Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Grobogan

Wagub Jateng Salurkan Bantuan Bagi 9.762 Guru Ngaji, Ini Nominalnya

13 April 2019, 23: 51: 51 WIB | editor : Ali Mustofa

PENUHI JANJI: Wagub Jateng Taj Yasin memberikan buku rekening bantuan untuk guru ngaji di Kabupaten Grobogan (13/4) lalu.

PENUHI JANJI: Wagub Jateng Taj Yasin memberikan buku rekening bantuan untuk guru ngaji di Kabupaten Grobogan (13/4) lalu. (HUMAS SETDA PEMPROV JATENG FOR RADAR KUDUS)

GROBOGAN – Rona bahagia terpancar dari wajah Suyatmi. Warga Kecamatan Purwodadi yang telah mengabdikan diri sebagai guru TPQ NU Nglejok sejak 1988 silam itu, baru saja menerima bantuan insentif guru keagamaan atau guru ngaji dari Pemprov Jateng. Bantuan ini diserahkan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlotut Tholibin, Ngrebo, Kedungrejo, Grobogan, (13/4) lalu.

”Saya senang sekali teman-teman guru ustaz/ustazah mendapat bantuan semua. Mudah-mudahan ke depan terus mendapat bantuan insentif itu dan barokah untuk kita semua," ujarnya dengan senyum semringah saat menghadiri acara silaturahmi wakil gubernur Jawa Tengah dengan ustaz/ustazah Kabupaten Grobogan 2019. Sumiyati merupakan salah seorang dari 9.762 orang guru ngaji di Kabupaten Grobogan yang mendapat insentif tersebut tahun ini.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kanwil Kemenag Provinsi Jateng Nur Abadi menjelaskan, tahun ini tercatat ada 171.131 guru ngaji di Jateng yang mendapatkan insentif. Pada 2020 jumlahnya bertambah menjadi 200.000 orang yang akan menerima bantuan itu. Khusus di Kabupaten Grobogan, penambahan jumlah penerima juga ada. ”Untuk Kabupaten Grobogan yang semula hanya 9.762 orang guru keagamaan menjadi 11.726 ustaz/ustazah," katanya.

Wagub Taj Yasin menjelaskan, bantuan insentif itu diberikan kepada guru madrasah diniyah (madin), TPQ, dan ustaz/ustazah sebagai wujud apresiasi atas perjuangan mereka mengajarkan ilmu agama dan mendidik karakter anak bangsa. Anggaran Rp 205,35 miliar dialokasikan oleh Pemprov Jateng untuk memberikan bantuan kepada 171.131 orang guru ngaji se-Jateng tahun ini. ”Insya Allah per tiga bulan ditransfer wonten rekening panjenengan masing-masing," jelasnya.

Gus Yasin -sapaan akrab wagub- menjelaskan, dirinya diberi amanah Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk mengawal pendataan guru ngaji secara valid. Sebab, program ini salah satu pelaksanaan janji kampanye pasangan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

Putera ulama kharismatik KH Maimoen Zubair itu berpendapat, keberadaan guru ngaji ibarat benteng bagi generasi muda. Melalui pendidikan budi pekerti luhur yang diberikan, generasi muda siap menghadapi ancaman radikalisme, terorisme, maraknya ujaran kebencian, berita bohong, dan fitnah yang marak terjadi belakangan ini.

”Meniko tali asih kagem guru ustaz/ustazah amargi panjenengan sampun ngajaraken kawula lan (ini tali asih untuk karena anda telah mengajarkan kami dan) putra-putri Indonesia bahwa pendidikan karakter niku (itu) sangat penting. Amargi (sebab) Indonesia sakmenika taksih (saat ini masih) perang. Mboten kaliyan (bukan dengan) penjajah, nanging kaliyan (tapi dengan) fitnah, hoax, radikalisme, lan (dan) terorisme," ujarnya.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jateng itu menambahkan, selain bantuan insentif untuk guru ngaji, pada kesempatan itu juga diberikan apresiasi kepada para santri yang mampu menghafal Alquran. Ada pula program ekonomi pesantren (ekotren) agar pondok-pondok pesantren dapat mengembangkan jiwa wirausaha santri sekaligus menumbuhkan ekonomi di lingkungan ponpes. (lhr)

(ks/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia