tentang ibadah haji di tanah suci. Terlebih untuk CJH yang baru kali pertama ini menunaikan haji.

Ia menyampaikan, pemerintah tetap melaksanakan tahapan sesuai dengan prosedur meskipun para calon haji sudah melaksanakan latihan yang diselenggarakan KBIH masing-masing. “Bukan berarti pembekalan yang lain tidak berjalan, akan tetapi manasik ini lebih kepada pemantapan agar para calon haji betul-betul dibimbing,” katanya.

Ia meminta para calon haji ini dikawal supaya memahami semua tahapan dalam menunaikan ibadah haji di tanah suci. Apalagi peraturan  pelaksanaan ibadah haji setiap tahun cenderung berubah-ubah. Meski demikian, Haryanto tak ingin pembekalan ini menjadi beban.

“Kami terus mengimbau para calon haji untuk selalu menjaga kesehatan sampai nanti pelaksanaan haji. Kami mendoakan seluruh jamaah haji agar pada saat berangkat sampai pulang kembali ke tanah air dapat selamat dan menjadi haji mabrur. Yang tak kalah penting, kami meminta calon jamaah untuk mendoakan hal-hal baik untuk Pemkab Pati di tanah suci nanti,” imbuhnya.

Bupati menambahkan, Pemkab Pati juga mengalokasikan dana APBD sebagai wujud kepedulian dan upaya untuk memberikan pelayanan terbaik pada calon haji. Anggaran tersebut untuk pembinaan jamaah haji, penugasan petugas TPHD/TKHD, maupun biaya pemberangkatan dan penjemputan jamaah dari dan ke asrama haji.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 09:36:54 +0700
<![CDATA[Bupati Pati Haryanto Santuni 289 Warga yang Kurang Mampu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130945/bupati-pati-haryanto-santuni-289-warga-yang-kurang-mampu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bupati-pati-haryanto-santuni-289-warga-yang-kurang-mampu_m_130945.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/bupati-pati-haryanto-santuni-289-warga-yang-kurang-mampu_m_130945.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130945/bupati-pati-haryanto-santuni-289-warga-yang-kurang-mampu

Santunan kematian rutin diberikan Bupati Pati kepada ahli waris dari keluarga miskin yang meninggal dunia. Bupati memberikan santunan senilai Rp 289 juta.]]>

PATI – Santunan kematian rutin diberikan Bupati Pati Haryanto kepada ahli waris dari keluarga miskin yang meninggal dunia. Pada penyerahan santunan kematian tahap pertama 2019, bupati memberikan santunan senilai Rp 289 juta kepada 289 warga penerima manfaat di ruang Penjawi Setda Pati kemarin.

Usai memberikan santunan itu, Bupati Pati Haryanto menyampaikan, santunan kematian untuk ahli waris dari keluarga miskin tahap pertama ini diberikan kepada 289 warga dengan total anggaran Rp 289 juta. Satu keluarga mendapatkan Rp 1 juta. Bantuan sosial itu menurutnya cukup besar.

”Untuk tahap pertama ini diberikan kepada 289 warga dengan anggaran keseluruhan Rp 289. Sedangkan selama 2018 lalu ada 820 warga dengan anggaran Rp 820 juta yang digelontorkan Pemkab Pati untuk penerima manfaat,” tutur orang nomor satu kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Haryanto menyebut, santunan kematian itu harapannya bisa bermanfaat untuk ahli waris dari keluarga miskin yang ditinggalkan. Ini juga sebagai wujud perhatian pemkab kepada masyarakatnya yang membutuhkan. Bupati juga meminta pihak desa untuk aktif memonitor penggunaan bantuan santunan kematian oleh ahli waris dan melaporkan kepala Dinas Sosial.

Ia mengatakan, bantuan sosial santunan kematian merupakan upaya Pemkab Pati untuk kepada ahli waris yang merupakan anggota keluarga miskin yang telah meninggal dunia. Santunan tersebut akan terus dianggarkan oleh pemkab. Realisasinya bantuan uang duka yang disalurkan Dinas Sosial supaya warga miskin bisa terbantu.

“Untuk itu, bantuan santunan kematian ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga almarhum yang ditinggalkan. Penyerahannya juga sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Prosesnya terlebih dahulu dimulai dari penetapan APBD hingga tahap pencairan. Untuk berkas pencairan juga harus mengikuti syarat yang ditetapkan seperti kwitansi tanda terima bantuan bermaterai dan surat pernyataan tanggung jawab mutlak bermaterai,” paparnya. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 14:24:53 +0700
<![CDATA[Dihantam Tronton di Jalan Pati-Juwana, Pemotor Supra Tewas Seketika]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130902/dihantam-tronton-di-jalan-pati-juwana-pemotor-supra-tewas-seketika https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dihantam-tronton-di-jalan-pati-juwana-pemotor-supra-tewas-seketika_m_130902.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dihantam-tronton-di-jalan-pati-juwana-pemotor-supra-tewas-seketika_m_130902.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130902/dihantam-tronton-di-jalan-pati-juwana-pemotor-supra-tewas-seketika

Peristiwa laka lantas di jalur panturan jalan Pati-Juwana kembali terjadi kemarin. Laka antara satu tronton dan dua sepeda motor itu tewaskan pengendara.]]>

JUWANA – Peristiwa laka lantas di jalur panturan jalan Pati-Juwana kembali terjadi kemarin pagi. Laka yang melibatkan satu tronton dan dua sepeda motor itu menewaskan pengendara sepeda motor Supra, Musmih, warga Desa Serangan, Kecamatan Bonang, Demak di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kemarin, pukul 06.30, truk tronton bernopol L 9295 UU yang dikemudikan Agus Prianto, 45, warga Desa Panjunan, Kecamatan Pati melaju dari arah Juwana ke Pati. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP) turut Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, truk tersebut mendahului kendaraan di depannya.

Sementara itu dari arah berlawanan, sepeda motor Supra H 3346 ZG yang dikendarai korban juga mendahului sepeda motor Honda Beat K 6008 IG yang melaju di depannya. Karena jarak sudah dekat antara tronton dan Supra, terjadi laka lantas. Sepeda motor Supra tertabrak tronton lalu menabrak Honda Beat yang dikemudikan Sri Lestari, 35, dan anaknya Riska, 9, warga Desa Growong Kidul, Juwana.

Setelah tertabrak, pengendara Supra langsung meninggal dunia di TKP. Sedangkan pengendara Beat, Sri dan anaknya mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Budi Agung Juwana. Petugas yang berada di dekat lokasi mengamankan jalan dan mengevakuasi korban.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Lantas AKP Christian C. Lolowang mengatakan, petugas langsung mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan pukul 07.00. Pihaknya membawa korban meninggal ke RSUD Soewondo Pati. Sementara itu korban luka-luka di bawa ke rumah sakit Juwana. Sopir tronton dalam keadaan sehat.

Peristiwa laka lantas itu terjadi karena kedua kendaraan yang sama-sama menyalip kendaraan di depannya. Terlebih kondisi jalan saat itu sedang padat karena pada saat jam sibuk kerja dan sekolah. Setelah mengevakuasi korban, petugas mengamankan jalan supaya tidak terjadi kemacetan di jalur pantura.

“Kondisi korban luka-luka kini dirawat di rumah sakit. Ibu dan anaknya selamat meskipun mengalami luka-luka lecet di beberapa bagian tubuhnya. Kami sudah mengamankan barang bukti seperti kendaraan korban. Selain itu juga mencatat dan meminta keterangan dari para saksi,” ucap Chrisitan.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 11:56:27 +0700
<![CDATA[Permudah Pembayaran BPJS, KSH Pati Resmikan Pospay]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130875/permudah-pembayaran-bpjs-ksh-pati-resmikan-pospay https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/permudah-pembayaran-bpjs-ksh-pati-resmikan-pospay_m_1554868675_130875.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/permudah-pembayaran-bpjs-ksh-pati-resmikan-pospay_m_1554868675_130875.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130875/permudah-pembayaran-bpjs-ksh-pati-resmikan-pospay

KSH Pati meresmikan Pospay kemarin. Produk dari PT Pos tersebut kini bisa diakses di KSH selama 24 jam. Ini untuk memberikan kemudahan pelayanan masyarakat.]]>

MARGOREJO – Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati meresmikan Pospay kemarin. Produk dari PT Pos tersebut kini bisa diakses di KSH selama 24 jam. Ini untuk memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat untuk pembayaran BPJS karena tidak terbatas waktu.

Direktur Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati dr. Kelvin Kurniawan menyampaikan, peresmian itu dilakukan bersama perwakilan PT Pos Pati, BPJS Kesehatan Pati di KSH kemarin sore. Inovasi Pospay yang diresmikan KSH tersebut kini sudah bisa diakses masyarakat Pati.

“Saat ini sudah di era digital. Selama ini layanan Pospay sudah dilakukan PT Pos untuk pembayaran iuran dan denda BPJS. Namun di PT Pos ada kendala waktu operasional dalam pembayarannya. Untuk itu kami berinisiatif menggandeng PT Pos melalui Pospay supaya pembayarannya bisa dilakukan 24 jam di KSH,” tuturnya.

Menurutnya, Pospay itu bisa memudahkan masyarakat dalam pembayaran BPJS. Meski bukan corp bisnis dari RS KSH, akan tetapi BPJS Kesehatan telah menunjuk Pospay untuk pembayaran iuran maupun denda BPJS. Bila ada peserta yang terlambat membayar dan didenda namun harus mendapatkan perawatan, dapat langsung melakukan pembayaran lewat counter Pospay tersebut. 

“Semakin hari jumlah peserta BPJS terus meningkat. Saat ini ada sekitar 1.300 peserta rawat jalan setiap harinya atau sekitar 20 ribu sebulan. Untuk rawat jalannya bahkan bisa mencapai 90 persen diantaranya merupakan peserta BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati Surmiyati mengapresiasi terobosan itu. Dirinya membeberkan, tunggakan peserta BPJS kesehatan terus membengkak. Salah satu penyebabnya karena kurangnya chanel pembayaran. Dengan adanya Pospay di KSH selama 24 jam, harapannya bisa membantu masyarakat yang berobat.

“Apalagi peserta BPJS di KSH sangat tinggi. Dengan adanya Pospay pasien yang berobat bisa membayar disana,” ucapnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:34:21 +0700
<![CDATA[Donny Imam Priambodo Bantu Pemuda Dapil 3 Berwirausaha Mandiri]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130874/donny-imam-priambodo-bantu-pemuda-dapil-3-berwirausaha-mandiri https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/donny-imam-priambodo-bantu-pemuda-dapil-3-berwirausaha-mandiri_m_1554880451_130874.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/donny-imam-priambodo-bantu-pemuda-dapil-3-berwirausaha-mandiri_m_1554880451_130874.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130874/donny-imam-priambodo-bantu-pemuda-dapil-3-berwirausaha-mandiri

Donny Imam Priambodo, anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem mengajak pemuda di dapil 3 (Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan) untuk berwirausaha mandiri.]]>

PATI – Donny Imam Priambodo, anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem mengajak pemuda di daerah pemilihan (dapil) 3 (Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan) untuk berwirausaha secara mandiri. Peran pemuda yang menjadi wirausahawan mandiri akan membantu sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Caleg DPR RI dari Partai Nasdem Dapil Jateng 3 nomor urut 9 ini, mengatakan, wirausahawan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peluang lapangan kerja. ”Wirausahaan ini bisa mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan. Saya akan bantu pemuda dapil 3 untuk mewujudkanya,” kata Donny.

Donny mengajak kepada pemuda di Kabupaten Grobogan, Pati, Rembang, dan Blora untuk menggerakkan sektor ekonomi di tingkat desa. Dengan cara tersebut, desa akan berdaulat dan maju, sehingga masyarakat ikut sejahtera. Selain memotivasi pemuda menjadi seorang entrepreneur yang bermanfaat bagi masyarakat, Donny juga menyerap aspirasi warga. Juga mendengarkan keluhan dan masukan dari warga terkait masalah ekonomi di desa, kemudian mencarikan solusinya.

”Saya mengajak pemuda bisa berbuat dan berjuang bersama. Termasuk menerapkan program pemerintah maupun secara swadaya agar bisa menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.

Dia menambahkan, peluang usaha bisa dibuat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dia mencontohkan adanya pupuk langka. Maka usaha yang dilakukan dengan membuat pupuk secara mandiri, sehingga tidak tergantung pada pemerintah.

”Sebagai anggota DPR RI saya siap menerima usulan dan masukan terkait kebutuhan masyarakat di dapil 3 di Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Usulan akan saya perjuangkan di pemerintah pusat dan dicarikan solusi bersama-sama,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 10:31:16 +0700
<![CDATA[Tanggapi LKPJ Bupati, Dewan Rekomendasi Penyempurnaan Infrastruktur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130865/tanggapi-lkpj-bupati-dewan-rekomendasi-penyempurnaan-infrastruktur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/tanggapi-lkpj-bupati-dewan-rekomendasi-penyempurnaan-infrastruktur_m_1554869959_130865.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/tanggapi-lkpj-bupati-dewan-rekomendasi-penyempurnaan-infrastruktur_m_1554869959_130865.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130865/tanggapi-lkpj-bupati-dewan-rekomendasi-penyempurnaan-infrastruktur

Sejumlah rekomendasi disampaikan DPRD Kabupaten Pati kepada Bupati Haryanto untuk menjadi perhatian dalam menjalankan tugas pemerintahan kedepan.]]>

KOTA – Sejumlah rekomendasi disampaikan DPRD Kabupaten Pati kepada Bupati Haryanto untuk menjadi perhatian dalam menjalankan tugas pemerintahan kedepan. Rekomendasi itu disampaikan dalam sidang paripurna siang kemarin guna menanggapi penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) bupati.

Sidang paripurna penyampaian rekomendasi tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin. Sementara penyampaian secara lisan tentang rekomendasi dilakukan Ketua Komisi C, Awi.

Beberapa hal yang menjadi rekomendasi adalah soal pencemaran lingkungan. Dewan meminta dinas terkait untuk melakukan pendataan atau identifikasi perusahaan-perusahaan yang diindikasikan aktivitas kerjanya menyebabkan pencemaran. Baik pencemaran air, tanah, maupun udara. ”Hal itu dilihat dari temuan adanya perusahaan garam yang membuat lingkungan menjadi tercemar,” kata Awi, yang bertugas menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada bupati tersebut.

Selain itu, rekomendasi di bidang lain diantaranya soal pembangunan infrastruktur. Dewan mengingatkan agar pembangunan jalan-jalan harus disertai drainasenya. Seperti diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, jalan yang berdrainase di Kabupaten Pati baru 30 persen. ”Memang masih banyak yang belum memiliki drainase,” katanya.

Dewan juga memberikan rekomendasi pemerintah untuk memberikan subsidi penggunaan angkutan umum bagi para pelajar. Hal itu penting sebab melihat realita saat ini masih banyak anak di bawah umur yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah. ”Itu sangat berbahaya. Ada baiknya angkutan ini diberikan subsidi sehingga anak-anak sekolah bisa senang memakai angkutan umum untuk berangkat dan pulang sekolah. Nanti teknisnya bagaimana bisa dirapatkan. Karena ini berkaitan dengan anggaran, mungkin planning bisa dilakukan pemerintah mulai tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, dari jajaran eksekutif turut hadir Bupati Haryanto, Sekda Suharyono, dan para kepala OPD se-Kabupaten Pati. Menurutnya, rekomendasi ini sangat baik dalam rangka mengiringi tugas pemerintahan kabupaten.

”Tentu sudah banyak yang telah kami kerjakan. Namun dalam menjalankan tugas pemerintahan ini masih ada yang kurang maksimal. Dengan adanya rekomendasi dari wakil rakyat ini akan menjadi perhatian kami dalam menjalankan pemerintahan. Namun beberapa sudah ada yang telah berjalan di tahun ini,” terang Haryanto.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:55:16 +0700
<![CDATA[Dinporapar Pati Luncurkan Aplikasi Pengawasan Pembinaan Olahraga ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130861/dinporapar-pati-luncurkan-aplikasi-pengawasan-pembinaan-olahraga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dinporapar-pati-luncurkan-aplikasi-pengawasan-pembinaan-olahraga_m_1554869665_130861.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/10/dinporapar-pati-luncurkan-aplikasi-pengawasan-pembinaan-olahraga_m_1554869665_130861.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/10/130861/dinporapar-pati-luncurkan-aplikasi-pengawasan-pembinaan-olahraga

Aplikasi monitoring dan evaluasi dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi diluncurkan pagi kemarin di aula KONI Kabupaten Pati.]]>

KOTA – Aplikasi monitoring dan evaluasi dalam kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga prestasi diluncurkan pagi kemarin di aula KONI Kabupaten Pati. Aplikasi tersebut digadang akan menjadi perangkat untuk memudahkan pengambilan kebijakan pembangunan prestasi olahraga di Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Sigit Hartoko mengungkapkan, aplikasi tersebut merupakan barang baru yang diperlukan dalam dunia olahraga di era digital seperti ini.

”Saya memang mendorong untuk adanya aplikasi tersebut. Melalui aplikasi itu menjadi alat ukur Pemerintah Kabupaten Pati dalam konsep pembinaan olahraga prestasi di Kabupaten Pati. Sekarang ini mindset pembinaan usia dini harus digencarkan,” kata Sigit usai membuka peluncuran aplikasi tersebut.

”Melalui aplikasi itu, masyarakat bisa turut serta mengakses sekaligus mengawasi pembinaan olahraga prestasi. Sebab di dalamnya nanti akan ada data-data mulai soal cabang olahraga, rekam jejak prestasi, kegiatan, dan lainnya,” imbuh Sigit.

Kasi Pembinaan Olahraga Prestasi, Edy Siswanto menambahkan, dengan adanya aplikasi tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data monitoring dan evaluasi pembinaan dan pengembangan olahraga.

Sehingga, dengan terkumpulnya data tersebut bisa memudahkan dalam pengambilan kebijakan pembangunan olahraga sekaligus memudahkan masyarakat dalam memberikan masukan.

”Banyaknya kegiatan yang harus dimonitor perkembangannya menjadikan suatu beban yang berat, apabila tidak dilakukan dengan metode yang tepat dan efisien. Data – data yang diperoleh juga akan menjadi tidak lengkap karena dimungkinkan akan terlewat dalam pantauan, sehingga pengambilan kebijakan akan dilakukan dengan dasar yang seperti tahun sebelumnya saja,” jelas Edy kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Di dalam aplikasi tersebut, lanjut Edy, nantinya akan dipaparkan beberapa hal tentang pembinaan dan pengembangan olahraga. Misalnya program latihan tahunan, kegiatan latihan pembinaan, kegiatan mengikuti kejuaraan, kegiatan mengadakan kejuaraan, prestasi, dan juga profil baik atlet, pelatih, wasit, juga donatur dan lainnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 10 Apr 2019 09:45:43 +0700
<![CDATA[Bikin Waswas, Tanah Bergerak di Jepalo Muncul Sumber Air dan Retakan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130651/bikin-waswas-tanah-bergerak-di-jepalo-muncul-sumber-air-dan-retakan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/bikin-waswas-tanah-bergerak-di-jepalo-muncul-sumber-air-dan-retakan_m_130651.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/bikin-waswas-tanah-bergerak-di-jepalo-muncul-sumber-air-dan-retakan_m_130651.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130651/bikin-waswas-tanah-bergerak-di-jepalo-muncul-sumber-air-dan-retakan

Peristiwa tanah longsor dan bergerak beberapa jam pada Sabtu (6/4) lalu hingga kemarin membuat warga setempat was-was. Pasalnya, lokasi tanah muncul retakan.]]>

GUNUNGWUNGKAL – Peristiwa tanah longsor dan bergerak beberapa jam pada Sabtu (6/4) lalu hingga kemarin membuat warga setempat was-was. Pasalnya, lokasi tanah yang longsor muncul sumber air dan terjadi retakan. Sehingga warga khawatir terjadi longsor susulan yang bisa menghantui sewaktu-waktu.

Berdasarkan pantauan kemarin, tanah longsor yang ada di hamparan sawah seluas satu hektare di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal masih seperti saat kali pertama longsor. Namun, kini muncul sumber mata air dari tanah yang longsor itu. Air itu mengalir ke sawah. Walaupun tidak deras, namun tetap diwaspadai.

Selain muncul sumber mata air, di lokasi tanah yang longsor itu juga terjadi retakan. Retakannya bervariasi antara 2-10 meter di 13 titik. Fenomena pergerakan tanah itu kali pertama terjadi. Sebab, tanah bergerak dan longsor beberapa jam. Setelah itu muncul sumber air dan retak-retak.

Petani yang menggarap sawah di sekitar titik longsor tak berani beraktivitas. Mereka masih memantau di sekitar sawah. Warga kawatir adanya pergerakan tanah lagi dan longsor. Kondisi tanah di lokasi longsor itu juga masih lembek. Berbahaya untuk beraktivitas.

Sekretaris Desa Jepalo Jamari mengaku, ada lebih dari satu hektare tanah yang longsor dan membuat padi rusak. Padi tersebut dibiarkan begitu saja oleh warga. Warga masih waswas, terlebih jika turun hujan. Potensi pergerakan tanah sangat dimungkinkan.

”Kami sudah mengimbau warga untuk tidak mendekat lokasi longsor. Pasalnya khawatir kalau ada warga yang mendekat dan longsor mengakibatkan korban jiwa,” turutnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo telah mengecek lokasi longsor. Fenomena likuifiksi itu karena longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Gunungwungkal. Tanah bergerak karena longsornya itu ada di lokasi tanah bertingkat yang digunakan untuk bercocok tanam.

Dirinya juga mewanti-wanti warga untuk tidak mendekat. Karena fenomena tanah bergerak itu membuat heboh warga. Bahkan warga dari luar kecamatan penasaran ingin melihat. ”Semoga saja tidak ada hujan deras dan tidak ada longsor susulan. Meskipun jarak pemukiman dari lokasi longsor sekitar 500 meter, kami meminta warga waspada,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 10:58:41 +0700
<![CDATA[Diguyur Rp 22 Miliar, Pemkab Alokasikan Perbaikan Dua jalur Prioritas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130644/diguyur-rp-22-miliar-pemkab-alokasikan-perbaikan-dua-jalur-prioritas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/diguyur-rp-22-miliar-pemkab-alokasikan-perbaikan-dua-jalur-prioritas_m_130644.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/diguyur-rp-22-miliar-pemkab-alokasikan-perbaikan-dua-jalur-prioritas_m_130644.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130644/diguyur-rp-22-miliar-pemkab-alokasikan-perbaikan-dua-jalur-prioritas

Dana alokasi khusus yang diperoleh Pemkab Pati 2019 ini mencapai Rp 22 miliar. Anggaran tersebut untuk perbaikan jalan di Pati, terutama dua jalur prioritas.]]>

MARGOYOSO – Dana alokasi khusus (DAK) yang diperoleh Pemkab Pati 2019 ini mencapai Rp 22 miliar. Anggaran tersebut untuk perbaikan jalan di Pati, terutama dua jalur yang masuk dalam prioritas. Yakni Jalan Juwana-Jetak dan Margoyoso-Tayu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Ahmad Faisal melalui Kasi Peningkatan Jalan Hasto Utomo mengatakan, setiap tahun pemkab memperoleh DAK dari pemerintah pusat. Aggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan.

”Kami memanfaatkan DAK tersebut untuk perbaikan jalan di bagian Pati utara yang belum rampung. Karena jalur itu masuk dalam prioritas pemerintah pusat. Dari pemerintah pusat menargetkan jalan itu bagus untuk mendukung fasilitas lain, seperti keberadaan PLTU Jepara. Jalur Pati utara memang berbatasan dengan Jepara,” jelasnya kemarin.

Sebelumnya, pemkab mengusulkan anggaran DAK untuk perbaikan Pati selatan. Akan tetapi pemerintah pusat merekomendasikan perbaikan Pati utara. Sehingga untuk perbaikan jalan yang lain dianggarkan dari pemkab atau anggaran Pemprov Jateng.

Jalur yang akan diperbaiki menggunakan DAK seperti melanjutkan perbaikan jalan Juwana-Wedarijaksa yang dianggarkan Rp 8 miliar. Jalur tersebut melanjutkan pembangunan tahun sebelumnya. Ia mengaku, jalur Juwana-Jetak Wedarijaksa sering rusak karena dilintasi kendaraan yang melebihi tonase.

Kerusakan jalan dikeluhkan warga karena setelah diperbaiki cepat rusak. Sehingga dalam perbaikan sepanjang empat kilometer selain diaspal, juga dibeton. Ada titik tertentu yang rawan rusak akan dibeton supaya awet. Tak hanya dibeton, jalan juga akan dilebarkan satu meter dari lebar awal enam meter menjadi tujuh meter.

Selain melanjutkan Jalan Juwana-Wedarijaksa, anggaran tersebut juga untuk lanjutan Jalan Margoyoso-Tayu. Ini melanjutkan Juwana-Margoyoso yang sudah tuntas 2018 lalu. Di jalur itu juga ada jalan yang dibeton dan dilebarkan. Setelah Margoyoso tuntas, dilanjutkan Margoyoso-Tayu.

”Untuk jalan Margoyoso-Tayu diperbaiki sepanjang delapan kilometer dianggarkan sekitar Rp 14 miliar. Kami juga akan membeton dan melebarkan titik tersebut. Saat ini belum dikerjakan karena masih proses lelang di ULP. Kami berharap proses lelang lancar sehingga segera dikerjakan,” lanjut Hasto.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 10:45:13 +0700
<![CDATA[Latih Keterampilan Keamanan, Puluhan Linmas Digembleng Militer Dasar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130639/latih-keterampilan-keamanan-puluhan-linmas-digembleng-militer-dasar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/latih-keterampilan-keamanan-puluhan-linmas-digembleng-militer-dasar_m_130639.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/latih-keterampilan-keamanan-puluhan-linmas-digembleng-militer-dasar_m_130639.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130639/latih-keterampilan-keamanan-puluhan-linmas-digembleng-militer-dasar

Jajaran Koramil 7/Wedarijaksa menggelar latihan keamanan kepada pasukan Linmas di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa. Latihan ini digelar selama tiga hari.]]>

WEDARIJAKSA – Jajaran Koramil 7/Wedarijaksa menggelar latihan keamanan kepada pasukan Linmas di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa. Latihan digelar selama tiga hari untuk melatih keterampilan keamanan ketika pemilu 17 April mendatang.

Total ada 30 personel Linmas yang mengikuti latihan tersebut. Selain jajaran koramil, personel Bhabinkantibmas dari Polsek Wedarijaksa juga ikut membantu pelatihan. Komandan Koramil (Danramil) 7/Wedarijaksa melalui Babinsa Sertu Jasmani mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi latihan untuk meningkatkan ketrampilan keamanan para anggota Linmas.

”Melalui kegiatan ini, kami ingin para anggota Linmas ini lebih cakap dan siap dalan mengamankan pemilu di TPS masing-masing,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Diakui, Linmas memiliki peran sentral dalam keamanan pemilu pada saat pencoblosan. Mereka akan menjadi partner baik dari kepolisian dan TNI dalam menciptakan suasana aman dan tertib. Untuk itu, beberapa materi militer dasar diberikan kepada para anggota Linmas ini. Dari babinsa, memberikan materi tentang bela negara, peraturan baris berbaris, temu cepat lapor cepat, deteksi dini, dan juga cegah dini.

Sementara dari bhabinkantibmas memberikan materi tentang sistem keamanan lingkungan, penangkapan pelaku kejahatan, cara pengaturan lalu lintas, dan beberapa materi perundang-undangan lain yang mendukung.

”Kami merasa bangga dengan anggota linmas yang ikut dalam pelatihan ini, mereka sangat semangat dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta tugas tanggung jawabnya sebagai seorang anggota linmas,” ujar sertu jasmani.

Sertu Jasmani berharap, kegiatan ini dapat menciptakan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan. Guna mendukung tugas pokok aparat kewilayahan, khususnya babinsa dan bhabinkamtibmas Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 10:36:57 +0700
<![CDATA[Kenaikan Sabuk, Pesilat PSHT Baksos di Pegunungan Kendeng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130636/kenaikan-sabuk-pesilat-psht-baksos-di-pegunungan-kendeng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kenaikan-sabuk-pesilat-psht-baksos-di-pegunungan-kendeng_m_130636.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kenaikan-sabuk-pesilat-psht-baksos-di-pegunungan-kendeng_m_130636.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130636/kenaikan-sabuk-pesilat-psht-baksos-di-pegunungan-kendeng

Pengambilan sabuk putih siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun digelar di Gua Wareh, kawasan Pegunungan Kendeng akhir pekan lalu.]]>

SUKOLIO – Pengambilan sabuk putih siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pusat Madiun digelar di Gua Wareh, kawasan Pegunungan Kendeng akhir pekan lalu. Kegiatan itu dirangkai sekaligus dengan bakti sosial.

Ratusan warga PSHT Cabang Pati menghadiri kegiatan tersebut. Terdiri dari 350 siswa sabuk hijau dan 650 warga Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Pati. Dalam kegiatan tersebut turut diaplikasikan ajaran "Memayu Hayuning Bawana".

Perwujudan dari ajaran itu melalui kegiatan bakti sosial peduli pada kelestarian alam dan kebersihan destinasi wisata Gua Wareh. Selain bersih-bersih, para warga PSHT ini melakukan bakti sosial tanam pohon sejumlah 550 bibit.

Anggota Dewan Pusat PSHT Andreas Ekasakti Yudiawan mengungkapkan, kegiatan tersebut menurutnya sangat baik untuk ditiru cabang-cabang lain di Indonesia. Kegiatan ini harus berkelanjutan, dengan memelihara lingkungan Pegunungan Kendeng agar terhindar dari banjir dan longsor di musim hujan. ”Dirawat yang baik. Pastikan tumbuh kembangnya. Jangan hanya bisa menanam. Tapi tak dirawat,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berpesan kepada para warga PSHT yang menghadriri kegiatan tersebut, supaya ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di saat situasi tahun politik seperti ini. ”Dan yang perlu diingat, warga PSHT jangan sampai golput. Gunakan hak suara yang kalian miliki untuk menentukan wakil rakyat dan pemimpin negara ini. Warga PSHT harus ikut ambil bagian dalam mencintai negara ini. Salah satunya dengan menyukseskan pemilu 17 April mendatang,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 10:29:40 +0700
<![CDATA[Diangkat PNS, Bidan Pegawai Tidak Tetap Syukuran Bareng Imam Suroso]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130633/diangkat-pns-bidan-pegawai-tidak-tetap-syukuran-bareng-imam-suroso https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/diangkat-pns-bidan-pegawai-tidak-tetap-syukuran-bareng-imam-suroso_m_130633.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/diangkat-pns-bidan-pegawai-tidak-tetap-syukuran-bareng-imam-suroso_m_130633.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130633/diangkat-pns-bidan-pegawai-tidak-tetap-syukuran-bareng-imam-suroso

Sejumlah bidan pegawai tidak tetap (ptt) menggelar syukuran atas diangkatnya sebagai PNS. Setelah melalui perjuangan panjang, mereka menggelar syukuran.]]>

KOTA – Sejumlah bidan pegawai tidak tetap (ptt) menggelar syukuran atas diangkatnya sebagai PNS. Setelah melalui perjuangan panjang, mereka menggelar syukuran sederhana bersama anggota DPR RI Imam Suroso yang dikenal getol memperjuangkan para bidan ini.

”Ini memang harus disyukuri setelah perjuangan panjang selama kurang lebih empat tahun, akhirnya mereka bisa diangkat menjadi PNS. Saya mengalami sendiri. Ikut berjuang bersama para bidan. Mulai dari lobi-lobi dan dorongan ke pemerintah melalui Kementerian Kesehatan misalnya,” jelas Imam Suroso saat menghadiri syukuran yang digelar di Hotel Gritary, Minggu (7/4) pagi.

Imam Suroso memang getol memperjuangkan para bidan ini. Termasuk,dirinya juga yang ikut mendorong kencang lahirnya Undang-Undang Kebidanan yang sempat molor terus penetapannya. ”Posisi bidan ini sangat penting. Makanya saya selalu memperjuangkan mereka. Apalagi mereka ini kita tahu adalah salah satu ujung tombak kesehatan masyarakat,” imbuh politisi PDI Perjuangan ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Bidan memilik peranan penting untuk mewujudkan kesehatan masyarakat. Apalagi setelah kesejahteraannya mulai tertata dengan pengangkutan sebagai PNS ini. Tentu kerja para bidan ini harus lebih baik lagi. Harus bisa menjadi pemacu sekaligus pemicu kerja sebagai pelayan kesehatan masyarakat.

”Angka kematian ibu-bayi di Indonesia cukup tinggi. Namun seiring dengan semakin baiknya kerja para bidan usai diangkat PNS, hal itu bisa menurunkan secara signifikan angka kematian ibu dan bayi, imbuhnya.

Selain itu, pesan Imam Suroso, para bidan bisa bekerja penuh ikhlas untuk melayani kesehatan masyarakat. Kalau memang ada masyarakat tak mampu berobat harus dibantu. Tak hanya bidan, ke depan Imam Suroso juga bakal lebih aktif untuk menyuarakan kepentingan rakyat lainnya. Imam Suroso menaruh perhatian khusus kepada para K2 yang nasibnya masih memprihatinkan hari ini.

”Saya nantinya juga siap untuk memperjuangkan para guru K2 dan tenaga kesehatan lainnya untuk juga bisa menjadi PNS. Akan kami perjuangkan di DPR RI," imbuhnya.

Sementara itu Ketua Forum Bidan PTT Jawa Tengah Lina Mardiana menyebut, perjuangan anggotanya dimulai sejak 2013 silam. Perjuangan itu menurutnya sangat melelahkan dan penuh pengorbanan.

”Alhamdulillah berhasil. Kami sangat bersyukur. Perjuangan berat ini dimulai dengan aksi-aksi, hingga lobi-lobi. Termasuk kami sangat banyak dibantu Imam Suroso selaku anggota Komisi IX DPR RI untuk bicara kepada kementerian kesehatan terkait nasib kami," terangnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 10:22:45 +0700
<![CDATA[Nahas, Pulang Sekolah, Bocah 10 Tahun Ini Ditemukan Tewas Tenggelam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130560/nahas-pulang-sekolah-bocah-10-tahun-ini-ditemukan-tewas-tenggelam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/nahas-pulang-sekolah-bocah-10-tahun-ini-ditemukan-tewas-tenggelam_m_130560.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/nahas-pulang-sekolah-bocah-10-tahun-ini-ditemukan-tewas-tenggelam_m_130560.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130560/nahas-pulang-sekolah-bocah-10-tahun-ini-ditemukan-tewas-tenggelam

Pulang sekolah menjadi aktifitas terakhir Handika Dwi, warga Desa Lumbungmas, Kecamatan Puncakwangi Sabtu (6/4). Bocah 10 tahun itu ditemukan tenggelam.]]>

PUNCAKWANGI – Pulang sekolah menjadi aktifitas terakhir Handika Dwi, warga Desa Lumbungmas, Kecamatan Puncakwangi Sabtu (6/4). Bocah 10 tahun itu ditemukan tenggelam dan meninggal di Sungai Sendang Widodaren di desa setempat. Korban tenggelam saat mandi bersama teman-temannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, siang itu korban dan tiga temannya pulang sekolah dan di tengah perjalanan berniat mandi di Sendang Widodaren. Mereka masih menggunakan seragam olahraga. Selang beberapa menit setelah masuk ke sungai, tiba-tiba korban berteriak meminta tolong karena tak bisa berenang.

Ketiga teman korban tak bisa menolong dan ikut berteriak. Sehingga beberapa warga di dekat lokasi langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara untuk mengecek korban. Namun setelah menolong korban yang kondisinya sudah tak sadarkan diri, korban ternyata sudah meninggal karena kehabisan oksigen saat tenggelam.

Petugas kepolisian mendapatkan laporan itu sekitar pukul 12.00. Beberapa petugas Mapolsek Puncakwangi mendatangi TKP untuk mengevakuasi. Petugas juga mengajak tim medis Puskesmas Puncakwangi untuk memeriksa kondisi korban tenggelam hingga meninggal dunia.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Puncakwangi AKP Sumadi menuturkan, korban sudah diperiksa oleh tim medis dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal akibat tenggelam. Setelah ditemukan oleh warga, korban sudah dalam keadaan meninggal.

”Kami sudah menyerahkan jenazah korban kepada keluarganya. Keluarga korban juga sudah menerimakan peristiwa itu dengan menandatangani surat pernyataan. Kami beraharap orang tua lebih berhati-hati lagi dalam mengawasi anak-anaknya,” kata Sumadi kemarin. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 00:12:09 +0700
<![CDATA[Bangkai Kapal di Sungai Silugoggo Bikin Sedimentasi Makin Parah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130556/bangkai-kapal-di-sungai-silugoggo-bikin-sedimentasi-makin-parah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/bangkai-kapal-di-sungai-silugoggo-bikin-sedimentasi-makin-parah_m_130556.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/bangkai-kapal-di-sungai-silugoggo-bikin-sedimentasi-makin-parah_m_130556.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130556/bangkai-kapal-di-sungai-silugoggo-bikin-sedimentasi-makin-parah

Sekitar 61 kapal rusak mangkrak di sepanjang Sungai Silugoggo, Juwana. Sebagian tersebut merupakan kapal yang terbakar dan belum dievakuasi.]]>

JUWANA – Sekitar 61 kapal rusak mangkrak di sepanjang Sungai Silugoggo, Juwana. Sebagian tersebut merupakan kapal yang terbakar dan belum dievakuasi. Puluhan kapal yang mangkrak itu memperparah sedimentasi sungai.

Berdasarkan pantauan, ada ratusan kapal yang parkir di sepanjang Sungai Silugonggo, Juwana. Yang rusak dan mangkrak ada sekitar 61 kapal. Kapal yang mangkrak itu juga termasuk puluhan kapal yang terbakar dan sampai sekarang belum dievakuasi.

Kapal yang rusak tersebut dibiarkan begitu saja sehingga membuat kondisi parkir lebih padat. Selain itu, banyaknya kapal tersebut juga memperparah sedimentasi sungai. Serta berpotensi mengganggu proses normalisasi sungai yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. 

Salah satu masyarakat Juwana Munandirin mengatakan, ada sekitar 61 kapal yang mangkrak di Sungai Silugonggo sepanjang lima kilometer. Selain itu, ia menyebut ada beberapa kapal yang tenggelam di sungai karena lama tak digunakan. 

”Kapal yang mangkrak itupun memiliki beragam ukuran. Mulai dari 35 gross tonnage (GT), 50 GT, 80 GT bahkan ada pula yang mencapai 200 GT. Ada kapal yang besar karena terbakar baru-baru ini dan belum dibersihkan,” jelasnya kemarin.

Dirinya menginginkan ada aturan yang dapat mengurai permasalahan tersebut. Seperti pada 1978 lalu, apabila ada kapal yang mangkrak dan dibiarkan, maka dikenakan denda. Namun sekarang aturan itu sudah tidak berlaku dan terkesan terjadi pembiaran. 

Ia berharap ada penataan kapal lagi di sungai tersebut. Terlebih saat normalisasi sungai nanti. Para nelayan dan masyarakat sangat mendukung normalisasi sungai. Karena selain menyebabkan banjir, juga emnyulitkan akses nelayan.

”Jika parkir kapal sedang padat, kami nelayan kecil kesulitan mengakses sungai. Terlebih ketika air sungai sedang surut,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 00:02:32 +0700
<![CDATA[Sekali Giling, PG Trangkil Serap Ribuan Pekerja]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130554/sekali-giling-pg-trangkil-serap-ribuan-pekerja https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/sekali-giling-pg-trangkil-serap-ribuan-pekerja_m_1554742697_130554.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/sekali-giling-pg-trangkil-serap-ribuan-pekerja_m_1554742697_130554.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130554/sekali-giling-pg-trangkil-serap-ribuan-pekerja

Keberadaan Pabrik Gula (PG) Trangkil tak hanya bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Namun juga kepada ribuan pekerja hingga petani tebu.]]>

TRANGKIL – Keberadaan Pabrik Gula (PG) Trangkil tak hanya bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Namun juga kepada ribuan pekerja hingga petani tebu. Dalam waktu dekat, PG Trangkil bakal memulai proses giling 2019. Sebelum proses giling, PG Trangkil mengadakan selamatan dengan berbagai kegiatan.

Selamatan giling PG Trangkil itu, dihadiri Wabup Pati Saiful Arifin dan jajaran Forkompimda Pati. Wabup Safin mengapresiasi adanya pabrik di Pati seperti PG Trangkil. Sebab, pada proses giling, ada 1.000 lebih pekerja yang terserap. Belum lagi para petani tebu.

”Kami sangat mendukung investor di Pati. Jika hanya mengandalkan APBD, tidak akan cukup. Sehingga harus menarik banyak investor supaya masuk ke Pati. Untuk itu, kami juga mengapresiasi PG Trangkil yang telah memberikan kontribusi kepada warga Pati. Mulai dari karyawan, pekerja giling, jasa angkutan, hingga petani tebu,” katanya.

Safin berharap, hubungan baik antara PG Trangkil dan Pemkab Pati terus terjalin dengan baik. Sehingga terciptanya simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan kedua pihak dan memberikan kemanfaatan untuk semua. Safin meminta supaya kemitraan tersebut terjaga terus.

Sementara itu, Sudibyo, selaku direktur utama PT Kebon Agung menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Pati terhadap PG Trangkil. Tak lama lagi, PG Trangkil akan memulai proses penggilingan. Ini sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang bekerja.

”Selamat dan sukses selametan giling 2019. Semoga di dalam pelaksanaannya diberikan kelancaran, keselamatan, dan produksi berlimpah yang akan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Kami akan fokus pada target penggilingan sebanyak 960 ribu ton tebu. Harapannya target itu terpenuhi bahkan bisa lebih,” ucapnya didampingi Pimpinan PG Trangkil Heru Cahyono.

Dengan target tersebut, pada musim giling 2019 ini PG Trangkil siap menyukseskan swasembada gula nasional. Pihaknya juga sudah menyiapkan strategi menghadapi musim giling 2019 ini. Seperti efisiensi internal, peningkatan kualitas tanaman, dan lainnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 23:57:53 +0700
<![CDATA[Tanah Bergerak Terjadi di Jepalo, Rusak Area Persawahan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130393/tanah-bergerak-terjadi-di-jepalo-rusak-area-persawahan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/tanah-bergerak-terjadi-di-jepalo-rusak-area-persawahan_m_130393.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/tanah-bergerak-terjadi-di-jepalo-rusak-area-persawahan_m_130393.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130393/tanah-bergerak-terjadi-di-jepalo-rusak-area-persawahan

Fenomena alam terjadi di Desa Jepalo Kecamatan Gunungwungkal Sabtu (6/4) kemarin. Sebuah longsoran panjang menimpa lahan pesawahan.]]>

PATI – Fenomena alam terjadi di Desa Jepalo Kecamatan Gunungwungkal Sabtu (6/4) kemarin. Sebuah longsoran panjang menimpa lahan pesawahan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 hingga 17.25. Tanah longsor perlahan-lahan.

Kepala BPBD Kabupaten Pati Sanusi Siswoyo melalui Pusdalop Penanggulangan Bencana Sunarto mengungkapkan, telah merima laporan adanya longsoran tanah tersebut. Namun belum mendapatkan detail peristiwa tersebut.

”Belum ada laporan data lengkap. Termasuk luas lahan yang terdampak, kerugian, dan korban,” kata Sunarto saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus.

Peristiwa tersebut telah diunggah sebuah akun facebook bernama Naeela. Video berdurasi 60 detik itu memperlihatkan tanah bercampur air terus bergerak, yang perlahan-lahan ambles. Dalam statusnya dia menuliskan keterangan tentang lokasi dan waktu kejadian.

Video yang diunggahnya di grup Komunitas Anak Asli Pati itu kemudian mendapat respon komentar dari para warganet. Kebanyak bersimpati. Dan menuliskan kalimat bernada doa semoga tak makin meluas dan tak ada korban jiwa.

Supriyanto, salah satu perangkat Desa Jepalo mengungkapkan, sebelum kejadian tanah bergerak tersebut hujan sempat mengguyur desanya siang hari. Hujan lebat biasa. ”Namun tiba-tiba pukul 16.00 itu tanah mulai bergerak kurang lebih sampai pukul 17.00, tanah yang bergerak itu menurun ke bawah dan mengalir ke sebuah sungai kecil,” jelas Supriyanto.

Tanah yang terdampak itu milik tiga orang. Tak sampai setengah hektar. Sebab yang bergerak hanya di bagian tengahnya saja. Kerugian akibat peristiwa itu sampai puluhan juta. ”Kalau dihitung kerugiannya ya sampai puluhan juta. Selain tanaman padi yang rusak, tanahnya juga amblas. Bahkan menjadi jurang,” imbuhnya.

Fenomena alam tersebut baru pertama kali terjadi di Desa Jepalo. Beruntung saat peritiwa itu terjadi tak ada orang di lokasi tersebut. ”Untuk sementara korbannya nihil,” pungkasnya.

Untuk penyebab pastinya belum diketahui secara pasti. Tim BPBD hingga berita ini ditulis masih bergerak menuju lokasi.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 13:56:28 +0700
<![CDATA[Diduga Korsleting Charger Ponsel Masih Nempel, Ponpes Ini Terbakar]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130384/diduga-korsleting-charger-ponsel-masih-nempel-ponpes-ini-terbakar https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/diduga-korsleting-charger-ponsel-masih-nempel-ponpes-ini-terbakar_m_130384.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/diduga-korsleting-charger-ponsel-masih-nempel-ponpes-ini-terbakar_m_130384.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130384/diduga-korsleting-charger-ponsel-masih-nempel-ponpes-ini-terbakar

Kebakaran melalap sebuah kamar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum RT 2 RW 3, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Sabtu (6/4) siang kemarin.]]>

PATI – Kebakaran melalap sebuah kamar di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum RT 2 RW 3, Desa Alasdowo, Kecamatan Dukuhseti, Sabtu (6/4) siang kemarin. Charger telepon seluler (ponsel) yang masih menempel di colokan diduga jadi pemicu kebakaran.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo mengungkapkan, api yang membakar kamar di lantai II itu berlangsung sekitar pukul 10.00.

”Api tiba-tiba berkobar dan membakar kamar. Melihat kejadian tersebut, seorang saksi berteriak meminta pertolongan. Selanjutnya warga sekitar bersama siswa dan guru yang berada di dekat lokasi kebakaran berusaha memadamkan api sekenanya. Beruntung api bisa dijinakkan sekitar pukul 10.30,” jelas Kapolsek Dukuhseti AKP Sunaryo.

Armada pemadam baru tiba 15 menit kemudian, sesampai di lokasi tim pemadam kebakaran langsung menyenmprotkan air guna memastikan api benar-benar sudah jinak dan padam.

“Atas kebakaran tersebut kerugian material sekitar Rp 20 juta, beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa teresebut,” imbuh kapolsek.

Saat kebakaran berlangsung, kamar santri tersebut memang kosong. Para santri sedang berada di sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar dan mengajar. Penyebab dari kebakaran tersebut diduga kuat berasal dari charger.

”Penyebab kebakaran tersebut diperkirakan karena terjadi konsleting arus listrik karena ada charger handphone yang masih menempel pada stop kontak, sehingga membakar tumpukan buku dan apinya menjalar pada kusen jendela, dan pintu. Selanjutnya menjalar pada rangka atap pada pondok pesantren yang terbuat dari kayu tersebut,” ungkap Kapolsek AKP Sunaryo.

Kebakaran tersebut menjadi kepanikan tersendiri, para siswa yang tak jauh dari lokasi kebakaran berhamburan keluar dari dalam kelas. Untuk mengantisipasi jika api terus membesar dan bisa menjalar kemana-kemana. Sebab di dekat bangunan kamar santri tersebut ada sekolah, dan bangunan lain.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 12:35:26 +0700
<![CDATA[Lama Kosong, Bupati Pati Akhirnya Lantik 28 Pejabat Eselon]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130052/lama-kosong-bupati-pati-akhirnya-lantik-28-pejabat-eselon https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/lama-kosong-bupati-pati-akhirnya-lantik-28-pejabat-eselon_m_1554530578_130052.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/lama-kosong-bupati-pati-akhirnya-lantik-28-pejabat-eselon_m_1554530578_130052.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130052/lama-kosong-bupati-pati-akhirnya-lantik-28-pejabat-eselon

Usai mengambil sumpah jabatan, Bupati mengungkapkan alasan pelantikan yang dilakukan hari ini.]]>

KOTA - Bupati Haryanto melantik sebanyak 28 pejabat struktural eselon III dan IV dengan penempatan di berbagai OPD pada Jum'at (5/4), bertempat di ruang Pragolo Setda Pati.

Usai mengambil sumpah jabatan, Bupati mengungkapkan alasan pelantikan yang dilakukan hari ini.

"Semua ini dalam rangka memperkuat institusi, karena kita tidak mau berlama lama ada kekosongan", ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, pengisian kekosongan jabatan ini khusus untuk pejabat administratur dan pengawas, yang artinya untuk mengisi jabatan setingkat eselon III dan IV, seperti posisi camat, sekretaris OPD, sekretaris camat, kepala bidang maupun kepala seksi.

"Kecuali eselon II atau pejabat pimpinan tinggi ini jelas berbeda, dimana prosesnya harus seleksi dan membutuhkan waktu. Bila pelantikan seperti ini pejabat administratur atau pengawas, cukup pengadaan rapat dan jabatan yang memenuhi", jelas Bupati.

Haryanto pun menuturkan, pelantikan yang dilaksanakan hari ini, tak lain sebab adanya kekosongan pejabat agar tidak terlalu lama diampu oleh pelaksana tugaa (Plt). Apalagi menghadapi, pileg, pilpres, yang mana membutuhkan konsentrasi penuh, bila diampu oleh Plt pastinya tidak maksimal.

Menurutnya pelantikan baik itu promosi atau rotasi adalah satu kebutuhan dalam rangka memaksimalkan organisasi. Ia menampik anggapan adanya kata sentimen individu. Tak hanya itu, Bupati juga meminta seluruh jajarannya untuk tidak berprasangka buruk seperti "kenapa ditempatkan disini". 

"Terpenting setelah pelantikan ini cepat pelajari tupoksi, segera bertugas, segera berkoordinasi, tidak usah menunda nunda atau menunggu-nunggu," tegas Bupati.

Dalam pelantikan turut hadir, Wakil Bupati Saiful Arifin, Sekda Kabupaten Pati Suharyono, Komisi A DPRD kabupaten Pati Aji Sudarmaji, serta disaksikan oleh seluruh camat, kepala OPD dan para Kabag.

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 10:16:38 +0700
<![CDATA[Talut Sungai di Sumbersari Longsor Hancurkan Rumah Warga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130047/talut-sungai-di-sumbersari-longsor-hancurkan-rumah-warga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/talut-sungai-di-sumbersari-longsor-hancurkan-rumah-warga_m_1554527139_130047.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/talut-sungai-di-sumbersari-longsor-hancurkan-rumah-warga_m_1554527139_130047.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130047/talut-sungai-di-sumbersari-longsor-hancurkan-rumah-warga

Talut sungai di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen ambrol sehingga menyebabkan longsor dan menimpa dapur rumah milik Dodi, 48, warga RT 3 RW 5, Desa Sumbersari.]]>

KAYEN – Talut sungai di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen ambrol sehingga menyebabkan longsor dan menimpa dapur rumah milik Dodi, 48, warga RT 3 RW 5, Desa Sumbersari, Kayen pada Kamis (4/4) sore. Tak ada koban jiwa, warga dan anggota TNI setempat memperbaiki kemarin.

Berdasarkan informasi kemarin, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Kayen dan sekitarnya Kamis (4/4). Akibat hujan tersebut, talut di sungai Desa Sumbersari turut belakang rumah Dodik tak mampu menampung debit air. Sehingga menyebabkan fondasi talut setinggi dua meter ambrol dan menimpa dapur rumah korban.

Akibat talut sungai yang jebol dan menimpa dapur itu membuat Dodi dan keluarganya panik. Mereka berlarian keluar rumah saat mendengat suara keras tembok rumahnya yang ambrol. Dodi membawa ketiga anaknya untuk menjauh dari lokasi rumahnya.

“Waktu kami berada di dalam rumah, tiba-tiba terdengar suara gemuruh di belakang rumah. Setelah kami cek, ternyata tembok dapur rumah kami sudah ambrol. Saya langsung membawa keluarga untuk keluar rumah,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Beruntung kejadian itu tak menyebabkan korban jiwa. Keluarga Dodi tengah berada di depan rumah. Dirinya kawatir jika terjadi longsor susulan. Dodi berharap talut di sungai belakang rumahnya segera diperbaiki, sebab dikhawatirkan banjir bisa menerjang saat ada kiriman air dari pegunungan.

Kemarin, beberapa warga dan anggota TNI dari Koramil Kayen membantu Dodi mengevakuasi puing-puing reruntuhan longsor. Komandan Koramil 04/Kayen Kapten Cba M. Zuhri Antoro bersama beberapa anggotanya membantu korban membersihkan dan mengevakuasi barang-barang milik korban yang tertutup reruntuhan material tanah.

Zuhri yang didampingi Babinsa mengatakan rumah di sekitar lokasi longosornya talut berdekatan dengan talut sungai. Setiap hujan deras, kerap berdampak meluapnya air sungai ke pemukiman warga. Kini, material reruntuhan talut dan anah yang menimpa rumah korban sudah bersih.

“Untuk dapur rumah korban kami tutup dengan terpal hingga dibangun kembali temboknya,” tuturnya didampingi Babinsa Desa Sumbersari Serda Afandi.

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 10:00:09 +0700
<![CDATA[Jelang Pemilu 2019, Kapolres Pati Ganti Kapolsek]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129852/jelang-pemilu-2019-kapolres-pati-ganti-kapolsek https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/jelang-pemilu-2019-kapolres-pati-ganti-kapolsek_m_1554446969_129852.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/jelang-pemilu-2019-kapolres-pati-ganti-kapolsek_m_1554446969_129852.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129852/jelang-pemilu-2019-kapolres-pati-ganti-kapolsek

Kapolres Pati melaksanakan serah terima jabatan kapolsek Winong dan kapolsek Margorejo di halaman Mapolres Pati kemarin. Sertijab dilakukan jelang pemilu.]]>

PATI – Kapolres Pati melaksanakan serah terima jabatan kapolsek Winong dan kapolsek Margorejo di halaman Mapolres Pati kemarin. Sertijab tersebut dilakukan dua pekan menjelang pemilu 17 April. Selain itu dua personel telah diberikan kenaikan pangkat.

Dua jabatan kapolsek yang diganti kapolsek Winong sebelumnya dijabat AKP Purwito kini dijabat IPTU Agung Suharyono. Sebelumnya ia menjabat kasubbag Humas Polres Pati. Sementara itu kasubbag humas kini dijabat IPTU Suharning.

AKP Purwito kini menjabat kapolsek Margorejo menggantikan AKP Endah. Pejabat lama Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih dipindah menjadi kasubbag Hukum Bagian Sumda.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan Polri hal biasa. Ini didasari kepentingan dinamikan organisasi atau pengembangan karir yang bersangkutan. Untuk penyegaran organisasi di lingkungan Polri.

Pada serah terima jabatan tersebut, telah ditandai pengambilan sumpah jabatan kepada pejabat baru dan penandatanganan sertijab oleh pejabat yang disertijab. Selain sertijab, pihaknya juga memberikan dua kenaikan pangkat kepada Kapolsek Kayen dari AKP Sutopo menjadi Kompol Sutopo. Selain itu Kanit III SPKT Polres Pati dari AIPTU Puryanto menjadi IPDA Puryanto.

“Kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada petugas yang dirotasi dan diberikan kenaikan pangkat. Untuk AKP Purwito yang sudah tiga kali menjabat sebagai kapolsek kami minta langsung menjalankan tugas. Langsung bekerja, kenali seluruh anggota dan lingkungan di tempat tugas baru,” paparnya.

Begitupun juga kepada anggota lain yang diberikan tugas di tempat baru dan anggota yang mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian untuk bekerja lebih baik lagi. Terlebih kini menjelang pemilu. Segera menyesuaikan diri dan kenali lingkungan supaya bisa langsung beradaptasi.

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 13:40:10 +0700
<![CDATA[Anggota DPR Imam Suroso Tekankan Pancasila sebagai Pedoman Berbangsa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129848/anggota-dpr-imam-suroso-tekankan-pancasila-sebagai-pedoman-berbangsa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/anggota-dpr-imam-suroso-tekankan-pancasila-sebagai-pedoman-berbangsa_m_1554449548_129848.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/anggota-dpr-imam-suroso-tekankan-pancasila-sebagai-pedoman-berbangsa_m_1554449548_129848.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129848/anggota-dpr-imam-suroso-tekankan-pancasila-sebagai-pedoman-berbangsa

Pentingnya makna Pancasila kembali ditekankan kepada masyarakat sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu diungkap dalam sosialisasi.]]>

PATI – Pentingnya makna Pancasila kembali ditekankan kepada masyarakat sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu diungkapkan dalam kegiatan sosialisasi empat pilar baru-baru ini di Balai Desa Winong, Kecamatan Pati. Sekitar 150 peserta hadir dan menyimak kegiatan sosialisasi tersebut.

”Karena masyarakat Indonesia memiliki kebudayaan, bahasa, dan suku yang beragam, perlu kiranya masyarakat memiliki satu pedoman yakni Pancasila sebagai dasar negara. Sehingga, masyarakat memiliki satu pedoman yang sama untuk memajukan negara,” kata anggota DPR RI Komisi IX Imam Suroso kepada para peserta sosialisasi.

Dasar negara, lanjut Imam Suroso, sangat perlu diketahui masyarakat, lantaran dari dasar negaralah seluruh masyarakat bisa bersatu padu untuk memajukan negara Indonesia. “Tentunya, kami harus menghargai para pejuang yang dulu perjuangkan kemerdekaan. Dengan demikian masyarakat harus mau dan berjuang untuk mengisi kemerdekaan ini. Jangan sampai perjuangan para pahlawan di masa lalu percuma,” kata Imam Suroso saat flashback perjalanan bangsan Indonesia.

Menurutnya, pemahaman tentang dasar negara, yaitu Pancasila sangat penting. Sebab pemahaman yang baik pastinya negara ini akan tertata dengan baik pula. Melihat beragamnya bangsa Indonesia ini. “Negara akan maju apabila masyarakat di dalamnya mau dan mampu untuk membangun karakter yang baik. Karakter itu ada dalam dasar negara kita ini,” jelas politisi PDI Perjuangan ini. 

Gagasan dan pemikiran generasi muda, lanjut Imam Suroso juga sangat diperlukan dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Dari pemikiran generasi muda inilah, akan lahir terobosan yang bisa mempercepat kemajuan bangsa. Hal ini tertuang jelas dalam sila ketiga yang berbunyi Persatuan Indonesia.

“Tetapi yang terpenting adalah kesatuan Indonesia untuk negara yang kuat dan bermartabat. Dalam mengisi kemerdekaan, kita tidak bisa dengan hanya satu atau dua kelompok. Sebab tanpa persatuan, tentunya suatu bangsa akan mudah runtuh dan terpecah belah,” imbuhnya. 

Yang jelas lanjutnya, masyarakat harus memahami Pancasila secara menyeluruh dari sila pertama sampai kelima. Sebab, di dalamnya terkandung makna yang sangat luhur dan mencerminkan kepribadian bangsa yang kuat dan bermartabat.  

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 13:29:15 +0700
<![CDATA[Jelang Pemilu, Disdukcapil Kebut Perekaman E-KTP Capai 98 Persen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129843/jelang-pemilu-disdukcapil-kebut-perekaman-e-ktp-capai-98-persen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/jelang-pemilu-disdukcapil-kebut-perekaman-e-ktp-capai-98-persen_m_1554449928_129843.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/jelang-pemilu-disdukcapil-kebut-perekaman-e-ktp-capai-98-persen_m_1554449928_129843.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129843/jelang-pemilu-disdukcapil-kebut-perekaman-e-ktp-capai-98-persen

Disdukcapil Pati telah merampungkan perekaman e-KTP mencapai 98,88 persen. Pengebutan perekaman itu dilakukan jelang pemilu 17 April nanti.]]>

PATI – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pati telah merampungkan perekaman e-KTP mencapai 98,88 persen. Pengebutan perekaman itu dilakukan jelang pemilu 17 April nanti. Pihaknya terus melakukan jemput bola bagi warga yang belum perekaman. Terlebih pada pemilu nanti surat keterangan (suket) bisa digunakan sebagai syarat mencoblos.

Kepala Disdukcapil Pati Rubiyono menuturkan, perekaman e-TKP terus dikebut. Yang menjadi kendala sampai saat ini warga yang merantau keluar daerah rata-rata dari Kecamatan Sukolilo, Winong, dan Kayen. Warga di kecamatan tersebut banyak yang merantau dan belum melakukan perekaman e-TKP.

Menurutnya, ketersediaan blanko sejauh ini masih lancar. Jika belum didistribusikan dari pusat, maka perekamn diberikan suket terlebih dahulu. Terlebih kini suket bisa dijadikan syarat mencoblos pemilihan presiden sesuai dengan putusan mahkamah konstitusi 26 Maret lalu tentang aturan suket yang bisa digunakan sebagai salah satu syarat mencoblos.

“Untuk itu kami melayani pembuatan suket yang bisa digunakan untuk hak pilih warga. Apabila jaringan internet bagus dan masih ada ketersediaan blanko, bisa langsung diterbitkan e-KTP. Kami akan menyisir masyarakat Pati yang belum merekam supaya segera rekam data KTP elektronik,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Ruby menambahkan, sudah sepuluh hari terakhir petugas Disdukcapil menyisir kecamatan-kecamatan dengan pelayanan sehari langsung jadi. Bukan hanya untuk KTP elektronik saja, tapi juga untuk KK, akte kelahiran/kematian, apabila persyaratan memenuhi di tempat itu langsung bisa jadi.

“Kami meminta warga Pati yang belum perekaman bisa datang ke kecamatan atau ke kantor Disdukcapil Pati. Jika dilakukan di Disdukcapil bisa langsung jadi jika jaringan dan blanko mendukung. Namun untuk pelayanan di kecamatanbisa terbit sehari atau dua hari karena peralatannya terbatas,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 13:11:36 +0700
<![CDATA[DKK Pati: Masih Ada 17 Ribu Keluarga Buang Air Besar Sembarangan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129556/dkk-pati-masih-ada-17-ribu-keluarga-buang-air-besar-sembarangan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/dkk-pati-masih-ada-17-ribu-keluarga-buang-air-besar-sembarangan_m_129556.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/dkk-pati-masih-ada-17-ribu-keluarga-buang-air-besar-sembarangan_m_129556.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129556/dkk-pati-masih-ada-17-ribu-keluarga-buang-air-besar-sembarangan

Buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi tabiat buruk 17 ribu kepala keluarga (KK) di Pati. Pemkab masih terus berupaya untuk menjadikan stop BABS 2019.]]>

KOTA – Buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi tabiat buruk 17 ribu kepala keluarga (KK) di Pati. Pemkab Pati masih terus berupaya untuk menjadikan Kabupaten Pati stop BABS pada 2019 ini. Salah satunya akan membuat peraturan daerah (perda) sebagai payung hukum penanganannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr. Edi Siswanto melalui Kasi Kesling Kerja dan Olahraga Etty Irianingrum mengaku berdasarkan prosentase warga yang sudah stop BABS sudah ada 95,59 persen dan yang masih BABS ada 4,41 persen atau masih ada 17.342 KK yang tersebar di semua kecamatan di Pati.

“Warga yang masih BABS ini memang bandel. Berbagai upaya sudah dilaksanakan. Bahkan kami telah menggelar korodinasi dengan lintas OPD dan camat untuk engevaluasi. Setiap kecamatan mengalami bebeapa kendala. Seperti di Kecamatan Pati ini faktornya bukan karena warganya tidak mampu. Mereka mempunyai sepiteng namun dialirkan ke sungai,” katanya.

Selain itu, ada daerah yang terkendala lahan untuk membuat jamban bersama. Kini sudah ada langkah dan program bersama dari lintas OPD. Seperti dari Dispermades ada anggaran dana desa dan alokasi dana desa yang dapat digunakan. Dari DKK ada tim sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa untuk memonitoring.

Sedangkan dari Disperkim mengatasi kendala lahan untuk membuat sepiteng komunal. Selain itu, untuk menuntaskan stop BABS 2019 ini, akan ada surat edaran dari Bupati Pati tentang STBM dan pengesahan Perda STBM tentang stop BABS, cuci tangan dengan sabun, pengamanan makanan dan air minum rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.

“Untuk jangak dekat ini yang diutamakan pilar pertama tentang pengentasan stop BABS. Karena Pati menargetkan 2019 ini menjadi open defecation free (ODF) atau kondisi 100 persen masyarakat bebas BABS sesuai intruksi pemerintah pusat. Perda itu juga sesuai surat edaran Gubernur Jateng tentang percepatan stop BABS,” jelasnya kemarin.

Ia mengatakan, dengan pembuatan Perda STBM bisa membantu penuntasan stop BABS karena sudah ada payung hukumnya. Dengan begitu, masyarakat yang masih bandel BABS bisa dikenai sanksi. Masyarakat harus mempunyai niat dari diri sendiri, bahwa BAB itu kebutuhan dasar dan bisa menimbulkan penyakit apabila dilakukan di sembarang tempat. Beberapa penyakit berbasis lingkungan disebabkan oleh kebiasaan BABS.

Salah satu warga Desa Kedung Pancing, Juwana, NS mengaku sudah puluhan tahun menggunakan WC terbang yang sanitasinya langsung dibuang ke sungai. Selain itu, ia tak mempunyai uang membangun jamban yang layak.

“Sudah nyaman sih buang air besar di pinggir sungai seperti itu. Biasanya kalau mau buang air besar bawa air untuk membasuh. Sudah terbiasa sejak dulu. Kalau mau bangun tidak punya uang yang banyak. Karena membangun jamban yang layak membutuhkan biaya tidak sedikit,” lanjut Etty.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 12:09:49 +0700
<![CDATA[Gelar Literasi Edukasi, Bank BKK Kenalkan Simolek ke Pasar dan Sekolah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129550/gelar-literasi-edukasi-bank-bkk-kenalkan-simolek-ke-pasar-dan-sekolah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/gelar-literasi-edukasi-bank-bkk-kenalkan-simolek-ke-pasar-dan-sekolah_m_129550.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/gelar-literasi-edukasi-bank-bkk-kenalkan-simolek-ke-pasar-dan-sekolah_m_129550.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129550/gelar-literasi-edukasi-bank-bkk-kenalkan-simolek-ke-pasar-dan-sekolah

Bank BKK Pati menggelar kegiatan Literasi Edukasi Dan Inklusi melalui mobil “Simolek”. Kegiatan ini dimulai triwulan pertama 2019.]]>

KOTA – Bank BKK Pati menggelar kegiatan Literasi Edukasi Dan Inklusi melalui mobil “Simolek”. Kegiatan ini dimulai triwulan pertama 2019.

Simolek sendiri merupakan Si Mobil Literasi Edukasi Keuangan. Melalui penggunaan mobil Simolek ini, Bank BKK Pati berusaha selalu hadir dan mendekatkan diri pada masyarakat. Baik itu kalangan pengunjung dan pedagang di pasar-pasar, sekolahan ataupun di masyarakat pada umumnya.

Direktur Bank BKK Kabupaten Pati, Slamet Widodo mengungkapkan, pada tahun ini, beberapa tempat yang sudah disinggahi Simolek ini diantaranya ada di wilayah Pasar PORDA Juwana, di Pasar Kayen dan di SD Sugiharjo 02 Kecamatan Pati.

Untuk sasaran di pasar untuk meningkatkan pengetahuan kepada para pengunjung dan pedagang di pasar atas pentingnya kehadiran lembaga jasa keuangan atau perbankan sebagai lembaga intermediasi, yaitu menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat berupa produk kredit. Masyarakat juga diberikan edukasi terkait simpanan yang dijamin oleh lembaga resmi pemerintah yaitu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sementara untuk di sekolah, Bank BKK Pati hadir memberikan edukasi tentang pentingnya menabung yang dilakukan oleh siswa sejak dari usia dini PAUD serta SD, karena dengan menabung berarti sudah berpartisipasi dalam pembangunan.

Dalam edukasi tersebut juga di sampaikan untuk gemar menabung bagi siswa dengan menggunakan tabungan simpanan pelajar (Simpel) ini juga salah satu program pemerintah untuk dapat disosialisasikan ke seluruh siswa atau sekolah sekolah. ”Anak-anak sangat antusias saat dijelaskan tentang menabung ini,” jelas Slamet Widodo kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Lebih lanjut, kata Slamet Widodo, dengan menggunakan mobil Simolek tersebut, Bank BKK Pati ingin hadir di masyarakat untuk lebih dipercaya sebagai lembaga jasa keuangan yang prima serta dapat berkontribusi untuk menyukseskan program dari pemerintah yaitu Literasi Edukasi dan Inklusi keuangan, serta menambah kepercayaan masyarakat akan kehadiran atau keberadaan BANK BKK Pati sebagai banknya UMKM di Kabupaten Pati.

Terbukti dengan hadirnya Bank BKK Pati, dapat perekonomian di Kabupaten Pati. Bukti lain adalah dari periode ke periode dana masyarakat yang di simpan di Bank BKK Pati semakin tumbuh seiring dengan kepercayaan masyarakat menggunakan jasa layanan bank.

Dalam hal ini Bank BKK Pati adalah salah satu Perusahaan Daerah milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pati, serta dana simpanan masyarakat ikut dalam program penjaminan simpanan (LPS), untuk hal inilah sangat strategis atas kehadiran Bank BKK Pati di tengah masyarakat Pati yang membutuhkan jasa produk perbankan dengan pelayanan yang prima serta akan memberikan Kredit kepada pelaku UMKM di Kabupaten Pati dengan bunga bersaing dengan lembaga jasa keuangan lainnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 11:58:42 +0700
<![CDATA[Tabung Kompresor Meledak di Jalan Pati-Juwana Tewaskan Sopir Truk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129519/tabung-kompresor-meledak-di-jalan-pati-juwana-tewaskan-sopir-truk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/tabung-kompresor-meledak-di-jalan-pati-juwana-tewaskan-sopir-truk_m_129519.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/tabung-kompresor-meledak-di-jalan-pati-juwana-tewaskan-sopir-truk_m_129519.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129519/tabung-kompresor-meledak-di-jalan-pati-juwana-tewaskan-sopir-truk

Sopir truk Eko Wingarno, 35, warga Kelurahan Keldonan, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap, tewas terkena ledakan tabung kompresor.]]>

PATI – Sopir truk Eko Wingarno, 35, warga Kelurahan Keldonan, Kecamatan Cilacap, Kabupaten Cilacap, tewas terkena ledakan tabung kompresor. Saat itu dirinya sedang mengisi angin ban kendaraannya di Jalan Pati-Juwana Selasa (2/4) malam. Pada kejadian itu, salah satu sopir Kuat Priyono, 40, mengalami luka berat. Luka ringan Suli, 50, penambal ban.

Beberapa kendaran yang melintas di lokasi rusak karena percikan ledakan kompresor itu. Kondisi Jalan Pati-Juwana di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, padat kerumunan warga Selasa (2/4) pukul 20.00. Bangunan tambal ban milik Teguh Hartomo, 35, porak-poranda. Tabung kompresor ditambal ban itu meledak. Percikan akibat ledakan itu bahkan sampai di jalanan.

Beberapa petugas kepolisian sudah berada di TKP. Di teras tambal ban, sudah tergeletak jenazah Eko, sopir truk yang malam itu tengah memperbaiki ban di dekat tabung. Korban langsung meninggal usai terkena ledakan tabung kompresor. Pukul 21.00, petugas memberikan police line di sekitar TKP. Olah TKP dilakukan hingga tengah malam. Sementara itu korban lainnya Kuat dilarikan ke RSUD Soewondo Pati.

KRITIS: Salah satu korban luka berat akibat ledakan tabung dirawat di RSUD Soewondo kemarin. (SRI PUTJIWATI/RADR KUDUS)

Ledakan tabung kompresor tersebut bermula saat korban dan kedua sopir lainnya warga Cilacap berisitirahat memperbaiki ban. Mereka berjalan dari arah timur hendak ke barat. Ketiga sopir asal Cilacap itu membawa tiga truk yang dikemudikan sendiri-sendiri.

Sebelum kejadian, korban berada tepat di depan bangunan tambal ban untuk memperbaiki ban kendaraannya. Di dekat korban ada sopir lainnya Kuat yang mengalami luka berat. Sementara sopir ketiga Teguh Saputra, 26, warga Cilacap berada di lokasi agak jauh dari tambal ban. Sehingga selamat dari kejadian.

Ketika korban dan tambal ban tengah memperbaiki, tiba-tiba tabung kompresor meledak. Ledakan itu sangat kencang hingga membuat warga di desa sekitar mendengarnya. Kencangnya ledakan membuat bangunan porak-poranda dan kedua sopir yang ada di dekat kompresor meninggal dan mengalami luka berat. Sementara pekerja tambal ban mengalami luka ringan.

Warga setempat menolong korban yang mengalami luka berat dibawa ke RSUD Soewondo. Korban luka berat Kuat masih terbaring lemas di rumah sakit. Kemarin, ia didampingi beberapa keluarganya dari Cilacap. Sesuai namanya, Kuat, ia mencoba bertahan untuk hidup meskipun beberapa bagian tubuhnya dipenuhi luka akibat ledakan tabung. Bahkan jari telunjuknya sudah tidak ada.

Suwarti, 56, keluarga Kuat yang kemarin mendampingi mengaku bertolak dari Cilacap ke Pati Selasa (2/4) pukul 22.00 dan tiba di Pati kemarin pukul 07.00. Dia langsung menuju rumah sakit. Ia sedih melihat kondisi keponakannya itu. Sesampainya di rumah sakit, dirinya membersihkan rambut Kuat yang masih ada kerikil. Meski kondisinya sudah lemas, Kuat sudah mau makan beberapa sendok.

Suwarti mulanya hanya mengetahui keponakan dan dua sopir lainnya mengalami kecelakaan. Ia tak tahu jika penyebab kejadian itu ledakan kompresor. Dirinya bersyukur Kuat masih selamat. Kuat sendiri sudah menjadi sopir sejak lulus SMP. Dirinya sudah memiliki dua orang anak.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menuturkan, peristiwa itu terjadi karena ledakan tabung kompresor yang saat itu masih hidup. Pihaknya langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Korban meninggal dunia karena tengkorak kepala korban pecah. Itu akibat ledakan. Sedangkan korban luka berat terkena serpihan tabung kompresor.

“Korban meninggal dunia sudah kami serahkan kepada keluarganya dan dikebumikan di Cilacap. Sementara korban luka masih dirawat di RSUD Soewondo. Kini kami masih terus mendalami dan meminta keterangan dari para saksi,” tuturnya kemarin.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 10:18:03 +0700
<![CDATA[Bupati Kumpulkan Forkompinda, Ternyata Ini yang Dibicarakan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129343/bupati-kumpulkan-forkompinda-ternyata-ini-yang-dibicarakan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/bupati-kumpulkan-forkompinda-ternyata-ini-yang-dibicarakan_m_129343.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/bupati-kumpulkan-forkompinda-ternyata-ini-yang-dibicarakan_m_129343.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129343/bupati-kumpulkan-forkompinda-ternyata-ini-yang-dibicarakan

Bupati Haryanto mengumpulkan seluruh jajaran Forkopimda pagi kemarin di Ruang Penjawi Setda Pati. Hal itu dilakukan untuk kordinasi terkait persiapan pemilu.]]>

KOTA – Bupati Haryanto mengumpulkan seluruh jajaran Forkopimda pagi kemarin di Ruang Penjawi Setda Pati. Hal itu dilakukan untuk melakukan kordinasi terkait persiapan pemilu 17 April mendatang termasuk mengantisipasi segala hal yang dianggap rawan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran muspika, perwakilan partai politik serta KPU dan juga Bawaslu Kabupaten Pati sebagai penyelenggara dan pengawas pemilu. Pihaknya mengaku, dalam kegiatan ini sebagai kepala daerah sifatnya hanya tanggung jawab moral saja. Sebab sebagai pelaksana adalah KPU.

”Ini semua pihak kami kumpulkan untuk mengetahui kesiapan, sekaligus pemetaan persoalan ketika di lapangan nanti saat hari H,” jelas Bupati Haryanto di hadapan para peserta rapat koordinasi.

Antisipasi segala  persoalan sekecil apapun dalam pelaksanaan pemilu perlu dilakukan. ”Jangan sampai tidak ada antisipasi dan tidak ada kesiapan yang akhirnya menjadi persoalan di lapangan,” imbuhnya.

Antisipasi itu misalnya soal pasokan listrik saat hari pelaksanaan nanti. Perlu diperhatikan juga faktor cuaca, siapa tahu tiba-tiba hujan lebat datang dan ada baiknya penyediaan genset untuk tiap TPS, sebagai antisipasi listrik padam meskipun sudah  koordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman listrik. Antisipasi juga berkaitan dengan bencana alam. Apalagi saat ini masih dalam musim yang belum menentu.

Tak kalah penting persiapan jelang hari pencoblosan nanti, untuk menghindari yang tidak diinginkan pihaknya akan membantu terkait penyimpanan surat suara serta kotaknya. ”Terkait pengepakan dan penyimpanan kotak suara kami bantu fasilitasi tempat yg mudah diawasi dan aman  sepertidi SMAN 2 Pati, GOR, dan juga SMKN 2 Pati, dan selebihnya masih dikonsultasikan,” terang Haryanto.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 11:56:36 +0700
<![CDATA[Diguyur Hujan Deras, Jalan Jakenan Tergenang Air 40 Sentimeter]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129341/diguyur-hujan-deras-jalan-jakenan-tergenang-air-40-sentimeter https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/diguyur-hujan-deras-jalan-jakenan-tergenang-air-40-sentimeter_m_129341.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/diguyur-hujan-deras-jalan-jakenan-tergenang-air-40-sentimeter_m_129341.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129341/diguyur-hujan-deras-jalan-jakenan-tergenang-air-40-sentimeter

Banjir bandang menggenangi jalan Jakenan, Desa Glonggong, Jakenan. Air menggenangi jalan desa karena diguyur hujan dan sungai tak dapat menampung debit air.]]>

JAKENAN – Banjir bandang menggenangi jalan Jakenan, Desa Glonggong, Jakenan kemarin. Air menggenangi jalan desa karena diguyur hujan dan sungai di desa tersebut tak dapat menampung debit air.

Berdasarkan informasi, hujan deras terjadi pada Senin (1/4) malam. Derasnya hujan di kawasan Jakenan dan sekitarnya membuat sungai tak dapat menampung debit air. Sehingga membuat air melimpas di jalan kemarin pukul 09.00. Kondisi ini sedikit mengganggu aktivitas warga yang melintas.

Air menggenangi jalan setinggi kurang lebih 20-40 sentimeter. Ketinggian air paling parah mulai pertigaan Glonggong hingga jembatan desa tersebut. Air menggenangi jalan mulai pukul 09.00-12.00. Air mulai berangsur-angsur surut dan tidak sampai menggenangi rumah warga.

Salah satu warga setempat, Yunanto, 32, mengatakan, air melimpas ke jalan sekitar pukul 09.00. Pagi saat dia berangkat kerja, air belum naik. Namun saat istirahat dan pulang, jalan sudah digenangi air. Meski demikian, masih bisa diakses walaupun harus berhati-hati.

”Pengendara jalan harus mengangkat kaki ke sepeda motor supaya tidak basah. Banjir di Glonggong memang sudah menjadi langganan kalau hujan deras. Namun ini mendingan daripada sebelumnya karena sungai sudah ditalut,” katanya kemarin.

Sebelum sungai ditalut, imbuh Yunanto, banjir bisa menggenangi pemukiman warga. Bahkan air bisa menggenangi pemukiman dan jalan beberapa hari. Dirinya berharap ada perbaikan drainase atau normalisasi sungai supaya tidak menjadi langganan banjir.

Selain di Desa Glonggong, Jakenan, air juga menggenangi jalan dan pemukiman warga di Kecamatan Batangan. Seperti banjir di Glonggong, di Batangan juga disebabkan karena limpasan dari sungai di Batangan. Meskipun tak sampai masuk ke rumah warga, tapi hingga kemarin sore air masih menggenangi jalan.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 11:44:50 +0700
<![CDATA[RS Mitra Bangsa Pati Gelar Pemeriksaan Osteoporosis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129340/rs-mitra-bangsa-pati-gelar-pemeriksaan-osteoporosis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/rs-mitra-bangsa-pati-gelar-pemeriksaan-osteoporosis_m_129340.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/rs-mitra-bangsa-pati-gelar-pemeriksaan-osteoporosis_m_129340.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129340/rs-mitra-bangsa-pati-gelar-pemeriksaan-osteoporosis

RS Mitra Bangsa Pati mengadakan seminar umum osteoporosis dengan para pemateri ahli di bidangnya. Puluhan warga antusias mengikuti pemahaman osteoporosis.]]>

KOTA – RS Mitra Bangsa Pati mengadakan seminar umum osteoporosis dengan para pemateri ahli di bidangnya. Puluhan warga yang terdiri dari berbagai usai antusias mengikuti pemahaman tentang osteoporosis. Setelah seminar, peserta mengecek langsung kepadatan tulang untuk mengetahui kesehatan tulang.

Owner RS Mitra Bangsa yang juga anggota Komisi IX DPR RI Imam Suroso juga turut dalam pengecekan tulang. Ia mengatakan, kegiatan seminar kesehatan tentang osteoporosis itu sangat baik. Karena dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat terutama lansia. Seminar yang dipandu dari dokter ahli di bidangnya salah satunya dari Universitas Diponegoro Semarang memberikan pengetahuan dan tips kesehatan tentang osteoporosis.

Menurut Imam, pengetahuan tentang kesehatan tulang sangatlah penting. Sebab tulang adalah bagian tubuh cukup vital. Apabila tulang sehat, maka aktivitas manusia juga lancar dan semangat. Ke depan seminar yang mengedukasi masyarakat tentang kesehatan akan terus dilaksanakan. Seperti kesehatan jantung, ginjal, hingga diabetes.

“Dengan pengetahuan itu, bisa memberikan wawasan kepada masyarakat. Ini merupakan upaya preventif yang lebih penting. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Imam yang didampingi Direktur RS Mitra Bangsa Sugeng Ristanto.

Sugeng menambahkan, seminar itu sebagai penutup HUT ke-16 RS Mitra Bangsa. Ini sebagai sumbangsih kepada masyarakat Pati supaya lebih memahami tentang osteoporosis. Topik tentang osteoporosis dipilih karena angka harapan hidup semakin meningkat sehingga jumlah masyarakat usia lanjut juga meningkat. Pihaknya juga ingin mengenalkan kepada warga bahwa RS Mitra Bangsa kini memiliki spesialis rehabilitasi medis yang tiap hari praktik di rumah sakit.

Sementara itu salah satu pemateri dr. Aloysia Marlini mengatakan osteoporosis terjadi karena kepadatan tulang yang terganggu. Banyak orang awam tidak mengetahui osteoporisis tidak hanya dialami lansia, juga perokok berat, terlalu banyak minum kpi, suka tiduran, dan pemakai obat-obatan. “Kami memberikan pemahaman dan tips kepada masyarakat. Salah satunya harus ada gerakan yang dilakukan supaya menjaga kesehatan tulang,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 11:35:04 +0700
<![CDATA[Mandi Bunga Iringi Kenaikan Pangkat 57 Anggota Kodim Pati]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129148/mandi-bunga-iringi-kenaikan-pangkat-57-anggota-kodim-pati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/mandi-bunga-iringi-kenaikan-pangkat-57-anggota-kodim-pati_m_129148.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/mandi-bunga-iringi-kenaikan-pangkat-57-anggota-kodim-pati_m_129148.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129148/mandi-bunga-iringi-kenaikan-pangkat-57-anggota-kodim-pati

Tradisi siram air kembang menandai upacara kenaikan pangkat sejumlah 57 anggota Kodim 0718/Pati pagi kemarin di halaman Makodim 0718/Pati.]]>

KOTA – Tradisi siram air kembang menandai upacara kenaikan pangkat sejumlah 57 anggota Kodim 0718/Pati pagi kemarin di halaman Makodim 0718/Pati. Komandan Kodim (Dandim) Letkol Arm Arief Darmawan memimpin langsung upacara kenaikan pangkat tersebut.

Upacara kenaikan pangkat diikuti sekitar 350 personil Kodim 0718/Pati. Baik dari perwira, bintara, dan tamtama. Dandim Arief Darmawan dalam kesempatan tersebut juga membacakan amanat dari Komandan Korem (Danrem) 073/Makutarama.

”Ayo para prajurit tetap semangat, untuk menjaga soliditas serta kerjasama untuk menghadapi tantangan di depan,” kata Dandim Arief Darmawan membacakan sambutan Danrem 073/Makutarama tersebut.

Lebih lanjut, Dandim Arief Darmawan menyebut, dengan kenaikan pangkat itu diharapkan bisa meningkatkan tanggung jawab prajurit dalam mengembang tugas negara. ”Tantangan dekat sudah ada. Menyikapi situasi saat ini, negara sedang ramai-ramainya menyiapkan hajatan pilpres dan pileg 17 April nanti dengan segala dinamika yang terjadi. Tugas yang pertama para prajurit harus bisa memegang teguh netralitas TNI dalam kancah politik praktis,” terang Dandim di hadapan para prajurit TNI.

”Sebagai prajurit harus kembali ke politiknya TNI. Politik TNI adalah politik negara. Semoga kita tetap bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya. Utamanya di tahun politik ini, netralitas sebagai prajurit negara, serta turut menciptakan situasi aman dan kondusif,” imbuhnya.

Dari 57 anggota yang mendapat kenaikan pangkat. Mereka terdiri dari pelda ke peltu sebanyak 5 prajurit, serma ke pelda 11 prajurit, serka ke serma 4 prajurit, sertu ke serka 1 prajurit, serda ke sertu 32 prajurit, kopda ke koptu 4 prajurit TNI.

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 12:22:05 +0700
<![CDATA[Motor Seruduk Truk Box di Jalan Tayu-Jepara, Warga Kaligarang Tewas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129147/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-tayu-jepara-warga-kaligarang-tewas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-tayu-jepara-warga-kaligarang-tewas_m_129147.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-tayu-jepara-warga-kaligarang-tewas_m_129147.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129147/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-tayu-jepara-warga-kaligarang-tewas

Kecelakaan maut menimpa Andip Sodikul Udin, 24, warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Korban tewas usai terlibat kecelakaan dengan truk box]]>

CLUWAK – Kecelakaan maut menimpa Andip Sodikul Udin, 24, warga Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Korban tewas usai terlibat kecelakaan dengan mobil truk box di Jalan Raya Tayu-Jepara turut Desa Sirahan 50 meter dari SMKN 1 Cluwak pagi kemarin.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kapolsek Cluwak Iptu Tri Gunarso menjelaskan, kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00, berawal saat truk box dengan nomor polisi H 9803 UCN, yang dikendarai Arif Ananta Wibawa, 31 warga Rembang melaju dari arah Tayu ke Jepara. Sementara korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi K 3144 PV melaju dari arah barat ke timur.

Sesampai di Dukuh Gili Desa Sirahan, yang berdekatan dengan SMKN 1 Cluwak, terjadi kecelakaan. Sebelumnya pengemudi truk box telah memberi peringatan dengan membunyikan klakson kepada korban.

”Korban mengendarai sepeda motornya agak ke tengah dan kurang hati-hati. Sehingga sepeda motor tersebut tidak bisa menghindari, dan akhirnya menabrak bagian kanan truk tersebut. Hingga pengaman tangki solar truk tersebut yang terbuat dari besi terlepas,” terang Iptu Tri Gunarso menjelaskan kronologi peristiwa nahas tersebut.

Korban langsung mendapat pertolongan dengan dibawa masyarakat ke RSUD Kelet. Namun nyawanya tak tertolong. Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Korban sendiri mengalami sejumlah luka-luka di bagian tubuhnya.

Usai menerima laporan, aparat Polsek Cluwak langsung mendatangi TKP dan mengamankan barang bukti, mencatat sejumlah saksi serta melakukan dokumentasi.

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 12:17:15 +0700
<![CDATA[Langgar Jam, Sopir Angkot Hadang Bus AKAP Jurusan Semarang-Surabaya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129143/langgar-jam-sopir-angkot-hadang-bus-akap-jurusan-semarang-surabaya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/langgar-jam-sopir-angkot-hadang-bus-akap-jurusan-semarang-surabaya_m_129143.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/langgar-jam-sopir-angkot-hadang-bus-akap-jurusan-semarang-surabaya_m_129143.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129143/langgar-jam-sopir-angkot-hadang-bus-akap-jurusan-semarang-surabaya

Permasalahan antara angkutan kota (angkot) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terjadi di jalan Juwana-Pati serta Pertigaan Gemeces Pati.]]>

KOTA – Permasalahan antara angkutan kota (angkot) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terjadi di jalan Juwana-Pati serta Pertigaan Gemeces Pati. Bahkan beberapa sopir angkutan menghadang bus AKAP yang berani melintas di Pertigaan Gemeces kemarin siang. Padahal, sesuai aturan, pukul 06.00-17.00 bus AKP tak boleh melintas di kota.

Berdasarkan pantauan kemarin, perseteruan antara sopir angkot dan sopir bus AKAP kembali terjadi di Pertigaan Gemeces. Beberapa sopir angkot yang geram menghentikan paksa bus AKAP jurusan Surabaya-Semarang yang nekat melintas di perkotaan di luar jam ketentuannya sekitar pukul 12.30. 

Bus AKAP yang melintas dihadang mobil angkot. Sehingga mau tak mau bus AKAP tersebut harus berputat balik. Ada dua bus AKAP yang berputar balik karena dihadang oleh sopir angkot. Penghadangan sopir angkot kepada bus AKAP tersebut sempat membuat jalan Pati-Juwana turut Gemeces macet. Telebih di sekitarnya ada kendaraan keluar masuk swalayan besar.

Jalan menjadi macet karena bus AKAP yang kesulitan memutar balik karena sudah dihadang angkot. Akhirnya kedua bus AKAP memutar balik dan melewati jalur lingkar selatan (JLS), Widorokandang, yang menjadi jalur semestinya. Bus AKAP tersebut kerap melintas di kota karena lebih cepat aksesnya menuju ke Terminal Kembangjoyo.

Salah sopir angkot jurusan Pati-Juwana Aris Prasetyo menuturkan, peraturan bus AKAP harus lewat JLS dan tidak diperbolehkan lewat kota pukul 06.00-17.00 sejak 2014 lalu. Namun hingga sekarang peraturan tersebut sering dilanggar sopir AKAP. Mereka nekat lewat jalur kota dan mengambil penumpang di kawasan kota.

“Kenyataannya masih banyak bus AKAP yang sering ngeblong ke kota. Kalau ada penumpang angkot juga diserobot. Ini sangat merugikan sopir angkot kalau penumpang angkot masih saja diserobot bus AKAP. Kami mau makan apa kalau tidak ada penumpang. Wong ibarat tarif kami hanya Rp 2 ribu-Rp 3 ribu. Kalau dikalikan banyak penumpang kan sangat merugikan kami,” jelasnya.

Ia mengatakan, kebijakan itu kalau dipatuhi semua pihak akan menguntungkan dan tidak terjadi gesekan di lapangan. Terlebih di jalan lingkar Widorokandang kini ada halte baru, jika ada penumpang yang ingin ke Surabaya, penumpang angkot juga diturunkan di halte lingkar.

“Kami berharap aturan ini harus dipatuhi. Kami cari nafkah, begitu juga sopir bus AKAP juga mencari nafkah. Sama-sama butuh penghidupan, jadi kerja yang nyaman,” katanya.

Sebelum adanya perseteruan antara sopir angkot dan bus AKAP, jalur itu sudah dipantau oleh petugas kepolisian dna menindak bus AKAP yang melanggar jam ketentuan. Namun setelah petugas pergi, ada bus lagi yang melintas sehingga sopir angkot geram dan menghadang bus AKAP yang melintas.

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 12:03:20 +0700
<![CDATA[70 Persen Jalan di Kabupaten Pati Mulus, Begini Penampakannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128319/70-persen-jalan-di-kabupaten-pati-mulus-begini-penampakannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/70-persen-jalan-di-kabupaten-pati-mulus-begini-penampakannya_m_128319.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/70-persen-jalan-di-kabupaten-pati-mulus-begini-penampakannya_m_128319.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128319/70-persen-jalan-di-kabupaten-pati-mulus-begini-penampakannya

Bidang infrastruktur terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pati. Salah satunya soal jalan. Makin hari kondisi jalan di Kabupaten Pati makin prima.]]>

PATI – Bidang infrastruktur terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pati. Salah satunya soal jalan. Makin hari kondisi jalan di Kabupaten Pati makin prima. Total sudah 70 persen jalan kabupaten dalam kondisi mulus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati Ahmad Faisal melalui Kasi Peningkatan Jalan Hasto Utomo menyebutkan, tiap tahun pihaknya selalu melakukan perawatan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Pati ini. Total ada 500 ruas jalan, baik jalan kabupaten atau poros desa.

Tahun ini sendiri, ada dua kegiatan perawatan jalan. Di jalan Margoyoso-Tayu, dan di Juwana-Jetak. Total anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 22 miliar. Yang bersumber dari bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Bulan depan kegiatan tersebut akan dilelang.

”Kondisi dua jalan tersebut memang memprihatinkan. Selain itu, dipilihnya jalan tersebut untuk diperbaiki karena akses tersebut menjadi jalan penting sekaligu akses menuju obyek vital nasional juga,” kata Hasto kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin. ”Ada banyak kepentingannya,” imbuh Hasto.

Selain itu, di tahun ini juga pekerjaan peningkatan jalan juga dilakukan di jalur Guyangan-Glonggong sepanjang kurang lebih lima kilometer. Peningkatan jalan itu terdiri dari melebarkan sekaligus menambah kualitas dengan memakai overlay. Peningkatan jalur tersebut menelan anggaran Rp 12,150 miliar yang bersumber dari bantuan provinsi (banprov).

”Lebarnya awalnya hanya sekitar tiga meter. Nanti akan dilebarkan sampai enam meter. Karena sempit, di sana juga sering terjadi kecelakaan. Banyak warga juga yang mengadu untuk dilebarkan jalannya,” terang Hasto.

Kepentingan jalan memang selalu mendapat prioritas. Bahkan tahun depan untuk menunjang perekonomian warga, pemerintah bakal membuka jalan baru untuk Wonorejo – Sukobubuk. Jalan tersebut sepanjang 3-4 kilometer. Disiapkan anggaran senilai Rp 12 miliar dari APBD kabupaten.

”Akses di sana sangat penting terutama dalam hal pertanian. Warga di sana selalu menjual hasil pertaniannya di Kudus. Mereka kesulitan untuk menjualnya di Pati sendiri karena akses jalannya. Maka ini menjadi perhatian kami,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 11:37:01 +0700
<![CDATA[7 Tahun Haryanto-Safin, Tekan Angka Kemiskinan hingga 4,5 Persen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128316/7-tahun-haryanto-safin-tekan-angka-kemiskinan-hingga-45-persen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/7-tahun-haryanto-safin-tekan-angka-kemiskinan-hingga-45-persen_m_128316.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/7-tahun-haryanto-safin-tekan-angka-kemiskinan-hingga-45-persen_m_128316.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128316/7-tahun-haryanto-safin-tekan-angka-kemiskinan-hingga-45-persen

Pemkab Pati dibawah kepemimpinan Bupati Pati selama 7 tahun ini telah membawa dampak perubahan. Utamanya dalam merealisasikan visi pengentasan kemiskinan.]]>

PATI - Pemkab Pati dibawah kepemimpinan Bupati Pati Haryanto selama 7 tahun ini telah membawa dampak perubahan. Utamanya dalam merealisasikan visi pengentasan kemiskinan. Selama ini berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga 4,5 persen.

Angka kemiskinan tersebut menurun jauh  dari angka kemiskinan 2013 lalu yang mencapai 14,4 persen menjadi 9,9 persen. Kedepan, angka kemiskinan akan terus ditekan dengan berbagai program berdampak untuk rakyat. Bupati Pati Haryanto menyampaikan, angka kemiskinan bisa terus ditekan karena banyak program dari pemkab yang berdampak pada masyarakat. Salah satunya infrastruktur juga mempengaruhi penurunan angka kemiskinan. Menang tidak langsung berdampak, namun bertahap. Selama kepemimpinannya, Haryanto terus menggenjot infrastruktur di Pati.

TEKAN KEMISKINAN: Bupati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memimpin rapat koordinasi penurunan kemiskinan. (SRI PUTJIWATI/RADAR KUDUS)

Dengan infrastruktur memadai, bisa memudahkan transportasi, banyak kemudahan akses perekonomian, dan lainnya. Selain itu, kini banyak program dari pemerintah seperti PKH. Bahkan ada 1000 an penerima tak layak yang harus dicoret dari program supaya mengurangi angka kemiskinan.

“Kini masih ada 123 ribu warga miskin di Pati. Dan dalam menurunkan angka kemiskinan juga tidak mudah. Dari 123 ribu itu, kami akan menelusuri lagi by name dan by address. Kami akan terus menekan angka kemiskinan. Mudah-mudahan dengan dukungan semua pihak, angka kemiskinan di Pati bisa terus berkurang,” jelasnya.

Kini Haryanto telah menginstruksikan setiap kecamatan untuk memetakan penduduk miskin di wilayahnya masing-masing. Dengan pemetaan dan pendataan yang tepat diharapkan program-program seperti UMKM, bedah rumah, dan program pro rakyat lainnya dapat dirasakan manfaatnya bagi yang membutuhkan. Sebab kebutuhan tidak sama dan tidak bisa disamaratakan.

“Kami akan membagi OPD mempunyai wilayah binaan satu desa. Satu kecamatan dibagi beberapa OPD untuk mengcover program supaya tepat sasaran. Sehingga program dari pemerintah yang dicanangkan setiap tahun tidak sia-sia dan menjadi rutinitas saja, namun ada dampak berarti untuk masyarakat,” tegasnya.

Selain berhasil menekan angka kemiskinan hinga 9,9 persen, pria yang menjabat sebagai Bupati Pati dua periode ini juga berhasil mengurangi angka pengangguran 3,83 persen dan berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonoomi 8,4 persen. Dengan berbagai program, mulai pembangunan infrastruktur, pemberdayaan, UMKM dan lain–lain, harapannya angka kemiskinan dapat menurun tak hanya di bawah standar Jawa Tengah, namun di atas tingkat nasional.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 11:24:59 +0700
<![CDATA[Gubernur Ganjar Pranowo Beri Insentif Guru Ngaji Se-Jawa Tengah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128112/gubernur-ganjar-pranowo-beri-insentif-guru-ngaji-se-jawa-tengah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/gubernur-ganjar-pranowo-beri-insentif-guru-ngaji-se-jawa-tengah_m_128112.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/28/gubernur-ganjar-pranowo-beri-insentif-guru-ngaji-se-jawa-tengah_m_128112.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/28/128112/gubernur-ganjar-pranowo-beri-insentif-guru-ngaji-se-jawa-tengah

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan insentif kepada guru madrasah diniyah se-Jawa Tengah di GOR Kabupaten Pati kemarin.]]>

PATI – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan insentif kepada guru madrasah diniyah se-Jawa Tengah di GOR Kabupaten Pati kemarin. Pemberian insentif itu diberikan kepada Ali Badrudin, 53. Guru Ngaji Asal Gabus, Kabupaten Pati.

Badrudin mengaku tidak menyangka dirinya bisa menerima bantuan itu. Lebih bersyukur dia bertemu langsung dengan Ganjar Pranowo. "Kami (guru-guru diniyyah, Red) tidak menyangka, pemerintah memberi perhatian pada kami. Kami ini siapa sih, cuma guru ngaji. Senang, tapi rasanya gimana gitu, saya terharu."

Meski terus tersenyum, tapi dia terbata-bata ketika diminta mengungkapkan perasaan setelah menerima buku tabungan. Dalam buku tabungan itu berisi nominal bisyaroh yang diserahkan secara oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dia telah mengajar ngaji selama 23 tahun. Dia lulusan Pondok Pesantren Sendang Senori Tuban Jatim. Oleh para tetangganya ia dianggap mumpuni dalam penguasaan ilmu agama. Karena itu pada 1996 dia diminta mengajar ngaji.

”Ini memang apresiasi dari pemerintah. Agar ustad bisa profesional membimbing santri. Baru kali ini. Setelah pak Ganjar berpasangan dengan Gus Yasin," katanya.

Hal tersebutlah yang membuatnya terharu. Tidak pernah dalam benaknya bakal menerima bisyaroh dari Pemprov. Meskipun telah tercantum dalam daftar guru ngaji di Kemenag dan sempat menerima kabar sehari sebelum acara via WhatsApp. Mulanya dia tidak menghiraukan undangan tersebut, sampai akhirnya salah seorang kawannya menyambangi dan mengajak berangkat.

"Lha kami ini siapa sih, cuma guru ngaji. Senang, tapi rasanya gimana gitu, saya terharu," katanya.

Dia bersama 5 ribu guru ngaji Kabupaten Pati menerima insentif sebesar Rp 1,2 juta selama satu tahun. Dibagikan per triwulan.

Menurut Ali, jika dihitung uang sebesar itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kesehariannya. Namun dia sama sekali tidak mempersoalkan hal itu.

"Bukan persoalan cukup atau tidak cukup. Secara matematis tidak cukup. Tapi kok masih mau memikirkan ustadz-ustadzah yang selama ini teman-teman memang diniati Liilahi Ta'ala. Diberi bisyaroh Alhamdulillah diberi sedikit pasti berkah. Guru-guru ngaji tidak pernah menjadikan uang sebagai tujuan tapi berjuang. Semuanya tetap Alhamdulillah," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk insentif untuk guru madrasah diniyah (Madin), TPQ, guru ngaji dan pengasuh pondok pesantren. Insentif akan diberikan melalui dana hibah dengan total sekitar Rp 205 miliar. Tercatat hingga saat ini sudah ada 171.131 orang yang terdaftar akan menerima insentif tersebut.

Ganjar mengatakan, pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan.

"Dulu ketika sama Gus Yasin punya niat, jika kelak terpilih memimpin Jawa Tengah, ayo bantu guru-guru ngaji. Karena perjuangan guru-guru madrasah dalam mendidik anak-anak kita sangat luar biasa. Ini penghormatan kami kepada panjenengan, semoga barokah," katanya.

Ganjar menjelaskan, pemberian bisyaroh ini merupakan janji politiknya saat berkampanye bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Pilgub 2018 silam. Saat itu dia bertekad membantu guru ngaji yang hanya berpenghasilan Rp 100 ribu perbulan dan saat ini kali pertama pemerintah provinsi memberikan insentif pada guru ngaji seluruh Jateng.

"Sudah menitipkan anak-anak sehingga tahu agama, bisa ngaji, mengerti tentang berislam dengan baik dan bisa menyampaikan Islam Rahmatan Lil Alamin betul-betul bisa diwujudkan. Dengan satu harapan, kami hanya menyampaikan terima kasih. Kami tidak bisa memberikan banyak, tapi itu rasa cinta kami pada mereka yang kita wujudkan dengan pemberian, yang kami malu sebenarnya karena terlalu sedikit. Tapi dengan itu Insya Allah ini jadi ikhtiar kita untuk memperhatikan mereka," katanya. (lhr)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Mar 2019 10:34:32 +0700
<![CDATA[Besok, Pati Punya Gawe Besar, Ini Arahan Sekda kepada Jajarannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127717/besok-pati-punya-gawe-besar-ini-arahan-sekda-kepada-jajarannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/besok-pati-punya-gawe-besar-ini-arahan-sekda-kepada-jajarannya_m_127717.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/besok-pati-punya-gawe-besar-ini-arahan-sekda-kepada-jajarannya_m_127717.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127717/besok-pati-punya-gawe-besar-ini-arahan-sekda-kepada-jajarannya

Berkaitan dengan beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pati dalam waktu dekat, Sekda Suharyono secara khusus menyampaikan pengarahan apel]]>

PATI - Berkaitan dengan beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pati dalam waktu dekat, Sekretaris Daerah Suharyono secara khusus menyampaikan pengarahan pada apel pagi di Halaman Setda Kabupaten Pati, Senin (25/3).

Sekda mengatakan, pada Rabu 27 Maret 2019 akan diselenggarakan beberapa agenda tingkat eks Bakorwil Pati hingga tingkat provinsi Jawa Tengah.

“Perlu saya sampaikan bahwa pada hari Rabu 27-3-2019 bertempat di alun-alun Pati akan dilaksanakan apel Satlinmas yang diikuti oleh 11 kabupaten kota se eks bakorwil Pati dengan inspektur upacara Bapak Gubernur Jawa Tengah," ujar Suharyono.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, usai apel Satlinmas juga dilaksanakan Munrenbangwil se eks karesidenan Pati dan diikuti semua Kepala OPD Provinsi di bawah pimpinan Sekda Provinsi dan Gubernur Jawa Tengah. Agenda Musrenbangwil ini juga dihadiri semua kepala daerah, Forkopimda dan tokoh masyarakat se eks karesidenan Pati yang bertempat di Pendopo Kabupaten Pati.

"Kemudian dilanjutkan dengan peragaan kesigapan penanggulangan bencana di SMA Negeri 2 Pati. Setelah itu juga diselenggarakan Raimuna yang rencana semula dilaksanakan di lapangan Margorejo, kemungkinan akan dialihkan di eks rumah dinas Kepala Bakorwil karena kondisi musim penghujan. Tak hanya itu, pada malam hari akan dilakukan dialog pramuka dengan Gubernur Ganjar Pranowo," urai Sekda dihadapan para peserta apel pagi.

Sehubungan dengan rangkaian acara di Alun- alun dan Pendopo, Sekda secara khusus meminta seluruh pejabat struktural serta staf di lingkup Setda, Setwan dan DPMPTSP untuk tidak membawa kendaraan roda empat pada 27 Maret itu.

"Semua mobil tidak boleh berada di halaman Setda, DPRD dan jalan sekitar DPMPTSP, karena akan dipergunakan untuk parkir kendaraan tamu," tegasnya.

Sementara itu berkaitan dengan telah ditandatanganinya PP nomor 16 th 2019 dan perpres no 15 th 2019 tentang penyesuaian gaji pokok ASN, Sekda mengungkapkan telah berbicara dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) untuk penyesuaian gaji pokok di Kabupaten Pati.

"Kenaikan gaji bisa diterimakan di bulan April, sedangkan rapel penyesuaian gaji pokok juga diterimakan di bulan April tetapi tanggalnya paling cepat di pertengahan bulan. Karena memang dibutuhkan administrasi, percetakan dan sebagainya yang membutuhkan waktu," terangnya.

Pada kesempatan apel pagi ini, Sekda juga mengingatkan tentang netralitas ASN. Ia mengungkapkan, netralitas ASN berbeda dengan netralitas TNI dan Polri.

"TNI- Polri jelas tidak boleh memilih, sedangkan ASN boleh memilih tetapi tidak boleh woro- woro. Hal ini sudah ada surat edaran dari Mendagri, jadi tidak usah share foto atau konten-konten yang mendukung salah satu calon baik presiden ataupun legislatif," tandas Sekda. (po2/PO/MK)

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 15:05:44 +0700
<![CDATA[Badan POM Ajak Warga Pastikan Obat dan Makanan Aman dengan Cek Klik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127590/badan-pom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-aman-dengan-cek-klik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/badan-pom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-aman-dengan-cek-klik_m_127590.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/badan-pom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-aman-dengan-cek-klik_m_127590.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127590/badan-pom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-aman-dengan-cek-klik

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas pada kegiatan KIE obat dan makanan melalui website BPOM.]]>

PATI – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas. Pada kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan terpercaya melalui website BPOM, ratusan warga Juwana dan sekitarnya menerima pengetahuan dan pengawasan tentang obat dan makanan.

Kepala Bidang Sistem Informasi pada Pusat Data Informasi Obat dan Makanan BPOM Arief Dwi Putranto menuturkan, banyaknya produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat harus dicek dengan teliti. Sebab penyalahgunaan obat dan makanan bisa saja terjadi. Dengan sosialisasi KIE obat dan makanan, pihaknya mengajak masyarakat mengecek sebelum membeli.

“Konsumen cerdas itu pasti mengecek kemasan, label, izin edar, hingga mengecek kadaluwarsa yang ada di kemasan produk. Pengecekan tersebut dilakukan sebelum membeli produk obat dan makanan,” katanya dihadapan ratusan warga di Gedung KPRI Juwana kemarin.

Menurutnya, BPOM tak dapat mengecek semua produk. Sehingga masyarakat harus ikut aktif mengecek produk sebelum dikonsumsi. Terlebih ibu rumah tangga yang kerap membeli produk makanan dan obat untuk keluarganya bisa turut mengawasi.

“Sangat penting mengecek produk. Mulai dari kemasannya tidak boleh rusak. Untuk produk kaleng tidak boleh gembung karena disebabkan bakteri. Produk juga harus memiliki izin edar yang sesuai bisa dicek di website www.pom.go.id hingga cek tanggal kedaluwarsa makanan. Jika menemukan kejanggalan dengan produk yang akan dibeli bisa melaporkan di nomor telepon BPOM di 1500533,” tegasnya.

Selain tentang pengawasan obat dan makanan melalui website, pada kegiatan itu juga dihadiri Kabid Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Semarang, Sri Murtiah tentang obat tradisional. Serta dihadiri anggota DPR RI Sumarjati Arjoso yang memberikan pemahaman tentang kesehatan.

“Masih banyak warga yang belum mengetahui tentang BPOM. Untuk itu kegiatan sosialiasi tentang BPOM harus sering dilakukan. Mengingat banyak obat dan makanan berbahaya yang beredar di pasaran,” ucap Sumarjati.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 07:02:40 +0700
<![CDATA[BPOM Ajak Warga Pastikan Obat dan Makanan dengan Cek Klik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127583/bpom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-dengan-cek-klik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/bpom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-dengan-cek-klik_m_127583.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/26/bpom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-dengan-cek-klik_m_127583.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/26/127583/bpom-ajak-warga-pastikan-obat-dan-makanan-dengan-cek-klik

BPOM terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas. Pada kegiatan KIE obat dan makanan melalui website BPOM, ratusan warga menerima pengetahuan tentang obat]]>

PATI – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas. Pada kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan terpercaya melalui website BPOM, ratusan warga Juwana dan sekitarnya menerima pengetahuan dan pengawasan tentang obat dan makanan.

Kepala Bidang Sistem Informasi pada Pusat Data Informasi Obat dan Makanan BPOM Arief Dwi Putranto menuturkan, banyaknya produk obat dan makanan yang beredar di masyarakat harus dicek dengan teliti. Sebab penyalahgunaan obat dan makanan bisa saja terjadi. Dengan sosialisasi KIE obat dan makanan, pihaknya mengajak masyarakat mengecek sebelum membeli.

“Konsumen cerdas itu pasti mengecek kemasan, label, izin edar, hingga mengecek kadaluwarsa yang ada di kemasan produk. Pengecekan tersebut dilakukan sebelum membeli produk obat dan makanan,” katanya dihadapan ratusan warga di Gedung KPRI Juwana kemarin.

Menurutnya, BPOM tak dapat mengecek semua produk. Sehingga masyarakat harus ikut aktif mengecek produk sebelum dikonsumsi. Terlebih ibu rumah tangga yang kerap membeli produk makanan dan obat untuk keluarganya bisa turut mengawasi.

“Sangat penting mengecek produk. Mulai dari kemasannya tidak boleh rusak. Untuk produk kaleng tidak boleh gembung karena disebabkan bakteri. Produk juga harus memiliki izin edar yang sesuai bisa dicek di website www.pom.go.id hingga cek tanggal kedaluwarsa makanan. Jika menemukan kejanggalan dengan produk yang akan dibeli bisa melaporkan di nomor telepon BPOM di 1500533,” tegasnya.

Selain tentang pengawasan obat dan makanan melalui website, pada kegiatan itu juga dihadiri Kabid Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Semarang, Sri Murtiah tentang obat tradisional. Serta dihadiri anggota DPR RI Sumarjati Arjoso yang memberikan pemahaman tentang kesehatan.

“Masih banyak warga yang belum mengetahui tentang BPOM. Untuk itu kegiatan sosialiasi tentang BPOM harus sering dilakukan. Mengingat banyak obat dan makanan berbahaya yang beredar di pasaran,” ucap Sumarjati. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Mar 2019 06:15:59 +0700
<![CDATA[Lurub Sunan Prawoto Diarak dengan Ratu Pertapa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127445/lurub-sunan-prawoto-diarak-dengan-ratu-pertapa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/lurub-sunan-prawoto-diarak-dengan-ratu-pertapa_m_127445.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/lurub-sunan-prawoto-diarak-dengan-ratu-pertapa_m_127445.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127445/lurub-sunan-prawoto-diarak-dengan-ratu-pertapa

Haul Sunan Prawoto diperingati sangat meriah Sabtu (23/3) kemarin. Ribuan orang tumpah ruah di jalalan sepanjang Alun-alun Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo.]]>

PATI – Haul Sunan Prawoto diperingati sangat meriah Sabtu (23/3) kemarin. Ribuan orang tumpah ruah di jalalan sepanjang Alun-alun Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, sampai makam Sunan Prawoto yang menempuh jarak sekitar 300 meter tersebut.

Rombongan kirab sendiri sudah bersiap sejak lepas azan duhur, namun baru hampir azan asar rombongan kirab baru diberangkatkan. Kirab dimeriahkan arak-arakan grup marching band, barongan, reog, barongsai hingga sebuah replika raksasa yang menunjukkan sosok Ratu Kalinyamat. Ratu dari Jepara itu dituliskan besar-besar sebagai sang petapa.

Kirab sendiri mengarak lurub atau potongan kain penutup makam Sunan Prawoto. Kain dikirab untuk diserahkan kepada juru kunci. Haul tokoh penyebar Islam sekaligus pembesar kerajaan ini juga dihadiri perwakilan dari Keraton Surakarta. Kanjeng Pangeran Haryo Sungkoyo Mangunkusumo.

Kirab juga dihadiri Bupati Pati Haryanto. Dalam kesempatan itu pihaknya mengapresiasi adanya kirab haul Sunan Prawoto. ”Ini tentu kegiatan baik. Menggeliatkan pariwisata lokal. Yaitu wisata religi,” terang Haryanto saat memberikan sambutan sebelum melepaskan rombongan kirab di halaman Balaidesa Prawoto.

”Ini harus diuri-uri sebagai kearifan lokal masyarakat Desa Prawoto sendiri,” imbuh dia. Turut serta salam kegiatan itu juga pihak Kementerian Pariwisata dan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Acara kirab juga dimeriahkan pasar malam di alun-alun setempat.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 13:38:15 +0700
<![CDATA[Dua Rumah Rusak Berat Tertimpa Pohon Tumbang, Satu Orang Luka]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127397/dua-rumah-rusak-berat-tertimpa-pohon-tumbang-satu-orang-luka https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/dua-rumah-rusak-berat-tertimpa-pohon-tumbang-satu-orang-luka_m_127397.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/25/dua-rumah-rusak-berat-tertimpa-pohon-tumbang-satu-orang-luka_m_127397.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/25/127397/dua-rumah-rusak-berat-tertimpa-pohon-tumbang-satu-orang-luka

Angin kencang yang terjadi di wilayah Sukolilo menumbangkan pohon besar dan menimpa dua rumah di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Sabtu (23/3) kemarin.]]>

PATI – Angin kencang yang terjadi di wilayah Sukolilo menumbangkan pohon besar dan menimpa dua rumah di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Sabtu (23/3) kemarin. Akibatnya, rumah warga itu mengalami rusak berat. Bahkan pemilik rumah terkena reruntuhan atap di bagian pelipis. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan deras disertai angin terjadi di kawasan Sukolilo dan sekitarnya kemarin dini hari. Hingga pohon besar berusia puluhan tahun tumbang dan menimpa rumah milik Sumiyati, 46, dan Sukandar, 69, warga Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo, Pati pukul 04.00. 

Kondisi rumah Sumiyati rusak berat. Sumiyati yang subuh itu masih tidur akhirnya terbangun karena kaget mendengar suara keras dan atapnya runtuh tertimpa pohon. Ia mencoba untuk keluar, namun pelipisnya terkena reruntuhan atap. Warga sekitar lantas terbangun dan menolong pemilik rumah. Rumah Sumiyati rusak parah. 

Sementara itu rumah Sukandar yang berada di sebelah Sumiyati rusak sedang. Warga melaporkan kejadian itu kepada Polsek Sukolilo dan Koramil Sukolilo. Tidak ada korban, namun kerugian yang dialami pemilik rumah mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu warga Slamet, 48, mengatakan, hujan terjadi malam hingga dini hari sebelum menumbangkan pohon. Hujan deras yang terjadi beberapa jam itu membuat kondisi tanah menjadi lembek. Terlebih disertai angin kencang membuat pohon berusia tua tumbang dan mengenai rumah warga. 

”Tidak ada korban, hanya saja Bu Sumiyati terluka sedikit di bagian pelipis kepala. Kami beserta petugas kepolisian dan anggota TNI telah membantu mengevakuasi pohon yang menimpa rumah,” jelasnya.

Danramil Sukolilo Kapten Inf Kusmiyanto mendatangi lokasi setelah mendapatkan laporan dari desa. Pohon berdiameter dua meter itu menimpa persis atap rumah Sumiyati hingga rusak berat. Kerugian materiil yang dialami korban mencapai Rp 65 juta. Sedangkan kerugian yang dialami Sukandar Rp 15 juta karena rusak sedang.

”Kami berkoordinasi dengan pihak terkait serta mengerahkan anggota Koramil membantu warga mengevakuasi pohon tumbang. Serta membersihkan reruntuhan atap rumah warga yang terkena pohon,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Mar 2019 09:49:53 +0700
<![CDATA[Ribuan Personel Dikerahkan Mengamankan Kericuhan Pemilu 2019]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127106/ribuan-personel-dikerahkan-mengamankan-kericuhan-pemilu-2019 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/ribuan-personel-dikerahkan-mengamankan-kericuhan-pemilu-2019_m_127106.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/ribuan-personel-dikerahkan-mengamankan-kericuhan-pemilu-2019_m_127106.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127106/ribuan-personel-dikerahkan-mengamankan-kericuhan-pemilu-2019

Potensi kericuhan pada pelaksanaan pemilu 17 April mendatang diantisipasi oleh Polres Pati. Ribuan personel mulai disiagakan dengan melakukan simulasi.]]>

KOTA – Potensi kericuhan pada pelaksanaan pemilu 17 April mendatang diantisipasi oleh Polres Pati. Ribuan personel mulai disiagakan. Bahkan Polres Pati telah melakukan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) 2019 di halaman Stadion Joyokusumo kemarin. Personel melakukan simulasi penanganan kericuhan.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto menuturkan simulasi sispamkota tersebut sebagai wujud memperlihatkan kesiapan anggota apabila dalam tahapan pemilu nanti terjadi hal tak diinginkan. Baik sebelum, saat pelaksanaan, dan pascapemilu nanti ada yang tidak puas dengan hasil penghitungan suara.

“Semua tahapan sudah kami laksanakan sesuai protap undang-undang. Selain itu kami telah memetakan kerawanan pada pemilu seperti kampanye terbuka, rapat umum, masa tenang, adanya money politic yang telah digambarkan, hingga pembersihan alat peraga kampanye yang bisa menimbulkan kerawanan. Sekecil apapun kami antisipasi,” jelasnya.

Selain memetakan kerawanan, pihaknya juga telah menyiapkan personel pengamanan pemilu. Petugas Polres Pati yang akan mengamankan pelaksanaan pemilu sekitar 1.000 orang. Sedangkan pasukan TNI sekitar 150, satu kompi anggota Brimob, ratusan anggota Satpol PP Pati, dan lainnya.

Dalam simulasinya, salah seorang caleg melakukan kampanye terbuka di halaman Stadion Joyokusumo dihadang massa. Mereka meminta supaya caleg tidak berkampanye. Apalagi di lokasi sama juga ada caleg lain yang berkampanye. Kedua pendukung tak terima hingga terjadi bentrok.

Terlebih ada salah satu pendukung yang membawa sajam. Terjadilah aksi anarkis dan membabi buta. Mengetahui adanya bentrok antarpendukung caleg, personel kepolisian langsung mengerahkan ratusan personel untuk mengamankan masa. Pendukung sempat melawan petugas sehingga provokator diciduk petugas.

Bahkan mobil water canon juga dihadirkan untuk mengendalikan massa. Tak hanya itu, anjing pelacak juga dikerahkan untuk memecah kerumunan massa. Dalam pengamanan itu, petugas kepolisian juga dibantu pasukan TNI dan anggota Brimob.

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 13:39:00 +0700
<![CDATA[Bupati Pasang Badan Soal Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Lasem]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127054/bupati-pasang-badan-soal-reaktivasi-jalur-kereta-api-semarang-lasem https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/bupati-pasang-badan-soal-reaktivasi-jalur-kereta-api-semarang-lasem_m_127054.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/bupati-pasang-badan-soal-reaktivasi-jalur-kereta-api-semarang-lasem_m_127054.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127054/bupati-pasang-badan-soal-reaktivasi-jalur-kereta-api-semarang-lasem

Gencarnya wacana reaktivasi kereta api tak hanya muncul di Kabupaten Rembang. Namun juga di Kabupaten Pati. Bahkan, Bupati Pati Haryanto dengan tegas mendukung.]]>

PATI – Gencarnya wacana reaktivasi kereta api tak hanya muncul di Kabupaten Rembang. Namun juga di Kabupaten Pati. Bahkan, Bupati Pati Haryanto dengan tegas menyatakan dukungan reaktivasi jalur kereta api Semarang-Lasem itu.

Haryanto mengaku menyambut baik sekaligus menginginkan reaktivasi kereta api di wilayahnya. Bahkan, pihaknya bakal pasang badan untuk membantu mewujudkan dihidupkannya kembali moda transportasi masal tersebut.

”Kami sebagai pemerintah daerah sangat setuju adanya reaktivasi jalur kereta api. Beberapa kali ada rapat dan seminar tentang hal itu, kami selalu mengikuti. Saya sendiri siap jika nantinya eksisting lama jalur kereta api yang ada dibuka kembali. Saya siap membantu terkait pembebasan lahannya,” jelas Bupati Haryanto saat menerima kunjungan dari rombongan Komisi V DPR RI baru-baru ini. Kunjungan Komisi V DPR RI ini, memang fokus soal infrastruktur dan transportasi.

Seperti diketahui, di Kabupaten Pati ada dua bangunan stasiun kereta api peninggalan Belanda. Kedua bangunannya masih utuh berdiri. Dua bangunan itu, ada di Desa Puri, Kecamatan Kota, dan Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Namun, bentuk bangunannya sudah tak bisa dikenali. Sebab, sudah dikepung dengan bangunan-bangunan lain.

Saat ini seluruh aset tanah milik PT Kereta Api memang ditempati warga dengan bangunan permanen. Mereka menempatinya dengan sistem sewa yang dibayar per tahun.

Dukungan dari bupati Pati ini, tak lebih karena melihat manfaat besar dengan kembalinya kereta api merayap di wilayah Bumi Mina Tani. Hal itu disebut akan mengurangi kemacetan sekaligus beban di Jalur Pantura.

”Jika dibuka lagi jalur kereta api Semarang-Lasem ini, tentu akan sangat membantu. Moda transportasi memang seharusnya tak selalu mengandalkan jalan raya. Perlu alternatif lain, misalnya kereta api. Supaya jalan tak dipenuhi kendaraan. Selain itu, kereta api merupakan transportasi yang efisien,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono mengaku siap menyampaikan keinginan dan kebutuhan dari pemerintah daerah seperti yang disampaikan Bupati Pati Haryanto. Pihaknya juga sepakat dengan pengaktifan jalur kereta api sebagai moda transportasi masal alternatif. ”Kami di Komisi V akan intens memerjuangkan hal tersebut,” kata Anton.

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 10:11:56 +0700
<![CDATA[Ketika Perikanan Kabupaten Pati Jadi Rujukan Pemkab Lain]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126806/ketika-perikanan-kabupaten-pati-jadi-rujukan-pemkab-lain https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/ketika-perikanan-kabupaten-pati-jadi-rujukan-pemkab-lain_m_126806.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/22/ketika-perikanan-kabupaten-pati-jadi-rujukan-pemkab-lain_m_126806.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/22/126806/ketika-perikanan-kabupaten-pati-jadi-rujukan-pemkab-lain

Kesuksesan Pemkab Pati menggenjot pendapatan asli daerah dari sektor perikanan membuat Pemkab Mimika, Provinsi Papua, tertarik bertandang ke Bumi Mina Tani.]]>

PATI – Kesuksesan Pemkab Pati menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perikanan membuat Pemkab Mimika, Provinsi Papua, tertarik bertandang ke Bumi Mina Tani kemarin. Pada kunjungan kerja (kunker) itu, jajaran Pemkab Mimika melihat proses pelelangan ikan di TPI dan melihat langsung kehidupan nelayan di Juwana.

Kunjungan dari pulau ujung timur di Indonesia itu, diterima Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di aula Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati. Rombongan kunker dari Mimika terdiri dari asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika bersama kepala Dinas Perikanan Mimika, anggota Komisi A dan B DPRD Kabupaten Mimika, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Safin menyambut baik kedatangan rombongan kunker tersebut. Ia mengatakan, ke depan kerja sama antara Pati dan Mimika akan terjalin dengan baik. Terlebih, banyak nelayan dari Pati yang berlabuh di Mimika. Bayak kapal milik warga Juwana yang berlayar di wilayah timur dan berlabuh di Mimika dan disambut baik oleh warga sana.

”Kami berharap antara dua kabupaten saling menjaga komunikasi dengan baik. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap bisa saling menguntungkan dan mendukung, agar nelayan Kabupaten Pati di Mimika bisa bekerja dengan tenang dan bisa bertukar ilmu,” ucapnya kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika Leentje Aria Antje Siwabessy mengaku, kunjungan di Kabupaten Pati ini, untuk melihat proses pelelangan ikan di TPI. Pihaknya juga tertarik melihat kehidupan nelayan yang ada di Pati, khususnya Juwana.

Leentje mengatakan Kabupaten Mimika juga mempunyai sumber daya alam (SDA) yang berlimpah ruah seperti ikan, udang, kepiting, dan lain-lain. Namun, pemasukan untuk daerah belum bisa dinikmati masyarakat dengan maksimal. Untuk itu, dari kunker ini dirinya berharap mendapatkan hasil yang bisa diterapkan di daerahnya.

”Hal itulah yang mendorong kami mencari bagaimana solusi dan jalan agar hasil perikanan bisa digenjot. Karena sampai saat ini PAD Mimika dari sektor perikanan baru penjualan benih ikan. Kami berharap, masyarakat bisa sejahtera dan hidup berdampingan antara nelayan luar daerah dan asli Papua,” jelasnya didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika Christian Karubaba.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Mar 2019 10:58:17 +0700
<![CDATA[Siapkan 18 Atlet, Petenis Junior Pati Bidik Prestasi Porprov 2022]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126612/siapkan-18-atlet-petenis-junior-pati-bidik-prestasi-porprov-2022 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/siapkan-18-atlet-petenis-junior-pati-bidik-prestasi-porprov-2022_m_126612.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/siapkan-18-atlet-petenis-junior-pati-bidik-prestasi-porprov-2022_m_126612.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126612/siapkan-18-atlet-petenis-junior-pati-bidik-prestasi-porprov-2022

Mulai Senin (18/3) lalu, belasan petenis junior di Pati kembali berlatih intensif di Lapangan Tenis Indoor Joyokusumo. Program latihan dipandu Bonit Wiryawan.]]>

KOTA – Mulai Senin (18/3) lalu, belasan petenis junior di Kabupaten Pati kembali berlatih intensif di Lapangan Tenis Indoor Joyokusumo. Program latihan dipandu langsung Bonit Wiryawan, mantan petenis nasional. Latihan itu melanjutkan program tahun lalu, untuk membidik prestasi di Porprov 2022 mendatang.

Seperti diketahui, di Porprov 2018 lalu, tim tenis lapangan Bumi Mina Tani tak bisa berpartisipasi. Karena hanya mentok di babak kualifikasi saja. ”Porprov 2022 nanti tenis lapangan harus bisa berprestasi. Target kami jelas ke sana. Ya salah satu persiapannya adalah latihan rutin dengan program yang dibawa dari Bonit Wiryawan ini,” kata Ketua Pencab Pelti Pati, Joni Kurnianto usai memberikan arahan kepada para petenis junior tersebut.

Ada 18 petenis junior yang bergabung di latihan yang rencananya bakal berlangsung hingga enam bulan kedepan tersebut. ”Ini adalah petenis-petenis muda. Di usia junior kami sangat optimis dengan kemampuan mereka. Ya andalan Pati nanti anak-anak ini,” papar pria yang juga menjadi Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati ini.

Latihan akan berlangsung mulai Maret sampai September. Dan akan diliburkan saat bulan puasa nanti. Oktober hasil latihan akan dievaluasi. Latihan ini merupakan lanjutan program yang di tahun sebelumnya juga dipegang Bonit Wiryawan sebagai kepala pelatih yang dibantu dua pelatih lokal Pelti Pati.

”Karena dirasa ada progres yang baik makanya program latihan bersama Bonit ini dilanjutkan kembali. Saat evaluasi kemarin juga ada desakan baik dari anak-anak sendiri maupun orang tuanya yang menginginkan program latihan ini dilanjutkan kembali,” papar Joni.

Lebih lanjut pihaknya mengaku sangat bersemangat dalam melakukan pembinaan petenis muda ini. Termasuk dengan memberikan porsi latihan yang terpogram dengan baik. ”Untuk kejuaraan sendiri kami sudah mengikuti kalender even dari PP Pelti. Tinggal menyesuaikan nanti turun di kejuaraan mana. Yang jelas untuk petenis junior ini, Pati sudah sangat baik,” imbuhnya.

Seperti diketahui, untuk level junior, para petenis dari Kota Nasi Gandul ini boleh berunjuk gigi. Dalam peringkat nasional pelti (PNP), setidaknya ada enam petenis junior yang masuk peringkat 10 besar nasional. ”Harapan dunia tenis lapangan Pati ya di levelnya mereka. Semoga terus konsisten dan semakin berprestasi,” pungkasnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 15:08:51 +0700
<![CDATA[Tahun Depan Sungai Juwana Dinormalisasi Penuh]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126354/tahun-depan-sungai-juwana-dinormalisasi-penuh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/tahun-depan-sungai-juwana-dinormalisasi-penuh_m_126354.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/tahun-depan-sungai-juwana-dinormalisasi-penuh_m_126354.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126354/tahun-depan-sungai-juwana-dinormalisasi-penuh

Rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pati kemarin. Kunjungan itu dalam rangka melihat masalah infrastruktur dan transportasi.]]>

KOTA – Rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Pati kemarin. Kunjungan itu dalam rangka melihat masalah infrastruktur dan transportasi. Salah satu yang menonjol adalah soal normalisasi Sungai Juwana, yang mana tahun ini sudah digelontorkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk normalisasi di bagian muaranya. Dan ditargetkan tahun depan bisa dinormalisasi penuh.

Hal itu diungkapkan langsung oleh ketua rombongan kunjungan kerja, Anton Sukartono, anggota DPR RI dari fraksi Partai Demokrat. ”Kalau yang tahun ini sudah fix itu untuk di wilayah muaranya dulu. Rp 40 miliar anggarannya. Bulan depan lelang dan langsung bisa dikerjakan. Namun kami juga menargetkan 2020 nanti bisa dilakukan normalisasi penuh artinya keseluruhan sungai. Nanti akan bertahap juga,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus usai berdialog dengan jajaran Pemkab Pati dan juga perwakilan warga yang terdampak.

Kunjungan ini, lanjut Anton, menandakan ada kepedulian pihaknya mengenai permasalahan yang dihadapi Kabupaten Pati setiap tahunnya. Yaitu akibat pendangkalan sungai yang berdampak pada permasalahan banjir dan tergenangnya ribuan hektare lahan pertanian.

Total ada 7500 hektare lahan pertanian yang selalu terendam tiap tahunnya. Tidak hanya sehari dua hari. Tetapi sampai berbulan-bulan. Kurang lebih ada 36 desa sepanjang Sungai Juwana yang selalu terdampak hal itu.

Sementara itu, Bupati Haryanto mengaku senang, Komisi V DPR RI telah merespon positif keluhan yang telah lama disuarakannya. Seperti diketahui, bupati mengaku telah berulang kali bersurat baik kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maupun Presiden Republik Indonesia untuk menangani permasalahan sungai tersebut. Sebab sungai itu merupakan wewenang pusat.

”Ini tentu respon yang sangat baik. Apalagi normalisasi ini merupakan kebutuhan. Bukan hanya keinginan saja. Syukur nanti perubahan 2019 juga dianggarkan lagi. Atau paling tidak tahun 2020 sudah bisa dilakukan normalisasi secara penuh,” paparnya.

Seperti diketahui, untuk melakukan normalisasi secara penuh itu dibutuhkan setidaknya dana segar Rp 1,2 triliun. Normalisasi secara penuh itu dilakukan sepanjang aliran sungai sekitar 60 kilometer. Sedangkan normalisasi yang telah dipastikan akan dikerjakan tahun ini yaitu dimulai di wilayah muara. Atau di sebelah utara jembatan Juwana sampai ke muara. Sepanjang 5 kilometer. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 14:29:20 +0700
<![CDATA[Belasan Tahun Rusak, Jembatan Sidokerto Segera Dibangun Tahun Depan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126310/belasan-tahun-rusak-jembatan-sidokerto-segera-dibangun-tahun-depan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/belasan-tahun-rusak-jembatan-sidokerto-segera-dibangun-tahun-depan_m_126310.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/belasan-tahun-rusak-jembatan-sidokerto-segera-dibangun-tahun-depan_m_126310.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126310/belasan-tahun-rusak-jembatan-sidokerto-segera-dibangun-tahun-depan

Sebuah jembatan di Desa Sidokerto ambrol sejak 2006 silam. Baru tahun ini, jembatan yang menghubungkan Desa Sidokerto dan Tamansari itu mendapat perhatian.]]>

KOTA – Sebuah jembatan di Desa Sidokerto ambrol sejak 2006 silam. Baru tahun ini, jembatan yang menghubungkan Desa Sidokerto dan Tamansari itu mendapat perhatian. Karena fungsinya yang penting, tahun depan jembatan tersebut ditargetkan akan dibangun. Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 400 juta.

Dana tersebut nantinya diambil dari dana aspirasi. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto mengungkapkan, pembangunan jembatan ini diperkirakan akan menghabiskan dana kurang lebih Rp 400 juta-an. Melalui dana aspirasi masyarakat yang dilanjutkan dengan pokok pikiran dewan.

“Untuk anggarannya, kita sudah memasukkan ke e-planning. Sehingga pengerjaan diharapkan bisa dilaksanakan tahun depan. Dan untuk proses saat ini kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati untuk teknis proses pengerjaannya,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus usai meninjau kondisi jembatan kemarin.

Lebih lanjut, politisi dari Partai Demokrat ini menjelaskan, jembatan tersebut akan dibangun dengan panjang 15 meter dan lebar empat meter. Sehingga mobil pun bisa lewati jembatan ini, dengan begitu bisa membantu mempercepat mobilitas masyarakat.

“Jembatan ini ambrol pada tahun 2006 lalu, akibat banjir bandang dan terbengkalai hingga sekarang. Hal itu mengakibatkan warga harus memutar arah lebih jauh, sehingga sangat menghambat mobilitas warga. Dan tentunya tidak efisien juga. Baik waktu maupun finansialnya,” jelas pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati ini.

Dengan dibangunnya jembatan ini, tentu akan sangat membantu sekali. Misal seperti mengantar anak sekolah, terkait pertanian, dan mempercepat jarak tempuh penghubung kedua desa tersebut.

Pihaknya berharap, melalui aspirasinya yang diberikan kepada masyakat yang benar-benar membutuhkan seperti itu bisa memberikan dampat positif langsung kepada masyarakat.

“Semoga aspirasi yang saya berikan kepada warga Desa Sidokerto di Dukuh Jambean ini bisa berdampat positif bagi masyarakat. Dan memberikan dampak kemanfaatan langsung,” harapnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 12:21:23 +0700
<![CDATA[Anggota DPR RI Imam Suroso Usung Program Kesra ke Desa-Desa  ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126308/anggota-dpr-ri-imam-suroso-usung-program-kesra-ke-desa-desa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/anggota-dpr-ri-imam-suroso-usung-program-kesra-ke-desa-desa_m_126308.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/anggota-dpr-ri-imam-suroso-usung-program-kesra-ke-desa-desa_m_126308.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126308/anggota-dpr-ri-imam-suroso-usung-program-kesra-ke-desa-desa

Anggota DPR RI Imam Suroso turut hadir dalam pelantikan kepala desa serentak di Pendapa Pati akhir pekan lalu, siap membawa program kesejahteraan rakyat.]]>

KOTA – Anggota DPR RI Imam Suroso turut hadir dalam pelantikan kepala desa serentak di Pendapa Kabupaten Pati akhir pekan lalu. Selain mengucapkan selamat kepada seluruh kepada desa yang terpilih, Imam Suroso juga mengungkapkan selalu siap membawa program kesejahteraan rakyat ke desa-desa.

”Ya intinya nanti saya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat akan terus berkomitmen untuk membawa program-program kesejahteraan rakyat ke desa-desa dimana saja. Karena saya ada di Komisi IX yang membidani kesejahteraan seperti masalah kesehatan dan ketenagakerjaan, saya sebagai wakil rakyat akan mengusahakan itu untuk kesejahteraan,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan ini juga memberikan masukan-masukan kepada para kepala desa yang telah dilantik oleh Bupati Haryanto. Ada 61 kepala desa hasil pemilihan serentak Oktober 2018 lalu tersebut.

”Para kepala desa yang telah dilantik tentunya harus bersyukur. Tuhan Yang Maha Kuasa dan rakyat sudah memilih panjenengan semua untuk menerima amanah menjadi kepala desa. Untuk itu dalam menjalankan pemerintahan haru bisa merangkul semua rakyatnya. Tidak boleh membeda-bedakan. Ini yang memilih saya ini tidak memilih saya. Pada intinya semua setelah pilkades ini ya rakyat anda semua,” jelas Suroso.

Persoalan semacam itu, lanjut Imam Suroso, seringkali terjadi di desa-desa. Biasanya kepala desa hanya cenderung berpihak kepada rakyat yang memang itu pendukungnya. Pemerintah desa, melalui kepala desa, kata Imam Suroso harus semangat melakukan pembangunan. ”Sejalan dengan wakil rakyat yang selalu siap membawa program ke desa-desa,” imbuhnya.

”Selain itu para kepala desa haruslah mau belajar. Masalah penganggaran, APBDes, penggunaan dana desa, harus amanah, jujur. Tak lupa harus semangat bekerja ikhlas untuk rakyatnya. Jangan main-main. Karena ini sudah eranya pemerintahan transparan. Kejaksaan, kepolisian sudah terjun mengawasi pemerintahan,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 12:10:29 +0700
<![CDATA[Lantik 148 Kepsek, Bupati: Rotasi Kepala Sekolah Sesuai Regulasi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125993/lantik-148-kepsek-bupati-rotasi-kepala-sekolah-sesuai-regulasi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/lantik-148-kepsek-bupati-rotasi-kepala-sekolah-sesuai-regulasi_m_125993.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/lantik-148-kepsek-bupati-rotasi-kepala-sekolah-sesuai-regulasi_m_125993.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125993/lantik-148-kepsek-bupati-rotasi-kepala-sekolah-sesuai-regulasi

Bupati Haryanto melantik sebanyak 148 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP. Pelantikan dilakukan di Gedung Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Pati.]]>

KOTA – Bupati Haryanto melantik sebanyak 148 kepala sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP. Pelantikan dilakukan di Gedung Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati pada Sabtu (16/3) lalu.

Ratusan kepala sekolah itu terdiri dari satu kepala TK, delapan kepala SMP, dan 139 kepala SD se-Kabupaten Pati. Selain Bupati Haryanto, pelantikan sekaligus pengukuhan kepala sekolah tersebut dihadiri langsung oleh wakil bupati, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan.

”Kepada seluruh kepala sekolah supaya siap sedia bekerja dan ditugaskan di manapun. Sebab rotasi jabatan kepala sekolah merupakan sistem yang sesuai dengan regulasi,” jelas Haryanto di hadapan para kepala sekolah usai mengukuhkan jabatan.

Regulasi, lanjut dia, tidaklah bisa dihindari. Semua mesti patuh. Semua pekerjaan juga sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Oleh karena itu, Haryanto berharap, ditempatkan di manapun, kepala sekolah bisa mensyukurinya, dan tetap bekerja dengan maksimal.

”Sebab, tidak semua orang bisa mendapatkan kepercayaan ini. Bahkan, untuk mendapatkan kepercayaan ini (jabatan kepala sekolah, Red) harus melalui seleksi tertentu. Tidak simsalabim. Ada prosesnya,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 07:40:48 +0700
<![CDATA[Tiga Bulan, Imigrasi Pati Deportasi Empat Warga Asing]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125991/tiga-bulan-imigrasi-pati-deportasi-empat-warga-asing https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/tiga-bulan-imigrasi-pati-deportasi-empat-warga-asing_m_125991.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/tiga-bulan-imigrasi-pati-deportasi-empat-warga-asing_m_125991.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125991/tiga-bulan-imigrasi-pati-deportasi-empat-warga-asing

Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati telah melakukan penindakan administratif keimigrasian terhadap tujuh warga negara asing (WNA).]]>

PATI – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati telah melakukan penindakan administratif keimigrasian terhadap tujuh warga negara asing (WNA) di wilayah kerjanya selama Januari-Maret ini. Bahkan empat dari ketujuh WNA tersebut harus dideportasi karena menyalahi izin tinggal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati Surjono melalui Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Earias Wirawan mengatakan, selama tiga bulan terakhir ini melakukan pengawasan keimigrasian sebanyak enam kali di wilayah Pati, Rembang, Jepara, dan Blora. Hasil dari pengawasan tersebut, Imigrasi melakukan penindakan administratif terhadap tujuh WNA dari beberapa negara.

“Dari tujuh, empat WNA melakukan penyalahgunaan izin tinggal yakni dua WNA dikenakan deportasi disertai usulan penangkalan dan dua lainnya dideportasi tanpa usulan penangkalan. Sedangkan tiga WNA lainnya dikenakan kewajiban membayar biaya denda karena overstay,” jelasnya.

Earias memaparkan, empat WNA yang dideportasi karena penyalahgunaan izin tinggal merupakan WNA dari Italia, Singapura, Korea, dan Belgia. Sementara tiga orang WNA yang didenda karena overstay berasal dari India, Belgia, dan Pakistan. Ketujuh WNA tersebut ditangkap dan berdomisili di Jepara.

“WNA yang melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Mereka menggunakan izin wisata yang digunakan untuk bekerja. Sedianya para WNA itu menggunakan izin tinggal terbatas untuk kerja. Namun justru memakai izin tinggal kunjungan yang seharusnya hanya digunakan untuk wisata dan sosial budaya,” katanya.

WNA paling banyak melakukan pelanggaran merupakan WNA yang berdomisili di Jepara. Karena disana banyak perusahaan. Sebagian besar bekerja di perusahaan mebel Jepara. Meski masih ada WNA yang dideportasi, Earias mengaku, jumlah WNA yang dideportasi menurun. Penurunan pelanggaran tersebut karena informasi dan sosialisasi tentang pelanggaran yang dapat diantisipasi oleh WNA sehingga tidak dideportasi.

“Ada 22 WNA yang dideportasi selama 2018. Jumlah itu menurun dibanding kasus deportasi 2017 lalu sebanyak 36 WNA. Kami menyosialisasikan tentang izin tinggal. Yakni visa 211 izin tinggalnya 60 hari dan izin yang bisa dibayarkan ketika datang ke Indonesia selama 30 hari dan bisa diperpanjang sekali. Kalau terbukti tidak sesuai ya ditindak dengan tindakan administratif berupa pendeportasian,” tegas Earias.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 07:30:45 +0700
<![CDATA[Dalam Kurun Waktu 3 Tahun, Temuan Penyakit TBC di Pati Masih Rendah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125990/dalam-kurun-waktu-3-tahun-temuan-penyakit-tbc-di-pati-masih-rendah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/dalam-kurun-waktu-3-tahun-temuan-penyakit-tbc-di-pati-masih-rendah_m_125990.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/dalam-kurun-waktu-3-tahun-temuan-penyakit-tbc-di-pati-masih-rendah_m_125990.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125990/dalam-kurun-waktu-3-tahun-temuan-penyakit-tbc-di-pati-masih-rendah

Dalam kurun waktu tiga tahun, sejak 2016 sampai 2018, temuan kasus penyakit tubercolosis (TBC) di Kabupaten Pati masih sangat rendah.]]>

KOTA – Dalam kurun waktu tiga tahun, sejak 2016 sampai 2018, temuan kasus penyakit tubercolosis (TBC) di Kabupaten Pati masih sangat rendah. Hanya 40 persen dari target yang ditentukan pemerintah.

Sekda Kabupaten Pati Suharyono mengungkapkan, untuk itu diperlukan komitmen dari semua pihak untuk pencegahan sekaligus pengendalian TBC. Hal itu dalam mewujudkan eliminasi TBC tahun 2030 mendatang.

”Kami meminta, terutama kepada puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, agar dapat memobilisasi sumber daya yang ada yaitu petugas kesehatannya serta kader, untuk melakukan koordinasi lintas sektor dalam rangka kegiatan penemuan terduga TBC sekaligus edukasi pencegahannya. Seperti di tingkat keluarga melalui pendekatan investigasi kontak,” jelas Sekda Suharyono dalam kegiatan Gerakan Berantas Kasus TBC (Gebrak TBC) di Alun-Alun Simpanglima Pati, Minggu (16/3) pagi kemarin. Kegiatan itu juga dalam rangka memeringati hari TBC sedunia yang jatuh 24 Maret mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran kepala OPD, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pati, perwakilan anggota dewan dan juga masyarakat Kabupaten Pati, yang ikut kegiatan car free day (CFD).

Lebih lanjut, terkait mobilisasi dalam penanganan sekaligus pencegahan TBC ini Suharyono memberikan contoh. Misalnya petugas kesehatan diharapkan melakukan screening di pondok pesantren, asrama, komplek TNI dan polisi, lapas atau rutan, dan populasi kunci penyidap HIV/AIDS. Bisa saja melalui kegiatan screening itu bisa ditemukan kasus TBC. ”Kalau perlu bisa ditemukan sebanyak-banyaknya dan kemudian diobati secara maksimal, supaya tak menular lagi,” papar Sekda Suharyono kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tak hanya itu, Suharyono juga meminta seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Pati diharuskan memberi pelayanan temukan TB obati sampai sembuh (TOSS TB) bermutu dan berpihak kepada pasien.

”Sehingga tak ada lagi pasien yang drop out atau gagal yang memunculkan masalah yang baru. Yaitu TBC resisten obat. Apabila mempunyai gejala TBC seperti batuk, demam, meriang, bisa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Suharyono menambahi.

Pihanya berharap, kegiatan Gebrak TBC ini mampu mengeliminasi khususnya untuk wilayah Kabupaten Pati pada 2027. Lebih cepat dari targetnya. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 07:22:15 +0700
<![CDATA[Komisi C DPRD: Dukungan Pemda Jadi Kunci Majunya Pembangunan Kampung]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125488/komisi-c-dprd-dukungan-pemda-jadi-kunci-majunya-pembangunan-kampung https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/komisi-c-dprd-dukungan-pemda-jadi-kunci-majunya-pembangunan-kampung_m_125488.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/komisi-c-dprd-dukungan-pemda-jadi-kunci-majunya-pembangunan-kampung_m_125488.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125488/komisi-c-dprd-dukungan-pemda-jadi-kunci-majunya-pembangunan-kampung

Peran pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam pembangunan sebuah kampung yang maju. Kesimpulan itu diperoleh Komisi C DPRD Pati berkunjung di Tangerang.]]>

KOTA – Peran pemerintah daerah dinilai sangat penting dalam pembangunan sebuah kampung yang maju. Kesimpulan itu diperoleh Komisi C DPRD Kabupaten Pati saat mengunjungi kampung asri nan hijau di tengah kota di Tangerang pertengahan bulan lalu.

Kunjungan itu dilakukan ke sebuah kampung bernama Markisa yang berada di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Markisa akronim dari Mari Kita Bisa. Di kampung itu, pemukiman penduduk yang padat dan berada di tengah kota masih terlihat asri, hijau dan nyeni.

”Lingkungannya bersih, dan rapi. Warganya juga terlihat kreatif. Hal itu terlihat dari banyak tembok-tembok kosong yang menjadi sasaran mural. Banyak pula tanaman-tanaman di tiap rumah. Selain bersih, kampung padat penduduk itu terlihat hijau dan segar,” terang Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Joni Kurnianto mengagumi tempat yang sebelumnya telah viral di media sosial tersebut.

Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Komisi C mengajak serta instansi terkait. Diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bappeda, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Perhubungan dan  juga Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di area kampung itu juga, ada tempat pertemuan dan ruang semacam galeri untuk memajang hasil kreatifitas warga setempat, yang membuat berbagai kerajinan dari barang bekas atau limbah seperti sendal dan tas dari plastik bekas, lukisan sketsa wajah, dan kaligrafi dari lumpur juga ada termasuk jenis kerajinan lainnya berbahan botol bekas air mineral dan ban bekas.

Lebih lanjut, Joni menceritakan, dulunya sebelum menjadi kampung yang bersih, dan seasri sekarang, kampung markisa ini adalah salah satu lokasi pemukiman warga yang kumuh. Namun karena ada kesadaran, dan upaya yang positif dari warganya, akhirnya Kampung Markisa sekarang ini jadi percontohan daerah lainnya dalam hal kebersihan.

Menurut warga setempat, masih kata Joni, dulunya kampung ini sangat kumuh dan suasananya tidak nyaman karena banyak sampah dibuang sembarangan. Namun berkat kesadaran warga yang ingin merubah tempat tinggalnya agar menjadi bersih, mereka akhirnya membentuk kelompok kebersihan di setiap RT.

Selain kesadaran dari warga, dukungan dari pemerintah daerah juga berperan untuk mewujudkan Kampung Markisa hingga bisa menjadi seperti sekarang ini. Wujud dukungannya antara lain adalah memberikan fasilitas untuk penampungan sampah, termasuk selalu memberi edukasi dan motivasi kepada warga agar selalu senantiasa menjaga kebersihan dan ketertiban di tengah masyarakat.

”Dukungan seperti itulah yang akan kami tiru untuk diterapkan di Kabupaten Pati nantinya. Bahkan Wali Kota Tangerang menyuruh agar setiap kantor dinas untuk menyelenggarakan rapat-rapat di Kampung Markisa ini,” imbuhnya.

Menurut Joni, cara-cara tersebutlah yang dapat diadopsi oleh penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Pati untuk membantu upaya warganya yang memiliki kegiatan positif.

”Kedepan kami juga akan mencoba untuk menciptakan semacam Kampung Markisa di Kabupaten Pati. Tentunya dengan kunjungan kerja kali ini banyak oleh-oleh berupa pelajaran mengenai konsep pengembangan kampung kumuh dan padat penduduk menjadi hunian yang nyaman. Bersih, hijau, dan tentunya asri,” papar Joni.

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 13:33:12 +0700
<![CDATA[Juarai BMI 2019, Model Asal Pati Melaju ke Thailand]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125427/juarai-bmi-2019-model-asal-pati-melaju-ke-thailand https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/juarai-bmi-2019-model-asal-pati-melaju-ke-thailand_m_125427.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/juarai-bmi-2019-model-asal-pati-melaju-ke-thailand_m_125427.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125427/juarai-bmi-2019-model-asal-pati-melaju-ke-thailand

Sepuluh model binaan sanggar Nosa Modelling Pati memboyong kejuaraan di ajang Bintang Model Indonesia (BMI) 2019 yang diselenggarakan di Jakarta.]]>

KOTA – Sepuluh model binaan sanggar Nosa Modeling Pati memboyong kejuaraan di ajang Bintang Model Indonesia (BMI) 2019 yang diselenggarakan di Jakarta. Dua dari sepuluh model bakal melaju ke Thailand pada Juli dan Singapura pada September mendatang.

Pendiri Nosa Modeling Pati Elylia Susanti menuturkan, audisi BMI 2019 dilaksanakan di Pati, Purwodadi, Jepara, Solo dan Semarang. Namun dari 10 finalis asal Jawa Tengah berhasil diraih Nosa Modeling Pati dan mendapatkan juara semua. Perjuangan dari para model tersebut tak sia-sia karena berhasil mendapatkan juara di acara yang diselenggarakan Minggu (10/3) lalu.

Sebelum acara, lanjut Elly, dilaksanakan karantina pada 8-10 Maret dan grand final 10 Maret di Hotel El Royale Kelapa Gading Jakarta Utara. Ajang modeling yang diselenggarakan Bintang 2000 Production itu berhasil membawa sepuluh model Nosa Modelling Pati menjadi juara.   

“Kami sangat bersyukur mendapatkan kejuaraan itu. Terlebih model dari Pati yang mengikuti ajang BMI masih berstatus pelajar. Sehingga harus mengatur waktu dengan baik. Perjuangan para model kami membuahkan hasil, mereka memboyong kejuaraan,” kata Elly kemarin.

Bahkan Annisa Firda N.H., salah satu model Nosa Modeling Pati meraih the winner BMI kategori B. Selain itu Annisa memperoleh juara I busana batik dan juara II busana pesta. Atas raihan itu, Annisa akan melaju ke Pattaya, Thailand Juli mendatang untuk mengikuti ajang serupa.

 Sementara itu Dina Putri mendapatkan runner up II BMI kategori C akan dikirim ke Singapura September nanti. Selain dua modeling itu, model asal Pati yang mendapatkan juara di ajang BMI 2019 yakni Salsa sebagai juara harapan 3 busana batik, Intan Putri menjadi juara harapan 1 pesta kategori B. Keempat siswa tersebut siswi SMKN 3 Pati.

“Sementara itu Monika Octavia Laros sebagai juara harapan 2 pesta kategori A dari SD Kauman 2 Juwana. Model lainnya yakni Gadis, Ara dan Nayif dari Ngagel, Dukuhseti meraih juara harapan. Erviana Anggraeni asal Desa margomulyo, Juwana meraih juara 2 pesta katgori C dan Ibnu Shoim dari SMPN 1 Winong mendapatkan juara harapan III baju pesta,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 09:32:28 +0700
<![CDATA[Ribuan Paspor Haji se-Karesidenan Pati Terbit Lebih Awal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125420/ribuan-paspor-haji-se-karesidenan-pati-terbit-lebih-awal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/ribuan-paspor-haji-se-karesidenan-pati-terbit-lebih-awal_m_125420.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/ribuan-paspor-haji-se-karesidenan-pati-terbit-lebih-awal_m_125420.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125420/ribuan-paspor-haji-se-karesidenan-pati-terbit-lebih-awal

Paspor calon jamaah haji di lima kabupaten se-Karesidenan Pati rampung diterbitkan. Ada sebanyak 3.734 paspor calon jamaah haji (CJH) yang telah rampung.]]>

KOTA – Paspor calon jamaah haji di lima kabupaten se-Karesidenan Pati rampung diterbitkan. Ada sebanyak 3.734 paspor calon jamaah haji (CJH) yang telah rampung dan diserahkan kepada Kemenag di Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Blora, dan Grobogan. Rampungnya penertiban paspor itu paling awal dibanding kabupaten/kota lain di Jawa Tengah.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pati Surjono menyampaikan, telah melakukan rekonsiliasi kepada perwakilan kemenag di kabupaten se-Karesidenan Pati. Penertiban paspor sudah sesuai dari jumlah CJH yang dikirimkan kemenag ke Imigrasi dan kini sudah rampung dicetak.

“Ada 3.734 paspor CJH yang sudah rampung kami cetak. Untuk Kabupaten Pati ada 941, Rembang ada 563, Kudus ada 857 paspor, Jepara terdapat 966, dan Kabupaten Blora ada 407 paspor CJH. Ribuan paspor itu telah diterbitkan dan sudah diterima kemenag masing-masing,” jelasnya kemarin. 

Surjono menambahkan, pelaksanaan ibadah haji 2019 dilakukan pada Idul Adha mendatang. Namun pihaknya telah mencicil sejak November lalu. Pencicilan paspor dilaksanakan supaya tidak ada keterlambatan. Maret ini sudah selesai dicetak dan diterima kemenag di wilayah kerjanya.

“Jika tidak dicicil mulai sekarang, dikhawatirkan molor. Di tahun sebelumnya kami juga melaksanakan hal serupa dengan koordinasi dengan Kemenag di setiap di daerah wilayah kerja kami. Bahkan ketika surat edaran dari Imigrasi pusat baru diterbitkan, pembuatan paspor di Imigrasi Pati hampir selesai,” ucapnya.

Ia mengatakan, pembuatan paspor haji di Jawa Tengah yang sudah rampung baru daerah di wilayah Imigrasi Pati. Daerah lainnya baru digarap awal 2019 ini. Ia berharap dengan rampungnya paspor milik CJH dapat melengkapi dokumen dan pelaksanaan haji berjalan lancar.

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 09:12:57 +0700
<![CDATA[Bantuan Tak Tepat Sasaran, Wagub Jateng Turun ke Lapangan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125408/bantuan-tak-tepat-sasaran-wagub-jateng-turun-ke-lapangan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/bantuan-tak-tepat-sasaran-wagub-jateng-turun-ke-lapangan_m_125408.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/bantuan-tak-tepat-sasaran-wagub-jateng-turun-ke-lapangan_m_125408.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125408/bantuan-tak-tepat-sasaran-wagub-jateng-turun-ke-lapangan

Perolehan bantuan kepada warga miskin masih banyak yang tak tepat sasaran. Untuk itu, Wagub gencar turun ke lapangan untuk menyosialisasikan layanan terpadu.]]>

PATI – Perolehan bantuan kepada warga miskin masih banyak yang tak tepat sasaran. Untuk itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin gencar turun ke lapangan untuk menyosialisasikan sistem layanan rujukan terpadu (SLRT), seperti di Kabupaten Pati, Kamis (14/3) kemarin.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Wakil Bupati Kudus Hartopo. Serta beberapa pejabat di eks-Karesidenan Pati dan Semarang. Menurut Wagub sistem SLRT sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah. Gunanya selain untuk mendata warga miskin tepat sasaran. Juga, mendapat layanan secara menyeluruh serta mendukung masyarakat miskin untuk menjadi data ke pemerintah pusat menjadi rujukan.” Saat ini di Jawa Tengah baru ada beberapa yang sudah menerapkan sistem tersebut,” jelas pria yang akrab disapa Gus Yasin ini.

Tak hanya itu, sistem tersebut sangat dibutuhkan karena selama ini data bantuan tak jarang membuat masalah. Misalnya, data warga miskin yang belum tepat. Maka dari itu, sistem ini sangat penting untuk diterapkan. “Tak hanya bantuan sosial saja. Melainkan juga ada soal bisnis. Masyarakat diajak untuk melek dengan pemberdayaan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengentas kemiskinan,” katanya.

Lebih lanjut, terkait hal itu, Wagub Taj Yasin berharap komitmen para kepala daerah. Kepala daerah baik bupati dan walikota sampai kepala desa diharap mau turun untuk serius mengentaskan kemiskinan.

”Hilangkan ego sektoral kepala daerah. Semua harus serius menekan angka kemiskinan. Semua harus berkomitmen,” tegas Taj Yasin.

Senada dengan semangat Wagub Taj Yasin,  Wakil Bupati Saiful Arifin mengungkapkan, melalui Gerakan Noto Projo Mbangun Deso yang merupakan gerakan pembangunan untuk menata dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dimulai dari tingkat desa.

Realisasi gerakan Noto Projo Mbangun Deso telah memberikan dampak pada kualitas pendidikan, perbaikan infrastruktur, kesehatan, pertanian, UMKM serta kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga dapat dilihat dari angka kemiskinan yang menurun signifikan, yang mana tahun 2017 angka kemiskinan masih sebesar 11,38 persen sedangkan di tahun 2018 menurun menjadi 9,90 persen. “Inilah bukti nyata  keberhasilan program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Pati. Kami sebagai kepala daerah terus berkomitmen untuk menekan kemiskinan seperti dijelaskan Wakil Gubernur,” ungkap Safin.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nur Hadi Amiyanto mengatakan, saat ini baru 8 kota/kabupaten yang baru menerapkan SLRT. Ia berharap sistem ini dapat menjadi akurasi data warga miskin berkaitan dengan bantuan.

”Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Bahkan pemprov menargetkan angka kemiskinan turun diangka 7,88 persen pada akhir tahun 2023 mendatang,” jelasnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 08:17:10 +0700
<![CDATA[Badan POM Ajak Warga Cek Produk Terpercaya via Website]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125398/badan-pom-ajak-warga-cek-produk-terpercaya-via-website https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/badan-pom-ajak-warga-cek-produk-terpercaya-via-website_m_1552697961_125398.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/badan-pom-ajak-warga-cek-produk-terpercaya-via-website_m_1552697961_125398.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125398/badan-pom-ajak-warga-cek-produk-terpercaya-via-website

Badan Pengawasan Obat dan Makanan tengah menggencarkan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE). Pada kegiatan yang dilaksanakan di RM Sapto Renggo.]]>

PATI – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tengah menggencarkan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE). Pada kegiatan yang dilaksanakan di RM Sapto Renggo Pati, Kamis (14/3) kemarin, Badan POM mengajak ratusan warga untuk lebih jeli mengecek obat dan makanan yang terpercaya melalui website Badan POM.

Pada kegiatan itu dihadiri Badan POM, Balai Besar POM Semarang, dan anggota DPR RI Imam Suroso. Kepala Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan Badan POM Roby Darmawan menyampaikan, memberikan pengetahuan masyarakat mengenai produk-produk obat dan makanan yang tidak berbahaya sangat penting.

Salah satunya dengan mengecek produk obat dan makanan yang akan dikonsumsi melalui website di cekbpom.go.id. “Konsumen harus cerdas sebelum membeli obat dan makanan. Pastikan untuk cek kemasan, cek label, cek izin edar, cek kedaluwarsa (Cek Klik). Di website itu, masyarakat bisa memastikan pengecekan produk obat dan mananan. Seperti mengecek nomor izin edar, kode produksi, dan lainnya,” jelasnya.

Produsen, lanjut Roby, bisa membandingkan produk yang dibeli dengan cek BPOM di website. Apakah keterangan di kemasan produk tersebut sesuai atau tidak sehingga masyarakat lebih cerdas dalam mengkonsumsi obat dan makanan.

“Sebelum membeli produk, pastikan mengecek kemasan kondisinya rusak atau tidak, mengecek labelnya, mengecek izin edar melalui website, hingga mengecek kedaluwarsanya. Ini sangat penting, jika tidak mengecek dan produk itu sudah kedaluwarsa maka bisa membahayakan kesehatan,” lanjutnya.

Dirinya berharap, ratusan peserta dari anggota PWRI Pati yang hadir mendapatkan pengetahuan tentang Badan POM bisa menularkan kepada keluarga dan lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya obat tradisional karena banyak yang sudah mengkonsumsinya.

Kabid Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Balai Besar POM Semarang, Sri Murtiah menambahkan, obat tradisional kini sudah banyak dikonsumsi masyarakat. Sehingga harus jeli memilih obat tradisional yang baik atau tidak dikonsumsi. Sebab, saat ini masih banyak obat yang mengandung bahan kimia beredar di pasaran. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 07:54:28 +0700
<![CDATA[Duh, dari 401 Desa di Kabupaten Pati, Baru 180 Lunas Pajak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/125005/duh-dari-401-desa-di-kabupaten-pati-baru-180-lunas-pajak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/duh-dari-401-desa-di-kabupaten-pati-baru-180-lunas-pajak_m_125005.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/duh-dari-401-desa-di-kabupaten-pati-baru-180-lunas-pajak_m_125005.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/125005/duh-dari-401-desa-di-kabupaten-pati-baru-180-lunas-pajak

Dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati, baru ada satu yang benar-benar lunas pajak bumi bangunan (PBB) pedesaan perkotaan (P2) 100 persen.]]>

KOTA – Dari 21 kecamatan se-Kabupaten Pati, baru ada satu yang benar-benar lunas pajak bumi bangunan (PBB) pedesaan perkotaan (P2) 100 persen. Jika dihitung desa, baru ada 180 yang lunas PBB P2 dari 401 desa yang ada.

Kecamatan yang lunas itu adalah Gembong. Dari 11 desa yang ada, semua desa sudah lunas PBB P2 per 12 Maret 2019. Penerimaan PBB P2 sendiri ditarget Rp 20 miliar. Hingga saat ini secara keseluruhan sudah terealisasi sebesar 41,17 persen dari target. Atau senilai Rp 8,235 miliar.

Di bawah Kecamatan Gembong, lima besar kecamatan dengan realisasi pembayaran PBB P2 yang mendekati lunas adalah Kecamatan Jaken yang sudah mencapai 79 persen, disusul Kecamatan Batangan 77 persen, Kecamatan Tlogowungu 69,42 persen, dan Kecamatan Juwana 69,20 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Turi Atmoko mengungkapkan, target pencapaian ini bakal terus digenjot. Apalagi saat ini untuk pemenuhan pelunasan pajak juga semakin mudah. Seperti pelayanan-pelayanan yang saat ini sudah terlayani melalui online.

Sementara itu, Bupati Haryanto memberi apresiasi yang tinggi kepada para wajib pajak yang telah melakukan pelunasan. Seperti diketahui, pajak ini juga nantinya akan kembali kepada desa-desa juga. ”Istilahnya pajak lunas pembangunan lancar,” kata Bupati Haryanto.

Lebih lanjut, bupati juga mengungkapkan, sama dengan nasional, di daerah pendapatan juga masih bertumpu pada sektor pajak. Pajak menjadi lumbung untuk menyelenggarakan kegiatan daerah. ”Dan perlu ditegaskan pajak ini nantinya untuk pembangunan,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 14 Mar 2019 13:31:24 +0700
<![CDATA[Imam Suroso Gelar Pengobatan Gratis dan Bagikan Kacamata Cuma-Cuma]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/124978/imam-suroso-gelar-pengobatan-gratis-dan-bagikan-kacamata-cuma-cuma https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/imam-suroso-gelar-pengobatan-gratis-dan-bagikan-kacamata-cuma-cuma_m_124978.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/imam-suroso-gelar-pengobatan-gratis-dan-bagikan-kacamata-cuma-cuma_m_124978.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/124978/imam-suroso-gelar-pengobatan-gratis-dan-bagikan-kacamata-cuma-cuma

Pengobatan gratis digelar di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen pagi kemarin. Ratusan warga turut serta dalam kegiatan yang melibatkan RS Mitra Bangsa.]]>

KAYEN – Pengobatan gratis digelar di Desa Durensawit, Kecamatan Kayen pagi kemarin. Ratusan warga turut serta dalam kegiatan yang melibatkan RS Mitra Bangsa, Dulur Ganjar, dan juga Imam Suroso Center (ISC) tersebut. Tak hanya pengobatan, Anggota DPR RI Imam Suroso juga membagikan puluhan kacamata gratis.

”Kami memang ingin melihat lebih jauh, bagaimana kondisi masyarakat yang ada di wilayah Bumi Mina Tani ini. Terlebih untuk wilayah yang cukup jauh dari pusat kota seperti Desa Surensawit ini,” ungkap Imam Suroso di sela-sela kegiatan pengobatan gratis tersebut.

Lebih lanjut, anggota Komisi IX DPR RI ini berharap dengan adanya bantuan kacamata tersebut bisa membantu bagi masyarakat miskin yang kurang mampu. supaya bisa menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatannya.

Selain mengikuti pengobatan gratis, Imam Suroso juga sempat mengunjungi seorang nenek yang sakit di desa tersebut. Pihaknya bahkan berencana hendak merujuk nenek tersebut ke rumah sakit. Karena saat diperiksa oleh dokter, nenek bernama Saminah tersebut perlu penanganan lebih lanjut.

Namun, saat dibujuk nenek yang tinggal sendirian tersebut belum mau saat dibawa ke rumah sakit. ”Ya kami kasihan dan turut prihatin atas kondisinya. Kami akan usahakan untuk bisa dirujuk di rumah sakit,” terang Imam Suroso.

Seperti diketahui, nenek yang tinggal di RT 4 RW 4 Dukuh Siroto ini tinggal sendirian di rumahnya yang sudah reyot. Keenam anaknya telah berumah tangga sendiri. Kondisinya cukup memprihatinkan.

Saminah, tiap malam tidur di samping bediang. Hal itu membuat dirinya mengalami komplikasi, seperti penyakit pernafasan. Dokter yang memeriksa memperkirakan penyakit yang diderita kemungkinan besar diakibatkan karena saat tidur Saminah selalu menghidupkan bediang didekat tempat tidurnya.

”Nenek Saminah enggan dibawa ke rumah sakit. Dia tak mau. Tapi kami berpesan kepada tetangga untuk menghubungi anak-anaknya yang paling dekat. Supaya nenek Saminah bisa dirujuk ke rumah sakit. Kami siap membantu, karena sangat memprihatinkan kondisinya, imbuhnya.

Kepala Desa Durensawit Didik Muryanto mengaku, kegiatan pengobatan gratis ini memang sangat membantu masyarakat. ”Warga kami merasa terbantu akan hal ini, lantaran kebanyakan masyarakat kami merupakan masyarakat kecil,” katanya.

Perwakilan Dulur Ganjar Pati Sarkawi mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu aksi Dulur Ganjar yang berkaitan dengan kegiatan sosial maupun pemberdayaan. Pihaknya juga akan menggandeng siapapun yang memiliki visi dan misi yang sama dengan program Dulur Ganjar. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 14 Mar 2019 11:23:18 +0700
<![CDATA[Belasan Puskesmas di Pati Belum Mampu Rawat Inap, Ini Kendalanya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124814/belasan-puskesmas-di-pati-belum-mampu-rawat-inap-ini-kendalanya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/belasan-puskesmas-di-pati-belum-mampu-rawat-inap-ini-kendalanya_m_124814.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/belasan-puskesmas-di-pati-belum-mampu-rawat-inap-ini-kendalanya_m_124814.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124814/belasan-puskesmas-di-pati-belum-mampu-rawat-inap-ini-kendalanya

Sebanyak 19 dari 29 puskesmas di Bumi Mina Tani belum mampu rawat inap. Puskesmas yang belum mempunyai rawat inap kini terus berproses karena mengalami kendala.]]>

KOTA – Sebanyak 19 dari 29 puskesmas di Bumi Mina Tani belum mampu rawat inap. Puskesmas yang belum mempunyai rawat inap kini terus berproses karena mengalami kendala seperti keterbatasan lahan dan anggaran. Meski demikian, kualitas puskesmas ditingkatkan melalui akreditasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr. Edi Siswanto melalui Kabid Pengembangan Sumber Daya Kesehatan (PSDK) dr. Aviani Trianti Venusia mengaku masih ada 19 puskesmas di Pati yang belum mampu rawat inap. Proses menuju rawat inap dilakukan bertahap menyesuaikan dengan kemampuan. Misalnya lahan dan anggaran. Karena ada puskesmas yang terkendala bangunan yang sempit.

“Karena desain puskesmas itu harus menyesuaikan puskesmas rawat inap dengan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk inap. Nantinya, Pemkab Pati akan melengkapi semua puskesmas supaya mampu rawat jalan dan rawat inap. Semua itu akan dilakukan secara bertahap,” katanya.

Menurutnya, saat ini sudah ada 10 puskesmas yang mampu rawat jalan dan rawat inap. Kesepuluh puskesmas tersbeut yakni Puskesmas Gembong, Wedarijaksa II, Dukuhseti, Cluwak, Juwana, Batangan, Jaken, Jakenan, Puncakwangi II, dan Sukolilo I.

Puskesmas yang mampu rawat inap diprioritaskan untuk puskesmas yang berada di daerah yang jauh dari rumah sakit. Misalnya saja Puskesmas Sukolilo I berada di pinggiran. Ini memudahkan warga yang berobat. Misalnya saja dari Desa Wegil, Kecamatan Sukolilo yang berada di pegunungan jauh dari rumah sakit bisa berobat ke Puskesmas I.

Untuk itu, puskesmas terseb ut yang sebelumnya bangunannya tak layak, oleh pemkab dibangun lebih besar dan bagus. Dari sebelumnya hanya mampu rawat jalan, kini sudah menjadi rawat inap. Sehingga kalau ada warga yang membutukan perawatan kesehatan serius dapat dirawat terlebih dahulu ke puskesmas. Setidaknya sudah mendapatkan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Keberadaan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan tingkat dasar sangat diperlukan. Apalagi saat ini pelayanan kesehatan 24 jam semakin dibutuhkan masyarakat karena orang yang berobat tidak hanya siang hari saja,” imbuh Aviani.

Avi menambahkan, meskipun masih banyak yang belum mampu rawat inap, namun puskesmas di Pati telah terakreditasi. Tahun ini ada delapan puskesmas yang reakreditasi. Seperti Puskesmas Pati I, Winong I, Juwana, Cluwak, Margorejo, dan Wedarijaksa I. Puskesmas itu mendapatkan akreditasi tingkat madya dan diakreditasi setiap 3 tahun sekali.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 15:37:55 +0700
<![CDATA[Sewa Kos untuk Simpan Perempuan dan Miras, Dua Pasangan Mesum Diciduk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124813/sewa-kos-untuk-simpan-perempuan-dan-miras-dua-pasangan-mesum-diciduk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/sewa-kos-untuk-simpan-perempuan-dan-miras-dua-pasangan-mesum-diciduk_m_124813.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/sewa-kos-untuk-simpan-perempuan-dan-miras-dua-pasangan-mesum-diciduk_m_124813.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124813/sewa-kos-untuk-simpan-perempuan-dan-miras-dua-pasangan-mesum-diciduk

Razia kos-kosan di wilayah hukum Margorejo terus digencarkan Polsek Margorejo pada razia kemarin siang. Petugas mengamankan dua pasang tak resmi.]]>

MARGOREJO – Razia kos-kosan di wilayah hukum Margorejo terus digencarkan Polsek Margorejo pada razia kemarin siang. Petugas mengamankan dua pasang tak resmi yang berada di dalam kamar kos. Petugas juga mengamankan puluhan miras yang akan dijual oleh penghuni kos.

Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan itu menyasar kos di wilayah Kecamatan Margorejo. Petugas menyasar salah satu kos di Desa/Kecamatan Margorejo. Razia dilaksanakan pukul 10.00 menyasar kos milik Sahlan. Saat petugas datang dan menggeledah kos-kosan tersebut, ada dua pasang yang tak resmi berada di dalam kos.

Dua pasangan tak resmi tersebut tak bisa membuktikan buku nikah. Selain itu, identitas KTP milik pelaku yang disita petugas alamatnya berbeda dan bukan pasangan suami istri. Mereka tengah berduaan berada di dalam kamar kos. Selain memergoki dua pasangan tak resmi, petugas juga menyita miras dari salah satu pelaku, Karmi, warga Pati.

Pelaku itu menyewa kos dengan modus menyimpan perempuan dan miras yang akan dijual. Polisi menyita 48 botol miras jenis congyang di sepeda motor milik pelaku yang diparkir di depan kamar kos pelaku. Petugas langsung mengamankan para pelaku ke Mapolsek Margorejo.

“Dua pasang yang kami temukan di dalam kamar kos diberikan pembinaan. Sementara pemilik miras kami akan proses dengan tindak pidana ringan (tipiring),” tegas Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih kemarin.

Endah mengatakan, operasi itu untuk mengantisipasi penyakit masyarakat khususnya praktik prostitusi terselubung di wilayah hukum Polsek Margorejo. Ia terus melakukan operasi kos-kosan supaya tak ada penyalahgunaan kos. Selain dibina, pelaku juga menandatangani surat pernyataan untuk tak menyalahgunakan kos lagi.

“Banyak yang menyalahgunakan kos di wilayah Margorejo. Kami berharap dengan gencarnya operasi ini, tidak ada penyalahgunaan kos lagi,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 15:32:04 +0700
<![CDATA[Bikin Macet, Pedagang Pasar Juwana Ditertibkan Satpol PP]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124808/bikin-macet-pedagang-pasar-juwana-ditertibkan-satpol-pp https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/bikin-macet-pedagang-pasar-juwana-ditertibkan-satpol-pp_m_124808.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/bikin-macet-pedagang-pasar-juwana-ditertibkan-satpol-pp_m_124808.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124808/bikin-macet-pedagang-pasar-juwana-ditertibkan-satpol-pp

Ketegangan sempat mewarnai penertiban pedagang pasar yang berjualan di depan Pasar Juwana pagi kemarin. Mereka bersikeras menolak untuk masuk ke dalam pasar.]]>

JUWANA – Ketegangan sempat mewarnai penertiban pedagang pasar yang berjualan di depan Pasar Juwana pagi kemarin. Mereka bersikeras menolak untuk masuk ke dalam pasar. Bahkan adu mulut antara petugas dan pedagang sempat tak terhindarkan.

Penolakan itu lantaran para pedagang menuntut dinas terkait untuk memberikan akses jalan masuk ke dalam pasar bagi pedagang.  Seperti diketahui akses pintu masuk ke dalam pasar tersebut dibuat terpusat sehingga pedagang tidak leluasa untuk membawa barang dagangannya.

Seorang pedagang yang menolak, Rohman mengungkapkan bangunan lapak pedagang yang baru dibangun tidak ada akses jalan masuknya. ”Kami memang belum pindah. Tak ada jalan masuknya. Itu di pagar semua. Ini pedagang buah-buhan. Tak ada akses masuk. Jadi susah. Apalagi lapaknya hanya 2x2 meter saja,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Senada dengan Rohman, Agus salah satu pedagang juga melakukan protes. Ia pun meminta agar ada akses jalan bagi pedagang di sebelah sisi timur Pasar Juwana. Sehingga para pedagang tidak berjualan di pinggir jalan. ”Kami juga minta agar ada akses jalan masuk. Jangan di pagar seperti sekarang ini,” harapnya.

       Sementara itu, Kabid Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, BJ Isrhoni mengungkapkan, pihaknya akan memberikan tenggat waktu sampai hari ini untuk pedagang agar tak berjualan di depan pasar.

”Mulai besok (hari ini, Red) para pedagang harus bisa masuk ke pasar. Selain itu juga, atap lapak pedagang untuk dikurangi. Sehingga tidak menghabiskan ruas jalan. Kini bertahap para pedagang mulai hari ini sudah masuk ke dalam Pasar Juwana,” imbuhnya.

Hal itu, kata pria yang akrab disapa Roni, bisa memakan ruas jalan dan menimbulkan kemacetan. ”Ya sambil menunggu akses jalannya. Terkait tuntutan pedagang itu, pihaknya akan melakukan evaluasi di Dinas Perdagangan dan Perindustrian,” ungkapnya

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 15:19:49 +0700
<![CDATA[Dianggar Rp 40 M, Normalisasi Sungai Juwana Hanya di Kawasan Muara]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124806/dianggar-rp-40-m-normalisasi-sungai-juwana-hanya-di-kawasan-muara https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/dianggar-rp-40-m-normalisasi-sungai-juwana-hanya-di-kawasan-muara_m_124806.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/dianggar-rp-40-m-normalisasi-sungai-juwana-hanya-di-kawasan-muara_m_124806.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124806/dianggar-rp-40-m-normalisasi-sungai-juwana-hanya-di-kawasan-muara

Normalisasi Sungai Juwana rencana dikerjakan tahun ini. Namun normalisasi hanya dilakukan di kawasan muara. Yaitu mulai dari jembatan Juwana sampai ujung muara.]]>

KOTA – Normalisasi Sungai Juwana rencana dikerjakan tahun ini. Namun normalisasi hanya dilakukan di kawasan muara. Yaitu mulai dari jembatan Juwana sampai ujung muara sungai. Dimana wilayah itu terjadi pendangkalan dan mendesak untuk dinormalisasi.

Kepala Satuan kerja Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Adi Umar Dani mengungkapkan, pihaknya memang baru bisa melakukan normalisasi secara sistematis. Belum pada normalisasi menyeluruh Sungai Juwana sepanjang 60 kilometer.

”Normalisasi ini sekitar lima kilometer. Pagu anggarannya Rp 40 miliar. Baru akan dilelang,” kata Adi Umar Dani kepada Jawa Pos Radar Kudus usai menghadiri sosialisasi normalisasi Sungai Juwana bersama bupati, wakil bupati, OPD, dan instansi terkait di Ruang Joyokusumo Setda Pati pagi kemarin.

Normalisasi ini akan dimulai pada pertengahan April dan pekerjaan tersebut harus selesai pada tahun ini. Waktunya selama tujuh bulan. Kurang lebih nanti akan ada pengerukan sedalam tiga sampai empat meter. ”Tapi ya tergantung kebutuhan di lapangan nanti,” imbuh Adi Umar Dani.

Pihaknya menambahkan, melihat kondisi Sungai Juwana memang seharusnya dilakukan normalisasi secara menyeluruh. Namun hal itu diakui butuh waktu dan juga anggaran besar. Sebagaimana diketahui, untuk melakukan normalisasi itu setidaknya butuh dana segar Rp 1 triliun untuk melakukan normalisasi sungai sepanjang 60 kilometer itu.

Tidak hanya pengerukan, melainkan ada pembangunan sudetan, bendung karet, hingga kolam retensi. Seperti diketahui, kondisi Sungai Juwana yang mendesak untuk dinormalisasi itu tiap tahun menimbulkan dampak yang sangat merugikan yaitu banjir. Yang sangat terdampak adalah masyarakat petani. Banjir bahkan bisa merendam lahan pertanian sampai enam bulan. Seperti di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen.

Sementara itu Bupati Haryanto mengungkapkan, normalisasi Sungai Juwana ini Kabupaten Pati hanya menerima manfaatnya saja. Pertengahan April nanti baru akan dilelang. ”Memang kami hanya mendapat kucuran anggaran Rp 40 miliar. Sebenarnya dibutuhkan normalisasi secara penuh sungai ini,” papar Haryanto.

Namun, lanjutnya, hal itu tak masalah. Untuk wilayah hulu seperti di Sukolilo, Kayen nanti akan dilakukan di tahun mendatang. Sebab anggarannya memang besar untuk melakukan normalisasi secara penuh.

”Tapi yang mendesak. Misalnya yang diungkapkan dari Kepala Desa Talun Kecamatan Kayen itu yang meminta ada pengerukan di spot-spot pendangkalan akan diusahakan. Nanti dari DPUPR akan melayangkan surat untuk bisa mendapat anggaran pengerukan di spot-spot sungai yang mengalami pendangkalan,” jelasnya.

Dalam rapat kordinasi dan sosialisasi ini diharapkan menjadi perhatian akan adanya proyek normalisasi ini. ”Dimana normalisasi sungai ini sangat diharapkan masyarakat. Tak hanya bagi masyarakat nelayan, akan tetapi masyarakat petani juga,” pungkasnya.

Dalam kegiatan normalisasi ini, selain pengerukan bakal dilakukan pelebaran sungai. Ditargetkan lebarnya sampai 100 meter. Pelebaran itu tidak berlaku bagi aliran sungai yang ada bangunannya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 15:14:32 +0700
<![CDATA[Wabup Pati Jajal Perahu Pemadam Kebakaran Sederhana]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124805/wabup-pati-jajal-perahu-pemadam-kebakaran-sederhana https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/wabup-pati-jajal-perahu-pemadam-kebakaran-sederhana_m_124805.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/wabup-pati-jajal-perahu-pemadam-kebakaran-sederhana_m_124805.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124805/wabup-pati-jajal-perahu-pemadam-kebakaran-sederhana

Wakil Bupati Saiful Arifin mencoba mengoperasikan alat pemadam kebakaran sederhana. Alat pemadam itu difungsikan sebagai penolong saat terjadi kebakaran.]]>

JUWANA – Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin) mencoba mengoperasikan alat pemadam kebakaran sederhana. Alat pemadam itu dipasang di perahu nelayan, dan difungsikan sebagai penolong saat terjadi kebakaran. Sistem kerjanya sederhana dan tentunya irit di ongkos.

Alat pemadam tersebut hanya sebuah mesin diesel pompa air. Air langsung diambil dari sungai. Hanya ada satu selang air. Semprotan airnya sampai hampir 20 meter. ”Ini tentu terobosan bagus dalam penanganan ketika terjadi musibah kebakaran kapal,” kata Safin.

Sebelumnya, orang nomor dua di Kabupaten Pati tersebut mencoba menggunakan alat tersebut. Turut serta Kapolres Pati AKBP Jon Wesly dan Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan yang ikut mencoba alat tersebut.

Safin juga mengingatkan, jika permasalahan seperti itu harus menjadi perhatian. Apalagi, sektor perikanan sendiri menjadi salah satu penopang perekonomian di Bumi Mina Tani.

”Perikanan ada dua. Perikanan budidaya dan perikanan tangkap. Sektor perikanan tangkap ini potensinya besar di Pati. Di Juwana sendiri ada ratusan kapal besar dengan berat di atas 30 GT. Tentu kebakaran bisa menjadi momok bagi para pemilik kapal, karena posisinya yang berdekatan, seringkali satu kapal terbakar lalu merembet ke beberapa kapal lainnya,” papar Saiful Arifin.

Sementara itu Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo Septiwi mengungkapkan, kegiatan tersebut menjadi langkah koordinasi untuk penanganan kebakaran kapal yang sering terjadi di Juwana dan juga persoalan keselamatan kerja.

”Seperti diketahui di Juwana memang sering terjadi kebakaran kapal. Hal itu harus menjadi perhatian semua pihak terkait, agar dapat diantisipasi dampaknya,” jelasnya dalam pertemuan bertajuk koordinasi antar instansi terkait pelabuhan perikanan pantai Bajomulyo. Hadir dalam kesempatan itu pihak-pihak terkait seperti para pemilik kapal, polsek, koramil, polair, Dinas Kelautan dan Perikanan dan beberapa instansi lainnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 15:07:17 +0700
<![CDATA[Tumbuhkan Ekonomi, Bupati Berdayakan Warga Miskin melalui UMKM]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124472/tumbuhkan-ekonomi-bupati-berdayakan-warga-miskin-melalui-umkm https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/tumbuhkan-ekonomi-bupati-berdayakan-warga-miskin-melalui-umkm_m_124472.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/tumbuhkan-ekonomi-bupati-berdayakan-warga-miskin-melalui-umkm_m_124472.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124472/tumbuhkan-ekonomi-bupati-berdayakan-warga-miskin-melalui-umkm

Bupati Haryanto meminta para camat untuk memetakan secara tepat penduduk miskin di wilayahnya masing-masing. Sebab angka kemiskinan di Pati turun 9,90 persen.]]>

PATI – Bupati Haryanto meminta para camat untuk memetakan secara tepat penduduk miskin di wilayahnya masing-masing. Hal itu dilakukan setelah mencermati angka kemiskinan Kabupaten Pati yang turun hingga tinggal 9,90 persen. Bupati menginginkan bisa melakukan pengentasan kemiskinan secara tepat.

”Saya ingin kecamatan-kecamatan melakukan pendataan dan pemetaan. Dari 9,90 persen itu ada berapa desa,” tegas Bupati Haryanto dalam acara Forum Perangkat Daerah di Ruang Rapat Paripurna DPRD Pati kemarin pagi.

Melalui pemetaan yang dilakukan kecamatan secara langsung, diharapkan nantinya ada program-program pengentasan kemiskinan. Misalnya melalui program usaha mikro kecil menengah (UMKM), bedah rumah, dan program bantuan lainnya. ”Tergantung kebutuhannya masing-masing,” kata bupati.

Kegiatan forum perangkat daerah itu sendiri digelar dalam rangka penyelarasan program dan kegiatan rancangan kerja perangkat daerah Kabupaten Pati Tahun 2020. Bupati, wakil bupati, sekda, ketua DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat hadir dalam kegiatan tersebut.

”Ada dampak di angka kemiskinan, tingkat pengangguran, juga peningkatan ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Kalau kami perhatikan, menurunkan angka kemiskinan tidaklah mudah. Mulai dari 2013 tingkat kemiskinan masih 14, 44 persen hingga saat ini menjadi 9,90 persen. Itu bukanlah hal yang mudah, tapi dilakukan dengan berbagai upaya. Berbagai program telah kami lakukan untuk itu (menurunkan angka kemiskinan, Red),” jelas Haryanto.

Program tersebut, di antaranya pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, dan lain-lain. Seperti diketahui, pemberdayaan UMKM menjadi salah satu program prioritas Bupati Pati Haryanto.

”Dengan berusaha semaksimal mungkin dengan melaksanakan program tersebut, angka kemiskinan dapat menurun. Sampai di bawah standar dari Provinsi Jawa Tengah. Namun masih di atas tingkat nasional,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Mar 2019 10:27:30 +0700
<![CDATA[Ratusan Pelajar SMA di Pati Adu Tangkas Baris-berbaris]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124113/ratusan-pelajar-sma-di-pati-adu-tangkas-baris-berbaris https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/ratusan-pelajar-sma-di-pati-adu-tangkas-baris-berbaris_m_124113.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/ratusan-pelajar-sma-di-pati-adu-tangkas-baris-berbaris_m_124113.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124113/ratusan-pelajar-sma-di-pati-adu-tangkas-baris-berbaris

Ratusan pelajar tingkat SMA sederajat berlomba pagi kemarin. Mereka berlomba baris-berbaris dan tata upacara bendera yang dilaksanakan di GOR Pesantenan.]]>

PATI – Ratusan pelajar tingkat SMA sederajat berlomba pagi kemarin. Mereka berlomba baris-berbaris dan tata upacara bendera yang digelar Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pati. Lomba, dilaksanakan di GOR Pesantenan dan di halaman SMPN 8 Pati. Para juara nantinya bakal dikirim untuk bertarung di ajang yang sama tingkat karesidenan.

Total ada 15 sekolah yang terdiri dari SMA, SMK, dan madrasah aliyah. Ada 300 peserta yang berlomba di dua cabang lomba tersebut. Yang dimulai sejak pagi hingga sore hari. Lomba tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati Sigit Hartoko.

”Selain mencari juara untuk dikirim ke perlombaan ke jenjang yang lebih tinggi, lomba ini juga untuk memupuk karakter para pelajar. Menggembleng kedisiplinan, kekompakan, dan rasa tanggung jawab para pelajar,” jelas Sigit Hartoko kepada Jawa Pos Radar Kudus usai membuka perlombaan tersebut.

Selain itu, Sigit menyebut, melalui perlombaan itu juga akan memupuk rasa nasionalisme pelajar. Melalui lomba tata upacara bendera. Dalam lomba itu peserta yang terdiri dari satu tim sekolah memeragakan tata cara upacara bendera lengkap.

Mulai dari menyiapkan barisan, menyanyikan lagu Indonesia raya, pengibaran bendera, sampai pada sambutan oleh pembina upacara. Sementara pada lomba baris-berbaris, juga diperagakan semua gerakan dalam kegiatan baris. Mulai dari gerakan dasar, hadap kanan-hadap kiri, sampai pada membentuk formasi.

”Semoga dari lomba ini muncul pelajar-pelajar yang terampil dalam baris berbaris maupun tata upacara bendera. Untuk menggembleng fisik sekaligu karakter para pelajar ini,” ungkap Sigit.

Dari perlombaan ini SMA 1 Pati menjadi juara umum yang akan maju ke tingkat eks Karesidenan Pati. Sedangkan juara umum kedua diraih oleh SMA 2 Pati.

]]>
Ali Mustofa Sun, 10 Mar 2019 10:46:54 +0700
<![CDATA[Larung Sukerto Akhiri Ritual Kenduri Nusantara Pati]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124098/larung-sukerto-akhiri-ritual-kenduri-nusantara-pati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/larung-sukerto-akhiri-ritual-kenduri-nusantara-pati_m_124098.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/larung-sukerto-akhiri-ritual-kenduri-nusantara-pati_m_124098.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124098/larung-sukerto-akhiri-ritual-kenduri-nusantara-pati

Kenduri Nusantara 2019 Umbul Donga Larung Sukerto diadakan di TPI Banyutowo Dukuhseti meriah kemarin sore. Ribuan warga menyaksikan berbagai acara hingga ritual]]>

PATI - Kenduri Nusantara 2019 Umbul Donga Larung Sukerto diadakan di TPI Banyutowo Dukuhseti meriah kemarin sore. Ribuan warga menyaksikan berbagai acara hingga ritual larung sukerto untuk membuang hal negatif atau tindak tanduk yang mengancam bangsa Indonesia. 

Sejak pukul 12.00 warga memadati lingkungan sekitar TPI Banyutowo di Desa Banyutowo, Dukuhseti. Di tempat pelelangan ikan sudah dipadati beberapa orang berpakaian adat Jawa dan penari tayub. Sedangkan di tengah ada puluhan tumpengan.

Pukul 14.00 acara telah dimulai. Warga menyaksikan ritual doa dan tarian. Pukul 16.00 acara diakhiri dengan ritual larung sukerto. Pada ritual tersebut melarung sepasang kembang mayang dan beberapa bebek dilarung 1 kilometer dan dibuang di muara sungai.

Ketua Kenduri Nusantara Pati 2019 Ipong Iswantoro menuturkan, kegiatan ritual Umbul Donga Larung Sukerto ini sudah berlangsung turun temurun yang terinspirasi dari Solo. Harapannya, warga Pati yang sebagian penduduknya adalah nelayan bersyukur atas apa yang sudah diperoleh melalui hasil lautnya dan dijauhkan dari balak.

"Ini tak hanya sekedar tradisi, tapi sebagai perwujudan tekad kami sebagai masyarakat Pati yang tak ingin melihat Ibu pertiwi ini bersusah hati. Karena saat ini banyak perbedaan yang mengkotak-kotakkan masyarakat," katanya kemarin. 

 Sementara itu Larung Sukerto sebagai simbol untuk melarung atau membuang hal negatif atau tindak tanduk yang mengancam bangsa Indonesia. Kembang mayang sebagai simbol negatif dilarung ke laut. Dan tumpeng merah putih akan menjadi simbol semangat akan kecintaan masyarakat terhadap NKRI.

 "Kami berharap ini tak hanya berhenti di Solo dan Pati saja. Kami berharap semua masyarakat bisa bersatu dan rukun. Perbedaan itu biasa, tapi tak lantas menjadikan permusuhan. Perbedaan itu adalah harmonisasi kehidupan demi generasi bangsa" jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Sun, 10 Mar 2019 07:57:02 +0700
<![CDATA[Jembatan Pati-Jepara Diusulkan Rp 9 Miliar Melalui Banprov]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123969/jembatan-pati-jepara-diusulkan-rp-9-miliar-melalui-banprov https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/jembatan-pati-jepara-diusulkan-rp-9-miliar-melalui-banprov_m_123969.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/jembatan-pati-jepara-diusulkan-rp-9-miliar-melalui-banprov_m_123969.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123969/jembatan-pati-jepara-diusulkan-rp-9-miliar-melalui-banprov

Jembatan perbatasn Pati-Jepara turut Desa Puncel, Dukuhseti baru dirancang detail engineering design (DED) 2019 ini. Pembangunan jembatan itu dikucur Rp 9 M.]]>

DUKUHSETI – Jembatan perbatasn Pati-Jepara turut Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti baru dirancang detail engineering design (DED) 2019 ini. Pembangunan jembatan itu akan diusulkan dengan anggaran Rp 9 miliar melalui bantuan provinsi (banprov) ke Pemprov Jateng 2020.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Ahmad Faisal melalui Kais Jembatan Eny menuturkan, tahapan pembangunan jembatan tersebut baru DED. Sebelumnya Pemkab Pati telah memprioritaskan 10 pembangunan usulan ke banprov salah satunya pembangunan jembatan gantung perbatasan Desa Clering, Donorojo, Jepara dan Desa Puncel, Dukuhseti, Pati.

“Dari kabupaten telah memprioritaskan 10 pembangunan yang diusulkan ke banprov. Salah satunya jembatan itu. Kami mengusulkan dengan anggaran Rp 9 miliar. Semoga saja usulan tersebut disetujui oleh provinsi dan bisa dibangun 2020 mendatang,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Menurut Eny, jembatan perbatasan Pati-Jepara yang dimasukkan dalam 10 prioritas memang sudah tidak layak. Terlebih jembatan itu putus pada 2018 lalu sehingga membuat beberapa warga terjatuh ke sungai. Beruntung tak ada korban jiwa. Supaya tetap bisa dimanfaatkan warga, pihaknya menyambung tali jembatan yang terputus.

Sementara itu salah satu tokoh Desa Puncel, Dukuhseti, Sumarlan menyambut senang rencana revitalisasi jembatan tersebut. Meskipun masih dalam tahap DED, ia berharap 2020 mendatang bisa terealisasikan. Sebelumnya dari dinas terkait sudah cek lokasi jembatan.

“Pengecekan itu untuk melihat jembatan yang dirancang dalam DED. Rencannaya akan dilebarkan 5 meter supaya tidak mengenai rumah warga. Panjangnya 40 meter dan ketinggian sekitar 6 meter dari jarak air sungai pasang,” katanya.

Revitalisasi jembatan itu merupakan usulan warga perbatasan Pati dan Jepara. Sebab, jembatan itu merupakan akses penting dari segi perekonomian, pendidikan, dan lainnya. Setiap hari diakses anak sekolah, petani, nelayan, dan warga. Terlebih di sekitar jembatan ada tempat pelelangan  ikan (TPI) sebagai penggerak perekonomian warga Pati dan Jepara.

“Lagi pula memang sudah tidak layak. Jembatan belum direvitalisasi sejak dibangun 1994 silam. Sedangkan semakin lama volume kendaraan yang melintas semakin banyak. Lantai dasar hanya dari kayu dengan lebar 1,5 meter. Pengendara yang melintas harus bergantian karena hanya bisa dilintasi satu kendaraan saja,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 11:47:49 +0700
<![CDATA[Duet KH Aniq Muhammadun - Yusuf Hasyim Pimpin PCNU Pati NU 2019-2024]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/08/123702/duet-kh-aniq-muhammadun-yusuf-hasyim-pimpin-pcnu-pati-nu-2019-2024 https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/08/duet-kh-aniq-muhammadun-yusuf-hasyim-pimpin-pcnu-pati-nu-2019-2024_m_123702.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/08/duet-kh-aniq-muhammadun-yusuf-hasyim-pimpin-pcnu-pati-nu-2019-2024_m_123702.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/08/123702/duet-kh-aniq-muhammadun-yusuf-hasyim-pimpin-pcnu-pati-nu-2019-2024

Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Pati menggelar konfercab kemarin. Kegiatan yang dibuka Bupati Pati Haryanto ini, digelar di Ponpes Mamba’ul Ulum, Tayu.]]>

PATI – Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Pati menggelar konferensi cabang (konfercab) kemarin. Kegiatan yang dibuka Bupati Pati Haryanto ini, digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Mamba’ul Ulum Desa Pakis, Kecamatan Tayu.

Agenda memilih ketua baru ini, menghasilkan terpilihnya lagi KH Aniq Muhammadun sebagai rois syuriah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang NU 2019-2024 dijabat Yusuf Hasyim.

Selain memilih ketua, kegiatan ini juga membahas isu-isu kemandirian NU menyongsong usia satu abad. ”Saya mengapresiasi digelarnya konfercab ini sebagai amanat AD/ART organisasi, sekaligus proses reorganisasi. Supaya organisasi lebih segar dan menghasilkan sesuatu untuk masyarakat. Sekaligus dapat turut serta untuk selalu mendukung kerja pemerintah daerah,” kata Bupati pati Haryanto saat sambutan sebelum memukul jidur tanda pembukaan konfercab.

Haryanto berharap, forum tersebut bisa memberikan hasil bagi warga NU, sekaligus kemajuan Kabupaten Pati. Dirinya juga menekankan, bahwa selama ini antara NU dengan Pemkab Pati sudah menjalin sinergitas. Bahkan, pemkab juga mendukung penuh gerakan yang dilakukan warga nahdliyin.

”Kami sadar bahwa NU adalah ormas terbesar di Indonesia dan organisasi yang paling solid. Bahkan dalam sejarahnya, para pendiri NU juga turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” imbuhnya.

Senada dengan bupati, KH Hudallah Ridwan dari Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah mengingatkan soal peran NU sebagai organisasi yang melayani. ”NU ini organisasi yang harus melayani. Terutama kepada warga NU sendiri. NU harus berperan dalam pelayanan, misalnya pelayanan agama, dengan aktif mengisi persoalan agama di masjid-masjid dan musala di manapun. Soal rohani dengan kegiatan thariqoh. Termasuk soal ekonomi, pendidikan, dan banyak hal lain,” paparnya.

Untuk itu, NU memiliki setidaknya 18 lembaga. ”Lembaga-lembaga itu yang memiliki tugas-tugas penting. Jadi, pelayanan kepada warganya sendiri harus baik. Itu menjadi kekuatan NU. Kalau NU kuat, NKRI juga kuat,” imbuhnya.

Pihaknya juga sempat menyinggung, mulai banyaknya pihak yang melakukan penggembosan NU secara pelan-pelan. ”Misalnya dengan kata-kata tidak perlu NU-NU-an, yang penting tahlilan, yang penting Islam. Itu adalah bagian dari melucuti kepercayaan warga kepada NU. Melucuti kepercayaan warga kepada ulama NU,” singgungnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Konfercab Jamal Makmur Asmani, mengungkapkan, kegiatan yang mengusung tema ”Satu Abad Menuju Kemandirian NU” ini, akan serius membahas isu-isu soal kemandirian NU.

”Akan dibahas dakwah ekonomi NU. Pertama harus ada revitalisasi lembaga zakat infaq sedekah (Lazisnu). Potensi zakat di Pati ada sekitar Rp 20 miliar. Sedangkan yang berhasil digali baru sekitar Rp 3 miliar. Revitalisasi Lazisnu ini membutuhkan SDM yang memenuhi empat kompetensi, yaitu kompetensi spiritual-moral, sosial, keilmuan, dan manajerial,” papar dosen di Institute of Pesantren Mathali'ul Falah (Ipmafa) Pati ini.

Selain itu, harus mampu memperbanyak lahirnya entrepreneur kreatif dan inovatif yang berani memulai usaha dan gigih melawan segala tantangan. Untuk itu, dibutuhkan pelatihan intensif yang mampu menggabungkan teori dan praktik. Kesuksesan ekonomi adalah bagian jihad agama yang akan memengaruhi kesuksesan di bidang lain, seperti pendidikan, sosial, budaya, dan politik.

]]>
Ali Mustofa Fri, 08 Mar 2019 10:27:52 +0700
<![CDATA[Barisan Emak-Emak Muslimat NU Tolak Ghibah dan Hoax]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/08/123701/barisan-emak-emak-muslimat-nu-tolak-ghibah-dan-hoax https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/08/barisan-emak-emak-muslimat-nu-tolak-ghibah-dan-hoax_m_123701.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/08/barisan-emak-emak-muslimat-nu-tolak-ghibah-dan-hoax_m_123701.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/08/123701/barisan-emak-emak-muslimat-nu-tolak-ghibah-dan-hoax

Jalan sehat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU di Kabupaten Pati digelar meriah kemarin. Ribuan warga termasuk bupati dan Forkopimda Pati hadir.]]>

PATI – Jalan sehat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-73 Muslimat NU di Kabupaten Pati digelar meriah kemarin. Ribuan warga termasuk bupati dan Forkopimda Pati memadati Alun-alun Simpanglima Pati.

Mulai pukul 07.00, kawasan Alun-alun Pati sudah dipadati sekitar 5.000 warga yang menggunakan pakaian hijau dan putih. Warga yang didominasi emak-emak dari Muslimat NU ini, melaksanakan kegiatan jalan sehat memperingati harlah Muslimat NU.

Tak hanya emak-emak Muslimat NU se-Kabupaten Pati, kegiatan itu juga dihadiri pejabat di Bumi Mina Tani. Mulai dari Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati (Wabup) Pati Saiful Arifin (Safin), hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pati. Mereka tak hanya mengikuti jalan sehat, namun juga tahlil dan berdoa bersama.

Pimpinan Cabang Muslimat NU Pati Umi Hani berterima kasih kepada semua pihak yang menyukseskan kegiatan ini. Di usia yang ke-73 ini, Muslimat NU diharapkan mampu menganalisa serta mengevaluasi diri untuk menjadi lebih baik dan maju. Ini selaras dengan tema harlah Muslimat NU tahun ini ”Khidmah Muslimat NU Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa”.

Selain itu, Muslimat NU menyatakan menolak tegas berita hoax, fitnah, dan ghibah. Sebab, dapat memecah belah bangsa. Terutama saat ini sedang marak informasi hoax di media sosial.

”Muslimat NU diharapkan dapat menjadi mar'atus sholihah. Bisa memberi keteladanan bagi masyarakat. Mampu mewujudkan dan merealisasikan anti-ghibah, fitnah, serta menolak hoax," ajaknya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, acara yang luar biasa ini, bisa membawa manfaat banyak bagi masyarakat. ”Oleh karena itu, jika kegiatan ini mengambil tema tersebut (Khidmah Muslimat NU Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa, Red), menurut saya sudah harmonis dan selaras dengan organisasi Muslimat NU ini," ucapnya.

Ia mengatakan, di usia yang ke-73 ini, sudah banyak kiprah dan jasa Muslimat NU yang untuk bangsa. Sejak dulu, NU dan Muslimat selalu mendukung program pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat.

”Di usia (Muslimat NU) yang tidak muda ini, sudah banyak yang diperbuat demi kemajuan bangsa dan negara. Saya berharap, apa yang telah dikerjakan Muslimat NU agar selalu dipertahankan dan dijaga," imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 08 Mar 2019 10:11:16 +0700
<![CDATA[Budi Waseso: Dianggar Rp 4,9 M, Daya Tampung Bulog Bumirejo 5.500 Ton]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123153/budi-waseso-dianggar-rp-49-m-daya-tampung-bulog-bumirejo-5500-ton https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/budi-waseso-dianggar-rp-49-m-daya-tampung-bulog-bumirejo-5500-ton_m_123153.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/budi-waseso-dianggar-rp-49-m-daya-tampung-bulog-bumirejo-5500-ton_m_123153.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123153/budi-waseso-dianggar-rp-49-m-daya-tampung-bulog-bumirejo-5500-ton

Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengunjungi komplek pergudangan Bulog di Desa Bumirejo, Margorejo kemarin. Gudang itu rencananya menampung 5.500 ton.]]>

MARGOREJO – Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengunjungi komplek pergudangan Bulog di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo kemarin. Pria asli Pati yang akrab disapa Buwas ini mengecek gudang yang dibangun dengan anggaran Rp 4,9 miliar. Gudang itu rencananya menampung 5.500 ton.

Usai mengecek gudang, Buwas menyampaikan gudang Bulog yang baru dibangun tersebut untuk menambah kemampuan menjaga ketahanan pangan di Pati dan sekitarnya. Terlebih Kabupaten Pati merupakan pusat produksi beras paling luas di banding wilayah lain di eks karesidenan Pati.

“Ketika musim panen berlangsung, gudang itu sudah bisa dimanfaatkan untuk menampung serapan pengadaan beras secara maksimal. Di Pati sebagai sumber produksi beras harus mempunyai stok. Sebelumnya hanya mampu menampung 3.500 ton, kini bisa menampung 5.500 ton. Selain itu ada unit pengolahan, laboratorium pemeriksaan kualitas, dan lainnya. Anggarannya Rp 4,9 miliar di area 1,5 hektare,” jelasnya kemarin.

Menurutnya, gudang itu sangat penting menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan. Tidak seperti tahun sebelumnya, produksi dari Pati dikeluarkan ke daerah lain dan kembali lagi ke Pati dengan harga mahal karena tidak ada penampungan. Kalau ada gudang penampungan dengan kapasitas memadai, dapat dijadikan stok.

“Seperti saat stok langka disebabkan belum musim panen, harga beras melambung tinggi karena kurangnya suplai. Untuk itu bisa diintervensi supaya harga stabil. Biasanya harga beras saat melonjak bisa mencapai Rp 12 ribu, itu bisa kami suplai supaya harganya bisa murah tetap Rp 9 ribu perkilogram,” lanjutnya.

Ia mengatakan, ketersediaan beras saat ini masih aman. Meskipun saat ini sudah tidak ada beras sejahtera (rastra), beras itu tetap dikelola dan akan disuplai jika stoknya langka supaya harganya stabil. Terlebih sudah ada kemitraan dan jaringan rumah pangan kita (RPK) yang tersebar di semua wilayah.

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Mar 2019 11:21:50 +0700
<![CDATA[Dana Desa di Pati Naik 13 Persen, Kajari Pelototi Transparansi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123149/dana-desa-di-pati-naik-13-persen-kajari-pelototi-transparansi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/dana-desa-di-pati-naik-13-persen-kajari-pelototi-transparansi_m_123149.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/dana-desa-di-pati-naik-13-persen-kajari-pelototi-transparansi_m_123149.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123149/dana-desa-di-pati-naik-13-persen-kajari-pelototi-transparansi

Ratusan kepala desa se Kabupaten Pati dikumpulkan di pendapa pagi kemarin. Pertemuan itu dalam rangka Sosialisasi Program Fasilitasi Pengelolaan DD dan ADD 2019]]>

KOTA – Ratusan kepala desa se Kabupaten Pati dikumpulkan di pendapa pagi kemarin. Pertemuan itu dalam rangka Sosialisasi Program Fasilitasi Pengelolaan DD dan ADD 2019. Dalam pertemuan itu kenaikan anggaran juga disampaikan.

Tahun ini, jumlah dana desa (DD) di Kabupaten Pati naik 13 persen. Dana desa tahun 2019 ini mencapai Rp 417,038 miliar. Atau mengalami kenaikan sebesar Rp 51,584 miliar.

Bupati Haryanto meminta, agar dana desa yang ada dapat digunakan untuk pemanfaatan sumber daya potensi lokal, padat karya tunai dengan tenaga kerja lokal, kemudian untuk pergeseran kosentrasi dari pembangunan fisik atau infrastruktur ke pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia.

”Kepada kepala desa sebagai penanggung jawab atas pengelolaan ADD dan DD, agar semua kegiatan dibahas dalam Musyawarah Desa dan ditetapkan dalam APBDes. Selain itu, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) juga harus valid dan objektif. Laksanakan dengan  mengacu pada rencana penggunaan dana desa (RPD) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” tegas Bupati Haryanto memngingatkan para kepala desa ini.

Tak kalah penting dari semua itu, lanjut Haryanto, pihaknya meminta agar para kepala desa  untuk tidak lupa untuk mengawasi dan mengkoordinasikan pelaksanaannya. ”Pelaporan juga harus dilengkapi dokumen, lakukanlah inovasi yang mendukung peningkatan hasil kerja,” imbuhnya.

Pihaknya pun mengingatkan kepada 401 kepala desa di 21 kecamatan, bahwa untuk pencairan dana, agar disesuaikan dengan Rencana Penggunaan Dana (RPD) atau sesuai dengan kebutuhan.

”Kemudian kepada Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten diharapkan untuk benar-benar melakukan upaya-upaya pembinaan, pemantauan dan monitoring terpadu dari unsur terkait sehingga penggelolaan dana desa dapat berjalan sesuai ketentuan. Kami berharap semua dapat tepat sasaran,” ujar Bupati Haryanto.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati Dedy Koesnomo meminta kepada pihak desa untuk mengelola Dana Desa (DD) secara transparan. Mengingat, transparansi atau keterbukaan informasi publik sangat penting, agar masyarakar desa juga ikut memantau pengelolaan DD tersebut. Dan menghindari penyalahgunaan anggaran.

”Kami memang menekankan pentingnya transparansi ini, karena kami bersama masyarakat juga ikut memantau pengelolaan DD maupun ADD,” katanya.

Dedy menambahkan, awal mula penyalahgunaan DD bermula pada dua hal, yakni tahu regulasi tetapi mencari untung dari kelemahan aturan. Kemudian yang kedua adalah tahu regulasi tetapi tidak dilaksanakan.

Kemudian ada juga pihak desa atau kepala desa (kades) yang tidak tahu regulasi, tetapi dipaksa atau terpaksa melakukan penyalahgunaan DD dan ADD. Hal ini terkadang dipacu adanya sistem maupun intervensi dari pihak lain ataupun karena terpaksa.

Ada juga pihak desa yang tidak tahu regulasi, tetapi memaksa untuk melakukan penyalahgunaan DD maupun ADD. Hal ini muncul karena adanya keserakahan.

”Jadi, pihak desa jangan bermain-main dengan DD ini. Terkait DD ini juga sudah ada kades yang dipenjara lantaran penyalahgunaan dalam pengelolaan DD,” pungkasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Mar 2019 11:08:02 +0700
<![CDATA[Dua Jenazah ABK yang Tewas Keracunan Tiba di Pati Hari Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123091/dua-jenazah-abk-yang-tewas-keracunan-tiba-di-pati-hari-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/dua-jenazah-abk-yang-tewas-keracunan-tiba-di-pati-hari-ini_m_123091.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/dua-jenazah-abk-yang-tewas-keracunan-tiba-di-pati-hari-ini_m_123091.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123091/dua-jenazah-abk-yang-tewas-keracunan-tiba-di-pati-hari-ini

Jenazah anak buah kapal (ABK) KM Agung Mina Samudra Pati yang keracunan di Perairan Aru, Maluku, dijadwalkan tiba di Pati hari ini (5/3).]]>

PATI – Jenazah anak buah kapal (ABK) KM Agung Mina Samudra Pati yang keracunan di Perairan Aru, Maluku, dijadwalkan tiba di Pati hari ini (5/3). Polres Pati telah berkoordinasi dengan keluarga korban dan mempersiapkan penjemputan jenazah ABK yang meninggal karena keracunan di tempat penyimpanan ikan.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui KBO Polair Polres Pati IPTU Sutamto, mengatakan, pihaknya telah mendatangi semua rumah korban. Ketiga korban warga Pati dan satu korban warga Gunungkidul, Jogjakarta.

”Kami dan pemilik kapal telah mendatangi rumah korban dan memberikan tali asih. Selain itu, kami berkoordinasi untuk mempersiapkan rencana korban yang dibawa pulang menggunakan pesawat dengan tujuan Bandara A. Yani Semarang,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Ia menuturkan, keempat jenazah ABK dibagi dua. Penerbangan pertama, yakni Tasri, warga Desa Trimulyo, Juwana, Pati, yang merupakan nakhoda kapal dan Riko Monalisa, warga Desa Ngening, Batangan, Pati, tiba di bandara A. Yani Semarang hari ini (5/3).

Sedangkan M Dawam, warga Desa Pegandan, Margorejo, Pati, dan Triyanto warga Gunungkuli, Jogjakarta, tiba besok (6/3). Pihaknya dan keluarga korban kini tinggal menunggu informasi kedatangan jenazah di Semarang dan langsung dikawal ke rumah duka masing-masing.

Selain menunggu kedatangan keempat jenazah keracunan di Perairan Aru, petugas kepolisian telah menerima jenazah korban meninggal di atas KM Sumber Rejeki 03 di TPI I Bajomulyo Juwana, Pati. Jenazah itu, bernama Turwandi, 55, ABK tersebut merupakan warga Kabupaten Batang yang meninggal di Kalimantan karena sakit pada Jumat (1/3).

”ABK tersebut meninggal saat mencari ikan di perairan Kalimantan. Korban tiba-tiba mengeluh sakit kepala dan saat itu langsung pingsan. ABK lainnya menolong dengan memijit badan korban menggunakan minyak kayu putih. Saat dalam perjalanan ke rumah sakit terdekat, korban sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Sesampainya di Kecamatan Juwana, Pati, korban diperiksa oleh Tim Forensik Polres Pati dan Tim Medis Puskesmas Juwana. Jenazah dilakukan pemeriksaan luar atau visum et repertum. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada jenazah. Korban meninggal karena sakit.

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Mar 2019 07:05:59 +0700
<![CDATA[Di-Deadline Maret, Desa di Pati Belum Ajukan Pencarian Dana Desa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122934/di-deadline-maret-desa-di-pati-belum-ajukan-pencarian-dana-desa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/di-deadline-maret-desa-di-pati-belum-ajukan-pencarian-dana-desa_m_122934.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/di-deadline-maret-desa-di-pati-belum-ajukan-pencarian-dana-desa_m_122934.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122934/di-deadline-maret-desa-di-pati-belum-ajukan-pencarian-dana-desa

Pencairan dana desa tahap pertama ditargetkan Januari-Maret. Hingga saat ini belum ada desa yang mengajukan pencairan. Sebab, dana dari pusat belum ditransfer.]]>

KOTA – Pencairan dana desa tahap pertama ditargetkan Januari-Maret. Hingga saat ini belum ada desa yang mengajukan pencairan. Bahkan, dana dari pemerintah pusat belum ditransfer ke daerah. Meski demikian, perbup dana desa 2019 telah keluar dan secepatnya disosialisasikan kepada desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Pati Muhtar melalui Kabid Pengembangan Desa Sunaryo mengatakan, pencaiannya dimulai dengan pengesahan perbub dana desa dan saat ini rampung. Dengan adanya payung hukum, maka akan segera diproses dan disosialisasikan kepada semua desa di Pati.

“Perbup tersebut sudah diserahkan bagian hukum Setda Pati ke Dispermades. Rencananya akan kami sosialisasikan Senin (4/3). Kami memberikan pemahaman secara teknis tentang pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa. Harapannya desa bisa semakin memahami regulasinya,” tuturnya kemarin.

Setelah proses sosialisasi, lalu pengajuan dana desa tahap pertama diajukan ke KPPN dan Kemenkeu. Jika dari rekening kas negara ke kas umum daerah, pihaknya akan mentransfer anggaran dana desa ke rekening desa. Bagi desa yang sudah mengajukan kana akan dicairkan.

“Kami menargetkan pencairan dana desa tahap pertama Januari-Maret. Dari 401 desa yang mendapatkan dana desa, belum ada yang mengajukan. Jika awal Maret ini sudah ditransfer ke rekening desa, maka desa yang sudah mengajukan dan berkasnya lengkap akan mencairkan dana desa,” tambahnya.

Menurutnya, anggaran dana desa setiap tahun bertambah. Bahkan pada penerimaan dana desa di Pati 2019 nanti naik 13 persen atau menjadi Rp 417 miliar dibanding dengan dana desa 2018 hanya Rp 365 miliar.

“Anggaran dana desa Pati ini terbanyak kedua se-Jateng setelah Brebes. Dari 401 desa di Bumi Mina Tani, dua desa dengan perolehan terbanyak dana desa yakni Desa Prawoto, Sukolilo dan Desa Klakahkasian, Gembong. Kedua desa itu mendapat kucuran dana desa mencapai Rp 2 miliar lebih,” ungkapnya.

Penerimaan dana desa di setiap desa itu sudah dihitung dengan formula tersendiri. Ada perbedaan formula yang sebelumnya 80 persen dibagi rata, sekarang 72 persen dibagi rata. Sehingga proporsionalnya naik. Jumlah proporsi naik untuk desa-desa yang memiliki kemiskinan tinggi, wilayah luas, dan penduduk banyak.

]]>
Ali Mustofa Mon, 04 Mar 2019 10:30:59 +0700
<![CDATA[Ini Perlunya TPI Juwana Jadi Badan Layanan Umum Daerah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122931/ini-perlunya-tpi-juwana-jadi-badan-layanan-umum-daerah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/ini-perlunya-tpi-juwana-jadi-badan-layanan-umum-daerah_m_122931.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/ini-perlunya-tpi-juwana-jadi-badan-layanan-umum-daerah_m_122931.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122931/ini-perlunya-tpi-juwana-jadi-badan-layanan-umum-daerah

TPI Juwana diwacanakan bakal dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, sudah mendorong wacana itu kepada pemkab.]]>

JUWANA – TPI Juwana diwacanakan bakal dijadikan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, sudah mendorong wacana itu kepada Pemerintah Kabupaten Pati. Saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pengelola TPI masih bersiap dengan rajin melakukan studi banding pengelolaan BLUD.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Edi Martanto melalui Kabid Pengelolaan dan Pengembangan (P2) Tempat Pelelangan Ikan (TPI) pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, Dwi Endang Subekti.

”Ya kedepan, TPI di Juwana akan kami jadikan sebagai BLUD. Itu diharapkan bisa meningkatkan pelayanan di sana. Baik bagi nelayannya maupun para bakul,” kata Endang kepada Jawa Pos Radar Kudus belum lama ini.

Menurutnya, dengan menjadi BLUD, unsur pelayanan di TPI bakal lebih baik dan lebih maksimal lagi. Selain itu dengan dikelola sebagai BLUD, kewenangan pengelolaan juga diklaim bisa lebih maksimal.

Endang menuturkan, saat ini kondisi TPI di Juwana yang menjadi salah satu penyangga pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Pati ini masih banyak sarana dan prasarana yang belum terpenuhi dan memadai. ”Hal itu bisa menjadi penghambat pelayanan. Kalau dikelola sebagai BLUD kan nanti enak, di TPI ada kewenangan penuh untuk mengelola. Termasuk masalah penganggaran-penganggaran misalnya,” terang Endang.

Saat ini, Endang mengakui, langkah untuk kesana memang baru sebatas wacana. Akan tetapi usulan sudah disampaikan. ”Mungkin pemkab sedang mengkajinya. Akan tetapi saat ini kami juga sudah mulai bersiap. Termasuk belajar pengelolaan di BLUD misalnya di rumah sakit daerah. Ya dengan dikelola sebagai BLUD ini memang akan memberikan dampak yang baik bagi pengelolaan TPI itu sendiri. Yang paling jelas adalah kebebasan pengelolaan terkait keuangan maupun dalam pemenuhan sarana dan  prasarana itu sendiri,” terangnya.

Namun untuk target tahun, pihaknya belum bisa memastikan. Yang jelas, pihaknya terus mendorong hal itu. Demi pelayanan pelelangan ikan yang lebih baik. Sebab berkaitan dengan sumber pemasukan keuangan daerah juga. 

]]>
Ali Mustofa Mon, 04 Mar 2019 10:22:23 +0700
<![CDATA[Launching Aplikasi Ayo SRC, Wabup Motivasi Pengecer agar Berkembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122930/launching-aplikasi-ayo-src-wabup-motivasi-pengecer-agar-berkembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/launching-aplikasi-ayo-src-wabup-motivasi-pengecer-agar-berkembang_m_122930.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/launching-aplikasi-ayo-src-wabup-motivasi-pengecer-agar-berkembang_m_122930.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122930/launching-aplikasi-ayo-src-wabup-motivasi-pengecer-agar-berkembang

Latar belakang Wakil Bupati Saiful Arifin sebagai pengusaha, menjadikannya kaya pengalaman dalam berbagai jenis usaha. Ia pun tak sungkan berbagi ilmu.]]>

KOTA - Latar belakang Wakil Bupati Saiful Arifin sebagai pengusaha, menjadikannya kaya pengalaman dalam berbagai jenis usaha. Ia pun tak sungkan berbagi ilmu kepada peretail, yang menggeluti usaha dari bawah seperti yang dilakukannya 21 tahun silam.

”Kalau kita bicara retail, saya sendiri pernah menjadi peretail, jadi sedikit banyak saya tahu. Saya mulai (usaha, Red) dari tahun 1998 dan sampai sekarang masih berjalan,” ungkap Wabup saat menghadiri launching aplikasi ayo SRC (Sampoerna Retail Community) di Plaza Pragola Pati, Selasa siang (26/2).

Dihadapan para peretail UKM di empat kabupaten eks Karesidenan Pati yaitu Pati, Rembang, Kudus dan Jepara, Safin tak lupa memotivasi para peretail untuk tidak berhenti hanya sebagai pengecer saja. Ia yakin dengan tata kelola yang baik suatu usaha dapat berkembang.

”Yang paling penting jangan hanya jadi toko kelontong saja, jadi kita harus berfikir di era globalisasi ini kita harus berinovasi. Daya saing pelayanan, kelengkapan produk dan produk kekinian yang terus berkembang,” jelas Safin.

Ketika menyinggung tentang inovasi dari SRC ingin, Safin berharap adanya panduan, support dan dorongan dari SRC agar UMKM di Pati lebih maju.

”Pati bisa hebat karena UMKM yang berkembang dan semoga ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” jelas Safin.

Pada kesempatan ini Wakil Bupati juga sempat melakukan telekonferensi dengan Gubernur Ganjar Pranowo. Telekonferensi ini dilakukan serentak dengan kabupaten lain yang ada di Jawa tengah.

Sementara itu Novi Wididanarto supervisor PT HM Sampoerna area Pati menyampaikan bahwa SRC mempunyai binaan peretail yang tersebar di seluruh Jawa Tengah.

”Aplikasi ini menghubungkan transaksi antara mitra SRC yang telah ditunjuk dengan para grosir. Dan nantinya akan dilaunching juga aplikasi yang untuk konsumen,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 04 Mar 2019 10:15:45 +0700
<![CDATA[Empat ABK asal Juwana Tewas Diduga Keracunan di Perairan Aru Maluku]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122914/empat-abk-asal-juwana-tewas-diduga-keracunan-di-perairan-aru-maluku https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/empat-abk-asal-juwana-tewas-diduga-keracunan-di-perairan-aru-maluku_m_122914.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/04/empat-abk-asal-juwana-tewas-diduga-keracunan-di-perairan-aru-maluku_m_122914.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/04/122914/empat-abk-asal-juwana-tewas-diduga-keracunan-di-perairan-aru-maluku

Empat anak buah kapal (ABK) asal Juwana diduga keracunan di Perairan Aru Maluku Sabtu (2/3) malam. Mereka adalah Triyanto, Dawam, Tasri, dan Riko.]]>

PATI – Empat anak buah kapal (ABK) asal Juwana diduga keracunan di Perairan Aru Maluku Sabtu (2/3) malam. Mereka Triyanto, 25 warga Desa Dengok, Kecamatan Playan, Gunungkidul, DIY; M. Dawam, 30 warga Desa Pegandan, Margorejo; Tasri, 52, warga Desa Ngening Batangan; dan Riko, 27 warga Desa Ngerang Juwana.

Akibat kejadian itu keempatnya meninggal. Mereka keracunan saat masuk ke dalam tempat penyimpanan ikan. Saat ini jenazah sedang perjalanan dan dijadwalkan baru tiba di bandara Semarang Selasa (5/2).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pukul 16.00 WITA Sabtu (2/3), kapal para ABK tersebut tengah mencari ikan di Perairan Dobo Kepulauan Aru Maluku. Ketika salah satu ABK Triyanto sedang bekerja membersihkan sisa-sisa ikan yang bercampur dengan air di dalam penyimpanan ikan. Ketika korban masuk ke dalam palka atau tempat penyimpanan ikan korban langsung pingsan.

ABK lainnya M. Dawam menolong korban dan ikut tidak sadarkan diri. Hingga Tasri dan Riko tak sadarkan diri karena ikut masuk ke dalam palka. Keempat korban tersebut dilarikan ke pulau terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Akan tetapi dalam perjalanan ke RS Dobo, keempat korban itu meninggal dunia.

Perwakilan nakhoda kapal tersebut lantas memberitahukan peristiwa tersebut kepada pemilik KM Agung Mina Samodra milik warga Batangan. Selanjutnya pemilik kapal memberitahukan kepada petugas Sat Polair Polres Pati di Juwana.

Kepala Polres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kasat Polair Polres Pati IPTU Sutamto saat dikonfirmasi telah mengunjungi rumah koban di Pati. Bahkan tadi malam menuju ke salah satu rumah korban di Gunungkidul untuk memberikan informasi dan santunan. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait dan keluarga korban hari ini.

“Korban semuanya masih di Dobo Maluku Utara. Rencananya dua jenazah baru tiba di bandara A. Yani Semarang Selasa (5/3). Dua korban lainnya tiba Rabu (6/3). Keempat jenazah tidak bisa langsung dibawa di dalam satu pesawat. Karena maksimal dua jenazah dalam satu pesawat,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

]]>
Ali Mustofa Mon, 04 Mar 2019 08:35:44 +0700
<![CDATA[68 Warga Pati Terjangkit DBD, Satu Meninggal Dunia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122704/68-warga-pati-terjangkit-dbd-satu-meninggal-dunia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/68-warga-pati-terjangkit-dbd-satu-meninggal-dunia_m_122704.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/68-warga-pati-terjangkit-dbd-satu-meninggal-dunia_m_122704.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122704/68-warga-pati-terjangkit-dbd-satu-meninggal-dunia

Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Pati terus melonjak. Selama Januari hingga kemarin (27/2) dari 339 kasus demam dengue, ada 68 masyarakat yang positif DBD.]]>

KOTA – Kasus Demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Pati terus melonjak. Selama Januari hingga kemarin (27/2) dari 339 kasus demam dengue, ada 68 masyarakat yang positif DBD. Satu diantaranya meninggal karena DBD merupakan warga Desa Karangwage, Kecamatan Trangkil. Kini Pemkab Pati telah menghentikan fogging karena terkendala anggaran dan menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati dr. Edi Siswanto melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Masnuchaddin Syah mengatakan, ada 68 warga yang positif DBD selama dua bulan ini. Penemuan kasus DBD setelah pendataan dan pengecekan laboratorium.

Dari 339 kasus demam dengue, yang positif DBD sebanyak 68 orang. Terdiri dari 37 laki-laki dan 31perempuan. Satu warga diantaranya meninggal dunia. Menurutnya, warga yang terkena demam dengue (DD) itu dan DBD itu berbeda. Walaupun sama-sama disebabkan infeksi virus dengue, namun penderita DD hanya mengalami demam dan syok saja.

“Setelah diberikan perawatan akan kembali pulih. Sedangkan DBD tak hanya demam saja, juga disertai dengan kebocoran plasma sehingga lebih berbahaya hingga mengakibatkan kematian. Ini yang perlu diwaspadai,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, sejauh ini penanganan DBD telah dilakukan. Selama dua bulan terakhir ada kegiatan fogging di 60 titik. Namun kegiatan tersebut sementara dihentikan karena terkendala anggaran. Pihaknya kini tengah menggencarkan PSN. Sebelumnya sudah ada surat edaran untuk semua kepala puskesmas supaya melaksanakan PSN di setiap wilayah.

“Saat ini surat edaran dari bupati masih dalam proses. Yakni memberikan intruksi kepada semua camat melaksanakan PSN karena masih bayak desa yang fogging minded daripada PSN. Padahal sebenarnya langkah yang paling efektif itu PSN,” lanjutnya.

Kegiatan PSN dilaksanakan dengan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur). Ini supaya tidak ada air menggenang yang digunakan nyamuk berkembang biak. Langkah PSN ini paling efektif memutus rantai perkembangan nyamuk aedes aegypti. Sedangkan fogging mengeliminasi nyamuk dewasa.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 15:20:32 +0700
<![CDATA[Membahayakan Warga, Tiga Pohon Tumbang Timpa Kabel Telkom]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122177/membahayakan-warga-tiga-pohon-tumbang-timpa-kabel-telkom https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/membahayakan-warga-tiga-pohon-tumbang-timpa-kabel-telkom_m_122177.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/membahayakan-warga-tiga-pohon-tumbang-timpa-kabel-telkom_m_122177.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122177/membahayakan-warga-tiga-pohon-tumbang-timpa-kabel-telkom

Tiga pohon tumbang di jalur lambat turut jalan P. Sudirman depan Plaza Pragolo tumbang sejak Sabtu (23/2) lalu hingga kemarin belum dibersihkan.]]>

KOTA – Tiga pohon tumbang di jalur lambat turut jalan P. Sudirman depan Plaza Pragolo tumbang sejak Sabtu (23/2) lalu hingga kemarin belum dibersihkan. Walaupun pohon tumbang tidak menutup jalan, namun hal itu tetap membahayakan warga dan merugikan pemilik sawah.

Berdasarkan pantauan kemarin ada tiga pohon jenis trembesi yang tumbang mengenai kabel milik telkom hingga kabelnya melengkung kebawah. Selain itu pohon yang tumbang mengenai persawahan warga yang padinya sudah menguning. Sudah empat hari ini pohon tersebut tumbang dan belum ada penanganan dari pihak terkait.

Seorang pengguna jalan Sugiyono yang setiap hari melintasi jalan itu mengaku tiga pohon tumbang itu terjadi empat hari ini dan belum dibersihkan. Meski tak menutup jalan, namun pohon yang tumbang tersebut mengenai kabel.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pati Ahmad Faisal melalui Kabid Kebersihan dan Pertamanan Noor Azid mengaku akan mengecek lokasi pohon yang tumbang. Ia mengatakan banyak pohon tumbang yang terjadi pada Sabtu (23/2) lalu.

“Hujan deras dan angin kencang menyebabkan banyak pohon roboh. Kami akan mengeceknya dan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti telkom untuk selanjutnya membersihkannya,” katanya kemarin.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 08:42:04 +0700
<![CDATA[Klaim Pemerataan, TMMD Sengkuyung Garap Desa Pinggiran]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122174/klaim-pemerataan-tmmd-sengkuyung-garap-desa-pinggiran https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/klaim-pemerataan-tmmd-sengkuyung-garap-desa-pinggiran_m_122174.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/klaim-pemerataan-tmmd-sengkuyung-garap-desa-pinggiran_m_122174.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122174/klaim-pemerataan-tmmd-sengkuyung-garap-desa-pinggiran

Pemerintah daerah menggelontorkan anggaran ratusan juta dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I 2019, yang berlokasi di Desa Pakem Sukolilo.]]>

SUKOLILO – Pemerintah daerah menggelontorkan anggaran ratusan juta dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I 2019, yang berlokasi di Desa Pakem Sukolilo, dan Mojoluhur Jaken. Dana tersebut difokuskan untuk pembangunan fisik di dua desa yang termasuk desa pinggiran di Kabupaten Pati itu.

Total anggaran yang digelontorkan untuk kegiatan tersebut mencapai setengah miliar. Yang terdiri dari APBD provinsi, kabupaten, dan swadaya warga setempat. Melalui kegiatan itu diklaim sebagai upaya pemerataan pembangunan.

”Kegiatan ini dirasa baik, lantaran dengan ini tidak ada perbedaan antara pembangunan di desa maupun kota. Ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memperhatikan masyarakat, sebagai upaya pemeratan pembangunan. Supaya derap pembangunan dirasakan seluruh masyarakat sampai yang daerah pelosok,” kata Bupati Haryanto saat membuka kegiatan TMMD di Desa Pakem, Kecamatan Sukolilo kemarin.

Kegiatan fisik yang dilakukan para tentara meliputi pembangunan jalan, gorong-gorong hingga rehab rumah tidak layak huni. Hal itu masuk dalam sasaran pokok dan tambahan. Sedangkan kegiatan nonfisiknya berupa kegiatan sosialisasi, pelatihan, maupun penyuluhan.

Pemerintah, lanjut Haryanto, ingin seluruh desa semakin maju dan sejahtera, dengan tetap mempertahankan keunikan dan kearifan lokalnya. ”Desa maju, fasilitas pelayanan dasar masyarakat komplet, SDM berkualitas, mandiri, dan punya spiritualitas tinggi,” harap bupati.

Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I ini berlangsung mulai kemarin hingga 27 Maret mendatang. Komandan Kodim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan menyebut, untuk sasaran pokok kegiatan fisik di Desa Pakem akan dikerjakan betonisasi jalan desa sepanjang 750 meter dengan lebar tiga meter, serta pembuatan talud irigasi sepanjang 302 meter dengan lebar 1 meter. Dan sasaran tambahan renovasi tiga unit rumah tidak layak huni.

Sementara di Desa Mojoluhur, sasaran pembangunan jalan desa, dan talud irigasi sepanjang. Sedangkan untuk sasaran tambahan, dikerjakan gorong-gorong serta renovasi tiga rumah tak layak huni.

”Kami berharap kegiatan ini dapat membantu pemerintah daerah mewujudkan pemerataan pembangunan. Serta dari pembangunan ini bisa langsung memberikan manfaat bagi warga setempat misalnya soal pembangunan jalan tersebut,” papar Dandim Arief. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 08:24:31 +0700
<![CDATA[Polisi Ungkap Satu Gading Gajah Dijual Tersangka Rp 60 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121434/polisi-ungkap-satu-gading-gajah-dijual-tersangka-rp-60-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/polisi-ungkap-satu-gading-gajah-dijual-tersangka-rp-60-juta_m_121434.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/polisi-ungkap-satu-gading-gajah-dijual-tersangka-rp-60-juta_m_121434.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121434/polisi-ungkap-satu-gading-gajah-dijual-tersangka-rp-60-juta

Kasus kepemilikan 19 gading gajah oleh Nur Hadi, 40, warga Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, kini masih dalam pengembangan petugas Satreskrim Polres Pati.]]>

KOTA – Kasus kepemilikan 19 gading gajah oleh Nur Hadi, 40, warga Desa Jontro, Kecamatan Wedarijaksa, kini masih dalam pengembangan petugas Satreskrim Polres Pati. Polisi masih memburu pelaku lainnya. Satu gading dijual tersangka hingga Rp 60 juta.

Kapolres Pati AKPB Jon Wesly Arianto melalui Kasat Reskrim AKP Yusi Andi Sukmana menjelaskan, harga 19 gading gajah yang dimiliki tersangka bisa mencapai ratusan juta rupiah. Harga gading harganya bervariasi sesuai dengan besar kecilnya gading tersebut dan harganya terbilang besar.

“Sepasang gading yang berukuran panjang 50 sentimeter dan diameter empat sentimeter sekitar Rp 60 juta. Untuk gading gajah yang berukuran panjang 28 sentimeter dengan diameter 4,5 sentimeter itu ditawarkan dengan harga Rp 15 juta,” ungkap Yusi kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Ia menambahkan, untuk 14 pipa rokok dari gading gajah dijual dengan harga yang bervariasi tergantung panjang mulai Rp 1 hingga Rp 5 juta. Pipa rokok gading itu ada yang memiliki panjang 14,5 sentimeter, 12,5 sentimeter, dan 11 sentimeter, 8 sentimeter, dan lima sentimeter. Tersangka belum sempat menjualnya karena keburu ditangkap tim Resmob.

“Dari keterangan tersangka, baru kali pertama menjual gading gajah namun belum sempat terjual karena sudah ditangkap petugas. Kami masih terus mengembangkan kasus itu darimana tersangka mendapatkannya. Sementara dua teman tersangka yang disuruh menjual gading gajah kini masih berstatus saksi,” jelasnya.

Yusi menjerangkan, dari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 40 ayat 2 junto pasal 21 ayat dua huruf d Undang-Undang  Republik Indonesia nomor 5 tahun 1990. Ini melangar undang-undang tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Bila terbukti melanggar, bisa dijerat dengan ancaman lima tahun penjara.

Seperti yang diketahui, Selasa (19/2) lalu petugas Resmob mengamankan tersangka di rumahnya di Desa Jontro, Wedarijaksa. Tersangka diamankan setelah petugas mengamankan dua warga Sugiarto dan Slamet yang disuruh tersangka mencari pembeli. Dari dua warga yang masih berstatus saksi menginformasikan gading itu milik tersangka. Akhirnya petugas mengamankan tersangka dan kasus ini kini masih terus dikembangkan.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:35:59 +0700
<![CDATA[Tak Penuhi Kuota, Pendaftaran Pengawas TPS Diperpanjang   ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121436/tak-penuhi-kuota-pendaftaran-pengawas-tps-diperpanjang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/tak-penuhi-kuota-pendaftaran-pengawas-tps-diperpanjang_m_121436.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/tak-penuhi-kuota-pendaftaran-pengawas-tps-diperpanjang_m_121436.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121436/tak-penuhi-kuota-pendaftaran-pengawas-tps-diperpanjang

Dari 21 kecamatan, sebanyak 10 kecamatan kuota anggota pengawas TPS belum terpenuhi. Sebab itu pendaftaran diperpanjang hingga 25 Maret nanti.]]>

KOTA – Dari 21 kecamatan, sebanyak 10 kecamatan kuota anggota pengawas tempat pemungutan suara (TPS) belum terpenuhi. Sebab itu pendaftaran diperpanjang hingga 25 Maret nanti.

Ketua Bawaslu Pati Ahmadi menyampaikan, Pendaftaran dapat dilakukan di tiap kantor panwascam. Ada 21 kantor di setiap kecamatan di Pati.

Dari kebutuhan 4.369 pengawas baru terpenuhi 2.295 orang, sehingga masih kurang 2.074 orang. Kebutuhan pengawas bertambah karena TPS-nya juga bertambah.

Syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi anggota pengawas di TPS berusia minimal 25 tahun dan minimal berijazah SMA sederajat. Pengawas pemilu bisa diambilkan dari warga luar desa dalam satu kecamatan jika tidak ada peminat atau pendaftar. Terpenting memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Setelah pendaftaran, nanti dilakukan seleksi administrasi dan wawancara. Karena hanya bertugas sekitar sebulan selama proses pemilu. Kami mencari orang yang benar-benar sesuai kriteria. Untuk itu, pada sesi wawancara nanti nilainya lebih banyak karena melihat langsung calon pengawasnya,” tutur dia kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Sebelumnya, kata dia, pendaftaran (TPS) yang diseleksi Bawaslu Pati telah dibuka pada 11 hingga 20 Februari lalu. Ada sebanyak 7.679 pendaftar selama masa pendaftaran itu.

Sementara itu pada waktu pendaftaran, TPS yang memenuhi kuota ada 3.619. Sedangkan yang belum memenuhi kuota pendaftar pengawas ada 750 TPS, dari total TPS di Pati sebanyak 4369 TPS.

“Tapi setelah diperpanjang hingga 25 Maret nanti, jika masih tetap belum memenuhi kuota, maka akan diseleksi sedapatnya. Karena masih ada tahapan berikutnya dan pelaksanaan pemilu sudah semakin dekat,” kata Ahmadi.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:20:59 +0700
<![CDATA[Jebol Diterjang Banjir, Tanggul di Desa Srikaton Ditutup Karung]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121429/jebol-diterjang-banjir-tanggul-di-desa-srikaton-ditutup-karung https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/jebol-diterjang-banjir-tanggul-di-desa-srikaton-ditutup-karung_m_121429.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/jebol-diterjang-banjir-tanggul-di-desa-srikaton-ditutup-karung_m_121429.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121429/jebol-diterjang-banjir-tanggul-di-desa-srikaton-ditutup-karung

Puluhan warga bersama dengan aparat Koramil 04/Kayen menyerbu sekitar lapangan Desa Srikaton, Kayen, Jumat (22/2) pagi kemarin, untuk memperbaiki tanggul jebol.]]>

KAYEN – Puluhan warga bersama dengan aparat Koramil 04/Kayen menyerbu sekitar lapangan Desa Srikaton, Kayen, Jumat (22/2) pagi kemarin. Sebanyak 60 orang itu bersama-sama memperbaiki tanggul di desa tersebut.

Diketahui tanggul pencegah banjir sepanjang 200 meter rusak diterjang banjir. Tiap kali musim penghujan desa itu memang menjadi daerah langganan banjir.

Dandim 0718/Pati Letkol Arm. Arief Darmawan melalui Danramil Kayen Kapten Cba  M Zuhri Antoro mengungkapkan, di sekitar Sungai Manging tersebut air sering kali meluap dan menjadi biang banjir di desa tersebut.

”Hari ini kami semua bergotong royong untruk memperbaiki tanggul yang rusak tersebut. Hal itu untuk mencegah banjir, karena sering menggenangi perkampungan warga,” kata Danramil Kayen kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara itu Kepala Desa Srikaton, Sarjono mengaku, berterima kasih kepada anggota koramil maupun polsek yang turut membantu pekerjaan perbaikan tanggul yang rusak tersebut. Apalagi dalam kerja bakti tersebut, warga nampak bersemangat dalam kegiatan perbaikan tanggul.

 ”Semoga setelah diperbaiki, tanggul yang ada ini bisa memberi kemanfaatan kepada warga. Sekaligus bisa menjadi pencegah agar air di sungai tak meluap dan menggenangi pemukiman warga,” harap Sarjono.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 08:10:59 +0700
<![CDATA[Abaikan Faktor Keselamatan, Nelayan Ini Nekat Melaut tanpa Pelampung]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121430/abaikan-faktor-keselamatan-nelayan-ini-nekat-melaut-tanpa-pelampung https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/abaikan-faktor-keselamatan-nelayan-ini-nekat-melaut-tanpa-pelampung_m_121430.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/25/abaikan-faktor-keselamatan-nelayan-ini-nekat-melaut-tanpa-pelampung_m_121430.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/25/121430/abaikan-faktor-keselamatan-nelayan-ini-nekat-melaut-tanpa-pelampung

Nelayan di Kabupaten Pati masih rendah kesadarannya ketika sedang melaut. Penggunaan alat keselamatan dinilai sering diabaikan oleh nelayan.]]>

JUWANA – Nelayan di Kabupaten Pati masih rendah kesadarannya ketika sedang melaut. Penggunaan alat keselamatan dinilai sering diabaikan oleh nelayan.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati Edi Martanto melalui Kasi Perikanan Tangkap Taryadi. ”Masih banyak ditemukan nelayan tak pakai pelampung. Padahal mereka sudah memilikinya dari bantuan yang diberikan pemerintah,” kata Taryadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Tingkat kesadaran yang rendah tersebut, kata Taryadi diakui karena mereka menilai memakai peralatan ribet. ”Alasannya memang ribet kalau harus memakai pelampung,” imbuhnya.

Padahal pemakaian alat tersebut sangat penting. Bagaimanapun alat keselamatan tersebut sangat diperlukan. Sepandai-pandainya berenang di laut, kemungkinan kecelakaan bisa saja terjadi apalagi berenang di gelombang laut yang besar.

”Makanya kami selalu memberikan penyuluhan kepada para nelayan ini. supaya alat keselamatan yang telah diberikan oleh pemerintah bisa digunakan untuk menunjang keselamatan kerja mereka. Ya minimal dibawa dan diletakkan di dekatnya. Jika sesuatu hal terjadi bisa cepat dipakai,” terangnya.

Taryadi mengaku, saat meninjau nelayan-nelayan terutama nelayan kecil, seperti di Dukuhseti memang masih banyak yang rendah kesadarannya dalam menyikapi alat keselamatan melaut. ”Untuk itu kami memang selalu berkoordinasi dengan koordinator kelompok-kelompok nelayan, untuk memberikan pemahaman tersebut,” katanya.

Seperti diketahui, nelayan-nelayan kerap sekali mengalami kecelakaan di laut. Dan lebih sering tak terselematkan pada 2018 lalu

Salah satu koordinator kelompok nelayan di Dukuhseti, Sumarlan mengaku, anggotanya memang masih banyak ditemukan tak memakai alat keselamatan saat melaut. Dirinya mengungkapkan sudah sering mengimbau supaya para nelayan juga memerhatikan keselamatannya sendiri. Misalnya dengan mematuhi imbauan untuk memakai pelampung dan juga mematuhi imbauan ketika sedang terjadi cuaca buruk. ”Soal alat keselamatan memang masih rendah kesadarannya. Ini memang harus menjadi perhatian para nelayan,” jelasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 25 Feb 2019 07:50:59 +0700
<![CDATA[Pabrik Garam di Lengkong Terbakar, Kerugian Puluhan Juta Rupiah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120988/pabrik-garam-di-lengkong-terbakar-kerugian-puluhan-juta-rupiah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/pabrik-garam-di-lengkong-terbakar-kerugian-puluhan-juta-rupiah_m_120988.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/pabrik-garam-di-lengkong-terbakar-kerugian-puluhan-juta-rupiah_m_120988.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120988/pabrik-garam-di-lengkong-terbakar-kerugian-puluhan-juta-rupiah

Musibah kebakaran menimpa sebuah pabrik pengolahan garam di Desa Lengkong Kecamatan Batangan pagi kemarin. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian puluhan juta.]]>

BATANGAN – Musibah kebakaran menimpa sebuah pabrik pengolahan garam di Desa Lengkong Kecamatan Batangan pagi kemarin. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian sekitar puluhan juta rupiah. Kebakaran itu tepatnya menimpa sebuah pabrik garam bernama UD Cah Bagus RT 4 RW 3, Desa Lengkong, Batangan.

 Kapolres Pati AKPB Jon Wesly melalui Kapolsek Batangan Iptu Supardi menjelaskan, musibah kebakaran itu terjadi sekitar pukul 06.00. Kebakaran tersebut menimpa pabrik garam milik Sudarbi, 53 warga desa setempat.

Kapolsek Batangan Iptu Supardi mengungkapkan, kebakaran bermula dari seorang pekerja yang sedang menghidupkan sebuah alat open garam untuk produksi. Pada saat dihidupkan, pipa selang bahan bakar meleleh dan tersambar api.

”Kemudian api menjalar ke tabung solar dan menimbulkan api yang membakar bangunan pabrik garam tersebut, juga beberapa garam yang siap edar,” jelas Kapolsek Batangan Iptu Supardi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Beberapa warga di sekitar lokasi, berusaha memadamkan api sebisanya dengan alat seadanya. Warga pun kuwalahan, tak mampu menjinakkan api, warga kemudian memanggil mobil pemadam kebakaran. Empat unit mobil pemadam dikerahkan menuju ke lokasi. Api baru bisa benar-benar padam dan dijinakkan sekitar pukul 08.00.

Penyebab kejadian kebakaran sendiri, lanjut kapolsek, diduga karena api menjalar dari mesin open garam yang berada dalam pabrik tersebut. ”Adapun kerugiannya diperkirakan sekitar Rp 50 juta. Terdiri dari sebagian bangunan pabrik yang hangus terbakar, serta garam konsumsi siap edar,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 14:45:37 +0700
<![CDATA[Aplikasi Siapak Satpol PP Pati Antarkan Juara Inovasi Tingkat Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120925/aplikasi-siapak-satpol-pp-pati-antarkan-juara-inovasi-tingkat-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/aplikasi-siapak-satpol-pp-pati-antarkan-juara-inovasi-tingkat-jateng_m_120925.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/aplikasi-siapak-satpol-pp-pati-antarkan-juara-inovasi-tingkat-jateng_m_120925.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120925/aplikasi-siapak-satpol-pp-pati-antarkan-juara-inovasi-tingkat-jateng

Aplikasi Siapak (Sistem Integrasi Aduan Penanganan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat) turut membanggakan Kabupaten Pati diganjar sebagai juara inovasi]]>

PATI – Aplikasi Siapak (Sistem Integrasi Aduan Penanganan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat) turut membanggakan Kabupaten Pati. Aplikasi tentang pengaduan penanganan ketertiban dan ketenteraman masyarakat itu, diganjar sebagai juara dalam lomba inovasi yang digelar Satpol PP Jawa Tengah.

Siapak merupakan satu-satunya aplikasi pengaduan yang ikut dalam lomba inovasi Satpol PP tahun ini. Lomba ini, merupakan bagian dari rangkaian puncak HUT ke-69 Satpol PP dan HUT ke-57 Linmas tingkat Jawa Tengah.

Penyerahan piagam dan piala diberikan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan kemarin pagi. Penghargaan ini, diserahkan oleh Kepala Satpol PP Jawa Tengah Budiyanto dalam gelar pasukan Satpol PP dan Linmas.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Kabupaten Pati Udhi Harsilo Nugroho, mengatakan, Siapak telah diluncurkan sejak 2018 lalu. Aplikasi ini dapat diunduh di Playstore. Masyarakat pun memberikan respon positif dengan adanya aplikasi tersebut.

”Sejak launching hingga saat ini, aplikasi Siapak telah menerima sekitar seratusan aduan masyarakat, terkait ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat," jelasnya.

Melalui aplikasi ini, masyarakat Pati dapat berpartisipasi dalam penanganan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat melalui aplikasi Siapak. Aduan itu, kemudian akan ditangani secara langsung oleh Satpol PP Pati.

Udhi mengungkapkan, ke depan Satpol PP Pati akan mengadakan suatu sistem command center yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi, termasuk Siapak. ”Selain itu, akan ada inovasi Satpoltik (Satpol PP Cantik) yang dilengkapi dengan kendaraan segway," terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santoso mengaku turut berbangga dengan prestasi yang diraih jajarannya. Ia berharap, prestasi ini akan menjadi penyemangat bagi anggotanya untuk lebih berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 10:17:24 +0700
<![CDATA[Meriah, Piyu dan Grup Band Jamrud Guncang Ultah MJ Entertainment]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120922/meriah-piyu-dan-grup-band-jamrud-guncang-ultah-mj-entertainment https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/meriah-piyu-dan-grup-band-jamrud-guncang-ultah-mj-entertainment_m_120922.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/meriah-piyu-dan-grup-band-jamrud-guncang-ultah-mj-entertainment_m_120922.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120922/meriah-piyu-dan-grup-band-jamrud-guncang-ultah-mj-entertainment

Konser 2nd Anniversary MJ Entertainment berlangsung meriah Rabu (20/2) malam lalu. Ribuan pasang mata antusias menyaksikan konser di lapangan belakang plaza.]]>

 MARGOREJO – Konser 2nd Anniversary MJ Entertainment berlangsung meriah Rabu (20/2) malam lalu. Ribuan pasang mata antusias menyaksikan konser yang digelar di lapangan belakang Plaza Pragolo tersebut. Bian Gindas, Jihan Audy, Pupun Kapten, Piyu Padi, dan bintang utama Jamrud sukses menggebrak pecinta musik di Kabupaten Pati dan sekitarnya.

Konser berlangsung sekitar pukul 20.00 hingga 00.00, Bian Gindas tampil membuka konser dengan tembang-tembang melonya seperti C.I.N.T.A, mantan pentolan grup band D’Bagindas tersebut juga tampil berduet bersama Jihan Audy. Penampilan Bian Gindas bahkan sempat menghebohkan, saat seorang penonton diajak naik panggung dan menemaninya bernyanyi.

Pagelaran konser memang berlangsung meriah. Sebelum musik menggebrak. Pesta kembang api lebih dari sepuluh menit dipertontonkan. Bahkan lebih spektakuler lagi pesta kembang api sebelum Jamrud manggung sebagai pemuncak acara.

Konser malam lalu, memang sengaja menunjukkan kualitas MJ Entertainment sebagai salah satu event organizer hiburan papan atas. Penampilan konser makin meriah dengan tata lampu yang spektakuler, dipadu dengan layar panggung yang penuh animasi mendukung suasana pertunjukan musik.

Sujoko, owner MJ Entertainment mengungkapkan, konser tersebut digelar sebagai peringatan ulang tahun ke dua. Sekaligus mengenalkan MJ Entertainment kepada masyarakat luas. ”Jadi masyarakat bisa tahu, di sini ada MJ Entertainment, even organizer hiburan. Di mana tak terbatas pada musik dangdut sebagaimana banyak dikenal orang dengan orkes Manhattan mongkle-mongklenya. Tetapi MJ Entertainment bergerak di semua jenis musik. Salah satunya ya dengan menghadirkan Jamrud, Piyu, Pupun, dan bahkan Jihan Audy yang menyanyikan lagu pop,” jelas Sujoko.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mas Joko tersebut berharap MJ Entertainment bisa berkembang besar dan semakin maju, sehingga bisa menyuguhkan hiburan-hiburan konser yang lebih spektakuler lagi, mendatangkan musisi-musisi papan atas untuk memberikan hiburan di Pati dan sekitarnya.

Sementara itu, pemuncak acara, Jamrud juga tampil sangat menghibur. Grup band rock legendaris tanah air itu akhirnya mampu mengobati kerinduan para Jamers (fans Jamrud, Red) dengan lagu-lagu andalan seperti Nekad, Putri dan Surti Tejo. Seperti diketahui, kali terakhir Jamrud manggung di Bumi Mina Tani sudah lebih 10 tahun lalu.

Jamrud tampil sekitar 30 menit. Selain menyanyikan lagu-lagu andalannya, Jamrud juga berkolaborasi dengan Piyu Padi dan Pupun Kapten. Adu skill bermain gitar ditunjukkan kepada para penonton. Piyu juga tak ketinggalan beraksi solo. Gitaris yang identik dengan gitar belang-belang gitam putih itu menyanyikan lagu-lagu hits Padi seperti Mahadewi dan Harmoni.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 09:57:56 +0700
<![CDATA[Tak Update, Anggota DPR Donny Priambodo Dicurhati soal PKH]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120907/tak-update-anggota-dpr-donny-priambodo-dicurhati-soal-pkh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/tak-update-anggota-dpr-donny-priambodo-dicurhati-soal-pkh_m_120907.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/22/tak-update-anggota-dpr-donny-priambodo-dicurhati-soal-pkh_m_120907.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/22/120907/tak-update-anggota-dpr-donny-priambodo-dicurhati-soal-pkh

Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo menghadiri reses masa persidangan III tahun sidang 2018-2019 di Hotel Gitrary Pati kemarin.]]>

KOTA – Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo menghadiri reses masa persidangan III tahun sidang 2018-2019 di Hotel Gitrary Pati kemarin. Ratusan konstituen dari berbagai daerah di Pati turut hadir. Mereka menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyatnya. Salah satunya tak sesuainya penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Donny menyampaikan, ia menyerap aspirasi dan memberikan informasi dari DPR RI sehingga ada komunikasi dua arah. Pada reses itu, wakil rakyat untuk Dapil III Jateng meliputi Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan menerima dua permasalahan yang disampaikan masyarakat.

Salah satunya yakni keluhan warga tentang penerimaan bantuan program keluarga harapan (PKH). Sejauh ini, banyak penerima PKH yang tak sesuai dengan kondisi di lapangan. Misalnya saja penerima bantuan untuk rakyat kurang mampu namun yang dapat justru warga yang kecukupan. Sementara rakyat miskin tak mendapatkannya.

“Data yang digunakan menggunakan data BPS 2013 sehingga dengan kondisi saat ini sudah tak sinkron. Bisa saja dulunya penerima tidak mampu sekarang sudah meningkat perekonomiannya,” tutur Donny kepada Jawa Pos Radar Kudus usai reses.

Pekan lalu, tutur Donny, melakukan kunjungan kerja ke Jateng yang diterima Gubernur Gajar Pranowo. Ia juga menyampaikan hal serupa dan telah membahasnya. Donny mengusulkan kepada pemerintah pusat khususnya BPS untuk membuat sistem online yang selalu bisa update.

“Sistem itu bisa selalu di-update oleh kepala desa di semua desa. Karena kades itu yang mengetahui langsung kondisi riil masyarakatnya hingga tingkat RT. Jangan sampai bantuan dari pemerintah menjadi simalakama. Bantuan itu ketika didistribusikan kepada masyarakat tidak kondusif di tingkat bawah karena ada perpecahan antarwarga yang menerima dan tidak,” jelasnya.

Selain mengeluhkan bantuan sosial yang tak tepat sasaran, ia juga menerima keluhan tentang asuransi pertanian. Banyak petani mengalami gagal panen karena cuaca dan hama yang belum  mendapatkan asuransi sehingga merugi. Menerima keluhan itu, ia akan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan komisi terkait Fraksi Nasdem di DPR RI supaya disosialisasikan secara masif tentang asuransi pertanian.

]]>
Ali Mustofa Fri, 22 Feb 2019 08:21:40 +0700
<![CDATA[Motor Seruduk Truk Box di Jalan Pati-Kayen, Satu Tewas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/21/120769/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-pati-kayen-satu-tewas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/21/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-pati-kayen-satu-tewas_m_120769.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/21/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-pati-kayen-satu-tewas_m_120769.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/21/120769/motor-seruduk-truk-box-di-jalan-pati-kayen-satu-tewas

Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi Rabu (20/2) dini hari kemarin. Kecelakaan terjadi antara sepeda motor dengan truk boks yang terjadi di Jalan Pati-Kayen.]]>

MARGOREJO – Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi Rabu (20/2) dini hari kemarin. Kecelakaan terjadi antara sepeda motor dengan truk boks yang terjadi di Jalan Pati-Kayen tepat di depan pabrik sarang burung wallet turut Desa Langenharjo, Kecamatan Margorejo. Akibatnya seorang pengendara motor tewas.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Supra dengan nomor kendaraan K 5808 A yang dikemudikan oleh Bambang Darmaji warga Desa Desa Langenharjo Kecamatan Margorejo dengan truk boks bernomor polisi B 9916 PCF yang dikemudikan oleh Subroto warga Desa Purwahamba, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Kapolres Pati AKBP Jon Wesly melalui Kanit Laka Iptu Sukarno menyebut, kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 01.30. Kejadian bermula saat sepeda motor K 5808 A yang dikemudikan oleh Bambang Darmaji melaju dari arah utara menuju selatan.

Sedangkan, lanjut Kanit Laka Polres Pati, kendaraan truk boks yang dikemudikan Subroto berhenti di bahu jalan sebelah timur. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), truk boks tersebut belok ke kanan hendak mencari parkir yang aman.

”Pada saat kendaraan boks tersebut melintang di badan jalan, sepeda motor yang dikendarai korban melanju dari utara dengan kecepatan sedang. Diduga saat melaju pengemudi tidak konsentrasi sehingga menabrak bagian samping kanan kendaraan boks tersebut. Korban kemudian jatuh,” jelas Kanit Laka Iptu Sukarno.

Posisi terakhir kendaraan boks dan sepeda motor berhenti di badan jalan. Akibat peristiwa tersebut, korban, Bambang Darmaji mengalami sejumlah luka. Seperti patah tulang tangan kanan, robek kepala, robek jari-jari kaki kanan, lecet kaki kanan, dan diketahui menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di RSUD Soewondo.

Pihak kepolisian yang mengetahui kejadian tersebut kemudian mendatangi lokasi, dan melakukan olah TKP. Serta mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan pengecekan kondisi korban. Selanjutnya penyidik melakukan pencatatan saksi dan bukti lainnya untuk proses penyidikan lebih lanjut lagi.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Feb 2019 15:28:09 +0700