Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Abdul Aziz Komitmen Perjuangkan Reaktifasi Rel Semarang-Rembang

14 April 2019, 00: 01: 20 WIB | editor : Ali Mustofa

Abdul Aziz

Abdul Aziz (DOK PRIBADI)

SEMARANG – Anggota Komisi D DPRD Jateng Abdul Aziz berkomitmen kuat untuk memperjuangkan reaktifasi rel kereta api di Jawa Tengah (Jateng). Salah satunya jalur Semarang-Rembang yang selama ini sudah tidak berfungsi lagi. Langkah tersebut sebagai uapaya mempercepat koneksi antardaerah sekaligus mengurangi angka kemacetan di Jateng.

Komitmen tersebut sebagai upaya untuk mendukung kebijakan presiden bahwa conectivity dan daya saing infrastruktur sangat penting. Reaktivasi jalur rel kereta api menjadi solusi sebagai transportasi masal yang lebih efisien dan biaya lebih murah. ”Justru kami melihat, pilihan conectivity di situ lebih tepat berbasis sosial budaya dan lingkungan, dan itu adalah kereta api," katanya.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DPRD ini mengatakan, di Jateng sudah banyak jalur rel kereta api yang tak dipakai. Aktivasi jalur kereta Semarang-Jogjakarta-Banyumas harus segera dibangun sebagai penyangga jalur rel sisi utara (Semarang-Tegal-Banyumas) yang padat. Sementara jalur Semarang-Kudus-Rembang-Bojonegoro akan menjadi penyangga jalur rel tengah (Semarang-Purwodadi-Bojonegoro) jika proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ingin segera diwujudkan. ”Dengan begitu, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya yang masuk Jateng dimungkinkan dengan tidak perlu membangun trek baru lagi. Cukup menggunakan double track yang ada," ujarnya.

Kang Aziz dengan tegas juga menolak pembangunan tol Bawen-Jogjakarta. Karena secara geografis, jalan tol ruas Bawen-Jogjakarta, ekuivalen dengan jalan tol ruas Solo-Jogjakarta yang masih dalam proses pembangunan. Selain itu, jalur yang akan dilewati jalan tol masuk dalam area rawan gempa bumi. Banyak struktur lempung di jalur tersebut. "Dan yang utama, pembangunan jalan tol akan mengorbankan sekitar 350 hektare lahan basah di Jateng. Penolakan ini juga mempertimbangkan eksploitasi jutaan kubik material untuk pembangunan jalan di kawasan tersebut," tambahnya. (fth)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia