Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Pelayanan Penerbitan SIM di Rembang Libur Empat Hari, Ini Penyebabnya

14 April 2019, 02: 29: 49 WIB | editor : Ali Mustofa

UJIAN SIM: Seorang pemohon SIM menjalani ujian praktik di halaman Satlantas Polres Rembang pekan lalu. 

UJIAN SIM: Seorang pemohon SIM menjalani ujian praktik di halaman Satlantas Polres Rembang pekan lalu.  (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Pelayanan penerbitan SIM di Rembang libur selama empat hari. Kebijakan ini akan diberlakukan mulai Rabu-Sabtu (17-20/4). Bagi pemegang SIM dalam masa rentang Pilpres dan Pileg dapat mengurus dalam masa tenggang.

Hal itu diungkapkan Kasatlantas AKP Roy Irawan. Menurutnya dasar yang digunakan ST Kapolri Nomor: ST/ 1081/IV/ YAN.1.1./2019, tanggal 11 April 2019 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum Tahun 2019.

”Kami beritahukan kepada pemohon SIM. Bahwa pelayanan penerbitan SIM libur pada Rabu-Sabtu (17-20/4),” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Pemegang SIM yang masa berlakunya habis, lanjut Roy, maka tetap bisa diperpanjang. Dengan masa tenggang di tanggal berikutnya. Masa tenggang diberlakukan selama sepakan mulai Senin-Sabtu (22-27/4). Begitupun sebaliknya, kalau di atas tanggal yang sudah ditentukan  diberlakukan proses penerbitan baru sesuai ketentuan.

”Bagi pemegang yang masa berlakunya berakhir di 17-20 April tidak melakukan perpanjangan sampai 27 April atau masa tenggang diberlakukan proses penerbitan baru,” terangnya.

Praktis ketika penerbitan baru, lanjutnya, pemohon ikuti prosedural. Mulai kesehatan, ujian teori, maupun praktik untuk mengantongi SIM. Kebijakan ini dikatakan mulai disosialisasikan kepada khalayak masyarakat.

Roy menyampaikan pelayanan SIM dari sisi material semua tercukupi. Baik blangko stok baru maupun perpanjangan. Sehingga dipastikan tidak ada kendala kedepan.

”Untuk saat ini yang mendominasi permintaan SIM C. Karena banyak pengguna kendaraan roda dua di seluruh kabupaten,” jelasnya.

Pemohon SIM A hanya lima pemohon. Untuk pemohonan baru harus di kantor Satlantas setempat.

Ditambahkan Roy, khusus difabel Satlantas Rembang memfasilitasi. Dengan SIM yang dikeuarkan jenisnya D. Di kota garam sendiri sudah dilayani. Hingga saat ini kisarannya sudah mencapai 30-an orang.

Biasanya mereka datang secara berkelompok. Bisa lima orang maupun diatasnya. Lalu sama-sama dilakukan pengujian sesuai kendaraanya. Katakanlah cacat dibagian kaki kendaraan dapat dimodifikasi.

”Termasuk tangan diamputasi mereka tetap dapat kendarai motor. Tentunya disesuaikan tingkat kecacatan,” tutupnya. 

(ks/zen/noe/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia