Radar Kudus JawaPos.com | Rembang RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/169/rembang http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png http://www.jawapos.com/images/radar-logo/radarkudus-logo1.png Radar Kudus JawaPos.com | Rembang RSS News Feed http://radarkudus.jawapos.com/rss/169/rembang id Tue, 23 Apr 2019 14:54:11 +0700 Radar Tulungagung <![CDATA[Baznas Rembang Kembali Guyur Rp 763 Juta untuk Fakir Miskin]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133397/baznas-rembang-kembali-guyur-rp-763-juta-untuk-fakir-miskin https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/baznas-rembang-kembali-guyur-rp-763-juta-untuk-fakir-miskin_m_133397.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/baznas-rembang-kembali-guyur-rp-763-juta-untuk-fakir-miskin_m_133397.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133397/baznas-rembang-kembali-guyur-rp-763-juta-untuk-fakir-miskin

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rembang kemarin (22/4), kembali menyalurkan sadaqoh/zakat. Total anggarannya sebesar Rp 763 juta disalurkan pada 2.380 fakir.]]>

KOTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rembang kemarin (22/4), kembali menyalurkan sadaqoh/zakat. Total anggarannya sebesar Rp 763 juta disalurkan pada 2.380 fakir miskin di 14 Kabupaten Rembang.

”Hari Senin kemarin sadaqoh zakat mulai didistribusikan di kecamatan. Hari pertama pendistribusian di dua kecamatan, yakni wilayah  Rembang kota  dan Sarang,” Ketua Baznas Rembang, Wahid Hazby.

Setelah dua kecamatan disalurkan, hari berikutnya giliran Kecamatan Lasem dan Kragan. Begitupun seterusnya sisanya akan  distribusikan 10 kecamatan.

Kalau mengacu data diatas yang belum di Kaliori, Sumber, Bulu, Sulang, Pancur, Pamotan, Sedan, Sarang, Sluke, Kragan. Dengan kualifikasi yang telah ditentukan dari unsur fakir miskin hingga guru madin.

”Jadi setiap kecamatan ada 170 orang penerima. Mereka dari unsur fakir miskin, 60 orang, anak yatim 50 orang, mubalig 20 orang, marbot  masjid 20 orang, guru madin 20 orang,” terangnya.

Hazby menyebutkan sumber dana yang dihimpun berasal dari alokasi yang dikumpulkan Baznas setempat. Terkumpul dari ASN Pemkab Rembang, instansi vertikal (kemenag) dan masyarakat umum.

“Bantuan tersebut diserahkan wujud barang dan uang tunai. Untuk wujud barang yang diserahkan berupa sembako. Kami berharap sadaqoh ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi penerima bantuan,” harapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 14:54:11 +0700
<![CDATA[Bikin Heboh! Kreasi Busana Daur Ulang Peringati Hari Bumi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133387/bikin-heboh-kreasi-busana-daur-ulang-peringati-hari-bumi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/bikin-heboh-kreasi-busana-daur-ulang-peringati-hari-bumi_m_133387.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/bikin-heboh-kreasi-busana-daur-ulang-peringati-hari-bumi_m_133387.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133387/bikin-heboh-kreasi-busana-daur-ulang-peringati-hari-bumi

Hari Bumi yang jatuh tiap tanggal 22 April diperingati Semen Gresik dengan cara yang kreatif. Diadakan di Pantai Nyamplung Desa, Tritunggal Kecamatan Kota.]]>

KOTA - Hari Bumi yang jatuh tiap tanggal 22 April diperingati Semen Gresik dengan cara yang kreatif. Diadakan di Pantai Nyamplung Desa, Tritunggal Kecamatan Kota, Semen Gresik menggelar agenda bertajuk Festival Jaga Bumi. 

Ada empat agenda sekaligus dalam acara ini.  Mulai dari Bersih-bersih Pantai Nyamplung, Aksi Tanam Ribuan Pohon, Lomba Mewarnai “Satu Anak Satu Pohon”, dan Semen Gresik Recycle Fashion Carnival. 

Ratusan pelajar mulai dari anak TK hingga mahasiswa, kalangan anak muda IMMR serta berbagai elemen lain antusias ikut meramaikan aksi peduli lingkungan ini.  Diharapkan agenda inj mampu mengangkat potensi wisata bahari di Kota Garam. 

Direktur Operasional PT Semen Gresik Joko Sulistyanto mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kelestarian bumi sesuai aturan yang berlaku. Terkait hal itu, pihaknya juga selalu membuka pintu dialog dan komunikasi dengan berbagai elemen. 

Meski tergolong "warga baru" di Rembang namun Semen Gresik sudah dan terus menerapkan konsep industri hijau dan pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan maupun pengembangan perusahaan. 

"Kegiatan Festival Jaga Bumi ini merupakan salah satu upaya kita untuk menumbuhkan kesadaran dan sekaligus berkontribusi nyata dalam gerakan peduli lingkungan. Mulai dari anak-anak hingga dewasa kita ajak agar mereka juga lebih mencintai bumi ini," kata dia kemarin.

Sesi Semen Gresik Recycle Fashion Carnival termasuk salah satu yang menarik perhatian. Berbagai gaun unik dan menarik yang merupakan hasil kreativitas pelajar SMP dan SMA/Sederajat di Kabupaten Rembang ditampilkan dalam ajang itu. Beragam busana itu dirangkai dari sampah plastik aneka jenis. 

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya yang diwakili Asisten Setda Rembang Noor Effendi mengungkapkan, melalui peringatan Hari Bumi, pihaknya mengajak masyarakat luas untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk perbaikan lingkungan.

"Menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga bumi, dan melindungi alam tempat kita tinggal," ungkap dia.

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 14:37:46 +0700
<![CDATA[Gus Muwafiq: Milenial Ilmu Banyak Tapi Minim Adab]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133373/gus-muwafiq-milenial-ilmu-banyak-tapi-minim-adab https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/gus-muwafiq-milenial-ilmu-banyak-tapi-minim-adab_m_133373.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/23/gus-muwafiq-milenial-ilmu-banyak-tapi-minim-adab_m_133373.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/23/133373/gus-muwafiq-milenial-ilmu-banyak-tapi-minim-adab

Kiai kharismatik asal Sleman Jogjakarta, K.H. Ahmad Muwafiq hadir dalam akhirus sanah Ponpes Roudlotut Tholibin asuhan K.H. Musthofa Bisri atau Gus Mus kemarin.]]>

KOTA – Kiai kharismatik asal Sleman Jogjakarta, K.H. Ahmad Muwafiq hadir dalam akhirus sanah Ponpes Roudlotut Tholibin asuhan K.H. Musthofa Bisri atau Gus Mus kemarin. Sosok yang akrab disapa Gus Muwafiq itu memberikan banyak ilmu hikmah dalam mauidhoh hasanah yang digelar di halaman ponpes Leteh tersebut.

Salah satunya yakni mengenai generasi milenial yang sebenarnya memiliki pengetahuan dan ilmu yang luas, tetapi tidak memiliki akhlak atau adab yang baik. Sebab, mereka kebanyakan belajar dari internet. Dan, di mana pun bisa diakses asalkan memiliki koneksi.

”Itu yang bikin mereka bolak-balik sowan Yai Mus, karena kurang adab itu,” terang sosok yang dulu merupakan asisten pribadi Gus Dur itu.

Gus Muwafiq menyinggung mengenai pemuda yang sempat dianggap masyarakat menghina Gus Mus, sebelum akhirnya meminta maaf langsung ke Leteh. Setidaknya, sudah ada dua pemuda yang dianggap masyarakat merendahkan Gus Mus dan datang langsung ke Leteh untuk meminta maaf.

Selain itu, Gus Muwafiq itu juga menyinggung mengenai pentingnya sosok kiai kampung. Menurut tokoh kelahiran Lamongan itu, tugas kiai kampung sangat berat. Sebab, mereka mengemban banyak amanah dari masyarakat di tempatnya tinggal.

”Kita ini bejo masih ketunggon kiai (ditunggui kiai). Kita ini kan wes adoh karo Nabi (kita ini kan sudah jauh dari Nabi-Muhammad, secara jangka waktu). Dadi lamuno kebagian nggih boten katah (Jadi, seandainya kebagian ya tidak banyak),” papar Kiai berambut gondrong itu.

Lebih lanjut, Gus Muwafiq menerangkan mengenai ilmu yang didapat masyarakat bawah mengenai Nabi Muhammad tak bisa banyak. Sebab dilihat dari jarak waktu yang terlampau lama kehidupannya dari sekarang. Meski demikian, Gus Muwafiq memaparkan ilmu atau hikmah dari para kiai, ada yang bisa direguk lebih dalam. Salah satunya, Gus Mus.

”Jenengan ajeng kulak ten mriki monggo (Anda mau menjadi tengkulak ke sini, silakan). Jenengan kuate sak pinten ya wes niku mawon (Anda kuatnya seberapa ya sebegitu saja). Yai Mus (Gus Mus,  Red) iki grosir. Yai Kholil kelas grosir,” tambah Gus Muwafiq yang kemarin tampak mengenakan setelan putih-putih itu.

Gus Muwafiq lebih jauh mengajak masyarakat agar jangan lelah mencari ilmu atau hikmah kepada para kiai. Dan, pencarian itu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Tidak perlu memaksakan diri. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 23 Apr 2019 12:49:33 +0700
<![CDATA[Gara-gara Los Terbuka, Pedagang Pasar Wonokerto Milih Kabur]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133160/gara-gara-los-terbuka-pedagang-pasar-wonokerto-milih-kabur https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/gara-gara-los-terbuka-pedagang-pasar-wonokerto-milih-kabur_m_133160.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/gara-gara-los-terbuka-pedagang-pasar-wonokerto-milih-kabur_m_133160.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133160/gara-gara-los-terbuka-pedagang-pasar-wonokerto-milih-kabur

Jumlah pedagang Pasar Wonokerto kini menyusut dibanding ketika awal dibuka beberapa bulan lalu. Hal itu diduga karena bentuk los yang tidak sesuai harapan.]]>

SALE – Jumlah pedagang Pasar Wonokerto kini menyusut dibanding ketika awal dibuka beberapa bulan lalu. Hal itu diduga karena bentuk los yang tidak sesuai dengan yang diharapkan para pedagang. Sebab, dengan model los tanpa ada ruang yang bisa dikunci, pedagang harus membawa barang dagangannya pulang-pergi setiap hari.

Kepala Desa Wonokerto Eko mengungkapkan, hampir setengah untuk los di dalam pasar kosong. Adanya sejumlah pasar di desa tak jauh dari Pasar Wonokerto pun membuat pasar tersebut tak bisa seramai dulu.

”Sekarang sekitar 50 sampai 60 persen. Hampir setengahnya kosong,” terangnya kemarin.

Selain itu, kondisi hujan juga turut memengaruhi. Sebab, bagian depan memang belum dipaving. Meski begitu, dia optimis pada bulan Ramadan nanti, Pasar Wonokerto kembali ramai. Sebab, di bulan Ramadan, banyak warga yang membeli barang dagangan.

Sementara itu, mengenai klaim Didagkop UKM mengenai pasar yang untuk sementara menjadi tanggung jawab Pemdes, Eko mengaku kurang memahami. Sebab, selama ini tidak ada surat secara tertulis yang menyatakan Pasar Wonokerto untuk sementara menjadi tanggung jawab Pemdes.

”Kalau tanggung jawab secara kewilayahan, ya sudah pasti. Kan, ini di wilayah sini. Tetap menjadi tanggung jawab kami. Tetapi kalau untuk pasar, kan harusnya berbeda,” tambah dia.

Meski demikian, selama ini pihaknya tetap bersedia mengurusi segala hal yang menjadi kebutuhan pasar. Asalkan, pihaknya mampu menanganinya. Yakni untuk kebutuhan atau kekurangan kecil kebutuhan pasar.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 14:31:30 +0700
<![CDATA[Ratusan Penari Orek-Orek Sambut Pataka Kata Mutiara Kartini ke Museum]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133155/ratusan-penari-orek-orek-sambut-pataka-kata-mutiara-kartini-ke-museum https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/ratusan-penari-orek-orek-sambut-pataka-kata-mutiara-kartini-ke-museum_m_133155.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/ratusan-penari-orek-orek-sambut-pataka-kata-mutiara-kartini-ke-museum_m_133155.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133155/ratusan-penari-orek-orek-sambut-pataka-kata-mutiara-kartini-ke-museum

Pataka berisi kata mutiara RA Kartini Minggu (21/4), yang telah di kirab ke makam disimpan kembali ke menuju Museum RA Kartini, dilakukan lewat prosesi upacara.]]>

REMBANG – Pataka berisi kata mutiara RA Kartini Minggu (21/4), yang telah di kirab ke makam disimpan kembali ke menuju Museum RA Kartini. Prosesi pengembalian bendera berwarna hijau kedalam kotak dilakukan lewat prosesi upacara di alun-alun di iringi ratusan putri domas dan pasukan Permadani.

Prosesi pengembalian pataka kata mutiara diawali tari orek-orek. Tari khas Kota Garam tersebut dimainkan 400 orang. Mereka berasal dari 10 SMP yang tersebar di wilayah kecamatan Rembang Kota dan Lasem.

Rinciannya, SMPN 1 Rembang, SMPN 2 Rembang, SMPN 3 Rembang, SMPN 5 Rembang. Lalu SMPN 1 Lasem, SMPN1 Sulang, SMPN 2 Sulang dan SMPN 1 Kaliori dan Nawawiyah.

Tari yang dibawakan mereka cukup apik. Dengan konfigurasi lagu Rembang Indah yang diciptakan seniman lokal setempat, Ki Anom Subekti. Sambil jalan prosesi pengembalian bendera berisikan kata mutiara dilangsungkan.

Bendera dibawakan dua pasukan dari Permadani bersamaan dengan itu ada Mbak dan Mas Rembang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan beserta istri. Kemudian putri domas berpakaian ala Kartini.

Bendera diserahkan Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan istrinya Haziroh Hafidz. Turut menyaksikan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto dan istrinya Vivit Bayu Andriyanto, selain unsur Forkompimda lainnya beserta istri.

Hadir juga cucu menantu dari RA Kartini, Bijantini, cicit maupun canggahnya. Disamping unsur OPD, camat maupun tamu undangan lainnya. Semuanya mengenakan baju adat, untuk perempuan kenakan kebaya. Sekaligus ikuti upacara peringatan ke-140 Hari Kartini.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan rasa syukur atas segala keberhasilan dan pencapaian empat tahun terakhir. Diantarnya, menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan infrastruktur, termasuk tata pemerintahan yang baik.

”Ini sekaligus ucapan rasa syukur, atas capaian dari Kabupaten Rembang. Saya juga ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Rembang dalam pembangunan daerah,” terangnya saat sambutan.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 14:22:22 +0700
<![CDATA[Kenakan Baju Kanung, Kirab Pataka Hari Kartini Berlangsung Semarak]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133111/kenakan-baju-kanung-kirab-pataka-hari-kartini-berlangsung-semarak https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/kenakan-baju-kanung-kirab-pataka-hari-kartini-berlangsung-semarak_m_133111.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/22/kenakan-baju-kanung-kirab-pataka-hari-kartini-berlangsung-semarak_m_133111.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/22/133111/kenakan-baju-kanung-kirab-pataka-hari-kartini-berlangsung-semarak

Prosesi kirab pataka Hari Kartini yang digelar Pemkab Rembang berlangsung semarak kemarin malam. Tahun ini peserta mengenakan baju kanung.]]>

REMBANG – Prosesi kirab pataka Hari Kartini yang digelar Pemkab Rembang berlangsung semarak kemarin malam. Tahun ini peserta mengenakan baju kanung.

Hal yang menarik saat upacara pemberangkatan dikunjungi wisatawan. Kurang lebih 20 personel saka pariwisata bergabung. Ini merupakan utusan pramuka se-Jateng, untuk ikut menyaksikan pemberangkatan kirab pataka.

Proses pemberangkatan sendiri cukup sakral. Tampak terlihat di sudut-sudut museum RA Kartini dipenuhi hiasan janur kuning melengkung. Beberapa tamu undangan menggunakan baju adat khas jawa. 

DIKIRAB: Replika sebuah kapal menjadi salah satu objek menarik saat kirab Hari RA Kartini kemarin malam. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Pataka bendera panji-panji berisi kata RA Kartini dikirab sepanjang 22 kilometer. Mengambil start dari Musuem RA Kartini dan berakhir di Makam RA Kartini yang ada di desa Bulu, Kecamatan Bulu. Kirab dilaksanakan dengan jalan kaki.

Start dimulai pukul 19.30 ditandai pembukaan kotak. Didalamnya berisikan dua bendera warna hijau dengan kata-kata mutiara. Kotak diserahkan petugas Permadani secara bersamaan kepada Bupati Rembang, Abdul Hafidz kepada istrinya Haziroh Hafidz.

Selanjutnya diserahkan Mbak dan Mas Rembang. Untuk dibawa menggunakan mobil bak terbuka yang diiringi dengan pasukan pembawa lampion melalui rute yang telah ditentukan. 

”Rute yang dilalui Museum RA Kartini sampai Perempatan Galonan. Disitu ada tampilan peragaan seni,” kata kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabupaten Rembang, Dwi Purwanto kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (20/4).

Semua OPD dan anak SMP dan SMA turut mengikuti kirab. Para siswa sekaligus mengikuti lomba lampion makin membuat meriah.

”Seperti biasanya bendera pataka disemayamkan semalam di Makam RA Kartini. Selanjutnya rombongan dihibur ki Sigit Ariyanto,” terangnya.

Hari ini dibawa kembali ke Museum RA Kartini dengan melibatkan para pegiat komunitas sampai alun-alun setempat. Kemudian diserahkan kembali kepada Haziroh Hafidz, untuk dimasukan dalam peti.

Bendera pataka diiring oleh pasukan permadani 21 orang. Ditambah putri domas sebanyak 40 orang dari SMA Kartini. Kemudian dimasukkan ke Pendapa Musuem RA Kartini untuk disemayamkan dan dikirab pada 2020 mendatang.

Sementara itu, dalam sambutan kirab Pataka kemarin malam, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan, sejak tahun lalu makam RA Kartini di Bulu ditetapkan Kementerian Sosial sebagai makam nasional. Hal itu, kata Hafidz, sebagai penghargaan yang patut disyukuri.

”Oleh karena itu, malam ini kita terus mengenang jasa beliau. Dan bisa mengikuti jasa beliau untuk mencerdaskan anak bangsa,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 22 Apr 2019 11:11:02 +0700
<![CDATA[Dipadati Penziarah, Makam RA Kartini Dibuka 24 Jam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132845/dipadati-penziarah-makam-ra-kartini-dibuka-24-jam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/dipadati-penziarah-makam-ra-kartini-dibuka-24-jam_m_132845.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/dipadati-penziarah-makam-ra-kartini-dibuka-24-jam_m_132845.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132845/dipadati-penziarah-makam-ra-kartini-dibuka-24-jam

Persiapan menyambut Gema Kartini terlihat di makam dan museum RA Kartini telah dipercantik jelang perhelatan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April.]]>

KOTA – Persiapan menyambut Gema Kartini  terlihat di makam dan museum RA Kartini telah dipercantik jelang perhelatan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April mendatang. Mulai kemarin, makam pahlawan nasional emansipasi wanita yang berada di Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang telah banyak dikunjungi peziarah. Pihak panitia pun membuka makam 24 jam bagi para peziarah.

Meski tak banyak ditata. Namun diharapkan tidak mengecewakan pengunjung. Sejumlah persiapan tersebut diantarnya, pengecatan hingga penataan MCK di area destinasi wisata ziarah nasional. Pesanggrahan Puncak Winahyu, Singgih Djojo Adhiningrat juga tak luput dari penataan.

Dekatnya perayaan juga diimbangi animo masyarakat berziarah. Mulai hari Jumat kemarin, hilir-mudik rombongan memadati area makam. Kebanyakan mereka mencari momen liburan sekolah.

Pertimbangannya saat moment 21 April bakal padat dipenuhi orang. Makanya kebanyakan orang tua maupun anak-anak mencari waktu luang. Kebanyakan selain berziarah mereka melanjutkan mampir di beberapa destinasi wisata sekitar.

Kegiatan ziarah dibuka 24 jam. Mereka dapat melakukan tahlil secara berkelompok ataupun bersama rombongan. Beberapa buku tuntunan doa dan tahlil disediakan. Peziarah dapat mengambil di meja dekat ruang penjaga.

Untuk masuk di area makam juga free. Namun bagi peziarah yang ingin memberikan uang sekadar kebersihan dapat dimasukan kotak kas.

Penjaga Makam RA Kartini, Wartono menyampaikan kesiapan yang dilakukan di area pemakaman dengan melakukan pengecatan. Lalu kebersihan maupun fasilitas MCK atau pun tempat ibadah, meskipun hanya seadanya.

”Kita tidak peziarah kecewa. Nanti kesini kesulitan MCK ataupun ibadah, meskipun seadanya kita perbaiki,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (19/4).

Selain persiapan sederhana, Wartono tidak lupa apresiasi Pemkab Rembang ataupun donasi maupun pengunjung. Memberikan kepedulian terhadap makam RA Kartini. Walaupun secara kepemilikan masih milik keluarga.

Lepas dengan persiapan sederhana di area pemakaman, dikatakan Wartono kini pengunjung mulai memadati area makam. Walaupun beda dengan tahun 2018. Karena tahun ini hampir bersamaan dengan pesta demokrasi.

”Baru ramainya hari Jumat. Sementara masih lokal Rembang-Blora, Jepara. Sebelumnya juga banyak dari Calon Legislatif di DPR RI, Provinsi maupun Kabupaten,” terangnya.

Terkait jam tidak dibatasi, dengan kata lain terbuka 24 jam. Bahkan pukul 02.00 maupun 02.30 dinihari tetap berjalan. Jadi pintu terbuka lebar. Justru pihak pengelola maupun keluarga senang banyak yang mendoakan.

”Puncak tanggal malam 21 April. Prosesnya ada kirab Pataka dan wayang. Sementara pengajian dipusatkan di area kecamatan Bulu,” katanya.

Terpisah Ketua Perkumpulan Keluarga Abdul Karnen yang juga Keluarga Putra RA Kartini, Singgih Soesali didampingi kerabatnya Dodi menyampaikan pihak keluarga saat ini sudah berkumpul di pesanggrahan puncak winahyu, KRMAA Singgih Djojo Adhiningrat Jumat dini hari.

“Agenda utama kami hanya ziarah. Selain itu, kami Kebetulan pihak keluarga memang diundang Pemkab. Untuk ikut mengikuti prosesi upacara hari Kartini di kawasan Alun-Alun Rembang. Rencananya hadir juga cucu menantu dari RA Kartini yakni Bijantini,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 15:16:22 +0700
<![CDATA[Hindari Lubang Jalan, Anggota TPS Landoh Terjatuh dari Motor, Tewas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132841/hindari-lubang-jalan-anggota-tps-landoh-terjatuh-dari-motor-tewas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/hindari-lubang-jalan-anggota-tps-landoh-terjatuh-dari-motor-tewas_m_132841.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/hindari-lubang-jalan-anggota-tps-landoh-terjatuh-dari-motor-tewas_m_132841.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132841/hindari-lubang-jalan-anggota-tps-landoh-terjatuh-dari-motor-tewas

Kecelakan maut menimpa guru Paud warga Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kamis (18/4). Korban ibu dua anak ini yang juga petugas TPS 07 Landoh, meregang nyawa.]]>

KOTA – Kecelakan maut menimpa guru Paud warga Desa Landoh, Kecamatan Sulang, Kamis (18/4). Korban ibu dua anak ini yang juga petugas TPS 07 Landoh, meregang nyawa setelah diduga terjatuh lantaran menghindari lubang jalan di Jalan Sulang – Gunem.

Almarhumah yang berumur 44 tahun tersebut semula mengendarai sepeda motor matik Yamaha MIO-J K 4914 HM dari arah barat dan timur. Setiba di tempat kejadian motor mengalami oleng, sehingga korban terjatuh.”Korban terjatuh di badan jalan sebelah barat. Kejadian sekitar pukul 08.15,” keterangan Kasat Lantas, AKP Roy Irawan.

Terkait penyebab apakah menghindari lubang jalan pihak petugas masih mendalami. Namun hasil olah TKP sementara dugaan korban mengalami laka tunggal. Sebelumnya korban sempat dilarikan di puskesmas Sulang. Namun dari keterangan pihak petugas kondisinya dalam keadaan sudah meninggal.

”Keterangan dari puskesmas Sulang untuk korban tidak di temukan luka dan korban di bawa ke puskesmas sudah dalam keadaan meninggal dunia,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 14:53:53 +0700
<![CDATA[Reaktivasi KAI Rentan Timbulkan Masalah, Ini Salah Satu Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132840/reaktivasi-kai-rentan-timbulkan-masalah-ini-salah-satu-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/reaktivasi-kai-rentan-timbulkan-masalah-ini-salah-satu-penyebabnya_m_132840.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/20/reaktivasi-kai-rentan-timbulkan-masalah-ini-salah-satu-penyebabnya_m_132840.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/20/132840/reaktivasi-kai-rentan-timbulkan-masalah-ini-salah-satu-penyebabnya

Bupati Rembang mengakui rencana pengaktifan kembali KAI (Kereta Api Indonesia) di Rembang dan Lasem yang digagas pemerintah akan menimbulkan masalah baru.]]>

KOTA – Bupati Rembang mengakui rencana pengaktifan kembali KAI (Kereta Api Indonesia) di Rembang dan Lasem yang digagas pemerintah akan menimbulkan masalah baru. Sebab, lahan milik KAI saat ini sudah banyak ditempati warga untuk pemukiman dengan bangunan permanen.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkan mengenai reaktivasi KAI, pihaknya masih menunggu Perda RTRW dari provinsi. Dari sana, nantinya akan dipelajari apakah benar-benar mengaktifkan stasiun lama, atau membuka jalur baru.

”Ya kita nunggu nanti Perda RTRW. Dari Provinsi. Apakah masih ada kemungkinan, tata ruang untuk kereta api,” terangnya saat ditemui di Kantor DPC PPP Rembang kemarin.

Bupati mengakui apabila mengaktifkan jalur lama, akan menemui banyak kendala di masyarakat. Sebab, aset kereta api sudah dimanfaatkan untuk masyarakat. Sehingga, pemerintah pun harus mengkaji hal tersebut.

”Saya kira banyak problem di masyarakat. Karena asetnya kereta api itu sudah dimanfaatkan untuk masyarakat. Itu serius. Pemerintah harus mengkaji itu,” paparnya.

Mengenai kemungkinan tukar guling, pihaknya juga belum bisa memprediksi. Sebab, hal itu juga bukan perkara yang sederhana. Meski begitu, pihaknya mengapresiasi rencana pemerintah pusat untuk mengaktifkan lagi stasiun kereta api Semarang-Lasem.

Sebagaimana diketahui, rencana pengaktifan kembali kereta api di Rembang dan Lasem cukup hangat diperbincangkan di masyarakat. Sebab, sejumlah lahan milik KAI sudah banyak dibangun bangunan semi permanen maupun permanen. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 20 Apr 2019 14:45:51 +0700
<![CDATA[Gema Kartini Bakal Dimeriahkan Tari Orek-Orek 500 Siswi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132492/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi_m_132492.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi_m_132492.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132492/gema-kartini-bakal-dimeriahkan-tari-orek-orek-500-siswi

Tari orek-orek khas Rembang yang diikuti 500 siswi bakal turut memerihkan peringatan Hari RA Kartini. Sesuai jadwal tari akan dibawakan sebelum kirab.]]>

KOTA –  Tari orek-orek khas Rembang yang diikuti 500 siswi bakal turut memerihkan peringatan Hari RA Kartini di Kota Garam. Sesuai jadwal tari akan dibawakan sebelum kirab pataka bendera panji-panji kata mutiara RA Kartini akan menempuh jarak sekitar 22 km mulai Museum RA Kartini hingga makan Kartini, Bulu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dwi Purwanto menyampaikan persiapan telah dilaksanakan mulai Kamis (18/4) dengan agenda gladi bersih. Mereka diantarnya, pasukan pembawa kirab, 40 putri domas siswa SMA Kartini dan keluarga besar Permadani.

”Untuk tanggal 18 April gladi bersih kirab. Tanggal 19 April malam ada prosesi mengeluarkan Pataka dari dalam museum di tengah pendopo,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/4).

Nantinya prosesi kirab akan diisi cokekan, mocopat dan lain-lain. Setelah itu Pataka siap untuk di kirab tanggal 20 April malam hari. “Kegiatan ini terintegrasi kegiatan fam trip, selain akan dihadiri 20  wisatawan mancananegara,” ujarnya.

Sesuai rencana pihaknya akan didukung Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah. Terutama, terkait kunjungan wisatawan ke lokasi destinasi wisata. Antara lain, ada di Lasem, TRP Kartini dan prosesi kirab pataka.”Untuk Rembang ada Fam Trip sendiri. Kita hadirkan 50 buyer yang didominasi dari wilayah Jawa Timur,” terangnya.

Pihaknya berharap gema Kartini dipastikan beda. Seiring inovasi yang sebelumnya di usung launching aplikasi berbasis android. Kini ditindaklanjuti action-nya. Selain itu, masih banyak kegiatan yang bakal diusung hingga akhir April.

” Ada tari kolosal, untuk mengangkat tari khas Rembang yakni orek-orek yang melibatkan 500 siswi,” paparnya.

Selain itu, ada lomba lukis dan mewarnai. Hal ini diperuntukan anak-anak TK. Tentu dengan tema yang diusung Kartini. Dengan target peserta mencapai 1.000 peserta. “Ini untuk menyemarakkan rangkaian gema Kartini,” ujarnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:13:53 +0700
<![CDATA[Inspektorat Selidiki Tujuh  Dugaan Penyelewengan Dana Desa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132491/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa_m_132491.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/18/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa_m_132491.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/18/132491/inspektorat-selidiki-tujuh-dugaan-penyelewengan-dana-desa

Di sepanjang 2018 lalu, Inspektorat menangani sejumlah laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di beberapa desa di Rembang. Mayoritas mengenai kualitas bahan.]]>

KOTA – Di sepanjang 2018 lalu, Inspektorat menangani sejumlah laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di beberapa desa di Rembang. Mayoritas mengenai kualitas bahan perbaikan jalan yang menjadi tanggung jawab desa.

Kepala Dinpermades Rembang Sulistiyono mengungkapkan, sejumlah aduan dari masyarakat sudah ditindaklanjuti. Namun, ada beberapa aduan tersebut yang dilaporkan ke Bupati Rembang untuk kemudian ditindaklanjuti Inspektorat Rembang.

”Yang ditindaklanjuti Inspektorat di antaranya untuk Desa Manggar, Labuhan, Sarangmeduro, Megal, Bangunrejo, Segoromulyo, dan Sudo,” terang Sulistiyono belum lama ini.

Selain kasus yang ditindaklanjuti oleh Inspektorat, Sulis menyebut juga ada beberapa laporan yang langsung ditangani pihaknya. Namun, untuk kasus yang terdapat dugaan kerugian akan langsung dilaporkan ke Bupati untuk ditindaklanjuti oleh Inspektorat.

Meski demikian, Sulis enggan menyebut aduan apa saja yang langsung ditangani olehnya, tanpa melibatkan Inspektorat atau pihak yang ditunjuk Bupati. Dia hanya menerangkan bahwasanya untuk saat ini pihaknya terus melakukan pembinaan yang bersifat pencegahan dan pendampingan.

Sementara itu Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam keterangannya pada Selasa (16/4) lalu menyebut selalu hati-hati dalam melihat aduan yang ada. Apalagi, pelapor atau pengadu yang ada kapasitasnya dianggap tidak memadai.

”Kita tidak bisa menangani satu per satu. Kita sudah ada salurannya. Kalau ada, kita lihat di Inspektorat. Kalau sifatnya hanya kelalaian, masih dilihat dulu. Tapi kalau memang dari awal ada niat jahat, akan dipertimbangkan (untuk diproses lebih lanjut),” paparnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 18 Apr 2019 12:08:26 +0700
<![CDATA[Hampir Sebulan Hilang, Balita Asal Sarang Belum Ditemukan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132162/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan_m_132162.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan_m_132162.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132162/hampir-sebulan-hilang-balita-asal-sarang-belum-ditemukan

Mata Zaenab berkaca-kaca saat Kepala Desa, Temperak Kecamatan Sarang, Nur Safi menceritakan kronologi hilangnya bocah dua tahun bernama Alfi.]]>

SARANG – Mata Zaenab berkaca-kaca saat Kepala Desa, Temperak Kecamatan Sarang, Nur Safi menceritakan kronologi hilangnya bocah dua tahun bernama Alfi kepada Asisten II Setda Rembang Abdullah Zawawi, Senin (15/4). Zaenab adalah kakek Alfi, yang 16 hari yang lalu, tepatnya pada Minggu (31/3) lalu meninggalkan cucunya itu hanya 10 menit, sebelum akhirnya hilang rimbanya hingga kini.

Pihak keluarga dengan dibantu masyarakat, Pemdes Temperak, Polsek Temperak, sudah terus berusaha mencari keberadaan anak kedua dari pasangan Sunari dan Siti Khoifah itu. Namun, hingga kemarin, hasilnya masih nihil.

Kades Temperak, Nur Safi menceritakan, pihak keluarga juga telah melakukan pencarian hingga Surabaya, bahkan Lumajang Jawa Timur. Sebab, ada kabar terdapat anak-anak dua atau tiga tahunan menjadi pengemis. Namun, setelah dua hari pencarian, hasilnya juga nihil.

”Setiap habis Isya’ keluarga juga selalu mengadakan sholawatan nariyahan di rumah,” kata Kades.

Pihak keluarga sebelumnya sebelumnya menduga Alfi diculik. Sebab, ada kalung emas melingkar di lehernya. Namun, sejauh usaha pencarian kepolisian serta dibantu kelompok intel pun, hasilnya nihil.

Pencarian di sekitar rumah pun masih terus dilakukan mulai dari semak-semak, sumur, rumah warga, hingga rumah-rumah atau gedung kosong yang ada di sekitar kediaman keluarga korban. Namun, tetap tak ada hasil.

Kemarin, pihak keluarga mencari Alfi dengan cara yang tak biasa (klenik, red), untuk ketiga kalinya. Upaya spiritual itu pada akhirnya berkesimpulan bahwa Alfi masih hidup, namun disembunyikan oleh makhluk gaib. Pihak keluarga pun diminta menyiapkan persyaratan berupa ekor kuda putih dan menyan untuk bisa melihat Alfi dengan mata telanjang.

Adapun Abdullah Zawawi mewakili Pemkab Rembang dalam silaturrahmi ke kediaman korban kemarin yakni untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian. Selain itu, juga menyatakan terus mendukung setiap upaya pencarian.

”Kedatangan kami ke mari untuk mengetahui secara pasti kronologi secara pasti. Juga turut prihatin dengan belum ditemukannya anak kita semua, Alfi,” ungkap dia.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:44:02 +0700
<![CDATA[Dua Kecamatan di Rembang Ini Masuk Daerah Rawan Gesekan Pemilu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132160/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu_m_132160.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/16/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu_m_132160.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/16/132160/dua-kecamatan-di-rembang-ini-masuk-daerah-rawan-gesekan-pemilu

Apel pasukan pengamanan TPS digelar di halaman Polres Rembang, Senin (15/4). Ada 2.171 TPS yang bakal diamankan dengan pemetaan dua kecamatan masuk daerah rawan]]>

KOTA – Apel pasukan pengamanan TPS digelar di halaman Polres Rembang, Senin (15/4). Total ada 2.171 TPS yang bakal diamankan dengan pemetaan dua kecamatan masuk daerah rawan, yakni Sarang dan Lasem.

Dari unsur pemerintah siapkan 6.000 lebih Linmas. Tiap-tiap TPS ada dua personel, desa tiga personel sedangkan tiap kecamatan ada enam personel. Nantinya mereka bakal membantu keamanan dari Polri.

”Koordinasi antara Linmas, Polri dan TNI harus di intensifkan. Sehingga kalau ada persoalan dapat segera terselesaikan,” dorongan Bupati Abdul Hafidz usai mengikuti apel pergeseran pasukan.

Disinggung soal kendala Bupati beberkan saat ini belum ada. Pelaksanaan pesta demokrasi juga belum dilakukan. Namun yang pasti soal logistik sudah clear. Jadi secara prinsip tinggal pelaksanaan dua hari ke depan atau tepatnya 17 April.

Demikian antisipasi tetap dilakukan. Barangkali ada kemungkinan-kemungkinan yang dipersoalkan dari pihak-pihak tertentu. Nantinya petugas yang harus tampil, untuk menjawab secara tegas tanpa condong di salah satu partai politik.

”Kuncinya hanya disitu. Kalau petugas clear, tidak memihak salah satu Parpol ataupun Capres tidak akan ada kendala,” ujarnya.

Bupati menyatakan masyarakat sudah sadar, terbiasa dan tidak mempersoalkan. Namun arus dari luar yang kerap mengganggu. Kalau semua personel saling bersinergi, optimistis tidak ada persoalan dalam pelaksanaan.

Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso menyampaikan pendistribusian logistik sejak hari Minggu dan Senin kemarin masih berlangsung. Bahkan, sudah ada di Panitia Pemungutan Suara (PPS), namun masih juga ada di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan).

”Petugas Polsek kami libatkan. Pak Kapolsek bertanggung jawab dari PPK ke PPS. Kemudian H-1 melengkapi logistik kotak suara TPS kami lakukan pantuan bersama petugas yang sudah ada,” terangnya.

Khusus personel Polres Rembang ada 550 personel. Atau setara 85 persen kekuatan. Sisanya digunakan patrol skala besar. Sekaligus pasukan pemukul, bilamana terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan dibantu TNI. “Kami Dibantu BKO 25 dari Brimob dan 25 Polda,” katanya.

Komandan Kodim Rembang, Letkol Andi Budi Sulistyanto menyampaikan dalam Pileg dan Pilpres Kodim 0720/Rembang siapkan 261 orang. 161 orang langsung aktion di lapangan, 100 orang stan by di Kodim. “Atas permintaan Polres kami siap bergerak kapan pun di butuhkan,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 16 Apr 2019 14:40:10 +0700
<![CDATA[Pelayanan Penerbitan SIM di Rembang Libur Empat Hari, Ini Penyebabnya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131760/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya_m_1555209801_131760.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/14/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya_m_1555209801_131760.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/14/131760/pelayanan-penerbitan-sim-di-rembang-libur-empat-hari-ini-penyebabnya

Pelayanan penerbitan SIM di Rembang libur selama empat hari. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Rabu-Sabtu (17-20/4). Bagi pemegang SIM dalam masa rentang.]]>

REMBANG – Pelayanan penerbitan SIM di Rembang libur selama empat hari. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Rabu-Sabtu (17-20/4). Bagi pemegang SIM dalam masa rentang Pilpres dan Pileg dapat mengurus dalam masa tenggang.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas AKP Roy Irawan. Menurutnya dasar yang digunakan ST Kapolri Nomor: ST/ 1081/IV/ YAN.1.1./2019, tanggal 11 April 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019.

”Kami beritahukan kepada pemohon SIM. Bahwa pelayanan penerbitan SIM libur pada Rabu-Sabtu (17-20/4),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Pemegang SIM yang masa berlakunya habis, lanjut Roy, maka tetap bisa diperpanjang. Dengan masa tenggang di tanggal berikutnya. Masa tenggang diberlakukan selama sepakan mulai Senin-Sabtu (22-27/4). Begitupun sebaliknya, kalau di atas tanggal yang sudah ditentukan  diberlakukan proses penerbitan baru sesuai ketentuan.

”Bagi pemegang yang masa berlakunya berakhir di 17-20 April tidak melakukan perpanjangan sampai 27 April atau masa tenggang diberlakukan proses penerbitan baru,” terangnya.

Praktis ketika penerbitan baru, lanjutnya, pemohon ikuti prosedural. Mulai kesehatan, ujian teori, maupun praktik untuk mengantongi SIM. Kebijakan ini dikatakan mulai disosialisasikan kepada khalayak masyarakat.

Roy menyampaikan pelayanan SIM dari sisi material semua tercukupi. Baik blangko stok baru maupun perpanjangan. Sehingga dipastikan tidak ada kendala kedepan.

”Untuk saat ini yang mendominasi permintaan SIM C. Karena banyak pengguna kendaraan roda dua di seluruh kabupaten,” jelasnya.

Pemohon SIM A hanya lima pemohon. Untuk pemohonan baru harus di kantor Satlantas setempat.

Ditambahkan Roy, khusus difabel Satlantas Rembang memfasilitasi. Dengan SIM yang dikeuarkan jenisnya D. Di kota garam sendiri sudah dilayani. Hingga saat ini kisarannya sudah mencapai 30-an orang.

Biasanya mereka datang secara berkelompok. Bisa lima orang maupun diatasnya. Lalu sama-sama dilakukan pengujian sesuai kendaraanya. Katakanlah cacat dibagian kaki kendaraan dapat dimodifikasi.

”Termasuk tangan diamputasi mereka tetap dapat kendarai motor. Tentunya disesuaikan tingkat kecacatan,” tutupnya. 

]]>
Ali Mustofa Sun, 14 Apr 2019 02:29:49 +0700
<![CDATA[Diguyur Hujan, Istighotsah Sambut Pemilu 2019 di Mapolres Tetap Khusuk]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131380/diguyur-hujan-istighotsah-sambut-pemilu-2019-di-mapolres-tetap-khusuk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/diguyur-hujan-istighotsah-sambut-pemilu-2019-di-mapolres-tetap-khusuk_m_1555054644_131380.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/12/diguyur-hujan-istighotsah-sambut-pemilu-2019-di-mapolres-tetap-khusuk_m_1555054644_131380.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/12/131380/diguyur-hujan-istighotsah-sambut-pemilu-2019-di-mapolres-tetap-khusuk

Istighotsah dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad menyambut Pemilu digelar di halaman Mapolres Rembang Rabu malam (10/4), langsung disambut guyuran hujan.]]>

KOTA - Istighotsah dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad menyambut Pemilu 2019 digelar di halaman Mapolres Rembang Rabu malam (10/4). Kegiatan yang dihadiri puluhan kiai dan tokoh agama Kota Garam tersebut, langsung disambut guyuran hujan saat lantunan doa mulai dipanjatkan dari atas panggung. Meski begitu 600 jamaah tetap khusuk.   

Hadiri dalam kesempatan tersebut Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso, Dandim 0720 /Rembang, Ketua Pengadilan Negeri Rembang, Kajari. Selain itu, Kepala Kemenag Rembang, Ketua MUI, Ketua FKUB, Anggota Polres Rembang, Anggota Kodim 0720/ Rembang serta para santri.

Hujan yang turun hampir satu jam setengah sempat menggenangi halaman mapolres. Namun, kegiatan doa bersama tetap dipenuhi jamaah hingga acara rampung. Hadir untuk memberikan tausiah dan doa penutup KH. Syarofuddin Ismail Qoimas dari Leteh Rembang.

”Kita ingin minta doa restu kiai dan tokoh agama serta kepala pemerintahan. Agar nantinya TNI/Polri saat menjalankan tugas, khususnya mengamankan Pemilu 2019 dapat berjalan lancar tanpa kendala,” ungkap Kapolres Rembang, AKBP Pungky Bhuana Santoso, saat memberikan sambutan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres berkomitmen mengantisipasi terjadinya politik uang pada tiga hari masa tenang. Caranya dengan menggelar razia dengan lokasi mulai jalan raya, tempat rawan premanisme maupun tempat lain yang rawan money politik.

“Kami akan mempertebal personel. Dalam bentuk cara bertindak melaksanakan patrol, razia maupun sweeping. Kami juga berkolaborasi dengan TNI. Termasuk mengajak tokoh masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kapolres juga menekankan pada seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan Pileg dan Pilpres 2019 dengan berbondong-bondong untuk mencoblos. Sehingga jumlah pemilih akan terus meningkat.

”Mari wujudkan pemilu 2109 aman, damai dan sejuk. Kita ramaikan Pileg dan Pilpres 2019 dengan ikut membantu seluruh tahapan pemilu. Siapa saja pilihan kita, yang penting tetap menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 12 Apr 2019 11:41:26 +0700
<![CDATA[Pilkades Serentak 237 Desa di Rembang Dijadwalkan Digelar November]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131205/pilkades-serentak-237-desa-di-rembang-dijadwalkan-digelar-november https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pilkades-serentak-237-desa-di-rembang-dijadwalkan-digelar-november_m_131205.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/pilkades-serentak-237-desa-di-rembang-dijadwalkan-digelar-november_m_131205.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131205/pilkades-serentak-237-desa-di-rembang-dijadwalkan-digelar-november

Pilkades serentak untuk 237 desa di Kota Garam direncanakan bakal digelar November mendatang. Pemkab disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar.]]>

KOTA – Pilkades serentak untuk 237 desa di Kota Garam direncanakan bakal digelar November mendatang. Meski Pemkab disebut telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8 miliar, namun ternyata masih ada pos yang belum tercover.

Kepala Sub-Bagian Tata Pemerintahan Desa Setda Rembang Gunari mengungkapkan, untuk biaya monitor di kecamatan serta biaya keamanan masih akan dianggarkan di APBD Perubahan. Namun, pihaknya tak bersedia menyebutkan besaran anggaran tambahan tersebut.

”Karena kondisi keuangan daerah tidak bisa langsung semua. Untuk kecamatan, baru dianggarkan di APBD P,” tuturnya kemarin.

Berkaca pada pilkades serentak yang digelar pada 2013 lalu, monitor atau pengawas kecamatan yang disebar ke desa-desa yang menggelar Pilkades menerima upah sebesar Rp 500 ribu. Pada Pilkades tahun ini, diperkirakan untuk petugas dari kecamatan di desa-desa bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

”Setelah Pemilu nanti langsung dipersiapkan semuanya. Mei sudah siap, nanti pas APBD P sudah ada,” tambah dia.

Selain mengenai anggaran, sejumlah hal juga diantisipasi. Yakni mengenai tidak diperbolehkannya hanya satu calon yang maju, menyikapi calon luar daerah, hingga hasil yang kemungkinan angkanya sama besar.

”Kalau semisal calonnya hanya satu, nanti otomatis kan mundur. Itu nanti kan juga menambah biaya di kecamatan,” paparnya.

Hal-hal semacam itu, sebut Gunari akan diantisipasi dengan rapat musyawarah yang bakal digelar pasca-Pemilu. Sebab, ada beberapa perbedaan regulasi dengan sejumlah perbaikan dibanding pada Pilkades serentak yang pernah dilakukan beberapa waktu lalu.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 14:51:44 +0700
<![CDATA[Populasi Sapi di Rembang Masuk Empat Besar Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131179/populasi-sapi-di-rembang-masuk-empat-besar-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/populasi-sapi-di-rembang-masuk-empat-besar-jateng_m_1554961881_131179.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/populasi-sapi-di-rembang-masuk-empat-besar-jateng_m_1554961881_131179.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131179/populasi-sapi-di-rembang-masuk-empat-besar-jateng

Kontes sapi tingkat Kabupaten Rembang membludak hingga 100 peserta. Kontes yang digelar di Desa Balongmulyo, Kragan tersebut, dimenangkan sapi seberat 980 kg.]]>

KOTA – Kontes sapi tingkat Kabupaten Rembang membludak hingga 100 peserta. Kontes yang digelar di Desa Balongmulyo, Kecamatan Kragan tersebut, dimenangkan sapi seberat 980 kg dengan harga Rp 40 jutaan. Kegiatan ini sekaligus mengukuhkan populasi sapi di Kota Garam yang masuk empat besar di Jawa Tengah.

Ada beberapa kategori yang dilombakan dalam kegiatan ini. Diantaranya, calon pejantan, pejantan, calon induk, induk dan penggemukan. “Ini merupakan agenda tahunan. Untuk ternak yang dilombakan harus dari lokal kabupaten setempat. Untuk indukkan jenis sapi putih (PO). Untuk penggemukan bebas, ada Simental dan Limusin,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Rembang, Suratmin.

Suratmin menyebutkan lomba ternak sapi akan terus digalakan. Terlebih, Rembang termasuk sumber bibit sapi PO. “Ini dalam rangka mencari bibit unggul. Sekaligus mendorong masyarakat peternak. Targetnya dalam rangka mengenalkan potensi ternak. Sekaligus memotivasi peternak agar makin menggalakan di sektor ini,” katanya.

Suratmin Ratmin menyebutkan populasi ternak cukup tinggi. Angkanya mencapai Rp 130 ribu ekor atau masuk lima besar di Jateng. Dari hasil inseminasi buatan setiap tahunnya angkanya mencapai 50 ribu ekor. Biasanya setelah enam bulan diambil dan dijual.

“Sapi Rembang  tingkat kesuburannya baik. Hal ini sudah diteliti dari balai pusat, pengembangan sapi potong. Potensi ini dapat terlihat dari lomba dan kontes ternak ini. Ada sapi penggemukan mencapai 980 kg, juara I. Untuk harga kalau per kg Rp 40 ribu bobot hidup angkanya Rp 40 jutaan bahkan lebih yang suka perform,” katanya.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendorong peternak mengurangi pembelian pakan dari luar kota. Makanya dinas terkait didorong untuk terus mendampingi peternak lewat penguasaan pakan.

”Pemkab Rembang terus berupaya mengembangkan peternakan sapi. Upaya kami mulai dari upaya penguasaan pakan, bibit sampai penjualan daging,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 12:11:20 +0700
<![CDATA[Jembatan Desa Ngajaran Ambrol, Mobil Terpaksa Memutar 9 Kilometer]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131177/jembatan-desa-ngajaran-ambrol-mobil-terpaksa-memutar-9-kilometer https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/jembatan-desa-ngajaran-ambrol-mobil-terpaksa-memutar-9-kilometer_m_1554960073_131177.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/jembatan-desa-ngajaran-ambrol-mobil-terpaksa-memutar-9-kilometer_m_1554960073_131177.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131177/jembatan-desa-ngajaran-ambrol-mobil-terpaksa-memutar-9-kilometer

Jembatan Desa Ngajaran, Sale, Senin (8/4) lalu ambrol. Akibatnya warga yang melintas di jembatan penghubung antar dua dukuh Kaliprak dan Ngajaran terganggu.]]>

SALE – Jembatan Desa Ngajaran, Sale, Senin (8/4) lalu ambrol. Akibatnya warga yang melintas di jembatan penghubung antar dua dukuh Kaliprak dan Ngajaran terganggu. Bahkan untuk melintas kendaraan roda empat harus memutar sejauh 9 km melalui desa Tahunan.

Penyebab jembatan ambrol diduga kuat setelah diguyur hujan lebat hari Minggu lalu (7/4). Esok harinya atau hari Senin (8/4) jembatan ambrol. Namun begitu, sebelum kejadian jembatan mengalami retak-retak.

Atas kejadian ini pihak kecamatan melaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat. Informasi ini langsung tanggap BPBD untuk assessment. Solusinya dibuatkan jembatan darurat. Tujuannya mengantisipasi jatuhnya korban saat melintas. Karena kondisi pondasi sudah melengkung, sehingga rawan ambrol susulan.

Kasi Kegawatdaruratan BPBD Rembang Pramujo saat dikonfirmasi membenarkan jembatan Desa Ngajaran, Sale ambrol. Menurutnya, jembatan berukuran 4x4 m yang dibangun tahun 2016 tersebut tidak bisa dilintasi roda empat, sebab di bagian pinggir ambrol cukup lebar. Kurang lebihnya hampir setengah jembatan. Ini setelah tanah dekat pondasi bergerak terkena derasnya aliran air sungai.

”Kondisinya pondasi bagian samping jebrol. Lalu tulangan cor melengkung, karena tidak mampu menahan air. Jembatan ini informasi dulunya dibangun dengan dana desa.

Akibat kejadian ini jembatan tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Pengemudi harus melintas di desa Tahunan yang jaraknya kurang lebih 4-5 km. Kecuali roda dua saat ini sudah normal setelah dibuatkan jembatan darurat.

“Untuk penanganan permanen sudah kami koordinasi dengan DPU. Perbaikan paling cepat akan dikerjakan sekitar April ini,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 12:07:04 +0700
<![CDATA[Baru 25 Persen Desa di Rembang yang Punya BUMDes]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131174/baru-25-persen-desa-di-rembang-yang-punya-bumdes https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/baru-25-persen-desa-di-rembang-yang-punya-bumdes_m_1554961269_131174.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/baru-25-persen-desa-di-rembang-yang-punya-bumdes_m_1554961269_131174.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131174/baru-25-persen-desa-di-rembang-yang-punya-bumdes

Jumlah Badan Usaha Masyarakat Desa di Kota Garam sudah ada di 80 desa. Namun, jumlah itu baru sebesar sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan 287 desa.]]>

KOTA – Jumlah Badan Usaha Masyarakat Desa (BUMDes) di Kota Garam sudah ada di 80 desa. Namun, jumlah itu baru sebesar sekitar 30 persen dari jumlah keseluruhan sebanyak 287 desa. Pada akhir tahun ini, Dinpermades menargetkan jumlahnya bisa bertambah hingga 50 Bumdes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Sulistiyono mengungkapkan, untuk embrio menjadi BUMDes sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, belum semua desa memiliki regulasi untuk dibentuknya badan usaha desa tersebut.

”Embrionya banyak. Payung hukumnya yang belum dibuat. Padahal kan harus ada Perdesnya,” paparnya kemarin.

Meski demikian, dari 80 BUMDes yang sudah ada tersebut, sudah banyak yang mampu benar-benar memberikan pengaruh terhadap ekonomi desa. Hal itu terbukti dengan prestasi sejumlah BUMDes dalam agenda pameran bursa inovasi BUMDes yang digelar pada Senin-Selasa (8-9/4) lalu di Kabupaten Semarang.

Ada tiga BUMDes yang mengikuti agenda yang dikemas dalam lomba tersebut. Ketiganya yakni BUMDes Desa Punjulharjo Kecamatan Rembang kota, BUMDes Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang, dan BUMDes Desa Tegaldowo dari Kecamatan Gunem.

Ketiga BUMDes yang dikirimkan untuk mewakili Kabupaten Rembang itu merupakan unit usaha terbaik se Kota Garam. Yakni dalam lomba BUMDes yang digelar oleh Dinpermades Rembang.

Adapun juara pertama dalam bursa pameran inovasi desa di Semarang diraih oleh Kabupaten Kebumen, sedangkan juara terbaik ketiga menjadi milik Kabupaten Banyumas.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 12:00:57 +0700
<![CDATA[Anggota Komisi XI RI DPR Donny Priambodo Dekat dengan Santri dan Kiai]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131115/anggota-komisi-xi-ri-dpr-donny-priambodo-dekat-dengan-santri-dan-kiai https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/anggota-komisi-xi-ri-dpr-donny-priambodo-dekat-dengan-santri-dan-kiai_m_131115.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/11/anggota-komisi-xi-ri-dpr-donny-priambodo-dekat-dengan-santri-dan-kiai_m_131115.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/11/131115/anggota-komisi-xi-ri-dpr-donny-priambodo-dekat-dengan-santri-dan-kiai

Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo merupakan politisi yang dekat dengan kalangan kiai, santri, dan ulama. Caleg Nasdem ini bagian kaum Nahdliyin.]]>

REMBANG – Anggota Komisi XI DPR RI Donny Imam Priambodo merupakan politisi yang dekat dengan kalangan kiai, santri, dan ulama. Caleg dari Partai Nasdem Dapil 3 nomor urut 9 ini, merupakan bagian dari kaum Nahdliyin.

Sebagai warga Nahdliyin, Donny Imam Priambodo tidak segan mengapresiasi kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjuangan melahirkan, merawat, dan mempertahankan NKRI.

Donny mengatakan, NU mempunyai kontribusi besar untuk bangsa dan negara yang sudah terbukti dan nyata. Dalam perjalananya, NU senantiasa memberikan kesetiaan dan baktinya untuk persatuan bangsa dan negara.

”NU adalah organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Jasa dan baktinya untuk NKRI sangat besar. Maka tidak heran jika NU mati-matian menjaga dan memajukan bangsa sebagai bukti cinta untuk Indonesia. Sebagai warga NU saya juga tergerak untuk membantu,” kata caleg dapil III yang meliputi Kabupaten Grobogan, Pati, Rembang, dan Blora ini.

Sebagai warga NU dan santri, dirinya dekat dengan para kiai dan ulama. Yaitu dengan dengan rajin mengunjungi pondok pesantren dan sowan kepada kiai dan ulama. Beberapa kiai karismatik yang dikunjunginya sebagai bagian dari mencari berkah. Di antaranya KH Maimun Zubair, pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar Sarang, Rembang. Selain itu, juga kunjungan ke KH Abdullah Umar Fayumi, pengasuh Ponpes Roudlotul Ulum Kajen, Pati, dan beberapa kiai lain.

Kedatangan Donny di beberapa ponpes disambut antusias oleh para santri dan kiai. Saat berkunjung ke ponpes, dia berbagi pengalaman untuk memotivasi santri, agar semangat meraih sukses di bidang bisnis yang selama ini digelutinya.

”Saya berbagi dengan para santri agar semangat berbisnis kelak setelah lulus dari pesantren. Jadi wirausahawan itu bisa membantu warga sekitar dan menciptakan lapangan baru sekaligus tetap bisa berdakwah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Donny juga menceritakan proses yang harus dilalui hingga menjadi pengusaha sukses dan menjadi anggota DPR RI. Pihaknya berharap kepada para santri agar kelak berperan aktif membangun Indonesia dengan menjadi pengusaha.

”Jika menjadi pengusaha para santri akan mempunyai peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Mengingat Indonesia membutuhkan banyak lapangan kerja baru di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk,” tandasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 11 Apr 2019 08:51:42 +0700
<![CDATA[Kesbangpolinmas Rembang Naik Status Jadi Badan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130674/kesbangpolinmas-rembang-naik-status-jadi-badan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kesbangpolinmas-rembang-naik-status-jadi-badan_m_130674.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/kesbangpolinmas-rembang-naik-status-jadi-badan_m_130674.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130674/kesbangpolinmas-rembang-naik-status-jadi-badan

Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Rembang akan dinaikkan statusnya menjadi badan paling lambat pada akhir tahun ini]]>

KOTA – Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Rembang akan dinaikkan statusnya menjadi badan paling lambat pada akhir tahun ini. Hal itu menyusul penerapan Undang-Undang tahun 2014 tentang perangkat daerah. Badan Kesbangpolinmas di Rembang nantinya pun akan dipimpin oleh pejabat eselon II.

Sekda Rembang Subakti menyebut, hal itu merujuk pada tahun ini memang terdapat agenda evaluasi SOTK (struktur organisasi dan tata kerja) dan pokok fungsi. Ditargetkan, akhir tahun ini kantor Kesbangpolinmas sudah berganti badan.

”Itu sudah muncul di Peraturan Pemerintah 2014, termasuk DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) yang direncanakan bergabung dengan RSUD (rumah sakit umum daerah). Tapi masih tarik ulur. Yang peningkatan Kesbangpolinmas itu yang strategis untuk diselesaikan,” paparnya kemarin.

Sebab, tugas pokok dan fungsi Kesbangpolinmas dinilai sangat berat. Hampir segala peristiwa yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan berkait langsung dengan institusi yang kini masih dipimpin pejabat eselon III itu.

”Masalah kerawanan daerah, masalah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) itu Kesbangpolinmas. Nanti juga mengakomodir kegiatan-kegiatan forkompimda,” tambah dia.

Selain itu, mengenai pelestarian Pancasila, serta banyak aspek lain yang berkaitan dengan ideologi juga berkait dengan institusi ini. Sehingga, dengan dinaikkannya menjadi badan, Kesbangpolinmas dalam menjalankan tugas fungsi dan pokoknya bisa lebih optimal.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 12:22:26 +0700
<![CDATA[Ribuan Guru Madin Terima Intensif Per Bulan dari Pemprov Jateng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130670/ribuan-guru-madin-terima-intensif-per-bulan-dari-pemprov-jateng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/ribuan-guru-madin-terima-intensif-per-bulan-dari-pemprov-jateng_m_130670.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/ribuan-guru-madin-terima-intensif-per-bulan-dari-pemprov-jateng_m_130670.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130670/ribuan-guru-madin-terima-intensif-per-bulan-dari-pemprov-jateng

Sebanyak 7.695 guru dari Madin, TPQ, dan pondok pesantren Kabupaten Rembang menerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.]]>

KOTA – Sebanyak 7.695 guru dari Madin, TPQ, dan pondok pesantren Kabupaten Rembang menerima insentif dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Penyerahan diberikan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jaten), Taj Yasin Maemoen di Pendapa Museum Kartini. Nilainya Rp 170 ribu/bulan atau Rp 1,2 juta per tahun.

 Di Kota Garam Jumlah 7.695 guru, rinciannya 4.729 guru madin, 406 guru pondok pesantren, dan 2.560 guru TPQ. Pencairan intensif diberikan melalui buku tabungan masing-masing. Total alokasi intensif bagi guru Madin dan TPQ dan pondok pesantren di se-Jateng. Total Rp 330 miliar, namun setelah divalidasi lembaga madin serapannya Rp 205 miliar.

Di Kota Garam pembagian rekening dilakukan simbolis dihadiri 2.000 orang. Selanjutnya akan dilakukan di masing-masing kecamatan. Dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Rembang, bersama bank mitra penyalur anggaran

Menurut Kepala Kementerian Agama Provinsi Jateng Farkhani mengatakan menyampaikan ini hanya bagian kecil kabupaten kota/lain. Di Jateng data yang masuk semuanya mencapai 171.131 ustaz dan ustazah.

”Data tiap kabupaten bervariasi. Ada yang di kabupaten mencapai 11 ribu-10 ribu-8 ribu dan 7 ribu. Tahun 2020 bagi guru yang belum terdaftar akan dilakukan pendataan ulang,” ungkapnya.

Farkhani menyebutkan bantuan untuk para guru tersebut merupakan kepedulian Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Sebagai komitmen memberikan perhatian lebih baik kepada lembaga keagamaan. Bentuk perhatian mengalokasikan anggaran Rp 205 miliar (dana hibah).

“Ini bentuk perhatian Pemprov Jateng. Sebelumnya hanya sebatas bantuan rehab maupun diniah atau TPQ. Tahun ini ditambah memberikan perhatian bagi ustadz dan ustadzah se-Provinsi,” terangnya

 Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maemoen mengungkapkan jumlah guru Madin di kabupaten diperkirakan mencapai 10 ribu orang. Pasalnya masih banyak Madin yang belum terdaftar , seperti belum memiliki izin operasionalnya.

 ”Kami ingin nambahi Rp 330 miliar agar lebih dirasakan masyarakat. Selain insentif, pemprov juga memberikan bantuan anggaran infrastruktur. Minggu kemarin kami mengumpulkan, pondok pesantren, tempat ibadah, pendidikan keagamaan untuk penerimaan bantuan dari pemprov anggaran 2019 semoga 2020 bisa kita tingkatkan,” ungkapnya.

Terpisah Bupati Rembang, Abdul Hafidz dalam kesempatan itu menyampaikan di Rembang sudah berjalan program yang hampir sama. Setiap guru Madin mendapatkan Rp 209 ribu perbulan.

Demikian pada tahun ini Pemkab akan melakukan kajian program tersebut. Semula setiap guru mendapatkan Rp 200 ribu per bulan. Tahun 2019 Rp 200 ribu akan diberikan kepada setiap guru yang mengajar 30 murid di Madrasah Diniah.

”Kami berterima kasih bapak-bapak semuanya yang telah membina para pengelola madrasah. Saya tidak menyangka kalau Bapak Wakil Gubernur dan Kakanwil hadir,“ ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 11:58:41 +0700
<![CDATA[Komunitas Kiai Aswaja Rembang Kompak Dukung Prabowo-Sandi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130620/komunitas-kiai-aswaja-rembang-kompak-dukung-prabowo-sandi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/komunitas-kiai-aswaja-rembang-kompak-dukung-prabowo-sandi_m_130620.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/komunitas-kiai-aswaja-rembang-kompak-dukung-prabowo-sandi_m_130620.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130620/komunitas-kiai-aswaja-rembang-kompak-dukung-prabowo-sandi

Sekitar seratus kiai yang tergabung dalam Komunitas Kiai (K2) Aswaja Rembang menggelar silaturrahmi di aula resto dan kolam renang EMGEE Pancur kemarin.]]>

KOTA – Sekitar seratus kiai yang tergabung dalam Komunitas Kiai (K2) Ahlussunnah wal jama’ah (Aswaja) Rembang menggelar silaturrahmi di aula resto dan kolam renang EMGEE di Kecamatan Pancur kemarin. Agenda silaturrahmi bertajuk Menuju Indonesia Menang Adil dan Makmur itu sebagai penegasan hasil halaqah di Pekalongan yang menyatakan dukungan untuk pasangan Capres-Cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam kesempatan itu, turut hadir K.H. Muhammad Najih Maimoen yang juga Pembina K2 Aswaja Jateng, Habib Hasyim Az-Jufri, serta sejumlah kiai dari Kota Garam lain.

K.H. Ahmad Ahdal A.R. Wakil Ketua Komunitas Kiai (K2) Aswaja Jateng mengungkapkan, Komunitas K2 Aswaja dibentuk beberapa bulan yang lalu di beberapa daerah di Jateng. Adapun agenda kemarin menjadi penegasan hasil halaqoh yang digelar di Pekalongan pada 14 Maret lalu.

”Pada hari ini, alhamdulillah bisa mengadakan silaturrahim. Sebenarnya sudah beberpa waktu yang lalu diagendakan. Tapi baru bisa dilaksanakan pada hari ini,” kata dia kemarin.

Lebih lanjut Kiai Ahmad Ahdal menegaskan, acara itu digali dalam rangka bersilaturrahmi dengan para masyayikh dan para kiai, khususnya pendukung Capres pasangan 02 Prabowo Subianto.

”Kami sampaikan di sini bahwa kami mengajak masyarakat bisa menggunakan hak pilih pada 17 April nanti. Tanggal itu menjadi pesta demokrasi, bagi seluruh warga Indonesia,” paparnya.

Pihaknya pun mengimbau dan mengajak untuk menciptakan pemilu 2019 dengan damai, jujur, dan adil. Apalagi, sebagaimana diketahui bersama, biaya pelaksanaan pemilu sangat besar, yakni mencapai Rp 25 Triliun.

”Mari sukseskan pemilu 2019 dengan damai, rukun, tanpa ada permasalahan dan hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan. Meskipun beda pilihan, namun sejatinya harus tetap rukun dan bersaudara,” tukasnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 09:44:12 +0700
<![CDATA[Nelayan dan Pedagang Rembang Terima 50 Cold Box dari Kemendag]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130581/nelayan-dan-pedagang-rembang-terima-50-cold-box-dari-kemendag https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/nelayan-dan-pedagang-rembang-terima-50-cold-box-dari-kemendag_m_130581.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/nelayan-dan-pedagang-rembang-terima-50-cold-box-dari-kemendag_m_130581.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130581/nelayan-dan-pedagang-rembang-terima-50-cold-box-dari-kemendag

Nelayan dan pedagang di Kabupaten Rembang sumringah. Mereka memperoleh bantuan peti pendingin (cold box) dan tenda. Bantuan itu dari Kementrian Perdagangan.]]>

REMBANG – Nelayan dan pedagang di Kabupaten Rembang semringah. Mereka memperoleh bantuan peti pendingin (cold box) dan tenda. Bantuan itu dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI).

Di Kabupaten Rembang, ada 50 unit cold box dan tenda yang sudah tersalurkan. Bantuan tersebut diserahkan langsung Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto di aula rumah dinas kemarin. Penyerahan itu juga didampingi oleh Ketua KSP Bhina Raharja Atna Tukiman.

Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menyampaikan, bantuan diserahkan kepada masyarakat setempat yang membutuhkan. Khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pedagang maupun nelayan

”Ini program dari Kemendag RI. Kebetulan Pemkab Rembang yang mengajukan. Jadi tidak semua daerah mendapatkan bantuan cold box dan tenda,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Sabtu (6/4) kemarin.

 Begitupun dengan pasar rakyat. Tidak semua kabupaten mendapatkan tugas pembantuan dari Kemendag RI. Jadi, bantuan cold box maupun tenda dapat dimanfaatkan sepenuhnya bagi nelayan maupun pelaku UMKM.

Apalagi pemberian tersebut lebih bagus. Jika dibandingkan dengan gabus yang biasa mereka pakai untuk pendingin ikan. Pastinya ini bakal lebih lama. Karena bahan terbuat dari bahan dengan kualitas tinggi.

”Saya berharap kesegaran maupun jaminan ketersediaan ikan dan harganya dapat terjamin, begitupun kalau digunakan pedagang UMKM” harapnya.

Diharapkan perkembangan UMKM dan kuliner makin pesat. Lalu membantu dan meningkatkan taraf hidup mereka. Untuk menunjang sektor tersebut, Kemendag dijadwalkan juga akan menyalurkan gerobak.

Bantuan gerobak akan diberikan masyarakat yang membutuhkan.  Nanti kurang lebih ada 30 unit yang disalurkan di Rembang. Diharapkan bantuan tersebut memberikan kontribusi bagi perdagangan Indonesia.

”Makanya saya mendorong dapat dimanfaatkan fasilitas ini secara maksimal, agar nelayan ataupun pelaku UMKM dan konsumen tidak dirugikan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 02:15:38 +0700
<![CDATA[Reaktivasi Rel KA di Rembang Dihidupkan Lagi, Ini Jalur yang Dipakai]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130578/reaktivasi-rel-ka-di-rembang-dihidupkan-lagi-ini-jalur-yang-dipakai https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/reaktivasi-rel-ka-di-rembang-dihidupkan-lagi-ini-jalur-yang-dipakai_m_130578.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/reaktivasi-rel-ka-di-rembang-dihidupkan-lagi-ini-jalur-yang-dipakai_m_130578.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130578/reaktivasi-rel-ka-di-rembang-dihidupkan-lagi-ini-jalur-yang-dipakai

Reaktivasi eks Stasiun Kota Rembang dan Lasem masuk dalam perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Rembang 2016-2021.]]>

REMBANG Reaktivasi eks Stasiun Kota Rembang dan Lasem masuk dalam perubahan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Rembang 2016-2021. Namun, hingga kini belum ditentukan apakah reaktivasi itu menggunakan jalur rel lama atau baru. Sebab, sebagian besar jalur lama sudah menjadi pemukiman warga.

Kemarin, DPRD Rembang membahas Ranperda (rancangan peraturan daerah) dalam sidang paripurna yang salah satunya membahas tentang rencana reaktivasi stasiun. Hingga sore, pembahasan masih dilakukan para wakil rakyat Kota Garam tersebut.  

Ketua Komisi A DPRD Rembang M Asnawi menyebutkan, rencana reaktivasi stasiun memang sudah masuk dalam RPJMD 2016-2021. Meski program nasional pengaktifan seluruh stasiun yang vakum baru akan dilakukan pada 2025 mendatang. ”Iya masuk RPJMD dan sudah dibahas di paripurna,” kata dia.

Sekda Rembang Subakti menuturkan, meski sudah masuk di RPJMD, namun belum ada kepastian apakah akan menggunakan jalur lama atau membuka jalur baru. Sebab, sebagaimana diketahui, jalur lama hampir seluruhnya dimanfaatkan warga untuk pemukiman dengan bangunan permanen.

”Reaktivasi harus ada. Tentunya bersinergi dengan pemerintah pusat. Karena data baru belum ada, tentunya yang eksisting yang dulu itu. Bagaimana implementasi ke depan, itu dari PT KAI,” ujar Sekda.

Menurut sekda, dalam perda mengenai tata ruang juga mengakomodir reaktivasi Stasiun Kota dan Lasem. Sebab, moda transportasi publik kereta api dianggap lebih murah dan menampung banyak penumpang, serta mengurangi keramaian lalu lintas jalan raya.

”PT KAI tentunya nantinya ada studi kelayakan. Kalau jalur lama digunakan, biaya sosialnya bagaimana. Kalau jalur baru dibuka, bagaimana. Kan seperti itu,” tambah dia.

Hal itu tentu menjadi pertimbangan penting. Sebab, sebelumnya saat rencana tersebut diketahui warga terdampak, sudah ada protes. Prosesnya pun, tambah Sekda, akan sangat panjang.

”Itu penting. Karena dulunya menjadi salah satu identitas Rembang kereta api. Sampai Bojonegoro, sampai ke Cepu,” tuturnya.

Namun demikian, Sekda tak menampik akan muncul kendala yang tak ringan mengingat sudah banyak lahan KAI sudah digunakan bangunan permanen. Padahal, statusnya hanya sewa lahan.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 02:05:27 +0700
<![CDATA[Lingkar Tireman Diusulkan Jadi Jalan Nasional, Ini Pertimbangannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130576/lingkar-tireman-diusulkan-jadi-jalan-nasional-ini-pertimbangannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/lingkar-tireman-diusulkan-jadi-jalan-nasional-ini-pertimbangannya_m_130576.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/09/lingkar-tireman-diusulkan-jadi-jalan-nasional-ini-pertimbangannya_m_130576.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/09/130576/lingkar-tireman-diusulkan-jadi-jalan-nasional-ini-pertimbangannya

Jalan lingkar alternatif Rembang diusulkan naik kelas menjadi jalan nasional. Tepatnya Jalan Pertigaan Soklin-Tireman-Ngotet, hingga Pertigaan Pentungan.]]>

REMBANG – Jalan lingkar alternatif Kabupaten Rembang diusulkan naik kelas menjadi jalan nasional. Tepatnya Jalan Pertigaan Soklin-Tireman-Ngotet, Perempatan Galonan-Mondoteko-Waru hingga Pertigaan Pentungan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Rembang Sugiarto mengungkapkan, pertimbangan usulan itu untuk mengantisipasi keberadaan Block Cepu dan Semen Gresik. Jadi, ruas jalan tersebut dinilai lebih tepat kalau diserahkan jalan nasional. Pertama lebih baik dari penanganan, karena dana lebih banyak dari APBN.

Berikutnya akan menampung lebih banyak kendaraan berat. Ketiga akan meringankan beban daerah dalam hal pembiayaan. Kalau memungkinkan otomatis jalan akan dilebarkan, kalapun tidak ditingkatkan.

”Jalan lingkar ini baru kami serahkan sebulan yang lalu. Saat itu kami rapat di Bina Marga Provinsi difasilitasi Bappeda Provinsi Jateng,” katanya.

Namun pengajuan kelas jalan belum serta merta diterima. Karena pemerintah pusat bisa menerima kalau masuk krirteria. Salah satunya lebar jalan harus memenuhi syarat. Untuk jalan nasional, idealnya kalau dua jalur 14 meter. Kalaupun 12 meter masih memungkinkan. Kemudian, lalu lalu lintas harian rata-rata cukup padat.

Hanya terkait opsi ini DPU kabupaten Rembang belum melakukan pengecekan.”Kalau tidak masuk opsi pengajuan akan ditolak. Makanya akan kita lakukan pengecekan di lapangan. Tentu ini akan dilakukan survei,” terangnnya.

Disinggung soal pembangunan jalan lingkar Rembang dari Kaliori sampai Lasem akan tetap berjalan. Karena wilayah Jawa Tengah bagian timur tinggal Kabupaten Rembang. Tetapi ke depan tidak melalui jalan yang sudah ada saat ini.

Kalau menggunakan jalan sebelumnya kendalanya banyak. Pertama melebarkan kesulitan dan kedua biasanya masyarakat cenderung minta ganti rugi tinggi. Sehingga ini bakal merepotkan.

”Koordinasi dengan Bina Marga membuat jalan baru. Kira-kira lewatnya Kaliori-Rembang Kota hingga Lasem,” paparnya.

Memang usulanya langsung melintas tiga kecamatan. Pertimbanganya kalau hanya Rembang, ke depan craudit-nya di Masjid Lasem sampai terminal. Sehingga ini tidak menyelesaikan persoalan.

Sehingga, usulan itu sampai lingkar Lasem. Gambarannya di daerah Kiringan, Lasem turun kebawah sampai Tambak Gedungmulyo dan Tasiksono, Lasem. Tentu dari sisi pembangunannya pasti bertahap.

”Detail Engineering Design (DED) sudah jadi. Jadi tinggal Amdal dan studi Larap pembebasan lahan,” katanya.

Mengenai usulan  dibuat fly over agar jalan Pantura Remban tidak terganggu, juga tak disetujui. Setelah diusulkan, rencananya dibuat perempatan sepidang. ”Dibangunnya jalan, otomatis truk dan bus lewat jalan lingkar. Pastinya jalan pantura menjadi lengang. Perkotaan juga tumbuh,” tutupnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 09 Apr 2019 01:49:28 +0700
<![CDATA[Aliran Terganggu, PDAM Rembang Droping Air ke Ratusan Pelanggan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130401/aliran-terganggu-pdam-rembang-droping-air-ke-ratusan-pelanggan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/aliran-terganggu-pdam-rembang-droping-air-ke-ratusan-pelanggan_m_130401.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/08/aliran-terganggu-pdam-rembang-droping-air-ke-ratusan-pelanggan_m_130401.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/08/130401/aliran-terganggu-pdam-rembang-droping-air-ke-ratusan-pelanggan

Hampir sepekan pelanggan PDAM di sepanjang Jalan Pemuda Rembang tidak dapat teraliri air. Hal ini sehubungan pipa PDAM terkena alat berat aktivitas proyek jalan]]>

REMBANG – Hampir sepekan pelanggan PDAM di sepanjang Jalan Pemuda Rembang tidak dapat teraliri air. Hal ini sehubungan pipa PDAM yang terkena alat berat aktivitas proyek rehabilitasi jalan nasional. Dampaknya lebih dari 750 pelanggan tidak mendapatkan suplai air.

Upaya dan langkah cepat dilakukan pihak manajemen. Dengan cara melakukan penyambungan secara berjenjang terhadap pipa yang rusak. Setelah hampir sepekan akhirnya ini sudah kembali teratasi alias normal.

Hal tersebut diamini Direktur PDAM Kabupaten Rembang, M. Affan melalui Kabag Teknik, Agus Siswanto Jumat (5/4) kemarin. Menurutnya sejak Kamis (4/4) lalu aliran air di perpipaan sudah aktif. Jika sebelumnya banyak pipa yang terkena dampak.

”Komitmen PDAM melakukan droping ke pelanggan. Khususnya dampak paling besar berada di wilayah Rumbut Malang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Di jalur yang terkena pengerukan ada 750 pelanggan. Dengan kerusakan pipa sekitar dua kilometer dan paling fatal diangka 2,1 kilometer. Hal ini terjadi di depan kantor PDAM setempat dengan kantor KPU Rembang.

Selebihnya aliran dapat dikendalikan. Hal ini terjadi sekitar empat sampai lima hari saat proses pengerukan berlangsung. Demikian PDAM Rembang tetap harus antisipasi.

”Terkait pekerjaan rehabilitasi dan peningkatan jalan nasional, koordinasi terus kami lakukan. Dalam hal ini antara pihak PDAM maupun Bina Marga,” terangnya.

Menurutnya koordinasi dilakukan tidak sebatas saat ada pekerjaan. Namun sebaliknya saat tidak ada pekerjaan tetap dilakukan. Proses koordinasi berjalan dengan baik. Sehingga semua dapat berjalan sesuai rencana.

Meskipun saat pengerukan terkena dampak. Sehingga sama-sama membutuhkan proses dalam hal perbaikan. Praktis mengganggu proses pelaksanaan. Demikian dampak pipa bocor sepekan lalu kini berangsur normal.

”Harapannya koordinasi semacam ini dapat dilakukan secara intens. Karena ke depan saat ada pekerjaan lanjutan otomatis akan kerusakan pipa kembali terjadi,” doronganya.

Apalagi di sisi bahu jalan kiri dan kanan sama-sama ada pipa PDAM. Termasuk di perlintasan ada pipa-pipa jaringan PDAM yang tertanam. Ketika ini berjalan tentu suplai air di tempat pelanggan kembali terjadi.

]]>
Ali Mustofa Mon, 08 Apr 2019 14:24:52 +0700
<![CDATA[Puskesmas Lasem Launching Dua Klinik untuk Maksimalkan Pengobatan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130048/puskesmas-lasem-launching-dua-klinik-untuk-maksimalkan-pengobatan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/puskesmas-lasem-launching-dua-klinik-untuk-maksimalkan-pengobatan_m_1554527887_130048.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/puskesmas-lasem-launching-dua-klinik-untuk-maksimalkan-pengobatan_m_1554527887_130048.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130048/puskesmas-lasem-launching-dua-klinik-untuk-maksimalkan-pengobatan

Puskesmas Lasem meluncurkan dua layanan baru, yakni Klinik ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan Klinik TBC (Tuberculosis) pada Senin (1/4) lalu.]]>

LASEM – Puskesmas Lasem meluncurkan dua layanan baru, yakni Klinik ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) dan Klinik TBC (Tuberculosis) pada Senin (1/4) lalu. Didirikannya dua poliklinik itu dianggap mendesak menyusul banyaknya kasus ODGJ dan TBC di wilayah Lasem.

Dua klinik tersebut di-lauching guna memangkas jarak pengobatan. Sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga pasien agar terus konsisten meminum obat.

Kepala Puskesmas Lasem Arif Rahman Hakim mengungkapkan, berdasarkan data musyawarah desa (MD) dan survei mawas diri (SMD), jumlah ODGJ di Lasem relatif tinggi. Dalam program PIS PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) pada 2017 juga menyebutkan, ada 579 yang tertangani.

”Mereka yang sudah tertangani, kalau ambil obat kan ke rumah sakit. Jaraknya terlalu jauh. Akhirnya kita bikin inovasi, kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), dan dengan rumah sakit negeri maupun swasta. Jadi pengambilan obatnya bisa di Puskesmas,” paparnya kemarin.

Dengan adanya Poliklinik ODGJ, para pasien juga tidak hanya bisa mendapatkan obat, tetapi juga terus dipantau keteraturannya meminum obat. Sebab, pengobatan terhadap para pasien ini harus berlangsung secara kontinyu. ”Adanya program ini juga membuat tidak ada lagi ODGJ yang terpasung,” paparnya.

Arif menambahkan, setelah program PIS-PK didapatkan bahwa angka resiko tinggi penderita TBC tercatat cukup rendah. Hanya 80 pasien. Angka itu jauh dari yang ditargetkan. Padahal, secara teori setiap 100.000 penduduk ada 1.500 yang terindikasi penyakit TBC. ”Sedangkan jumlah penduduk di Lasem kurang lebih ada 59.000 penduduk,” pungkasnya. (ful/ali)

 

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 10:03:24 +0700
<![CDATA[Ratusan Bangunan di Sulang Kena Gusur Pelebaran Jalan Rembang-Blora]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130044/ratusan-bangunan-di-sulang-kena-gusur-pelebaran-jalan-rembang-blora https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/ratusan-bangunan-di-sulang-kena-gusur-pelebaran-jalan-rembang-blora_m_1554520040_130044.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/06/ratusan-bangunan-di-sulang-kena-gusur-pelebaran-jalan-rembang-blora_m_1554520040_130044.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/06/130044/ratusan-bangunan-di-sulang-kena-gusur-pelebaran-jalan-rembang-blora

Pertokoan dan rumah warga di Kecamatan Sulang diperkirakan bakal terkena gusur proyek pelebaran jalan nasional Rembang-Blora. Hasil pendataan ada sekitar 150 KK]]>

KOTA – Pertokoan dan rumah warga di Kecamatan Sulang diperkirakan bakal terkena gusur proyek pelebaran jalan nasional Rembang-Blora. Hasil pendataan ada sekitar 150-an kepala kelurga (KK) yang tinggal di sepanjang 600 meter mulai jembatan hingga perbatasan Desa Kemadu, Sulang yang bakal terdampak.

Suyatno warga sekaligus perangkat Desa Kecamatan Sulang, yang hadiri pada sosialisasi awal proyek pelebaran Jalan Rembang-Blora berharap ada sosialisasi secara utuh pada warga agar tidak ada gejolak di tingkatan warga. Sebab, ada banyak patok kuning penanda batas lebar jalan berada di samping rumah warga.

Pihaknya juga mempertanyakan soal kompensasi apakah warga yang terkena proyek pelebaran jalan nasional akan mendapatkan kompensasi. Sebaliknya kalau tidak ada dirinya mewakili warga menanyakan penjelasan secara teknis.

”Jumlahnya mencapai 150 KK. Kiranya ini ada sosialisasi khusus supaya tidak timbul gejolak,” kata kasi pemerintahan desa Sulang tersebut,” ungkapnya.

 Camat Sulang, Slamet Haryanto tidak menampik banyak rumah ataupun toko yang lokasinya berada di tepi jalan. Untuk itu, pihaknya berinisiatif menggelar pertemuan agar tidak timbul persoalan. Terlebih, pelebaran tidak hanya di sisi timur, namun bagian barat juga ikut terkena.

”Kami siap bersama-sama agar tercipta situasi kondusif. Begitupun soal pohon yang ikut terkena dampaknya, kita harapkan ada penghijauan kembali,” katanya.

Selain mengingatkan pentingnya sosialisasi, Camat juga berharap pelaksana proyek memperhatikan penghijauan, sebab sisa proyek serupa di Desa Kaliombo, banyak tanaman baru ditanam mati akibat terkena alat berat.”Ke depan juga harus ada tambahan zebra cross karena di sana banyak sekolah-sekolahan. Ini penting karena kalau pagi padat dan banyak anak-anak sekolah. Seperti di MTs Sulang, SMPN 1 Sulang maupun SMK Annuroniyah,” usulnya.

Menyambung Camat Kota Rembang, Mustholih mengharapkan pengerukan jalan di tepi bagian kiri Jalan Pemuda segera dipadatkan kembali. Jangan sampai tanggal 17 April masih berlubang. Karena mobilitas di jalan ini tinggi.

“Kecamatan Rembang bakal penuh, tempat parkir susah otomatis bakal terganggu. Jadi pengurukan harus segera dilakukan agar tak mengganggu,” pintanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) 1.5 KM Jalan Rembang-Blora-Cepu, Ardita Manurung menyampaikan koordinasi dengan camat dan semua pihak akan dilakukan secara intensif. Sementara terkait pelebaran jalan memang di semua daerah Bina Marga dihadapkan persoalan dampak (penggusuran). Namun soal apakah ada kompensasi bagi warga yang tergusur pihaknya belum bisa memastikan.

“Soal kompensasi yang ditanyakan kaur pemerintahan Sulang kami belum bisa menjawab. Kami akan komunikasi dengan pihak atasan dan koordinasi kepala desa maupun camat. Untuk mencari jalan solusi,” terangnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 06 Apr 2019 09:49:52 +0700
<![CDATA[Longsor di Rembang Terjang Akses Jalan Antar Dukuh]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129865/longsor-di-rembang-terjang-akses-jalan-antar-dukuh https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/longsor-di-rembang-terjang-akses-jalan-antar-dukuh_m_1554452115_129865.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/longsor-di-rembang-terjang-akses-jalan-antar-dukuh_m_1554452115_129865.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129865/longsor-di-rembang-terjang-akses-jalan-antar-dukuh

Longsornya sebagian lahan jalan yang menghubungkan Dukuh Kempolo Kerep dan Gunung Gerang di Desa Tengger, Kecamatan Sale, membuat akses terancam lumpuh.]]>

SALE – Longsornya sebagian lahan jalan yang menghubungkan Dukuh Kempolo Kerep dan Gunung Gerang di Desa Tengger, Kecamatan Sale, membuat akses antar kedua dukuh terancam lumpuh. Hingga kemarin, jalan itu pun hanya bisa dilewati roda dua. Kendaraan roda empat tidak bisa lewat.

Camat Sale, Subhan mengungkapkan, hujan deras yang terjadi pada Senin (1/4) malam menyebabkan sebagian jalan sepanjang 30 meter itu longsor. Jalan yang persis berada di tepi tebing itu pun tak bisa lagi dilewati kendaraan roda empat.

”Panjangnya 30 meter, tingginya 13 meter di tepi tebing. Kami sudah laporkan kepada BPBD,” paparnya kemarin saat dikonfirmasi.

Subhan menambahkan, jalan di kawasan tersebut memang rawan terjadi longsor. Pada 2015 lalu, kawasan tersebut juga pernah mengalami longsor. Jalan yang labil yang terus diterpa hujan deras pada akhirnya membuat longsor.

Kepala Desa Tengger, Nandim menyatakan, longsor terjadi di lokasi yang dulu pernah dibangun tebing oleh BPBD Rembang. Bila hingga hari ini belum ada penanganan dari BPBD, pihaknya pun berencana menggelar kerja bakti dengan material seadanya.

”Dulunya pernah longsor dan pernah dibangun tebing oleh BPBD. Ini longsong lagi. Kami akan kerja bakti untuk membenahi tebing tersebut dengan swadaya dan material seadanya. Jalan itu akses utama,” kata dia.

Kepala Badan Penanggulanagan Bencana Daerah Rembang Purwadi Samsi mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan pada Selasa (2/4). Dan, hari ini pihaknya akan mulai melakukan penanganan.

”Sudah dicek kemarin (2/4). Besok (hari ini, red) mulai ditangani,” terangnya kemarin.

Dalam penangananan hari ini, lanjut Purwadi, pihaknya akan berusaha membuat jembatan sementara. Sehingga, diharapkan bisa membuat jalan lebih aman dilewati tanpa rasa was-was oleh pengendara.

”Sementara pakai bambu dan karung (berisi tanah). Sifatnya kan darurat,” tambah dia.

 

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 14:26:22 +0700
<![CDATA[Peringati HUT ke-45, PPNI Rembang Bangun Gedung Megah Senilai Rp 1 M]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129859/peringati-hut-ke-45-ppni-rembang-bangun-gedung-megah-senilai-rp-1-m https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/peringati-hut-ke-45-ppni-rembang-bangun-gedung-megah-senilai-rp-1-m_m_1554448644_129859.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/05/peringati-hut-ke-45-ppni-rembang-bangun-gedung-megah-senilai-rp-1-m_m_1554448644_129859.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/05/129859/peringati-hut-ke-45-ppni-rembang-bangun-gedung-megah-senilai-rp-1-m

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rembang sukses membangun gedung dua lantai pada peringatan HUT ke-45 PPNI, yang menelan dana hampir Rp 1 miliar.]]>

KOTA – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang sukses membangun gedung dua lantai pada peringatan HUT ke-45 PPNI. Gedung yang menelan dana hampir Rp 1 miliar tersebut dibangun dari dana gotong royong sebanyak 600 anggota.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Kepala Dinkes Rembang, Ali Syofi’I, Ketua DPW PPNI Provinsi Jateng, dr. Edy Wuryanto, SKp, M.Kep dan Ketua DPD PPNI Kabupaten Rembang Tabah Tohamik, S. Kep, Ns.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Rembang Tabah Tohamik, S. Kep, Ns menjelaskan gedung yang diresmikan merupakan keinginan perawat se-kabupaten. Gagasan tersebut muncul saat Rakerda PPNI Rembang tahun 2016.

DIRESMIKAN: Bupati Rembang, Abdul Hafidz saat mendatangani prasasti didampingi Kepala Dinkes Rembang, Ketua DPW PPNI Provinsi Jateng dan Ketua DPD PPNI Kabupaten Rembang, Rabu (4/4). (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

”Kami fasilitasi keinginan anggota. Selanjutnya pengurus berusaha menghimpun dana untuk membeli sebidang tanah. Alhamdulillah tahun 2017 mampu membeli tanah seharga Rp 300 juta,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus, Kamis (4/4).

Dengan tekad yang kuat di tahun 2018 DPD PPNI membentuk panitia pembangunan. Di awali 1 Juli 2018 peletakan batu pertama. Saat itu dihadiri ketua DPW PPNI Provinsi  Jawa Tengah, dr. Edy Wuryanto dan jajaran pengurus provinsi.

“Hingga akhirnya bulan Maret 2019 selesai. Selanjutnya tanggal 3 April 2019 dilakukan peresmian sekaligus memperingati HUT PPNI ke-45 dengan tema yang diangkat Keluarga dan Masyarakat Sehat Bersama Perawat,” terangnya.

Gedung PPNI dibangun dua lantai dengan ukuran 15 x 20 meter. Adapun peruntukannya lantai 1 untuk ruang rawat luka, ruang sekretariat, ruang rapat pengurus, musala, kamar mandi, garasi dan gudang. Kemudian, lantai dua atau aula untuk pertemuan anggota, seminar, dan acara besar.

“Kami berharap dengan gedung ini pelayanan kepada anggota semakin baik. Lalu kompetensi keperawatan meningkat. Pada gilirannya mampu meningkatkan pelayanan keperawatan di Kabupaten Rembang,” ungkapnya.

Ketua DPW PPNI Provinsi  Jawa Tengah, dr. Edy Wuryanto pada sambutan memperingati HUT ke-45 PPNI Kabupaten Rembang berharap perawat makin matang, sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik masyarakat.

”PPNI Rembang 2019 memiliki mimpi hebat. Gedung PPNI harus jadi. Hal ini dibuktikan pak Tabah dan teman-teman. Gedung dua lantai akhirnya diresmikan bupati,” ungkapnya.

Terpisah Bupati Rembang mengapresiasi anggota PPNI Kabupaten Rembang mengapresiasi langkah maju anggota PPNI wilayah setempat. Menurutnya dengan kerja keras bersama akhirnya mampu membangun gedung untuk menunjang profesi.”Anggota PPNI Kabupaten Rembang kompak dan solid. Kami harapkan hadirnya gedung dapat peningkatan pelayanan secara baik,” harapnya.

Rangkaian peresmian juga digelar jalan sehat dengan rute timur MAN Rembang, Jl. Hos Cokroaminoto, perempatan Jaeni, Notoprajan dan finish tempat semula. Ada sekitar dua ribu orang ikut berpartisipasi jalan sehat, termasuk di dalamnya Direktur RSUD dr. R Soetrasno, dr. Agus Setiyohadi. Hadir pula Direktur RS Bhina Bhakti Husada, Ella Nurlaila dan ratusan anggota PPNI serata masyarakat umum. (noe/ali)

]]>
Ali Mustofa Fri, 05 Apr 2019 14:00:40 +0700
<![CDATA[Tingkatkan Mutu Pendidikan, Ribuan Guru Madin di Kota Garam Digembleng]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129566/tingkatkan-mutu-pendidikan-ribuan-guru-madin-di-kota-garam-digembleng https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/tingkatkan-mutu-pendidikan-ribuan-guru-madin-di-kota-garam-digembleng_m_129566.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/tingkatkan-mutu-pendidikan-ribuan-guru-madin-di-kota-garam-digembleng_m_129566.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129566/tingkatkan-mutu-pendidikan-ribuan-guru-madin-di-kota-garam-digembleng

Sebanyak 4.579 Guru Madrasah Diniah dan TPQ se-Kabupaten Rembang secara berjenjang terus ditingkatkan mutunya. Salah satunya pembinaan tertib administrasi.]]>

KOTA – Sebanyak 4.579 Guru Madrasah Diniah dan TPQ se-Kabupaten Rembang secara berjenjang terus ditingkatkan mutunya. Salah satunya dengan melakukan pembinaan tertib administrasi, sehubungan proses pengajuan honorarium.

Dari jumlah sebanyak itu akan dibagi menjadi tiga kali, untuk tahap awal ada 986 guru madin dan TPQ dari kecamatan Pamotan, Sluke dan Sulang. Selanjutnya, tahapan Kragan, Sarang, Lasem dan Pancur, Gunem. Menyusul 6 kecamatan lainnya.

“Khusus hari ini (4/4) Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemon dijadwalkan hadir untuk memberikan motivasi. Ilmu agama sangat penting diterapkan santri. Keberadaan Madrasah tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Karena  ilmu agama dan akhlak sangat penting untuk dipertahankan,” kata Kasubag Pendidikan Mental Spiritual, Etty Apriliana.

Peningkatan mutu menjadi prioritas. Pembelajaran di tingkat Madrasah juga ada sistem ujian seperti pendidikan formal. Sehubungan itu bidang Kesra menghadirkan narasumber dari Forum Komunikasi Diniah Takmilyah (FKDT) dan Kementerian Agama.

”Ini juga proses pengajuan honorium. Jadi dalam penerimaan juga tidak boleh dobel anggaran. Makanya kita minta hadir secara langsung,” terangnya.

Sebelumnya pemkab setempat akan memberikan honor dengan besaran Rp 200 ribu/ 30 murid dalam kurun sebulan. Kebijakan tersebut, sama yang diberikan Pemprov sebanyak kepada 7.500 guru Madin, TPQ dan Ponpes.

”Di Kabupaten sudah ada sejak lama. Di Rembang honor diberikan sejak 2003. Lalu di era kepemimpinan Ganjar-Gus Yasin juga punya program sama,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 12:31:29 +0700
<![CDATA[Duh, Satu Huruf di Tugu Taman Gerbang Dipreteli Tangan-Tangan Jahil]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129562/duh-satu-huruf-di-tugu-taman-gerbang-dipreteli-tangan-tangan-jahil https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/duh-satu-huruf-di-tugu-taman-gerbang-dipreteli-tangan-tangan-jahil_m_129562.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/04/duh-satu-huruf-di-tugu-taman-gerbang-dipreteli-tangan-tangan-jahil_m_129562.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/04/129562/duh-satu-huruf-di-tugu-taman-gerbang-dipreteli-tangan-tangan-jahil

Huruf “n” kedua dalam frasa “Rembang Bangkit” di tugu taman gerbang Kecamatan Kota Rembang sudah hilang seminggu. Huruf “n” tersebut diduga dicuri orang.]]>

KOTA - Huruf “n” kedua dalam frasa “Rembang Bangkit” di tugu taman gerbang Kecamatan Kota Rembang sudah hilang seminggu. Diketahui, sejak Selasa (26/3) malam pekan lalu, huruf “n” tersebut diduga dicuri orang yang tak bertanggung jawab.

Berdasarkan pantauan koran ini, hingga kemarin belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Namun, menurut keterangan Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang, akhir pekan ini bakal diperbaiki.

Kabid Kawasan Permukinan DPKP Rembang Sigit Widyaksono mengungkapkan, perawatan taman di gerbang Kecamatan Kota Rembang itu memang masih menjadi penanggung jawab rekanan. Dan, direncanakan, pada pekan depan rekanan akan memperbaiki.

”Kabarnya minggu depan dipasang. Mestinya ya huruf baru,” kata dia kemarin.

Secara kontrak, lanjut Sigit, masa pemeliharaan setelah serah terima pertama atau PHO (provisional hand over) yakni 180 hari. Terhing sejak 10 Januari lalu. Sehingga, serah terima akhir atau FHO (final hand over) diperkirakan dilakukan pada 10 Juli mendatang.

”Selama masa pemeliharaan, seluruh item pekerjaan masih menjadi tanggung jawab rekanan. Intinya, saat serah terima, dalam kondisi baik,” tambah dia.   

Mengenai lampu, Sigit mengaku belum melihat kondisi terakhir tugu tersebut ketika malam. Sehingga, belum ada rencana tindakan yang akan dilakukan.

”Sudah berhari-hari saya belum cek (lampu),” tukasnya.   

Selain salah satu huruf yang hilang, sejumlah tanaman yang diharapkan bisa mempercantik gerbang Kecamatan Kota Rembang gagal tumbuh. Dari tujuh pot besar yang melekat di tugu, tiga di antaranya gagal tumbuh.

]]>
Ali Mustofa Thu, 04 Apr 2019 12:23:00 +0700
<![CDATA[Bupati Prihatin Maraknya Kemaksiatan di Rembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129346/bupati-prihatin-maraknya-kemaksiatan-di-rembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/bupati-prihatin-maraknya-kemaksiatan-di-rembang_m_129346.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/bupati-prihatin-maraknya-kemaksiatan-di-rembang_m_129346.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129346/bupati-prihatin-maraknya-kemaksiatan-di-rembang

Bupati Rembang Abdul Hafidz merasa prihatin atas banyaknya kemaksiatan di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan Isra Mikraj.]]>

KOTA – Bupati Rembang Abdul Hafidz merasa prihatin atas banyaknya kemaksiatan di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan pada peringatan Isra Mikraj di halaman Pemkab Rembang Senin lalu (2/4).

”Pengajian sering digelar di tiap desa, tetapi kemaksiatan masih ada dimana-mana. Kami berharap pengajian kali ini memberikan manfaat dan berakah,” ungkapnya di hadapan ratusan pegawai di lingkungan Pemkab Rembang.

Selain menyoroti soal kemaksiatan, bupati memberikan gambaran soal keteladanan Nabi Muhammad SAW. Baik di pemerintahan, rumah tangga dan di mana pun tempatnya selalu bisa menjadi panutan semua orang.

“Nabi Muhammad selalu memberikan inspirasi di kehidupan semua. Maka semua orang perlu mencontohnya sebagai teladan,” ungkapnya.

Bupati menekankan menghadapi Pilpres dan Pileg perlu komunikasi yang baik antara jajaran pemerintah dengan TNI/Polri dan lembaga masyarakat, KPU dan Banwaslu. Pihaknya bersyukur di wilayahnya semua berjalan harmonis. “Tidak ada alasan, semua tidak rukun. Meskipun beda etnis dan agama tetap harus rukun,” tegasnya.

Pengajian rutin tahunan tersebut menghadirkan penceramah KH. Ali Mahrus  dari Jepara dan hiburan iringan Nasyid Laila Majnun, Semarang. Acara kerohanian ini menjadi agenda rutin tahunan. Harapanya elemen masyarakat dapat mengerti hari besar Islam.

”Alhamdulillah setiap ada kegiatan selalu meningkat jamaah pengajian. Ke depan diharapkan lebih banyak lagi,“ ungkap Ketua panitia pengajian sekaligus Kasubag Pendidikan Mental Spiritual, Etty Apriliana.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 12:14:26 +0700
<![CDATA[Kena Pelebaran Jalan, Tugu PKK Dibongkar Tahun Ini]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129345/kena-pelebaran-jalan-tugu-pkk-dibongkar-tahun-ini https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/kena-pelebaran-jalan-tugu-pkk-dibongkar-tahun-ini_m_129345.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/03/kena-pelebaran-jalan-tugu-pkk-dibongkar-tahun-ini_m_129345.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/03/129345/kena-pelebaran-jalan-tugu-pkk-dibongkar-tahun-ini

Tugu PKK di perempatan Galonan dibongkar untuk keperluan pelebaran jalan. Hal itu sesuai dengan apa yang telah dicanangkan Bupati Rembang Abdul Hafidz.]]>

KOTA - Tugu PKK di perempatan Galonan dibongkar untuk keperluan pelebaran jalan. Hal itu sesuai dengan apa yang telah dicanangkan Bupati Rembang Abdul Hafidz pada awal tahun ini. Sebab, dinilai sudah tak memiliki banyak fungsi.

”Tugu tersebut tidak ada manfaaatnya. Lebih-lebih dengan adanya pembangunan pelebaran jalan arah Blora,” terang Bupati Rembang belum lama ini.

Selain tugu PKK di perempatan Galonan, tugu PKK yang berada di perempatan Pamotan juga direncanakan dibongkar tahun ini. Hal itu menyusul dibangunnya gapura di perbatasan Rembang.

Sementara itu, pelebaran jalan Kecamatan Rembang-Bulu menelan sekitar Rp 173 miliar. Dengan jarak sekitar 19,3 km, proses pelebaran pun sudah berlangsung selama beberapa hari belakangan. Sejumlah alat berat juga sudah diturunkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) Rembang Sugiarto mengungkapkan, selain diperlebar, ada ruas jalan yang bakal dipasang median. Median akan dipasang hanya untuk sepanjang 3,9 kilometer.

”Median dipasang dari depan Dinlutkan sampai perempatan Galonan,” paparnya belum lama ini.

Seiring ditingkatkannya status jalan menuju Blora tersebut menjadi jalan nasional, anggaran pelebaran tersebut memang bukan lagi berasal dari APBD Rembang juga provinsi. Namun, sepenuhnya menggunakan APBN.

”Anggarannya dari APBN. Dari kami hanya fasilitasi sosialisasi dengan pihak-pihak terkait. Rencananya pekan depan,” tambah dia.

]]>
Ali Mustofa Wed, 03 Apr 2019 12:06:11 +0700
<![CDATA[Baru 15 Desa di Rembang Cairkan DD Tahap I, Ini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129180/baru-15-desa-di-rembang-cairkan-dd-tahap-i-ini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/baru-15-desa-di-rembang-cairkan-dd-tahap-i-ini-alasannya_m_129180.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/baru-15-desa-di-rembang-cairkan-dd-tahap-i-ini-alasannya_m_129180.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129180/baru-15-desa-di-rembang-cairkan-dd-tahap-i-ini-alasannya

Sejak pertengahan Maret lalu sejatinya pencairan Dana Desa untuk tahap II sudah bisa dimulai. Kenyataannya, hingga kemarin, baru ada 15 desa yang mencairkan DD.]]>

KOTA – Sejak pertengahan Maret lalu sejatinya pencairan Dana Desa untuk tahap II sudah bisa dimulai. Namun kenyataannya, hingga kemarin, baru ada 15 desa yang sudah mencairkan Dana Desa tahap I.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Rembang Sulistiyono mengungkapkan, sejauh ini baru ada 15 desa yang sudah cair. Sedangkan, yang prosesnya masih berada di Dinpermades ada 13 desa.

”Yang prosesnya masih di BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah) ada 39 desa,” paparnya kemarin.

Lebih lanjut Sulistiyono menambahkan, untuk pencairan tahap I yakni 20 persen dari total anggaran yang didapatkan sebenarnya sudah bisa mulai dicairkan pada Januari lalu. Sedangkan, paling lambat pada minggu ketiga bulan Juni mendatang.

Sedangkan, tahap II, atau pencairan sebesar 40 persen bisa dicairkan paling cepat bulan Maret, dan paling lambat minggu keempat bulan Juni. Untuk tahap III, sebesar 40 persen, paling cepat bisa dicairkan mulai Juli dan paling lambat pada November.

Mengenai baru sedikitnya desa yang mencairkan Dana Desa, hal itu salah satunya disebabkan karena penyelesaian perdes yang berlarut-larut. Sebab, perdes baru seluruhnya selesai pada Maret. Padahal, perdes menjadi salah satu syarat pencairan anggaran yang diterima desa.

Sementara itu, mengenai Anggaran Dana Desa (ADD), hingga kemarin belum ada yang sudah cair. Pihak Dinpermades masih mengoreksi proposal yang sudah masuk.

”ADD belum ada yang cair. Saat ini sudah masuk, proses koreksi di Dinpermades ada 51 desa,” terangnya. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 15:03:01 +0700
<![CDATA[Patung Diponegoro yang Roboh Diperbaiki Pemprov Jateng selama Sebulan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129177/patung-diponegoro-yang-roboh-diperbaiki-pemprov-jateng-selama-sebulan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/patung-diponegoro-yang-roboh-diperbaiki-pemprov-jateng-selama-sebulan_m_129177.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/02/patung-diponegoro-yang-roboh-diperbaiki-pemprov-jateng-selama-sebulan_m_129177.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/02/129177/patung-diponegoro-yang-roboh-diperbaiki-pemprov-jateng-selama-sebulan

Patung Pangeran Diponegoro yang perbatasan Jateng-Jatim yang roboh akhir bulan lalu dikirim ke pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng.]]>

KOTA – Patung Pangeran Diponegoro yang perbatasan Jateng-Jatim yang roboh akhir bulan lalu dikirim ke pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Untuk proses restorasi Pemprov Jateng memperkirakan sekitar satu bulan.

Kabid Kawasan Permukinan DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) Rembang, Sigit Widyaksono mengungkapkan pihak rekanan Pemprov Jateng mengambil patung tersebut di kantor DPKP Rembang Jumat (29/3) lalu. Rencananya, sebelum dipasang lagi, patung akan direstorasi terlebih dulu.

”Yang ambil dari rekanan Pemprov. Mau diperbaiki dulu sebelum dipasang lagi,” tuturnya kemarin.

Sigit menambahkan, mengenai perbaikan patung tersebut beserta taman di tugu perbatasan ternyata mendapat respon bagus dari pihak Pemprov. Kebetulan, pihak Pemprov memang sudah menganggarkan untuk perawantan tugu perbatasan.

”Secara lokasi, itu di jalan nasional, di wilayah taman milik Provinsi. Kebetulan saja, dulu patungnya dikerjakan dengan APBD. Jadi, pada saat patung jatuh, kami hanya menyimpan supaya tidak hilang,” paparnya kemarin.

Sementara itu Bagian Perencanaan BPKAD (Badang Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Pemprov Jateng Oki Haris menyebut, untuk rehabilitasi tugu perbatasan Jateng-Jatim kebetulan sudah teranggarkan. Namun, dalam perencanaan tidak sampai perbaikan patung Pangeran Diponegoro.

”Kebetulan tahun lalu sudah direncanakan. Ada anggaran untuk rehabilitasi. Lebih Rp 100 juta. Tapi karena ternyata ada insiden itu, patung jatuh, kami harus memutar otak,” paparnya kemarin.

Meskipun kemarin patung telah diambil dari DPKP Rembang, namun patung tidak bisa serta merta diperbaiki dan dipasang lagi. Pihak rekanan, kata Oki, baru sebatas mengidentifikasi kerusakan sebelum dilakukan perbaikan. Namun, pihaknya belum mendapat informasi dari rekanan, tempat penyimpanan patung tersebut saat dibawa kemarin. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 02 Apr 2019 14:57:22 +0700
<![CDATA[Gara-gara Ini Puluhan Warga Mundur dari Program Keluarga Harapan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128894/gara-gara-ini-puluhan-warga-mundur-dari-program-keluarga-harapan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gara-gara-ini-puluhan-warga-mundur-dari-program-keluarga-harapan_m_128894.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gara-gara-ini-puluhan-warga-mundur-dari-program-keluarga-harapan_m_128894.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128894/gara-gara-ini-puluhan-warga-mundur-dari-program-keluarga-harapan

Tercatat ada 26 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Rembang dua tahun terakhir mengundurkan diri kepesertaan. Tahun ini 21 KPM mundur.]]>

REMBANG – Tercatat ada 26 penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Rembang dua tahun terakhir mengundurkan diri kepesertaan. Rinciannya, tahun lalu lima keluarga (KPM), kini bertambah 21 KPM. Mereka mengundurkan diri karena sudah mandiri.

Paling besar tahun ini di kecamatan Sulang mencapai 17 penerima. Lalu kecamatan Bulu dan Gunem masing-masing dua penerima. Di kabupaten Rembang tercatat tahun lalu total 39.913 KPM.  Kepesertaan sejak  tahun 2011 sampai 2017 yang mandiri 341 KPM. Atau sudah mampu terdaftar dan dapat cukupi kebutuhan hidup.

 Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DinsosPPKB) Kabupaten Rembang, Sri Wahyuni membenarkan puluhan KPM mengundurkan tahun ini. Hal ini menunjukkan keberhasilan program PKH.

”Program PKH berhasil. Membuat orang yang sebelumnya tidak mampu menjadi keluar dari kemiskinan,” ungkapnya di hadapan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat hadir di acara Gebyar Wisuda KPM penerima bantuan PKH di kecamatan Sulang (30/3).

Dikatakan mereka yang mundur masih memiliki kepesertaan. Sesuai komponen yang ada di dalam program PKH. Komponennya ada ibu hamil, anak usia dini, SD, SMP, SMA, disabilitas berat dan lanjut usia. Maksimal 4 orang dalam satu keluarga.

Bantuan tetap setiap keluarga bervariasi. Untuk regular besarnya Rp 550 ribu/keluarga/tahun dan PKH akses Rp 1 juta/keluarga/tahun. Bantuan ini diberikan hanya pada tahap pertama.

”Walaupun masih kepesertaan, tetapi mereka mengundurkan diri. Bahkan, membuat pernyataan sebagai KPM dan direkomendasi kepala desa masing-masing,” terangnya.

Makanya update kepesertaan rutin dilakukan. Setiap triwulan verifikasi dilakukan  untuk melihat komponen yang sudah selesai. Jadi angkanya terus berubah, mengikuti banyaknya KPM yang sudah mandiri.

 “Tentu tidak hanya di Kecamatan Sulang, Gunem dan Bulu. Diharapkan ini dapat menyeluruh di 11 kecamatan lainnya. Termasuk gebyar penerima PKH. Seperti di kecamatan Sulang ada pameran dari usaha KPM. Serta  wisuda yang memutuskan mundur,” ujarnya.

Atas mundurnya puluhan KPM dari program bantuan tunai tersebut mendapat acungi jempol. ”Saya acungi jempol mereka hebat. Karena mereka diwisuda tidak lepas begitu saja. Saya sarankan untuk membuat sebuah kelompok bersama,” ungkapnya di hadapan para KPM yang telah di wisuda.

Menyambung Bupati Rembang, Abdul Hafidz turut mengapresiasi mereka yang sudah dinyatakan lulus dan mengundurkan diri dari PKH. Untuk yang lulus pemerintah akan memberikan bantuan keuangan secara lunak. Jika ingin mendirikan usaha.

”Bagi yang sudah lulus kami akan bantu fasilitas kredit melalui skema khusus, bunga hanya 0,7 persen,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 13:47:01 +0700
<![CDATA[Gubernur Ganjar: Penurunan Kemiskinan di Jateng Tertinggi Se-Indonesia]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128864/gubernur-ganjar-penurunan-kemiskinan-di-jateng-tertinggi-se-indonesia https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gubernur-ganjar-penurunan-kemiskinan-di-jateng-tertinggi-se-indonesia_m_128864.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/04/01/gubernur-ganjar-penurunan-kemiskinan-di-jateng-tertinggi-se-indonesia_m_128864.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/04/01/128864/gubernur-ganjar-penurunan-kemiskinan-di-jateng-tertinggi-se-indonesia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan semangat kepada seluruh perangkat desa dalam forum pertemuan dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).]]>

REMBANG –  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan semangat kepada seluruh perangkat desa dalam forum pertemuan dengan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang di Gedung Haji, Sabtu (30/3). Ia berharap para perangkat desa bisa memberikan pelayanan dan mampu mengatasi komplain dari masyarakat.

”Jadi perangkat desa harus bisa mengambil peran, inisiatif, kreatif, dan inovatif untuk menyelesaikan komplain masyarakat,” doronganya.

Dalam kesempatan yang sama Ganjar memberikan pernyataan penurunan kemiskinan di Jateng tertinggi di Indonesia. Ini merupakan bagian kontribusi dari desa yang cukup serius menangani kemiskinan.

Dikatakannya ada banyak cara. Contoh di Kabupaten Rembang melibatkan delapan perguruan tinggi untuk mengatasi kemiskinan. Mereka masuk ke desa-desa yang garis kemiskinan tinggi. Ternyata cukup signifikan penurunannya. Sampai 3 persen.

”Maka metode yang dapat dibagikan kepada kabupaten lain. Untuk bersama-sama mengeroyok angka kemiskinan,” motivasinya.

Peran serta perangkat desa penting, untuk selalu koordinasi camat dan bupati. Sehingga pengelolaan pemerintahan di level bawah terkontrol baik. Termasuk seandainya ada validasi atau koreksi data. Mereka merupakan pasukan terdepan yang melakukan pembenaran-pembenaran seluruh kebijakan.

Untuk sekadar diketahui berdasarkan peraturan pemerintah besaran penghasilan tetap kepala desa paling sedikit Rp 2,426 juta. Setara 120 persen dari gaji pokok PNS golongan ruang II/a.

Besaran penghasilan tetap sekretaris desa paling sedikit Rp 2,224 juta atau setara 110 persen dari gaji pokok PNS golongan ruang II/a. Besaran penghasilan tetap perangkat desa lainnya paling sedikit Rp 2,022 juta setara 100 persen dari gaji pokok PNS golongan ruang II/a.

Bupati Rembang Hafidz berjanji segera melaksanakan ketentuan penghasilan tetap (Siltap) kepala desa dan perangkat desa setara gaji pokok PNS golongan II A. Dikatakan pemerintah sudah menetapkan PP Nomor 11 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014 yang mengatur pelaksanaan undang-undang desa.

”Harus melalui mekanisme anggaran. Tidak ada pintu lain kecuali APBD kabupaten,” ungkapnya.

Karena disebutkan PP bunyinya nanti diatur oleh Perbup. Bupati bisa mengatur melalui Perda APBD. Perda APBD ada mekanisme dan persetujuan yang harus dilalui. Maka kalau cepat saya setuju.

Makanya semua harus bersahabat, karena membutuhkan proses. Ibaratnya melahirkan anak harus menunggu sampai berbulan-bulan. Jadi jangan sampai berpikir PP sudah dikeluarkan, ternyata tidak keluar-keluar.

”Sampeyan gawe (Kamu membuat, Red) anak menunggu 9 bulan. Ada proses di dalam itu. Maka saya minta kepala desa dan perangkat dapat memaknai PP Nomor 11 tahun 2019 perubahan PP 43 tahun 2014,” harapnya. Di situ disebutkan nanti akan diatur peraturan bupati (Perbup). Jadi dipastikan hal ini akan diatur dan waktunya cepat. Karena semua ada aturannya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 01 Apr 2019 10:14:44 +0700
<![CDATA[Punya Gedung Anyar, Pelayanan RSUD dr. R. Soetrasno Semakin Maksimal]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128375/punya-gedung-anyar-pelayanan-rsud-dr-r-soetrasno-semakin-maksimal https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/punya-gedung-anyar-pelayanan-rsud-dr-r-soetrasno-semakin-maksimal_m_128375.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/punya-gedung-anyar-pelayanan-rsud-dr-r-soetrasno-semakin-maksimal_m_128375.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128375/punya-gedung-anyar-pelayanan-rsud-dr-r-soetrasno-semakin-maksimal

RSUD dr. R. Soetrasno Rembang resmi memiliki gedung baru untuk pelayanan syaraf terpadu. Kemarin, Bupati Rembang meresmikan gedung empat lantai tersebut.]]>

KOTA – RSUD dr. R. Soetrasno Rembang resmi memiliki gedung baru untuk pelayanan syaraf terpadu. Kemarin, Bupati Rembang Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Bayu Andriyanto meresmikan gedung empat lantai tersebut.

Dalam kesempatan itu, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dr. Agus Setiyohadi mengungkapkan alasan dibangunnya gedung yang menelan anggaran sebesar Rp 13 miliar tersebut. Salah satunya untuk memudahkan masyarakat Kota Garam.

”Sebelum ada gedung ini, jarak antara klinik penyakit saraf dan klinik rehabilitasi medik cukup jauh. Dengan adanya gedung ini bisa terintegrasi,” paparnya dalam sambutan.

Lebih lanjut, dr. Agus memaparkan, selain memiliki gedung baru empat lantai, rumah RSUD pada tahun  ini meluncurkan sejumlah layanan baru. Di antaranya yakni penghantaran obat dan konsultasi obat 24 jam, layanan  rujukan online (arjuno), pemeriksaan endoskopi, serta klinik VIP sore hari.

Sejumlah layanan baru tersebut sebagai komitmen RSUD yang memiliki tagline “Peduli Layaknya Keluarga”. Apalagi, pada 2018 lalu, RSUD juga sudah memiliki layanan pengantaran pasien ke rumah secara gratis. 

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan apresiasinya atas pembangunan gedung baru tersebut. Dengan adanya gedung baru tersebut, tentu sudah tentu layanan rumah sakit akan lebih baik dibanding sebelumnya.

”Masyarakat memang harus dimanjakan dengan layanan-layanan yang ada. Apalagi, jumlah masyarakat miskin masih tinggi, sebesar 15 persen, meskipun tahun 2018 lalu sudah turun signifikan,” paparnya.

Setelah peresmian, Bupati beserta Wabup Bayu Andriyanto, Sekda Subakti, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii didampingi Direktur RSUD berkeliling melihat sejumlah ruangan. Bupati beserta jajaran juga menjenguk sejumlah pasien di gedung tersebut. Sebab, sejumlah ruangan memang sudah dipergunakan dalam sepekan belakangan.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 15:20:09 +0700
<![CDATA[Kucurkan RP 3,2 M, Tahun Ini Pemkab Lengkapi 361 Unit Komputer UNBK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128371/kucurkan-rp-32-m-tahun-ini-pemkab-lengkapi-361-unit-komputer-unbk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/kucurkan-rp-32-m-tahun-ini-pemkab-lengkapi-361-unit-komputer-unbk_m_128371.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/kucurkan-rp-32-m-tahun-ini-pemkab-lengkapi-361-unit-komputer-unbk_m_128371.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128371/kucurkan-rp-32-m-tahun-ini-pemkab-lengkapi-361-unit-komputer-unbk

Tahun ini Pemkab Rembang melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga Rembang kembali mengucurkan dana Rp 3,2 miliar untuk mencukupi peralatan komputer guna UNBK SMP.]]>

KOTA – Tahun ini Pemkab Rembang melalui Dinas Pendidikan dan Olahraga Rembang kembali mengucurkan dana Rp 3,2 miliar untuk mencukupi peralatan komputer guna Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP dan MTs. Total ada 361 unit ditambah 18 server.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga, Mardi menyampaikan saat ini proses pengadaan komputer sudah berjalan. Hanya saja prosesnya hingga akhir bulan Maret belum rampung tahapan teknis tersebut.

”Untuk SMP negeri, SMP swasta dan MTs 361 unit plus 18 server. Total anggaran kemarin Rp 3,2 Miliar,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (28/3).

Dengan tambahan peralatan komputer UNBK dapat mandiri. Sebelumnya di kabupaten Rembang sudah menerapkan UNBK. Namun beberapa sekolah ada yang menumpang di sekolah lain.

Harapannya tahun ini, SMP negeri dan swasta mandiri. Begitupun, di tingkat MTs sambil jalan akan dibantu melengkapi. “Ini sejalan dengan komitmen Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto dalam peningkatan mutu pendidikan,” katanya.

Sesuai jadwal Minggu kedua bulan April peralatan sudah sampai sekolah. Agar pelaksanaan UNBK tanggal 22 sampai 25 April bisa semakin lancar.

“Jadi begitu dikirim akan dilakukan pengecekan tim. Selanjutnya di seting sekolah. Lalu dilanjutkan uji coba di ruang. Makanya jauh hari bagi sekolah yang komputernya kurang diminta menyiapkan pendukung peralatan lain. Seperti listrik dan jaringan,” ujarnya.

Sementara Kabid Pembinaan SMP, Lilik Murdiatno saat dikonfirmasi kesiapan UNBK jenjang SMP  sudah melaksanakan simulasi dan uji coba. Hal ini di jalankan tanggal 17 dan 18 April. Kemudian ada persiapan lanjutan terkait pelatihan soal bersama-sama.

”Soal dibuat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). Setelah itu ada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Dengan pembagian soal 75 persen MGMP dan 25 persen pusat,” katanya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 15:14:16 +0700
<![CDATA[Pipa PDAM Rusak Imbas Pelebaran Jalan, 1500 Pelanggan Bakal terganggu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128366/pipa-pdam-rusak-imbas-pelebaran-jalan-1500-pelanggan-bakal-terganggu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/pipa-pdam-rusak-imbas-pelebaran-jalan-1500-pelanggan-bakal-terganggu_m_128366.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/29/pipa-pdam-rusak-imbas-pelebaran-jalan-1500-pelanggan-bakal-terganggu_m_128366.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/29/128366/pipa-pdam-rusak-imbas-pelebaran-jalan-1500-pelanggan-bakal-terganggu

Pipa distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang terdampak proyek peningkatan dan perluasan jalan nasional di Jalan Pemuda Rembang]]>

KOTA – Pipa distribusi air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang terdampak proyek peningkatan dan perluasan jalan nasional di Jalan Pemuda Rembang. Kerusakan pipa terjadi di sepanjang 2.200 meter, akibatnya hampir 1.500 pelanggan bakal mengalami gangguan pasokan air.

Pelebaran jalan maupun pembangunan talut kerap merugikan  PDAM. Sebelumnya, kerukan yang sama juga terjadi di Jalan Sulang-Bulu. Dengan kejadian ini, PDAM terpaksa melakukan penggantian pipa.”Kami inventaris panjang pipa yang terdampak 2.200 meter lebih,” kata Direktur PDAM Rembang, M. Affan saat ditanya Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (28/3).

Menurutnya ada 1.500 pelanggan Di jalur tersebut. Paling jauh yang akan merasakan dampaknya di wilayah Tawangsari hingga Bank Pasar. Sebab, pasokan akan terhenti sementara. Saat pipa terkena alat berat.

Saat ini penggalian Jalan baru di tepi jalan bagian kiri. Kalau sudah rampung gantian sebelah kanan. Artinya aktivitas pengerukan dan pemadatan tanah sifatnya masih berkelanjutan,” ujarnya.”Saat ini, pipa yang terputus berukuran 3 inch dengan panjang 2.200 meter,” terangnya

Pihaknya memastikan PDAM sudah melakukan antisipasi. Kiatnya menyiapkan pipa pengganti yang putus atau rusak. Kesiapan tersebut dilakukan sejak tahun 2018. Tujuannya agar beban perusahaan tidak menumpuk di tahun ini.

“Material sudah disiapkan di gudang. Ketika putus, pipa pengganti langsung dilakukan pemasangan ulang. Karena kontraktor kerja di malam hari, pemasangan pipa baru dilakukan pagi harinya,” ujarnya.

Hanya saja Affan enggan berkomentar angka maupun kerugian. Hanya pihak perusahaan mencoba membagi beban di beberapa tahun anggaran. “Ini sudah dicicil tahun kemarin. Apalagi pelebaran juga akan dilakukan di Kecamatan Sulang,” terangnya.

Sesuai info yang diterima pelebaran dimulai SMPN 1 Sulang hingga Kemadu. Kemungkinan pipa PDAM akan terkena dampak kegiatan tersebut. “Praktis setiap kali ada yang putus penyambungan langsung dilakukan. Kami gerak cepat sepanjang yang digali. Karena pengerukan tidak hanya di jalur kiri, direncanakan bagian kanan juga dilakukan. Di sana tertanam pipa PDAM,” imbuhnya. 

]]>
Ali Mustofa Fri, 29 Mar 2019 15:07:05 +0700
<![CDATA[Pengadilan Agama Kota Garam Kompak Lawan Pungli dan Korupsi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127944/pengadilan-agama-kota-garam-kompak-lawan-pungli-dan-korupsi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/pengadilan-agama-kota-garam-kompak-lawan-pungli-dan-korupsi_m_127944.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/pengadilan-agama-kota-garam-kompak-lawan-pungli-dan-korupsi_m_127944.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127944/pengadilan-agama-kota-garam-kompak-lawan-pungli-dan-korupsi

Pengadilan Agama (PA) kelas 1B Rembang bersama sejumlah elemen mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih.]]>

REMBANG – Pengadilan Agama (PA) kelas 1B Rembang bersama sejumlah elemen mencanangkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Upaya ini sebagai komitmen bersama lembaga pemerintahan dan peradilan di Kota Garam untuk melawan pungutan liar (pungli) dan korupsi.

Hadir dalam pencanangan zona integritas di kantor Pengadilan Agama, Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Kapolres Rembang AKP Punky Buana Santoso, Dandim 0720 Rembang Letkol Arh Andi Budi Sulistianto. Kemudian, Ketua DPRD Rembang Majid Kamil, Kejari Rembang. Kepala Rutan Kelas II B Rembang.

Selain itu, perwakilan Perhimpunan Advokat Indonesia cabang Rembang Darmawan Budiharto, tokoh masyarakat, MUI, LSM, serta perwakilan Kemenag. Wakil Ketua Pengadilan Agama Rembang Mahzumi, menegaskan siapa pun pihak yang datang akan disambut ramah, senyum dan sapa. Lalu melayani tidak berbelit-belit, langsung fokus tujuannya.

”Kami layani secepatnya. Tidak perlu menunggu waktu lama. Untuk biaya kalau tidak mampu bebaskan sama sekali,” tegasnya.

Pihaknya menyebutkan saat ini semua layanan digelar secara transparan. Salah satunya semuanya bisa melalui website.

”Ini komitmen kami. Kami memberikan pelayanan setinggi-tingginya agar semua pihak puas dan tidak ada gelisah atau dikecewakan,” terangnya.

Bahkan, untuk mempermudah proses pengurusan administrasi. Pengadilan Agama menyediakan ruangan khusus satu pintu. Untuk mengurus surat gugatan, pembayaran, pelaksanaan sidang sampai pembuatan dokumen Salinan putusan atau akta cerai.

“Jadi bagi yang kali pertama masuk bisa tanya di ruang depan. Setelah itu pemohon dapat dilayani petugas. Sehingga dipastikan tidak ada pungutan biaya tanpa aturan yang ditentukan,” ujarnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyambut baik dan mendorong agar benar-benar deklarasi melawan pungli berjalan baik. Selain itu, pelayanan bisa memuaskan masyarakat.

”Tidak semua lembaga vertical maupun daerah melaksanakan ini. Dari Polres, Kejaksaan, Pengadilan, Pemkab kini berlanjut PA Rembang. Ini merupakan langkah strategis nasional untuk perbaikan-perbaikan menuju peningkatan kapasitas, integritas dan pelayanan,” terangnya.

Perwakilan Perhimpunan Advokat Indonesia Cabang Rembang, Darmawan Budiharto setuju dengan pencanangan zona Integritas WBK dan WBBM. Dengan komitmen bersama tersebut, semua transparan, terukur dan pelayanan berjalan baik.

”Jadi tidak ada unsur yang punya uang menang. Semua tergantung fakta di persidangan. Sehingga hakim yang memeriksa dan mengadili, berikutnya memutus yang seadil-adilnya,” tambahnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 15:30:01 +0700
<![CDATA[Puskesmas Sulang Targetkan Sosialisasi PIK-PK di 21 Desa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127941/puskesmas-sulang-targetkan-sosialisasi-pik-pk-di-21-desa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/puskesmas-sulang-targetkan-sosialisasi-pik-pk-di-21-desa_m_127941.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/puskesmas-sulang-targetkan-sosialisasi-pik-pk-di-21-desa_m_127941.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127941/puskesmas-sulang-targetkan-sosialisasi-pik-pk-di-21-desa

Puskesmas Sulang menargetkan mampu memberikan sosialisasi PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) terhadap 21 desa di wilayahnya.]]>

REMBANG – Puskesmas Sulang menargetkan mampu memberikan sosialisasi PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) terhadap 21 desa di wilayahnya hingga awal April mendatang. Hingga kemarin, sosialisasi tersebut sudah menjangkau 12 desa di Sulang.

Kepala Puskesmas Sulang Sucahyo mengungkapkan, dalam program tersebut, ada beberapa tim yang ditugaskan untuk memberikan sosialisasi. Mereka itulah yang memaparkan hasil survei terhadap warga di desa setempat dengan tiga strata.

”Stratanya keluarga sehat, keluarga pra sehat dan keluarga tidak sehat. Tim akan melakukan kunjungan kepada keluarga yang rawan, yang belum mencapai strata sehat,” paparnya kemarin.

Pihaknya meminta agar warga tidak terlalu dini menjustifikasi warga yang tercatat dengan kategori tidak sehat. Sebab, mereka akan mendapatkan pendampingan dari pihak Puskesmas sehingga taraf kesehatannya bisa lebih baik.

Selain itu, harapannya, dengan adanya sosialisasi rutin tahunan tersebut, kualitas kesehatan warga bisa meningkat lebih baik. Apalagi, Puskesmas Sulang juga ingin turut menyukseskan program nasional yakni ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) tanpa pasung.

Lebih lanjut, Puskesmas Sulang juga berupaya memaksimalkan adanya Posbindu (pos pembinaan terpadu) untuk masyarakat yang terkena penyakit tidak menular (PTM). Di antaranya yakni hipertensi, darah tinggi, hingga ODGJ.

”Kemarin, ada 1-2 yang belum terkontrol. Pendataan nanti langsung kunjungan,” tukasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 15:00:49 +0700
<![CDATA[Dievakuasi Tiga Jam, Patung Diponegoro yang Roboh Bakal Diperbaiki]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127904/dievakuasi-tiga-jam-patung-diponegoro-yang-roboh-bakal-diperbaiki https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/dievakuasi-tiga-jam-patung-diponegoro-yang-roboh-bakal-diperbaiki_m_127904.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/27/dievakuasi-tiga-jam-patung-diponegoro-yang-roboh-bakal-diperbaiki_m_127904.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/27/127904/dievakuasi-tiga-jam-patung-diponegoro-yang-roboh-bakal-diperbaiki

Patung Pangeran Diponegoro yang roboh pada Minggu (24/3) lalu kemarin akhirnya berhasil dievakuasi ke kantor DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman).]]>

KOTA – Patung Pangeran Diponegoro yang roboh pada Minggu (24/3) lalu kemarin akhirnya berhasil dievakuasi ke kantor DPKP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) Rembang. Untuk mengevakuasi patung seberat hampir dua ton tersebut, membutuhkan waktu hampir tiga jam dengan dipikul sebanyak 11 orang.

Kabid Kawasan Permukinan DPKP Rembang, Sigit Widyaksono mengungkapkan, Sebenarnya, patung akan dibawa ke workshop, namun karena terlalu jauh patung akhirnya ditempatkan di halaman kantor DPKP Rembang jauh. Rencananya, pihak pemprov dijadwalkan akan meninjau patung yang roboh itu. ”Nggak jadi ke workshop. Biar kalau dari Provinsi datang, tidak kejauhan,” kata dia kemarin.

Untuk sementara, langkah DPKP, tambah Sigit, memang hanya sebatas mengamankan barangnya saja agar tidak hilang atau tambah rusak. Apabila nantinya pihak Provinsi yang akan memperbaiki, pihaknya pun mempersilakannya.

Adapun dalam evakuasi kemarin, pihaknya juga batal menggunakan crane. Patung yang berbahan tembaga itu diangkat ke mobil pikup oleh sekitar 11 orang. Sebab, pihaknya mendapat informasi berat patung tidak sampai membutuhkan crane untuk evakuasi.

”Ada info tak terlalu berat. Soalnya pas masang dulu hanya 4 orang. Tadi kan 5 orang yang ke sana, terus minta bantuan ke warga dan polsek pas naikin ke mobil,” paparnya kemarin.

Pihaknya kemarin sore pun sudah mendapat informasi dari Provinsi bahwa akan segera memperbaiki. Dan, dalam beberapa hari ke depan akan ada perwakilan yang mengecek ke Rembang terlebih dulu. ”Kamis mungkin mau ke sini, mengecek barangnya,” tukasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Mar 2019 13:01:03 +0700
<![CDATA[Peringati Hari Air Sedunia, Enam Bulus Dilepas di Sendang Pasucen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127049/peringati-hari-air-sedunia-enam-bulus-dilepas-di-sendang-pasucen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/peringati-hari-air-sedunia-enam-bulus-dilepas-di-sendang-pasucen_m_127049.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/23/peringati-hari-air-sedunia-enam-bulus-dilepas-di-sendang-pasucen_m_127049.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/23/127049/peringati-hari-air-sedunia-enam-bulus-dilepas-di-sendang-pasucen

Hari Air Sedunia yang jatuh kemarin dirayakan Semen Gresik dengan cara yang tak biasa. Peringatan ini, menggelar kirab gunungan palawija dan tumpeng.]]>

REMBANG – Hari Air Sedunia yang jatuh kemarin dirayakan Semen Gresik dengan cara yang tak biasa. Peringatan ini, menggelar kirab gunungan palawija dan tumpeng diiringi kesenian barong Singo Wahyu Wibowo, resik sendang, hingga pelepasan enam bulus di Sendang Brubulan, Desa Pasucen, Gunem.

Ratusan warga yang juga masyarakat ring I pabrik semen tumpah ruah di lokasi acara. Dimulai dari lapangan desa setempat, para warga turut mengiringi kirab dengan gunungan dan enam bulus yang dipanggul. Bulus merupakan salah satu indikator masih terjaganya ekosistem sumber air di kawasan perbukitan kapur wilayah itu. Kirab dengan rute ratusan meter itu, berakhir di Sendang Brubulan, Desa Pasucen.

Di sana, sudah tersedia berbagai makanan tradisional yang siap disantap warga yang berkunjung. Warga bisa menikmati berbagai makanan tradisional, seperti wedang jahe, nasi jagung, soto, gorengan, jajan polo pendem, dan berbagai makanan yang disediakan.

Untuk menikmati itu, dengan satu syarat, yakni menukar sampah dengan mata uang Pasucen. Mata uang itulah yang nantinya untuk membeli berbagai makanan dan minuman. Mulai anak-anak, pelajar, pramuka, karang taruna, ibu-ibu, pemuda yang tergabung dalam Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), dan elemen lain antusias mengikuti aturan itu.

Musik keroncong Tiga Negeri juga turut memeriahkan acara. Lagu-lagu khas keroncong mengalun mengiringi warga yang antusias menukar mata uang Pasucen dengan makanan. Di tengah acara, panitia juga menyerahkan puluhan door prize menarik bagi para pengunjung.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi, mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar dan hak semua orang. Untuk itu, menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih merupakan hal yang sangat penting.

Dia menjelaskan, Semen Gresik sangat menyadari ketersediaan air bersih akan menjamin kelayakan keberlangsungan hidup. Untuk itu, perusahaan semen terkemuka ini, menggulirkan berbagai progam terkait air bersih.

”Perlu kepedulian dan aksi nyata agar ekosistem alam, khususnya sumber mata air terjaga dan tetap lestari. Makanya Semen Gresik mengajak berbagai kalangan agar ikut serta dalam aksi peduli alam, khususnya menjaga sumber mata air. Resik sendang bareng Semen Gresik jadi salah satu ikhtiar kami," kata Kuswandi kemarin.

Sejak 2016 hingga sekarang, Semen Gresik sudah mengucurkan dana Rp 6,4 miliar untuk progam ini. Baik di Rembang maupun Blora. Bentuk kegiatannya beragam. Mulai dari pencarian sumber air bersih, pembangunan tandon, pipanisasi, hingga pembangunan embung.

Kuswandi berharap, progam yang dijalankan Semen Gresik tak hanya berimbas lestarinya ekosistem alam, namun juga bermanfaat untuk masyarakat, termasuk pertanian. Terlebih, lahan pertanian di kawasan sekitar Semen Gresik mengandalkan sistem tadah hujan.

”Kita tidak bisa hidup tanpa air. Maka kegiatan seperti ini harus dijadikan momentum cinta dan rasa menghargai terhadap sumber air. Makna kegiatan ini, bagaimana kita bersama-sama berkontribusi menjaga dan mengelola sumber air bersih secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelasnya.

Kuswandi berharap, kegiatan semacam ini bisa mengenalkan potensi wisata alam di Desa Pasucen. Jika diberi sentuhan, bukan tak mungkin Sendang Brubulan dengan keindahan alam di sekitarnya bisa menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Rembang. ”Ujung dari proses ini bisa menggerakkan berbagai sektor lain. Terlebih perekonomian desa," harapnya.

Kepala Desa Pasucen Salamun, mengungkapkan, yang ditampilkan pada perayaan Hari Air Sedunia ini, merupakan kali pertama. ”Ke depan agenda yang juga menjadi kampanye peduli alam dan sumber mata air ini, akan terus digelar,” terangnya. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 23 Mar 2019 09:59:25 +0700
<![CDATA[DPKP Rembang Usulkan Tugu Ikonik ke Provinsi, Begini Alasannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126606/dpkp-rembang-usulkan-tugu-ikonik-ke-provinsi-begini-alasannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/dpkp-rembang-usulkan-tugu-ikonik-ke-provinsi-begini-alasannya_m_126606.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/dpkp-rembang-usulkan-tugu-ikonik-ke-provinsi-begini-alasannya_m_126606.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126606/dpkp-rembang-usulkan-tugu-ikonik-ke-provinsi-begini-alasannya

Terinspirasi tugu ikonik daun tembakau di gerbang Kudus dan tugu bandeng di Pati, Kota Garam juga berusaha untuk membuat bangunan ikonik.]]>

KOTA – Terinspirasi tugu ikonik daun tembakau di gerbang Kudus dan tugu bandeng di Pati, Kota Garam juga berusaha untuk membuat bangunan ikonik. Menurut rencana, salah satu lokasi yang diusulkan yakni di utara masjid Alun-Alun Rembang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Rembang Joestiennarni  mengungkapkan, pihaknya sudah mengusulkan anggaran ke provinsi mengenai rencana pembangunan tugu ikonik. Namun, hingga kemarin belum ada kepastian apakah akan diterima atau tidak.

”Karena mungkin APBD tidak memungkinkan, kami usulnya ke provinsi. Tapi ya tidak tahu apakah disetujui atau tidak,” paparnya kemarin.

Meski demikian, pihaknya enggan menyebutkan jumlah anggaran yang diusulkan ke Pemprov untuk rencana pembangunan tugu ikonik itu. Pihaknya hanya memastikan, Pemkab Rembang juga berusaha untuk memunculkan tugu ikonik sebagaimana di Pati dan Kudus untuk menarik wisatawan.

Mengenai lokasi, Jowstiennarni menyebut di Rembang cukup sulit mencari tempat yang strategis untuk rencana pembangunan tugu ikonik tersebut. Namun demikian, ada salah satu opsi lokasi yang dinilai paling strategis. Yakni di utara masjid Alun-Alun Rembang.

”Di Rembang ini kan cari lokasi untuk seperti itu, pembangunan tugu cukup sulit. Lokasinya yang strategis di utara masjid Alun-Alun, tapi tidak begitu luas juga itu,” tambah dia.

Untuk diketahui, saat ini, lokasi di kawasan utara masjid, selain digunakan untuk taman, juga dimanfaatkan untuk para pedagang. Namun, lahan di kawasan tersebut masih milik Pemkab Rembang.

Pada tahun lalu, sebenarnya Pemkab Rembang sempat mempercantik gerbang Kota Rembang. Namun, karena tak begitu besar seperti bangunan di Pati dan Kudus, belum bisa menjadi bangunan ikonik.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 14:51:05 +0700
<![CDATA[Banjir di Tiga Kecamatan Rusak Sarana Sekolah dan Permukiman Warga]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126605/banjir-di-tiga-kecamatan-rusak-sarana-sekolah-dan-permukiman-warga https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/banjir-di-tiga-kecamatan-rusak-sarana-sekolah-dan-permukiman-warga_m_126605.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/banjir-di-tiga-kecamatan-rusak-sarana-sekolah-dan-permukiman-warga_m_126605.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126605/banjir-di-tiga-kecamatan-rusak-sarana-sekolah-dan-permukiman-warga

Banjir Selasa sore (19/3) ternyata tak hanya menerjang Kecamatan Pamotan. Berdasarkan catatan BPBD Rembang banjir juga menerjang dua Kecamatan Sale dan Gunem.]]>

KOTA – Banjir Selasa sore (19/3) ternyata tak hanya menerjang Kecamatan Pamotan. Berdasarkan catatan BPBD Rembang banjir juga menerjang dua Kecamatan Sale dan Gunem. Akibat musibah ini, sejumlah rumah warga, sarana sekolah dan belasan hektare tanaman padi rusak.

Banjir kiriman ini datang mulai pukul 16.00. Pemicunya adalah luapan air dari embung Panohan di wilayah Kecamatan Gunem. Aliran air yang cukup deras meluap di sungai, hingga menerjang sawah dan pemukiman hingga sarana sekolah.

Air baru mulai surut sekitar  pukul 20.00 WIB. Hari Rabu pagi kondisi di tiga wilayah banjir berangsur normal. Hanya ada sisa bekas banjir dan lumpur. Termasuk longsoran di sekitar pemukiman warga.

Camat Pamotan, Mahfud menyampaikan adapun dampak banjir diantaranya merusak sarana MTs Mambaul Ulum, Sidorejo, Pamotan. Kerusakan material berupa robohnya pagar bagian belakang sekolah sepanjang 30 meter.

“Tidak MTs. Namun MI di sana juga ikut tergenang air. Termasuk 60-an rumah penduduk yang tergenang. Selain itu laporan lainnya masuk di Desa Pamotan. Di sana ada delapan rumah yang tergenang air,” katanya.

Walaupun status sudah normal pihak kecamatan tetap waspada. Untuk mengurangi kejadian tersebut Mahfud telah mengajukan normalisasi sungai. Utamanya di daerah Ringin dan Sidorejo. Di sana terjadi pendangkalan dan banyak bamboo yang mempersempit sungai. Selain usulkan rumah tidak layak huni bagi warganya yang masih mengungsi.

Kondisi serupa terjadi Kecamatan Sale. Banjir bandang terjadi di Desa Rendeng dan Ukir mengakibatkan satu unit rumah warga rusak. Rumah rusak terjadi di Desa Rendeng, selain tanaman serta lahan perkebunan.

Camat Sale, Subchan  melaporkan kejadian banjir dipicu hujan hari Selasa, sekira pukul 12.30 WIB sampai 14.00 WIB. Diketahui sekitar pukul 16.30 WIB dari arah aliran sungai Desa Rendeng yang berasal dari aliran sungai Gunung Botak meluap.

”Kemarin luapannya sekitar 1 sampai 3 meter dari bibir sungai. Kapasitas sungai dengan lebar 3 meter dan kedalaman 1 meter. Datangnya air hujan menerjang sebagian lahan pertanian serta perkebunan milik warga,” informasinya.

Camat Gunem, Ahmad Sholchan menambahkan hari Selasa lalu (19/3) di Desa Dowan, Gunem tepatnya di Dukuhan Brengkong terjadi hujan lebat. Mengakibatkan tebing rumah warga longsor, tinggi tebing sekitar 2 meter dan panjang 4 meter.

”Kondisi rumah dekat tebing yang longsor adalah dapur. Tidak ada kerugian yang di alami warga,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 14:45:30 +0700
<![CDATA[Peringati Dies Natalis ke-19, STIE YPPI Rembang Gelar Aksi Sosial]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126604/peringati-dies-natalis-ke-19-stie-yppi-rembang-gelar-aksi-sosial https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/peringati-dies-natalis-ke-19-stie-yppi-rembang-gelar-aksi-sosial_m_126604.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/21/peringati-dies-natalis-ke-19-stie-yppi-rembang-gelar-aksi-sosial_m_126604.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/21/126604/peringati-dies-natalis-ke-19-stie-yppi-rembang-gelar-aksi-sosial

Dies Natalis XIX STIE YPPI Rembang berlangsung semarak. Peringatan lahirnya kampus swasta tertua di Kota Garam, salah satunya aksi sosial bidang kesehatan.]]>

KOTA – Dies Natalis XIX Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YPPI Rembang berlangsung semarak. Peringatan lahirnya kampus swasta tertua di Kota Garam, salah satunya dengan aksi sosial bidang kesehatan, seperti cek gula darah, kolesterol, co hingga konseling.

Koordinator Kegiatan sekaligus bidang SDM Rion Fiarta menyampaikan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan hasil dari kerja sama Kementerian Kesehatan RI dan Dinkes setempat. “Kami bersama-sama menggelorakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (20/3).

Peserta Germas diantaranya mulai mahasiswa, civitas akademik dan masyarakat umum turut sekitar kampus. Targetnya 200 orang. Khususnya diperuntukkan masyarakat umum. Utamanya di Desa Gedangan, Tireman, Sridadi dan Pasar Mbanggi, Kecamatan Rembang Kota. “Pemeriksaan kesehatan ini gratis, cukup melampirkan fotocopy KTP,” jelasnya

Sebelum cek kesehatan gratis, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipusatkan halaman depan kampus. Setelah itu dilanjutkan sosialisasi di aula kampus dengan pemateri dari Kepala Seksi Paru Kronik, Kementerian Kesehatan, dr. Aries Hamsyah.

Dalam kesempatan itu, dr. Aries Hamsyah ingin menggugah kepedulian warga kampus untuk mempelopori masyarakat sehat bagi dirinya dan lingkungan. Germas merupakan upaya pencegahan. Sebab diketahui bersama beban biaya kesehatan penyakit tidak menular sangat tinggi. Boleh dikatakan sampai menimbulkan defisit jaminan kesehatan nasional.

Oleh karena itu, upaya terbaik dengan mencegah dan mengendalikan. Melalui peningkatan kesadaran hidup sehat bagi masyarakat. Salah satunya mencegah melalui deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular. ”Kami berharap Kampus STIE YPII menjadi pejuang kesehatan. Untuk terus menerus mengajak masyarakat dalam meningkatkan pola kehidupan sehat sehari-hari,” harapnya. 

]]>
Ali Mustofa Thu, 21 Mar 2019 14:30:43 +0700
<![CDATA[Produk UKM Kota Garam Tembus Pasar Internasional]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126378/produk-ukm-kota-garam-tembus-pasar-internasional https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/produk-ukm-kota-garam-tembus-pasar-internasional_m_126378.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/produk-ukm-kota-garam-tembus-pasar-internasional_m_126378.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126378/produk-ukm-kota-garam-tembus-pasar-internasional

Lebih dari tiga bulan pelaku UKM di Kota Garam dibekali pemberdayaan. Pelakunya tak hanya diberikan modul, produk lokal juga bakal dipasarkan ke mancanegara.]]>

KOTA – Lebih dari tiga bulan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Garam dibekali pemberdayaan. Pelakunya tak hanya diberikan modul, namun produk lokal juga bakal dipasarkan hingga mancanegara.

Kegiatan pelatihan membawa manfaat bagi pelaku UMK, tidak hanya transfer ilmu. Namun mereka diberikan kesempatan bertemu buyer dan eksportir yang biasa kirimkan barang Indonesia ke Eropa dan Amerika.

Salah satunya yang telah Go Internasional kerajinan sapu lidi dan sapu serabut kelapa. Mereka mendapatkan pemesanan dari negara Swiss. Tentu tidak hanya ini saja yang bertengger, namun produk UKM lainnya siap bersaing di kancah internasional.

Keberhasilan ini tidak lepas pembinaan Bidang Perindustrian bersama Business and Export Development Organization (Bedo). Bedo sendiri merupakan operator yang menjalankan program Score (Sustaining Competitive dan Responsible Enterprises).

Program ini mendapatkan dana CSR Sampoerna Untuk Indonesia. Program ini sebelumnya telah dijalankan di 5 kota di Indonesia dan 15 negara. Salah satunya kabupaten Rembang yang terpilih menjadi sasarannya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyampaikan apresiasi PT. Sampoerna dan yayasan Bedo yang telah menggembleng, membimbing dan arahkan pelaku UKM. Makanya setelah penutupan  Bidang Perindustrian diminta mengawal.

”Jangan sampai program ini tidak ada tindak lanjut. Maka saya minta Dinas Indakop rancangan tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) dan pelatihan,” dorongannya.

Regional Relation dan CSR Sampoerna, Kukut Dwi Kristianto mengharapkan UKM Rembang dapat terus berkembang dan maju bersama. Utamanya mewujudkan visi Kabupaten Rembang membangun sumber daya unggul berbasis kewirausahaan.

”Sampoerna tidak dapat berjalan sendiri, makanya menggandeng Bedo dan pemerintah. Untuk itulah kami berkolaborasi untuk memajukan Rembang lebih baik,” ujarnya.

Terpisah Program Koordinator Bedo, Hanung mengatakan program yang diberikan tidak sekadar workshop sampai tiga kali. Tetapi pendampingan presentasi dan visit. Setelah itu membuat rencana aksi masing-masing UKM.

”Aksi inilah yang kami tagih perubahannya. Mereka harus laporkan dalam bentuk foto di WA masing-masing trainer (sebelum dan sesudah, red),” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 15:34:55 +0700
<![CDATA[Honor Perawat Jenazah di Rembang Cair Setiap Tiga Bulan Sekali]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126376/honor-perawat-jenazah-di-rembang-cair-setiap-tiga-bulan-sekali https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/honor-perawat-jenazah-di-rembang-cair-setiap-tiga-bulan-sekali_m_126376.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/honor-perawat-jenazah-di-rembang-cair-setiap-tiga-bulan-sekali_m_126376.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126376/honor-perawat-jenazah-di-rembang-cair-setiap-tiga-bulan-sekali

Perawat jenazah di kabupaten Rembang kini bisa sedikit lega. Jika biasanya honor yang diterima hanya enam bulan sekali. Kini dimajukan tiga bulan sekali.]]>

KOTA – Perawat jenazah di kabupaten Rembang kini bisa sedikit lega. Jika biasanya honor yang diterima hanya enam bulan sekali. Kini dimajukan tiga bulan sekali. Selain itu ke depan mereka direncanakan akan dilengkapi dengan seragam.

Total di kabupaten Rembang perawat  jenazah 917 orang. Di tahap pencairan pertama ini mereka akan menerima tiga bulan sekali. Setiap bulannya Rp 200 ribu. Jadi total keseluruhan yang diterima Rp 600 ribu/ orang.

Selain kebijakan baru ini mereka turut dibekali ilmu. Di tahap pertama didatangkan narasumber Dwi Nugroho dari RSUD Dr R Soetrasno Rembang. Untuk menularkan ilmunya tentang perawatan jenazah yang memiliki penyakit menular.

”Pencairan di tahap awal mulai 2019 tiga bulan sekali. Besarnya sama Rp 200 ribu/orang dalam setiap bulan,” terang Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi melalui Kasubag Pendidikan Mental Spiritual, Etty Apriliana kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin.

Selain mereka dibekali ilmu, sekaligus untuk melengkapi SPj. Kebetulan tahap I yang diundang dari kecamatan Kaliori, Pamotan, Sale dan Sarang. “Jadi ketika bulan April sudah cair dari sisi kelengkapan administrasi sudah clear. Praktis tugas Bagian Kesra menjadi lebih ringan,” katanya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan, saat ini perlakuan jenazah berbeda. Misalnya, yang memiliki penyakit A. Tidak semua orang dapat memahami. Makanya perkembangan zaman harus diketahui. Untuk itu, setiap saat ada sosialisasi dan pemahaman-pemahaman pada perawat jenazah.

Tak hanya itu, perawatan juga harus tahu berdasarkan agama masing-masing perawat. Misalnya menemukan mayat dengan kondisi membusuk atau tidak lengkap organnya. Semua harus diketahui caranya memandikannya. Jadi harus dipadukan antara syariat dan tata cara.

“Kami terus meningkatkan kapasitas perawat. Kami juga akan memberikan seragam pada perawat supaya saat merawat jenazah lebih praktis. Kini desainnya telah dirancang, baik laki-laki dan perempuan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 15:25:53 +0700
<![CDATA[DPRD Gresik Belajar Ekonomi dan Kehidupan Nelayan Kota Garam]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126373/dprd-gresik-belajar-ekonomi-dan-kehidupan-nelayan-kota-garam https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/dprd-gresik-belajar-ekonomi-dan-kehidupan-nelayan-kota-garam_m_126373.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/20/dprd-gresik-belajar-ekonomi-dan-kehidupan-nelayan-kota-garam_m_126373.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/20/126373/dprd-gresik-belajar-ekonomi-dan-kehidupan-nelayan-kota-garam

Sejumlah anggota dewan DPRD Gresik kembali melakukan kunjungan kerja ke Kota Garam. Kali ini, Komisi II DPRD Gresik setelah pada Februari lalu Komisi IV.]]>

KOTA – Sejumlah anggota dewan DPRD Gresik kembali melakukan kunjungan kerja ke Kota Garam. Kali ini, Komisi II DPRD Gresik setelah pada Februari lalu Komisi IV juga melakukan kunjungan.

Selain Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, Abdullah Zawawi, mereka juga disambut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Yakni Dinas Kelautan dan Perikanan Dinlutkan (Dinlutkan), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB), serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop UKM) Rembang. Mereka diterima di ruang rapat Bupati.

Asisten Ekbang Kesra Sekda Rembang, Abdullah Zawawi mengungkapkan, kunjungan kerja DPRD Gresik ke Rembang yakni dalam rangka mempelajari mengenai nelayan dan ekonomi masyarakat pesisir.

"Mempelajari kehidupan nelayan di sini. Bagaimana saat musim ombak besar apakah pada nganggur atau tidak. Mereka tidak nganggur karena banyak kapal besar, dan nelayan kecil memang jadi masalah, tetapi oleh KUD ada program bantuan makan, dan di Gresik mungkin belum ada, " ungkapnya kemarin.

Selain itu, Pemkab juga berkomitmen untuk meningkatan perekonomian masyarakat pesisir sejumlah desa. Mereka mendapatkan pelatihan dan kini tengah mengembangkan produk olahan hasil perikanan. Di antaranya, di Desa Tunggulsari dan Pasarbanggi. Para warga di desa tersebut telah mendapat bantuan dan pendampingan dari Dinsos PPKB dan Dinindagkop.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik, Sholihuddin mengungkapkan dipilihnya Rembang sebagai kunjungan kerja karena mempunyai karakter yang sama dengan Kabupaten Gresik berupa daerah yang punya bibir pantai dan kawasan pesisir.

"Rembang ini kan punya karakter yang sama (dengan Gresik). Sebagai daerah yang punya bibir pantai dan kawasan pesisir. Kami belajar mengenai masyarakat Rembang ketika tidak melaut atau Miyang (bahasa di Rembang).

Menurut Sholihuddin, ada banyak strategi yang kemudian dikembangkan oleh dinas perikanan dan dinas sosial di kabupaten Rembang untuk menanggulanginya.

Dia menambahkan, satu hal lain yang menjadi pelajaran berharga dalam kunjungan ini yakni etos kerja masyarakat nelayan yang dinilai bagus. Semangat itulah yang juga mendasari semangat kewirausahaan dan pendidikan yang dibawa sebagai “oleh-oleh” ke Gresik. 

]]>
Ali Mustofa Wed, 20 Mar 2019 15:14:25 +0700
<![CDATA[Jadi Program RPJMD Perubahan, Jalur Kereta Api Diaktifkan Kembali]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/126000/jadi-program-rpjmd-perubahan-jalur-kereta-api-diaktifkan-kembali https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/jadi-program-rpjmd-perubahan-jalur-kereta-api-diaktifkan-kembali_m_126000.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/jadi-program-rpjmd-perubahan-jalur-kereta-api-diaktifkan-kembali_m_126000.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/126000/jadi-program-rpjmd-perubahan-jalur-kereta-api-diaktifkan-kembali

Pengaktifan jalur kereta api di Kabupaten Rembang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) perubahan 2016-2021.]]>

REMBANG – Pengaktifan jalur kereta api di Kabupaten Rembang masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) perubahan 2016-2021.

Hal itu disampaikan Kepala Bappeda Rembang Dwi Wahyuni ketika menyampaikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) rancangan akhir perubahan RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021.

”Saat ini pemerintah pusat mulai mendata untuk reaktifasi jalur kereta api. Kini (pembangunan rel, Red) sudah dimulai jalur selatan. Sekarang perencanaan jalur tengah,” ungkapnya belum lama ini.

Setelah jalur selatan dan tengah selesai, periode selanjutnya jalur pantura. Di Jalur pantura akan dimulai 2025. ”Sehubungan dengan perubahan RPJMD, masukan dari provinsi, Rembang disuruh sekalian memasukkan (pengaktifan rel kereta api, Red) untuk 2021,” terangnya.

Sebelumnya Bupati Rembang Abdul Hafidz memaparkan setidaknya ada delapan rangkuman setelah dilaksanakan Perda Kabupaten Rembang Nomor 2 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Rembang tahun 2016-2021. Selama dua tahun anggaran (2016-2017) telah dilakukan kajian dan evaluasi terhadap dokumen.

”Hasilnya diperoleh soal perumusan terhadap kebijakan RPJMD. Substansi RPJM belum memuat arah kebijakan tahunan. Sehingga prioritas pembangunan Kabupaten Rembang setiap tahunnya sebagai pedoman penyusunan RKPD belum jelas arahnya,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 08:16:38 +0700
<![CDATA[Ini Alasan PDAM Naikkan Tarif Air Minum pada Pelanggan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125988/ini-alasan-pdam-naikkan-tarif-air-minum-pada-pelanggan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/ini-alasan-pdam-naikkan-tarif-air-minum-pada-pelanggan_m_125988.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/ini-alasan-pdam-naikkan-tarif-air-minum-pada-pelanggan_m_125988.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125988/ini-alasan-pdam-naikkan-tarif-air-minum-pada-pelanggan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang akhirnya menaikan tarif air minum pada pelanggan. Kenaikan diberlakukan resmi bulan April 2019.]]>

KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang akhirnya menaikan tarif air minum pada pelanggan. Kenaikan diberlakukan resmi bulan April 2019. Setelah delapan tahun terakhir belum pernah naik.

Direktur PDAM Rembang, M. Affan menuturkan sejak tahun 2011 PDAM belum pernah menaikan tarif air minum. Namun begitu, biaya operasional rutin, listrik, solar dan bahan kimia beberapa tahun terus naik. Pihaknya mengaku telah melakukan penghematan secara ketat. Agar pelayanan tetap optimal, meski biaya operasional naik puluhan kali.

“Artinya pelanggan delapan tahun menikmati tarif flat/tetap. Walaupun dari segi operasional mengalami kenaikan berkali-kali. Wajar atas kenaikan tersebut, kami mengikuti,” katanya.

Pihaknya mencontohkan, saat listrik padam. PDAM Rembang tetap harus operasikan genset. Untuk 1 jam membutuhkan 47 liter. Sedangkan solar yang boleh digunakan non subsidi. harga 1 liter solar tersebut saat ini mencapai  Rp 10.300.

”Kenaikan ini berlaku di semua golongan. Mulai golongan pelanggan sosial, non niaga, niaga, industri. Kecuali satu yang tidak diterapkan golongan I untuk warga tak mampu,” terangnya.

”Sejak 2016 komitmen meningkatkan pelayanan pelanggan kami pegang. Artinya tarif naik atau tidak komitmen kami pegang dan upayakan selalu ditingkatkan. Jadi komitmen kami meningkatkan pelayanan tidak mungkin surut. Justru akan lebih ditingkatkan kembali,” komitmennya.

M. Affan menambahkan ada ketentuan dari pemerintah, melalui peraturan Menteri Dalam Negeri, No 70 tahun 2016. Tentang pedoman pemberian subsidi dari pemerintah daerah kepada BUMD penyelenggaraan sistem penyediaan air minum.

Biaya operasional pengolahan air minum PDAM tidak ter-cover dengan tarif air minum yang ditetapkan kepala daerah. Wajib bagi pemerintah daerah pemilik PDAM memberikan subsidi dari APBD. Sehingga seluruh PDAM dapat memenuhi Full Cost Recovery. Artinya, biaya produksi, pengolahan dan distribusi air minum harus tertutup dengan tarif, kalau tidak pemda wajib memberikan subsidi. Ketentuan tersebut tercantum pasal 4 poin 3.  

“Kepala daerah memutuskan tarif lebih kecil dari usulan tarif yang diajukan Direksi BUMD penyelenggara SPAM yang mengakibatkan tarif rata-rata tidak mencapai pemulihan biaya secara penuh, pemerintah daerah harus menyediakan subsidi untuk menutup kekurangan melalui APBD,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 07:04:55 +0700
<![CDATA[Rumah Penjual Sayur Ludes Terbakar, Kerugian Ratusan Juta Rupiah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125987/rumah-penjual-sayur-ludes-terbakar-kerugian-ratusan-juta-rupiah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/rumah-penjual-sayur-ludes-terbakar-kerugian-ratusan-juta-rupiah_m_125987.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/rumah-penjual-sayur-ludes-terbakar-kerugian-ratusan-juta-rupiah_m_125987.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125987/rumah-penjual-sayur-ludes-terbakar-kerugian-ratusan-juta-rupiah

Kebakaran hebat melanda rumah penjual sayur warga di RT 07, RW 01, Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Senin (18/3) kemarin sekitar pukul 9.30 pagi.]]>

SUMBER – Kebakaran hebat melanda rumah penjual sayur warga di RT 07, RW 01, Desa Krikilan, Kecamatan Sumber, Senin (18/3) kemarin sekitar pukul 9.30 pagi. Akibat kebakaran tersebut, kerugian pemilik rumah mencapai ratusan juta rupiah. Seekor sapi yang sedang hamil turut menjadi korban dalam kebakaran itu.

Rumah milik Nur Sholihin, 49, dalam keadaan kosong saat kebakaran hebat itu terjadi. Dia sedang kerja bakti di rumah tetangga, sedangkan sang istri, Safitri berjualan sayur keliling  Sumber api diduga disebabkan oleh api bediang ternak sapi.

Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, Nur Arifin yang mendengar teriakan warga lain sekitar pukul 09.15. Saat itu juga terdengar ledakan yang diduga berasal dari tabung gas LPG.

Sembari warga lain memadamkan api yang membesar, warga juga ada yang menghubungi pihak pemadam kebakaran, polsek, serta koramil setempat. Dengan tiga unit mobil damkar beserta warga, api dapat dijinakkan sekira pukul 10.30.

Petugas Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Rembang, Sarpani mengungkapkan, akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian senilai ratusan juga rupiah. Di antaranya, selain satu unit rumah yang nyaris ludes, juga seekor sapi betina yang sedang mengandung.

”Ada juga uang tunai Rp 5 juta, surat-surat berharga seperti sertifikat dan ijazah juga tak berhasil diselamatkan,” paparnya.

Mengetahui kejadian tersebut, si pemilik rumah, Nur Sholihin dan istrinya, Safitri pun syok dan langsung dilarikan ke Puskesmas Sumber.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 06:51:59 +0700
<![CDATA[Seribu Pesilat PSHT Se-Kabupaten Rembang Long March Enam Kilometer]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125984/seribu-pesilat-psht-se-kabupaten-rembang-long-march-enam-kilometer https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/seribu-pesilat-psht-se-kabupaten-rembang-long-march-enam-kilometer_m_125984.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/19/seribu-pesilat-psht-se-kabupaten-rembang-long-march-enam-kilometer_m_125984.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/19/125984/seribu-pesilat-psht-se-kabupaten-rembang-long-march-enam-kilometer

Seribu siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Kabupaten Rembang Minggu (17/3) melakukan long march sejauh 6 kilometer, ditempuh melewati dua desa.]]>

SARANG – Seribu siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) se-Kabupaten Rembang  Minggu (17/3) melakukan long march sejauh 6 kilometer. Jalan bersama yang ditempuh melewati dua desa, yakni Sumbermulyo dan Gunungmulyo, merupakan pendadaran siswa dari sabuk hijau ke putih.

Ketua PSHT Desa Sumbermulyo, Sarang, Kusnaini menyampaikan agenda kenaikan tingkat atau sabuk, merupakan prosesi pendadaran sebelumnya telah dipusatkan di lingkup Kabupaten Rembang. ”Ini proses pengambilan kenaikan sabuk siswa dari warna hijau ke putih,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (17/3).

Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan long march sejauh 6 kilometer. Dengan rincian, 3  kilometer dari Sumbermulyo, Sarang dan Gunungmulyo, Kragan, pulang-pergi.

Selain long march siswa juga menggelar bakti sosial. Bersih-bersih desa ini dilakukan di tempat pengambilan sabuk. Agenda tersebut, rutin diselenggarakan PHST Rembang setiap setahun sekali sejak berdiri 1989.

”Untuk lokasinya bergiliran di 14 kecamatan. Tahun ini yang kebetulan tuan rumah di Desa Sumbermulyo, Sarang. Jadi bergantian sebelumnya pernah di Sale, Kaliori, Tegaldowo Gunem maupun  Rembang,” terangnya.

Menurut Kusnaini ini memang menjadi kegiatan wajib. Setiap kali kenaikan sabuk, selalu diisi kegiatan sosial di tengah-tengah acara. Antara lain bersih-bersih masjid maupun lingkungan. Ini juga  untuk memasyarakatkan PSHT di semua wilayah.

Tidak salah Kabupaten Rembang anggotanya puluhan ribu orang. Mereka  sudah tersebar di 287 desa dan 7 kelurahan. Tidak heran kerukunan dan solidaritas terus mereka pupuk, untuk menciptakan keharmonisan wilayah.

”Kami padatkan selama sehari penuh. Setelah long march siswa kita ajak acara sambung dan persaudaraan,” paparnya.

Senada disampaikan Ketua 3 PSHT Rembang yang membidangi koordinator kebudayaan kemasyarakatan, Supriana  menyampaikan tujuan organisasi menitik manusia berbudi luhur, mengetahui benar dan salah. Maknanya melestarikan alam.

”Kami harus peduli dengan alam. Lalu apapun kegiatan masyarakat semua warga PSHT siap sepenuhnya membantu. Atau menjadi barisan terdepan,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 19 Mar 2019 02:38:15 +0700
<![CDATA[Diduga Buang Limbah ke Laut, Tiga Perusahaan Dijatuhi Surat Paksaan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/18/125779/diduga-buang-limbah-ke-laut-tiga-perusahaan-dijatuhi-surat-paksaan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/18/diduga-buang-limbah-ke-laut-tiga-perusahaan-dijatuhi-surat-paksaan_m_125779.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/18/diduga-buang-limbah-ke-laut-tiga-perusahaan-dijatuhi-surat-paksaan_m_125779.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/18/125779/diduga-buang-limbah-ke-laut-tiga-perusahaan-dijatuhi-surat-paksaan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang hingga Sabtu (16/3) kemarin belum dapat memastikan matinya ikan-ikan di Pantai Kaliori-Rembang.]]>

REMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang hingga Sabtu (16/3) kemarin belum dapat memastikan matinya ikan-ikan di Pantai Kaliori-Rembang. Kini, tim masih disibukkan menginventarisasi jenis usaha yang ada disekitar lokasi. Karena tidak dipungkiri, fungsi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sejumlah perusahaan di sekitar lokasi belum optimal.

Kurang optimalnya fungsi IPAL membuat perusahaan tersebut menjadi sorotan. Bukan hanya di tingkat daerah, namun hingga tingkat pusat. Terbaru, Kementerian Lingkungan Hidup turun tangan. Ada tiga perusahaan pengolahan ikan yang mendapatkan surat paksaan.

Surat paksaan diberlakukan agar mereka segera berbenah. Sebab, dampak pencemaran yang ditimbulkan akibat pembuangan limbah sangat berbahaya. Salah satunya menyebabkan biota laut mati.

Tak hanya itu, air laut juga menghitam dan mengeluarkan bau busuk. Bahkan tercium hingga radius 100 meter. Parahnya, satu warga terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat tak kuat dengan bau yang menyengat. Hal ini juga sangat merugikan nelayan, karena mengganggu aktivitas menangkap ikan.

Kepala DLH Kabupaten Rembang Suharso, menyampaikan, pekerjaan rumah yang ada di pantai saat ini ada dua. Yakni soal sampah plastik dan limbah. ”Kami cek terlebih dahulu penyebab ikan-ikan mati. Sebelum ada temuan ikan-ikan mati di sekitar lokasi sudah dilakukan pengambilan sampel. Baik kondisi air bersih dan keruh,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (16/3).

Dari pengambilan sampel itu, kini ditindaklanjuti. Pihak kementerian memberikan tindakan perusahaan di wilayah Kecamatan Kaliori, Rembang. Wujudnya berupa surat paksaan. Hanya Suharso tidak menerangkan detail nama perusahaan tersebut.

Dia hanya menyebut tiga lokasi perusahaan tersebut, di Desa Banyudono dan Desa Purworejo, Kecamatan Kaliori. Semua yang diberikan surat paksaan itu, perusahaan pengolahan ikan. Tiga perusahaan itu diminta agar berbenah terhadap IPAL. ”Tindakan kami melakukan pengawasan dan pemantauan wilayah. Lalu komunikasi untuk penanganan,” terangnya.

Suharso menuturkan, fungsi IPAL tiga perusahaan tersebut memang belum optimal. Jadi, perlu dibenahi agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Untuk itu, saat musim baratan tim DLH Rembang lebih agresif mengawasi perusahaan. Tujuannya, mendorong perusahaan segera berbenah. Pihaknya menerjunkan tim secara kontinyu untuk selalu memantau perusahaan-perusahaan tersebut. ”Kalau ada yang membuang limbah ke laut, kami imbau warga sekitar segera melaporkan,” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Mon, 18 Mar 2019 09:20:00 +0700
<![CDATA[Aset Rp 25 Miliar Dinas Pendidikan Dibakar, Ini Tanggapan Bupati]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125505/aset-rp-25-miliar-dinas-pendidikan-dibakar-ini-tanggapan-bupati https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/aset-rp-25-miliar-dinas-pendidikan-dibakar-ini-tanggapan-bupati_m_125505.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/16/aset-rp-25-miliar-dinas-pendidikan-dibakar-ini-tanggapan-bupati_m_125505.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/16/125505/aset-rp-25-miliar-dinas-pendidikan-dibakar-ini-tanggapan-bupati

Pemkab Rembang memusnahkan aset berupa membelar dan alat elektronik yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Aset tersebut milik Dinas Pendidikan dan Olahraga.]]>

SULANG – Pemkab Rembang memusnahkan aset berupa membelar dan alat elektronik yang tidak bisa dimanfaatkan lagi. Aset yang dimusnahkan dengan cara dibakar tersebut milik Dinas Pendidikan dan Olahraga. Total nilai lebih Rp 25 Miliar dari 312 ribu jenis barang.

Kelapa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Rembang, Mardi menyampaikan di dalam pengelolaan barang milik daerah sebagai pengguna barang. Barang ini dapat diklasifikasikan, kondisi baik, rusak berat dan rusak ringan.

Kondisi barang yang rusak berat dalam pengelolaan milik daerah harus ditindaklanjuti. Upaya yang dapat dilakukan pemusnahan. Karena sudah tidak miliki nilai dan manfaat. Kalau tidak dilakukan di pencatatan nilai barang masih. Secara faktual tidak dapat digunakan.

”Kalau sudah dimusnahkan, maka nilai barang yang dikeluarkan dari pencatatan (nilai barang milik daerah),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (14/3).

Menurutnya pemusnahan aset tak terpakai tersebut bagian dari tertib administrasi dan memudahkan pengelolaan menjadi lebih baik. Hanya saja, dirinya tidak memperinci barang apa saja yang telah dimusnahkan. Namun berdasarkan jenisnya masuk di KIP (kartu inventaris barang) B dan E.

Untuk Kip B, meliputi barang peralatan dan mesin. Sedangkan Kip E asset lainnya. Misalnya dari sekolah-sekolah ada computer yang sudah rusak, mesin ketik rusak, alat laboratorium rusak, meja membelar rusak.

”Kami baru kali pertama melakukan pemusnahan barang milik daerah. Catatan sejak awal sampai tahun 2017,” terangnya.

Menurutnya barang-barang tersebar di semua satuan pendidikan. Totalnya ada 364 SD, 39 SMP Negeri, 7 TK Negeri dan kantor eks UPT di Kecamatan. “Jadi tidak hanya di kantor Dinas Pendidikan setempat. Tetapi menyeluruh,” ujarnya saat pemusnahan di workshop Dinas PUPR di wilayah Landoh, Sulang.

Pemusnahan sendiri dipimpin Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto,Asisten Pemerintahan, perwakilan Inspektorat dan DPPKAD. Lalu ikut menyaksikan kepala sekolah SMP se-Kabupaten Rembang. koordinator wilayah Kecamatan Se-Kabupaten Rembang.

Mardi menyebutkan butuh kerja keras selama dua tahun pihaknya bersama Inspektorat menelusuri barang-barang di sekolah. kendala-kendala kerap dihadapi. Khususnya di lingkup jenjang SD. “Di jenjang SD tidak ada tenaga administrasi. Adanya hanya guru dan kepala sekolah, sehingga tugasnya hanya mengajar. Sehingga yang mengurusi aset dan administrasi, ditangani sendiri oleh  guru,” katanya.

Terpisah Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pemusnahan barang aset secara hukum dilegalkan oleh pemerintah. Apabila barang  mengalami rusak berat dan sudah tidak memiliki nilai ekonomis. Sedangkan untuk barang yang bernilai pemusnahan dapat dilakukan dengan cara dilelang atau dijual.

 Saat ini menurut bupati, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menunggu hasil pencatatan dari Pemkab Rembang. Pasalnya, barang aset yang menjadi milik negara pencatatan, pemanfaatan harus dilaporkan dengan baik.

“Jika masih terlalu sayang barang-barang aset untuk dimusnahkan, maka akan menghambat penghargaan WTP,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 16 Mar 2019 14:14:50 +0700
<![CDATA[Polisi Bantu Ibu Melahirkan di Bus Umum Jurusan Semarang-Surabaya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125234/polisi-bantu-ibu-melahirkan-di-bus-umum-jurusan-semarang-surabaya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/polisi-bantu-ibu-melahirkan-di-bus-umum-jurusan-semarang-surabaya_m_1552635819_125234.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/15/polisi-bantu-ibu-melahirkan-di-bus-umum-jurusan-semarang-surabaya_m_1552635819_125234.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/15/125234/polisi-bantu-ibu-melahirkan-di-bus-umum-jurusan-semarang-surabaya

Bus Wiji bernomor polisi (nopol) S 7587 UJ mendadak berhenti di Puskemas Kragan I sekitar pukul 09.30 (13/3) lalu lantaran ada penumpang yang melahirkan di bus.]]>

REMBANG – Bus Wiji bernomor polisi (nopol) S 7587 UJ mendadak berhenti di Puskemas Kragan I sekitar pukul 09.30 (13/3) lalu. Bus jurusan Semarang-Surabaya tersebut, berhenti lantaran ada seorang penumpang yang melahirkan di bus.

Kondisi ini, membuat penumpang dalam bus panik. Ada yang spontan teriak. Tak ayal menjadi pusat perhatian seluruh penumpang dan sopir. Beruntung, di dalam bus itu ada Aiptu Herman Widodo, anggota Polsek Kragan. Dia pun berhasil menenangkan kepanikan penumpang dan menolong perempuan yang melahirkan itu. Perempuan itu, Kristina Ndero, 31, warga RT 1/RW 1, Dusun Nuaseko I, Desa Mautena, Kecamatan Wawaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

”Saat saya di dalam bus ada penumpang yang teriak. Bahwa di depannya ada ibu-ibu yang hendak melahirkan. Spontan semua orang menoleh,” kata Aiptu Herman Widodo, anggota Polsek Kragan kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin, sambil menambahkan, dia naik bus dari rumahnya di Kecamatan Kota Rembang menuju tempat kerjanya (Mapolsek Kragan) sudah menjadi rutinitas kesehariannya.

Dia menjelaskan, saat mengetahui ada penumpang yang hendak melahirkan, sontak sopir gugup. Kebetulan bus sudah masuk Kecamatan Kragan. Aiptu Herman Widodo meminta sopir tetap tenang dan terus jalan. Kemudian diarahkan ke Puskesmas Kragan I. Lalu bus masuk ke halaman puskesmas.

”Memang di dalam bus semuanya panik. Apalagi saat kejadian kepala bayinya sudah keluar dari rahim ibunya. Hingga akhirnya melahirkan di dalam bus. Selama proses ibu bayi kondisinya sehat dan sadar,” jelasnya.

Sesampainya di Puskesmas Kragan I, dia langsung membopong ibu bayi. Sedangkan petugas puskesmas membawa bayi dari dalam bus ke ruang puskesmas. Keduanya kemudian dirawat di puskesmas itu.

Kepala Puskesmas Kragan I Tusnaedi membenarkan hal ini. Dia menuturkan, saat perempuan itu melahirkan di dalam bus, bus masih berada di Desa Balongmulyo, Kragan. Jarak dari Puskesmas Kragan I sekitar 5 kilometer.

”Bayi sudah keluar (saat di dalam bus, Red). Tetapi tali pusar masih menempel di bayi. Sesampainya di puskesmas, ibu bayi dirawat di ruang persalinan. Ibu dan bayi ditolong anggota polisi dan tiga bidan di puskemas,” terangnya. ”Bayi yang lahir itu berjenis kelamin laki-laki dengan berat 2.500 gram dan panjang badan 45 cm,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kemarin bayi itu belum dikasih nama. ”Saya sempat bercanda begini: lahirnya kan di tengah perjalanan dan ibunya dalam kondisi semangat. Saya bilang kasih nama ’Bambam Kelana’ saja. Ndak tahu dipakai atau tidak,” selorohnya.

Sementara itu, selama perjalanan dari Kecamatan Rembang sampai di Kecamatan Kragan, perempuan yang melahirkan itu sendirian. Tak ada orang yang menemani. Perempuan ini mengenakan daster dan membawa koper. Infonya, Kristina Ndero merupakan penumpang operan Bus Slamet dari Kabupaten Kudus.

Dia menambahkan, satu hari kemudian atau kemarin ibu dan bayi sudah diperbolehkan meninggalkan puskesmas. Kebetulan Ermin Dwilinawati, warga di Desa Pasar Mbanggi, Kecamatan Rembang, yang menawarkan perawatan. ”Kemungkinan (Ermin Dwilinawati) satu bus (dengan Kristina Ndero). Untuk memperkuat kesediaan merawat itu, dibuatkan surat pernyataan bermaterai,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 15 Mar 2019 14:18:08 +0700
<![CDATA[Digelontor Rp 14 Miliar, 246 Lembaga Terima Bantuan Dana Hibah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/125016/digelontor-rp-14-miliar-246-lembaga-terima-bantuan-dana-hibah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/digelontor-rp-14-miliar-246-lembaga-terima-bantuan-dana-hibah_m_125016.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/digelontor-rp-14-miliar-246-lembaga-terima-bantuan-dana-hibah_m_125016.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/125016/digelontor-rp-14-miliar-246-lembaga-terima-bantuan-dana-hibah

Sebanyak 246 lembaga penerima hibah dikumpulkan di aula lantai IV Setda Rembang. Mereka diberikan sosialisasi tentang syarat dan tata caranya menerima hibah.]]>

KOTA – Sebanyak 246 lembaga penerima hibah dikumpulkan di aula lantai IV Setda Rembang. Mereka diberikan sosialisasi tentang syarat dan tata caranya menerima bantuan hibah yang tahun ini digelontor sebesar Rp 14, 068 miliar.

Angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya sebanyak Rp 21 Miliar. Penurunan ini dikarenakan tidak dapat memenuhi proposal. Karena saat ini sudah online lewat sistem Sipandu.

Praktis ketika tidak ada proposal, tidak dapat dilakukan verifikasi. Karena lewat sistem baru diharapkan tepat sasaran. Lalu pemanfaatan dana hibah diharapkan dapat memperbaiki infrastruktur lembaga yang ada di Kabupaten Rembang.

  Asisten II Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang Abdullah Zawawi didampingi Kasubag Pendidikan Mental Spiritual, Etty Apriliana menyampaikan dana hibah diberikan secara merata dan berimbang kepada seluruh lembaga di 14 Kecamatan.

Untuk besarannya beda-beda. Namun lewat sistem Sipandu sudah diberikan standarisasi, untuk lembaga paling tinggi Rp 300 juta. Begitupun musala standarisasi Rp 50 juta. Karena saat ini sudah diatur berdasarkan perbup. Soal penggunaan tergantung dari pengajuan.

“Jadi RAP awal, disesuaikan pengajuan. Kalau memang ada perubahan ada musyawarah di tingkat desa. Bahwa kalau ingin dialihkan dan harus diketahui agar tidak disalahgunakan,” bebernya.

Pihaknya menambahkan untuk APBD induk nilainya Rp 14 miliar. Namun begitu, nilai tersebut masih bisa bertambah saat perubahan nanti. Sementara soal catatan di tahun 2018. Kini bidang terkait sudah melakukan pembenahan dalam hal pelayanan.

Namun hingga saat ini masih ada 162 lembaga yang belum kirimkan laporan pertanggungjawaban. “Jadi hibah dari total Rp 21 miliar. Masih ada Rp 5 miliar sekian yang belum SPJ. Kini sudah ada pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga bagian Kesra membuat surat tagihan ke-3. Jadi kalau sampai waktu yang ditentukan tidak bisa memberikan laporan pertanggungjawaban harus setor kas daerah,” ujarnya

Terpisah Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam sambutannya berpesan pada penerima hibah, ketika di verifikasi Kesra agar mengikuti juklak dan juknis. Lalu agar berhati-hati dalam menggunakan dana hibah. Pasalnya semua penggunaan dana akan diperiksa oleh BPK.

”Saya menghimbau agar tidak ada pemindahan proposal yang sudah diajukan ke pemerintah. Karena dana hibah yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan proposal pengajuan. Hal tersebut juga terkait dengan pembuatan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ),” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 14 Mar 2019 14:14:22 +0700
<![CDATA[Begini Jawaban DLH Penyebab Misteri Kematian Ikan di Pantai Rembang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/124984/begini-jawaban-dlh-penyebab-misteri-kematian-ikan-di-pantai-rembang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/begini-jawaban-dlh-penyebab-misteri-kematian-ikan-di-pantai-rembang_m_124984.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/14/begini-jawaban-dlh-penyebab-misteri-kematian-ikan-di-pantai-rembang_m_124984.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/14/124984/begini-jawaban-dlh-penyebab-misteri-kematian-ikan-di-pantai-rembang

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mengambil sampel air laut di perairan Pantai Desa Gegunung Wetan, Rembang, kemarin.]]>

REMBANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang mengambil sampel air laut di perairan Pantai Desa Gegunung Wetan, Rembang, kemarin. Hasil pengecekan air laut itu berubahnya warna hitam diduga akibat amonia. Sementara penyebab ribuan ikan mati di lokasi itu hingga kini masih diselediki penyebab pastinya.

Saat dicek DLH kemarin, air di perairan Pantai Desa Gegunungan Wetan, Rembang, hanya bewarna cokelat. Juga tidak bau. Kondisi itu berbeda dengan tiga hari berturut-turut sebelumnya. Saat itu air laut di pantai itu hitam pekat. Mirip comberan disertai bau busuk.

Jawa Pos Radar Kudus mengikuti pengambilan sampel kemarin. Empat orang ditugaskan mengambil sempel di perairan itu. Mereka dari Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan Kabupaten Rembang. Lalu seksi pencemaran lingkungan, yang diwakilkan Ulin Nuha Setianingrum dan Vina.

Kali pertama sekitar pukul 08.30 tim menuju Dusun Karangpandan dan Matalan, Desa Purworejo, Kaliori. Di sana sebelumnya banyak ikan mati. Tapi air laut di situ tidak terlalu keruh.

Setelah itu tim bergegas di Desa Gegunung Wetan, Rembang. Di lokasi itu sebelumnya ada satu warga setempat yang dilarikan rumah sakit. Ini setelah warga bersangkutan tidak kuat menghirup bau menyengat di laut.

Kepala Bidang Penataan dan Penaaatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DLH Rembang Budi Prianggodo didampingi Kasi Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Prastio menyampaikan saat dilakukan pengecekan air di Kaliori dan Rembang hanya bewarna kecoklatan. Tidak ada ikan mati. Informasi warga Sabtu-Senin (16-18/3) masih terjadi. Namun kemarin normal.

”Titik kedua kami ambil di Gegunung Wetan. Hasilnya sama tidak ada tampak limbah. Sudah menghilang,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Terkait fenomena ini DLH belum dapat simpulkan. Apakah berasal dari kegiatan usaha di sekitar pantai atau pemicu yang lain. Namun warga sudah diimbau kalau ada kejadian serupa langsung diminta mengambil sampel. Kemudian di video dan dilaporkan dinas.

Ia mengaku pihaknya akan inventarisasi di lokasi kejadian. ”Sepanjang pantai ini ada usaha-usaha apa saja. Termasuk dampak yang ditimbulkan,” terangnya.

Kemungkinan juga ada arus dari tengah menuju pinggir. Namun yang pasti informasi di Purworejo ikan mati berada di sepanjang 100 meter ke utara. Begitupun di Gegunung Wetan. Info warga sekitar ikan-ikan kecil yang mati jaraknya hanya 25-an meter. Dengan jenis yang sama dilaporkan di wilayah Kecamatan Kaliori maupun Rembang.

”Jadi kami belum dapat simpulkan penyebab ikan-ikan mati,” jelasnya di tengah-tengah pengecekan.

Lalu kalau dilihat dari data awal yang disampaikan, air berubah hitam ada sesuaatu yang dibuang ke tengah laut. Lalu menimbulkan bau. Otomatis buangan selain berwarna hitam pekat, kandungan gas amonia cukup tinggi.

Karena bau menyengat disebabkan gas amonia. Oleh karena itu dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan dan Bidang Penataan dan Penaatan Lingkungan akan melakukan pengawasan menyeluruh di sekitar lokasi. Mulai sepanjang Kaliori hingga Rembang.

”Dengan pengawasan, kami dapat mencari titik atau poin mana sekiranya bisa sebagai indikator bahwa air limbah berasal dari sekitar situ,” bebernya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 14 Mar 2019 11:57:56 +0700
<![CDATA[Bantuan Keuangan untuk Desa Tembus Rp 30 Miliar, Begini Rinciannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124802/bantuan-keuangan-untuk-desa-tembus-rp-30-miliar-begini-rinciannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/bantuan-keuangan-untuk-desa-tembus-rp-30-miliar-begini-rinciannya_m_124802.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/bantuan-keuangan-untuk-desa-tembus-rp-30-miliar-begini-rinciannya_m_124802.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124802/bantuan-keuangan-untuk-desa-tembus-rp-30-miliar-begini-rinciannya

Besaran dana bantuan keuangan Pemkab Rembang untuk desa-desa tahun ini mencapai Rp 30 miliar. Dari jumlah total tersebut, penerimaan tiap-tiap kecamatan berbeda]]>

KOTA –  Besaran dana bantuan keuangan (bankeu) Pemkab Rembang untuk desa-desa tahun ini mencapai Rp 30 miliar. Dari jumlah total tersebut, penerimaan tiap-tiap kecamatan berbeda-beda bergantung anggaran yang disetujui oleh Pemkab.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades) Rembang Sulistiyanto mengungkapkan, besaran bankeu tersebut yakni berdasarkan pertimbangan tertentu. Selain proposal yang telah dikirimkan, juga berdasarkan zona desa yang mengajukan.

”Penentuan bantuan keuangan kabupaten dari Bupati. Berdasarkan proposal dari desa atau musrengbang atau pokir dewan. Jumlahnya disesuaikan dengan desa merah, kuning, hijau, dan biru,” tuturnya kemarin.

Untuk desa merah, maksimal yakni Rp 150 juta, kuning sebesar Rp 125 juta, hujau sebesar Rp 100 juta, dan biru sebesar maksimal Rp 75 juta. Karena itu, tambah Sulistiyanto, jumlah yang diterima pihak desa terkait bankeu memang berbeda-beda. Meski sesuai Perbup maksimal Rp 150 juta, namun ada ketentuan khusus yang membuat desa berhak menerima Rp 200 juta. Yakni untuk pembangunan balai desa.

Berdasarkan data Dinpermades Rembang, dari 14 kecamatan di Rembang, desa di kecamatan Sedan tercatat paling banyak menerima bankeu dengan total Rp 3,225 m. Ada 32 poin pengajuan yang disetujui, dengan minimal besaran anggaran sebesar Rp 50 juta dan maksimal Rp 150 juta. Terdapat sejumlah desa yang mengajukan lebih dari satu poin. Antara lain yakni Desa Ngulahan, Bogorejo, serta Menoro.

Sementara, total dana yang diterima desa-desa di Kecamatan Gunem tercatat paling minim, yakni sebesar Rp 1,375 miliar. Ada 21 poin yang disetujui pemprov, dengan paling sedikit yakni Rp 10 juta. Dana sebesar itu, tercatat akan digunakan untuk pelatihan seperti budidaya tanaman kedelai dan pembuatan pupuk organik.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 14:50:58 +0700
<![CDATA[Terganjal Regulasi, BUMD Migas hanya Dapat 5 Persen]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124799/terganjal-regulasi-bumd-migas-hanya-dapat-5-persen https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/terganjal-regulasi-bumd-migas-hanya-dapat-5-persen_m_124799.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/terganjal-regulasi-bumd-migas-hanya-dapat-5-persen_m_124799.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124799/terganjal-regulasi-bumd-migas-hanya-dapat-5-persen

BUMD Migas PT Rembang Migas Energi (RME) menargetkan bisa mendapatkan 5 persen parsisipating interest (PI) dari sebesar 10 persen yang akan didapatkan Pemprov.]]>

KOTA -  BUMD Migas PT Rembang Migas Energi (RME) menargetkan bisa mendapatkan 5 persen parsisipating interest (PI) dari sebesar 10 persen yang akan didapatkan Pemprov Jateng. Sebab, selama ini BUMD Migas PT RME lah yang sudah berjuang keras agar bisa PHE Randugunting segera beroperasi.

Direktur BUMD PT Rembang Migas Energi (RME) Zaenul Arifin mengungkapkan, besaran 10 persen itu memang dibagi antara pihak provinsi dan kabupaten. Sedangkan, PHE Randugunting meliputi Rembang dan Blora.

”Target saya Rembang bisa mendapat minimal 5 persen. Sekarang sedang menunggu surat dari SKK Migas dan PHE Randugunting kepada Gubernur Jateng. BUMD Migas Rembang siap presentasi tentang skenario kerja sama PI sebesar 10 persen,” paparnya kemarin.

Zaenul mengungkapkan, PI 10 persen itu merupakan konsekuensi lanjutan menyusul Menteri ESDM yang sudah menyetujui PoD (plan of development) PHE (Pertamina Hulu Energi) Randugunting. Pekan lalu, lanjut Zaenul, pihaknya juga sudah diminta dari Dinas ESDM untuk menyiapkan skema kerja sama antara Pemkab Rembang dan Pemprov Jateng.

”Sekarang sedang saya siapkan skema sesuai regulasi yang ada,” tambah dia.

Sementara itu, mengenai alokasi gas, PHE Randugunting belum lama ini sudah memanggil calon pembeli, yaitu BUMN dan salah satu perusahaan swasta nasional. Meski demikian, dia enggan memaparkan hasil pertemuan tersebut.

”Nanti biar Kementrian ESDM yang infokan. Yang jelas, PT RME dapat durian runtuh,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, eksplorasi sumur PHE Randungunting yang berada di Desa Krikilan Kecamatan Sumber harus melalui tahapan yang panjang. Meski BUMD Migas PT RME sudah dibentuk sejak sekitar September 2017, hingga kini eksplorasi sumur belum bisa dilakukan. Padahal, Pemkab Rembang juga sudah menggelontor anggaran sebesar Rp 2 M untuk kelancaran proses tersebut.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 14:42:06 +0700
<![CDATA[Besaran Dana Banpol ke Kesbangpolinmas Tunggu Audit BPK]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124798/besaran-dana-banpol-ke-kesbangpolinmas-tunggu-audit-bpk https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/besaran-dana-banpol-ke-kesbangpolinmas-tunggu-audit-bpk_m_124798.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/besaran-dana-banpol-ke-kesbangpolinmas-tunggu-audit-bpk_m_124798.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124798/besaran-dana-banpol-ke-kesbangpolinmas-tunggu-audit-bpk

Pengajuan dana bantuan partai politik (banpol) ke Kesbangpolinmas Rembang belum bisa dilakukan. Sebab, hasil audit BPK baru diumumkan sekitar Mei mendatang.]]>

KOTA – Pengajuan dana bantuan partai politik (banpol) ke Kesbangpolinmas Rembang belum bisa dilakukan. Sebab, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru diumumkan sekitar Mei mendatang. Adapun besaran banpol di tahun ini akan dinamis menyusul digelarnya Pemilu pada April mendatang.

Kepala Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Rembang Kartono melalui Kasi Poldagri dan Hubungan Antar Lembaga (HAL) Indah Arum Yuati mengungkapkan, selama laporan hasil pemeriksaan (LHP) belum turun, parpol belum bisa mengajukan.

”Kalau misalnya, besok LHP itu turun, kemudian harus menyetor kas daerah sekian. Partai lalu bisa megajukan, pakai itungan yang sekarang ini,” paparnya.

Namun, karena sebentar lagi digelar Pemilu, tepatnya pada 17 April mendatang, kemungkinan besar perhitungan besaran banpol akan disesuaikan dengan hasil suara baru. Sebagaimana diketahui, besaran banpol ditentukan berdasarkan perolehan suara pada Pemilu. Setiap suara, dihargai Rp2.873. Sehingga, semakin besar perolehan suara, semakin besar dana banpol yang diperoleh.

Berdasarkan data Kesbangpolmas Rembang, partai dengan banpol terbesar yakni PPP, yakni sebesar Rp 209,7 juta. Disusul Partai Demokrat sebesar Rp 185,2 juta, lalu PKB sebesar Rp 135,7 juta. Sementara, banpol terkecil yakni untuk Partai Hanura sebesar Rp 52,2 juta. Total untuk keseluruhan 10 partai di Rembang, sekitar Rp 1 Milyar.

Sementara itu, khusus Partai Gerindra, meski telah mencairkan banpol dan melakukan kegiatan, partai tersebut pada bulan lalu mengembalikan dana banpol. Sebab, tidak bersedia menyelesaikan laporan pertanggungjawaban.

”Sebenarnya saya juga tahu, partai sudah menyelesaikan kegiatan. Tapi karena sudah melewati batas waktu pelaporan, dan disibukkan dengan agenda partai, akhirnya dikembalikan dananya,” kata dia kemarin.

Untuk diketahui, deadline pelaporan LPJ dana banpol yakni pada 31 Januari lalu. Namun, karena hingga batas waktu tersebut partai keberatan menyelesaikan LPJ, dana pun dikembalikan.  

Partai lain yang tahun lalu tidak menggunakan dana banpol yakni PDI Perjuangan. Diduga karena masih ada masalah internal, partai tersebut memilih tak mengambil jatah banpol pada tahun lalu. PDI P juga diketahui pada 2016 lalu tidak mengajukan dana banpol.  

”Tahun 2016, tidak mengajukan, lalu 2017 mengajukan, dan 2018 tidak mengajukan lagi,” tutur Arum.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 14:33:31 +0700
<![CDATA[Sempat Turun Drastis, Kasus DBD di Rembang Naik Lagi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124791/sempat-turun-drastis-kasus-dbd-di-rembang-naik-lagi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/sempat-turun-drastis-kasus-dbd-di-rembang-naik-lagi_m_124791.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/sempat-turun-drastis-kasus-dbd-di-rembang-naik-lagi_m_124791.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124791/sempat-turun-drastis-kasus-dbd-di-rembang-naik-lagi

Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di sepanjang 2018 lalu mengalami peningkatan. Dari jumlah total kasus di sepanjang 2018 mencapai 72 kasus.]]>

KOTA – Angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) di sepanjang 2018 lalu mengalami peningkatan. Dari jumlah total kasus di sepanjang 2017 sebanyak 15 kasus, jumlahnya pada 2018 mencapai 72 kasus.

Meski demikian, bila dibandingkan dengan merebaknya kasus DBD pada 2015 dan 2016, angka tersebut sudah turun drastis. Sebab pada 2015 lalu, jumlahnya mencapai 698 kasus dan 2016 sebanyak 477 kasus. Sedangkan, penyakit ini sangat berkaitan dengan gaya hidup masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang Ali Syofi’i mengungkapkan, setelah mengalami penurunan yang drastis, tahun lalu memang mengalami kenaikan. Namun, jumlahnya tidak terlalu tinggi sebagaimana beberapa tahun silam.

”Untuk awal tahun ini, ketika di wilayah lain pada umumnya kasusnya merebak cukup tinggi, di Rembang tidak begitu tinggi,” paparnya.

Salah satu hal yang menjadi perhatiannya yakni tingkat kesadaran masyarakat yang lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya. Hal itu, menurut Ali, berbanding lurus dengan jumlah kasus yang terjadi.

”Sejalan dengan tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) yang menjadi budaya,” tambah dia.

Pihaknya, lanjut Ali, menempuh berbagai jalan agar PSN benar-benar menjadi budaya di masyarakat. Pihaknya pun melibatkan berbagai stakeholder untuk sosialisasi agar masyarakat mau dan mengerti serta terus tumbuh kesadaran.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 14:21:09 +0700
<![CDATA[Banyak Ikan yang Mati di Pantai Rembang Diduga Tercemar Limbah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124758/banyak-ikan-yang-mati-di-pantai-rembang-diduga-tercemar-limbah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/banyak-ikan-yang-mati-di-pantai-rembang-diduga-tercemar-limbah_m_124758.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/banyak-ikan-yang-mati-di-pantai-rembang-diduga-tercemar-limbah_m_124758.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124758/banyak-ikan-yang-mati-di-pantai-rembang-diduga-tercemar-limbah

Nelayan di empat desa resah. Ini lantaran dugaan banyak limbah dibuang di tengah laut. Dampaknya bukan hanya bau busuk menyengat, namun banyak ikan kecil mati.]]>

REMBANG – Nelayan di empat desa resah. Ini lantaran dugaan banyak limbah dibuang di tengah laut. Dampaknya bukan hanya bau busuk menyengat, namun banyak ikan-ikan kecil mati. Bahkan sakit menyengatnya bau, satu warga Desa Gegunung Wetan, Kecamatan Rembang, harus dilarikan ke rumah sakit.

Empat Desa yang terdampak itu, meliputi Desa Gegunung Wetan, Gegunung Kulon, Pacar, Pandean, Kecamatan Rembang. Adanya dugaan pencemaran laut ini, viral. Ada netizen yang memposting video berdurasi 32 detik memperlihatkan ikan-ikan mati mengambang di pantai. Terlihat pula air pantai keruh dan hitam mirip comberan.

Kejadian ini terjadi sejak Senin lalu. Hal ini sering terjadi saat masuk musim baratan. Air pantai mulai pantai Desa Banyudono, Kaliori, hingga ke timur atau Kecamatan Rembang hitam pekat. Bedanya, kini disertai bau busuk dan ikan-ikan mati. Sebelum-sebelumnya tidak pernah sampai seperti ini.

AIR MENGHITAM: Air laut di pantai Desa Gegunung Wetan menghitam kemarin. Selain bau menyengat juga banyak ikan mati. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Tak ayal anak-anak kecil di sana tak berani bermain di pantai. Parahnya, dampak perubahan air laut ini, juga mengganggu aktivitas nelayan. Bau busuk juga dirasakan warga sampai masuk ke rumah. Dari radius 100 meter sudah mulai terasa baunya. Akibat bau busuk ini, satu warga dilarikan rumah sakit. Padahal nelayan sebenarnya sudah terbiasa dengan bau semacam itu.

Jawa Pos Radar Kudus melihat fakta langsung di lapangan. Kemarin, ikan-ikan yang mati sudah tak terlihat. Sebab sudah terbawa arus menuju timur. Namun, bau menyengat masih kuat di penciuman. Warna hitam air pantai juga masih terlihat.

Salah satu warga Desa Gegunung Wetan, Purnomo membenarkan di pantai di daerahnya airnya berwarna keruh hingga hitam pekat. Diikuti ikan-ikan kecil mati. Parahnya, selain bau menyengat, tetangganya ada yang harus dilarikan ke rumah sakit. ”Tadi pagi (kemarin pagi, Red) Pak Pantes, 50, warga RT 3/RW 2, Desa Gegunung Wetan, masuk ke rumah sakit. Karena tidak kuat menghirup bau busuk di sana (di rumahnya yang sekitar pantai, Red),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin (12/3).

Sebenarnya kejadian ini sudah dirasakan tiga hari terakhir. Di dalam rumah bau busuk dirasakan warga sekitar. Anak-anak kecil juga dilarang bermain di laut oleh orang tuanya. Padahal kalau Minggu biasanya banyak anak yang balapan renang.

Meski demikian, aktivitas nelayan masih tampak. Mereka membawa hasil tangkapan. Dengan menerjang air yang menghitam tersebut. Warga lain hanya mengamati dari pos sambil njagong. ”Hingga hari ini (kemarin, Red) belum ada petugas yang ngecek. Jadi, belum tahu persis pemicu berubahnya warna air laut disertai ikan-ikan kecil mati,” terangnya.

Hal senada disampaikan tokoh warga Desa Gunung Wetan, Suroso. Dirinya mengaku baru mengetahui kalau ada kejadian ikan mengambang Senin malam. Begitu mengetahui, beberapa warga meminta agar didokumentasikan. ”Baunya menyengat. Ikan-ikan kecil banyak yang mati di pinggir-pinggir,” katanya.

Dia tidak tahu persis pemicunya. Sebab bukan kapasitasnya. Namun, yang pasti dampak ini sudah dilaporkan kepada pihak terkait. ”Saya sudah menelepon Dinas Perikanan dan Kelautan Rembang,” ujarnya.

Kemarin, Dinas Perikanan dan Kelautan Rembang sedang ada pelatihan. Rencananya, usai pelatihan bakal mengecek ke lapangan. Dugaan sementara, kemungkinan pencemaran air itu dari limbah pabrik di Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori.

Hal senada disampaikan Supar, nelayan asal Keluarahan Pandean. Dia juga mengaku melihat ikan mati di pantai di sekitar rumahnya. Jumlahnya banyak dan airnya juga hitam berbau menyengat. ”Senin kemarin saya melihat banyak ikan mati. Nelayan sempat ada yang marah, dikira ikan hasil menjaring,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima laporan kondisi pantai. Untuk itu, timnya belum melakukan pengecekan di lapangan. ”Saya belum mendapatkan laporan, Mas, kalau ada ikan-ikan mati dan air laut hitam berbau menyengat. Tapi bakal kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Pihaknya akan melakukan pemetaan titik-titik pantai yang airnya hitam berbau menyengat. Hal ini dimungkinan karena pencemaran limbah. ”Kalau benar akibat limbah, kami akan tindak pembuang limbahnya,” tegasnya. Dia mengakui, sejumlah pabrik di sekitar pantai, khususnya di Desa Banyudono belum mengoptimalkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 12:36:11 +0700
<![CDATA[Peduli Banjir Kragan, BRI Kanca Rembang Salurkan Rp 25 Juta]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124694/peduli-banjir-kragan-bri-kanca-rembang-salurkan-rp-25-juta https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/peduli-banjir-kragan-bri-kanca-rembang-salurkan-rp-25-juta_m_124694.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/13/peduli-banjir-kragan-bri-kanca-rembang-salurkan-rp-25-juta_m_124694.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/13/124694/peduli-banjir-kragan-bri-kanca-rembang-salurkan-rp-25-juta

Dampak banjir di delapan desa Kecamatan Kragan mengundang banyak empati. Salah satunya dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk kantor cabang (Kanca) Rembang.]]>

KRAGAN – Dampak banjir di delapan desa Kecamatan Kragan mengundang banyak empati. Salah satunya dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk kantor cabang (Kanca) Rembang yang kemarin menyalurkan bantuan Rp 25 juta untuk meringankan beban warga.

Dana tanggap bencana tersebut, bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) program BRI peduli yang disalurkan untuk Desa Sumurpule, Narukan, Woro, Sendang, Sendangwaru, Sudan, Terjan, dan Sumbergayam.

Penyaluran bantuan diserahkan langsung Pemimpin Cabang BRI Rembang, Yuwanda Rahman pada koordinasi camat setempat, Prapto Raharjo bersama perwakilan dari delapan desa di terdampak.

Pemimpin Cabang BRI Rembang, Yuwanda Rahman menyampaikan bantuan senilai Rp 25 juta diwujudkan dalam paket sembako yang diberikan pada 215 kepala keluarga terdampak banjir.

”Ini sudah menjadi amanat dari direksi kami untuk selalu peduli dengan kondisi yang ada di lingkungan sekitar, terutama soal bencana alam,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (12/3).

Komitmen BRI Rembang tersebut merupakan bentuk empati terhadap adanya bencana alam. Pihaknya berharap dengan bantuan tersebut mampu meringankan beban warga yang terkena musibah.

“Baik itu musibah banjir, kekeringan, angin, kebakaran dan lainnya. BRI berupaya bisa berpartisipasi. Termasuk saat mendengar adanya musibah banjir yang terkena di desa-desa Kecamatan Kragan,” ungkapnya.

Camat Kragan, Prapto Raharjo mewakili atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih atas bantuan dari BRI programnya BRI Peduli.”Ini dapat membantu dan meringankan masyarakat yang terkena musibah. Tetapi masyarakat tidak akan melihat dari sisi jumlah bantuan. Namun dari kepedulian BRI terhadap masyarakat,” ungkapnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 13 Mar 2019 08:28:53 +0700
<![CDATA[Banjir Delapan Desa di Kragan Dipicu Buruknya Drainase]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124499/banjir-delapan-desa-di-kragan-dipicu-buruknya-drainase https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/banjir-delapan-desa-di-kragan-dipicu-buruknya-drainase_m_124499.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/banjir-delapan-desa-di-kragan-dipicu-buruknya-drainase_m_124499.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124499/banjir-delapan-desa-di-kragan-dipicu-buruknya-drainase

Banjir yang menerjang wilayah kecamatan Kragan dan sebagian Lasem hari pekan lalu di picu buruknya drainase sehingga air meluapnya dan menggenangi pemukiman.]]>

KRAGAN – Banjir yang menerjang wilayah kecamatan Kragan dan sebagian Lasem hari pekan lalu di picu buruknya drainase sehingga air meluapnya dan menggenangi pemukiman warga. Hal itu disampaikan bupati saat menyalurkan bantuan bagi warga yang tertimpa musibah kemarin.

Sebelumnya delapan desa terkena banjir. Antara lain Desa Sumurpule, Narukan, Woro, Sendang, Sendangwaru, Sudan, Terjan dan Desa Sumber Gayam. Total warga yang rumahnya kemasukan air sebanyak 215 KK.

Dari hasil evaluasi bersama BPBD menginventarisasi buruknya drainase mulai  macetnya pintu bendungan di Desa Sudan, lantaran banyaknya bambu di pintu bendungan. Selain itu,  saluran airnya yang mengalami pendangkalan.

Camat Kragan, Prapto Raharjo tidak menampik banjir yang terjadi di wilayahnya dipicu tidak optimalnya drainase terutama di pintu bendungan Narukan. Menurutnya, dekat pintu bendungan banyak tumpukan sampah pohon bambu. Kemudian, adanya sedimen tanah sehingga butuh.” Kepala Desa Sumurpule, Mashuri sudah menyampaikan persoalan tersebut pada PSDA Jateng” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, dampak buruknya drainase memang besar. Dinding jebol, terjadi banjir besar di wilayah Kragan. Utamanya paling parah di Sumbergayam. Di samping ada faktor lain soal drainase yang sama-sama terjadi sedimen.

”Kalau yang drainase di Sumurpule, Sumbergayam dan Plawangan. Disitu ada drainase yang tidak sampai di pasar Pandangan,” terangnya.

Namun begitu kondisinya sudah pulih. Demikian mewakili desa berharap adanya drainase dan bendungan dapat difungsikan. Kalaupun banjir petugas diharapkan siaga. Untuk senantiasa membuka pintu air. Kemudian sampah di dekat bendungan dapat dibersihkan

Sementara itu soal longsor di Woro memang tahunan. Kini dari Pemkab Rembang akan dilakukan penataan jalan dan tebing sungai. Karena bawah hanya diberi tumpukan karung yang didalamnya di isi pasir.

”Semua kondisi wilayah sudah normal. Atas musibah ini Bupati Rembang, Abdul Hafidz bersama OPD terkait berempati. Dengan menyalurkan bantuan sembako, selain ingin mencari solusi penyebab banjir,” paparnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengatakan penanganan banjir akan diselesaikan mulai hulu sampai hilir tahun ini. Harapannya tidak akan terjadi banjir lagi.

“Normalisasi sungai dan saluran air di wilayah yang terdampak banjir segera akan dilakukan. Termasuk perbaikan pintu bendungan yang tidak bisa dibuka. Jika itu kewenangan pemerintah pusat , maka kita segera mengirimkan surat ke pusat,” jelasnya.

Selain itu longsor yang terjadi di Desa Woro juga segera ditangani. Dalam waktu dekat akan dibuat jalan permanen. Hal itu langsung mendapat apresiasi dari warga dan Kades yang ada di lokasi tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU TARU) Sugiarto mengaku siap untuk menindaklanjuti instruksi dari Bupati. Mulai Selasa ini pihaknya akan menerjunkan tim untuk mensurvei lapangan.

“Untuk sungai atau saluran air yang dangkal kami akan mengerahkan alat berat. Kami harap warga juga bisa membantu kami untuk gotong- royong,” harapnya.

Sekadar diketahui dalam kesempatan itu Bupati meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Bupati juga menampung masukan warga dan kades agar penanganan banjir lebih maksimal.

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Mar 2019 12:40:57 +0700
<![CDATA[Gundukan Tanah di Sriombo Diduga Candi Kuno, Begini Penampakannya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124497/gundukan-tanah-di-sriombo-diduga-candi-kuno-begini-penampakannya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/gundukan-tanah-di-sriombo-diduga-candi-kuno-begini-penampakannya_m_124497.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/12/gundukan-tanah-di-sriombo-diduga-candi-kuno-begini-penampakannya_m_124497.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/12/124497/gundukan-tanah-di-sriombo-diduga-candi-kuno-begini-penampakannya

Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta diminta segera menindaklanjuti temuan gundukan tanah yang di atasnya terdapat batuan kuno di Desa Sriombo.]]>

LASEM – Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta diminta segera menindaklanjuti temuan gundukan tanah yang di atasnya terdapat batuan kuno di Desa Sriombo. Yakni di tempat tak jauh dari tempat ditemukannya patung diduga arca kepala Budha beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Sriombo Anik mengungkapkan, setelah diteliti pihak Balar sekitar November lalu, hingga kemarin tak ada komunikasi lanjutkan mengenai nasib temuan tersebut. Pihaknya pun berharap agar Balar segera melakukan tindakan terkait situs tersebut.

”Warga kalau mau menggali sendiri kan tidak mungkin. Nanti takutnya ada yang salah. Jadi harus Balar,” kata dia kemarin.

Senada, pemerhati sejarah yang tergabung dalam Lasem Kota Cagar Budaya (LKCB), Aclis Budiman menyebut, lokasi tersebut memang berada di tengah sawah. Jaraknya dengan penemuan kepala batu arca Budha sekitar 500 meter.

”Aksesnya cukup sulit. Harus melewati sungai juga. Tapi masih satu kawasan,” paparnya.

Diduga, lokasi penemuan benda-benda kuno tersebut merupakan tempat berdirinya sebuah candi yang menjadi cerita turun-menurun di masyarakat, Candi Pucangsulo. Sebab, batu di tempat ditemukannya arca kepala Budha, sama dengan di lokasi gundukan.

”Kami harap segera ada ekskavasi. Agar rasa penasaran masyarakat benar-benar terjawab. Tidak hanya cerita-cerita saja,” tambah dia.

Edi Winarno dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Rembang menyatakan, tindak lanjut penemuan tersebut tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, ada tahap-tahap yang harus dilalui. Pihaknya kini pun menunggu langkah Balar untuk tindakan selanjutnya.

”Nunggu rekomendasi dari Balar Jogja,” kata dia singkat.

]]>
Ali Mustofa Tue, 12 Mar 2019 12:24:10 +0700
<![CDATA[Satu Rumah Hancur Tertimpa Longsor saat Keluarga Asyik Nonton TV]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/11/124230/satu-rumah-hancur-tertimpa-longsor-saat-keluarga-asyik-nonton-tv https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/11/satu-rumah-hancur-tertimpa-longsor-saat-keluarga-asyik-nonton-tv_m_124230.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/11/satu-rumah-hancur-tertimpa-longsor-saat-keluarga-asyik-nonton-tv_m_124230.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/11/124230/satu-rumah-hancur-tertimpa-longsor-saat-keluarga-asyik-nonton-tv

Sunardi, 37, warga RT 2/RW 1, Desa Banyurip, Kecamatan Pancur, patut bersyukur. Meski dia harus kehilangan rumahnya akibat tertimpa longsor.]]>

REMBANG – Sunardi, 37, warga RT 2/RW 1, Desa Banyurip, Kecamatan Pancur, patut bersyukur. Meski dia harus kehilangan rumahnya akibat tertimpa longsor. Namun, dia dan keluarganya selamat dari maut pada peristiwa pada Jumat malam lalu itu. Ini setelah rumahnya hancur tertimpa longsor tebing di sebelah rumahnya.

Saat kejadian, Sunardi sedang santai berkumpul bersama keluarganya. Kebetulan baru asyik nonton televisi di ruang tamu. Tiba-tiba sekitar pukul 18.30 mereka dikagetkan dengan suara gemuruh batu turun tepat di samping rumahnya.

Grobyak! Batu besar menimpa dinding kamarnya. Suaranya tidak hanya keras, tetapi langsung menghancurkan tembok. Tidak lama kemudian, atap kayu rumahnya patah.

Praktis, dia bersama keluarganya berhamburan keluar rumah. Khawatir justru akan tertimpa rumah yang mengalami kerusakan berat itu. Terlebih beberapa hari terakhir sering hujan. Otomatis tanah di sekitar rumahnya menjadi gembur.

”Di Banyurip ada tiga titik longsor. Dua longsor dilaporkan Jumat pagi dan menyusul malam harinya,” terang Purwadi Samsi, kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang melalui Kasi Kegawatdarutan Pramujo kemarin.

Dari tiga titik longsor itu, yang paling parah terjadi malam hari. Yakni merusak satu rumah milik Sunardi. Diketahui, rumah Sunardi tertimpa tebing yang longsor sepanjang 13 meter dan tinggi 5 meter.

Dia menjelaskan, tebing longsor terjadi usai Maghrib. Beruntung tidak ada korban jiwa. Karena pemilik rumah belum tidur. Jika kejadiannya saat larut malam, mungkin bisa saja timbul korban jiwa. Karena lokasinya berada persis di kamar.

”Pemicu longsor ini karena hujan yang bebrapa hari terakhir turun. Sehingga membuat tanah di tebing menjadi gembur,” terangnya.

Saat kejadian, kepala Desa Banyurip kemudian berkoordinasi BPBD Rembang. Tujuannya, untuk melakukan langkah-langkah yang harus diambil. Hasil koordinasi itu, rumah korban harus dibongkar, karena dinding kayunya patah.

Keesokan harinya, Sabtu (9/3) warga bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pancur meliputi TNI, Polri, BPBD, dan warga bergotong royong membongkar rumah tersebut. Tujuannya untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan.

”Karena rumahnya rusak parah. Untuk sementara korban tinggal di rumah orang tuanya yang bersebelahan,” paparnya.

Ditambahkan, sebelumnya dua longsor juga terjadi dan sama-sama membahayakan. Karena tebing dengan ketinggian 5 sampai 10 meter longsor dan hampir mengenai rumah warga di bawahnya. Apabila ada hujan turun menimbulkan risiko yang sangat tinggi. Masih berpotensi longsor susulan.

Atas kejadian ini, BPBD melakukan assesment. Lalu berkoordinasi dengan pihak desa dan akan menindaklanjuti dengan lapor ke bupati. Bantuan sementara dari BPBD berupa sembako.

”Selain di Banyurip, longsor juga dilaporkan terjadi di Labuhan Kidul, Sluke. Sama-sama tebing longsor, namun tidak sampai menimpa rumah. Tetapi sama-sama membahayakan,” imbuhnya. 

]]>
Ali Mustofa Mon, 11 Mar 2019 07:10:39 +0700
<![CDATA[Mayat Pria Tanpa Identitas Ini Ditemukan Mengapung di Sungai Bagan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124112/mayat-pria-tanpa-identitas-ini-ditemukan-mengapung-di-sungai-bagan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/mayat-pria-tanpa-identitas-ini-ditemukan-mengapung-di-sungai-bagan_m_124112.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/10/mayat-pria-tanpa-identitas-ini-ditemukan-mengapung-di-sungai-bagan_m_124112.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/10/124112/mayat-pria-tanpa-identitas-ini-ditemukan-mengapung-di-sungai-bagan

Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengapung di Sungai Bagan Lasem kemarin pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh Sudarno, warga Desa Gedongmulyo.]]>

LASEM – Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengapung di Sungai Bagan Lasem kemarin pagi. Korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat, Sudarno, warga Desa Gedongmulyo saat melintas di sekitar lokasi penemuan.

Melihat sosok mengapung, Sudarno memberitahu salah satu warga yang berada di warung dekat lokasi. Setelah memastikan sesosok mayat, mereka pun melaporkan ke Polsek Lasem.

Berdasarkan pendataan Polsek Lasem, korban merupakan pria berusia sekira 60 tahun. Memiliki tinggi 167 cm dan berat badan 60 kg. Saat ditemukan, korban mengenakan baju cokelat, celana biru kolor pendek merk reebook dan celana dalam berwarna krem merk hings.

Kapolsek Lasem AKP Didik DS mengungkapkan, dalam tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan. Sementara di tubuh korban, terdapat tato burung garuda, yang tentu menjadi ciri khas untuk segera mengenali identitasnya.

”Ada tato gambar burung di dada korban. Kami meminta bantuan masyarakat dan jaringan Muspika untuk menyebarluaskan ciri-ciri korban sehingga bisa segera diketahui identitasnya,” kata dia kemarin. 

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan sementara RSUD dr R. Soetrasno Rembang dan Inafis Polres Rembang, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kesimpulan sementara, korban diduga meninggal karena tenggelam atau terseret arus sungai.

”Saat ini, anggota masih di TKP dan masih fokus terutama untuk mencari identitas korban. Diduga gelandangan, jadi susah cari identitasnya,” tambah AKP Didik.

]]>
Ali Mustofa Sun, 10 Mar 2019 10:39:16 +0700
<![CDATA[Dirikan Pos Jaga, Satpol PP Jamin Alun-Alun Bebas Pengemis]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123959/dirikan-pos-jaga-satpol-pp-jamin-alun-alun-bebas-pengemis https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/dirikan-pos-jaga-satpol-pp-jamin-alun-alun-bebas-pengemis_m_123959.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/dirikan-pos-jaga-satpol-pp-jamin-alun-alun-bebas-pengemis_m_123959.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123959/dirikan-pos-jaga-satpol-pp-jamin-alun-alun-bebas-pengemis

Satpol PP Kabupaten Rembang mendirikan pos jaga di kawasan Alun-alun Rembang. Pendiran pos ini untuk menjamin alun-alun bebas Pengemis dan Gelandangan.]]>

KOTA – Satpol PP Kabupaten Rembang mendirikan pos jaga di kawasan Alun-alun Rembang. Pendiran pos ini untuk menjamin alun-alun bebas Pengemis, Gelandangan, Orang Telantar (PGOT) dan anak punk.

Kepala Satpol PP Rembang, Waluyo melalui Kabid Ketentraman Masyarakat, Teguh Maryadi mengatakan pos penjagaan sudah dijalankan sejak sebulan lalu. Pos yang ditempati bulan Februari dalam rangka pengendalian bebas PGOT.

”Kita kerja sama dengan pengurus PKL guna menertibkan PGOT, hasilnya efektif tidak ada pengamen berkeliaran,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (8/3).

Begitupun dari sisi pengemis. Terakhir sempat dijumpai hari Kamis. Itu pun kini sudah menghilang setelah ada penjagaan Satpol PP. Sehingga sebulan dampak perubahan sangat signifikan terhadap kenyamanan di sana.

“Petugas stand by sejak magrib sampai 21.30 (hari biasa). Sedangkan untuk malam Minggu petugas jaga sampai 22.30. Untuk personel yang dikerahkan sebanyak dua orang, untuk memonitor keberadaan PGOT,” ujarnya.

Biasanya persoalan terjadi saat malam hari. Kalau dimaksimalkan hanya petugas Satpol PP jelas tidak memungkinkan. Pertimbangannya petugas sudah patroli pagi dan malam, sehingga tidak mungkin hanya di sana.

“Ke depan PKL dapat menunjuk internal anggotanya. Minimal dua orang yang melanjutkan penjagaan. Supaya kawasan publik tersebut benar-benar bebas dari PGOT ataupun anak-anak Punk.

Ketua paguyuban PKL alun-alun, Jumadi mengamini saat ini kawasan alun-alun sudah bersih dari PGOT. Dirinya menyambut positif keberadaan pos pengamanan di sana. Sehingga pengunjung disana lebih nyaman dan aman.

”Otomatis orang jajan tenang. Istilahnya tidak ada yang kencrang-kencreng diatas orang yang makan, sehingga saat ini lebih nyaman,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 11:25:00 +0700
<![CDATA[BPBD Siapkan Anggaran Penanganan Pasca Bencana Banjir dan Longsor]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123952/bpbd-siapkan-anggaran-penanganan-pasca-bencana-banjir-dan-longsor https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/bpbd-siapkan-anggaran-penanganan-pasca-bencana-banjir-dan-longsor_m_123952.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/bpbd-siapkan-anggaran-penanganan-pasca-bencana-banjir-dan-longsor_m_123952.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123952/bpbd-siapkan-anggaran-penanganan-pasca-bencana-banjir-dan-longsor

Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang meningkatkan status siaga bencana banjir dan longsor hingga akhir bulan Maret ini.]]>

LASEM – Badan Pengulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang meningkatkan status siaga bencana banjir dan longsor hingga akhir bulan Maret ini. Ini menyusul banjir yang melanda di delapan desa di Kecamatan Kragan dan longsor di, Kragan, Lasem, dan Pancur.

Banjir bandang di delapan kecamatan di Kragan diantarnya yakni Desa Sumurpule, Narukan, Sumber Gayam, Woro, Sendang, Sendangwaru, Terjan, dan Sudan. Sementara bencana longsor terjadi di Desa Kajar, Lasem. Kemudian Desa Banyurip, Kecamatan Pancur ada tiga titik longsor             .

Untuk bencana longsor di Desa Woro, Kragan, tebing sepanjang 15 meter dan ketinggian 6-7 meter. Akibatnya sempat menutup akses jalan tiga dukuh. Yakni, Srambit, Ngablak, Tegalsruan pasca material menutup jalan.

Kades Woro, Rasidan menginformasikan hujan terjadi sejak hari Kamis sore. Dari situ air di sungai setempat melimpah. Setelah hujan reda, sekitar pukul 21.00 tiba-tiba tebing di sana longsor.

”Tutup akses tiga kedukuhan bagi perekonomian masyarakat. Untuk sekadar dilewati kendaraan sepeda motor masih bisa,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (8/3).

Menurutnya longsor semacam ini kerap terjadi saat musim hujan. Untuk daerah bagian atas sudah aman, usai dibuatkan tebing dan talud. Kecuali di titik yang ambrol masih berupa tanah sehingga labil.

Selain Desa Woro, hujan juga menyebabkan SMPN 2 Lasem banjir. Ada enam kelas yang kemasukan air. Bahkan terpaksa ujian sekolah kelas XI di undur, sebab lapangan di belakang tergenang air.

Kepala Sekolah SMPN 2 Lasem, Harjanta menyampaikan air kiriman dari sungai masuk usai Magrib. Air mengepung di kawasan sekolah. Akhirnya merembes di pagar, masuk halaman sekolah.

”Bagian depan sudah aman. Cuma dari samping pagar ada yang retak, sehingga merembes dan masuk di halaman sekolah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (8/3).

Akhirnya air masuk di samping dan belakang sekolah. Kurang lebih ketinggian air di halaman depan sekitar 40 cm. Lalu menggenangi enam kelas XI. “Alhamdulillah tidak mengganggu aktivitas mengajar,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Purwadi Samsi menyampaikan sejumlah peralatan sudah disiapkan selama menghadapi siaga bencana. Utamanya bambu dan karung pasir, termasuk logistik makanan.

Begitupun kalau ada pengungsi, otomatis siap dengan evakuasi. Secara global inilah yang disiapkan BPBD setempat. sebagai bentuk kesiapan menghadapi siaga bencana yang beberapa terakhir kerap terjadi.

”Berapa pun anggaran kami siapkan, jadi tidak ada anggaran khusus. Kalau logistik atau karung habis kita ajukan di tingkat profinsi. BPBD Profinsi sudah siap. Prinsip kita membantu penanganan sementara, untuk permanen bukan tugas kami” ungkapnya singkat kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (8/3).

Kasi Kegawatdaruratan BPBD Pramujo menyampaikan hingga kini belum melakukan pendataan secara menyeluruh kerugian yang disebabkan banjir ataupun longsor. Sementara yang sudah dilaporkan Sumurpule, Kragan di satu RT dengan jumlah 60 kepala keluarga. “Lainnya dari beberapa desa belum masuk termasuk Narukan, Woro, Sendangwaru, Sumbergayam, Terjan,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 11:17:15 +0700
<![CDATA[Siltap Turun, Perbup Alokasi Dana Desa Bakal Direvisi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123945/siltap-turun-perbup-alokasi-dana-desa-bakal-direvisi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/siltap-turun-perbup-alokasi-dana-desa-bakal-direvisi_m_123945.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/siltap-turun-perbup-alokasi-dana-desa-bakal-direvisi_m_123945.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123945/siltap-turun-perbup-alokasi-dana-desa-bakal-direvisi

Peraturan Pemerintah RI yang di dalamnya mengatur kenaikan gaji perangkat desa telah turun. Menyusul turunnya PP tersebut, Perbup No. 65 Tahun 2018 tentang ADD]]>

KOTA - Peraturan Pemerintah (PP) RI yang di dalamnya mengatur kenaikan gaji perangkat desa telah turun. Menyusul turunnya PP tersebut, Perbup No. 65 Tahun 2018 tentang ADD (alokasi dana desa) pun segera direvisi.
Adapun PP yang dimaksud, yakni Peraturan Pemerintah RI Nomor 11 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. 
Dalam PP tersebut diatur, penghasilan tetap (siltap) kepala desa serendah-rendahnya yakni sebesar Rp 2,4 juta, atau setara dengan 120 persen gaji PNS golongan IIa. Sementara, sekdes serendah-rendahnya akan bersiltap sebesar Rp 2.2 juta, sedangkan siltap perangkat desa minimal Rp 2 juta. 
Dalam PP yang diundangkan tanggal 28 Februari itu juga mengatur bahwa apabila ADD tidak mencukupi, pendanaan untuk siltap bisa bersumber dari anggaran lain di luar Dana Desa. 
Kepala Dinpermades Rembang Sulistiyono mengungkapkan, menyusul turunnya PP tersebut, perbup yang mengatur mengenai ADD pun akan segera direvisi. Sebab, siltap baru tersebut paling lambat harus berlaku pada Januari 2020. 
"PP sudah keluar. Jadi, dalam waktu dekat akan ada revisi perbup ADD No. 65 Tahun 2018.  Dan akan dilaksanakan selambat-lambatnya Januari 2020," paparnya kemarin.
Adapun dalam PP tersebut, juga disebutkan bahwa anggaran untuk siltap kades, sekdes, perangkat serta BPD (Badan Permusyawaratan Desa) hanya diperbolehkan paling banyak sebesar 30 persen dari total APBDes. Sementara 70 persennya atau anggaran mayoritas diperintukkan pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan, pemberdayaan masyarakat desa, serta penyelenggaraan pemerintahan desa. 
Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz dalam salah satu forum belum lama ini mengungkapkan, kenaikan siltap bagi kades, sekdes dan perangkat paling cepat bisa dilaksanakan akhir tahun ini. Yakni menunggu dilaksanakannya APBD Perubahan yang biasanya dilakukan di tiga bulan terakhir tahun anggaran. 
"Peraturan pemerintah sudah turun tentang siltap. Kapan pelaksanannya? Menunggu aturan di bawahnya, sampai Perbup. Kalau berdasar APBD, ya nunggu di perubahan paling cepat," tutur Bupati.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 11:05:31 +0700
<![CDATA[Dugaan Asusila Oknum Guru Agama Resmi Dipolisikan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123944/dugaan-asusila-oknum-guru-agama-resmi-dipolisikan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/dugaan-asusila-oknum-guru-agama-resmi-dipolisikan_m_123944.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/09/dugaan-asusila-oknum-guru-agama-resmi-dipolisikan_m_123944.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/09/123944/dugaan-asusila-oknum-guru-agama-resmi-dipolisikan

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Rembang memastikan telah melaporkan oknum guru AG ke Unit IV Satreskrim Polres Rembang pada Rabu (6/3) sore.]]>

KOTA – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Rembang memastikan telah melaporkan oknum guru AG ke Unit IV Satreskrim Polres Rembang pada Rabu (6/3) sore. Ada empat perwakilan dari Komnas PA yang mendatangi Mapolres untuk melaporkan kasus dugaan asusila tersebut.

Divisi Hukum Komnas PA Rembang Jalaludin mengungkapkan, pihaknya tetap melaporkan oknum guru agama berinisial AG, meski yang bersangkutan telah melakukan upaya damai dengan para korban. Sebab, pihaknya menilai apa yang telah dilakukan pelaku tetaplah tindakan melanggar hukum.

”Kami melaporkan peristiwa yang terjadi di Sendangcoyo, Kecamatan Lasem. Dari Komnas ada 4 orang. Unit PPA (Perlindungan Perempuan Dan Anak) juga antusias menerima laporan kami,” paparnya kemarin.

Jalaludin menerangkan, meski secara resmi telah melaporkan, namun dirinya belum menentukan pasal yang digunakan untuk menjerat pelaku. Dia menyebut, pasal tersebut akan ditentukan kepolisian setelah menerima keterangan dari saksi. Dia menyatakan pihak Unit PPA Satreskrim akan menindaklanjuti laporan tersebut dan segera memanggil saksi-saksi. 

”Dilihat kronologinya seperti apa oleh kepolisian,” kata dia.

Oknum guru yang diduga melakukan tindakan asusila sebenarnya telah dikeluarkan dari tempatnya mengajar di salah satu SD di Sendangcoyo Kecamatan Lasem. Pelaku dan keluarga korban juga dikabarkan telah melakukan kesepakatan damai. Namun, belum ada keterangan pasti apakah ada surat kesepakatan bersama (SKB) antar kedua belah pihak atau tidak.

Jalaludin menyebut, tetap bersikukuh melaporkan kasus tersebut agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Sehingga, ke depan tak terjadi lagi kasus serupa. Apalagi, Kota Garam juga menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) sejak beberapa tahun lalu.  

”Efek traumanya bagi anak-anak ini kan luar biasa. Sangat berbahaya. Pelaku harus ditindak tegas,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Unit IV PPA Satreskrim Polres Rembang Ipda Yeni Dwi Sukmawati hingga kemarin sore belum bisa dikonfirmasi terkait laporan tersebut. Kasatreskrim AKP Kurniawan Daeli serta Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso juga belum bisa mengonfirmasi kebenaran laporan itu.

”Hal ini belum naik ke meja saya,” ungkap Kapolres, singkat kemarin.

Diberitakan sebelumnya, oknum guru agama di salah satu SD di Sendangcoyo Lasem diduga melakukan pelecehan seksual terhadap para siswinya. Oknum guru honorer yang sudah dipecat itu diduga meraba dada serta membuka rok para siswi saat praktek wudhu dan salat.

Adapun kepala sekolah SD tersebut, Sutari beberapa waktu lalu sudah mengonfirmasi pemecatan sang guru.

]]>
Ali Mustofa Sat, 09 Mar 2019 10:56:39 +0700
<![CDATA[Longsor di Desa Menggar Hancurkan Rumah Janda, Begini Kondisinya]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/07/123561/longsor-di-desa-menggar-hancurkan-rumah-janda-begini-kondisinya https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/07/longsor-di-desa-menggar-hancurkan-rumah-janda-begini-kondisinya_m_123561.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/07/longsor-di-desa-menggar-hancurkan-rumah-janda-begini-kondisinya_m_123561.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/07/123561/longsor-di-desa-menggar-hancurkan-rumah-janda-begini-kondisinya

Rumah Waskinatuljanah, 35, warga Desa Menggar, RT 02/RW 02, Sluke, Rembang, tertimpa longsor pukul 06.20 kemarin. Panjang longsor 27 meter dan tinggi 7 meter.]]>

REMBANG – Rumah Waskinatuljanah, 35, warga Desa Menggar, RT 02/RW 02, Sluke, Rembang, tertimpa longsor pukul 06.20 kemarin. Panjang longsor 27 meter dan tinggi 7 meter. Tebing ini diketahui milik Lasmudi, 50. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Kerugian ditaksir jutaan rupiah.

Pascakejadian Waskinatuljanah tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya. Janda anak satu ini sesegukan usai pulang dari pasar. Dia kaget dapur rumahnya hancur.

Mengenakan kaos oblong kuning, Janah tetap tabah. Ia tetap bersyukur. Karena ibunya Sutarmi yang kebetulan berada di rumah selamat.

Kades Menggar Mahmud menjelaskan, musibah setelah hujan sejak pukul 19.00 Selasa (5/3). Pagi harinya atau kemarin sekitar pukul 06.20 tebing di atas rumah Waskinatuljanah longsor. Saat kejadian korban bersama anaknya tidak di rumah. Hanya ada ibunya di rumah.

Saat itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Setelahnya warga sebagian keluar menengok bunyi tersebut. ”Suaranya keras, grobyak. Ternyata rumah bagian belakang yang digunakan dapur tertimpa longsor,” ujarnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purwadi Samsi melalui Kasi Kegawatdaruratan Pramujo mengaku setelah mendapat kabar, dirinya langsung terjun ke lokasi longsor. Setelah melakukan pendataan dilanjutkan kerja bakti.

”Upaya yang dilakukan BPBD assessment di lokasi kejadian. Lalu mengerahkan masyarakat untuk kerja bakti. Material longsir dan reruntuhan rumah dibersihkan,” katanya.

Belum rampung menangani longsor di Manggar, di jam sama BPBD Rembang mendapatkan laporan di kecamatan lain. Kali ini yang dilaporkan di Banyuurip, RT 01/RW 01, Desa Pancur. Di sana tebing longsor. Panjang 8 meter dan tinggi 4 meter.

Tebing longsor di rumah milik Sutari, 59. Dalam peristiwa ini longsoran sempat menutup setengah akses jalan desa menuju Criwik, Pancur. Dalam peristiwa ini BPBD sama mengajak warga kerja bakti untuk membuka akses jalan. ”Kami juga membantu logistik berupa sembako dan uang tunai Rp 1 juta untuk pembelian material,” tutupnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 07 Mar 2019 09:10:15 +0700
<![CDATA[Bejat! Bertahun-tahun Raba Dada Siswi, Oknum Guru Agama Dipolisikan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123423/bejat-bertahun-tahun-raba-dada-siswi-oknum-guru-agama-dipolisikan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/bejat-bertahun-tahun-raba-dada-siswi-oknum-guru-agama-dipolisikan_m_123423.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/bejat-bertahun-tahun-raba-dada-siswi-oknum-guru-agama-dipolisikan_m_123423.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123423/bejat-bertahun-tahun-raba-dada-siswi-oknum-guru-agama-dipolisikan

Oknum guru mata pelajaran Agama salah satu SD di Lasem, AG diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya. Kasus itu tersiar Komnas PA.]]>

LASEM – Oknum guru mata pelajaran Agama salah satu SD di Lasem, AG diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya. Kasus itu tersiar setelah Komnas Perlindungan Anak (PA) Rembang mendapat informasi dari masyarakat dan turun langsung ke lapangan. Hari ini, Komnas PA pun berencana melaporkan ke Satreskrim Polres Rembang, kendati oknum guru itu sudah dipecat dari sekolah.

Sekretaris Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Rembang Heru Irianto mengungkapkan, pelecehan seksual itu terjadi sudah bertahun-tahun. Namun, kasus itu baru mencuat setelah salah satu siswi SD, DL (7) mengalami trauma psikologis akibat yang dilakukan sang oknum guru.

”Kami mendapat laporan dari masyarakat, kemudian terjun ke lapangan. Setelah itu kami kumpulkan bukti-bukti. Kebetulan korban proaktif,” terang dia kemarin.

Heru memaparkan, berdasarkan keterangan korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD, kejadian itu sudah dilakukan bertahun-tahun. Dan, korbannya diperkirakan hampir semua siswi SD yang diajar sang guru.

”Diraba-raba daerah sensitifnya. Bagian dada. Sudah sembilan wali murid yang melapor, tapi sebenarnya diperkirakan lebih banyak,” paparnya.  

Sebab, DL juga menyebut sejumlah nama dari kelas tiga, empat sampai enam. Heru menyatakan, kejadian itu bermula ketika DL tidak mau berangkat sekolah setiap kali ada pelajaran Agama.  

Karena curiga, orangtua DL pun kemudian datang ke sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut pada akhir Februari lalu. Pihak keluarga akhirnya mendapat klarifikasi, dan sang oknum guru mengakui perbuatannya. Kini, sang oknum guru honorer itu pun telah dipecat.

“Pihak keluarga korban dan pelaku sudah berdamai dan memaafkan. Tapi menurut Undang-Undang Perlindungan Anak, ini kasus hukum dan tetap akan kami laporkan ke Polres Rembang besok (hari ini, red),” ungkapnya.

Heru menyebut, pelaporan itu untuk memberikan efek jera kepada para predator anak. Apalagi, kejadian itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan memakan banyak korban.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD tersebut, Sutari membenarkan telah memecat sang oknum guru yang diduga melakukan pelecehan terhadap banyak siswi tersebut. Namun, pihaknya enggan memberikan lebih panjang mengenai kronologinya.

”Benar (telah dipecat, red),” tegasnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Mar 2019 13:35:18 +0700
<![CDATA[Soal PGRI Diminta Iuran Gotong Rorong Beli Tanah, Begini Reaksi Dewan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123421/soal-pgri-diminta-iuran-gotong-rorong-beli-tanah-begini-reaksi-dewan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/soal-pgri-diminta-iuran-gotong-rorong-beli-tanah-begini-reaksi-dewan_m_1551858564_123421.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/soal-pgri-diminta-iuran-gotong-rorong-beli-tanah-begini-reaksi-dewan_m_1551858564_123421.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123421/soal-pgri-diminta-iuran-gotong-rorong-beli-tanah-begini-reaksi-dewan

Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko menilai jika iuran gotong royong guru PGRI untuk pembelian tanah tidak masuk pungli (pungutan liar).]]>

KOTA - Ketua Komisi D DPRD Rembang Henry Purwoko menilai jika iuran gotong royong guru PGRI untuk pembelian tanah tidak masuk pungli (pungutan liar). Anggapan tersebut, lantaran iuran tidak menguntungkan pribadi. Selain itu, pembangunan gedung PGRI itu juga untuk kepentingan seluruh anggota guru PGRI.

”Tidak apa-apa. Itu kan organisasi profesi, seperti karang taruna. Sepanjang tidak ada paksaan tidak ada masalah,” paparnya kemarin.

Meski tak mempermasalahkan iuran tersebut, namun sejatinya dirinya tak mengetahui adanya iuran gotong royong tersebut. Dia juga memastikan bila kegiatan iuran tersebut bukan kategori pungli, karena di luar kedinasan.

Sebelumnya, terdapat beberapa guru yang keberatan mengenai iuran gotong royong untuk pembelian tanah seluas 2.600 m2 Rp 1,8 miliar. Para guru anggtota PGRI diminta iuran sebesar Rp 500 ribu dalam bentuk pinjaman ataupun iuran sukarela. Uang tersebut digunakan untuk menebus tanah tersebut.

Hingga Senin (4/3) lalu, Ketua PGRI Rembang Jumanto mengaku sudah mendapatkan hasil iuran sebesar lebih dari Rp 1 miliar. Adapun, kekurangan sementara ditalangi dengan pinjaman ke sejumlah pihak sembari menunggu iuran anggota yang lain.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Mar 2019 13:03:54 +0700
<![CDATA[Kepastian Jalan Tol di Rembang Tunggu Revisi RTRW Provinsi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123418/kepastian-jalan-tol-di-rembang-tunggu-revisi-rtrw-provinsi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/kepastian-jalan-tol-di-rembang-tunggu-revisi-rtrw-provinsi_m_123418.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/kepastian-jalan-tol-di-rembang-tunggu-revisi-rtrw-provinsi_m_123418.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123418/kepastian-jalan-tol-di-rembang-tunggu-revisi-rtrw-provinsi

Bupati Rembang Abdul Hafidz ogah berspekulasi soal adanya jalan tol di Kota Garam. Apalagi sampai hari ini, pihaknya belum menerima perubahan RTRW Jateng.]]>

SLUKE – Bupati Rembang Abdul Hafidz ogah berspekulasi soal adanya jalan tol di Kota Garam. Apalagi sampai hari ini, pihaknya belum menerima perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dari Provinsi Jawa Tengah.

Ungkapan tersebut mengemuka saat saat Hafidz mengajar di SMPN 1 Sluke. Pertanyaan ini ditanggapi orang nomor satu di jajaran pemerintahan bahwa saat ini belum ada informasi apakah ke depan jalan tol memanfaatkan ruang pinggir laut, lahan pertanian atau perkampungan. Meski belakangan ada rencana pembangunan ruas jalan tol Semarang-Surabaya juga diperkirakan melintas di kota garam.

“Jika mengacu Perda RTRW Kabupaten Rembang, kawasan pinggir laut belum ditetapkan jalan tol. Makanya kami lebih menunggu bagaimana perubahan Perda RTRW.  Pemkab Rembang tinggal menyesuaikan,” terang bupati.

Menurutnya, hingga kemarin belum ada rencana sampai Rembang. Sehingga pihaknya enggan berandai-andai atau berkomentar tentang kapan dan persiapan kayak apa, karena di Perda RTRW untuk pinggir laut belum ditetapkan sebagai jalan tol. “Kami tunggu RTRW Pemprov Jateng seperti apa,” terangnya.

Namun, soal tindak lanjut soal jalan lingkar antara Kaliori- Lasem. Sepanjang 25,5 km. Kini informasi yang sudah masuk tahapan studi kelayakan.

 “Jalan lingkar akan dilanjutkan tahun 2019. Dengan membuat detail desainnya atau  DED (detail engineering design). Begitu selesai, tahun berikutnya pengadaan tanah dan 2021 pembangunan konstruksi,” bebernya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Mar 2019 12:44:57 +0700
<![CDATA[Dewan Ingatkan Kontribusi Rp 2,1 Miliar untuk Pelabuhan Tanjung Bonang]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123417/dewan-ingatkan-kontribusi-rp-21-miliar-untuk-pelabuhan-tanjung-bonang https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/dewan-ingatkan-kontribusi-rp-21-miliar-untuk-pelabuhan-tanjung-bonang_m_123417.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/06/dewan-ingatkan-kontribusi-rp-21-miliar-untuk-pelabuhan-tanjung-bonang_m_123417.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/06/123417/dewan-ingatkan-kontribusi-rp-21-miliar-untuk-pelabuhan-tanjung-bonang

Komisi B DPRD Rembang berharap sengketa antar investor soal lahan Pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke, bisa diselesaikan secara kekeluargaan.]]>

KOTA – Komisi B DPRD Rembang berharap sengketa antar investor soal lahan Pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke, bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Selain itu, dewan juga mengingatkan soal kontribusi sebesar Rp 2,1 miliar uang rakyat Kota Garam yang diperuntukkan untuk pelabuhan, agar bisa segera memberikan kontribusi untuk pemasukan daerah.

Menurut Anggota Komisi B DPRD Rembang Joko Suprihadi kunci penyelesaian pelabuhan salah satunya harus ada kilas balik sejarah. Karena hadirnya pelabuhan tidak lepas embrio Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).

”Seingat saya RBSJ mengeluarkan Rp 2,1 miliar untuk pelabuhan. Jadi tidak mungkin terjadi adanya pelabuhan Tanjung Bonang, tanpa adanya kontribusi PT. RBSJ. Kalau sebagai inisiator investor RBSJ, pemegang usaha bupati. Kalau begitu harusnya menguntungkan pemerintah daerah,” terangnya.

Pihaknya pun mendorong agar RBSJ sebagai inisiator terlibat aktif. Baik terlibat dalam hal urusan pelabuhan maupun keuntungan sesuai ekonomis. “Karena yang dilihat terjadi praktik perekonomian, sementara daerah belum mendapatkan apa-apa. Kami berharap apapun rekomendasinya pansus ataupun berbagai pihak. Harus mengingat sejarah inisiator berdirinya pelabuhan. Karena uang Rp 2,1 miliar bukan uang siapa-siapa, namun uang rakyat Rembang” tegas Joko yang dulu masuk tim pansus.

Lebih lanjut menyikapi sengketa antar investor, pihaknya berharap dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Karena menurutnya, di sana ada perselisihan. “Intinya hanya permasalahan ekonomi, lalu kesepakatan atas dasar kepercayaan. Kalau memang ada saling kepercayaan, kenapa harus ada sengketa. Kini yang dipikirkan uang yang dikeluarkan warga Rembang. Apalagi ini menggunakan lokasi-lokasi milik pemerintah daerah,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 06 Mar 2019 12:36:49 +0700
<![CDATA[Beli Tanah 2,6 Ha, Ribuan Guru di Rembang Ditarik Iuran Rp 500 Ribu]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123159/beli-tanah-26-ha-ribuan-guru-di-rembang-ditarik-iuran-rp-500-ribu https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/beli-tanah-26-ha-ribuan-guru-di-rembang-ditarik-iuran-rp-500-ribu_m_1551763476_123159.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/beli-tanah-26-ha-ribuan-guru-di-rembang-ditarik-iuran-rp-500-ribu_m_1551763476_123159.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123159/beli-tanah-26-ha-ribuan-guru-di-rembang-ditarik-iuran-rp-500-ribu

Ribuan anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Rembang gotong royong membeli tanah bakal bangunan gedung baru PGRI. Jumlahnya bervariasi.]]>

KOTA – Ribuan anggota PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Rembang gotong royong membeli tanah bakal bangunan gedung baru PGRI. Jumlahnya bervariasi. Namun, berdasarkan surat pernyataan yang beredar, nominal yang dianjurkan minimal Rp 500 ribu.

Kemarin, Ketua PGRI Rembang Jumanto mengaku dari iuran sukarela itu, terkumpul uang sebesar lebih dari Rp 1 miliar. Jumanto memaparkan, jumlah yang dibutuhkan untuk membeli tanah yakni sebesar Rp 1,8 miliar untuk tanah seluas 2.600 m2 di kawasan Ngotet, Kecamatan Kota Rembang.

”Hari ini (kemarin) jatuh tempo. Kurangnya via ngutang dulu,” paparnya saat dikonfirmasi kemarin.

Ada tiga pilihan iuran yang direkomendasikan dalam surat pernyataan. Pertama, meminjamkan uang sebesar Rp 500 ribu dan memberikan sumbangan sukarela seiklasnya. Kedua, menyumbangkan uang sebesar Rp 500 ribu. Ketiga, memberikan pinjaman uang sebesar Rp 500 ribu.

Menurut Jumanto, dari total 4.043 guru anggota PGRI di Rembang, banyak yang belum membayar iuran tersebut. Para guru yang ikut iuran pun banyak yang tak sesuai rekomendasi. Ada guru yang menyumbang Rp 200 ribu, Rp 300 ribu, meskipun ada juga yang hingga Rp 1 juta.

”Tidak ada paksaan. Itu sukarela saja. Mereka yang mau iuran kan yang merasa selama ini nasibnya diperjuangkan,” tambah Jumanto.

Sementara itu, salah satu kepala sekolah di Rembang yang enggan menyebutkan namanya mengaku hingga kemarin belum ikut memberikan iuran. Dia menyebut, karena tidak berkaitan dengan dinas, dikhawatirkan terkategorikan sebagai pungli.

”Itu kan tidak ada kaitannya dengan dinas. Takutnya pungli,” aku dia.

Sebagai informasi, menyusul dimintanya gedung PGRI lama oleh Pemkab Rembang dengan alasan pemeriksaan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) terkait aset, PGRI pun mengajukan gedung baru. Namun, pihak PGRI diminta untuk menyediakan lahan, sedangkan bangunannya nanti menjadi tanggung jawab Pemkab Rembang. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Mar 2019 12:16:18 +0700
<![CDATA[Diguyur Rp 2,1 Miliar, Pamotan Bakal Punya Pasar Semi Modern]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123156/diguyur-rp-21-miliar-pamotan-bakal-punya-pasar-semi-modern https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/diguyur-rp-21-miliar-pamotan-bakal-punya-pasar-semi-modern_m_123156.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/05/diguyur-rp-21-miliar-pamotan-bakal-punya-pasar-semi-modern_m_123156.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/05/123156/diguyur-rp-21-miliar-pamotan-bakal-punya-pasar-semi-modern

Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan inspeksi mendadak ke pasar Pamotan, Senin (4/3). Bupati asli Pamotan tersebut blusukan dalam rangka menyerap aspirasi.]]>

PAMOTAN – Bupati Rembang Abdul Hafidz melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Pamotan, Senin (4/3). Bupati asli Pamotan tersebut blusukan dalam rangka menyerap aspirasi dari para pedagang yang belakangan mengelukan kondisi pasar. Hasilnya, pasar di belakang terminal tersebut akan dibangun semi modern dengan anggaran sekitar Rp 2,1 miliar.

Turut mendampingi bupati Kepala Dinas Perindustrian Perdagaan Koperasi dan UKM (Dinindagkop dan UKM), Kabupaten Rembang, Akhsanudin, Kabid Bina Pasar, Isnan Suprayogi dan Camat Pamotan, Mahfudz.

Dari hasil pantauan pedagang banyak yang mengeluhkan, kerusakan pada bagian atap, sehingga tiap kali hujan selalu bocor. Kemudian, kondisi drainase banyak yang buntu sehingga terlihat kumuh, lantai blok jualan ikan rusak serta pagar depan selatan roboh.

Atas keluhan tersebut dinas terkait berencana melakukan renovasi agar pasar seperti pasar kecamatan lainnya. “Ini sesuai target bupati menjadikan pasar tradisional seperti semi modern,” terang Kepala Dinas Perindustrian Perdagaan Koperasi dan UKM (Dinindagkop dan UKM), Kabupaten Rembang, Akhsanudin.

Menurutnya pelaksanaan pembangunan dilakukan tahun ini. Utamanya untuk rehab bangunan yang mengalami kerusakan parah. “Kebetulan tahun ini ada dana DAK (dana alokasi khusus). Pak Bupati ingin melihat kondisi di lapangan, khususnya di sebelah utara,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (4/3).

Akhasanudin menyebutkan kerusakan bagian utara atau di bagian kios ikan memang sudah tidak layak. Kemudian, di sebelah timur turut  atau bagian depan yang akan disentuh, namun sifatnya hanya penambalan.

“Pastinya secara teknis konsultan perencana akan menghitung. Kurang lebihnya anggaran yang bakal dikucurkan Rp 2,1 Miliar. Prinsip pasar akan ditinggikan sejajar dengan jalan, supaya air tidak mudah tergenang,” terangnya.

Akhasanudin menambahkan perbaikan pasar pamotan menurutnya mendesak dilakukan terlebih usia bangunan lebih dari 10 tahun. “Sudah selayaknya diprioritaskan penataannya agar menjadi lebih baik. Namun tidak hanya pamotan, rencana juga pasar gandri,” ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 05 Mar 2019 11:57:27 +0700
<![CDATA[Cegah Sengketa Tanah Wakaf, Kemenag MoU dengan BPN]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122685/cegah-sengketa-tanah-wakaf-kemenag-mou-dengan-bpn https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/cegah-sengketa-tanah-wakaf-kemenag-mou-dengan-bpn_m_122685.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/cegah-sengketa-tanah-wakaf-kemenag-mou-dengan-bpn_m_122685.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122685/cegah-sengketa-tanah-wakaf-kemenag-mou-dengan-bpn

Para pengelola tanah wakaf atau nadzir dapat mengurus akta ikrar wakaf di Kantor BPN. Hal ini berlaku bagi status tanah wakaf yang diberikan orang terdahulu.]]>

KOTA –  Para pengelola tanah wakaf atau nadzir dapat mengurus akta ikrar wakaf di Kantor BPN. Hal ini berlaku bagi status tanah wakaf yang diberikan orang-orang terdahulu dengan cara memberikan lisan. Kebijakan tersebut untuk mengantisipasi adanya sengketa tanah dengan ahli waris.

Teknisnya, setelah diurus bisa diterbitkan oleh KUA setempat. Hal ini terungkap saat kegiatan pelantikan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Sekaligus bersamaan seminar perwakafan yang digelar oleh Kemenag Rembang Kamis (28/2) di Hotel Gajahmada.

Kasi Pemberdayaan Wakaf Bidang Penerangan Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng mengatakan  adanya kebijakan tersebut, pengelola diminta mengurus akta ikrar wakaf. Tentunya dengan berbagai syarat yang berlaku.

”Akta Ikrar wakaf bisa dibuat jika ada masyarakat yang bersaksi dan melaporkan kepada nadzir , KUA setempat dan pihak-pihak yang terlibat,” ungkapnya di hadapan tamu undangan.

Jika akta ikrar wakaf sudah terbit, pihak pengelola bisa segera mengurus sertifikasi tanah wakaf tersebut. Tujuannya, untuk mengantisipasi sengketa tanah tersebut dengan ahli waris. Dengan demikian tidak mungkin dipersoalkan ahli waris. Karena sudah ada akta ikrar dan sertifikasi tanah wakaf.

Karena yang terjadi di daerah kasus sengketa tanah wakaf terjadi. Akhirnya dimenangkan oleh ahli waris. Karena statusnya tidak ada bukti. Akhirnya kalah.

”Saya meminta pengurus BWI Kabupaten Rembang periode 2018-2021 yang baru saja dilantik untuk menjembatani persoalan tanah wakaf yang belum bersertifikat,” ujarnya.

Sebelumnya pengurus BWI Jateng secara resmi melantik pengurus Rembang. Pelantikan dari perwakilan pengurus BWI Jateng, Fahmad Furqon. BWI Kabupaten Rembang ini diketuai oleh Atho'illah sebagai dewan pertimbangan.

Lalu M. Sholahudin Fatawi sebagai Ketua Badan Pelaksana. Sementara anggota dewan pertimbangan M. Munib Muslih dan Abdullah Zawawi. Jajaran Badan Pelaksana, Hadi Purwaningsih sebagai Wakil Ketua.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang diwakili oleh asisten III Setda Rembang, Noor Effendi berharap pembentukan pengurus BWI ini dapat mempercepat proses sertifikasi di Kabupaten Rembang. ”Pendataan wakaf perlu dilakukan agar tanah wakaf mendapatkan kepastian hukum," ujarnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 14:09:18 +0700
<![CDATA[Awasi Penyaluran Bansos, Satgas Pasang Stiker Layanan Pengaduan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122683/awasi-penyaluran-bansos-satgas-pasang-stiker-layanan-pengaduan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/awasi-penyaluran-bansos-satgas-pasang-stiker-layanan-pengaduan_m_122683.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/awasi-penyaluran-bansos-satgas-pasang-stiker-layanan-pengaduan_m_122683.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122683/awasi-penyaluran-bansos-satgas-pasang-stiker-layanan-pengaduan

Tim koordinasi satuan tugas (satgasus) Polres Rembang siap mengawasi pengamanan bantuan sosial (bansos). Kemarin, tim terjun untuk memberikan sosialisasi.]]>

KOTA – Tim koordinasi satuan tugas (satgasus) Polres Rembang siap mengawasi pengamanan bantuan sosial (bansos). Kemarin, tim terjun untuk memberikan sosialisasi dan pendataan serta penempelan stiker layanan pengaduan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Kabupaten Rembang melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Nasaton Rofiq menyebutkan, terbentuknya satgas tersebut merupakan tindak lanjut MoU antara Kapolri dengan Menteri Sosial. “Selanjutnya Kapolri memerintahkan jajaran Kapolda, untuk membentuk Satgas hingga di tingkat daerah. Di dalamnya meliputi dari Binmas, Intel hingga Reskrim untuk mengawasi penyaluran bansos,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (1/3)

Menurutnya adanya satgas tersebut selain mengawasi juga memastikan bantuan diterima keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah ditetapkan. “Tujuannya agar Bansos (Bantuan Pangan Non Tunai atupun Program Keluarga Harapan (PKH) tepat sasaran,” katanya.

Rofiq menambahkan tim khusus tersebut juga mendata KPM yang sudah keluar dari kepesertaan. “Hasil laporan pendamping yang mengundurkan diri lebih 200 kepesertaan. Mereka tersebar di 14 kecamatan. Paling banyak ada di Pamotan dan Sulang,” bebernya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 14:00:46 +0700
<![CDATA[Dihajar Truk, Jembatan Dadapmulyo-Babaktulung Ambrol]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122682/dihajar-truk-jembatan-dadapmulyo-babaktulung-ambrol https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/dihajar-truk-jembatan-dadapmulyo-babaktulung-ambrol_m_1551510604_122682.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/dihajar-truk-jembatan-dadapmulyo-babaktulung-ambrol_m_1551510604_122682.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122682/dihajar-truk-jembatan-dadapmulyo-babaktulung-ambrol

Jembatan penghubung antara Desa Dadapmulyo-Babaktulung, Kecamatan Sarang, ambrol setelah kerap dilintasi truk dump bermuatan berat.]]>

SARANG - Jembatan penghubung antara Desa Dadapmulyo-Babaktulung, Kecamatan Sarang, ambrol setelah kerap dilintasi truk dump bermuatan berat. Akibat ambrolnya jembatan ukuran 4x3 meter tersebut, kendaraan roda empat tak bisa melintas.

Menurut informasinya Jawa Pos Radar Kudus, kendaraan berat melintasi jembatan untuk mengakut material berupa tanah uruk kedua jalan poros desa setempat. Setiba di lokasi jembatan yang sudah berusia sekira 15 tahun tersebut ambrol.

Sekdes Desa Dadapmulyo, Sarang, Asrofi saat dikonfirmasi membenarkan jembatan yang ambrol usianya belasan tahun. Kurang lebih 15 tahun. Jembatan penghubung antar desa tersebut, ukurannya tidak begitu besar.

”Jembatan kecil penghubung Dadapmulyo dan Babaktulung. Setiap hari dilewati warga dua desa untuk menuju pasar Sarang terdekat,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (1/3).

Dengan ambrolnya jembatan tersebut, warga yang hendak berpergian ke pasar ataupun persawahan harus berhati-hati karena untuk sementara ditangani dengan cara dipasang papan saja.

”Kita sudah memberi rambu-rambu. Untuk memberitahukan kalau ada jembatan ambrol, jadi bagi kendaraan roda empat yang melintas agar tidak kecele,” terangnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait dan menurutnya sudah ditindaklanjuti pemerintah desa dengan DPU setempat. “Dinas terkait sudah survei langsung lokasi. Hanya harus sabar menunggu proses perbaikan,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 13:54:38 +0700
<![CDATA[Enam SMK di Rembang Tekan MoU Vokasi Industri dengan Semen Gresik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122681/enam-smk-di-rembang-tekan-mou-vokasi-industri-dengan-semen-gresik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/enam-smk-di-rembang-tekan-mou-vokasi-industri-dengan-semen-gresik_m_122681.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/02/enam-smk-di-rembang-tekan-mou-vokasi-industri-dengan-semen-gresik_m_122681.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/02/122681/enam-smk-di-rembang-tekan-mou-vokasi-industri-dengan-semen-gresik

PT Semen Gresik mendukung progam pendidikan vokasi industri menjadi prioritas jajaran Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.]]>

DEMAK - PT Semen Gresik mendukung progam pendidikan vokasi industri menjadi prioritas jajaran Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perusahaan persemenan terkemuka ini berkomitmen berkontribusi positif dalam peningkatan SDM yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di Kabupaten Rembang.

Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara Semen Gresik dengan enam kepala sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Garam. Yakni saat kegiatan peluncuran progam pendidikan “Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link and Match Industri” dengan SMK se-Jateng dan DIJ yang digelar Kamis (28/2) di PT Delta Dunia Sandang Tekstil (Duniatex) Demak.

Penandatangan disaksikan langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Selain Semen Gresik, puluhan perusahaan lain di wilayah Jateng-DIJ juga turut berupaya melakukan hal serupa. Perusahaan yang bergerak di berbagai sektor itu juga menjalin kerjasama dengan SMK-SMK di wilayah sekitarnya.

"Semen Gresik mendukung program ini. Ini bagian upaya kita meningkatkan keterampilan dan juga kompetensi anak didik SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri," kata Kepala Departemen Pendukung Operasional PT Semen Gresik, Gatot Mardiana.

Terkait progam link and match ini, Semen Gresik menggandeng enam SMK di Rembang. Yakni SMKN 1 Gunem, SMKN 1 Sumber, SMKN 2 Rembang, SMK Taruna Bulu, SMK Muhammadiyah Lasem dan SMK Annuroniyah Sulang.

Selain penandatanganan MoU, SG juga menyerahkan hibah bantuan dari Semen Gresik berupa mesin dan peralatan penunjang praktek kejuruan senilai Rp100 juta untuk enam SMK tersebut.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku mendukung penuh progam vokasi industri. Dia menyebut jika dunia pendidikan tidak bisa mengikuti dinamika tersebut maka akan semakin tertinggal dengan kebutuhan riil industri.

Pihaknya juga ingin pendidikan vokasi industri ini juga ramah terhadap kalangan penyandang disabilitas. Menurutnya jika diberi kesempatan, warga berkebutuhan khusus tersebut juga bisa menghasilkan karya yang menarik dan bernilai ekonomis.

"Batik yang saya pakai ini adalah hasil kreativitas anak-anak SLB. Makanya disabilitas juga harus diberi kesempatan," pesan Ganjar.

Sementaraitu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan sejak diluncurkan tahun 2017, progam pendidikan vokasi ini telah menjangkau wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi. Tahun 2019, pihaknya menargetkan ada 2.685 SMK yang menjalin kerja sama dengan kalangan industri.

Kemenperin, kata Airlangga akan memberikan insentif bagi perusahaan yang berperan aktif dalam pengembangan pendidikan vokasi. Saat ini pemerintah sedang menyiapkan skema insentif fiskal super deductible tax berupa pengurangan penghasilan bruto sebesar 200 persen dari biaya yang dikeluarkan perusahaan. 

]]>
Ali Mustofa Sat, 02 Mar 2019 13:46:51 +0700
<![CDATA[Jalan Sepanjang 600 Km Tak Luput dari Perbaikan ]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122506/jalan-sepanjang-600-km-tak-luput-dari-perbaikan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/jalan-sepanjang-600-km-tak-luput-dari-perbaikan_m_122506.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/03/01/jalan-sepanjang-600-km-tak-luput-dari-perbaikan_m_122506.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/03/01/122506/jalan-sepanjang-600-km-tak-luput-dari-perbaikan

Peningkatan infrastruktur di Kota Garam menjadi salah satu komitmen yang bakal dipenuhi Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto.]]>

REMBANG - Peningkatan infrastruktur di Kota Garam menjadi salah satu komitmen yang bakal dipenuhi Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto. Pelan namun pasti, sebagian besar kondisinya jalan telah mulus. Termasuk sarana infrastruktur lain terutama di sisi sarana air dan tata ruang.

Tercatat total jalan sepanjang sekitar 600 km di Kabupaten Rembang tak luput dari perbaikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang. Dengan model pekerjaan bertahap dari pemeliharaan hingga peningkatan.

Sesuai dengan capaian pemeliharaan jalan kabupaten, tahun 2017 totalnya 43.50 km dan 2018 totalnya 50 km. Kemudian, peningkatan jalan kabupaten. Tahun 2017 totalnya 30.44 km dan tahun 2018 totalnya 52,27 km. Selanjutnya, di hotmix  tahun 2017 totalnya 266,79 dan tahun 2018 sebanyak 48,07 km.

Sektor penggantian jembatan juga tak luput, tercatat tahun 2017 totalnya sebanyak 6 unit dan tahun 2018 sebanyak 2 unit. Termasuk dari sisi pemeliharaan jembatan di tahun 2018 totalnya 3 unit.

Selanjutnya bidang infrastruktur Sumber Daya Air di Kabupaten Rembang. Untuk kegiatan rehabilitasi, pembangunan atau pembuatan, serta pemeliharaan. Meliputi bendung, embung, bangunan air dan saluran.

Untuk rehab bendung tahun 2017 ada 14 titik, embung 6 titik, bangunan air 2 titik, saluran 14.230,82 meter. Sementara pembangunan atau pembuatan, bendung 3 buah, embung 2 buah, bangunan air 1 buah dan saluran 1.390,96 meter.

”Semua pembangunan masuk di tanah kabupaten. Kalau tidak aset tidak bisa masuk dan menjadikan susah peroleh WTP (wajar tanpa pengecualian),” Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Rembang, Sugiarto saat ditemui Jawa Pos Radar Kudus.

Dinas yang mengelola tiga bidang dan satu sekretariat masing-masing, Bina Marga, Sumber Daya Air dan Tata Ruang dan Bina Marga mengakui jika sesuai instruksi bupati jalan sepanjang 600 km meliputi kabupaten dan poros desa menjadi skala prioritas.

“Bidang Bina Marga semua jalan ada yang di aspal dan beton. Biasanya jalan yang diaspal lalu lintas tidak begitu berat. Tetapi yang beton lalu lintas cukup berat. Pertimbangan umur jalan tahan lebih lama dan awet,” katanya.

Pihaknya optimistis perbaikan jalan tanpa lubang yang dipimpin Bupati Rembang, Abdul Hafidz dengan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto akan terlaksana.” Kami optimistis visi dan misi jalan tidak berlubang akan tercapai,” terangnya.

Kendalanya karena keterbatasan anggaran. Namun begitu, secara umum pembangunan sampai 2018 semua jalan nyaris telah baik.

“2019 targetnya dapat memuaskan masyarakat. Jalan tidak berlubang dipenuhi masyarakat. Kami sudah mulai awal Februari jalan  berlubang sudah di tutup. Lanjut pedesaan-pedesaan jalan-jalan yang berlubang,” paparnya.

]]>
Ali Mustofa Fri, 01 Mar 2019 15:25:40 +0700
<![CDATA[Sambangi Rembang, Bang Rhoma Nyanyi Perjuangan dan Doa]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122222/sambangi-rembang-bang-rhoma-nyanyi-perjuangan-dan-doa https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/sambangi-rembang-bang-rhoma-nyanyi-perjuangan-dan-doa_m_122222.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/sambangi-rembang-bang-rhoma-nyanyi-perjuangan-dan-doa_m_122222.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122222/sambangi-rembang-bang-rhoma-nyanyi-perjuangan-dan-doa

Raja dangdut Rhoma Irama menyambangi Kota Garam dalam agenda bertajuk Silaturrahmi Kebangsaan dan Tabligh Akbar di Gedung Haji Rembang kemarin siang.]]>

REMBANG – Raja dangdut Rhoma Irama menyambangi Kota Garam dalam agenda bertajuk Silaturrahmi Kebangsaan dan Tabligh Akbar di Gedung Haji Rembang kemarin siang. Pedangdut yang merambah menjadi politisi itu tak didampingi Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Sebagaimana dalam jadwal yang dirilis ke media. Infonya Zulkifli Hasan masih dirawat di rumah sakit di Jogjakarta.

Selain memberikan wawasan empat pilar, pria yang akrab disapa Bang Haji juga sempat menyanyikan sebuah lagu ciptaannya. Perjuangan dan Doa.

Dijadwalkan datang pukul 13.00, musisi dangdut yang juga ketua Partai Idaman itu baru sampai di lokasi acara lapangan Gedung Haji Rembang sekitar pukul 14.30. Namun, Bang Haji baru keluar dari mobil Alphard bernopol B 2885 BZF sekitar setengah jam kemudian. Puluhan warga pun berebut foto bareng pria berjuluk Satria Bergitar itu. Bang Haji yang tampil necis itu kemudian duduk di deretan kursi paling depan.

ORASI KEBANGSAAN: Rhoma Irama memberikan penjelasan empat pilar kebangsaan saat berkunjung ke Kabupaten Rembang kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

Setelah acara pembuka menyanyikan Indonesia Raya serta pembacaan ayat suci Alquran, Bang Haji kemudian naik ke atas panggung. Hal yang pertama dia sampaikan, yakni permintaan maaf karena Bang Dzul-sapaan akrab Zulkifli Hasan Ketua MPR RI, tidak dapat hadir di acara tersebut.

Dalam kesempatan kemarin, Bang Haji menyebut memaparkan panjang lebar orasi kebangsaan mengenai empat pilar, mewakili Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Empat pilar yang dimaksud yakni NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, dan Bhineka Tunggal Ika.

”Sebelum NKRI lahir ke bumi, ormas-ormas Islam seperti NU (Nahdlatul Ulama), Muhammadiyah, Syarikat Islam, itu telah eksis berdiri di Indonesia. Ketika penjajah Belanda datang ke Indonesia, jumlahnya bukan jutaan, bukan ribuan, mungkin ratusan. Yang dibawa satu politik devide et impera. Politik memecah belah,” tutur Bang Haji.

Hal itulah yang menurut Bang Haji menjadi awal perpecahan di Indonesia. Sebab, penjajah Belanda di Indonesia lebih dari 3,5 abad. Pada masa itu pula, turut melahirkan pahlawan bangsa.

”Kita mengenal Teungku Chik di Tiro. Kemudian Cut Njak Dhien pahlawan nasional wanita kita. Ke Sumatera Barat ada Tuanku Imam Bonjol. Ke Banten ada Pengeran Hasanuddin. Ke Jawa Tengah ada Pangeran Diponegoro ke Jawa Timur ada Bung Tomo,” lanjutnya.

Di berbagai daerah, juga banyak pahlawan-pahlawan dari muslim yang berjuang melawan Belanda. Sehingga kemerdekaan pun bisa direbut. Meskipun dengan pengorbanan  jiwa dan raga.

Dalam orasi kebangsaan sekitar satu jam itu, Bang Haji memaparkan panjang lebar empat pilar. Dia mengaitkannya perjuangan para pahlawan serta kondisi masa kini. Bang Haji juga membawakan beberapa ayat Alquran untuk menguatkan argumennya.

Dalam kesempatan itu, Bang Haji juga turut memberikan imbauan ke masyarakat agar jangan sampai golput di Pemilu yang digelar pada 17 April mendatang. Agar, jangan sampai orang-orang yang tidak baik yang menguasai negeri ini. Bang Haji juga turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk jangan sampai termakan berita hoaks atau berita bohong.

”Jangan ada umat beriman yang golput. Jangan ada orang baik yang golput. Kalau orang baik golput, nanti yang menguasai kursi-kursi DPR adalah orang-orang yang tidak baik,” kata dia.

Di bagian akhir orasinya, Bang Haji juga sempat menyanyikan lagu Perjuangan dan Doa. Ratusan warga yang hadir pun antusias turut menyenandungkan lagu itu. Sebab, memang familiar dengan lagu sang raja dangdut itu. 

Seusai memberikan orasi kebangsaan, Bang Haji langsung memimpin doa penutup acara lalu turun dari panggung dan masuk mobil Alpard dengan pengawalan ketat. Sebab ada banyak warga yang berebut meminta foto. Bang Haji pun menuju ke Kudus untuk agenda berikutnya.

Warga memadati  komplek Jenang Mubarok Kudus dari jam 16.30. Tak lain tujuan mereka untuk menyaksikan H. Rhoma Irama berkunjung di Meseum Jenang Mubarok.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus warga menunggu kedatangan Rhoma Irama dari sore. Menurut rundown acara, ia dijadwalkan tiba pukul 17.00. Namun Rhoma beserta rombongan tiba pukul 20.50. Ia dikawal mobil patroli Satlantas.

Rhoma Irama yang menaiki mobil Toyota Alphard hitam turun dari mobil bergegas masuk ke dalam Museum Jenang Mubarok . Rombongan kemudian diarahkan langsung naik kelantai II. Rhoma Irama beserta rombongan menyaksikan museum Jenang Mubarok dengan wajah terpukau.

Muhammad Hilmy, direktur Mubarokfood memperkenalkan sejarah singkat berdirinya jenang Kudus. Ia juga menjelaskan filosofi Gusjigang.

”Gusjigang itu singkatan bang Haji. Yakni, Bagus Ngaji Dagang,” ungkapnya, sambil diiringi anggukan kepala Rhoma Irama.

Rhoma sekita itu berfoto bersama dengan latar miniatur Menara Kudus. Hilmy juga memperlihatkan foto kenangan Rhoma Irama ketika waktu muda dulu. Lekas gelak tawa terpancar dari bibir Rhoma Irama.

Setelah berfoto, tak lupa memberikan doa agar Museum Jenang Mubarok dan Jenang Mubarok diberikan kelancaran ke depannya. Rombongan langsung bergegas turun ke lantai I. Ketika telah sampai pintu keluar, Rhoma Irama menandatangani testimoni Jenang Mubarok.

Ketika ditanya awak media, tujuan kunjungan ia hanya menjawab singkat saja. Dia hanya mengikut jadwal saja dari tim.

”Ini ada agenda lain. Saya hanya mengikuti tim,” ungkapnya.

Rombongan Rhoma Irama meninggalkan Museum Jenang Mubarok pukul 21.01. Diikuti pula Hilmy mengikuti rombongan Rhoma Irama.

Setelah kunjungan di Kudus, Rhoma tadi malam menginap di DSeasion Hotel Jepara. Hari ini dirinya akan melakukan konsolidasi DPC Idaman se-Jateng di Dseasion Jepara pada pukul 10.30-11.30. (gal)

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 11:47:06 +0700
<![CDATA[35 Tahun KSP Bhina Raharja Mengabdi untuk Anggota]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122189/35-tahun-ksp-bhina-raharja-mengabdi-untuk-anggota https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/35-tahun-ksp-bhina-raharja-mengabdi-untuk-anggota_m_122189.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/35-tahun-ksp-bhina-raharja-mengabdi-untuk-anggota_m_122189.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122189/35-tahun-ksp-bhina-raharja-mengabdi-untuk-anggota

Koperasi Simpan Pinjam Bhina Raharja sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, di hotel Fave Rembang. Ada yang spesial pada acara tahun ini.]]>
REMBANG - Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bhina Raharja sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2018, di hotel Fave Rembang. Ada yang spesial pada acara tahunan kali ini, mengusung tema 25 tahun bersama anggota, salah satu koperasi tertua di Kota Garam ini memberikan penghargaan bagi mereka yang berprestasi, diantaranya untuk anggota teraktif, cabang terbaik dan karyawan terbaik.

Agenda rutin tahunan ini dihadiri kepala Dinas Koperasi Tingkat Provinsi Jabar, Jateng, Jatim dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Kepala koperasi tingkat kabupaten/kota wilayah Jabar, Jateng, Jatim dan DIJ serta mitra kerja dan anggota koperasi KSP Bhina Raharja.

Hadir pula Asisten Deputi Penilaian Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP), Kemenkop RI, Ir. Asep Komarudin, MP dan Asisten Deputi keanggotaan USP, Kemenkop RI, Untung Tri Basuki, SH, MH. Kemudian, Pemkab Rembang, Bupati Rembang Abdul Hafidz diwakili Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto dan Asisten II, Abdulah Zawawi.

KOMPAK: Ketua KSP Bhina Raharja, HM. Atna Tukiman, SE (tengah) foto bersama jajaran pengurus saat RAT di hotel Fave Rembang, Sabtu kemarin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Ketua Pengurus Bhina Raharja HM. Atna Tukiman, SE dalam sambutannya menuturkan perjalanan panjang telah di tempuh KSP Bhina Raharja hingga seperti saat ini. Tercatat, sejak berdiri dimulai prakoperasi tahun 1984. Lalu mendapatkan pengesahan badan hukum, setelah pra koperasi 10 tahun. Dengan demikian mulai 1994 status badan hukum KSP Bhina Raharja baru diperoleh. “Jadi kalau dihitung hingga sekarang sudah 35 tahun,” ungkapnya.

Untuk memperlancar dan mempermudah kewajiban menggelar RAT, setiap cabang telah menggelar rapat kelompok. Selanjutnya, hasil rapat rumusan tiap wilayah, kemudian jadi bahan RAT. Dalam RAT juga dilaporkan laporan pertanggungjawaban selama tahun 2018. Lalu mengesahkan rancangan kerja dan anggaran dan belanja koperasi.

”RAT menjadi hal mutlak yang harus dilaksanakan. Karena ini ciri dan simbol dalam pergerakan koperasi. Selain implementasi dan semangat yang harus hidup dalam generasi, yaitu asas kekeluargaan,” terangnya.

REWARD: Ketua KSP Bhina Raharja, HM. Atna Tukiman (enam dari kiri) foto bersama pimpinan cabang BRI Rembang dan karyawan usai menerima reward. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Sementara langkah strategis untuk perkembangan dan peningkatan kesejahteraan di bidang kelembagaan. Diantaranya, mengikuti pembinaan dengan mengoptimalkan struktur organisasi.

“Kami juga menambah kantor cabang dan cabang pembantu. Di wilayah Jateng, Jatim, Jabar maupun DIJ. Sampai dengan RAT digelar KSP Bhina Raharja sudah miliki 51 cabang dan 31 kantor cabang pembantu di empat provinsi,” ungkapnya.

Kemudian, dari anggota tiap tahunnya mengalami peningkatan. Ini terlihat sejak tahun 2017 anggota KSP Bhina Raharja 29.577 dan tahun 2018 menjadi 35.163. “Kenaikan anggota mencapai 19 persen,” paparannya.

HANGAT: Ketua KSP Bhina Raharja, HM. Atna Tukiman duduk bersama Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto (tiga dari kanan) bersama perwakilan kementerian koperasi, Pemkab Rembang dan Kepala OPD terkait. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Selanjutnya, karyawan tahun 2017 sebanyak 807 orang. Lalu di tahun 2018 meningkat 969 karyawan atau naik 20 persen. Kemudian, bidang modal dan usaha, tahun 2017 sebanyak Rp 56,1 miliar dan tahun 2018 sebanyak 63, 3 miliar. “Naik 13 persen,” bebernya.

Aspek modal pinjaman tahun 2017 sebanyak Rp 38,7 miliar, di tahun 2018 sebesar 41,1 m atau naik 6,3 persen. “Lalu catatan di aset tahun 2017 sebanyak Rp 95,7 miliar dan tahun 2018 naik Rp 105, 8 miliar atau naik 10,6 persen,” ungkapnya.

Berikutnya volume pinjaman. Di tahun 2017 sebanyak Rp 196,2 miliar dan tahun 2018 naik menjadi Rp 217,3 miliar. Atau naik 10,7 persen. Kemudian pinjaman diberikan di tahun 2017 sebesar Rp 64,5 miliar dan tahun 2018 naik Rp 77,3 miliar atau naik 19,8 persen.

”Selanjutnya SHU (sisa hasil usaha). Di tahun 2017 sebesar Rp 2,1 miliar, di tahun 2018 naik menjadi Rp 2,8 miliar. Dengan kata lain SHU naik 41,6 persen,” jelasnya secara panjang lebar.

DOOR PRIZE: Ketua KSP Bhina Raharja, HM. Atna Tukiman foto bersama pimpinan cabang BRI Blora saat menyerahkan door prize motor kepada auditor internal, Muhammad Muhibudin. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

Selain mengelola usaha, KSP Bhina Raharja turut mewarnai bidang lain. Capaian yang dikerjakan memberikan pelatihan SDM karyawan dan manajer. Lalu memberikan pelatihan prima kepada karyawan. Termasuk dari sisi manajerial di setiap cabang. Jadi tidak perlu diragukan lagi kemampuannya.

Lalu kegiatan di bidang sosial, secara rutin kerja sama PMI setempat dengan mengikuti donor darah tiga bulan sekali. Di sisi lain juga terus memberikan santunan anak yatim maupun lansia yang ada. Termasuk saat ada bencana alam mengambil peran.

“Kami bersama dinas terkait juga selalu ikut kegiatan pasar murah. Semua kesuksesan, kelancaran dan hasil baik tidak lepas segenap anggota dan pembinaan. Khususnya pembinaan koperasi tingkat daerah, provinsi maupun kementerian koperasi. Lalu tidak luput kerja sama Dekompimda hingga pusat,” imbuhnya.

PENGHARGAAN: Ketua I, KSP Bhina Raharja, H Supriyadi Eko P, SE menyerahkan penghargaan tim audit internal. Satu sisi ketua II HM. Supana, SE menyerahkan penghargaan anggota teraktif, cabang dan karyawan terbaik. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 09:55:06 +0700
<![CDATA[Rapat Anggota Tahunan Tepat Waktu Bukti Koperasi Sehat]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122187/rapat-anggota-tahunan-tepat-waktu-bukti-koperasi-sehat https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/rapat-anggota-tahunan-tepat-waktu-bukti-koperasi-sehat_m_122187.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/rapat-anggota-tahunan-tepat-waktu-bukti-koperasi-sehat_m_122187.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122187/rapat-anggota-tahunan-tepat-waktu-bukti-koperasi-sehat

Sebagai koperasi tertua di Kota Garam, KSP Bhina Raharja telah banyak memberikan kontribusi luar biasa untuk Kota Garam. Diantaranya, peningkatan perekonomian.]]>

REMBANG - Sebagai koperasi tertua di Kota Garam, KSP Bhina Raharja telah banyak memberikan kontribusi luar biasa untuk Kota Garam. Diantaranya, tenaga kerja hingga peningkatan perekonomian masyarakat. Tak salah, jika koperasi yang telah menyandang predikat koperasi sehat tingkat nasional ini semakin dipercaya masyarakat.

Asisten Deputi Penilaian Kesehatan Unit Simpan Pinjam (USP), Kemenkop RI,  Ir. Asep Komarudin, MP menyampaikan apresiasi pengurus Bhina Raharja. Sebelumnya telah melaksanakan RAT tepat waktu.

”Mudah-mudah eksistensi Rapat Anggota Tahunan (RAT) tepat waktu merupakan pencerminan dari aspek demokrasi, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi,” ungkapnya saat hadiri di RAT.

Selain itu disampaikan arti penting RAT. Ini merupakan forum untuk bertemu dan bersilaturahmi antar anggota. Selain membicarakan dan menyepakati aspek-aspek di dalam meningkatkan kinerja Bhina Raharja jauh lebih baik.

Diharapkan pula semua ini tidak lepas RAT yang berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dalam kesempatan itu pula, sebagai wakil dari Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM RI tidak bosan-bosan berpesan untuk menjaga dan mempelihara koperasi.

 ”Jangan sampai koperasi berpotensi untuk melanggar ketentuan yang ada di dalam perundang-undangan,” ungkapnya.

Selain itu Asep mengapresiasi di dalam penilaian kesehatan Bhina Raharja. Grafiknya dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Mudah-mudahan yang telah dilaporkan ketua pengurus dapat memicu dan meningkatkan hasil kesehatan.

“Kategori saat ini memang sudah tinggi. Bahkan cukup sehat. Demikian kategori ke depan tembus menjadi sehat. Dengan catatan aspek-aspek tertentu perlu ditingkatkan, sangat perlu ditingkatkan dan sangat-sangat perlu ditingkatkan,” ungkapnya.

Kemudian ada aspek kualitas aktiva produktif. Ini sama-sama masuk kategori sehat, namun dengan catatan masih perlu meningkatkan mengurangi risiko pinjaman bermasalah. “Mudah-mudahan tahun buku 2018 lebih baik dibandingkan total pinjaman diberikan,” ungkapnya.

Kemudian, yang relatif mendekati sempurna manajemennya. Berikutnya soal aspek efisiensi, dari SHU yang dilaporkan mencerminkan salah satu yang meningkat. Karena aspek ini sangat perlu ditingkatkan. Disamping  aspek likuiditas, sangat perlu di tingkatkan.

”Dengan beberapa indikator, merupakan indikasi meningkatnya kinerja Bhina Raharja. Mudah-mudahan,” ungkapnya.

 Senada disampaikan Asisten Deputi keanggotaa USP, Kemenkop RI, Untung Tri Basuki, SH, MH memberikan semangat koperasi bisa besar dan memberikan efek di bidang ekonomi. Tentunya lewat rehabilitasi. Makanya bagi koperasi yang tidak aktif dibubarkan.

”Pengembangan koperasi sangat penting. Karena kita ingin koperasi memberikan aset besar dan ikut mengurangi angka kemiskinan. Lalu yang paling penting dapat andil di bidang distribusi aset dan pendapatan di masyarakat,” motivasinya.

Untuk itu, Bhina Raharja patut diapresiasi. Bahkan ke depan harus bisa anggotanya mencapai diatas 1 juta orang. Karena potensi dari Sabang-Merauke. Untuk itulah dimotivasi mengajak semua berkoperasi dan menjadi anggota.

“Ke depan koperasi Bhina Raharja makin besar. Mulai besar anggota maupun aset dan omzetnya. Ini semua harus dikelola profesional dengan cara menerapkan prinsip-prinsip koperasi,” ungkapnya.  

Terpisah Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang diwakilkan Asisten II Sekda Rembang, Abdulah Zawawi memberikan selamat kepada ketua pengurus dan jajarannya. Selain itu menyambut positif hadirnya koperasi. Dalam menyerap tenaga kerja, peningkatan pendapatan masyarakat dan berperan ekspor.

”Untuk itu RAT tahunan dapat identifikasi kendala dan masalah, untuk dicarikan solusi secara bersama-sama. Untuk terwujud keberhasilan dan kemajuan koperasi, sehingga akan terlihat dengan jelas sejauh mana langkah kedepan yang dilakukan pengurus,” sambutanya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 09:25:16 +0700
<![CDATA[Bulan Depan Pelabuhan Tanjung Bonang Ditargetkan Beri Pemasukan Daerah]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122170/bulan-depan-pelabuhan-tanjung-bonang-ditargetkan-beri-pemasukan-daerah https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/bulan-depan-pelabuhan-tanjung-bonang-ditargetkan-beri-pemasukan-daerah_m_122170.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/bulan-depan-pelabuhan-tanjung-bonang-ditargetkan-beri-pemasukan-daerah_m_122170.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122170/bulan-depan-pelabuhan-tanjung-bonang-ditargetkan-beri-pemasukan-daerah

Percepatan pengukuran lahan di kawasan pelabuhan Tanjung Bonang, Kecamatan Sluke masih dilakukan. Paling tidak dalam sebulan ini harus clear.]]>

SLUKE – Percepatan pengukuran lahan di kawasan pelabuhan Tanjung Bonang, Kecamatan Sluke masih dilakukan. Paling tidak dalam sebulan ini harus clear, sehingga bulan Maret sudah ada pemasukan masuk untuk kas daerah.

Menurut, Kepala Inspektorat Fahrudin pengukuran dilakukan untuk memperjelas status hak pengelolaan lahan (HPL). Selain itu, menentukan luasan maupun siap yang menguasai lahan di kawasan pelabuhan ini. ”Untuk yang belum HPL kita pastikan luasannya berapa. Intinya, ini harus ada penegasan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, Selasa (26/2) kemarin.

Penegasan bukan dilakukan dari pihak Inspektorat setempat. Melainkan penegasan dari bupati, bahwa  tanah dalam pengawasan pemda. Ini sebagai syarat untuk mengukur. Setelah itu masing-masing yang menguasai membuat surat perizinan.

Surat perizinan yang dimaksud terkait masalah sewa dan pemanfaatan tanah. Jika tahapan ini dilalui secara teknis clear. Tinggi masing-masing pengguna membayar kewajiban atas pembayaran sewa tanah tersebut.

“Tentu semua sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Makanya berbagai tahapan ini harus dilalui terlebih dahulu. Target paling tidak sebulan. Ini sesuai dengan target yang sudah ditentukan bupati. Harapannya di laporan keuangan daerah sudah dapat masuk . Jadi paling cepat akhir Maret rampung,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke memiliki luasan total 26 hektare. Tetapi baru 8,1 hektare yang sudah berstatus HPL. Sementara sekitar 17 hektare akan diselesaikan dalam waktu dekat.

”Terkait teknis ini pembahasan bakal dilakukan pihak-pihak terkait. Untuk memperjelas siapa saja yang memanfaatkan di kawasan pelabuhan Tanjung Bonang. Sekaligus memastikan hak dan kewajiban para investor memanfaatkan lahan reklamasi laut tersebut,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 08:08:21 +0700
<![CDATA[Ratusan Penghayat Kepercayaan di Rembang Ingin Ubah Kolom Agama]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122169/ratusan-penghayat-kepercayaan-di-rembang-ingin-ubah-kolom-agama https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/ratusan-penghayat-kepercayaan-di-rembang-ingin-ubah-kolom-agama_m_122169.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/28/ratusan-penghayat-kepercayaan-di-rembang-ingin-ubah-kolom-agama_m_122169.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/28/122169/ratusan-penghayat-kepercayaan-di-rembang-ingin-ubah-kolom-agama

Setidaknya ada 500 penghayat kepercayaan di Kota Garam yang menunggu diimplementasikannya perubahan kolom agama di e-KTP. Mereka ingin diakui kepercayaannya.]]>

KOTA – Setidaknya ada 500 penghayat kepercayaan di Kota Garam yang menunggu diimplementasikannya perubahan kolom agama di e-KTP. Sebab, sebagai penghayat, mereka tentu juga ingin diakui kepercayaannya sebagai wujud kesetaraan sebagai warga negara.

Kepala Dindukcapil Rembang Daenuri mengungkapkan, saat ini pihaknya memang memfokuskan untuk mencetak target 22.000 lembar e-KTP yang dicanangkan sebelumnya. Meski, sebenarnya sebelumnya pihaknya juga sudah sempat akan mencetak e-KTP khusus dengan kolom kepercayaan.

”Kebetulan alatnya kemarin sempat rusak. Ini diprioritaskan yang 22.000 dulu,” tuturnya Selasa (26/2) kemarin.

Lebih lanjut Daenuri menambahkan, untuk mengubah isi kolom agama menjadi kepercayaan, prosedurnya memang cukup rumit. Selain mengubah isi KK (kartu keluarga), juga ada prosedur lain yang harus ditempuh seperti pernyataan dari pengurus atau dewan keyakinan dengan dibuktikan dua orang saksi.

Ketua Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Indonesia (MLKI) Dwi Karno mengungkapkan, ada lebih dari 500 penghayat dari delapan kepercayaan di bawah naungannya. Dan, pihaknya memang sudah mendapatkan konfirmasi dari Dukcapil bahwa saat ini belum bisa mengakomodasi perubahan kolom agama.

” Sudah ketemu dengan Pak Daenuri (Kepala Dukcapil Rembang). Dulu juga sudah KTP, ternyata waktu itu belum siap. Banyak yang tertunda. Akhirnya dari para penghayat juga menunggu sampai siap dicetak,” tuturnya kemarin.

Sebenarnya, pihak Dukcapil siap memfasilitasi dengan surat keterangan (suket). Namun pihaknya memilih menunggu sampai alatnya benar-benar siap saja. Dwi Karno pun tak apa-apa dengan kolom agama yang kini masih terisi dengan “Islam”.

Dwi menambahkan, selama ini dirinya dan ratusan penghayat lain memang “terpaksa” mengisi kolom agama sesuai dengan data yang tersedia, yang diakui Pemerintah. Yakni Islam, Kristen, dan agama-agama lain.   

Untuk diketahui, delapan kepercayaan di bawah naungan MLKI berdasarkan data Kesbangpol Rembang yakni Sapto Darmo, Cempaka Putih, Das Sanga, Liman Seto, Pramono Sejati, Warining Seto, dan Palang Putih Nusantara. Di luar delapan itu, masih ada tiga kepercayaan di Rembang, yakni Kejaten, Pangestu dan Wayah Kaki.

]]>
Ali Mustofa Thu, 28 Feb 2019 08:01:26 +0700
<![CDATA[UNBK di Semua SMP Bukti Jaminan Mutu Pendidikan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121991/unbk-di-semua-smp-bukti-jaminan-mutu-pendidikan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/unbk-di-semua-smp-bukti-jaminan-mutu-pendidikan_m_121991.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/unbk-di-semua-smp-bukti-jaminan-mutu-pendidikan_m_121991.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121991/unbk-di-semua-smp-bukti-jaminan-mutu-pendidikan

Peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) bidang Pendidikan di Kabupaten Rembang menjadi salah satu bukti keberhasilan Bupati Rembang dan Wakil Bupati.]]>

REMBANG - Peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) bidang Pendidikan di Kabupaten Rembang menjadi salah satu bukti keberhasilan Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto. Ini ditujukan dengan telah lengkapnya fasilitas UNBK di semua SMP sederajat. Selain itu, peningkatan SDM dan beasiswa juga tetap menjadi perhatian.

Tahun ini Pemkab Rembang sudah menganggarkan dan penuhi kekurangan komputer UNBK. Untuk SMP negeri/swasta sekitar Rp 2,2 miliar. Totalnya 361 unit komputer. Termasuk untuk membantu sebagian di MTs.

Praktis UNBK SMP di Rembang tahun ini keseluruhan mandiri. Dengan rincian SMP tersebar di 53 sekolah, terinci 39 sekolah negeri dan 14 sekolah swasta. Sementara jenjang MTs sebanyak 42 madrasah, terinci 5 madrasah negeri dan 37 madrasah swasta. UN bakal dilaksanakan tanggal 22-25 April.

   Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Rembang, Mardi mengamini jika sarpas di bidang pendidikan mengalami peningkatan luar biasa. Mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP. “Memang belum sempurna. Tapi gedung bagus dan penataan lingkungan tertata baik,” terangnya.

Kemudian segi peningkatan dan pemberdayaan sumber daya pendidikan. Khususnya tenaga pengajar PNS atau non PNS. “Kami terus memacu dan meningkatkan kualitas tenaga pendidik. Ini penting, sebab guru PNS jumlah terbatas, lantaran banyak pensiun,” ujarnya.

Selam tiga tahun duet Hafidz dan Bayu memang sangat peduli tak hanya dengan para guru PNS maupun non PNS. Hal itu ditujukan dengan meningkatkan kesejahteraan. Misalnya K2 diberi bantuan berupa kesejahteraan setingkat UMK Rembang. Kemudian diklasifikasi pengabdian 8-10 tahun dinaikkan bantuan,” jelasnya.

Jumlah personel mencapai ribuan dengan anggaran satu tahun yang digelontor bagi mereka mencapai Rp 32 miliar. “Dari jumlah 4.000 ribuan, terdistribusi di TK, SD maupun SMP (paling banyak TK dan kelompok bermain),” bebernya.

Lalu aspek beasiswa. Ada yang berasal dari kurang mampu. Untuk SD-SMP tidak bayar biaya pendidikan. Tetapi bagi siswa dari keluarga kurang mampu, tentu butuh biaya personal. Misalnya beli buku tulis, seragam belum tercukupi.

”Di samping ada bantuan dari pemerintah pusat berupa program Indonesia pintar, Pemkab juga memberikan bantuan yang kurang mampu tetapi berprestasi,” katanya.

Bahkan bagi anak-anak dari keluarga yang kurang mampu melanjutkan perguruan tinggi ada bantuan. Wujudnya berupa beasiswa. Baik meliputi keseluruhan uang kuliah tunggalnya plus biaya hidupnya.

Bantuan ini sudah berjalan dua tahun. Jumlahnya terus meningkat. Gambarannya tahun 2017 jumlahnya sebenarnya 50 anak. Namun karena ada mengundurkan diri (dapat beasiswa lain) akhirnya sekitar 39 mahasiswa.

”Untuk di tahun kedua atau 2018 jumlahnya 52 mahasiswa. Memang pendaftarnya banyak, tetapi diambil berdasarkan kriteria,” ujarnya.

Tujuan Pemkab untuk meningkat SDM. Agar keluarga yang kurang mampu bisa terlayani. Salah satunya dengan keberadaan kampus Undip di Rembang. “Ini untuk meningkatkan angka rata–rata lama sekolah. Supaya ke depan bisa bersaing di kabupaten lain,” imbuhnya.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Feb 2019 14:45:50 +0700
<![CDATA[Resmi Dibuka, Desa Waru Dapat Program TMMD Sengkuyung]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121988/resmi-dibuka-desa-waru-dapat-program-tmmd-sengkuyung https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/resmi-dibuka-desa-waru-dapat-program-tmmd-sengkuyung_m_121988.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/resmi-dibuka-desa-waru-dapat-program-tmmd-sengkuyung_m_121988.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121988/resmi-dibuka-desa-waru-dapat-program-tmmd-sengkuyung

Program Tentara Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap I dianggarkan sebesar Rp 415 juta. Anggaran itu terdiri atas APBD Provinsi Jateng dan APBD Rembang.]]>

KOTA – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I dianggarkan sebesar Rp 415 juta. Anggaran itu terdiri atas APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 265 juta, dan sisanya Rp 150 juta dari APBD Kota Garam.

Dilaksanakan di Desa Waru, Kecamatan Kota Rembang, pembukaan TMMD secara resmi kemarin dibuka oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Turut hadir pula, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto dan jajaran forkopimda.

Berdasarkan laporan Kapten Inf Kun Muhandies Khaeroni, ada dua item yang menjadi sasaran proyek TMMD, yakni kegiatan fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik akan digunakan rabat beton sepanjang dengan panjang 420 meter, dan pembangunan sebuah Pos Kampling.

Sedangkan untuk kegiatan non- fisik, TMMD akan melakukan penyuluhan –penyuluhan, seperti Kamtibmas, hukum, narkoba, dan pelayanan kependudukan dan catatan sipil.

“Kegiatan fisik rabat beton panjang 420 meter, pos kampling. Sedangkan kegiatan non fisik seperti penyuluhan kamtibmas, hukum, narkoba, dan pelayanan kependudukan dan catatan sipil,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengingatkan TMMD merupakan bentuk merawat dan mengangkat budaya gotong royong untuk mengatasi persoalan. Oleh karena itu, TNI dan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah harus disinergikan.

“Inilah bagian cara kita dalam merawat dan mengangkat gotong royong untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan. Sinergitas dan Kemampuan TNI dan rakyat serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD,” ujarnya.

Bupati menyebut, berdasarkan data BPS bulan September 2018, jumlah penduduk miskin Jawa Tengah mencapai 3,87 juta, atau sekitar (11,19%). Dari data tersebut sebagian besar berada di wilayah pedesaan, yaitu mencapai 2,15 juta orang.

Berdasar data itu, pemerintah mengajak semua pihak untuk fokus terhadap program penanggulangan kemiskinan  di pedesaan. Pelaksanaan TMMD sendiri dilakaksanakan selama 30 hari kedepan terhitung sejak kemarin.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Feb 2019 14:37:28 +0700
<![CDATA[Ini Alasan Kenapa Warkop Langgar Aturan Tak Ditertibkan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121987/ini-alasan-kenapa-warkop-langgar-aturan-tak-ditertibkan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/ini-alasan-kenapa-warkop-langgar-aturan-tak-ditertibkan_m_121987.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/27/ini-alasan-kenapa-warkop-langgar-aturan-tak-ditertibkan_m_121987.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/27/121987/ini-alasan-kenapa-warkop-langgar-aturan-tak-ditertibkan

Ketiga tempat kafe karaoke yang pernah disidak dan disegel diakui pihak Satpol PP Rembang kembali buka hingga sekarang. Ketiganya tetap membayar retribusi.]]>

KOTA  -  Ketiga tempat kafe karaoke yang pernah disidak dan disegel diakui pihak Satpol PP Rembang kembali buka hingga sekarang. Ketiganya juga disebut kafe karaoke yang menurut BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan, dan Anggaran Daerah) tetap membayar retribusi secara rutin.  

Kabid Ketertiban Umum, Ketentraman Masyarakat dan Penegakan Perda Satpol PP Rembang Teguh Maryadi mengungkapkan, pihaknya mengakui ketiganya masih buka. Namun, sejauh ini belum mengetahui apakah memperbarui izin atau tidak.

”Upaya yang kita lakukan, pertama preventif terlebih dulu. Memberikan arahan, masukan, nanti kita menanyakan terkait izin. Siapa tahu, sudah memiliki izin kan belum tahu. Terakhir itu kan 2016, pernah dilakukan sidak, disegel, tapi kenyataannya sampai sekarang masih (beroperasi),” kata dia kemarin.

Meski dipastikan masih buka, namun pihaknya belum melakukan tindakan tegas semacam memberi peringatan keras atau bahkan menyegel. Menurut Teguh, terkait fungsi Satpol PP, pihaknya hanya melakukan pengamanan dan ketertiban di sekitar.

”Kalau terjadi mungkin mengganggu warga sekitar, itu diingatkan. Itu tidak hanya di kafe-kafe besar. Ada juga warung kopi yang malam hari, jam-jam 9 sampai sepuluh dan siang hari membunyikan musik terlalu keras,” tambah dia.

Hal itu, kata Teguh sudah diingatkan.  Selain itu, dia menyebut sejumlah warung kopi atau tempat hiburan lain di Kota Garam diduga melanggar Perda No. 2 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum. Sejumlah tempat hiburan itu juga diduga menyediakan tempat untuk “ngeroom” atau layanan khusus dewasa.

”Ada laporan warga. Terus kita datangi. Faktanya siang-siang jam berapa itu musik keras-keras. Pakaiannya mengganggu, tidak sopan lah. Kemarin kita datangi, kita ingatkan. Izin jelas tidak punya,” paparnya.

Teguh menambahkan, sebenarnya warung-warung tersebut berhak ditutup. Sebab, sudah pasti tanpa izin. Sepengetahuan umum memang menjual kopi biasa. Tapi kenyataannya digunakan untuk hal-hal yang melanggar Perda.

Meski demikian, dalam waktu dekat, untuk warung kopi yang kecil, pihaknya akan melakukan peringatan beberapa kali sebelum akhirnya dilakukan tindakan lebih tegas. Terlebih, sudah ada Perda No.2 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum.

]]>
Ali Mustofa Wed, 27 Feb 2019 14:30:41 +0700
<![CDATA[Legalitas 17 Ha Lahan Pelabuhan Tanjung Bonang Tak Jelas]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121797/legalitas-17-ha-lahan-pelabuhan-tanjung-bonang-tak-jelas https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/legalitas-17-ha-lahan-pelabuhan-tanjung-bonang-tak-jelas_m_121797.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/legalitas-17-ha-lahan-pelabuhan-tanjung-bonang-tak-jelas_m_121797.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121797/legalitas-17-ha-lahan-pelabuhan-tanjung-bonang-tak-jelas

Inspektorat Rembang melakukan pengukuran tanah yang ada di kawasan pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke. Dari total 26 hektare reklamasi baru 8,1 ha berstatus HPL.]]>

KOTA – Inspektorat Rembang melakukan pengukuran tanah yang ada di kawasan pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke. Dari total 26 hektare reklamasi baru 8,1 ha yang sudah berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL). Pengukuran ini merupakan tindak lanjut hasil rekomendasi pemeriksaan penyelidikan dari Kajati.

”Inspektorat tidak dapat berdiri sendiri. Banyak lembaga yang dapat dilibatkan sebagai narasumber, Kepolisian, Kejaksaan, Perhubungan dan Syahbandar,” ungkapnya Kepala Inspektorat Rembang, Fahrudin kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (25/2).

Fahrudin menyebutkan semua lembaga terlibat dalam rangka menentukan luasan. Termasuk,  siapa yang menguasai lahan, untuk melakukan pembayaran atau pemanfaatan sewa. “Jadi siapa pun yang menempati tanah negara atau pemda diwajibkan membayar sewa. Selama ini belum sama sekali,” ujarnya.

Belum ada kejelasan pembayaran sewa tersebut karena ada pemahaman bahwa itu merupakan tanah pelabuhan. Namun, setelah dilakukan pemeriksan Kejati dan hasil rekomendasi BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan), bahwa pemda berkewajiban untuk mengambil pendapatan sewa dari tanah reklamasi di pelabuhan Tanjung Bonang, Sluke.

“Total 26 hektare yang HPL baru  8,1 hektare. Sisanya akan ditentukan akan datang. Paling cepat dalam kurun dua pekan. Ini juga untuk menentukan siapa yang berkewajiban membayar atau memanfaatkan lahan,” ujarnya.

Menurutnya, sisa tanah statusnya memang belum jelas. Namun, begitu tanah reklamasi. sehingga pemerintah daerah berkewajiban menguasai aset atau tanah yang hasil belum jelas.

“Terkait penghitungannya berlaku surut. Jadi sejak kapan menggunakan. Kemudian kita membuat suatu keputusan, bahwa pemanfaatan lahan diwajibkan menyewa. Maka perhitungan sewa sejak itu dipakai hingga sekarang,” paparnya.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz tidak menampik status tanah pelabuhan belum jelas, namun kurun sebulan sampai dua bulan akan diselesaikan. Hal itu sudah mendapatkan legalitas dari Kejati.

”Kami ingin segera selesai. Semua investor bisa menerima. Karena kalau tidak selesai, akan diambil alih aparat penegak hukum,” harapnya.

Untuk itu pengukuran dilakukan, tujuannya dalam rangka kepastian, siapa yang menggunakan atau reklamasi. “Jika sudah ada kepastian. Ke depan kewajiban dan haknya akan jelas serta dipenuhi,” katanya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 15:10:05 +0700
<![CDATA[Meski Tak Berizin, Tiga Kafe Karaoke Tetap Ditarik Retribusi]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121796/meski-tak-berizin-tiga-kafe-karaoke-tetap-ditarik-retribusi https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/meski-tak-berizin-tiga-kafe-karaoke-tetap-ditarik-retribusi_m_121796.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/meski-tak-berizin-tiga-kafe-karaoke-tetap-ditarik-retribusi_m_121796.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121796/meski-tak-berizin-tiga-kafe-karaoke-tetap-ditarik-retribusi

Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah (BPPKAD) Rembang tetap menarik retribusi terhadap sejumlah kafe karaoke yang berada di Kota Garam.]]>

KOTA – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah (BPPKAD) Rembang tetap menarik retribusi terhadap sejumlah kafe karaoke yang berada di Kota Garam. Setidaknya, ada tiga dari sebelas tempat hiburan tetap ditarik retribusi meskipun tidak berizin.

Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Rembang, Romli mengungkapkan, pendapatan dari kafe karaoke serta tempat hiburan lain pada 2018 lalu yakni sebesar Rp 178 juta. Jumlah itu dari didapat tempat hiburan yang berizin maupun tak berizin. Prinsipnya, apabila membuka layanan, maka ditarik retribusi.  

”Yang beraoperasi ada 11 kafe karaoke. Yang berizin ada delapan buah, ada tiga yang tak berizin. Yang tidak beroperasi ada satu,” paparnya saat ditemui di kantornya kemarin.

Lebih lanjut Romli melanjutkan, pihaknya menarik 25 persen per bulan dari total omzet yang dihasilkan. Tidak hanya sewa room, tetapi juga termasuk konsumsi makanan dan minumannya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Rembang M Asnawi mengungkapkan, penarikan retribusi terhadap tempat hiburan yang tak berizin memang diperbolehkan. Yang terpenting, ada pembinaan terhadap tempat hiburan tersebut.

”Jumlahnya yang boleh kan delapan. Itu untuk membatasi maraknya kafe karaoke,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, sejak beberapa tahun lalu, terdapat aturan yang membatasi jumlah kafe karaoke di Kota Garam. Yakni delapan tempat. Kedelapannya yakni Maya, California, Dimensi, Galaxi, Palapa, Srimpi, GNT dan Mamamia. Sementara tiga yang tak berizin namun tetap ditarik retribusi yakni Indah Peti, Joker, dan Bintang Sahara. 

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 15:04:16 +0700
<![CDATA[Ratusan Penerima Batuan Pangan Mundur Jadi Bukti Kemiskinan Turun]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121795/ratusan-penerima-batuan-pangan-mundur-jadi-bukti-kemiskinan-turun https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/ratusan-penerima-batuan-pangan-mundur-jadi-bukti-kemiskinan-turun_m_121795.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/ratusan-penerima-batuan-pangan-mundur-jadi-bukti-kemiskinan-turun_m_121795.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121795/ratusan-penerima-batuan-pangan-mundur-jadi-bukti-kemiskinan-turun

Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, kemiskinan di Rembang pada 2018 lalu turun signifikan dari tahun sebelumnya. Yakni dari 18,7 menjadi 15,41 persen.]]>

KOTA – Data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan, kemiskinan di Rembang pada 2018 lalu turun signifikan dari tahun sebelumnya. Yakni dari 18,7 persen menjadi 15,41 persen.

Merujuk data Dindukcapil Rembang 2018, jumlah penduduk Kota Garam sebanyak 633.000. Dengan angka kemiskinan sebanyak 15,41 persen, maka jumlah penduduk miskin sekitar 97.000 warga. Jumlah itu turun hampir 20.000 warga dari sebelumnya sebanyak 117.000 warga.

Keberhasilan itu tak lepas dari berbagai program yang berhasil diimplementasikan di lapangan, baik oleh Pemkab Rembang, Dinsos PPKB, maupun pihak terkait lainnya. Di antaranya yakni bantuan alat pertanian, beasiswa, peningkatan jalan untuk memperlancar akses perekonomian.

Selain itu, pemerintah desa hingga tingkat RT juga terus didorong melalui musyawarah desa agar BPNT (bantuan pangan non tunai) tepat sasaran. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Rembang menargetkan bisa merampungkan BDT (basis data terpadu) yang berisi data KPM (keluarga penerima manfaat) dan PKH (Program Keluarga Harapan) yang dinilai amburadul. Sebab, data yang dipakai selama ini yakni data pada 2015 lalu.

Kepala Dinsos PPKB Rembang Sri Wahyuni mengungkapkan, pihaknya tak menampik banyak data yang tak sesuai di lapangan. Untuk itulah, pihaknya terus berkoordinasi dengan admin desa agar data terkini sesuai kenyataan di lapangan.

”Kami sebenarnya sudah mewadahi bagi warga yang mampu, yang bersedia keluar, diberi wisuda oleh Pak Bupati. Karena data itu tidak relevan, ada juga yang mampu. Itu data 2015,” kata dia kemarin.

Berdasarkan data Dinsos PPKB, total penerima BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yakni sebanyak 73.198 jiwa. Dari total itu, sekitar 50 persen di antaranya merupakan penerima program PKH, yakni sebanyak 37.573 jiwa.

Mengenai upaya menekan jumlah KPM, pihaknya kini juga telah mewanacanakan penggunaan stiker, namun hal itu masih dikaji keefektifannya. Sri menyebut, masih mendorong masyarakat yang sekiranya mampu untuk secara gagah keluar dari KPM. Sebab, dengan cara tersebutlah data bisa diperbarui, selain dengan musdes atau musyawarah desa.

”Sekarang, yang sudah keluar ada sekitar 200 lebih. Sebelumnya, tahun lalu Cuma 18. Mudah-mudahan bisa terus bertambah, karena banyak yang sebenarnya mampu,” tambahnya.

Dinsos PPKB sebelumnya ditarget Wagub Gus Yasin melalui Bupati Rembang untuk menyelesaikan data BDT akhir bulan ini. Pihak desa maupun kecamatan pun terus didorong untuk segera menyelesaikan data yang disebut masih amburadul itu.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 14:58:36 +0700
<![CDATA[Duh, Baru Lima Lembaga yang Laporan Harta Kekayaan]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121791/duh-baru-lima-lembaga-yang-laporan-harta-kekayaan https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/duh-baru-lima-lembaga-yang-laporan-harta-kekayaan_m_121791.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/duh-baru-lima-lembaga-yang-laporan-harta-kekayaan_m_121791.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121791/duh-baru-lima-lembaga-yang-laporan-harta-kekayaan

Ketaatan pelaporan harta kekayaan Pemkab-DPRD Rembang dinilai rendah. Dari 47 wajib lapor di lingkup Pemkab Rembang, hanya 5 yang sudah melaporkan harta.]]>

KOTA – Ketaatan pelaporan harta kekayaan Pemkab-DPRD Rembang dinilai rendah. Dari 47 wajib lapor di lingkup Pemkab Rembang, hanya 5 yang sudah melaporkan harta kekayaannya. Sementara dari 45 wajib lapor pejabat DPRD Rembang belum satu pun yang melaporkan.

Kelima wajib lapor di lingkup Pemkab Rembang dan jajarannya yang sudah melaporkan yakni Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (Bappeda), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari 9 wajib lapor. Lalu Inspektorat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR). Dari OPD-OPD tersebut, hanya BUMD yang memiliki 9 wajib lapor sesuai jumlah BUMD yang ada.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Rembang Suparmin menyatakan, rendahnya angka pelaporan harta kekayaan tersebut dikarenakan ada perbedaan persepsi versi pelapor dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Hal itulah yang menjadi salah satu kendala.

”Ada perbedaan persepsi. Misalnya honor yang seperti apa, aset yang seperti apa yang harus didata. Kadang-kadang teman-teman bingung,” paparnya kemarin.

Suparmin menyebut, pihak Pemkab, dalam hal ini Sekda Rembang sudah sering memberikan himbauan kepada wajib lapor agar segera menginput harta kekayaan di web elhkpn.kpk.go.id. Namun, memang harus disiapkan segala sesuatunya.

Sebagaimana diketahui, batas pelaporan harta kekayaan bagi pejabat publik yakni hingga 31 Maret mendatang. Pelaporan harta kekayaan tersebut sebagai wujud transparansi dan keterbukaan pejabat. Sehingga, apabila masyarakat menilai ada ketidaksesuaian bisa langsung dilaporkan.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 14:49:41 +0700
<![CDATA[Seru, Ribuan Warga Ikuti Sepeda Wisata Semen Gresik]]> http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121685/seru-ribuan-warga-ikuti-sepeda-wisata-semen-gresik https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/seru-ribuan-warga-ikuti-sepeda-wisata-semen-gresik_m_121685.jpg https://d2y8nrrb8y42iz.cloudfront.net/thumbs/m/radarkudus/news/2019/02/26/seru-ribuan-warga-ikuti-sepeda-wisata-semen-gresik_m_121685.jpg http://radarkudus.jawapos.com/read/2019/02/26/121685/seru-ribuan-warga-ikuti-sepeda-wisata-semen-gresik

Ribuan warga dari lintas kabupaten turut di event Sepeda Wisata Semen Gresik dalam rangka HUT ke-5 Semen Gresik yang digelar di lapangan Gedung Haji Rembang.]]>

 KOTA – Ribuan warga dari lintas kabupaten turut di event Sepeda Wisata Semen Gresik dalam rangka HUT ke-5 Semen Gresik yang digelar di lapangan Gedung Haji Rembang Minggu (24/2) kemarin. Acara yang dimulai sekitar pukul 07.00 itu tak hanya diikuti oleh warga Rembang, tapi juga kabupaten sekitar seperti Pati, Blora, bahkan Tuban.

Warga sudah mulai memadati arena start/finish di lapangan gedung haji Rembang sebelum pukul 06.00. Umumnya, ribuan warga itu datang berkelompok dengan sesama penggemar sepeda. Mereka antusias lantaran selain bisa menyalurkan hobi bersepeda. Ada ratusan bingkisan menarik yang bisa dibawa pulang. Apalagi ada doorprize dua buah sepeda motor.

Hadir dalam event tersebut, Dirut PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin, jajaran direksi, Sekda Rembang Subakti, Kapolres Rembang, Dandim Rembang, Perhutani, Forkompimca serta instansi lain.  

Sekda Rembang Subakti dalam sambutannya sebelum melepas peserta menyebut, antusiasme warga membuat panitia kewalahan. Dia pun memohon kepada warga yang tidak terakomodasi di event tersebut untuk bisa memaklumi.

”Ini event pertama kalinya. Jadi mohon maaf misalkan ada warga yang tidak bisa terakomodasi untuk mengikuti acara ini. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ujar Sekda yang mewakili Bupati Rembang itu.

Dalam kesempatan itu, Subakti menyatakan dengan eksisnya Semen Gresik, diharapkan juga turut membangun Rembang serta menambah pendapatan daerah. Selain itu, juga bisa mengurangi pengangguran dengan terserapnya tenaga kerja. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk berdoa agar Semen Gresik dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

”Kehadiran Semen Gresik diharapkan turut membangun Rembang dengan menambah pendapatan daerah. Juga bisa mengurangi pengangguran dengan terserapnya tenaga kerja,” paparnya.

Direktur Utama PT Semen Gresik Mukhamad Saifudin mengungkapkan, berbagai agenda telah digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-5 PT Semen Gresik. Yakni pagelaran wayang kulit, senam dan jalan sehat bersama masyarakat sekitar, lomba games online dalam e-sport championship, adventure explore Rembang bersama offroader Jateng-Jatim serta sepeda wisata kemarin.

”Sepeda wisata yang pertama kali digelar ini diikuti oleh lebih dari 2.000 orang yang berasal dari kalangan pelajar, berbagi komunitas, pecinta olahraga sepeda,” paparnya.

Selain dari Rembang, peserta juga datang dari Cepu, Blora, serta daerah eks Karesidenan Pati lain, ditambah anggota Semen Gresik Cycling Club (SGCC) asal Tuban. Rute dalam agenda sepeda wisata kemarin menempuh jarak 11,1 Km. Mulai dari Gedung Haji Rembang-Jalan Cinta, Lapangan Jeruk, Perempatan Besi, Jalan Pemuda, lalu kembali ke tempat start semula.

”Sembari bersepeda dengan badan yang sehat dan riang, kita juga bisa menikmati panorama alam, serta potensi wisata serta keramahan warga Rembang di sepanjang rute yang dilewati,” kata dia.

Sementara itu, salah satu peserta yang berhasil meraih door proze utama sepeda motor, Rahayu asal Kecamatan Kaliwangan Blora mengaku tak menyangka bisa mendapatkan hadiah utama. Dia mengikuti agenda tersebut bersama 12 rekannya lain sekomunitas.

”Ndak nyangka bisa dapat. Rasanya senang, terima kasih Semen Gresik,” tuturnya.

Ratusan hadiah dibagikan Semen Gresik kepada para peserta. Ada dua buah sepeda motor, lima buah sepeda road bike, televisi, kipas angin, serta barang elektronik lainnya.

]]>
Ali Mustofa Tue, 26 Feb 2019 09:15:21 +0700