Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Kembangkan Kreasi Makanan dan Pertahankan Jajanan Tradisional Damaran

22 Maret 2019, 15: 08: 03 WIB | editor : Ali Mustofa

INCIP JAJANAN: Bupati dan Wakil Bupati Kudus mencicipi jajanan hasil kreasi UMKM di Desa Damaran saat acara lomba desa beberapa waktu lalu.

INCIP JAJANAN: Bupati dan Wakil Bupati Kudus mencicipi jajanan hasil kreasi UMKM di Desa Damaran saat acara lomba desa beberapa waktu lalu. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Dengan luas sekitar 117 hektar, Desa Damaran hanya memiliki jumlah penduduk sekitar 1.264 jiwa. Meskipun begitu, masyarakat desa ini terbilang cukup kreatif. Hampir sebagian besar penduduk di desa ini memilih untuk mendirikan usaha mandiri di bidang kuliner. Mulai dari usaha catering, cokelat kreasi, hingga jajanan tradisional.

Dari sederet usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di bidang kuliner, jajanan tradisional, dan makanan basah menjadi andalan. Bahkan bisa dibilang pedagang di pasar jajanan pagi yang berada di gang 4 Desa Panjunan Kudus didominasi oleh produk dari desa ini. ”Biasanya mereka memang menjual produk jajanan tradisionalnya di sana,” kata Kepala Desa Damaran Moh. Said Romadlon kemarin.

DAMPINGI PKK: Mawar Hartopo, istri Wakil Bupati Kudus Hartopo saat melakukan pendampingan dalam kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Damaran

DAMPINGI PKK: Mawar Hartopo, istri Wakil Bupati Kudus Hartopo saat melakukan pendampingan dalam kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Damaran (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Beberapa jajanan yang diproduksi oleh warga Desa Damaran diantaranya apem, jajanan kering, hingga jamu rempah jowo. Meskipun UMKM yang dijalankan warganya terbilang cukup maju dan lancar, saat ini dirasa masih perlu ada pendampingan dari desa. Menurutnya, masyarakat masih perlu diberikan pembinaan untuk menjadikan produknya lebih berkualitas dan bernilai jual tinggi.

”Pihak desa tak akan melepas tanggung jawab untuk pengembangan dan pengawasan. Kami telah bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker Perinkop dan UKM) Kabupaten Kudus,” katanya.

Dalam hal ini, edukasi terhadap warga pelaku UMKM terus dilakukan. Salah satu yang ditekankan yakni tentang higienitas, kemasan produk yang menarik, hingga cara-cara pemasaran modern.

”Saat ini beberapa sudah mulai mengaplikasikannya. Terutama anak-anak muda, sudah mulai memasarkan jajanan tradisional melaui online,” katanya.

SIMULAI POLA ASUH: Ibu-ibu PKK di Desa Damaran menerapkan simulasi terkait pola asuh yang baik

SIMULAI POLA ASUH: Ibu-ibu PKK di Desa Damaran menerapkan simulasi terkait pola asuh yang baik (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

Saat ini keberadaan jajanan tradisional sudah mulai jarang ditemui. Dengan terus mendukung warganya untuk terus bergiat di usaha ini, diharapkan mampu memberikan andil dalam penyelamatan tradisi lokal yang telah ada.

Dikatakannya, selain UMKM di bidang makanan di Desa Damaran, Kecamatan Kota ini juga terdapat beberapa produk UMKM yang tak kalah produktif. Diantaranya yakni konveksi mukena, produksi kain pel, hingga rumah fotografi dan video production. 

PAMERKAN PRODUK UMKM: Salah satu pelaku UMKM di Desa Damaran memamerkan produknya di acara lomba desa beberapa waktu lalu

PAMERKAN PRODUK UMKM: Salah satu pelaku UMKM di Desa Damaran memamerkan produknya di acara lomba desa beberapa waktu lalu (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia