Selasa, 23 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Hukum & Kriminal

Viral di Medsos, Pelaku Begal di Jalingkut Babak Belur Dipastikan Hoax

11 April 2019, 10: 20: 17 WIB | editor : Ali Mustofa

HOAX: Screenshoot dari akun Faceebook yang menyebarkan hoax tentang penjambretan di Jalan Besito.

HOAX: Screenshoot dari akun Faceebook yang menyebarkan hoax tentang penjambretan di Jalan Besito. (screenshoot)

KUDUS - Seiring adanya kasus begal yang terjadi di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), Desa Pedawang, Bae, Kudus, pada Selasa (2/4) lalu, banyak dimanfaatkan oknum untuk menyebarkan informasi bohong alias hoax. Ada dua informasi hoax terkait aksi serupa yang tersebar di media sosial (medsos).

Meliputi tentang penjambretan yang pelakunya seorang pelajar. Juga video beberapa pelaku begal di Jalingkut dengan kondisi muka babak belur dan berlumuran darah.

Dalam akun Facebook bernama P L Azka menuliskan bahwa telah terjadi tindak penjambretan di Jalan Besito arah Desa Jurang-Gebog. Ia menyebutkan, pelakunya anak sekolah. Memakai seragam Ma’arif NU dan mengandarai sepeda motor Yamaha Mio biru.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk hati-hati. Terutama ketika berpergian sendiri. Postingan tersebut, lantas di screenshoot dan menyebar luas melalui pesan WhatsApp. Akhirnya membuat sebagian masyarakat resah.

Dikonfirmasi terkait hal ini, pihak kepolisian dengan tegas membantah adanya informasi tersebut. ”Kami sudah cek. Itu (jambret di Jalan Besito, Red) tidak benar. Di lokasi tersebut tidak ada kejadian yang dimaksudkan,” kata Kapolsek Gebog AKP Muhaimin kemarin.

Ia berharap, masyarakat tak perlu cemas dengan keamanan, terutama di Kecamatan Gebog. Sebab, saat ini pihaknya rutin melakukan patroli keliling. Tak hanya malam hari, tapi juga siang hari.

Hal serupa diungkapkan Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Rismanto. Ia pun memastikan video yang tersebar itu hoax. Saat ini, ketujuh pelaku begal di Jalingkut dipastikan tak mengalami kondisi seperti yang ditampilkan pada video berdurasi 30 detik itu. ”Semuanya dalam kondisi baik-baik saja di tahanan Polres Kudus. Itu bukan pelaku begal yang kemarin kami tangkap,” tegasnya.

Ia berpesan, masyarakat tak mudah percaya dengan berita yang meresahkan. Apalagi informasi itu, tidak jelas sumbernya. ”Kalau informasinya berhubungan dengan kepolisian, masyarakat dapat mengkroscek ke polsek atau polres,” imbaunya. 

(ks/daf/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia