Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Jepara

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan KKN, Unisnu Jepara Undang Kades

15 April 2019, 15: 52: 16 WIB | editor : Ali Mustofa

BERSAMA: Para Petinggi dan Wakil Rektor Unisnu Jepara pada acara evaluasi kegiatan KKN 2019 di kampus setempat pada Jum’at (5/4) lalu.

BERSAMA: Para Petinggi dan Wakil Rektor Unisnu Jepara pada acara evaluasi kegiatan KKN 2019 di kampus setempat pada Jum’at (5/4) lalu. (UNISNU FOR RADAR KUDUS)

TAHUNAN – Penguatan Kerjasama Unisnu Jepara, Pemerintah Kabupaten Jepara dan Pemerintah Desa dalam rangka pemberdayaan masyarakat digelar di Gedung Pasca Sarjana Unisnu Jepara pada Jum’at (5/4) lalu. Kegiatan diikuti 40 kepala desa se-Kabupaten Jepara yang tahun kemarin ditempati kegiatan Kuliah Kerja Nyata.

Sekretaris Pusat KKN Unisnu Khoirul Muslimin mengatakan, kegiatan ini bertujuan merekatkan hubungan Unisnu dengan pemerintah desa. Kegiatan tersebut dalam rangka  melaksanakan pemberdayaan KKN berdasarkan kebutuhan masyarakat, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN.

Dia menambahkan, pertemuan para kepala desa dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Unisnu Jepara untuk penyelaraskan program-program masyarakat dengan Unisnu. Dengan adanya sinergitas pembangunan, sehingga program-program KKN bisa bermanfaat untuk masyarakat desa.

“Saya berharap dengan adanya sinergitas ini, program-program KKN bisa dirasakan oleh masyarakat desa dan ada tindak lanjut program KKN pada tahap berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unisnu Purwo Adi Wibowo menuturkan, kegiatan sudah direncanakan dari tahun 2016 untuk mengundang para kepala desa yang ditempati KKN. Hal ini untuk menyampaikan keuntungan dan persoalan ketika para mahasiswa melakukan pengabdian di desa. Sehingga pihaknya bisa meningkatkan pelayanan masyarakat dalam melakukan pengabdian mahasiswa di desa.

Hadir sebagai narasumber Kabag Pemdes Setda Jepara, Eriza Yulianto menyampaikan peran perguruan tinggi, pemerintah dan pengusaha sangat penting dalam membangun desa. Tiga komponen masyarakat ini memilik peran masing-masing. Bila ketiganya akan bersinergi maka akan terwujud kemandirian desa.

Ketua Panitia KKN Tahun 2019 Hadi Ismanto memaparkan program-program KKN baik yang bersifat kelompok maupun individu hasil observasi sebelum penempatan peserta KKN di desa. Salah satu program yang sudah direalisasikan mahasiswa selama pengabdian yaitu festival kopi Tempur, festival dolanan anak Karanganyar Welahan, reboisasi dan penyerahan bibit tanaman, pengembangan Wisata (Taman Rolet, Taman Jrakah, Pantai Beringin, Gubug Orbit, pelatihan E-commerce, packaging dan labelisasi, branding produk baru dan pemasaran, pelatihan IT perangkat desa, pelatihan pembukuan UMKM.

Salah satu peserta, Kepala Desa Suwawal Timur Aziz Nur Rohman mengungkapkan, pengabadian mahasiswa di desa sangat dibutuhkan masyarakat desa. Karena dengan kehadiran mahasiswa banyak memberikan kontribusi dalam membangun desa. Hal itu karena background pendidikan mahasiswa beragam sehingga banyak masalah yang bisa teratasi dengan kahadiran mahasiswa.

Wakil Rektor II Hendro Martojo mengatakan, akademisi yang dalam ini adalah perguruan tinggi selaku center of knowledge,  dapat menjadi agen pelaksana terkait kegiatan pelatihan seperti pemasaran online, membimbing menyusunan anggaran, tata ruang desa, inkubasi bisnis, maupun  pendampingan usaha.

”Perguruan tinggi juga dapat menjadi agen peningkatan sumber daya manusia, dan juga menjadi agen diseminasi desain label produk makanan dan pengembangan UMKM desa,” katanya.

(ks/war/him/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia