Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Politik

Bawaslu Masih Dalami Laporan Politik Uang Oknum Caleg DPRD dari PKS

13 April 2019, 12: 05: 31 WIB | editor : Ali Mustofa

Achmadi, Ketua Bawaslu Kabupaten Pati

Achmadi, Ketua Bawaslu Kabupaten Pati (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

KOTA – Laporan dugaan money politics yang dilakukan oknum caleg DPRD dari PKS masih didalami Bawaslu Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk melihat apakah tindakan yang dilaporkan itu masuknya pada tindak pidana pemilu, atau tindak pidana umum. Demikian diungkapkan Ketua Bawaslu Ahmadi kemarin.

”Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang terdiri dari kepolisian, kejaksaan, dan bawaslu sedang mendalami laporan tersebut. Pendalaman itu kaitannya memang untuk melanjutkan kasus yang dilaporkan warga tersebut. Kalau masuknya tindak pidana pemilu itu bagian kami (Red, bawaslu) jika di luar pemilu itu nanti kewenangannya kepolisian,” terang Ahmadi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Menurutnya, laporan yang disampaikan warga tersebut sudah teregister, atau sudah lengkap dan terdaftar sebagai laporan. Karena unsur-unsur pelaporannya sudah terpenuhi. Mulai dari pelapor, terlapor, barang bukti, dan juga saksi, dan lainnya.

”Setelah pendalaman ini, kami akan kordinasikan nantinya terkait untuk pemanggilan-pemanggilan baik terlapor atau saksi, untuk menindak lanjuti laporan tersebut lebih dalam lagi,” imbuhnya.

Terkait waktu pemanggilan, lanjut Ahmadi, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab harus mendalami laporan sekaligus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak lainnya di sentra gakkumdu.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang warga bernama Kholisoh pada Jumat (5/4) melaporkan seorang caleg PKS yang diduga membagikan amplop saat kegiatan arisan ibu-ibu di Desa Payang Kecamatan Kota. Oknum caleg tidak berada di tempat. Laporan ditujukan ke bawaslu. Kejadian itu sendiri pada Kamis (4/4) sore.

Hanya ada relawan atau tim sukses yang membagikan. Tak hanya membagikan amplop berisi uang tunai pecahan Rp 50 ribuan, tim sukses caleg tersebut juga menyumpah setiap penerima supaya 17 April nanti mencoblos caleg yang bersangkutan. Hingga saat ini oknum caleg yang bersangkutan belum bisa ditemui. 

(ks/him/aua/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia