Rabu, 24 Apr 2019
radarkudus
icon featured
Kudus

Langgengkan ‘Manganan’ di Makam Mpu Janas

22 Maret 2019, 14: 52: 37 WIB | editor : Ali Mustofa

MAKAM MPU JANAS: Seorang warga keluar dari Makam Mpu Janas, salah satu makam petilasan yang ramai dikunjungi warga untuk berdoa.

MAKAM MPU JANAS: Seorang warga keluar dari Makam Mpu Janas, salah satu makam petilasan yang ramai dikunjungi warga untuk berdoa. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Desa Damaran, Kecamatan Kota menjadi salah satu desa yang memiliki situs bersejarah. Yakni berupa makam petilasan. Makam petilasan tersebut diantaranya makam Mpu Janas yang terletak di wilayah RT 1/RW 1 Desa Damaran. Makam mbah Kyai Adji atau Jaratan Selo yang terletak di wilayah RT 3/RW1 Desa Damaran. Dan makam Mbah Dipo Kusuma yang terletak di wilayah RT 1/RW 2 Desa Damaran.

Dari tiga makam petilasan tersebut, Makam Mpu Janas yang paling menarik perhatian. Sebab sering didatangi warga untuk ‘manganan’ atau selametan. Saat manganan, warga membawa ingkung, nasi, dan lauk pauk lainnya yang sudah dimasak di rumah. Bekal itulah yang nantinya didoakan di makam itu, untuk selanjutnya disantap bersama. 

Tidak ada ada prosesi khusus dalam manganan. Sama seperti selametan pada umumnya. ”Biasanya setiap ada yang mau menikah, keluarganya akan melaksanakan manganan di makam ini, ”kata Kepala Desa Damaran Moh. Said Romadlon.

Pantuan Jawa Pos Radar Kudus bangunan makam yang berukuran sekitar 8 x 8 meter ini tampak seperti bangunan pura. Berbentuk seperti joglo, dengan gapura yang berasal dari batu bata yang ditumpuk. Tak lupa ornamen piring keramik juga turut menghiasi dinding muka bangunan ini.

Wajah makam Mpu Janas ini berubah setelah direhabilitasi oleh desa pada 2016 lalu. Pemerintah Desa Damaran secara khusus menganggarkan pembangunan situs desa ini menggunakan anggaran dana desa. Tak tanggung-tanggung dana sebesar Rp 56.974.000 dikucurkan untuk mempercantik tempat ini. ”Dulu itu hanya batu, jadi kami lakukan pembangunan yang lebih layak,” kata Said.  

Masyarakat sekitar percaya, Kyai Janas murid Sunan Kudus yang berasal dari Jawa Timur dan terkenal dengan sebutan pandegong. Sebutan itu disematkan karena ia dikenal sebagai ahli menempa logam menjadi gong. Tak hanya masyarakat di desa setempat saja yang datang untuk berdoa di sana. Masyarakat di luar desa ini juga kerap dijumpai datang kemari.

Salah satunya yakni Bupati Kudus Muhamamd Tamzil. Ketika berkunjung di Desa Damaran, Tamzil mengaku pernah berdoa di tempat ini. Tak hanya sekali, dia ingat betul pernah mendatangi tempat ini sebanyak dua kali.

Dikatakannya, situs ini akan dikembangkan lagi. Sehingga nantinya diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat luas. Makam Kyai Janas terletak di belakang pasar Jember atau kira-kira 100 meter utara pasar Jember. ”Kami akan pikirkan untuk pengembangan ke arah itu,” tandasnya.

(ks/daf/mal/top/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia