Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Rembang

Peringati Hari Air Sedunia, Enam Bulus Dilepas di Sendang Pasucen

23 Maret 2019, 09: 59: 25 WIB | editor : Ali Mustofa

LESTARIKAN ALAM: Warga menunjukkan bulus yang akan dilepas kepada anak-anak di Sendang Brubulan, Desa Pasucen, Gunem, Rembang, saat peringatan Hari Air Sedunia kemarin.

LESTARIKAN ALAM: Warga menunjukkan bulus yang akan dilepas kepada anak-anak di Sendang Brubulan, Desa Pasucen, Gunem, Rembang, saat peringatan Hari Air Sedunia kemarin. (SAIFUL ANWAR/RADAR KUDUS)

REMBANG – Hari Air Sedunia yang jatuh kemarin dirayakan Semen Gresik dengan cara yang tak biasa. Peringatan ini, menggelar kirab gunungan palawija dan tumpeng diiringi kesenian barong Singo Wahyu Wibowo, resik sendang, hingga pelepasan enam bulus di Sendang Brubulan, Desa Pasucen, Gunem.

Ratusan warga yang juga masyarakat ring I pabrik semen tumpah ruah di lokasi acara. Dimulai dari lapangan desa setempat, para warga turut mengiringi kirab dengan gunungan dan enam bulus yang dipanggul. Bulus merupakan salah satu indikator masih terjaganya ekosistem sumber air di kawasan perbukitan kapur wilayah itu. Kirab dengan rute ratusan meter itu, berakhir di Sendang Brubulan, Desa Pasucen.

Di sana, sudah tersedia berbagai makanan tradisional yang siap disantap warga yang berkunjung. Warga bisa menikmati berbagai makanan tradisional, seperti wedang jahe, nasi jagung, soto, gorengan, jajan polo pendem, dan berbagai makanan yang disediakan.

Untuk menikmati itu, dengan satu syarat, yakni menukar sampah dengan mata uang Pasucen. Mata uang itulah yang nantinya untuk membeli berbagai makanan dan minuman. Mulai anak-anak, pelajar, pramuka, karang taruna, ibu-ibu, pemuda yang tergabung dalam Ikatan Mas Mbak Rembang (IMMR), dan elemen lain antusias mengikuti aturan itu.

Musik keroncong Tiga Negeri juga turut memeriahkan acara. Lagu-lagu khas keroncong mengalun mengiringi warga yang antusias menukar mata uang Pasucen dengan makanan. Di tengah acara, panitia juga menyerahkan puluhan door prize menarik bagi para pengunjung.

Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik Kuswandi, mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar dan hak semua orang. Untuk itu, menjaga ketersediaan dan kualitas air bersih merupakan hal yang sangat penting.

Dia menjelaskan, Semen Gresik sangat menyadari ketersediaan air bersih akan menjamin kelayakan keberlangsungan hidup. Untuk itu, perusahaan semen terkemuka ini, menggulirkan berbagai progam terkait air bersih.

”Perlu kepedulian dan aksi nyata agar ekosistem alam, khususnya sumber mata air terjaga dan tetap lestari. Makanya Semen Gresik mengajak berbagai kalangan agar ikut serta dalam aksi peduli alam, khususnya menjaga sumber mata air. Resik sendang bareng Semen Gresik jadi salah satu ikhtiar kami," kata Kuswandi kemarin.

Sejak 2016 hingga sekarang, Semen Gresik sudah mengucurkan dana Rp 6,4 miliar untuk progam ini. Baik di Rembang maupun Blora. Bentuk kegiatannya beragam. Mulai dari pencarian sumber air bersih, pembangunan tandon, pipanisasi, hingga pembangunan embung.

Kuswandi berharap, progam yang dijalankan Semen Gresik tak hanya berimbas lestarinya ekosistem alam, namun juga bermanfaat untuk masyarakat, termasuk pertanian. Terlebih, lahan pertanian di kawasan sekitar Semen Gresik mengandalkan sistem tadah hujan.

”Kita tidak bisa hidup tanpa air. Maka kegiatan seperti ini harus dijadikan momentum cinta dan rasa menghargai terhadap sumber air. Makna kegiatan ini, bagaimana kita bersama-sama berkontribusi menjaga dan mengelola sumber air bersih secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," jelasnya.

Kuswandi berharap, kegiatan semacam ini bisa mengenalkan potensi wisata alam di Desa Pasucen. Jika diberi sentuhan, bukan tak mungkin Sendang Brubulan dengan keindahan alam di sekitarnya bisa menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Rembang. ”Ujung dari proses ini bisa menggerakkan berbagai sektor lain. Terlebih perekonomian desa," harapnya.

Kepala Desa Pasucen Salamun, mengungkapkan, yang ditampilkan pada perayaan Hari Air Sedunia ini, merupakan kali pertama. ”Ke depan agenda yang juga menjadi kampanye peduli alam dan sumber mata air ini, akan terus digelar,” terangnya. 

(ks/ful/lin/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia