Sabtu, 20 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Pati

Bupati Pasang Badan Soal Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Lasem

23 Maret 2019, 10: 11: 56 WIB | editor : Ali Mustofa

ASET MASIH UTUH: Salah satu bangunan yang berdiri di tanah milik PT Kereta Api di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Pati.

ASET MASIH UTUH: Salah satu bangunan yang berdiri di tanah milik PT Kereta Api di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana, Pati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

PATI – Gencarnya wacana reaktivasi kereta api tak hanya muncul di Kabupaten Rembang. Namun juga di Kabupaten Pati. Bahkan, Bupati Pati Haryanto dengan tegas menyatakan dukungan reaktivasi jalur kereta api Semarang-Lasem itu.

Haryanto mengaku menyambut baik sekaligus menginginkan reaktivasi kereta api di wilayahnya. Bahkan, pihaknya bakal pasang badan untuk membantu mewujudkan dihidupkannya kembali moda transportasi masal tersebut.

”Kami sebagai pemerintah daerah sangat setuju adanya reaktivasi jalur kereta api. Beberapa kali ada rapat dan seminar tentang hal itu, kami selalu mengikuti. Saya sendiri siap jika nantinya eksisting lama jalur kereta api yang ada dibuka kembali. Saya siap membantu terkait pembebasan lahannya,” jelas Bupati Haryanto saat menerima kunjungan dari rombongan Komisi V DPR RI baru-baru ini. Kunjungan Komisi V DPR RI ini, memang fokus soal infrastruktur dan transportasi.

Seperti diketahui, di Kabupaten Pati ada dua bangunan stasiun kereta api peninggalan Belanda. Kedua bangunannya masih utuh berdiri. Dua bangunan itu, ada di Desa Puri, Kecamatan Kota, dan Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Namun, bentuk bangunannya sudah tak bisa dikenali. Sebab, sudah dikepung dengan bangunan-bangunan lain.

Saat ini seluruh aset tanah milik PT Kereta Api memang ditempati warga dengan bangunan permanen. Mereka menempatinya dengan sistem sewa yang dibayar per tahun.

Dukungan dari bupati Pati ini, tak lebih karena melihat manfaat besar dengan kembalinya kereta api merayap di wilayah Bumi Mina Tani. Hal itu disebut akan mengurangi kemacetan sekaligus beban di Jalur Pantura.

”Jika dibuka lagi jalur kereta api Semarang-Lasem ini, tentu akan sangat membantu. Moda transportasi memang seharusnya tak selalu mengandalkan jalan raya. Perlu alternatif lain, misalnya kereta api. Supaya jalan tak dipenuhi kendaraan. Selain itu, kereta api merupakan transportasi yang efisien,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Anton Sukartono mengaku siap menyampaikan keinginan dan kebutuhan dari pemerintah daerah seperti yang disampaikan Bupati Pati Haryanto. Pihaknya juga sepakat dengan pengaktifan jalur kereta api sebagai moda transportasi masal alternatif. ”Kami di Komisi V akan intens memerjuangkan hal tersebut,” kata Anton.

(ks/aua/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia